Anda di halaman 1dari 13

HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA (Pen elitian Deskriptif di Indonesia Publishing House Bandung)

(Tesis Oleh APRIL LION BANGUN)


Tahun : 2005 Abstrak ABSTRAK Pengembangan sumber daya manusia mempunyai peranan yang penting dan bersifat sentral. Karena itu hal ini sangat menentukan keberhasilan dan kemajuan suatu organisasi atau lembaga, serta sekaligus dapat menentukan citra positif dan kepercayaan semua pihak terhadap organisasi tersebut. Informasi yang diperoleh dari Indonesia Publishing House menunjukkan bahwa rendahnya tingkat produktivitas kerja pegawai disebabkan karena: a) masih terdapat kesalahan dan kelalaian, b) kebijakan dalam bentuk pelanggaran dan penghargaan kurang adil dan layak, c) sarana kerja kurang mendukung dalam bekerja. Untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja pegawai pada suatu organisasi, dapat diukur melalui beberapa pendekatan. Salah satu upaya untuk keperluan tersebut, penelitian ini mencoba untuk mengukur hubungan iklim organisasi dengan produktivitas kerja. Peneliti mengambil seluruh pegawai tetap Indonesia Publishing House menjadi sampel populasi penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode penelitian yang dilakukan di lapangan untuk meneliti hal-hal yang terjadi pada masa sekarang dan memerlukan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim kerja di Indonesia Publishing House memiliki iklim yang baik, sehingga diperoleh total skor sebesar 4301 atau berada pada kategori yang tinggi. Produktivitas kerja pegawai di Indonesia Publishing House memiliki produktivitas kerja yang baik, sehingga diperoleh total skor sebesar 5114 atau berada pada kategori yang tinggi. Hubungan antara iklim organisasi dengan produktivitas kerja sebesar 0.732 termasuk dalam hubungan yang kuat artinya melalu iklim organisasi yang baik dapat memberikan kontribusi sebesar 53.58% kepada peningkatan produktivitas kerja pegawai di Indonesia Publishing House. Dengan demikian sisanya sebesar 46.42% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Untuk itu ada beberapa rekomendasi untuk peningkatan produktivitas kerja pegawai yaitu: 1. Kepada Manajer: a) ketidaksesuaian pengadaan program pendidikan dan pelatihan dengan mesin-mesin cetak yang dimiliki perusahaan menjadi kurang bermanfaat bagi pengembangan dan peningkatan kinerja pegawai, b) pemberian penghargaan berdasarkan prestasi kerja yang dicapai oleh pegawai hendaknya diperhatikan oleh pihak manajemen, c) mesin cetak yang lama perlu diganti dengan mesin cetak yang baru, karena dengan usia mesin yang lama akan beresiko tinggi dalam penggunaannya. 2. Kepada Pegawai: mereka perlu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan bekerja yang mengarah kepada peningkatan efisiensi dan efektivitas bekerja. 3. Kepada Peneliti: dapat melakukan penelitian lanjutan untuk mencari dan menemukan tingkat produktivitas kerja pegawai. 4. Kepada Pengembangan IPS: hendaknya diperankan sebagai bagian dari pendidikan nasional untuk meningkatkan kualitas manusia, sehingga pengembangan IPS tidak terbatas pada lingkup pendidikan sekolahan semata.

