Anda di halaman 1dari 14

MODUL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

(BLOK 12)
Modul 2

GIGI MAJU

BUKU PANDUAN MAHASISWA


STOMATOGNATI 1
PENYUSUN : drg. Eka Erwansyah, M.kes., SpOrt

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012

Lembar Pengesahan

Modul Pembelajaran Terintegrasi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin

Unit Pendidikan Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin

Ketua Blok Stomatognati 1

Prof. DR. drg. Rasmidar Samad, MS NIP. 19570422 198603 2 001

drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp.Ort NIP. 19720628 200604 1 001

Mengetahui Pembantu Dekan I, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin

Prof. Dr. drg. Burhanuddin DP, M.Kes NIP. 195512141986031001

Pendahuluan Modul gigi maju

ini diberikan kepada Anda yang mengambil matakuliah

Stomatognati 1 (Blok 12) di semester 4. Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) pada modul ini disajikan agar Anda dapat mengerti tentang beberapa analisis yang diperlukan untuk melakukan perawatan ortodonti terhadap kelainan maloklusi. Modul ini menyajikan data yang bisa digunakan untuk melakukan beberapa analisis ortodonti. Anda diharapkan mampu menyebutkan dan menjelaskan apa saja analisis yang diperlukan serta mampu menerapkannya pada kasus tersebut sesuai data yang ada. Lalu, dari hasil analisis, Anda diharapkan mampu membuat suatu rencana perawatan ortodonti. Sebelum menggunakan modul ini, Anda diharapkan membaca TIU dan TIK sehingga tidak terjadi penyimpangan pada diskusi dan tujuan serta dapat dicapai kompetensi minimal yang diharapkan. Bahan untuk diskusi dapat diperoleh dari bahan bacaan yang tercantum pada setiap unit. Kuliah pakar akan diberikan atas permintaan Anda yang berkaitan dengan skenario ataupun penjelasan dalam pertemuan konsultasi antara peserta kelompok diskusi anda dengan dosen yang bersangkutan. Penyusun mengharapkan modul ini dapat membantu anda dalam perkuliahan Stomatognati 1.

Makassar, 1 April 2012

Penyusun

Tujuan Instruksional Umum Setelah pembelajaran modul ini selesai, mahasiswa diharapkan mampu

menyebutkan, menjelaskan serta menerapkan analisis yang diperlukan untuk perawatan ortodonti serta mampu membuat suatu rencana perawatan ortodonti berdasarkan analisis yang dibuat.

Tujuan Instruksional Khusus Setelah pembelajaran dengan modul ini, mahasiswa diharapkan dapat: a. Menjelaskan tentang etiologi, faktor lokal, faktor penyakit dan faktor malnutrisi terjadinya kelainan dentofasial, khususnya yang berhubungan dengan gigi maju. b. Melakukan analisis model berdasarkan data yang tersedia menggunakan analisis metode Pont, metode Howes, metode Kesling dan Arch Lenght Discrepancy (ALD), serta analisis Bolton. c. Menyusun rencana perawatan berdasarkan hasil analisis tersebut.

Skenario : gigi maju


Seorang remaja putri usia 14 tahun datang ke klinik gigi dengan keluhan gigi maju. Ia ingin dirapikan dan dimundurkan gigi-gigi depan rahang atasnya. sudah Berdasarkan informasi orang tuanya, pasien

menstruasi. Dokter melakukan pemeriksaan dan pengambilan data pasien. Profil wajah dan

senyum pasien seperti foto di bawah ini. Diperoleh data matematis (di tabel). Berdasarkan data ini, dokter akan melakukan analisa rencana perawatan ortodonti pada pasien ini.

PLR = 45,5
11 6 11.5 0 5 7.5 7.5 4 7 8 3 6.5 7.5 2 6 9 1 5.5 9 7.5

PLR = 48
8 7.5 7 11

1
5.5

2
6

3
6.5

4
7

5
7

6
0

PLR = 41 PLR = 39,5 FC = 45 mm PD = 35,5 mm GM RA = 1 mm kanan CB = 41mm CF = 46 mm GM RB = 1,5 mm kiri 0 0 Analisis sefalometri: SNA = 80 , SNB = 74 Ket: PLR= Panjang Lengkung Rahang, OJ=Overjet, OB=Overbite, FC=Fossa Canina, CB=Cups Bukal 14,24, PD=Pit Distal 14,24, Central fossa 16,26, GM RA=Garis Median Rahang Atas, GM RB=Garis Median Rahang Bawah. SNA/SNB = Kedudukan rahang atas/bawah terhadap basis cranii. OJ = 7 mm OB = 3 mm

