Anda di halaman 1dari 42

BAB 1 KONSEP DASAR KOMUNIKASI INTERPERSONAL Salah satu indikasi bahwa manusia sebagai makhluk sosial adalah perilaku

komunikasi antarmanusia. Interaksi manusia dengan manusia menunjukkan bahwa setiap orang memerlukan bantuan dari orang lain di sekitarnya.untuk itu ia melakukan komunikasi. Salah satu jenis komunikasi yang frekuensi terjadinya cukup tinggi adalah komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi. Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian dan penerimaan pesan antara pengirim pesan (sender) denagn penerima (receiver) baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi dikatakan langsung (primer) bila ihak pihak yang terlibat komunikasi dapat saling berbagi informasi tanpa melalui media. Sedangkan komunikasi tidak langsung (sekunder) dicirikan oleh adanya penggunaan media tertentu. Hakikat komunikasi interpersonal: 1. Komunikasi interpersonal pada hakikatnya adalah suatu proses. 2. Pesan diciptakan dan dikirimkan oleh seorang komunikator, atau sumber informasi. 3. Dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. 4. Penyampaian pesan dapat dilakukan baik secara lisan maupun tertulis. 5. Komunikasi interpersonal tatap muka memungkinkan balikan atau respon diketahui dengan segera (instant feedback). Komponen komponen komunikasi interpersonal: a. Sumber atau komunikator Adalah orang yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi, yakni keinginan untuk membagi keadaan interbnal sendiri, baik yang bersifat emosional maupun informasional dengan orang lain. b. Encoding Adalah suatu aktifitas internal pada komunikator dalam menciptakan pesan melalui pemilihan simbol simbol verbal dan non verbal, yang disusun berdasarkan aturan aturan atta bahasa, serta disesuaikan denagn karakteristik komunikan.
1

c.

Pesan Adalah seperangkat simbol simbol baik verbal maupun non verbal, atau gabungan keduanya, yang mewakili keadaan khusus komunikator untuk disampaikan kepada pihak lain.

d.

Saluran Adalah sarana fisik penyampaian pesan dari sumber ke penerima secara umum.

e.

Penerima atau komunikan Adalah seseorang yang menerima, memahami, dan mengintepretasikan pesan.

f.

Decoding Adalah kegiatan internal dalam diri penerima.

g.

Respon Adalah apa yang telah diputuskan oleh penerima untuk dijadikan sebagai sebuah tanggapan terhadap pesan.

h.

Gangguan (noise) Adalah apa saja yang mengganggu atau membuat kacau penyampaian dan penerimaan pesan, ermasuk yang bersifat fisik dan psikis.

i.

Konteks komunikasi Komunikasi selalu terjadi dalam suatu konteks tertentu, paling tidak ada tiga dimensi yaitu ruang, waktu, dan nilai.
Saluran Sumber Encoding Pesan Decoding Penerima

R e s p o n

K o n t e k s Penerimaaan Decoding

Noise

K o n t e k s Encoding Sumber

R e s p o n

Pesan

Saluran 2

Proses Komunikasi Interpersonal 1. Keinginan berkomunikasi 2. Encoding oleh komunikator 3. Pengiriman pesan 4. Penerimaan pesan 5. Decoding oleh komunikan 6. Umpan balik Asas Komunikasi Interpersonal 1. Komunikasi berlangsung antara pikiran seseorang dengan pikiran orang lain 2. Orang hanya bisa mengerti sesuatu hal dengan menghubungkannya pada suatu hal lain yang telah dimengerti 3. Setiap orang berkomunikasi tentu mempunyai tujuan 4. Orang yang telah melakukan komunikasi mempunyai suatu kewajiban untuk meyakinkan dirinya bahwa ia memahami makna pesan yang akan disampaikan itu 5. Orang yang tidak memahami makna informasi yang diter Cirri Ciri Komunikasi Interpersoanal 1. Arus pesan dua arah 2. Suasana nonformal 3. Umpan balik segera 4. Peserta komunikasi berada dalam jarak yang dekat 5. Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik verbal maupun non verbal Ada 6 karakteristik komunikassi intpersonal menurut Judy C. Pearson (S. Djuarsa Sendjaja, 2002: 2.1), yaitu: 1. Komunikasi interpersonal dimulai dengan diri pribadi(self) 2. Komunikasi ineterpersonal bersifat tansaksional 3. Komunikasi interpersonal menyangkut asper isi pesan dan hubungan antarpribadi ima, memiliki

kewajiban untuk meminta penjelasan agar tidak terjadi bias komunikasi

4. Komunikasi interpersonal mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak pihak yang berkomunikasi 5. Komunikasi interpersonal menempatkan kedua belah pihak yang berkomunikasi saling tergantung satu denagn lainnya(interdependensi) 6. Komunikasi interpersonal tidak dapat diubah maupun diulang Tipe Komunikasi Interpersonal 1. Komunikasi dua orang Yaitu mencakup segala jenis hubungan antarpribadi, antara satu orang denagn orang lain, mulai dari hubungan yang paling singkat (kontak) biasa, sampai hubungan yang bertahan lama dan mendalam. 2. Wawancara Merupakan salah satu tipe komunikasi interpersonal dimana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa Tanya jawab. 3. Komunikasi kelompok kecil Merupakan salah satu tipe komuniaksi interpersonal, dimana beberapa orang terlibat dalam suatu pembicaraan, percakapan, diskusi, musyawarah, dan sebagainya. Tujuan Komunikasi Interpersonal 1. Mengungkapkan perhatian kepada orang lain 2. Menemukan diri sendiri 3. Menemukan dunia luar 4. Membangun dan memelihara hubungan yang harmonis 5. Mempengaruhi sikap dan tngkah laku 6. Mencari kesenangan atau sekedar menghabiskan waktu 7. Menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi 8. Memberikan bantuan (konseling) Komunikasi Interpersonal Secara Lisan dan Tertulis Komunikasi lisan (oral communication) yaitu proses pengirman pesan denagn bahsa lisan. Keuntungannya: 1. Keuntungan terbesar adalah dalam hal kecepatan
4

2. Munculnya umpan balik segera (instan feedback) 3. Member kesempatan kepada pengirim pesan untuk mengendalikan situasi Komunikasi tertulis (written communication) yaitu proses komunikasi dimana pesan disampaikan secra tertulis. Keuntungannya: 1. Bersifat permanen, karena pesan pesan yang disampaikan dilakukan secra tertulis. 2. Catatan catatan tertulis juga mencegah terjadinya penyimpangan (distorsi) terhadap interpretasi gagasan gagasan yang dikomunikasikan. Sikap Positif dalam Berkomunikasi 1. Membuka pintu komunikasi 2. Sopan dan ramah dalam berkomuniasi 3. Jangan sungkan meminta maaf pada saat merasa bersalah 4. Cepat dan tanggap 5. Penuh perhatian 6. Bersifat jujur dan adil

