PETUNJUK MENGURUS IZIN DAN REKOMENDASI Sektor Industri dan Perdagangan

Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Website : http:\\www.dprin.go.id

Daftar Isi
Pengantar Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Departemen Perindustrian dan Perdagangan ...................... Sambutan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan ...................... Bab I Izin dan Rekomendasi di Bidang Perindustrian • • • • • • • • • • Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Perluasan ................. Izin Industri Minuman Beralkohol ................................. Izin Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ..... Tanda Daftar Industri (TDI) .......................................... Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) ............................................... Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) .............................................. Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan ....... Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum - Persyaratan Keselamatan ......... Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor ...... Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika ........ Rekomendasi Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika .............................. Rekomendasi untuk Mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B - 3 .......................................... 11 18 20 22 24 28 31 33 34

5

7

41

43 44
1

................. 76 Tanda Pendaftaran Gudang .... 99 Izin Tipe (IT) UTTP Asal Impor .................................................... 59 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ......................... 64 Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB) ......................... 86 Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) ................................................... 97 Surat Izin Tanda Pabrik (Ukuran.................. 46 51 52 53 Bab II Izin dan Rekomendasi di Bidang Perdagangan • • • • • • • • • • • • • • • • • 2 • Wajib Daftar Perusahaan (WDP) ....................................... Rekomendasi Pembebasan Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Penolong dan Bagian/Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar .................. 73 Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (IP3A) ................................. Jual beli dengan Angsuran dan Sewa ....................................................................................................... 80 Izin Usaha Sewa Beli (Hire Purchase)...................... 88 Surat Tanda Pendaftaran Keagenan ....................................... 68 Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) .................................................................................. 94 Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor ..... 101 .........Timbangan dan Perlengkapannya) ..... Persetujuan untuk Dapat Mengikuti Skema AICO (Asean Industrial Cooperation) .................. 82 Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi ........................................... 89 Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) ...• • • • Rekomendasi Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya...... Takaran. 72 Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) .......................... Rekomendasi Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru ........ 79 Surat Pengakuan Keagenan Tunggal ......................................... 84 Rekomendasi Izin Kerja (RIK) Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) Khusus untuk Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing ............................... 91 Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian ....................

.................... Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) .......................... Pengakuan Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) ........... Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya .... Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu) ...................................................................... Pengakuan Importir Umum Limbah ..................................• • • • • • • • • • • • • • • • • • Izin Reparasi UTTP ............................... Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) .................. Wakil Penasihat Berjangka.......... Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka ........... Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru ..................................................................... dan Pejabat Eselon I yang Mengatur Perizinan/Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan Daftar Nama dan Alamat Kantor Pejabat Penerbit Izin dan/ Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan • 3 ..... Angka Pengenal Importir (API) ...................................................... Izin Usaha Pialang Berjangka. Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka . Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu ...... Keputusan Menteri............. Peraturan Pemerintah. 103 104 108 110 113 128 132 133 135 137 142 144 146 148 149 152 155 157 Lampiran-lampiran • Daftar Undang-undang...................................................................... Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Kopi .............................................. Izin Ekspor Tekstil .... Keputusan Presiden............................................. Ketentuan Impor Cengkeh .............................. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka .......... Surat Keterangan Asal (SKA) ........... Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) ....................................... Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka.................................

.

Buku tersebut akan terus mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu disesuaikan dengan perkembangan dan kebijakan industri dan perdagangan agar isi yang disajikan tetap up to date. khususnya dunia usaha dalam pelayanan informasi. Menyadari akan hal itu. khususnya Biro Hukum dan Organisasi yang telah membantu hingga terbitnya buku ini. Ditengah situasi dan kondisi yang dihadapi bangsa kita yang belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi sekarang ini. Akhirnya.PENGANTAR Diantara tugas dan fungsi Biro Umum dan Hubungan Masyarakat yang harus diperankan. Jakarta. dalam kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak. adalah bagaimana Humas mampu memposisikan dirinya sebagai penghubung yang dapat menjembatani kepentingan antara pemerintah dan masyarakat. Oktober 2002 Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat FAUZI AZIZ 5 . dengan harapan dapat memberi manfaat bagi pengembangan sektor industri dan perdagangan di tanah air. peran Humas kian menjadi penting dan strategis dalam hal menyajikan berbagai informasi yang terkait dengan kebijakan dan langkah-langkah yang telah dan akan ditempuh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Biro Umum dan Hubungan Masyarakat menerbitkan buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan yang merupakan penyempurnaan buku yang sama terbitan tahun 2000.

.

telah menyebabkan pertumbuhan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi kebutuhan pasar kerja. ekonomi biaya tinggi.SAMBUTAN SEKRETARIS JENDERAL Saya menyambut gembira diterbitkannya buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan yang diprakarsai oleh Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Upaya tersebut saya nilai positif. Sedangkan kendala internal. khususnya dunia usaha untuk memahami berbagai peraturan perizinan yang menyangkut bidang industri dan perdagangan. terutama negara-negara tujuan ekspor Indonesia yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan dunia usaha di tanah air. pemerintah mengambil langkah-langkah jangka pendek dan menengah. dengan prioritas utama yang berbasis sumber daya alam dalam negeri. Sektor industri dan perdagangan yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional tengah menghadapi berbagai kendala eksternal dan internal. Kita menyadari bahwa situasi dan kondisi negara kita hingga saat ini belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi yang telah berlangsung lebih kurang lima tahun. karena keberadaan buku ini akan memberi kemudahan bagi masyarakat. seperti kurangnya jaminan keamanan dan kepastian hukum. dengan memberikan berbagai kemudahan bagi dunia usaha. masalah ketenagakerjaan serta keterbatasan program pembiayaan di sektor riil akibat lambatnya restrukturisasi perbankan dan perusahaan. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan dan meningkatkan kinerja sektor industri dan perdagangan. khususnya 7 . Kendala yang bersifat eksternal adalah akibat masih rendahnya pertumbuhan ekonomi dunia. Untuk itu.

Dengan diterbitkannya buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan ini diharapkan dapat dijadikan panduan bagi dunia usaha dalam menjalankan usahanya.pada cabang-cabang industri yang dapat memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Oktober 2002 SEKRETARIS JENDERAL HARIYANTO EKOWALUYO 8 . Jakarta.

Bab I Izin dan Rekomendasi di Bidang Perindustrian 9 .

10 .

000. dengan keterangan sebagai berikut : • IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip diberikan kepada Perusahaan Industri untuk langsung dapat melakukan persiapan-persiapan dan usaha pembangunan. berlokasi di Kawasan Industri/Kawasan Berikat yang memiliki izin.. IUI terdiri atas dua jenis yakni IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip dan IUI Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip. IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip diharuskan bagi perusahaan industri yang jenis industrinya tidak tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 tanggal 11 Juli 1995 tentang Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya Tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta Tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan. pengadaan.(tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). 11 .000. setelah memenuhi ketentuan yang berlaku di Kawasan Industri/Kawasan Berikat.Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Perluasan 1. pemasangan instalasi/peralatan dan lain-lain yang diperlukan. • IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip diberikan kepada perusahaan industri yang . Izin Usaha Industri (IUI) Pengertian Izin Usaha Industri (IUI) adalah izin yang wajib diperoleh untuk mendirikan perusahaan industri dengan nilai investasi perusahaan seluruhnya di atas Rp 200. atau Tidak Berlokasi di Kawasan Industri/Kawasan Berikat. tetapi wajib membuat Surat Pernyataan (Formulir SP-1).

Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999. 12 . Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenisjenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. • Melampirkan fotokopi NPWP .- jenis industrinya tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 (seperti tersebut di atas) yang berlokasi di dalam atau di luar Kawasan Industri/ Kawasan Berikat yang memiliki izin. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. • • • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip a. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Untuk memperoleh Persetujuan Prinsip : • Mengisi formulir Model Pm-I . • Melampirkan fotokopi Akte Pendirian Perusahaan.

• Formulir Model Pm-II (informasi pembangunan proyek) . 13 . Departemen Perindustrian dan Perdagangan. • Surat Keterangan dari Balai Pertanian setempat bahwa sampel pupuk sedang dalam pengujian di lapangan . • Fotokopi KTP/Nama Direksi dan Dewan Komisaris . • Melampirkan fotokopi NPWP . • Fotokopi IMB .Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pupuk : • Hasil uji laboratorium (sampel pupuk) dari Balai Pertanian setempat . • Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan dari Kepala Pusat Sumber Daya. • Fotokopi UKL dan UPL atau SPPL . Wilayah dan Lingkungan Hidup Departemen Perindustrian dan Perdagangan. • Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan dari Kepala Pusat Sumber Daya. • Foto Copy izin UU Gangguan atau AMDAL Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pupuk : • Izin Industri yang akan berdiri perlu rekomendasi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Untuk memperoleh Izin Usaha Industri (IUI) : • Mengisi formulir model Pm-III . • Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM . • Surat Pernyataan memproduksi pupuk sesuai hasil analisis laboratorium . • Fotokopi Izin Lokasi . Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pestisida: • Surat Rekomendasi pembuatan bahan aktif pestisida atau formulasi pestisida yang dikeluarkan oleh Komisi Pestisida . • Fotokopi Persetujuan Prinsip . b. Wilayah dan Lingkungan Hidup.

• Peredaran dan pengawasan oleh Komisi Pestisida . Persyaratan khusus/tambahan untuk industri crumb rubber : • Surat Rekomendasi dari Direktorat Jenderal Perkebunan. serta peredaran dan pengawasannya . Departemen Kehutanan yang menyatakan tentang jaminan kontinuitas suplai bahan baku karet (BOKAR). IUI • • • • • Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi Formulir Model SP-I dan SP-II. Fotokopi IMB. Melampirkan fotokopi NPWP. Menteri Pertanian mengenai pendaftaran dan pemberian izin bahan aktif pestisida atau izin sementara formulasi pestisida.• Departemen Pertanian. 14 . Tembusan izin ditujukan ke Direktorat Jenderal IKAH. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Industri pupuk diperlukan : Surat keterangan uji laboratorium yang diakreditasi . Formulir Model Pm-II (informasi pembangunan proyek). Surat keterangan uji lapangan dan nomor pendaftaran dari Departemen Pertanian. 2. • Industri pestisida diperlukan nomor pendaftaran pestisida yang tercantum pada SK. Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM. Persyaratan khusus/tambahan industri pestisida : • Untuk industri yang akan berdiri diperlukan rekomendasi dari Komisi Pestisida .

Persetujuan Prinsip Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. Kepala Dinas Depperindag Tingkat Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang perindustrian. baik IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip. Biaya Pengurusan Untuk mengurus IUI. dibuktikan dengan berita acara pemeriksaan. Izin ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. Izin ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. Persetujuan Prinsip bukan merupakan izin untuk melakukan produksi komersial. 2. b. Izin Usaha Industri IUI Melalui Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. dengan masa berlaku selama-lamanya 4 tahun. Dalam 15 . tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Sekretaris Jenderal Depperindag bagi industri yang berada di Kawasan Industri. IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip a. IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima dan melakukan pemeriksaan ke lokasi perusahaan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1.

• Jenis industrinya terbuka bagi Penanaman Modal. • Penambahan kapasitas produksi sebesar-besarnya 30% di atas kapasitas produksi yang diizinkan . Perluasan lebih dari 30% dari kapasitas produksi yang telah diizinkan dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memiliki Izin Perluasan apabila : • Perluasan yang dilaksanakan masih dalam lingkup jenis industri yang tercantum dalam IUI-nya . • Hasil produksinya dimaksudkan untuk pasaran ekspor meskipun jenis industri tersebut dinyatakan tertutup bagi Penanaman Modal. Kepala Otorita Batam bagi industri yang berlokasi di Batam (Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 44/M/SK/3/1995 tanggal 20 Maret 1995 tentang Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. yang hendak melakukan perluasan industrinya wajib memperoleh Izin Perluasan. penerbitan IUI dilaksanakan oleh Kantor Depperindag. baik yang Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip. Izin Perluasan Pengertian Setiap perusahaan industri yang telah memiliki IUI. Izin Perluasan tidak diperlukan apabila : • Perluasan yang dilaksanakan masih dalam lingkup jenis industri yang tercantum dalam IUI-nya . guna disahkan melalui penerbitan Izin Perluasan. Kegiatan perluasan ini wajib diberitahukan secara tertulis selambat-lambatnya 6 bulan sejak dimulainya produksi kepada pejabat yang mengeluarkan IUI yang telah dimiliki perusahaan tersebut. 16 .• • hal belum terbentuknya Dinas Tingkat Kabupaten/Kota. Ketua BKPM bagi industri yang berstatus PMA/PMDN. 2.

Rencana Perluasan Industri . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Perluasan dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenisjenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan . Izin Usaha Industri . Melampirkan Isian formulir model PM-V dan PM-VI . Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi formulir model SP-III . 2. Izin Usaha Industri . Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Melampirkan Isian formulir model SP-IV dan SP-V . 17 . • Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Bukti telah memenuhi persyaratan lingkungan terhadap AMDAL/UKL dan UPL. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. IUI • • • • • IUI • • • • Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi formulir model Pm-IV . Rencana Perluasan Industri. Izin Perluasan berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi.

Agro dan Hasil Hutan (Ditjen IKAH). tidak dikenakan biaya. di luar tanah dan bangunan tempat usaha.Biaya Pengurusan Untuk mengurus Izin Perluasan. Izin Usaha Industri dan Surat Tanda Pendaftaran Industri Kecil (STPIK)/Tanda Daftar 18 . anggur dan sejenisnya serta malt dan minuman mengandung malt tetap berada di Direktorat Jenderal Industri Kimia. penyelesaian perizinannya memerlukan rekomendasi/persetujuan terlebih dahulu dari Direktur Jenderal IKAH. pindah lokasi dan lain-lain. Oleh karena itu. Industri Minuman Beralkohol ini termasuk industri yang perlu diawasi dan dikendalikan karena dampaknya yang dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat. penggabungan. walaupun investasi seluruhnya. Kewenangan pembinaan industri minuman keras. perubahan/ penggantian pemilik. bagi Industri Minuman Beralkohol yang akan melakukan pembaharuan izin. Izin Industri Minuman Beralkohol Pengertian Industri Minuman Beralkohol adalah perusahaan industri yang memproduksi minuman beralkohol di dalam negeri. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Pejabat yang mengeluarkan Izin Perluasan adalah sama dengan pejabat yang mengeluarkan IUI yang telah dimiliki perusahaan yang bersangkutan. B dan C yang sudah tidak beroperasi lagi. kurang dari Rp 1 miliar. baik yang Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip. Bagi Industri Minuman Beralkohol Golongan A.

19 . diperbaharui. Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Laporan Realisasi Produksi dua tahun terakhir disertai dengan pembayaran cukai (PPN. Sertifikat Tanda Penggunaan SNI. diganti dan/atau dipindahkan lokasinya. Surat Persetujuan dari Bupati/Walikota. diarahkan berada di kawasan yang peruntukannya untuk industri yang sesuai dengan RUTR wilayah yang ditetapkan oleh Pemda setempat atau mendapat persetujuan dari Bupati/Walikota Kepala Daerah yang bersangkutan. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 171/M/SK/8/1993 tanggal 18 Agustus 1993 tentang Pedoman Pengarahan Lokasi bagi Kegiatan Industri . dilarang untuk dipindahtangankan. Industri Minuman Beralkohol yang berlokasi di daerah yang belum memiliki Kawasan Industri. apabila akan melakukan relokasi. • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • Izin Usaha Industri. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan.Industri (TDI) yang telah diperoleh. Keputusan Menperindag Nomor 359/MPP/Kep/10/ 1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Produksi. Surat Edaran Dirjen IKAH Nomor 682/DIRJEN-IKAH/ XII/1999 tanggal 31 Desember 1999 tentang Pembinaan Industri Minuman Beralkohol. Impor. Izin Usaha Industri atau STPIK/TDI dimaksud dicabut serta dinyatakan tidak berlaku. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). PPn-BM dan Cukai). Dokumen UKL/UPL.

Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Penerbitan Izin diperlukan hanya untuk industri yang pindah lokasi atau pindah kepemilikan. Pada Daftar Negatif Investasi (DNI) tertutup bagi PMA dan PMDN. Izin Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Pengertian Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) adalah air yang telah diolah/diproses dan dikemas serta aman untuk di konsumsi. dan berlaku selama perusahaan tersebut masih beroperasi. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • • Direktur Jenderal Industri Kimia. Agro dan Hasil Hutan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Industri Minuman Beralkohol dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah semua persyaratan lengkap dan benar diterima. 20 . Industri AMDK termasuk industri yang tidak tercakup dalam SK Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 tanggal 11 Juli 1995 tentang Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya Tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta Tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan. Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. sehingga pemberian izinnya harus melalui Persetujuan Prinsip terlebih dahulu.

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Surat Izin Pengeboran (SIP)/Surat Izin Penurapan dan Izin Pengambilan Air (SIPA) dari Dinas Pertambangan dan/atau Surat Keterangan/Perolehan Bahan Baku dari PDAM setempat bahwa bahan baku berasal dari sumber mata air yang belum diolah. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. 21 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Kimia. Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Industri AMDK dikeluarkan selambat-lambatnya 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 167/MPP/Kep/5/1997 tanggal 28 Mei 1997 tentang Persyaratan Teknis Industri dan Perdagangan Air Minum Dalam Kemasan. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Agro dan Hasil Hutan.Rencana lokasi pabrik AMDK harus berada di lokasi yang peruntukannya sesuai dengan RUTR dan/atau berada dekat mata air yang muncul secara alamiah di atas permukaan tanah.

Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan.(lima juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.. 5. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.000. 5. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. dengan nilai investasi perusahaan seluruhnya sebesar Rp. kecuali bila dikehendaki oleh perusahaan yang bersangkutan. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri.000.(lima juta rupiah) sampai dengan Rp 200. Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999.. • • 22 .000.(dua ratus juta rupiah). tidak wajib memperoleh TDI.000.000.000..Tanda Daftar Industri (TDI) Pengertian Tanda Daftar Industri (TDI) adalah izin yang diperlukan untuk melakukan kegiatan industri dalam Kelompok Industri Kecil sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Perindustrian dan perdagangan Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Perusahaan Industri Kecil yang nilai investasinya di bawah Rp.

• •

Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/ SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 perihal Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan.

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Mengisi Formulir Model Pdf.I-IK dan Pdf.III-IK.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku TDI dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. TDI berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. Biaya Pengurusan • Untuk Pengurusan TDI ini tidak dikenakan biaya.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota yang bertang-gung jawab di bidang perindustrian. Dalam hal belum terbentuknya Dinas Tingkat Kabupaten/Kota, penerbitan TDI dilaksanakan oleh Kantor Depperindag. Kepala Otorita Batam apabila lokasinya di Batam, sesuai Surat Keputusan Menteri perindustrian Nomor 44/M/SK/ 3/1995 tanggal 20 Maret 1995 tentang Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri dan Surat Pendaftaran Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. Ketua BKPM bagi Perusahaan yang berstatus PMA/PMDN.

23

Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI)
Pengertian Setiap pendirian Perusahaan Kawasan Industri yang melakukan kegiatan pengusahaan kawasan industri wajib memperoleh izin, yang terdiri atas Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI). Untuk memperoleh IUKI diperlukan Tahap Persetujuan Prinsip, yang diberikan kepada Perusahaan Kawasan Industri untuk mengajukan permohonan izin lokasi, melakukan persiapan penyediaan tanah, perencanaan, penyusunan rencana tapak tanah di Kawasan Industri dan pembangunan, pengadaan prasarana dan sarana Kawasan Industri. Luas Kawasan Industri sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) hektar. Bagi Perusahaan Kawasan Industri yang memiliki luas kawasan lebih dari 20 (dua puluh) hektar, IUKI-nya diberikan secara bertahap dengan ketentuan pemberian IUKI yang pertama kali minimal seluas 20 (dua puluh) hektar. Tanah yang telah dimiliki oleh satu perusahaan atau beberapa perusahaan yang luasnya sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hektar dan berada di dalam Kawasan Peruntukan Industri serta sudah dimanfaatkan untuk kegiatan industri, dapat ditetapkan sebagai Kawasan Industri. Setiap Perusahaan Kawasan Industri yang akan melakukan perluasan areal Kawasan Industri wajib memperoleh IPKI. IPKI diberikan secara langsung apabila Perusahaan Kawasan Industri yang bersangkutan telah memperoleh IUKI dengan ketentuan : • lokasinya berbatasan dengan lokasi Kawasan Industri yang telah diizinkan ; • lahan yang direncanakan sebagai areal perluasan telah dikuasai ; • berada dalam kawasan peruntukan industri.

24

Apabila perluasan Kawasan Industri tidak berbatasan dengan lokasi Kawasan Industri yang telah diizinkan dan atau lahan yang direncanakan sebagai areal perluasan belum dikuasai, maka permintaan Izin Perluasan dimulai dengan permintaan Persetujuan Prinsip. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/Kep/2/1997 tanggal 20 Februari 1997 tentang Tata Cara Pemberian Izin Usaha Kawasan Industri dan Izin Perluasan Kawasan Industri. Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 263/MPP/Kep/8/2001 tanggal 31 Agustus 2001 tentang Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001.

• • •

Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Persetujuan Prinsip : • • • • • Mengisi formulir model PMK-I ; Melampirkan fotokopi akte pendirian perusahaan ; Nomor Pokok Wajib Pajak ; Sketsa rencana lokasi (Desa, Kecamatan, Kabupaten/ Kota dan Propinsi) ; Surat pernyataan dari perusahaan Kawasan Industri bahwa rencana lokasi terletak dalam kawasan peruntukan industri

25

Studi ANDAL RKL dan RPL Kawasan Industri yang telah disetujui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota . Fotokopi IMB . Fotokopi ANDAL. IUKI yang bersangkutan . Laporan kondisi lapangan untuk dapat dioperasikan. RKL dan RPL . Melampirkan Izin Lokasi . Pemeriksaan lapangan atas dokumen dilakukan oleh Tim Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Lapangan (BAPL). Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) : • • • • • • • • • Mengisi formulir Model PMK-IV . Susunan Direksi dan Komisaris Perusahaan. • 3. Peta rencana peruntukan lahan .berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. jaringan jalan dan saluran air hujan dalam Kawasan Industri serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bagi Kawasan Industri sesuai dengan AMDAL-nya . Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) : • • • • • • Melampirkan formulir model PMK-II (informasi pembangunan proyek) . Tata tertib kawasan . 2. Site plan (rencana tapak tanah) yang telah disahkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan RTRW. Fotokopi HGB. minimal telah tersedia jalan masuk ke Kawasan Industri. Bukti pembelian tanah sesuai izin lokasi . 26 . Jadwal/target penyelesaian pembangunan prasarana dan sarana penunjang yang ada dalam Kawasan Industri dan sarana penunjang eksternal.

2.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Masa berlaku IPKI adalah sesuai dengan masa berlaku IUKI yang dimiliki Perusahaan Kawasan Industri bersangkutan. 27 . Masa berlaku persetujuan ini adalah selama 4 tahun dan dapat diperpanjang dua kali. Persetujuan Prinsip Persetujuan dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. 3. IUKI dan IPKI tidak dikenakan biaya. IPKI. Masa berlaku IUKI adalah sebagai berikut : • Bagi perusahaan Kawasan Industri yang berstatus Non PMA/PMDN dan yang berstatus PMDN: berlaku selama perusahaan yang bersangkutan melakukan kegiatan pengusahaan kawasan industri . IPKI diberikan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. sepanjang masih memenuhi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Biaya Pengurusan Pengurusan Persetujuan Prinsip. • Bagi perusahaan Kawasan Industri yang berstatus PMA : berlaku selama 30 tahun. IUKI IUKI diberikan dalam waktu 33 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal bagi Perusahaan Kawasan Industri yang berstatus PMA/PMDN. masing-masing selama 2 tahun.

Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) Pengertian Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standar yang ditetapkan dan diberlakukan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan setelah mendapat persetujuan dari Dewan Standardisasi Nasional (DSN) dan berlaku secara nasional di Indonesia. Tanda SNI adalah tanda sertifikasi produk yang dibubuhkan pada barang. dengan keterangan sebagai berikut : • SNI secara wajib (SNI-Wajib) diterapkan untuk produk yang berkaitan dengan kepentingan keselamatan dan kesehatan konsumen. yaitu pernyataan kemampuan oleh produsen berupa Surat Pernyataan Diri (Self Declaration) berdasarkan hasil pemeriksaan oleh produsen yang bersangkutan terhadap sarana produksi. dan kelestarian lingkungan. Perusahaan yang produknya termasuk SNI-Wajib harus mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI. SNI dapat diterapkan secara wajib atau sukarela. Sertifikasi Produk diberikan kepada perusahaan yang telah mampu menghasilkan suatu produk dengan mutu yang konsisten sesuai dengan SNI. proses produksi dan pengendalian mutu produk sesuai dengan pedoman DSN. pemakai produk atau masyarakat. 28 . kemasan atau label yang menyatakan bahwa barang dan/atau jasa tersebut memenuhi persyaratan SNI. Perusahaan yang hendak memperoleh Sertifikat Produk harus menggunakan salah satu dari modul sistem mutu sebagai berikut : • Modul I adalah Modul Jaminan Mutu Produk. • SNI secara sukarela (SNI-Sukarela) di kemudian hari dapat ditetapkan secara wajib atas pertimbangan teknis maupun ekonomis dan pertimbangan lainnya.

yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9002. 677/SJ/SK/IX/1996 tanggal 24 September 29 • • . Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan Nomor 407/SJ/SK/VI/1996 tanggal 21 Juni 1996 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan Nomor 631/SJ/SK/VIII/1999 tanggal 23 Agustus 1999. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan Standar Sistem Mutu yang diacu dan diakui selain dari SNI seri 19-9000. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9003. Pemasangan dan Pelayanan. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan jo Nomor 425/ MPP/ Kep/9/1998 jo Nomor 384/MPP/Kep/8/1999. Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan No. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9001. Modul IV adalah Modul Jaminan Mutu Menyeluruh. Modul III adalah Modul Jaminan Mutu Produksi. Keputusan Menperindag Nomor 108/MPP/Kep/5/1996 tanggal 22 Mei 1996 tentang Standardisasi. Modul V adalah Modul Jaminan Mutu. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Desain Pengembangan Produksi. Sertifikasi. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Inspeksi dan Pengujian Akhir. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Produksi. Pemasangan dan Pelayanan. Dasar Hukum • • Peraturan Pemerintah RI Nomor 102 tahun 2000 tanggal 10 November 2000 tentang Standardisasi Nasional.• • • • Modul II adalah Modul Jaminan Mutu Produk.

Bagi Pengguna Modul I Mengajukan surat permohonan dan melampirkan : • Daftar isian permohonan Produk Pengguna Tanda SNI dan lampiran yang dipersyaratkan . Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan. Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi. Bagi Pengguna Modul II. III. • Sertifikat hasil uji atas contoh produk yang masih berlaku beserta label contoh uji dan berita acara pengambilan contoh atau Sertifikat Inspeksi Teknis. • Sertifikat Sistem Mutu dari Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu yang terakreditasi . 30 . • Sertifikat hasil uji atas contoh produk yang masih berlaku beserta label contoh uji dan berita acara pengambilan contoh atau Sertifikat Inspeksi Teknis. Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI.1996 tentang Penunjukan Lembaga sebagai Laboratorium Penguji. IV dan V Mengajukan surat permohonan dan melampirkan : • Daftar isian permohonan Produk Pengguna Tanda SNI dan lampiran yang dipersyaratkan . • Surat pernyataan diri tentang kesesuaian (Self Declaration) . 2. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1.

b. Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan Pengertian Tepung terigu merupakan bahan karier yang potensial untuk fortifikasi karena tepung terigu banyak digunakan untuk membuat berbagai produk makanan yang dikonsumsi masyarakat. pengawasan sistem mutu. Perusahaan industri yang memproduksi tepung terigu sebagai bahan makanan wajib menerapkan Standar Nasional Indonesia Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan dan wajib mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan tanda SNI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. yang meliputi : a. 31 . Pusat Standardisasi dan Akreditasi bertanggung jawab atas pelaksanaan pengawasan penggunaan Tanda SNI. Tepung terigu sebagai bahan makanan yang diperdagangkan di dalam negeri baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari impor wajib memenuhi persyaratan (SNI 01.1995 dan revisinya).Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi.3751-2000/ Rev. pengawasan mutu produk yang terdiri dari pengambilan contoh dan pengujian produk yang dilakukan oleh laboratorium uji yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan. Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji.3751-2000/Rev. 32 .1995 dan Revisinya) • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI Tepung Terigu dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi.323/MPP/Kep/11/2001 tanggal 20 November 2001 tentang Perubahan Atas Keputusan Menperindag No.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag No.153/MPP/Kep/5/2001 tanggal 2 Mei 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan (SNI 01.3751-2000/Rev. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi.1995 dan Revisinya) Keputusan Menperindag No. Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI.153/MPP/Kep/5/2001 tanggal 2 Mei 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan (SNI 01.

Perusahaan industri yang memproduksi lampu swa ballast wajib menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Lampu SWA Ballast untuk pelayanan pencahayaan umum persyaratan keselamatan dan wajib mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Wajib SNI Lampu SWA Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan UmumPersyaratan Keselamatan Pengertian Lampu SWA Ballast merupakan lampu listrik yang menghemat energi dan banyak digunakan masyarakat. • pengawasan mutu produk yang terdiri dari pengambilan contoh dan pengujian produk yang dilakukan oleh laboratorium uji yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Pusat Standardisasi dan Akreditasi bertanggung jawab atas pelaksanaan pengawasan penggunaan Tanda SNI yang meliputi : • pengawasan sistem mutu. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 337/MPP/Kep/11/2001 tanggal 30 November 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan UmumPersyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya). Lampu SWA Ballast untuk pelayanan pencahayaan umumPersyaratan Keselamatan yang diperdagangkan di dalam negeri baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari impor wajib memenuhi persyaratan (SNI 04-6504-2001 dan revisinya). Keputusan Menperindag Nomor 442/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Perubahan Atas Keputusan • 33 .

Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji. b Kendaraan bermotor roda dua ( sepeda motor ). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi. Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI. Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan. Kendaraan dengan kapasitas tempat duduk di atas 10 orang (bus) .Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI Lampu Swa Ballast dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi. termasuk sepeda motor beroda tiga. Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor Pengertian Kendaraan bermotor terbagi atas 2 (dua) kelompok : a Kendaraan bermotor roda empat (mobil) .Menperindag Nomor 337/MPP/Kep/11/2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum . 34 . Kendaraan bermotor roda empat meliputi : a.

Departemen Perhubungan sebagai bukti bahwa kendaraan bermotor yang bersangkutan telah lulus uji tipe. dirakit atau diimpor secara massal. Pendaftaran tipe adalah pendaftaran spesifikasi teknis dari tipe kendaraan bermotor tertentu yang akan diproduksi atau akan diimpor.b. tanpa melihat phisik kendaraan yang bersangkutan dan bukan merupakan izin impor. Kendaraan penumpang dengan penggerak roda 4 x 4. termasuk angkutan barang yang menggunakan roda tiga. c. 35 . Kendaraan angkutan barang. b. Uji tipe adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian atau komponen-komponen kendaraan bermotor dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebelum kendaraan bermotor tersebut dibuat. Kendaraan penumpang dengan penggerak roda 4 x 2 . Tipe kendaraan adalah nama teknis dan/atau nama dagang yang diberikan kepada jenis kendaraan dengan spesifikasi tertentu oleh pabrik pembuatnya. Kendaraan penumpang dengan kapasitas tempat duduk sampai dengan 10 orang . Tanda Pendaftaran Tipe diterbitkan berdasarkan atas kelengkapan dan kebenaran dokumen. Tanda Pendaftaran Tipe untuk keperluan produksi adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian untuk keperluan produksi kendaraan bermotor. c. Sedan atau station wagon . Sertifikat uji tipe adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Jenis kendaraan penumpang dengan kapasitas tempat duduk sampai dengan 10 orang adalah : a.

Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/Kep/2/2000 tanggal 25 Februari 2000 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 290/MPP/Kep/6/1999. Kendaraan bermotor yang dapat diimpor adalah kendaraan bermotor dalam keadaan baru yang diproduksi selama-lamanya 2 (dua) tahun sebelum pengimporan dan belum pernah didaftarkan di negara lain. Penjelasan teknis adalah dokumen asli berisi penjelasan teknis atas kendaraan bermotor yang didaftarkan tipenya. Keputusan Menperindag Nomor 49/MPP/Kep/2/2000 tanggal 25 Februari 2000 tentang Persyaratan Impor Kendaraan Bermotor dalam Keadaan Utuh (CBU). yang selanjutnya akan digunakan sebagai kendaraan untuk diuji tipe atau sebagai contoh produksi dengan jumlah 1 (satu) unit. Keputusan Direktur Jenderal ILMEA Nomor 015/SK/DJILMEA/X/2001 tanggal 26 Oktober 2001 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor. Keputusan Direktur Jenderal ILMEA Nomor 017/SK/DJILMEA/XI/-2001 tanggal 9 Nopember 2001 tentang • • 36 . Tanda Pendaftaran Tipe keperluan impor adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian dari kendaraan bermotor yang akan diimpor.Tanda Pendaftaran Tipe untuk keperluan uji tipe adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian dari kendaraan yang akan diimpor. yang selanjutnya dapat diperdagangkan atau dipakai sendiri. Dasar Hukum • • • Keputusan Menperindag Nomor 275/MPP Kep/6/1999 tanggal 24 Juni 1999 tentang Industri Kendaraan Bermotor. Penjelasan teknis dibuat oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan/Research and Development (R & D) dari produsen atau prinsipal kendaraan bermotor yang bersangkutan.

Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Kode Perusahaan Dalam Rangka Penerapan Nomor Identifikasi Kendaraan Bermotor (NIK). berupa brosur asli ditambah penjelasan prinsipal jika perlu . 37 . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Pengajuan Permohonan Perusahaan industri yang akan memproduksi dan mengimpor kendaraan bermotor dan importir yang akan mengimpor kendaraan bermotor dalam keadaan jadi (CBU) diwajibkan untuk mendaftarkan tipe/varian dari kendaraan bermotor yang akan diproduksi atau diimpornya. • Fotokopi kode perusahaan dan NIK. • Fotokopi bukti hak atas merek atau bukti pengajuan permohonan pendaftaran merek sesuai dengan ketentuan yang berlaku . • Mengisi formulir isian permohonan pendaftaran tipe dan varian dengan melampirkan fotokopi Izin Usaha Industri yang masih berlaku . Pendaftaran Tipe Varian Kendaraan Bermotor Rakitan Dalam Negeri Perusahaan Industri Perakitan Kendaraan Bermotor yang mengajukan permohonan pendaftaran tipe/varian kendaraan bermotor untuk tujuan perakitan wajib untuk : • Mengajukan surat permohonan pendaftaran tipe/varian . • Fotokopi tanda lulus uji tipe dari instansi yang berwenang . • Gambar dan spesifikasi teknis dari tipe yang didaftarkan. • Rencana produksi tipe dan varian yang didaftarkan . Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor untuk Keperluan Impor Perusahaan importir kendaraan bermotor yang mengajukan permohonan Pendaftaran Tipe/Varian Kendaraan Bermotor wajib untuk : • Mengisi formulir isian permohonan pendaftaran tipe dan varian dan perubahan tipe kendaraan bermotor .

• •

• • • •

• • • •

38

Melampirkan penjelasan VIN/tanda bukti penerapan VIN minimal 9 (sembilan) digit karakter beserta penjelasannya, kecuali bagi negara-negara yang menerapkan sistem penomoran VIN tersendiri ; Atas impor 1 (satu) unit kendaraan dalam keadaan CBU untuk keperluan uji tipe harus menyebutkan nomor VIN lengkap ; Untuk VIN yang tidak mencantumkan tahun pembuatan, maka importir harus menyampaikan pernyataan tahun pembuatan yang diterbitkan oleh pabrik pembuat/prinsipal atau pemasok luar negeri ; Rencana impor dari tipe/varian yang didaftarkan tipenya ; Gambar/brosur asli yang berisi spesifikasi teknis dari tipe kendaraan yang didaftarkan ; Fotokopi tanda lulus uji tipe yang dilegalisir dari Departemen Perhubungan apabila tipe kendaraan bermotor yang akan diimpor populasinya melebihi 10 (sepuluh) unit ; Fotokopi tanda lulus uji tipe dari pabrik di negara pembuat atau negara asal impor, apabila tipe kendaraan bermotor yang akan diimpor populasinya sampai dengan 10 (sepuluh) unit per tipe ; Bagi keperluan uji tipe tidak diwajibkan melampirkan tanda lulus uji tipe, baik dari negara pembuat maupun negara asal impor ; Fotokopi Izin Usaha Industri atau SIUP, API atau APIT serta Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang telah dilegalisir oleh instansi penerbit dan masih berlaku; Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari perusahaan pemohon ; Surat pernyataan jaminan mutu dan layanan purna jual yang dibuat oleh importir dihadapan Notaris bagi tipe dan varian kendaraan bermotor yang diimpor disertai bukti kepemilikan bengkel atau kontrak kerjasama dengan bengkel ; Surat Keterangan Bank asli yang menyatakan bahwa perusahaan yang bersangkutan sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun berturut-turut adalah nasabah bank sebagai pengguna jasa perbankan dalam kegiatan usahanya yang memiliki kinerja yang baik. Apabila perusahaan yang bersang-

• •

kutan belum mencapai 3 (tiga) tahun sebagai nasabah bank, maka penanggungjawab perusahaan yang bersangkutan wajib untuk memberikan Surat Keterangan Bank atas nama dirinya dengan ketentuan sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun berturut-turut adalah nasabah bank sebagai pengguna jasa perbankan yang memiliki kinerja baik ; Pernyataan harga FOB yang dibuat oleh importir yang bersangkutan dari tipe kendaraan yang akan diimpornya dengan dibubuhi materai yang cukup ; Menyampaikan realisasi impor bagi yang telah memperoleh tanda pendaftaran tipe dengan menggunakan format laporan.

Pengecualian Kewajiban Pendaftaran Tipe Impor kendaraan bermotor jadi (CBU) yang dikecualikan dari persyaratan Pendaftaran Tipe adalah kendaraan bermotor yang berasal dan atau dipergunakan untuk keperluan : a. Hibah dari pemerintah/negara asing atau lembaga swasta di luar negeri untuk pemerintah Republik Indonesia ; b. Khusus untuk ketentaraan/kepolisian negara dan atau protokoler kenegaraan c. Bantuan teknis dari pemerintah/negara asing atau bantuan lainnya untuk pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 1955 ; d. Mantan Duta Besar Republik Indonesia yang telah habis masa tugasnya, sebagai barang pindahan maksimum hanya 1 (satu) unit kendaraan bermotor jenis penumpang kurang dari 10 (sepuluh) orang; e. Kedutaan Besar/Perwakilan Negara Asing atau Badan Internasional berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1957 ; f. Impor sementara yang akan diekspor kembali setelah masa impor sementara tersebut berakhir ; g. Replika (produk contoh) yang tidak diperjual-belikan ; h. Kendaraan berat (heavy duty truck) dengan GVW lebih dari 24 ton dan tidak dipergunakan di jalan umum serta tidak memerlukan STNK seperti dinyatakan dalam pernyataan perusahaan.

39

Pengecualian dari kewajiban TPT dinyatakan melalui Surat Direktur Jenderal Industri Logam,Mesin, Elektronika dan Aneka yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan Ditlantas Polri. Pengecualian tersebut di atas tidak berlaku, apabila kendaraan bermotor yang diimpor tersebut dipindah-tangankan dan atau diperjual-belikan di dalam negeri, dan untuk kendaraan berat apabila digunakan di jalan umum. Tipe atas kendaraan bermotor yang semula dikecualikan dari kewajiban pendaftaran tipe sebagaimana diatur di atas dan tipe atas kendaraan bermotor hasil lelang yang menjadi milik negara yang dilengkapi dengan bukti-bukti lengkap dari instansi yang berwenang wajib didaftarkan di Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Tanda Pendaftaran Tipe atau Varian Kendaraan Bermotor, diterbitkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya permohonan pendaftaran tipe/varian yang telah memenuhi persyaratan secara lengkap dan benar. Permohonan dianggap batal dengan sendirinya apabila dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya surat permintaan kelengkapan persyaratan, tidak dipenuhi oleh perusahaan pemohon. Biaya Pengurusan Pengurusan Tanda Pendaftaran Tipe dan Varian ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi •
40

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka.

diperdagangankan untuk digunakan atau dimanfaatkan oleh konsumen yang berada di wilayah Republik Indonesia.Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika Pengertian Produk teknologi informasi dan elektronika yang beredar di pasar adalah produk teknologi informasi dan elektronika yang ditawarkan. menciptakan dan meningkatkan persaingan usaha yang sehat di bidang produk teknologi informasi dan elektronika. Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi produk teknologi informasi dan elektronika bertujuan untuk : a. c. b. memberikan perlindungan kepada konsumen pemilik produk teknologi informasi dan elektronika. baik yang berasal dari produk dalam negeri maupun impor. diiklankan. Petunjuk Penggunaan (Manual) adalah petunjuk/cara menggunakan produk teknologi informasi dan atau elektronika. meningkatkan produksi teknologi informasi dan elektronika dalam negeri. Kartu Jaminan/Garansi adalah kartu yang menyatakan tersedianya pelayanan purna jual dan suku cadang produk teknologi informasi dan elektronika. dipromosikan. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 547/MPP/Kep/7/2002 tanggal 24 Juli 2002 tentang Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam 41 .

Contoh petunjuk penggunaan (manual) dalam Bahasa Indonesia yang sekurang-kurangnya memuat informasi tentang : • petunjuk operasi penggunaan .• Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. • petunjuk perbaikan/pemeliharaan . • spesifikasi produk. Melampirkan Isian Formulir Pendaftaran Model MG-2 . • masa berlaku sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. khusus bagi produk teknologi informasi dan atau elektronika yang dipersyaratkan mempunyai NPIK. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . 42 . Surat pernyataan jaminan pelayanan purna jual dan tersedianya suku cadang bermeterai . • • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Tanda pendaftaran ini diberikan selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah persyaratan permohonan secara lengkap dan benar diterima. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Angka Pengenal Impor (API) atau Angka Pengenal Impor Terbatas (API-T) bagi importir dan Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK). • jaminan ketersediaan sukucadang . Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) bagi produsen . Contoh kartu jaminan/garansi dalam Bahasa Indonesia yang sekurang-kurangnya memuat informasi tentang : • ongkos perbaikan gratis selama masa garansi . Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • Mengajukan permohonan dengan menggunakan Formulir Model MG-1. Masa berlaku tanda/surat pendaftaran adalah selama produsen atau importir yang bersangkutan menghasilkan produk elektronika yang didaftarkan.

Dasar Hukum • Keputusan Menteri Keuangan Nomor 659/KMK. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Bupati/walikota setempat dan tembusan disampaikan kepada Direktur Bina Pengawasan Barang Beredar dan Jasa. Elektronika dan Aneka. apabila yang bersangkutan telah memperoleh rekomendasi dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan cq.01/1997 tanggal 31 Desember 1997 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika 43 . Mesin. namun pembebanan biaya pendaftaran hanya untuk biaya penggantian pengadaan formulir pendaftaran. khusus bagi produk dalam negeri disampaikan juga kepada Direktur Industri Teknologi Informasi dan Elektronika. Ditjen ILMEA. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri dan Kepala Pusat Data dan Informasi. Rekomendasi Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika Pengertian Pembebasan bea masuk 0% (nol persen) untuk mengimpor bahan baku/sub komponen/bahan penolong dalam rangka pembuatan komponen elektronika dapat diberikan kepada Produsen komponen elektronika.Biaya Pengurusan Pengurusan pendaftaran ini tidak dikenakan biaya. Dirjen Industri Logam.

Surat pernyataan bahwa bahan baku/komponen/bahan penolong tersebut dibutuhkan untuk produksi. dan guna mendapatkan persetujuan untuk mengimpor sendiri Limbah Non B-3 yang diperlukan dalam proses produksi. Form IKE-1 yang telah mencantumkan jenis bahan/sub komponen/bahan penolong yang dibutuhkan. Rekomendasi ini berlaku selama 1 tahun. Elektronika dan Aneka. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi diterbitkan dalam waktu 5 hari kerja sejak berkas permohonan secara lengkap dan benar diterima. maka produsen yang bersangkutan terlebih dahulu harus memperoleh Rekomendasi dari Direktur Jenderal Industri 44 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam. Laporan ekspor/produksi. Daftar mesin-mesin peralatan produksi untuk mebuat komponen elektronika. Mesin.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Fotokopi Izin Usaha Industri/Persetujuan Prinsip. Rekomendasi untuk Mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B-3 Pengertian Salah satu syarat untuk mendapatkan pengakuan sebagai Importir Produsen Limbah Non B-3. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya.

Elektronika dan Aneka. Rekomendasi ini berlaku untuk seumur hidup. Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Direktur Jenderal Industri Kimia. Mesin. Mesin. Agro dan Hasil Hutan Depperindag. Dasar Hukum Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang Yang Diatur Tata Niaga Impornya. Depperindag atau Direktur Jenderal Industri Kimia. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . sesuai dengan bidang usahanya. 45 . Agro dan Hasil Hutan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan. yang telah diakui oleh Departemen Teknis dan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Elektronika dan Aneka. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Industri Logam. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi untuk mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B-3 dapat dikeluarkan maksimum 5 hari setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T).Logam.

10.10.20.000 46 .000 Jenis Barang Pupuk Urea Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Industri Logam.92.Rekomendasi Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya Pengertian Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barang yang ekspornya hanya dapat dilakukan dengan Persetujuan Menteri Perindustrian dan Perdagangan atau pejabat yang ditunjuk. Agro dan Hasil Hutan : Nomor Pos Tarif 3102.Bukan tempa . Mesin.Bubuk .000 7106. Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya diperbolehkan jika sudah mendapatkan rekomendasi dari Direktur Pembina Teknis yang bersangkutan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan atau Instansi/Departemen lain yang terkait.Setengah jadi 7102.91. Elektronika dan Aneka : Nomor Pos Tarif Jenis Barang Perak tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk : 7106. Barang yang Diawasi Ekspornya yang termasuk dalam pembinaan Departemen Perindustrian dan Perdagangan adalah sebagai berikut : Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Industri Kimia.000 4103.000 .

Limbah dan skrap dari baja dan paduan lainnya berbentuk .000 7204.000 7602.000 .000 7204.90. .Serbuk .Aluminium 7204.Limbah dan skrap baja lainnya. serutan dan lain-lain Limbah dan skrap dari : .41. serutan dan lain-lain .00.00.000 Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri : Nomor Pos Tarif Ex 2505.000 Pasir laut Jenis Barang 47 .11.000 7204.Lain-lain Limbah dan skrap fero.100 7108.Limbah dan skrap dari besi tuang . selain dalam bentuk gram.12.000 7108.Kuningan .900 .21.Nomor Pos Tarif Jenis Barang Emas bukan tempa atau dalam bentuk bubuk : 7108.Tembaga .000 7204.Limbah dan skrap dari besi atau baja lapis timah .10.12.21.Limbah dan skrap baja lainnya gram.000 7404. ingot atau barang tuangan .49. ingot hasil peleburan skrap besi atau baja (khusus yang berasal dari Wilayah Pulau Batam) 7204.30.000 Ex.29.Dalam bentuk gumpalan.7407.Baja stainless.

