Anda di halaman 1dari 1

Pagi itu tanggal 10 Desember 2008, Ribuan

manusia berdesak mengerubungi areal parkiran Dome. Langit memburam dengan sedikit
kebiruan tampak di langit atas UMM Dome. Sengatan sang mentari tiada lagi
menghangatkan kulit ari, hembusan angin merasuk hingga ke sumsum tulang rangka, ada
yang mengenakan jaket, payung yang tidurpun menjadi pelindung dari runtuhan air yang
sedikit demi sedikit membasahi permukaan bumi, papan kertas pun tak bisa mengelak
menjadi korban dari air untuk menutupi kepala dari sebagia orang. air hujan semakin
deras , saling berdesakan tak kenal arah untuk mencari teduhan dari basah air hujan yang
terus deras meggurus dome.
waktu telah menunjukkan pukul 08.00, tetes demi setetes air masih dengan rasa malunya
membasahi daratan, salah seorang panitia terdengar suaranya menggema dari sound
system di samping kanan dan kiri pintu masuk "Pintu segera dibuka" serentak ribuan
kepala berdesak, bersikut, berdebar dada, keluar pula keringat dingin, memasuki ruang
ujian, ada yang langsung duduk dikursi perjuangan, ada yang berjalan kesana kemari
tiada tahu tempat duduknya, ada yang mencari toilet, ada yang mempersiapkan alat tulis
dan ruang ujian pun menjadi penuh sesak bercampur baur sang lelaki dan perempuan
terpisahkan kursi-kursi tanpa meja.
Seorang lelaki berpakaian coklat dinas, setegah baya, kumis tipis memberikan senyum
lebar kepada peserta disektor 28 khusus peserta ujian jalur guru bahasa inggris SMP,
sedikit menghilangkan getaran denyut nadi dengan sedikit gurauan. kami pun balas
dengan gurauan yang lebih meghilangkan debaran jantung untuk lebih tenang.
Pukul 08.15 soal ujian dan lembar jawaban mulai di edarkan, senang, gugup, pensil 2B
sedikit bergetar, memilih posisi duduk yang enak dan mantap.
Bismillahirrohmanirrohim, satu, dua, tiga,.............tujuh puluh sembilan soal selesai
dikerjakan dengan memberikan arsiran pada masing-masing jawaban a, b, c, d, dan e.
Pengetahuan umum, deret aritmatika, matematika, soal pematangan dan terakhir psikotes,
bentuk soal dibagi tiga A, B, dan C dengan urutan soal acak tidak sama.
Alhamdulillah, 10.30 waktu habis, artinya tiada seorang pun yang boleh mengisi lembar
jawaban yang masih kosong, peserta diam sejenak untuk menunggu giliran soal diambil
oleh panitia. selang beberapa waktu berlalu, peserta mulai sdikit demi sdikit berdiri
keluar ruang dengan nafas lega dan gembira. Namun debaran masih menghantui "Apakah
saya lulus atau tidak"