Anda di halaman 1dari 77

2

anotia makrotia mikrotia Double ear synotia absence Nodul lobule Hipertrofi adherent Split lobule Cats ear Cencopith. Darwins tub. Heliks Fistula Lobular Tragus Aurikula Antiheliks

absence Lop ear Mozart ear Rudimenter Vertikal Conchal Crus symbae Numerous app. Appendage Preauricular app. Coloaural fist. Preauricular fist. Postauricular fist.
3 Prehelical fist.

Kelainan Telinga Luar

Kartilago kecil yg berproyeksi ke arah anterior

Preauricular tag epithelial mounds atau pedunculated skin di depan telinga sekitar tragus Preauricular sinus pit pinpoint hole diatas tragus, berdekatan dgn batas anterior superior heliks

Klinis : Tag Nontender Nondraining Warna sama dengan kulit sekitarnya No rapid growth

Noninfected pits Nondraining Lacks swelling

Infected pits selulitis dan abses Red, swollen Sekret purulent Granulasi disekitar pit Tender

Prominent ear, outstanding ear Sudut antara aurikula dan kepala lebih besar, pinna menonjol ke anterior Terapi : otoplasti

Insidensi : 1 / 10000 kelahiran 70 % kasus unilateral Telinga kanan lebih sering dr kiri 90 % kasus adalah laki-laki Etiologi : Riwayat keluarga Infeksi prenatal Teratogen

10

Klasifikasi : Grade I - Deformitas ringan dgn slightly dysmorphic helix & antiheliks - Semua struktur dapat terlihat - Tdk diperlukan penambahan kartilago - Contoh : lop ear, cup ear, stahl ear

11

12

Grade II - Beberapa struktur dapat terlihat - Repair membutuhkan kartilago atau kulit - Stenosis CAE - Contoh : severe cup ear Grade III - Sedikit struktur yang terlihat - Lobulus berada di anterior - Contoh : peanut ear, anotic ear

13

14

15

16

OTITIS EKSTERNA DIFUSA


Peradangan pada kulit CAE Swimmers ear Gatal edema otalgia sekret purulent Patogenesis

ANAMNESA
Nyeri Fullness Gatal Hearing loss Sekret

17

Otitis Eksterna Difusa (Akut)


Benda asing CAE panjang & sempit ABM Alergi obat Kelembaban Suhu Kelainan Kulit: Dermatitis Psoriasis DM Immunocompromised

Oklusi Apopilosebaseus

pH tinggi (alkali) Trauma

Proliferasi Bakteri

Serumen: pH 4-5 Ig Lisozim


18

Otitis Eksterna Sumber: K.J. Lee, 2003

PEMERIKSAAN FISIK
Stadium : 1. Preinflammatory mild erytema, edema 2. Acute inflammatory auricular tenderness, eritema, edema, sekret a. Mild b. Moderate c. Severe sekret abu kehijauan, purulent exudate, edema, ekstensi ke luar sampai soft tissue dan cervical lymph nodes 3. Chronic inflammatory penebalan & flaking kulit CAE, eczematization, ulserasi
19

20

21

22

23

24

LABORATORIUM
Kultur : Pseudomonas aeruginosa Proteus mirabilis Stafilokokus Streptokokus Gram (-)

25

TERAPI

26

Kronis
Debridemen Antibiotik Steroid Operasi

KOMPLIKASI
Selulitis Erisipelas Perikondritis Kondritis
27

OE NEKROTIKANS

Otitis eksterna maligna Etiologi: P. aeruginosa DM, immunocompromised OE temporal bone Progresivitas: 1. CAE fissura Santorini & sutura timpanomastoid fossa retromandibular 2. Penyebaran ke foramen stylomastoid & jugulare 3. Trombosis sinus lateral 4. Apeks petrosus (mll vaskular atau fascia, bukan air cell )

28

KLINIS
1. Persistent otalgia > 1 bulan 2. Persistent, purulent otorrhoea, granulations 3. DM, immunocompromised, advanced age 4. Cranial neuropathy

29

30

RADIOLOGI
Foto mastoid CT dengan kontras MRI Nuclear : - Technetium-99m bone scanning - Gallium-67 scanning

31

I.

