Anda di halaman 1dari 31

PENURUNAN JUMLAH PERMINTAAN PRODUK DALAM PASAR

JURUSAN MANAJEMEN SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BANTEN BANTEN

PENURUNAN JUMLAH PERMINTAAN PRODUK DALAM PASAR

JURUSAN MANAJEMEN SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BANTEN BANTEN

PENURUNAN JUMLAH PERMINTAAN PRODUK DALAM PASAR

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Konsentrasi Manajemen Pemasaran.

Disusun oleh : 1. Evi Kusumawati 2. Dedi Irawan 3. Irwan 4. Yayat Wahyat 5. Wahyu Purwanto ( 11010441 ) ( 09010243 ) ( 09010203 ) ( 09010420 ) ( 09010805 )

Mengetahui, Dosen Pembimbing

Agus David Ramdansyah, SE,M

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Pemasaran adalah sejumlah kegiatan bisnis yang ditujukan untuk memberi kepuasan dari barang atau jasa yang dipertukarkan kepada konsumen atau pemakai (Kotler, 1997). Ilmu pemasaran memberikan kerangka analisis mengenai proses perpindahan barang atau jasa dari produsen ke tangan konsumen akhir serta fungsi-fungsi dan strategi pendukungnya. Proses perpindahan barang atau jasa tersebut terjadi di dalam sebuah pasar. Pada mulanya, pasar diartikan sebagai tempat pertemuan antara penjual dan pembeli untuk mempertukarkan barang-barang mereka (tempat melakukan barter). Pasar tersebut berfungsi mempertemukan kelompok pembeli dan penjual dalam aktivitas jual beli suatu barang dan atau jasa. Permasalahan dalam pemasaran saat ini telah menjadi pemandangan keseharian di Indonesia dan Negara-negara maju dan berkembang lainnya. Permasalahan-permasalahan tersebut terjadi karena tingginya jumlah penawaran terhadap suatu produk yang memiliki fungsi dan tujuan sama dengan harga bersaing tidak sama atau sebanding dengan jumlah permintaan konsumen. Selain itu, ditambah dengan adanya produk-produk import dari luar negeri yang menyebabkan semakin sempit dan ketatnya persaingan dalam pasar. Untuk menghadapi persaingan dalam pasar, produsen atau pemasar perlu menggunakan strategi-strategi pemasaran seperti strategi produk, harga, promosi dan tempat penjualan atau dikenal dengan istilah 4P (produck, price, place and promotions).

Banyaknya jumlah produk serupa yang ditawarkan menyebabkan konsumen lebih selektif dalam memilih produk yang akan dibeli. Dalam pasar yang menentukan jumlah permintaan adalah pembeli. Jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ingin dibeli konsumen. Namun, jumlah yang ingin dibeli tidak selalu sama dengan jumlah yang benar-benar dibeli oleh konsumen. Jumlah produk yang di jual oleh produsen tergantung dari jumlah permintaan konsumen. Permasalahan dalam pemasaran dapat pula muncul karena harga komoditas yang bersangkutan lebih mahal dibandingkan dengan produk serupa, harga komoditas lain yang terkait memiliki harga lebih rendah, pendapatan rata-rata konsumen, selera dari konsumen itu sendiri, distribusi pendapatan dalam masyarakat dan jumlah populasi. Dampak dari hal tersebut diatas adalah terjadinya Penurunan Jumlah Permintaan Produk Dalam Pasar. Sebagai contoh,menurut situs (www.kompas.com) Permintaan tembakau produksi Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tahun ini turun dibandingkan dengan tahun 2011. Penurunan itu terjadi karena pabrik rokok masih memiliki stok dari pembelian tahun lalu. Demikian disampaikan Kepala Seksi Perkebunan dan Agrobisnis Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Temanggung Gunarto, Selasa (20/3) di Temanggung. Dari data Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Temanggung, penurunan permintaan tembakau terutama dari PT Gudang Garam dan PT Djarum Kudus. Tahun lalu, Gudang Garam menyerap hingga 7.500 ton tembakau, tetapi tahun ini hanya 6.500 ton. Hal serupa juga dilakukan Djarum yang tahun 2011 mencapai 6.000 ton tembakau, sekarang hanya 5.000 ton. Di sisi lain, permintaan tembakau dari

