Anda di halaman 1dari 3

PortalHR.

com Konsultasi Klinik HR Strategis HR Strategis

HR Strategis

Strategi Menghadapi Wawancara dengan Direksi


Oleh : Ardiningtiyas Pitaloka

Tentang Penulis Selasa, 3 November 2009 - 2:19 WIB Share : Share inShare Pertanyaan Saya 25 tahun, sekarang sedang mencari pekerjaan lain karena jabatan saya di sebuah PTN sebagai karyawan honorer saya rasa kurang berprospek. Sekarang saya sedang menapaki tahap tes kesehatan di sebuah bank, yang akan berlanjut ke tes interview dengan top manajemen dan terakhir interview dengan direksi. Saya sangat mengincar posisi administrasi di bank itu, mengingat jabatan saya sebelumnya juga administrasi. Yang saya tanyakan, 1) Bagaimana cara menghadapi interview dengan big boss sekelas top manajemen dan direksi, dan hal-hal apa saja yang sering ditanyakan? 2) Apa saja yang termasuk dalam job desk administrasi di bank?

Dian - ITS, Surabaya

Jawaban

Sebelumnya, selamat atas usaha Anda hingga ke tahap ini. Yang mungkin perlu diingat, jika perusahaan tersebut merupakan perusahaan keluarga, ada kemungkinan big boss adalah pemilik, artinya interview akan lebih untuk mencari chemistry. Kemungkinan lain, dia adalah pimpinan user yang akan bekerjasama secara intensif dengan Anda, kurang lebih sama, namun ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan secara formal, yakni kompetensi menyeluruh. Berikut mungkin bisa menjadi tips dasar untuk menghadapi interview dengan top manajemen: 1. Istirahat agar fresh. Serius, ini harus dilakukan agar Anda berada dalam mood yang positif, sekaligus mengimbangi nervous yang merambat. 2. Tampil formal tapi cukup. Gunakan pakaian formal (blazer sehingga rapi) berwarna terang. Jika termasuk industri kreatif, boleh juga untuk berwarna tapi harus sesuai dengan kepribadian Anda agar nyaman. 3. Pelajari kembali resume Anda. Ini yang akan menjadi sumber interview nantinya. 4. Review kembali tugas akhir akademik dan project yang pernah Anda tangani (buat catatan rapi-sistematis sehingga memudahkan Anda dalam mereview secara pribadi bukan untuk dibaca ketika interview. Fungsinya, jika terdapat pertanyaan tentang ini, Anda tidak perlu waktu terlalu lama untuk mengingat). 5. Riset perusahaan. Anda harus mengetahui informasi dasar perusahaan tersebut, carilah di web atau telepon ke bagian informasi untuk mendapatkan informasi dasar. Ini menunjukkan keseriusan dan minat Anda untuk bergabung di sana. 6. Kuasai aplikasi. Anda mungkin baru di pekerjaan yang dilamar, namun bukan alasan untuk tidak mengetahuinya. Cari informasi di internet tentang lowongan pekerjaan tersebut. Ini juga menunjukkan keseriusan Anda juga. 5. Jeda menjawab. Beri jeda sekitar 5 detik (Anda bisa menghitung dalam hati), fungsinya untuk menenangkan diri, menganalisis pertanyaan dan memberi kesan bahwa jawaban Anda sungguh-sungguh 6. Menjawab dengan STAR (situation, task, action, result). Latih teknik ini secara sederhana dengan bercerita satu project (bisa tugas akhir) ke teman Anda, agar jawaban Anda sistematis dan jelas 7. Persiapkan dokumen (surat lamaran, resume-CV, ijazah, foto, portfolio). Meskipun telah di tahap akhir, ada baiknya berjaga-jaga jika diperlukan untuk bahan diskusi. Jika ada hal yang Anda sama sekali tidak tahu, jangan ragu untuk berterus-terang dan yakinkan bahwa Anda siap untuk mempelajari hal-hal baru terkait dengan tugas. Perbanyak informasi seputar pekerjaan dan cakupan industri perusahaan itu. Selanjutnya, saya yakin, Anda bisa mengembangkan tips di atas sesuai diri Anda. Sukses untuk Anda!

Anda dapat mengirim pertanyaan konsultasi dengan meng

Pada dasarnya, menghadapi interview dengan pihak direksi sama saja dengan interview dengan pihak HRD atau user dari sebuah perusahaan. Tips-tips umum seperti: datang tepat waktu, tampil relaks dan percaya diri, jabat tangan yang dan kontak mata yang ramah, jawaban yang jujur dan taktis dengan tata bahasa yang baik serta sikap tubuh dan intonasi suara yang antusias tetap perlu

diperhatikan. Beberapa hal yang dapat ditambahkan adalah: 1. Sebaiknya kenakan busana yang lebih formal untuk menunjukkan penghargaan. 2. Perhatikan kalimat pembuka yang disampaikan sehingga anda dapat menangkap hal-hal apa yang dianggap penting atau hal-hal apa yang ingin diketahui dari anda. Biasanya direksi tidak menanyakan mengenai hal-hal teknis dari pekerjaan yang ditawarkan, namun lebih menggali visi dan ide-ide pengembangan yang mungkin dapat anda berikan untuk perusahaan. Persiapkan diri anda dengan hal-hal ini. Direksi biasanya juga melihat sejauh mana kecocokan anda dengan budaya perusahaan. Kadang-kala orang yang tepat secara teknis, belum tentu cocok dengan budaya perusahaan yang ada. Cobalah untuk mengenali budaya perusahaan tersebut melalui company profile, website, atau berbincang-bincang dengan karyawannya. 3. Pada akhir interview, ucapkanlah terima kasih dengan tulus dan sampaikan bahwa anda menghargai kesempatan ini dan sangat tertarik dengan posisi yang ditawarkan. Mintalah kartu nama dan dalam 24 jam setelah interview anda dapat mengirim surat atau email personal yang menunjukkan terima kasih, penghargaan dan manfaat yang anda peroleh dari interview tersebut. Anda juga dapat menambahkan beberapa ide pengembangan yang anda rasa relevan dengan topik yang dibicarakan pada saat interview. Hal ini akan membuat anda berbeda dari calon-calon yang lain. Demikian Pak Entuk, semoga sukses!