Ekspor Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue • Produsen Kulit Buaya bersangkutan harus memiliki izin penangkaran buaya dari Direktur Jenderal PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam). • Izin Usaha dari Departemen/Instansi Terkait berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 2. Departemen Kehutanan. Persyaratan Khusus : a. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Keputusan Menperindag Nomor 441/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Ketentuan Ekspor Pasir Laut. Pemberitahuan resmi dari Asosiasi Produsen Kulit Buaya bahwa kebutuhan kulit buaya untuk konsumsi industri kulit dalam negeri sudah cukup atau tidak • 48 . Ekspor Pupuk Urea • Permohonan akan diterima. berdasarkan peraturan yang berlaku dari CITES. apabila pengadaan pupuk urea untuk kebutuhan dalam negeri itu aman yang ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi antara BUMN/Holding Industri Pupuk Nasional dengan Pemerintah.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/kep/VIII/ 2002. b. Persyaratan Umum : • Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP) atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

10.11.000. dan Aluminium (HS 7602.000).12.diperlukan lagi. Tembaga (HS 7404. Agro dan Hasil Hutan.000) : • Fotokopi Surat Izin Industri (bagi produsen) .12.000. dan Ekspor Limbah dan Skrap dari Baja Stainless (HS 7204.000).000. Kuningan (HS ex 7404.000.00.92. Ekspor Pasir Laut • Kuasa Pertambangan Eksploitasi .000.30. d. 7106.100.41. Pemberitahuan ini dikoordinasikan oleh Direktur Jenderal Industri Kimia. Masa berlaku 49 .10. Ingot Hasil Peleburan Skrap Besi atau Baja. 7204. 7106. 7204. 7204. • Rekomendasi Gubernur dan/atau Bupati/Walikota dan keterangan yang menyatakan bahwa perorangan atau badan hukum yang mengajukan permohonan telah melunasi pembayaran kewajiban berupa pajak dan/atau pungutan lainnya termasuk yang terhutang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. 7108. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). • Kuasa Pertambangan Pengangkutan dan Penjualan. c. khususnya yang berasal dari wilayah Pulau Batam (HS 7204.000).29.000). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).49. 7204.000.900).000. • Surat Izin Usaha Perdagangan (bagi non produsen). • Stock komoditi yang dimiliki.91. serta Ekspor Limbah dan Skrap Fero.000).21. 7108. Ekspor Perak tidak ditempa atau dalam bentuk lainnya (HS 7106. dan Ekspor Emas Bukan Tempa atau dalam bentuk Bubuk Emas lainnya (HS 7108.00. Untuk Ekspor Pupuk Urea : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 3 hari kerja setelah semua persyaratan lengkap dan benar diterima.21.

Untuk Ekspor Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 7 hari kerja. Sedangkan masa berlaku rekomendasi untuk BUMN pupuk ditentukan secara periodik tergantung dari rapat koordinasi Pemerintah. dengan masa berlaku selama 6 bulan. 5. 4. Untuk Ekspor Perak dan Emas : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja. Untuk Ekspor Pasir Laut : Masa berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang kembali. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Agro dan Hasil Hutan untuk rekomendasi ekspor Pupuk Urea dan Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue. 3. 50 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • • Direktur Jenderal Industri Kimia.rekomendasi adalah 1 tahun khusus untuk industri pupuk swasta. Direktur Jenderal Industri Logam. Gubernur dan/atau Bupati/Walikota setempat untuk rekomendasi ekspor pasir laut. dengan masa berlaku selama 1 tahun dan akan dievaluasi kembali. 2. dengan masa berlaku selama 6 bulan. Elektronika dan Aneka untuk rekomendasi ekspor Perak dan Emas serta Limbah dan Skrap Fero. Untuk Ekspor Limbah dan Skrap Fero : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 2 hari kerja. Mesin.

Rekomendasi Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru
Pengertian Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru yang dilarang impornya tetap dapat diimpor apabila perusahaan yang bersangkutan telah memperoleh izin dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan, cq Dirjen Perdagangan Luar Negeri, sepanjang untuk keperluan : • Relokasi pabrik secara utuh (bedol pabrik) atau ; • Satu kesatuan unit lengkap yang tidak mungkin dipisahpisahkan dari fungsinya semula atau ; • Penggunaan pada proyek pemerintah atau instansi pemerintah yang dibiayai dengan dana dalam negeri ataupun dana bantuan luar negeri. Untuk mengurus izin impor tersebut, perusahaan bersangkutan terlebih dahulu harus memperoleh rekomendasi dari Dirjen Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka, Depperindag. Dasar Hukum Keputusan Menperindag Nomor 172/MPP/Kep/5/2001 tanggal 17 Mei 2001 tentang Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Daftar jenis dan jumlah mesin peralatan yang akan diimpor, termasuk spesifikasi teknisnya ; Izin Usaha Industri dan Izin Usaha Konstruksi ; Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ; APIT/API-U/API-P ; Kontrak/Surat Perjanjian Kerjasama dengan proyek pemerintah/Instansi Pemerintah (untuk peralatan yang termasuk dalam daftar negatif).
51

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi dapat dikeluarkan dalam waktu 7 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Masa berlaku rekomendasi adalah sesuai dengan kontrak proyek bersangkutan. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka.

Rekomendasi Pembebasan Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Penolong dan Bagian/ Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar
Pengertian Impor bahan baku/bahan penolong dan bagian/komponen untuk perakitan mesin dan motor berputar diberikan pembebasan bea masuk sehingga besarnya sama dengan bea masuk bagian (part) yang berlaku untuk masing-masing mesin dan motor berputar. Pembebasan bea masuk hanya diberikan berdasarkan rekomendasi dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Dasar Hukum •
52

Keputusan Menteri Keuangan R.I. Nomor 373/KMK.01/1997 tanggal 29 Juli 1997 tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk

atas Impor Bahan Baku/Bahan Penolong dan Bagian/ Komponen Untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI) ; Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ; Daftar/Laporan realisasi impor tahun sebelumnya; Rencana impor ; Penggunaan produk lokal

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi ini diterbitkan paling lambat 7 hari kerja setelah permohonan dan persyaratan secara lengkap dan benar diterima. Masa berlaku rekomendasi adalah selama 1 tahun. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka, Depperindag.

Persetujuan untuk Dapat Mengikuti Skema AICO (Asean Industrial Cooperation)
Pengertian Skema AICO (AICO Scheme) adalah skema kerjasama industri di Lingkungan ASEAN dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, industri dan investasi untuk menghadapi perdagangan bebas di Kawasan ASEAN.

53

Dokumen atau bukti-bukti tentang kemitraan dalam melakukan saling memanfaatkan sumber daya. antara lain melalui penerbitan Certificate of Eligibility (COE). Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 202/MPP/Kep/5/1999 tanggal 26 Mei 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Permohonan Fasilitas Dalam Rangka Pelaksanaan Perjanjian Basic Agreement on the ASEAN Industrial Cooperation. . COE dikeluarkan oleh Sekretariat ASEAN dalam rangka pemberian fasilitas tarif. dengan satu atau lebih perusahaan peserta di masing-masing negara. Profil perusahaan peserta yang antara lain mencakup informasi tentang jenis produk. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • 54 Mengisi formulir permohonan AICO dengan melampirkan : Latar belakang dan motivasi perusahaan dalam mengikuti skema AICO . jumlah pegawai dan lain-lain. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Usaha Industri (IUI) atau Tanda Daftar Industri (TDI) . Penjelasan yang lebih spesifik tentang manfaat yang diperoleh perusahaan bila berpartisipasi dalam skema AICO . Investasi yang diperlukan dalam melaksanakan skema AICO . didirikan dan melakukan kegiatannya di Indonesia. Fasilitas dalam rangka kerjasama AICO dapat diberikan kepada perusahaan peserta di Indonesia yang berbentuk badan hukum.Kerjasama AICO (AICO Agreement) adalah kerjasama yang dilakukan di antara sekurang-kurangnya dua negara anggota ASEAN. Perusahaan bersangkutan dapat memperoleh hak istimewa. Surat kuasa sebagai pejabat yang berwenang atas nama perusahaan pemohon (apabila diajukan melalui kuasa) . hubungan industri yang saling melengkapi atau kerjasama industri .

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Kerjasama Industri dan Perdagangan Internasional. Biaya Pengurusan Untuk mengurus persetujuan ini tidak dikenakan biaya. 55 . Persetujuan ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi kriteria dan persyaratan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat persetujuan bahwa perusahaan peserta dapat mengikuti skema AICO diberikan selambat-lambatnya 44 hari kerja setelah yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Direktur Jenderal Pembina Industri yang bersangkutan.

.

Bab II Izin dan Rekomendasi di Bidang Perdagangan .

.

Perorangan dan perusahaan lain yang melaksanakan kegiatan usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan atau laba. termasuk perusahaan asing yang berkedudukan dan menjalankan usahanya di wilayah Negara Republik Indonesia dan telah memiliki izin. Persekutuan Komanditer (CV). dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari Kantor Pendaftaran Perusahaan. Kantor Pendaftaran Perusahaan (KPP) adalah unit kerja di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan baik di Tingkat Pusat maupun di Daerah Tingkat I dan Daerah Tingkat II. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah Tanda Daftar yang diberikan oleh Kantor Pendaftaran Perusahaan kepada perusahaan yang telah didaftarkan. KPP Tingkat I adalah Kantor Dinas Departemen Perindustrian dan Perdagangan Tingkat Propinsi selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan pada Daerah Tingkat I. Firma (Fa). Perusahaan adalah meliputi bentuk usaha Perseroan Terbatas (PT). 59 . Koperasi. KPP Tingkat Pusat adalah Direktorat Pendaftaran Perusahaan pada Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan pada Tingkat Pusat. Daftar Perusahaan adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan Undang-Undang WDP dan atau peraturan-peraturan pelaksanaannya. wajib didaftarkan dalam Daftar Perusahaan.Wajib Daftar Perusahaan (WDP) Pengertian Setiap perusahaan.

Dasar Hukum • • • UU Nomor 3 Tahun 1982 tanggal 1 Februari 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan. Nomor 327/MPP/Kep/7/1999 tanggal 14 Juli 1999 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 12/ MPP/Kep/1/1998 tentang Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan. wajib pula dilaporkan/didaftarkan.KPP Tingkat II adalah Kantor Dinas Departemen Perindustrian dan Perdagangan Tingkat Kabupaten/Kota selaku penyelenggara dan pelaksana Wajib Daftar Perusahaan pada Daerah Tingkat II. • Fotokopi akta perubahan pendirian perseroan (apabila ada). 60 . Keputusan Menperindag Nomor 12/MPP/Kep/1/1998 tanggal 16 Januari 1998 tentang Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan jo. seperti perubahan anggaran dasar dan pengurus perusahaan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Perubahan-perubahan yang terjadi yang berkaitan dengan TDP. TDP bukan merupakan izin. Untuk Pengurusan TDP : a. Bagi PT yang telah mendapatkan pengesahan Badan Hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM : • Fotokopi akta pendirian perseroan. Daftar Perusahaan merupakan sumber informasi resmi tentang perusahaan untuk semua pihak yang bersangkutan dalam rangka menjamin kepastian berusaha. Keputusan Mendag Nomor 73/Kep/V/1993 tanggal 27 Mei 1993 tentang Ketentuan Tarif dan Pengelolaan Biaya Administrasi WDP. • Asli dan fotokopi data akta pendirian perseroan yang diketahui Departemen Kehakiman dan HAM.

• Fotokopi akta perubahan pendirian perseroan (apabila ada). c. Fotokopi KTP pengurus koperasi. • Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. • Fotokopi KTP atau paspor Direktur Utama/ penanggungjawab perusahaan.• • • Asli dan fotokopi keputusan pengesahan PT sebagai badan hukum. Fotokopi KTP atau paspor Direktur Utama/ penanggungjawab perusahaan. b. Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Fotokopi surat pengesahan sebagai badan hukum dari pejabat yang berwenang. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pengurus perusahaan. Bagi CV : • Fotokopi akta pendirian perusahaan. • Fotokopi data akta pendirian perseroan. Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Bagi PT yang sedang dalam proses pengesahan Badan Hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM : • Fotokopi akta pendirian perseroan. • Fotokopi surat permohonan pengesahan badan hukum dari notaris kepada Menteri Kehakiman dan HAM dan bukti pembayaran administrasi proses pengesahan badan hukum dari Departemen Kehakiman dan HAM. Bagi • • • • perusahaan berbentuk Koperasi : Fotokopi akta pendirian koperasi. d. 61 . • Fotokopi Izin Usaha/surat keterangan yang dipersamakan.

: • Fotokopi akta pendirian perusahaan. Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pemilik. Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. g. • Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang dipersamakan dengan itu yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. h. • Asli dan fotokopi persetujuan AD perseroan. 2. Bagi PT yang berubah Ang garan Dasar (AD)-nya dan memerlukan persetujuan Departemen Kehakiman dan HAM : • Asli dan fotokopi akta perubahan AD dan data akta perubahan AD yang disetujui Departemen Kehakiman dan HAM. Bagi • • • Perusahaan Perorangan : Fotokopi akta pendirian perusahaan. Bagi Kantor Cabang/Pembantu/Perwakilan Perusahaan : • Fotokopi akta pendirian perusahaan/surat penunjukan/ surat keterangan yang dipersamakan sebagai kantor cabang/pembantu/perwakilan. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pengurus perusahaan.e. • Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. • Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Bagi Perusahaan Lain : • Fotokopi akta pendirian perusahaan/surat keterangan lain yang menunjukan keberadaan perusahaan yang bersangkutan. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab perusahaan. f. Bagi Fa. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab perusahaan. 62 . Untuk Pengurusan Perubahan Daftar Perusahaan : a.

Asli dan fotokopi TDP. Fotokopi bukti penerimaan pemberitahuan terjadinya perubahan dari Departemen Kehakiman dan HAM atau fotokopi bukti/resi pengiriman pemberitahuan tersebut melalui pos. Masa berlaku TDP yang mengalami pergantian masih tetap/sesuai dengan masa berlaku TDP semula. Sedangkan perubahan TDP (apabila perubahan tersebut mengakibatkan penggantian TDP) adalah 5 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. c. Masa berlaku TDP adalah 5 tahun sejak diterbitkan dan wajib diperbaharui selambat-lambatnya 3 bulan sebelum masa berlaku habis. Asli dan fotokopi laporan tentang akta perubahan AD. Bagi PT yang berubah AD-nya yang merupakan laporan pada Departemen Kehakiman dan HAM : • • • Asli dan fotokopi perubahan AD.b. Bagi PT yang berubah pengurus perusahaannya yang harus diberitahukan kepada Departemen Kehakiman dan HAM : • • • Asli dan fotokopi Risalah/Berita Acara RUPS tentang perubahan pengurus/akta Risalah bermaterai/Berita Acara RUPS yang dibuat oleh Notaris. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Proses penerbitan TDP adalah 10 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. d. CV. 63 . Asli dan fotokopi laporan data akta perubahan AD perseroan yang telah diketahui dan diterima oleh Departemen Kehakiman dan HAM. Bagi Koperasi. Perseorangan dan Perusahaan lain : • • Asli dan fotokopi Risalah/Berita Acara/Keterangan sejenis tentang perubahan hal-hal yang didaftarkan. Fa. Asli dan fotokopi TDP.

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. adalah sebagai berikut : * * * * * Perseroan Terbatas Koperasi CV/Fa. 5.000. 25. 64 . II.000.Biaya Pengurusan Biaya adminsitrasi untuk pendaftaran perusahaan ini. 100.Rp. 250.Rp. sesuai dengan bentuk perusahaannya.Rp. 200 juta di luar tanah dan bangunan. 50. BUMN/BUMD Perorangan : : : : : Rp.000.Rp. SIUP terdiri atas kategori sebagai berikut : • SIUP Kecil yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih Rp. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota selaku Kepala KPP Tk.000. Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan wajib memperoleh SIUP yang diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan dan berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia.000.- Sedangkan pengurusan laporan/pendaftaran perubahan perusahaan tidak dikenakan biaya.

500 juta di luar tanah dan bangunan. tentang Ketentuan Standar Pemberian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). • Perusahaan kecil perorangan yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : tidak berbentuk badan hukum atau persekutuan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. pedagang pinggir jalan atau pedagang kaki lima. 200 juta sampai dengan Rp. pedagang asongan. Perseroan Terbatas (PT) : • • Fotokopi akte notaris pendirian perusahaan. Fotokopi SK Pengesahan badan hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM.• • SIUP Menengah yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih Rp. 500 juta di luar tanah dan bangunan. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag 119/SJ/II/2002 tanggal 19 Februari 2002 perihal Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. • Pedagang keliling. SIUP Besar yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih di atas Rp. Perusahaan yang dibebaskan dari kewajiban memperoleh SIUP adalah : • Cabang/perwakilan perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan mempergunakan SIUP perusahaan pusat. dan diurus. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 289/MPP/Kep/10/2001 tanggal 5 Oktober 2001. 65 . dijalankan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya atau dengan mempekerjakan anggota keluarganya/kerabat terdekat.

. Neraca perusahaan. Fotokopi NPWP perusahaan. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Fotokopi NPWP perusahaan. Fotokopi KTP pimpinan/penanggungjawab koperasi. Neraca perusahaan. . Fotokopi KTP pemilik/penanggungjawab perusahaan. Koperasi : • • • • Fotokopi akte pendirian koperasi yang telah disahkan instansi yang berwenang. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). • b. • 3.• • • • 2. 66 Perusahaan Perorangan : • Fotokopi KTP pemilik/penanggungjawab perusahaan. Perusahaan Persekutuan : • • • • Fotokopi akte notaris pendirian perusahaan/akte notaris yang telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri. Bagi Perusahaan yang Tidak Berbentuk PT dan Koperasi a. Fotokopi NPWP perusahaan. Neraca perusahaan. Fotokopi KTP pemilik/Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan.

Fotokopi KTP penanggungjawab perusahaan. Fotokopi SIUP dan TDP perusahaan yang ditunjuk. Salinan/fotokopi akte penunjukan perwakilan atau surat tentang penunjukan perwakilan. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Masa berlaku SIUP adalah selama perusahaan bersangkutan masih melakukan kegiatan perdagangan. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Cabang/Perwakilan Perusahaan : • • • • • Fotokopi SIUP Perusahaan Pusat yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang menerbitkan SIUP tersebut. 67 . Fotokopi KTP penanggungjawab kantor cabang perusahaan di tempat kedudukan kantor cabang bersangkutan.. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (kantor pusat). Fotokopi NPWP perusahaan. Fotokopi akte notaris atau bukti lainnya tentang pembukaan kantor cabang perusahaan. Per usahaan yang ditunjuk sebagai Perwakilan Perusahaan • • • • • Fotokopi SIUP dan TDP perusahaan yang menunjuk.• • • 4. Waktu Pengurusan dan Masa Belaku SIUP dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja setelah Form Surat Permohonan (SP)-SIUP Model A diterima secara lengkap dan benar. 5. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Neraca perusahaan.

Biaya Pengurusan Untuk penerbitan SIUP tidak dikenakan biaya.MB) adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan khusus Minuman Beralkohol golongan B dan C. • 68 . Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 359/MPP/Kep/10/1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Produksi. Keputusan Menperindag Nomor 360/MPP/Kep/10/1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Tata Cara Pemberian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Minuman Beralkohol. Impor. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat II Kabupaten/Kota setempat. namun untuk pengurusan SIUP dikenakan biaya penggantian formulir SIUP. jamu dan sejenisnya untuk tujuan kesehatan dengan kadar alkohol di atas 15% (lima belas persen) wajib mempunyai SIUP dan SIUP-MB. Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan Minuman Beralkohol golongan B dan C serta Minuman Beralkohol yang mengandung rempah-rempah. Sedangkan perusahaan yang memperdagangkan Minuman Beralkohol A cukup memiliki SIUP dan tidak diwajibkan mempunyai SIUP-MB. Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB) Pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP.

69 . • KTP penanggungjawab perusahaan. Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Untuk Distributor Minuman Beralkohol : • • • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). • 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. • Tanda Daftar Perusahaan (TDP).• Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM. • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM. Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat (wilayah kedudukan distributor). Surat penunjukan sebagai distributor Minuman Beralkohol dari industri Minuman Beralkohol dan atau dari importir Minuman Beralkohol. 2. Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. Surat izin kusus sebagai importir dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan. diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan. Untuk Importir Minuman Beralkohol : • • • Mengisi formulir Model I (Surat permintaan SIUP-MB).

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan atau Izin Usaha Tetap hotel atau restoran dari Menteri Negara Kebudayaan 70 . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). Untuk Penjual Langsung Diminum (Hotel. • Surat penunjukan sebagai sub-distributor Minuman Beralkohol dari distributor Minuman Beralkohol . • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat (wilayah kedudukan sub-distributor). KTP penanggungjawab perusahaan. • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM. • 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. Untuk Pengecer/Toko Bebas Bea : • • • 5. Klub Malam dan Tempat-tempat Tertentu) : • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. Pub. • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Restoran. 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. • KTP penanggungjawab perusahaan. diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan. Surat izin toko bebas bea dari Menteri Keuangan. 3. Untuk Sub Distributor Minuman Beralkohol : • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). Bar. • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 4.• • • • Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Untuk Penjual Langsung Diminum. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat untuk Pengecer. 71 . Biaya Pengurusan Untuk pengurusan SIUP-MB tidak dikenakan biaya. Surat Izin Tetap Usaha hotel dan restoran. Distributor. Toko Bebas Bea (TBB) dan Penjual Langsung untuk Diminum. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku SIUP-MB dikeluarkan dalam jangka waktu 5 hari kerja setelah isian Formulir Model I serta persyaratan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri untuk Importir. dan Pariwisata atau Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal.4 dan 5 serta Restoran dengan Tanda Talam Kencana dan Talam Selakat : • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). Masa berlaku SIUP-MB adalah selama 3 tahun sejak diterbitkan dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 3 tahun berikutnya.• • 6. Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Sub-Distributor Minuman Beralkohol. Rekomendasi dari Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II setempat. Khusus Hotel Berbintang 3.

Waralaba (franchise) adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut. tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba. Penerima waralaba (franchisee) adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan HAKI atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba.Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) Pengertian Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) adalah bukti pendaftaran yang diperoleh penerima waralaba (franchisee) setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan STPUW dan memenuhi persyaratan. dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa. Pemberi waralaba (franchisor) adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan HAKI atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba. 72 . Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 259/MPP/Kep/7/1997 tanggal 30 Juli 1997.

73 . Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan atau izin usaha dari departemen teknis lainnya. Pengelolaannya dilaksanakan secara modern dan mengutamakan pelayanan kenyamanan berbelanja dengan manajemen berada pada satu tangan. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat untuk penerima waralaba dalam negeri dan penerima waralaba lanjutan yang berasal dari waralaba dalam dan luar negeri. dan shopping centre.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi perjanjian waralaba beserta keterangan tertulis. swasta atau koperasi yang bentuknya berupa mal. Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) Pengertian Pasar Modern adalah pasar yang dibangun oleh pemerintah. department store. Masa berlaku STPUW sesuai dengan masa berlaku perjanjian antara pemberi waralaba dan penerima waralaba atau perjanjian antara penerima waralaba utama dan penerima waralaba lanjutan. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan STPUW tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri untuk penerima waralaba dari pemberi waralaba luar negeri. bermodal relatif kuat. dan dilengkapi label harga yang pasti. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku STPUW dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja setelah formulir pendaftaran dan persyaratan diterima secara lengkap dan benar. supermarket.

Dasar Hukum • Keputusan Bersama Menperindag dan Menteri Dalam Negeri Nomor 145/MPP/Kep/5/1997 dan Nomor 57 Tahun 1997. Keputusan Menperindag Nomor 420/MPP/Kep/10/1997 tanggal 31 Oktober 1997 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan.Setiap perusahaan yang melaksanakan kegiatan Usaha Pasar Modern wajib memperoleh Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) yang diperlakukan sebagai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Keputusan Menperindag Nomor 107/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998 tentang Ketentuan dan Tatacara Pemberian Izin Usaha Pasar Modern. Pasar Modern yang berada di Dati II di luar Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I. dan yang baru memiliki izin prinsip dan belum mulai dibangun). yang sedang dalam proses pembangunan. tanggal 12 Mei 1997. Pasar Modern di Dati II di luar Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I yang akan dibangun setelah terbitnya Keputusan Bersama dimaksud. sebelum terbitnya Keputusan Bersama dimaksud. dan harus sesuai dengan peruntukan sebagaimana tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) dan Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota (RDTRWK). tentang Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. hanya boleh dilaksanakan di Daerah Tingkat II yang lokasinya akan ditetapkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. baik yang sudah operasional sebelum terbitnya Surat Keputusan Bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 145/MPP/Kep/5/1997 dan Nomor 57 Tahun 1997 maupun yang akan operasional (yang sudah selesai dibangun tapi belum operasional. • • • 74 . wajib memiliki IUPM.

