Anda di halaman 1dari 20

Perkerasan Jalan

PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BARU


Data perencanaan: Jalan kolektor 2 lajur 2 arah, Lebar perkerasan jalan 7 meter. CBR tanah dasar 6%, FR = 1,5 Bahan perkerasan : Laston (MS744) Batu pecah (CBR 100) Sirtu (CBR 50) : a1=0,40 : a2=0,14 : a3= 0,12

Kendaraan ringan 2 ton :1468 kendaraan /hari Bus 8 ton : 668 kendaraan / hari Truk 2AS 13 ton : 108 kendaraan / hari Truk 3 AS 20 ton : 48 kendaraan / hari Truk 5 AS 30 ton : 33 kendaraan / hari Untuk perencanaan dengan masa layanan 10 tahun pertumbuhan lalu lintasnya 8,68% Untuk perencanaan dengan masa layanan 20 tahun pertumbuhan lalu lintasnya 7,68%

Hasil perencanaan : Data lalu lintas tahun 2010 Kendaraan ringan 2 ton Bus 8 ton Truk 2AS 13 ton Truk 3 AS 20 ton Truk 5 AS 30 ton :1468 kendaraan /hari : 668 kendaraan / hari : 108 kendaraan / hari : 48 kendaraan / hari : 33 kendaraan / hari

LHR 2010 = 2325 kendaraan/hari/2lajur Jalan dibuka tahun 2013 (i selama pelaksanaan = 6% per tahun) Perkembangan lalu lintas (i) : untuk 10 tahun = 8,68% untuk 20 tahun = 7,68% Bravo Glorio Asmoro
1

Perkerasan Jalan bahan-bahan perkerasan : Laston (MS 744) Batu Pecah (CBR 100) Sirtu (CBR 50) Penyelesaian : 1. LHR pada tahun 2013 (awal umur rencana) dengan menggunakan rumus LHR2013 = LHR2010 x (1+i)n , dimana n = 2013-2010 = 3 Kendaraan ringan 2 ton : 1468 . (1+0,06)3 Bus 8 ton : 668 . (1+0,06)3 Truk 2AS 13 ton : 108 . (1+0,06)3 Truk 3 AS 20 ton : 48 . (1+0,06)3 Truk 5 AS 30 ton : 33 . (1+0,06)3 = = = = = 1748,41 kendaraan 795,60 kendaraan 128,63 kendaraan 57,17 kendaraan 39,30 kendaraan a1 = 0,40 a2 = 0,14 a3 = 0,12

2. LHR pada tahun ke-10 (tahun 2023), dimana n = 10 Kendaraan ringan 2 ton Bus 8 ton Truk 2AS 13 ton Truk 3 AS 20 ton Truk 5 AS 30 ton : : : : : 1748,41 795,60 128,63 57,17 39,30 . (1+0,0868)10 . (1+0,0868)10 . (1+0,0868)10 . (1+0,0868)10 . (1+0,0868)10 = = = = = 4019,20 kendaraan 1828,90 kendaraan 295,69 kendaraan 131,42 kendaraan 90,35 kendaraan

3. LHR pada tahun ke-20 (tahun 2033), dimana n = 20 Kendaraan ringan 2 ton Bus 8 ton Truk 2AS 13 ton Truk 3 AS 20 ton Truk 5 AS 30 ton 4. Faktor ekivalen Faktor ekivalen merupakan faktor konversi beban sumbu kendaraan terhadap sumbu standar. Adapun rumus dari faktor ekivalen adalah ( ) ; dimana k adalah sumbu kendaraan {1:sumbu tunggal; 0,086: sumbu : : : : : 1748,41 795,60 128,63 57,17 39,30 . (1+0,0768)20 . (1+0,0768)20 . (1+0,0768)20 . (1+0,0768)20 . (1+0,0768)20 = = = = = 7679,71 kendaraan 3494,58 kendaraan 564,99 kendaraan 251,11 kendaraan 172,64 kendaraan

Bravo Glorio Asmoro


2

Perkerasan Jalan tandem; 0,021: sumbu triple} dan L adalah beban sumbu kendaraan. Lebar jalur 7 meter ( ( ( ( ( ) ) ) ) )

Gambar distribusi beban sumbu dari berbagai jenis kendaraan 5. Lintas ekivalen permulaan (LEP) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Dimana : E : angka ekivalen kendaraan C koefisien distribusi lajur, yg nilainya diambil dari tabel 1 Bravo Glorio Asmoro
3

