Anda di halaman 1dari 21

Rp Trilliun 160 140 120 100 80 60 40 20 0 95.6 64.

Subsidi BBM per tahun


(perkiraan) 136.1 83.8

129.7 82.4 45

142.67

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

Adilkah ?

Pemerintah (dan DPR) tidak berani menaikkan harga jual BBM karena kebijakan ini tidak populis (tidak mendapat dukungan dari publik). Edukasi kepada publik diperlukan supaya pemerintah tidak membuat kebijakan yang SALAH, sehingga publik mendukung kebijakan yang BENAR. Dengan harga minyak dunia (Crude Oil) cenderung diatas USD88/barel maka subsidi BBM akan tetap tinggi di tahuntahun mendatang.

Rupiah / liter

10,000
8,000 6,000 4,000 2,000 0 Solar Premium Super Solar Non Subsidi Subsidi / liter Harga Retail

Subsidi semakin besar jika harga minyak mentah semakin tinggi tetapi tidak disertai penyesuaian harga retail

Milyar liter

45 40 35 30 25 20 15 10 5 0

Solar Minyak Tanah Premium

2009

2010

2011

2012

Tahun

Volume penjualan BBM bersubsidi naik terus karena minimnya usaha pembatasan penggunaannya.

Total Volume BBM bersubsidi per tahun = 40 milyar liter. Jika harga tanpa subsidi = Rp8,000/liter, maka besar subsidi rata-rata per liter = Rp 3,500 *) Total subsidi BBM per tahun = 40juta x Rp3,500 = Rp140Trilliun.

*) Setiap Rp100,000 pembelian bensin, artinya subsidi yang dikucurkan sebesar Rp77,778,-.

Subsidi tidak tepat sasaran. Banyak kaum mampu mendapatkan subsidi jauh lebih banyak dari kaum kurang mampu. Seharusnya subsidi disalurkan untuk kepentingan umum yang lebih memerlukan.

Pendapatan pemerintah tidak efektif menolong kaum kurang mampu. Tidak ada insentif dari konsumen untuk menghemat energi sehingga cenderung boros energi. Boros energi dengan produktifitas yang rendah. Global warming. Tidak ada insentif pengguna mobil pribadi beralih ke transportasi umum. Timbulnya kemacetan parah disemua kota besar karena minimnya subsidi untuk infrastruktur transportasi umum, misalnya MRT. Karena Indonesia adalah net importer dari minyak mentah, pemborosan BBM menyebabkan defisit devisa negara.

Kebijakan subsidi harus-nya pro untuk menolong kaum kurang mampu. Subsidi harusnya dibatasi untuk:

Transportasi umum: Kereta, Bus, taxi, angkot,

dsb. Membangun MRT, fasilitas umum. Pendidikan Kesehatan Air minum Tunjangan kaum kurang mampu: sembako.

Subsidi mungkin tidak perlu dikurangi, tapi direalokasi atau dialihkan supaya lebih tepat sasaran. Pengalihan dapat dilakukan bertahap, namun arahan harus jelas sehingga publik akan meng-adjust pola konsumsinya terhadap BBM terarah dan bertahap. Roadmap pengalihan subsidi harus berkesinambungan dan di sektor yang efektif memberikan benefit kepada publik dan kaum kurang mampu. Pemerintah dan Wakil Rakyat (DPR) harusnya memulai propaganda dan meng-educate kepada publik mengenai konsep subsidi.

Pembatasan penggunaan BBM subsidi. 2. Pengalihan sumber energi dari BBM ke gas. 3. Subsidi untuk pembangunan infrastruktur MRT. 4. Subsidi untuk Kereta Api karena hemat energi. 5. Insentif untuk penggunaan energi alternatif yang tidak bersubsidi atau hemat energi.
1.

