Anda di halaman 1dari 6

1.

Diagnosis Penyakit Kelenjar Saliva Pemeriksaan Klinis 1) Kelenjar Parotid Kelenjar parotid dapat dipalpasi di regio preauricular, inferior auricular, dan postauricular. Palpasi kelenjar dan nodul secara bilateral, keringkan muara duktus Stenson secara hati-hati dengan gauze, tekan kelenjar dengan kompresi eksternal. Observasi flow saliva. 2) Kelenjar Submandibula Kelenjar submandibula di periksa dengan palpasi bimanual, dengan menempatkan salah satu tangan di regio submandibula, dan tangan lainnya di rongga mulut, yaitu dasar mulut. Posisi kepala pasien rileks, sedikit maju dan menunduk agar jaringan rileks. Topang mandibula dengan ibu jari dan jari lainnya lalu palpasi bilateral. Tekan jaringan ke arah tepi lateral mandibula. Gunakan kompresi bidigital dan sirkular. Palpasi dari symphysis sampai ke tepi posterior mandibula.

3) DD dari mobile swelling


Pleomorphic adenoma Inflamed lymph nodes Shwannoma.

4) DD dari fixed swelling


Abscess Tumor maligna Metastatic lymph nodes 5) Penggunaan saliva sebagai cairan diagnostik Perubahan komposisi dan laju alir saliva pada penyakit kelenjar saliva Sialedeniti sekresi sodium dan chloride meningkat. Sjogrens syndrome konsentrasi sodium dan chloride menurun, konsentrasi fosfat dan IgA meningkat. Rasio laju saliva berkurang. Sebagai tambahan, terdapat perubahan yang relatif dari konsentrasi beberapa protein saliva minor. Cirrhosis of liver kalsium, potassium, protein, dan amilase meningkat konsentrasinya. Rasio laju saliva juga meningkat. Xerostomia Flow rate menurun. Sialorrhoea. Flow rate meningkat. Hubungan laju alir saliva dan komposisi terhadap penyakit oral tidak terdapat hubungan antara komponen ion saliva dengan karies atau penyakit periodontal. Konsentrasi IgA di saliva lebih tinggi pada penderita karies. Tes suspektibilitas telah dilakukan dengan cara mengukur kapasitas buffer dan kultur bakteri. Perubahan Saliva pada penyakit sistemik Reaksi imun yang umum seperti yang dapat dilihat pada tubuh yang menolak transplant dapat mempengaruhi kelenjar liur mayor, mengurangi sekresi dan meningkatkan konsentrasi sodium dan chloride. Cystic fibrosis menyebabkan berkurangnya sekresi dari kelenjar submandibular, sublingual, dan kelenjar-kelenjar minor dengan ditandai adanya peningkatan kalsium dari kelenjar-kelenjar ini. Aldosteron meningkatkan reabsorpsi sodium di striated ducts, mengurangi konsentrasi sodium di saliva, dan dapat meningkatkan level potassium. Rasio sodium : potassium di saliva oleh karena itu dapat diindikasikan

normal, kurang, atau kelebihan sekresi aldosteron. Konsentrasi kalsium dan fosfat dapat meningkat pada kondisi hiperparatiroidisme. Investigasi Kelenjar Saliva DD dari bengkak di regio kelenjar liur antara lain: Osteoma Ameloblastoma Osteomyelitis Odontogenic keratocyst Pemeriksaan penunjuang yaitu imaging technique, membantu menentukan diagnosis dan membedakan penyakit pada kelenjar liur dengan penyakit lainnya. Gambaran Kelenjar Saliva Imaging memegang peranan penting dalam diagnosis pada penyakit ini. Berbagai tekniknya meliputi: Plain radiography Sialography Computed tomography Ultrasonography (USG) Magnetic resonance imaging (MRI) Radioisotope scanning 1) Radiograf Sederhana Telah lama digunakan untuk memvisualisasikan kalsifikasi di kelenjar liur, untuk menunjukkan perubahan tulang disekitar strukur tersebut, dan untuk melihat efek lanjut dari penyakit kelenjar liur, misalnya metastasis. Kalsifikasi pada kelenjar Calculi yang terdapat di duktus Wharton paling baik dilihat dengan menggunakan film intraoral occlusal. Mereka-mereka yang terjadi di kelenjar submandibula menggunakan film oklusal atau ekstra oral. Calculi pada duktus parotis juga dapat dilihat dengan film ekstra oral yang diletakkan pada sudut dan permukaan yang tepat, tube paralel terhadap pipi. Gambar diambil saat pipi meniup keluar atau lateral oleh pasien. Hal ini menyediakan superimposisi dari struktur tulang yang lebih minimal. Proyeksi lain digunakan untuk kelenjar parotid adalah frontal view. Kepala pasien diarahkan ke sisi kontra lateral sebesar 10 derajat, sehingga memperlihatkan penampakan superfisial dari parotid. Modifikasi dengan membuka mulut, posisi protrud dagu terkadang memperlihatkan kalsifikasi di parotid yang sebelumnya tidak terlihat. Radiograf intraoral juga baik dalam mengidentifikasi batu di kelenjar submandibular dan parotid. Film periapikal ditempatkan diantara gigi dan pipi, metode ini sangat sensitif untuk memperlihatkan calculi di duktus parotid. 2) Panoramik Walaupun gambaran tulang dan gigi dapat menghalangi gambaran batu. Namun reproduksibilitas dari film ini adalaha suatu keuntungan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi antara lain ukuran, posisi, dan jarak antara kalsifikasi di coronal plane dari focal through panoramik. Beberapa alat mempunyai penyesuaian derajat yang dapat meminimalisir masalah ini, namun batu yag besar sekalipun masih berkemungkinan tidak terdeteksi. Secara umum, calculi di kelenjar submandibular lebih dapat dideteksi dengan teknik ini dibandingkan dengan yang di kelenjr parotid karena biasanya lebih kecil dan lebih kecil derajat mineralisasinya.

Gambaran parenchymal calcification, dan dimana terdapat sejumlah opasitas bulat yang jelas, dapat hampir selalu merupakan suatu yang patogen yaitu dari cavernous type hemangioma. Penyebab lain dari parenchymal calcification jarang terjadi, walaupun sejumlah kecil kalsifikasi distrofi kadang diteukan di tumor kelenjar liur. Xeroradiography dapat memperlihatkan objek dengan perbedaan densitas walaupn hanya kecil perbedaannya, mendeteksi objek dengan kontras yang kecil namun terlihat perbedaannya dengan tepi batas yang tajam, sehingga sangat cocok untuk mendeteksi salivary calculi. Namun alat ini sudah jarang digunakan. Perubahan di jaringan sekitar Perubahan invasif dari jaringan sekitar sering dianggap tidak terlalu ekstensif karena dilihat menggunakan radiograf sederhana. Sekitar 30% dari kandungan mineral tulang harus diangkat sebelum perubahan terlihat di radigraf sederhana, jadi, dengan lesi yang menginfiltrasi secara cepat, tepi dari kelainan terlihat perubahan yang besar pada film sederhana. Perubahan jaringan yang jauh Gross metastatic disease dapat terlihat pada radigraf toraks. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tipe histologis dengan penampakan radiograf dari metastatis. Keuntungan dan Kerugian Radiograf Sederhana Keuntungan Tersedia secara luas Visualisasi yang baik dari sebagian besar calculi dan phleboliths Seringkali berguna untuk memperlihatkan penyebaran metastasis yang luas. Kerugian Informasi dari jaringan lunak terbatas Sensitivitas rendah terhadap keterlibatan struktur tulang sekitar Paparan dosis radiasinya Teknik yang penting dari diagnosis penyakit kelenjar liur.dahulu jarang digunakan karena terjadinya perubahan fungsional dan sakit yang berkaitan dengan prosedur. Dengan digunakannya oil based water soluble contrast material dan perbaikan teknik, teknik ini menjadi sangat membantu diagnosis (ductus dan parenkim). Indikasi Deteksi calculus, calculi, atau benda asing Pembengkakan rekuren tiba-tiba dari kelenjar liur, terutama saat makan. Pembesaran rekuren kronik dari satu atau lebih kelenjar yang lama durasinya. Suspek, atau adanya massa yang teraba secara klinis. Sialedenitis rekuren Sakit yang tidak terdeteksi penyebabnya Mulut yang kering Salivary fistula akibat postoperatif atau post trauma Deteksi batu atau tumor residual, stenosis atau reteentin cyst. Pertimbangan operatif untuk menentukan besar kerusakan kelenjar, dan menentukan lokasi yang tepat untuk biopsi, melihat apakah massa ekstrinsik atau intrinsik, di psuperfisial atau bagian dalam dari kelenjar.

