Anda di halaman 1dari 2

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Oleh : Arini Hidayati NIM : M0311009 ISLAM. Sebuah agama yang memandang tinggi derajat para pengikutnya. Sebuah agama yang memandang persaudaraan adalah hal terpenting untuk dapat bertahan hidup. Mungkin hal ini juga yang mendasari pemikiran saya sebagai pengikut ajaran Islam, sebagai pengikut ajaran Nabi Muhammad saw, untuk tetap teguh pendirian berdiri di jalan-Nya. Sebuah pertanyaan muncul di benak saya, apa alasan saya memilih agama Islam sebagai agama yang patut saya amalkan di dalam hidup saya. Mungkin setiap orang pasti mempunyai jawaban yang berbeda-beda antara satu sama lain. Saya pun demikian. Saya terlahir dalam keadaan Islam karena kedua orang tua saya pun beragama Islam. Selagi orang tua saya tetap beragama Islam, tidak ada alas an bagi saya untuk memutuskan keluar dari agama Islam dan pindah haluan memasuki agama lain. Karena setiap orang tua pasti memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Itu alas an pertama saya. Alasan kedua saya adalah, ketika saya terlahir di dunia ini, lingkungan yang saya tempati tentu mempengaruhi pola piker saya. Lingkungan tentu sangat mempengaruhi perilaku, sifat, maupun tingkah laku. Sehingga ketika saya terlahir di lingkungan yang notabene-nya beragama Islam, saya ikut beragama Islam. Mungkin terkesan saya memilih agama Islam karena tidak ada pilihan lain selain agama Islam, tapi pada kenyataannya ternyata agama Islam jauh terlihat sangat menyenangkan jika dibandingkan dengan agama-agama lain. Kemudahan dan kesenangan dalam agama Islam tersebut menjadi alasan saya selanjutnya untuk tetap berada di jalan yang lurus. Bayangkan saja, agama apa yang memberikan keringanan dalam beribadah jika orang yang bersangkutan tidak sanggup melakukannya. Seperti dihalalkannya tidak ikut berpuasa di bulan Ramadhan bagi wanita hamil dan menyusui, serta bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Islam juga memandang tinggi derajat para pengikutnya terutama yang wanita. Karena wanita mempunyai kewajiban yang sangat besar dalam mengurusi rumah tangganya, sehingga para wanita diberi keringanan dalam beribadah kepada-Nya. Ini merupakan hal yang wajib kita syukuri, terutama saya sebagai wanita yang beragama Islam. Dan masih banyak lagi kemudahan-kemudahan lainnya. Islam juga merupakan agama yang peduli terhadap kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jika ada saudara kita yang kekurangan, jiwa sosial kita langsung keluar, tertarik untuk membantu sesamanya. Ini termasuk alasan ketiga kenapa saya memilih agama Islam sebagai agama seumur hidup.

Jujur saja, masih banyak alasan-alasan lainnya yang belum saya ungkapkan di atas kertas putih ini. Namun alasan-alasan tersebut susah untuk saya sebutkan satu-persatu, karena banyaknya kebaikan-kebaikan, kemudahan-kemudahan yang Islam berikan bagi pengikut-pengikutnya. Yang jelas, pada intinya saya sangat terkesan dengan hubungan kekerabatan yang erat di dalam agama Islam. Saya sangat ingin berada di tengah-tengah hubungan tersebut. Ikut merasakan suka dan duka bersama-sama. Selain itu, di lingkungan tempat tinggal saya, ayah saya termasuk orang yang mempunyai ilmu agama yang cukup kuat. Hal ini menambahkan rasa teguh pendirian saya untuk tetap berdiri di jalan-Nya tanpa melirik dan terpikat dengan keistimewaan-keistimewaan yang ditawarkan oleh agama-agama selain Islam. Tentu saja keistimewaan-keistimewaan tersebut sangat jauh berbeda dengan yang ditawarkan oleh agama saya, yaitu agama Islam.