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • • • • • Surat izin prinsip dari Walikotamadya/Bupati KDH Tk.II dilampiri RTRWK/RDTRWK. Surat izin Undang-Undang Gangguan (HO). Surat pernyataan kesanggupan melaksanakan dan mematuhi ketentuan yang berlaku bagi Pasar Modern khususnya yang berkaitan dengan Gerakan Kemitraan Usaha Nasional (GKUN). Akte pendirian perusahaan. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Kajian Aspek Sosial Budaya. Surat Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Perusahaan Pasar Modern yang melakukan pemindahan tempat kedudukan/lokasi wajib memperoleh IUPM baru. Saran dan pendapat Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Amdal Sosek. Saran dan pendapat Menteri Dalam Negeri. Surat peruntukan lahan (HGB). Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Surat izin lokasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). • • • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku IUPM dikeluarkan dalam waktu kurang lebih 5 hari kerja setelah surat permintaan IUPM dan persyaratannya diterima secara lengkap dan benar. 75 . IUPM diterbitkan berdasarkan tempat kedudukan/lokasi Pasar Modern yang bersangkutan dan berlaku selama perusahaan yang bersangkutan menjalankan kegiatan Usaha Pasar Modern. Program Kemitraan. Surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Upaya pemantauan lingkungan dan komponen lingkungan.

Biaya Pengurusan Pengurusan IUPM tidak dikenakan biaya. 76 . Untuk Persetujuan Sementara P3A : • Surat permohonan (Letter of Intent) dari perusahaan perdagangan asing bersangkutan. tentang Ketentuan Perizinan Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 402/MPP/Kep/11/1997 tanggal 3 Nopember 1997. Kantor Pusat dan Kantor Cabang Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing wajib memiliki Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (IP3A) Pengertian Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (P3A) adalah Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing yang ditunjuk oleh perusahaan asing atau gabungan perusahaan asing di luar negeri sebagai perwakilannya di Indonesia. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. • Surat penunjukan (Letter of Appoinment).

beserta laporan kegiatan termasuk tenaga kerjanya. • 77 . Rencana Kerja Kantor Perwakilan atau Kantor Cabang Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. 3.. Izin tinggal sementara. Fotokopi paspor. Untuk Surat Izin Usaha P3A Tetap : • • • • • • • • Surat keterangan domisili perusahaan. persyaratan untuk pergantian Kepala Perwakilan adalah sama dan sesuai dengan ketentuan di atas. Catatan : Letter of Intent. ditambah hibah uang jaminan dan surat penunjukan Kepala Perwakilan yang baru. Letter of Appointment dan Letter of Statement diketahui oleh Public Notary dan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan.000. dan Rp. Surat Model TA-00 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (khusus untuk perorangan WNA).000. Daftar isian permohonan.000. sebesar Rp. Izin kerja tenaga asing. 5. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Membayar uang jaminan (sekali saja) bagi Kepala Kantor Pusat dan Kepala Kantor Cabang.untuk WNI. 1. Untuk perpanjangan/pergantian Kepala Perwakilan : • persyaratan untuk perpanjangan izin adalah sama dan sesuai dengan ketentuan di atas. 2 (dua) lembar pasfoto Kepala Perwakilan (4x6cm). Surat keterangan fiskal dari instansi pajak (Badan dan Orang Asing). Surat keterangan tentang ruang kantor dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. ditambah dengan fotokopi Surat Izin Usaha P3A yang lama. Ijazah terakhir. Curriculum vitae..000. 2.untuk WNA.• • • • • • • • Letter of Statement. Letter of Referrence dari KBRI/Atase Perdagangan.

Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP). . Surat Izin Usaha P3A Tetap dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah surat permohonan diterima secara lengkap dan benar. Fotokopi bukti uang jaminan perusahaan. Sedangkan uang jaminan dikembalikan sebesar nilai nominal uang jaminan yang disetor. Biaya Pengurusan Pengurusan perizinan P3A tidak dikenakan biaya. Penutupan Kantor P3A dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah permohonan diterima. Masa berlaku Persetujuan Sementara P3A adalah selama 3 bulan sejak tanggal dikeluarkannya. Asli Surat Izin usaha P3A. Masa berlaku Surat Izin Usaha P3A Tetap adalah sesuai dengan masa berlaku Letter of Appointment apabila persyaratan lengkap dipenuhi. Surat pernyataan penutupan dari Kantor Pusat. Surat pernyataan dari Kepala Perwakilan yang menyatakan tidak ada hutang piutang dengan pihak lain.4. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi 78 • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Perpanjangan/Pergantian Kepala Perwakilan dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah permohonan diterima. Fotokopi Izin Kerja Tenaga Asing baik sebagai Kepala Perwakilan maupun sebagai Asisten Perwakilan. Penutupan Kantor P3A : • • • • • • • Surat permohonan. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan Sementara P3A dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah surat permohonan diterima secara lengkap dan benar.

dan atau pihak lain untuk mendukung/memperlancar kegiatan perdagangan barang. dengan tujuan tidak untuk dikunjungi oleh umum melainkan untuk dapat dipakai khusus sebagai tempat penyimpanan barang-barang perniagaan. 79 . dan gudang yang melekat dengan usaha industrinya.Tanda Pendaftaran Gudang Pengertian Gudang adalah suatu ruangan tidak bergerak yang dapat ditutup. Usaha Pergudangan adalah kegiatan jasa pergudangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau perorangan melalui pemanfaatan gudang miliknya sendiri. Dikecualikan dari kewajiban pendaftaran adalah : gudang pelabuhan yang dikuasai oleh pengusaha pelabuhan. Dasar Hukum • • • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1965 tentang Pergudangan. Keputusan Menperindag Nomor 105/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998 tentang Penataan dan Pembinaan Pergudangan. Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam negeri Depperindag Nomor 1618/DJPDN/IV/1998 tanggal 14 April 1998 perihal Prosedur Penataan dan Pembinaan Pergudangan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Setiap gudang wajib didaftarkan dengan mengajukan permintaan untuk penerbitan Tanda Daftar Gudang (TDG). gudang Kawasan Berikat.

Surat Pengakuan Keagenan Tunggal Pengertian Keagenan adalah hubungan hukum antara prinsipal dan suatu per usahaan nasional dalam penunjukan untuk melakukan perakitan/pembuatan/manufaktur serta penjualan/distribusi barang-barang modal dan barang-barang industri tertentu. Fotokopi peta/denah gudang. Prinsipal adalah perusahaan induk di luar negeri atau di dalam negeri yang membuat barang-barang modal dan barang-barang industri tertentu dengan merek (trade mark/brand) milik sendiri. Fotokopi perjanjian pemakaian/penguasaan gudang dengan pemilik gudang (apabila menyewa gudang). Waktu Pengurusan dan masa Berlaku Gudang yang sudah terdaftar diberikan Tanda Daftar Gudang (TDG) yang diterbitkan selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak permohonan beserta persyaratannya diterima secara lengkap dan benar. Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gudang. Masa berlaku TDG adalah selama kegiatan pergudangan yang bersangkutan berlangsung. 80 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat.• • • • • Fotokopi KTP pengusaha/pemilik perusahaan. Biaya Pengurusan Pengurusan TDG tidak dikenakan biaya. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Pengakuan Keagenan Tunggal adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh Menteri kepada perusahaan nasional sebagai Agen Tunggal yang di dalamnya melekat hak dan kewajiban tertentu atas dasar kerjasama yang disepakati bersama antara Perusahaan Nasional dengan Pihak Prinsipal di luar negeri. 295/M/SK/7/1982. Fasilitas pelayanan purna jual. tentang Ketentuan-ketentuan Keagenan Tunggal. mempromosikan. Dasar Hukum • • Keputusan Menperin Nomor 295/M/SK/7/1982 tanggal 7 Juli 1982. Angka Pengenal Importir (API). Perusahaan Agen Tunggal adalah perusahaan nasional yang oleh prinsipal luar negeri yang memproduksi barang dengan merek tertentu atau prinsipal pemegang merek tertentu ditunjuk sebagai satu-satunya perusahaan untuk mengimpor. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Akte pendirian perusahaan. mendistribusikan dan melaksanakan pelayanan purna jual barang yang dimaksud ke seluruh wilayah Indonesia untuk suatu jangka waktu tertentu. dan memiliki hak dan wewenang penuh untuk memberikan keagenan pada agen di Indonesia sesuai dengan peraturan perusahaan induk tersebut. Keputusan Menperin Nomor 428/M/SK/12/1987 tanggal 23 Desember 1987 tentang Penyederhanaan Ketentuanketentuan Pengakuan dan Pengurangan Pengakuan Keagenan Tunggal Kendaraan Bermotor dan Alat-alat Besar serta Keagenan Tunggal Alat-alat Elektronika dan Alat-alat Listrik untuk Rumah Tangga. 81 . Bukti pemilikan/rencana pengadaan.atau perusahaan atas dasar kuasa penuh dari perusahaan induk. Perjanjian Keagenan Tunggal dengan Prinsipal yang memenuhi ketentuan Kepmenperin No.

Mesin.Waktu Pengurusan dan masa Berlaku Waktu pemrosesan sampai terbitnya Surat Pengakuan Keagenan Tunggal adalah 2 minggu sejak persyaratan diterima dengan lengkap dan benar. Elektronika dan Aneka Izin Usaha Sewa Beli (Hire Purchase) Jual Beli dengan Angsuran dan Sewa Pengertian Sewa beli adalah jual beli barang dimana penjual melaksanakan penjualan barang dengan cara memperhitungkan setiap pembayaran yang dilakukan oleh pembeli dengan pelunasan atas harga barang yang telah disepakati bersama dan yang diikat dalam suatu perjanjian. Masa berlaku Surat Pengakuan Keagenan Tunggal adalah 5 tahun sejak tanggal dikeluarkan dan dapat diperpanjang 5 tahun berikutnya. Jual Beli dengan Angsuran adalah jual beli barang dimana penjual melaksanakan penjualan barang dengan cara menerima pelunasan pembayaran yang dilakukan oleh pembeli dalam beberapa kali 82 . sementara hak milik atas barang tersebut baru beralih dari penjual kepada pembeli setelah jumlah harganya dibayar lunas oleh pembeli kepada penjual. bila mengajukan perpanjangan pada saat 6 bulan sebelum masa berlakunya berakhir. Biaya Pengurusan Untuk penerbitan Pengakuan Keagenan Tunggal tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam.

angsuran atas harga barang yang telah disepakati bersama dan diikat dalam suatu perjanjian, sementara hak milik atas barang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli pada saat harganya diserahkan oleh penjual kepada pembeli. Barang-barang yang boleh disewa-belikan dan dijual-belikan adalah semua barang niaga tahan lama yang baru dan tidak mengalami perubahan teknis, baik berasal dari hasil produksi sendiri ataupun hasil produksi/perakitan (assembling) lainnya di dalam negeri, kecuali apabila produksi dalam negeri belum memungkinkan untuk itu. Kegiatan usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran hanya dapat dilakukan oleh perusahaan perdagangan nasional. Modal/ saham perusahaan seluruhnya harus dimiliki oleh WNI. Untuk melakukan kegiatan usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran, perusahaan bersangkutan wajib memiliki izin usaha dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi Nomor 34/Kp/ II/80 tentang Perizinan Kegiatan Usaha Sewa Beli (Hire Purchase), Jual Beli dengan Angsuran, dan Sewa (Renting) tanggal 1 Februari 1980. Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 418/Kp/IV/1984 tanggal 4 April 1984 tentang Pencabutan Perizinan-perizinan Perdagangan Tertentu. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan.

• •

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi SIUP Besar; Akte notaris Pendirian PT;
83

• • • • • •

• • • •

Bagan organisasi serta nama pimpinan dan tenaga teknis yang disertai riwayat hidup masing-masing; Fotokopi surat keterangan WNI; Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU); Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP); Referensi bank; Neraca perusahaan yang disahkan oleh akuntan publik bagi pemohon baru dan neraca perusahaan tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar bagi pemohon perpanjangan; Surat keterangan lunas pajak; Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); Contoh surat perjanjian Sewa Beli (untuk pemohon baru); Rencana kerja 5 tahun ke depan.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku Izin Usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran adalah 5 tahun sejak tanggal dikeluarkan dan dapat diperpanjang. Biaya Pengurusan Untuk penerbitan izin ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.

Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi
Pengertian Setiap Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi Nasional yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa; Organisasi Kerjasama Ekonomi

84

antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha asing; serta Perwakilan Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi Asing diwajibkan mendaftar kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan untuk mendapatkan Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi. Dasar Hukum • • Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 75/KP/I/1983 tanggal 25 Januari 1983 tentang Wajib Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi di Indonesia. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Daftar isian permohonan; Akte pendirian organisasi; Anggaran Dasar organisasi; Anggaran Rumah Tangga organisasi; Susunan pengurus organisasi.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Waktu pemrosesan dan terbitnya Tanda Daftar adalah 5 hari kerja setelah permohonan dan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Masa berlakunya selama 3 (tiga) tahun sejak Tanda Pendaftaran diterbitkan. Biaya Pengurusan Pengurusan Tanda Daftar ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.

85

Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-208/MEN/ 1992 tanggal 13 Juni 1992 tentang Prosedur Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja WNA Pendatang dan • 86 . Izin mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (IKTA) adalah izin tertulis yang diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau pejabat yang ditunjuk kepada pemohon untuk mempekerjakan TKWNAP di Indonesia dengan menerima upah atau tidak selama waktu tertentu dan pada jabatan tertentu.Rekomendasi Izin Kerja (RIK) Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) Khusus untuk Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing Pengertian Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) adalah tenaga kerja asing pemegang visa yang akan dipekerjakan di wilayah Republik Indonesia. terlebih dahulu harus meminta Rekomendasi Izin Kerja (RIK) ke Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Khusus untuk TKWNAP yang dipekerjakan di Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Dasar Hukum • • Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-416/MEN/ 1990 tanggal 2 Agustus 1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang.

dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah. Direksi PT (Persero) Pengelola Kawasan Berikat Indonesia. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. 87 . Letter of Appointment atas P3A. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Waktu pemrosesan dan terbitnya Rekomendasi Izin Kerja (RIK) adalah 2 minggu setelah permohonan dan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Direksi PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara. Curriculum vitae TKWNAP. Surat Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (P3A). Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Biaya Pengurusan Untuk pengurusan rekomendasi ini tidak dipungut biaya.Pelimpahan Wewenang kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja. Fotokopi paspor TKWNAP. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Daftar isian permohonan. Kepala Kantor Wilayah Depparpostel. Surat Model TA-00 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

• Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Surat dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat . tentang Penyederhanaan Ketentuan Masa Berlaku Angka Pengenal Importir Terbatas. bahan/peralatan bangunan dan bahan baku/bahan penolong guna pemakaian dalam proses produksi sendiri. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 77/Kp/III/1978 tanggal 9 Maret 1978 tentang Ketentuan Mengenai Kegiatan Perdagangan Terbatas bagi Perusahaan Produksi Dalam Negeri Dalam Rangka Penanaman Modal. Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 378/Kp/XI/1998 tangal 21 Nopember 1988. Laporan kegiatan perusahaan . 88 . Surat persetujuan Presiden/BKPM/Departemen Teknis (Izin Usaha Tetap Dalam Rangka PMA/PMDN) . Surat permohonan perusahaan kepada Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat . Izin kerja tenaga kerja asing (bagi perusahaan yang menggunakan TKA) . suku cadang. Perubahan/penambahan susunan pengurus perusahaan . Jabatan Direktur Utama/Direktur perusahaan harus tercantum dalam Akta Notaris . Untuk itu perusahaan bersangkutan harus memiliki Angka Pengenal Impor Terbatas (API-T).Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) Pengertian Suatu perusahaan dapat melakukan impor mesin-mesin.

• • • • • Jabatan Manajer (sebagai pemohon) harus dengan surat kuasa/ penunjukan dari Direktur Utama/Direktur yang disahkan oleh notaris . Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Contoh tandatangan. Biaya Pengurusan Pengurusan APIT tidak dikenakan biaya. Masa berlaku API-T adalah selama perusahaan bersangkutan masih menjalankan kegiatan produksi. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Surat Tanda Pendaftaran Keagenan Pengertian Pendaftaran Keagenan ini dimaksudkan hanya untuk Agen Tunggal yang akan memasok/mengikuti tender atau penunjukan langsung barang spesifik untuk proyek-proyek pemerintah. Keterangan domisili (bagi perusahaan yang pindah alamat) . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama pengurusan dan terbitnya API-T adalah 2 minggu setelah permohonan lengkap dan benar diterima. Sedangkan untuk agen yang memasok proyek swasta dan pasaran umum tidak diperlukan pendaftaran. 89 . APIT lama (bila ada) .

namun untuk melindungi Perusahaan Nasional diterbitkan Instruksi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Nomor 01/DAGRI/I/SN/II/1985 yang diperbaharui dengan Nomor 01/DAGRI/I/SN/II/1996 yang isinya antara lain sebagai berikut : • Perjanjian yang dilegalisasi Atase Depperindag/Perwakilan RI dan Public Notary di negara prinsipal : maksimum 5 tahun. terakhir dengan Keppres Nomor 6 Tahun 1999 tanggal 11 Januari 1999 tentang Perubahan atas Keppres Nomor 16 Tahun 1994 tanggal 22 Maret 1994 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Sebagaimana Telah Beberapa kali Diubah. Terakhir dengan Keppres Nomor 8 Tahun 1997. • Penunjukan yang belum dilegalisasi : maksimum 1 tahun. Fotokopi Surat Perjanjian/Penunjukan Keagenan . • Perjanjian yang belum dilegalisasi : maksimum 2 tahun. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama pengurusan dan terbitnya Surat Tanda Pendaftaran Keagenan adalah sekitar 3 hari kerja. 90 . • Penunjukan yang dilegalisasi : maksimum 2 tahun. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • Fotokopi akte notaris perusahaan dan SIUP/TDP .Dasar Hukum • Keppres Nomor 16 Tahun 1994 tanggal 22 Maret 1994 (yang telah beberapa kali diperbaharui). Untuk perpanjangan berikutnya dapat dilakukan bila surat penunjukan atau surat perjanjian telah dilegalisasi secara lengkap oleh Notary Public dan Perwakilan RI di negara prinsipal. Masa berlakunya adalah berdasarkan perjanjian/penunjukan. Brosur/leaflet asli. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Dasar Hukum • • UU Nomor 3 Tahun 1982 tanggal 1 Februari 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (WDP). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) Pengertian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) adalah laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik atau Instansi Pemerintah atau Lembaga Tinggi Negara yang memiliki kewenangan menerbitkan laporan akuntan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. atau Representative). 91 . adalah tanda bukti bahwa perusahaan yang bersangkutan telah menyampaikan LKTP secara lengkap dan benar. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Prinsipal Suplier. Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. PP Nomor 64 Tahun 1999 tentang Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan. PP Nomor 24 Tahun 1998 tanggal 14 Februari 1998 tentang Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan jo. Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP). Biaya Pengurusan Pengurusan surat Tanda Pendaftaran Keagenan ini tidak dikenakan biaya.(Perjanjian/penunjukan Agen Tunggal dapat dilakukan oleh Prinsipal Induk.

Memiliki bidang usaha yang berkaitan dengan pengerahan dana masyarakat . Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. atau 5. Perusahaan asing yang melakukan kegiatan usaha di. 2. Merupakan debitur yang laporan keuangan tahunannya diwajibkan oleh bank untuk diaudit. Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Daerah. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Setiap perusahaan yang berstatus kantor pusat. Instansi Pemerintah atau Lembaga Tinggi Negara yang memiliki kewenangan menerbitkan laporan akuntan khusus untuk Persero. c.• Keputusan Menperindag Nomor 121/MPP/Kep/2/2002 tanggal 25 Februari 2002 tentang Ketentuan Penyampaian LKTP. Mengeluarkan surat pengakuan hutang. Tbk) . berkedudukan dan menjalankan kegiatan usahanya di wilayah RI. LKTP yang disampaikan wajib diaudit oleh : a. Perusahaan yang wajib mendaftarkan LKTP adalah perusahaan yang berbentuk : a.000. b. atau b.000..wilayah negara RI menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berwenang untuk mengadakan perjanjian .(dua puluh lima milyar rupiah). Merupakan Perseroan Terbuka (PT. Perusahaan Perseroan (Persero). diwajibkan menyampaikan LKTP kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. 4. 3. Akuntan publik . Perum dan Perusahaan Daerah. Memiliki jumlah aktiva atau kekayaan paling sedikit Rp. 92 . Perseroan yang memenuhi salah satu kriteria : 1. 25.000.

Laporan arus kas . Bentuk dan susunan LKTP dibuat sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku . 93 . dan e. Pejabat yang Mengeluarkan STP-LKTP • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. d. termasuk kredit bank dan investasi perusahaan dalam bentuk penyertaan langsung ke perusahaan lain.LKTP yang wajib disampaikan meliputi : a. Laporan Laba-Rugi . Neraca . Catatan atas Laporan Keuangan yang antara lain mengungkapkan utang piutang. Penyampaian LKTP dilakukan dengan cara menyerahkan : File LKTP dalam bentuk Portable Document Format dan File profil perusahaan dalam bentuk format khusus program aplikasi profil LKTP. terhitung sejak tanggal diterimanya berkas LKTP secara lengkap dan benar. Penyampaian LKTP dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir. Laporan perusahaan ekuitas . c. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Biaya Pengurusan Penyampaian LKTP tidak dikenakan biaya. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku STP-LKTP diterbitkan oleh Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan selambat-lambatnya selama 7 hari kerja. b.

9. 3. 1. Penilaian dan Konsultasi Investasi (Investment Arrager and Advisory Services). Penilaian Proyek (Project Appraisal). Penilaian dan Pengawasan Proyek (Project Monitoring). 2. meliputi : Penilaian untuk menentukan nilai ekonomis terhadap harta benda berwujud maupun yang tidak berwujud. 7. Penilaian Kelayakan Teknis (Technical Appraisal). 6. dalam arti seluas-luasnya yang berlandaskan keahlian yang bersifat inter disiplin ilmu. termasuk good will. 94 . Pengelolaan Harta Benda (Property Management). 8.Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian Pengertian Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian (SIUPP) adalah surat izin usaha untuk dapat melakukan kegiatan usaha di bidang jasa penilaian dan jasa-jasa konsultasi lainnya yang terkait. Penilaian Konsultasi Properti (Property Consultancy) termasuk kegiatan Konsultasi Keuangan Properti (Financial Property Services). 5. Penilaian dan Teknologi Informasi di bidang Properti (Property Information System). trade mark dan hak paten). Penilaian dan Konsultasi Pengembangan (Development Consultancy) termasuk Studi Kelayakan Proyek (Project Feasibility Study). Ruang lingkup Kegiatan Usaha Jasa Penilaian. 4. yaitu Penilaian Aktiva Tetap (Fixed Assets Valuation) dan Penilaian Usaha (Business Valuation.

Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan. dan menjadi anggota asosiasi serta harus memenuhi persyaratan : 1. 200. harus berbadan hukum Indonesia dalam bentuk Perseroan Terbatas.000. 4. 2. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Perusahaan Jasa Penilaian yang ingin memperoleh SIUPP harus mengajukan permohonan kepada Menperindag melalui Direktur 95 . 6. Setiap perusahaan yang melakukan Kegiatan Usaha Jasa Penilaian.000. wajib memiliki SIUPP. Memiliki rekening bank atas nama perusahaan yang bersangkutan. Memiliki modal dasar perusahaan sekurang-kurangnya Rp. baik untuk peralatan kantor maupun peralatan operasional/teknis yang diperlukan sesuai dengan lingkup Kegiatan Usaha Jasa Penilaian.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 594/MPP/Kep/VIII/2002 tanggal 16 Agustus 2002 tentang Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Penilaian. di luar tanah dan bangunan. 5. serta memiliki tenaga ahli sekurangkurangnya 2 (dua) orang Penilai yang memiliki kualifikasi Anggota Biasa (B) sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. 7..(dua ratus juta rupiah). sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Memiliki kantor tetap yang dibuktikan dengan surat keterangan domisili perusahaan daerah setempat atau pengelola gedung perkantoran. Memiliki neraca awal bagi perusahaan yang baru dan atau neraca perusahaan yang disahkan oleh akuntan publik bagi perusahaan lama. 3. Sekurang-kurangnya 1 (satu) orang direksi perusahaan harus seorang Penilai Berizin. Memiliki inventaris perusahaan.

dengan mengisi formulir Surat Permintaan SIUPP (SPSIUPP) model A dan wajib melengkapi dokumen. • Daftar nomor rekening bank. Tenaga ahli/penilai warga negara asing pendatang. • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). yang memiliki sertifikat dari asosiasi sejenis di negara asal dengan diketahui oleh Asosiasi di Indonesia. sebagai penasehat teknis (technical advisor). sebagai berikut : • Salinan/fotokopi akta notaris tentang pendirian Perusahaan Jasa Penilaian. baik atas nama sendiri ataupun atas nama perusahaan.Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Perusahaan Jasa Penilaian yang telah memperoleh SIUPP dapat mengadakan perjanjian kerjasama di bidang teknis Usaha Jasa Penilaian dengan Perusahaan Jasa Penilaian asing dengan kewajiban melaporkan perjanjian kerjasama yang diadakannya tersebut kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Perusahaan Jasa Penilaian yang telah memperoleh SIUPP dapat mempekerjakan tenaga ahli/penilai warga negara asing pendatang. • Skema organisasi dan nama Direksi Perusahaan serta Daftar Tenaga Penilai dan Tenaga Ahli tetap yang dimiliki perusahaan. • Surat keterangan domisili perusahaan. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. • Fotokopi surat keputusan pengesahan badan hukum (PT) dari instansi berwenang atau fotokopi data akta pendirian perseroan dan bukti setor biaya administrasi pembayaran proses pengesahan badan hukum (PT). Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. tidak diperkenankan menandatangani laporan penilaian dan atau perjanjian kerja di bidang penilaian dengan Perusahaan Jasa Penilaian lainnya. • Pasfoto dan fotokopi KTP Direktur Utama/penanggung jawab perusahaan. 96 . • Daftar inventaris perusahaan.

Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Masa berlaku SIUPP ini adalah selama 5 (lima) tahun terhitung sejak ditetapkan dan dapat diperpanjang selama perusahaan yang bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan usahanya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. 97 . Biaya Pengurusan Pengurusan SIUPP tidak dikenakan biaya. Perusahaan surveyor harus memiliki minimum 3 orang tenaga ahli di bidang survey dan mempunyai alat perlengkapan teknis (laboratorium dan sebagainya). Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor Pengertian Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor adalah surat izin yang di terbitkan hanya untuk perusahaan nasional berbentuk Perseroan Terbatas dan atau Koperasi yang melakukan kegiatan di bidang usaha survey.476/Kp-/ IX/1981 tanggal 7 September 1981 tentang Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Survey.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian diterbitkan dalam waktu kurang lebih 7 (tujuh) hari kerja setelah formulir permohonan dan persyaratan diterima secara lengkap dan benar. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi No.

75. atau dapat juga dilakukan dengan menutup polis asuransi dengan pertanggungan sebesar Rp. KTP/Bukti kewarganegaraan Indonesia para pemilik saham dan anggota pengurus . Surat pelunasan pajak. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Besar .000. Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya.(tujuh puluh lima juta rupiah) sebagai jaminan bonafiditas bagi penyelesaian klien dan kemungkinan ganti rugi yang timbul sebagai akibat transaksi kegiatan survey. Akte notaris tentang pendirian perusahaan . Skema organisasi dan daftar pimpinan serta tenaga ahli berikut riwayat hidup masing-masing. 98 . 75.000.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Mengisi formulir permohonan . Kesanggupan menyediakan jaminan dalam bentuk deposito bank sebesar Rp. terutama alat perlengkapan teknis di bidang survey .000.000. Surat izin ini berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung sejak ditetapkan dan dapat diperpanjang. Daftar inventaris perusahaan. Neraca perusahaan tahun terakhir yang disahkan akuntan/ kantor administrasi yang terdaftar . dengan dilengkapi surat keterangan seperlunya ..(tujuh puluh lima juta rupiah) untuk setiap peristiwa . Referensi bank . • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor dikeluarkan dalam waktu kurang lebih 1 minggu setelah syarat dan formulir permohonan diterima secara lengkap dan benar.

Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 17). Takaran. perusahaan yang bersangkutan wajib memperoleh ITP Percobaan terlebih dahulu. Terdapat 3 jenis ITP yaitu : ITP Percobaan.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. ITP Definitif dan ITP Perpanjangan. timbangan dan perlengkapannya. Takaran. Surat Izin Tanda Pabrik (Ukuran. Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian jo. Sebelum mendapat ITP Definitif. Timbangan. takar. dan Perlengkapannya) produk dalam negeri yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan prototipe yang diproduksi. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Timbangan dan Perlengkapannya) Pengertian Surat Izin Tanda Pabrik (ITP) adalah izin berupa tanda yang dikeluarkan oleh Depperindag terhadap UTTP (Ukuran. Nomor 251/MPP/Kep/6/1999. ITP diberikan dalam rangka pembinaan alat ukur. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam negeri. Setiap perusahaan pembuat UTTP wajib memperoleh Izin Tanda Pabrik (ITP) yang diterbitkan oleh Direktur Metrologi. 99 .

2. Propinsi / Kepala Dinas Tk. • Prototipe/contoh UTTP . ITP Definitif Waktu proses keluarnya ITP Definitif adalah 5 hari kerja. 2. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1.Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Kabupaten/Kota setempat. 100 . ITP Percobaan Diperlukan waktu penelitian/pengujian yang lamanya tergantung dari jenis tingkat ketelitian dan kapasitas UTTP yang diteliti. 3. • Laporan pemeriksaan teknis UTTP oleh pegawai yang berhak pada Kepala Dinas Tingkat Propinsi / Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. ITP Perpanjangan : • Persyaratan dan dokumen sama dengan ITP Definitif dan ITP Percobaan. ITP Definitif : • Persyaratan dan dokumen sama dengan ITP Percobaan. ITP Percobaan : • Rekaman daftar peralatan teknis yang memadai dan tenaga terampil . 3. ITP Definitif ini berlaku selama 5 tahun. Masa berlaku ITP ini adalah 1 tahun. ITP Perpanjangan Waktu proses adalah selama 5 hari kerja. • Contoh merk pabrik . Waktu proses keluarnya ITP Percobaan berkisar antara 5 sampai dengan 15 hari kerja. • SIUP dan IUI/TDI . dan disertai rekomendasi dari Kepala Dinas Tk. Masa berlaku ITP Perpanjangan ini adalah selama 5 tahun.

Setiap UTTP yang masuk pertama kali dan akan digunakan di wilayah RI wajib memperoleh Izin Tipe. Importir yang akan memasukkan UTTP dengan model/tipe baru wajib menyerahkan satu contoh UTTP untuk diadakan penelitian dan pengujian pendahuluan. ITP Perpanjangan : Kepala Dinas Tingkat Propinsi/Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Sedangkan terhadap UTTP yang terlanjur masuk sebelum memperoleh Izin Tipe harus dilakukan penelitian dan pengujian pendahuluan oleh pegawai yang berhak di bidang metrologi (Seksi Metrologi) pada Dinas Tingkat Propinsi atau Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat.Biaya Pengurusan Pengurusan ITP tidak dikenakan biaya. 101 . Timbangan dan Perlengkapannya (UTTP) Asal Impor adalah izin yang dikeluarkan oleh Menperindag terhadap UTTP yang telah memenuhi persyaratan untuk dimasukkan dari luar negeri yang akan digunakan di wilayah Indonesia. Izin Tipe (IT) UTTP Asal Impor Pengertian Izin Tipe (IT) Ukuran. Takaran. untuk impor selanjutnya tidak diperlukan izin lagi. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • ITP Percobaan dan ITP Definitif : Direktur Metrologi. Terhadap UTTP yang sudah dikeluarkan Izin Tipe-nya.

Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 18). tingkat ketelitian dan kapasitas UTTP yang diteliti. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Untuk menerbitkan Izin Tipe UTTP Asal Impor diperlukan waktu penelitian/pengujian yang lamanya tergantung dari jenis. Laporan hasil penelitian teknis UTTP oleh pegawai yang berhak. Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian jo. Masa berlaku Izin Tipe ini adalah untuk selamanya. 102 . Lamanya proses adalah minimal 7 hari kerja dan maksimal 30 hari kerja. Contoh UTTP . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Metrologi. Nomor 251/MPP/Kep/6/1999. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Biaya pengurusan Pengurusan Izin Tipe ini tidak dikenakan biaya. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • Proforma invoice UTTP . Leaflet/brosur UTTP .

Perusahaan yang melakukan kegiatan usaha reparasi UTTP harus memiliki tenaga terampil beserta peralatan teknis yang memadai. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama penyelesaian proses Izin Reparasi UTTP adalah selama 7 (tujuh) hari kerja. Izin ini berlaku untuk selamanya. 103 . riwayat hidup. tanda lulus ujian dan sebagainya). Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 17). Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Dokumen tentang tenaga terampil yang dimiliki (daftar tenaga terampil. Laporan/daftar peralatan teknis reparasi yang dimiliki. Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian.Izin Reparasi UTTP Pengertian Izin Reparasi UTTP adalah izin yang dikeluarkan oleh Menperindag terhadap pengusaha yang memenuhi persyaratan untuk dapat melakukan kegiatan reparasi/pelayanan purna jual UTTP. Izin Reparasi diberikan dalam rangka pembinaan terhadap usaha jasa reparasi/purna jual UTTP.

Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu) 1.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Pengakuan sebagai Eksportir Terdaftar Maniok (Ubi Kayu) Pengertian Maniok adalah ubi kayu (cassava) dalam bentuk diiris dan dikeringkan. Perdagangan ekspor maniok dari Indonesia ke negara-negara Uni Eropa (UE) dibatasi melalui kuota impor berdasarkan suatu Perjanjian Bilateral. Ekspor Maniok ke negara-negara Uni Eropa (UE) hanya dapat dilaksanakan oleh Eksportir Terdaftar Maniok (ETM). pelet dan lain-lain. 104 . Pengakuan sebagai eksportir ini hanya berlaku khusus untuk ekspor ke Uni Eropa. Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok.

Biaya Pengurusan Pengurusan surat pengakuan ini tidak dikenakan biaya. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Pengakuan dikeluarkan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • SIUP/Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku . Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM) Pengertian Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM) adalah surat persetujuan kuota ekspor maniok ke negara Uni Eropa (UE). SPEM ini merupakan dokumen pelengkap untuk melaksanakan ekspor maniok. 105 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. 2. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Masa berlaku izin adalah selama eksportir melaksanakan ekspor sesuai dengan persyaratan. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri.

Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/ 1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu). Biaya Pengurusan Pengurusan SPEM tidak dikenakan biaya. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan. Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002. batas pengapalan dapat diperpanjang. 106 . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Mengajukan permohonan dengan melampirkan kontrak atau L/C. dan atas permintaan pembeli. Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku SPEM adalah 30 hari kerja sejak penerbitan SPEM. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.

107 . Masa berlakunya adalah selama 6 bulan sejak tanggal penerbitan. Sertifikat Ekspor (Export Certificate) Pengertian Sertifikat Ekspor (Export Certificate) adalah surat keterangan ekspor maniok yang diterbitkan oleh Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat berdasarkan SPEM untuk keperluan pembeli sesuai dengan ketentuan impor maniok yang berlaku di negara Uni Eropa. Sertifikat Ekspor merupakan dokumen pelengkap untuk melaksanakan ekspor maniok. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Menyampaikan Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM).3. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok. Biaya Pengurusan Pengurusan Sertifikat Ekspor tidak dikenakan biaya. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Ekspor ini diterbitkan 1 hari setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Keputusan Menperindag 558/MPP/Kep/VIII/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/5/2002.

Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Pengakuan sebagai Eksportir Kopi Pengertian Ekspor kopi hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah memperoleh Pengakuan sebagai Eksportir Kopi oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. . • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • 108 • SIUP atau TDUP atau Surat Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen . Pelaksanaan ekspor kopi harus dilengkapi dengan Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) dan dilindungi dengan Surat Keterangan Asal (SKA) Form – ICO sebagai dokumen pelengkap. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Kopi 1. Keputusan Menperindag Nomor Nomor 29/MPP/Kep/ -1/1999 tanggal 22 Januari 1999 tentang Ketentuan Ekspor Kopi.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.

Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku pengakuan ini adalah sepanjang eksportir bersangkutan masih melaksanakan ekspor dan memenuhi persyaratan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/ MPP/Kep/VIII/2002. Keputusan Menperindag Nomor 29/MPP/Kep/1/1999 tanggal 22 Januari 1999 tentang Ketentuan Ekspor Kopi. Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.• • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Biaya Pengurusan Pengurusan Izin/pengakuan ini tidak dikenakan biaya. Pengakuan ini tidak berlaku lagi apabila eksportir yang bersangkutan tidak melaksanakan ekspor selama 1 tahun. 2. Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) Pengertian Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) adalah surat pelaksanaan ekspor kopi ke seluruh negara tujuan yang dilaksanakan oleh eksportir kopi. • 109 .

Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya Pengertian Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barang yang ekspornya hanya dapat dilakukan dengan Persetujuan Menteri Perindustrian dan Perdagangan atau pejabat yang ditunjuk. Masa berlaku surat persetujuan ini adalah selama 30 hari sejak diterbitkan dan dapat diperpanjang hanya 1 kali. Yang termasuk Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barangbarang yang tercantum pada Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002 tanggal 6 Agustus 2002 tentang 110 .Syarat dan Kelengkapan Dokumen Sudah membayar iuran Asosiasi Eksportir Kopi (AEKI). Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya diperbolehkan jika sudah mendapat rekomendasi dari Direktur Pembina Teknis yang bersangkutan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan atau Instansi/Departemen lain yang terkait. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Biaya Pengurusan Pengurusan SPEK tidak dikenakan biaya. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lamanya proses penerbitan SPEK adalah 3 hari setelah persyaratan dipenuhi.

Departemen Kehutanan . Departemen Pertambangan dan Energi. Mendapat pengakuan sebagai Eksportir Terdaftar dari Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri . Departemen Kelautan dan Perikanan . Minyak dan Gas Bumi : rekomendasi dari Direktur Pengolahan dan Pemasaran. Inti Kelapa Sawit : rekomendasi dari Ditjen Perkebunan. Rekomendasi ekspor dari Departemen/Instansi terkait sesuai dengan jenis barang yang diekspor. Binatang Liar dan Tumbuhan Alam yang tidak dilindungi yang termasuk dalam Appendix II (CITES) : rekomendasi dari Ditjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. Departemen Pertanian. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Memiliki Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP)/Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku . yakni : Binatang sejenis lembu : rekomendasi dari Ditjen Peternakan. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002 Keputusan Menperindag Nomor 441/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Ketentuan Ekspor Pasir Laut. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Ikan dalam keadaan hidup : rekomendasi dari Ditjen Perikanan. • • • 111 . Departemen Kehutanan .Perubahan Atas Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/ Kep/12/1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 443/MPP/Kep/5/2002. Ditjen Migas.

Limbah dan Skrap : rekomendasi dari Ditjen Industri Logam. 7108. 0102. Binatang Liar dan Tumbuhan Alam yang tidak dilindungi yang termasuk dalam Appendix II CITES .100.10. Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue (HS 4103.100) : 3 bulan.00. Depperindag. Minyak dan Gas Bumi (HS 2709. Ikan dalam keadaan hidup : Anak ikan Napoleon Wrasse (HS Ex 0301.000) : 3 bulan. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya dikeluarkan dalam waktu 2 sampai dengan 5 hari kerja setelah semua persyaratan dipenuhi secara lengkap dan benar.12.- Pupuk dan Kulit Buaya : rekomendasi dari Ditjen Industri Kimia. Depperindag.91.00.910) : 6 bulan. hasil-hasil dari padanya ataupun dalam bentuk barang-barang yang dibuat dari padanya (HS 0106. mati. 2711. 7106. Inti Kelapa Sawit (HS Ex 1207.90.900) : antara 1-2 bulan sesuai dengan rekomendasi dari Ditjen Peternakan.000.90. Perak. Dalam keadaan hidup. Emas bukan Tempa atau dalam bentuk bubuk (HS 7108. 7106. Pupuk Urea (HS 3102.10.190 .92. Benih Ikan Bandeng/Nener (HS ex 0301. Ex 0102. Emas. Mesin.10.000) : 6 bulan.91. • • • • • • • 112 . 7108. Elektronika dan Aneka.11. Pasir laut : rekomendasi dari Gubernur dan/atau Bupati/ Walikota setempat.90.000.900) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun.000) : 3 bulan.20.110.000. 2710.10.12.100) : 3 bulan. bagian-bagian dari padanya.999) : 6 bulan. Masa berlaku persetujuan untuk masing-masing barang yang diawasi ekspornya adalah sebagai berikut : • • Binatang sejenis lembu hidup (HS 0102. Ikan Napoleon Wrasse (Hs ex 0301.10.000.10.991 dan 0106.000) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun. 2713) : 3 bulan. 0102. Agro dan Hasil Hutan. 2712. Perak tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk lainnya (HS 7106.

01 s/d 63. Ex-65. Tembaga (HS 7404. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri.29. Ingot Hasil Peleburan Skrap Besi atau Baja.000) : 3 bulan . 7204. Ex-96. 7204.05.41.04. khusus yang berasal dari wilayah Pulau Batam (HS 7204.000).• • • Limbah dan Skrap Fero.19. Kuningan (HS Ex 7407. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Industri atau Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan. 7204.000. Limbah dan Skrap dari Baja Stainless (HS 7204. Eksportir Terdaftar Tekstil dan Produk Tekstil (ETTPT) Pengertian Yang dimaksud dengan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) adalah serat. 7204.49. Ex-65.000). Ex-65. Ex 65.000) : 6 bulan dan dapat di perpanjang 1 tahun.05. Biaya Pengurusan Pengurusan persetujuan ini tidak dikenakan biaya. benang. 50.30. 113 .02.04.000.21. Ex-64.000) Aluminium (HS 7602.10.00.02. tekstil lembaran.000.10.000.21. Ex-70. Ex-94.01.12. Eksportir Terdaftar Tekstil dan Produk Tekstil (ETTPT) adalah perusahaan yang diizinkan mengekspor TPT Kuota oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan.00. Pasir Laut (HS Ex 2505.000) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun. Izin Ekspor Tekstil 1.90. Ex-65.03. pakaian jadi dan barang jadi lain terbuat dari tekstil yang termasuk dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia dengan Pos Tarif HS Ex-42.

4. 5. Kuota Pertumbuhan (KPt). Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). 2. Kuota Sementara Murni (KSM). 114 . Kuota terdiri dari Kuota Tetap (KT). Negara Non Kuota adalah negara pengimpor TPT yang tidak memberlakukan Kuota. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). dan Kuota Pergeseran Khusus (KSS).Kuota adalah batas volume maksimum Kategori atau Group TPT yang diizinkan diekspor ke negara kuota. Berita Acara pemeriksaan fisik kantor dan unit produksi serta kapasitas produksi perusahaan yang ditandasahkan oleh pejabat IPSKET (Instansi Penerbit Surat Keterangan Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil) dimana perusahaan berdomisili. Tahun Kuota adalah dimulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 3. Negara Kuota adalah negara pengimpor TPT yang berdasarkan suatu Perjanjian Bilateral yang memberlakukan Kuota. Izin Usaha Industri (IUI) atau Tanda Daftar Industri (TDI) . Realisasi ekspor sendiri TPT Non Kuota . Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Kuota Pinjaman (KP). Kuota Fleksibilitas (KF).

115 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Pengakuan ETTPT Perusahaan Kecil dan Koperasi (ETTPT-PKK) dilakukan oleh Pejabat IPSKET setempat bagi perusahaan yang telah memenuhi kriteria tertentu. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan.Biaya Pengurusan Pengurusan untuk mendapatkan pengakuan sebagai ETTPT tidak dikenakan biaya. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk menerbitkan Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) tidak dikenakan biaya. 2. Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) Pengertian Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) adalah dokumen penyerta TPT Kuota yang membuktikan bahwa TPT Kuota tersebut ber asal dari Indonesia yang telah memenuhi Perjanjian Bilateral. Pengakuan ETTPT Perusahaan Menengah Besar (ETTPT-PMB) dilakukan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri.

Kuota Pengertian a. Kuota Tetap (KT) Kuota Tetap (KT) adalah jenis Kuota yang dialokasikan setiap tahun yang bersumber dari Kuota Dasar. Pengalihan Kuota Tetap adalah pemindahan KT dari satu ETTPT kepada ETTPT lainnya. • Instansi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh Menperindag. • Instansi atau Dinas pada daerah Propinsi dan atau DATI II yang membidangi perindustrian dan perdagangan. Kuota Tetap yang diserahkan kepada Depperindag karena tidak dapat direalisasikan pada Tahun Kuota berjalan. 116 . Penitipan KT adalah. yaitu : • PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Instansi Penerbit Surat Keterangan Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (IPSKET) adalah instansi atau lembaga yang ditunjuk oleh Menperindag untuk menerbitkan SKET. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/-2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. • Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. 3.

ETTPT dapat mengalihkan KT miliknya kepada ETTPT lain secara langsung dan melaporkan kepada IPSKET setempat untuk mendapat pengesahan. KT yang tidak direalisasikan ekspornya akan dikurangkan dari alokasi KT tahun berikutnya sebesar KT yang tidak direalisasikan. 2. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Alokasi KT dilaksanakan oleh Dzirektur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dalam 2 (dua) tahap dan diumumkan melalui IPSKET setempat sebagai berikut : Untuk KT Tahap I (sementara) diumumkan selambatlambatnya pada minggu ke-empat bulan Desember Tahun Kuota Berjalan. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Tetap (KT) tidak dikenakan biaya. 3. 117 . b. ETTPT yang memiliki KT dan merealisasikan ekspornya pada Tahun Kuota berjalan dapat memperoleh alokasi KT sebesar KT yang direalisasikan untuk Tahun Kuota berikutnya.Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Kuota Pertumbuhan (KPt) Pengertian Kuota Pertumbuhan (KPt) adalah Kuota Tambahan yang diberikan oleh Negara Kuota setiap Tahun Kuota yang besarnya sesuai dengan Perjanjian Bilateral. Untuk KT Tahap II (definitif) diumumkan selambatlambatnya pada minggu ke-tiga bulan Januari Tahun Kuota berikutnya.

5. tidak memperoleh KPt pada tahun berikutnya . Permohonan KPt ditandatangi oleh Pemilik ETTPT dan jika bermitra dengan ETTPT lainnya harus dilengkapi dengan surat Perjanjian Kerjasama. Sumber KPt untuk ETTPT-PKK berasal dari Pertumbuhan Kuota Dasar sebesar 6%. orang atau badan usaha yang memiliki lebih dari satu ETTPT. ETTPT Pengusaha Kecil dan Koperasi (ETTPT-PKK) dapat mengajukan permohonan KPt Tahun Kuota berikutnya pada IPSKET setempat.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/-2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. kecuali kategori yang pertumbuh-annya dibawah 6%. 3. Jumlah ETTPT yang berhak mendapat alokasi KPt ditentukan setelah melalui seleksi oleh Tim Pengkajian Kelayakan ETTPT. hanya dapat memperoleh KPt untuk salah satu ETTPT. 4. Kriteria untuk memperoleh KPt diatur sebagai berikut : tidak pernah mengalihkan KPt yang diperoleh . 118 . Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. 2. memiliki Izin Usaha Industri/TDI yang telah berlaku 1 (satu) tahun keatas. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. ETTPT yang pernah mendapatkan KPt tiga kali atau lebih. ETTPT yang dapat mengajukan KPt.