pabrik-pabrik rokok lain umumnya sama dengan tahun 2011. PT Bentoel masih mengajukan permintaan tembakau sebanyak 3.000 ton. Volume permintaan tidak berubah dibandingkan dengan tahun lalu juga berlaku bagi sedikitnya lima pabrik rokok kecil sebanyak 3.000 ton tembakau. Gunarto mengatakan, penurunan permintaan tersebut diduga akibat tahun 2011 pabrik-pabrik rokok telah membeli tembakau dalam volume besar. Pasalnya, kualitas tembakau tahun 2011 relatif bagus dan hasil panen berlimpah sehingga sejumlah pabrik membeli tembakau melebihi target. PT Djarum Kudus misalnya, yang sebelumnya hanya berencana membeli tembakau 6.000 ton, realisasinya memborong hingga 8.000 ton. Kendati demikian, kata dia, luasan tembakau tahun ini diprediksi tak berkurang. Hal tersebut di atas merupakan salah satu contoh penurunan jumlah permintaan produk (tembakau) yang dialami oleh petani pada tahun 2012 ini. Hal tersebut disebabkan karena tembakau yang dihasilkan tahun lalu memiliki kualitas dan kondisi yang sangat bagus sehingga menyebabkan konsumen membeli tembakau dengan volume yang lebih besar dibandingkan pembelian sebelumnya. (www.kompas.com) 1.2 Masalah - Tingginya harga produk yang tidak bisa diikuti oleh pengahasilan konsumen - Adanya produk lain yang sejenis dengan harga yang lebih rendah - Selera konsumen yang tidak stabil - Deangan adanya pasar bebas shimgga produk-produk luar dengan mudah masuk kepasar dalam negri. - Rendahnya harga produk impor - Tingginya harga bahan baku untuk perbuatan suatu produk

1.3 Prosedur Pemecahan Masalah Prosedur pemecahan masalah ini hanya mengekspresikan cara pandang dan pemikiran saja,tidak bermaksud menganalisa atau meneliti lebih dalam,tapi hanya berpacu pada sumber-sumber masalah perihal penurunan permintaan produk dalam pasar yaitu: 1. Mengintip berita kabar lewat stasiun tvone bahea penurunan permintaan produk bisa terjadi apabila terjadi gejolak ekonomi,maka hendaknya kita pada umumnya/pemerintah khususnya senantiasa menjaga stabilitas ekonomi maupun politik agar tidak terjadi harga yang tidak relevan bagi masyarakat umumnya dan pelaku pasar khususnya. 2. Faktor-faktor yang mempemgaruhi daya beli konsumen.. 3. Pada umumnya konsumen membeli suatu produk berdasarkan kualitas produk dan harga.

1.4 Sistematika Uraian 1. Permasalahan ditinjau dari perilaku konsumen dalam pemasaran 2. Permasalahan ditinjau dari strategi pemasaran/manajemen pemasaran inti 3. Permasalahan ditinjau dari komunikasi pemasaran terpadu 4. Permasalahan ditinjau dari riset pemasaran

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Tinjauan Permasalahan dari Perilaku Konsumen Dalam Pemasaran Pembelian merupakan fungsi dari dua determinan yaitu adanya niat pembelian dan pengaruh situasi. 1) Niat Pembelian Niat pembelian terdiri dari dua kategori yaitu, 1) Prduk maupun merek yang umumnya dirujuk sebagai pembelian terencana, 2) Kelas produk saja. Adalah penting untuk memperhatikan bahwa suatu pembelian dapat direncanakan walaupun dalam satu pengertian niat pasti tidak dinyatakan secara verbal atau secara tertulis dalam daftar belanja. Pembelian berdasarkan impuls terjadi ketika konsumen mengalami desakan tiba-tiba yang biasanya kuat dan menetap untuk membeli sesuatu dengan segera. Ada beberapa karakteristik pembelian berdasarkan impuls diantaranya adalah : 1) spontanitas, 2) kekuatan, kompulsi dan intensitas, 3) kegairahan dan stimulasi, 4) ketidakpedulian akan akibat Pengaruh Situasi Pengaruh situasi pada perilaku pembelian dipengaruhi oleh lingkungan informasi, lingkungan eceran, dan waktu yang tersedia untuk pengambilan keputusan. Lingkungan informasi terdiri dari ketersediaan informasi baik internal (disimpan di dalam ingatan) maupun eksternal, muatan informasi (kelebihan muatan), dan format informasi. Sedangkan lingkungan eceran terdiri dari atmosferik toko, tata letak dan peragaan, dan bahan di tempat penjualan.

