Anda di halaman 1dari 24

1.

PENDAHULUAN Tujuan Penyusunan Skripsi Skripsi merupakan salah satu persyaratan akademik yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa Dept ITK untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan. Untuk menyelesaikan kewajiban tersebut setiap mahasiswa harus menyusun skripsi. Untuk itu diperlukan Panduan Penulisan Skripsi sebagai pedoman baku untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah. Tujuan dan Manfaat Panduan Panduan penulisan skripsi ini disusun dengan tujuan: 1. Menjadi pedoman baku untuk membantu mahasiswa dalam penyusunan skripsi. 2. Memberikan wawasan dan kesatuan bahasa mengenai tata cara penulisan skripsi serta kerangka isi skripsi. Manfaat panduan ini adalah: 1. Memperlancar proses penyusunan skripsi. 2. Mempersatukan persepsi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan Departemen. 3. Memudahkan penulisan skripsi. Etika Ilmiah Skripsi adalah karya ilmiah yang memiliki kode etik tersendiri dalam penyusunannya. Mahasiswa dan pembimbing harus bertanggung jawab mengikuti semua ketentuan prinsip-prinsip ilmiah khususnya dalam penulisan skripsi. Hindari pelanggaran hak cipta (HaKI) dalam mengutip hasil karya (tulisan) orang lain. Kutipan langsung (baik terjemahan maupun tulisan aslinya) harus diberi tanda petik ........... dan menulis sumber kutipannya. Jika kutipan berjumlah lebih dari 150 kata, harus mendapatkan ijin dari pemilik hak cipta. Dosen pembimbing skripsi bertugas terbatas pada upaya membimbing dan membantu mahasiswa dalam mempersiapkan penyelesaian penelitian dan penyusunan skripsi. Mahasiswa bertanggung jawab sepenuhnya atas isi skripsi. Mahasiswa harus benarbenar melakukan sendiri penelitian (pengumpulan data) dan penulisan skripsinya. Mahasiswa tidak diperkenankan mengambil tulisan dan kutipan tanpa menyebutkan sumbernya, memalsukan data dan tindakan tidak terpuji lainnya. Mahasiswa yang melakukan pelanggaran terhadap etika ilmiah serta melakukan plagiat dapat dikenakan sanksi akademik yang berupa peringatan, pembatalan skripsi sampai pencabutan gelar. CATATAN PERINGATAN JANGAN menggunakan skripsi atau laporan lain terdahulu sebagai acuan, karena laporanlaporan tersebut sangat bervariasi dan belum tentu sesuai dengan panduan ini.

2. KERANGKA ISI SKRIPSI Skripsi merupakan karya tulis ilmiah dalam profesi keilmuan untuk meningkatkan kemampuan analisis dan sintesis berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah. Penelitian merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa Departemen ITK. Penelitian dapat berupa percobaan laboratorium, percobaan lapangan, survey lapangan, atau pengolahan data sekunder (data milik suatu lembaga yang pernah diolah dan atau dipublikasikan yang akan digunakan lagi dengan metode pengolahan yang berbeda). Kerangka skripsi terdiri atas 3 bagian, yaitu Awal atau Pembuka, Tubuh Tulisan atau Bagian Utama dan Bagian Akhir atau pelengkap. 2.1.Bagian Awal Bagian awal mencakup: 1. Halaman Sampul: Halaman sampul memuat judul, nama lengkap (jangan disingkat) tanpa menulis NRP, logo IPB, nama departemen, nama fakultas, institut, dan tahun lulus. 2. Halaman Pernyataan: a Lembaran ini memuat pernyataan bahwa skripsi tersebut merupakan karya yang bebas dari plagiarisme. b Pada lembaran ini juga dimuat pernyataan apakah penulis memberi izin karyanya untuk dirujuk atau diperbanyak dengan fotokopi. 3. Ringkasan Merupakan intisari/ulasan singkat dan lengkap mengapa atau apa pentingnya penelitian yang telah dilaksanakan; tujuan; waktu dan tempat penelitian; masalah apa yang diteliti; pendekatan atau metode apa yang diusulkan digunakan untuk memecahkan masalah tersebut serta hasil dan pembahasan maupun kesimpulan yang ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 4. Halaman Hak Cipta: Halaman ini sifatnya tidak wajib, digunakan apabila mahasiswa sudah mendaftarkan hak cipta atas seluruh atau bagian dari karya ilmiahnya. 5. Halaman Judul Halaman judul skripsi memuat judul skripsi, nama mahasiswa, maksud skripsi, nama institusi dan tahun mahasiswa lulus yudisium. 6. Halaman Persetujuan/Pengesahan Halaman persetujuan memuat lembar persetujuan yang ditandatangani oleh Dosen Pembimbing dan Ketua Departemen.

7. Kata Pengantar: a Memuat uraian singkat tentang maksud penyusunan skripsi, informasi kapan dan lama penelitian dilakukan, lokasi dan sumber dana penelitian bila bukan berasal dari dana sendiri, ucapan terimakasih dan penghargaan atas bantuan dana dan saran yang diterima. b Tidak terdapat hal-hal yang tidak terkait langsung dengan penyelesaian skripsi. 8. Daftar Isi: a Daftar Isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai isi skripsi dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang berminat melihat suatu bab atau sub-bab tertentu. b Daftar Isi memuat berbagai hal yang menyangkut isi skripsi yang dimulai dari Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran, bagian utama skripsi (yang meliputi Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Bahan dan Metode, Hasil dan Pembahasan serta Kesimpulan dan Saran), diikuti Daftar Pustaka dan Lampiran 9. Daftar Tabel, Daftar Gambar: a Daftar Tabel dan Daftar Gambar memuat secara berurutan judul Tabel dan Gambar serta nomor halaman Tabel dan Gambar yang dimaksud. b Daftar Tabel dan Daftar Gambar diperlukan bila terdapat dua atau lebih tabel atau gambar. 10. Daftar Lampiran Daftar Lampiran memuat secara berurutan judul lampiran serta nomor halaman lampiran yang dimaksud.

2.2. Bagian Utama Bagian utama skripsi memuat: 1. Pendahuluan Bab Pendahuluan memuat latar belakang dan tujuan. a. Latar Belakang Latar Belakang memuat uraian tentang: (1). Berbagai hal, fakta, masalah dan pendapat yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian. (2). Alasan teoritis dan alasan praktis dari perlunya penelitian dilakukan. (3). Bagaimana masalah tersebut dapat dipecahkan. (4). Manfaat dari penyelesaian persoalan tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan Latar Belakang adalah: (1). Permasalahan yang ditonjolkan harus jelas dengan memfokuskan pada kunci kata utama. (2). Gunakan informasi yang bersifat kuantitatif (3). Uraikan hal-hal yang sudah/pernah dilakukan sebelumnya yang terkait dengan penelitian tersebut. b. Tujuan Tujuan berisikan uraian tentang:

