Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN

Pengukuran Luas Daun Padi (Oryza sativa) Dengan Menggunakan Faktor Koreksi

SWANDITO SEPTIYANTO ABDILLAH SYAHRONI ADHYTYA CAHYA DARMAWAN EDWIN WIDIATMOKO DESCHA GIATRI CAHYANINGRUM

0910440202 0910480001 0910480004 0910483055 0910483094

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Daun merupakan organ tanaman tempat mensintesis makanan untuk kebutuhan tanaman maupun sebagai cadangan makanan. Daun memiliki klorofil yang berperan dalam melakukan fotosintesis. Semakin banyak jumlah daun, maka tempat untuk melakukan proses fotosintesis lebih banyak dan dan hasilnya lebih banyak juga. Luas daun dan jumlah klorofil yang tinggi akan menyebabkan proses fotosintesis berjalan dengan baik. Semakin besar luas daun tanaman maka penerimaan cahaya matahari akan juga lebih besar. Cahaya merupakan sumber energi yang digunakan untuk melakukan pembentukan fotosintat. Dengan luas daun yang tinggi, maka cahaya akan dapat lebih mudah diterima oleh daun dengan baik. Menentukan factor koreksi untuk menaksir luas daun, bermanfaat apabila pengamatan harus dilakukan secara tanpa merusak tanaman (nondestruktif). Burger dan Badoux dalam Asmann (1970) menentukan faktor koreksi antara 0,35- 0,45. Cara penaksiran luas daun dengan memasukkan factor koreksi sesuai untuk daun- daun yang datar, lurus dan tidak berongga seperti pada family Graminae, misalnya jagung, padi, gandum. Kelebihan cara ini adalah mudah pelaksanaannya, namun jumlah daun yang banyak akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak pula.

1.2 Tujuan Dapat menentukan taksiran luas daun dengan metode nondestruktif yaitu dengan menggunakan factor koreksi

II. BAHAN DAN METODOLOGI


2.1 Alat dan bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam menentukan faktor koreksi dalam menaksir luas daun ialah timbangan analitik, gunting, penggaris, kertas A4, dan daun padi sebagai bahan untuk ditentukan luasnya. 2.2 Metodologi

Mengukur luas daun contoh untuk factor kore

Menggunting luas daun contoh

Menimbang luas daun contoh untuk factor koreksi

Perhitungan hasil untuk mencari factor koreksi

Mengukur luas daun tanaman asli

Factor koreksi :

Keterangan : A : Luas kertas kuarto (Cm2) B : Berat kertas kuarto (gr) C : Berat masing-masing replica daun P : Panjang daun L : Lebar daun Luas daun taksiran

LD (cm2) = ( p x l x K)
Keterangan : P : Panjang daun pengamatan L : Lebar daun pengamatan K : Faktor koreksi

III.

HASIL dan PEMBAHASAN


Hasil Perhitungan 0.562314 4.368556 0.106782 0.84558 1.470808 0.959848 0.388533 0.674191 0.871344 0.558773 1.037329 0.822482 0.730748 0.878525 0.884267 0.83118 0.756074 0.750282 0.759032 0.75513 0.910758

D1 D2 D3 D4

Lebar 1.2 0.7 1.4 1.5

D1 D2

1.6 1.5

D1 D2 D3

1.1 1.3 1.6

D1 D2 D3

1.8 1.1 1.3

D1 D2 D3

1.8 1.3 1.4

Perhitungan Faktor Koreksi Tanaman 1 Panjang Berat 40.1 0.2 14.6 0.33 36.2 0.04 19.2 0.18 Rata-Rata Tanaman 2 18.5 0.21 32.5 0.14 Rata-Rata Tanaman 3 36.7 0.26 44.7 0.24 26.9 0.33 Rata-Rata Tanaman 4 36 0.35 44.8 0.32 45.9 0.39 Rata-Rata Tanaman 5 33.8 0.34 43 0.31 52.2 0.41 Rata-Rata Rata-Rata Semua Daun

Luas Daun Pengamatan Lebar Panjang Faktor Koreksi Tanaman 1 D1 D2 D3 1.5 1.3 1.2 27.2 35 39.5 0.910758 0.910758 0.910758

Luas Daun 37.15893 41.43949 43.16993

Luas Total Tanaman 2 D1 D2 D3 Tanaman 3 D1 D2 D3 D4 Tanaman 4 D1 D2 Tanaman 5 D1 D2 D3 1.2 1.4 1.2 25 23.4 28.5 0.910758 0.910758 0.910758 Luas Total 0.910758 0.910758 0.910758 0.910758 Luas Total 0.910758 0.910758 Luas Total 0.910758 0.910758 0.910758 Luas Total

121.7683 27.32274 29.83643 31.14792 88.3071 14.57213 34.69988 39.30832 46.33937 134.9197 25.13692 30.05501 55.19193 20.94743 57.37775 19.67237 97.99756

0.8 1.5 1.3 1.2

20 25.4 33.2 42.4

1.2 1.1

23 30

1 1.4 0.9

23 45 24

PEMBAHASAN

Pada Praktikum kali ini kelompok kami Menghitung luas dau padi dengan menggunakan metode Faktor Koreksi, dengan cara seperti yang dijelaskan di metodologi,pertama-tama kami mengambil 5 sampel tanaman untuk diukur dan mencari factor koreksinya ,tanaman yang diukur adalah tanaman orang lain ,lalu setelah ditemukan nilai factor koreksinya ,kami melakukan pengukuran luas daun pada tanaman kami ,sampel yang dipakai juga 5 tanaman. Hasil yang didapat ternyata bervariasi ,ini dipengaruhi karena perbedaan panjang dan lebar daun, dan juga berat daun ,walaupun tanaman memiliki panjang dan lebar yang besar ,namun jika beratnya masih ringan ,tentunya akan berpengaruh. Faktor yang penting untuk diperhatikan dalam mengukur luas daun adalah ketepatan hasil pengukuran dan kecepatan pengukuran. Masingmasing faktor tersebut memiliki kepentingan sendiri dalam penggunaannya, seperti pada pengukuran laju fotosintesis dan proses metabolisme lain tentunya ketepatan pengukuran yang

diperlukan. Untuk pengukuran indek luas daun tentunya kecepatan pengukuran yang diperlukan. Namun demikian ketepatan dan kecepatan pengukuran sangat tergantung pada alat dan cara atau teknik pengukuran. Perbedaan ukuran helaian daun pada tanaman yang sama disebabkan perbedaan tingkat perkembangan tanaman. Sedangkan perbedaan ukuran helaian daun antar tanaman tentunya dikarenakan perbedaan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang disebabkan perbedaan lingkungan tumbuh

IV. KESIMPULAN

Dari hasil perhitungan perkiraan luasan daun dengan factor koreksi dapat disimpulkan bahwa letak daun dan umur daun mempengaruhi luas daun. Rata- rata luas daun pada tanaman padi yaitu semakin tua daun ( bagian tanaman lebih bawah) maka besar daun akan semakin luas dibandingkan dengan daun yang lebih muda. Namun, tedapat daun pada bagian tengah yang lebih besar dibandingkan dengan daun yang lebih tua. Hal ini dimungkinkan perkembangan vegetative lenih meksimal pada saat pembentukan daun yang terletak di tengah. Sehingga luas daun berbanding lurus dengan biomassa tanaman.