Anda di halaman 1dari 30

Program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

MANAJEMEN PERKREDITAN I
AndSoem 01-20-2009 = M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 1

PENDAPATAN BANK

PENDAPATAN BANK

a.

Pendapatan bunga dari kredit yang diberikan (Dominan) b. Pendapatan bunga dari dana rekapitulasi c. Fee atas jasa jasa bank . 1) Jasa Jasa dalam IDR 2) Transaksi devisa d. Pendapatan lainnya

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

KREDIT
Kredit Menurut U U Perbankan No.10 Thn 1998 Ps 1 ay 12 1. Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah adalah : penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.

Pembiayan Syariah Menurut U U Perbankan No. 10 Thn 1998 ps 1 ay 12

2.

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

2. Pasal 1 ayat 13. Prinsip Syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan Hukum Islam antara bank dengan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan Syariah antara lain : a. pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), b. pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah), c. prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah), d. atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah) e. atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yng disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

Termasuk Pengertian kredit

1. Kredit sindikasi/pembiayaan bersama 2. Kredit dalam proses penyelamatan 3. Pemb surat berharga dilengkapi dengan dengan NPA 4. Pengambilalihan dalam rangka anjak piutang/ Factoring 1. Cerukan/Overdraft

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

4. Unsur unsur Pemberian Kredit a. Kepercayaan Bahwa penerima kredit akan dapat mengembalikan kreditnya. Untuk meyakinkan kepercayaan itu bank mengadakan analisis. b. Kesepakatan Kesepakatan antara sipemberi kredit dengan sipenerima kredit yang dituangkan dalam suatu perjanjian. c. Jangka waktu Jangka waktu kredit ditentukan dalam kesepakatan, Apabila jangka waktunya telah sampai maka kredit harus dilunasi d. Risiko Risiko ini dapat terjadi pada pihak peminjam dan pemberi pinjaman. Makin panjang jangka waktu kredit risiko akan pengenmalian kredit usaha makin besar dan demikian pula bagi pemberi pinjaman. e. Balas jasa Balas jasa ini bagi bank konvensional berupa bunga, bagi bank berdasarkan Syariah berupa bagian keuntungan/bagi hasil

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

Unsur pemberian kredit

1. 2. 3. 4. 5.

KEPERCAYAAN KESEPAKATAN JANGKA WAKTU RISIKO BALAS JASA a. Bunga b. Bagi hasil

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

5.

Tujuan kredit a. Mencari keuntungan. Keuntungan tersebut diperoleh dari spread/selisih antara biaya bunga/insentif yang dibayarkan atas dana yang ditarik dari pihak ketigaa untuk operasi dengan bunga kredit yang diperoleh (base rate + spead = base lending rate). b. Membantu usaha nasabah. Tujuannya adalah membantu usaha nasabah yang masih memerlukan dana untuk modal kerja dan/atau untuk investasi, Dengan adanya bantuan dana dimaksud diharapkan usahanya berjalan lancar dan dapat berkembang secara sehat dan dapat mengembalikan kreditnya beserta bunga/pembagian keuntungan. c. Membantu pemerintah 1) Pemerintah akan memperoleh pajak keuntungan dari nasabah dan bank. 2) Memberikan kesempatan kerja. Khususnya pemberian kredit modal kerja dan investasi akan menyerap tenaga kerja.

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

Meningkatkan jumlah dan memperlancar arus barang dan jasa. 4) Menghemat dan menghasilkan devisa Negara. 5) membantu pelaksanakan pemerataan pendapatan 6. FUNGSI KREDIT. a. Meningkatkan daya guna uang. Pengusaha dapat menghasilkan barang dan atau jasa untuk dijual dengan memperoleh keuntungan. b. Meningkatkan dan memperlancar lalu lintas uang. Terjadi pemindahan uang dari tempat yang satu ketempat lain yang memerlukannya untuk tujuan usaha atau tujuan lain c. Meningkatkan daya guna barang Pengusaha pengrajin mempunyai modal untuk mengolah barang barang menjadi barang yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. d. Meningkatkan peredaran barang memobilisasi barang dan jasa dari suatu daerah kedaerah lainnya,

3)

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

e.

f.

g.

h.