(1). Tujuan yang ingin dicapai atau diketahui sebagai upaya pemecahan masalah maupun dalam upaya memahami masalah atau fenomena yang melatarbelakangi. (2). Bila ada atau memungkinkan maka dapat ditulis manfaat atau kegunaan hasil penelitian bagi kepentingan pengembangan IPTEK, kepentingan profesi maupun masyarakat pada umumnya. (3). Dalam menuliskan tujuan, gunakan kata kerja yang hasilnya dapat diukur atau dilihat seperti menunjukkan, membuat, menguraikan, menerangkan, menguji, membuktikan, atau menerapkan suatu gejala, konsep atau dugaan, atau bahkan membuat suatu prototipe. Dengan demikian, kata mengetahui tidak layak dituliskan untuk tujuan penelitian. (4). Tujuan hendaknya jelas dan biasanya berupa pernyataan singkat. 2. Tinjauan Pustaka Bab ini memuat uraian tentang: a. Tinjauan Pustaka. Tinjauan Pustaka merupakan dasar untuk menyusun kerangka, konsep, dan metode yang digunakan dalam penelitian. Bab ini menyajikan teori-teori keilmuan, temuan, postulat-postulat, prinsip serta asumsi yang melandasi masalah penelitian serta hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah untuk memperkuat teori, postulat, prinsip dan asumsi yang mendasari masalah. Tinjauan pustaka tidak berisi informasi umum seperti definisi namun berisi informasi dasar yang berkaitan dengan inti penelitian. Jika diperlukan dalam tinjauan pustaka dapat ditambahkan dengan kerangka teoritis dan perumusan hipotesis tetapi kedua hal ini tidak wajib ada dalam penulisan skripsi. b. Kerangka Teoritis. Sub-bab ini mencakup uraian tentang kerangka teoritis atau kerangka pemikiran yang merupakan rangkuman dari hasil tinjauan pustaka yang diarahkan untuk memecahkan masalah, yaitu pengkaitan antara teori yang sudah ada, konsep dan hasil penelitian dengan permasalahan yang diteliti. Kerangka pemikiran merupakan suatu strategi peneliti untuk memecahkan atau memahami masalah yang diteliti. Kerangka pemikiran disusun atas dasar pendekatan keterkaitan antara teori dengan fakta atau hasil penelitian sebagai dasar pengkajian masalah, variabel dan hubungan antara variabel yang dikaji. c. Perumusan Hipotesis Perumusan hipotesis tidak selalu harus dicantumkan dalam skripsi. Untuk jenis penelitian eksploratif dan sebagian deskriptif perumusan hipotesis tidak perlu dilakukan. Untuk permasalahan atau jenis penelitian tertentu seperti penelitian korelatif, kausal-komparatif, eksperimental dan sebagian deskriptif, maka hipotesis perlu dirumuskan sebagai jawaban sementara terhadap permasalahan yang akan diteliti. d. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan Tinjauan Pustaka:

(1). Gunakan pustaka terbaru (jurnal dan textbook), relevan dan asli (state of the art) dan hindari penggunaan diktat kuliah. (2). Pengacuan pustaka tidak perlu ekstensif sampai tuntas, tetapi lakukan secukupnya untuk menyusun kerangka atau konsep yang digunakan dalam penelitian. (3). Penulisan tidak hanya mengetengahkan kutipan, tetapi juga mengulasnya. (4). Jumlah halaman pustaka sebaiknya tidak melebihi jumlah halaman dalam bab hasil dan pembahasan. (5). Setiap pustaka yang diacu harus dituliskan dalam daftar pustaka. 3. Bahan dan Metode Bab ini berisikan uraian tentang rancangan penelitian, variabel dan pengukurannya, batasan variabel kerja, teknik pengumpulan data, prosedur pengambilan contoh dan analisis laboratorium dan metode analisis data, serta waktu dan lokasi penelitian. Penelitian dapat berupa percobaan laboratorium, percobaan lapangan, dan survey lapangan yang perlu dirancang sesuai dengan tujuan atau jenis penelitian, yaitu exploratif, deskriptif, koreksional, kausal, komparatif, eksperimen atau tindakan (action research). Variabel dan pengukuran meliputi apa saja yang diamati dan bagaimana pengamatan atau pengukurannya, teknik pengumpulan data baik untuk data primer maupun data sekunder. Untuk bidang tertentu, nama pabrik pembuat reagen serta merk dan tipe peralatan perlu disebutkan. Untuk penelitian yang menggunakan metode kualitatif, jelaskan pendekatan yang digunakan, proses pengumpulan dan analisis informasi, dan proses penafsiran hasil penelitian. Maksud dari perincian ini ialah untuk menjamin keterulangan hasil. Jangan gunakan bentuk kalimat perintah. Selain itu, cobalah buat prosa yang keterbacaannya lebih baik dibandingkan kalimat-kalimat yang terlalu sederhana seperti: tambahkan A; diamkan 3 menit; cuci; tambahkan B, dst. a. Metode analisis data Data yang dikumpulkan untuk tujuan penelitian, selanjutnya dianalisis dengan berbagai metode: (1). Untuk menjawab suatu masalah dapat mempergunakan, rumus tertentu (IKG, DI, IKL). (2). Analisis kualitatif, analisis komparatif, analisis deskriptif, generalisasi, kelayakan rutin. b. Pengujian hipotesis Untuk pengujian hipotesis dapat digunakan: (1). Uji parametrik: uji t, uji z, uji F, uji korelasi, uji regresi linier-multiple (2). Uji non parametrik: uji Chi square, binomial, korelasi kontegensi (3). Uji deskriptif memakai uji tabel, grafik 4. Hasil dan Pembahasan Bab ini berisikan analisis data yang merupakan upaya untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil dan Pembahasan menyajikan hasil secara sistematis sesuai dengan data yang diperoleh, data yang terlalu rumit dapat dinyatakan dalam suatu ikhtisar, untuk memperjelas dan mempersingkat uraian dapat dibantu dengan tabel, gambar atau grafik.

Pembahasan merupakan kumpulan argumen mengenai relevansi, manfaat, dan kemungkinan atau keterbatasan percobaan, serta hasilnya. Pembahasan merupakan bagian tempat seseorang paling bebas berekspresi namun sesuai dengan tujuan khusus. Pendapat orang yang sudah diringkas dalam Pendahuluan atau Tinjauan Pustaka tidak perlu diulang lagi tetapi diacu saja seperlunya. Bentangkan arti temuan serta jelaskan bagaimana simpulan baru itu memperluas cakrawala ilmu dan teknologi. Bila menemukan hasil yang memperkuat pernyataan penulis sebelumnya, maka perlu ditampilkan referensinya. Bila perlu berikan implikasi penerapan temuan baru tadi dan tunjukkan segi-segi lain yang perlu diteliti lebih lanjut. Akhiri pembahasan secara positif, tegas, dan kuat. Hal-hal yang perlu diingat dalam menampilkan Tabel dan Gambar pada Bab Hasil dan Pembahasan : (1) Tidak dibenarkan menampilkan tabel, gambar dan grafik yang memiliki data/informasi yang sama. (2) Nomor tabel, gambar harus disebut dalam teks dan diletakkan tidak jauh dari teks yang bersangkutan. Nomor tabel dan gambar harus ditulis secara berurutan. (3) Hindari pengulangan informasi yang sudah ada dalam ilustrasi secara panjang lebar. (4) Tafsirkan hasil yang diperoleh dengan memperhatikan dan menyesuaikannya dengan masalah atau hipotesis yang diungkapkan dalam Pendahuluan. Bab Hasil dan Pembahasan dapat dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu sub bab hasil dan sub bab pembahasan. Bila dirinci lebih lanjut, bab ini terdiri atas: a. Sub-bab deskripsi obyek penelitian yang berisikan hasil penelitian, mencakup gambaran umum mengenai obyek penelitian dan gambaran masalah yang dihadapi. b. Sub-bab yang berisikan hasil analisis dan pembahasan tentang setiap komponen masalah penelitian. Judul dan jumlah sub-bab sangat bergantung pada tujuan penelitian dan ruang lingkup pembahasannya. Berdasarkan hal tersebut maka dalam sub-bab ini masalah dianalisis dengan teori dan alat analisis yang telah dipilih dan ditentukan sebelumnya. 5. Kesimpulan a. Kesimpulan Sub-bab ini merupakan hasil generalisasi studi yang telah dilakukan, atau pernyataan singkat yang diambil dari bab hasil analisis dan pembahasan yang mengacu pada (atau menjawab) tujuan penelitian. Kesimpulan merupakan hasil penelitian yang bisa jadi telah dikemukakan dalam perumusan masalah dan telah diberi jawaban sementara. b. Saran (bila ada) Bila hasil analisis dan pembahasan memerlukan saran atau rekomendasi, maka dapat diuraikan pada sub-bab saran secara spesifik. Saran harus terkait erat dengan obyek dan tujuan penelitian. Jangan menyarankan hal-hal yang tidak dianalisis dan dibahas. Sub-bab ini dapat dilengkapi dengan saran untuk penelitian lanjutan untuk mengkaji lebih dalam dan luas tentang masalah yang diteliti, pada obyek atau subyek yang berbeda dengan metode yang berbeda. 2.3. Bagian Akhir

