PETUNJUK MENGURUS IZIN DAN REKOMENDASI Sektor Industri dan Perdagangan

Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Website : http:\\www.dprin.go.id

Daftar Isi
Pengantar Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Departemen Perindustrian dan Perdagangan ...................... Sambutan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan ...................... Bab I Izin dan Rekomendasi di Bidang Perindustrian • • • • • • • • • • Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Perluasan ................. Izin Industri Minuman Beralkohol ................................. Izin Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ..... Tanda Daftar Industri (TDI) .......................................... Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) ............................................... Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) .............................................. Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan ....... Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum - Persyaratan Keselamatan ......... Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor ...... Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika ........ Rekomendasi Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika .............................. Rekomendasi untuk Mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B - 3 .......................................... 11 18 20 22 24 28 31 33 34

5

7

41

43 44
1

.............................................. 88 Surat Tanda Pendaftaran Keagenan ....................................... 79 Surat Pengakuan Keagenan Tunggal ............................ 97 Surat Izin Tanda Pabrik (Ukuran.... 73 Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (IP3A) ..................................................................................................................• • • • Rekomendasi Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya................................... Persetujuan untuk Dapat Mengikuti Skema AICO (Asean Industrial Cooperation) .......... Takaran...... 82 Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi ...... 59 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ................ 101 .............................................Timbangan dan Perlengkapannya) ...... 94 Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor .......... 80 Izin Usaha Sewa Beli (Hire Purchase)................................................... Rekomendasi Pembebasan Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Penolong dan Bagian/Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar ............................................. 89 Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) ............. 76 Tanda Pendaftaran Gudang .................................... 46 51 52 53 Bab II Izin dan Rekomendasi di Bidang Perdagangan • • • • • • • • • • • • • • • • • 2 • Wajib Daftar Perusahaan (WDP) .................................................... Jual beli dengan Angsuran dan Sewa ....... 91 Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian .... Rekomendasi Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru ..................................................... 68 Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) ........ 86 Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) ...... 64 Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB) .............................. 99 Izin Tipe (IT) UTTP Asal Impor ............................ 72 Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) .............................. 84 Rekomendasi Izin Kerja (RIK) Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) Khusus untuk Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing ................

...................... Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) ...................... dan Pejabat Eselon I yang Mengatur Perizinan/Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan Daftar Nama dan Alamat Kantor Pejabat Penerbit Izin dan/ Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan • 3 .. 103 104 108 110 113 128 132 133 135 137 142 144 146 148 149 152 155 157 Lampiran-lampiran • Daftar Undang-undang............................. Wakil Penasihat Berjangka........................• • • • • • • • • • • • • • • • • • Izin Reparasi UTTP ................................................ Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru ........... Keputusan Menteri..................... Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka................ Surat Keterangan Asal (SKA) ........... Izin Ekspor Tekstil ....... Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu) ......................... Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka ........ Angka Pengenal Importir (API) .............. Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya .......................... Izin Usaha Pialang Berjangka................ Pengakuan Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) .......................................... Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Kopi .............................. Keputusan Presiden............................................. Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu .............. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) ........... Ketentuan Impor Cengkeh ......... Peraturan Pemerintah.............................. Pengakuan Importir Umum Limbah ........................................................ Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka .. Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) ...................................................................................................... Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka ..............................

.

dalam kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak. khususnya dunia usaha dalam pelayanan informasi. Oktober 2002 Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat FAUZI AZIZ 5 . Jakarta. Akhirnya. peran Humas kian menjadi penting dan strategis dalam hal menyajikan berbagai informasi yang terkait dengan kebijakan dan langkah-langkah yang telah dan akan ditempuh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Menyadari akan hal itu. Biro Umum dan Hubungan Masyarakat menerbitkan buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan yang merupakan penyempurnaan buku yang sama terbitan tahun 2000. khususnya Biro Hukum dan Organisasi yang telah membantu hingga terbitnya buku ini. dengan harapan dapat memberi manfaat bagi pengembangan sektor industri dan perdagangan di tanah air.PENGANTAR Diantara tugas dan fungsi Biro Umum dan Hubungan Masyarakat yang harus diperankan. Ditengah situasi dan kondisi yang dihadapi bangsa kita yang belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi sekarang ini. Buku tersebut akan terus mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu disesuaikan dengan perkembangan dan kebijakan industri dan perdagangan agar isi yang disajikan tetap up to date. adalah bagaimana Humas mampu memposisikan dirinya sebagai penghubung yang dapat menjembatani kepentingan antara pemerintah dan masyarakat.

.

karena keberadaan buku ini akan memberi kemudahan bagi masyarakat. khususnya 7 . seperti kurangnya jaminan keamanan dan kepastian hukum. dengan memberikan berbagai kemudahan bagi dunia usaha. khususnya dunia usaha untuk memahami berbagai peraturan perizinan yang menyangkut bidang industri dan perdagangan. masalah ketenagakerjaan serta keterbatasan program pembiayaan di sektor riil akibat lambatnya restrukturisasi perbankan dan perusahaan.SAMBUTAN SEKRETARIS JENDERAL Saya menyambut gembira diterbitkannya buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan yang diprakarsai oleh Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Departemen Perindustrian dan Perdagangan. dengan prioritas utama yang berbasis sumber daya alam dalam negeri. Kita menyadari bahwa situasi dan kondisi negara kita hingga saat ini belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi yang telah berlangsung lebih kurang lima tahun. Sektor industri dan perdagangan yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional tengah menghadapi berbagai kendala eksternal dan internal. pemerintah mengambil langkah-langkah jangka pendek dan menengah. Upaya tersebut saya nilai positif. telah menyebabkan pertumbuhan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi kebutuhan pasar kerja. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan dan meningkatkan kinerja sektor industri dan perdagangan. Kendala yang bersifat eksternal adalah akibat masih rendahnya pertumbuhan ekonomi dunia. terutama negara-negara tujuan ekspor Indonesia yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan dunia usaha di tanah air. Untuk itu. ekonomi biaya tinggi. Sedangkan kendala internal.

Oktober 2002 SEKRETARIS JENDERAL HARIYANTO EKOWALUYO 8 . Jakarta.pada cabang-cabang industri yang dapat memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Dengan diterbitkannya buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan ini diharapkan dapat dijadikan panduan bagi dunia usaha dalam menjalankan usahanya.

Bab I Izin dan Rekomendasi di Bidang Perindustrian 9 .

10 .

dengan keterangan sebagai berikut : • IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip diberikan kepada Perusahaan Industri untuk langsung dapat melakukan persiapan-persiapan dan usaha pembangunan.Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Perluasan 1.. Izin Usaha Industri (IUI) Pengertian Izin Usaha Industri (IUI) adalah izin yang wajib diperoleh untuk mendirikan perusahaan industri dengan nilai investasi perusahaan seluruhnya di atas Rp 200. 11 . pemasangan instalasi/peralatan dan lain-lain yang diperlukan.000. • IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip diberikan kepada perusahaan industri yang . setelah memenuhi ketentuan yang berlaku di Kawasan Industri/Kawasan Berikat. pengadaan. atau Tidak Berlokasi di Kawasan Industri/Kawasan Berikat. tetapi wajib membuat Surat Pernyataan (Formulir SP-1).(tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip diharuskan bagi perusahaan industri yang jenis industrinya tidak tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 tanggal 11 Juli 1995 tentang Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya Tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta Tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan. berlokasi di Kawasan Industri/Kawasan Berikat yang memiliki izin. IUI terdiri atas dua jenis yakni IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip dan IUI Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip.000.

• • • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip a. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. • Melampirkan fotokopi NPWP .- jenis industrinya tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 (seperti tersebut di atas) yang berlokasi di dalam atau di luar Kawasan Industri/ Kawasan Berikat yang memiliki izin. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenisjenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. 12 . Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. • Melampirkan fotokopi Akte Pendirian Perusahaan. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Untuk memperoleh Persetujuan Prinsip : • Mengisi formulir Model Pm-I .

Untuk memperoleh Izin Usaha Industri (IUI) : • Mengisi formulir model Pm-III . • Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan dari Kepala Pusat Sumber Daya. • Foto Copy izin UU Gangguan atau AMDAL Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pupuk : • Izin Industri yang akan berdiri perlu rekomendasi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. • Fotokopi KTP/Nama Direksi dan Dewan Komisaris . • Fotokopi Izin Lokasi . b. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. • Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan dari Kepala Pusat Sumber Daya.Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pupuk : • Hasil uji laboratorium (sampel pupuk) dari Balai Pertanian setempat . • Fotokopi Persetujuan Prinsip . Wilayah dan Lingkungan Hidup. Wilayah dan Lingkungan Hidup Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pestisida: • Surat Rekomendasi pembuatan bahan aktif pestisida atau formulasi pestisida yang dikeluarkan oleh Komisi Pestisida . • Formulir Model Pm-II (informasi pembangunan proyek) . • Surat Keterangan dari Balai Pertanian setempat bahwa sampel pupuk sedang dalam pengujian di lapangan . • Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM . • Fotokopi IMB . • Surat Pernyataan memproduksi pupuk sesuai hasil analisis laboratorium . • Melampirkan fotokopi NPWP . 13 . • Fotokopi UKL dan UPL atau SPPL .

• Departemen Pertanian. Melampirkan fotokopi NPWP. Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM. Surat keterangan uji lapangan dan nomor pendaftaran dari Departemen Pertanian. Tembusan izin ditujukan ke Direktorat Jenderal IKAH. Industri pupuk diperlukan : Surat keterangan uji laboratorium yang diakreditasi . Fotokopi IMB. serta peredaran dan pengawasannya . Persyaratan khusus/tambahan industri pestisida : • Untuk industri yang akan berdiri diperlukan rekomendasi dari Komisi Pestisida . Formulir Model Pm-II (informasi pembangunan proyek). 2. • Peredaran dan pengawasan oleh Komisi Pestisida . Persyaratan khusus/tambahan untuk industri crumb rubber : • Surat Rekomendasi dari Direktorat Jenderal Perkebunan. • Industri pestisida diperlukan nomor pendaftaran pestisida yang tercantum pada SK. Departemen Kehutanan yang menyatakan tentang jaminan kontinuitas suplai bahan baku karet (BOKAR). Menteri Pertanian mengenai pendaftaran dan pemberian izin bahan aktif pestisida atau izin sementara formulasi pestisida. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. IUI • • • • • Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi Formulir Model SP-I dan SP-II. 14 .

Izin ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. Dalam 15 . tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Sekretaris Jenderal Depperindag bagi industri yang berada di Kawasan Industri. Biaya Pengurusan Untuk mengurus IUI. dibuktikan dengan berita acara pemeriksaan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. Persetujuan Prinsip bukan merupakan izin untuk melakukan produksi komersial. IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima dan melakukan pemeriksaan ke lokasi perusahaan. Izin ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. 2. Izin Usaha Industri IUI Melalui Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. baik IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip. Kepala Dinas Depperindag Tingkat Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang perindustrian. dengan masa berlaku selama-lamanya 4 tahun. IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip a. b. Persetujuan Prinsip Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar.

baik yang Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip. • Penambahan kapasitas produksi sebesar-besarnya 30% di atas kapasitas produksi yang diizinkan . 16 . Kegiatan perluasan ini wajib diberitahukan secara tertulis selambat-lambatnya 6 bulan sejak dimulainya produksi kepada pejabat yang mengeluarkan IUI yang telah dimiliki perusahaan tersebut. • Hasil produksinya dimaksudkan untuk pasaran ekspor meskipun jenis industri tersebut dinyatakan tertutup bagi Penanaman Modal. Izin Perluasan Pengertian Setiap perusahaan industri yang telah memiliki IUI. guna disahkan melalui penerbitan Izin Perluasan. yang hendak melakukan perluasan industrinya wajib memperoleh Izin Perluasan. Kepala Otorita Batam bagi industri yang berlokasi di Batam (Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 44/M/SK/3/1995 tanggal 20 Maret 1995 tentang Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. penerbitan IUI dilaksanakan oleh Kantor Depperindag. Izin Perluasan tidak diperlukan apabila : • Perluasan yang dilaksanakan masih dalam lingkup jenis industri yang tercantum dalam IUI-nya . Ketua BKPM bagi industri yang berstatus PMA/PMDN. • Jenis industrinya terbuka bagi Penanaman Modal.• • hal belum terbentuknya Dinas Tingkat Kabupaten/Kota. Perluasan lebih dari 30% dari kapasitas produksi yang telah diizinkan dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memiliki Izin Perluasan apabila : • Perluasan yang dilaksanakan masih dalam lingkup jenis industri yang tercantum dalam IUI-nya . 2.

Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi formulir model SP-III . • Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. 17 . Izin Usaha Industri . Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Melampirkan Isian formulir model SP-IV dan SP-V . 2. Izin Usaha Industri . Melampirkan Isian formulir model PM-V dan PM-VI . Rencana Perluasan Industri . Izin Perluasan berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenisjenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan . IUI • • • • • IUI • • • • Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi formulir model Pm-IV . Rencana Perluasan Industri. Bukti telah memenuhi persyaratan lingkungan terhadap AMDAL/UKL dan UPL. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Perluasan dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri.

Biaya Pengurusan Untuk mengurus Izin Perluasan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Pejabat yang mengeluarkan Izin Perluasan adalah sama dengan pejabat yang mengeluarkan IUI yang telah dimiliki perusahaan yang bersangkutan. Izin Industri Minuman Beralkohol Pengertian Industri Minuman Beralkohol adalah perusahaan industri yang memproduksi minuman beralkohol di dalam negeri. Bagi Industri Minuman Beralkohol Golongan A. Agro dan Hasil Hutan (Ditjen IKAH). baik yang Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip. Izin Usaha Industri dan Surat Tanda Pendaftaran Industri Kecil (STPIK)/Tanda Daftar 18 . Kewenangan pembinaan industri minuman keras. penggabungan. B dan C yang sudah tidak beroperasi lagi. anggur dan sejenisnya serta malt dan minuman mengandung malt tetap berada di Direktorat Jenderal Industri Kimia. kurang dari Rp 1 miliar. bagi Industri Minuman Beralkohol yang akan melakukan pembaharuan izin. pindah lokasi dan lain-lain. penyelesaian perizinannya memerlukan rekomendasi/persetujuan terlebih dahulu dari Direktur Jenderal IKAH. Oleh karena itu. walaupun investasi seluruhnya. perubahan/ penggantian pemilik. di luar tanah dan bangunan tempat usaha. tidak dikenakan biaya. Industri Minuman Beralkohol ini termasuk industri yang perlu diawasi dan dikendalikan karena dampaknya yang dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

Izin Usaha Industri atau STPIK/TDI dimaksud dicabut serta dinyatakan tidak berlaku. 19 . diperbaharui. PPn-BM dan Cukai). Laporan Realisasi Produksi dua tahun terakhir disertai dengan pembayaran cukai (PPN. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 171/M/SK/8/1993 tanggal 18 Agustus 1993 tentang Pedoman Pengarahan Lokasi bagi Kegiatan Industri . Sertifikat Tanda Penggunaan SNI. Industri Minuman Beralkohol yang berlokasi di daerah yang belum memiliki Kawasan Industri. Keputusan Menperindag Nomor 359/MPP/Kep/10/ 1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Produksi. Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. diganti dan/atau dipindahkan lokasinya. diarahkan berada di kawasan yang peruntukannya untuk industri yang sesuai dengan RUTR wilayah yang ditetapkan oleh Pemda setempat atau mendapat persetujuan dari Bupati/Walikota Kepala Daerah yang bersangkutan. Dokumen UKL/UPL.Industri (TDI) yang telah diperoleh. Surat Persetujuan dari Bupati/Walikota. • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • Izin Usaha Industri. Surat Edaran Dirjen IKAH Nomor 682/DIRJEN-IKAH/ XII/1999 tanggal 31 Desember 1999 tentang Pembinaan Industri Minuman Beralkohol. Impor. apabila akan melakukan relokasi. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). dilarang untuk dipindahtangankan. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan.

dan berlaku selama perusahaan tersebut masih beroperasi. Industri AMDK termasuk industri yang tidak tercakup dalam SK Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 tanggal 11 Juli 1995 tentang Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya Tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta Tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan. Penerbitan Izin diperlukan hanya untuk industri yang pindah lokasi atau pindah kepemilikan. Pada Daftar Negatif Investasi (DNI) tertutup bagi PMA dan PMDN.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Industri Minuman Beralkohol dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah semua persyaratan lengkap dan benar diterima. 20 . Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Izin Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Pengertian Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) adalah air yang telah diolah/diproses dan dikemas serta aman untuk di konsumsi. sehingga pemberian izinnya harus melalui Persetujuan Prinsip terlebih dahulu. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • • Direktur Jenderal Industri Kimia. Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Agro dan Hasil Hutan.

Rencana lokasi pabrik AMDK harus berada di lokasi yang peruntukannya sesuai dengan RUTR dan/atau berada dekat mata air yang muncul secara alamiah di atas permukaan tanah. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 167/MPP/Kep/5/1997 tanggal 28 Mei 1997 tentang Persyaratan Teknis Industri dan Perdagangan Air Minum Dalam Kemasan. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Industri AMDK dikeluarkan selambat-lambatnya 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Agro dan Hasil Hutan. 21 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Kimia. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Surat Izin Pengeboran (SIP)/Surat Izin Penurapan dan Izin Pengambilan Air (SIPA) dari Dinas Pertambangan dan/atau Surat Keterangan/Perolehan Bahan Baku dari PDAM setempat bahwa bahan baku berasal dari sumber mata air yang belum diolah.

. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.(dua ratus juta rupiah).000. Perusahaan Industri Kecil yang nilai investasinya di bawah Rp.(lima juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.000.000. 5. • • 22 .000. tidak wajib memperoleh TDI.Tanda Daftar Industri (TDI) Pengertian Tanda Daftar Industri (TDI) adalah izin yang diperlukan untuk melakukan kegiatan industri dalam Kelompok Industri Kecil sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Perindustrian dan perdagangan Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. 5..000.(lima juta rupiah) sampai dengan Rp 200. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan.000. Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999. dengan nilai investasi perusahaan seluruhnya sebesar Rp.. kecuali bila dikehendaki oleh perusahaan yang bersangkutan. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri.

• •

Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/ SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 perihal Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan.

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Mengisi Formulir Model Pdf.I-IK dan Pdf.III-IK.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku TDI dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. TDI berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. Biaya Pengurusan • Untuk Pengurusan TDI ini tidak dikenakan biaya.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota yang bertang-gung jawab di bidang perindustrian. Dalam hal belum terbentuknya Dinas Tingkat Kabupaten/Kota, penerbitan TDI dilaksanakan oleh Kantor Depperindag. Kepala Otorita Batam apabila lokasinya di Batam, sesuai Surat Keputusan Menteri perindustrian Nomor 44/M/SK/ 3/1995 tanggal 20 Maret 1995 tentang Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri dan Surat Pendaftaran Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. Ketua BKPM bagi Perusahaan yang berstatus PMA/PMDN.

23

Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI)
Pengertian Setiap pendirian Perusahaan Kawasan Industri yang melakukan kegiatan pengusahaan kawasan industri wajib memperoleh izin, yang terdiri atas Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI). Untuk memperoleh IUKI diperlukan Tahap Persetujuan Prinsip, yang diberikan kepada Perusahaan Kawasan Industri untuk mengajukan permohonan izin lokasi, melakukan persiapan penyediaan tanah, perencanaan, penyusunan rencana tapak tanah di Kawasan Industri dan pembangunan, pengadaan prasarana dan sarana Kawasan Industri. Luas Kawasan Industri sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) hektar. Bagi Perusahaan Kawasan Industri yang memiliki luas kawasan lebih dari 20 (dua puluh) hektar, IUKI-nya diberikan secara bertahap dengan ketentuan pemberian IUKI yang pertama kali minimal seluas 20 (dua puluh) hektar. Tanah yang telah dimiliki oleh satu perusahaan atau beberapa perusahaan yang luasnya sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hektar dan berada di dalam Kawasan Peruntukan Industri serta sudah dimanfaatkan untuk kegiatan industri, dapat ditetapkan sebagai Kawasan Industri. Setiap Perusahaan Kawasan Industri yang akan melakukan perluasan areal Kawasan Industri wajib memperoleh IPKI. IPKI diberikan secara langsung apabila Perusahaan Kawasan Industri yang bersangkutan telah memperoleh IUKI dengan ketentuan : • lokasinya berbatasan dengan lokasi Kawasan Industri yang telah diizinkan ; • lahan yang direncanakan sebagai areal perluasan telah dikuasai ; • berada dalam kawasan peruntukan industri.

24

Apabila perluasan Kawasan Industri tidak berbatasan dengan lokasi Kawasan Industri yang telah diizinkan dan atau lahan yang direncanakan sebagai areal perluasan belum dikuasai, maka permintaan Izin Perluasan dimulai dengan permintaan Persetujuan Prinsip. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/Kep/2/1997 tanggal 20 Februari 1997 tentang Tata Cara Pemberian Izin Usaha Kawasan Industri dan Izin Perluasan Kawasan Industri. Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 263/MPP/Kep/8/2001 tanggal 31 Agustus 2001 tentang Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001.

• • •

Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Persetujuan Prinsip : • • • • • Mengisi formulir model PMK-I ; Melampirkan fotokopi akte pendirian perusahaan ; Nomor Pokok Wajib Pajak ; Sketsa rencana lokasi (Desa, Kecamatan, Kabupaten/ Kota dan Propinsi) ; Surat pernyataan dari perusahaan Kawasan Industri bahwa rencana lokasi terletak dalam kawasan peruntukan industri

25

Melampirkan Izin Lokasi . • 3. Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) : • • • • • • • • • Mengisi formulir Model PMK-IV . RKL dan RPL . Tata tertib kawasan . Laporan kondisi lapangan untuk dapat dioperasikan. Fotokopi IMB . Studi ANDAL RKL dan RPL Kawasan Industri yang telah disetujui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota . minimal telah tersedia jalan masuk ke Kawasan Industri. Fotokopi ANDAL. 26 .berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Bukti pembelian tanah sesuai izin lokasi . Susunan Direksi dan Komisaris Perusahaan. Jadwal/target penyelesaian pembangunan prasarana dan sarana penunjang yang ada dalam Kawasan Industri dan sarana penunjang eksternal. 2. jaringan jalan dan saluran air hujan dalam Kawasan Industri serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bagi Kawasan Industri sesuai dengan AMDAL-nya . IUKI yang bersangkutan . Pemeriksaan lapangan atas dokumen dilakukan oleh Tim Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Lapangan (BAPL). Peta rencana peruntukan lahan . Site plan (rencana tapak tanah) yang telah disahkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan RTRW. Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) : • • • • • • Melampirkan formulir model PMK-II (informasi pembangunan proyek) . Fotokopi HGB.

• Bagi perusahaan Kawasan Industri yang berstatus PMA : berlaku selama 30 tahun. 3. Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. sepanjang masih memenuhi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Masa berlaku IPKI adalah sesuai dengan masa berlaku IUKI yang dimiliki Perusahaan Kawasan Industri bersangkutan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal bagi Perusahaan Kawasan Industri yang berstatus PMA/PMDN. Biaya Pengurusan Pengurusan Persetujuan Prinsip. IUKI IUKI diberikan dalam waktu 33 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. 2. 27 . Masa berlaku persetujuan ini adalah selama 4 tahun dan dapat diperpanjang dua kali. IPKI. IPKI diberikan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. IUKI dan IPKI tidak dikenakan biaya. masing-masing selama 2 tahun. Persetujuan Prinsip Persetujuan dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. Masa berlaku IUKI adalah sebagai berikut : • Bagi perusahaan Kawasan Industri yang berstatus Non PMA/PMDN dan yang berstatus PMDN: berlaku selama perusahaan yang bersangkutan melakukan kegiatan pengusahaan kawasan industri .

pemakai produk atau masyarakat.Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) Pengertian Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standar yang ditetapkan dan diberlakukan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan setelah mendapat persetujuan dari Dewan Standardisasi Nasional (DSN) dan berlaku secara nasional di Indonesia. proses produksi dan pengendalian mutu produk sesuai dengan pedoman DSN. yaitu pernyataan kemampuan oleh produsen berupa Surat Pernyataan Diri (Self Declaration) berdasarkan hasil pemeriksaan oleh produsen yang bersangkutan terhadap sarana produksi. kemasan atau label yang menyatakan bahwa barang dan/atau jasa tersebut memenuhi persyaratan SNI. • SNI secara sukarela (SNI-Sukarela) di kemudian hari dapat ditetapkan secara wajib atas pertimbangan teknis maupun ekonomis dan pertimbangan lainnya. SNI dapat diterapkan secara wajib atau sukarela. Perusahaan yang produknya termasuk SNI-Wajib harus mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI. dengan keterangan sebagai berikut : • SNI secara wajib (SNI-Wajib) diterapkan untuk produk yang berkaitan dengan kepentingan keselamatan dan kesehatan konsumen. Sertifikasi Produk diberikan kepada perusahaan yang telah mampu menghasilkan suatu produk dengan mutu yang konsisten sesuai dengan SNI. Perusahaan yang hendak memperoleh Sertifikat Produk harus menggunakan salah satu dari modul sistem mutu sebagai berikut : • Modul I adalah Modul Jaminan Mutu Produk. 28 . dan kelestarian lingkungan. Tanda SNI adalah tanda sertifikasi produk yang dibubuhkan pada barang.