Tugas Untuk Mahasiswa 1. Setelah membaca dengan teliti skenario di atas, mahasiswa mendiskusikannya dalam satu kelompok diskusi yang terdiri dari 12 sampai 15 orang, dipimpin oleh seorang ketua dan sekretaris yang dipilih oleh mahasiswa sendiri. Ketua dan sekretaris ini sebaiknya berganti-ganti pada setiap kali diskusi. Diskusi kelompok ini bisa dipimpin oleh tutor atau secara mandiri. 2. Melakukan aktifitas pembelajaran individual di perpustakaan dengan menggunakan buku ajar, majalah, slide, tape atau video dan internet untuk mencari informasi tambahan. 3. Melakukan diskusi kelompok mandiri (tanpa tutor), melakukan curah pendapat bebas antara anggota kelompok untuk menganalisa dan atau mensintesa informasi dalam menyelesaikan masalah. 4. Melakukan penilaian atas pelaksanaan tutorial dan kinerja tutor. 5. Melakukan penilaian atas kinerja mahasiswa lain dalam kelompoknya. 6. Berkonsultasi pada narasumber yang ahli pada permasalahan yang dimaksud untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam (tanya pakar). 7. Mengikuti kuliah khusus (kuliah pakar) dalam kelas untuk masalah yang belum jelas atau tidak ditemukan jawabannya.

Proses Pemecahan Masalah Dalam diskusi kelompok, mahasiswa memecahkan problem yang terdapat dalam skenario ini, dengan melakukan 7 langkah di bawah ini: 1. Klarifikasi istilah yang tidak jelas dalam skenario di atas, dan tentukan kata kunci. 2. Identifikasi problem penting dalam skenario di atas dengan membuat pertanyaan penting. 3. Analisa problem-problem tersebut dengan brain storming. 4. Urutkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas. 5. Tentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai oleh mahasiswa atas kasus di atas. Langkah 1 sd 5 dilakukan dengan diskusi pertama bersama tutor. 6. cari informasi tambahan tentang kasus di atas diluar kelompok tatap muka. Langkah 6 dilakukan dengan belajar sendiri-sendiri atau diskusi berkelompok tidak dengan tutor. 7. Laporkan hasil diskusi dan sintesis informasi-informasi yang baru ditemukan. Langkah 7 dilakukan dengan kelompok diskusi dengan tutor.

Jadwal Kegiatan 1. Pertemuan pertama: Diskusi tutorial yang dipimpin oleh mahasiswa untuk

mendiskusikan skenario pada modul pertama. Pada pertemuan ini mahasiswa memilih Ketua dan Sekretaris Kelompok, brain storming untuk Proses pemecahan masalah langkah 1-5 dan pembagian tugas. 2. Pertemuan kedua: Belajar mandiri baik sendiri maupun kelompok, dengan tujuan mencari informasi yang diperlukan . 3. Pertemuan ketiga : Diskusi tutorial , untuk Proses pemecahan masalah langkah 6-7. Kegiatan ini difasilitasi oleh tutor. 4. Pertemuan keempat: Belajar mandiri baik sendiri maupun kelompok, dengan tujuan mencari informasi tambahan . 5. Pertemuan kelima: Diskusi panel untuk semua kelompok Tujuan : Untuk melaporkan hasil analisa dan sintesa informasi yang ditemukan untuk menyelesaikan kasus pada skenario. Bila ada masalah yang belum jelas, diselesaikan oleh para dosen. Semua dosen pengampuh matakuliah hadir pada pertemuan ini. 6. Pertemuan keenam: Pengumpulan laporan dalam bentuk laporan penyajian dan laporan lengkap. Time Table Hari ke I Pertemuan 1 II Mandiri III Pertemuan 2 IV Mandiri V Panel

Strategi Pembelajaran 1. Diskusi kelompok yang diarahkan tutor. 2. Diskusi kelompok mandiri tanpa tutor. 3. Konsultasi pada narasumber ( dosen pengampu mata kuliah) pada permasalahan dimaksud untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam. 4. Kuliah khusus dalam kelas 5. Aktifitas pembelajaran individual di perpustakaan dengan menggunakan buku ajar, majalah, slide, tape atau video, dan internet.

Lembar Kerja 1. Kata/kalimat kunci

2. Pertanyan-pertanyaan penting

3. Tujuan pembelajaran pada kasus

4. Jawaban pertanyaan

TUGAS MANDIRI UNTUK MAHASISWA 1. Tugas Kelompok Kelompok A : Memaparkan tentang defenisi, etiologi, faktor lokal, faktor penyakit dan faktor malnutrisi terjadinya kelainan dentofasial, khususnya kasus gigi maju. Kelompok B : Memaparkan tentang cara melakukan analisis model yang diperlukan untuk kasus ini dan menentukan rencana perawatan.

2. Tugas Perorangan 1) Setiap mahasiswa melakukan pemeriksaan wajah pasien berdasarkan fotografi dan menentukan hasil pemeriksaannya. 2) Setiap mahasiswa melakukan analisis model berdasarkan data yang tersedia pada skenario. 3) Setiap mahasiswa menyusun rencana perawatan berdasarkan hasil analisis model.