Bagian akhir mencakup daftar pustaka, lampiran dan riwayat hidup. 1. Daftar pustaka berisi seluruh pustaka atau literatur atau referensi yang digunakan dan disebutkan dalam teks. 2. Lampiran merupakan tempat untuk menyajikan data mentah, keterangan atau angka tambahan. Didalamnya dapat dihimpun cara penelitian, contoh perhitungan, penurunan rumus, daftar pernyataan program komputer atau bagan alirnya, spektrum senyawa, diagram rangkaian alat, tabel besar dari satu set percobaan, peta, teks, dan sebagainya yang kalau dimasukkan ke dalam tubuh tulisan akan mengganggu jalan cerita. Jangan masukkan informasi penting ke dalam lampiran karena bagian ini sering terlewatkan oleh pembaca. 3. Riwayat Hidup Menguraikan secara singkat tempat dan tanggal penulis dilahirkan, nama kedua orang tua, pendidikan sejak SMU, tahun diterima di Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan lewat jalur USMI atau SPMB, riwayat studi di IPB (kegiatan ekstra kurikuler seperti kegiatan organisasi, asisten mata kuliah, lomba karya ilmiah dan pengalaman kerja bila ada) beserta pas foto ukuran 3 x 4 cm2.

3. TEKNIK PENULISAN SKRIPSI 3.1. Sistematika Sistematika skripsi adalah sebagai berikut: 1. Halaman Sampul 2. Halaman Pernyataan 3. Ringkasan 4. Halaman Hak Cipta (tidak wajib) 5. Halaman Judul 6. Halaman Pengesahan 7. Kata Pengantar 8. Daftar Isi 9. Daftar Tabel 10. Daftar Gambar 11. Daftar Lampiran 12. Unsur lain yang mungkin ada misalnya Glosari 13. Pendahuluan 14. Tinjauan Pustaka 15. Bahan dan Metode 16. Hasil dan Pembahasan 17. Kesimpulan 18. Daftar Pustaka 19. Lampiran 20. Riwayat Hidup

Bagian awal/pembuka

Bagian utama

Bagian akhir

3.2. Bahan dan Ukuran Kertas 1. Kulit luar dibuat tebal (hard cover) berwarna biru donker 2. Kertas yang dipergunakan untuk pengetikan teks menggunakan kertas HVS 80 gram berukuran 21cm x 29,7 cm (A4). 3.3. Format Umum Pengetikan skripsi hanya dilakukan pada satu muka dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Marjin (jarak tulisan dari tepi kertas) Marjin kiri minimal empat cm, marjin kanan tiga cm, marjin atas tiga cm, marjin bawah tiga cm. Bidang yang dibatasi oleh marjin kiri, kanan, atas, dan bawah disebut bidang tulis. 2. Ukuran dan jenis huruf Ukuran huruf yang dipakai adalah yang setara dengan Times New Roman Font 12 atau Arial Font 11 untuk teks. Ukuran dan jenis huruf yang sama harus dipakai secara konsisten pada seluruh skripsi. Jenis huruf lain yang boleh digunakan dalam menulis skripsi diberikan dalam Lampiran 1. 3. Jarak antar baris Jarak antara dua baris pengetikan dalam satu bab adalah 2 spasi. 4. Halaman penyekat tidak diperlukan diantara bab. 5. Cara pengetikan Aturan minimal yang sangat mendasar mengenai cara pengetikan adalah sebagai berikut:

a Jarak antara dua kata yang berturutan adalah satu ketukan mesin ketik atau komputer. b Jarak antara titik (.) dengan kalimat atau huruf berikutnya adalah satu atau dua ketukan. c Jarak antara titik dalam singkatan dengan huruf berikutnya adalah satu ketukan. d Jarak antara koma (,) dengan huruf berikutnya adalah satu ketukan. e Jarak antara titik koma (;) dengan kalimat atau huruf berikutnya adalah satu atau dua ketukan. f Jarak antara angka dengan satuannya adalah satu ketukan, kecuali untuk %, tidak ada jarak antara satuan dengan angka di depannya. 6. Naskah skripsi rata kiri (align left). 7. Penomoran Halaman a. Bagian awal skripsi dimulai dari halaman sampul skripsi sampai dengan daftar lampiran atau unsur lainnya, diberi nomor halaman dengan angka Romawi kecil. Nomor Halaman Sampul, Halaman Judul dan Halaman Persetujuan tidak ditampilkan. b. Bagian utama dan bagian akhir dimulai dari pendahuluan (Bab I) sampai dengan halaman terakhir dari lampiran dan riwayat hidup, diberi nomor halaman dengan angka Arab (1, 2, 3, dan seterusnya). c. Nomor halaman diletakkan pada sebelah kanan atas, kecuali pada halaman Bab baru, nomor halaman diletakkan di tengah bagian bawah. Pengetikan nomor halaman adalah 2,5 cm tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atas atau bawah dimana diperlukan. 3.4. Bagian Pembuka 1. Halaman Sampul: a Warna sampul sesuai dengan warna Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yaitu biru donker. b Halaman sampul skripsi dibuat dari kertas jenis linen yang dilaminasi plastik dan diberi cetakan pada punggungnya (Lampiran 2). c Pada halaman sampul dicetak judul,nama lengkap (jangan disingkat) tanpa menulis NRP, logo IPB, nama departemen, nama fakultas, institut, dan tahun lulus (Lampiran 3 dan 4). d Judul harus menarik, positif, singkat, spesifik tetapi cukup jelas untuk menggambarkan penelitian atau kegiatan yang dikerjakan. e Judul sebaiknya tidak lebih dari 12 kata (tidak termasuk kata sambung dan kata depan). f Dalam judul harus dihindari kata kata klise seperti penelitian pendahuluan, studi, penelaahan, pengaruh, serta pemakaian kata kerja pada awal judul. g Judul skripsi seluruhnya diketik dengan huruf besar (Times New Roman Font 14 atau yang setara) tanpa ada singkatan, kecuali untuk singkatan yang berlaku umum, misal PT dan sebagainya. Pengetikan judul skripsi diatur secara simetrik di tengah bidang tulis tanpa diakhiri dengan tanda titik. Bila judul lebih dari 2 baris, jarak antar baris pengetikan adalah 1 spasi h Nama latin untuk mahluk yang sudah umum jangan digunakan dalam judul dan hindari singkatan yang tidak perlu. i Umumnya judul cenderung bersifat indikatif, artinya merujuk pada pokok bahasan dan bukan pada kesimpulan. j Hindari singkatan yang tidak perlu dalam penulisan judul.