Modul IV adalah Modul Jaminan Mutu Menyeluruh. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan jo Nomor 425/ MPP/ Kep/9/1998 jo Nomor 384/MPP/Kep/8/1999. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan Standar Sistem Mutu yang diacu dan diakui selain dari SNI seri 19-9000. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Produksi. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9002. Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan No. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Inspeksi dan Pengujian Akhir. Dasar Hukum • • Peraturan Pemerintah RI Nomor 102 tahun 2000 tanggal 10 November 2000 tentang Standardisasi Nasional. Pemasangan dan Pelayanan. Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan Nomor 407/SJ/SK/VI/1996 tanggal 21 Juni 1996 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan Nomor 631/SJ/SK/VIII/1999 tanggal 23 Agustus 1999. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9001.• • • • Modul II adalah Modul Jaminan Mutu Produk. Pemasangan dan Pelayanan. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9003. Modul III adalah Modul Jaminan Mutu Produksi. Modul V adalah Modul Jaminan Mutu. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Desain Pengembangan Produksi. Sertifikasi. Keputusan Menperindag Nomor 108/MPP/Kep/5/1996 tanggal 22 Mei 1996 tentang Standardisasi. 677/SJ/SK/IX/1996 tanggal 24 September 29 • • .

• Sertifikat hasil uji atas contoh produk yang masih berlaku beserta label contoh uji dan berita acara pengambilan contoh atau Sertifikat Inspeksi Teknis. • Sertifikat hasil uji atas contoh produk yang masih berlaku beserta label contoh uji dan berita acara pengambilan contoh atau Sertifikat Inspeksi Teknis.1996 tentang Penunjukan Lembaga sebagai Laboratorium Penguji. 2. • Surat pernyataan diri tentang kesesuaian (Self Declaration) . Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI. Bagi Pengguna Modul I Mengajukan surat permohonan dan melampirkan : • Daftar isian permohonan Produk Pengguna Tanda SNI dan lampiran yang dipersyaratkan . • Sertifikat Sistem Mutu dari Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu yang terakreditasi . Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi. III. Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan. 30 . IV dan V Mengajukan surat permohonan dan melampirkan : • Daftar isian permohonan Produk Pengguna Tanda SNI dan lampiran yang dipersyaratkan . Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Bagi Pengguna Modul II.

1995 dan revisinya). Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan Pengertian Tepung terigu merupakan bahan karier yang potensial untuk fortifikasi karena tepung terigu banyak digunakan untuk membuat berbagai produk makanan yang dikonsumsi masyarakat. b.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi. Tepung terigu sebagai bahan makanan yang diperdagangkan di dalam negeri baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari impor wajib memenuhi persyaratan (SNI 01. pengawasan sistem mutu. pengawasan mutu produk yang terdiri dari pengambilan contoh dan pengujian produk yang dilakukan oleh laboratorium uji yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. 31 . Perusahaan industri yang memproduksi tepung terigu sebagai bahan makanan wajib menerapkan Standar Nasional Indonesia Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan dan wajib mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan tanda SNI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pusat Standardisasi dan Akreditasi bertanggung jawab atas pelaksanaan pengawasan penggunaan Tanda SNI.3751-2000/ Rev. yang meliputi : a.

1995 dan Revisinya) Keputusan Menperindag No.3751-2000/Rev. Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag No. 32 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi.1995 dan Revisinya) • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI Tepung Terigu dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi. Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji.153/MPP/Kep/5/2001 tanggal 2 Mei 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan (SNI 01.153/MPP/Kep/5/2001 tanggal 2 Mei 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan (SNI 01.323/MPP/Kep/11/2001 tanggal 20 November 2001 tentang Perubahan Atas Keputusan Menperindag No. Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI.3751-2000/Rev.

Lampu SWA Ballast untuk pelayanan pencahayaan umumPersyaratan Keselamatan yang diperdagangkan di dalam negeri baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari impor wajib memenuhi persyaratan (SNI 04-6504-2001 dan revisinya). Keputusan Menperindag Nomor 442/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Perubahan Atas Keputusan • 33 . • pengawasan mutu produk yang terdiri dari pengambilan contoh dan pengujian produk yang dilakukan oleh laboratorium uji yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Pusat Standardisasi dan Akreditasi bertanggung jawab atas pelaksanaan pengawasan penggunaan Tanda SNI yang meliputi : • pengawasan sistem mutu. Perusahaan industri yang memproduksi lampu swa ballast wajib menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Lampu SWA Ballast untuk pelayanan pencahayaan umum persyaratan keselamatan dan wajib mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 337/MPP/Kep/11/2001 tanggal 30 November 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan UmumPersyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya).Wajib SNI Lampu SWA Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan UmumPersyaratan Keselamatan Pengertian Lampu SWA Ballast merupakan lampu listrik yang menghemat energi dan banyak digunakan masyarakat.

termasuk sepeda motor beroda tiga. Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI Lampu Swa Ballast dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi. Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji. Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan. Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor Pengertian Kendaraan bermotor terbagi atas 2 (dua) kelompok : a Kendaraan bermotor roda empat (mobil) . b Kendaraan bermotor roda dua ( sepeda motor ). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi.Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya). Kendaraan bermotor roda empat meliputi : a.Menperindag Nomor 337/MPP/Kep/11/2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum . 34 . Kendaraan dengan kapasitas tempat duduk di atas 10 orang (bus) .

Kendaraan penumpang dengan penggerak roda 4 x 2 . Kendaraan penumpang dengan penggerak roda 4 x 4. Sertifikat uji tipe adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Uji tipe adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian atau komponen-komponen kendaraan bermotor dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebelum kendaraan bermotor tersebut dibuat. Tipe kendaraan adalah nama teknis dan/atau nama dagang yang diberikan kepada jenis kendaraan dengan spesifikasi tertentu oleh pabrik pembuatnya. Departemen Perhubungan sebagai bukti bahwa kendaraan bermotor yang bersangkutan telah lulus uji tipe. 35 . Kendaraan penumpang dengan kapasitas tempat duduk sampai dengan 10 orang . tanpa melihat phisik kendaraan yang bersangkutan dan bukan merupakan izin impor. Tanda Pendaftaran Tipe diterbitkan berdasarkan atas kelengkapan dan kebenaran dokumen. termasuk angkutan barang yang menggunakan roda tiga. c. Pendaftaran tipe adalah pendaftaran spesifikasi teknis dari tipe kendaraan bermotor tertentu yang akan diproduksi atau akan diimpor. Sedan atau station wagon . b. Kendaraan angkutan barang.b. Tanda Pendaftaran Tipe untuk keperluan produksi adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian untuk keperluan produksi kendaraan bermotor. Jenis kendaraan penumpang dengan kapasitas tempat duduk sampai dengan 10 orang adalah : a. c. dirakit atau diimpor secara massal.

Tanda Pendaftaran Tipe untuk keperluan uji tipe adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian dari kendaraan yang akan diimpor. yang selanjutnya akan digunakan sebagai kendaraan untuk diuji tipe atau sebagai contoh produksi dengan jumlah 1 (satu) unit. Keputusan Menperindag Nomor 49/MPP/Kep/2/2000 tanggal 25 Februari 2000 tentang Persyaratan Impor Kendaraan Bermotor dalam Keadaan Utuh (CBU). Keputusan Direktur Jenderal ILMEA Nomor 017/SK/DJILMEA/XI/-2001 tanggal 9 Nopember 2001 tentang • • 36 . Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/Kep/2/2000 tanggal 25 Februari 2000 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 290/MPP/Kep/6/1999. Dasar Hukum • • • Keputusan Menperindag Nomor 275/MPP Kep/6/1999 tanggal 24 Juni 1999 tentang Industri Kendaraan Bermotor. Penjelasan teknis dibuat oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan/Research and Development (R & D) dari produsen atau prinsipal kendaraan bermotor yang bersangkutan. Keputusan Direktur Jenderal ILMEA Nomor 015/SK/DJILMEA/X/2001 tanggal 26 Oktober 2001 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor. yang selanjutnya dapat diperdagangkan atau dipakai sendiri. Penjelasan teknis adalah dokumen asli berisi penjelasan teknis atas kendaraan bermotor yang didaftarkan tipenya. Kendaraan bermotor yang dapat diimpor adalah kendaraan bermotor dalam keadaan baru yang diproduksi selama-lamanya 2 (dua) tahun sebelum pengimporan dan belum pernah didaftarkan di negara lain. Tanda Pendaftaran Tipe keperluan impor adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian dari kendaraan bermotor yang akan diimpor.

Pendaftaran Tipe Varian Kendaraan Bermotor Rakitan Dalam Negeri Perusahaan Industri Perakitan Kendaraan Bermotor yang mengajukan permohonan pendaftaran tipe/varian kendaraan bermotor untuk tujuan perakitan wajib untuk : • Mengajukan surat permohonan pendaftaran tipe/varian . • Mengisi formulir isian permohonan pendaftaran tipe dan varian dengan melampirkan fotokopi Izin Usaha Industri yang masih berlaku . • Fotokopi tanda lulus uji tipe dari instansi yang berwenang . 37 . • Fotokopi kode perusahaan dan NIK. Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor untuk Keperluan Impor Perusahaan importir kendaraan bermotor yang mengajukan permohonan Pendaftaran Tipe/Varian Kendaraan Bermotor wajib untuk : • Mengisi formulir isian permohonan pendaftaran tipe dan varian dan perubahan tipe kendaraan bermotor . berupa brosur asli ditambah penjelasan prinsipal jika perlu . • Fotokopi bukti hak atas merek atau bukti pengajuan permohonan pendaftaran merek sesuai dengan ketentuan yang berlaku .Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Kode Perusahaan Dalam Rangka Penerapan Nomor Identifikasi Kendaraan Bermotor (NIK). • Gambar dan spesifikasi teknis dari tipe yang didaftarkan. • Rencana produksi tipe dan varian yang didaftarkan . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Pengajuan Permohonan Perusahaan industri yang akan memproduksi dan mengimpor kendaraan bermotor dan importir yang akan mengimpor kendaraan bermotor dalam keadaan jadi (CBU) diwajibkan untuk mendaftarkan tipe/varian dari kendaraan bermotor yang akan diproduksi atau diimpornya.

• •

• • • •

• • • •

38

Melampirkan penjelasan VIN/tanda bukti penerapan VIN minimal 9 (sembilan) digit karakter beserta penjelasannya, kecuali bagi negara-negara yang menerapkan sistem penomoran VIN tersendiri ; Atas impor 1 (satu) unit kendaraan dalam keadaan CBU untuk keperluan uji tipe harus menyebutkan nomor VIN lengkap ; Untuk VIN yang tidak mencantumkan tahun pembuatan, maka importir harus menyampaikan pernyataan tahun pembuatan yang diterbitkan oleh pabrik pembuat/prinsipal atau pemasok luar negeri ; Rencana impor dari tipe/varian yang didaftarkan tipenya ; Gambar/brosur asli yang berisi spesifikasi teknis dari tipe kendaraan yang didaftarkan ; Fotokopi tanda lulus uji tipe yang dilegalisir dari Departemen Perhubungan apabila tipe kendaraan bermotor yang akan diimpor populasinya melebihi 10 (sepuluh) unit ; Fotokopi tanda lulus uji tipe dari pabrik di negara pembuat atau negara asal impor, apabila tipe kendaraan bermotor yang akan diimpor populasinya sampai dengan 10 (sepuluh) unit per tipe ; Bagi keperluan uji tipe tidak diwajibkan melampirkan tanda lulus uji tipe, baik dari negara pembuat maupun negara asal impor ; Fotokopi Izin Usaha Industri atau SIUP, API atau APIT serta Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang telah dilegalisir oleh instansi penerbit dan masih berlaku; Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari perusahaan pemohon ; Surat pernyataan jaminan mutu dan layanan purna jual yang dibuat oleh importir dihadapan Notaris bagi tipe dan varian kendaraan bermotor yang diimpor disertai bukti kepemilikan bengkel atau kontrak kerjasama dengan bengkel ; Surat Keterangan Bank asli yang menyatakan bahwa perusahaan yang bersangkutan sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun berturut-turut adalah nasabah bank sebagai pengguna jasa perbankan dalam kegiatan usahanya yang memiliki kinerja yang baik. Apabila perusahaan yang bersang-

• •

kutan belum mencapai 3 (tiga) tahun sebagai nasabah bank, maka penanggungjawab perusahaan yang bersangkutan wajib untuk memberikan Surat Keterangan Bank atas nama dirinya dengan ketentuan sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun berturut-turut adalah nasabah bank sebagai pengguna jasa perbankan yang memiliki kinerja baik ; Pernyataan harga FOB yang dibuat oleh importir yang bersangkutan dari tipe kendaraan yang akan diimpornya dengan dibubuhi materai yang cukup ; Menyampaikan realisasi impor bagi yang telah memperoleh tanda pendaftaran tipe dengan menggunakan format laporan.

Pengecualian Kewajiban Pendaftaran Tipe Impor kendaraan bermotor jadi (CBU) yang dikecualikan dari persyaratan Pendaftaran Tipe adalah kendaraan bermotor yang berasal dan atau dipergunakan untuk keperluan : a. Hibah dari pemerintah/negara asing atau lembaga swasta di luar negeri untuk pemerintah Republik Indonesia ; b. Khusus untuk ketentaraan/kepolisian negara dan atau protokoler kenegaraan c. Bantuan teknis dari pemerintah/negara asing atau bantuan lainnya untuk pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 1955 ; d. Mantan Duta Besar Republik Indonesia yang telah habis masa tugasnya, sebagai barang pindahan maksimum hanya 1 (satu) unit kendaraan bermotor jenis penumpang kurang dari 10 (sepuluh) orang; e. Kedutaan Besar/Perwakilan Negara Asing atau Badan Internasional berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1957 ; f. Impor sementara yang akan diekspor kembali setelah masa impor sementara tersebut berakhir ; g. Replika (produk contoh) yang tidak diperjual-belikan ; h. Kendaraan berat (heavy duty truck) dengan GVW lebih dari 24 ton dan tidak dipergunakan di jalan umum serta tidak memerlukan STNK seperti dinyatakan dalam pernyataan perusahaan.

39

Pengecualian dari kewajiban TPT dinyatakan melalui Surat Direktur Jenderal Industri Logam,Mesin, Elektronika dan Aneka yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan Ditlantas Polri. Pengecualian tersebut di atas tidak berlaku, apabila kendaraan bermotor yang diimpor tersebut dipindah-tangankan dan atau diperjual-belikan di dalam negeri, dan untuk kendaraan berat apabila digunakan di jalan umum. Tipe atas kendaraan bermotor yang semula dikecualikan dari kewajiban pendaftaran tipe sebagaimana diatur di atas dan tipe atas kendaraan bermotor hasil lelang yang menjadi milik negara yang dilengkapi dengan bukti-bukti lengkap dari instansi yang berwenang wajib didaftarkan di Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Tanda Pendaftaran Tipe atau Varian Kendaraan Bermotor, diterbitkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya permohonan pendaftaran tipe/varian yang telah memenuhi persyaratan secara lengkap dan benar. Permohonan dianggap batal dengan sendirinya apabila dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya surat permintaan kelengkapan persyaratan, tidak dipenuhi oleh perusahaan pemohon. Biaya Pengurusan Pengurusan Tanda Pendaftaran Tipe dan Varian ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi •
40

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka.

diiklankan. Kartu Jaminan/Garansi adalah kartu yang menyatakan tersedianya pelayanan purna jual dan suku cadang produk teknologi informasi dan elektronika. dipromosikan. baik yang berasal dari produk dalam negeri maupun impor. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 547/MPP/Kep/7/2002 tanggal 24 Juli 2002 tentang Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam 41 .Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika Pengertian Produk teknologi informasi dan elektronika yang beredar di pasar adalah produk teknologi informasi dan elektronika yang ditawarkan. c. meningkatkan produksi teknologi informasi dan elektronika dalam negeri. menciptakan dan meningkatkan persaingan usaha yang sehat di bidang produk teknologi informasi dan elektronika. memberikan perlindungan kepada konsumen pemilik produk teknologi informasi dan elektronika. Petunjuk Penggunaan (Manual) adalah petunjuk/cara menggunakan produk teknologi informasi dan atau elektronika. b. Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi produk teknologi informasi dan elektronika bertujuan untuk : a. diperdagangankan untuk digunakan atau dimanfaatkan oleh konsumen yang berada di wilayah Republik Indonesia.

42 . Surat pernyataan jaminan pelayanan purna jual dan tersedianya suku cadang bermeterai . • spesifikasi produk. Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) bagi produsen . Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Angka Pengenal Impor (API) atau Angka Pengenal Impor Terbatas (API-T) bagi importir dan Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK).• Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika. khusus bagi produk teknologi informasi dan atau elektronika yang dipersyaratkan mempunyai NPIK. Masa berlaku tanda/surat pendaftaran adalah selama produsen atau importir yang bersangkutan menghasilkan produk elektronika yang didaftarkan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • Mengajukan permohonan dengan menggunakan Formulir Model MG-1. • petunjuk perbaikan/pemeliharaan . • • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Tanda pendaftaran ini diberikan selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah persyaratan permohonan secara lengkap dan benar diterima. Contoh petunjuk penggunaan (manual) dalam Bahasa Indonesia yang sekurang-kurangnya memuat informasi tentang : • petunjuk operasi penggunaan . • masa berlaku sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. Contoh kartu jaminan/garansi dalam Bahasa Indonesia yang sekurang-kurangnya memuat informasi tentang : • ongkos perbaikan gratis selama masa garansi . Melampirkan Isian Formulir Pendaftaran Model MG-2 . Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . • jaminan ketersediaan sukucadang . Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan.

Biaya Pengurusan Pengurusan pendaftaran ini tidak dikenakan biaya. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri dan Kepala Pusat Data dan Informasi. Ditjen ILMEA.01/1997 tanggal 31 Desember 1997 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika 43 . Dirjen Industri Logam. namun pembebanan biaya pendaftaran hanya untuk biaya penggantian pengadaan formulir pendaftaran. Elektronika dan Aneka. khusus bagi produk dalam negeri disampaikan juga kepada Direktur Industri Teknologi Informasi dan Elektronika. apabila yang bersangkutan telah memperoleh rekomendasi dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan cq. Rekomendasi Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika Pengertian Pembebasan bea masuk 0% (nol persen) untuk mengimpor bahan baku/sub komponen/bahan penolong dalam rangka pembuatan komponen elektronika dapat diberikan kepada Produsen komponen elektronika. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Keuangan Nomor 659/KMK. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Bupati/walikota setempat dan tembusan disampaikan kepada Direktur Bina Pengawasan Barang Beredar dan Jasa. Mesin.

dan guna mendapatkan persetujuan untuk mengimpor sendiri Limbah Non B-3 yang diperlukan dalam proses produksi. Elektronika dan Aneka. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam. maka produsen yang bersangkutan terlebih dahulu harus memperoleh Rekomendasi dari Direktur Jenderal Industri 44 . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi diterbitkan dalam waktu 5 hari kerja sejak berkas permohonan secara lengkap dan benar diterima. Daftar mesin-mesin peralatan produksi untuk mebuat komponen elektronika. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Mesin. Rekomendasi ini berlaku selama 1 tahun.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Fotokopi Izin Usaha Industri/Persetujuan Prinsip. Laporan ekspor/produksi. Form IKE-1 yang telah mencantumkan jenis bahan/sub komponen/bahan penolong yang dibutuhkan. Rekomendasi untuk Mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B-3 Pengertian Salah satu syarat untuk mendapatkan pengakuan sebagai Importir Produsen Limbah Non B-3. Surat pernyataan bahwa bahan baku/komponen/bahan penolong tersebut dibutuhkan untuk produksi.

Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya. Rekomendasi ini berlaku untuk seumur hidup. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan. Direktur Jenderal Industri Kimia. Agro dan Hasil Hutan Depperindag. yang telah diakui oleh Departemen Teknis dan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Depperindag atau Direktur Jenderal Industri Kimia. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Industri Logam. Mesin. Elektronika dan Aneka. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi untuk mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B-3 dapat dikeluarkan maksimum 5 hari setelah persyaratan lengkap dan benar diterima.Logam. Agro dan Hasil Hutan. Mesin. Dasar Hukum Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang Yang Diatur Tata Niaga Impornya. 45 . sesuai dengan bidang usahanya. Elektronika dan Aneka.

Setengah jadi 7102. Agro dan Hasil Hutan : Nomor Pos Tarif 3102.10.Bukan tempa .10.000 Jenis Barang Pupuk Urea Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Industri Logam.92. Barang yang Diawasi Ekspornya yang termasuk dalam pembinaan Departemen Perindustrian dan Perdagangan adalah sebagai berikut : Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Industri Kimia.91. Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya diperbolehkan jika sudah mendapatkan rekomendasi dari Direktur Pembina Teknis yang bersangkutan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan atau Instansi/Departemen lain yang terkait.000 46 .Rekomendasi Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya Pengertian Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barang yang ekspornya hanya dapat dilakukan dengan Persetujuan Menteri Perindustrian dan Perdagangan atau pejabat yang ditunjuk.000 4103.000 7106. Elektronika dan Aneka : Nomor Pos Tarif Jenis Barang Perak tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk : 7106.000 .Bubuk .20. Mesin.

Limbah dan skrap baja lainnya.Limbah dan skrap dari besi atau baja lapis timah .90.000 Pasir laut Jenis Barang 47 .Limbah dan skrap dari besi tuang .Serbuk .00.000 7204. ingot hasil peleburan skrap besi atau baja (khusus yang berasal dari Wilayah Pulau Batam) 7204.30.000 7204.21.41.000 7204.000 .Limbah dan skrap dari baja dan paduan lainnya berbentuk .000 7602.11.000 7108.Limbah dan skrap baja lainnya gram.Aluminium 7204.29.000 Ex.7407.10.Lain-lain Limbah dan skrap fero. serutan dan lain-lain Limbah dan skrap dari : .Tembaga .21.000 7404.Kuningan . serutan dan lain-lain .000 Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri : Nomor Pos Tarif Ex 2505. ingot atau barang tuangan .12.49. . selain dalam bentuk gram.12.100 7108.Nomor Pos Tarif Jenis Barang Emas bukan tempa atau dalam bentuk bubuk : 7108.Baja stainless.000 7204.Dalam bentuk gumpalan.00.900 .

• Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Ekspor Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue • Produsen Kulit Buaya bersangkutan harus memiliki izin penangkaran buaya dari Direktur Jenderal PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam). berdasarkan peraturan yang berlaku dari CITES. apabila pengadaan pupuk urea untuk kebutuhan dalam negeri itu aman yang ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi antara BUMN/Holding Industri Pupuk Nasional dengan Pemerintah. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. 2. • Izin Usaha dari Departemen/Instansi Terkait berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Ekspor Pupuk Urea • Permohonan akan diterima. Persyaratan Khusus : a.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/kep/VIII/ 2002. Persyaratan Umum : • Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP) atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Keputusan Menperindag Nomor 441/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Ketentuan Ekspor Pasir Laut. Pemberitahuan resmi dari Asosiasi Produsen Kulit Buaya bahwa kebutuhan kulit buaya untuk konsumsi industri kulit dalam negeri sudah cukup atau tidak • 48 . Departemen Kehutanan.

• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. 7106.29. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).000.00. 7204.000).21.000.12. c. 7108. Ekspor Perak tidak ditempa atau dalam bentuk lainnya (HS 7106. Untuk Ekspor Pupuk Urea : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 3 hari kerja setelah semua persyaratan lengkap dan benar diterima. Agro dan Hasil Hutan. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Ekspor Pasir Laut • Kuasa Pertambangan Eksploitasi .49. dan Aluminium (HS 7602.000) : • Fotokopi Surat Izin Industri (bagi produsen) .000).91. d.10. 7204. • Surat Izin Usaha Perdagangan (bagi non produsen).000.41.00. 7106. 7204. Kuningan (HS ex 7404.diperlukan lagi. • Stock komoditi yang dimiliki. serta Ekspor Limbah dan Skrap Fero.900).000).000.12.21.000). Masa berlaku 49 .000. dan Ekspor Limbah dan Skrap dari Baja Stainless (HS 7204. Tembaga (HS 7404. khususnya yang berasal dari wilayah Pulau Batam (HS 7204.30.10.100. 7108.11.000). • Kuasa Pertambangan Pengangkutan dan Penjualan.000.000.92. Pemberitahuan ini dikoordinasikan oleh Direktur Jenderal Industri Kimia. • Rekomendasi Gubernur dan/atau Bupati/Walikota dan keterangan yang menyatakan bahwa perorangan atau badan hukum yang mengajukan permohonan telah melunasi pembayaran kewajiban berupa pajak dan/atau pungutan lainnya termasuk yang terhutang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 7204. dan Ekspor Emas Bukan Tempa atau dalam bentuk Bubuk Emas lainnya (HS 7108. Ingot Hasil Peleburan Skrap Besi atau Baja.

Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • • Direktur Jenderal Industri Kimia. Elektronika dan Aneka untuk rekomendasi ekspor Perak dan Emas serta Limbah dan Skrap Fero. dengan masa berlaku selama 1 tahun dan akan dievaluasi kembali. dengan masa berlaku selama 6 bulan. 3. 2. Agro dan Hasil Hutan untuk rekomendasi ekspor Pupuk Urea dan Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue.rekomendasi adalah 1 tahun khusus untuk industri pupuk swasta. 50 . Untuk Ekspor Pasir Laut : Masa berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang kembali. Untuk Ekspor Perak dan Emas : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja. Untuk Ekspor Limbah dan Skrap Fero : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 2 hari kerja. 4. dengan masa berlaku selama 6 bulan. 5. Mesin. Direktur Jenderal Industri Logam. Sedangkan masa berlaku rekomendasi untuk BUMN pupuk ditentukan secara periodik tergantung dari rapat koordinasi Pemerintah. Untuk Ekspor Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 7 hari kerja. Gubernur dan/atau Bupati/Walikota setempat untuk rekomendasi ekspor pasir laut.

Rekomendasi Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru
Pengertian Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru yang dilarang impornya tetap dapat diimpor apabila perusahaan yang bersangkutan telah memperoleh izin dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan, cq Dirjen Perdagangan Luar Negeri, sepanjang untuk keperluan : • Relokasi pabrik secara utuh (bedol pabrik) atau ; • Satu kesatuan unit lengkap yang tidak mungkin dipisahpisahkan dari fungsinya semula atau ; • Penggunaan pada proyek pemerintah atau instansi pemerintah yang dibiayai dengan dana dalam negeri ataupun dana bantuan luar negeri. Untuk mengurus izin impor tersebut, perusahaan bersangkutan terlebih dahulu harus memperoleh rekomendasi dari Dirjen Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka, Depperindag. Dasar Hukum Keputusan Menperindag Nomor 172/MPP/Kep/5/2001 tanggal 17 Mei 2001 tentang Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Daftar jenis dan jumlah mesin peralatan yang akan diimpor, termasuk spesifikasi teknisnya ; Izin Usaha Industri dan Izin Usaha Konstruksi ; Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ; APIT/API-U/API-P ; Kontrak/Surat Perjanjian Kerjasama dengan proyek pemerintah/Instansi Pemerintah (untuk peralatan yang termasuk dalam daftar negatif).
51

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi dapat dikeluarkan dalam waktu 7 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Masa berlaku rekomendasi adalah sesuai dengan kontrak proyek bersangkutan. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka.

Rekomendasi Pembebasan Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Penolong dan Bagian/ Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar
Pengertian Impor bahan baku/bahan penolong dan bagian/komponen untuk perakitan mesin dan motor berputar diberikan pembebasan bea masuk sehingga besarnya sama dengan bea masuk bagian (part) yang berlaku untuk masing-masing mesin dan motor berputar. Pembebasan bea masuk hanya diberikan berdasarkan rekomendasi dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Dasar Hukum •
52

Keputusan Menteri Keuangan R.I. Nomor 373/KMK.01/1997 tanggal 29 Juli 1997 tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk

atas Impor Bahan Baku/Bahan Penolong dan Bagian/ Komponen Untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI) ; Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ; Daftar/Laporan realisasi impor tahun sebelumnya; Rencana impor ; Penggunaan produk lokal

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi ini diterbitkan paling lambat 7 hari kerja setelah permohonan dan persyaratan secara lengkap dan benar diterima. Masa berlaku rekomendasi adalah selama 1 tahun. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka, Depperindag.

Persetujuan untuk Dapat Mengikuti Skema AICO (Asean Industrial Cooperation)
Pengertian Skema AICO (AICO Scheme) adalah skema kerjasama industri di Lingkungan ASEAN dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, industri dan investasi untuk menghadapi perdagangan bebas di Kawasan ASEAN.

53

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • 54 Mengisi formulir permohonan AICO dengan melampirkan : Latar belakang dan motivasi perusahaan dalam mengikuti skema AICO . hubungan industri yang saling melengkapi atau kerjasama industri . Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Usaha Industri (IUI) atau Tanda Daftar Industri (TDI) . COE dikeluarkan oleh Sekretariat ASEAN dalam rangka pemberian fasilitas tarif. Dokumen atau bukti-bukti tentang kemitraan dalam melakukan saling memanfaatkan sumber daya. Surat kuasa sebagai pejabat yang berwenang atas nama perusahaan pemohon (apabila diajukan melalui kuasa) . Penjelasan yang lebih spesifik tentang manfaat yang diperoleh perusahaan bila berpartisipasi dalam skema AICO . Investasi yang diperlukan dalam melaksanakan skema AICO . Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 202/MPP/Kep/5/1999 tanggal 26 Mei 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Permohonan Fasilitas Dalam Rangka Pelaksanaan Perjanjian Basic Agreement on the ASEAN Industrial Cooperation. Fasilitas dalam rangka kerjasama AICO dapat diberikan kepada perusahaan peserta di Indonesia yang berbentuk badan hukum. Profil perusahaan peserta yang antara lain mencakup informasi tentang jenis produk. didirikan dan melakukan kegiatannya di Indonesia. .Kerjasama AICO (AICO Agreement) adalah kerjasama yang dilakukan di antara sekurang-kurangnya dua negara anggota ASEAN. antara lain melalui penerbitan Certificate of Eligibility (COE). jumlah pegawai dan lain-lain. Perusahaan bersangkutan dapat memperoleh hak istimewa. dengan satu atau lebih perusahaan peserta di masing-masing negara.

55 .Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat persetujuan bahwa perusahaan peserta dapat mengikuti skema AICO diberikan selambat-lambatnya 44 hari kerja setelah yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Kerjasama Industri dan Perdagangan Internasional. Persetujuan ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi kriteria dan persyaratan. Direktur Jenderal Pembina Industri yang bersangkutan. Biaya Pengurusan Untuk mengurus persetujuan ini tidak dikenakan biaya.

.

Bab II Izin dan Rekomendasi di Bidang Perdagangan .

.

wajib didaftarkan dalam Daftar Perusahaan. Daftar Perusahaan adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan Undang-Undang WDP dan atau peraturan-peraturan pelaksanaannya. Kantor Pendaftaran Perusahaan (KPP) adalah unit kerja di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan baik di Tingkat Pusat maupun di Daerah Tingkat I dan Daerah Tingkat II. Perorangan dan perusahaan lain yang melaksanakan kegiatan usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan atau laba. Koperasi. Perusahaan adalah meliputi bentuk usaha Perseroan Terbatas (PT).Wajib Daftar Perusahaan (WDP) Pengertian Setiap perusahaan. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah Tanda Daftar yang diberikan oleh Kantor Pendaftaran Perusahaan kepada perusahaan yang telah didaftarkan. Persekutuan Komanditer (CV). termasuk perusahaan asing yang berkedudukan dan menjalankan usahanya di wilayah Negara Republik Indonesia dan telah memiliki izin. KPP Tingkat I adalah Kantor Dinas Departemen Perindustrian dan Perdagangan Tingkat Propinsi selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan pada Daerah Tingkat I. dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari Kantor Pendaftaran Perusahaan. KPP Tingkat Pusat adalah Direktorat Pendaftaran Perusahaan pada Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan pada Tingkat Pusat. 59 . Firma (Fa).

seperti perubahan anggaran dasar dan pengurus perusahaan. Nomor 327/MPP/Kep/7/1999 tanggal 14 Juli 1999 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 12/ MPP/Kep/1/1998 tentang Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan. Keputusan Mendag Nomor 73/Kep/V/1993 tanggal 27 Mei 1993 tentang Ketentuan Tarif dan Pengelolaan Biaya Administrasi WDP. wajib pula dilaporkan/didaftarkan. TDP bukan merupakan izin. Daftar Perusahaan merupakan sumber informasi resmi tentang perusahaan untuk semua pihak yang bersangkutan dalam rangka menjamin kepastian berusaha. • Fotokopi akta perubahan pendirian perseroan (apabila ada). Bagi PT yang telah mendapatkan pengesahan Badan Hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM : • Fotokopi akta pendirian perseroan. • Asli dan fotokopi data akta pendirian perseroan yang diketahui Departemen Kehakiman dan HAM. Perubahan-perubahan yang terjadi yang berkaitan dengan TDP. Keputusan Menperindag Nomor 12/MPP/Kep/1/1998 tanggal 16 Januari 1998 tentang Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan jo. Untuk Pengurusan TDP : a. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Dasar Hukum • • • UU Nomor 3 Tahun 1982 tanggal 1 Februari 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan.KPP Tingkat II adalah Kantor Dinas Departemen Perindustrian dan Perdagangan Tingkat Kabupaten/Kota selaku penyelenggara dan pelaksana Wajib Daftar Perusahaan pada Daerah Tingkat II. 60 .

Bagi • • • • perusahaan berbentuk Koperasi : Fotokopi akta pendirian koperasi. Bagi CV : • Fotokopi akta pendirian perusahaan. • Fotokopi Izin Usaha/surat keterangan yang dipersamakan. c. 61 . • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pengurus perusahaan. Fotokopi KTP atau paspor Direktur Utama/ penanggungjawab perusahaan. Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. b. • Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. • Fotokopi data akta pendirian perseroan. Fotokopi surat pengesahan sebagai badan hukum dari pejabat yang berwenang. Bagi PT yang sedang dalam proses pengesahan Badan Hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM : • Fotokopi akta pendirian perseroan. • Fotokopi surat permohonan pengesahan badan hukum dari notaris kepada Menteri Kehakiman dan HAM dan bukti pembayaran administrasi proses pengesahan badan hukum dari Departemen Kehakiman dan HAM.• • • Asli dan fotokopi keputusan pengesahan PT sebagai badan hukum. • Fotokopi akta perubahan pendirian perseroan (apabila ada). Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Fotokopi KTP pengurus koperasi. d. • Fotokopi KTP atau paspor Direktur Utama/ penanggungjawab perusahaan.

g. 2.e. Bagi • • • Perusahaan Perorangan : Fotokopi akta pendirian perusahaan. Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Bagi Perusahaan Lain : • Fotokopi akta pendirian perusahaan/surat keterangan lain yang menunjukan keberadaan perusahaan yang bersangkutan. • Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. : • Fotokopi akta pendirian perusahaan. Untuk Pengurusan Perubahan Daftar Perusahaan : a. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pengurus perusahaan. Bagi Fa. h. • Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pemilik. • Asli dan fotokopi persetujuan AD perseroan. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab perusahaan. • Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang dipersamakan dengan itu yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. f. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab perusahaan. Bagi Kantor Cabang/Pembantu/Perwakilan Perusahaan : • Fotokopi akta pendirian perusahaan/surat penunjukan/ surat keterangan yang dipersamakan sebagai kantor cabang/pembantu/perwakilan. 62 . Bagi PT yang berubah Ang garan Dasar (AD)-nya dan memerlukan persetujuan Departemen Kehakiman dan HAM : • Asli dan fotokopi akta perubahan AD dan data akta perubahan AD yang disetujui Departemen Kehakiman dan HAM.

Fa. CV. Asli dan fotokopi laporan tentang akta perubahan AD. Bagi Koperasi. c. Fotokopi bukti penerimaan pemberitahuan terjadinya perubahan dari Departemen Kehakiman dan HAM atau fotokopi bukti/resi pengiriman pemberitahuan tersebut melalui pos. Sedangkan perubahan TDP (apabila perubahan tersebut mengakibatkan penggantian TDP) adalah 5 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. d. Asli dan fotokopi laporan data akta perubahan AD perseroan yang telah diketahui dan diterima oleh Departemen Kehakiman dan HAM. Bagi PT yang berubah AD-nya yang merupakan laporan pada Departemen Kehakiman dan HAM : • • • Asli dan fotokopi perubahan AD. Asli dan fotokopi TDP. 63 . Masa berlaku TDP adalah 5 tahun sejak diterbitkan dan wajib diperbaharui selambat-lambatnya 3 bulan sebelum masa berlaku habis. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Proses penerbitan TDP adalah 10 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Perseorangan dan Perusahaan lain : • • Asli dan fotokopi Risalah/Berita Acara/Keterangan sejenis tentang perubahan hal-hal yang didaftarkan.b. Asli dan fotokopi TDP. Masa berlaku TDP yang mengalami pergantian masih tetap/sesuai dengan masa berlaku TDP semula. Bagi PT yang berubah pengurus perusahaannya yang harus diberitahukan kepada Departemen Kehakiman dan HAM : • • • Asli dan fotokopi Risalah/Berita Acara RUPS tentang perubahan pengurus/akta Risalah bermaterai/Berita Acara RUPS yang dibuat oleh Notaris.

000. 200 juta di luar tanah dan bangunan. 50.- Sedangkan pengurusan laporan/pendaftaran perubahan perusahaan tidak dikenakan biaya.000. adalah sebagai berikut : * * * * * Perseroan Terbatas Koperasi CV/Fa. BUMN/BUMD Perorangan : : : : : Rp.Rp. 25. sesuai dengan bentuk perusahaannya. 250.000.000.Biaya Pengurusan Biaya adminsitrasi untuk pendaftaran perusahaan ini. II. 5. SIUP terdiri atas kategori sebagai berikut : • SIUP Kecil yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih Rp. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota selaku Kepala KPP Tk.Rp.Rp. Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan wajib memperoleh SIUP yang diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan dan berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia. 100. 64 .Rp.000.

Fotokopi SK Pengesahan badan hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM. • Pedagang keliling. 200 juta sampai dengan Rp. pedagang pinggir jalan atau pedagang kaki lima. • Perusahaan kecil perorangan yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : tidak berbentuk badan hukum atau persekutuan.• • SIUP Menengah yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih Rp. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. pedagang asongan. dan diurus. 500 juta di luar tanah dan bangunan. 65 . 500 juta di luar tanah dan bangunan. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag 119/SJ/II/2002 tanggal 19 Februari 2002 perihal Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. SIUP Besar yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih di atas Rp. Perseroan Terbatas (PT) : • • Fotokopi akte notaris pendirian perusahaan. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 289/MPP/Kep/10/2001 tanggal 5 Oktober 2001. tentang Ketentuan Standar Pemberian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). dijalankan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya atau dengan mempekerjakan anggota keluarganya/kerabat terdekat. Perusahaan yang dibebaskan dari kewajiban memperoleh SIUP adalah : • Cabang/perwakilan perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan mempergunakan SIUP perusahaan pusat.

• • • • 2. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Fotokopi KTP pemilik/penanggungjawab perusahaan. Fotokopi NPWP perusahaan. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Neraca perusahaan. Perusahaan Persekutuan : • • • • Fotokopi akte notaris pendirian perusahaan/akte notaris yang telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri. Bagi Perusahaan yang Tidak Berbentuk PT dan Koperasi a. . Neraca perusahaan. Fotokopi NPWP perusahaan. Neraca perusahaan. 66 Perusahaan Perorangan : • Fotokopi KTP pemilik/penanggungjawab perusahaan.. Fotokopi NPWP perusahaan. Koperasi : • • • • Fotokopi akte pendirian koperasi yang telah disahkan instansi yang berwenang. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). • 3. Fotokopi KTP pemilik/Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan. • b. Fotokopi KTP pimpinan/penanggungjawab koperasi.

Per usahaan yang ditunjuk sebagai Perwakilan Perusahaan • • • • • Fotokopi SIUP dan TDP perusahaan yang menunjuk. Masa berlaku SIUP adalah selama perusahaan bersangkutan masih melakukan kegiatan perdagangan. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (kantor pusat). Waktu Pengurusan dan Masa Belaku SIUP dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja setelah Form Surat Permohonan (SP)-SIUP Model A diterima secara lengkap dan benar. Fotokopi KTP penanggungjawab kantor cabang perusahaan di tempat kedudukan kantor cabang bersangkutan. 67 . 5. Salinan/fotokopi akte penunjukan perwakilan atau surat tentang penunjukan perwakilan. Cabang/Perwakilan Perusahaan : • • • • • Fotokopi SIUP Perusahaan Pusat yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang menerbitkan SIUP tersebut. Fotokopi SIUP dan TDP perusahaan yang ditunjuk. Fotokopi akte notaris atau bukti lainnya tentang pembukaan kantor cabang perusahaan. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Fotokopi NPWP perusahaan. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO).• • • 4. Fotokopi KTP penanggungjawab perusahaan.. Neraca perusahaan.

Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB) Pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP.Biaya Pengurusan Untuk penerbitan SIUP tidak dikenakan biaya. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 359/MPP/Kep/10/1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Produksi. • 68 . Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan Minuman Beralkohol golongan B dan C serta Minuman Beralkohol yang mengandung rempah-rempah. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat II Kabupaten/Kota setempat. Keputusan Menperindag Nomor 360/MPP/Kep/10/1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Tata Cara Pemberian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Minuman Beralkohol. jamu dan sejenisnya untuk tujuan kesehatan dengan kadar alkohol di atas 15% (lima belas persen) wajib mempunyai SIUP dan SIUP-MB. Impor. Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. namun untuk pengurusan SIUP dikenakan biaya penggantian formulir SIUP.MB) adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan khusus Minuman Beralkohol golongan B dan C. Sedangkan perusahaan yang memperdagangkan Minuman Beralkohol A cukup memiliki SIUP dan tidak diwajibkan mempunyai SIUP-MB.

Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan. Untuk Importir Minuman Beralkohol : • • • Mengisi formulir Model I (Surat permintaan SIUP-MB). Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). 69 . Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat (wilayah kedudukan distributor). • KTP penanggungjawab perusahaan. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM. Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM. Untuk Distributor Minuman Beralkohol : • • • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). 2. Surat penunjukan sebagai distributor Minuman Beralkohol dari industri Minuman Beralkohol dan atau dari importir Minuman Beralkohol. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).• Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. • 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. Surat izin kusus sebagai importir dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan. diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan.

• KTP penanggungjawab perusahaan. Surat izin toko bebas bea dari Menteri Keuangan.• • • • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Bar. • Surat penunjukan sebagai sub-distributor Minuman Beralkohol dari distributor Minuman Beralkohol . • 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). 4. KTP penanggungjawab perusahaan. Pub. Untuk Sub Distributor Minuman Beralkohol : • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). Restoran. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Untuk Pengecer/Toko Bebas Bea : • • • 5. Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 3. 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan atau Izin Usaha Tetap hotel atau restoran dari Menteri Negara Kebudayaan 70 . Klub Malam dan Tempat-tempat Tertentu) : • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Untuk Penjual Langsung Diminum (Hotel. Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM. diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan. • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat (wilayah kedudukan sub-distributor).

Biaya Pengurusan Untuk pengurusan SIUP-MB tidak dikenakan biaya. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat untuk Pengecer. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri untuk Importir. dan Pariwisata atau Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal. Rekomendasi dari Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II setempat. Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat.4 dan 5 serta Restoran dengan Tanda Talam Kencana dan Talam Selakat : • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). Khusus Hotel Berbintang 3. Sub-Distributor Minuman Beralkohol. 71 . Untuk Penjual Langsung Diminum.• • 6. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku SIUP-MB dikeluarkan dalam jangka waktu 5 hari kerja setelah isian Formulir Model I serta persyaratan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Surat Izin Tetap Usaha hotel dan restoran. Distributor. Toko Bebas Bea (TBB) dan Penjual Langsung untuk Diminum. Masa berlaku SIUP-MB adalah selama 3 tahun sejak diterbitkan dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 3 tahun berikutnya.

Penerima waralaba (franchisee) adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan HAKI atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba. tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) Pengertian Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) adalah bukti pendaftaran yang diperoleh penerima waralaba (franchisee) setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan STPUW dan memenuhi persyaratan. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 259/MPP/Kep/7/1997 tanggal 30 Juli 1997. Pemberi waralaba (franchisor) adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan HAKI atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba. 72 . Waralaba (franchise) adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut.

department store.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi perjanjian waralaba beserta keterangan tertulis. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku STPUW dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja setelah formulir pendaftaran dan persyaratan diterima secara lengkap dan benar. swasta atau koperasi yang bentuknya berupa mal. 73 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri untuk penerima waralaba dari pemberi waralaba luar negeri. dan dilengkapi label harga yang pasti. bermodal relatif kuat. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan atau izin usaha dari departemen teknis lainnya. Pengelolaannya dilaksanakan secara modern dan mengutamakan pelayanan kenyamanan berbelanja dengan manajemen berada pada satu tangan. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat untuk penerima waralaba dalam negeri dan penerima waralaba lanjutan yang berasal dari waralaba dalam dan luar negeri. dan shopping centre. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan STPUW tidak dikenakan biaya. Masa berlaku STPUW sesuai dengan masa berlaku perjanjian antara pemberi waralaba dan penerima waralaba atau perjanjian antara penerima waralaba utama dan penerima waralaba lanjutan. supermarket. Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) Pengertian Pasar Modern adalah pasar yang dibangun oleh pemerintah.

• • • 74 . wajib memiliki IUPM.Setiap perusahaan yang melaksanakan kegiatan Usaha Pasar Modern wajib memperoleh Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) yang diperlakukan sebagai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. baik yang sudah operasional sebelum terbitnya Surat Keputusan Bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 145/MPP/Kep/5/1997 dan Nomor 57 Tahun 1997 maupun yang akan operasional (yang sudah selesai dibangun tapi belum operasional. Pasar Modern yang berada di Dati II di luar Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I. Keputusan Menperindag Nomor 420/MPP/Kep/10/1997 tanggal 31 Oktober 1997 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan. tanggal 12 Mei 1997. sebelum terbitnya Keputusan Bersama dimaksud. tentang Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan. yang sedang dalam proses pembangunan. Keputusan Menperindag Nomor 107/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998 tentang Ketentuan dan Tatacara Pemberian Izin Usaha Pasar Modern. Pasar Modern di Dati II di luar Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I yang akan dibangun setelah terbitnya Keputusan Bersama dimaksud. Dasar Hukum • Keputusan Bersama Menperindag dan Menteri Dalam Negeri Nomor 145/MPP/Kep/5/1997 dan Nomor 57 Tahun 1997. dan yang baru memiliki izin prinsip dan belum mulai dibangun). hanya boleh dilaksanakan di Daerah Tingkat II yang lokasinya akan ditetapkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. dan harus sesuai dengan peruntukan sebagaimana tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) dan Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota (RDTRWK).

