Anda di halaman 1dari 14

ANGGOTA KELOMPOK : 1.M.HASBI HAZMI B (L2F008137) 2.MIRZA FATA ALAM(L2F008139) 3.NAHAR NURKHOLIQ(L2F008143) 4.NUR HIDAYAT ARIF(L2F008145) 5.

LUTFI LASTIKO W (L2F008136) 6.FEBRIANSAH(L2F009102)

Arus listrik sejak lama telah menjadi sumber tenaga penting yang menggerakkan mesin-mesin industri, menghidupkan kotakota besar, dan dianggap sebagai kebutuhan pokok bagi rumah penduduk, namun krisis energi telah diprediksikan akan melanda dunia pada tahun 2015. Hal ini dikarenakan semakin langkanya minyak bumi dan semakin meningkatnya permintaan energi. Untuk itu diperlukan sebuah terobosan untuk memanfaatkan energi lain, selain energi yang tidak terbarukan. Lebih dari 70% bagian permukaan bumi adalah lautan, sedangkan Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan yang mempunyai potensi sumber energi alternatif yang melimpah. Untuk itu kita akan mencoba menggali informasi tentang tenaga ombak yang sebenarnya sudah dimanfaatkan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemerintah Norwegia sejak tahun 1987, terlihat bahwa banyak daerah-daerah pantai yang berpotensi sebagai pembangkit listrik bertenaga ombak.

Mengetahui manfaat energi yang ditimbulkan oleh gelombang laut Mengetahui prinsip kerja pembangkit listrik tenaga ombak (OWC) Mengetahui kelebihan dan kekurangan PLTO (Oscillating Water Column)

Secara umum, potensi energi samudra dibagi kedalam 3 jenis potensi energi, yaitu: 1. Energi pasang surut (tidal power) 2. Energi gelombang laut (wave energy) 3. Energy panas laut (ocean thermal energy).

Berdasarkan letak dibagi menjadi 2 kategori yaitu off-shore (lepas pantai) and on-shore (pantai). 1. Kategori lepas pantai (off-shore) dirancang pada kedalaman sekitar 40 meter Sistem rakit Cockerell Sistem tabung tegak Kayser Sistem Pelampung Salter Pada sistem tabung Masuda 2. Sistem on-shore mengkonversi gelombang pantai untuk menghasilkan energi listrik lewat 3 sistem:

channel systems float systems oscillating water column systems.

Prinsip kerja Oscillating Water Column adalah naik turunnya kolom air pada suatu wadah tertutup, yang akan mendesak udara memutar turbin saat masuk atau keluar dari wadah tersebut. Agar turbin dapat berputar satu arah diperlukan mekanisme check valves.

Jadi, proses pembangkitan tenaga listrik dengan teknologi ini melalui 2 tahapan proses. Gelombang laut yang datang menekan udara pada kolom air yang diteruskan ke kolom atau ruang tertutup yang terhubung dengan turbin generator. Tekanan tersebut menggerakkan turbin generator pembangkit listrik. Sebaliknya, gelombang laut yang meninggalkan kolom air diikuti oleh gerakan udara dalam ruang tertutup yang menggerakkan turbin generator pembangkit listrik.

Sayang sekali, pemerintah Indonesia belum menaruh perhatian yang cukup untuk pengembangan teknologi untuk memanen energi dari laut. Percobaan pengembangan instalasi untuk memanfaatkan enegi gelombang pernah dilakukan di pantai Baron, Yogyakarta. Namun hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Inilah sumber energi alami alternatif yang dapat kamu manfaatkan dari lautan.

Keuntungan pemanfaatan energi gelombang ini adalah: Energi ini bebas, tidak perlu bahan bakar, tidak ada limbah/polusi Sumber energi yang dapat diperbaharui Dapat menghasilkan banyak energi Biaya tidak mahal dalam pengoperasian Dapat di prediksi

Kelemahannya adalah: Sangat tergantung dengan karakteristik gelombang, kadang-kadang bisa menghasilkan energi yang besar, kadangkadang tidak ada. Perlu satu lokasi yang tepat dimana gelombangnya konsisten besar. Alatnya harus kokoh sehingga tahan terhadap kondisi cuaca yang jelek dan dari korosi