Sumber KSM Nasional yang tersedia dihitung berdasarkan selisih antara Kuota Dasar dengan alokasi KT Nasional. KSM dialokasikan secara proporsional kepada ETTPT berdasarkan Prestasi Realisasi (PR) masing-masing ETTPT. c. 119 . Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. ETTPT yang mempunyai Prestasi Realisasi paling sedikit 90% dari Kewajiban Ekspor (KE) pada Tahun Kuota berikutnya.Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pertumbuhan (KPt) tidak dikenakan biaya. Kuota Sementara Murni (KSM) Pengertian Kuota Sementara Murni (KSM) adalah selisih antara Kuota Dasar dengan alokasi KT Nasional. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Jumlah dan Kategori atau Group TPT KPt diberikan kepada masing-masing IPSKET secara global oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. jumlah KSM yang di-realisasikan dapat menjadi KT. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tang gal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil.

baik yang memiliki KT ataupun yang tidak memiliki KT. Ditjen Perdagangan Luar Negeri. ETTPT produsen yang memiliki KT atau tidak memiliki KT yang melaksanakan ekspor TPT ke Negara Non Kuota dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh KSM untuk kategori yang sama kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Pergeseran. ETTPT yang mempunyai Prestasi Realisasi paling sedikit 90% dari Kewajiban Ekspor (KE) pada Tahun Kuota berikutnya.Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Sementara Murni (KSM) tidak dikenakan biaya. 2. ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri melalui IPSKET setempat. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Penetapan alokasi KSM untuk masing-masing ETTPT. Kuota Handicraft. jumlah KSM yang direalisasikan dapat menjadi KT. ETTPT yang memiliki unit produksi. KF Global dialokasikan pada bulan Maret dan Juli. Pertukaran. 3. dapat mengajukan permohonan memperoleh KSM kepada Direktur Ekspor Produk Industri. 120 . d. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri. Kuota Fleksibilitas (KF) Pengertian Kuota Fleksibilitas (KF) adalah Kuota yang berasal dari Kuota Tidak Terealisasi. Penitipan KT. sedangkan KF Non Global dialokasikan setiap saat mulai bulan Februari selama Kuota masih tersedia. Sisa KSM dan SWAP.

Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. diberitahukan kepada masing-masing IPSKET oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. . Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. demikian juga masa berlaku KF Non Global adalah 4 (empat) bulan. ETTPT Produsen dapat memperoleh KF. 3. Sumber KF yang tersedia dialokasikan kepada ETTPTPKK sebesar 60 % dan kepada ETTPT Pengusaha Menengah dan Besar (PMB) sebesar 40%. dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK . mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. 121 2. Jumlah dan jenis kuota untuk masing-masing wilayah IPSKET dialokasikan secara global dan proporsional sesuai dengan jumlah ETTPT-PKK oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. ETTPT yang mengalihkan 10 % atau lebih dari KT yang dimiliki tidak berhak memperoleh KF untuk kategori tersebut pada Tahun Kuota berjalan. Jumlah dan Kategori atau Group TPT yang dapat dialokasikan sebagai KF untuk ETTPT-PKK. 6. 5. 4. Masa berlaku KG Global adalah 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkan surat alokasi dan tidak dapat diperpanjang.

maka KF dialokasikan kepada masingmasing perusahaan secara proporsional berdasarkan kapasitas produksi terpasang yang tercantum dalam izin industri yang bersangkutan. dialokasikan secara global berdasarkan proporsi KT yang dimiliki ETTPTPKK di masing-masing IPSKET oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri KP yang direalisasikan akan diperhitungkan pada Tahun Kuota berikutnya. 122 . kecuali jika tidak terjadi pengurangan Kuota Dasar secara Nasional oleh Negara Kuota atau realisasi ekspor nasional berada di bawah atau sama dengan Kuota Dasar. Kuota Pinjaman (KP) Pengertian Kuota Pinjaman (KP) adalah Kuota yang dipinjam dari Kuota Dasar Tahun pada tahun berikutnya yang digunakan pada tahun berjalan sesuai dengan Perjanjian Bilateral. b.Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Fleksibilitas (KF) tidak dikenakan biaya. Penetapan alokasi KF Global untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. maka KF dialokasikan kepada masingmasing perusahaan maksimal sesuai dengan yang dimohon. dengan ketentuan : a. KP untuk ETTPT-PKK di wilayah IPSKET. dalam hal KF yang dimohon lebih kecil dari KF yang tersedia. e. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KF untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat. dalam hal KF yang dimohon lebih besar dari KF yang tersedia.

. Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. 2. 3. ETTPT produsen yang memiliki KT dan tidak memanfaatkan sebagian atau seluruh hak KP dalan Tahun 123 .Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Permohonan KP berikutnya akan diproses. ETTPT Produsen dapat memperoleh Kuota Pinjaman. dapat mengajukan KP lebih besar dari Perjanjian Bilateral dan maksimum sebesar realisasi ekspor KT-nya .Mulai bulan Juni Tahun Kuota berjalan. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. apabila alokasi KP sebelumnya telah direalisasikan ekspornya minimal sebesar 80%. ETTPT Produsen pemilik KT yang telah merealisasikan kuota TPT sebesar 50% atau lebih. Kuota Pinjaman dapat dialokasikan kepada ETTPT Produsen yang telah merealisasikan KT pada Tahun Kuota berjalan dan tidak mengalihkan 10% atau lebih KT dari Kategori atau Group TPT dimaksud. dengan cara : Mulai bulan Januari Tahun Kuota berjalan. mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK . ETTPT Produsen pemilik KT dapat mengajukan KP maksimal sesuai dengan Perjanjian Bilateral dan tidak melebihi dari KT yang telah direalisasikan .

6. KP untuk ETTPT-PKK di wilayah IPSKET. Hak KP tersebut dapat dimanfaatkan oleh ETTPT yang tidak memiliki KT dengan menggunakan jaminan ETTPT yang memiliki KT dimaksud dan bersedia dipotong pada Tahun Kuota berikutnya. Apabila Negara Kuota mengurangi Kuota Dasar. Penetapan alokasi KP untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Direktur Ekspor Produk Industri. Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) Pengertian Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) adalah jenis Kuota yang berasal dari perpindahan antar Kategori TPT tertentu sesuai dengan Perjanjian Bilateral. Masa berlaku KP adalah maksimum 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkan surat alokasi dan tidak dapat diperpanjang. f. yang diperhitungkan dari realisasi KP Tahun Kuota sebelumnya. 5. 124 . dialokasikan secara Global oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri berdasarkan proporsi KT yang dimiliki ETTPT-PKK di masing-masing IPSKET.4. Ditjen Perdagangan Luar Negeri. maka perhitungan KP bagi masing-masing ETTPT dilakukan secara proposional sesuai dengan realisasi KP masing-masing ETTPT tersebut. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pinjaman (KP) tidak dikenakan biaya. Kuota berjalan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KP untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat.

Tahap I dimulai pada minggu pertama bulan Maret. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. b. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. dialokasikan secara global oleh Ditjen Perdagangan Luar Negeri. 2. KSS yang direalisasikan diperhitungkan sebagi KT Kategori asalnya pada Tahun Kuota berikutnya. berdasarkan persentase tertentu sesuai dengan Perjanjian Bilateral. Tahap II dimulai pada minggu pertama bulan Juli.KSS dialokasikan kepada ETTPT Produsen yang memiliki KT Kategori Donor dan KT Kategori Penerima dalam 2 tahap pada Tahun Kuota berjalan. KT Kategori Penerima dan Kategori Donor yang dapat dipertukarkan untuk KSS adalah KT yang bukan berasal dari pengalihan atau KPt. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Jumlah dan Kategori TPT KSS untuk ETTPT-PKK masing-masing wilayah IPSKET. 125 . 4. mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. ETTPT Produsen yang memiliki KT Kategori Donor dan KT Kategori Penerima dapat memperoleh KSS. 3. Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. yaitu : a. dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK .

Kategori Donor adalah Kategori TPT tertentu yang berdasarkan Perjanjian Bilateral dijadikan sebagai sumber perpindahan untuk Kategori TPT tertentu lainnya. g. Ditjen Perdagangan Luar Negeri. ETTPT yang mengalihkan 10% atau lebih dari KT Kategori Penerima. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KSS untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat. Penitipan Kuota Tetap Pengertian Penitipan KT adalah Kuota Tetap yang diserahkan kepada Departemen Perindustrian dan Perdagangan karena tidak dapat direalisasikan pada Tahun Kuota berjalan. Penetapan alokasi KSS untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Direktur Ekspor Produk Industri. Kategori Penerima adalah Kategori TPT tertentu yang berdasarkan Perjanjian Bilateral dijadikan sebagai penerima perpindahan dari Kategori Donor tertentu lainnya. 126 . Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. tidak berhak memperoleh KSS pada Tahun Kuota berjalan.5. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) tidak dikenakan biaya.

ETTPT dapat mengajukan Penitipan KT kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. ETTPT yang telah menitipkan KT selama 2 (dua) tahun berturut-turut. Pengurangan KT dilakukan pada awal Tahun Kuota berikutnya. Jenis Kuota yang dapat dititipkan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Penitipan Kuota Tetap (KT) tidak dikenakan biaya. Selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja sejak tanggal diterimanya penitipan KT dari ETTPT. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri setelah permohonan tersebut ditandasahkan oleh IPSKET setempat paling lambat 31 Oktober Tahun Kuota berjalan. KT tersebut akan dikurangkan sebesar rata-rata yang dititipkan selama 2 (dua) tahun. Ditjen Perdagangan Luar Negeri adalah KT yang bukan berasal dari pengalihan dan kemitraan. 5. maka IPSKET setempat harus sudah mengurangkan dan mengembalikan Kategori tersebut sejumlah yang dititipkan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri 127 . 3. 4. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Industri.• Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 2.

dihasilkan dan atau diolah di Indonesia. Ketentuan Asal Barang adalah kriteria/persyaratan yang ditetapkan. SKA diterbitkan atas permintaan eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA. kepada instansi penerbit atas keabsahan dokumen dan atau kebenaran pengisian SKA.Surat Keterangan Asal (SKA) Pengertian Surat Keterangan Asal (SKA) adalah dokumen yang berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian bilateral. Dasar Hukum • Keputusan Mendagkop Nomor 155/Kp/IV/80 tanggal 22 April 1980 tentang Biaya Retribusi Pengeluaran Formulir Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia. regional dan multilateral maupun ketentuan sepihak dari suatu negara tertentu. regional dan multilateral serta ketentuan sepihak dari suatu negara tertentu wajib disertakan pada waktu barang ekspor tertentu Indonesia akan memasuki wilayah negara tertentu yang membuktikan bahwa barang tersebut berasal. Verifikasi adalah suatu proses penyelidikan yang dilakukan atas permintaan pemerintah di negara tujuan ekspor barang. baik berdasarkan perjanjian bilateral. Keputusan Menperindag Nomor 111/MPP/Kep/2/2002 tanggal 21 Februari 2002 tentang Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia • 128 . yang wajib dipenuhi suatu barang ekspor untuk dapat diterbitkan SKA-nya oleh pemerintah di negara asal barang. karena diwajibkan baik oleh pemerintah di negara tujuan ekspor maupun oleh pembelinya.

atau bukti lain jika pelaksanaan ekspornya tidak menggunakan angkutan laut atau udara. Untuk ekspor barang yang tidak wajib memenuhi Ketentuan Umum di Bidang Ekspor : a. surat penegasan pemohon SKA Form A. untuk permohonan SKA kedua dan seterusnya cukup melampirkan : keterangan tentang proses produksi atau persentase kandungan impor/lokal . 4. eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA selain melengkapi dokumen-dokumen. juga wajib melengkapi : a. 3. b.• Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/ SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Dalam hal barang ekspor yang sama. Khusus untuk penerbitan SKA Form A dan Form D. Untuk ekspor barang yang wajib memenuhi Ketentuan Umum di Bidang Ekspor : a. Fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia atau fotokopi paspor bagi penduduk asing/wisatawan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA dapat mengajukan permohonan penerbitan SKA kepada Instansi Penerbit dengan melampirkan dokumen pendukung sebagai berikut : 1. Fotokopi Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (DPEB) dari Kantor Bea dan Cukai di pelabuhan muat. Surat pernyataan dan struktur biaya per unit . Untuk barang yang pengirimannya menggunakan perusahaan jasa titipan. 129 . Bill of Lading (B/L) atau Air Way Bill. persyaratan dapat diganti dengan surat kuasa dari pemilik barang. 2. b. b. Kwitansi pembelian barang .

3. • Kanada : 2 tahun. Kepala Sub Dinas Perdagangan. Direktur Pemasaran dan Pelayanan .Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Kewenangan dan tanggung jawab penerbitan SKA ditetapkan sebagai berikut : a.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku SKA dikeluarkan 1 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. d. Kepala Seksi Ekspor pada Sub Dinas Perdagangan. 2. Secara umum : sejak SKA diterbitkan sampai dengan waktu barang dimaksud diterima oleh importir yang bersangkutan. b. 3. Kepala Instansi atau Dinas . Masa berlaku SKA adalah sebagai berikut : a. Biaya Pengurusan Biaya untuk pengurusan SKA sebesar Rp. sebagai Pejabat Pengganti II. pada PT. Untuk Eksportir Certificate : 120 hari kerja. Kepala Sub Dinas Perdagangan. c. • Jepang : 1 tahun. sebagai pejabat pengganti I . c. sebagai Pejabat Pengganti II. sebagai Pejabat Pengganti I . Kepala Seksi Ekspor pada Sub Dinas Perdagangan. pada Instansi atau Dinas Kabupaten/Kota : 1. 2. pada Instansi atau Dinas Propinsi : 1. Untuk SKA Form D : 4 bulan. 1000. Secara khusus : Untuk SKA Form A : • Uni Eropa. b. (Persero) Kawasan Berikat Nusantara dan Kantor Cabang di Jakarta : 1. Kepala Sub Instansi atau Dinas . 130 . Norwegia dan Swiss : 10 tahun.

3. Deputi Keuangan. 131 . 3. untuk SKA Tembakau (Certificate of Authenticity). Deputi Perdagangan Jasa dan Industri . Sekretaris Lembaga Tembakau/Penguji. sebagai Pejabat Pengganti I . Bagi barang yang diatur ekspornya dan atau terkena pembatasan ekspor dalam bentuk kuota berdasarkan perjanjian internasional. sebagai Pejabat Pengganti II. e. sebagai Pejabat Pengganti I . (Persero) Kawasan Berikat Nusantara dan Kantor Cabang di Jakarta. 2. sebagai Pejabat Pengganti II. 3. sebagai Pejabat Pengganti II.2. f. pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) : 1. sebagai Pejabat Pengganti I . Kepala Sub Bagian Tata Usaha. 2. atau Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) sesuai wilayah kerjanya dimana barang dikapalkan (pelabuhan ekspor) atau kuota ekspor dialokasikan/ dimutasikan. sebagai Pejabat Pengganti I . d. Kepala Bidang Perizinan dan Promosi. pada Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) dan Lembaga Tembakau Surabaya dan Jember : 1. Kepala Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau . Kepala Lembaga Tembakau . sebagai Pejabat Pengganti II. untuk SKA Tembakau (Certificate of Authenticity). 2. Kepala Unit Usaha Kawasan. 3. pada Lembaga Tembakau Cabang Surakarta dan Medan : 1. Penguji. Kepala Seksi Pengujian. Kepala Bagian Dokumen. SKA-nya hanya dapat diterbitkan oleh Instansi atau Dinas Propinsi atau Kabupaten/Kota atau PT.

Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Pengertian Perusahaan Eksportir yang berstatus sebagai eksportir produsen atau eksportir bukan produsen dapat ditetapkan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu. maka Penetapan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu dicabut. . Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Memiliki alamat kantor dan atau lokasi pabrik yang jelas . Tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan yang mengakibatkan kerugian negara (tidak pernah melakukan ekspor fiktif) . tidak pernah menunggak pembayaran pajak. Tidak terkait dengan kredit bermasalah. apabila memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. dan selalu memasukkan surat pemberitahuan pajak dua tahun berturut-turut dengan tertib dan teratur) . Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu berlaku untuk semua komoditi yang diekspor sesuai dengan pasal 2 Keputusan Menperindag Nomor 184/MPP/Kep/5/2000 tanggal 29 Mei 2000 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 42/MPP/ Kep/2/1997. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 42/MPP/Kep/2/1997 tanggal 13 Februari 1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 184/MPP/Kep/5/2000. • • 132 Jika salah satu persyaratan tidak dipenuhi. NPWP (merupakan wajib pajak yang patuh.

133 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri untuk Perusahaan Eksportir Bukan Produsen. Biaya Pengurusan Pengurusan surat penetapan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu tidak dikenakan biaya.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Penetapan Perusahaan Ekspotir Tertentu diterbitkan 5 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. dan Direktur Jenderal Pembinaan Teknis yang bersangkutan untuk Perusahaan Eksportir Produsen. API terdiri dari : • Angka Pengenal Importir Umum (API-U) : Wajib dimiliki setiap Perusahaan Dagang yang melakukan impor semua jenis barang kecuali barang yang diatur tata niaga impornya dan barang yang dilarang impornya. Masa berlaku Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu adalah selama Perusahaan Eksportir Tertentu yang bersangkutan melakukan kegiatan ekspor untuk komoditi yang bersangkutan. Angka Pengenal Importir (API) Pengertian Angka Pengenal Importir (API) adalah tanda pengenal sebagai importir yang harus dimiliki setiap perusahaan yang melakukan kegiatan impor.

Referensi dari bank devisa (asli). Fotokopi perjanjian sewa/kontrak tempat berusaha yang masa waktu sewa/kontraknya minimal 2 (dua) tahun . 2 (dua) lembar pas foto pengurus (2x3 cm). Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI). Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan . Nama dan susunan pengurus perusahaan (asli) . khusus untuk memperoleh API-U .• Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) : Wajib dimiliki setiap Perusahaan Industri diluar PMA/PDN yang melakukan impor hanya barang modal dan bahan baku/ penolong untuk keperluan proses produksinya sendiri. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • • • • • • Fotokopi akta notaris pendirian dan perubahannya . khusus untuk memperoleh API-P . Surat keterangan kelakuan baik pengurus perusahaan dari Kepolisian . atau dari pemilik gedung apabila sewa/kontrak (asli) . Surat keterangan domisili kantor pusat yang masih berlaku dari Kantor Kecamatan (apabila gedung milik sendiri). Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Impor Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Fotokopi KTP pengurus. 134 . Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP).

Masa berlaku API. adalah selama 5 tahun terhitung sejak tanggal diterbitkannya API tersebut. Biaya Pengurusan Pengurusan API tidak dikenakan biaya. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 141/MPP/Kep/3/2002 tanggal 6 Maret 2002 tentang Nomor Pengenal Importir Khusus. Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Impor 135 .Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan ataupun penolakan permohonan tersebut diputuskan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 hari kerja terhitung sejak permohonan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar. API dapat dipergunakan untuk melaksanakan impor di seluruh daerah pabean Republik Indonesia. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Pengertian Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) adalah tanda pengenal sebagai importir khusus yang harus dimiliki setiap perusahaan yang melakukan perdagangan impor barang tertentu. baik API-U maupun API-P. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Jenis barang tertentu yang akan diimpor harus dalam keadaan baru.

dengan persyaratan : a. atau realisasi impor dalam 1 (satu) tahun terakhir dan/atau perjanjian/kontrak pembelian dengan mitra dagang luar negeri dalam waktu 1 (satu) tahun kemuka. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) dan Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). Realisasi impor 2 (dua) tahun dalam 5 (lima) tahun terakhir. Syarat dan Kelengkapan Dokumen NPIK hanya dapat diberikan kepada perusahaan yang telah memiliki Angka Pengenal Importir Umum (API-U). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan ataupun penolakan permohonan tersebut diputuskan selambat-lambatnya dalam jangka 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak permohonan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar. dengan tembusan kepada Direktur Impor. melampirkan: API-U. Izin Usaha Industri (IUI) atau Surat Persetujuan Tetap (SPT) PMA/PMDN. Untuk dapat memperoleh NPIK importir wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Izin Usaha Industri (IUI).Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. b. Masa berlaku NPIK selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkannya NPIK tersebut. NPIK bagi perusahaan pemegang API-Terbatas. 136 . melampirkan: API-P. melampirkan : API-T. c. NPIK bagi perusahaan pemegang API-Umum. NPIK bagi perusahaan pemegang API-Produsen.

• dan lain-lain sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/MPP/Kep/7/1997. 137 . • Limbah benang (termasuk limbah benang pintal) . Jumlah dan jenis limbah yang dapat diimpor oleh IULimbah ditetapkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri berjumlah 18 Pos Tarif.Biaya Pengurusan Pengurusan NPIK tidak dikenakan biaya. antara lain: • Limbah dari wol atau dari bulu hewan halus . Importir Umum Limbah (IU-Limbah) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Umum Limbah (IU-Limbah) adalah importir umum yang diakui oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor Limbah Non B3. • Limbah dari bulu hewan kasar . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Pengakuan Importir Umum Limbah 1. Impor Limbah Non-B3 lainnya yang tidak tercakup di dalam Keputusan tersebut akan ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

138 . Bukti pemilikan/penguasaan gudang penimbunan limbah yang telah diakui oleh Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan Izin Pengakuan IU-Limbah diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. dengan masa berlaku izin selama satu tahun. Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IU-Limbah tidak dikenakan biaya. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Angka Pengenal Importir Umum (API-U) .Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 192/MPP/Kep/ 6/2000.

sel primer habis pakai. dan akumulator listrik. Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah. yaitu : • Sisa dan skrap timah hitam . 139 • • • . baterai primer.2. Jumlah dan jenis limbah yang dapat diimpor oleh IPLimbah B3 ditetapkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan dengan pertimbangan dari Kepala BAPEDAL. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) . • Sisa dan skrap dari sel primer. Importir Produsen Limbah B3 (IP-Limbah B3) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Produsen Limbah B3 (IPLimbah B3) adalah produsen yang diakui oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan disetujui untuk mengimpor sendiri Limbah B3 yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) atau Izin yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan . mencakup 2 Pos Tarif. baterai primer habis pakai dan akumulator listrik habis pakai. Tanda Daftar Peusahaan (TDP) . Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/ MPP/Kep/2/2001. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) .

Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IP-Limbah B3 tidak dikenakan biaya. Jumlah dan Jenis Limbah yang dapat diimpor oleh IP-Limbah Non B3 ditetapkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Rekomendasi dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan bahwa produsen pemohon membutuhkan limbah untuk proses produksinya. Importir Produsen Limbah Non B3 (IP-Limbah Non B3) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Produsen Limbah Non B3 (IP-Limbah Non B3) adalah produsen yang diakui oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor sendiri limbah Non B3 yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya. 140 . • Kertas atau kertas karton (bekas dan sisa) yang diperoleh kembali . sebanyak 39 Pos Tarif antara lain : • Ban luar bertekanan bekas . 3.• • Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya yang diakui oleh BAPEDAL . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Menteri Perindustrian dan Perdagangan. dengan masa berlaku 1 tahun.

141 . Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) atau izin yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan. • • • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya yang diakui oleh Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/ MPP/Kep/2/2001. dengan masa berlaku izin 1 tahun. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). Rekomendasi dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen yang membidangi usaha tersebut bahwa produsen yang bersangkutan membutuhkan limbah untuk proses produksinya. Tanda Daftar Perusahaan (TDP).• • Limbah dan skrap dari besi tuangan . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). dan lain-lain sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/ MPP/-Kep/7/1997 tersebut.

142 . dalam hal ini adalah pengguna akhir.Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan sebagai IP-Limbah Non B3 tidak dikenakan biaya. korosif dan iritasi. baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat racun. teratogenik. Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) adalah Importir Produsen Bahan Berbahaya yang diakui oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor sendiri bahan berbahaya yang diperuntukan semata-mata hanya untuk kebutuhan produksinya sendiri. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. mutagenik. karsinogenik. IT-B2 adalah Importir Terdaftar Bahan Berbahaya bukan produsen pemilik Angka Pengenal Importir Umum (API-U) yang mendapat tugas khusus untuk mengimpor bahan berbahaya dan bertindak sebagai distributor untuk menyalurkan bahan berbahaya yang diimpornya kepada perusahaan lain yang membutuhkan. Pengakuan Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) Pengertian Bahan Berbahaya disingkat B2 adalah zat. bahan kimia dan biologi. dan/dilarang diper jualbelikan diperdagangkan maupun dipindahtangankan kepada siapapun.

