Anda di halaman 1dari 12

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

Wave Transformation
Apabila suatu deretan gelombang bergerak menuju pantai, gelombang tersebut akan mengalami perubahan bentuk yang disebabkan oleh proses refraksi dan pendangkalan gelombang (wave shoaling),difraksi (Difraction),refleksi (Reflection) dan gelombang pecah (Wave Breaking). Proses pendangkalan gelombang (Shoaling) adalah proses berkurangnya tinggi gelombang akibat perubahan kedalaman. Kecepatan gerak gelombang juga berkurang seiring dengan pengurangan kedalaman dasar laut, sehingga menyebabkan puncak gelombang yang ada di air dangkal bergerak lebih lambat dibandingkan puncak gelombang yang berada di perairan yang lebih dalam. Terjadilah pembelokan arah gerak puncak gelombang mengikuti kontur kedalaman laut dimana terjadi juga perubahan tinggi gelombang. Proses perubahan arah ini disebut refraksi. Shoaling dan refraksi disebabkan oleh proses pendangkalan kedalaman. Namun pada Shoaling lebih ditekankan pada perubahan langsung tinggi gelombang akibat pendangkalan, sementara refraksi ditekankan pada perubahan tinggi gelombang karena pembelokan arah gerak puncak gelombang. Refraksi terjadi karena adanya pengaruh perubahan kedalaman laut. Di daerah dimana kedalaman air lebih besar dari setengah panjang gelombang, yaitu di laut dalam, gelombang menjalar tanpa dipengaruhi dasar laut. Difraksi gelombang adalah proses pemindahan energi gelombang kea rah daerah yang terlindungi pulau, bukit batu/karang yang menjorok ke laut ataupun bangunan pantai. Perpindahan energi ini akan menyebabkan timbulnya gelombang di daerah yang terlindung tersebut. Gelombang yang menjakar menuju suatu rintangan (pantai atau bangunan pantai), sebagian atau seluruh gelombang tersebut akan dipantulkan kembali. Besar kecilnya gelombang yang dipantulkan tergantung pada bentuk dan jenis rintangan. Suatu bangunan tegak dan impermeabel akan memantulkan gelombang lebih besar daripada bangunan miring dan permeabel. Proses-proses di atas perlu diketahui untuk memperkirakan berapa besar komponen energi gelombang yang menyebabkan longshore current dan penentuan tinggi gelombang rencana. Informasi ini berguna untuk menentukan lokasi terbaik suatu pelabuhan atau pintu masuk pelabuhan. Proses-proses transformasi gelombang yang terjadi di atas akan dijelaskan di bawah ini.

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

1. PEMBENGKAKAN GELOMBANG (WAVE SHOALING) Jika suatu gelombang menuju perairan dangkal, maka akan terjadi perubahan karakteristik gelombang yang meliputi perubahan tinggi, panjang dan kecepatan gelombang. Dengan menganggap bahwa kemiringan perairan dapat diabaikan, maka panjang gelombang dan kecepatan gelombang dapat dituliskan sebagai berikut:

L = Lo =

tanh ; Co =

; c =

tanh

Dari persamaan-persamaan persamaan:

di

atas,

dapat

kita

tuliskan

bentuk

= tanh

atau

= tanh

Yang menjelaskan bahwa panjang gelombang L pada kedalaman h ditentukan oleh kedalaman air dan panjang gelombang di air dalam, di mana panjang gelombang ini dapat dihitung dengan mudah dari periode gelombang.

L L H H Air Dalam Garis Pantai Air Dangkal

Gambar 1 Sketsa Pendangkalan Gelombang Rata-rata energi gelombang yang ditransportasikan dalam suatu potongan vertikal dalam tiap satuan lebar puncak tiap satuan waktu

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

P:yakni setara dengan nEC adalah tetap sepanjang proses penjalaran gelombang, sehingga:

=
Dimana:

n =

):

= 1/2

dari persamaan di atas diperoleh perbandingan berikut:

Jika k adalah wave number atau 2 /L = k.Koefisien Shoaling. dapat dituliskan lagi dalam bentuk:

Persamaan diatas menunjukkan bahwa koefisien Shoaling adalah murni fungsi kh atau h/L. Di mana untuk kondisi perairan yang dangkal (C = dan n = 1) atau:

Sebagaimana telah disebutkan di atas, tinggi gelombang akan bertambah sementara panjang gelombang akan berkurang (kemiringan gelombang bertambah) sebelum gelombang tersebut mulai pecah. Sehingga batas atas gelombang pecah disebabkan oleh: Nilai maksimum kemiringan (steepness) gelombang (/L) Nilai maksimum perbandingan tinggi gelombang dan kedalaman air (/d)

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

2. REFRAKSI GELOMBANG (WAVE REFFRACTION) Refraksi atau pembelokan gelombang yang membentuk sudut terhadap garis pantai adalah salah transformasi gelombang yang penting untuk diperhitungkan dalam merencanakan bangunan pantai. Refraksi dan pendangkalan gelombang akan dapat menentukan tinggi gelombang di suatu tempat berdasarkan karakteristik gelombang dating. Refraksi mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tinggi dan arah gelombang serta distribusi energy gelombang di sepanjang daerah pantai. Perubahan arah gelombang karena refraksi tersebut menghasilkan konvergensi (pengucupan) atau divergensi (penyebaran) energi gelombang dan mempengaruhi energi gelombang yang terjadi di suatu tempat di daerah pantai. Gambar berikut adalah contoh refraksi gelombang di daerah pantai yang mempunyai garis kontur dasar laut dan garis pantai yang tidak teratur.