BAB 2 HUBUNGAN INTERPERSONAL Secara kodrati, manusia hidup sebagai makhluk individu sekaligus sosial. Sebagai makhluk individu, artinya bahwa setiap manusia pada hakikatnya memiliki keunikan yang berbeda dengan orang lain dan saliang memiliki kelebihan maupun kekurangan. Karaktristik kehidupan sosial mewajibkan setiap individu untuk

membangun sebuah relasi dengan yang lain, sehingga akan terjalin sebuah ikatan perasaan yang bersifat timbal balik dalam suatu pola hubungan yang dinamakan hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal dalam arti luas adalah interaksi yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan, sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan hati pada kedua belah pihak. Hubungan interpersonal dapat dilakukan di berbagai kegiatan dan tempat, misalnya : -perkumpulan olahraga -kesenian -dalam konferensi -seminar -restoran -pasar, dll. Hubungan interpersonal dalam arti sempit adalah interaksi yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain dalam situasi kerja dan dalam situasi kekaryaan dengan tujuan untuk mengubah kegairahan dan kegiatan bekerja yang produktif. Untuk mengenali lebih jauh tentang kerakteristik hubungan interpersonal, dikemukakan beberapa ciri mengenai hubungan interpersonal sebagasimana diuraikan sebagai berikut : a. Mengenal secara dekat, artinya bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan interpersonal saling mengenal secara lebih dekat.

b. Saling memerlukan, artinya hubungan interpersonal diwarnai oleh hubungan saling menguntungkan secara dua arah dan saling memerlukan. c. Pola hubugnan antarpribadi, yaitu ditunjukkan oleh adanya sikap keterbukaan di antara keduanya. d. Kerjasama. Beberapa faktor yang mempengaruhi kadar hubungan interpersonal adalah sebagai berikut : 1. Toleransi, yaitu menghendaki adanya kemauan dari masing-masing pihak untuk menghargai dan menghormati perasaan pihak lain. 2. Kesempatan-kesempatan yang seimbang, yaitu memperoleh keadilan dari interaksi akan menentukan kadar hubungan interpersonal. 3. Sikap menghargai orang lain, yaitu menghandaki adanya pemahaman bahsa setiap orang itu memiliki martabat. 4. Sikap mendukung, bukan sikap bertahan. 5. Sikap terbuka, yaitu membuka diri, mengatakan tentang keadaan dirinya secara terbuka dan apa adanya. 6. Pemilikan bersama atas informasi. 7. Kepercayaan, yaitu perasan bahwa tidak adan bahaya dari orang lain dalam suatu hubungan. 8. Keakraban. 9. Kesejajaran, atau posisi yang sama bagi kedua belah pihak. 10. Kontrol atau pengawasan. 11. Respon. 12. Suasana emosional, yaitu keserasian suasana emosional ketika

komunikasi sedang berlangsung. Dari ke 12 faktor tersebut, masing-masing dapat memberikan pengaruh terhadap kadar hubungan interpersonal secara positif, artinya semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka akan semakin baik pula kadar hubungan interpersonal.
7

Secara skematis, pola pengaruh ke tujuh faktor teersebut terhadap kadar hubungan interpesonal dapat digambarkan pada gambar dibawah ini :

Toleransi

Kesempatan

Menghargai

Mendukung

Terbuka

Pemilikan informasi Kadar Hubungan Interpersonal KepercayaanKeakra ban Kesejajaran

Kontrol

Respon

Suasana Emosional

Apabila dicermati, pada umumnya seseorang berkreativitas dan bekerja adalah dorongan untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian, aktivitas membina hubungna interpersonal pun juga dilandasi oleh adanya deorongan

untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhannya,


8

seseorang harus berhubungan dengan orang lain. Ambil contoh, untuk memenuhi kebutuhan akan sandang ia harus berhubungan dengan pedagang pakaian. Abraham Maslow menguraikan kebutuhan-kebutuhan manusia yang tersusun secara hierarkis sebagai berikut : 1. Kebutuhan fisiologis 2. Kebutuhan rasa aman 3. Kebutuhan sosial 4. Kebutuhan penghargaan 5. Kebutuhan aktualisasi diri Apabila kebutuhan dasar terpenuhi, kebutuhan tingkatan berikutnya menjadi dominan. Hierarki kebutuhan yang sangat populer dan dikemukakan maslow ini. Pada perjalanannya mendapatkan berbagai kritik. Meskipun demikian, teori ini sangat berguna untuk menjelaskan mekanisme motivasi dalam menjalin hubungan interpersonal. Sebagai contoh : Untuk memenuhi kebutuhan fisiologis masyarakat, peperintah

memberlakukan ketentua upah atau gaji yang cukup. Kebutuhan akan rasa aman dipenuhi dengan mengkondisikan suasana hidup bermasyarakat dalam situasi yagn aman secara fisik, sosial, politik, hukum, dan sebagainya. Kebutuhan sosial dipenuhi dengan memberikan kesempaatn dan keleluasaan untuk berinteraksi. Kebutuhan penghargaan dapat dilakukan dengan pemilihan anggota masyarakat yang ditokohkan, diiteladani, dan dihormati. Kebututan aktualisasi diri dapat ditempuh dengan memberikan

kesempatan kepada semua orang untuk berekspresi sesuai dengan tingkat kreativitas yang dimilikinya.

Dari uraian diatas, adapt disimpulkan bahwa setiap orang pasti memiliki kebutuhan dan motivasi. Terbuka kemungkinan motivasi antara satu orang saling berbeda dengan yang lainnya. Apalagi pada motivasi yang bersifat internal akan terjadi motivasi subjektif. Disinilah hubungan interpesonal menjadi penting dan masing-masing pihak senantiasa dapat menghargai perbedaan-perbedaan tersebut.

10

BAB 3 SISTEM KOMUNIKASI INETRPERSONAL Komunikasi Interpersonal sebagai sistem Geoffrey Gordon (Togar M. Simatupang: 1995: 6) mendefinisikan sistem sebagai suatu agregasi atau kumpulan objek objek yang terangkai dalam sebuah pola interaksi dan saling ketergantungan yang teratur. 5 unsur yang terdapat dalam sistem, yaitu: 1. Elemen elemen atau bagian bagian 2. Adanya interaksi atau hubungan antar elemen elemen atau bagian bagian 3. Adanya sesuatu yang mengikat elemen elemen tersebut menjadi suatu kesatuan 4. Terdapat tujuan bersama, sebagai hasil akhir 5. Berada dalam suatu lingkungan yang kompleks Kominikasi interpersonal sebagai sistem, berarti apabila dikaji secara seksama, dalam proses komunikasi itu juga terdapat komponen input, proses, dan produk.
INPUT a. Aturan&harapan b. Persepsi&konsep diri PROSES Interaksi interpersonal PRODUK a. Pengetahuan b. Sikap c. Perilaku

Aturan dan Harapan Setiap masyarakat pasti memberlakukan adanya aturan baik berupa nilai nilai, norma, maupun etika yang diacu untuk ketertiban interaksi warga masyarakat. Harapan itu sendiri dipengaruhi oleh motivasi, pengalaman, dan kepribadian setiap individu. Jadi dapat dikatakan bahwa aturan dan harapan menjadi input yang menggerakkan individu melakukan komunikasi interpersonal.