Perkerasan Jalan LHR : lintas harian rata rata. Kendaraan ringan 2 ton Bus 8 ton Truk 2AS 13 ton Truk 3 AS 20 ton Truk 5 AS 30 ton : : : : : Cj LHRj Ej 0,5 .1748,41 . 0,0004 0,5 . 795,60 . 0,1593 0,5 . 128,63 . 1,0648 0,5 . 57,17 . 1,0375 0,5 . 39,30 . 1,3195 = = = = = 0,35 ss/hari 63,37ss/hari 68,48ss/hari 29,66ss/hari 25,93ss/hari

LEP = 187,79 ss/hari

Lebar Perkerasan (m) L < 5,5 5,5 < L < 8,25 8,25 < L < 11,25 11,25< L <15,00 15,00 < L < 18,75 18,75 < L < 22,00

Table I . Faktor distribusi kendaraan Jumlah Kendaraan ringan Kendaraan berat lajur 1 arah 2 arah 1 arah 2 arah 1 1,00 1,00 1,00 1,00 2 0,60 0,50 0,70 0,50 3 0,40 0,40 0,50 0,475 4 0,30 0,45 5 0,25 0,425 6 0,20 0,40

6. Lintas ekivalen akhir (LEA) dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Dimana:

E : angka ekivalen kendaraan C koefisien distribusi lajur, yg nilainya diambil dari tabel 1 LHR : lintas harian rata rata. Untuk umur rencana 10 tahun: Kendaraan ringan 2 ton : Bus 8 ton : Truk 2AS 13 ton : Truk 3 AS 20 ton : Bravo Glorio Asmoro Cj LHRj Ej 0,5 .4019,20 . 0,0004 0,5 .1828,90 . 0,1593 0,5 . 295,69 . 1,0648 0,5 . 131,42 . 1,0375 = = = = 0,8 ss/hari 145,67 ss/hari 157,43 ss/hari 68,17 ss/hari

Perkerasan Jalan Truk 5 AS 30 ton : 0,5 . 90,35 . 1,3195 = 59,60 431,68 ss/hari ss/hari

LEA10= Untuk umur rencana 20 tahun: Kendaraan ringan 2 ton Bus 8 ton Truk 2AS 13 ton Truk 3 AS 20 ton Truk 5 AS 30 ton : : : : : Cj LHRj Ej 0,5 .7679,71 . 0,0004 0,5 .3494,58 . 0,1593 0,5 . 564,99 . 1,0648 0,5 . 131,42 . 1,0375 0,5 . 172,64 . 1,3195 = = = = =

1,54 ss/hari 278,34 ss/hari 300,80 ss/hari 130,26 ss/hari 113,89 ss/hari

LEA20 = 824,83 ss/hari

7. Lintas ekivalen tengah (LET) dihitung dengan rumus sebagai berikut:

LET10 = (LEP+LEA10) = (187,79 + 431,68) = 309,74 ss/hari LET20 = (LEP+LEA20) = (187,79 + 824,83) = 506,31 ss/hari 8. Lintas ekivalen rencana (LER) dihitung dengan rumus: LER = LET . FP Dimana: FP : Faktor penyesuaian (UR/10) UR: Umur rencana LER10 = LET10 . (UR/10) = 309,74. (10/10) = 309,74 ss/hari Bravo Glorio Asmoro
5

Perkerasan Jalan LER20 = LET20 . (UR/10) = 506,31. (20/10) = 1012,62 ss/hari 9. Mencari Indeks Tebal Perkerasan (ITP) Nilai indeks tebal perkerasan dapat diperoleh melalui nomogram CBR tanah dasar DDT : : : : : : : 6% 4,3 log (CBR)+1,7 4,3 log (6) +1,7 5,05 2,0 (dapat dilihat pada tabel 2) 1,5 3,9-3,5 (dapat dilihat pada tabel 3)

IPt FR IP0 (LASTON)

Tabel 2 Indeks Permukaan Air LER (Lintas Ekivalen Rencana) (ss/hari)*) < 10 10-100 100-1000 >1000 Klasifikasi Jalan Lokal 1,0-1,5 1,5 1,5-2,0 Kolektor 1,5 1,5-2,0 2,0 2,0 Arteri 1,5-20 2,0 2,0-2,5 2,5 Tol 2,5