Sebagai alat stabilitas ekonomi Sektor produktif akan menghasilkan barang yang diperlukan masyarakat, Kredit dapat meningkatkan ekspor dengan sendirinya akan menghemat dan menambah pendapatan negara berupa devisa. Meningkatkan gairah berusaha Dengan adanya modal tambahan pengusaha akan meningkatkan usahanya dan berusaha meningkatkan volume penjualan dan keuntungan Mempercepat pemerataan pendapatan Disalurkannya kredit kesektor produktif dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Apabila kredit yang disalurkan diterima digunakan untuk mendirikan pabrik/untuk usaha, maka akan berdampak pada pengurangan pengangguran karena menciptakan kesempatan kerja akan meningkatkan jumlah masyarakat yang memperoleh pendapatan Meningkatkan hubungan internasional Kredit yang diperoleh dari luar negeri ( off shore loan akan dapat meningkatkan hubungan internasional karena seharusnya merasa saling membutuhkan. Pemberian kredit dari negara lain akan dapat meningkatkan kerja sama diberbagai bidang
= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 10

AndSoem 01-20-2009

JENIS KREDIT
1. Dilihat dari segi penggunaannya : a. Kredit Modal Kerja, Yaitu kredit yang diberikan untuk tambahan modal kerja yaitu meningkatkan persediaan, penjualan dan operasi (menambah MK). Jangka waktu kredit paling lama 1 tahun, Apabila usaha tersebut masih memerlukan mk dapat diperpanjang. (MK = CA CL) b. Kredit Investasi, Kredit yang digunakan untuk keperluan pembelian/ rehabilitasi/pendirian pabrik , mesin- mesin peralatan, kendaraan. Diberikan untuk jangka waktu lebih dari satu tahun, dan pembayarannya secara angsuran. (menambah FA) 2. Dilihat dari Tujuan Penggunaannya a. Kredit Produktif. Kredit yang digunakan untuk berusaha, meningkatkan usaha dan atau produksi. Kredit digunakan untuk modal kerja dalam rangka mempro-duksi/meningkatkan produksi barang dan jasa. Misalnya antara lain: 1) Kredit untuk produksi barang untuk dijual. 2) Kredit yang digunakan oleh rumah tangga untuk menghasilkan produk home industri, kerajinan untuk dijual.
AndSoem 01-20-2009 = M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 11

Kredit yang digunakan untuk pembelian bahan mentah, bahan pembantu, bahan setengah jadi untuk diolah dijadikan barang untuk dijual. b. Kredit Konsumtif. Kredit yang digunakan untuk keperluan konsumsi pribadi. Kredit ini tidak ada pertambahan nilai barang dan atau jasa. Karena barang dan jasa yang dihasilkan digunakan langsung oleh perorangan / perusahaan. Contoh : 1) KPR 2) Kredit Profesi 3) Kredit Kendaraan 4) Kredit Karyawan 5) Kredit Pensiunan dlsb c. Kredit Perdagangan. Kredit yang diberikan kepada suplier, agen agen perdagangan, pedagang yang bertujuan untu menigkatkan stock barang dagangannya, untuk menjaga kelangsungan usahanya agar dapat lebih berkembang.

3)

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

12

3.

4.

Ditinjau dari jangka waktu kredit a. Kredit Jangka Pendek Kredit yang yang diberikan oleh bank dengan jangka waktu maksimal satu tahun. Biasanya kredit ini berupa kredit modal kerja. b. Kredit Jangka Menengah. Kredit yang dibrikan oleh bank dengan jangka waktu satu sampai tiga tahun. c. Kredit Jangka Panjang. Adalah kredit yang diberikan oleh bank dengan jangka waktu pengembalian lebih dari 3 tahun. Ditinjau dari segi jaminan a. Kredit dengan jaminan. Kredit yang diberikan dengan suatu jaminan berupa barang berujud maupun barang tidak berujud atau jaminan orang (personal guarantee, borgtoch)

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

13

b.

c.

Kredit tanpa jaminan Merupakan kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang. Kredit ini diberikan dengan melihat prospek usaha yang dibiayai Kredit Atas dasar Cash Collateral Adalah kredit yang dijamin dengan tabungan and atau deposito bank sendiri atau bank lain. Nilai kredit 90% sd 98% dari nilai nominal tabungan/deposito tergantung ketentuan bank masing masing. Deposito tersebut digadaikan ke Bank. Suku bunga kredit biasanya 1 s/d 3% diatas suku bunga tabungan/atau deposito. Apabila tabungan sebagai jaminan maka nilai nominal tabungan dalam jumlah yang ditentukan akan diblokir.