11

motivasi pengalaman nilai

Komunikasi interpersonal kepribadian etika

norma

Persepsi Persepsi adalah memberikan makna pada stimuli inderawi, atau menafsirkan informasi yang tertangkap oleh alat indera. Persepsi interpersonal adalah memberikan makna terhadap stimuli inderawi yang berasal dari seseorang ( Partner komunikasi ), yang berupa pesan verrbal maupun non verbal. Persepsi komunikasi mempunyai peran yang sangat penting dalam keberhasilan komunikasi. Artinya, kecermatan dalam mempersepsi stimuli inderawi

mengantarkan kepada keberhasilan komunikasi. Persepsi menghasilkan makna. Dari kata perempuan kita dapat memberikan makna yang berbeda dari masing masing orang. Ketika melakukan persepsi terhadap orang lain, yang kita perlukan adalah kecermatan. Harapannya dalah agar kita dapat mengerti dan memahami orang itu secara benar. Kalu persepsi kita benar, maka hal ini menjadi modal yang penting untuk keberhasilan komunikais interpersonal. Dua jenis filter a. Filter fisiologis, menunjuk pada kondisi perhatiakn kita hanya tertuju kepada hal hal yang menarik indera kita, dalam menangkap objek secara fisik. b. Filter psikologis, akan membatasi kita perhatian kita terhadap stimuli yang berkenaan dengan pertimbangan psikologis kita. Gunung es karakteristik manusia
12

Karakteristik manusia dapat dikatakan sebagai sesuatau yang misteri., karena sebagian indicator karakter itu ada yang tidak dapat diterima oleh indera. Mempersepsi objek Stimuli ditangkap oleh indera Mempersepsi manusia Tidak seluruh stimuli dapat ditangkap oleh indera Hanya menanggapi sifat sifat luarnya Harus memahami apa yang tidak saja tampak dan tidak tertangkap oleh indera secara dinamis itu ketika dapat

Ketika ditafsir, objek diam (tidak Bereaksi bereaksi) ditafsirkan.

Reaksi dan

mengelabuhi

membelokkan

ketepatan dan kecermatan persepsi

Persepsi sebagai inti komunikasi Cara kita berkomunikasi secara interpersonal sangat dipengaruhi oleh persepsi kita terhadap partner komunikasi. Apabila persepsi mkita positif, kita akan melakukan komunikasi dengan nyaman. Sebaliknya, apabila persepsi kita negatif terhadap seseorang, maka kita akn berusaha membatasi diri sehingga tidak berkomunikasi terlalu mendalam dengan orang tersebut. Persepsi merupakan proses internal yang dilalui individu dalam menyeleksi, dan mengatur stimuli yang dating dari luar. Teori spiral kesunyian Teori ini berkaitan dengan bagaimana terbentuknya pendapat umum maupun pendapat pribadi, setelah daalm diri seseorang memperoleh terpaan informasi dari komunikasi massa, komunikasi interpersonal, dan persepsi individu. Menurut teori ini, individu pada umumnya berusaha untuk menghindari isolasi sendirian mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu. Setiap individu memiliki kecenderunagn konformitas yaitu akan merasa lebih nyaman apabila berpendapat atau beropini sesuai denagn pendapat atau opini mayoritas (yang dominan). Teori konvergensi
13

Teori ini mengasumsikan bahwa komuniaksi sebagai proses penciptaan dan pembagian bersama informasi untuk tujuan mencapai slaing pengertian bersama (mutual understanding) antara para pelakunya. Komunikasi

inetrepersonal yang berkesinambunagn akan membawa dampak kepada perubahan persepsi di kedua belah pihak. Konsep Diri Jalaluddin Rakhmat (1996: 99) mendefinisikan konsep diri sebagai gambaran dan penilaian diri kita, pandanagn dan perasaan kita tentang diri kita sendiri. Konsep diri merupakan factor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang melakukan tindakan dilandasi oleh konsep diri.

14

BAB 4 EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL Komunikasi interpersonal merupakan aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,dan merupakan cara untuk menyampaikan dan menerima pikiran-pikiran,informasi,gagasan,perasaan,dan bahkan emosi seseorang,sampai pada titik tercapainya pengertian yang sama antara komunikator dan komunikan. Faktor-faktor yang dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori,yaitu: yang berpusat pada persona (person-centered perspective) dan yang berpusat pada situasi (situation-centered kecakapan perspective).faktor berkomunikasi yang yang berpusat dimiliki pada oleh

persona,misalnya

seseorang,sedanagkan yang berpusat pada situasi misalnya karakteristik media dan karakteristik sosial budaya masyarakat sekitar. FAKTOR PERSONAL Secara garis besar faktor personal dibedakan ke dalam dua kategori,yaitu: Faktor Biologis Manusia adalah makhluk biologis yang tidak berbeda denagan hewan.ia lapar kalau tidak makan selama sehari.ia akan mengantuk jika kurang tidur.ia akan kecapekan bila terlalu banyak kerja.Artinya dalam proses komunikasi interpersonal,suatu simbol atau pesan akan dipersepsi berbeda oleh orang yang secara personal dalam keadaan lapar dan tidak lapar.dalam kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi biologis yang memadai seperti : kesehatan yang baik,konsentrasi yang bagus dan sebagainya akan mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Faktor psikologis Manusia adalah makhluk yang mempunyai daya

psikologis:pengetahuan,kehendak,sikap,dan sebagainya. Komponen afektif adalah aspek emosional,seperti sikap simpati,raguragu,setuju,curiga,benci, dan sebagainya. Komponen afektif terdiri dari: -motif sosiogenesis -sikap
15

-emosi

DEFINISI KONTEKSTUAL DAN FAKTUAL Secara konstektual,komunikasi interpersoanl digambarkan sebagai suatu komunikasi antara dua individu atau sedikit individu,yang mana individu-individu tersebut secara fisik saling berinteraksi,saling memberikan umpan balik,dan menggunakan indera sebagai sensor untuk mengenali partner

komunikasi.sedangkan komunikasi yang bersifat faktual,mendasarkan pada fakta empiris. KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF Komunikasi interpersonal dikatakan efektif apabila memnuhi tiga syarat: 1.pesan yang dapat diterima dimaksud oleh komunikator. 2.ditindak lanjuti dengan perbuatan secara suka rela. 3.meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi. FUNGSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF Komunikasi interpersonal yang efektif berfungsi untuk: a.membentuk dan menjaga hubungan baik antar individu. b.menyampaikan pengetahuan atau informasi. c.mengubah sikap dan perilaku d.pemecahan masalah hubungan antar manusia e.citra diri menjadi lebih baik. f.jalan menuju sukses Lima Hukum Komunikasi Efektif 1.Respect dan dipahami oleh komunikan sebagaimana

16

2.Empathy 3.Audible 4.Clarity 5.Humble Lima Sikap Positif yang Mendukung Komunikasi Interpersonal 1.Keterbukaan (openness) 2.Empati (empathy) 3.Sikap mendukung (supportiveness) 4.Sikap positif (positiviness) 5.Kesetaraan (Equality) Faktor Keefektifan Komunikasi Interpersonal 1.faktor kebehasilan dilihat dari sudut komunikator Kredibilitas Daya tarik Kemampuan intelektual Integritas atau keterpaduan sikap dan perilaku dalam aktivitas sehari-hari Keterpercayaan Kepekaan sosial Kematangan tingkat emosional Berorientasi kepada kondisi psikologis komunikan 2.faktor keberhasilan dilihat dari sudut komunikan Komunikan yang cakap akan mudah menerima dan mencerna materi yang diberikan oleh komunikator. Komunikan yang mempunyai pengetahuan yang luas akan cepat menerima informasi yang diberikan komunikator. Komunikan harus bersikap ramah,supel dan pandai bergaul agar tercipta proses komunikasi yang lancar.
17