PENGARUH KOMPENSASI, PENDIDIKAN, DAN SENIORITAS TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA Dl LINGKUNGAN DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA SURAKARTA
Wahyuddin, Muhammad dan Damayanthi, Diniah (2002) PENGARUH KOMPENSASI, PENDIDIKAN, DAN SENIORITAS TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA Dl LINGKUNGAN DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA SURAKARTA. DAYASAING, 3 (2). pp. 75-85. ISSN 1411-3422

Downloads
PDF - Perlu PDF viewer seperti GSview, Xpdf atau Adobe Acrobat Reader 158 Kb Official URL: http://eprints.ums.ac.id/journal/index.php?t=dayasaing

Abstrak
This research to know the compensation influence, education, and seniority to officer productivity environment on duty hygiene and gardening of Town Surakarta. Result of analysis know the value of thining of compensation variable equal to 6,225 and assess the t-hitung of education variable equal to 4,176 is significan at .= 1%, hence refused nul hypothesis and alternative hypothesis accepted, meaning variable of compensation and education individually influence the productivity variable at = 1%. Value of t-hitung of seniority variable equal to 2,530 is significan at = 5%, hence refused nul hypothesis and alternative hypothesis accepted, meaning seniority variable individually influence the productivity variable. Asses the coefficient of regresi of compensation variable aqual to 1,016; value of coefficient of regresi of education variable equal to 0,898; and assess the coefficient of regresi of seniority variable equal to 0,294. Seen from value of coefficient regresi and t-hitung, biggest compensation variable, meaning influence individually strongest compensation variable. Assess the F-hitung to 87,527 significan at = 1%, hence refused nul hypothesis and alternative hypothesis accepted, meaning compensation variable, education, and seniority together influence the productivity variable by significan. Assess the coefficient determinasi (R2) equal 0,804 meaning equal to 80,4 % compensation variable, education, and seniority can influence the productivity variable by sicnifican, while equal to 19,6 % influenced by other variable which is not packed into model. Result of calculation JB-test, value of JB equal 2,542679; then compared to tables of Chi Square

with the free degree 2 at confidence level 99 % (11,3). Value of variable of intruder error smaller than 11,3 hence examinee data have normal distribution. Assess the Durbin Watson from data analysis obtained (by) equal tol,843 located between 1,5 and 2,5 hence is not happened the otokorelasi.Test the heterokedastisitas, assess the R2 equal 0,004 multipled the amount of data equal 68. 0,272 is smaller than 11,3 (value of Chi Square), its meaning standard error (e) do not experience of the heterokedastisitas. Assess The VIF (Variance Inflation Factor) compensation variable equal 1,253 which is far from value 10; Value of VIF of education variable equal 3,424 which is far from value 10; value of VIF variable seniority equal 3,302 which is far from value 10; Seen from value VIF, hence data is not happened the problem multikolinieritas.
YURI LESTARI:

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICAY DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA JUNIOR SALES PADA PT HYUNDAI MOBIL INDONESIA DI JAKARTA. Zamralita, M.M., Psi Prodiktivitas tenaga kerja merupakan tolok ukur bagi keberhasilan suatu perusahaan. Oleh karena itu, produktivitas kerja yang tinggi dari tenaga kerja sangat diharapkan oleh perusahaan. Menurut teori produktvitas, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas adalah self-efficacy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan produktivitas kerja junior sales pada PT Hyundai Mobil Indonesia di Jakarta. Self-Efficacy adalah keyakinan individu tentang kemapuannya untuk melakukan tugas tertentu secara efektif dan untuk melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Subjek dalam penelitian in berjumlah 55 orang. Subjek yang diteliti adalah junior sales pada PT Hyundai Mobil Indonesia di Jakarta, tingkat pendidikan minimal SMU dan berusia 20-35 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik korelasi non-parametrik Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif lemah sekali antara selfefficacy dengan produktivitas kerja junior sales pada PT Hyundai Mobil Indonesia di Jakarta.