Gambar 2 Refraksi Gelombang laut Anggapan-anggapan yang sebagai berikut ini: digunakan dalam studi refraksi adalah

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

1. Energi gelombang antara dua orthogonal adalah konstan. 2. Arah penjalaran gelombang tegak lurus pada puncak gelombang,yaitu dalam arah orthogonal gelombang 3. Cepat rambat gelombang yang mempunyai periode tertentu di sutau tempat hanya tergantung pada kedalaman di tempat tersebut. 4. Perubahan topografi dasar adalah berangsur-angsur 5. Gelombang mempunyai puncak yang panjang,periode konstan,Amplitudo kecil dan monokhromatik 6. Pengaruh arus, angin dan refleksi dari pantai dan perubahan topografi dasar laut diabaikan Persamaan cepat rambat gelombang adalah: = tanh =

Di laut dalam persamaan menjadi: =

Di laut dangkal persamaan menjadi = C = = Beberapa cara untuk membuat diagram refraksi diantaranya: a. Wave Crest Method cara grafis dari Johnson dkk 1948 b. Orthogonal Method cara grafis Arthur dkk 1952 c. Computer Graphic a. WAVE CREST METHOD Cara ini dikemukakan oleh Johnson pada tahun 1948. Dasar dari metode ini adalah menentukan panjang gelombang pada setiap lokasi. Mula-mula perlu diketahui posisi puncak gelombang di air dalam kemudian dibuat puncak gelombang puncak gelombang yang lain berdasarkan panjang gelombang setempat. b. ORTOGHONAL METHOD Cara ini berdasarkan pada hokum Snellius dan diperkenalkan oleh Arthur pada tahun 1952.

=
Dimana: dan dan

= sudut antara garis kedalaman dengan puncak gelombang = Kecepatan perambatan gelombang yang ditinjau

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

dan

= Panjang gelombang

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:


Wave Crest

Gambar 3 Sketsa Hukum Snellius Gelombang yang memasuki perairan yang lebih dangkal (dari d1 menjadi d2) akan berkurang dan panjang gelombangnya dari dan menjadi dan . Pada jarak orthogonal sejauh x dan selang waktu T diperoleh Sin = dan Sin = . Dengan pembagian diperoleh:

Jika gelombang mendekati pantai dengan kontur sejajar maka:

= x

Dan kita pilih harga dan sedeminkian sehingga panjang ortogonalnya dan ,maka kita bisa peroleh koefisien refraksi ( )

= x = = =

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

Gambar 4 Refraksi Gelombang pada kontur dasar laut lurus dan sejajar

3.DIFRAKSI GELOMBANG (WAVE DIFFRACTION) Difraksi adalah Proses penyebaran gelombang di sepanjang puncak gelombang, contohnya: gelombang yang melewati break water ( pemecah gelombang ).Peristiwa difraksi atau lenturan dapat terjadi jika sebuah gelombang melewati sebuah penghalang atau melewati sebuah celah sempit. Pada suatu medium yang serba sama, gelombang akan merambat lurus. Akan tetapi, jika pada medium tersebut gelomhang terhalangi, bentuk dan arah perambatannya dapat berubah. Proses Difraksi dapat ditunjukkan dalam gambar berikut:

Gambar 5 Difraksi Gelombang

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

Daerah yang terlindung oleh penghalang dimana difraksi terjadi disebut daerah difraksi (diffraction area), sedangkan perbandingan antara tinggi gelombang di daerah difraksi ( ) dengan tinggi gelombang datang ( ) disebut koefisien difraksi ( ), atau: = X

Koefisien difraksi ini dipengaruhi oleh harga-harga parameter , dan r/L seperti terlihat pada gambar di atas. Wiegel (1962) menggunakan penyelesaian eksak dari Penny dan Price (1952) untuk menghitung harga koefisien difraksi sebagai fungsi parameter di atas. Apabila gelombang bergerak melalui celah penghalang (barrier gap), proses difraksi juga akan terjadi. Johnson (1952) menunjukkan suatu diagram yang dapat digunakan untuk memperkirakan nilai pada gelombang yang melalui celah. Jika lebar celah ini lima kali panjang gelombang yang datang (>5L) maka perhitungan koefisien difraksi dapat dilakukan terpisah. Jika gelombang yang datang mendekati celah ini membentuk sudut terhadap penghalang maka perhitungan dapat dilakukan dengan menggunakan lebar celah maya (Imaginary gap Width) seperti gambar berikut:

Gambar 6 Gelombang dengan sudut tertentu terhadap celah penghalang Dengan menentukan harga untuk suatu periode gelombang pada arah tertentu, kita dapat mengevaluasi karakteristik spektrum gelombang di suatu titik di daerah yang terlindung oleh struktur pantai (breakwater) guna perencanaan dan evaluasi tata letak pelabuhan termasuk perluasan dan lokasi bangunan peredam gelombang.