*) LER dalam satuan angka ekivalen 8,16 ton beban sumbu tunggal

Tabel 3 Indeks permukaan pada awal umur rencana (IP0) Jenis Lapis Perkerasan LASTON IPo 4 3,9 3,5 LASBUTAG Bravo Glorio Asmoro
6

Roughness *) (mm/km) 1000 >1000 2000

3,9 3,5

Perkerasan Jalan 3,4 3,0 HRA 3,9 3,5 3,4 3,0 BURDA BURTU LAPEN 3,9 3,5 3,4 3,0 3,4 3,0 2,9 2,5 LATASBUM BURAS LATASIR JALAN TANAH JALAN KERIKIL 2,9 2,5 2,9 2,5 2,9 2,5 2,4 2,4 >2000 2000 >2000 <2000 <2000 3000 >3000

*) Alat pengukur roughness yang dipakai adalah roughmeter NAASRA, yang dipasang pada kendaraan standar datsun 1500 station wagon, dengan kecepatan kendaraan 32 km per jam. Nomogram 4 LER10 = 309,74 ss/hari ITP10 = 7,9 LER20 = 1012,62 ss/hari ITP20 = 10,3

Bravo Glorio Asmoro


7

Perkerasan Jalan Nomogram Perencanaan ITP

Menetapkan tebal perkerasan Untuk umur rencana 10 tahun: ITP10 = a1D1 + a2D2 + a3D3 7,9 = 0,4 D1 + 0,14.20 + 0,12.10 = 0,4 D1 + 4 D1 = 9,75 cm (dapat dilihat pada tabel 4)

Bravo Glorio Asmoro


8

Perkerasan Jalan Gambar konstruksi perkerasan :

Untuk umur rencana 20 tahun: ITP20 = a1D1 + a2D2 + a3D3 10,3 = 0,4 D1 + 0,14.20 + 0,12.10 = 0,4 D1 + 4 D1 = 15,75 cm (dapat dilihat pada tabel 4)

Bravo Glorio Asmoro


9

Perkerasan Jalan Gambar konstruksi perkerasan :

Tabel 4 Persyaratan tebal lapisan perkerasan minimum ITP < 3,00 3,00 6,70 6,71 7,49 7,50 9,99 10,00 Tebal Minimum (cm) 5 5 7,5 7,5 5 Bahan Lapis pelindung : (Buras/Burtu/Burda) Lapen/Aspal Macadam, HRA, Lasbutag, Laston Lapen/Aspal Macadam, HRA, Lasbutag, Laston Lasbutag Laston

Bravo Glorio Asmoro


10

Perkerasan Jalan

PERENCANAAN PERKUATAN JALAN LAMA (Pelapisan Tambahan/Overlay)


Data perencanaan: Jalan kolektor 2 lajur 2 arah, Lebar perkerasan jalan 7 meter CBR tanah dasar 5%, FR = 2 Bahan perkerasan : Laston (MS744) Batu pecah (CBR 100) Sirtu (CBR 50) Hasil Penilaian Kondisi Jalan 60% Bahan Lapis Tambahan : Laston (MS 744) Kendaraan ringan 2 ton :1968 kendaraan /hari Bus 8 ton : 678 kendaraan / hari Truk 2AS 13 ton : 188 kendaraan / hari Truk 3 AS 20 ton : 78 kendaraan / hari Truk 5 AS 30 ton : 43 kendaraan / hari Untuk perencanaan dengan masa layanan 10 tahun pertumbuhan lalu lintasnya 7,68% Untuk perencanaan dengan masa layanan 15 tahun pertumbuhan lalu lintasnya 6,68% : D1= 10,5 cm : D2= 20 cm : D3= 10 cm

Hasil perencanaan : Data lalu lintas tahun 2010 Kendaraan ringan 2 ton Bus 8 ton Truk 2AS 13 ton Truk 3 AS 20 ton Truk 5 AS 30 ton :1968 kendaraan /hari : 678 kendaraan / hari : 188 kendaraan / hari : 78 kendaraan / hari : 43 kendaraan / hari