143 . dengan melampirkan dokumen sebagai berikut : • • • • • Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis yang membidangi usaha tersebut.Limbah B2. Keputusan Menperindag Nomor 254/MPP/Kep/7/2000 tanggal 4 Juli 2000 tentang Tata Niaga Impor dan Peredaran Bahan Berbahaya Tertentu. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai IP.B2 yang diatur tata niaga impornya berjumlah 351 Pos Tarif yang terdiri dari bahan kimia yang membahayakan kesehatan dan merusak kelestarian lingkungan hidup dan bakan kimia daftar 2 dan 3 Konvensi senjata Kimia (KSK). Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Importir (API) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. perusahaan yang bersangkutan wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/MPP/ Kep/2/2001. Rekomendasi dari Direktur Jenderal IKAH. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T).

Departemen Kesehatan dan Direktur Jenderal Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. perbaikan dan pemeliharaan mesin dan peralatan mesin bukan baru. dengan rekomendasi dari Direktur Jenderal POM. Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru Pengertian Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru adalah izin untuk pengimporan mesin dan barang modal lainnya dalam keadaan bukan baru oleh perusahaan yang telah mendapat izin usaha industri untuk keperluan proses produksi sendiri. Perusahaan rekondisi adalah perusahaan industri yang bergerak di bidang jasa pemulihan. dengan masa berlaku selama 1 tahun serta dapat diperpanjang. Yang dimaksud dengan Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru adalah mesin dan peralatan mesin yang masih layak dipakai atau direkondisi untuk difungsikan kembali dan bukan skrap (besi tua). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. 144 . Depperindag. Biaya Pengurusan Pengurusan IP-Limbah B2 tidak dikenakan biaya.

APIT atau API-U atau API-P . bukan skrap dan untuk kendaraan bermotor serta alat besar harus menyatakan spesifikasi teknis yang mencakup masa total kotor daya engine dan umur kendaraan 2. 4. Izin Usaha Perkebunan . Izin Usaha Pengusahaan Hutan . 5. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. atau b. a. Izin Usaha Konstruksi . Rekomendasi dari Ditjen ILMEA apabila barang tersebut termasuk barang yang dilarang diimpor. Izin Usaha Industri (IUI) . Izin Usaha Perikanan . Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. atau e. Izin Usaha Pertambangan . Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 172/MPP/Kep/5/2001 tanggal 17 Mei 2001 2001 tentang Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru. • Perusahaan pemakai langsung yang telah memiliki Izin Usaha Industri. Izin Usaha Jasa Transportasi . atau c. atau d. Pengimporan mesin dan peralatan mesin harus disertai dengan Certificate of Inspection dari Surveyor yang menyatakan bahwa barang yang diimpor tersebut masih layak dipakai atau direkondisi untuk difungsikan kembali.Impor mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru hanya dapat dilaksanakan oleh : • Perusahaan rekondisi yang telah memiliki Izin Usaha Industri. 6. atau h. atau memiliki Izin Usaha untuk keperluan proses produksi atau digunakan sendiri. atau f. Izin Usaha Rekondisi . 3. 145 . atau g. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) .

146 . dapat diimpor dengan persetujuan Dirjen Perdagangan Luar Negeri atas nama Menteri. selanjutnya disebut IP Gula.11.000).7. Kendaraan bermotor milik Duta Besar RI yang telah habis masa tugasnya di luar negeri. Bantuan teknik dan bantuan proyek berdasarkan PP No. Biaya Pengurusan Pengurusan izin impor ini tidak dikenakan biaya. yang termasuk dalam Pos Tarif (HS. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Keperluan penelitian dan pengembangan teknologi. 1701. Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) Pengertian Yang dimaksud dengan Gula Kasar (Raw Sugar) adalah gula kristal sakrosa yang dibuat dari tebu melalui proses defikasi yang tidak dapat langsung dikonsumsi oleh manusia sebelum diproses lebih lanjut. Mesin dan peralatan mesin bukan baru yang tidak dapat diimpor. yang telah memiliki Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Gula dan telah memperoleh Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). Gula Kasar (Raw Sugar) hanya dapat diimpor oleh Importir Produsen Gula Kasar (Raw Sugar). sepanjang untuk : Keperluan Pemerintah dan Lembaga Negara lainnya. 19 tahun 1955.

Agro dan Hasil Hutan. 147 . Rekomendasi dari : 1. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai IP Gula. d. dengan melampirkan : a. dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). f. e. perusahaan harus mengajukan permohonan tertulis kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. c. Nomor Pengenal Importir Khusus Gula (NPIK . Departemen Pertanian dalam hal impor gula kasar (raw sugar) untuk penggunaan sebagai bahan baku pabrik gula. Direktur Jenderal Industri Kimia. atau 2. b. Depperindag dalam hal impor gula kasar (raw sugar) untuk penggunaan sebagai bahan baku industri rafinasi atau industri lainnya . Dasar Hukum • Keputusan Menperindag No. 456/MPP/Kep/6/2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar). Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) .Gula Kasar (Raw Sugar) yang dapat diimpor oleh IP Gula hanya dipergunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi dari industri yang dimiliki oleh IP Gula dan dilarang diperjualbelikan maupun dipindahtangankan. Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau Izin Usaha lain yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha tersebut .Gula) . Direktur Jenderal Bina Produksi Perkebunan.

Depperindag atas rekomendasi : Direktur Jenderal Industri Kimia. sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Masa berlaku Pengakuan IP Gula adalah selama 1 (satu) tahun. 0907. Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IP Gula ini. sesuai ketentuan yang berlaku.00. Departemen Pertanian. 148 .900). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Depperindag dan Direktur Jenderal Bina Produksi Perkebunan. 0907.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pengakuan atau penolakan sebagai IP Gula diterbitkan paling lambat dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja. tidak dikenakan biaya. Agro dan Hasil Hutan. Ketentuan Impor Cengkeh Pengertian Yang dimaksud dengan Cengkeh adalah Bunga Cengkeh (Pos Tarif HS.00. Importir Cengkeh adalah Industri Pengguna Cengkeh pemilik Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) yang disetujui untuk mengimpor cengkeh yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya.100) dan Cengkeh Lain-lain (Pos Tarif HS. Perusahaan yang dapat mengimpor cengkeh adalah Importir Cengkeh yang sudah mendapat pengakuan sebagai Importir Cengkeh.

c. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) . tidak dikenakan biaya. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai Importir Cengkeh. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha tersebut . d. Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka Pengertian Bursa Berjangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk kegiatan jual beli 149 . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri berdasarkan rekomendasi dari Direktur Jenderal Industri Kimia. Agro dan Hasil Hutan. Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan sebagai Importir Cengkeh ini. perusahaan yang bersangkutan wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri dengan melampirkan : a. b.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 528/MPP/Kep/7/2002 tanggal 5 Juli 2002 Tentang Ketentuan Impor Cengkeh.

10.. Akta pendirian PT yang telah disahkan Menteri Kehakiman dan HAM .000. Lembaga Kliring Ber jangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk pelaksanaan kliring dan penjaminan transaksi di Bursa Berjangka.000.000. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Bursa Berjangka didirikan sekurang-kurangnya oleh 11 (sebelas) badan usaha yang berbentuk badan hukum Indonesia. Keputusan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/1999 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka.000.(dua puluh milyar rupiah).000. mayoritas harus yang melakukan kegiatan usaha di bidang komoditi yang layak diperdagangkan dan telah memperoleh izin usaha dari Bappebti. 150 . 20. dengan jumlah masing-masing sekurangkurangnya Rp. Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka wajib memenuhi modal disetor. Dasar Hukum • • PP Nomor 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi.000.. badan usaha tersebut perlu mendapat Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka.komoditi berdasarkan kontrak berjangka dan opsi atas kontrak berjangka. Dalam menyelenggarakan perdagangan berjangka komoditi. Permohonan izin usaha Bursa Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a.(sepuluh milyar rupiah) dan sekurang-kurangnya Rp.

Rencana perjanjian Bursa Berjangka dengan Lembaga Kliring Berjangka yang akan digunakan. e. Rancangan persyaratan Kontrak Berjangka. f. i. Daftar calon komisaris dan direksi . dan program latihan yang akan diadakan . Daftar pemegang saham . g. c. Rancangan peraturan tata tertib Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka. Rencana usaha 3 (tiga) tahun termasuk susunan organisasi. d. f. h.b. Pertimbangan ekonomi yang mendasari pendirian Bursa Berjangka termasuk uraian tentang keadaan pasar yang akan dibentuk . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) PT . Neraca pembukaan PT yang telah diaudit oleh Akuntan Publik. h. 151 . Proyeksi keuangan 3 (tiga) tahun. dan Keterangan kesiapan perangkat keras dan lunak Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka. fasilitas komunikasi dan program latihan yang akan diadakan. l. j. g. b. susunan organisasi. Daftar calon komisaris dan direksi Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka. dengan menyertakan : a. Rancangan peraturan dan tata tertib Lembaga Kliring Berjangka . Akta Pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . Rencana kegiatan 3 (tiga) tahun termasuk proyeksi keuangan. fasilitas komunikasi. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). c. Daftar pemegang saham Bursa Berjangka . d. Perjanjian antara Lembaga Kliring Berjangka dengan Bursa Berjangka yang akan menggunakan jasa Lembaga Kliring Berjangka tersebut . k. dan Keterangan kesiapan perangkat keras dan lunak Lembaga Kliring Berjangka. Neraca pembukaan PT yang telah di audit oleh Akuntan Publik . e. Permohonan untuk memperoleh izin usaha Lembaga Kliring Berjangka diajukan kepada Bappebti. i.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. 152 .Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pemberian izin usaha diberikan selambat-lambatnya 45 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh BAPPEBTI. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka tidak dikenakan biaya. Izin Usaha Pialang Berjangka. Penasihat Berjangka adalah pihak yang memberikan nasihat kepada pihak lain mengenai jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka dengan menerima imbalan. Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka Pengertian Pialang Berjangka adalah badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli komoditi berdasarkan Kontak Berjangka atas amanat nasabah dengan menarik sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut. Pengelola Sentra Dana Berjangka adalah pihak yang melakukan usaha yang berkaitan dengan penghimpunan dan pengelolaan dana dari peserta Sentra Dana Berjangka untuk diinvestasikan dalam Kontrak Berjangka. Masa berlaku Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka adalah selama perusahaan yang bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan.

Wakil Pialang Berjangka. Penasihat Berjangka. rencana operasi dan pengelolaan transaksi. Daftar nama pemegang saham . f.000. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Pialang Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka wajib memenuhi persyaratan modal disetor. Tanda bukti pembukaan rekening terpisah untuk dana nasabah. g.000.000. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 07/BAPPEBTI/Kp/X/1999 tanggal 28 Oktober 1999 tentang Perizinan Pialang Berjangka. d. penyiapan sarana telekomunikasi dan sistem informasi. Daftar nama komisaris dan direksi .250. Neraca pembukaan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik .Dasar Hukum • • • PP Nomor 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. Wakil Penasihat Berjangka. 1.. sistem penerimaan dan pendidikan serta pelatihan pegawai. Akta pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . e. Pengelola Sentra Dana Berjangka. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka.000. serta proyeksi keuangan untuk 3 (tiga) tahun . dengan jumlah masing-masing sekurang-kurangnya Rp.(satu milyar dua ratus lima puluh juta rupiah)dan sekurang-kurangnya Rp. sistem pengawasan dan pelaksanaan peraturan.(satu milyar rupiah). 1. Permohonan izin usaha Pialang Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a. Rencana kegiatan usaha yang meliputi organisasi. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/ 99 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka. 153 . c. b.000.

Masa berlaku Izin Usaha Pialang Berjangka. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . b. Akta pendirian perusahaan atau PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . e. c. Daftar nama supervisor . Nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dari Bappebti. dan Daftar nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Pialang Berjangka dari Bappebti. Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka tidak dikenakan biaya. Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Ber jangka adalah selama per usahaan bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan. Daftar nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Penasihat Berjangka dari Bappebti.h. b. c. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pemberian izin usaha diberikan selambat-lambatnya 45 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh Bappebti. d. Akta pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Pialang Berjangka. Permohonan Izin Usaha Penasihat Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a. j. Daftar nama komisaris dan direksi . Bukti keanggotaan pada Bursa Berjangka dan Setoran Dana Kompensasi . d. Daftar nama pemegang saham . 154 . Permohonan Izin Usaha Pengelola Sentra Dana Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a. Memenuhi persyaratan keuangan yang ditetapkan . i. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) .

Wakil Pialang Berjangka. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Pengelola Sentra Dana Berjangka. 155 . Pedagang Berjangka adalah anggota Bursa Berjangka yang hanya berhak melakukan transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka untuk dirinya sendiri atau kelompok usahanya. atas nama perusahaan berwenang berhubungan langsung dengan calon peserta Sentra Dana Berjangka. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Penasihat Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka Pengertian Wakil Pialang Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Pialang Berjangka. berwenang berhubungan langsung dengan calon nasabah atau nasabah dalam rangka menyalurkan amanat nasabah untuk transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka. berwenang berhubungan langsung dengan calon klien atau dalam rangka melakukan transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka. melaksanakan sebagian fungsi Pialang Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka. melaksanakan sebagian fungsi Pengelola Sentra Dana Berjangka. atas nama perusahaan. melaksanakan sebagian fungsi Penasihat Berjangka. atas nama perusahaan. Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Badan Pengawas Perdagangan Bejangka Komoditi.

Dasar Hukum • • • PP No. b. Nama tenaga ahli yang telah memiliki Sertifikat Pelatihan di bidang perdagangan berjangka komoditi. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 07/BAPPEBTI/Kp/X/1999 tanggal 28 Oktober 1999 tentang Perizinan Pialang Berjangka. Sertifikat pendidikan formal . Pelaksanaan kegiatan sebagai Pedagang Berjangka hanya dapat dilakukan setelah memperoleh Sertifikat pendaftaran dari Bappebti disertai dengan dokumen/keterangan sebagai berikut : a. 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. Wakil Penasihat Berjangka. Wakil Pialang Berjangka. c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . dengan menyertakan : a. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka diajukan kepada Bappebti. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka. Tanda Keanggotaan Bursa Berjangka . 156 . Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/ 99 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka. Rekomendasi dari Pialang Berjangka atau Penasihat Berjangka atau Pengelola Sentra Dana Berjangka yang bersangkutan. Pengelola Sentra Dana Berjangka. c. Tanda lulus ujian yang diselenggarakan oleh Bappebti sesuai dengan bidangnya masing-masing . Penasihat Berjangka. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Permohonan Izin sebagai Wakil Pialang Berjangka. b.

157 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka tidak dikenakan biaya. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka. Perusahaan Penjualan Ber jenjang adalah perusahaan yang melakukan kegiatan penjualan secara berjenjang.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku Izin Wakil Pialang Berjangka. Penjual adalah anggota mandiri jaringan pemasaran yang memasarkan barang dan/atau jasa milik perusahaan berdasarkan komisi dan/atau bonus. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka adalah selama yang bersangkutan masih aktif menjalankan kegiatan sesuai dengan fungsinya dan bekerja pada perusahaan yang mempekerjakannya. Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) Pengertian Penjualan Berjenjang adalah suatu cara atau metode penjualan secara berjenjang kepada konsumen melalui jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh perorangan atau badan usaha yang memperkenalkan barang dan/atau jasa tertentu kepada sejumlah perorangan atau badan usaha lainnya secara berturut-turut yang bekerja berdasakan komisi atau iuran keanggotaan yang wajar.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan.. Pasfoto Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan sebanyak 2 (dua) lembar ukuran 4x6 cm. c. Salinan Akta Notaris Pendidikan Perseroan Terbatas (PT). j. Permohonan IUPB diajukan dengan mengisi Formulir Surat Permohonan Izin Usaha Penjualan Berjenjang (SP-IUPB) dengan menggunakan formulir dan melampirkan copy dokumen : a. leaflet. b. Program pemasaran. i. d. e. Surat Keputusan pengesahan Badan Hukum PT dari instansi berwenang atau copy data akta pendirian perseroan dan copy bukti setor biaya administrasi pembayaran proses pengesahan badan hukum bagi PT yang belum berbadan hukum. Surat Perjanjian Penjualan Berjenjang. Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemerintah Daerah setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan berdasarkan Undang-undang Gangguan (HO). Syarat dan Kelengkapan Dokumen Perusahaan Penjualan Berjenjang harus berbentuk badan hukum (Perseroan Terbatas) dan wajib memiliki Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB). Brosur. Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan. f. h. g. Tanda Daftar dan/atau izin dari Departemen Teknis atas barang dan/atau jasa yang dipasarkan.Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 73/ MPP/Kep/3/2000 tanggal 20 Maret 2000 tentang Ketentuan Kegiatan Usaha Penjualan Berjenjang. atau katalog dan daftar harga barang dan/atau jasa. 158 .

perusahaan harus memenuhi ketentuan sekurang-kurangnya : a. c. c. Memberikan jaminan atas mutu dan pelayanan purna jual kepada konsumen terhadap barang dan/atau jasa yang dijual. Mempunyai alamat kantor yang jelas. f. transparan dan sesuai dengan kode etik. h. Dalam melakukan kegiatan usahanya. bantuan pelatihan dan fasilitas yang diberikan perusahaan. j. c. Program pembinaan. b. dan Penyelesaian perselisihan. Hak dan kewajiban para pihak. dan Membuka peluang usaha. Perusahaan Penjualan Berjenjang wajib memenuhi ketentuan : a. Ketentuan tentang komisi. Menerbitkan daftar harga jual barang dan/atau jasa yang dinyatakan dalam rupiah (RP) untuk diperlihatkan kepada konsumen. bonus. 159 . e. Program pemasaran barang dan/atau jasa. d. Mempunyai program pemasaran barang dan/atau jasa yang jelas. Jangka waktu perjanjian. Ganti rugi pembatalan pembelian (Buy Back Policy). b. Pemutusan dan perpanjangan perjanjian.Untuk dapat melakukan kegiatan usaha Penjualan Berjenjang. g. d. i. Mempunyai barang dan/atau jasa yang memenuhi ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku. Perjanjian antara Perusahaan Penjualan Berjenjang dengan Penjual sekurang-kurangnya memuat klausula mengenai : a. dan penghargaan lainnya. alamat dan tempat kedudukan para pihak . b. Memberikan tenggang waktu selama 7 (tujuh) hari kerja kepada penjual atau konsumen untuk mengembalikan barang dan/atau jasa apabila ternyata barang dan/atau jasa tersebut tidak sesuai dengan yang diperjanjikan. Nama. Barang dan/atau jasa serta spesifikasinya yang akan dipasarkan. dan kesempatan memperoleh penghasilan bagi Penjual.

dilarang : a. b. 160 . f. Sebelum membuat perjanjian. Identitas perusahaan. b. Menjual barang dan/atau jasa secara tidak benar atau berbeda atau bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya. Perusahaan Penjualan Berjenjang wajib menyampaikan keterangan secara lisan atau tertulis dengan benar kepada calon Penjual sekurang-kurangnya mengenai : a. Membatalkan penjualan barang dan/atau jasa yang tidak terjual oleh penjual yang berhenti melakukan kegiatan Penjualan Berjenjang. Program pemasaran barang dan/atau jasa. Dalam melakukan kegiatan usaha Penjualan Berjenjang. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan untuk membentuk penjual yang profesional.d. Program pembinaan. e. Mutu barang dan/atau jasa serta spesifikasinya yang akan dipasarkan. c. Mengharuskan penjual untuk membeli barang dan/atau jasa guna dipasarkan atau pemakaian sendiri dalam jumlah besar melebihi kemampuan penjual. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua penjual untuk berprestasi. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi Penjual. f. bantuan pelatihan dan fasilitas yang diberikan Perusahaan Penjualan Berjenjang. Perjanjian Penjualan Berjenjang . dan g. dengan mengembalikan uang sebesar harga jual perusahaan ke-penjual dikurangi biaya administrasi. tidak rasional dan lebih dari 1 (satu) kali. e. c. Perusahaan Penjualan Berjenjang. Menarik dan/atau mendapatkan keuntungan melalui uang pendaftaran keanggotaan dalam jumlah yang besar. sehubungan dengan penjualan berjenjang dan/atau jasa sesuai dengan kesepakatan. d. Hal-hal lain yang perlu diketahui dalam rangka pelaksanaan usaha Penjualan Berjenjang.

• Biaya Pengurusan Pengurusan IUPB tidak dikenakan biaya. e. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku • • Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) diterbitkan dalam waktu 10 (sepuluh hari) sejak diterimanya surat permohonan IUPB dan dokumen secara lengkap dan benar. Melakukan perdagangan yang dikaitkan dengan penghimpunan dana masyarakat. Perpanjangan IUPB diajukan 2 (dua) bulan sebelum masa berlaku IUPB yang bersangkutan berakhir. 161 . pemberian imbalan atau kompensasi yang tidak wajar.d. dan Melakukan kegiatan usaha perdagangan di luar izin yang diberikan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi IUPB diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dan berlaku untuk seluruh wilayah Republik Indonesia. IUPB berlaku selama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang setiap kali untuk jangka waktu yang sama dengan memperhatikan hasil evaluasi kinerja Perusahaan Penjualan Berjenjang.

.

No. Nomor dan Tanggal Bidang Perindustrian Peraturan Pemerintah PP Nomor 102 tahun 2000 Tanggal 10 November 2000 SK Menteri No.108/MPP/Kep/5/1996 tentang Standardisasi. 3. 108/MPP/Kep/5/1996 Tanggal 22 Mei 1996 No. dan Pejabat Eselon I yang Mengatur Perizinan/Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan No. 425/MPP/Kep/9/1998 Tanggal 10 September 1998 SK Menperindag 6. Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan. 589/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 13 Oktober 1999 SK Menperindag 13. No. dan Tanda Daftar Industri. dan Pengawasan Mutu Produk di Lingkungan Depperindag. SK Mentan 2. 7. 11. Standardisasi. 275/MPP/Kep/6/1999 Tanggal 24 Juni 1999 No. 50/MPP/Kep/2/1997 Tanggal 20 Pebruari 1997 No. Keputusan Presiden. Tata Cara Pemberian Izin Usaha Kawasan Industri dan Izin Kawasan Industri. A I. 108/MPP/Kep/5/1996 tentang Standardisasi. Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. 280/Kpts/Um/6/73 Tanggal 11 Juni 1973 No. 148/M/SK/7/1995 Tanggal 11 Juli 1995 SK Menperin 5. SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 9.Lampiran 1 Daftar Undang-Undang. 384/MPP/Kep/8/1999 Tanggal 18 Agustus 1999 SK Menperindag SK Menperindag 12. No. Penetapan Jenis-Jenis Industri dalam Pembinaan Masing-Masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pembinaan Izin Bidang Industri dan Perdagangan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Perubahan Pasal 23 Keputusan Menperindag No. Perubahan Kedua atas Keputusan No. Sertifikasi. 167/MPP/Kep/5/1997 Tanggal 28 Mei 1997 No. 590/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 13 Oktober 1999 SK Menperindag . Keputusan Menteri. 44/M/SK/3/1995 Tanggal 20 Maret 1995 Tentang Keterangan Standardisasi Nasional Prosedur Permohonan Pendaftaran dan Izin Pestisida. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di lingkungan Depperindag. Pedoman Pengarahan Lokasi bagi Kegiatan Industri. Keputusan. Industri Kendaraan Bermotor. 1. Peraturan Pemerintah. SK Menperindag 10. Persyaratan Teknis Industri dan Perdagangan Air Minum dalam Kemasan.359/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 8 Oktober 1997 No. 1. SK Menperindag SK Menperin 4. Akreditasi. Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. 171/M/SK/8/1993 Tanggal 18 Agustus 1993 No. No. Pengawasan dan Pengendalian Produksi. II. Sertifikasi. Izin Perluasan. Impor. 8. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di lingkungan Depperindag.Sertifikasi. No.