2. Halaman Pernyataan: a Contoh halaman pernyataan dapat dilihat pada Lampiran 5 dan 6. b Diantara sampul luar dan halaman pernyataan tidak perlu diberi kertas tambahan seperti halaman yang sama dengan sampul luar dan halaman penyekat. 3. Ringkasan: a Kata Ringkasan ditulis dalam huruf kapital dan diletakkan di tengah tengah dengan huruf Times New Roman font 14 atau yang setara. b Ringkasan dibuat dengan menyebutkan terlebih dahulu nama lengkap (jangan disingkat) penulis diketik dengan huruf kapital dua spasi di bawah judul kemudian judul penelitian, selanjutnya dibimbing oleh xxx (nama komisi pembimbing lengkap tanpa gelar) ditulis dalam huruf kapital (Lampiran 7 dan 8), c Disusun dalam beberapa paragraf dan panjang tidak lebih dari 1 halaman, diketik dengan jarak satu spasi, dan tidak menggunakan singkatan, d Hanya memuat teks, tidak ada pengacuan pada pustaka, gambar dan tabel, 4. Halaman Hak Cipta: Cara pencantuman pernyataan untuk melidungi hak cipta terdapat pada Lampiran 9 dan 10. 5. Halaman Judul: a Nama penulis harus lengkap dan jangan disingkat. b Kalimat yang ditulis harus simetri ditengah tengah daerah pengetikan (Lampiran 11 dan 12). 6. Halaman Persetujuan/Pengesahan: a Halaman ini memuat judul, nama lengkap mahasiswa, nomor pokok /NRP, nama departemen, nama dan tanda tangan Dosen Pembimbing, nama dan tanda tangan Ketua Departemen dan tanggal lulus (Lampiran 13 - 14). b Hanya gelar akademik yang ditulis menyertai nama Dosen Pembimbing maupun Ketua Departemen. 7. Kata Pengantar: a Hindari penomoran ungkapan yang berlebihan. b Santunan diungkapkan dengan serius, wajar dengan tutur kata yang beradab, dalam gaya bahasa yang tetap dijaga lugas, tanpa memuji muji siapapun dan tidak terkesan main main. c Ucapan Terima Kasih dapat dipisahkan dari Kata Pengantar menjadi satu bab tersendiri. d Panjang kata pengantar sebaiknya tidak lebih dari satu halaman (Lampiran 15). 8. Daftar Isi: a Disusun secara teratur menurut nomor halaman yang memuat Judul Bab dan Subbab, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran, Daftar Pustaka dan Lampiran. b Judul daftar isi diketik dengan huruf kapital, ditempatkan di tengah, dua spasi dibawah marjin atas. c Kata halaman untuk menunjukkan nomor halaman ditempatkan di pinggir kanan, dua spasi di bawah kata Daftar Isi. d Pengetikan antar bab dua spasi sedangkan antara bab dengan subbab dan antar anak bab satu spasi. e Judul setiap bab diketik dengan dengan huruf kapital dan judul subbab hanya huruf pertama saja diketik dengan huruf kapital (Lampiran 16 dan 17). 10. Daftar Tabel, Daftar Gambar

10

a Daftar Tabel, Daftar Gambar dan Daftar Lampiran dibuat berurutan b Diketik pada halaman tersendiri dengan format seperti Daftar Isi (Lampiran 18 20). 11. Daftar Lampiran a Daftar lampiran diperlukan bila terdapat dua atau lebih lampiran. b Lampiran dapat berupa tabel, gambar atau teks dan semuanya disusun dengan nomor urut sesuai dengan urutan penyebutannya dalam tubuh tulisan (Lampiran 21). c Lampiran didahului oleh satu halaman yang hanya memuat kata LAMPIRAN menggunakan huruf Times New Roman dengan ukuran huruf 20 atau Arial Font 20 dicetak tebal (Bold) dan ditempatkan simetri di tengah tengah halaman (lihat halaman 24 yang mendahului kumpulan lampiran dalam pedoman ini). Halaman ini tidak diberi nomor. d Setiap judul lampiran harus dituliskan tahun dikeluarkan dan sumbernya. 12. Unsur lain yang mungkin ada 3.5. Bagian Utama 1. Judul Bab dan Sub-bab a Judul Bab diketik dengan huruf besar semua diatur simetris di tengah bidang tulis tanpa diakhiri dengan titik, dicetak tebal pada tengah atas halaman baru dengan menggunakan huruf Times New Roman ukuran huruf 14 atau Arial Font 14. Jika judul lebih dari satu baris, maka jarak antar baris adalah 1 spasi. Jarak dari judul bab ke subbab atau tulisan pertama adalah 3 spasi. b Subbab merupakan bagian dari suatu bab. Semua kata pada judul sub-bab dimulai dengan huruf besar kecuali kata sambung dan kata depan, tanpa diakhiri dengan titik. Jarak antara subbab dan kalimat pertama adalah 2 spasi, sedangkan jarak baris terakhir pada kalimat sebelum penulisan judul subbab berikut adalah 3 spasi. Menggunakan huruf Times New Roman font 12 atau Arial Font 12 c Jika suatu subbab mempunyai beberapa bagian maka perlu dibuat sub-subbab. Jarak antara judul sub-subbab dengan kalimat pertama adalah 2 spasi, sedangkan jarak antara baris terakhir pada kalimat dengan sub-subbab berikut adalah 3 spasi. Judul yang derajadnya di bawah sub-bab tersebut diketik mulai dari batas kiri. Hanya huruf pertama diketik dengan huruf besar tanpa diakhiri dengan tanda titik d Rincian ke bawah Jika dalam penulisan naskah memerlukan rincian ke bawah, rincian tersebut disajikan dengan urutan abjad atau angka sesuai dengan rincian, dan tidak dibenarkan mempergunakan tanda penghubung, notasi atau tanda yang lain. Penomoran Bab dan Sub-bab Bab, sub-bab, sub-sub-bab, dst. kalau ada, masing-masing mempunyai derajad atau tingkatan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya dibedakan cara penulisannya. Terdapat beberapa cara untuk membedakan derajad tersebut. Panduan ini mengacu pada cara atau metode yang dimodifikasi dari FAO, yaitu penomoran bab dan subbab dilakukan dengan menggunakan urutan angka arab tetapi pada penulisan Sub-bab dan derajad yang lebih rendah setiap kali kembali ke sisi paling kiri dari batas ruang penulisan. Contoh cara ini adalah sebagai berikut:

11

1. 2.

Pendahuluan Bab Bahan dan Metode Bab ..................................................................dst. 2.1. Tempat dan Waktu Penelitian Sub-bab ..................................................................dst. 2.1.1. Mulut sungai Sub-sub-bab .................................................................dst. 2.1.2. Perairan pantai Sub-sub-bab .................................................................dst. 2.2. Alat dan Bahan Penelitian Sub-bab 2.2.1. .............. 2.2.2. ................ Kalau masih ada derajad yang lebih rendah, urutan lengkapnya adalah sebagai berikut (indentasi diberlakukan dimana diperlukan): 1. 1.1. 1.1.1. 1.1.1.1. 1) (1) (2) 2) (1) (2) dst. 2. Alinea baru Alinea baru diberi indentasi, dimulai pada ketukan keenam dari marjin kiri. 4. Penulisan Bahan dan Metode a. Bab Bahan dan Metode berisikan keterangan mengenai bahan-bahan dan metode yang digunakan dalam penelitian atau penyusunan metode yang digunakan. Bahan dapat ditulis tersendiri dalam suatu sub-bab, dengan catatan semua bahan yang dipakai harus disebutkan. Dapat juga bahan-bahan yang digunakan dinyatakan dalam satu kesatuan dengan metode, dalam arti pada saat menjelaskan mengenai metode yang dikerjakan sekaligus menyebutkan bahan-bahan yang dipakai. b. Dalam menuliskan bahan kimia tertentu harus dituliskan nama bahan berikut rumus kimianya secara benar. Sebagai contoh: asam sulfat (H2SO4); perhatikan penulisan angka 2 dan 4 harus lebih kecil dan lebih rendah (subscript) sebagaimana seharusnya, dan tidak dituliskan sejajar dan sama dengan huruf lainnya. c. Dalam menuliskan peralatan tertentu yang spesifik, seperti DO-meter, pH-meter, timbangan, mikroskop, ataupun alat lain yang sejenis, harus ditulis lengkap dengan model atau pabrik pembuatnya berikut spesifikasi ketelitian atau kekhususan lainnya. Bab Sub-bab Sub-sub-bab Sub-sub-sub-bab Sub-sub-sub-sub-bab Sub-sub-sub-sub-sub-bab