Kode: S1.SDM.03
Ditulis Oleh Administrator Saturday, 04 August 2007

Judul Skripsi : PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PT TELKOM, TBK JAKARTA SELATAN Kata Kunci : Insentif dan Produktivitas Kerja Jumlah Halaman: vii + 67 halaman

ABSTRAK Latar Belakang :

Pemberian insentif terhadap pegawai adalah sebagai pendorong yang dapat memotivasi pegawai untuk lebih bekerja secara efektif. Insentif terkait erat dengan produktivitas kerja. Terdapat timbal balik dua arah antara pemberian insentif dengan produktivitas kerja pegawai. Insentif diberikan karena adanya produktivitas kerja dan diberikan untuk lebih meningkatkan produktivitas kerja lagi di masa mendatang. Untuk itu, penelitian ini memfokuskan pembahasan pada pengujian teori dan asumsi tersebut. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu kepada metode asosiatif. Sumber data dalam penelitian ini bersifat data sekunder, yaitu data yang diambil dari data yang telah tersedia. Mencakup: data tentang pemberian insentif dan data tentang produktivitas kerja pegawai (pada bagian pemasaran produk wireline/fixed phone sales) selama 10 tahun, terhitung dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2006. Teknik analisis/pengolahan data menggunakan perhitungan Korelasi (r), Koefesien Determinasi, Uji t, dan Uji Regresi Linier Sederhana. Tujuan Penelitian: - Untuk mengetahui sistem pemberian insentif pada PT Telkom, Tbk Jakarta Selatan kepada para pegawainya. - Untuk mengetahui pengaruh antara pemberian insentif terhadap peningkatan produktivitas kerja pegawai PT Telkom, Tbk Jakarta Selatan. Kesimpulan: Sistem pemberian insentif adalah berupa bonus penjualan jika melebihi target yang telah ditetapkan, pemberian jaminan kesehatan, Tunjangan

Hari Raya (THR), dan tunjangan untuk keluarga. Dari uji korelasi diperoleh nilai r sebesar 0,71; lalu dikonsultasikan pada Pedoman Interpretasi Koefesien Korelasi, dan dapat disimpulkan bahwa antara variabel Pemberian insentif (X) dengan Produktivitas Kerja (Y) terdapat hubungan yang kuat dan positif. Dari Uji Regresi diperoleh model persamaan Y = 7706.65 + 11.66 X. Dapat dijabarkan bahwa, kenaikan pada variabel X akan diringi dengan kenaikan pada variabel Y sebesar nilai konstanta. Dari Uji t diperoleh t hitung sebesar 2.831 dan t tabel 2.306. Ternyata t hitung > t tabel. Dengan demikian, H0 ditolak. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara Pemberian Insentif dan Produktivitas Kerja Pegawai. Pengaruh Pemberian Insentif terhadap Produktivitas Kerja Pegawai diketahui sebesar 50%, sedangkan 50% lainnya adalah pengaruh dari faktor-faktor lain. Saran-saran: Jika perusahaan bermaksud untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai, maka hal itu terkait erat dengan upaya untuk meningkatkan pemberian insentif, sebagai faktor yang mendukung terhadap tujuan tersebut. Faktor-faktor lain yang ikut dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai perlu juga ditingkatkan. Kendala-kendala yang terkait dengan insentif dan produktivitas, di antaranya perencanaan yang matang dan alokasi anggaran perlu mendapat perhatian serius dari pihak manajemen
Undergraduate Theses dari JBPTGUNADARMA / 2005-05-09 08:47:52

KONTRIBUSI SEMANGAT KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI BAGIAN PRODUKSI INDUSTRI GARMEN
Oleh: Mardianti [94102008] Universitas Gunadarma
Dibuat: 2005-05-03 , dengan 3 file(s).

Keywords: Kontribusi Semangat Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja, Semangat Kerja, Kepuasan Kerja, dan Produktivitas Kerja Penelitian ini bertujuan untuk menguji kontribusi antara variabel bebas yaitu semangat kerja dan kepuasan kerja terhadap variabel terikat yaitu produktivitas kerja. Beberapa variabel kontrol juga diikutsertakan untuk memperoleh penjelasan tambahan tentang produktivitas kerja. Variabel kontrol dalam penelitian ini meliputi tingkat pendidikan, masa kerja, dan status perkawinan.Subjek penelitian adalah karyawan bagian produksi PT. BAJ, dengan jumlah sampel sebanyak 92 karyawan yang semuanya berjenis kelamin perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket dan data sekunder yang diperoleh dari perusahaan.Teknik analisis regresi ganda menghasilkan nilai R (determinasi) sebesar 0.685 dengan taraf signifikansi 0.000. Dengan demikian, penelitian ini telah membuktikan adanya kontribusi yang signifikan antara variabel semangat kerja dan kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja pada karyawan bagian produksi PT. BAJ. Master Theses dari JBPTGUNADARMA / 2005-05-09 09:24:56