Komunikan harus memahami dengan siapa ia berbicara. Komunikan bersikap bersahabat dengan komunikator. 3.faktor keberhasilan dilihat dari sudut pesan Pesan komunikasi interpersonal perlu dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menumbuhkan perhatian komunikan. Lambang-lambang yang dipergunakan harus benar-benar dapat dipahami oleh kedua belah pihak,yaitu komunikator dan komunikan. Pesan-pesan tersebut disampaikan secara jelas dan sesuai dengan kondisi maupun situasi setempat. Tidak menimbulkan multi interpretasi atau penafsiran yang berlainan. Sediakan informasi yang praktis,berguna,dan membantu komunikan melakukan tindakan yang diinginkan. Berikan fakta,buka kesan dengan cara menyampaikan kalimat

konkret,detail,dan spesifik disertai bukti untuk mendukung opini. Tawarkan rekomendasi dengan cara mengemukakan langkah-langkah yang disarankan untuk membantu komunikan menyelesaikan masalah yang dihadapi. 4.faktor penghambat komunikan Kredibilitas komunikator rendah Kurang memahami latar belakang sosial dan budaya Kurang memahami karakteristik komunikan Prasangka buruk Verbalistis Komunikasi satu arah Tidak digunakan media yang tepat Perbedaan bahasa Perbedaan persepsi

18

BAB 5 KECAKAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL Keterampilan berbicara Beberapa persiapan dan keterampilan yang diperlukan dalam berbicara: 1.persiapan fisik 2.persiapan mental 3.persiapan materi Ada beberapa prinsip teknik berbicara yang perlu diperhatikan diantaranya: a.prinsip motivasi b.prinsip perhatian c.prinsip ulangan d.prinsip kegunaan e.prinsip efisien kecakapan bertanya berikut ini dikemukakan teknik bertanya yang efektif: a.ungkapan pertanyaan dengan tenang dan sopan b.ungkapan pertanyaan dengan singkat dan jelas c.jangan merusak suasana d.jangan sungkan meminta maaf pada saat merasa bersalah e.ucapakan terima kasih f.bersiaplah mendengarkan jawaban secara positif Keterampilan menjaga sopan santun

19

Penampilan yang sopan dan ramah akan membuat kita lebih aman dalam memulai berkomunikasi ketimbang penuh emosi dan rasa curiga.partner komunikasi akan lebih senang mendengarkan argumentasi yang disampaikan dengan sopan. Meminta maaf pada saat merasa bersalah Ketika kita menyadari bahwa sudah melakukan sebuah kesalahan dalam berkomunikasi,maka sebaiknya kita meminta maaf.dengan begitu maka sebenarnya kita menaruh rasa hormat kepada orang lain,dan giliran berikutnyakita pun juga akan dihormatinya.dalam suasana hubungan yang saling

menghargai,komunikasi menjadilebih nyaman. CEPAT, TANGGAP, DAN BERTANGGUNG JAWAB Keterampilan komunikasi interpersonal berikut adalah kecepatan dalam merespon stimulasi dari orang lain. Contohnya apabila ada pertanyaan dari orang lain, segera member jawaban yang baik. Tanggap, artinya peka atau sensitif sesuai dengan situasi tersebut. Contohnya apabila kita sedang berbicara dengan orang lain, kita harus memahami situasi yang ada. Tanggung jawab, artinya bahwa kita sebagai pelaku komunikasi interpersonal harus tanggung jawab terhadap dampak atau akibat dari aktivitas pelaksanaan komunikasi interpersonal tersebut dapat memberikan manfaat dan berguna bagi diri sendiri maupun orang lain. PERHATIAN DAN KEPEDULIAAN Perhatian dan kepedulian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana perhatian dan kepedulian anda terhadap teman karib anda itu. Apabila anda mempunyai perhatian yang baik, maka anda akan memahami karakteristiknya, dan dengan dengan mengusahakan proses komunikasi interpersonal yang menyenangkan kedua belah pihak, tanpa malanggar etika dan tatakrama. MEMILIKI EMPATI

20

Bylund dan Makoul (2002) mengembangkan enam tingkat empati yang diuraikan dalam suatu system The Empathy Communikasion Coding System (ECCS) Levels. Keenam tingkat empati tersebut dapat diimplementasikan dalam contoh komunikasi interpersonal antara seorang pemimpin dengan karyawan. Level 0: artinya tidak ada empati pada diri pemimpin, keadaan ini diindikasikan dengan berbagai sikap seperti contoh berikut: 1) Pimpinan menolak pendapat berdasarkan sudut pandang karyawan 2) Mengabaikan usulan karyawan 3) Membuat pernyataan yang berlawanan dsengan aspirasi karyawan 4) Menolak berdiskusi Level 1: pimpinan mendengarkan pendapat karyawan Level 2: pimpinan mengenali secara implisit pembicaraan karyawan Level 3: pemimpin menghargai pendapat karyawan Level 4: pimpinan mengkonfirmasi karyawan Level 5: pimpinan berbagi perasaan dan pengalaman Level 0-2 menunjukkan empati dalam posisi implicit, tersembunyi. Sedangkan level 3-5, empati dinyatakan secara emplisit sebagai pengakuan jujur seorang pemimpin terhadap karyawan. Tiga macam aktivis yang dilakukan pimpinan untuk menegaskan adanya empati implicit 1) Ajaklah bicara 2) Berilah penjelasan 3) Tegaskan komitmen bekerja sama KECAKAPAN DALAM MENYAMBUT TAMU 1) Menjemput tamu sesuai dengan janji (di terminal, bandara, stasiun) 2) Menyilahkan masuk dan mengucapkan salam 3) Memanggil / menyapa tamu dengan namanya 4) Mempersilahkan tamu duduk di tempat yang sudah disediakan, tuan rumah mengikuti duduk kemudian 5) Menciptakan suasana yang nyaman cara berpikir dan arah

