Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

I. 1. Umum Dalam penjelasan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997, ditekankan bahwa arah pembangunan jangka panjang adalah pembangunan ekonomi dengan bertumpukan pada pembangunan ekonomi dengan bertumpukan pada pembangunan industri, yang diantaranya memakai berbagai jenis bahan kimia dan zat radio aktif. Disamping menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat, industrialisasi juga menimbulkan ekses, antara lain dihasilkannya limbah industri. Limbah industri adalah produk sampingan dan suatu kegiatan atau proses industri yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki bagi lingkungan, baik yang masih memiliki nilai ekonomis maupun tidak. Dalam pasal 10 UU No. 23 tahun 1997, ditegaskan bahwa Pemerintah berkewajiban mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kesadaran akan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, sedangkan untuk kegiatan industri Pemerintah juga berkewajiban untuk memanfaatkan dan mengembangkan teknologi yang ramah terhadap lingkungan hidup. Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Berbagai teknik pengolahan air limbah untuk menyisihkan bahan

polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini. Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum dapat dibagi menjadi 3 metode pengolahan : pengolahan secara fisika, pengolahan secara kimia, pengolahan secara biologi. Untuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.

I.2 Latar Belakang Gula merupakan salah satu bahan makanan yang pada saat ini sudah digolongkan sebagai salah satu bahan makanan yang utama sehingga mendapat perhatian yang cukup besar dari pemerintah dalam usaha pemenuhan dan penanganannya. Salah satu usaha pemerintah Indonesia dalam mencukupi kebutuhan gula adalah dengan mendirikan Pabrik Gula Kwala Madu. Pabrik Gula Kwala Madu merupakan salah satu dari enam pabrik pertama dari delapan belas pabrik gula yang direncanakan pemerintah Republik Indonesia dibangun di luar pulau Jawa. Pada masa giling tahun 2011, Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 2 di Kabupaten Langkat, merencanakan

memproduksi gula putih sebanyak 21.195,50 ton. Dengan target rendemen 6,42% dari 329.908,42 ton tebu yang bakal dipanen. PGKM merencanakan melakukan penggilingan tebu sebanyak 329.908,42 ton, dengan perhitungan 3.400 ton tebu per hari selama 97 hari. (Medan bisnis, 16 Februari 2011). Pabrik gula dari bahan tebu yang mempunyai limbah organik berupa blotong (filter cake), dan abu boiler. Blotong (filter cake) merupakan limbah padat hasil dari 2

proses produksi pembuatan gula, dimana dalam suatu proses produksi gula akan dihasilkan blotong dalam jumlah yang sangat besar. Vinasse merupakan limbah cair yang dihasilkan dari proses pembuatan Ethanol. Dalam proses pembuatan 1 liter Ethanol akan dihasilkan limbah ( vinasse ) sebanyak 13 liter (1 : 13). Dari angka perbandingan di atas maka semakin banyak jumlah tebu yang diolah akan semakin banyak pula limbah yang dihasilkannya. Jika limbah ini tidak tertangani dengan baik maka di kemudian hari, limbah ini akan menjadi masalah yang berdampak tidak baik bagi lingkungan.

I.3. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: Dengan meningkatnya jumlah tebu yang diolah perhari, Apakah kapasitas Instalasi Pengolahan Limbah Cair di P.G. Kwala Madu masih memadai dan efektif dalam proses pengolahannya ?

I.4. Tujuan Penulisan

Tulisan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi sarana bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Pabrik Gula Kuala Madu dengan tujuan utama penulisan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Menganalisis penyaluran air buangan dengan memuat perhitungan dan pendimensian tiap unit bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Pabrik Gula Kuala Madu 2. Menganalisis dimensi saluran yang tersedia di lokasi studi apakah masih memadai atau perlu pengembangan.

