Data Pokok Pembangunan Data Umum LETAK GEOGRAFIS Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai lima Kabupaten dan

satu Kotamadya, salah satu kabupaten tersebut adalah Kabupaten Bantul. Apabila dilihat dari bentang alamnya, wilayah Kabupaten Bantul terdiri dari daerah dataran yang terletak pada bagian tengah dan daerah perbukitan yang terletak pada bagian timur dan barat, serta kawasan pantai di sebelah selatan. Kondisi bentang alam tersebut relatif membujur dari utara ke selatan. Secara geografis, Kabupaten Bantul terletak antara 07º44'04" 08º00'27" Lintang Selatan dan 110º12'34" - 110º31'08" Bujur Timur. Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul, di sebelah utara berbatasan dengan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia.

TINGGI TEMPAT Berdasarkan elevasi lahan daratan dari permukaan air laut ketinggian tempat atau elevasi dapat ditentukan, di mana permukaan air laut dianggap mempunyai elevasi 0 meter. Ketinggian tempat Kabupaten Bantul dibagi menjadi empat kelas dan hubungan kelas ketinggian dengan luas sebarannya secara spasial ditunjukkan pada Peta Ketinggian Tempat. Kelas ketinggian tempat yang memiliki Kabupaten Bantul penyebaran paling luas adalah elevasi antara 25 100 meter (27.709 Ha atau 54,67%) yang terletak pada bagian utara, bagian tengah, dan bagian tenggara Kabupaten Bantul. Wilayah yang mempunyai elevasi rendah (elevasi <7 meter) seluas 3.228 Ha (6,37%) terdapat di Kecamatan Kretek, Kecamatan Sanden, dan Kecamatan Srandakan. Wilayah dengan elevasi rendah umumnya berbatasan dengan Samudera Indonesia. Untuk wilayah yang mempunyai elevasi di atas 100 meter terdapat di sebagian Kecamatan Dlingo, Imogiri, Piyungan, dan Pajangan. Ketinggian wilayah per kecamatan di Kabupaten Bantul Kecamatan Srandakan dan Sanden merupakan daerah terendah di antara kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Bantul, yaitu berkisar dari 0 sampai 25 meter dari permukaan laut, mencakup areal seluas 4.161 Ha (8,2% dari seluruh luas kabupaten) (tabel 4).

327 2.500 Luas (Ha) 3.948 27. 9.676 2. 4. 6.819 475 345 1.312 2.800 >500 m - No 1.429 3. Pleret 13. 7. Dlingo 12. Kasihan 17. Kelas Ketinggian (dpl) m 0-7 7 .272 10.228 7 . Kecamatan Srandakan Sanden Kretek Pundong Bambanglipuro Pandak Pajangan Bantul Jetis Luas (Ha) 1.347 0 630 149 2.834 2.376 2. 2. Hubungan Kelas Ketinggian dengan luas penyebaran No 1.685 10.081 1.335 1.783 1.67 21.058 1. Sedayu Jumlah Sumber : Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul Tabel 5.965 2.500 m 0 0 101 199 0 0 452 0 11 4.634 2.282 2.494 1.25 m 776 1.938 1.709 100 . 3.228 8.37 17. 2.800 (%) 6. 3.718 27.411 5. Imogiri 11.199 2. 8.100 100 .154 1. 4.199 2.31 .238 3.646 2.560 5. 5. Piyungan 14.312 221 0 0 0 0 0 0 0 0 0 791 8. Sewon 16.262 2.128 3.608 3.319 2.65 54.549 815 2. Banguntapan 15.781 50.709 10.948 25 -100 m 0 0 190 239 788 1. Ketinggian Wilayah Kabupaten Bantul Luas dan Ketinggian tempat (dpl) 0-7m 1.629 2.550 2.25 25 .676 3.117 2.246 924 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3.Tabel 4.