21

6) Memperkenalka diri, apabila yang menyambut tamu ada beberapa orang dan menyebutkan jabatannya 7) Memperhatikan sikap non-verbal sang tamu 8) Membukakan pintu, atau berdiri ketika tamu hendak pulang KECAKAPAN MEMBERIKAN PELAYANAN Ada benerapa jenis pelayanan yang perlu diperhatikan dan diindihkan untuk mendukung kualitas proses komunikasi interpersonal. 1) Memberikan informasi, misal perubahan harga 2) Konsultasi, seperti pemberian saran kepada patner komunikasi 3) Hospitaly, sambutan yang ramah 4) Caretaking, terdiri dari perhatian dan perlindungan atas barang-barang milik patner komunikasi KECAKAPAN MENYAMPAIKAN INFORMASI 1) Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh komunikasi sesuai dengan tingkat pemahamannya 2) Pendekatan yang berpusat pada penerima 3) Jangan menggunakan istilah yang tidak dimengerti 4) Jangan menggunakan singkatan yang tidak baku 5) Jangan terlalu mudah menggunakn istilah-istilahilmiah untuk sasaran

yang berlatar pendidikan relative rendah 6) Jangan menggunakan istilah asing, apabila sudah ada istialh dalam bahasa Indonesia 7) Tidak perlu tergesa-gesa dan terlalu berambisi menyampaikan informasi sekaligus, pemberian informasi dapat dilakukan secara bertahap 8) Jika menyampaikan berita buruk, gunakan kata atau kalimat persiapan atau pendahuluan 9) Hindari pemakaian kata-kata yang bersifat mengancam 10) Hindari ungkapan yang menunjukkan bahwa kita orang paling berjasa 11) Ulangi informasi yang penting, sembari diikuti intonasi suara dan bahasa nonverbal yang mendukung 12) Gunakanlah empati 13) Menyimpulkan substansi informasi yang disampaikan
22

14) Berikan kesempatan kepada komunakan untuk bertanya dan berpendapat 15) Berikan nomir telepon KECAKAPAN MENDENGARKAN Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss (2005 : 160-161) mengatakan bahwa sesungguhnya mendengarkan adalahsuatu proses yang rumit, yang melibatkan empat unsure: 1) Mendengar : proses fisiologis otomatik 2) Memperhatikan : secara sadar kita memusatkan perhatian dan kesadaran kita pada stimuli tertentu, dan mengabaikan stimuli yang lain 3) Memahami : sebagai proses pemberian makna yang kita dengar, yang sesuai dengan makna yang dimaksudkan si pengirim pesan 4) Mengingat : proses menyimpan informasi kedalam memori PERSYARATAN KECAKAPAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL Ada persyaratan kemampuan yang sangat menentukan keberhasilan komunikasi interpersonal apabila dipandang dari sudut komunikator dan komunikan 1) Persyaratan kemampuan berkomunikasi dilihat dari sudut komunikator a. Kredibitas komunikan b. Daya tarik : daya tarik fisik maupun non fisik c. Kemampuan intelektual : tingkat kecakapan, kecerdasan dan keahlian seorang komunikator d. Integritas atau keterpaduan sikap dan perilaku dalm aktivitas tempat kerja sehari-hari e. Kepercayaan f. Kepekaan social g. Kematangan tingkat emosional h. Berorientasi kepada kondisi psikologis komunikan i. Komunikator harus bersifat spel, ramah, tegas j. Komunikator harus mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat dimana dia berbicara
23

kewibawaan

seorang

komunikator

dihadapan

2) Persyaratan kemampuan berkomunikasi dilihat dari sudut komunikan a. Komunikan yang cakap akan mudah menerima dan mencerna materi yang diberikan ole komukator b. Komunikan yang mempunyai pengetahuan yang luas akan cepat menerima informasi yang diberikan komunikator c. Komunikan harus bersikap ramah, supel dan pandai bergaul agar tercipta proses komunikasi yang lancer d. Komunikan harus memahami dengan siapa ia berbicara e. Komunikan bersikap bersahabat dengan komunikator

KECAKAPAN SEBAGAI KONSELOR Komunikasi interpersonal dapatberfungsi sebagai konseling. Ialah proses komunikasi dua arah yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan dengan memanfaatkan saran-saran dari seorang konselor kepada konseli Dsengan komunikasi interpersonal yang dirancang sebagai konseling, maka bagi seorang pimpinan yang bertindak sebagai konselor perlu memiliki kecakapan berikut ini Membantu para karyawan memecahkan masaalh sendiri Memecahkan masalah yang berkaitan dengan hubungan antar karyawan Mengusahakan adanya suatu suasana yang menimbulkan keberanian untuk memecahkan masalah yang mungkin ada Peran konselor hanyalah memberikan pengertian tentang masalah yang belum jelas serta member nasehat, konseli sendirilah yang akn mengambil keputusan

24

BAB 6 KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN PERUBAHAN SIKAP Sikap merupakan gejala psikologis, demikin halnya dengan perubahan sikap adalah sebagian gejala psikologis yang secara wajar terjadi dalam kehidupan manusia. Membahas hubungan antara komunikasi interpersonal terhadap siakp pada hakikatnya juga membicarakan gejala psikologis. Krech (1962:216) dalam pandangannya menlgenai pengaruh komunikasi interperson terhadap perubahan sikap pada individu, mengatakan sebagai fenomena psikologis dan terjadi dalam dua arah. Arah yang pertama bersifat incronguent, yaitu perubahan sikap yang menuju kearah bertentangan dengan sikap semula. Perrubahan yang terjadi adalah perubahan dari sikap negative kearah positif, dan begitu sebaliknya Arah yang kedua bersiafat congruent, yakni perubahan sikap yang sejalan atau tidak bertentangan dengan siakp semula Gambar arah perubahan sikap individu

Incongruent Change

Negative

positif

Congruent Change Teori tentang sikap sebagaimana dikemukakan oleh Allport (dalam Azwar, 1988: 19) menjelasakan bahwa sikap terdiri dari tga komponen yakni 1) Komponen kognetif: berhubungan dengan pengetahuan dan pemahaman seseorang

25

2) Komponen efektif: merupakan suatu keadaan yang bersifat emosional dalam hubungannya dengan objek/situasi tertentu 3) Komponen konatif: menunjukkan kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seorang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapi KOMUNIKASI INTERPERSONAL SEBAGAI PENGALAMAN Prinsip dasar dari komunikasi interpersonal adalah, bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi pasti akan memperoleh pengalaman. Hal ini disebabkan esensi komunikasi interpersonal adalah proses transaksi symbolsimbol. Misalnya, ketika si A berkomunikasi secara interpersonal dengan si B maka keduanya akan memperoleh pengalamn baru yang disebab kan oleh adanya stimuli symbol yang di transaksikan. BERBAGAI PENDEKATAN MENCAPAI PERUBAHAN Informative Pendekatan informative pada hakikatnya komunikasi hanya

menyampaikan informasi kepada komunikan. Dialogis Cirri komunnikasi nterpersonal dengan pendekatan dialogis adalah terjadinya percakapan atau dialog, menuju proses sebagai informasi. Persuasive Proses dimana seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mempengaruhi, mengubah pandangan, sikap dan perilaku orang lain/kelompok orang (komunikan) dengan cara halus yaitu membujuk Instruktif Pendsekatan ini dinamakan pula koersif. Pendekatan instuktif atou koersif menekan kan pada memposisikan komunnikator dalam posisi tawar yang tinngi, dimana dia dapat legitimasi untuk memerintahkan, mengajarkan, dan bahkan mengajukan satu macam ide kepada komunikan. KOMIKATOR DAN PERUBAHAN Komunikator adalah individu yang mengambil prakarsa ataupun sedang melakukan komunikasi dengan individu atau kelompok yang lain. Fungsi
26