Dalam keseharian kehidupannya konsumen selalu berbelanja apa saja yang ia butuhkan, mulai dari komoditi yang sangat diperlukan sampai ke barang yang sebetulnya kurang diperlukan tapi dibeli juga. Semua perilaku ini tentu ada yang mempengaruhinya, baik secara rasional, ataupun emosional. Konsumen harus mengambil keputusan kapan membeli, di mana akan membeli, dan bagaimana membayar komoditi yang mereka beli. Motif-motif Pembelian Para pembeli memiliki motif-motif pembelian yang mendorong mereka untuk melakukan pembelian. Motif pembelian terbagi menjadi 3 macam, yaitu: 1. Primary Buying Motive, yaitu motif untuk membeli yang sebenarnya. 2. Selective Buying Motive, yaitu pemilihan terhadap barang. 3. Patronage Buying Motive. Ini merupakan Selective buying motive yang ditujukan kepada tempat atau toko tertentu. Pemilihan ini bisa timbul karena layanan memuaskan, tempatnya dekat, cukup persediaan barang, ada halaman parkir, dan biasanya orang-orang besar suka berbelanja ke tempat tersebut. Buying Habits Kebiasaan membeli (buying habits) maksudnya ialah waktu kapan seseorang suka membelanjakan uangnya. Biasanya orang Indonesia banyak berbelanja pada awal bulan karena selesai gajian. Juga pada akhir minggu bagi buruh mingguan. Dan pada saat menghadapi hari raya, orang-orang ramai berbelanja sehingga mengakibatkan harga-harga naik. Gejala buying habits tersebut selalu berulang setiap tahun. Oleh sebab itu, para pedagang sudah

bersiap-siap jauh hari sebelumnya untuk menghadapi datangnya buying habits tersebut. Konsumen dan Keputusan Membeli Keputusan membeli yang dilakukan oleh konsumen, dipengaruhi oleh banyak hal seperti kebudayaan, kelas social, keluarga dan klub-klub. 1. Kebudayaan Kebudayaan sangat berpengaruh terhadap nilai-nilai dan pola perilaku seorang anggota kebudayaan tertentu. Kebudayaan ini diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Dengan demikian selesa seseorang akan mengikuti pola selera yang dilakukan oleh nenek moyangnya, misalnya terhadap perbedaan dalam makanan khas suku-suku bangsa di Indonesia. 2. Kelas Sosial Merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai tingkat tertentu yang memiliki nilai dan sikap yang berbeda dari kelompok tingkatan lain. Orang-orang dalam kelas sosial tertentu cenderung memiliki perilaku dan kebiasaan tertentu dalam kehiupan sehari-hari. Pengelompokan seseorang termasuk dalam kelas sosial tertentu dapat dilihat dari: Prestise jabatannya, penampilannya didalam kelompok sendiri, kepemilikannya, dan orientasi nilai-nilai yang dianutnya. Namun banyak pula yang menggunakan Indeks of Status Characteristic (ISC) untuk melihat status sosial seperti penilaian terhadap factor jabatan, suber penghasilan, tipe rumah, dan lokasi tempat tinggal.

3. Keluarga Keluarga adalah lingkungan terdekat dengan individu dan sangat mempengaruhi nilai-nilai serta perilaku seseorang dalam mengkonsumsi barang tertentu. Pola dan barang yang dikonsumsi sehari-hari berbeda jumlah dan mutunya antara keluarga kecil dan keluarga besar namun sangat tergantung atas jumlah anggaran belanja rumah tangga yang tersedia. 4. Klub-klub Klub-klub seperti ini biasanya adalah klub ibu-ibu arisan, klub olah raga, klub rekreasi, klub profesi, dan sebagainya. Individu sering menerima advice, pengarahan, pemikiran dari anggota kelompok yang mempengaruhi pola konsumsi mereka. Faktor yang Mempengaruhi Pola Konsumsi Pola konsumsi akan mempunyai variasi yang berbeda diantara bnyak keluarga karena pola konsumsi keluarga ini sangat dipengaruhi oleh faktor umur, jenis kelamin, suku dan kebangsaan, agama, jumlah pendapatan, dan pendidikan. Sistem Keputusan Membeli Sistem merupakan suatu totalitas atau suatu keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ke dalam diri individu, ada masukan yang mendorong ia untuk mau membeli. Masukan itu adalah: Adanya uang tunai atau kemampuan membayar bila akan membeli secara kredit.

Adanya pengaruh dari teman sejawat atau keinginan dari dalam diri sendiri.