LHR 2010 = 2955 kendaraan/hari/2lajur Bravo Glorio Asmoro


11

Perkerasan Jalan Perkembangan lalu lintas (i) : untuk 10 tahun = 7,68% untuk 15 tahun = 6,68% bahan-bahan perkerasan : Laston (MS 744) Batu Pecah (CBR 100) Sirtu (CBR 50) D1 = 10,5 cm D2 = 20 cm D3 = 10 cm

Penyelesaian : 1. LHR pada tahun ke-10 (tahun 2023) dengan menggunakan rumus LHR2023 = LHR2010 . (1+i)n, dimana n = 10 Kendaraan ringan 2 ton Bus 8 ton Truk 2AS 13 ton Truk 3 AS 20 ton Truk 5 AS 30 ton : : : : : 1968. (1+0,0768)10 678. (1+0,0768)10 188. (1+0,0768)10 78. (1+0,0768)10 43. (1+0,0768)10 = = = = = 4124,54 kendaraan 1420,95 kendaraan 394,01 kendaraan 163,47 kendaraan 90,12 kendaraan

2. LHR pada tahun ke-15 (tahun 2028), dimana n = 15 Kendaraan ringan 2 ton Bus 8 ton Truk 2AS 13 ton Truk 3 AS 20 ton Truk 5 AS 30 ton 3. Faktor ekivalen Faktor ekivalen merupakan faktor konversi beban sumbu kendaraan terhadap sumbu standar. Adapun rumus dari faktor ekivalen adalah ( ) ; dimana k adalah sumbu kendaraan {1:sumbu tunggal; 0,086: sumbu tandem; 0,021: sumbu triple} dan L adalah beban sumbu kendaraan. Lebar jalur 7 meter : : : : : 1968. (1+0,0668)15 678. (1+0,0668)15 188. (1+0,0668)15 78. (1+0,0668)15 43. (1+0,0668)15 = = = = = 5191,23 kendaraan 1788,44 kendaraan 495,91 kendaraan 205,75 kendaraan 113,43 kendaraan

Bravo Glorio Asmoro


12

Perkerasan Jalan ( ( ( ( ( ) ) ) ) )

Gambar distribusi beban sumbu dari berbagai jenis kendaraan 4. Lintas ekivalen permulaan (LEP) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Dimana : E : angka ekivalen kendaraan C koefisien distribusi lajur, yg nilainya diambil dari tabel 1 LHR : lintas harian rata rata. Bravo Glorio Asmoro
13

Perkerasan Jalan Cj LHRj Ej 0,5 . 1968 . 0,0004 0,5 . 678 . 0,1593 0,5 . 188 . 1,0648 0,5 . 78 . 1,0375 0,5 . 43 . 1,31950

Kendaraan ringan 2 ton Bus 8 ton Truk 2AS 13 ton Truk 3 AS 20 ton Truk 5 AS 30 ton

: : : : :

= = = = =

0,39 54 100,09 40,46 28,37

ss/hari ss/hari ss/hari ss/hari ss/hari

LEP = 223,32 ss/hari

Lebar Perkerasan (m) L < 5,5 5,5 < L < 8,25 8,25 < L < 11,25 11,25< L <15,00 15,00 < L < 18,75 18,75 < L < 22,00

Table I . Faktor distribusi kendaraan Jumlah Kendaraan ringan Kendaraan berat lajur 1 arah 2 arah 1 arah 2 arah 1 1,00 1,00 1,00 1,00 2 0,60 0,50 0,70 0,50 3 0,40 0,40 0,50 0,475 4 0,30 0,45 5 0,25 0,425 6 0,20 0,40

5. Lintas ekivalen akhir (LEA) dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Dimana:

E : angka ekivalen kendaraan C koefisien distribusi lajur, yg nilainya diambil dari tabel 1 LHR : lintas harian rata rata. Untuk umur rencana 10 tahun: Kendaraan ringan 2 ton Bus 8 ton Truk 2AS 13 ton Truk 3 AS 20 ton Truk 5 AS 30 ton : : : : : Cj LHRj Ej 0,5 . 4124,54. 0,0004 0,5 . 1420,95. 0,1593 0,5 . 394,01. 1,0648 0,5 . 163,47. 1,0375 0,5 . 90,12. 1,31950 = = = = = 0,82 113,18 209,77 84,80 59,46 ss/hari ss/hari ss/hari ss/hari ss/hari

