Anda di halaman 1dari 2

HAARP NYATA ATAU HANYA HOAKS ?

High Frequency Active Auroral Research Program atau HAARP , merupakan proyek investigasi yang bertujuan untuk "memahami, menstimulasi,dan mengontrol proses ionospheric yang dapat mengubah kinerja komunikasi dan menggunakan sistem surveilans". Dimulai pada tahun 1992, project ditargetkan selesai dalam 20 tahun . Projek ini , didanai oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS, Universitas Alaska dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Tujuan utama penelitian tersebut ialah untuk mempelajari lebih jauh lapisan ionosfer dan untuk menyelidiki potensi pengembangan teknologi ionospheric untuk komunikasi radio dan keperluan keamanan (misal: deteksi rudal). Cara kerja HAARP adalah memancarkan frekuensi sangat rendah / very low frekuensi (VLF) berdaya tinggi (jutaan watt) ke atmosfir. Namun lama-kelamaan frekuensi yang dicoba tak hanya frekuensi rendah tapi frekuensi-frekuensi lainnya, termasuk frekuensi tinggi atau High Frequency (HF). Setelah dicoba, maka hasilnya mencengangkan dan sangat menakutkan! Semenjak penemuan frekuensi rendah dan kemudian digunakan juga untuk frekuensi tinggi dengan menembak atmosfir, maka HAARP otomatis dapat juga untuk kepentingan lainnya. Dengan teknologi mutakhir sebagai senjata masa depan, HAARP dapat pula digunakan sebagai: 1.Mengubah Keadaan Atmosfir Dengan pancaran HAARP menggunakan frekuensi tinggi (HF) akan berfungsi untuk mengubah cuaca dengan mengkondensasikan atau mengembunkan udara, salah-satunya adalah untuk membuat awan. Cara ini membuat lapisan atmosfir kondisinya menjadi lebih hangat dan dapat menghasilkan butiran-butiran air yang nantinya akan menjadi awan-awan hujan. Banyak tidaknya awan yang tercipta tergantung dari lama-tidaknya HAARP diaktifkan dan juga berapa besar kuat Watt yang akan ditembakkan ke lapisan atas atmosfir. Awan-awan ini akan bisa menjadikan curah hujan biasa, hujan lebat hingga topan dan badai. Namun awan juga dapat diciptakan hanya agar terhalangnya sinar matahari yang menuju Bumi dan menyebabkan bumi lebih dingin atau malah lebih hangat dari biasanya. 2.Radio Frekuensi (Radio Wave) Dapat Menciptakan Gempa HAARP juga disinyalir dapat pula menciptakan gempa dengan menembakkan frekuensi ke arah yang sama, angkasa. Untuk membuktikan bahwa frekuensi sangat rendah dapat memicu gempa, dia menggunakan pengeras suara rendah untuk bass, yaitu sub-woofer yang diletakkan agak jauh dari maket kota miniatur tersebut. Setelah sub-woofer dinyalakan, tiada suara yang terdengar oleh manusia. Hanya membran sekeliling/ dipinggir dari sub-woofer tersebut yang bergerak maju-mundur dengan hebat. Apa yang terjadi kemudian? Maket miniatur tersebut menjadi berantakan. Pada HAARP untuk memicu gempa, cukup memancarkan frekuensi tersebut keatas ionosfir. Lalu ionosfir akan memantul turun kembali kepermukaan bumi, mirip gelombang radio SW. Pada saat terpantul kembali disuatu tempat di muka Bumi itulah gempa akan terjadi.Bahkan beberapa gempa besar di dunia seperti di Haiti , jepang dan Tsunami di Aceh adalah percobaan dari HAARP . 3.Mempengaruhi Pikiran dan Perilaku Manusia Frekuensi Sangat Rendah dapat menggerakkan lempeng Bumi yang tidak stabil. Bahkan, Frekuensi Sangat Rendah dapat mempengaruhi otak manusia dan menjadikannya perilaku manusia tersebut menjadi tidak logis pada di suatu kawasan. Efek dari Frekuensi Sangat Rendah terhadap otak dapat bermacam-macam.

Mulai dari tak bersemangat, berhalusinasi, tidak logis, mudah terpengaruh bahkan hingga menjadi agresif dan gila. Dengan adanya frekuensi HAARP yang disamakan dengan gelombang otak, maka akan terjadi keributan disuatu wilayah tertentu, pemberontakan, kudeta, perang dan berdampak sosial lainnya. Namun seperti biasa , sulit untuk mempunyai hajat untuk mengakui apakah mereka terlibat atau tidak dalam kegilaan di dunia ini , semoga misteri ini bisa terungkap dan tentunya kita akan mengetahui siapa yang benar dan salah ,