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

14

5.

6.

Menurut sumber perolehannya. a. Kredit dari dalam negeri. Kredit yang diperoleh dari lembaga keuangan dari dalam negeri b. Kredit dari luar negeri. ( Off shore loan ) Kredit yang diterima oleh debitur dalam negeri dari dari luar negeri dalam ujud Valas Seperti Kredit G to G, Two Step Loan, kredit dari ADB dlsb Berdasarkan kebijaksanaan Pemerintah a. Kredit Umum /Non Program 1) KMK 2) KI b. Kredit program 1) KUK/UKM. (termasuk KPR untuk RS dan RSS) a) Berdasar cara penyalurannya. b) Executing Bank c) Channeling Agen
= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 15

AndSoem 01-20-2009

2) 3)
4) 5) 6) 7) 7.

Kredit Mikro Kredit Tani (Untuk penanaman padi palawija, dan, Holtikultura) Two Step Loan (TSL), Kredit Ekspor, Kredit kepada Koperasi Primer Dlsb

Berdasarkan sifat kredit. a. Kredit Revolving b. Kredit aflopend.

8.

Berdasarkan sektor ekonomi BI a. Kredit sektor pertanian b. Kredit sektor pertambangan c. Kredit sektor perindusterian d. Kredit sektor perdagangan, restoran, hotel e. Kredit sector pengangkutan/pergudangan f. asa-jasa dunia usaha.
= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 16

AndSoem 01-20-2009

9. Jenis Kredit menurut Pengawasan Bank Indonesia

Loan Menurut Pengawasan BI

Cash loan 1.KMK 2.KI 3.KPR dlsb

Non Cash Loan L/C SKBDN Stand By L/C

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

17

10. Berdasarkan suku bunga yang diterapkan a. Berdasarkan suku bunganya 1) Kredit dengan tingkat suku bunga efektif, a) Tetap b) Floating 2) Kredit dengan tingkat suku bunga bunga flat. a) Tetap b) Floating b. Berdasarkan cara perhitungannya. 1) Kredit dengan bunga tunggal (Uncompound interest) 2) Kredit dengan bunga majemuk ( compound interest) Perhitungan konversi Bunga flat ke effektif dan sebaliknya perhitungannya bisa tidak sama tergantung bagaimana masing masing bank menerapkannya , dan juga belum tentu lebih murah ri bunga efektif.
AndSoem 01-20-2009 = M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 18

Prinsip Pemberian Kredit

Bagi pemberi kredit Dan Debitur

Aman

Pemberian Kredit Harus sesuai penggunaannya

Terarah

Bagi debitur Dan masyarakat

Berguna

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

19

13.

Pemberian kredit secara aman,terarah dan berguna sesuai dengan prinsip kehati-hatian analis berpedoman kepada a. Kebijasanaan Perkreditan Bank. ( KPB ). Mengenai hal ini akan dibahas pada bagian akjir pertemuan. b. Prosedur Operasional Pemberian Kredit (SOP/Manual ) Setiap jenis kredit mempunyai pedoman tata cara penyediaannya. Analis kredit harus mengikuti pedoman dimaksud, agar pemberian kredit aman baik bagi bank dan bagi dirinyanya sendiri. c. Surat Surat Edaran. SE yang diterbitkan oleh B I maupun oleh Intern bank, yang mengatur mengenai perkreditan bank, yang berlaku karena belum tercantum dalam manual. Oleh karena itu berkas SE tersebut harus diadministrasikan dengan benar dan selalu di up date d. SDM a. Profesional. b. Mempunyai integritas dan mempunyai tanggung jawab sosial yang tinggi. c. Mentaati moral dan etika dalam perkreditan. d. Selalu mengembangkan mengetahuannya, agar selalu dapat meningkatkan kinerjanya e. independen
= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 20

