Anda di halaman 1dari 2

PENGASILAN NELAYAN MENURUN AKIBAT EKSPLOITASI

TERUMBU KARANG

Hamparan terumbu karang yang menghiasi Teluk Maumere


tampak begitu indah mempesona. Terumbu karang di laut berair jernih
itu menjadi rumah bagi beragam biota laut, termasuk ikan-ikan hias
berwarna-warni yang berenang hilir mudik di antara tonjolan karang di
kedalaman sekitar dua sampai tiga meter.

Ekosistem terumbu karang memiliki peranan yang sangat


penting secara ekologis maupun ekonomis. Ekosistem terumbu karang
merupakan tempat berbagai organisme yang berasosiasi dengannya
untuk berlindung, mencari makan dan berkembang biak. Selain itu
terumbu karang juga berfungsi sebagai pelindung pantai dari
gelombang dan abrasi. Terumbu karang juga bermanfaat sebagai
sumber bahan obat. Sedangkan secara ekonomis, ekosistem terumbu
karang yang indah bisa menjadi objek wisata bahari yang dapat
menarik banyak wisatawan, sekaligus bisa dijadikan wilayah tangkapan
ikan yang potensial bagi nelayan tradisional.

Akan tetapi tidak semua terumbu karang berada dalam kondisi


yang baik. Beberapa di antaranya tampak kritis, hancur berkeping-
keping. Kerusakan ini diakibatkan karena adanya eksploitasi orang-
orang yang tidak bertanggungjawab. Eksploitasi terumbu karang
mengundang keprihatinan. Tak hanya karena faktor alam tapi juga ulah
manusia yang melakukan pengrusakan terumbu karang dengan cara-
cara yang tidak bertanggungjawab seperti pengeboman,
pengaracunan dan penambangan karang. Hal ini tentu saja sangat
disayangkan sekaligus dapat meresahkan para nelayan yang berakibat
pada menurunnya hasil tangkapan ikan dan merosotnya
pendapatannya.

Eksploitasi terumbu karang adalah kegiatan pengambilan hasil


laut khususnya terumbu karang dengan cara tidak ramah lingkungan.
Para nelayan sering menjadi pelaku pengrusakan terumbu karang yaitu
dengan cara menangkap ikan dengan menggunakan bom dan atau
racun. Selain itu, penagkapan yang berlebihan dari kapal-kapal asing,
sedimentasi dan pencemaran air laut. Terumbu karang dapat menjadi
rusak, padahal terumbu karang adalah tempat yang baik untuk
berkembang biaknya ikan. Bagi para nelayan, selama hasil tangkapan
ikan melimpah, segala cara dapat ditempuh. Sangat disayangkan bila
nelayan menempuh cara-cara yang merusak lingkungan laut. Mereka
tidak menyadari bahwa dengan cara seperti ini dapat merusak species
ikan untuk tumbuh dan berkembang. Lambat laun hasil tangkapan
para nelayan menjadi berkurang dan tentu saja mereka akan
merasakan menurunnya pendapatannya secara ekonomis.

Perkembangan pembangunan dan tuntutan ekonomi secara tak


langsung turut memberikan andil terhadap kerusakan terumbu karang.
Ancaman kerusakan terumbu karang yang paling mengkhawatirkan
adalah aktivitas penangkapan ikan dengan bom atau sianida,
pengambilan karang untuk bahan bangunan, pengoperasian kapal
dengan pukat harimau, kegiatan penambangan pasir dan
penggundulan hutan pantai yang menyebabkan tingginya sedimentasi
dan pencemaran akibat pembuangan limbah industri dan rumah
tangga secara langsung ke laut.

Selain itu, pembangunan hotel dan bangunan lainnya di pinggir


pantai akan sangat mengganggu keseimbangan dinamis pola
sedimentasi pantai. Akibatnya, air menjadi keruh dan tak bagus bagi
pertumbuhan karang. Rusaknya terumbu karang di kawasan Teluk
Maumere telah memaksa nelayan mencari ikan hingga pulau-pulau
kecil. Sementara itu kenaikan BBM akhir-akhir ini memaksa para
nelayan mengeluarkan biaya yang lebih besar dalam sekali melaut.
Sudah 70% dari para nelayan kita yang mengalami kesulitan akibat
kerusakan terumbu karang.

Kesadaran pentingnya kelestarian terumbu karang yang menjadi


“rumah” bagi ratusan jenis ikan diupayakan melalui program coremap.
Diharapkan agar pengelolaan terumbu karang yang baik dan
berkesinambungan menjadi hal penting demi kelangsungan hidup para
nelayan dan biaota laut. Menyelematkan terumbu karang berarti
menjaga ketersediaan ikan bagi kelangsungan hidup manusia dan
bumi. *** (Sisilia Dua Nurak dari berbagai sumber/Kerjasama
Yayasan Makmur Sejahtera dan Harian Umum Flores Pos dalam
Program Publikasi Coremap II Kabupaten Sikka Tahun 2008).