Anda di halaman 1dari 2

Manusia dan Agama 1.

Konsep Manusia Dalam Alquran ada tiga kata yang digunakan unutk merujuk pada arti manusia yaitu insane, basyar dan bani. Namun yang sering digunakan asdalah insane dan basyar. Insane memiliki maksud bahwa manusia dengan segala totalitasnya yang meliputi fisik, spikis, jasmani dan rohani. Kata insan itu juga menjelaskan bahwa ada tiga kemampuan yang sangat potensial untuk membentuk structural kerohanian yaitu nafsu, akal, dan rasa. Kejadian keturunaan Adam secara biologis dijelaskan dalam firman Allah : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang tersimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. Al Muminun (23) : 12-14) 2. Kebutuhan Manusia akan Agama Manusia membutukan agama berawal dari kebutuhan manusia akan tempat berlindung, berpasrah pada hal-hal yang tidak dikuasai olehnya seperti penyakit, rezeki, dan yang lainnya. Menurut paham bangsa barat, manusia mengenal Tuhan berawal degan kepercaayaan dinamisme yang kemudian berkembang menjadi animisme, politheisme, dan monotheisme. Pada saat jaman monotheisme, maka manusia menganggap bahwa hanya ada satu Tuhan. Dalam islam diajarkan bahwa satu-satunya tempat bergantung manusia adalah Allah dan hanya Dialah yang memberikan segala sesuatu kepada manusia. Jadi manusia tidak bisa terpisah dengan agama karena nalurinya pasti membutuhkan yang dapat memenuhi segala kebutuhannya, yaitu Tuhan. 3. Tujuan Manuisa Diciptakan Manusia adalah ciptaan Allah, dimana Allah tidak begitu saja menciptakan manusia tanpa ada tujuan yang pasti. Sesuai firman Allah dalam surah Adz Dzariyat yang berbunyi:

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melaikan untuk beribadah kepadaKu. [Adz Dzariyat [51] : 56]. Dari firman Allah tersebut sudah jelas bahwa manusia diciptakan untuk beribadah pada Allah. Ibadah yang dimaksud adalah ketundukan kepada Allah dengan penuh rasa cinta, pengagungan dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya, misalna sholat 5 waktu, puasa pada bulan ramdhan, berzakat, naik haji, bersedekah, dan lain-lain. Dan awal ibadah adalah tafakur dan berdiam diri untuk mengingat Allah. 4. Untuk Siapa Manusia Hidup Tujuan pokok manusia hidup adalah beribadah pada Allah, dapat dengan cara bekerja unutk Allah, semata-mata demi Allah, berbakti hanya pada Allah. Seperti firman Allah: Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam

5. Tugas dan Tanggung Jawab Manusia di Bumi Allah menciptakan manusia sebagai hamba dan kahlifah. Sebagai hamba maka manusia harus tunduk hanya pada Allah, sedangkan sebagai khalifah manusia berhak mengatur dan mengelola serta memlihara alam semesta. Sebagai khlaifah maka manusia harus memakmurkan alam untuk kesejahteraan manusia lainnya. Kekuasaan manusia sebagai wakil Allah di bumi dibatasi ketentuan-ketentuan yang digariskan, seperti hukum Allah, seperti pertanggungjawaban atas semua yang telah dilakukan.