Anda di halaman 1dari 8

GUNUNG MEGANG - SINGA GAS COMPRESSION & PIPELINE FACILITY

PROSEDUR PERFORMANCE TEST STASIUN BOOSTER COMPRESSOR GUNUNG MEGANG

20-Aug-09

DD

ISSUED FOR REVIEW

HK CHECK

DGD APVD

IS
CHECK

YS
APVD

EH CHECK

RS
APVD

REV

DATE

BY

DESCRIPTION

CPM

MEGS

MEPI

STATUS: A = Issued for Review; B = Issued for Approval; C = Approved for Construction TOTAL OR PARTIAL REPRODUCTION AND/OR UTILIZATION OF THIS DOCUMENT ARE FORBIDDEN WITHOUT PRIOR WRITTEN AUTHORIZATION OF THE OWNER

DOC. NO

PT. MITRA ENERGI GAS SUMATERA


GMS-30-PR-005 REVISION STATUS A

PT. CITRA PANJI MANUNGGAL


A

PROSEDUR PERFORMANCE TEST STASIUN BOOSTER COMPRESSOR GUNUNG MEGANG

Doc No. Page Date Rev.

: GMS-30-PR-005 : Page 2 of 8 : 16 Agustus 2009 : A

TABLE OF CONTENT
1. TUJUAN........................................................................................................................ 3 2. PROSEDUR PERFORMANCE TEST ........................................................................... 3 3. PENCATATAN.............................................................................................................. 6 3.1. 3.2. Lampiran Pencatatan Gas Compressor .............................................................. 7 Lampiran Pencatatan Peralatan Plant................................................................. 8

PROSEDUR PERFORMANCE TEST STASIUN BOOSTER COMPRESSOR GUNUNG MEGANG

Doc No. Page Date Rev.

: GMS-30-PR-005 : Page 3 of 8 : 16 Agustus 2009 : A

1.

TUJUAN Untuk membuktikan bahwa seluruh fasilitas booster, terpasang dengan benar dan dengan kapasitas sesuai dengan yang direncanakan sebagaimana tujuan pembangunannya. Fungsi dan tujuan pembangunan Gunung Megang Booster Station adalah untuk mendorong gas sejumlah 45 MMSCFD dari lapangan penghasil gas alam dari Lematang/ Rambutan menuju stasiun terjauh Pagardewa melalui stasiun Singa. Terdapat 3 (tiga) buah gas compressor dengan masing2 berkapasitas 22,5 MMSCFD tekanan suction 520 Psig dan tekanan discharge 1250 Psig untuk menunjang fungsi booster ini. Sebagaimana disebutkan dalam basis operasi dan design booster, pengoperasian rutin akan menggunakan 2 buah compressor secara bersama dan satu buah sebagai cadangan. Namun kondisi operasional saat ini tidak dapat dilakukan test performance sebagaimana basis operasi yang direncanakan karena belum selesainya pembangunan stasiun2 tujuan, karenanya performance test dilakukan secara bergantian gas compressor (satu demi satu). Perfomance test dilaksanakan setelah commissioning pada seluruh system yang ada di Booster Stasion Gunung Megang selesai atau final test dari seluruh fasilitas secara simultan. Test dilakukan dengan cara mengalirkan gas sejumlah kebutuhan gas Meppogen dan merecycle sisa dari 22,5 MMSCFD (Kapasitas Design) kembali ke suction compressor melalui bypass 6-Globe valve (jalur tambahan). Tekanan discharge compressor akan diatur melalui pengaturan bukaan valve recycle. Gas rate dari Lematang/Rambutan tetap sebesar kebutuhan Mepogen, tidak ada penambahan gas dari Lematang pada saat performance test. Kebutuhan gas sejumlah kapasitas compressor (22,5 MMSCFD) akan didapat dengan cara akselerasi gas velocity pada fasilitas recycle hingga suction compressor. Prosedure ini disusun untuk menghindari pembuangan gas (flaring) yang tidak diinginkan.