4.1995 dan Revisinya) Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya) Perubahan Atas Keputusan Menperindag No. 1. 07/BAPPEBTI/KP/X/1999 Tanggal 28 Oktober 1999 SK Kepala Bappebti 7.37512000/Rev.No.Penerapan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dan Pengimporan Kendaraan Bermotor Pembinaan Industri Minuman Beralkohol Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan SK Sekjen SK Sekjen SK Kepala Bappebti SK Dirjen ILMEA SK Sekjen 6. 631/SJ/SK/VIII/1999 Tanggal 23 Agustus 1999 Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Penunjukan Lembaga sebagai Laboratorium Penguji Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka Tata Cara dan Persyaratan Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor Perubahan atas Keputusan Sekjen No. No. 01-3751-2000/ Rev. 1995 dan Revisinya) SK Menperindag 15. Surat Edaran Dirjen IKAH Surat Edaran Sekjen B. 323/MPP/Kep/11/2001 Tanggal 20 November 2001 Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan (SNI 01. 407/-SJ/VI/1996 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Perizinan Pialang Berjangka. No. 682/Dirjen-IKAH/XII/1999 Tanggal 31 Desember 1999 No. No. SK Pejabat Eselon I No. 3. 2 Tahun 1981 Tanggal 2 Pebruari 1981 UU No. Pengelola Sentra Dana Berjangka. Penasihat Berjangka. 3 Tahun 1982 Tanggal 01 Pebruari 1982 Pergudangan Metrologi Legal Wajib Daftar Perusahaan . No. Pedoman Teknis Pendaftaran Tipe. 11 Tahun 1965 Tanggal 14 Juni 1965 UU No. Wakil Pialang Berjangka. 337/MPP/Kep/11/2001 Tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya) SK Menperindag 16. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka. 2.027/SK/DJ-ILMEA/XII-/1999 Tanggal 8 Desember 1999 No. I. 3. No. Wakil Penasihat Berjangka. 2. 407/SJ/SK/VI/1996 Tanggal 21 Juni 1996 No. 442/MPP/Kep/5/2002 Tanggal 23 Mei 2002 SK Menperindag II. Perubahan Atas Keputusan Menperindag No. 9. 153/MPP/Kep/5/2001 Tentang Penerap an Secara Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai SK Menperindag Bahan Makanan (SNI. 677/SJ/SK/IX/1996 Tanggal 24 September 1996 No. 153/MPP/Kep/5/2001 Tanggal 2 Mei 2001 No. 5. 01/BAPPEBTI/KP/ IV/99 Tanggal 20 April 1999 No. 337/MPP/Kep/11/2001 Tanggal 30 November 2001 17. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 14. 007/SK/DJ-ILMEA/ VII/1999 Tanggal 24 Juli 1999 No. Keputusan. 119/SJ/II/2001 Tanggal 19 Februari 2001 SK Dirjen ILMEA 8. 1. Bidang Perdagangan Undang-Undang UU No.

Peraturan Pemerintah PP No. 1. 378/Kp/XI/1988 Tanggal 21 Nopember 1988 No. Jual Beli dengan Angsuran. Mendag SK Mendag Penyederhanaan Ketentuan-Ketentuan SK Mendag Pengakuan dan Pengurangan Pengakuan Keagenan Tunggal Kendaraan Bermotor dan Alat-alat Besar serta Keagenan Tunggal Alat-alat Elektronika dan Alat-alat Listrik untuk Rumah Tangga. 6. Menteri Tenaga Kerja Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/ MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing. 155/Kp/IV/1980 Tanggal 22 April 1980 No. 6 Tahun 1999 Tanggal 11 Januari 1999 Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan atas Keppres No.No. Direksi PT (Persero) Pengelola Kawasan Berikat Indonesia. SK Mendagkop 4. dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah. Keputusan Menteri No. 16/1994 tentang APBN. 73/Kp/V/1993 Tanggal 27 Mei 1993 . KEP-416/MEN/1990 Tanggal 2 Agustus 1990 Memberikan Izin Mempekerjakan Tenaga Peraturan Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang. 16 Tahun 1994 Tanggal 22 Maret 1994 Keppres No. Keputusan. 2. 1. Ketentuan Tarif dan Pengelolaan Biaya Administrasi Wajib Daftar Perusahaan SK Mendag 12.Mendagkop SK. No. 9. Penyederhanaan Ketentuan Masa Berlaku Angka Pengenal Impor Terbatas (APIT). 24 Tahun 1998 Tanggal 14 Pebruari 1998 PP No. SK. 428/M/SK/XII/1987 Tanggal 23 Desember 1987 Ketentuan mengenai Kegiatan Perdagangan Terbatas bagi Perusahaan Produksi Dalam Negeri Dalam Rangka Penanaman Modal. 34/Kp/II/1980 Tanggal 1 Pebruari 1980 No. 77/Kp/III/1978 Tanggal 9 Maret 1978 No. IV. KEP-208/MEN/1992 Tanggal 13 Juni 1992 Prosedur Pemberian Izin Mempekerjakan Keputusan Tenaga Kerja WNA Pendatang dan Pelimpah. 75/KP/I/1983 Tanggal 25 Januari 1983 No. Direksi PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara.Menteri Tenaga an Wewenang kepada Kepala Kanwil Depna. 7. 9 Tahun 1999 Tanggal 27 Januari 1999 Keputusan Presiden Keppres No.Kerja ker. dan Sewa (Renting) Biaya Retribusi Pengeluaran Formulir Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Survey Ketentuan-Ketentuan tentang Keagenan Tunggal Wajib Daftar Organisasi Usaha Niaga/ Asosiasi di Indonesia SK. Keputusan Menteri Tenaga Kerja 10. 8/1997 Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. 11.Mendagkop 2. 2. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan II. Terakhir dengan Keppres No. 295/M/SK/VII/1982 Tanggal 7 Juli 1982 No. III. Perizinan Kegiatan Usaha Sewa Beli (Hire Purchase). Kepala Kanwil Depparpostel. SK. 476/Kp/IX/1981 Tanggal 7 September 1981 No. Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah. 5. SK Mendag 8. PER-03/MEN/1990 Tanggal 14 Juni 1990 No. No. No. 1. Mendagkop 3.

22. 17. 16. No. No. Ketentuan dan Tata Cara Pelaksana Usaha Waralaba Tata Cara Pemberian SIUP Minuman Beralkohol Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan Ketentuan Perizinan Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Penataan dan Pembinaan Pergudangan. 405/MPP/Kep/11/1997 tentang Penyempurnaan Keputusan Menperindag No. 42/MPP/Kep/2/1997 tentang Penetapan PET Ketentuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu). SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 24. 27. 29. Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Pasar Modern Penyempurnaan Keputusan Menperindag No.No.01/1997 Tanggal 29 Juli 1997 No. 57 Tahun 1997 Tanggal 12 Mei 1997 No. 107/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 No. No. Penyempurnaan Keputusan Menperindag No 42/MPP/Kep 2/1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Ter tentu sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag No. Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 14/MPP/Kep/1/1998 Tanggal 19 Januari 1998 SK Menperindag SK Menkeu 18. 62/MPP/Kep/2/2001 Prosedur Impor Limbah. Keputusan. No.420/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 31 Oktober 1997 No. 20. No. 61/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 3 Februari 1998 No. 29/MPP/Kep/1/1999 Tanggal 22 Januari 1999 SK Menperindag . 405/MPP/ Kep/11/1997 Penyelenggaraan Kemetrologian. 145/MPP/Kep/5/1997 No.360/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 8 Oktober 1997 No.12/MPP/Kep/1/1998 Tanggal 16 Januari 1998 No. 105/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 No.402/MPP/Kep/11/1997 Tanggal 3 Nopember 1997 No. 575/MPP/Kep/VIII/2002 Ketentuan Ekspor Kopi SK Menperindag 14. Pemberian Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Bahan Penolong & Bagian/Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar. 21. Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagai mana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 19. 25. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 13. Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan. 23.516/MPP/Kep/11/1998 Tanggal 5 Nopember 1998 No. No. 184/MPP/Kep/5/2000 Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan. 231/MPP/Kep/7/1997 Tanggal 4 Juli 1997 No.558/MPP/Kep/12/1998 Tanggal 4 Desember 1998 SK Menperindag SK Menperindag 30. 26. 230/MPP/Kep/7/1997 Tanggal 4 Juli 1997 SK Menperindag dan Mendagri SK Menperindag 15. 108/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 28. 42/MPP/Kep/2/1997 Tanggal 13 Februari 1997 Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Sebagaimana Telah Di ubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 373/KMK. 259/MPP/Kep/7/1997 Tanggal Juli 1997 No.

121/MPP/Kep/2/2002 Tanggal 25 Februari 2002 No. 44.78/MPP/Kep/3/2001 Tanggal 2 Maret 2001 No.192/MPP/Kep/6/2000 Tanggal 2 Juni 2000 Perubahan Keputusan Menperindag Nomor SK Menperindag 230/MPP/Kep/7/1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya. 43. Perubahan Keputusan Menperindag No. 172/MPP/Kep/5/2001 Tanggal 17 Mei 2001 No. 47. Perubahan Keputusan Menperindag No. 41. 184/MPP/Kep/5/2000 Tanggal 29 Mei 2000 38. 202/MPP/Kep/5/1999 Tanggal 26 Mei 1999 Ketentuan dan Tata Cara Permohonan Fasilitas Dalam Rangka Pelaksanaan Perjanjian Basic Agreement on The ASEAN Industrial Cooperation.No. 253/MPP/Kep/7/2000 Tanggal 4 Juli 2000 No. SK Menperindag SK Menperindag 36. 61/MPP/Kep/12/1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian. SK Menperindag 32. sebagaimana telah beberapa kali diubah. 35. 45. SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK. No. Menperindag SK Menperindag SK Menperindag . 441/MPP/Kep/5/2002 Tanggal 23 Mei 2002 40. No. 254/MPP/Kep/7/2000 Tanggal 4 Juli 2000 No.230/ SK Menperindag MPP/Kep/7/1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya. 141/MPP/Kep/3/2002 Tanggal 6 Maret 2002 No. 42. Ketentuan Kegiatan Usaha Penjualan Berjenjang. 290/MPP/Kep/ 6/1999. 251/MPP/Kep/6/1999 Tanggal 11 Juni 1999 No. 311/MPP/Kep/10/2001 Tanggal 30 Oktober 2001 No. 46. 263/MPP/Kep/8/2001 Tanggal 31 Agustus 2001 No. 253/MPP/Kep/7/2000 Persyaratan Impor Kendaraan Bermotor dalam Keadaan Utuh (CBU). No. Keputusan. 73/MPP/Kep/3/2000 Tanggal 20 Maret 2000 No. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 31. 111/MPP/Kep/2/2002 Tanggal 21 Februari 2002 No. SK Menperindag Perubahan Keputusan Menperindag No. 49/MPP/Kep/2/2000 Tanggal 25 Februari 2000 No. 37. sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/ Kep/2/2000. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Ketentuan Ekspor Pasir Laut SK Menperindag 39. Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tentang Angka Pengenal Importir (API) Tata Niaga Impor dan Peredaran Bahan Berbahaya Tertentu Pedoman Standar Perdagangan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian &Perdagangan Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag Nomor: 78/MPP/Kep/3/2001 Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan. Angka Pengenal Impor Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag No. SK Menperindag 34. No.550/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 5 Oktober 1999 No. 42/MPP/Kep/2/1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu (PET). 50/MPP/Kep/2/2000 Tanggal 25 Februari 2000 SK Menperindag 33. Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK. No. 48. terakhir dengan Keputusan Menperindag No.

528/MPP/Kep/7/2002 Tanggal 5 Juli 2002 No. No. Menperindag 52. 51. 50. Nomor dan Tanggal No.No. 558/MPP/Kep/12/1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor sebagaimana telah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 575/MPP/Kep/VIII/2002 Tanggal 6 Agustus 2002 Tentang Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) Ketentuan Impor Cengkeh Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag No. 443/MPP/ Kep/5/2002 Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Penilaian Keterangan SK. 49. Keputusan. 456/MPP/Kep/6/2002 Tanggal 10 Juni 2002 No. Menperindag SK. 594/MPP/Kp/VIII/2002 Tanggal 16 Agustus 2002 SK Menperindag . Menperindag SK.

5200700.IV Jakarta Pusat Telp. 3841961-2 Pes. (021) 3846106 E-Mail : men-indag@.5255509 Pes. 5251149. Ridwan Rais No. 5255509 Pes.(021)3858183. 5255509 Pes. Ridwan Rais No. IX Jakarta Selatan Telp.Lampiran 2 DAFTAR NAMA DAN ALAMAT KANTOR PEJABAT PENERBIT IZIN DAN/REKOMENDASI SEKTOR INDUSTRI DAN PERDAGANGAN NO. M. 4049 Fax.Jl. Jend.go. Sekretaris Jenderal Jl.Jl. Elektronika dan Aneka (ILMEA) 4.id 5. 52-53 Lt. (021) 5251127. Direktur Jenderal Industri Logam. 5 Blok I Lt. (021) 3858191 E-Mail : djdaglu@. (021) 5252978 E-Mail : djilmea@dprin. (021) 3848667. Jend.go.I. (021) 5201606 Jl. 1104. Ridwan Rais No. 4001 Fax.id 3. A. Pejabat Departemen Perindustrian dan Perdagangan PUSAT Menteri Perindustrian dan Perdagangan Alamat 1. 2101. . 3456318. 3858171-5 Pes.id 2. Mesin. (021) 5250954. Jend. 1192 Fax. 1200 Fax. 52-53 Lt.(021) 3858204. 52-53 Lt II Jakarta Selatan Telp. 4003 Fax. II Jakarta Selatan Telp.id Direktur Jenderal Perdagang. 5 Blok I an Dalam Negeri (PDN) Lt. M.dprin. Gatot Subroto Kav. 1103 Fax. Direktur Jenderal Perdagang.go. 2300. Jl.(021)3857338 E-Mail : djdagri@.M. III Jakarta Pusat Telp.go.id Jl. (021) 5256458. Gatot Subroto Kav.dprin. 5 Blok I an Luar Negeri (PLN) Lt.VI Jakarta Pusat Telp. (021) 5250906 E-Mail : sj-indag@dprin.go. 3860940 3858171-5 Pes. 1001.I.I. Gatot Subroto Kav.

go. 5 Blok I Lt. Ridwan Rais No. Pasteur No. 1145 Fax.Bandung Telp.id Jl. 3858171-5 Pes. 5 Blok II Lt. (021) 3858185 E-Mail : djklipi@. 3858171 Pes.go.id Jl. (021) 3458329. 5 Blok II Lt.I. Direktur Ekspor Produk Industri 13.dprin.go. (021) 3458329 E-Mail : dirppk-daglu@. M. 3858171 – 5 Pes. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan 12. 1131 Fax. 4233930. 5255509 Pes. Jend.I.dprin.id 7. 5 Blok II Lt. (021) 3858194 E-Mail : diri-daglu@. (021) 3858201. (021) 3453114 E-Mail : dirbup-dagri@dprin. IX Jakarta Pusat Telp. 27 . Gatot Subroto Kav.id Jl. (021) 5252690. M. (021) 3858207 E-Mail : dirpip-daglu@. 5 Blok I Lt. Ridwan Rais No. Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi 9. (022) 4207035 E-Mail : dirm-dagri@dprin. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) 8. 2129. 3156369. XX Jakarta Selatan Telp.I. 4075 Fax.id Jl.go.(021)3858185. (021) 3858188 . 6.dprin.I. 3156369 E-Mail : kabappebti@dprin. M. 52-53 Lt. Fax.I. 61 Jakarta Pusat Telp. IX Jakarta Pusat Telp. (021) 3858194 . VIII Jakarta Pusat Telp.V Jakarta Pusat Telp. Ridwan Rais No. Direktur Metrologi 10. Pejabat Direktur Jenderal Kerja sama Industri dan Perdagangan Internasional (KIPI) Alamat Jl.dprin.go.NO.go.3156365 Fax.1192 Fax.go. Ridwan Rais No. 3858171-5 Pes. Imam Bonjol No.id Jl.id Jl. 1155 Fax. (021) 5252690 E-Mail : kapustan@dprin.id Gedung Bumi Daya Plaza Lantai IV Jl. 1156 Fax. 1108. V Jakarta Pusat Telp. Ridwan Rais No. (022) 4203597. M. Direktur Impor . M. Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan 11. 3858171-5 Pes.go.

go.go.id Jl. (0741) 62627 E-mail : kakw-jambi@dprin. S.id DAERAH 1.3858171-5 Pes. 35408. 5 Blok II Lt. (0751) 21829.go. Letjen Suprato No. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Barat 4. 65529.Sudirman No. 23343 E-mail : kakw-sumbar@dprin.id Jl. 62842 Fax. 7. 1169Fax. 23300 Fax. 21028. (061) 4525655.go. Pekanbaru Telp. (021) 3450071 E-Mail : dirfei-daglu@.id Jl. Bengkulu Telp.go.id 2.id Jl.go.go. Cut Mutia No.id Jl.11. Kepala Dinas Perindag Propinsi DKI Jakarta . (021) 45848014 E-mail : kakw-dki@dprin.id Jl. Parman No. 22716 Fax. 6. Kepala Dinas Koperindag Propinsi Lampung 9. (0761) – 28066 E-mail : kakw-riau@dprin. 21. VIII Jakarta Pusat Telp. Kepala Dinas Perindag Propinsi Riau Kepala Dinas Perindag Propinsi Jambi 6. 350302 Fax. Ridwan Rais No. Perintis Kemerdekaan BGR 1/3 Kelapa Gading . (0741) 62320.47.(021)3450071. (0761) – 22900. Padang Telp. Banda Aceh Telp. (0736) 21275.dprin. 14. Bandar lampung Telp. Kapten A. (0751) 37192. Jend. 28.id Jl. 23 – B. (0711) – 350408. Medan Telp. Putri Hijau No.Jakarta Utara Telp. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Utara 3. Pocut Baren No. 350302 E-mail : kakw-sumsel@dprin. M. (021) 45848012 Fax. Jambi Telp.go. (0736) 26272 E-mail : kakw-bengkulu@dprin. Kepala Dinas Perindag Nangroe Aceh Darussalam Jl. 63. Pejabat Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Alamat Jl. Palembang Telp. 23. 37192 Fax. (0721) 481440 E-mail : kakw-lampung@dprin. 487311 Fax.id Jl. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Selatan 5.go. (0651) 29464 E-mail :kakw-aceh@dprin. (0721) 487310. Rivai No. Kepala Dinas Perindag Propinsi Bengkulu 8.NO. 21287 Fax. Pepaya No. (0651) 29464.I.go. (061) 4150067 E-mail : kakw-sumut@dprin. 4525566 Fax.(0711) – 310447.

(0536) 29819.id Jl.315650. Panjaitan No.772075 Fax. Bandung Telp. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Utara 19. Kusumanegara No.id 11.(0451) 425265.id Jl. Ujung Pandang No. (0511) 54219. Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Tengah 16.NO. 4204021 Fax.8316887 E-mail : kakw-jateng@dprin.go. Asia Afrika No. 41 Banjarmasin Telp. Kepala Dinas Perindag Propinsi D.21512 E-mail : kakw-kalteng@dprin. (0431) 851423 E-mail : kakw-sulut@dprin.I.id Jl.21650 Fax.id Jl.go. 133. Tololiu Supit No. 732610 Fax. (031) 8432417. Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Barat 15. 25. 514207 E-mail : kakw-diy@dprin.go. (0431) 851756. Semarang Telp.id Jl.go.go. Siwalankerto Utara II/42. Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Tengah 12. Palu Telp.id Jl. 10. (0274) 512437. Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Selatan 17. D. (0541) 742482. Pahlawan No.8311707 Fax. (0274) 514206. (022) 4230929. Yogyakarta 13. Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Timur 14. 2. 8433967 Fax. Pontianak Telp. Surabaya Telp. 3. (0561) 766127. (031) 8432417 E-mail : kakw-jatim@dprin. Pejabat Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Barat Alamat Jl.go. Kartini No. Yos Sudarso .454935 E-mail : kakw-sulteng@dprin.(024)8311708. 54213.id Jl. 55.422330. Samarinda Telp. 4204022 E-mail : kakw-jabar@dprin. 4. (022) 4230929. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Selatan . Yogyakarta Telp.go.772480 E-mail : kakw-kalsel@dprin.8316738. (0541) 742495 E-mail : kakw-kaltim@dprin.id Jl. (0411) 324367 E-mail : kakw-sulsel@dprin.go. Basuki Rachmat No. (0451) 454564. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Kalimantan Timur 18.id Jl.A. (0411) 323368.421630 Fax.go.Palangkaraya Telp. 17. (0561) 766128 E-mail : kakw-kalbar@dprin. 563892 Fax. 851423 Fax. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Sulawesi Tengah 20. (024) 8313428.go. 747161 Fax.323515 Fax. Manado Telp. Sultan Syahrir No. Makasar Telp. (0536) 29819. (0511) 54219.I.go. R.id Jl. 146.

(0911) 352668. .id Jl. 25 . Gorontalo Telp.341005 Fax. Lalamentik Oepoi. A.id Jl. 7 Sungai Liat. Kepala Dinas Perindag dan Koperasi Propinsi Maluku Utara Kepala Dinas Perindagkop PKM dan Penanaman Modal Propinsi Bangka 30. 321593 Fax. Stadion No.go. (0361) 223096.Jayapura Telp. Kepala Dinas Perindag Propinsi Papua 27.J. Ternate Maluku Utara Telp. Kepala Dinas Perindag Propinsi Maluku 26. 116. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Banten 28. (0717) 92242 22.id Jl.Bali Telp. Kupang Telp.H. 532604 E-mail :kakw-irja@dprin. 633736 Fax. Mataram Telp. Abdullah Silondae No. 92249 Fax. (0967) 534231. Bangka Telp.id Jl. Hajar Dewantoro No. W. Kepala Dinas Perindagkop naker Propinsi Gorontalo 29.633736 E-mail : kakw-ntb@dprin. 16. Ambon Telp. (0401) 321783. (0254) 201655 Fax. 61.go. (0967) 531054.id Jl. Langko No. (0254) 201655 Jl. Telp. Kepala Dinas Perindag Propinsi Nusa Tenggara Barat 24. Kepala Dinas Perindag Propinsi Bali 23.go. 4 A Kapandean. H.NO. 821054. Kendari Telp. K. 832832 Fax. (0435) 831607 Jl. (0911) 341005 E-mail : kakw-maluku@dprin. Yani No. 50.go. Kartini No. 531435 Fax. R.id Jl. (0380) 833144 E-mail : kakw-ntt@dprin. 223097 Fax. (0401) 321783 E-mail : kakw-sultra@dprin. (0717) 92176. 21. 5 . Raya Puputan Niti Mandala Renon. (0921) 328568 Jl. (0361) 223095 E-mail : kakw-bali@dprin.Denpasar . Letnan Jidun No. (0380) 833144. (0370) 623290. Matahari No. Kepala Dinas Perindag Propinsi Nusa Tenggara Timur 25. Pejabat Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Tenggara Alamat Jl. Serang.go.A. (0435) 831606 Fax.go. (0370) 633646.

Gedung D lantai VIII Jl. (021) 8580043. PT. 7816086 Kantor Pusat Pertanian. Pasar Minggu Jakarta Selatan 3.I. Pasar Minggu Jakarta Selatan Telp. 8580009-11. 462456 Perwakilan (Jakarta) : Jl. (0778) 462240.Jakarta Utara 14140 Telp. (021) 44820909 Fax. Harsono RM No. 7805652.Jakarta Timur 13410 Telp. Lain-Lain 1. Tanjung. 5. 462462.NO. 3. (021) 44820223 D/a. Raya Cakung-Cilincing Km. Dit. 462048 Fax. 7806213 Telpfax. Bina Perlindungan Tanaman Lab. Departemen Pertanian Jl. (0778) 462047. Priok . 24 Kebon Nanas . Panjaitan Kav. Pejabat Alamat Otorita Batam Kantor Pusat : Gedung Bida Batam Centre Batam Telp. (021) 8580038 2. Kawasan Berikat Nusantara Jl. AUP. D. 85800034 Fax. Komisi Pestisida . (021) 7819117.