AndSoem 01-20-2009

SUKU BUNGA KREDIT


1. Suku bunga dalam operasional perbankan ada 2 macam, yaitu : a. Suku bunga simpanan, dimana bank membayar bunga kepada penyimpan dana, dan b. Suku bunga pinjaman dimana bank memberikan pinjaman/kredit kepada yang memerlukan. Atas pemberian kredit tersebut bank memperoleh pendapatan bunga. (interest base income) 2. Suku bunga bank dipengaruhi /ditentukan berbagai factor diantaranya : a. Kebutuhan akan dana . Apabila kelangkaan dana terjadi dipasar dan disisi lain kebutuhan akan pendanaan meningkat sangat berpengaruh terhadap tingginya tingkat bunga bank. b. Persaingan. Tingginya suku bunga kredit bersaing, demikian pula bunga dana diusahakan bersaing di pasar agar produk bank laku. c. Kebijakan Pemerintah Pemerintah dapat menentukan bunga dana dan bunga pendanaan tidak boleh melebihi batas terrendah atau tertinggi yang ditentukan pemerintah. Bahkan untuk kredit program pemerintah dapat mematok bunga yang berlaku.
AndSoem 01-20-2009 = M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 21

d. Target laba yang ingin dicapai Bank dalam menentukan bunga dana dan bunga pinjaman tergantung target laba yang dianggarkan. e. Jangka waktu kredit Semakin panjang jangka waktu pinjaman akan semakin tinggi bunganya karena risiko akan makin tinggi. Namun dalam situasi seperti saat ini dimana keadaan tidak menentu maka bunga dana jangka pendek biasanya lebih tinggi. f. Kualitas jaminan Semakin likuid jaminan yang diberikan bank dapat mempertimbangkan untuk membebankan bunga yang lebih rendah. g. Produknya kompetitif. Untuk produk yang kompetitif dan sangat laku dipasar bank dapat memberikan rate khusus. Karena diharapkan dengan persaingan tersebut, market share yang dikuasai cukup dominan
AndSoem 01-20-2009 = M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 22

KOMPONEN TINGKAT BUNGA


Komponen yang menentukan tinggi rendahnya suku bunga adalah: Cost of fund Tinggi rendahnya tingkat bunga tergantung pada biaya untuk memperoleh dana yang digunakan dalam pemberian kredit. Yang dimaksudkan adalah cost of loanable funds Total biaya dana yang digunakan dalam operasi adalah total biaya dana dikurangibiaya dana yang digunakan sebagai cadangan wajib ( reserve requirement = RR ) yang besarnya ditetapkan oleh BI 5 %.+ . %, DPK untuk rupiah dan 3 % untuk valas 2. Biaya operasi yaitu biaya yang dikeluarkan oleh bank sehubungan dengan operasinya seperti gaji pegawai biaya maintenance dan biaya lain 3. Kewajiban penyisihan penghapusan aktiva (PPA) Kualitas aktiva produktif maupun tidak produktif sangat berpengaruh terhadap biaya bank. Apabila persentase NPL besar maka penyisihannya untuk penghapusan membesar sehingga biaya bank membengkak, dan berpengaruh terhadap suku bunga Bank
AndSoem 01-20-2009 = M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 23

4. Laba yang hendak dicapai Bank selau membuat simulasi anggaran pendapatan dan biaya. Dengan berbagai simulasi laba yang diharapkan akan mempengaruhi pengenaan tingkat bunga. Makin tinggi laba yang diharapkan, dan makin besar persentase NPL akan makin tinggi tingkat bunga bank 5. Pajak Pajak akan mengurangi net income. Apabila bank memproyeksikan net income tertentu maka untuk mencapai itu bank harus meningkatkan pendapatan dari fee dan tingkat bunga untuk kredit , tingginya tertentu

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

24

PENERAPAN SUKU BUNGA


Dalam rangka persaingan bank menetapkan motoda perhitungan suku bunga dengan cara tertentu agar kelihatan bersaing Beberapa penentapan suku bunga ditempuh bank sebagai berikut : a. Sliding rate ( bunga efektif ). Dimana bunga dibebankan hanya atas saldo pinjaman. Jadi Setiap saldonya berubah bebannya berubah dapat naik turun tergantung penggunaan kreditnya. Bunga dihitung berdasarkan saldo harian. 1) Bunga efektif dapat efektif bunga tetap dan 2) efektif floating, yaitu bunga dapat berubah sesuai ketentuan bank yang dipacu oleh perubahan perubahan ekstern Bunga efektif dapat diperhitungkan efektif bunga tunggal , dan efektif bunga majemuk (annuitet/compound) artinya apabila ada tunggakan angsuran dan bunga akan dikenakan bunga Penerapan metoda mana yang dipilih sekarang tidak menjadi masalah karena perhitungannya menggunakan program. (computerisasi).
AndSoem 01-20-2009 = M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 25