12

Contoh: (1). S-C-T-meter Analog YSI model 33 (2). DO-meter digital TOA model DO-20 A (3). pH-meter digital TOA model 700 series (4). Timbangan OHauss triple beam balance dengan ketelitian 0.1 g d. Penulisan rumus-rumus ataupun persamaan matematika dalam metoda harus diberi nomor dan harus mengikut cara penulisan baku sebagai berikut: Penulisan yang benar S c = 1 1 n |Yi1 Yi2 | } { n i=1 (Yi1 + Yi2 )

|Y Yi2 | S c = 1 1 / n { i1 } Penulisan yang kurang benar Yi1 + Yi2 Bila menggunakan MS Word, maka penulisan rumus harus menggunakan fungsi fungsi pada Equation Editor ( ), sedangkan penulisan simbol menggunakan fungsi fungsi pada Symbol( ). e. Penulisan satuan pada bahan yang digunakan disesuaikan dengan satuan atau unit internasional. Misalnya g, kg, ton dst; detik, menit, jam dst. f. Metode yang dipergunakan harus jelas, ditulis nama sumbernya bila hasil runutan seseorang. 5. Penyajian Tabel (Lampiran 22) a. Setiap tabel harus diberi nomor tabel secara berurutan dengan menggunakan angka dan diberi judul tabel yang sesuai dengan isi tabel yang akan disajikan. b. Tabel dibuat pada kertas naskah dan diletakkan simetris terhadap tepi kiri dan kanan pengetikan c. Huruf dan angka tabel harus diketik. Kolom tabel disusun sedemikian rupa sehingga mudah dibaca. Jarak antara satu baris dengan baris lainnya di dalam tabel 1 spasi. d. Tabel tidak boleh melampaui batas bidang tulis (marjin). e. Tabel boleh diletakkan di tengah halaman, di antara baris baru kalimat teks skripsi; dalam hal ini maka garis batas bawah tabel harus terletak 3 spasi di atas kalimat yang terdapat di bawah tabel f. Nomor dan judul Tabel dicantumkan di atas Tabel yang bersangkutan, berjarak satu spasi dari Tabel. Nomor Tabel dinyatakan dengan angka Arab mulai dengan 1 dan seterusnya berurutan, meskipun pada Bab yang berbeda. Jika judul tabel terdiri lebih dari satu baris, jarak antar baris adalah satu spasi dan huruf pertama pada baris kedua dan seterusnya ditulis lurus dengan huruf pertama judul tabel. Judul Tabel diketik dengan jenis dan ukuran huruf yang sama dengan yang dipakai dalam skripsi. Ukuran huruf dan angka di dalam Tabel boleh tidak sama dengan ukuran huruf judul Tabel, sepanjang masih dapat dibaca dengan mudah. g. Baris pertama judul tabel harus terletak 3 spasi di bawah baris terakhir teks. Jarak dari judul tabel dengan tabel adalah satu spasi.

13

h. Tabel tidak boleh dipotong. Tabel yang memerlukan kertas yang lebih besar dari halaman naskah dapat dipakai, tetapi sebaiknya hanya tabel yang jika dilipat satu kali sudah mencapai ukuran halaman naskah saja yang dimasukkan dalam teks i. Jika format tabel terlalu besar, seyogyanya dilampirkan. Ambil data penting sehingga tabel yang dimuat dalam bagian utama skripsi dapat disederhanakan. j. Tabel dapat diletakkan secara portrait atau landscape pada suatu halaman, tergantung dari panjang dan lebar tabel. Lebar tabel diusahakan sama dengan lebar tulisan dalam satu halaman. Suatu tabel sebaiknya diletakkan pada bagian atas suatu halaman. Tabel yang diletakkan pada suatu halaman harus memiliki kalimat yang merujuk pada tabel tersebut. k. Judul tabel harus mengandung informasi yang lengkap, seperti data yang disajikan, tahun, tempat, dll. Tabel harus mencantumkan tahun dikeluarkan dan sumbernya. Penulisan sumber setelah tabel dengan jarak 1 spasi dari baris terakhir tabel 6. Penyajian Gambar (Lampiran 23) a. Seperti halnya tabel, setiap gambar harus diberi nomor gambar secara berurutan dengan menggunakan angka dan diberi judul gambar yang sesuai dengan isi gambar yang akan disajikan. b. Yang dimaksud dengan gambar dalam panduan ini ialah bagan, grafik, peta atau foto. c. Garis batas empat persegi panjang dan gambar diletakkan sedemikian rupa sehingga gambar tersebut tidak melampaui marjin. Gambar diletakkan simetris terhadap batas kertas yang diketik. d. Gambar yang memerlukan halaman yang lebih besar dari halaman naskah disajikan sebagai lampiran. e. Gambar pada kertas grafik pada kertas lain yang ditempel pada kertas tidak diperkenankan. f. Nomor dan judul gambar dicantumkan di bawah gambar yang bersangkutan, berjarak satu setengah spasi dari gambar. Nomor gambar dinyatakan dengan angka Arab mulai dengan 1 dan seterusnya berurutan, meskipun pada Bab yang berbeda g. Judul gambar yang lebih dari satu baris ditulis dengan jarak satu spasi dan huruf pertama pada baris kedua dan seterusnya ditulis lurus dengan huruf pertama judul gambar. Nomor dan judul gambar diletakkan dibawah gambar dengan jarak satu setengah spasi dari gambar. Jarak dari baris terakhir judul gambar dengan kalimat berikutnya adalah 3 spasi. h. Gambar dapat diletakan secara portrait atau landscape pada suatu halaman, tergantung dari panjang dan lebar gambar. Lebar gambar diusahakan sama dengan lebar tulisan dalam satu halaman, tetapi posisi gambar diletakkan ditengah-tengah. Suatu gambar sebaiknya diletakkan pada bagian atas suatu halaman. Gambar yang diletakkan pada suatu halaman harus memiliki kalimat yang merujuk pada gambar tersebut dengan menulis nomor gambar dan dicetak tebal i. Judul gambar harus mengandung informasi yang lengkap, seperti data yang disajikan, tahun, tempat, dll. Gambar harus mencantumkan tahun dikeluarkan