Pengguna BBM bersubsidi adalah transportasi umum: Kereta, Bus, Taxi, Angkot, dsb. Mereka diberikan kartu langganan dan diberi quota sesuai dengan kebutuhan BBM. Kartu ini bisa kerja sama dengan Bank atau institusi lainnya. Kartu ini harus sesuai dengan data base buku KIR. Pengguna BBM lainnya (tanpa kartu) harus bayar full tanpa subsidi. Perbedaan harga antara subsidi dan non-subsidi bisa bertahap: tidak sekaligus. Namun lama periode hingga peralihan penuh (tanpa subsidi) ditentukan, misalnya 3 tahun.

Sistem ini bisa dilakukan bertahap dari daerah dengan PDB tertinggi, yaitu: Jakarta dan sekitarnya. Jadwalnya diatur dan diumumkan secara luas. Target-nya dalam 2 tahun seluruh Indonesia sudah diaplikasikan.

Sistem kartu dapat ditenderkan dan teknologi-nya tidak sulit. Contohnya: beberapa bank sudah menggunakan kartu pra-bayar. Kartu prabayar memberikan data akurat dari penggunaan subsidi: pemegang kartu, pompa bensin, daerah pengguna. Pembatasan BBM bersubsidi ini tidak secara langsung menyebabkan inflasi yang tinggi karena transportasi umum tetap mendapatkan subsidi.

Penyelewengan penggunaan Kartu Subsidi bisa terjadi, namun jumlahnya diharapkan terbatas. NGO (LSM) atau lembaga audit independent dapat diminta bantuannya untuk memantau implementasinya. Pemerintah perlu menindak tegas setiap penyelewangan.

Subsidi diberikan untuk konversi BBM ke gas, dalam bentuk peralatan konversi di mesin. Pemilik pompa bensin diwajibkan menyediakan mesin pengisian gas. (Keluhan para pengguna gas adalah antrian yang lama dan panjang (termasuk busway)). Subsidi juga diberikan untuk perawatan mesin pada saat dilakukan kir. Untuk mobil pribadi, subsidi dapat diberikan dengan dikuranginya pajak STNK. Harga gas pada umumnya lebih murah dari pada BBM non-subsidi.

Pembangunan rel kereta layang sekitar 100-200 milyar per KM. Jika subsidi BBM dapat dihemat sekitar Rp40Triliun PER TAHUN, berarti in setara 200-400km rel MRT. Jika per line-nya panjangnya 25km, ini setara dengan 8 -16 line sehingga dapat mengangkut 3.2 juta 6.4 juta penumpang per hari. Polusi berkurang, jalan lebih lancar, kota menjadi lebih produktif dan efisien, sehingga kompetitif dibanding kota lain di dunia. Pengendara motor diharapkan lebih menggunakan MRT yang lebih aman dan nyaman. Kecelakaan diharapkan turun.

Pembangunan rel Kereta api relatif besar namun hemat energi. Subsidi diberikan untuk capital expenditure membangun infrastruktur-nya. Subsidi ini harusnya menduduki ranking diatas subsidi untuk jalan tol. Rel Kereta Api meng-konsumsi lahan yang jauh lebih sedikit dibandingkan jalan tol. Subsidi juga diberikan untuk operasional supaya kometitif sehingga pengguna transportasi beralih ke moda ini.

Mobil yang irit bahan bakar harusnya mendapat insentif. Subsidi diberikan kepada research atas hemat energi dan aplikasinya. Subsidi diberikan kepada research dan aplikasi dari energi alternatif.

Kebijakan Subsidi BBM sekarang adalah tidak benar dan berakibat fatal karena harga minyak tidak akan turun. Publik perlu di-edukasi supaya dapat mendukung kebijakan yang benar. Subsidi mungkin tidak perlu dikurangi tapi dialihkan secara tepat dan bertahap untuk mengurangi efek yang tidak diinginkan. Pengalihan subsidi harus transparan, akuntebel dan adil. Perancangan-nya harus mulai disusun sejak kemarin (baca: sangat urgent) Issue ini hendaknya menjadi agenda utama bagi pemerintah dan DPR karena nilainya fantastis.

Feedback dan komentar: subsidi.tepat.sasaran@gmail.com