685 100. Bantul PEMBAGIAN ADMINISTRATIF Kabupaten Bantul secara administratif terdiri dari 17 kecamatan.87 Km2.49 55.70 24.87 28. Sanden 3. Dusun dan Luas kecamatan di Kabupaten Bantul No Kecamatan Jumlah Desa 2 4 5 3 3 4 3 5 4 8 6 8 Jumlah Dusun 43 62 52 49 45 49 55 50 64 72 58 57 Luas (Km2) 18.00 Sumber : Kantor Pertanahan Kab.47 54. Pandak 7. Jumlah Desa. Tabel 1. Srandakan 2. Dlingo 12.30 33. Kretek 4. Berdasarkan RDTRK dan Perda mengenai batas wilayah kota.16 26. Secara umum jumlah desa yang termasuk dalam wilayah perkotaan sebanyak 41 desa. Pajangan 8. Bambanglipuro 6. Sedangkan jumlah desa dan pedukuhan yang terbanyak terdapat di Kecamatan Imogiri dengan delapan desa dan 72 pedukuhan (tabel 1).95 21. Pundong 5. Jetis 10.48 1. > 500 Jumlah 50. Imogiri 11.5. Bantul 9. 75 desa dan 933 pedukuhan (tabel 1).77 24. Kecamatan Dlingo mempunyai wilayah paling luas. Banguntapan . maka status desa dapat dipisahkan sebagai desa perdesaan dan perkotaan.32 23.30 22. sedangkan desa yang termasuk dalam kawasan perdesaan sebanyak 34 desa.25 21. yaitu 55. Desa-desa di Kabupaten Bantul dibagi lagi berdasarkan statusnya menjadi desa pedesaan (rural area) dan desa perkotaan (urban area).

Sedayu Jumlah 5 3 4 4 4 75 47 60 63 53 54 933 22. Pleret 14.5 Ibu kota Kabupaten 13 15 15 10 10 5 9 0. Tabel 2.54 27. Pandak 7. Bantul 9. Kretek 4. Bambanglipuro 6. Piyungan 8 10 15 20 23 27 100 45 45 25 320 100 60 80 Suhu Maks 37 35 32 30 32 20 32 32 30 36 32 37 34 32 Min 22 25 28 24 23 32 23 23 25 23 24 24 22 23 Jarak Pusat Pemer Wil Kec dengan. sedangkan jarak Kecamatan terdekat dengan ibukota kabupaten adalah Kecamatan Bantul dan jarak Kecamatan terdekat dengan ibukota propinsi adalah Kecamatan Sewon dan Kasihan. Bantul Jarak kota-kota kecamatan terhadap desa terjauh.16 32. ibukota kabupaten. Srandakan 2.5 22 12 15 17 33 10 13 14 . Imogiri 11. Sewon 16. Kasihan 17.13. Sanden 3. Banguntapan 13. Piyungan 15. Suhu dan Pusat Kota Kecamatan dengan daerah/kota lain Tinggi No Kecamatan Pusat Pemerintahan 1. Jetis 10. Pundong 5.97 32. Pleret 14.38 34.4 6 8 23 15 7 25 Ibu kota Provinsi 23 24 28 18 19 16.47 Sumber : Bagian Tata Pemerintahan Setkab. Desa/Kelurahan Terjauh 4 4 4 12 4 3 6 4 4 6 14 4 3 5.36 504. dan ibukota propinsi adalah Kecamatan Dlingo. Pajangan 8. Tinggi. Dlingo 12.

20 25 22 24.6 7 7 12 17.73 30 34 32. Kretek Tirtohargo Parangtritis Tirtosari Tirtomulyo 4. 2.09 Sumber : Bagian Tata Pemerintahan Setkab. Kecamatan Srandakan Sanden .5 32. Status Desa (Pedesaan / Perkotaan) di Kabupaten Bantul Tahun 2008 Status Desa / Kelurahan Pedesaan Poncosari Perkotaan Trimurti Gadingsari SriGading Gadingharjo Murtigading 3. Pandak Caturharjo Triharjo Gilangharjo 7. Sewon 16.26 3 5 4 5. Bambanglipuro Sumbermulyo Sidomulyo Mulyodadi 6. Bantul Sabdodadi Palbapang Ringin harjo Bantul Trirenggo 8.5 68.15. Pundong Seloharjo Panjang rejo 5. Sedayu Jumlah 59 70 87.2 8 9 20 11.5 24. Imogiri Selopamioro Sriharjo Karangtengah Kebonagung Karangtalun Imogiri Wijirejo Srihardono Donotirto No 1. Kasihan 17. Bantul Tabel 3.