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

4.PANTULAN GELOMBANG (WAVE REFLECTION) Pantulan gelombang yang terjadi prosesnya seperti halnya pantulan cahaya yang terjadi di cermin seperti ditunjukkan dalam gambar berikut

Gambar 7 Pantulan Gelombang Koefisien Pantul (reflection coefficient CR)adalah perbandingan tinggi gelombang pantul ( ) dengan tinggi gelombang yang datang ( ). Sehingga Amplitudo puncak gelombang pantul adalah sama dengan Amplitudo di daerah bayangan dikalikan koefisien pantul dinding. = x

5. PEMECAHAN GELOMBANG (WAVE BREAKING) Persamaan: Hb = >< hb >< = 0,78 Dimana: Hb = Tinggi gelombang saat pecah Hb = Kedalaman air saat pecah

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

Gelombang yang menjalar dari laut dalam menuju pantai mengalami perubahan bentuk karena adanya pengaruh perubahan kedalaman laut.Pengaruh kedalaman laut mulai terasa pada kedalaman lebih kecil dari setengah kali gelombang.Di laut dalam profil gelombang adalah sinusoidal, semakin menuju ke perairan yang lebih dangkal puncak gelombang semakin tajam dan lembah gelombang semakin datar.Selain itu kecepatan dan panjang gelombang berkurang secara berangsur angsur sementara tinggi gelombang bertambah. Gelombang pecah dipengaruhi oleh kemiringannya, yaitu perbandingan antara tinggi dan panjang gelombang.Di laut dalam kemiringan gelombang maksimum dimana gelombang mulai tidak stabil. Dalam fisika, gelombang pecah adalah gelombang yang amplitudo mencapai tingkat kritis di mana beberapa proses dapat tiba-tiba mulai terjadi yang menyebabkan sejumlah besar energi gelombang untuk ditransformasikan dalam turbulen energi kinetik. Pada titik ini, model-model fisik sederhana yang menggambarkan dinamika gelombang akan sering menjadi tidak sah, terutama yang menganggap perilaku linier Beberapa efek lain dalam dinamika fluida juga telah disebut "memecah gelombang", antara lain dengan analogi dengan gelombang permukaan air. Dalam meteorologi, gelombang gravitasi dikatakan meledak setelah gelombang menghasilkan potensi daerah dimana suhu menurun dengan ketinggian, yang mengakibatkan pemborosan energi melalui konvektif ketidakstabilan; Rossby gelombang juga dikatakan untuk memecah ketika vortisitas potensial gradien terbalik. Memecah gelombang juga terjadi dalam plasma, ketika partikel kecepatan melebihi kecepatan fase gelombang itu.

Gambar 8 Proses pecahnya gelombang menabrak batuan di daerah pantai

10

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

F.

PEREDAMAN GELOMBANG (WAVE DAMPING)

Peredaman gelombang bisa terjadi karena Bottom shear stress ( tegangan geser di dasar / gesekan di dasar lautan. Mud absorption ( peredaman oleh lumpur ) Floating ( peredam buatan ) While caps ( Buih pada lautan )

Untuk melindungi daerah pantai dari serangan gelombang, suatu pantai memer-lukan bangunan peredam gelombang. Peredam gelombang adalah suatu bangunan yang bertujuan untuk mereduksi atau menghancurkan energi gelombang. Gelombang yang menjalar mengenai suatu bangunan peredam gelombang sebagian energinya akan dipantulkan (refleksi), sebagian diteruskan (transmisi) dan sebagian dihancurkan (dissipasi) mela-lui pecahnya gelombang, ke-kentalan fluida, gesekan dasar dan lain-lainnya. Pembagian besamya energi gelombang yang dipantulkan, dihancur-kan dan diteruskan ter-gantung karakteristik gelom-bang datang (periode, tinggi, kedalaman air), tipe bangunan peredam gelombang (permu-kaan halus dan kasar,

11

Teknik Pantai (TSA-410) Transformasi Gelombang

DAFTAR PUSTAKA

Catatan Kuliah Teknik Pantai dengan dosen Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Praktiko, Widi Agus dkk.1997. Perencanaan Fasilitas Pantai dan Laut.Yogyakarta:BPFE. Triatmodjo,Bambang.1999. Teknik Pantai.Yogyakarta:Beta Offset. www.armin-grewe.com/holiday/scot...king.jpg

12