Anda di halaman 1dari 23

Bos Ariadi Muis

A165110021

Latar Belakang
Estimasi Kejadian Pada Tahun 2050 Populasi Penduduk Dunia 10 Milyar Peningkatan Kebutuhan Pangan dan Daging Peningkatan Kebutuhan Air Domestik & Industri Peningkatan Pendapatan Masyarakat Perubahan Pola Makan Masyarakat Dunia Produktivitas Air Menurun Urbanisasi

Kajian Investasi Alternatif


Tujuan Menggambarkan kondisi & potensi yang paling bisa menerima Skenario
dampak dari perubahan kebijakan dunia. Menyajikan pilihan kebijakan investasi alternatif Strategi pengelolaan air dan peluang investasi pada tahun 2050

Metode 1. Variabel produksi pangan & permintaan berdasarkan equilibrium WaterSim


parsial 2. Variabel suplai air dan permintaan berdasarkan kerangka akuntansi neraca air. 3. Kajian secara global (Dunia, Afrika Sub-Sahara, Asia Timur & OECD)

Manfaat Skenario Komprehensifpengelolaan air ini diharapkan sebagai salah satu Hasil pengkajian

contoh strategi pencapaian dunia, untuk ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan kelestarian lingkungan.

Pendapatan Dunia
Kesenjangan pendapatan antara Negara Kaya & Negara Miskin terjadi perbedaan yang besar. Penghasilan merupakan penggerak utama perubahan dlm suatu negara. Pada tahun 2000, Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita mencapai :

$31.650

$5.630

$560

$1.230

Konsumsi daging per orang di Asia Timur akan berlipat ganda. Konsumsi daging OECD akan menurun & stabil karena faktor kesehatan.

Konsumsi Daging Dunia

39 kg

78 kg

37 kg

48 kg 12 kg 18 kg

Di negara berpendapatan tinggi, tingkat konsumsi sereal per kapita menurun dari waktu ke waktu. Konsumsi sereal di Asia Timur terus meningkat, namun konsumsi

Konsumsi Sereal / Bijian

pangan tetap stabil.

Kebutuhan Air Pertanian


Produksi pangan memerlukan air dalam jumlah yang besar. Jumlah air yg dibutuhkan bervariasi menurut jenis tanaman, cara budidaya dan wilayah. Tahun 2000, konsumsi air secara global untuk tanaman mencapai 7.130 km3, dan untuk peternakan 2.152 km3.

Kebutuhan Air Domestik & Industri Kebutuhan air sektor non pertanian diprediksikan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2050.

Kebutuhan air domestik dan industri meningkat karena pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.
Di negara berkembang khususnya daerah perkotaan air bersih sangat langka, sehingga air limbah dari sektor pertanian, domestik dan industri di daur ulang untuk menghidupi jutaan penduduk kota (Gupta dan Gangopadhyay, 2006). Negara maju yang pendapatannya tinggi, telah melakukan kebijakan pemulihan, pemeliharaan SDA dan jasa lingkungan.

Kebutuhan Air Domestik & Industri

Strategi Investasi Alternatif Tahun 2050


Strategi pengelolaan sumberdaya air untuk meningkatkan

produksi pangan dunia berdasarkan skenario penilaian komprehensif


terdapat 3 kebijakan, yaitu : 1. Meningkatkan Produktivitas di Daerah Tadah Hujan

2. Meningkatkan Produksi di Daerah Irigasi 3. Memperluas Perdagangan Internasional

Skenario Metode Watersim

Meningkatkan Produktivitas Di Daerah Tadah Hujan Strategi investasi optimal dapat berbeda menurut wilayah. Timur Tengah & Afrika Utara, kelangkaan air membatasi perluasan pertanian tadah hujan. Asia Selatan, kurangnya lahan yg sesuai untuk pertanian menjadi kendala dan sumber daya air yg sangat dalam. China memiliki air yg cukup di Wilayah Selatan tetapi tidak di Utara. Amerika Latin & Afrika Sub-Sahara, tanah dan air cukup namun dana investasi terbatas, kelembagaan lemah, infrastruktur tidak tepat.

Potensi pertumbuhan tinggi Hasil produksi rendah

Solusi Daerah Tadah Hujan

Perluasan lahan pertanian ke arah hutan Pembangunan jaringan irigasi Adopsi teknologi panen hujan Membentuk kelembagaan pertanian Dana investasi tersedia dan mendukung

Meningkatkan Produksi Di Daerah Irigasi

Asumsi Dasar Dilakukan Perluasan Daerah Irigasi


1. 2. 3. 4. Menciptakan negara swasembada pangan Akses air untuk pertanian tersedia dan tercukupi Meminimalisir impor pangan Adopsi teknologi pengelolaan air yg efektif dan efisien 5. Meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat petani kecil

Perbandingan Luas Panen Sawah Tadah Hujan dan Daerah Irigasi Di Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara

Memperluas Perdagangan Internasional

Perdagangan pangan internasional bermanfaat terhadap kebutuhan air nasional antara lain : Dengan mengimpor komoditas pertanian, suatu Negara dapat menghemat sejumlah air dalam negeri dan bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Mampu mengurangi kelangkaan air dan kerusakan lingkungan dari eksploitasi sumberdaya air.
Secara global perdagangan pangan internasional memiliki dampak penting, yaitu : Negara importir tidak bisa mandiri dan swasembada pangan. Kebijakan yg kurang menganalisa sosial ekonomi dan politik luar negeri. Dampak terhadap ekosistem dari limbah yang dihasilkan.

Negara Eksportir Gandum Dunia

NORTH AMERICA

EUROPE

ASIA

AFRICA

SOUTH AMERICA
AUSTRALIA

Kesimpula n
Peningkatan jumlah penduduk, pendapatan masyarakat dan faktor urbanisasi di tahun 2050, akan mempengaruhi ketersediaan air bersih secara global.

Persaingan terhadap kebutuhan SDA akan meningkat dari sektor pertanian, domestik dan industri, maka penggunaan air yang efektif dan efisien harus dikelola secara terpadu.
Meningkatkan produksi pangan dunia pada tahun 2050, dibutuhkan strategi investasi alternatif yaitu pembangunan infrastruktur di daerah tadah hujan, pengembangan jaringan dan ketersediaan akses air di daerah irigasi, serta memperluas kerjasama perdagangan internasional dgn mempertimbangkan kebijakan sosial, ekonomi dan politik luar negeri.

Net Virtual Water Importer

Kebutuhan Air Pertanian