Anda di halaman 1dari 3

Nama Mata Kuliah

: Angga Permadi Karpriana : Teori dan Praktik Akuntansi

TEORI KONSOLIDASI, AKUNTANSI PERUSAHAAN PUSH DOWN, DAN JOINT VENTURE PERBANDINGAN TEORI KONSOLIDASI TEORI PERUSAHAAN INDUK Tujuan dasar dan Laporan konsolidasi adalah pemakai laporan perluasan dari laporan keuangan perusahaan induk yang konsolidasi dibuat untuk manfaat dan dari sudut pandang pemegang saham perusahaan induk.

TEORI ENTITAS Laporan konsolidasi yang dibuat dari sudut pandang entitas konsolidasi total yang ditujukan bagi semua pihak yang memiliki kepentingan dalam entitas

Laba bersih konsolidasi

Laba bersih konsolidasi adalah laba bagi pemegang saham perusahaan induk.

Beban hak minoritas

Beban hak minoritas adalah beban dari sudut pandang pemegang saham perusahaan induk yang dihitung atas dasar perusahaan anak sebagai entitas hukum terpisah.

Total laba bersih konsolidasi adalah laba bagi semua pemegang saham entitas konsolidasi Beban hak minoritas adalah alokasi total laba bersih konsolidasi kepada pemegang saham minoritas.

TEORI KONTEMPORER Laporan konsolidasi yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi entitas bisnis tunggal tetapi dibuat terutama untuk kepentingan pemegang saham dan kreditor induk perusahaan (ARB No. 51 par-2 dan 7) Laba bersih konsolidasi adalah laba bagi pemegang saham perusahaan induk. Beban hak minoritas adalah pengurangan dalam menetukan laba bersih konsolidasi, tetapi bukan beban sebenarnya. Ini adalah alokasi laba yang direaliasi entitas di antara minoritas dan mayoritas. Ekuitas pemegang saham minoritas adalah bagian dari ekuitas pemegang saham konsolidasi yang disajikan sebagai jumlah tunggal karena hak minoritas tidak akan mengambil manfaat dari pengungkapannya.

Ekuitas hak minoritas

Ekuitas pemegang saham minoritas adalah kewajiban dari sudut pandang pemegang saham perusahaan induk yang dihitung atas dasar ekuitas hukum perusahaan anak.

Ekuitas pemegang saham minoritas adalah bagian dari ekuitas pemegang saham konsolidasi, yan sama dengan penyajian ekuitas pemegang saham mayoritas

Konsolidasi aktiva bersih perusahaan anak

Bagian perusahaan induk atas aktiva bersih perusahaan anak konsolidasikan atas dasar harga yang dibayar oleh perusahaan induk untuk memperoleh kepemilikannya. Bagian hak minoritas dokonsolidasikan pada nilai bukunya.

Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi.

Eliminasi 100% dari laba bersih konsolidasi atas penjualan downstream dan eliminasi bagian perusahaan induk ats penjualan upstream Pengakuan 100% laba bersih konsolidasi atas penarikan utang perusahaan induk dan pengakuan bagian perusahaan induk atas penarikan utang perusahaan anak.

Semua aktiva bersih perusahaan anak konsolidasikan pada nilai wajarnya, berdasarkan harga yang dibayar oleh perusahaan induk untuk memperoleh kepemilikannya. Jadi, hak mayoritas dan minoritas atas aktiva bersih dinilai secara konsisten. Eliminasi 100% dalam laba bersih konsolidasi dengan alokasi antara hak minoritas dan mayoritas atas penjualan upstream. Pengakuan 100% total laba bersih konsolidasi dengan alokasi antara hak minoritas dan mayoritas atas penarikan utang perusahaan anak.

Aktiva bersih perusahaan anak dikonsolidasikan pada nilai buku ditambah kelebihan investasi perusahaan induk terhadap nilai buku kepemilikan yang diperoleh.

Keuntungan dan kerugian konstruktif atas penarikan utang.