Bravo Glorio Asmoro


14

Perkerasan Jalan LEA10= Untuk umur rencana 15 tahun: Kendaraan ringan 2 ton Bus 8 ton Truk 2AS 13 ton Truk 3 AS 20 ton Truk 5 AS 30 ton : : : : : Cj LHRj Ej 0,5 . 5191,23. 0,0004 0,5 . 1788,44. 0,1593 0,5 . 495,51. 1,0648 0,5 . 205,75. 1,0375 0,5 . 113,43. 1,31950 = = = = = 1,04 142,45 263,81 106,73 74,84 ss/hari ss/hari ss/hari ss/hari ss/hari 468.03 ss/hari

LEA15 = 588,87 ss/hari 6. Lintas ekivalen tengah (LET) dihitung dengan rumus sebagai berikut:

LET10 = (LEP+LEA10) = (223,32 + 468.03 ) = 345,68 ss/hari LET15 = (LEP+LEA15) = (223,32 + 588,87) = 406,1 ss/hari 7. Lintas ekivalen rencana (LER) dihitung dengan rumus: LER = LET . FP Dimana: FP : Faktor penyesuaian (UR/10) UR: Umur rencana LER10 = LET10 . (UR/10) = 345,68. (10/10) = 345,68 ss/hari LER15 = LET15 . (UR/10) = 406,1. (15/10) = 609,15 ss/hari Bravo Glorio Asmoro
15

Perkerasan Jalan 8. Mencari Indeks Tebal Perkerasan (ITP) Nilai indeks tebal perkerasan dapat diperoleh melalui nomogram CBR tanah dasar DDT : : : : : : : 5% 4,3 log (CBR)+1,7 4,3 log (5) +1,7 4,71 2,0 (dapat dilihat pada tabel 2) 2 3,9-3,5 (dapat dilihat pada tabel 3)

IPt FR IP0 (LASTON)

Tabel 2 Indeks Permukaan Air LER (Lintas Ekivalen Rencana) (ss/hari)*) < 10 10-100 100-1000 >1000 Klasifikasi Jalan Lokal 1,0-1,5 1,5 1,5-2,0 Kolektor 1,5 1,5-2,0 2,0 2,0 Arteri 1,5-20 2,0 2,0-2,5 2,5 Tol 2,5

*) LER dalam satuan angka ekivalen 8,16 ton beban sumbu tunggal

Tabel 3 Indeks permukaan pada awal umur rencana (IP0) Jenis Lapis Perkerasan LASTON IPo 4 3,9 3,5 LASBUTAG 3,9 3,5 3,4 3,0 HRA Bravo Glorio Asmoro
16

Roughness *) (mm/km) 1000 >1000 2000 >2000 2000

3,9 3,5

Perkerasan Jalan 3,4 3,0 BURDA BURTU LAPEN 3,9 3,5 3,4 3,0 3,4 3,0 2,9 2,5 LATASBUM BURAS LATASIR JALAN TANAH JALAN KERIKIL 2,9 2,5 2,9 2,5 2,9 2,5 2,4 2,4 >2000 <2000 <2000 3000 >3000

*) Alat pengukur roughness yang dipakai adalah roughmeter NAASRA, yang dipasang pada kendaraan standar datsun 1500 station wagon, dengan kecepatan kendaraan 32 km per jam. Nomogram 4 LER10 = 345,68 ss/hari ITP10 = 9,3 LER15 = 609,15 ss/hari ITP15 = 10,4

Bravo Glorio Asmoro


17

Perkerasan Jalan Nomogram Perencanaan ITP

Menetapkan tebal perkerasan: Kekuatan jalan lama Laston (MS 744) Batu Pecah (CBR 100) Sirtu (CBR 50) = 60% . 10,5 . 0,40 = 2,52 = 100% . 20 . 0,14 = 2,80 = 100% . 10 . 0,12 = 1,20 ITP ada = 6,52

Bravo Glorio Asmoro


18

Perkerasan Jalan Untuk umur rencana 10 tahun: ITP 2,78 D0 = ITP10 ITPada = 9,3 6,52 = 2,78 = 0,4 . D0 = 6,95 cm

Gambar konstruksi perkerasan :

Untuk umur rencana 15 tahun: ITP 3,88 D0 = ITP15 ITPada = 10,4 6,52 = 3,88 = 0,4 . D0 = 9,7 cm

Bravo Glorio Asmoro


19

Perkerasan Jalan Gambar konstruksi perkerasan :

Bravo Glorio Asmoro


20