Pajangan Guwosari Triwidadi Sendangsari 17. Piyungan Sitimulyo Srimulyo Srimartani 13. Dlingo Mangunan Muntuk Temuwuh Jatimulyo Terong 10. Sedayu Argodadi Argomulyo Sumber : Bagian Tata Pemerintahan Setda Kab. Bantul Argosari Argorejo Bangunharjo Panggungharjo Tirtonirmolo Baturetno Banguntapan Trimulyo Sumberagung Wonokromo Pleret Dlingo . Sewon Pendowoharjo Timbulharjo 15.Wukirsari Girirejo 9. Pleret Bawuran Wonolelo Sgoroyoso 12. Banguntapan Tamanan Jagalan Singosaren Wirokerten Jambidan Potorono 14. Jetis Patalan Canden 11. Kasihan Tamantirto Ngestiharjo Bangunjiwo 16.

96%).629 2.768 72 2.148 Ha (30%).1%. Sebagian kecil wilayah timur dan barat seluas 4.8% 154 227 288 171 72 306 661 0 81 585 1. 2.1 40. Untuk wilayah timur dan barat umumnya berupa daerah yang mempunyai kemiringan 2.011 Ha (8%) mempunyai kemiringan lereng di atas 40.993 0 431 702 0 8 . Kecamatan Srandakan Sanden Kretek Pundong Bambanglipuro Pandak Pajangan Bantul Jetis Jumlah 1.550 2.282 2. Imogiri 11.295 1. Piyungan 15.187 2. Banguntapan 13.15% 0 0 0 0 0 0 990 0 0 279 268 0 365 0 0 5 .327 2.319 2.2% 1.668 2 .KEMIRINGAN LAHAN Klasifikasi kemiringan lahan di Kabupaten Bantul dibagi menjadi enam kelas dan hubungan kelas kemiringan/lereng dengan luas sebarannya. 6.634 2.305 1.433 0 547 423 0 > 40% 0 0 468 612 0 0 247 0 30 1. Sewon .629 704 2.756 1. Wilayah Kabupaten Bantul pada umumnya berupa daerah dataran (kemiringan kurang dari 2%) dengan penyebaran di wilayah selatan. Luas Wilayah Berdasarkan Kemiringan Tanah Kabupaten Bantul Tahun 209 Luas Kemiringan tanah / lereng (Ha) 0 .184 2.680 2.560 5. 9.199 2. 4.429 3.421 Ha (61.395 2. . dan utara dari Kabupaten Bantul dengan luas sebesar 31.123 865 2. Tabel. 5.781 5.312 2.100 1.128 3.376 2. Apabila dilihat per wilayah kecamatan terlihat bahwa wilayah kecamatan yang paling luas memiliki lahan miring terletak di Kecamatan Dlingo dan Imogiri. 7.210 2.25% 0 0 27 90 0 0 162 15 144 900 572 0 55 0 8 15 . Dlingo 12. sedangkan wilayah kecamatan yang didominasi oleh lahan datar terletak di Kecamatan Sewon dan Banguntapan. tengah. 8.40% 0 0 11 108 0 0 394 0 0 954 1. 3.834 2. Pleret 14.296 0 26 0 0 No 1.626 10.0% dengan luas sebesar 15.

421 0 227 5. Kasihan. Jetis. 4. dan tuff.238 3.67 13.74 100. Tanah Latosol berasal dari batuan induk breksi. Banguntapan. dan Litosol.293 161 233 4. tersebar di Kecamatan Pajangan.16. Tanah Grumosol berasal dari batuan induk batugamping berlapis. 6.52 18. Bambanglipuro.800 182 138 2. Jenis tanah ini tersebar pada Kecamatan Kasihan. Pandak. dan Bambanglipuro. dengan solum tebal dan memiliki tingkat kesuburan rendah.312 2. Latosol. Pajangan. batupasir. Sanden. Piyungan. Kretek.91 6. dan Pleret. Pundong. 2. terdapat di Kecamatan Sedayu. Tanah Litosol berasal dari batuan induk batugamping. batugamping berlapis. Jenis tanah Regosol merupakan jenis tanah yang dominan di wilayah Kabupaten Bantul. Imogiri. napal. Redzina Alluvial Grumosol Latosol Mediteran Regosol Litosol Jenis Tanah .59 2. Regosol. bertekstur (mempunyai butiran) kasar bercampur dengan pasir. dan Pandak. Bantul. Kasihan. 3.898 598 300 2. Sewon. 5. Tabel Jenis Tanah Tahun 2009 Luas Ha 725 1324 3035 5964 1380 24792 8251 Jumlah 45471 % 1. Grumosol. Tanah Regosol adalah tanah yang berasal dari material gunung berapi.12 3.513 31. Tanah Mediteran berasal dari batugamping karang. dan batupasir. .00 No 1. Sedayu Jumlah 2. dan breksi/konglomerat. dan Srandakan.009 3. 7. (tabel 7).685 Sumber : Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul ENIS TANAH Kabupaten Bantul mempunyai tujuh jenis tanah yaitu tanah Rendzina. Mediteran. Kasihan 17.03 54. tersebar di Kecamatan Dlingo. tersebar di Kecamatan Dlingo dan sedikit di Sedayu. Alluvial.411 50.264 35 0 4.