14

dan sumbernya. Suatu gambar dapat dibuat dalam bentuk diagram batang, lingkaran, garis, atau bentuk lainnya seperti foto 3.6. Bagian Akhir 1. Daftar Pustaka Daftar Pustaka adalah daftar yang berisi keterangan lebih lanjut mengenai pustaka yang diacu/digunakan dalam penyusunan Proposal/Laporan Tugas akhir. Jadi perhatikan bahwa HANYA pustaka yang diacu dalam teks yang disertakan dalam Daftar Pustaka. Sebaliknya, pustaka yang diacu dalam teks HARUS disertakan dalam Daftar Pustaka. a Aturan penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut: (1). Daftar pustaka diletakkan setelah bab Kesimpulan dan Saran dan sebelum lampiran tanpa memakai nomor bab. (2). Pustaka disajikan berurutan menurut abjad nama keluarga penulis pertama tanpa diberi nomor urut. Jika terdapat nama pengarang yang dimulai dengan huruf awal yang sama, maka urutan harus sama memperhatikan huruf kedua dari nama. Demikian juga jika huruf kedua dari nama pengarang sama, maka urutan harus memperhatikan huruf ketiga dari nama, dan seterusnya. (3). Pustaka yang disusun oleh lembaga tidak boleh ditulis Anonimous melainkan nama lembaga yang menyusun. (4). Jika terdapat nama pengarang yang sama tetapi tahun pustaka berbeda, maka urutan harus disusun berdasarkan tahun diterbitkan dimana tulisan terbitan tahun yang lebih awal disajikan lebih dulu dari tulisan terbitan tahun yang lebih akhir dan nama pengarang tersebut harus ditulis ulang (tidak diganti dengan garis sepanjang nama pengarang tersebut) seperti yang ditulis pada urutan sebelumnya. (5). Jika terdapat beberapa tulisan yang ditulis oleh satu atau kelompok penulis dengan tahun yang sama, masing-masing pustaka diberi tambahan huruf kecil latin (a, b, c, dst.) di belakang tahun penerbitan (tanpa jarak dengan tahunnya) sesuai dengan urutannya. (6). Jika terdapat lebih dari satu pustaka dengan penulis yang sama, nama penulis tersebut harus ditulis kembali lengkap pada semua pustaka (7). Kalau penulis artikel lebih dari satu orang, antara penulis satu dan berikutnya dibubuhkan tanda koma (,); sebelum nama penulis terakhir ditambahkan kata dan. (8). Jarak tulisan di dalam satu pustaka adalah satu spasi; jarak antar pustaka adalah 2 spasi. (10).Kalau pustaka tersebut terdiri lebih dari satu baris, baris kedua dan seterusnya diketik masuk (indentasi) sebanyak lima huruf. (11).Setiap akhir penulisan nama pengarang, tahun terbit, judul pustaka, nama penerbit, dan tempat penerbit dibubukan tanda titik. b Kata asing dan kata baku dalam penulisan dan mengacu pustaka: Kata baku penulisan pustaka (biasanya kata Latin) tidak diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Contoh: in, in situ, et al., dst. ditulis apa adanya dan dicetak miring. Kata dalam, dkk., dst. tidak baku dalam penulisan pustaka sehingga tidak digunakan. Jadi tulisan ilmiah dalam Bahasa Indonesia masih menggunakan kata in, et al., dst. Kata asing selain kata Latin diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, misalnya and menjadi dan.

15

c Urutan keterangan dalam daftar pustaka adalah sebagai berikut: (1). Buku teks: Nama pengarang. Tahun penerbitan. Judul buku. Nama penerbit. Kota penerbit, Negara bagian (untuk terbitan AS) atau Negara (untuk terbitan di luar AS). Jumlah halaman (sebaiknya disebutkan juga jumlah halaman awal). Kalau dalam buku yang diacu terdapat lebih dari satu kota penerbit, gunakan nama kota yang pertama. Contoh: (a). Buku teks (seluruh buku) 1 Mann, K. H. dan J. R. N. Lazier. 1991. Dynamics of marine ecosystems. Blackwell Scientific Publications. Boston, Ma. xiv + 466 h. (di dalam buku di atas sebenarnya disebut nama kota penerbit berturut-turut: Boston, Oxford, London, Edinburgh, Melbourne, Paris, Berlin, Vienna). 2 Wulff, F., J. G. Field, dan K. H. Mann. 1989. Network analysis in marine ecology: Methods and applications. Springer-Verlag. Berlin, Germany. 285 h. 3 Sumich, J. L. 1999. An introduction to the biology of marine life. (7th. ed.) McGraw-Hill. Boston, MA. xii + 484 h (b) Buku teks (hanya bagian tertentu saja yang diacu) 1. Mann, K. H., dan J. R. N. Lazier. 1991. Dynamics of marine ecosystems. Hal. 343-349. Blackwell Scientific Publications. Boston, Ma. xiv + 466 h.

(2). Buku teks (kumpulan tulisan yang diedit) Contoh: Nybakken, J. W. (Ed.). 1971. Readings in marine ecology. Harper & Row. New York, NY. xviii + 544 h. (3). Tulisan di dalam buku teks yang diedit Contoh: (1). Paine, R. T. 1971. Food web complexity and species diversity. h. 482492. In J. W. Nybakken (Ed.), Readings in marine ecology. Harper & Row. New York, NY. (2).Groschel, D. H. M., dan B. A. Strain. 1991. Laboratory safety in clinical microbiology, h. 49-58. In A. Balows, W. J. Hausler, Jr., K. L.Herrmann, H. D. Isenberg, dan H. J. Shadomy (ed.), Manual of clinical microbiology, 5th. ed. American Society for Microbiology, Washington, D.C. (4) Buku teks terjemahan Contoh: Nybakken, J. W. 1987. Biologi Laut: suatu pendekatan ekologis. Diterjemahkan oleh H. M. Eidman, Koesoebiono, D. G. Bengen, M. Hutomo, dan S. Sukardjo. PT Gramedia. Jakarta, Indonesia. xv + 443 h.

16

(5). Prosiding suatu pertemuan ilmiah Contoh: 1. Bray, N. A., S. Hautala, dan J. Pariwono. 1996. Large scale sea level and thermocline variations in the Indonesian throuhgflow region, h. 702716. In A. Nontji, S. Soemodihardjo, A. G. Ilahude, D. Setyapermana, D. P. Praseno, M. K. Moosa, dan S. R Ongkosongo (ed.), Sustainability of the marine environment: an integrated scientific approach to coastal area management. Proceedings of the IOC-WESTPAC 3rd. International Scientific Symposium, 22-26 November 1994, Bali, Indonesia. Research Development Centre for Oceanology-Indonesian Institute of Sciences, Jakarta, Indonesia. 2 Kaswadji, R. 1992. Bacterioplankton dynamics in the lower Mississippi river at Plaquemine, Louisiana, USA, h. 109-122. In Conservation of lake ecosystem and management on watershed. Proceedings of the sixth international symposium on river and lake environment, 2-6 July 1992, Chuncheon, South Korea. Environmental Research Institute-Kangweon National University. Chuncheon, South Korea.

(6) Jurnal: Nama pengarang. Tahun penerbitan. Judul artikel. Nama jurnal (sebisanya singkatan resmi jurnal bersangkutan, dicetak miring). Volume(Nomor):Halaman awal-Halaman akhir. Bila tidak ada nama singkatan resmi dari suatu jurnal, maka nama jurnal ditulis secara lengkap Daftar singkatan beberapa jurnal yang relevan dengan Ilmu Kelautan disajikan pada Lampiran 24 Contoh: 1. Mitz, S. V. dan M. C. Newman. 1989. Allometric relationship between oxygen consumption and body weight of mosquitofish, Gambusia affinis. Env. Biol. Fish. 24(4):267-273. 2. Kwasniewski, S., H. Hop, S. Falk-Petersen, dan G. Pedersen. 2003. Distribution of Calanus species in Kongsfjorden, a glacial fjord in Svalbard. J. Plankton Res. 25(1):1-20. Conley, D. J. 1997. Riverine contribution of biogenic silica to the oceanic silica budget. Limnol. Oceanogr. 42(4):774-777. Diani, S., P. Sunyoto, dan Mustahal. 1996. Derajat infeksi parasit pada benih kerapu lumpur (Epinephelus suillus) yang ditampung dengan sistim pergantian air berbeda. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. 4(2):11-18.

3. 4.