2.

PROSEDUR PERFORMANCE TEST

STEP PERSIAPAN 1

JOB DESCRIPTIONS

DONE BY / SIGN

REMARKS / NOTES

Pastikan bahwa tekanan pada fasilitas proses (keseluruhan dari slug catcher hingga discharge scrubber) sama dengan tekanan di pig receiver MEPI. Telah disampaikan oleh MEPI bahwa tekanannya adalah 630 psig sesuai supply ke Meppogen saat ini. Buka penuh 6 recycle valve (valve tambahan baru)

PROSEDUR PERFORMANCE TEST STASIUN BOOSTER COMPRESSOR GUNUNG MEGANG

Doc No. Page Date Rev.

: GMS-30-PR-005 : Page 4 of 8 : 16 Agustus 2009 : A

STEP 3

JOB DESCRIPTIONS Tutup valve 6-V2631 Gn Megang Booster menuju Mepogen. (Untuk tidak mengganggu Mepogen pada saat uji coba sementara sebelum yakin semua fasilitas dan control system berfungsi dengan baik.) Fungsikan PCV-301, buka upstream dan downstream block valve, setting tekanan @ PLC pada 10 psig diatas setting PSL suction setting (exteran). (Fungsi dari PCV ini untuk menjaga agar tidak terjadi shut down pada compressor yang disebabkan oleh kekurangan pasok gas yang ditandai dengan turunnya tekanan pada suction. PCV ini akan membuka untuk mengembalikan gas dari discharge pada kondisi demikian sehingga kekurangan gas tidak terjadi/dapat diatasi.) Fungsikan PCV-109, buka upstream dan downstream block valve, set control tekanan @ PLC 10 psig diatas actual tekanan di gas slug catcher (tekanan yang dicatatan pada langkah #1 Persiapan) dan buka penuh recycle 6 valve glove. (PCV akan membuka sehingga seluruh discharged gas dari compressor akan dikembalikan ke inlet slug catcher pada saat compressor pertama kali di-Load.)

DONE BY / SIGN

REMARKS / NOTES

PELAKSANAAN 1 2 Jalankan gas compressor tanpa beban (idle), sesuai Exterran dengan hasil test jalan sebelumnya. Load Gas Compressor, dengan minimum speed/RPM Exterran (1000) yang direkomendasi oleh manufacture. Langkah ini harus dikerjakan oleh personil dari Exterran. Check valve squence berikut: - Inlet SDV otomatis membuka, - Recycle valve otomatis menutup dan - Outlet/Discharge SDV otomatis membuka. Record gas flowrate pada gas meter di gas meter skid (Suction Meter) dan discharge line compressor flow indicator (FloBoss) Kurangi bukaan 6 recycle valve perlahan, untuk menaikkan tekanan pada discharge compressor. Batasi penutupan vavle recycle 25% jangan lebih kecil. Periksa dan catat seluruh parameter dalam lembar yang telah disediakan. (Pengurangan bukaan valve recycle akan menyebabkan tekanan pada downstream PCV-109 naik, efek selanjutnya PCV akan menutup

PROSEDUR PERFORMANCE TEST STASIUN BOOSTER COMPRESSOR GUNUNG MEGANG

Doc No. Page Date Rev.

: GMS-30-PR-005 : Page 5 of 8 : 16 Agustus 2009 : A

STEP

JOB DESCRIPTIONS perlahan sampai tekanan pada downstreamnya turun kembali pada set poin. Perubahaan ini akan menyebabkan berkurangnya gas yang di-recycle sehingga akan menyebabkan tekanan di upstream PCV-109 hingga discharge compressor naik).