71 148. 7. 2.60 10. Tabel POLA CURAH HUJAN TAHUN 2008 DAN 2009 2008 HH 31 29 31 21 7 1 0 0 0 19 27 27 193 16. 11. Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah Rata-rata Sumber : Dipertahut Kabupaten Bantul 2010 GEOLOGI . 5.38 0 1.80 109.13 90.41 0 0 0 162. 9.39 HH 17.76 No 1. 12.59 350. 10.25 4.00 0 0 0 8.67 0 0 0 0 192.43 72.97 372.Sumber : BPN POLA CURAH HUJAN Data curah hujan disajikan sebagai perbandingan adalah data pada tahun 2008 dan 2009.20 225.71 1089.50 12. 6. 4.06 2009 mm 188.54 163.15 276.00 194.54 20.74 6. Akan tetapi untuk keperluan analisis pola curah hujan akan lebih tepat apabila menggunakan data yang diambil dalam kurun waktu sedikitnya lima tahun yang berurutan. 3.08 mm 64.17 10.25 0 45.33 1780.00 10.67 2. Untuk mengetahui pola curah hujan pada suatu wilayah tertentu diperlukan parameter data minimal berupa banyaknya hari hujan dan intensitas curah hujan yang secara spasial tertuang dalam Peta Intensitas Curah Hujan Tahunan.50 129.93 365. 8.

PENGGUNAAN LAHAN Penggunaan lahan adalah informasi yang menggambarkan sebaran pemanfaatan lahan yang ada di Kabupaten Bantul. dari tanah pertanian menjadi permukiman atau menjadi tempat usaha. dan tidak ada erosi. maupun perulangan dari dua jenis batuan atau lebih yang terletak di permukaan bumi atau di bawah permukaan. Perhubungan. Formasi Sambipitu (3%). KEMAMPUAN TANAH Kondisi fisik tanah yang digunakan untuk menyusun kemampuan tanah pada dasarnya mengacu pada kondisi lahan pada umumnya. Berdasarkan sifat sifat batuannya dapat diperinci menjadi tujuh formasi yaitu Formasi Yogyakarta (46%). dan kelas erosi tanah. Selain itu pada tahun 2009 juga telah terjadi alih fungsi lahan. kedalaman efektif tanah. Formasi Wonosari (8%). karena dimungkinkan akan adanya penyusutan dalam hal hasil pertanian. Untuk mengetahui jumlah cadangan bahan galian dan prospek pengembangannya memerlukan penanganan lebih lanjut dari dinas/instansi terkait. hal tersebut berdasarkan analisis ijin pengeringan selama tahun 2008. tekstur tanah. Penggunaan lahan diklasifikasikan menjadi Kampung/Permukiman. Pariwisata. Pertambangan. Pertanian.Jenis batuan yang terdapat di Kabupaten Bantul secara umum terdiri dari tiga jenis batuan yaitu batuan beku. Berdasarkan kriteria tersebut maka lahan yang baik adalah apabila lahan mempunyai lereng datar. Hutan. dan gumuk pasir (1%). Formasi Semilir Nglanggran (24%). dan Air Permukaan. tekstur tanah sedang. Tabel Penggunaan Lahan Kab. dan endapan. drainase baik. Kondisi lahan yang digunakan untuk mengukur kemampuan tanah adalah kemiringan lereng. Perindustrian. Geologi menunjukkan kelompok kelompok batuan yang berguna sebagai indikator terdapatnya suatu bahan tambang. kedalaman efektif tanah dalam. Bantul Tahun Jenis Penggunaan Lahan (Ha) Kampung Sawah Kebun Tegalan Hutan Tanah No Kecamatan Lain-l . Dengan adanya alih fungsi lahan dari pertanian menjadi non pertanian harus medapat perhatian yang khusus. Formasi adalah suatu susunan batuan yang mempunyai keseragaman ciri-ciri geologis yang nyata. batuan sedimen. Sarana Sosekbud. Formasi Sentolo (18%). kelas drainase. baik terdiri dari satu macam jenis batuan.