komunikator adalah mengatur perasaan dan pikirannya dalam bentuk penyusunan pesan untuk membuat komunikasi Kredibilitas Komunikator Ada dua indicator yang menentukan kredibilitas komunikator, yakni : 1. Keahlian Keahlian : kesan yang dibentuk komunikan tentang kemampuan komunikator dalam hubungannya dengan topic atau pesan yang disampaikannya kepada komunikan 2. Kepercayaan Tingkat yang menunjukkan sejauh mana seorang sumber dipercaya dan mampu mengkomukasikan pendiriannya tanpa prasangka 3. Empati Seorang komunikator harus mampu memproyeksikan diri kepada peranan orang lain dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, agar komunikasi secara efektif dengan komunikasi dari stara social yang lain dapat terlaksana Daya tarik komunikator 1. Daya tarik fisik 2. Kesamaan 3. Keakraban KARAKTERISTIK PESAN 1) Pesan-pesan / ajakan-ajakan disampaikan kepada masyarakat atau pihakpihak tertentu harus dapat menstimulir sesuatu pada sasaran 2) Bahwa pesan-pesan/ajakan-ajakan itu tentunya harus berisi lambanglambang atau tanda-tanda komunikasi yang sesuai dengan daya tangkap, daya serap dan daya tafsir dari sebagian besar masyarakat atau golongangolongan tertentu 3) Bahwa pesan-pesan atau ajakan-ajakan harus dapat membangkitkan keperluan atau kepentingan tertentu pada sasarannya dan kemudian

27

menyarankan usaha dan upaya disesuaikan dengan situasi dan norma kelompok dimasa sasaran itu berada 4) Bahwa pesan-pesan atau ajakan-ajakan harus dapat membangkitkan harapan-harapan tertentu dan sebagainya

28

BAB 7 ETIKA KOMUNIKASI INTERPERSONAL Pengertian Etika Dari segi etimologi, istilah etika berasal dari kata latin ethicus yang berarti kebiasaan. Sesuatu dianggap baik apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Courtland L. Bovee dan John V. Thill (Ahli bahasa Doddi Prastuti, 2007:31) mendefinisikan etika adalah prinsip perilaku yang mengatur seseorang atau sekelompok orang. Seringkali orang mencampur aduk istilah etika dan etiket. Etika adalah cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalan moral atau kesusilaan. Sedang etiket ialah tatakrama atau sopan santun. Dalam menelaah ukuran baik dan buruknya, kita bisa melakuakn penggolongan etika mejandi dua kategori, yaitu: 1. Etika deskriptif Etika deskriptif merupakan usaha menilai tindakan atau perilaku berdasarkan pada ketentuan atau norma baik-buruk yang tumbuh dalam kehidupan bersama, baik dalam keluarga maupun di masyarakat. 2. Etika normatif Etika normatif berusaha menelaah dan memberikan penilaian etis atas tindakan dengan cara berbeda, yaitu dengan menggunakan norma yang dibuat oleh otoritas tertentu. Aliran Etika John C. Merill (1975: 79-88) menguraikan adanya berbagai aliran etika yang dapat digunakan sebagai standar menilai tindakan etis, antara lain aliran deontologis, teleologis, egoisme, dan utilitarisme. Aliran deontologis melakukan penilaian atas tindakan dengan melihat tindakan itu sendiri. Artinya, suatu tindakan secara hakiki mengandung nilai sendiri apakah baik atau buruk.

29

Aliran teleologis melihat nilai etis bukan pada tindakan itu sendiri, tetapi dilihat dari tujuan atas tindakan itu sendiri. Jika tujuan itu baik, dalam arti sesuai dengan norma etika di masyarakat, maka tindakan itu digolongkan sebagai tindakan etis. Jadi apabila suatu tindakan bertujuan jelek, akan dikategorikan tidak etis. Etika egoisme menetapkan norma moral pada akibat yang diperoleh oleh pelakunya sendiri. Artinya, tindakan dikategorikanetis dan baik apabila menghasilkan terbaik bagi diri sendiri secara pribadi. Etika utilitarisme adalah kebalikan dari paham egoisme, yaitu yang memandang suatu tindakan itu baik jika akibatnya baik bagi orang banyak (masyarakat). Etika Sosial Budaya Norma yang berlaku untuk memandang perilaku warga masyarakat itu dinamakan etika masyarakat atau etika sosial budaya. Sumber nilainya addalah norma sosial dan nilai budaya yang berlaku. Wujud konkretnya adalah seperangkat peraturan atau ketentuan yang menetapkan tingkah laku yang baik dalam pergaulan, dalam bermasyarakat atau dalam berhhubungan dengan orang lain. Jadi etika sosial budaya adalah ketentuan baik buruk yang bersumber dari nilai-nilai dan norma-norma sosial budaya di masyarakat. Dasar-dasar etika: a. Sopan dan ramah kepada siapa saja b. Memberikan perhatian kepada orang lain/tidan mementingkan diri sendiri c. Menjaga perasaan orang lain d. Ingin membantu e. Memiliki rasa toleransi f. Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam setiap situasi Kesalahan dalam etika a. Bahasa tidak pas

b. Tidak menghargai waktu orang lain


30

c. Penampilan yang tidak pas d. Tata cara bertelepon yang salah e. Kesalahan dalam menyapa f. Kurangnya keterampilan mendengar g. Tidak menghargai milik orang lain h. Mempermalukan orang lain Di dalam masyarakat, terdapat berbagai macam kelompok atau organisasi yang masing-masing cenderung mengembangkan norma etika bagi anggotanya. Misalnya saja berbagai organisasi profesi. Di dalam profesi itu ada keahlian yang khas, serta peraturan yang unik, yang membedakan dengan profesi lainnya. James J. Spillane (Risady Ruslan, 2002: 51) menyebutkan ciri-ciri khas dari profesi adalah sebagai berikut: 1) Suatu bidang yang terorganisir dengan baik, berkembang maju dan memiliki kemampuan intelektual tinggi 2) Teknik dan proses intelektual 3) Penerapan praktis dan tekik intelektual 4) Melalui metode panjang menjalani pendidikan, latihan dan sertifikasi 5) Menjadi anggota asosiasi atau organisasi profesi tertentu sebagai wadah komunikasi, membina hubungan baik dan saling tukar-menukar informasi sesama para anggotannya 6) Memperoleh pengakuan terhadap profesi yang disandangnya 7) Sebagai profesional memiliki perilaku yang baik dalam melaksanakan profesi dengan tanggung jawab sesuai dengan kode etik Fungsi kode etik profesi ialah memandu, mendampingi memberi arah tingkah laku anggota profesi agar tidak keluar dari etika yang menjadi aturan. Kode etik profesi memberi gambaran nyata tentang: 1) Bagaimana sepatutnya para anggota bertindak 2) Manakah tindakan yang benar dan salah 3) Bagaimanakah seharusnya para anggota berperilaku 4) Manakah tindakan yang baik dan buruk 5) Apakah hak dan kewajiban anggota profesi