I.5. Batasan Masalah

Untuk mendapatkan hasil pembahasan yang maksimal maka penulis perlu membatasi masalah yang akan dibahas. Sesuai dengan tujuan dari penulis tugas akhir ini maka batasan masalah dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Pembahasan masalah sistem saluran air limbah dikhususkan pada Pabrik Gula Kuala Madu . 2. Pembahasan sistem saluran difokuskan pada pengolahan limbah Pabrik Gula Kuala Madu serta bangunan pelengkap yang dibutuhkan 3. Pembahasan masalah air limbah ini ditinjau dari data debit air limbah dari areal tersebut, serta karakterisktik lahan di lokasi studi.

I.6. Metodologi Penulisan

Metodologi dan kegiatan tugas akhir ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Literatur Mencari dan mempelajari pustaka yang berhubungan dengan desain penyaluran air buangan dan pengolahannya dari berbagai sumber seperti berupa literatur buku, catatan kuliah, jurnal, majalah, artikel, maupun data dari internet. 2. Pengumpulan Data a. Data Primer, diperoleh dengan mengadakan kunjungan langsung di daerah penelitian sehingga diperoleh kondisi eksisting pengolahan air limbah serta sistem penyaluran air buangan yang ada dan sistem pengolahan limbah Pabrik Gula Kuala Madu tersebut. Pengumpulan data

primer ini dilakukan dengan mengukur langsung dan wawancara kepada petugas di Instalasi Pengolahan Limbah pabrik tersebut. b. Data sekunder, meliputi : Peta lokasi IPAL Data dokumentasi proyek : (1) foto-foto kondisi IPAL, (2) Laporanlaporan kinerja pengelolaan lingkungan hidup 3. Analisa Data Data yang telah diperoleh kemudian diolah agar didapat kualitas air yang dihasilkan serta desian yang tepat dan akan menjadi pembahasan terhadap proses-proses dalam pengolahan air limbah serta penyalurannya sehingga diperoleh kesimpulan yang berarti. 4. Evaluasi Setelah dilakukan analisa data untuk selanjutnya dilakukan evaluasi atau hasil studi berkaitan dengan metode pengolahan air, dimensi dan desian bangunan, kualitas air, proses pengolahan dan perawatan dengan data kepustakaan dan standar yang berlaku.

I.7 Sistematika Penulisan

Bab I. Pendahuluan Merupakan bingkai studi atau rancangan yang akan dilakukan meliputi tinjauan umum, latar belakang, tujuan dan manfaat, ruang lingkup pembahasan, dan sistematika penulisan.

Bab II. Tinjauan Pustaka Bab ini menguraikan tentang teori yang berhubungan dengan penelitian agar dapat memberikan gambar model dan metode analisis yang akan digunakan dalam menganalisa masalah. Bab III. Gambaran Lokasi Penelitian Bab ini menguraikan tentang gambaran lokasi penelitian yang dipakai untuk pengerjaan tugas akhir ini. Bab IV. Metodologi Penelitian Bab ini menguraikan tentang metode yang akan digunakan dan rencana kerja dari penelitian ini. Bab V. Pembahasan Bab ini meliputi : a) Evaluasi sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di pabrik gula PTPN II Kwala Madu. b) Perencanaan sistem penyaluran air buangan : berisi tentang perencanaan sistem penyaluran air buangan yang akan diterapkan di pabrik gula Kw. Madu, serta alternatif sistem penyaluran air buangan. c) Penentuan dimensi jaringan pipa dan bangunan pelengkap : berisi perhitungan debit air buangan, dimensi pipa, perletakannya dan bangunan pelengkap lainnya. d) Mengevaluasi kualitas air yang telah selesai diolah, apakah masih memenuhi persyaratan yang telah ditentukan (Peraturan Menteri

Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2010, tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri Gula). Bab VI. Kesimpulan dan Saran Merupakan kesimpulan dari butir-butir kesimpulan hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan. Kesimpulan juga disertai dengan rekomendasi yang ditujukan untuk penelitian selanjutnya atau untuk penerapan hasil penelitian di lapangan.