Surat izin Undang-Undang Gangguan (HO). Surat peruntukan lahan (HGB). Amdal Sosek. Kajian Aspek Sosial Budaya. Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Akte pendirian perusahaan. Perusahaan Pasar Modern yang melakukan pemindahan tempat kedudukan/lokasi wajib memperoleh IUPM baru. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 75 . Surat pernyataan kesanggupan melaksanakan dan mematuhi ketentuan yang berlaku bagi Pasar Modern khususnya yang berkaitan dengan Gerakan Kemitraan Usaha Nasional (GKUN). Saran dan pendapat Menteri Dalam Negeri. Surat Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.II dilampiri RTRWK/RDTRWK. • • • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku IUPM dikeluarkan dalam waktu kurang lebih 5 hari kerja setelah surat permintaan IUPM dan persyaratannya diterima secara lengkap dan benar. Saran dan pendapat Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • • • • • Surat izin prinsip dari Walikotamadya/Bupati KDH Tk. Surat izin lokasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Upaya pemantauan lingkungan dan komponen lingkungan. IUPM diterbitkan berdasarkan tempat kedudukan/lokasi Pasar Modern yang bersangkutan dan berlaku selama perusahaan yang bersangkutan menjalankan kegiatan Usaha Pasar Modern. Surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. Program Kemitraan. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 402/MPP/Kep/11/1997 tanggal 3 Nopember 1997. • Surat penunjukan (Letter of Appoinment). Kantor Pusat dan Kantor Cabang Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing wajib memiliki Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (IP3A) Pengertian Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (P3A) adalah Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing yang ditunjuk oleh perusahaan asing atau gabungan perusahaan asing di luar negeri sebagai perwakilannya di Indonesia. Untuk Persetujuan Sementara P3A : • Surat permohonan (Letter of Intent) dari perusahaan perdagangan asing bersangkutan. tentang Ketentuan Perizinan Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing.Biaya Pengurusan Pengurusan IUPM tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. 76 .

Curriculum vitae. • 77 . Ijazah terakhir. Untuk perpanjangan/pergantian Kepala Perwakilan : • persyaratan untuk perpanjangan izin adalah sama dan sesuai dengan ketentuan di atas. Membayar uang jaminan (sekali saja) bagi Kepala Kantor Pusat dan Kepala Kantor Cabang. sebesar Rp.000.. Letter of Appointment dan Letter of Statement diketahui oleh Public Notary dan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan.000. Daftar isian permohonan. dan Rp. Izin kerja tenaga asing. Surat keterangan fiskal dari instansi pajak (Badan dan Orang Asing). 3.• • • • • • • • Letter of Statement. Catatan : Letter of Intent. Surat Model TA-00 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (khusus untuk perorangan WNA). 2 (dua) lembar pasfoto Kepala Perwakilan (4x6cm). Surat keterangan tentang ruang kantor dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. beserta laporan kegiatan termasuk tenaga kerjanya. Izin tinggal sementara.000. 5.000. Letter of Referrence dari KBRI/Atase Perdagangan. ditambah hibah uang jaminan dan surat penunjukan Kepala Perwakilan yang baru. 2.. 1. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP). persyaratan untuk pergantian Kepala Perwakilan adalah sama dan sesuai dengan ketentuan di atas. ditambah dengan fotokopi Surat Izin Usaha P3A yang lama. Fotokopi paspor. Rencana Kerja Kantor Perwakilan atau Kantor Cabang Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing.untuk WNI. Untuk Surat Izin Usaha P3A Tetap : • • • • • • • • Surat keterangan domisili perusahaan.untuk WNA.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan Sementara P3A dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah surat permohonan diterima secara lengkap dan benar. Penutupan Kantor P3A : • • • • • • • Surat permohonan. Perpanjangan/Pergantian Kepala Perwakilan dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah permohonan diterima.4. Fotokopi bukti uang jaminan perusahaan. Sedangkan uang jaminan dikembalikan sebesar nilai nominal uang jaminan yang disetor. Surat pernyataan penutupan dari Kantor Pusat. . Surat pernyataan dari Kepala Perwakilan yang menyatakan tidak ada hutang piutang dengan pihak lain. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Biaya Pengurusan Pengurusan perizinan P3A tidak dikenakan biaya. Asli Surat Izin usaha P3A. Penutupan Kantor P3A dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah permohonan diterima. Surat Izin Usaha P3A Tetap dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah surat permohonan diterima secara lengkap dan benar. Fotokopi Izin Kerja Tenaga Asing baik sebagai Kepala Perwakilan maupun sebagai Asisten Perwakilan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi 78 • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Masa berlaku Persetujuan Sementara P3A adalah selama 3 bulan sejak tanggal dikeluarkannya. Masa berlaku Surat Izin Usaha P3A Tetap adalah sesuai dengan masa berlaku Letter of Appointment apabila persyaratan lengkap dipenuhi.

dengan tujuan tidak untuk dikunjungi oleh umum melainkan untuk dapat dipakai khusus sebagai tempat penyimpanan barang-barang perniagaan. Setiap gudang wajib didaftarkan dengan mengajukan permintaan untuk penerbitan Tanda Daftar Gudang (TDG). dan atau pihak lain untuk mendukung/memperlancar kegiatan perdagangan barang. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Usaha Pergudangan adalah kegiatan jasa pergudangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau perorangan melalui pemanfaatan gudang miliknya sendiri. 79 . Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam negeri Depperindag Nomor 1618/DJPDN/IV/1998 tanggal 14 April 1998 perihal Prosedur Penataan dan Pembinaan Pergudangan. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Dikecualikan dari kewajiban pendaftaran adalah : gudang pelabuhan yang dikuasai oleh pengusaha pelabuhan. dan gudang yang melekat dengan usaha industrinya.Tanda Pendaftaran Gudang Pengertian Gudang adalah suatu ruangan tidak bergerak yang dapat ditutup. gudang Kawasan Berikat. Dasar Hukum • • • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1965 tentang Pergudangan. Keputusan Menperindag Nomor 105/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998 tentang Penataan dan Pembinaan Pergudangan.

Fotokopi peta/denah gudang. Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gudang. Surat Pengakuan Keagenan Tunggal Pengertian Keagenan adalah hubungan hukum antara prinsipal dan suatu per usahaan nasional dalam penunjukan untuk melakukan perakitan/pembuatan/manufaktur serta penjualan/distribusi barang-barang modal dan barang-barang industri tertentu. Masa berlaku TDG adalah selama kegiatan pergudangan yang bersangkutan berlangsung. Prinsipal adalah perusahaan induk di luar negeri atau di dalam negeri yang membuat barang-barang modal dan barang-barang industri tertentu dengan merek (trade mark/brand) milik sendiri. Waktu Pengurusan dan masa Berlaku Gudang yang sudah terdaftar diberikan Tanda Daftar Gudang (TDG) yang diterbitkan selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak permohonan beserta persyaratannya diterima secara lengkap dan benar. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Biaya Pengurusan Pengurusan TDG tidak dikenakan biaya. Fotokopi perjanjian pemakaian/penguasaan gudang dengan pemilik gudang (apabila menyewa gudang). 80 .• • • • • Fotokopi KTP pengusaha/pemilik perusahaan.

mendistribusikan dan melaksanakan pelayanan purna jual barang yang dimaksud ke seluruh wilayah Indonesia untuk suatu jangka waktu tertentu. Perusahaan Agen Tunggal adalah perusahaan nasional yang oleh prinsipal luar negeri yang memproduksi barang dengan merek tertentu atau prinsipal pemegang merek tertentu ditunjuk sebagai satu-satunya perusahaan untuk mengimpor. dan memiliki hak dan wewenang penuh untuk memberikan keagenan pada agen di Indonesia sesuai dengan peraturan perusahaan induk tersebut. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Akte pendirian perusahaan. Dasar Hukum • • Keputusan Menperin Nomor 295/M/SK/7/1982 tanggal 7 Juli 1982. Fasilitas pelayanan purna jual. Angka Pengenal Importir (API). tentang Ketentuan-ketentuan Keagenan Tunggal. mempromosikan. 295/M/SK/7/1982.atau perusahaan atas dasar kuasa penuh dari perusahaan induk. Perjanjian Keagenan Tunggal dengan Prinsipal yang memenuhi ketentuan Kepmenperin No. 81 . Keputusan Menperin Nomor 428/M/SK/12/1987 tanggal 23 Desember 1987 tentang Penyederhanaan Ketentuanketentuan Pengakuan dan Pengurangan Pengakuan Keagenan Tunggal Kendaraan Bermotor dan Alat-alat Besar serta Keagenan Tunggal Alat-alat Elektronika dan Alat-alat Listrik untuk Rumah Tangga. Bukti pemilikan/rencana pengadaan. Pengakuan Keagenan Tunggal adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh Menteri kepada perusahaan nasional sebagai Agen Tunggal yang di dalamnya melekat hak dan kewajiban tertentu atas dasar kerjasama yang disepakati bersama antara Perusahaan Nasional dengan Pihak Prinsipal di luar negeri.

Biaya Pengurusan Untuk penerbitan Pengakuan Keagenan Tunggal tidak dikenakan biaya. sementara hak milik atas barang tersebut baru beralih dari penjual kepada pembeli setelah jumlah harganya dibayar lunas oleh pembeli kepada penjual. bila mengajukan perpanjangan pada saat 6 bulan sebelum masa berlakunya berakhir. Masa berlaku Surat Pengakuan Keagenan Tunggal adalah 5 tahun sejak tanggal dikeluarkan dan dapat diperpanjang 5 tahun berikutnya. Elektronika dan Aneka Izin Usaha Sewa Beli (Hire Purchase) Jual Beli dengan Angsuran dan Sewa Pengertian Sewa beli adalah jual beli barang dimana penjual melaksanakan penjualan barang dengan cara memperhitungkan setiap pembayaran yang dilakukan oleh pembeli dengan pelunasan atas harga barang yang telah disepakati bersama dan yang diikat dalam suatu perjanjian. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam.Waktu Pengurusan dan masa Berlaku Waktu pemrosesan sampai terbitnya Surat Pengakuan Keagenan Tunggal adalah 2 minggu sejak persyaratan diterima dengan lengkap dan benar. Mesin. Jual Beli dengan Angsuran adalah jual beli barang dimana penjual melaksanakan penjualan barang dengan cara menerima pelunasan pembayaran yang dilakukan oleh pembeli dalam beberapa kali 82 .

angsuran atas harga barang yang telah disepakati bersama dan diikat dalam suatu perjanjian, sementara hak milik atas barang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli pada saat harganya diserahkan oleh penjual kepada pembeli. Barang-barang yang boleh disewa-belikan dan dijual-belikan adalah semua barang niaga tahan lama yang baru dan tidak mengalami perubahan teknis, baik berasal dari hasil produksi sendiri ataupun hasil produksi/perakitan (assembling) lainnya di dalam negeri, kecuali apabila produksi dalam negeri belum memungkinkan untuk itu. Kegiatan usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran hanya dapat dilakukan oleh perusahaan perdagangan nasional. Modal/ saham perusahaan seluruhnya harus dimiliki oleh WNI. Untuk melakukan kegiatan usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran, perusahaan bersangkutan wajib memiliki izin usaha dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi Nomor 34/Kp/ II/80 tentang Perizinan Kegiatan Usaha Sewa Beli (Hire Purchase), Jual Beli dengan Angsuran, dan Sewa (Renting) tanggal 1 Februari 1980. Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 418/Kp/IV/1984 tanggal 4 April 1984 tentang Pencabutan Perizinan-perizinan Perdagangan Tertentu. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan.

• •

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi SIUP Besar; Akte notaris Pendirian PT;
83

• • • • • •

• • • •

Bagan organisasi serta nama pimpinan dan tenaga teknis yang disertai riwayat hidup masing-masing; Fotokopi surat keterangan WNI; Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU); Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP); Referensi bank; Neraca perusahaan yang disahkan oleh akuntan publik bagi pemohon baru dan neraca perusahaan tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar bagi pemohon perpanjangan; Surat keterangan lunas pajak; Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); Contoh surat perjanjian Sewa Beli (untuk pemohon baru); Rencana kerja 5 tahun ke depan.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku Izin Usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran adalah 5 tahun sejak tanggal dikeluarkan dan dapat diperpanjang. Biaya Pengurusan Untuk penerbitan izin ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.

Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi
Pengertian Setiap Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi Nasional yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa; Organisasi Kerjasama Ekonomi

84

antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha asing; serta Perwakilan Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi Asing diwajibkan mendaftar kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan untuk mendapatkan Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi. Dasar Hukum • • Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 75/KP/I/1983 tanggal 25 Januari 1983 tentang Wajib Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi di Indonesia. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Daftar isian permohonan; Akte pendirian organisasi; Anggaran Dasar organisasi; Anggaran Rumah Tangga organisasi; Susunan pengurus organisasi.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Waktu pemrosesan dan terbitnya Tanda Daftar adalah 5 hari kerja setelah permohonan dan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Masa berlakunya selama 3 (tiga) tahun sejak Tanda Pendaftaran diterbitkan. Biaya Pengurusan Pengurusan Tanda Daftar ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.

85

Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-416/MEN/ 1990 tanggal 2 Agustus 1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-208/MEN/ 1992 tanggal 13 Juni 1992 tentang Prosedur Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja WNA Pendatang dan • 86 .Rekomendasi Izin Kerja (RIK) Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) Khusus untuk Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing Pengertian Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) adalah tenaga kerja asing pemegang visa yang akan dipekerjakan di wilayah Republik Indonesia. Khusus untuk TKWNAP yang dipekerjakan di Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Dasar Hukum • • Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang. terlebih dahulu harus meminta Rekomendasi Izin Kerja (RIK) ke Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Izin mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (IKTA) adalah izin tertulis yang diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau pejabat yang ditunjuk kepada pemohon untuk mempekerjakan TKWNAP di Indonesia dengan menerima upah atau tidak selama waktu tertentu dan pada jabatan tertentu.

Pelimpahan Wewenang kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja. dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah. Surat Model TA-00 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Waktu pemrosesan dan terbitnya Rekomendasi Izin Kerja (RIK) adalah 2 minggu setelah permohonan dan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Fotokopi paspor TKWNAP. 87 . Direksi PT (Persero) Pengelola Kawasan Berikat Indonesia. Surat Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (P3A). Biaya Pengurusan Untuk pengurusan rekomendasi ini tidak dipungut biaya. Direksi PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Daftar isian permohonan. Curriculum vitae TKWNAP. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Letter of Appointment atas P3A. Kepala Kantor Wilayah Depparpostel. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan.

Untuk itu perusahaan bersangkutan harus memiliki Angka Pengenal Impor Terbatas (API-T). Laporan kegiatan perusahaan . Perubahan/penambahan susunan pengurus perusahaan .Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) Pengertian Suatu perusahaan dapat melakukan impor mesin-mesin. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 77/Kp/III/1978 tanggal 9 Maret 1978 tentang Ketentuan Mengenai Kegiatan Perdagangan Terbatas bagi Perusahaan Produksi Dalam Negeri Dalam Rangka Penanaman Modal. Surat persetujuan Presiden/BKPM/Departemen Teknis (Izin Usaha Tetap Dalam Rangka PMA/PMDN) . 88 . Jabatan Direktur Utama/Direktur perusahaan harus tercantum dalam Akta Notaris . Surat permohonan perusahaan kepada Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat . Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 378/Kp/XI/1998 tangal 21 Nopember 1988. Izin kerja tenaga kerja asing (bagi perusahaan yang menggunakan TKA) . • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Surat dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat . tentang Penyederhanaan Ketentuan Masa Berlaku Angka Pengenal Importir Terbatas. bahan/peralatan bangunan dan bahan baku/bahan penolong guna pemakaian dalam proses produksi sendiri. suku cadang.

• • • • • Jabatan Manajer (sebagai pemohon) harus dengan surat kuasa/ penunjukan dari Direktur Utama/Direktur yang disahkan oleh notaris . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Biaya Pengurusan Pengurusan APIT tidak dikenakan biaya. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Contoh tandatangan. APIT lama (bila ada) . Sedangkan untuk agen yang memasok proyek swasta dan pasaran umum tidak diperlukan pendaftaran. Surat Tanda Pendaftaran Keagenan Pengertian Pendaftaran Keagenan ini dimaksudkan hanya untuk Agen Tunggal yang akan memasok/mengikuti tender atau penunjukan langsung barang spesifik untuk proyek-proyek pemerintah. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama pengurusan dan terbitnya API-T adalah 2 minggu setelah permohonan lengkap dan benar diterima. 89 . Masa berlaku API-T adalah selama perusahaan bersangkutan masih menjalankan kegiatan produksi. Keterangan domisili (bagi perusahaan yang pindah alamat) .

• Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • Fotokopi akte notaris perusahaan dan SIUP/TDP . 90 . Untuk perpanjangan berikutnya dapat dilakukan bila surat penunjukan atau surat perjanjian telah dilegalisasi secara lengkap oleh Notary Public dan Perwakilan RI di negara prinsipal. • Perjanjian yang belum dilegalisasi : maksimum 2 tahun. Brosur/leaflet asli. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. • Penunjukan yang belum dilegalisasi : maksimum 1 tahun. Masa berlakunya adalah berdasarkan perjanjian/penunjukan. Fotokopi Surat Perjanjian/Penunjukan Keagenan . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama pengurusan dan terbitnya Surat Tanda Pendaftaran Keagenan adalah sekitar 3 hari kerja. tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. • Penunjukan yang dilegalisasi : maksimum 2 tahun. terakhir dengan Keppres Nomor 6 Tahun 1999 tanggal 11 Januari 1999 tentang Perubahan atas Keppres Nomor 16 Tahun 1994 tanggal 22 Maret 1994 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Sebagaimana Telah Beberapa kali Diubah.Dasar Hukum • Keppres Nomor 16 Tahun 1994 tanggal 22 Maret 1994 (yang telah beberapa kali diperbaharui). Terakhir dengan Keppres Nomor 8 Tahun 1997. namun untuk melindungi Perusahaan Nasional diterbitkan Instruksi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Nomor 01/DAGRI/I/SN/II/1985 yang diperbaharui dengan Nomor 01/DAGRI/I/SN/II/1996 yang isinya antara lain sebagai berikut : • Perjanjian yang dilegalisasi Atase Depperindag/Perwakilan RI dan Public Notary di negara prinsipal : maksimum 5 tahun.

PP Nomor 24 Tahun 1998 tanggal 14 Februari 1998 tentang Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan jo. Dasar Hukum • • UU Nomor 3 Tahun 1982 tanggal 1 Februari 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (WDP). Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. adalah tanda bukti bahwa perusahaan yang bersangkutan telah menyampaikan LKTP secara lengkap dan benar. PP Nomor 64 Tahun 1999 tentang Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. 91 .(Perjanjian/penunjukan Agen Tunggal dapat dilakukan oleh Prinsipal Induk. Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP). atau Representative). Biaya Pengurusan Pengurusan surat Tanda Pendaftaran Keagenan ini tidak dikenakan biaya. Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) Pengertian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) adalah laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik atau Instansi Pemerintah atau Lembaga Tinggi Negara yang memiliki kewenangan menerbitkan laporan akuntan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Prinsipal Suplier.

Perusahaan yang wajib mendaftarkan LKTP adalah perusahaan yang berbentuk : a. 92 . c. Perusahaan Perseroan (Persero). b. Merupakan debitur yang laporan keuangan tahunannya diwajibkan oleh bank untuk diaudit.000. Merupakan Perseroan Terbuka (PT. Memiliki jumlah aktiva atau kekayaan paling sedikit Rp. Instansi Pemerintah atau Lembaga Tinggi Negara yang memiliki kewenangan menerbitkan laporan akuntan khusus untuk Persero. atau b.wilayah negara RI menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berwenang untuk mengadakan perjanjian . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Setiap perusahaan yang berstatus kantor pusat. Tbk) . Mengeluarkan surat pengakuan hutang.000. diwajibkan menyampaikan LKTP kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. berkedudukan dan menjalankan kegiatan usahanya di wilayah RI.• Keputusan Menperindag Nomor 121/MPP/Kep/2/2002 tanggal 25 Februari 2002 tentang Ketentuan Penyampaian LKTP. 25. Perseroan yang memenuhi salah satu kriteria : 1. Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Daerah. 2.(dua puluh lima milyar rupiah).. 3. 4. Memiliki bidang usaha yang berkaitan dengan pengerahan dana masyarakat . Akuntan publik . atau 5. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. Perusahaan asing yang melakukan kegiatan usaha di. LKTP yang disampaikan wajib diaudit oleh : a.000. Perum dan Perusahaan Daerah.

Laporan Laba-Rugi . Penyampaian LKTP dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir. Bentuk dan susunan LKTP dibuat sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku . Penyampaian LKTP dilakukan dengan cara menyerahkan : File LKTP dalam bentuk Portable Document Format dan File profil perusahaan dalam bentuk format khusus program aplikasi profil LKTP. Laporan arus kas . d. terhitung sejak tanggal diterimanya berkas LKTP secara lengkap dan benar. Neraca . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku STP-LKTP diterbitkan oleh Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan selambat-lambatnya selama 7 hari kerja.LKTP yang wajib disampaikan meliputi : a. termasuk kredit bank dan investasi perusahaan dalam bentuk penyertaan langsung ke perusahaan lain. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Catatan atas Laporan Keuangan yang antara lain mengungkapkan utang piutang. Laporan perusahaan ekuitas . Pejabat yang Mengeluarkan STP-LKTP • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. b. Biaya Pengurusan Penyampaian LKTP tidak dikenakan biaya. dan e. c. 93 .

3. 94 . Penilaian dan Konsultasi Investasi (Investment Arrager and Advisory Services). Penilaian Konsultasi Properti (Property Consultancy) termasuk kegiatan Konsultasi Keuangan Properti (Financial Property Services). Pengelolaan Harta Benda (Property Management). termasuk good will. 5.Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian Pengertian Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian (SIUPP) adalah surat izin usaha untuk dapat melakukan kegiatan usaha di bidang jasa penilaian dan jasa-jasa konsultasi lainnya yang terkait. 7. Penilaian dan Pengawasan Proyek (Project Monitoring). meliputi : Penilaian untuk menentukan nilai ekonomis terhadap harta benda berwujud maupun yang tidak berwujud. yaitu Penilaian Aktiva Tetap (Fixed Assets Valuation) dan Penilaian Usaha (Business Valuation. trade mark dan hak paten). 6. Penilaian Kelayakan Teknis (Technical Appraisal). 1. 9. 8. Penilaian dan Teknologi Informasi di bidang Properti (Property Information System). Penilaian dan Konsultasi Pengembangan (Development Consultancy) termasuk Studi Kelayakan Proyek (Project Feasibility Study). dalam arti seluas-luasnya yang berlandaskan keahlian yang bersifat inter disiplin ilmu. Ruang lingkup Kegiatan Usaha Jasa Penilaian. Penilaian Proyek (Project Appraisal). 2. 4.

5. 7. 2. 3. sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Memiliki inventaris perusahaan. 200. harus berbadan hukum Indonesia dalam bentuk Perseroan Terbatas. Setiap perusahaan yang melakukan Kegiatan Usaha Jasa Penilaian. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Perusahaan Jasa Penilaian yang ingin memperoleh SIUPP harus mengajukan permohonan kepada Menperindag melalui Direktur 95 . Memiliki neraca awal bagi perusahaan yang baru dan atau neraca perusahaan yang disahkan oleh akuntan publik bagi perusahaan lama. Memiliki modal dasar perusahaan sekurang-kurangnya Rp. 6. 4. Sekurang-kurangnya 1 (satu) orang direksi perusahaan harus seorang Penilai Berizin. Memiliki rekening bank atas nama perusahaan yang bersangkutan. Memiliki kantor tetap yang dibuktikan dengan surat keterangan domisili perusahaan daerah setempat atau pengelola gedung perkantoran.(dua ratus juta rupiah).Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 594/MPP/Kep/VIII/2002 tanggal 16 Agustus 2002 tentang Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Penilaian.. baik untuk peralatan kantor maupun peralatan operasional/teknis yang diperlukan sesuai dengan lingkup Kegiatan Usaha Jasa Penilaian. dan menjadi anggota asosiasi serta harus memenuhi persyaratan : 1. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan. serta memiliki tenaga ahli sekurangkurangnya 2 (dua) orang Penilai yang memiliki kualifikasi Anggota Biasa (B) sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.000. wajib memiliki SIUPP. di luar tanah dan bangunan.000.