42 986.00 119.186.68 634.559 No 1. 3. Piyungan 15.00 573.841.383 3.19 1.13 484.00 1. Sedayu Jumlah 1.00 1.28 881.067 19.57 723.57 238.00 2. 7.767 1.00 1.8 142.00 23.386.3 379.50 819.00 302.432. Sewon 16.06 19.00 434.61 16.18 72.351.00 513.21 51.19 282.87 82.21 404.6 242.12 1.885 2.1 123. Srandakan Sanden Kretek Pundong Bambanglipuro Pandak Pajangan Bantul Jetis 75.165.Campur 1. 6. 4.00 356.57 837. Kasihan 17.76 109.26 16.10 924.0 221. 2.52 392.00 733. 5.085.00 Tandus 129.00 689.49 88.45 37.00 1.063.295. 7.460.0 196.00 896.97 1.94 165.098 4.55 456.70 229.35 174.00 1.43 955.637.098 4.64 694.222.00 656.31 2.832 5.60 1.9 136.84 537.331.61 876.9 228.767 1.385. 2.832 5. 5.00 44.198.58 2.89 458.8 120.00 1.603.08 53.00 717.4 5.094 888.44 3770. Klasifikasi Sawah Irigasi Sawah Tadah hujan Pekarangan Tegal/Kebun Hutan Rakyat Hutan Negara Lain-lain Luas (Ha) 2007 13.0 247.705.02 1.34 121.3 10.46 7.02 984.128.28 331.559 .00 1.383 3. 3.94 187.37 1.00 105.6 151. 6.20 6.00 1.00 645.2 300.17 270.0 184.00 109. Pleret 14. Banguntapan 13. Dlingo 12.1 574.568.17 261. Imogiri 11. 8.00 398.630 Sumber : Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul Tabel Klasifikasi Lahan Luas (Ha) 2008 13.00 209. 4. 9.00 2.878 2.99 551.00 470.00 123.

58 178.00 910. Tepus. Sungai sungai tersebut merupakan sungai yang berair sepanjang tahun (permanen).595. Opak .380. Gajah Wong. Oya 2.00 108. Untuk DAS Opak mempunyai 12 sub-DAS yaitu sub-DAS Opak. Bulus. meskipun untuk sungai yang kecil pada musim kemarau debit airnya relatif sedikit.387. Secara keseluruhan DAS di wilayah Kabupaten Bantul menempati lahan seluas 45.30 Ha dan untuk DAS Progo luas lahan yang diairi adalah 4.18 68.10 653. dan DAS Oya.90 382.50 No Nama Sub-DAS Nama Sub-DAS Oya Kali Opak Kali Gawe Kali Buntung Kali Kuning Kali Mruwe Kali Kedung Semerengan Kali Code Kali Gajah Wong Kali Winongo Luas (Ha) 57.380.51 278. Mruwe.70 74. DAS Progo mempunyai satu sub-DAS yaitu sub-DAS Bedog. 9. Rawa-rawa Tambak Jumlah 8 93 50.25 277. Gawe.8.30 178. DAS Oya mempunyai satu sub-DAS yaitu sub-DAS Oya.29 Ha.14 642. Untuk DAS Opak luas lahan yang diairi adalah 3. dan Plilan. Kedung Semerengan. Salah satu fungsi dari masing masing DAS adalah untuk mengairi areal pertanian.00 Ha. Tabel Daerah Aliran Sungai Kabupaten Bantul Luas Lahan yang diairi (Ha) 15 3. Kuning. Belik. Di samping itu air sungai juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. DAS Opak. Buntung. Winongo. Code.80 2110.00 1.96 287.685 8 93 50.60 865.685 Sumber : Dipertahut Kabupaten Bantul DAERAH ALIRAN SUNGAI Kabupaten Bantul terdapat tiga daerah aliran sungai ( DAS ) yaitu DAS Progo.00 119.40 246.