(7). Mengacu pustaka dari Internet: Di beberapa negara, beberapa informasi dari internet tidak diijinkan sebagai sumber informasi ilmiah, karena infromasinya tidak melalui peer review dan cenderung siapa saja bisa men-upload; Wikipedia sama sekali dilarang; di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, Wikipedia juga dilarang; tetapi kalau terpaksa, ini urutannya:

17

Nama pengarang. Tahun penerbitan. Judul tulisan. Alamat/Situs internet. Contoh: CIA. 1998. World Fact Book. http://www.odci.gov/cia/publications/nsolo/wfb-all.htm Kalau dalam literatur internet tidak tercantum tahunnya, maka dalam daftar pustaka harus dicantumkan tanggal, bulan dan tahun situs tersebut diakses. Contoh: Klenk, T. An Introduction to Marine Biology and Oceanography. http://darter.ocps.net/classroom-klenk/Ecology.htm. [27 Mei 2004] (Untuk yang terakhir ini, lebih baik dicari lebih lanjut penerbit dan sebagainya dari buku ini lalu dicatat sebagai buku teks biasa). d Cara menuliskan nama pengarang Sebutkan inisial nama depan dan nama tengah (kalau ada), kemudian disusul nama keluarga penulis untuk setiap anggota penulis. Hanya penulis pertama yang disebutkan dengan nama keluarga duluan. Tuliskan nama persis seperti yang tertera pada suatu artikel; kalau misalnya seorang penulis dalam satu artikel tertulis sebagai J. Williams dan di artikel lain sebagai J. M. Williams, jangan merubah nama tersebut hanya untuk mengejar konsistensi. Perlakukan Jr. dan tambahan lain dari suatu nama sebagai berikut: (1) Misalkan nama: John Smith, Jr. dan Margaret Jones III. Sebagai penulis pertama: Smith, J., Jr., ...............; Jones, M., III. ....... Bukan sebagai penulis pertama: J. Smith, Jr. ......; M. Jones III. ......... (2) Setiap inisial harus berupa satu buah huruf: T., bukan Th.; M., bukan McL; O., bukan ON. (3) Lembaga, komisi, asosiasi, jurnal, atau badan lain dapat berfungsi sebagai pengarang. Misalnya: APHA, WHO, FAO, BPPT, LIPI, dst. e Mengacu pustaka Mengacu suatu pustaka (di dalam tulisan) dilakukan dengan menuliskan nama keluarga (surname) atau yang dianggap nama keluarga penulis, diikuti dengan tahun penerbitan pustaka tersebut. Kalau penulisnya berjumlah dua orang, tuliskan nama keluarga keduanya; kalau penulisnya berjumlah lebih dari dua orang, tuliskan nama keluarga penulis pertama kemudian disusul dengan kata et al.. Perhatikan bahwa et al. dicetak miring karena merupakan kata asing dan diakhiri dengan titik setelah kata al. (et al.). Beberapa contoh dalam mengacu pustaka adalah sebagai berikut: Contoh: (1). Conley (1997) meneliti tentang kontribusi silika dari sungai ke laut ...... dst (2). Kontribusi silika dari S. Mississippi ke laut sebesar 111,8 mol/l (Conley, 1997) (3). Clarke dan Leakey (1996) melaporkan bahwa siklus musiman plankton .....dst. (4). Siklus musiman fitoplankton di ekosistem laut (Clarke dan Leakey, 1996) .... dst. (5). Diani et al. (1996) melaporkan bahwa ........................ dst.

18

(6). ..................................................... (Diani et al., 1996) ............................ dst. (7). ...................................................... (Diani et al., 1996). Kalau suatu pernyataan mengacu pada lebih dari satu pustaka, antara pustaka yang satu dengan yang lain dipisahkan oleh dan atau titik koma (;). Contoh: (1). Conley (1997) dan Diani et al. (1996) menyatakan ............... (2). ................... (Conley, 1997; Diani et al., 1996; Clarke dan Leakey, 1996). 2. Lampiran a. Lampiran disusun setelah daftar pustaka dengan nomor halaman melanjutkan nomor halaman daftar pustaka, namun di antara daftar pustaka dan lampiran dipisahkan oleh lembaran yang di tulis lampiran, cetak tebal, huruf besar dan menggunakan huruf Times New Roman 20 dan diletakkan pada tengah-tengah halaman. b. Lampiran diberi nomor dengan angka mulai dari satu dan seterusnya serta diberi judul yang diletakkan di bagian atas lampiran. c. Format penulisan judul lampiran sama dengan format penulisan tabel. 3. Riwayat Hidup: a Ditulis dengan jarak 2 spasi antar baris dan tidak lebih dari satu halaman. b Pada lembar ini, disertakan pas foto ukuran 3 x 4 di sudut kiri atas (Lampiran 25). Bahasa dan Kalimat 1. Bahasa Skripsi ditulis dalam Bahasa Indonesia dengan ejaan yang baku. Kalimat sebaiknya dibuat efektif dan efisien dalam pemakaian kata. Penulisan kalimat yang sangat panjang harus dihindari. Penulisan usulan penelitian dan laporan tugas akhir menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Penulisan istilah atau kata tidak boleh menggunakan bahasa asing apabila telah ada padanan kata dalam Bahasa Indonesia. Jika dianggap perlu untuk lebih menjelaskan, setelah ditulis dalam Bahasa Indonesia dapat ditambahkan bahasa asingnya dalam tanda kurung yang dicetak miring. Seluruh kata yang ditulis dalam bahasa asing harus dicetak miring. 2. Singkatan kata atau istilah. Dapat digunakan terutama untuk singkatan yang telah lazim digunakan. Penulisan singkatan untuk pertama kali harus diuraikan secara utuh dan baru ditulis singkatannya dalam tanda kurung. Pada penulisan selanjutnya cukup dengan menuliskan singkatannya saja. 3. Kalimat. Dimulai dengan huruf besar dan harus jelas strukturnya yang mengandung unsur Subjek, Predikat, Objek dan keterangan (SPOK) sesuai dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hindari kalimat yang terlalu panjang dan rancu agar tidak mengaburkan makna dari kalimat tersebut. Kalimat tidak boleh dimulai dengan kata sambung, seperti: dan, maka, atau, sedangkan. Sebuah kalimat harus diakhiri

19

dengan titik. ketukan.

Setelah titik untuk memulai kalimat berikutnya diberi jarak dua

4. Bilangan. Penulisan bilangan dibawah angka sepuluh dengan menggunakan huruf. 5. Paragraf. Setiap paragraf harus mengandung satu pokok bahasan atau pikiran yang terdiri dari satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Sehingga satu paragraf minimal terdiri dari dua kalimat, yaitu satu kalimat utama dan satu kalimat penjelas. 6. Tanda Baca. Penggunaan tanda baca harus sesuai dengan kebutuhan dan usahakan penggunaan tanda baca seperti koma, titik dua, titik koma, tanda petik satu atau tanda petik dua dalam suatu kalimat tidak membuat rancu kalimat tersebut. Jarak setelah tanda baca ini (kecuali titik) adalah satu ketukan. Aturan umum penulisan naskah asli adalah sebagai berikut: 1. Penulisan tanda baca a. Titik (.) Titik dipakai untuk mengakhiri suatu kalimat b. Koma (,) (1) Koma diperlukan untuk memudahkan membaca kalimat. (2) Koma dipakai untuk menyatakan desimal. Contoh: 2,5; 101,78; 19,05; bukannya 2.5; 101.78; 19.05 (3).Pemakaian koma berikut tidak benar karena memisahkan subyek dari predikat: (a) Plankton dari media TMRL, dibiakkan kembali dalam . . . . . . . . . . . . . (b) Wardoyo (1975), menyatakan bahwa nilai COD perlu diketahui dalam pendugaan pencemaran karena banyaknya . . . . . . . . . . (4) Koma mendahului kata sambung. Koma digunakan sebelum kata sambung (mis. dan, tetapi, atau) kalau kata sambung tersebut menyambungkan anak kalimat yang berdiri sendiri di dalam kalimat majemuk, kecuali jika setiap anak kalimat pendek dan sederhana. (Anak kalimat yang berdiri sendiri memiliki subyek dan predikat dan dapat berdiri sendiri; kalimat majemuk memiliki dua atau lebih anak kalimat). (a) Pada hari pertama, ikan-ikan diinjeksi dengan garam, dan pada hari kedua, mereka diinjeksi dengan acyclovir. (Bedakan dengan kalimat berikut: Ikan-ikan diinjeksi dengan garam dan acyclovir) (b) Metode tersebut sangat populer, tetapi belum pernah dicoba di perairan tropis. (Tetapi: Metode tersebut sangat disukai tetapi mahal). (5) Koma digunakan untuk menuliskan atau nyatakan seri.