Sumbangan Kepuasan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja di Direktorat Jendral Potensi Ketahanan Departemen Pertahanan
Oleh: Susanto Universitas Gunadarma
Dibuat: 2005-05-03

Keywords: sumbangan kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja, disiplin kerja, kepuasan kerja dan kinerja Penelitian ini bertujuan untuk menguji sumbangan kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja. Subjek penelitian adalah pegawai Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Departemen Pertahanan RI, dengan jumlah sampel 100 pegawai. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket dan data sekunder yang diperoleh dari Ditjen Pothan Dephan. Tehnik analisis regresi ganda menghasilkan nilai r 2 (determinasi) sebesar 0.303 (30,3%) dengan taraf signifikansi 0,000. Dengan demikian, pcnelitian rni telah membuktikan adanya sumbangan yang signifikan antara variabel kepuasan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Ditjen Pothan Dephan.

Judul: HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN MOULDING PERUM PERHUTANI INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU BRUMBUNG SEMARANG TAHUN 2005 (2006 - Skripsi) Oleh: Krissa Fajar Okti Sumarsih -- 6450401055

Kata Kunci: Stres kerja, produktivitas kerja. Stres adalah suatu kondisi disebabkan transaksi antara individu dengan lingkungannya yang menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari

situasi dengan sumber-sumber daya sistem biologis, psikologis, dan sosial dari seseorang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja karyawan pada bagian moulding Perum Perhutani Industri Pengolahan Kayu Brumbung Semarang Tahun 2005. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara stress kerja dengan produktivitas kerja karyawan bagian moulding pada Perum Perhutani Industri Pengolahan Kayu Brumbung Semarang Tahun 2005. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatorial), dengan metode survai analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bagian moulding Perum Perhutani Industri Pengolahan Kayu Brumbung Semarang yang berjumlah 78 orang. Penentuan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu berdasarkan ciri utama sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya,sehingga terpilih sejumlah sampel 35 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah stres kerja dan variabel terikat produktivitas kerja karyawan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengukuran. Pengukuran data primer menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik analisis Chi-Square. Dari analisis data statistik, untuk mencari koefisien korelasi antara stres kerja dengan produktivitas kerja karyawan bagian moulding, diperoleh hasil chi-square hitung sebesar 11,895%. Ini lebih besar dari chi-square table dengan dk : 2 pada taraf signifikansi 5% (5,591) dan taraf signifikansi (9,210). Maka, hubungan antara kedua variable tersebut signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan, ada korelasi yang signifikan antara stres kerja dengan produktivitas kerja karyawan. Besar kecilnya masalah yang dapat menimbulkan stres baik dari dalam diri individu maupun dari luar individu seperti masalah keluarga, pekerjaan dan lingkungan dapat menentukan

tinggi rendahnya produktivitas kerja karyawan. Oleh karena itu maka disarankan agar para karyawan dapat menghindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya stres kerja dan mengetahui bagaimana cara mengatasinya agar tidak mengganggu pekerjaan mereka, sehingga ikut mempengaruhi turunnya produktivitas kerja. Informasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai langkah pengembangan program untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.
Master Theses from JIPTUMM / 2002-06-04 07:03:00

