Anda di halaman 1dari 1

Berbagai tindakan kriminal dilakukan seseorang atau sekelompok masyarakat apalagi di tengah kehidupan yang semakin metropolitan ini.

Macam tindakan kriminal mulai dari yang paling serius seperti pembunuhan, teroris, hingga yang lebih rendah seperti pembobolanMulai dari alasan memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat seiring dengan biaya hidup yang semakin tidak masuk akal, atau kesempatan yang tersedia di depan mata yang dapat membuat seorang yang asalnya tidak berniat apa-apa akan berubah menjadi niat melakukan tindak kejahatan tersebut. Tingkat pengawasan dan perhatian dari berbagai pihak turut mempengaruhi apakah tindak kriminal tersebut akan semakin meningkat atau malah akan berhasil diturunkan. Pencurian curanmor akhir-akhir ini marak terjadi di kalangan masyarakat walaupun sistem keamanan telah diperbaharui oleh produser motor tersebut. Umumnya pencurian motor terjadi dengan cara pelaku membobol sistem kunci pengaman yang ada pada motor atau menggunakan kunci T untuk menyalakan motor tersebut untuk kemudian dibawa kabur. Berbagai taktik penanganan lain yang ada seperti alarm anti pencuri dan kunci gembok untuk roda seolah masih belum cukup untuk meredam aksi curanmor tersebut karena masih terdapat kelemahan pada sistem tersebut. Sebagai fakta, berdasarkan data Polda Metro Jaya, jumlah curanmor pada 2010 mencapai 10.712 kasus. Pencurian motor paling mendominasi yakni sebanyak 9.114 kasus, sementara mobil sebanyak 1.598 kasus. Angka pencurian kendaraan bermotor pada 2011 yakni sebanyak 5.352 kasus, dengan perincian jenis kendaraan yang dicuri yakni 4.565 motor dan 787 mobil. Hal ini menunjukkan walaupun tren menunjukkan penurunan tetapi tetap merupakan suatu ancaman karena jumlah curanmor yang masih cukup tinggi. Apalagi seiring dengan waktu jumlah motor akan terus bertambah dan tentunya akan berpengaruh terhadap ancaman curanmor yang semakin meninggi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem pengaman yang canggih yang mampu mengamankan motor dari pencurian motor.