Adanya pengaruh dari reklame atau alat promosi lainnya. Pengaruh dari lingkungan lainnya. Setelah itu, individu mengadakan proses dalam dirinya yang akhirnya

melakukan pembelian dengan tujuan ingin memperoleh kepuasan dari barang yang dibelinya. Dari hasil kepuasan atau ketidakpuasan terhadap barang yang dibeli, akan menjadi balikan (feedback) terhadap masukan-masukan untuk periode yang akan datang. Keputusan membeli seseorang dipengaruhi oleh lingkungan, kebudayaan, keluarga dan lain sebagainya yang kemudian akan membentuk suatu sikap pada diri individu, kemudian melakukan pembelian setelah melalui tahap-tahap proses pengambilan keputusan membeli. Tahap-tahap tersebut adalah: 1. Menyadari adanya suatu barang yang dibutuhkan 2. Identifikasi alternatif dengan mempertimbangkan barang apa yang betulbetul dibutuhkan, berapa banyak uang yang tersedia, apakah sudah memiliki pengetahuan tentang barang yang akan dibeli, dan berapa banyak informasi yang ia peroleh tentang barang tersebut. 3. Menilai alternative. Penilaian tersebut dinilai dari merek mana yang lebih baik, bagaimana kekuatan, keuntungan dan manfaatnya. 4. Keputusan membeli. Setelah melakukan penilaian, maka diambillah keputusan membeli atau tidak membeli. Jika keputusan membeli, maka perlu ditetapkan toko mana, akan beli berapa, jumlah uang yang tersedia, merek apa, buatan mana, warna, tipe dan besarnya.

Perilaku setelah membeli. Hal ini sangat dipengaruhi oleh apakah ia merasa puas atau tidak dengan barang yang dibelinya..(Prof.DR.H. Buchari Alma 2011: 96104 )

2.2 Tinjauan Permasalahan dari Strategi Pemasaran/Manajemen Pemasaran Inti Dalam kegiatan perusahaan hal yang sangat penting dilakukan adalah pemasaran karena dapat menentukan keberhasilan dan perkembangan suatu

produk/jasa. Dalam pemasaran itu sendiri suatu perusahaan memerlukan sebuah strategi yang bertujuan untuk penguasaan pasar dan memperkokoh kedudukan produk dengan pesaing- pesaingnya. Oleh sebab itu dalam suatu perusahaan sering ditetapkanlah GRAND STRATEGI (strategi inti) agar suatu perusahaan dapat menguasai market share yang luas dan market position yang mantap.

(Prof.DR.H. Buchari Alma 2011: 200) Dalam kegiatan pemasaran, suatu perusahaan harus memperhatikan variablevariable dalam strategi pemasaran ada 2 variable besar dalam strategi pemasaran yaitu variable yang dapat dikontrol dan variable yang tidak dapat dikontrol.(Alex D Triyana 1985: 19)

1. Varibel yang tidak dapat dikontrol Dalam variable ini meliputi beberapa hal antara lain : keadaan pesaing, perkembangan teknologi, perubahan demografik, kebijakan politik dan ekonomi serta sumber daya manusia. Walaupun variable variable tersebut dianggap variable yang tidak dapat dikontrol, namun dalam beberapa aspek sebenarnya

dapat diramalkan oleh para pengusaha berdasarkan pengalamanpengalaman masa lalu. 2. Variable yang dapat dikontrol antara lain ialah : 1. Market segmentation 2. Marketing mix 3. Marketing budget 4. Timing (Prof.DR.H. Buchari Alma 2011: 201)

2.2.1 Market Segmentation Pasar terdiri dari banyak pembeli, dan pembeli berbeda dalam banyak hal baik dalam motif, perilaku, maupun kebiasaan pembelian. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pasar suatu produk tidak homogen, tetapi heterogen. Hal inilah yang mendorong perusahaan melakukan segmentasi pasar. Segmentasi merupakan pengelompokan pembeli dalam suatu pasar yang memiliki kebutuhan dan tingkah laku yang sama. Segmentasi merupakan unsur pertama strategi. Menurut Hermawan Kartajaya dkk, segmentasi berarti melihat pasar secara kreatif. Segmentasi merupakan seni mengidentifikasikan serta memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar. Latar belakang pentingnya segmentasi bagi perusahaan disebabkan antara lain karena segmentasi memungkinkan perusahaan lebih terfokus dalam mengalokasi sumber daya. Kedua, segmentasi merupakan basis untuk menentukan komponen-komponen strategi, taktik dan value secara keseluruhan. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan suatu acuan dan

basis bagi penentuan positioning. Ketiga segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing. Renald Kasali mengatakan bahwa segmentasi merupakan proses mengkotak-kotakkan pasar (yang heterogen) ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki kesamaan kebutuhan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya. Salah satu alasan perusahaan melakukan segmentasi untuk meningkatkan efektivitas strategi pemasaran yang telah disusun, serta lebih terarah dan sumber daya perusahaan dapat digunakan secara efektif dan efisien.

