Anda di halaman 1dari 2

BAB II DASAR TEORI Ketika dua benda yang mempunyai suhu yang berbeda dihubungkan satusama lain dihubungkan,

maka akan terjadi transfer energi atau aliran energi daribenda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah. Energi yangdipindahkan pada kondisi-kondisi seperti ini biasa disebut sebagai energi kalor/panas(heat). Ketika suatu benda dipanaskan maka energi diberikan pada benda itu. Ketikasuatu benda dipanaskan maka benda tersebut akan kehilangan energi. Dan kitabiasanya beranggapan bahwa satu kalori akan mengubah temperatur satu gram airsatu derajat Celsius. Tentu saja energi kalor tidak berbeda dari energi mekanik. Kalori

pastimerupakan satuan energi yang lain yang mirip dengan Erg atau Joule. Salah satu carauntuk menemukan hubungan antara kalori dan joule adalah mengukur besarnya kaloryang diterima dalam kalori ketika dilakukan kerja yang berupa gaya gesek dalamjumlah tertentu dalam satuan Joule. Jamess Presscott Joule melakukan percobaanseperti itu pada tahun 1840. Joule menggunakan sebuah alat yang didalamnya beban-beban yang jatuh merotasikan sekumpulan dayung didalam sebuah wadah air yangdiisolasi. Didalam satu siklus operasi maka beban-beban yang jatuh tersebutmelakukan sejumlah kerja yang diketahui pada air tersebut, yang massanya m, dankita memperhatikan bahwa temperatur naik sebanyakT. Kita dapat

menghasilkankenaikan temperatur yang sama ini dengan memindahkan tenaga kalor Q kepadasistem tersebut yang diberikan oleh: Q = m.c.T Jadi kita mengukur W, mengamatiT, dan menghitung Q, Sejak saat itu, metode elektrik untuk menentukan hubungan kalori dan Joule telah disempurnakan. Hasil yang didapat ini dinamakan Tara kalor mekanik dari kalor/panasadalah 1 kalori = 4,184 Joule sehingga 1 Joule= 0,239 Kalori Kita dapat menggunakan nilai percobaan ini untuk mengubah pengukuran energi-kalor menjadi satuan dasar energi-mekanik. Konsep ini akan kita coba untukditerapkan dalam percobaan kali ini.

Apabila antara dua ujung kawat konduktor diberi beda potensial, makaelektronelektron bebas akan bergerak di sepanjang kawat konduktor tersebut.Elektron akan menumbuk partikel konduktor selama terjadi beda potensial. Dengandemikian dapat dianggap elektron berkecepatan rata-rata tetap. Dengan adanyatumbukan tersebut, maka sebagian energi gerak elektron akan diberikan padapartikel. Getaran partikel akan bertambah besar dan inilah yang menyebabkan panas.Dalam percobaan ini kawat spiral yang dialiri arus listrik dimasukkan ke dalam airsehingga terjadi perpindahan panas dari spiral ke air. Hingga derajat pertambahanpanas (dH/dt)berbanding lurus dengan arus listrik dan beda potensial : dH/dt = V.i(1) Bila V dan I tetap maka persamaan (1) dapat diintegralkan H = V.i.t(2) H = Jumlah panas yang timbul (Joule) t = lama waktu dialiri listrik (detik) Bila V,I,t dapat diukur maka H dapat dihitung. Panas yang diterima air : Q1 = W.(Ta-Tm)(kalori)(3) Panas yang diterima kalorimeter dan pengaduknya : Q2 = 0,26.W.(Ta-Tm)(kalori)(4) W= massa air(gram) Ta = Temperatur akhir(0C) Tm = Temperatur awal (0C) 0,26W = harga air