96 . • Daftar inventaris perusahaan. yang memiliki sertifikat dari asosiasi sejenis di negara asal dengan diketahui oleh Asosiasi di Indonesia. • Pasfoto dan fotokopi KTP Direktur Utama/penanggung jawab perusahaan. • Daftar nomor rekening bank. tidak diperkenankan menandatangani laporan penilaian dan atau perjanjian kerja di bidang penilaian dengan Perusahaan Jasa Penilaian lainnya. • Fotokopi surat keputusan pengesahan badan hukum (PT) dari instansi berwenang atau fotokopi data akta pendirian perseroan dan bukti setor biaya administrasi pembayaran proses pengesahan badan hukum (PT).Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). • Skema organisasi dan nama Direksi Perusahaan serta Daftar Tenaga Penilai dan Tenaga Ahli tetap yang dimiliki perusahaan. • Surat keterangan domisili perusahaan. Perusahaan Jasa Penilaian yang telah memperoleh SIUPP dapat mempekerjakan tenaga ahli/penilai warga negara asing pendatang. Perusahaan Jasa Penilaian yang telah memperoleh SIUPP dapat mengadakan perjanjian kerjasama di bidang teknis Usaha Jasa Penilaian dengan Perusahaan Jasa Penilaian asing dengan kewajiban melaporkan perjanjian kerjasama yang diadakannya tersebut kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. sebagai berikut : • Salinan/fotokopi akta notaris tentang pendirian Perusahaan Jasa Penilaian. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. dengan mengisi formulir Surat Permintaan SIUPP (SPSIUPP) model A dan wajib melengkapi dokumen. sebagai penasehat teknis (technical advisor). baik atas nama sendiri ataupun atas nama perusahaan. Tenaga ahli/penilai warga negara asing pendatang. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Biaya Pengurusan Pengurusan SIUPP tidak dikenakan biaya. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi No. Perusahaan surveyor harus memiliki minimum 3 orang tenaga ahli di bidang survey dan mempunyai alat perlengkapan teknis (laboratorium dan sebagainya). 97 .476/Kp-/ IX/1981 tanggal 7 September 1981 tentang Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Survey.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian diterbitkan dalam waktu kurang lebih 7 (tujuh) hari kerja setelah formulir permohonan dan persyaratan diterima secara lengkap dan benar. Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor Pengertian Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor adalah surat izin yang di terbitkan hanya untuk perusahaan nasional berbentuk Perseroan Terbatas dan atau Koperasi yang melakukan kegiatan di bidang usaha survey. Masa berlaku SIUPP ini adalah selama 5 (lima) tahun terhitung sejak ditetapkan dan dapat diperpanjang selama perusahaan yang bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan usahanya.

KTP/Bukti kewarganegaraan Indonesia para pemilik saham dan anggota pengurus .(tujuh puluh lima juta rupiah) sebagai jaminan bonafiditas bagi penyelesaian klien dan kemungkinan ganti rugi yang timbul sebagai akibat transaksi kegiatan survey.000. • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor dikeluarkan dalam waktu kurang lebih 1 minggu setelah syarat dan formulir permohonan diterima secara lengkap dan benar. dengan dilengkapi surat keterangan seperlunya . Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya.(tujuh puluh lima juta rupiah) untuk setiap peristiwa . 98 .000..000. Surat pelunasan pajak. atau dapat juga dilakukan dengan menutup polis asuransi dengan pertanggungan sebesar Rp.000. Daftar inventaris perusahaan. Skema organisasi dan daftar pimpinan serta tenaga ahli berikut riwayat hidup masing-masing. Neraca perusahaan tahun terakhir yang disahkan akuntan/ kantor administrasi yang terdaftar . Akte notaris tentang pendirian perusahaan . Surat izin ini berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung sejak ditetapkan dan dapat diperpanjang. 75. Referensi bank . 75. Kesanggupan menyediakan jaminan dalam bentuk deposito bank sebesar Rp. terutama alat perlengkapan teknis di bidang survey .Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Mengisi formulir permohonan . Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Besar .

Nomor 251/MPP/Kep/6/1999. timbangan dan perlengkapannya. Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian jo.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Terdapat 3 jenis ITP yaitu : ITP Percobaan. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. takar. Timbangan dan Perlengkapannya) Pengertian Surat Izin Tanda Pabrik (ITP) adalah izin berupa tanda yang dikeluarkan oleh Depperindag terhadap UTTP (Ukuran. 99 . Sebelum mendapat ITP Definitif. Surat Izin Tanda Pabrik (Ukuran. ITP Definitif dan ITP Perpanjangan. Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 17). ITP diberikan dalam rangka pembinaan alat ukur. Takaran. dan Perlengkapannya) produk dalam negeri yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan prototipe yang diproduksi. Setiap perusahaan pembuat UTTP wajib memperoleh Izin Tanda Pabrik (ITP) yang diterbitkan oleh Direktur Metrologi. perusahaan yang bersangkutan wajib memperoleh ITP Percobaan terlebih dahulu. Timbangan. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam negeri. Takaran.

ITP Percobaan Diperlukan waktu penelitian/pengujian yang lamanya tergantung dari jenis tingkat ketelitian dan kapasitas UTTP yang diteliti. 3. 100 . • Prototipe/contoh UTTP . 2. ITP Perpanjangan Waktu proses adalah selama 5 hari kerja. Masa berlaku ITP ini adalah 1 tahun. • Laporan pemeriksaan teknis UTTP oleh pegawai yang berhak pada Kepala Dinas Tingkat Propinsi / Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Kabupaten/Kota setempat. Propinsi / Kepala Dinas Tk. • SIUP dan IUI/TDI . 2. ITP Percobaan : • Rekaman daftar peralatan teknis yang memadai dan tenaga terampil .Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. • Contoh merk pabrik . 3. dan disertai rekomendasi dari Kepala Dinas Tk. Waktu proses keluarnya ITP Percobaan berkisar antara 5 sampai dengan 15 hari kerja. ITP Definitif ini berlaku selama 5 tahun. ITP Definitif Waktu proses keluarnya ITP Definitif adalah 5 hari kerja. ITP Perpanjangan : • Persyaratan dan dokumen sama dengan ITP Definitif dan ITP Percobaan. ITP Definitif : • Persyaratan dan dokumen sama dengan ITP Percobaan. Masa berlaku ITP Perpanjangan ini adalah selama 5 tahun.

Biaya Pengurusan Pengurusan ITP tidak dikenakan biaya. Setiap UTTP yang masuk pertama kali dan akan digunakan di wilayah RI wajib memperoleh Izin Tipe. Importir yang akan memasukkan UTTP dengan model/tipe baru wajib menyerahkan satu contoh UTTP untuk diadakan penelitian dan pengujian pendahuluan. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Takaran. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • ITP Percobaan dan ITP Definitif : Direktur Metrologi. Izin Tipe (IT) UTTP Asal Impor Pengertian Izin Tipe (IT) Ukuran. Sedangkan terhadap UTTP yang terlanjur masuk sebelum memperoleh Izin Tipe harus dilakukan penelitian dan pengujian pendahuluan oleh pegawai yang berhak di bidang metrologi (Seksi Metrologi) pada Dinas Tingkat Propinsi atau Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. ITP Perpanjangan : Kepala Dinas Tingkat Propinsi/Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Timbangan dan Perlengkapannya (UTTP) Asal Impor adalah izin yang dikeluarkan oleh Menperindag terhadap UTTP yang telah memenuhi persyaratan untuk dimasukkan dari luar negeri yang akan digunakan di wilayah Indonesia. untuk impor selanjutnya tidak diperlukan izin lagi. Terhadap UTTP yang sudah dikeluarkan Izin Tipe-nya. 101 .

Leaflet/brosur UTTP . Masa berlaku Izin Tipe ini adalah untuk selamanya. Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian jo.Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 18). Lamanya proses adalah minimal 7 hari kerja dan maksimal 30 hari kerja. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Untuk menerbitkan Izin Tipe UTTP Asal Impor diperlukan waktu penelitian/pengujian yang lamanya tergantung dari jenis. Laporan hasil penelitian teknis UTTP oleh pegawai yang berhak. Biaya pengurusan Pengurusan Izin Tipe ini tidak dikenakan biaya. Nomor 251/MPP/Kep/6/1999. tingkat ketelitian dan kapasitas UTTP yang diteliti. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Metrologi. Contoh UTTP . Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. 102 . Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • Proforma invoice UTTP .

Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian. Izin Reparasi diberikan dalam rangka pembinaan terhadap usaha jasa reparasi/purna jual UTTP. Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. 103 . Laporan/daftar peralatan teknis reparasi yang dimiliki.Izin Reparasi UTTP Pengertian Izin Reparasi UTTP adalah izin yang dikeluarkan oleh Menperindag terhadap pengusaha yang memenuhi persyaratan untuk dapat melakukan kegiatan reparasi/pelayanan purna jual UTTP. Perusahaan yang melakukan kegiatan usaha reparasi UTTP harus memiliki tenaga terampil beserta peralatan teknis yang memadai. tanda lulus ujian dan sebagainya). Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 17). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama penyelesaian proses Izin Reparasi UTTP adalah selama 7 (tujuh) hari kerja. riwayat hidup. Izin ini berlaku untuk selamanya. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Dokumen tentang tenaga terampil yang dimiliki (daftar tenaga terampil.

Pengakuan sebagai Eksportir Terdaftar Maniok (Ubi Kayu) Pengertian Maniok adalah ubi kayu (cassava) dalam bentuk diiris dan dikeringkan. 104 . Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Ekspor Maniok ke negara-negara Uni Eropa (UE) hanya dapat dilaksanakan oleh Eksportir Terdaftar Maniok (ETM). Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu) 1. Perdagangan ekspor maniok dari Indonesia ke negara-negara Uni Eropa (UE) dibatasi melalui kuota impor berdasarkan suatu Perjanjian Bilateral. Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002. Pengakuan sebagai eksportir ini hanya berlaku khusus untuk ekspor ke Uni Eropa. pelet dan lain-lain.

SPEM ini merupakan dokumen pelengkap untuk melaksanakan ekspor maniok. Biaya Pengurusan Pengurusan surat pengakuan ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Masa berlaku izin adalah selama eksportir melaksanakan ekspor sesuai dengan persyaratan. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • SIUP/Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 105 . Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM) Pengertian Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM) adalah surat persetujuan kuota ekspor maniok ke negara Uni Eropa (UE). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Pengakuan dikeluarkan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. 2.

106 . batas pengapalan dapat diperpanjang.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/ 1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku SPEM adalah 30 hari kerja sejak penerbitan SPEM. Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Mengajukan permohonan dengan melampirkan kontrak atau L/C. dan atas permintaan pembeli. Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan. Biaya Pengurusan Pengurusan SPEM tidak dikenakan biaya.

107 . Sertifikat Ekspor merupakan dokumen pelengkap untuk melaksanakan ekspor maniok. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Menyampaikan Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM). Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok. Masa berlakunya adalah selama 6 bulan sejak tanggal penerbitan. Keputusan Menperindag 558/MPP/Kep/VIII/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/5/2002.3. Biaya Pengurusan Pengurusan Sertifikat Ekspor tidak dikenakan biaya. Sertifikat Ekspor (Export Certificate) Pengertian Sertifikat Ekspor (Export Certificate) adalah surat keterangan ekspor maniok yang diterbitkan oleh Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat berdasarkan SPEM untuk keperluan pembeli sesuai dengan ketentuan impor maniok yang berlaku di negara Uni Eropa. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Ekspor ini diterbitkan 1 hari setelah persyaratan lengkap dan benar diterima.

. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • 108 • SIUP atau TDUP atau Surat Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen . Pengakuan sebagai Eksportir Kopi Pengertian Ekspor kopi hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah memperoleh Pengakuan sebagai Eksportir Kopi oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Pelaksanaan ekspor kopi harus dilengkapi dengan Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) dan dilindungi dengan Surat Keterangan Asal (SKA) Form – ICO sebagai dokumen pelengkap. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Kopi 1. Keputusan Menperindag Nomor Nomor 29/MPP/Kep/ -1/1999 tanggal 22 Januari 1999 tentang Ketentuan Ekspor Kopi.

Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) Pengertian Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) adalah surat pelaksanaan ekspor kopi ke seluruh negara tujuan yang dilaksanakan oleh eksportir kopi. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin/pengakuan ini tidak dikenakan biaya. 2.• • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Keputusan Menperindag Nomor 29/MPP/Kep/1/1999 tanggal 22 Januari 1999 tentang Ketentuan Ekspor Kopi. Pengakuan ini tidak berlaku lagi apabila eksportir yang bersangkutan tidak melaksanakan ekspor selama 1 tahun. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku pengakuan ini adalah sepanjang eksportir bersangkutan masih melaksanakan ekspor dan memenuhi persyaratan. Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/ MPP/Kep/VIII/2002. • 109 .

Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya Pengertian Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barang yang ekspornya hanya dapat dilakukan dengan Persetujuan Menteri Perindustrian dan Perdagangan atau pejabat yang ditunjuk. Masa berlaku surat persetujuan ini adalah selama 30 hari sejak diterbitkan dan dapat diperpanjang hanya 1 kali. Biaya Pengurusan Pengurusan SPEK tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Yang termasuk Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barangbarang yang tercantum pada Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002 tanggal 6 Agustus 2002 tentang 110 . Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya diperbolehkan jika sudah mendapat rekomendasi dari Direktur Pembina Teknis yang bersangkutan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan atau Instansi/Departemen lain yang terkait.Syarat dan Kelengkapan Dokumen Sudah membayar iuran Asosiasi Eksportir Kopi (AEKI). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lamanya proses penerbitan SPEK adalah 3 hari setelah persyaratan dipenuhi.

Inti Kelapa Sawit : rekomendasi dari Ditjen Perkebunan. Minyak dan Gas Bumi : rekomendasi dari Direktur Pengolahan dan Pemasaran. Ikan dalam keadaan hidup : rekomendasi dari Ditjen Perikanan. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Memiliki Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP)/Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku . Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Departemen Pertambangan dan Energi.Perubahan Atas Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/ Kep/12/1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 443/MPP/Kep/5/2002. Ditjen Migas. Departemen Pertanian. Departemen Kehutanan . • • • 111 . Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002 Keputusan Menperindag Nomor 441/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Ketentuan Ekspor Pasir Laut. Departemen Kelautan dan Perikanan . yakni : Binatang sejenis lembu : rekomendasi dari Ditjen Peternakan. Mendapat pengakuan sebagai Eksportir Terdaftar dari Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri . Rekomendasi ekspor dari Departemen/Instansi terkait sesuai dengan jenis barang yang diekspor. Departemen Kehutanan . Binatang Liar dan Tumbuhan Alam yang tidak dilindungi yang termasuk dalam Appendix II (CITES) : rekomendasi dari Ditjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam.

Ikan dalam keadaan hidup : Anak ikan Napoleon Wrasse (HS Ex 0301. 7108.000.999) : 6 bulan. Masa berlaku persetujuan untuk masing-masing barang yang diawasi ekspornya adalah sebagai berikut : • • Binatang sejenis lembu hidup (HS 0102.10. Mesin.000. bagian-bagian dari padanya.10.10.100. Limbah dan Skrap : rekomendasi dari Ditjen Industri Logam. 7108. Perak tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk lainnya (HS 7106.90.000) : 3 bulan.90.20.10.000) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun.000) : 3 bulan. Perak.000) : 6 bulan.91. 7106.12. Dalam keadaan hidup. Pupuk Urea (HS 3102. Emas.11.91. 2712.00.100) : 3 bulan.900) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun.12. • • • • • • • 112 . Minyak dan Gas Bumi (HS 2709. hasil-hasil dari padanya ataupun dalam bentuk barang-barang yang dibuat dari padanya (HS 0106.991 dan 0106. Benih Ikan Bandeng/Nener (HS ex 0301. Ikan Napoleon Wrasse (Hs ex 0301. 0102.00. Depperindag. Depperindag. Elektronika dan Aneka. Inti Kelapa Sawit (HS Ex 1207. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya dikeluarkan dalam waktu 2 sampai dengan 5 hari kerja setelah semua persyaratan dipenuhi secara lengkap dan benar. Pasir laut : rekomendasi dari Gubernur dan/atau Bupati/ Walikota setempat. mati. Emas bukan Tempa atau dalam bentuk bubuk (HS 7108.110. Binatang Liar dan Tumbuhan Alam yang tidak dilindungi yang termasuk dalam Appendix II CITES . Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue (HS 4103.910) : 6 bulan.10.- Pupuk dan Kulit Buaya : rekomendasi dari Ditjen Industri Kimia.900) : antara 1-2 bulan sesuai dengan rekomendasi dari Ditjen Peternakan.000. 2710.90.10. 2713) : 3 bulan. 7106.100) : 3 bulan.190 . 0102. Agro dan Hasil Hutan. Ex 0102. 2711.000.92.

000.000) : 6 bulan dan dapat di perpanjang 1 tahun. benang.000) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun. Pasir Laut (HS Ex 2505. Kuningan (HS Ex 7407. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Industri atau Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan.02. 7204. Ex-94.05. tekstil lembaran. Ex 65.00.10.29. Eksportir Terdaftar Tekstil dan Produk Tekstil (ETTPT) adalah perusahaan yang diizinkan mengekspor TPT Kuota oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan.• • • Limbah dan Skrap Fero.10. Ex-96. Biaya Pengurusan Pengurusan persetujuan ini tidak dikenakan biaya. khusus yang berasal dari wilayah Pulau Batam (HS 7204.000). Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri.21.01 s/d 63.90.21.000. 7204. 7204.02.30. Eksportir Terdaftar Tekstil dan Produk Tekstil (ETTPT) Pengertian Yang dimaksud dengan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) adalah serat.000). Izin Ekspor Tekstil 1. Limbah dan Skrap dari Baja Stainless (HS 7204. 50.01. Ex-64.000.41.000) : 3 bulan . Ex-70. Ingot Hasil Peleburan Skrap Besi atau Baja. Ex-65. Tembaga (HS 7404. pakaian jadi dan barang jadi lain terbuat dari tekstil yang termasuk dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia dengan Pos Tarif HS Ex-42.05. 7204.19.03.000) Aluminium (HS 7602.49.04. Ex-65.12. Ex-65. 113 .04. Ex-65.000.00.

Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Negara Kuota adalah negara pengimpor TPT yang berdasarkan suatu Perjanjian Bilateral yang memberlakukan Kuota. 114 . Realisasi ekspor sendiri TPT Non Kuota . Kuota Pertumbuhan (KPt). Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Tahun Kuota adalah dimulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Izin Usaha Industri (IUI) atau Tanda Daftar Industri (TDI) . Berita Acara pemeriksaan fisik kantor dan unit produksi serta kapasitas produksi perusahaan yang ditandasahkan oleh pejabat IPSKET (Instansi Penerbit Surat Keterangan Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil) dimana perusahaan berdomisili. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Kuota Fleksibilitas (KF). 5.Kuota adalah batas volume maksimum Kategori atau Group TPT yang diizinkan diekspor ke negara kuota. 3. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 4. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). dan Kuota Pergeseran Khusus (KSS). 2. Kuota Pinjaman (KP). Negara Non Kuota adalah negara pengimpor TPT yang tidak memberlakukan Kuota. Kuota terdiri dari Kuota Tetap (KT). Kuota Sementara Murni (KSM).

Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 2. Pengakuan ETTPT Perusahaan Menengah Besar (ETTPT-PMB) dilakukan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. 115 . Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) Pengertian Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) adalah dokumen penyerta TPT Kuota yang membuktikan bahwa TPT Kuota tersebut ber asal dari Indonesia yang telah memenuhi Perjanjian Bilateral. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Pengakuan ETTPT Perusahaan Kecil dan Koperasi (ETTPT-PKK) dilakukan oleh Pejabat IPSKET setempat bagi perusahaan yang telah memenuhi kriteria tertentu. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk menerbitkan Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) tidak dikenakan biaya.Biaya Pengurusan Pengurusan untuk mendapatkan pengakuan sebagai ETTPT tidak dikenakan biaya.

• Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. Penitipan KT adalah. Kuota Tetap (KT) Kuota Tetap (KT) adalah jenis Kuota yang dialokasikan setiap tahun yang bersumber dari Kuota Dasar. 116 . • Instansi atau Dinas pada daerah Propinsi dan atau DATI II yang membidangi perindustrian dan perdagangan.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Instansi Penerbit Surat Keterangan Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (IPSKET) adalah instansi atau lembaga yang ditunjuk oleh Menperindag untuk menerbitkan SKET. • Instansi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh Menperindag. yaitu : • PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara. 3. Pengalihan Kuota Tetap adalah pemindahan KT dari satu ETTPT kepada ETTPT lainnya. Kuota Pengertian a. Kuota Tetap yang diserahkan kepada Depperindag karena tidak dapat direalisasikan pada Tahun Kuota berjalan. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/-2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil.

Untuk KT Tahap II (definitif) diumumkan selambatlambatnya pada minggu ke-tiga bulan Januari Tahun Kuota berikutnya. 2. 117 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Alokasi KT dilaksanakan oleh Dzirektur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dalam 2 (dua) tahap dan diumumkan melalui IPSKET setempat sebagai berikut : Untuk KT Tahap I (sementara) diumumkan selambatlambatnya pada minggu ke-empat bulan Desember Tahun Kuota Berjalan. b. ETTPT dapat mengalihkan KT miliknya kepada ETTPT lain secara langsung dan melaporkan kepada IPSKET setempat untuk mendapat pengesahan. 3. KT yang tidak direalisasikan ekspornya akan dikurangkan dari alokasi KT tahun berikutnya sebesar KT yang tidak direalisasikan.Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Tetap (KT) tidak dikenakan biaya. Kuota Pertumbuhan (KPt) Pengertian Kuota Pertumbuhan (KPt) adalah Kuota Tambahan yang diberikan oleh Negara Kuota setiap Tahun Kuota yang besarnya sesuai dengan Perjanjian Bilateral. ETTPT yang memiliki KT dan merealisasikan ekspornya pada Tahun Kuota berjalan dapat memperoleh alokasi KT sebesar KT yang direalisasikan untuk Tahun Kuota berikutnya.

ETTPT yang pernah mendapatkan KPt tiga kali atau lebih. 5. 4. hanya dapat memperoleh KPt untuk salah satu ETTPT.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/-2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. ETTPT yang dapat mengajukan KPt. 2. kecuali kategori yang pertumbuh-annya dibawah 6%. Kriteria untuk memperoleh KPt diatur sebagai berikut : tidak pernah mengalihkan KPt yang diperoleh . Jumlah ETTPT yang berhak mendapat alokasi KPt ditentukan setelah melalui seleksi oleh Tim Pengkajian Kelayakan ETTPT. tidak memperoleh KPt pada tahun berikutnya . Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. orang atau badan usaha yang memiliki lebih dari satu ETTPT. memiliki Izin Usaha Industri/TDI yang telah berlaku 1 (satu) tahun keatas. 3. Sumber KPt untuk ETTPT-PKK berasal dari Pertumbuhan Kuota Dasar sebesar 6%. Permohonan KPt ditandatangi oleh Pemilik ETTPT dan jika bermitra dengan ETTPT lainnya harus dilengkapi dengan surat Perjanjian Kerjasama. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. 118 . ETTPT Pengusaha Kecil dan Koperasi (ETTPT-PKK) dapat mengajukan permohonan KPt Tahun Kuota berikutnya pada IPSKET setempat.

