Anda di halaman 1dari 3

C.

Aspek Lingkungan Hidup

1. Keadaan Umum Desa Loklahung Geografi. Luas total wilayah desa Caringin adalah mencapai 119,84 hektar, dan secara geografis letak desa Caringin termasuk cekungan Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang lokasinya tepat berada di kaki gunung Salak. Desa Loklahung ini merupakan salah satu daerah perdesaan di kawasan gunung meratus yang posisi lahannya masih tinggi dan berbukit-bukit. Meskipun posisi lahannya demikian, ternyata desa Loklahung tersebut tetap berfungsi sebagai wilayah tangkapan air (catchment area). Selain itu, sumber daya alam diwilayah perdesaan Loklahung sangat kaya, karena terdapat 6 sungai yang melewati desa ini, yaitu: sungai papisangan, sungai lokbabanyu, sungai babasahan, sungai tarambit, sungai bakumba dan sungai angkringan. Batas-batas desa di lingkungan geografis desa Loklahung adalah sebagai berikut: Sebelah Utara berbatasan dengan desa birayang (kecamatan loksado) Sebelah Selatan berbatasan dengan 2 desa, yaitu: desa Babakan pandai (kecamatan babirik) dan desa lokpaikat (kecamatan babirik) Sebelah Timur berbatasan dengan desa Bangbayang Sebelah Barat berbatasan dengan bukit meratus Dari data geografis tersebut, desa Loklahung beserta dua desa yang berbatasan (desa birayang dan desa lokpaikat) merupakan desa-desa yang berlokasi di wilayah yang sama, yaitu Kecamatan babirik. Kelembagaan. Pemerintahan desa Loklahung terdiri dari 24 RT, 5 RW, 2 dusun dan 10 kampung. Desa ini memiliki Kepala Desa dan Sekretaris Desa, yang secara total aparat pemerintah desa berjumlah 8 orang. Selain itu, terdapat kelembagaan lain di desa Caringin, yaitu: Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), PKK, Kelompok Tani, dan Badan Perwakilan Desa (BPD) yang memiliki anggota berjumlah11 orang, yang terpilih oleh warga desa Caringin. Selain itu desa Caringin juga memiliki fasilitas kesehatan, yaitu: Posyandu dan Poskesdes. Kependudukan. Berdasarkan data Profil Desa Caringin pada tahun 2006, jumlah penduduk di desa Caringin mencapai sebanyak 4.592 jiwa, yang terdiri dari 2.428 orang laki-laki dan 2.164 orang perempuan. Dari total jumlah penduduk tersebut, merupakan Kepala Keluarga yang berjumlah 1.127 KK. Menurut data terbaru pada tahun 2009, jumlah penduduk desa Caringin bahkan lebih meningkat, yaitu menjadi 1.322 KK Mata Pencaharian. Mata pencaharian masyarakat desa Caringin sebagian besar masih bergantung pada sektor pertanian. Oleh karena itu, sekitar 74% wilayah desa Caringin masih digunakan sebagai lahan pertanian berupa sawah irigasi teknis, sawah tadah hujan, dan tegal/ladang. Bidang usaha di sektor pertanian tersebut meliputi: tanaman pangan, tanaman perkebunan, peternakan dan perikanan. Tanaman pangan yang banyak diusahakan meliputi: padi sawah, jagung, ubi kayu, ubi jalar, cabe dan tomat. Sementara bidang peternakan, populasi ternak yang ada di desa Caringin adalah: kerbau hanya 23 ekor, ayam 3.381 ekor, bebek 600 ekor, kambing 70 ekor, dan

domba 120 ekor (tahun 2008). Usaha ekonomi yang terdapat di desa Caringin berupa industri alat rumah tangga, restoran dan agrobisnis. 2. Kapasitas kegiatan pabrik terhadap lingungan sekitar Perusahaan AMDK Berkah secara rutin melakukan aktivitasnya dengan berpegang pada peraturan pemerintah terhadap dapak eksploitasi sumber daya alam di lingkungan sekitar. Berdasarkan setudi tentang sumber daya air tanah, yang dilakukan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan, Departemen Energi dan Sumber daya Mineral pada tahun 1998 provinsi kalsel, ternyata debit sumber air di desa lokhaur tersebut cukup melimpah , yaitu sekitar 1,3 milyar liter/m per sumber mata air sedangkan mata air di desa lokhaur mencapai 6 sungai yang di jadikan sumber mata air di desa lokhaur sedangkan perkiraan PT. Berkah memproduksi mencapai 180.000 liter perhari berkisar 0,3 % dari kuantity mata air desa lokhaur. Oleh karena itu secara total debit air yang diambil oleh perusahaan AMDK Bekah masih seimbang dengan keadaan lingkungan sekitar. sehingga tidak nenimbulkan exploitasi yang berlebihan misalnya kekeringan, dan kurangnya kebutuhan air untuk keperluan pertanian masyarakat.

3. Pengelolaan limbah Keberadaan pabrik AMDK Berkah tidak menyebabkan polusi baik dalam betuk debu suara maupun limbah cair, karena mesin yang digunakan untuk mengemas, dan pompa penyedot air, ialah impor dari jepang yang ramah lingkungan dengan lebih kecil megeluarkan asap karbon dibanding mesin-mesin yang digunakan pabrik pada umumnya. kemasan yang di gunakan pun dapat di daur ulang kembali serta pembuatan kemasan sebagian besar tidak dari pabrik AMDK Berkah melainkan mendatangkan dari pabrik lain khusus pabrik plastik dari jawa. dalam hal ini tidak ada limbah kimia yang dikeluarkan sebab pengeluaran limbah kimia cair didominasi oleh proses pembuatan kemasan dari bahan plastik.

4. Rekomendasi masyarakat sekitar Pembangunan pabrik AMDK Berkah telah mendapatkan izin dari pemerintah kabupaten HULU SUNGAI SELATAN dengan di terbitkan nya SIUP No.004/SK-BKH/DISTTBJM/HSS/II/2012, Sedangkan per izinan dengan tokoh- tokoh masyarakat telah di setujui pada musyawarah tanggal 2 april 2012 yang bertempat kan di kantor kecamatan loksado kab, HSS disertai penandatanganan camat dan kepala desa loklahung atas kerja sama antara masyarakat dengan pihak manajemen perusahaan.