Kriteria Segmentasi Dasar pembedaan segmentasi dibedakan menjadi: 1. Pasar Konsumen Geografi : Wilayah Kota, desa Demografi : Umur, jenis kelamin, status Pendapatan, pekerjaan, pendidikan Agama, kewarganegaraan, kelompok etnis 2. Psikografi : Status social Gaya hidup Kepribadian 3. Pasar Industri/Bisnis Industri Jenis perusahaan (sektor pribadi atau umum) Lokasi geografis Konsumen akhir Ukuran perusahaan Kegunaan produk

4. Targeting Setelah perusahaan memilih segmen pasar yang akan dimasuki, strategi selanjutnya adalah menentukan target pasar atau pasar sasaran. Definisi umum dari targeting adalah proses memilih target market yang tepat bagi produk dan jasa perusahaan. Philip Kotler dkk dalam bukunya rethinking marketing, targeting adalah strategi mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif. Tiga kriteria yang harus dipenuhi perusahaan dalam mengevaluasi dan menentukan segmen yang akan ditarget, yaitu: (1) memastikan bahwa segmen pasar yang dipilih cukup besar dan akan cukup menguntungkan bagi perusahaan. (2) strategi targeting itu harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara untuk mengukur apakah perusahaan itu memiliki kekuatan untuk mendominasi segmen pasar yang dipilih. (3) segmen pasar yang dibidik itu harus didasarkan pada situasi persaingannya yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi daya tarik target segmen. Langkah-langkah dalam penentuan sasaran pasar (targeting) adalah: menganalisa permintaan konsumen, penentuan sasaran pasar, dan mengembangkan strategi pemasaran. Ada tiga strategi dalam memilih target pasar, yaitu: 1. Mass-Market Strategy Pasar bisnis menggunakan dua cara untuk memasuki pasar massa. Pertama adalah tidak memperhatikan perbedaan setiap segmen yang ada serta mendesain produk tunggal, dan program pemasaran yang akan melayani konsumen yang lebih besar / banyak. Pendekatan kedua dalam strategi

pemasaran massa yaitu membagi produk dan program pemasaran untuk segmen yang berbeda-beda, atau disebut juga differentiated marketing. 2. Niche-Market Strategy Strategi ini melibatkan satu atau lebih segmen. Tujuan strategi ini adalah menghindari pesaing langsung yang berada di segmen yang lebih besar. 3. Concentrated Marketing (Growth-Market Strategy) Strategi pertumbuhan pasar ini diterapkan oleh perusahaan kecil untuk menghindari konfrontasi langsung dengan perusahaan besar. Penerapan strategi ini membutuhkan departemen riset dan pengembangan yang handal dan kemampuan pemasaran untuk mengidentifikasi serta mengembangkan dan memperkenalkan keistimewaan produk baru kepada sasaran (target) pasar yang dituju. Positioning Positioning menyangkut bagaimana membangun kepercayaan, keyakinan dan kompetensi bagi pelanggan. Dibb dkk mendefinisikan positioning sebagai proses menciptakan sebuah image suatu produk ke dalam pikiran atau benak konsumen. Al Ries dan Jack Trout mengatakan bahwa prestasi terhebat positioning adalah memiliki sebuah kata di dalam benak pelanggan. Langkah-langkah dalam positioning yaitu: 1) Memposisikan produk ke dalam segmen tertentu. 2) Memutuskan segmen yang akan menjadi pasar sasarannya. 3) Mengetahui konsumen dalam pasar sasarannya. 4) Memproduksi produk yang diinginkan dan yang diharapkan oleh konsumen. 5) Mengevaluasi posisi dan citra produk dalam pasar sasarannya. 6) Menentukan citra produk yang berbeda dengan pesaingnya.

7) Menginformasikan kepada konsumen di dalam pasar sasarannya tentang produk (melakukan promosi) Repositioning (Pemosisian Kembali) Positioning pada dasarnya berhubungan dengan diferensiasi. Bila positioning tidak didukung dengan diferensiasi dapat berakibat pada penurunan brand atau citra produk yang dijual. Sebaliknya bila positioning didukung dengan diferensiasi perusahaan akan membangun sebuah brand integrity yang kokoh. Bila posisi sebuah produk terancam gagal atau kurang berhasil, dan untuk mempertahankan pertumbuhan dalam pasar yang lamban atau untuk memperbaiki posisi yang salah, maka diperlukan pemosisian kembali (repositioning). Menurut Lamb, Hair, dan McDaniel repositioning adalah mengubah persepsi konsumen terhadap suatu merk dalam kaitannya dengan merek-merek pesaing. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efesien dalam rangka memberikan kepuasaan bagi konsumen. Selain itu perusahaan atau seorang pengusaha dapat menentukan kebijakan pemasaran untuk menetapkan strategi arah sasaran dan pemasaranya. Apakah sasaran pemasaranya ditunjukan ke seluruh lapisan masyarakat, atau segmen pasar tertentu saja. Sehingga perusahaan dapat melakukan program-program pemasaran yang terpisah untuk memenuhi kebutuhan khas masing-masing segmen yang akan

mempemudah konsumen dalam mencari barang-barang kebutuhan mereka sesesuai dengan kebutuhan dan tingkat sosialnya.