DONE BY / REMARKS SIGN / NOTES

Jika gas flow dari compressor telah mencapai sekurang-kurangnya sama dengan kebutuhan Meppogen dan tekanan sekurang-kurangnya 1000 psig, buka perlahan 6 valve menuju Meppogen (langkah #3 Persiapan) dan secara bersama kurangi bukaan recycle valve untuk menjaga tekanan gas ke arah Mepogen tidak turun dan mulai mengalirkan gas dari receiver masuk slug catcher. Flow sebesar keperluan Meppogen dipertahankan, dimana pada saat bersamaan tekanan terus dinaikkan sampai mencapai 1250 psig dengan cara menutup perlahan recycle valve. Kondisi ini dipertahankan selama 20 jam dan ini dinyatakan sebagai reliable load test. Pelaksanaan performance test merupakan kelanjutan step 5 diatas tanpa jeda. Naikkan gas flow rate secara perlahan menuju 22,5 MMSCFD dengan cara menaikkan engine speed/RPM compressor secara bertahap (Naiknya RPM compressor akan mengakibatkan semakin banyak jumlah gas yang dicompress, flowrate gas naik dan efek selanjutnya tekanan pada suction turun sebaliknya tekanan pada discharge naik.) Jika kenaikan tekanan pada discharge melebihi 1250 buka perlahan recycle valve agar PCV-109 (yang kearah Meppogen) membuka lebih lebar supaya tekanan discharge turun. Lakukan secara perlahan dan perhatikan tekanan pada downstream PCV-109 tidak lebih rendah dari 640 psig Lakukan langkah #6 secara bertahap hingga speed/RPM compressor mencapai 1400 (100%) atau tekanan discharge 1250 psig pada gas rate 22,5 MMSCFD Pertahankan kondisi yang tercapai pada langkah #7 selama waktu 3 jam untuk melakukan performance test. Catat seluruh parameter pada form yang telah disediakan (terlampir) setiap 30 menit.

PROSEDUR PERFORMANCE TEST STASIUN BOOSTER COMPRESSOR GUNUNG MEGANG

Doc No. Page Date Rev.

: GMS-30-PR-005 : Page 6 of 8 : 16 Agustus 2009 : A

Catatan: Mengingat compressor terpasang dirancang untuk tekanan suction 520 psig dan tekanan discharge 1250 psig atau rasio compresi 2,4 untuk gas rate 22,5 MMSCFD sedangkan saat performance test dilakukan tekanan suction lebih tinggi dari 520 psig sementara tekanan discharge dan gas rate dikehendaki tetap maka akibatnya kompresi rasio turun (kebutuhan BHP compressor turun) yang akan menyebabkan driven/engine (mesin) kelebihan tenaga (BHP). Untuk mengatasi hal demikian BHP engine harus diturunkan dengan menurunkan speed/RPM. Konsekwensi logis test gas compressor tidak dapat dilakukan hingga top performance (Top speed/RPM). Sehingga yang dapat dilakukan hanya melakukan test bahwa compressor dapat memenuhi kebutuhan operasi yang diinginkan (tekanan discharge 1250 psig dan gas rate 22,5 MMSCFD)

Performance test dari gas compressor dianggap telah memenuhi syarat jika telah terbukti mampu beroperasi menghasilkan flow sebesar 22.5 MMSCD pada discharge pressure 1250 psig selama 3 jam tanpa terputus.

3.

PENCATATAN

3.1. Lampiran Pencatatan Gas Compressor 3.2. Lampiran Pencatatan Peralatan Plant

PROSEDUR PERFORMANCE TEST STASIUN BOOSTER COMPRESSOR GUNUNG MEGANG

Doc No. Page Date Rev.

: GMS-30-PR-005 : Page 7 of 8 : 16 Agustus 2009 : A

3.1. Lampiran Pencatatan Gas Compressor

PROSEDUR PERFORMANCE TEST STASIUN BOOSTER COMPRESSOR GUNUNG MEGANG

Doc No. Page Date Rev.

: GMS-30-PR-005 : Page 8 of 8 : 16 Agustus 2009 : A

3.2. Lampiran Pencatatan Peralatan Plant