20

Setiap kata, ungkapan, atau anak kalimat dalam satu seri terdiri dari tiga atau lebih yang dihubungkan dengan kata sambung dan atau atau harus diikuti dengan koma (termasuk yang didepan kata sambung) kecuali kata yang terakhir. (a) Medium tersebut mengandung agar, glukosa, sodium piruvat atau sodium sitrat, dan asam amino. (b) Medium tersebut mengandung agar, glukosa, asam amino, dan sodium piruvat atau sodium sitrat. (c) Kisaran reaksi, waktu puncak reaksi, dan jenjang keseimbangan ditentukan berdasarkan hasil percobaan sebelumnya. c. Titik koma (;) (1). Titik koma dapat digunakan untuk menyambungkan anak kalimat yang tanpa kata sambung. Contoh: Percobaan pertama tidak memuaskan; meskipun demikian, modifikasi sederhana dari metode tersebut dapat memecahkan masalah. (2).Titik koma digunakan untuk memisahkan beberapa hal dalam seri kalau setiap hal tersebut masing-masing memiliki koma. (a) Studi ini dibiayai oleh Ditjen Dikti, Depdikbud; Ditjen Perikanan, Deptan; dan Universitas Goteborg, Goteborg, Swedia. (b) Seminar internasional bulan lalu dilaksanakan bersama-sama oleh IPB, Bogor; UI, Jakarta; dan ITB, Bandung. d. Titik dua (:) (1) Titik dua (:) dipakai untuk memperkenalkan suatu daftar atau seri. Huruf besar tidak boleh digunakan pada kata pertama setelah titik dua (kecuali misalnya untuk titel atau nama). Anggota daftar atau seri tersebut harus mengikuti kaidah paralelisme. Contoh: Medium XYZ mengandung bahan-bahan berikut: (NH4)2SO4 10 g/ml; potasium sulfat (pH 7.0), 50 M; dan glukose, 55 M. (2) Titik dua tidak digunakan kalau daftar/seri secara gramatika sudah menyelesaikan kalimat. Contoh: Benar: Medium XYZ mengandung 10 g (NH4)2SO4 per ml, 50 M potasium sulfat (pH 7.0), dan 55 M glukose, Salah: Medium XYZ mengandung: (NH4)2SO4, potasium sulfat, dan glukose. (3) Titik dua digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik. Contoh: Eksperimen diakhiri pada pukul 10:32:47 WIB. 7. Gramatika a. Paralelisme Anggota daftar atau seri harus mengikuti kaidah paralelisme. Contoh:

21

(1). Salah: Prosedur tersebut dilakukan dengan menyaring, mendinginkan, dan 2 ml diambil untuk percobaan. Benar: Prosedur tersebut dilakukan dengan menyaring, mendinginkan, dan mengambil 2 ml untuk percobaan. (2).Salah: Beberapa ikan mengalami dehidrasi, kehilangan berat, dan empat ekor mati. Benar: Beberapa ikan mengalami dehidrasi dan kehilangan berat, dan empat ekor mati. (3). Salah: Pada hari ketiga larva ikan diamati untuk melihat laju kematiannya. Benar: Pada hari ketiga larva ikan diamati untuk dilihat laju kematiannya.

22

4. PENYELESAIAN 4.1. Pemeriksaan (Check List) Sebelum draft skripsi digandakan dan dijilid sebagai bahan ujian skripsi, maka perlu dilakukan pemeriksaan atau pengecekan mengenai kelengkapan, kesalahan ketik, format dsb. Perlu diperhatikan bahwa meskipun hampir selalu ada perbaikan draft setelah ujian skripsi, tetapi draft skripsi sebagai bahan ujian haruslah diperlakukan layaknya skripsi yang sudah final atau siap cetak. Hal ini penting, karena draft final skripsi tersebut akan dinilai oleh tim penguji, sebagai bagian dari penilaian ujian. Untuk itu sebelum draft final digandakan sebagai bahan ujian harus dicek sekali lagi berdasarkan daftar pemeriksaan (check list) (Lampiran 26). Bila semua daftar pemeriksaan tersebut sudah terpenuhi, dengan memberikan tanda () pada setiap pertanyaan, berarti draft skripsi telah siap untuk digandakan. Daftar pemeriksaan (check list) ini harus disertakan (dilampirkan) pada penyerahan draft final sebagai bahan ujian maupun sebagai bahan yang siap untuk digandakan dan dijilid untuk disahkan. 4.2. Jumlah Skripsi (CEK KEMBALI JUMLAH YANG BENAR BERDASARKAN ATURAN YANG BARU) Sebagai bahan untuk ujian, skripsi harus sudah dijilid rapi, walaupun tidak harus dengan cover khusus. Draft ini digandakan sebanyak jumlah anggota tim penguji ditambah satu pegangan mahasiswa. Sebagai skripsi yang siap untuk dijilid dan disahkan, penggandaan dilakukan sebanyakbanyaknya adalah enam (6) eksemplar, dengan rincian, masing-masing satu untuk Departemen, Fakultas, IPB, Pembimbing Utama, Pembimbing Anggota (bila ada) dan yang bersangkutan. Dengan demikian keenam eksemplar skripsi ini merupakan skripsi asli yang akan mendapat pengesahan secara langsung. Bilamana masih diperlukan beberapa eksemplar lagi untuk diberikan kepada pihak lain, maka cukup dilakukan penggandaan (fotokopi) dari salah satu yang asli tersebut.

23

BAHAN BACAAN American Society for Microbiology. 1991. ASM Style Manual for Journals and Books. American Society for Microbiology. Washington, D. C. x + 199 h. Davis, M. 1997. Scientific Papers and Presentations. Academic Press. San Diego, CA. xviii + 296 h. Houp, K. W. dan T. E. Pearsall. 1977. Reporting Technical Information. Third Edition. Glencoe Publishing Co., Inc. Encino, CA. vi + 472 h. Lannon, J. M. 1982. Technical Writing. Second Edition. Little, Brown and Company. Boston, MA. Xvi + 623 h. Louisiana State University and A & M College. Guidelines for the Preparation of Theses and Dissertations. The Graduate School, LSU A & M. Baton Rouge, LA. iv + 26 h. Rahman, M., I. Gandjar, dan A. A. de la Cruz. 1995. Skripsi. Higher Education Development Support. USAID-Jakarta. Jakarta, Indonesia. Saint Marys University. Thesis format requirements and binding procedures. Saint Marys University. Halifax, NS, Canada. The University of New England. 1980. Style Booklet for Footnotes and Documentation. The University of New England. Armidale, NSW, Australia. vi + 13 h. Woodford, F. P. (Editor). 1976. Scientific Writing for Graduates Student. A manual on the teaching of scientific writing. Council for Biology Editors. USA. x + 190 h.

24