3. Hak Pakai Tanah.Menjadi bagian pengembangan Kota Yogyakarta : pemukiman.58 1454. Pleret (Desa Bawuran. SWP I: Kecamatan Sedayu. jasa serta pendidikan. . dan sebagian Kec. pendidikan. Pajangan.Bagian Selatan : sebagai kawasan pertanian dan wisata budaya.40 97. agrobisnis. Hak Guna Usaha. perdagangan jasa dan pemukiman.34 1528.30 133.Bagian Utara : sebagai kawasan industri. Kasihan (Desa Bangunjiwo) . Hak Milik Adat.Bagian Utara : sebagai kawasan pertanian.58 Sumber : Dinas SDA Kabupaten Bantul 2010 STATUS LAHAN Status lahan adalah informasi yang menggambarkan kepemilikan lahan yang ada di Kabupaten Bantul. RENCANA TATA RUANG WILAYAH Dalam pelaksanakan pembangunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sangat diperlukan di Kabupaten Bantul.30 117. Tanah Kasultanan dan Tanah Desa. Banguntapan dan sebagian Kec. .44 Jumlah 14 Sub Das 4819.83 6617. Pleret (Desa Pleret) .Bagian Selatan : sebagai kawasan industri. Hak Guna Bangunan. Wonolelo dan Segoroyoso) . Sedangkan peta Satuan Wilayah Pengembangan adalah sebagai berikut: 1. 2. Hal tersebut merupakan salah satu upaya perencanaan program pembangunan yang memperhatikan suatu tatanan wilayah yang terpadu dan teratur. SWP III: Kecamatan Piyungan dan sebagian Kec. jasa. perdagangan. Hak Milik.Kawasan aglomerasi .82 97. SWP II: Kecamatan Kasihan. Status lahan diklasifikasikan menjadi: Hak Negara. non polutan.40 96. Progo Kali Bedog 185. pertanian dan pemukiman. . Secara garis besar arah pengembangan dan pembangunan daerah mengacu pada RTRW Kabupaten Bantul yang terbagi menjadi enam Satuan Wilayah Pengembangan (SWP).Kali Bulus Kali Belik Kali Plilan 3. perdagangan. perdagangan dan jasa.

. b. d. lahan basah. SWP VI: Kecamatan Imogiri dan Dlingo Pembangunan diarahkan untuk kawasan pertanian. Kawasan Pertanian Lahan Kering. yaitu Kecamatan Piyungan. agrobisnis dan pemukiman.Bagian Timur : sebagai kawasan cagar budaya. KAWASAN LINDUNG . budaya dan perikanan 5. Kawasan Lahan Basah Non Irigasi. . . SWP IV: Kecamatan Srandakan. Kawasan Lahan Basah Irigasi. SWP VII : Kecamatan Imogiri dan Dlingo . Kawasan Perumahan Baru.Bagian Utara : sebagai pusat pemerintahan. SWP V: Kecamatan Bantul dan Sewon . perdagangan dan jasa. Kawasan Perkotaan. Budidaya Non Pertanian. perumahan . terdiri dari: a. terdiri dari: a. Kawasan Industri. dan Kretek . Pembagian pemanfaatan ruang di Kabupaten Bantul secara garis besar dibedakan menjadi dua yaitu: 1. maka tiga kecamatan telah dijadikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sanden.Bagian Selatan : Sebagai Kawasan Pertanian 6. dan Srandakan. Budidaya Pertanian. Untuk mendukung program kecamatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. c. c. Pundong. Selain penataan wilayah seperti tersebut di atas. 7. pembangunan di Kabupaten Bantul juga mengacu pada Perda No. Pemanfaatan ruang di Kabupaten Bantul secara spasial menggambarkan suatu lokasi yang akan dikembangkan dengan didukung baik oleh potensi maupun kesesuaian lahannya dan tergambar dalam Peta Pemanfaatan Ruang. 2.4.Bagian Barat : sebagai kawasan agribisnis dan cagar budaya.Bagian Utara : sebagai kawasan pertanian. b.Bagian Selatan : sebagai kawasan alam. Kawasan Pariwisata. 01 tahun 1994 tentang Rencana Umum Tata Ruang Daerah Kabupaten Bantul yang menunjukkan pemanfaatan ruang wilayah.