2.2.2 Marketing Budget Dalam hal ini strategi penetapan jumlah dana untuk kegiatan marketing sangat mempengaruhi keberhasilan pemasaran.Karena pada umumnya apabila dana untuk kegiatan marketing bertambah maka jumlah penjualan akan meningkat sebagai konsekuensi atas biaya yang telah dikeluarkan perusahaan. 2.2.3 Timing Merupakan variable pemasaran yang sangat penting bagi pengusaha mengenai kapan ia harus mulai melancarkan pemasaran barang-barangnya.

Sehingga seorang pengusaha tidak salah langkah dalam mengambil tindakan karena memasarkan produk-produk baru tetapi waktunya tidak tepat. 2.2.4 Marketing Mix Marketing mix dapat kita sebut juga sebagai bauran pemasaran yang mempunyai arti kumpulan dari variable-variable pemasaran untuk mencapai tujuan pemasaran (marketing manajemen,1997). Menurut Kotler (1997:92) marketing mix (bauran pemasaran) mempunyai arti sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk meyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang diinginkan. Strategi ini merupakan strategi yang banyak digunakan oleh perusahaan karena dianggap paling tepat dan efisien dalam memasarkan suatu produk.Ada empat variable yang tercakup dalam kegiatan marketing mix yang sering kita kenal dengan sebutan 4 P yaitu : a. Strategi produk b. Strategi harga c. Strategi penyaluran/distribusi d. Strategi promosi

Keempat strategi ini saling mempengaruhi (independent), sehingga semuanya penting sebagai satu kesatuan strategi yaitu strategi acuan/bauran. Dari masing-masing variabel bauran pemasaran itu akan diarahkan pada pasar sasaran (target market). Hubungan antara bauran pemasaran (4 P) dengan pasar sasaran dapat diilustrasikan seperti berikut :

Bauran Produk ( Produk Mix ) Kualitas Pembungkusan Merk Desain Garansi Jalur produk

Bauran Produk ( Price Mix ) Syarat-syarat penjualan Potongan harga Penetapan harga

Pasar Sasaran ( Target Market )

Bauran Promosi ( Promotion Mix ) Pengiklanan Promosi penjualan Penjualan pribadi Publisitas

Bauran Distribusi ( Place Mix ) Jenis saluran distribusi Intensitas distribusi Daerah penjualan Pergudangan Alat transport

Gambar 1. Hubungan Antara Bauran Pemasaran dengan Pasar Sasaran (www.scribd.com)

a. Strategi Produk Setiap perusahaan didalam mempertahankan dan meningkatkan penjualan dan share pasarnya, perlu mengadakan penyempurnaan dan perubahan produk yang dihasilkan kearah yang lebih baik, sehingga dapat memberikan daya guna dan daya pemuas serta daya tarik yang lebih besar. Strateginya adalah menetapkan cara dengan penyediaan produk yang tepat bagi pasar yang dituju, sehingga dapat memuaskan para konsumen dan sekaligus dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang. Strategi produk yang dapat dilakukan mencakup keputusan tentang acuan/bauran produk (produk mix), merk dagang (brand), pembungkusan atau kemasan produk (packaging), tingkat mutu/kualitas produk. Tujuan utama strategi produk adalah untuk mencapai sasaran pasar yang dituju denga meningkatkan kemampuan bersaing dan mengatasi persaingan. Sebelum meluncurkan produk ke pasar, perusahaan perlu merencanakan fungsi produk seperti apa yang akan ditawarkan. Berikut merupakan lima tingkatan produk yang perlu diperhatikan perusahaan: 1. Manfaat inti (core product) yang harus diperhatikan perusahaan yaitu jasa atau manfaat yang sebenarnya dibeli oleh konsumen. 2. Produk dasar (basic product) yaitu atribut produk yang ditawarkan sebuah perusahaan, misalnya kamar hotel mencakup tempat tidur, kamar mandi, handuk dan lemari pakaian. 3. Produk yang diharapkan (expected product) yaitu suatu set atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan dan disetujui pembeli ketika mereka membeli produk ini.

