Anda di halaman 1dari 7

System Pemerintahan

1. Pengertian Sistem Pemerintahan

Sistem pemerintahan berasal dari kata system


dan pemerintahan. Menurut Kamus Umum Bahasa
Idonesia karya W.J.S Poerwadarminta sistem
adalah sekelompok bagian yang bekerja bersama –
sama untuk melakukan sesuatu maksud.

Menurut E. Utrecht, istilah pemerintahan


adalah pemerintahan sebagai gabungan dari semua
badan kenegaraan atau alat perlengkapan Negara
yang berkuasa atau memerintah dalam arti luas
yang meliputi badan yang membuat peraturan
(legislative), badan yang menjalankan peraturan
(eksekutif), dan badan yang mengadili pelanggaran
peraturan (yudikatif).

2. Fungsi Pemerintahan

Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah


yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan
ditaati oleh rakyatnya.

3. Fungsi – Fungsi Negara antara lain :

1. Anarkisme adalah suatu tindakkan atau


sikap penyangkalan dari Negara dan
pemerintah serta penyangkalan dari semua
tujuan dan fungsi Negara.
2. Individualisme adalah suatu keburukan yang
terpaksa diterima.
3. Sosialisme adalah merupakan suatu
gerakkan social yang menghendaki tangan
pemerintah yang seluas – luasnya dalam
bidang perekonomian.
4. Komunisme adalah bertujuan memperluas
fungsi Negara dan menuntut penguasaan
bersama dari alat –alat produksi.
5. Sindikalisme adalah merupakan suatu
gerakkan politik yang dimulai di Prancis
sekitar tahun 1890.
6. Guild Socialism adalah gerakkan yang
bersifat khas Inggris. Paha mini
mengajarkan bahwa dalam badan – badan
koperasi umum akan menguasai alat –alat
produksi dan akan menyelenggarakan tugas
–tugas kenegaraan dalam bidang
kesejahteraan.
7. Fascisme adalah gerakan politik yang
dibentuk Binnito Mussolini mempunyai sifat
– sifat yang khas yaitu kediktatoran dan
ketotaliterannya.
8. Kolektivisme Empiris adalah paham yang
berusaha mengutamakan kesejahteraaan
kolektif (bersama) dengan meyediakan jasa-
jasa.yang tidak dapat diberikan oleh usaha –
usaha swasta.
1. Sistem Pemerintahan Presidensial.
Ciri – cirinya :

1. Dikepalai oleh seorang presiden sebagai


kelpala Negara dan kepala pemerintahan.
2. Kekuasaan eksekutif (presiden) dipilih
melalui Pemilu baik langsung maupun
tidak langsung
3. seorang presiden memiliki prerogratif (hak
istimewa), contoh : Memilih atau
memberhentikan mentri dalam cabinet.
4. Mentri/cabinet bertanggung jawab kepada
kekuasaan eksekutif.
5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada
legislative.

Kelebihan dari Sistem Presidendial :

1. badan eksekutif lebih stabil kedudukannya


dibandingkan parlementer.
2. Masa jabatan eksekutif lebih jelas dengan
jangka waktu yang ditentukan.
3. Penyusunan program kerja cabinet mudah
diseuaikan dengan jangka waktu jabatannya.
4. legislative bukan tempat kaderisasi untuk
jabatan karena dapat diisi oleh orang lain.

Kelemahan dari Sistem Presidendial :


1. Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan
langsung oleh legislative sehingga dapat
menimbulkan kekuasaan mutlak.
2. Sistem pertanggung jawabannya tidak jelas.
3. Pembuatan keputusan atau kebijakan
umumnya hasil tawar – menawar antara
eksekutif dan legis latif, sehingga dapat
terjadi keputusan yang tidak tegas dan
memakan waktu yang lama.

A. Bidang Politik

Agenda yang harus dilaksanakan untuk


penaggulangan krisis di bidang politik antara lain
sebagai berikut.

1. Pembuatan undang – undang politik yang


sesuai dan mendukung proses demokratisasi;
2. Melaksanakan pemilihan umum yang
langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan
adil;
3. Menumbuhkan pemerintahan yang bersih
sebagai pelayan masyarakat dan bertindak
berdasrkan undang – undang dalam rangka
lebih meningkatkan kredibilitas
pemerintahan di mata rakyat; dan
4. Mewujudkan stabilitas keamanan dan
ketertiban masyarakat.
B. Bidang Ekonomi

Agenda yang harus dijalankan untuk


penaggulangan krisis di bidang ekonomi antara lain
sebagai berikut.

1. Mewujudkan nilai tukar rupiah yang stabil


dan wajar melalui pemilihan dan penetapan
system nilaitukar untuk mengendalikan
fluktuasi kurs;
2. Mengendalikan mekanisme penyelesaian
utang – utang swasta untuk mengembalikan
citra dan kepercayaan luar negri terhadap
kredibilitas usaha nasional;
3. Mengendalikan suku bunga dan menekan
laju inflasi;
4. Melakukan restrukturisasi dan penyehatan
perbankan sesuai dengan Undang – undang
Perbankan;
5. Menyediakan kebutuhan sembilan bahan
pokok dan obat – obatan yang cukupserta
yang terjangkau rakyat;
6. Menghidupkan kembali kegiatan produksi
terutama kegiatan – kegiatan yang berbasis
pada ekonomi rakyat dan berorientasi
ekspor;
7. Mendayagunakan potensi ekonomi dari
sumber daya alam, khususnya sumber daya
kelautan untuk meningkatkan ekspor; dan
8. Mendayagunakan potensi kepariwisataan
sebagai sumber devisa Negara.

Agenda yang harus dilaksanakan untuk


reformasi di bidang ekonomi yang sebagai berikut.

1. Mewujudkan kebijakan ekonimi makro dan


mikro yang transparan;
2. Membenahi lembaga – lembaga keuangan,
terutama sector perbankan;
3. Membuat perekonomian lebih efisien dan
kompetitif dengan menghiolangkan praktik
monopoli maupun monopsoni;
4. Meningkatkan keterburukan pemerintahan
dalam pengolaan usaha untuk
menghilangkan KKN dan praktik – praktik
ekonomi yang merugikan Negara dan
rakyat; dan
5. Melaksanakan deregulasi ketetapan –
ketetapan yang menghambat intvestasi,
produksi, distribusi, dan perdagangan.

C. Bidang Agama, Sosial, dan Budaya

Agenda yang harus dilaksanakan berkaitan


dengan penanggulangan krisis dalam kehidupan
keagamaan, social, dan budaya, antara lain, sebagai
berikut.
1. Peningkatan kualitas keimanan dan
ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
2. Pengadaan dan peningkatan sarana dan
prasarana ibadah;
3. Melaksanakan program jarring pengaman
social dengan social dengan sasaran
khususnya di bidang pangan dan kesehata;
4. Melasksanakan kebijakan penyelamatan
pelajar dan mahasiswa dari ancaman putus
sekolah; dan
5. Peningkatan akhlak mulia dan budi luhur
dilksanakan melalui pendidikan;