Triwidadi 2. Ds. Ds.0024 0. Imogiri 3. Kec.0036 0. Ds. sumber daya buatan. Selopamioro 2.5193 0.0016 0.0015 0.0116 0.5 3 1. Ds. Sampai dengan tahun 2009 pelaksanaan kegiatan pengelolaan kawasan lindung baru dalam tahap pemantapan data dasar dan perencanaan pengelolaan kawasan lindung.0009 10.0012 5.5 1.0071 1. Wukirsari 0. Sendangsari 3. Sempadan Sungai Kawasan Mata Air Cagar Alam & Budaya Rawan erosi Tnh longsor Total Luas (Ha) .0016 5.0046 0.516 2.0012 0. Ds. Argodadi 3. Tamantirto Jumlah IV. Kasihan 1. Argosari Jumlah II.0044 0.0034 0.0088 0.0009 0.775 0. adapun kawasan lindung itu sendiri adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam.5043 0. Ds. Ds. Sedayu 1.0139 0.0036 0.0203 0.2179 0. Ds. Imogiri 1.0019 0.0034 5. Ds.0111 0.0058 3. serta nilai budaya dan sejarah bangsa untuk kepentingan berlangsungnya pembangunan yang berkelanjutan.775 11 13.Kabupaten Bantul juga memiliki kawasan lindung.2068 5 5 0.0151 2. Kec. Ds. Ngestiharjo 3. Ds.0024 0.0015 5 5 10 5. Argorejo 2.0003 0. Pajangan 1. Argomulyo 4.2068 0. Kec.0243 0. Guwosari Jumlah III.2207 0.0151 27.5264 0. Tabel Penyebaran dan Lokasi Kawasan Lindung Tahun 2009 Luas Kawasan Lindung (Ha) No Kecamatan / Desa Kec. Maksud dan tujuan pemantapan data dasar dan perencanaan kawasan lindung adalah agar diperoleh data lokasi yang tepat dan akurat guna penyusunan perencanaan pengelolaan kawasan lindung .004 27.0024 0. Bangunjiwo 2. Ds. Ds.0103 Sempadan Pantai I.

016 0. Triharjo 3.086 0.0026 0.019 15 15 15. Ds.775 11 0 40.035 0.3606 0.0753 10 110 120 1. Dlingo 1. Sitimulyo Jumlah X.0362 0.35655 0. Ds.0016 0.8144 0. Kec.0006 126. Tirtoharjo 3. Jatimulyo Jumlah IX.003 0. Ds. Ds. Pandak 1.0033 0. Ds. Kretek 1. Parangtritis 2. Sriharjo Jumlah V.007 0.006 0. Ds. Srimulyo 2.0095 0. Pundong 1.4.002 0. Ds. Ds. Ds.0753 1. Kec. Srimartani 3.0016 0. Panjangrejo 3. Donotirto Jumlah VI.0172 0.01 - 0.0023 0. Ds.00405 0. Temuwuh 5. Ds.003 110.002 0.0981 0. Piyungan 1.0005 0.0016 310. Srihardono Jumlah VII.009 0. Ds. Ds. Ds.0012 15.0026 0. Muntuk 2.01 0.0107 1. Trimurti 2.Ds. Dlingo 4.0015 0.0016 310. Ds.01 0.0023 0. Kec.0015 0.0012 0. Kec. Kec.0007 0. Seloharjo 2.009 5 5 5. Ds.019 0. Ds.0007 0.0354 27. Poncosari Jumlah VIII. Wijirejo Jumlah 310 310 160 120 40 0.076 10. Mangunan 3. Ds. Kec. Caturharjo 2.002 0. Srandakan 1.0011 0. Ds.002 121.0007 0. Terong 6. Ds.0133 .0007 0.

Segroyoso 2. Ds.0416 0. Bambanglipuro 0. Trimulyo 2.0416 0.15 0.001 271. Ds. Gadingsari 3.0006 0. Gadingharjo Jumlah 150 120 270 0. Srigading 2. Ds. Patalan Jumlah XIV Kec.XI. Pleret Jumlah XIII Kec. Pleret 1. Kec. Sewon XVI Kec. Jetis 1.001 1.041 0. Ds.8875 0. Banguntapan XVII Kec.8875 120. Bawuran.0385 XII.6513 Sumber: Dinas Pertanian & Kehutanan .0385 150.0006 Jumlah 740 1. Ds. Ds. Sanden 1.15 0. Wonolelo.041 0. Ds. Kec. Bantul XV Kec.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful