Anda di halaman 1dari 10

IMIRON HOMONIM (Kata) DAN (shita)

OLEH : NININ SRI NAHATYA PRAHARNI 092104210

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS BAHASA DAN SENI JURUSAN BAHASA ASING S1 PENDIDIKAN BAHASA JEPANG 2012

BAB I

A. PENDAHULUAN

Dalam setiap bahasa, seringkali kita temui adanya hubungan kemaknaan (relasi semantik) antar sebuah kata (satuan bahasa) lainnya dengan kata (satuan bahasa) lain. Hal tersebut dinamakan dengan relasi makna, yang menyangkut tentang : kesamaan makna (sinonimi), kebalikan makna (antonimi), kegandaan makna (polisemi dan ambiguitas), ketercakupan makna (hiponimi), kelainan makna (homonimi), kelebihan makna (redundansi), dan sebagainya.

B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa itu relasi makna? 2. Apakah yang dimaksud homonim? 3. Bagaimanakah homonim dalam Bahasa jepang?

C. TUJUAN 1. Memenuhi tugas UAS imiron 2. Mahasiswa dapat mengetahui apakah yang dimaksud dengan Relasi Makna dan Homonim 3. Mahsiswa dapat memahami Homonim yang ada dalam Bahasa jepang

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Homonim

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia , homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan

(seperti hak pada hak asasi manusia, dan hak pada hak sepatu). Sedangkan menurut Wikipedia, Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Beberapa ahli mendefinisikan bahwa homonim atau kehomoniman adalah hubungan diantara dua kata( atau lebih), sedemikian rupa sehingga bentuknya sama dan maknanya berbeda. Misalnya, bisa mampu dan bisa racun adalah homonim. Dalam bahasa Inggris ada banyak pasangan homonim, misalnya read (KPR) membaca dan reed buluh, read (KLP) membaca dan red merah dan sebagainya (J.W.M. Verhaar : 1999:395) Dalam semantik tentunya setiap bahasa memiliki semantik. Seperti halnya bahasa jepang. Seperti apa homonim dalam bahasa jepang itu sendiri? Jika dibandingkan dengan Bahasa Indonesia, homonim dalam bahasa jepang tidak jauh berbeda dalam masalah arti atau definisi, namun kehomoniman yang dimaksud jelaslah berbeda.

B. Homonim Bahasa Jepang

Ada banyak sekali Homonim di dalam Bahasa Jepang. Berikut ini ada beberapa contoh kata yang dalam pengucapannya terdapat dalam Bahasa Indonesia. Unsur-unsur leksikal dalam suatu bahasa dapat dibandingkan menurut hubungan semantis di dalamnya. Dalam bahasa

Jepang pun sangatlah beragam, sebagai contohnya (Douon-go). Berikut ini contoh homonim dalam bahasa Jepang, yang bisa menyebabkan kesalahan tafsir bagi sebagian pembelajar bahasa Jepang orang asing. Homonim Bahasa Jepang sebagai berikut, 1. (Douonigi-go) : homonim yang bunyi sama, arti berbeda. Contohnya: (hana: bunga) dan (hana: hidung) 2. (Douonruigi-go) : homonim yang bunyi, maupun arti sama, tetapi berbeda pada penggunaanya. Contohnya: desu: hari ini cuaca panas) (atsui kohi: kopi panas) dan (kyou wa atsui (Douon-go) terbagi

Untuk lebih jelasnya perhatikan perbedaan dari contoh kata-kata berikut ini:

1. (Kata )

: : :

Penjuru mata angin / arah. Menunjuk arah timur.


: : :

Bagian atas dari pangkal lengan.


Memanggul tempat air di bahu.

: : : :

Benda untuk mencetak Membentuk tanah liat dengan cetakan.


: : : : Bentuk dan corak benda. Membenahi bentuk sweater yang telah dicuci.


: : : : Golongan, pihak, satu sisi.

Pertandingan gulat.

2. (Shita)

: 1. :

Suatu tempat yang kedudukan (posisinya) lebih rendah daripada tempat yang lain. : Karena melihat kearah bawah dari tingkat lima ia merasa pusing

2. :

Menjelaskan kedudukan, posisi, status, umur, tingkat kemampuan,dan lain-lain yang lebih rendah. : a. Orang bawahan harus ramah pada atasan. b. Adik perempuan, dua tahun di bawah saya.

3. :

Bagian dalam. Suatu bagian yang disembunyikan sehingga tidak terlihat bagian dalamnya. :

Di bawah meja.

4. :

Sesuatu (benda) yang disembunyikan dibelakang (di bawah naungan) suatu tempat. : T Mengenakan T-shirt tanpa kaos dalam.

5. :

()()

Digunakan di depan kata/ungkapan, mempunyai arti: sesuatu yang sudah dipersiapkan. : Menulis surat dengan cara mengonsepnya.


: : : lidah. :

Membuat bunyi dengan cara menempelkan

Masakan yang enak membuat lidah mendecak.

BAB III PENUTUP


Kesimpulan Dari beberapa contoh diatas dapat kita lihat bahwa kata kata () memiliki persamaaan dalam hal pengucapannya, namun makna dan penggunaanya berbeda. Demikian juga dengan kata shita ( ) memiliki kesamaan dalam hal

pengucapan namun memiliki makna dan penggunaan yang berbeda. Dalam kata kata ada beberapa kanji yang cara pengucapan onyomi maupun kunyominya sama. Kedua contoh diatas merupakan (Douonigi-go) : homonim yang bunyi sama, arti berbeda.

Daftar Pustaka
Verhaar, J. W. M. 1999. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press
http://id.wikipedia.org/wiki/Homonim diakses tanggal 8 Januari 2012 pukul 13.30 http://www.kamusbesar.com/ diakses tanggal 8 Januari 2012 pukul 13.35 http://jembatanimpian.wordpress.com diakses tanggal 8 Januari 2012 Pukul 12.20