PENGARUH PENDIDIKAN DAN LATIHANTERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. BCA. Tbk. CABANG PASURUAN
By: NUR ALAMSYAH (97610022) Dept. of Management
Created: 2002-08-02

Keywords: produktivitas karyawan ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul: Pengaruh Pendidikan Dan Latihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. BCA Tbk. Cabang Pasuruan. Tujuan penelitian ini adalah: a) Untuk mengetahui program pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh perusahaan, b) Untuk mengetahui produktivitas kerja karyawan pada PT. BCA, Tbk. Cabang Pasuruan, c) Untuk mengetahui apakah program pendidikan dan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. BCA, Tbk. Cabang Pasuruan. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung = 2,172. Sedangkan ttabel dengan df = 28 dan pada taraf 5% diperoleh = 2,055 sehingga thitung lebih besar dari ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat diambil kesimpulan ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan dan pelatihan dengan produktifitas kerja secara parsial Dari hasil penelitian mengenai pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. BCA Cabang Pasuruan, maka diketahui bahwa dengan uji validitas dinyatakan semua instrumen yang dianalisis adalah valid karena nilai koefisien korelasi dari masing-masing instrumen lebih besar dari nilai kritis. Demikian halnya dengan pengajuan realibilitas data diperoleh nilai alpha sebesar 0,7188. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan secara umum dapat dikatakan sudah baik. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung = 2,172. Sedangkan ttabel = 2,055 sehingga thitung lebih besar dari t tabel dapat diambil kesimpulan ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan dan pelatihan dengan produktifitas kerja, sehingga hipotesa yang menyatakan diduga pendidikan dan latihan kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan terbukti.

Dari kesimpulan tersebut dapat diimplikasikan bahwa pendidikan dan latihan berpengaruh secara signifikan terhadap produktifitas kerja, maka perlu dipertahankan dan dilanjutkan program pendidikan dan latihan yang telah ada, dalam menghadapi persaingan yang semakin keras dan tajam maka pengetahuan akan produk dan jasa serta dukungan promosi menjadi hal yang mutlak diperlukan, maka perlu proses peningkatan ketrampilan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan dan cara yang dianggap paling kompeten adalah melalui pendidikan dan pelatihan. Faktor lain yang mempengaruhi produktivitas kerja yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti: gizi dan kesehatan, teknologi, kesempatan kerja, sistem manajemen dan tata nilai yang ada perlu mendapat perhatian juga untuk lebih ditingkatkan. Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2002-06-11 06:09:00

ANALISIS DIMENSI PERSEPSI KUALITAS MEREK PADA JASA PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG(Studi pada Angkatan 1998)
By: EDI SUKAMTO(98610422) Dept. of Management
Created: 2002-08-09 , with 1 file(s).

Keywords: analisis dimensi ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul Analisis Dimensi Persepsi Kualitas Merek pada Jasa Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang, studi pada Angkatan 1998. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi kualias merek pada jasa pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Teknik analisa data yang dipakai adalah rentang skala. Sedangkan dimensi-dimensi kualitas merek adalah dimensi fisik dengan indikator gedung, fasilitas perpustakaan, laboratorium, peribadatan, parkir, alat peraga, poliklinik, kantin. Dimensi keandalan dengan indikator janji kualitas pendidikan di UMM dalam mewujudkan real University, adanya Pembinaan Kemahasiswaan, janji akan adanya beasiswa bagi berprestasi. Dimensi ketanggapan dengan indikator melayani mahasiswa admistrasi akademik dengan cepat akurat, membantu penyelesaian masalah dengan dibukanya biro konseling, melayani administrasi keuangan dengan cepat akurat, melayani admistrasi umum dengan cepat akurat, responsif atas permasalahan yang dihadapi. Dimensi jaminan dengan indikator dosen yang berkualitas, status jurusan dan program studi, jaminan keamanan di kampus, karyawan melayani dengan keramahan. Dimensi Empati dengan indikator informasi proses belajar mengajar, interaksi dosen dan mahasiswa, kesempatan berpartisipasi mahasiswa, memberikan solusi-solusi atas permasalahan yang dihadapi mahasiswa. Hasil penelitian dengan alat analisis rentang skala dihasilkan sebagai berikut dimana dimensi fisik sebesar 3,2285, keandalan sebesar 3,606, ketanggapan 2,964, jaminan sebesar 3,265, Empati sebesar 3,209. Dari hasil analisis perhitungan rentang skala dapat diketahui bahwa ,mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang meragukan kualitas merek pada jasa pendidikan di Universitas muhammadiyah Malang. Sedangkan dimensi kehandalan yang dipersepsikan lebih baik diantara dimensi-dimensi lainnnya. Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis menyarankan bahwa sebaiknya UMM memaksimalkan fungsi sarana dan prasarana serta meningkatkan kualitas pelayanan