3)

Sialography

Alasan terapeutik dilatasi duktus kelenjar dapat membantu drainase dari debris duktus dan membuang sumbatan mucus. Media kontras juga mempunyai kandungan bakteriostatis. Kontraindikasi Infeksi aku kelenjar liur Pasien yang sensitive terhadap komponen yang mengandung iodine Bila kalkulus berada di muara duktus. Test fungsi Thyroid sebaiknya dilakukan sebelum sialografi karena iodine dapat mempengaruhi hasil tes tersebut. 4) Media Kontras Water soluble media Pada dasarnya merupakan iodenated benzyene atau pyridine dervates. Mereka mempunyai viskositas yang rendah, tegangan permukaan yang rendah, dan lebih miscible dengan sekresi saliva. Karakteristik tersebut memungkinkan pengisian sistem duktus terkecil dengan tekanan yang rendah dan drainase yang cepat. Residu dari media kontras ini diserap dan diekskresikan di ginjal. Media kontras water-soluble ini lebih fisiologis dan mewakili lebih baik sebagai media yang mengevaluasi fungsi kelenjar saliva. Yang sering digunakan adalah Hypaque dan Renografin yang mengandung 2838% Iodine. Fat soluble media Terdapat dua tipe yang ada yaitu iodized oil dan water insoluble organic iodine compunds. Iodized oil compunds adalah ethiodized poppy seed oil (ethiodol) dan iodized poppy seed oil (lipidol). Ethiodol merupakan pilihan karena viskositasnya yang rendah dan iritabilitasnya rendah dibandingkan media bahan dasar minyak lainnya. Ia mengandung 37% iodine dan mempunyai densitas radiograf yang tinggi sehinggalkan menghasilkan gambaran yang jelas dan sempurna. Water insoluble organic iodine compound adalah Pantopaque (campuran dari methyliodophenyl undecylate). Ia lebih viscous dan membutuhkan tekanan injeksi yang lebih besar untuk mencapai duktus yang kecil. Saat duktus yang kecil terisi oleh minyak, minyak ini menjadi sulit terliminasi sehingga menyebabkan penyumbatan. Eliminasi melalui jalan ductal orifice yang terkadang menggembung karena tekanan yang tinggi. Fat soluble media menghasilkan opasitas radiograf yang memuaskan. Merupakan pilihan yang tepat jika sistem ductal utuh. Jika epitel ductus rusak, extravasation dari media dapat menghasilkan reaksi benda asing yang berat dengan adanya focal nekrosis dari parenkim dan stroma dan obliterasi duktus sekitarnya. Rasa tidak nyaman saat injeksi lebih besar. Aplikasi Jika sialografi akan dilakukan bersamaan dengan CT, water soluble medium terkadang menghasilkan CT artefacts dan dapat tertahan jika terjadi extravasation. Jika massa besar dan di dalam, water soluble menyediakan informasi yang cukup. Jika massa kecil dan terletak di perifer atau luar kelenjar, ethiodol sangat tepat karena opasitas parenchymal terdefinisi dengan jelas demikian pula margin dari kelenjar. Teknik Dapat dibagi menjadi tiga fase: Preliminary film evaluation untuk rule out pathosis radiopak yang sudah pasti/jelas.