Ekuitas 100%dari akun pendapatan dan beban alokasi antara hak minoritas dan mayoritas atas penjualan upstream (ARB No. 51. Par 7 dan 13) Pengakuan 100% akun pendapatan dan beban dengan alokasi antara hak minoritas dan mayoritas atas penarikan utang perusahaan anak.

AKUNTANSI PUSH DOWN Pada situasi tertentu di Amerika, SEC mensyaratkan bahwa nilai wajar dari aktiva dan kewajiban perusahaan anak yang akan diakuisisi, yang menggambarkan penggunaan basis biaya oleh perusahaan induk dicatat dalam laporan keuangan terpisah pembelian perusahaan anak. SEC mengharuskan penggunaan akuntansi push-down untuk persyaratan SEC jika perusahaan anaka dimiliki secara keseluruhan (biasanya 97 %) tanpa ada saham preferen atau hutang kepada publik. Argumen SEC adalah jika perusahaan induk mengendalikan kepemilikan dalam suatu entitas, akuntansi untuk pembelian aktiva dan kewajiban harus sama tanpa memandang apakah entitas itu akan terus ada atau merger kedalam operasi perusahaan induk. Jika perusahaan anak memiliki hutang kepada public atau memiliki saham preferen atau ada kepemilikan minoritas yang signifikan, perusahaan induk tidak akan dapat mengendalikan kepemilikan. Pendapat atas akuntansi push-down bahwa transaksi pembelian antara perusahaan induk/investor dengan pemegang saham perusahaan anak terdahulu tidak sesuai dengan basis akuntansi yang baru untuk aktiva dan kewajiban perusahaan anak yang menggunakan prinsip harga perolehan. Perusahaan anak bukanlah bagian dari transaksi ia tidak menerima dana baru; tidak menjual aktiva.

AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN JOINT VENTURE (TIDAK TERPISAH) Investor yang ikut berpartisipasi dalam semua urusan manajemen perusahaan joint venture menurut ketentuan harus melaporkan investasinya sebagai investasi ekuitas (konsolidasi satu baris) sesuai APB No. 18. Pendekatan untuk menentukan pengaruh yang signifikan pada perusahaan joint venture cukup berbeda dengan untuk investasi dalam saham biasa karena setiap venture biasanya harus memberikan persetujuan atas setiap keputusan penting, sehingga memberikan mereka kemampuan untuk menggunakan pengaruh yang signifikan tanpa mempertimbangkan berapa kepemilikannya. Namun jika venture tidak dapat menggunakan pengaruh yang signifikan terhadap joint venture karena berbagai alasan, kita memperhitungkan investasinya dalam joint venture dengan metode biaya. Investasi dalam saham biasa perusahaan Joint venture yang melebihi 50% dari saham beredarnya dianggap sebagai investasi perusahaan anak, sehingga diterapkan akuntansi dan pelaporan induk-anak. Perusahaan join venture yang dimiliki lebih dari 50% oleh entitas lain tidak dianggap sebagai Joint venture untuk tujuan penerapan ketentuan APB opinion No 18 meskipun terus dilaporkan sebagai Joint venture pada laporan keuangan. AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN JOINT VENTURE (TERPISAH) Beberapa ketentuan dalam APB Opinion No 18 tentang akuntansi untuk perusahaan venturer dapat diterapkan kepada perusahaan Joint Venture sebagai entitas yang terpisah seperti : - Laba dan Rugi persekutuan yang dihasilkan oleh investor-sekutu secara umum direfleksikan pada laporan keuangan sekutu Eliminasi laba antar perusahaan dalam akuntansi untuk persekutuan, sebagaimana pencatatan kewajiban pajak tangguhan untuk laba sekutu-investor. Akan tetapi untuk beberapa industry yang bersifat khusus seperti Investor-venturer dalam industry minyak dan gas harus mencatat secara pro rata bagian mereka atas aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban joint venture pada laporan keuangannya. Pelaporan seperti ini biasa disebut konsolidasi pro rata atau konsolidasi proporsional