yang diberikan kepada mahasiswa dan juga peningkatan kualitas dosen dan proses belajar mengajar demi terciptanya atmosfir keilmuan di kampus.

Pengaruh Variabel-Variabel Motivasi Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Karyawan pada Industri Rumah Tangga di Kabupaten Sidoarjo
Author

Sundring Pantja Djati Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen - Universitas Kristen Petra Surabaya Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel motivasi yang terdiri atas kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan dan keamanan kerja, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan serta kebutuhan aktualisasi terhadap produktivitas tenaga kerja karyawan pada industri rumah tangga di Kabupaten Sidoarjo. Disamping itu juga ingin diketahui cariabel mana yang mempunyai pengaruh yang kuat atau dominan terhadap produktivitas tenaga kerja karyawan. Adapun data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui survei terhadap 40 (empat puluh) responden industri rumah tangga yang berlokasi di 4 (empat) kecamatan yaitu : Kecamatan Tanggulangin, Candi, Buduran dan Waru di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengumpulan data yang diambil dengan menggunakan Teknik Non Proporsional Stratified Random Sampling. Untuk menguji kesahihan dan keandalan intrumen penelitian digunakan analisis validitas dan reabilitas. Teknik validitas yang digunakan adalah construct validity sedangkan teknik reabilitas adalah split-half method (belah dua). Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Model ini dipilih karena dalam penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa variabel-variabel motivasi yang terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan dan keamanan kerja, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan serta kebutuhan aktualisasi secara serempak menunjukkan pengaruh yang bermakna terhadap produktivitas tenaga kerja karyawan pada industri rumah tangga di Kabupaten Sidoarjo. Dari hasil pengujian secara parsial maupun simultan diketahui kebutuhan fisiologis mempunya pengaruh yang paling kuat diantara variabel lainnya terutama untuk Kecamatan Candi. Hal ini sesuai dengan jenis industri rumah tangga di kecamatan tersebut yaitu sayangan dan industri tempe. Dimana industri rumah tangga ini memberikan upah yang lebih rendah dibandingkan dengan industri yang berlokasi di tiga kecamatan lainnya (Kecamatan Tanggulangin, Buduran dan Waru) yang memproduksi tas, koper ataupun sepatu serta kerajinan kulit. Selanjutnya dari semua hasil perhitungan baik yang menggunakan data gabungan seluruh kecamatan maupun untuk masing-masing kecamatan, variabel kebutuhan aktualisasi diri didapatkan tidak berpengaruh sama sekali terhadap perubahan produktivitas tenaga kerja. Hal ini terbukti dengan didapatkannya nilai koefisien regresi dan nilai t hitungnya yang rendah. Sesuai dengan teori bahwa kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang paling akhir sendiri pemenuhannya setelah ke empat kebutuhan lainnya terpenuhi. Kondisi ini didukung oleh rendahnya tingkat pendidikan para tenaga kerja karyawan yang tercermin dari hasil