119 . jumlah KSM yang di-realisasikan dapat menjadi KT. Sumber KSM Nasional yang tersedia dihitung berdasarkan selisih antara Kuota Dasar dengan alokasi KT Nasional.Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pertumbuhan (KPt) tidak dikenakan biaya. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tang gal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Kuota Sementara Murni (KSM) Pengertian Kuota Sementara Murni (KSM) adalah selisih antara Kuota Dasar dengan alokasi KT Nasional. c. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Jumlah dan Kategori atau Group TPT KPt diberikan kepada masing-masing IPSKET secara global oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. ETTPT yang mempunyai Prestasi Realisasi paling sedikit 90% dari Kewajiban Ekspor (KE) pada Tahun Kuota berikutnya. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. KSM dialokasikan secara proporsional kepada ETTPT berdasarkan Prestasi Realisasi (PR) masing-masing ETTPT.

2. Penitipan KT. Sisa KSM dan SWAP. Kuota Fleksibilitas (KF) Pengertian Kuota Fleksibilitas (KF) adalah Kuota yang berasal dari Kuota Tidak Terealisasi. jumlah KSM yang direalisasikan dapat menjadi KT. Pergeseran. ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri melalui IPSKET setempat. ETTPT yang memiliki unit produksi. Kuota Handicraft. sedangkan KF Non Global dialokasikan setiap saat mulai bulan Februari selama Kuota masih tersedia. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Penetapan alokasi KSM untuk masing-masing ETTPT. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Sementara Murni (KSM) tidak dikenakan biaya. dapat mengajukan permohonan memperoleh KSM kepada Direktur Ekspor Produk Industri. Ditjen Perdagangan Luar Negeri. KF Global dialokasikan pada bulan Maret dan Juli. Pertukaran. ETTPT produsen yang memiliki KT atau tidak memiliki KT yang melaksanakan ekspor TPT ke Negara Non Kuota dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh KSM untuk kategori yang sama kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri.Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. d. ETTPT yang mempunyai Prestasi Realisasi paling sedikit 90% dari Kewajiban Ekspor (KE) pada Tahun Kuota berikutnya. baik yang memiliki KT ataupun yang tidak memiliki KT. 120 . 3.

Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK . 4. ETTPT Produsen dapat memperoleh KF. . Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Sumber KF yang tersedia dialokasikan kepada ETTPTPKK sebesar 60 % dan kepada ETTPT Pengusaha Menengah dan Besar (PMB) sebesar 40%. Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. demikian juga masa berlaku KF Non Global adalah 4 (empat) bulan. 3. ETTPT yang mengalihkan 10 % atau lebih dari KT yang dimiliki tidak berhak memperoleh KF untuk kategori tersebut pada Tahun Kuota berjalan. diberitahukan kepada masing-masing IPSKET oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. 5. 121 2. Jumlah dan jenis kuota untuk masing-masing wilayah IPSKET dialokasikan secara global dan proporsional sesuai dengan jumlah ETTPT-PKK oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Jumlah dan Kategori atau Group TPT yang dapat dialokasikan sebagai KF untuk ETTPT-PKK. 6. mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Masa berlaku KG Global adalah 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkan surat alokasi dan tidak dapat diperpanjang.

KP untuk ETTPT-PKK di wilayah IPSKET. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KF untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat. dialokasikan secara global berdasarkan proporsi KT yang dimiliki ETTPTPKK di masing-masing IPSKET oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri KP yang direalisasikan akan diperhitungkan pada Tahun Kuota berikutnya. maka KF dialokasikan kepada masingmasing perusahaan secara proporsional berdasarkan kapasitas produksi terpasang yang tercantum dalam izin industri yang bersangkutan. dengan ketentuan : a.Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Fleksibilitas (KF) tidak dikenakan biaya. Penetapan alokasi KF Global untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. dalam hal KF yang dimohon lebih besar dari KF yang tersedia. b. kecuali jika tidak terjadi pengurangan Kuota Dasar secara Nasional oleh Negara Kuota atau realisasi ekspor nasional berada di bawah atau sama dengan Kuota Dasar. e. Kuota Pinjaman (KP) Pengertian Kuota Pinjaman (KP) adalah Kuota yang dipinjam dari Kuota Dasar Tahun pada tahun berikutnya yang digunakan pada tahun berjalan sesuai dengan Perjanjian Bilateral. maka KF dialokasikan kepada masingmasing perusahaan maksimal sesuai dengan yang dimohon. dalam hal KF yang dimohon lebih kecil dari KF yang tersedia. 122 .

Mulai bulan Juni Tahun Kuota berjalan. Kuota Pinjaman dapat dialokasikan kepada ETTPT Produsen yang telah merealisasikan KT pada Tahun Kuota berjalan dan tidak mengalihkan 10% atau lebih KT dari Kategori atau Group TPT dimaksud. ETTPT Produsen dapat memperoleh Kuota Pinjaman. ETTPT produsen yang memiliki KT dan tidak memanfaatkan sebagian atau seluruh hak KP dalan Tahun 123 . Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. ETTPT Produsen pemilik KT yang telah merealisasikan kuota TPT sebesar 50% atau lebih. . dapat mengajukan KP lebih besar dari Perjanjian Bilateral dan maksimum sebesar realisasi ekspor KT-nya . ETTPT Produsen pemilik KT dapat mengajukan KP maksimal sesuai dengan Perjanjian Bilateral dan tidak melebihi dari KT yang telah direalisasikan . mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. apabila alokasi KP sebelumnya telah direalisasikan ekspornya minimal sebesar 80%. dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK . Permohonan KP berikutnya akan diproses. 3. dengan cara : Mulai bulan Januari Tahun Kuota berjalan. 2.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil.

124 . Penetapan alokasi KP untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Direktur Ekspor Produk Industri.4. 5. dialokasikan secara Global oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri berdasarkan proporsi KT yang dimiliki ETTPT-PKK di masing-masing IPSKET. Kuota berjalan. f. Apabila Negara Kuota mengurangi Kuota Dasar. KP untuk ETTPT-PKK di wilayah IPSKET. 6. Ditjen Perdagangan Luar Negeri. Masa berlaku KP adalah maksimum 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkan surat alokasi dan tidak dapat diperpanjang. maka perhitungan KP bagi masing-masing ETTPT dilakukan secara proposional sesuai dengan realisasi KP masing-masing ETTPT tersebut. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pinjaman (KP) tidak dikenakan biaya. Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) Pengertian Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) adalah jenis Kuota yang berasal dari perpindahan antar Kategori TPT tertentu sesuai dengan Perjanjian Bilateral. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KP untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat. Hak KP tersebut dapat dimanfaatkan oleh ETTPT yang tidak memiliki KT dengan menggunakan jaminan ETTPT yang memiliki KT dimaksud dan bersedia dipotong pada Tahun Kuota berikutnya. yang diperhitungkan dari realisasi KP Tahun Kuota sebelumnya.

4. dialokasikan secara global oleh Ditjen Perdagangan Luar Negeri. ETTPT Produsen yang memiliki KT Kategori Donor dan KT Kategori Penerima dapat memperoleh KSS. Jumlah dan Kategori TPT KSS untuk ETTPT-PKK masing-masing wilayah IPSKET. 2. Tahap II dimulai pada minggu pertama bulan Juli. mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. Tahap I dimulai pada minggu pertama bulan Maret. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. 125 . b. KT Kategori Penerima dan Kategori Donor yang dapat dipertukarkan untuk KSS adalah KT yang bukan berasal dari pengalihan atau KPt. 3. dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK . KSS yang direalisasikan diperhitungkan sebagi KT Kategori asalnya pada Tahun Kuota berikutnya. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan.KSS dialokasikan kepada ETTPT Produsen yang memiliki KT Kategori Donor dan KT Kategori Penerima dalam 2 tahap pada Tahun Kuota berjalan. Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. berdasarkan persentase tertentu sesuai dengan Perjanjian Bilateral. yaitu : a.

Penetapan alokasi KSS untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Direktur Ekspor Produk Industri. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) tidak dikenakan biaya. ETTPT yang mengalihkan 10% atau lebih dari KT Kategori Penerima. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KSS untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat. Kategori Penerima adalah Kategori TPT tertentu yang berdasarkan Perjanjian Bilateral dijadikan sebagai penerima perpindahan dari Kategori Donor tertentu lainnya. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. tidak berhak memperoleh KSS pada Tahun Kuota berjalan. Kategori Donor adalah Kategori TPT tertentu yang berdasarkan Perjanjian Bilateral dijadikan sebagai sumber perpindahan untuk Kategori TPT tertentu lainnya. 126 . Penitipan Kuota Tetap Pengertian Penitipan KT adalah Kuota Tetap yang diserahkan kepada Departemen Perindustrian dan Perdagangan karena tidak dapat direalisasikan pada Tahun Kuota berjalan. Ditjen Perdagangan Luar Negeri.5. g.

ETTPT dapat mengajukan Penitipan KT kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja sejak tanggal diterimanya penitipan KT dari ETTPT. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Jenis Kuota yang dapat dititipkan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. 4. 3. Pengurangan KT dilakukan pada awal Tahun Kuota berikutnya. KT tersebut akan dikurangkan sebesar rata-rata yang dititipkan selama 2 (dua) tahun. ETTPT yang telah menitipkan KT selama 2 (dua) tahun berturut-turut. Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri 127 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Industri. maka IPSKET setempat harus sudah mengurangkan dan mengembalikan Kategori tersebut sejumlah yang dititipkan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Penitipan Kuota Tetap (KT) tidak dikenakan biaya.• Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 5. 2. Ditjen Perdagangan Luar Negeri adalah KT yang bukan berasal dari pengalihan dan kemitraan. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri setelah permohonan tersebut ditandasahkan oleh IPSKET setempat paling lambat 31 Oktober Tahun Kuota berjalan.

Surat Keterangan Asal (SKA) Pengertian Surat Keterangan Asal (SKA) adalah dokumen yang berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian bilateral. regional dan multilateral serta ketentuan sepihak dari suatu negara tertentu wajib disertakan pada waktu barang ekspor tertentu Indonesia akan memasuki wilayah negara tertentu yang membuktikan bahwa barang tersebut berasal. dihasilkan dan atau diolah di Indonesia. kepada instansi penerbit atas keabsahan dokumen dan atau kebenaran pengisian SKA. Verifikasi adalah suatu proses penyelidikan yang dilakukan atas permintaan pemerintah di negara tujuan ekspor barang. regional dan multilateral maupun ketentuan sepihak dari suatu negara tertentu. yang wajib dipenuhi suatu barang ekspor untuk dapat diterbitkan SKA-nya oleh pemerintah di negara asal barang. Keputusan Menperindag Nomor 111/MPP/Kep/2/2002 tanggal 21 Februari 2002 tentang Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia • 128 . SKA diterbitkan atas permintaan eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA. Ketentuan Asal Barang adalah kriteria/persyaratan yang ditetapkan. Dasar Hukum • Keputusan Mendagkop Nomor 155/Kp/IV/80 tanggal 22 April 1980 tentang Biaya Retribusi Pengeluaran Formulir Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia. baik berdasarkan perjanjian bilateral. karena diwajibkan baik oleh pemerintah di negara tujuan ekspor maupun oleh pembelinya.

Syarat dan Kelengkapan Dokumen Eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA dapat mengajukan permohonan penerbitan SKA kepada Instansi Penerbit dengan melampirkan dokumen pendukung sebagai berikut : 1. Kwitansi pembelian barang . Fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia atau fotokopi paspor bagi penduduk asing/wisatawan. eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA selain melengkapi dokumen-dokumen. Dalam hal barang ekspor yang sama. 4.• Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/ SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 2. Untuk ekspor barang yang tidak wajib memenuhi Ketentuan Umum di Bidang Ekspor : a. atau bukti lain jika pelaksanaan ekspornya tidak menggunakan angkutan laut atau udara. 3. Untuk barang yang pengirimannya menggunakan perusahaan jasa titipan. b. surat penegasan pemohon SKA Form A. Untuk ekspor barang yang wajib memenuhi Ketentuan Umum di Bidang Ekspor : a. untuk permohonan SKA kedua dan seterusnya cukup melampirkan : keterangan tentang proses produksi atau persentase kandungan impor/lokal . persyaratan dapat diganti dengan surat kuasa dari pemilik barang. b. juga wajib melengkapi : a. Bill of Lading (B/L) atau Air Way Bill. Khusus untuk penerbitan SKA Form A dan Form D. Fotokopi Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (DPEB) dari Kantor Bea dan Cukai di pelabuhan muat. Surat pernyataan dan struktur biaya per unit . 129 . b.

• Kanada : 2 tahun. Untuk Eksportir Certificate : 120 hari kerja. • Jepang : 1 tahun. Secara umum : sejak SKA diterbitkan sampai dengan waktu barang dimaksud diterima oleh importir yang bersangkutan. Secara khusus : Untuk SKA Form A : • Uni Eropa. b. (Persero) Kawasan Berikat Nusantara dan Kantor Cabang di Jakarta : 1. sebagai Pejabat Pengganti I . sebagai Pejabat Pengganti II. 2.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Kewenangan dan tanggung jawab penerbitan SKA ditetapkan sebagai berikut : a. sebagai pejabat pengganti I . d. Untuk SKA Form D : 4 bulan. b. c. Norwegia dan Swiss : 10 tahun. 3. pada PT. 1000. Kepala Sub Dinas Perdagangan. Kepala Seksi Ekspor pada Sub Dinas Perdagangan. 2. pada Instansi atau Dinas Propinsi : 1. pada Instansi atau Dinas Kabupaten/Kota : 1. Kepala Sub Dinas Perdagangan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku SKA dikeluarkan 1 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. sebagai Pejabat Pengganti II. Kepala Instansi atau Dinas . Masa berlaku SKA adalah sebagai berikut : a. Kepala Sub Instansi atau Dinas . 130 . Kepala Seksi Ekspor pada Sub Dinas Perdagangan. Biaya Pengurusan Biaya untuk pengurusan SKA sebesar Rp. Direktur Pemasaran dan Pelayanan . c. 3.

untuk SKA Tembakau (Certificate of Authenticity). SKA-nya hanya dapat diterbitkan oleh Instansi atau Dinas Propinsi atau Kabupaten/Kota atau PT. pada Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) dan Lembaga Tembakau Surabaya dan Jember : 1. sebagai Pejabat Pengganti I . 3. sebagai Pejabat Pengganti I . e. Deputi Perdagangan Jasa dan Industri . pada Lembaga Tembakau Cabang Surakarta dan Medan : 1. 131 . sebagai Pejabat Pengganti II. Kepala Unit Usaha Kawasan. f. 2. sebagai Pejabat Pengganti II. 3. untuk SKA Tembakau (Certificate of Authenticity). sebagai Pejabat Pengganti II. 3. sebagai Pejabat Pengganti I . Sekretaris Lembaga Tembakau/Penguji. sebagai Pejabat Pengganti I . Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Bagi barang yang diatur ekspornya dan atau terkena pembatasan ekspor dalam bentuk kuota berdasarkan perjanjian internasional. 3.2. atau Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) sesuai wilayah kerjanya dimana barang dikapalkan (pelabuhan ekspor) atau kuota ekspor dialokasikan/ dimutasikan. Kepala Lembaga Tembakau . sebagai Pejabat Pengganti II. Kepala Bidang Perizinan dan Promosi. Kepala Seksi Pengujian. (Persero) Kawasan Berikat Nusantara dan Kantor Cabang di Jakarta. d. Kepala Bagian Dokumen. 2. Deputi Keuangan. 2. pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) : 1. Kepala Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau . Penguji.

Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 42/MPP/Kep/2/1997 tanggal 13 Februari 1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 184/MPP/Kep/5/2000. dan selalu memasukkan surat pemberitahuan pajak dua tahun berturut-turut dengan tertib dan teratur) . Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu berlaku untuk semua komoditi yang diekspor sesuai dengan pasal 2 Keputusan Menperindag Nomor 184/MPP/Kep/5/2000 tanggal 29 Mei 2000 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 42/MPP/ Kep/2/1997. • • 132 Jika salah satu persyaratan tidak dipenuhi. Tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan yang mengakibatkan kerugian negara (tidak pernah melakukan ekspor fiktif) . maka Penetapan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu dicabut. Tidak terkait dengan kredit bermasalah.Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Pengertian Perusahaan Eksportir yang berstatus sebagai eksportir produsen atau eksportir bukan produsen dapat ditetapkan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu. NPWP (merupakan wajib pajak yang patuh. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Memiliki alamat kantor dan atau lokasi pabrik yang jelas . apabila memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. tidak pernah menunggak pembayaran pajak. .

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri untuk Perusahaan Eksportir Bukan Produsen. Biaya Pengurusan Pengurusan surat penetapan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu tidak dikenakan biaya. dan Direktur Jenderal Pembinaan Teknis yang bersangkutan untuk Perusahaan Eksportir Produsen. Angka Pengenal Importir (API) Pengertian Angka Pengenal Importir (API) adalah tanda pengenal sebagai importir yang harus dimiliki setiap perusahaan yang melakukan kegiatan impor. 133 . API terdiri dari : • Angka Pengenal Importir Umum (API-U) : Wajib dimiliki setiap Perusahaan Dagang yang melakukan impor semua jenis barang kecuali barang yang diatur tata niaga impornya dan barang yang dilarang impornya. Masa berlaku Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu adalah selama Perusahaan Eksportir Tertentu yang bersangkutan melakukan kegiatan ekspor untuk komoditi yang bersangkutan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Penetapan Perusahaan Ekspotir Tertentu diterbitkan 5 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar.

Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI). Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Impor Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. sesuai dengan ketentuan yang berlaku.• Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) : Wajib dimiliki setiap Perusahaan Industri diluar PMA/PDN yang melakukan impor hanya barang modal dan bahan baku/ penolong untuk keperluan proses produksinya sendiri. Fotokopi perjanjian sewa/kontrak tempat berusaha yang masa waktu sewa/kontraknya minimal 2 (dua) tahun . khusus untuk memperoleh API-U . Referensi dari bank devisa (asli). 2 (dua) lembar pas foto pengurus (2x3 cm). khusus untuk memperoleh API-P . atau dari pemilik gedung apabila sewa/kontrak (asli) . Surat keterangan domisili kantor pusat yang masih berlaku dari Kantor Kecamatan (apabila gedung milik sendiri). 134 . Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Fotokopi KTP pengurus. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP). Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan . Nama dan susunan pengurus perusahaan (asli) . Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • • • • • • Fotokopi akta notaris pendirian dan perubahannya . Surat keterangan kelakuan baik pengurus perusahaan dari Kepolisian .

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan ataupun penolakan permohonan tersebut diputuskan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 hari kerja terhitung sejak permohonan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Pengertian Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) adalah tanda pengenal sebagai importir khusus yang harus dimiliki setiap perusahaan yang melakukan perdagangan impor barang tertentu. Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Impor 135 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. baik API-U maupun API-P. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 141/MPP/Kep/3/2002 tanggal 6 Maret 2002 tentang Nomor Pengenal Importir Khusus. Masa berlaku API. adalah selama 5 tahun terhitung sejak tanggal diterbitkannya API tersebut. API dapat dipergunakan untuk melaksanakan impor di seluruh daerah pabean Republik Indonesia. Jenis barang tertentu yang akan diimpor harus dalam keadaan baru. Biaya Pengurusan Pengurusan API tidak dikenakan biaya.

136 . Izin Usaha Industri (IUI) atau Surat Persetujuan Tetap (SPT) PMA/PMDN. dengan persyaratan : a. c. melampirkan: API-U.Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. Syarat dan Kelengkapan Dokumen NPIK hanya dapat diberikan kepada perusahaan yang telah memiliki Angka Pengenal Importir Umum (API-U). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan ataupun penolakan permohonan tersebut diputuskan selambat-lambatnya dalam jangka 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak permohonan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Izin Usaha Industri (IUI). melampirkan : API-T. NPIK bagi perusahaan pemegang API-Produsen. NPIK bagi perusahaan pemegang API-Terbatas. atau realisasi impor dalam 1 (satu) tahun terakhir dan/atau perjanjian/kontrak pembelian dengan mitra dagang luar negeri dalam waktu 1 (satu) tahun kemuka. Untuk dapat memperoleh NPIK importir wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. b. NPIK bagi perusahaan pemegang API-Umum. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) dan Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). Realisasi impor 2 (dua) tahun dalam 5 (lima) tahun terakhir. Masa berlaku NPIK selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkannya NPIK tersebut. melampirkan: API-P. dengan tembusan kepada Direktur Impor.

Importir Umum Limbah (IU-Limbah) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Umum Limbah (IU-Limbah) adalah importir umum yang diakui oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor Limbah Non B3. • Limbah benang (termasuk limbah benang pintal) . antara lain: • Limbah dari wol atau dari bulu hewan halus . 137 . • Limbah dari bulu hewan kasar . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Pengakuan Importir Umum Limbah 1.Biaya Pengurusan Pengurusan NPIK tidak dikenakan biaya. Impor Limbah Non-B3 lainnya yang tidak tercakup di dalam Keputusan tersebut akan ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. • dan lain-lain sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/MPP/Kep/7/1997. Jumlah dan jenis limbah yang dapat diimpor oleh IULimbah ditetapkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri berjumlah 18 Pos Tarif.

138 . Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah. Bukti pemilikan/penguasaan gudang penimbunan limbah yang telah diakui oleh Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . dengan masa berlaku izin selama satu tahun. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Angka Pengenal Importir Umum (API-U) . • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) .Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 192/MPP/Kep/ 6/2000. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan Izin Pengakuan IU-Limbah diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IU-Limbah tidak dikenakan biaya.

Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah. sel primer habis pakai. yaitu : • Sisa dan skrap timah hitam . Tanda Daftar Peusahaan (TDP) . dan akumulator listrik. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) . 139 • • • . mencakup 2 Pos Tarif. Importir Produsen Limbah B3 (IP-Limbah B3) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Produsen Limbah B3 (IPLimbah B3) adalah produsen yang diakui oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan disetujui untuk mengimpor sendiri Limbah B3 yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya.2. baterai primer habis pakai dan akumulator listrik habis pakai. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . baterai primer. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/ MPP/Kep/2/2001. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) atau Izin yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan . • Sisa dan skrap dari sel primer. Jumlah dan jenis limbah yang dapat diimpor oleh IPLimbah B3 ditetapkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan dengan pertimbangan dari Kepala BAPEDAL.

Rekomendasi dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan bahwa produsen pemohon membutuhkan limbah untuk proses produksinya. Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IP-Limbah B3 tidak dikenakan biaya. dengan masa berlaku 1 tahun. Jumlah dan Jenis Limbah yang dapat diimpor oleh IP-Limbah Non B3 ditetapkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. 140 . Importir Produsen Limbah Non B3 (IP-Limbah Non B3) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Produsen Limbah Non B3 (IP-Limbah Non B3) adalah produsen yang diakui oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor sendiri limbah Non B3 yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Menteri Perindustrian dan Perdagangan.• • Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya yang diakui oleh BAPEDAL . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. • Kertas atau kertas karton (bekas dan sisa) yang diperoleh kembali . 3. sebanyak 39 Pos Tarif antara lain : • Ban luar bertekanan bekas .

141 . Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah.• • Limbah dan skrap dari besi tuangan . • • • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/ MPP/Kep/2/2001. dan lain-lain sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/ MPP/-Kep/7/1997 tersebut. Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya yang diakui oleh Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen. dengan masa berlaku izin 1 tahun. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) atau izin yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Rekomendasi dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen yang membidangi usaha tersebut bahwa produsen yang bersangkutan membutuhkan limbah untuk proses produksinya. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) adalah Importir Produsen Bahan Berbahaya yang diakui oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor sendiri bahan berbahaya yang diperuntukan semata-mata hanya untuk kebutuhan produksinya sendiri.Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan sebagai IP-Limbah Non B3 tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. dalam hal ini adalah pengguna akhir. 142 . dan/dilarang diper jualbelikan diperdagangkan maupun dipindahtangankan kepada siapapun. baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat racun. bahan kimia dan biologi. korosif dan iritasi. Pengakuan Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) Pengertian Bahan Berbahaya disingkat B2 adalah zat. IT-B2 adalah Importir Terdaftar Bahan Berbahaya bukan produsen pemilik Angka Pengenal Importir Umum (API-U) yang mendapat tugas khusus untuk mengimpor bahan berbahaya dan bertindak sebagai distributor untuk menyalurkan bahan berbahaya yang diimpornya kepada perusahaan lain yang membutuhkan. karsinogenik. mutagenik. teratogenik.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Keputusan Menperindag Nomor 254/MPP/Kep/7/2000 tanggal 4 Juli 2000 tentang Tata Niaga Impor dan Peredaran Bahan Berbahaya Tertentu.Limbah B2. Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Importir (API) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. perusahaan yang bersangkutan wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/MPP/ Kep/2/2001. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). dengan melampirkan dokumen sebagai berikut : • • • • • Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis yang membidangi usaha tersebut. Rekomendasi dari Direktur Jenderal IKAH. 143 . • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai IP.B2 yang diatur tata niaga impornya berjumlah 351 Pos Tarif yang terdiri dari bahan kimia yang membahayakan kesehatan dan merusak kelestarian lingkungan hidup dan bakan kimia daftar 2 dan 3 Konvensi senjata Kimia (KSK).