Soft tissue & kartilago intrakranial

II. Erosi tulang temporal

III. Ekstensi ke

32

TERAPI

33

KOMPLIKASI
Cranial neuropathy (VII) Menyebar ke mastoid, parotis, skull base, dural venous sinuses, otak) Meningitis Abses otak Kematian

34

SELULITIS & ERISIPELAS


Akibat trauma atau sekunder dari OE Predisposisi: DM, udara hangat, teknik menindik Etiologi: Selulitis : stafilokokus, pseudomonas & streptokokus Erisipelas: streptokokus hemolitikus grup A Klinis : Nyeri, bengkak, kemerahan Terapi: Antibiotik oral (bila infeksi ringan), IV
35

OTITIS EKSTERNA BULOSA


Sangat nyeri Adanya vesikel atau bulla yang mudah berdarah Terapi : - Antibiotika - Analgetika

36

OTITIS EKSTERNA GRANULAR


Small granular plaque atau pedunculated granulation Klinis : discomfort, mild hearing loss Terapi : - Mengangkat jaringan granulasi kauter dgn silver nitrate - Antibiotika
37

PERIKONDRITIS & KONDRITIS


Perikondritis infeksi perikondrium Kondritis infeksi kartilago Patogenesis

KLINIS
Nyeri Gatal Krusta Sekret purulen atau serous Eritema
38

Trauma Burn External Otitis

Blood & Serum

Subperichondrial Space

2nd Infection: S. Aureus P. Aeruginosa Proteus sp

Vascular Compromised

Fluid Resorption

Cartilage Necrosis

Cartilage Deposition

Deformity

Sumber: K.J. Lee, 2003; Cummings, 1993

39

TERAPI
Insisi & Drainase, debridemen Antibiotik - Ciprofloxacin + gentamisin Rawat antibiotik IV (ciprofloxacin, ceftazidime) Pembedahan

40

FURUNKULOSIS
Etiologi : gram (+) stafilokokus Folikel rambut Nyeri Well-circumscribed pustule furunkel karbunkel Terapi :

- Spontaneous drainage
- Antibiotika - Insisi drainase
41

IMPETIGO
Etiologi : stafilokokus aureus, streptokokus pyogenes Tangan kotor small blister ruptur

exude straw-colored infected fluid

golden crust
Terapi :
- Mengangkat debris - Antibiotika ointment
42

OTOMIKOSIS

Tropis, lembab keringat >> Etiologi : Aspergillus sp, candida sp Yg dibutuhkan : kelembaban, kehangatan, kegelapan 3 jenis otomikosis : kolonisasi nonpatogen, infeksi superfisial, invasif mikosis Klinis: gatal, membran putih, hitam, abu Terapi: Pembersihan CAE - acidifying solution - drying powder Antifungal topikal
43

44

HERPES ZOSTER
Concha atau superficial ear canal Klinis: Vesikel krusta Panas atau nyeri Hearing loss + vertigo Parese n. VII progresif herpes zoster otikus / Ramsay Hunt syndrome Terapi: Krusta H2O2 Valacyclovir, famciclovir, acyclovir

45

46

DERMATOSES
Gejala : burning, gatal, nyeri Klinis : eritema, hiperpigmentasi Kontak : shampo, hair spray, parfum, ear plug, anting Terapi : - Remove allergen - Topikal kortikosteroid

47

48

49

Etiologi Trauma tumpul atau gesekan (pegulat & petinju) Trauma Merusak perlekatan perikondrium ke kartilago ruang subperikondrial terisi darah nekrosis kartilago infeksi Cauliflower ear

50

Terapi : Mencegah kerusakan kartilago secara permanen Evakuasi Hematoma Insisi dan drainase Melekatkan kembali kartilago Mencegah rekurensi hematoma Antibiotika sistemik Mencegah infeksi sekunder Komplikasi : Othematoma, deformitas, cacat

51

52

Bentuk Simple laceration Stellate Avulsion Penatalaksanaan : - Prinsip Mengamankan jaringan yang masih tersisa / utuh - Small/simple Langsung dijahit, debridement - Abrasi Cuci dan beri salep AB

53

54

55

Partial Loss : - Defek helical rim < 2 cm tutup secara primer - Defek > 3 cm Flap Tergantung : 1. Abrasi dan kontusio 2. Waktu 3. Luas luka Subtotal avulsi aurikula : - Cuci dengan larutan cold saline - Simpan dalam larutan heparin ringer laktat yang berisi AB dalam Ice box

56

Total avulsi Aurikula - Apabila cukup bersih < 2 -3 jam Langsung jahit dan dapat diaproksimasi secara langsung

- Segmen avulsi yang tesisa dibersihkan dan debridement + 1 mm Langsung jahit - Observasi jam2 pertama setelah aproksimasi segmen avulsi arteriolar circulation - Kegagalan : venous congestion, sludging, hipoksia jaringan, asidosis jaringan - Pencegahan : Inisial 10.000 unit heparin IV Continue 5000 10.000 unit heparin tiap 6 jam
57

58

Acute burn Thermal, Electrical, Chemical Komplikasi Infeksi, perikondritis Th/ tergantung derajat luka bakar, jaringan yang hilang - Derajat 1 Local cleansing, local debridement, topikal antibiotika - Derajat 2 - 3 Local cleansing, debridement, local AB (Gentamicyn) subperikondrial Bila defek sangat besar STSG
59

Komplikasi luka bakar Infeksi 25 % post luka bakar Infeksi Pseudomonas Klinis : Merah difus, bengkak, nyeri hingga timbul abses fluktuasi sekret purulen Tahap awal infeksi Perikondritis Selanjutnya Kondritis

60

Etiologi Paparan suhu dingin/beku (< 10oC) Block sensory nerve input vasokonstriksi (kulit menjadi pucat) Ice formation ekstraseluler dehidrasi intraselular hypertonicity extracellular subcutaneous edema Bulla Terapi : - Re-Warming pada suhu 38-42oC - Superficial inf Silver nitrate (0,5 %)

61

62

MASSA DI AURICULA DAN CAE JINAK GANAS Kista Squamous cell caauricula Keloid Squamous cell caCAE Hemangioma Basal cell ca Hematoma Malignant melanoma Osteoma Rhabdomyosarcoma Exostosis Cerumen gland neoplasms
63

64

65

Jarang ditemukan single pada aurikula Berhubungan dengan hemangioma di gl. parotis, pipi, bibir dan leher Secara umum sembuh spontan Klinis : Massa lunak berwarna ungu kemerahan di CAE dan berdenyut

Terapi : -Steroid masih menjadi perdebatan -Tidak ada terapi spesifik


66

67

Merupakan solid tumor terbanyak pada bagian tulang CAE Berhubungan dengan berenang di air dingin Multipel dan bilateral Penebalan dari lamelar tulang, licin tertutup oleh kulit normal. Klinis : - Asimptomatik hingga terjadi obstruksi CAE dan infeksi akibat akumulasi keratin - Stenosis CAE
68

69

AURICLE 55 % kanker kulit pada aurikula. Sering pd heliks Klinis : Ulserasi dengan eritem dan indurasi di sekelilingnya Nyeri, sekret campur darah, bergranula Penyebaran CAE, Temporal bone, TMJ, Mandibula Terapi : Sulit Kulit melekat erat dengan kartilago Lesi kecil Surgical removal Lesi besar Complete removal external ear Mohs technique excision Radiasi

70

71

CAE Jarang Laki laki diatas 50 tahun Riwayat OMK/OE sebelumnya yang tidak sembuh dgn AB Klinis : Sekret serosanguinous berulang atau perdarahan Nyeri mirip dengan OE tidak hilang dengan terapi lokal Diagnosis Biopsi tumor PA jenis moderate hingga well differentiated CT Scan Terapi : Bedah Sleeve resection Radiasi postoperasi
72

73

Jarang Lokasi Pre dan Postauricular Kulit putih dan paparan sinar matahari Klinis : Ulkus tepi tinggi, tidak nyeri, batas tegas tumbuh lambat Terapi - Kuretase - Radiasi - Mohs chemosurgery
74

Jarang Lokasi Perifer telinga Terbanyak di heliks Klinis : Awal lesi superfisial menyebar ke perifer Diagnosis Biopsi insisi / eksisi PA Terapi Tergantung luas lesi Bedah : Kecil wedge excision Besar total removal external ear Kemoterapi Radiasi

75

o Sering pada anak-anak


o Klinis : otorrhea, nyeri Massa kemerahan, destruksi tulang PA small, spindle-shaped cell o Terapi : Kombinasi kemoterapi & radiasi

76

77