31

Melalui pemahaman, penghayatan dan pengalamamn etika profesi, diharapkan semua anggota organisasi memiliki kualitas etik yang meliputi: 1. Pengetahuan etis. Memiliki pengetahuan, wawasan dan cara berpikir yang sesuai dengan norma etika yang berlaku bagi profesinya 2. Kesadaran etis. Memiliki sikap sadar dan taat terhadap norma etika 3. Perilaku etik. Memiliki perilaku yang sesuai dengan tuntutan etika profesi Sonny Keraf (1933: 49-50) mengemukakan lima prinsip etika profesi, yaitu: a. Tanggung jawab Setiap orang yang menyandang profesi tertentu harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap profesinya, yang mengandung tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan atau fungsinya, dan tanggung jawab terhadap dampak atau akibat dari aktifitas pelaksanaan profesi b. Kebebasan Para profesi memiliki kebebasan dalam menjalankan profesinya tanpa rasa takut atau ragu-ragu, tetapi tetap memiliki komitmen dan tanggung jawab dalam batas-batas aturan main yang telah ditentukan oleh kode etik sebagai standar perilaku profesional c. Kujujuran Ditunjukkan oleh sifat jujur dan setia serta merasa terhormat pada profesi yang disandangnya, tidak menyombongkan diri, serta berusaha terus untuk mengembangkan diri dalam peningkatan keahlian dan keterampilan profesional d. Keadilan Setiap profesi memiliki kewajiban untuk memelihara pelaksanaan hak dan kewajiban secara berimbang. Seorang profesional bertindak objektif, tidak mengganggu orang lain, tidak mencemarkan nama organisasi e. Otonomi Seorang profesional memiliki kebebasan secara otonomi dalam

menjalankan profesinya sesuai dengan keahlian, pengetahuan dan kemampuannya Dilema Etika dan Hilang Etika

32

Coutland L. Bovee dan John V. Thill (Alih bahasa Doddi Prastuti, 2007: 32) menjelaskan bahwa dilema etika melibatkan pemilihan antara aalternatifalternatif yang tidak jelas batasnya. Sementara hilang etika adalah pilihan tindakan yang jelas tidak beretika, atau pilihan tindakan yang ilegak tidak ada dasar hukum maupun dasar etika Etika Komunikasi Interpersonal Komunikasi interpersonal merupakan proses komunikasi antarprinadi atau antarindividu. Cara yanng paling mudah menerapka etika komunikasi

interpersonal ialah, pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi, bahkan kita semuanya sebagai anggota masyarakat, perlu memperhatikan beberapa hal berikut: Nilai-nilai dan norma-norma sosial budaya setempat Segala aturan, ketentuan, tata-tertib yang sudah disepakati Adat-istiadat, kebiadaan yang dijaga kelestariannya Tata krama pergaulan yang baik Norma kesusilaan dan budi pekerti Norma sopan-santun dalam segala tindakan

Etika Komunikasi Interpersonal Tatap Muka Waktu berbicara hendaknya kita tenang Jangan kita bicarakan sesuatu yang ingin dilupakan orang lain Janganlah menggunjingkan orang lain Jangan memborong seluruh pembicaraan Waktu berbicara hendaknya kita mengambil jarak yang sesuai dengan orang yang kita ajak bicara Ketika tengah berbincang dengan teman, suara hendaknya sesuaikan, jangan terlalu keras Etika Berkomunikasi dengan Media Telepon Apabila hendak menelepon hendaknya mempertimbangkan waktu yang tepat Berbicara dengan tenang, jelas, dan langsung ke sasaran Ketika sedang berbicara, berilah perhatian sepenuhnya kepada lawan bicara
33

Janganlah berbicara dengan orang lain yang berada di dekat kita, berilah isyarat secara halus kalau ada orang lain yang sedang mengajak bicara Siapkan kertas dan pensil untuk catatan seperlunya Pada akhir pembicaraan hendaknya mengucapkan terimakasih Setelah mengakhiri pembicaraan jangan membanting gagang telepon Etika Menggunakan Short Message Service (SMS) Isi SMS yang hendak dikirimkan hendaknya dibaca ulang, jangan sampai muncul kata-kata atau kalimat yang dapat menyinggung perasaan si penerima Penggunaan kata-kata kotor hendaknya dihindari dala penulisan pesan SMS Jangan menunda-nunda membalas SMS Jangan menggunakan istilah dan singkatan yang kurang populer Etika Menggunakan E-mail dan Facebook Pilahkan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi Gunakan teknologi semata-mata untuk meningkatkan kualitas komunikasi Gunakan teknologi untuk efisiensi waktu dan ruang Jangan membobol password dan mengakses informasi milik orang lain Gunakan waktu dan belanjakan uang untuk teknologi komunikasi secara bijaksana Teknologi hanyalah merupakan alat bantu

34

BAB 8 MEMELIHARA STANDAR PRESENTASI PRIBADI Penampilan diri adalah hal kecil yang membangun jati diri dalam pekerjaan, pergaulan dan komunikasi interpersonal. Grooming Grooming adalah penampilan diri seseorang yang terjaga, menarik, dan selalu rapi. Jadi grooming dalam komunikasi interpersonal ialah penampilan diri yang terjaga, menarik, dan selalu rapi pada saat dia berkomunikasi dengan orang lain. Berikut ini beberapa indikator penampilan diri yang baik: 1. Penampilan yang bersih Penampilan yang bersih meliputi kebersihan pakaian, sepatu, dan kebersihan badan. 2. Penampilan yang rapi Penampilan yang raoi dapat diukur dengan cara berpakaian sesuai dengan tat krama kesopanan, rapi dan pantas 3. Penampilan (sikap dan tindakan) yang menarik Contoh penampilan dalam arti sikap dan tindakan yanng dapat dikatakan menarik: a. Pelayanan diperlakukan dengan cekatan dan energic b. Senyum yang tulus dan simpatik c. Ucapkan kata sapaan d. Cobalah mengajak berjabat tangan e. Tanyakan keadaannya f. Mintalah maaf dan permisi g. Ucapkan kesan anda h. Tawarkan bantuan i. Jaga ekspresi wajah yang bersahabat Sikap di Tempat Kerja

35

Seluruh warga perusahaan dan perkantoran, baik pemimpin maupun karyawan perlu mengembangkan sikap yang positif di tempat kerja. Beberapa contoh sikap positif dikemukakan sebagai berikut: Menghormati budaya kerja perusahaan Menghormati privacy orang lain Menghormati cara pandang orang lain Tangani dan atasi tugas menjadi tanggung jawab anda Menjalin hubungan harmonis senior dengan yunior Menjaga hubungan baik secara bermartabat antara pegawai laki-laki dan perempuan Memupuk persahabatan Menyapa teman dengan cara yang baik Tidak membeda-bedakan teman

Memelihara Hubungan Interpersonal dengan Pimipinan Seorang pemimpin adalah pembimbing dan pelindung bagi semua karyawan. Dengan bimbingan atasan, maka karyawan dapat memperoleh berbagai kemajuan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran pada diri setiap karyawan untuk menciptakan dan membina hubungan interpersonal yang baik dengan atasan. Contohnya dipaparkan sebagai berikut: Meminta izin jika hendak meninggalkan pekerjaan Selesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan Panggil atasan dengan sebutan formal Jangan berbohong Dengarkan dan laksanakan nasihatnya