4. Produk yang ditingkatkan (augmented product) yaitu suatu pemenuhan keinginan yang melampaui harapan konsumen. 5. Produk potensial (potential product) yang mencakup semua peningkatan dan transformasi yang akan dialami oleh produk tersebut atau evolusi produk. b. Strategi Harga Harga merupakan elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan. Harga juga merupakan elemen bauran pemasaran yang paling fleksibel, karena harga dapat diubah dengan cepat, beda halnya dengan feature produk atau distribusi. Penetapan harga yang berlaku berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya perusahaan. Pada perusahaan kecil harga ditetapkan oleh manajemen puncak bukan oleh bagian pemasaran atau penjualan. Sedangkan pada perusahaan besar penetapan harga ditangani oleh manajer divisi dan lini produk. Dalam menentukan harga harus dipertimbangkan berbagai hal,misalnya tujuan penentuan harga secara umum adalah sebagai berikut : 1) Untuk bertahan hidup 2) Untuk memaksimalkan laba 3) Untuk memperbesar market share 4) Mutu produk 5) Karena pesaing Faktor faktor yang mempengaruhi harga : 1) Kebutuhan dana 2) Persaingan 3) Kebijakan pemerintah 4) Target laba yang dinginkan

5) Kualitas jaminan 6) Produk yang kompentitif 7) Hubungan baik c. Strategi Place (Distribusi) Elemen lain dalam marketing mix adalah place atau disebut juga saluran distribusi. Sebagian besar produsen tidak langsung menjual produknya ke konsumen. Mereka menggunakan perantara. Alasan yang melatarbelakangi digunakannya perantara yaitu: (1) banyak produsen kekurangan sumber daya finansial untuk menjalankan pemasaran langsung (2) dalam beberapa kasus pemasaran langsung memang tidak layak (3) produsen adakalanya sering mendapat pengembalian yang lebih besar atas produk yang dijual sendiri. Melalui kegiatan distribusi, akan terjalin ikatan antara suplier, perantara, dan pelanggan. Bentuk pola saluran distribusi dapat dibedakan menjadi : 1) Saluran langsung : Produsen ===== Konsumen 2) Saluran tidak langsung Produsen ==Pengecer ==Konsumen Produsen ==Pedagang menengah ==Pengecer ==Konsumen Produsen ==Distributor ==Pedagang menengah ==Pengecer ==Konsumen (www.scribd.com) d. Strategi Promosi ( Promotion ) Promosi melibatkan komunikasi informasi untuk membantu orang menemukan produk, dan membantu pemasar menemukan pelanggannya. Promosi juga

dilakukan untuk menciptakan positioning dan citra produk. Keuntungan dari kegiatan promosi adalah; (1) menciptakan citra merek, (2) mengkomunikasikan keunggulan produk dan jasa (3) menciptakan perhatian atas produk baru (4) menjaga kepopuleran produk dan jasa (5) menciptakan kesetiaan konsumen.

2.3 Tinjauan Permasalahan dari Komunikasi Pemasaran Terpadu IMC (Intergrated Marketing Communication) adalah sebuah konsep dari perencanaan komunikasi pemasran yang memperkenalkan nilai tambah dari rencana komprehesif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin komunikasi-misalnya.periklanan umum, respon langsung, sales promotion dan PR dan mengobinasikan disiplin-disiplin ini untuk memberikan kejelasan konsistensi dan dapak komunikasi yang maksimal secara sederhana nya IMC dapat di artikan sebagai proses dari pengelolaan custumer relationship yang menggerakan brand value,Sedangkan secara spesifik IMC dapat di artikan sebagai proses yang mempunyai punggsi bersilang dengan menciptakan dan memelihara hubungan yang menguntungkan dengan customer dan stakeholder lainya dengan mengontrol dan mempengaruhi secara strategis semua pesan yang terkirim kepada kelompok ini serta menggerakkan dialog dengan maksud tertentu kepada mereka. Itegrated Marketing Communocation (IMC) adalah satu sekian proses yang tersedia guna membina hubungan dengan custumer. Apa yang membedakan IMC dengan proses custumer-centric lainya adalah dasar dari proses tersebut adalah komunikasi,yang merupakan jantung dari semua hubungan dan juga merupakan proses yang sirkuler. Seperti yang sudah di sebutkan di atas konsep dasar dari IMC adalah komunikasi.