Tugas Perorangan ANALISIS WAJAH DAN MODEL PASIEN BERDASARKAN DATA PADA SKENARIO I. Analisis Wajah (fotografi) Profil wajah Tipe muka Bibir Relasi bibir : cembung/datar/cekung)* : sempit/normal/lebar; simetri/asimetris )* : hipotonus/normal/hipertonus )* : normal/terbuka )* )* = coret yang tidak perlu

II. Analisis Model Overbite Crossbite Relasi M Relasi C Midline :.. mm : : : : kanan Kls .. kanan Kls .. Overjet Diastema kiri Kls .. kiri Kls .. : mm :

Analisis Howes Indeks Howes Lebar lengkung gigi : ..... % : ....

Lebar lengkung rahang : .... Selisih : ....

Interpretasi : ............................................................................................................ Analisis Pont Lebar mesio distal 11 12 21 22 Jarak pit distal (PD) 14 24 : ........ : ........ Pasien ......... .......... Pont ........... ........... Selisih ........... .......... Jarak sentral fossa (CF) 16 26 Regio 14 24 16 - 26 Interpretasi : Analisa Pont pada regio premolar: : .........

Analisa Pont pada regio molar :

Arch Length Discrepancy (ALD) ALD RA RB .. .. Total

Interpretasi :......................................................................................................................... Analisis Bolton (TSD) : Hasil analisa rasio anterior : ......... (rata-rata = 77,2 ; SD = 1,65) Interpretasi : .................................................................................................................... .......................................................................................................................................... Hasil analisa rasio total : .......... (rata-rata = 91,3 ; SD = 1,91)

Interpretasi: ..................................................................................................................... .......................................................................................................................................... Rasio Rasio Anterior Rasio Total Arti : Rasio gigi-gigi anterior : .................................................................................................. .......................................................................................................................................... Rasio gigi-gigi totalis: .................................................................................................... ........................................................................................................................................ III. ANALISIS SEFALOMETRI Pada pasien ini, SNA = ....... Interpretasi = ......................................... SNB = ....... Interpretasi = ............................................ ANB = ....... Interpretasi = ........................................... Pada pasien ini terjadi pertumbuhan mandibula yang kurang (retrognati Ukuran lengkung gigi sebenarnya RA RB RA RB Ukuran lengkung gigi seharusnya (tabel Bolton) Selisih

IV. INFORMASI TUMBUH KEMBANG Pasien ini tidak efektif lagi untuk dilakukan perawatan ortodonti dengan cara modifikasi

pertumbuhan rahang. Namun untuk dilakukan pembedahan ortognati pun masih belum bisa dilakukan.. Jelaskan! .......................................................................................................................................... .........................................................................................................................................

(diskusilah dengan dosen, asisten atau kakak-kakak koas untuk menyusun rencana perawatan)

RENCANA PERAWATAN Disain Perawatan

Rencana RA

Komponen ALD Koreksi I-NA / Koreksi 4 I Garis Median Ruangan Sisa ruangan Keterangan

Rencana RB

Rencana perawatan RA ; ....................................................................................................................................... ....................................................................................................................................... ....................................................................................................................................... Rencana perawatan RB ....................................................................................................................................... ....................................................................................................................................... .......................................................................................................................................

Bahan Bacaan dan SumberSumber Lain 1. Proffit, W.R. et al. 2007. Contemporary Orthodontic. 3rd ed. Mosby. St. Louis Philadelphia. 2. Bishara. Textbook of Orthodontics. Bishara, S.E., 2001. Text Book of Orthodontics. Philadelphia.W.B.Saunders Company 3. Moyers, 1988. Handbook of Medical Pulisher. 4. Nanda R. 2005. Biomechanic and Esthetic Strategic in Clinical Orthodontics. St Louis, Missouri. Elsevier Saunders. 5. Graber T.M, Vanarsdal RL. 1994. Orthodontic current Principle and Technique. 2rd Ed. St.Louis. The CV Mosby Co. 6. Graber TM, Neumann B. Removable Orthodontics Appliances. 2nd Ed Orthodontics. 4th ed. Chicago-London: Year Book

Philadelphia.W.B.Saunders Company. 7. Sumber lain: internet, VCD, tape, slide. 8. Dosen-dosen pengampu.

Dosen Pengampu: 1. Prof. drg. Mansjur Nasir, Ph.D 2. Dr. drg. Susilowati, SU 3. drg. Hendrik L Rasubala 4. drg. Launardo Davinsi 5. drg. Donald R. Nahusona, M.Kes 6. drg. Eka Erwansyah, M.Kes., Sp.Ort 7. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp.Ort 8. drg. Ali Yusran, M.Kes 9. drg. Muliyati Yunus, M.KeS 10. drg. Rika Darmayanti