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. 144 . Perusahaan rekondisi adalah perusahaan industri yang bergerak di bidang jasa pemulihan. Departemen Kesehatan dan Direktur Jenderal Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. perbaikan dan pemeliharaan mesin dan peralatan mesin bukan baru. Yang dimaksud dengan Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru adalah mesin dan peralatan mesin yang masih layak dipakai atau direkondisi untuk difungsikan kembali dan bukan skrap (besi tua). Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru Pengertian Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru adalah izin untuk pengimporan mesin dan barang modal lainnya dalam keadaan bukan baru oleh perusahaan yang telah mendapat izin usaha industri untuk keperluan proses produksi sendiri. dengan rekomendasi dari Direktur Jenderal POM. Biaya Pengurusan Pengurusan IP-Limbah B2 tidak dikenakan biaya. dengan masa berlaku selama 1 tahun serta dapat diperpanjang. Depperindag.

Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Izin Usaha Pengusahaan Hutan . Izin Usaha Rekondisi . atau g.Impor mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru hanya dapat dilaksanakan oleh : • Perusahaan rekondisi yang telah memiliki Izin Usaha Industri. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 172/MPP/Kep/5/2001 tanggal 17 Mei 2001 2001 tentang Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru. atau h. Izin Usaha Konstruksi . a. atau d. atau memiliki Izin Usaha untuk keperluan proses produksi atau digunakan sendiri. 5. 4. Izin Usaha Perkebunan . Pengimporan mesin dan peralatan mesin harus disertai dengan Certificate of Inspection dari Surveyor yang menyatakan bahwa barang yang diimpor tersebut masih layak dipakai atau direkondisi untuk difungsikan kembali. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . APIT atau API-U atau API-P . 145 . atau f. bukan skrap dan untuk kendaraan bermotor serta alat besar harus menyatakan spesifikasi teknis yang mencakup masa total kotor daya engine dan umur kendaraan 2. • Perusahaan pemakai langsung yang telah memiliki Izin Usaha Industri. atau b. atau e. Izin Usaha Perikanan . 3. Rekomendasi dari Ditjen ILMEA apabila barang tersebut termasuk barang yang dilarang diimpor. Izin Usaha Jasa Transportasi . 6. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. atau c. Izin Usaha Pertambangan . Izin Usaha Industri (IUI) .

yang termasuk dalam Pos Tarif (HS. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. 146 .000). Kendaraan bermotor milik Duta Besar RI yang telah habis masa tugasnya di luar negeri. 1701. Keperluan penelitian dan pengembangan teknologi. Biaya Pengurusan Pengurusan izin impor ini tidak dikenakan biaya. 19 tahun 1955. selanjutnya disebut IP Gula. Gula Kasar (Raw Sugar) hanya dapat diimpor oleh Importir Produsen Gula Kasar (Raw Sugar). yang telah memiliki Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Gula dan telah memperoleh Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T).11. Bantuan teknik dan bantuan proyek berdasarkan PP No. Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) Pengertian Yang dimaksud dengan Gula Kasar (Raw Sugar) adalah gula kristal sakrosa yang dibuat dari tebu melalui proses defikasi yang tidak dapat langsung dikonsumsi oleh manusia sebelum diproses lebih lanjut. dapat diimpor dengan persetujuan Dirjen Perdagangan Luar Negeri atas nama Menteri.7. sepanjang untuk : Keperluan Pemerintah dan Lembaga Negara lainnya. Mesin dan peralatan mesin bukan baru yang tidak dapat diimpor.

Depperindag dalam hal impor gula kasar (raw sugar) untuk penggunaan sebagai bahan baku industri rafinasi atau industri lainnya . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai IP Gula. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag No. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . 147 .Gula Kasar (Raw Sugar) yang dapat diimpor oleh IP Gula hanya dipergunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi dari industri yang dimiliki oleh IP Gula dan dilarang diperjualbelikan maupun dipindahtangankan. b. Direktur Jenderal Industri Kimia. Nomor Pengenal Importir Khusus Gula (NPIK . Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau Izin Usaha lain yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha tersebut . d. c. Rekomendasi dari : 1. atau 2. e. f.Gula) . 456/MPP/Kep/6/2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar). perusahaan harus mengajukan permohonan tertulis kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) . Direktur Jenderal Bina Produksi Perkebunan. dengan melampirkan : a. Departemen Pertanian dalam hal impor gula kasar (raw sugar) untuk penggunaan sebagai bahan baku pabrik gula. Agro dan Hasil Hutan. dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Agro dan Hasil Hutan. Depperindag dan Direktur Jenderal Bina Produksi Perkebunan. Importir Cengkeh adalah Industri Pengguna Cengkeh pemilik Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) yang disetujui untuk mengimpor cengkeh yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya.100) dan Cengkeh Lain-lain (Pos Tarif HS. Perusahaan yang dapat mengimpor cengkeh adalah Importir Cengkeh yang sudah mendapat pengakuan sebagai Importir Cengkeh.00.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pengakuan atau penolakan sebagai IP Gula diterbitkan paling lambat dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. 0907.900). sesuai ketentuan yang berlaku. sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Masa berlaku Pengakuan IP Gula adalah selama 1 (satu) tahun. 148 . Ketentuan Impor Cengkeh Pengertian Yang dimaksud dengan Cengkeh adalah Bunga Cengkeh (Pos Tarif HS. 0907. Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IP Gula ini.00. Depperindag atas rekomendasi : Direktur Jenderal Industri Kimia. Departemen Pertanian. tidak dikenakan biaya.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Agro dan Hasil Hutan. d.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 528/MPP/Kep/7/2002 tanggal 5 Juli 2002 Tentang Ketentuan Impor Cengkeh. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri berdasarkan rekomendasi dari Direktur Jenderal Industri Kimia. tidak dikenakan biaya. perusahaan yang bersangkutan wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri dengan melampirkan : a. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai Importir Cengkeh. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) . Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . b. c. Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha tersebut . Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan sebagai Importir Cengkeh ini. Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka Pengertian Bursa Berjangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk kegiatan jual beli 149 .

(dua puluh milyar rupiah).000.000. Keputusan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/1999 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka. Permohonan izin usaha Bursa Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a.. Akta pendirian PT yang telah disahkan Menteri Kehakiman dan HAM . 20.(sepuluh milyar rupiah) dan sekurang-kurangnya Rp.komoditi berdasarkan kontrak berjangka dan opsi atas kontrak berjangka. 150 . badan usaha tersebut perlu mendapat Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka. Dasar Hukum • • PP Nomor 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. mayoritas harus yang melakukan kegiatan usaha di bidang komoditi yang layak diperdagangkan dan telah memperoleh izin usaha dari Bappebti.000.10. Dalam menyelenggarakan perdagangan berjangka komoditi.000. Lembaga Kliring Ber jangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk pelaksanaan kliring dan penjaminan transaksi di Bursa Berjangka.000. dengan jumlah masing-masing sekurangkurangnya Rp.. Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka wajib memenuhi modal disetor.000. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Bursa Berjangka didirikan sekurang-kurangnya oleh 11 (sebelas) badan usaha yang berbentuk badan hukum Indonesia.

Daftar pemegang saham . Neraca pembukaan PT yang telah diaudit oleh Akuntan Publik. Rencana perjanjian Bursa Berjangka dengan Lembaga Kliring Berjangka yang akan digunakan. Permohonan untuk memperoleh izin usaha Lembaga Kliring Berjangka diajukan kepada Bappebti. f. dan program latihan yang akan diadakan . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) PT . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). dan Keterangan kesiapan perangkat keras dan lunak Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka. g. h. dengan menyertakan : a. fasilitas komunikasi. Rencana kegiatan 3 (tiga) tahun termasuk proyeksi keuangan. 151 . Daftar calon komisaris dan direksi Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka. i. e. Daftar pemegang saham Bursa Berjangka . Rancangan peraturan dan tata tertib Lembaga Kliring Berjangka . Rancangan peraturan tata tertib Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka. dan Keterangan kesiapan perangkat keras dan lunak Lembaga Kliring Berjangka. susunan organisasi. e. Rancangan persyaratan Kontrak Berjangka. c.b. b. c. k. Akta Pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . j. Neraca pembukaan PT yang telah di audit oleh Akuntan Publik . d. f. l. i. fasilitas komunikasi dan program latihan yang akan diadakan. Perjanjian antara Lembaga Kliring Berjangka dengan Bursa Berjangka yang akan menggunakan jasa Lembaga Kliring Berjangka tersebut . Pertimbangan ekonomi yang mendasari pendirian Bursa Berjangka termasuk uraian tentang keadaan pasar yang akan dibentuk . Proyeksi keuangan 3 (tiga) tahun. Rencana usaha 3 (tiga) tahun termasuk susunan organisasi. d. g. Daftar calon komisaris dan direksi . h.

Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka tidak dikenakan biaya. Pengelola Sentra Dana Berjangka adalah pihak yang melakukan usaha yang berkaitan dengan penghimpunan dan pengelolaan dana dari peserta Sentra Dana Berjangka untuk diinvestasikan dalam Kontrak Berjangka. Penasihat Berjangka adalah pihak yang memberikan nasihat kepada pihak lain mengenai jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka dengan menerima imbalan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pemberian izin usaha diberikan selambat-lambatnya 45 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh BAPPEBTI. 152 . Izin Usaha Pialang Berjangka. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka Pengertian Pialang Berjangka adalah badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli komoditi berdasarkan Kontak Berjangka atas amanat nasabah dengan menarik sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut. Masa berlaku Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka adalah selama perusahaan yang bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Permohonan izin usaha Pialang Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a.250. d. Rencana kegiatan usaha yang meliputi organisasi. Pengelola Sentra Dana Berjangka.000. serta proyeksi keuangan untuk 3 (tiga) tahun . dengan jumlah masing-masing sekurang-kurangnya Rp. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Pialang Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka wajib memenuhi persyaratan modal disetor.000.000. 1. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka.(satu milyar rupiah). c. Wakil Pialang Berjangka. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/ 99 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka. Daftar nama komisaris dan direksi .000. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 07/BAPPEBTI/Kp/X/1999 tanggal 28 Oktober 1999 tentang Perizinan Pialang Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka. rencana operasi dan pengelolaan transaksi.(satu milyar dua ratus lima puluh juta rupiah)dan sekurang-kurangnya Rp. Neraca pembukaan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik . Tanda bukti pembukaan rekening terpisah untuk dana nasabah. sistem pengawasan dan pelaksanaan peraturan. 153 . f.000. e. 1.Dasar Hukum • • • PP Nomor 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. b. penyiapan sarana telekomunikasi dan sistem informasi. Daftar nama pemegang saham . g. Akta pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM .. sistem penerimaan dan pendidikan serta pelatihan pegawai. Penasihat Berjangka.

Daftar nama pemegang saham . b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Ber jangka adalah selama per usahaan bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan. Permohonan Izin Usaha Penasihat Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a. c. Masa berlaku Izin Usaha Pialang Berjangka. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . d. b. Akta pendirian perusahaan atau PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . e. Daftar nama komisaris dan direksi . dan Daftar nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Pialang Berjangka dari Bappebti.h. Permohonan Izin Usaha Pengelola Sentra Dana Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a. c. i. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Pialang Berjangka. Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka tidak dikenakan biaya. Akta pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . j. Nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dari Bappebti. d. Daftar nama supervisor . Memenuhi persyaratan keuangan yang ditetapkan . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pemberian izin usaha diberikan selambat-lambatnya 45 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh Bappebti. Daftar nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Penasihat Berjangka dari Bappebti. 154 . Bukti keanggotaan pada Bursa Berjangka dan Setoran Dana Kompensasi .

Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Pengelola Sentra Dana Berjangka. atas nama perusahaan. 155 . atas nama perusahaan berwenang berhubungan langsung dengan calon peserta Sentra Dana Berjangka. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka. berwenang berhubungan langsung dengan calon klien atau dalam rangka melakukan transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka. melaksanakan sebagian fungsi Pialang Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka. atas nama perusahaan. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka Pengertian Wakil Pialang Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Pialang Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Penasihat Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Badan Pengawas Perdagangan Bejangka Komoditi. Pedagang Berjangka adalah anggota Bursa Berjangka yang hanya berhak melakukan transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka untuk dirinya sendiri atau kelompok usahanya. berwenang berhubungan langsung dengan calon nasabah atau nasabah dalam rangka menyalurkan amanat nasabah untuk transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka. Wakil Pialang Berjangka. melaksanakan sebagian fungsi Pengelola Sentra Dana Berjangka. Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka. melaksanakan sebagian fungsi Penasihat Berjangka.

c.Dasar Hukum • • • PP No. Nama tenaga ahli yang telah memiliki Sertifikat Pelatihan di bidang perdagangan berjangka komoditi. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka diajukan kepada Bappebti. Pelaksanaan kegiatan sebagai Pedagang Berjangka hanya dapat dilakukan setelah memperoleh Sertifikat pendaftaran dari Bappebti disertai dengan dokumen/keterangan sebagai berikut : a. Wakil Penasihat Berjangka. 156 . Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/ 99 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka. dengan menyertakan : a. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Permohonan Izin sebagai Wakil Pialang Berjangka. Sertifikat pendidikan formal . Tanda lulus ujian yang diselenggarakan oleh Bappebti sesuai dengan bidangnya masing-masing . c. Wakil Pialang Berjangka. Penasihat Berjangka. Rekomendasi dari Pialang Berjangka atau Penasihat Berjangka atau Pengelola Sentra Dana Berjangka yang bersangkutan. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 07/BAPPEBTI/Kp/X/1999 tanggal 28 Oktober 1999 tentang Perizinan Pialang Berjangka. b. 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. Tanda Keanggotaan Bursa Berjangka . b. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Pengelola Sentra Dana Berjangka.

Perusahaan Penjualan Ber jenjang adalah perusahaan yang melakukan kegiatan penjualan secara berjenjang. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) Pengertian Penjualan Berjenjang adalah suatu cara atau metode penjualan secara berjenjang kepada konsumen melalui jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh perorangan atau badan usaha yang memperkenalkan barang dan/atau jasa tertentu kepada sejumlah perorangan atau badan usaha lainnya secara berturut-turut yang bekerja berdasakan komisi atau iuran keanggotaan yang wajar. Penjual adalah anggota mandiri jaringan pemasaran yang memasarkan barang dan/atau jasa milik perusahaan berdasarkan komisi dan/atau bonus. 157 .Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku Izin Wakil Pialang Berjangka. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka adalah selama yang bersangkutan masih aktif menjalankan kegiatan sesuai dengan fungsinya dan bekerja pada perusahaan yang mempekerjakannya.

Tanda Daftar dan/atau izin dari Departemen Teknis atas barang dan/atau jasa yang dipasarkan. Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemerintah Daerah setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan berdasarkan Undang-undang Gangguan (HO). Permohonan IUPB diajukan dengan mengisi Formulir Surat Permohonan Izin Usaha Penjualan Berjenjang (SP-IUPB) dengan menggunakan formulir dan melampirkan copy dokumen : a. d.Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 73/ MPP/Kep/3/2000 tanggal 20 Maret 2000 tentang Ketentuan Kegiatan Usaha Penjualan Berjenjang. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan. Brosur. f. h. b. c.. atau katalog dan daftar harga barang dan/atau jasa. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Perusahaan Penjualan Berjenjang harus berbentuk badan hukum (Perseroan Terbatas) dan wajib memiliki Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB). Salinan Akta Notaris Pendidikan Perseroan Terbatas (PT). leaflet. j. e. Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan. Surat Keputusan pengesahan Badan Hukum PT dari instansi berwenang atau copy data akta pendirian perseroan dan copy bukti setor biaya administrasi pembayaran proses pengesahan badan hukum bagi PT yang belum berbadan hukum. g. 158 . Pasfoto Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan sebanyak 2 (dua) lembar ukuran 4x6 cm. i. Program pemasaran. Surat Perjanjian Penjualan Berjenjang.

perusahaan harus memenuhi ketentuan sekurang-kurangnya : a. bonus. Ketentuan tentang komisi. c. Mempunyai barang dan/atau jasa yang memenuhi ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku. Hak dan kewajiban para pihak. Perjanjian antara Perusahaan Penjualan Berjenjang dengan Penjual sekurang-kurangnya memuat klausula mengenai : a. Dalam melakukan kegiatan usahanya.Untuk dapat melakukan kegiatan usaha Penjualan Berjenjang. Menerbitkan daftar harga jual barang dan/atau jasa yang dinyatakan dalam rupiah (RP) untuk diperlihatkan kepada konsumen. i. dan penghargaan lainnya. Pemutusan dan perpanjangan perjanjian. bantuan pelatihan dan fasilitas yang diberikan perusahaan. Memberikan jaminan atas mutu dan pelayanan purna jual kepada konsumen terhadap barang dan/atau jasa yang dijual. f. transparan dan sesuai dengan kode etik. d. Program pembinaan. b. dan kesempatan memperoleh penghasilan bagi Penjual. Barang dan/atau jasa serta spesifikasinya yang akan dipasarkan. b. alamat dan tempat kedudukan para pihak . 159 . d. Memberikan tenggang waktu selama 7 (tujuh) hari kerja kepada penjual atau konsumen untuk mengembalikan barang dan/atau jasa apabila ternyata barang dan/atau jasa tersebut tidak sesuai dengan yang diperjanjikan. Program pemasaran barang dan/atau jasa. dan Membuka peluang usaha. Mempunyai program pemasaran barang dan/atau jasa yang jelas. Mempunyai alamat kantor yang jelas. Jangka waktu perjanjian. j. h. b. Nama. Perusahaan Penjualan Berjenjang wajib memenuhi ketentuan : a. dan Penyelesaian perselisihan. g. c. e. Ganti rugi pembatalan pembelian (Buy Back Policy). c.

Perusahaan Penjualan Berjenjang. Dalam melakukan kegiatan usaha Penjualan Berjenjang. c. dilarang : a. Mengharuskan penjual untuk membeli barang dan/atau jasa guna dipasarkan atau pemakaian sendiri dalam jumlah besar melebihi kemampuan penjual. Perusahaan Penjualan Berjenjang wajib menyampaikan keterangan secara lisan atau tertulis dengan benar kepada calon Penjual sekurang-kurangnya mengenai : a. dan g. Menjual barang dan/atau jasa secara tidak benar atau berbeda atau bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya. Sebelum membuat perjanjian. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi Penjual. Mutu barang dan/atau jasa serta spesifikasinya yang akan dipasarkan. Identitas perusahaan. Program pembinaan. dengan mengembalikan uang sebesar harga jual perusahaan ke-penjual dikurangi biaya administrasi. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua penjual untuk berprestasi. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan untuk membentuk penjual yang profesional. bantuan pelatihan dan fasilitas yang diberikan Perusahaan Penjualan Berjenjang. Program pemasaran barang dan/atau jasa. f. c. b. d. sehubungan dengan penjualan berjenjang dan/atau jasa sesuai dengan kesepakatan. e. e. Hal-hal lain yang perlu diketahui dalam rangka pelaksanaan usaha Penjualan Berjenjang. Perjanjian Penjualan Berjenjang . 160 . b. Menarik dan/atau mendapatkan keuntungan melalui uang pendaftaran keanggotaan dalam jumlah yang besar. Membatalkan penjualan barang dan/atau jasa yang tidak terjual oleh penjual yang berhenti melakukan kegiatan Penjualan Berjenjang.d. tidak rasional dan lebih dari 1 (satu) kali. f.

Melakukan perdagangan yang dikaitkan dengan penghimpunan dana masyarakat. • Biaya Pengurusan Pengurusan IUPB tidak dikenakan biaya. e. pemberian imbalan atau kompensasi yang tidak wajar. 161 . dan Melakukan kegiatan usaha perdagangan di luar izin yang diberikan.d. IUPB berlaku selama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang setiap kali untuk jangka waktu yang sama dengan memperhatikan hasil evaluasi kinerja Perusahaan Penjualan Berjenjang. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku • • Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) diterbitkan dalam waktu 10 (sepuluh hari) sejak diterimanya surat permohonan IUPB dan dokumen secara lengkap dan benar. Perpanjangan IUPB diajukan 2 (dua) bulan sebelum masa berlaku IUPB yang bersangkutan berakhir. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi IUPB diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dan berlaku untuk seluruh wilayah Republik Indonesia.

.

No. Peraturan Pemerintah. Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.Sertifikasi. II. SK Menperindag 10. Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan. No. Pedoman Pengarahan Lokasi bagi Kegiatan Industri. 171/M/SK/8/1993 Tanggal 18 Agustus 1993 No. 11. 3. Izin Perluasan. No. Keputusan Presiden.108/MPP/Kep/5/1996 tentang Standardisasi. dan Tanda Daftar Industri.Lampiran 1 Daftar Undang-Undang. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di lingkungan Depperindag. 1. Standardisasi. 425/MPP/Kep/9/1998 Tanggal 10 September 1998 SK Menperindag 6. 148/M/SK/7/1995 Tanggal 11 Juli 1995 SK Menperin 5. Persyaratan Teknis Industri dan Perdagangan Air Minum dalam Kemasan. Nomor dan Tanggal Bidang Perindustrian Peraturan Pemerintah PP Nomor 102 tahun 2000 Tanggal 10 November 2000 SK Menteri No. dan Pengawasan Mutu Produk di Lingkungan Depperindag. 589/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 13 Oktober 1999 SK Menperindag 13. Keputusan Menteri. 167/MPP/Kep/5/1997 Tanggal 28 Mei 1997 No. 280/Kpts/Um/6/73 Tanggal 11 Juni 1973 No. 8. 384/MPP/Kep/8/1999 Tanggal 18 Agustus 1999 SK Menperindag SK Menperindag 12.359/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 8 Oktober 1997 No. 108/MPP/Kep/5/1996 tentang Standardisasi. No. 108/MPP/Kep/5/1996 Tanggal 22 Mei 1996 No. Perubahan Kedua atas Keputusan No. SK Menperindag SK Menperin 4. A I. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di lingkungan Depperindag. 275/MPP/Kep/6/1999 Tanggal 24 Juni 1999 No. 44/M/SK/3/1995 Tanggal 20 Maret 1995 Tentang Keterangan Standardisasi Nasional Prosedur Permohonan Pendaftaran dan Izin Pestisida. Tata Cara Pemberian Izin Usaha Kawasan Industri dan Izin Kawasan Industri. No. Impor. Perubahan Pasal 23 Keputusan Menperindag No. Sertifikasi. Pengawasan dan Pengendalian Produksi. SK Mentan 2. 590/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 13 Oktober 1999 SK Menperindag . 7. Akreditasi. 50/MPP/Kep/2/1997 Tanggal 20 Pebruari 1997 No. Sertifikasi. dan Pejabat Eselon I yang Mengatur Perizinan/Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan No. Penetapan Jenis-Jenis Industri dalam Pembinaan Masing-Masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pembinaan Izin Bidang Industri dan Perdagangan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 9. Industri Kendaraan Bermotor. Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. Keputusan. 1.