Injection or filling phase melibatkan injeksi media kontras ke outline dari system duktus. Parenchymal phase (jika digunakan water soluble) atau evacuation phase (jika digunakan fat soluble) Fase evakuasi dan post-evakuasi lebih berguna jika adanya inflamasi atau penyumbatan. Evakuasi yang tidak sempurna atau terlambat dapat menyebabkan atau berhubungan dengan proses parenchymal destruction seperti kelainan autoimun, infeksi kronis, dan iradiasi. Jumlah sekresi dan kapasitas fungsi dari kelenjar dapat ditentukan dengan observasi pembersihan dari media kontras ini. Cannulation duktus parotid Orifis dari duktus parotid terletak di mukosa bukal berlawanan dengan M2 maksila. Duktus melewati secara lateral dan posterior dari m.buccinator. cannulation (pemasukan tube ke lubang di organ) difasilitasi dengan menarik pipi ke depan, cara ini meluruskan duktus parotid. Setelah terkanulasi, syringe digunakan untuk injeksi media kontras dengan tekanan yang lembut. Kelenjar dapat menerima 0,5-0,75 ml media tanpa rasa sakit. Cannulation duktus submandibular Orifis duktus ini lebih kecil dan terbuka di papila yang disebut sublingual caruncle, terdapat di dasar mulut, lateral terhadap frenulum lidah. Ia juga dapat terbuka di sisi dari papilla. Untuk stimulasi dapat digunakan jus lemon sehingga membantu identifikasi orifis. Orifis terlihat seperti titik hitam saat terbuka. Duktus submandibula mengarah ke posterior dan inferior sekitar 1-2 cm dari orifisnya lalu lebih mengarah horizontal, sehingga arah probe juga harus diubah. Cannulation harus cukup sampai orifis terobturasi lalu media kontras diinjeksikan sampai sekitar 0,5 ml. Setelah diinjeksi, foto radiograf dilaksanakan.. untuk kelenjar parotid, pengambilan umumnya secara anteroposterior dengan rahang terbuka, anteroposterior dengan pipi posisi meniup, lateral, atu OPG. Untuk keenjar submandibular umumnya adalah lateral oblik, OPG dan oklusal. Intepretasi Sialolithiasis, Batu non-opak menunjukkan defek pengisian dari kelenjar. Jika bat menyebabkan oklusi duktus, media kontras dapat terlihat mengalir dan mengitari batu tersebut. Differential Diagnosis Osteomas. Ia kurang dari adanya laminasi dan berada di struktur mandibula. Phlebolith. Karakterisitknya berupa penampakan cincin radiopak dengan isi radiolusen. Calcified nodes. Betuk iregular dan umumnya terletak diluar yang membatasi kelenjar liur. Air bubbles. Lebih mobile, dan bulat dari calculi dan menghilang atau berubah posisi. Sialodochitis. penampakan sausage string karena struktur segmental. Dan dilatasi dari duktus yang lebih besar. Sialadenitis. Pada fase pengisian, sialogram menunjukkan dilatasi sakular dari acini dan duktus terminal sehingga terlihat seperti pohon apel. Sjogrens syndrome. Duktus yang lebih besar menjadi lebih panjang dan lebih lembut dan tipis, terdapat disintegrasi dari duktus terminal yang lebih kecil (acini). Hasilnya adalah penampakan snow-storm karena bocornya injeksi ke duktus yang rusak.

Tumor saliva. Massa neoplasma beligna dapat terlihat seperti ball in hand dengan duktus sekitar merenggang di sekitar massa. Komplikasi Pengisian berlebihan dan rupturnya sistem kelenjar, dengan media oil-based, kejadian ini dapet permanen dan terbentuknya granuloma. Manipulasi kateter atau tekanan injeksi dapat menyebabka batu terdorong ke posisi yang tidak apat diraih secara intra oral lagi. Kelebihan Menggambarkan sistem kelenjar dengan sempurna. Kerugian Informasi tentang parechymal yang terbatas. Efek ke massa yang dituju dapat tidak tepat atau absen. Tergantung operator Paparan dosis radiasi.