pengumpulan data melalui kuisioner. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengusaha industri rumah tangga yang ada di Kabupaten Sidoarjo sebagai masukan yang berupa informasi tentang pengaruh variabelvariabel motivasi terhadap produktivitas tenaga kerja karyawan, yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan untuk memotivasi pekerjanya. Kata Kunci : motivasi, produktivitas, tenaga kerja, kebutuhan dan industri rumah tangga. Disiplin Kepemimpinan
Download : [htm] [pdf] Penulis : Dr. Yakob Tomatala Buku : Disiplin Kepemimpinan Penerbit : Gandum Mas, Malang, 1997 Deskripsi : Disiplin bukanlah hal yang mudah untuk dilakoni. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda memahami seluk-beluk disiplin sebelum Anda melakukannya. Temukan fungsi disiplin, proses, dan cara pelaksanaan disiplin dalam artikel ini. Saat Anda memahami aspek-aspek tersebut, diharapkan Anda akan lebih mudah untuk berdisiplin diri.

DISIPLIN KEPEMIMPINAN
Faktor disiplin dalam kepemimpinan merupakan sesuatu yang sangat penting. Persoalan utama yang muncul adalah persepsi yang keliru tentang disiplin itu, baik dari segi pemimpin maupun dari segi bawahan. Pemimpin bisa terjebak untuk menggunakan disiplin guna mempertahankan "status quo" dalam kepemimpinannya atau untuk mengekspresikan sikapnya terhadap bawahan, di mana disiplin seolah-olah diartikan sebagai hukuman semata-mata. Dari pihak bawahan, disiplin telah terlihat sebagai "hukuman yang mengancam nasibnya", atau usaha atasan untuk menghalang-halangi kemajuan dirinya. Dalam kepemimpinan, disiplin harus diartikan sebagai "mendidik untuk perbaikan dan menjadi lebih baik". Disiplin di sini tidak diartikan sebagai hukuman untuk orang yang bersalah, tetapi merupakan didikan atau tuntunan untuk bermotivasi, bersikap, dan berkinerja baik secara konsisten. Disiplin tidak hanya diterapkan pada saat seseorang terbukti bersalah, tetapi dimulai dalam kondisi kerja normal untuk meningkatkan komitmen dan kinerja. Seseorang yang terbukti bersalah dan disiplin hanyalah merupakan salah satu aspek saja dari disiplin. Fungsi dari disiplin Fungsi khusus dari disiplin dapat dijabarkan dalam tiga kisi penting berikut.

1. 2. 3.

Meningkatkan kualitas karakter. Kualitas karakter akan terlihat pada komitmen kepada Tuhan, organisasi, diri, orang lain, dan kerja. Puncak komitmen akan terlihat pada integritas diri yang tinggi dan tangguh. Mendukung proses pengejawantahan kualitas karakter, sikap, dan kerja. Di sini, kualitas sikap (komitmen dan integritas) ditunjang, didukung, dikembangkan, dan diwujudkan dalam kenyataan. Komitmen dan integritas akan terlihat dalam kinerja yang konsisten. Memproduksi kualitas karakter dalam hidup yang ditandai oleh adanya karakter kuat dari setiap orang, termasuk pemimpin dan bawahan. Pemimpin terbukti berdisiplin tinggi dalam sikap hidup dan kerja, dan hal yang akan mempengaruhi para bawahan untuk berdisiplin tinggi yang dijadikan model oleh bawahannya.

Proses disiplin Dalam menjalankan disiplin, proses disiplin dapat dilukiskan dari lima sisi penting berikut. 1. 2. 3. Disiplin bagaikan mercusuar yang membuat nakhoda tetap siaga akan kondisi yang dihadapi dan tetap waspada menghadapi kenyataan hidup dan kerja. Disiplin bagaikan air sungai yang terus mengalir dari gunung ke lembah dan terus membawa kesegaran dan membersihkan bagian sungai yang keruh. Disiplin bagaikan dinamo yang menyimpan kekuatan/daya untuk menghidupkan mesin. Apabila kunci kontak dibuka, daya pun mengalir dan menghidupkan mesin yang mencipta daya dorong yang lebih besar lagi dan yang berjalan secara konsisten. Disiplin bagaikan gas, rem, dan kemudi pada mobil yang mendorong, menghentikan, dan memberikan arah yang pasti. Disiplin bagaikan wasit dan hakim yang mengarahkan pertandingan dan menetapkan skor benarsalah, untung-kalah.