Dengan komunikasi ini IMC berusaha untuk memaksimalkan pesan positif dan menimalkan pesan negative dari suatu bran, dengan sasaran menciptakan menyokong brand relationship. Untuk membangun hubungan jangka panjang IMC juga digunakan untuk membangun dan memperkuat bran relationship yang positif juga akan menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai dari pemegang saham perusahaan tersebut.semakin banyaknya istilah IMC yang dipakai oleh para praktisi dan pakar pendidikan. namun tidak ada istilah yang benar-benar di setujui tentang apakah IMC: 1.Komunikasi pemasran yang bersifat onevoice Maksudnya adalah walaupun elemen komunikasi pemasaran yang di gunakan berbeda beda dengan meraih konsumen dari semua itu.

2.4 Tinjauan Permasalahan dari Riset Pemasaran Konsep inti riset pemasaran sesungguhnya menekankan pada identifikasi kebutuhan konsumen yang selanjutnya dibuat dan dikembangkan sebuah produk/jasa layanan kemudian dipertemukan dengan kebutuhan konsumen secara cepat. Proses identifikasi kebutuhan konsumen ini tentunya akan terus berlangsung karena pasar dan konsumen itu terus berubah dan berkembang. Bagaimana kebutuhan konsumen ini diperoleh secara tepat, maka diperlukan perangkat/alat analisa yang ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan baik secara tahapan, metodologi, perolehan data dan hasilnya ilmiah pula. Dalam membahas riset pemasaran di bedakan dalam dua tujuan yakni penelitian teoritis atau akademis (Theorical Research) dan (Applied Research).

Penelitian teoritis umumnya dilakukan oleh akadenisi dan lebih berfokus pada pembuktian, evaluasi, atau pengembangan dari teori-teori pemasaran sedangkan penelitian terapan berfokus pada proses pengambilan keputusan dalam pemasaran. Penelitian teoritis cenderung lebih ketat dalam systematika pelaporan risetnya, sedangkan penelitian terapan baik dilakukan oleh akademisi cenderung lebih praktis namun keduanya dapat memiliki kompleksitas masalah dari yang paling sederhana hingga yang rumit. Istilah riset pemasaran (Marketing Research) seringkali di rancukan dengan riset pasar (Market Research). Sesungguhnya ada perbedaan tersendiri dari kedua istilah ini, riset pasar berfokus pada pasar yang telah di tentukan dengan produk barang atau jasa yang spesifik, sedangkan riset pemasaran di artikan secara meluas tidak terpaku pada penelitian aspek dari pasar atau produk saja, dengan kata lain riset pasar bagian dari riset pemasaran. American Marketing Association (AMA) mendefinisikan riset pemasaran sebagai fungsi yang menghubungkan pemasar melalui informasi dengan konsumen dan di gunakan untuk mengidentifikasikan, menentukan peluang dan masalah pemasaran lalu merumuskan, menyempurnakan dan mengevaluasi tindakan pemasaran dan menyempurnakan pemahaman mengenai pemasaran sebagai sebuah proses pemahaman atas cara-cara yang dapat membuat aktifitas pemasaran lebih efektif.(Prof.DR.H Buchari Alma 2011: 224-225)

BAB III PENUTUP


Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini terimakasih.

KESIMPULAN

Dari pembahasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa : 1. Konsumen dalam melakukan proses pembelian dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti, umur, jenis kelamin, suku dan kebangsaan, agama, jumlah pendapatan, dan pendidikan. Selain itu, merek dan kualitas dari suatu produk juga sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen ditambah dengan adanya hasil dari pembelian produk terdahulu, apakah konsumen merasa puas atau tidak. 2. Produk.price,place dan promosi merupakan kunci keberhasilan sebuah perusahaan dalam pemasaran produk yang akan senantiasa mempertahankan permintaan suatu produk dari kemungkinan penurunan jumlah permintaan dalam pasar. 3. Integrated Marketing Communication( IMC ) dapat diartikan sebagai proses yang mempunyai fungsi bersilang dalam menciptakan dan memelihara hubungan yang menguntungkan dengan customer dan stakeholder lainnya

dengan mengontrol dan mempengaruhi secara strategis semua pesan yang terkirim kepada kelompok ini serta menggerakkan dialog dengan maksud tertentu. 4. Istilah riset pemasaran (Marketing Research) seringkali di rancukan dengan riset pasar (Market Research).Sesungguhnya ada perbedaan tersendiri dari kedua istilah ini, riset pasar berfokus pada pasar yang telah di tentukan dengan produk barang atau jasa yang spesifik, sedangkan riset pemasaran di artikan secara meluas tidak terpaku pada penelitian aspek dari pasar atau produk saja, dengan kata lain riset pasar bagian dari riset pemasaran.