.
b. Bunga flat 1) Untuk pinjaman dengan angsuran tetap biasanya untuk memudahkan perhitungan ditetapkan bunga flat, yang dihitung dari Pinjaman awal + bunga dan dibagi rata selama jangka waktu tertentu untuk pelunasan 2) Namun haruslah diperhatikan karena suku bunga flat belum tentu lebih murah dari suku bunga efektif. 3) Untuk mengetahui suku bunga yang sebenarnya dibebankan haruslah dikonversikan menjadi suku bunga efetif. 4) Bunga flat penerapannya bermacam macam. a) Ada bunga flat dimana setiap ada angsuran langsung dibukukan mengurangi saldo rekening pinjaman b) ada pula yang baru setelah satu tahun angsuran dibukukan mana yang beban angsuran pokok dan mana beban bunga.
AndSoem 01-20-2009 = M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 26

Kebijasanaan Perkreditan Bank. (KPB).


1. BI mewajibkan setiap bank menyusun Kebijaksanaan Perkreditan Bank (KPB) 2. Pokok pokok materi yang diatur dalam KPB adalah antara lain: a. Tatacara pemberian kredit Bank. 1) Bank harus melaksanakan prinsip kehati hatian oleh karena itu harus melalui analisis yang cermat 2) Setiap permohonan kredit haruslah ada aplikasinya secara tertulis dari pemohon b. Pemberian kredit yang dilarang 1) Kepada orang atau perusahaan dan atau pengurusnya yang termasuk dalam daftar hitam maupun kredit macet (dalam hal ini terkait dengan konsep hubungan total). 2) untuk usaha yang memerlukan keakhlian tertentu dimana bank tidak memiliki akhlinya untuk menilai dan mengawasi 3) untuk usaha tanpa memiliki informasi keuangan (kecuali ditetapkan lain khususnya untuk kredit mikro tertentu). 4) pemberian untuk spekulasi 5) pemberian kredit untuk pembayaran pajak 6) untuk sector ekonomi usaha yang sudah jenuh 7) untuk pembiayaan ganda /double financing.
AndSoem 01-20-2009 = M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 27

c.

d. e. f. g.

untuk usaha usaha yang dalam penilaian bank tidak layak untuk dibiayai. 9) Apabila tanpa jaminan. Kebijakan dalam memutus kredit. Struktur organisdasi Bank minimal yang harus ada serta tugas dan kewajibannya masing masing 1) Komisaris 2) Direksi 3) Risk manager 4) Komitee Audit 5) Komite Kredit Tatacara penilaian permohonan kredit Setiap permohonan kredit ( cash loan maupun non cash loan ) harus tertulis dan melalui analisis. Mengenai tatacara anilisis akan dibahas pada sesi berikutnya. Administrasi dan dokumentasi kredit Pembinaan dan pengawasan kredit
= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30 28

8)

AndSoem 01-20-2009

d.

Penyelesaian Kredit Bermasalah. 1) Sistim dan prosedur kredit yang perlu mendapat perhatian khusus 2) Sistim dan prosedur kredit yang bunganya telah diplafondering. 3) Sistim prosedur kredit dalam penyelamatan, penyelesaian kredit bermasalah, dan prosedur penghapus - bukuan *writeoff 4) Tatacara penyelesaian barang jaminan yang dikuasai bank

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

29

DELEGASI KREDIT
DELEGASI KREDIT
1.

2. 3.

Delegasi kredit adalah perintah tertulis dari debitur kepada bank yang mengelola rekeningnya untuk membayar kepada seseorang atau badan dalam jumlah dan jangka waktu tertentu. Umumnya bank hanya dapat menyetujui pencairan tersebut untuk debitur yang telah dikenal bank dengan baik dan memiliki reputasi/ performance yang baik. Pembayaran tersebut dibebankan pada saldo pinjaman debitur. sepanjang limitnya/pagunya masih tersedia/tidak overdraft dan bank sebelum membayar akan mempertimbangkan penggunaannya. Biasanya delegasi kredit tersebut ditujukan untuk intercompanynya

AndSoem 01-20-2009

= M VII. PERKREDITAN I = HALAMAN 1 - 30

30