4. 5.

Cara pelaksanaan disiplin Disiplin harus ditegakkan dan dijalankan dalam kepemimpinan apabila suatu organisasi berkehendak untuk tetap tegak dan lebih maju. Pemimpin yang disiplin akan mempengaruhi bawahannya untuk berdisiplin. Sebab disiplin merupakan tanda dan penggerak hidup suatu organisasi. Dalam upaya menjalankan disiplin, cara-cara di bawah ini dapat ditempuh.

1.

Disiplin dalam kondisi normal. Dalam kondisi normal, disiplin harus ditegakkan secara terus-menerus, menjelaskan, dan mengomunikasikan policy/ketentuan hidup/kerja organisasi yang dilakukan secara kreatif. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan nasihat umum, briefing, petunjuk khusus, serta nasihat/dorongan "on the spot" (langsung di tempat kerja).

2.

Disiplin dalam kondisi khusus. Dalam kondisi khusus di mana terdapat kesalahan/kekeliruan yang dilakukan dengan sengaja atau pun tidak, hal-hal berikut harus diperhatikan oleh pemimpin. a. Bobot dari kesalahan yang diperbuat oleh seseorang bawahan dimaksud. b. Unsur-unsur administrasi, hukum, sosial, ekonomi, politik, rohani/moral/etis yang terdapat dalam kekeliruan/kesalahan tersebut. c. Kualitas keputusan yang dilakukan dan efeknya terhadap organisasi, pemimpin, dan bawahan dimaksud. d. Disiplin dapat diwujudkan dengan cara-cara berikut. Teguran Teguran (reprimend) dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari teguran lisan sampai kepada teguran tertulis yang dicatat secara teratur. Teguran dapat diberikan bagi kekeliruan yang dinilai ringan. Peringatan atau ancaman keras Peringatan atau ancaman keras perlu diberikan bagi pelanggaran yang dinilai berat/besar oleh pemimpin. Peringatan atau ancaman keras harus selalu diberikan dalam bentuk tertulis. Pemutusan hubungan kerja Pemutusan hubungan kerja dapat diberikan atas penilaian pemimpin terhadap pelanggaran berat seseorang bawahan yang sangat merugikan dan tidak dapat diperbaiki lagi. Di sini, pemutusan hubungan kerja diberikan demi kebaikan organisasi, pemimpin, maupun bawahan.

Disiplin yang baik dan benar dalam kepemimpinan akan selalu membangun serta membawa kemajuan. Pemimpin yang berhikmat akan selalu menerapkan disiplin dalam hidup dan kerja sehingga membawa

dampak positif bagi kemajuan hidup dan kerja dalam organisasi. Pada akhirnya, perlulah disadari bahwa disiplin dalam kehidupan berorganisasi, bekerja, berkelompok, dan individu merupakan adanya gambaran tekad, kemauan, serta komitmen yang sedang diejawentahkan. Hal ini menentukan kohesi tinggi dalam mekanisme sosial yang memastikan hubungan dan kerja sama yang erat, yang secara pasti mengarah kepada keberhasilan/kesuksesan hidup dan kerja kelompok maupun individu. Diambil dan diedit seperlunya dari: Judul buku : Kepemimpinan yang Dinamis Judul bab Penulis Penerbit Halaman : Disiplin Kepemimpinan : Pdt. Dr. Yakob Tomatala : Gandum Mas, Malang 1997 : 249 -- 253