Kepribadian Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kepribadian ialah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. Jadi, kepribadian itu merupakan karakter yang melekat pada diri seseorang yang bersifat unik, sehingga tidak ada orang yang memiliki kepribadian sama persisi dengan orang lain. Ciri-ciri kepribadian yang baik antara lain:
36

a. Pengendalian diri b. Menjalankan ajaran agama c. Menyesuaikan perilaku dengan adat-istiadat yang berlaku d. Mendatangkan kebahagiaan e. Mengendalikan perilaku diri atas dasar intuisi f. Mengikuti hukum evolusi g. Disertai niat baik Faktor-faktor yang membentuk kepribadian a. Faktor biologis Faktor biologis dibawa sejak lahir, sehingga juga disebut sebagai faktor keturunan, yang memberi potensi terbentuknya kepribadian tertentu b. Faktor kultural (kebudayaan) Setiap manusia hidup dalam suatu lingkungan budaya tertentu. Setiap lingkungan budaya itu senantiasa memberlakukan adanya nilai-nilai budaya yang diacu oleh warga masyarakat penghuninya. Dengan demikian pola kepribadian akan diwarnai oleh keadaan, nilai, kebiasaan yang berlaku di lingkungannya c. Faktor keluarga Faktor keluarga merupakan unsur sangat penting yang membentuk kepribadian seseorang, karena dari keluarga inilah seseorang memperoleh sentuhan pengalaman pertama dan memperoleh pengalaman belajar pertama mengenai berbagai hal, seperti interaksi dengan orang lain, mengenal adat-istiadat, etika, dan nilai-nilai tradisi di dalam keluarga maupun masyarakat d. Faktor lingkungan sosial Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup secara individu, selalu berkeinginan untuk tinggal bersama dengan individu-individu lainnya Tipe-tipe kepribadian a. Tipe ekstrovert dan introvert Ekstrovert dan introvert merupakan dua tipe karakter kepribadian manusia. Jika ekstrovert terkesan lebih supel dan terbuka, sedangkan introvert terkesan lebih tertutup b. Tipe keras hati dan perasa
37

Keras hati adalh tipe kepribadian yang tegas, memegang prinsip, berpendirian kuat, sanggup melaksanakan semua pekerjaan dengan baik dan penuh tanggung jawab, karena selalu berorientasi pada prestasi Perasa adalah tipe kepribadian yang ramah, hangat, dan suka memikirkan kepentingan orang lain c. Tipe penurut dan kreatif Penurut adalah tipe kepribadian yang suka menerima saran dari orang lain, lebih suka berperilaku sesuai dengan perilaku orang lain, dan menghindari berperilaku berbeda dengan orang lain Kreatif adalah tipe kepribadian yang menyukai perubahan, menyenangi hal-hal baru, banyak ide, sering mencoba hal-hal yang tidak umum Sementara itu, Renee Baron dan Elisabeth Wagele (2005) mengemukakan sembilan tipe kepribadian manusia berikut ini. 1) Perfeksionis Orang dengan tipe kepribadian ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan banar, memperbaiki diri sendiri untuk menghindari kesalahan, mengerjakan sesuatu dengan prosedur yang baku, ingin memperoleh hasil kerja yang terbaik 2) Penolong Orang dengan tipe kepribadian ini termotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai 3) Pengejar prestasi Orang dengan tipe kepribadian ini termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan menghindar dari kegagalan 4) Romantis Orang dengan tipe ini termotivasi oleh keinginan menjalin interaksi dengan orang lai dengan melibatkan emosi 5) Pengamat Orang dengan tipe ini mempunyai keingintahuan yang tinggi terhadap berbagai peristiwa 6) Pencemas

38

Tipe ini mudah merasa gelisah, dan takut jangan-jangan melakukan sebuah kesalahan 7) Petualang Dia merasa bahagia apabila dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh kebanyakan orang, berani menentang resiko, dan tidak mudah putus asa 8) Pejuang Dia merasa puas menjadi orang yang dapat melakukan usaha keras untuk mencapai tujuan tertentu 9) Pendamai Tipe ini tidak menyukai konflik Kekuatan Pribadi Kekuatan pribadi adalah kemampuan atau potensi diri yang dimiliki oleh seseoranng, yang masih terpendam dalam dirinya, dan pada saat tertentu menjelma sebagai kekuatan pada diri manusia. a. Bakat Bakat adalah suatu karakteristik yang unik pada individu yang menggambarkan kemampuan dasar seseorang. Beberapa jenis bakat diuraikan sebagai berikut: 1) Bakat verbal, ialah kemampuan menguasai konsep-konsep yang diungkapkan dalam bentuk kata-kata, ucapan, kalimat (baik lisan maupun tulisan) 2) Bakat numerikal, bakat untuk menguasai konsep yang berupa angka dan rumus-rumus matematika 3) Bakat skolastik, kombinasi antara verbal dan numerikal 4) Bakat abstrak, kemampuan menguasai konsep yang berbentuk skema, diagram, pola, dan sebagainya. 5) Bakat mekanikal, terkait dengan tata kerja mesin, dan alat-alat yang berbasis mesin b. Minat Minat ialah ketertarikan, kemauan, kecenderungan dan kegairahan yang tinggi untuk mempelajari dan mengerjakan sesuatu c. Sikap
39

Sikap adalah derajat afeksi positif atau negatif seseorang terhadap objek tertentu d. Kreativitas Kreativitas adalah potensi seseorang untuk memuculkan sesuatu yang baru, atau untuk menemukan solusi dari suatu masalah Cara mengevaluasi dan memanfaatkan kekuatan pribadi a. Mempunyai prinsip dan idealisme yang kuat b. Tidak mudah terpengaruh pada ajakan oranng lain c. Konsekuen dan konsisten d. Keterbukaan terhadap hal-hal baru Cara membangkitkan kekuatan pribadi Ada tiga dimensi yang penting untuk dilatih dan dibangkitkan agar kekuatan pribadi menjadi lebih baik, yaitu: a. Dimensi spiritual, meliputi nilai-nilai: 1) Kekhusyukan hubungan dengan Tuhan 2) Kepatuhan terhadap agama 3) Perbuatan baik dan ikhlas 4) Pembalasan atas perbuatan baik dan buruk 5) Rasa syukur 6) Penghargaan atas kekurangan dan kelebihan pada diri b. Dimensi kemandirian, meliputi nilai-nilai: 1) Harga diri 2) Disiplin 3) Etos kerja 4) Bertanggung jawab 5) Keberanian dan semangat 6) Keterbukaan 7) Pengendalian diri 8) Berkepribadian mantap 9) Berpikir positif 10) Mengenali potensi diri c. Dimensi etika, meliputi nilai-nilai:
40

1) Cinta dan kasih sayang 2) Kebersamaan dan gotong royong 3) Kesetiakawanan 4) Tolong menolong 5) Tenggang rasa 6) Hormat menghormati 7) Tata krama dan sopan santun 8) Rasa malu 9) Kejujuran 10) Sopan dan ramah kepada siapa saja 11) Memberikan perhatian kepada orang lain/tidak mementingkan diri sendiri 12) Menjaga perasaan orang lain 13) Ingin membantu 14) Memiliki rasa toleransi 15) Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam suatu situasi

41

DAFTAR PUSTAKA Aw, Suranto. 2011. Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta : Graha Ilmu

42