2. 4. 3.No. Keputusan. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 14.Penerapan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dan Pengimporan Kendaraan Bermotor Pembinaan Industri Minuman Beralkohol Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan SK Sekjen SK Sekjen SK Kepala Bappebti SK Dirjen ILMEA SK Sekjen 6. Pedoman Teknis Pendaftaran Tipe. 682/Dirjen-IKAH/XII/1999 Tanggal 31 Desember 1999 No. Perubahan Atas Keputusan Menperindag No. 337/MPP/Kep/11/2001 Tanggal 30 November 2001 17. 007/SK/DJ-ILMEA/ VII/1999 Tanggal 24 Juli 1999 No. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka. 337/MPP/Kep/11/2001 Tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya) SK Menperindag 16.37512000/Rev. 9. 01/BAPPEBTI/KP/ IV/99 Tanggal 20 April 1999 No. Bidang Perdagangan Undang-Undang UU No. 631/SJ/SK/VIII/1999 Tanggal 23 Agustus 1999 Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Penunjukan Lembaga sebagai Laboratorium Penguji Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka Tata Cara dan Persyaratan Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor Perubahan atas Keputusan Sekjen No. 442/MPP/Kep/5/2002 Tanggal 23 Mei 2002 SK Menperindag II. 407/SJ/SK/VI/1996 Tanggal 21 Juni 1996 No. 153/MPP/Kep/5/2001 Tentang Penerap an Secara Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai SK Menperindag Bahan Makanan (SNI. 2 Tahun 1981 Tanggal 2 Pebruari 1981 UU No. No.027/SK/DJ-ILMEA/XII-/1999 Tanggal 8 Desember 1999 No. 5. 2. 323/MPP/Kep/11/2001 Tanggal 20 November 2001 Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan (SNI 01. 677/SJ/SK/IX/1996 Tanggal 24 September 1996 No. Wakil Penasihat Berjangka. 3 Tahun 1982 Tanggal 01 Pebruari 1982 Pergudangan Metrologi Legal Wajib Daftar Perusahaan . No.1995 dan Revisinya) Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya) Perubahan Atas Keputusan Menperindag No. 119/SJ/II/2001 Tanggal 19 Februari 2001 SK Dirjen ILMEA 8. 07/BAPPEBTI/KP/X/1999 Tanggal 28 Oktober 1999 SK Kepala Bappebti 7. No. 3. Wakil Pialang Berjangka. No. No. Surat Edaran Dirjen IKAH Surat Edaran Sekjen B. 407/-SJ/VI/1996 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Perizinan Pialang Berjangka. SK Pejabat Eselon I No. Penasihat Berjangka. 01-3751-2000/ Rev. 11 Tahun 1965 Tanggal 14 Juni 1965 UU No. 1. 1. 153/MPP/Kep/5/2001 Tanggal 2 Mei 2001 No. I. 1995 dan Revisinya) SK Menperindag 15. Pengelola Sentra Dana Berjangka.

295/M/SK/VII/1982 Tanggal 7 Juli 1982 No. KEP-416/MEN/1990 Tanggal 2 Agustus 1990 Memberikan Izin Mempekerjakan Tenaga Peraturan Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang. No. 2. 378/Kp/XI/1988 Tanggal 21 Nopember 1988 No.No. 5. 73/Kp/V/1993 Tanggal 27 Mei 1993 . Direksi PT (Persero) Pengelola Kawasan Berikat Indonesia.Kerja ker. Peraturan Pemerintah PP No. Penyederhanaan Ketentuan Masa Berlaku Angka Pengenal Impor Terbatas (APIT). Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah. 75/KP/I/1983 Tanggal 25 Januari 1983 No. Terakhir dengan Keppres No. 8/1997 Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi.Mendagkop SK. 24 Tahun 1998 Tanggal 14 Pebruari 1998 PP No. Keputusan. 9 Tahun 1999 Tanggal 27 Januari 1999 Keputusan Presiden Keppres No.Menteri Tenaga an Wewenang kepada Kepala Kanwil Depna. 34/Kp/II/1980 Tanggal 1 Pebruari 1980 No. 2. 1. Mendag SK Mendag Penyederhanaan Ketentuan-Ketentuan SK Mendag Pengakuan dan Pengurangan Pengakuan Keagenan Tunggal Kendaraan Bermotor dan Alat-alat Besar serta Keagenan Tunggal Alat-alat Elektronika dan Alat-alat Listrik untuk Rumah Tangga. 9. 1. 77/Kp/III/1978 Tanggal 9 Maret 1978 No. Perizinan Kegiatan Usaha Sewa Beli (Hire Purchase). dan Sewa (Renting) Biaya Retribusi Pengeluaran Formulir Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Survey Ketentuan-Ketentuan tentang Keagenan Tunggal Wajib Daftar Organisasi Usaha Niaga/ Asosiasi di Indonesia SK. 428/M/SK/XII/1987 Tanggal 23 Desember 1987 Ketentuan mengenai Kegiatan Perdagangan Terbatas bagi Perusahaan Produksi Dalam Negeri Dalam Rangka Penanaman Modal. No. Keputusan Menteri No.Mendagkop 2. Menteri Tenaga Kerja Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/ MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing. dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah. PER-03/MEN/1990 Tanggal 14 Juni 1990 No. No. 155/Kp/IV/1980 Tanggal 22 April 1980 No. IV. 6 Tahun 1999 Tanggal 11 Januari 1999 Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan atas Keppres No. III. 1. KEP-208/MEN/1992 Tanggal 13 Juni 1992 Prosedur Pemberian Izin Mempekerjakan Keputusan Tenaga Kerja WNA Pendatang dan Pelimpah. SK. 7. 6. Direksi PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara. Mendagkop 3. SK Mendag 8. Ketentuan Tarif dan Pengelolaan Biaya Administrasi Wajib Daftar Perusahaan SK Mendag 12. SK Mendagkop 4. Keputusan Menteri Tenaga Kerja 10. 476/Kp/IX/1981 Tanggal 7 September 1981 No. 16 Tahun 1994 Tanggal 22 Maret 1994 Keppres No. Jual Beli dengan Angsuran. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan II. Kepala Kanwil Depparpostel. 11. 16/1994 tentang APBN. SK.

Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan. No. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 13. Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagai mana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 22. 57 Tahun 1997 Tanggal 12 Mei 1997 No. Pemberian Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Bahan Penolong & Bagian/Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar. 108/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 28.01/1997 Tanggal 29 Juli 1997 No. 23. No.516/MPP/Kep/11/1998 Tanggal 5 Nopember 1998 No. Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Pasar Modern Penyempurnaan Keputusan Menperindag No. No. 575/MPP/Kep/VIII/2002 Ketentuan Ekspor Kopi SK Menperindag 14. 29/MPP/Kep/1/1999 Tanggal 22 Januari 1999 SK Menperindag .360/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 8 Oktober 1997 No. 26. 184/MPP/Kep/5/2000 Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan. Penataan dan Pembinaan Pergudangan. 21. 14/MPP/Kep/1/1998 Tanggal 19 Januari 1998 SK Menperindag SK Menkeu 18. 231/MPP/Kep/7/1997 Tanggal 4 Juli 1997 No. 105/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 No. 17.12/MPP/Kep/1/1998 Tanggal 16 Januari 1998 No.402/MPP/Kep/11/1997 Tanggal 3 Nopember 1997 No. No. 107/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 No. 19. 373/KMK. 42/MPP/Kep/2/1997 tentang Penetapan PET Ketentuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu). 405/MPP/Kep/11/1997 tentang Penyempurnaan Keputusan Menperindag No. SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 24. 29. No. Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 61/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 3 Februari 1998 No. 230/MPP/Kep/7/1997 Tanggal 4 Juli 1997 SK Menperindag dan Mendagri SK Menperindag 15. 42/MPP/Kep/2/1997 Tanggal 13 Februari 1997 Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Sebagaimana Telah Di ubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No. Penyempurnaan Keputusan Menperindag No 42/MPP/Kep 2/1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Ter tentu sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag No.558/MPP/Kep/12/1998 Tanggal 4 Desember 1998 SK Menperindag SK Menperindag 30. 62/MPP/Kep/2/2001 Prosedur Impor Limbah. 16. 259/MPP/Kep/7/1997 Tanggal Juli 1997 No. 20. Ketentuan dan Tata Cara Pelaksana Usaha Waralaba Tata Cara Pemberian SIUP Minuman Beralkohol Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan Ketentuan Perizinan Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Keputusan. 25.420/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 31 Oktober 1997 No. 145/MPP/Kep/5/1997 No. 27. 405/MPP/ Kep/11/1997 Penyelenggaraan Kemetrologian. No.No.

Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK.78/MPP/Kep/3/2001 Tanggal 2 Maret 2001 No. 35. No. SK Menperindag 32. 253/MPP/Kep/7/2000 Tanggal 4 Juli 2000 No. SK Menperindag Perubahan Keputusan Menperindag No. sebagaimana telah beberapa kali diubah. 45. 253/MPP/Kep/7/2000 Persyaratan Impor Kendaraan Bermotor dalam Keadaan Utuh (CBU). 202/MPP/Kep/5/1999 Tanggal 26 Mei 1999 Ketentuan dan Tata Cara Permohonan Fasilitas Dalam Rangka Pelaksanaan Perjanjian Basic Agreement on The ASEAN Industrial Cooperation. terakhir dengan Keputusan Menperindag No. Keputusan. 141/MPP/Kep/3/2002 Tanggal 6 Maret 2002 No. No. Perubahan Keputusan Menperindag No. 42. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Ketentuan Ekspor Pasir Laut SK Menperindag 39. 42/MPP/Kep/2/1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu (PET). 251/MPP/Kep/6/1999 Tanggal 11 Juni 1999 No. 441/MPP/Kep/5/2002 Tanggal 23 Mei 2002 40. sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/ Kep/2/2000. 48. 184/MPP/Kep/5/2000 Tanggal 29 Mei 2000 38. 49/MPP/Kep/2/2000 Tanggal 25 Februari 2000 No.No. SK Menperindag SK Menperindag 36. 46. 61/MPP/Kep/12/1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian.550/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 5 Oktober 1999 No. No. 121/MPP/Kep/2/2002 Tanggal 25 Februari 2002 No. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 31. Perubahan Keputusan Menperindag No. Menperindag SK Menperindag SK Menperindag . 254/MPP/Kep/7/2000 Tanggal 4 Juli 2000 No. 47. SK Menperindag 34.192/MPP/Kep/6/2000 Tanggal 2 Juni 2000 Perubahan Keputusan Menperindag Nomor SK Menperindag 230/MPP/Kep/7/1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya. 41. 37. Angka Pengenal Impor Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag No. 172/MPP/Kep/5/2001 Tanggal 17 Mei 2001 No. SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK. No. 43. 50/MPP/Kep/2/2000 Tanggal 25 Februari 2000 SK Menperindag 33.230/ SK Menperindag MPP/Kep/7/1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya. 311/MPP/Kep/10/2001 Tanggal 30 Oktober 2001 No. Ketentuan Kegiatan Usaha Penjualan Berjenjang. 290/MPP/Kep/ 6/1999. Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tentang Angka Pengenal Importir (API) Tata Niaga Impor dan Peredaran Bahan Berbahaya Tertentu Pedoman Standar Perdagangan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian &Perdagangan Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag Nomor: 78/MPP/Kep/3/2001 Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan. 111/MPP/Kep/2/2002 Tanggal 21 Februari 2002 No. No. 263/MPP/Kep/8/2001 Tanggal 31 Agustus 2001 No. 44. 73/MPP/Kep/3/2000 Tanggal 20 Maret 2000 No.

No. Nomor dan Tanggal No. 51. Menperindag 52. Keputusan. 594/MPP/Kp/VIII/2002 Tanggal 16 Agustus 2002 SK Menperindag . 50. 558/MPP/Kep/12/1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor sebagaimana telah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 575/MPP/Kep/VIII/2002 Tanggal 6 Agustus 2002 Tentang Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) Ketentuan Impor Cengkeh Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag No. No. Menperindag SK. Menperindag SK. 456/MPP/Kep/6/2002 Tanggal 10 Juni 2002 No. 443/MPP/ Kep/5/2002 Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Penilaian Keterangan SK. 49. 528/MPP/Kep/7/2002 Tanggal 5 Juli 2002 No.

(021) 5251127.(021) 3858204.id 3. Elektronika dan Aneka (ILMEA) 4.VI Jakarta Pusat Telp. 5255509 Pes. . III Jakarta Pusat Telp. 5200700.id 5. Gatot Subroto Kav.M. 1192 Fax.I.(021)3857338 E-Mail : djdagri@. (021) 3846106 E-Mail : men-indag@. Jend. (021) 5201606 Jl. 5 Blok I an Luar Negeri (PLN) Lt. 52-53 Lt. 52-53 Lt. Sekretaris Jenderal Jl. 5251149.Jl. Ridwan Rais No. (021) 3848667. 3858171-5 Pes. 3456318.go. Ridwan Rais No. 4003 Fax. 52-53 Lt II Jakarta Selatan Telp.(021)3858183. (021) 5250954. (021) 3858191 E-Mail : djdaglu@. IX Jakarta Selatan Telp. Jend. Gatot Subroto Kav.I. Ridwan Rais No. 2300. Pejabat Departemen Perindustrian dan Perdagangan PUSAT Menteri Perindustrian dan Perdagangan Alamat 1. M. (021) 5256458.go.Lampiran 2 DAFTAR NAMA DAN ALAMAT KANTOR PEJABAT PENERBIT IZIN DAN/REKOMENDASI SEKTOR INDUSTRI DAN PERDAGANGAN NO.id Jl. M.5255509 Pes. A.id 2. 1001. Mesin. 2101. 1200 Fax. Gatot Subroto Kav. 1103 Fax. 5 Blok I an Dalam Negeri (PDN) Lt. Direktur Jenderal Industri Logam.dprin.go. Jl. 3860940 3858171-5 Pes.Jl. 1104.IV Jakarta Pusat Telp. 5255509 Pes.id Direktur Jenderal Perdagang.go. (021) 5252978 E-Mail : djilmea@dprin. Direktur Jenderal Perdagang. 5 Blok I Lt.go. 4001 Fax.I.dprin. (021) 5250906 E-Mail : sj-indag@dprin. 4049 Fax. II Jakarta Selatan Telp. Jend. 3841961-2 Pes.

5 Blok I Lt. Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan 11. 5 Blok II Lt. 52-53 Lt. (021) 3858194 .(021)3858185.NO. Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi 9. Direktur Metrologi 10. 6. (021) 3858207 E-Mail : dirpip-daglu@. (021) 3858194 E-Mail : diri-daglu@. V Jakarta Pusat Telp.I.id Gedung Bumi Daya Plaza Lantai IV Jl. 61 Jakarta Pusat Telp. 1145 Fax.id Jl.id Jl. 3858171 – 5 Pes. 1131 Fax.go.I. 3156369. Ridwan Rais No.id Jl. 5255509 Pes.id 7.go. M. 5 Blok II Lt.go.id Jl. (021) 3858188 . XX Jakarta Selatan Telp. M.Bandung Telp. 3858171-5 Pes. (021) 5252690.go. Ridwan Rais No. (021) 3453114 E-Mail : dirbup-dagri@dprin.I.dprin. 2129. 5 Blok II Lt. (021) 5252690 E-Mail : kapustan@dprin. 3156369 E-Mail : kabappebti@dprin.I.id Jl. M.dprin. Direktur Impor . 1155 Fax. Ridwan Rais No. Direktur Ekspor Produk Industri 13. IX Jakarta Pusat Telp. 1108.I.id Jl. Gatot Subroto Kav.go. Ridwan Rais No.V Jakarta Pusat Telp. 3858171 Pes.go.go. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) 8. Jend. 5 Blok I Lt. 1156 Fax. Pasteur No. 4233930. VIII Jakarta Pusat Telp. (022) 4207035 E-Mail : dirm-dagri@dprin. (021) 3858185 E-Mail : djklipi@.go. (021) 3458329 E-Mail : dirppk-daglu@.3156365 Fax. (022) 4203597. Fax.dprin.dprin. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan 12. IX Jakarta Pusat Telp. Imam Bonjol No. M. Ridwan Rais No. Pejabat Direktur Jenderal Kerja sama Industri dan Perdagangan Internasional (KIPI) Alamat Jl. 3858171-5 Pes. 3858171-5 Pes. 27 . M. 4075 Fax. (021) 3858201. (021) 3458329.1192 Fax.

28. 4525566 Fax. Cut Mutia No. Jend. Parman No.go. 23300 Fax. (061) 4150067 E-mail : kakw-sumut@dprin. Banda Aceh Telp.go.id Jl. Palembang Telp. (0741) 62320.dprin. 23343 E-mail : kakw-sumbar@dprin. (0721) 481440 E-mail : kakw-lampung@dprin. (021) 3450071 E-Mail : dirfei-daglu@. Letjen Suprato No. 350302 E-mail : kakw-sumsel@dprin.id Jl.id 2. Kepala Dinas Perindag Nangroe Aceh Darussalam Jl.go. 1169Fax.3858171-5 Pes.(021)3450071. M. Padang Telp. 7. S. Pepaya No. Bengkulu Telp. (021) 45848014 E-mail : kakw-dki@dprin. Rivai No. Bandar lampung Telp. Putri Hijau No. (0721) 487310. 21028. Kepala Dinas Perindag Propinsi Riau Kepala Dinas Perindag Propinsi Jambi 6. 21.I.go.go. VIII Jakarta Pusat Telp. (0751) 21829.id DAERAH 1. Kapten A. 5 Blok II Lt. (0736) 21275. 350302 Fax.NO.go.id Jl.id Jl. (0651) 29464 E-mail :kakw-aceh@dprin.Sudirman No.go. (0751) 37192.47. 23 – B.go. Medan Telp. 65529. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Barat 4.Jakarta Utara Telp. 487311 Fax.id Jl. Pocut Baren No. Kepala Dinas Perindag Propinsi Bengkulu 8. Kepala Dinas Perindag Propinsi DKI Jakarta . 37192 Fax.id Jl. (0761) – 22900. Kepala Dinas Koperindag Propinsi Lampung 9. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Utara 3. 14. 62842 Fax. Perintis Kemerdekaan BGR 1/3 Kelapa Gading . 21287 Fax.go. (0761) – 28066 E-mail : kakw-riau@dprin. Ridwan Rais No. Jambi Telp.11.id Jl.(0711) – 310447. Pekanbaru Telp. (0711) – 350408.go. 23. 63. (0741) 62627 E-mail : kakw-jambi@dprin. 35408. (021) 45848012 Fax. (061) 4525655.id Jl. 22716 Fax. (0651) 29464. 6. (0736) 26272 E-mail : kakw-bengkulu@dprin. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Selatan 5. Pejabat Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Alamat Jl.

17.21650 Fax.315650. R.id Jl.go. (031) 8432417. (031) 8432417 E-mail : kakw-jatim@dprin. Kusumanegara No. Yogyakarta Telp. Pejabat Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Barat Alamat Jl. (0411) 323368. Bandung Telp. 8433967 Fax.id Jl.323515 Fax. (0431) 851756.go. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Utara 19.go. 54213.id Jl.(0451) 425265. 133. 4204022 E-mail : kakw-jabar@dprin. Yogyakarta 13.8316738.A. 851423 Fax.id Jl. Kartini No. Ujung Pandang No.421630 Fax.772075 Fax.go.id Jl. 4204021 Fax. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Kalimantan Timur 18. 4. (0274) 512437. 3. Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Selatan 17.go. 747161 Fax.454935 E-mail : kakw-sulteng@dprin. (0536) 29819. (0541) 742482. Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Timur 14. Palu Telp. 41 Banjarmasin Telp. Pontianak Telp.I. Pahlawan No.8311707 Fax. 2.id Jl. (0274) 514206. Sultan Syahrir No. (022) 4230929.NO. (0561) 766127.go. Manado Telp. 514207 E-mail : kakw-diy@dprin. Surabaya Telp. Panjaitan No.id 11. Asia Afrika No. 563892 Fax. Makasar Telp. Yos Sudarso . Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Tengah 16.go.8316887 E-mail : kakw-jateng@dprin.(024)8311708. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Sulawesi Tengah 20.id Jl. Semarang Telp.go.id Jl. (0411) 324367 E-mail : kakw-sulsel@dprin. Basuki Rachmat No. (024) 8313428. Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Barat 15. 25.go. (0511) 54219.Palangkaraya Telp.772480 E-mail : kakw-kalsel@dprin. Siwalankerto Utara II/42. 146. D. 732610 Fax. Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Tengah 12.id Jl.id Jl.go. (0536) 29819. (022) 4230929. Kepala Dinas Perindag Propinsi D.go.I.422330. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Selatan . (0431) 851423 E-mail : kakw-sulut@dprin.21512 E-mail : kakw-kalteng@dprin. (0541) 742495 E-mail : kakw-kaltim@dprin. Samarinda Telp. Tololiu Supit No. 10. (0451) 454564. (0561) 766128 E-mail : kakw-kalbar@dprin. (0511) 54219. 55.

go.id Jl. Kepala Dinas Perindag dan Koperasi Propinsi Maluku Utara Kepala Dinas Perindagkop PKM dan Penanaman Modal Propinsi Bangka 30. 25 .NO. Gorontalo Telp. Ambon Telp. (0254) 201655 Fax. (0717) 92242 22. (0361) 223095 E-mail : kakw-bali@dprin.633736 E-mail : kakw-ntb@dprin.id Jl. (0380) 833144 E-mail : kakw-ntt@dprin. 531435 Fax. Yani No. (0380) 833144. W. (0911) 352668. (0435) 831606 Fax. Matahari No. (0967) 531054. (0435) 831607 Jl. Bangka Telp. 5 . Kartini No. 633736 Fax.go. Raya Puputan Niti Mandala Renon.id Jl.J. (0717) 92176. 50. Kepala Dinas Perindag Propinsi Bali 23. H.id Jl. Kepala Dinas Perindagkop naker Propinsi Gorontalo 29. 532604 E-mail :kakw-irja@dprin. Letnan Jidun No. 116.go. A. . 16. Mataram Telp.go. Kepala Dinas Perindag Propinsi Papua 27. 21.id Jl. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Banten 28.341005 Fax. Telp. (0967) 534231. Hajar Dewantoro No.go. 61. 821054.id Jl. Pejabat Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Tenggara Alamat Jl. 7 Sungai Liat. (0401) 321783 E-mail : kakw-sultra@dprin. Stadion No. Lalamentik Oepoi. 4 A Kapandean. Kupang Telp. (0370) 623290. Serang. (0401) 321783.go. Kendari Telp.Bali Telp. (0361) 223096. R. Ternate Maluku Utara Telp. Langko No.Jayapura Telp.Denpasar . Kepala Dinas Perindag Propinsi Maluku 26. Kepala Dinas Perindag Propinsi Nusa Tenggara Barat 24. 223097 Fax. 321593 Fax. 832832 Fax. (0370) 633646. K. (0911) 341005 E-mail : kakw-maluku@dprin.A. 92249 Fax. (0921) 328568 Jl. (0254) 201655 Jl. Abdullah Silondae No. Kepala Dinas Perindag Propinsi Nusa Tenggara Timur 25.H.

462048 Fax. 462462. 8580009-11. 3. Lain-Lain 1.I. Komisi Pestisida . Kawasan Berikat Nusantara Jl. Raya Cakung-Cilincing Km. Tanjung. (021) 44820909 Fax. Priok . (0778) 462240. AUP. Gedung D lantai VIII Jl. Pasar Minggu Jakarta Selatan 3. Panjaitan Kav. Pasar Minggu Jakarta Selatan Telp. D. (021) 8580038 2. 5. (021) 8580043. (0778) 462047. 24 Kebon Nanas . 7806213 Telpfax. 85800034 Fax. Harsono RM No. Bina Perlindungan Tanaman Lab. 7816086 Kantor Pusat Pertanian. 7805652.NO.Jakarta Utara 14140 Telp. Departemen Pertanian Jl. Dit. (021) 7819117. PT.Jakarta Timur 13410 Telp. Pejabat Alamat Otorita Batam Kantor Pusat : Gedung Bida Batam Centre Batam Telp. (021) 44820223 D/a. 462456 Perwakilan (Jakarta) : Jl.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful