PETUNJUK MENGURUS IZIN DAN REKOMENDASI Sektor Industri dan Perdagangan

Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Website : http:\\www.dprin.go.id

Daftar Isi
Pengantar Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Departemen Perindustrian dan Perdagangan ...................... Sambutan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan ...................... Bab I Izin dan Rekomendasi di Bidang Perindustrian • • • • • • • • • • Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Perluasan ................. Izin Industri Minuman Beralkohol ................................. Izin Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ..... Tanda Daftar Industri (TDI) .......................................... Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) ............................................... Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) .............................................. Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan ....... Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum - Persyaratan Keselamatan ......... Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor ...... Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika ........ Rekomendasi Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika .............................. Rekomendasi untuk Mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B - 3 .......................................... 11 18 20 22 24 28 31 33 34

5

7

41

43 44
1

............ Persetujuan untuk Dapat Mengikuti Skema AICO (Asean Industrial Cooperation) .................................................... 101 ................. 89 Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) ..........• • • • Rekomendasi Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya....................................... 84 Rekomendasi Izin Kerja (RIK) Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) Khusus untuk Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing .................................. Rekomendasi Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru .. 94 Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor ..... 82 Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi ......... 88 Surat Tanda Pendaftaran Keagenan ..................................................................................................... 97 Surat Izin Tanda Pabrik (Ukuran... 91 Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian ......... 99 Izin Tipe (IT) UTTP Asal Impor ............................................................. 86 Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) ............................................ 79 Surat Pengakuan Keagenan Tunggal ................................ 72 Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) .......................................... Jual beli dengan Angsuran dan Sewa ................ Takaran................... 73 Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (IP3A) ....... 68 Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) ...................................................... Rekomendasi Pembebasan Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Penolong dan Bagian/Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar .... 64 Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB) ........ 80 Izin Usaha Sewa Beli (Hire Purchase)........ 59 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) .............................................................. 76 Tanda Pendaftaran Gudang ..................Timbangan dan Perlengkapannya) ................... 46 51 52 53 Bab II Izin dan Rekomendasi di Bidang Perdagangan • • • • • • • • • • • • • • • • • 2 • Wajib Daftar Perusahaan (WDP) .........................................................

....... Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Kopi ............................................................................................. Izin Ekspor Tekstil .............................. Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu) ................... Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka ... Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya .......................................................... 103 104 108 110 113 128 132 133 135 137 142 144 146 148 149 152 155 157 Lampiran-lampiran • Daftar Undang-undang......... Pengakuan Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) ........ Ketentuan Impor Cengkeh ........................................ Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka...• • • • • • • • • • • • • • • • • • Izin Reparasi UTTP .................... Wakil Penasihat Berjangka.................................. Keputusan Menteri.......................................................................... Keputusan Presiden...... Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka .............. Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru ........................... Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka ................................ Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) ...................... Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu ...................... dan Pejabat Eselon I yang Mengatur Perizinan/Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan Daftar Nama dan Alamat Kantor Pejabat Penerbit Izin dan/ Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan • 3 ............. Izin Usaha Pialang Berjangka. Peraturan Pemerintah...... Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) ............................... Pengakuan Importir Umum Limbah ............................................................. Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) ....... Angka Pengenal Importir (API) ....................... Surat Keterangan Asal (SKA) ..........

.

Ditengah situasi dan kondisi yang dihadapi bangsa kita yang belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi sekarang ini.PENGANTAR Diantara tugas dan fungsi Biro Umum dan Hubungan Masyarakat yang harus diperankan. dalam kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak. Menyadari akan hal itu. Jakarta. dengan harapan dapat memberi manfaat bagi pengembangan sektor industri dan perdagangan di tanah air. Biro Umum dan Hubungan Masyarakat menerbitkan buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan yang merupakan penyempurnaan buku yang sama terbitan tahun 2000. khususnya Biro Hukum dan Organisasi yang telah membantu hingga terbitnya buku ini. Akhirnya. peran Humas kian menjadi penting dan strategis dalam hal menyajikan berbagai informasi yang terkait dengan kebijakan dan langkah-langkah yang telah dan akan ditempuh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. adalah bagaimana Humas mampu memposisikan dirinya sebagai penghubung yang dapat menjembatani kepentingan antara pemerintah dan masyarakat. Oktober 2002 Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat FAUZI AZIZ 5 . khususnya dunia usaha dalam pelayanan informasi. Buku tersebut akan terus mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu disesuaikan dengan perkembangan dan kebijakan industri dan perdagangan agar isi yang disajikan tetap up to date.

.

SAMBUTAN SEKRETARIS JENDERAL Saya menyambut gembira diterbitkannya buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan yang diprakarsai oleh Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Departemen Perindustrian dan Perdagangan. terutama negara-negara tujuan ekspor Indonesia yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan dunia usaha di tanah air. khususnya dunia usaha untuk memahami berbagai peraturan perizinan yang menyangkut bidang industri dan perdagangan. masalah ketenagakerjaan serta keterbatasan program pembiayaan di sektor riil akibat lambatnya restrukturisasi perbankan dan perusahaan. seperti kurangnya jaminan keamanan dan kepastian hukum. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan dan meningkatkan kinerja sektor industri dan perdagangan. ekonomi biaya tinggi. dengan memberikan berbagai kemudahan bagi dunia usaha. Kita menyadari bahwa situasi dan kondisi negara kita hingga saat ini belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi yang telah berlangsung lebih kurang lima tahun. Kendala yang bersifat eksternal adalah akibat masih rendahnya pertumbuhan ekonomi dunia. dengan prioritas utama yang berbasis sumber daya alam dalam negeri. Sektor industri dan perdagangan yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional tengah menghadapi berbagai kendala eksternal dan internal. Untuk itu. Upaya tersebut saya nilai positif. Sedangkan kendala internal. telah menyebabkan pertumbuhan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi kebutuhan pasar kerja. karena keberadaan buku ini akan memberi kemudahan bagi masyarakat. khususnya 7 . pemerintah mengambil langkah-langkah jangka pendek dan menengah.

Dengan diterbitkannya buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan ini diharapkan dapat dijadikan panduan bagi dunia usaha dalam menjalankan usahanya.pada cabang-cabang industri yang dapat memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Oktober 2002 SEKRETARIS JENDERAL HARIYANTO EKOWALUYO 8 . Jakarta.

Bab I Izin dan Rekomendasi di Bidang Perindustrian 9 .

10 .

Izin Usaha Industri (IUI) Pengertian Izin Usaha Industri (IUI) adalah izin yang wajib diperoleh untuk mendirikan perusahaan industri dengan nilai investasi perusahaan seluruhnya di atas Rp 200.000. pengadaan. dengan keterangan sebagai berikut : • IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip diberikan kepada Perusahaan Industri untuk langsung dapat melakukan persiapan-persiapan dan usaha pembangunan. tetapi wajib membuat Surat Pernyataan (Formulir SP-1). IUI terdiri atas dua jenis yakni IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip dan IUI Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip.(tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). • IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip diberikan kepada perusahaan industri yang . berlokasi di Kawasan Industri/Kawasan Berikat yang memiliki izin.. 11 . setelah memenuhi ketentuan yang berlaku di Kawasan Industri/Kawasan Berikat.Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Perluasan 1. pemasangan instalasi/peralatan dan lain-lain yang diperlukan. atau Tidak Berlokasi di Kawasan Industri/Kawasan Berikat. IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip diharuskan bagi perusahaan industri yang jenis industrinya tidak tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 tanggal 11 Juli 1995 tentang Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya Tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta Tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan.000.

Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999. • • • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Untuk memperoleh Persetujuan Prinsip : • Mengisi formulir Model Pm-I . Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. 12 . • Melampirkan fotokopi NPWP . Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan.- jenis industrinya tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 (seperti tersebut di atas) yang berlokasi di dalam atau di luar Kawasan Industri/ Kawasan Berikat yang memiliki izin. IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip a. • Melampirkan fotokopi Akte Pendirian Perusahaan. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenisjenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

• Foto Copy izin UU Gangguan atau AMDAL Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pupuk : • Izin Industri yang akan berdiri perlu rekomendasi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. b. • Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM . Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pestisida: • Surat Rekomendasi pembuatan bahan aktif pestisida atau formulasi pestisida yang dikeluarkan oleh Komisi Pestisida . • Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan dari Kepala Pusat Sumber Daya. • Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan dari Kepala Pusat Sumber Daya. • Surat Pernyataan memproduksi pupuk sesuai hasil analisis laboratorium . Untuk memperoleh Izin Usaha Industri (IUI) : • Mengisi formulir model Pm-III . • Fotokopi IMB . • Formulir Model Pm-II (informasi pembangunan proyek) . • Melampirkan fotokopi NPWP . • Fotokopi Persetujuan Prinsip .Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pupuk : • Hasil uji laboratorium (sampel pupuk) dari Balai Pertanian setempat . • Fotokopi UKL dan UPL atau SPPL . Wilayah dan Lingkungan Hidup Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Wilayah dan Lingkungan Hidup. • Surat Keterangan dari Balai Pertanian setempat bahwa sampel pupuk sedang dalam pengujian di lapangan . 13 . • Fotokopi Izin Lokasi . • Fotokopi KTP/Nama Direksi dan Dewan Komisaris .

Menteri Pertanian mengenai pendaftaran dan pemberian izin bahan aktif pestisida atau izin sementara formulasi pestisida. Persyaratan khusus/tambahan untuk industri crumb rubber : • Surat Rekomendasi dari Direktorat Jenderal Perkebunan. • Industri pestisida diperlukan nomor pendaftaran pestisida yang tercantum pada SK. Departemen Kehutanan yang menyatakan tentang jaminan kontinuitas suplai bahan baku karet (BOKAR). Industri pupuk diperlukan : Surat keterangan uji laboratorium yang diakreditasi . serta peredaran dan pengawasannya . 14 . 2. Formulir Model Pm-II (informasi pembangunan proyek). IUI • • • • • Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi Formulir Model SP-I dan SP-II. Surat keterangan uji lapangan dan nomor pendaftaran dari Departemen Pertanian. • Peredaran dan pengawasan oleh Komisi Pestisida . Melampirkan fotokopi NPWP.• Departemen Pertanian. Persyaratan khusus/tambahan industri pestisida : • Untuk industri yang akan berdiri diperlukan rekomendasi dari Komisi Pestisida . Tembusan izin ditujukan ke Direktorat Jenderal IKAH. Fotokopi IMB. Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM. Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

b. IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip a.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. Biaya Pengurusan Untuk mengurus IUI. tidak dikenakan biaya. Izin Usaha Industri IUI Melalui Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. baik IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip. dibuktikan dengan berita acara pemeriksaan. Izin ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. 2. Persetujuan Prinsip Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. Persetujuan Prinsip bukan merupakan izin untuk melakukan produksi komersial. Izin ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima dan melakukan pemeriksaan ke lokasi perusahaan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Sekretaris Jenderal Depperindag bagi industri yang berada di Kawasan Industri. dengan masa berlaku selama-lamanya 4 tahun. Dalam 15 . Kepala Dinas Depperindag Tingkat Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang perindustrian.

guna disahkan melalui penerbitan Izin Perluasan.• • hal belum terbentuknya Dinas Tingkat Kabupaten/Kota. • Jenis industrinya terbuka bagi Penanaman Modal. • Penambahan kapasitas produksi sebesar-besarnya 30% di atas kapasitas produksi yang diizinkan . baik yang Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip. Ketua BKPM bagi industri yang berstatus PMA/PMDN. Izin Perluasan Pengertian Setiap perusahaan industri yang telah memiliki IUI. penerbitan IUI dilaksanakan oleh Kantor Depperindag. 16 . Kegiatan perluasan ini wajib diberitahukan secara tertulis selambat-lambatnya 6 bulan sejak dimulainya produksi kepada pejabat yang mengeluarkan IUI yang telah dimiliki perusahaan tersebut. Izin Perluasan tidak diperlukan apabila : • Perluasan yang dilaksanakan masih dalam lingkup jenis industri yang tercantum dalam IUI-nya . Perluasan lebih dari 30% dari kapasitas produksi yang telah diizinkan dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memiliki Izin Perluasan apabila : • Perluasan yang dilaksanakan masih dalam lingkup jenis industri yang tercantum dalam IUI-nya . • Hasil produksinya dimaksudkan untuk pasaran ekspor meskipun jenis industri tersebut dinyatakan tertutup bagi Penanaman Modal. 2. Kepala Otorita Batam bagi industri yang berlokasi di Batam (Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 44/M/SK/3/1995 tanggal 20 Maret 1995 tentang Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. yang hendak melakukan perluasan industrinya wajib memperoleh Izin Perluasan.

• Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Izin Usaha Industri . Izin Perluasan berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. Izin Usaha Industri . Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. Bukti telah memenuhi persyaratan lingkungan terhadap AMDAL/UKL dan UPL. 2.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenisjenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan . Melampirkan Isian formulir model PM-V dan PM-VI . IUI • • • • • IUI • • • • Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi formulir model Pm-IV . 17 . Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi formulir model SP-III . Melampirkan Isian formulir model SP-IV dan SP-V . Rencana Perluasan Industri . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Perluasan dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Rencana Perluasan Industri. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri.

bagi Industri Minuman Beralkohol yang akan melakukan pembaharuan izin. tidak dikenakan biaya. Izin Industri Minuman Beralkohol Pengertian Industri Minuman Beralkohol adalah perusahaan industri yang memproduksi minuman beralkohol di dalam negeri. Kewenangan pembinaan industri minuman keras. anggur dan sejenisnya serta malt dan minuman mengandung malt tetap berada di Direktorat Jenderal Industri Kimia. baik yang Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip. Agro dan Hasil Hutan (Ditjen IKAH). penggabungan. Izin Usaha Industri dan Surat Tanda Pendaftaran Industri Kecil (STPIK)/Tanda Daftar 18 . walaupun investasi seluruhnya. Industri Minuman Beralkohol ini termasuk industri yang perlu diawasi dan dikendalikan karena dampaknya yang dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat. pindah lokasi dan lain-lain. perubahan/ penggantian pemilik. penyelesaian perizinannya memerlukan rekomendasi/persetujuan terlebih dahulu dari Direktur Jenderal IKAH. di luar tanah dan bangunan tempat usaha.Biaya Pengurusan Untuk mengurus Izin Perluasan. Bagi Industri Minuman Beralkohol Golongan A. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Pejabat yang mengeluarkan Izin Perluasan adalah sama dengan pejabat yang mengeluarkan IUI yang telah dimiliki perusahaan yang bersangkutan. kurang dari Rp 1 miliar. Oleh karena itu. B dan C yang sudah tidak beroperasi lagi.

Surat Persetujuan dari Bupati/Walikota. PPn-BM dan Cukai). Izin Usaha Industri atau STPIK/TDI dimaksud dicabut serta dinyatakan tidak berlaku.Industri (TDI) yang telah diperoleh. dilarang untuk dipindahtangankan. Surat Edaran Dirjen IKAH Nomor 682/DIRJEN-IKAH/ XII/1999 tanggal 31 Desember 1999 tentang Pembinaan Industri Minuman Beralkohol. Industri Minuman Beralkohol yang berlokasi di daerah yang belum memiliki Kawasan Industri. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Keputusan Menperindag Nomor 359/MPP/Kep/10/ 1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Produksi. diganti dan/atau dipindahkan lokasinya. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • Izin Usaha Industri. diarahkan berada di kawasan yang peruntukannya untuk industri yang sesuai dengan RUTR wilayah yang ditetapkan oleh Pemda setempat atau mendapat persetujuan dari Bupati/Walikota Kepala Daerah yang bersangkutan. apabila akan melakukan relokasi. Laporan Realisasi Produksi dua tahun terakhir disertai dengan pembayaran cukai (PPN. 19 . Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 171/M/SK/8/1993 tanggal 18 Agustus 1993 tentang Pedoman Pengarahan Lokasi bagi Kegiatan Industri . Sertifikat Tanda Penggunaan SNI. diperbaharui. Impor. Dokumen UKL/UPL. Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Pada Daftar Negatif Investasi (DNI) tertutup bagi PMA dan PMDN. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • • Direktur Jenderal Industri Kimia.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Industri Minuman Beralkohol dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah semua persyaratan lengkap dan benar diterima. Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. dan berlaku selama perusahaan tersebut masih beroperasi. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Agro dan Hasil Hutan. Industri AMDK termasuk industri yang tidak tercakup dalam SK Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 tanggal 11 Juli 1995 tentang Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya Tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta Tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan. sehingga pemberian izinnya harus melalui Persetujuan Prinsip terlebih dahulu. Penerbitan Izin diperlukan hanya untuk industri yang pindah lokasi atau pindah kepemilikan. Izin Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Pengertian Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) adalah air yang telah diolah/diproses dan dikemas serta aman untuk di konsumsi. 20 . Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya.

Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Agro dan Hasil Hutan. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri.Rencana lokasi pabrik AMDK harus berada di lokasi yang peruntukannya sesuai dengan RUTR dan/atau berada dekat mata air yang muncul secara alamiah di atas permukaan tanah. 21 . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Industri AMDK dikeluarkan selambat-lambatnya 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Kimia. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 167/MPP/Kep/5/1997 tanggal 28 Mei 1997 tentang Persyaratan Teknis Industri dan Perdagangan Air Minum Dalam Kemasan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Surat Izin Pengeboran (SIP)/Surat Izin Penurapan dan Izin Pengambilan Air (SIPA) dari Dinas Pertambangan dan/atau Surat Keterangan/Perolehan Bahan Baku dari PDAM setempat bahwa bahan baku berasal dari sumber mata air yang belum diolah.

Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999.(lima juta rupiah) sampai dengan Rp 200.000.000. 5.(dua ratus juta rupiah). dengan nilai investasi perusahaan seluruhnya sebesar Rp.. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Perusahaan Industri Kecil yang nilai investasinya di bawah Rp.000. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.Tanda Daftar Industri (TDI) Pengertian Tanda Daftar Industri (TDI) adalah izin yang diperlukan untuk melakukan kegiatan industri dalam Kelompok Industri Kecil sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Perindustrian dan perdagangan Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan..000.000.000. 5. kecuali bila dikehendaki oleh perusahaan yang bersangkutan.(lima juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.. tidak wajib memperoleh TDI. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. • • 22 .

• •

Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/ SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 perihal Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan.

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Mengisi Formulir Model Pdf.I-IK dan Pdf.III-IK.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku TDI dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. TDI berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. Biaya Pengurusan • Untuk Pengurusan TDI ini tidak dikenakan biaya.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota yang bertang-gung jawab di bidang perindustrian. Dalam hal belum terbentuknya Dinas Tingkat Kabupaten/Kota, penerbitan TDI dilaksanakan oleh Kantor Depperindag. Kepala Otorita Batam apabila lokasinya di Batam, sesuai Surat Keputusan Menteri perindustrian Nomor 44/M/SK/ 3/1995 tanggal 20 Maret 1995 tentang Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri dan Surat Pendaftaran Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. Ketua BKPM bagi Perusahaan yang berstatus PMA/PMDN.

23

Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI)
Pengertian Setiap pendirian Perusahaan Kawasan Industri yang melakukan kegiatan pengusahaan kawasan industri wajib memperoleh izin, yang terdiri atas Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI). Untuk memperoleh IUKI diperlukan Tahap Persetujuan Prinsip, yang diberikan kepada Perusahaan Kawasan Industri untuk mengajukan permohonan izin lokasi, melakukan persiapan penyediaan tanah, perencanaan, penyusunan rencana tapak tanah di Kawasan Industri dan pembangunan, pengadaan prasarana dan sarana Kawasan Industri. Luas Kawasan Industri sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) hektar. Bagi Perusahaan Kawasan Industri yang memiliki luas kawasan lebih dari 20 (dua puluh) hektar, IUKI-nya diberikan secara bertahap dengan ketentuan pemberian IUKI yang pertama kali minimal seluas 20 (dua puluh) hektar. Tanah yang telah dimiliki oleh satu perusahaan atau beberapa perusahaan yang luasnya sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hektar dan berada di dalam Kawasan Peruntukan Industri serta sudah dimanfaatkan untuk kegiatan industri, dapat ditetapkan sebagai Kawasan Industri. Setiap Perusahaan Kawasan Industri yang akan melakukan perluasan areal Kawasan Industri wajib memperoleh IPKI. IPKI diberikan secara langsung apabila Perusahaan Kawasan Industri yang bersangkutan telah memperoleh IUKI dengan ketentuan : • lokasinya berbatasan dengan lokasi Kawasan Industri yang telah diizinkan ; • lahan yang direncanakan sebagai areal perluasan telah dikuasai ; • berada dalam kawasan peruntukan industri.

24

Apabila perluasan Kawasan Industri tidak berbatasan dengan lokasi Kawasan Industri yang telah diizinkan dan atau lahan yang direncanakan sebagai areal perluasan belum dikuasai, maka permintaan Izin Perluasan dimulai dengan permintaan Persetujuan Prinsip. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/Kep/2/1997 tanggal 20 Februari 1997 tentang Tata Cara Pemberian Izin Usaha Kawasan Industri dan Izin Perluasan Kawasan Industri. Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 263/MPP/Kep/8/2001 tanggal 31 Agustus 2001 tentang Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001.

• • •

Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Persetujuan Prinsip : • • • • • Mengisi formulir model PMK-I ; Melampirkan fotokopi akte pendirian perusahaan ; Nomor Pokok Wajib Pajak ; Sketsa rencana lokasi (Desa, Kecamatan, Kabupaten/ Kota dan Propinsi) ; Surat pernyataan dari perusahaan Kawasan Industri bahwa rencana lokasi terletak dalam kawasan peruntukan industri

25

Pemeriksaan lapangan atas dokumen dilakukan oleh Tim Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Lapangan (BAPL). 26 . Tata tertib kawasan . minimal telah tersedia jalan masuk ke Kawasan Industri. Peta rencana peruntukan lahan . Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) : • • • • • • • • • Mengisi formulir Model PMK-IV . Jadwal/target penyelesaian pembangunan prasarana dan sarana penunjang yang ada dalam Kawasan Industri dan sarana penunjang eksternal. 2. • 3. jaringan jalan dan saluran air hujan dalam Kawasan Industri serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bagi Kawasan Industri sesuai dengan AMDAL-nya . Studi ANDAL RKL dan RPL Kawasan Industri yang telah disetujui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota . Fotokopi HGB. Fotokopi IMB . Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) : • • • • • • Melampirkan formulir model PMK-II (informasi pembangunan proyek) . Site plan (rencana tapak tanah) yang telah disahkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan RTRW.berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Bukti pembelian tanah sesuai izin lokasi . Melampirkan Izin Lokasi . Fotokopi ANDAL. IUKI yang bersangkutan . Susunan Direksi dan Komisaris Perusahaan. Laporan kondisi lapangan untuk dapat dioperasikan. RKL dan RPL .

Masa berlaku IUKI adalah sebagai berikut : • Bagi perusahaan Kawasan Industri yang berstatus Non PMA/PMDN dan yang berstatus PMDN: berlaku selama perusahaan yang bersangkutan melakukan kegiatan pengusahaan kawasan industri . 3. Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. • Bagi perusahaan Kawasan Industri yang berstatus PMA : berlaku selama 30 tahun. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal bagi Perusahaan Kawasan Industri yang berstatus PMA/PMDN. Masa berlaku IPKI adalah sesuai dengan masa berlaku IUKI yang dimiliki Perusahaan Kawasan Industri bersangkutan. 2. Persetujuan Prinsip Persetujuan dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. 27 . IUKI dan IPKI tidak dikenakan biaya. IPKI.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. Masa berlaku persetujuan ini adalah selama 4 tahun dan dapat diperpanjang dua kali. Biaya Pengurusan Pengurusan Persetujuan Prinsip. IPKI diberikan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. sepanjang masih memenuhi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. IUKI IUKI diberikan dalam waktu 33 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. masing-masing selama 2 tahun.

• SNI secara sukarela (SNI-Sukarela) di kemudian hari dapat ditetapkan secara wajib atas pertimbangan teknis maupun ekonomis dan pertimbangan lainnya.Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) Pengertian Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standar yang ditetapkan dan diberlakukan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan setelah mendapat persetujuan dari Dewan Standardisasi Nasional (DSN) dan berlaku secara nasional di Indonesia. proses produksi dan pengendalian mutu produk sesuai dengan pedoman DSN. Perusahaan yang hendak memperoleh Sertifikat Produk harus menggunakan salah satu dari modul sistem mutu sebagai berikut : • Modul I adalah Modul Jaminan Mutu Produk. dengan keterangan sebagai berikut : • SNI secara wajib (SNI-Wajib) diterapkan untuk produk yang berkaitan dengan kepentingan keselamatan dan kesehatan konsumen. Perusahaan yang produknya termasuk SNI-Wajib harus mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI. pemakai produk atau masyarakat. Tanda SNI adalah tanda sertifikasi produk yang dibubuhkan pada barang. dan kelestarian lingkungan. Sertifikasi Produk diberikan kepada perusahaan yang telah mampu menghasilkan suatu produk dengan mutu yang konsisten sesuai dengan SNI. kemasan atau label yang menyatakan bahwa barang dan/atau jasa tersebut memenuhi persyaratan SNI. 28 . yaitu pernyataan kemampuan oleh produsen berupa Surat Pernyataan Diri (Self Declaration) berdasarkan hasil pemeriksaan oleh produsen yang bersangkutan terhadap sarana produksi. SNI dapat diterapkan secara wajib atau sukarela.

Pemasangan dan Pelayanan. Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan Nomor 407/SJ/SK/VI/1996 tanggal 21 Juni 1996 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan Nomor 631/SJ/SK/VIII/1999 tanggal 23 Agustus 1999. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Desain Pengembangan Produksi. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan Standar Sistem Mutu yang diacu dan diakui selain dari SNI seri 19-9000. Sertifikasi. Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan No. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9002. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Produksi.• • • • Modul II adalah Modul Jaminan Mutu Produk. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Inspeksi dan Pengujian Akhir. 677/SJ/SK/IX/1996 tanggal 24 September 29 • • . yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9003. Keputusan Menperindag Nomor 108/MPP/Kep/5/1996 tanggal 22 Mei 1996 tentang Standardisasi. Dasar Hukum • • Peraturan Pemerintah RI Nomor 102 tahun 2000 tanggal 10 November 2000 tentang Standardisasi Nasional. Modul III adalah Modul Jaminan Mutu Produksi. Modul IV adalah Modul Jaminan Mutu Menyeluruh. Pemasangan dan Pelayanan. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9001. Modul V adalah Modul Jaminan Mutu. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan jo Nomor 425/ MPP/ Kep/9/1998 jo Nomor 384/MPP/Kep/8/1999.

• Surat pernyataan diri tentang kesesuaian (Self Declaration) .1996 tentang Penunjukan Lembaga sebagai Laboratorium Penguji. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi. III. 30 . • Sertifikat hasil uji atas contoh produk yang masih berlaku beserta label contoh uji dan berita acara pengambilan contoh atau Sertifikat Inspeksi Teknis. • Sertifikat hasil uji atas contoh produk yang masih berlaku beserta label contoh uji dan berita acara pengambilan contoh atau Sertifikat Inspeksi Teknis. • Sertifikat Sistem Mutu dari Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu yang terakreditasi . Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan. Bagi Pengguna Modul I Mengajukan surat permohonan dan melampirkan : • Daftar isian permohonan Produk Pengguna Tanda SNI dan lampiran yang dipersyaratkan . 2. Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI. Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji. Bagi Pengguna Modul II. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. IV dan V Mengajukan surat permohonan dan melampirkan : • Daftar isian permohonan Produk Pengguna Tanda SNI dan lampiran yang dipersyaratkan .

31 . yang meliputi : a. pengawasan mutu produk yang terdiri dari pengambilan contoh dan pengujian produk yang dilakukan oleh laboratorium uji yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan Pengertian Tepung terigu merupakan bahan karier yang potensial untuk fortifikasi karena tepung terigu banyak digunakan untuk membuat berbagai produk makanan yang dikonsumsi masyarakat. b.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi. Tepung terigu sebagai bahan makanan yang diperdagangkan di dalam negeri baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari impor wajib memenuhi persyaratan (SNI 01.3751-2000/ Rev.1995 dan revisinya). Perusahaan industri yang memproduksi tepung terigu sebagai bahan makanan wajib menerapkan Standar Nasional Indonesia Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan dan wajib mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan tanda SNI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. pengawasan sistem mutu. Pusat Standardisasi dan Akreditasi bertanggung jawab atas pelaksanaan pengawasan penggunaan Tanda SNI.

Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI. Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji.1995 dan Revisinya) Keputusan Menperindag No. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi.3751-2000/Rev. Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan.153/MPP/Kep/5/2001 tanggal 2 Mei 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan (SNI 01.1995 dan Revisinya) • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI Tepung Terigu dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi.3751-2000/Rev. 32 .Dasar Hukum • Keputusan Menperindag No.153/MPP/Kep/5/2001 tanggal 2 Mei 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan (SNI 01.323/MPP/Kep/11/2001 tanggal 20 November 2001 tentang Perubahan Atas Keputusan Menperindag No.

Lampu SWA Ballast untuk pelayanan pencahayaan umumPersyaratan Keselamatan yang diperdagangkan di dalam negeri baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari impor wajib memenuhi persyaratan (SNI 04-6504-2001 dan revisinya). Perusahaan industri yang memproduksi lampu swa ballast wajib menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Lampu SWA Ballast untuk pelayanan pencahayaan umum persyaratan keselamatan dan wajib mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. • pengawasan mutu produk yang terdiri dari pengambilan contoh dan pengujian produk yang dilakukan oleh laboratorium uji yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Pusat Standardisasi dan Akreditasi bertanggung jawab atas pelaksanaan pengawasan penggunaan Tanda SNI yang meliputi : • pengawasan sistem mutu. Keputusan Menperindag Nomor 442/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Perubahan Atas Keputusan • 33 .Wajib SNI Lampu SWA Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan UmumPersyaratan Keselamatan Pengertian Lampu SWA Ballast merupakan lampu listrik yang menghemat energi dan banyak digunakan masyarakat. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 337/MPP/Kep/11/2001 tanggal 30 November 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan UmumPersyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya).

Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan. Kendaraan dengan kapasitas tempat duduk di atas 10 orang (bus) . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI Lampu Swa Ballast dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi.Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya). 34 . termasuk sepeda motor beroda tiga. Kendaraan bermotor roda empat meliputi : a. b Kendaraan bermotor roda dua ( sepeda motor ). Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI. Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji.Menperindag Nomor 337/MPP/Kep/11/2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum . Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor Pengertian Kendaraan bermotor terbagi atas 2 (dua) kelompok : a Kendaraan bermotor roda empat (mobil) .

tanpa melihat phisik kendaraan yang bersangkutan dan bukan merupakan izin impor. c. Kendaraan angkutan barang. Jenis kendaraan penumpang dengan kapasitas tempat duduk sampai dengan 10 orang adalah : a. Uji tipe adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian atau komponen-komponen kendaraan bermotor dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebelum kendaraan bermotor tersebut dibuat. 35 . Tanda Pendaftaran Tipe untuk keperluan produksi adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian untuk keperluan produksi kendaraan bermotor. Departemen Perhubungan sebagai bukti bahwa kendaraan bermotor yang bersangkutan telah lulus uji tipe. Sedan atau station wagon . Kendaraan penumpang dengan penggerak roda 4 x 4. dirakit atau diimpor secara massal. Sertifikat uji tipe adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.b. Kendaraan penumpang dengan kapasitas tempat duduk sampai dengan 10 orang . b. termasuk angkutan barang yang menggunakan roda tiga. c. Tipe kendaraan adalah nama teknis dan/atau nama dagang yang diberikan kepada jenis kendaraan dengan spesifikasi tertentu oleh pabrik pembuatnya. Pendaftaran tipe adalah pendaftaran spesifikasi teknis dari tipe kendaraan bermotor tertentu yang akan diproduksi atau akan diimpor. Kendaraan penumpang dengan penggerak roda 4 x 2 . Tanda Pendaftaran Tipe diterbitkan berdasarkan atas kelengkapan dan kebenaran dokumen.

Kendaraan bermotor yang dapat diimpor adalah kendaraan bermotor dalam keadaan baru yang diproduksi selama-lamanya 2 (dua) tahun sebelum pengimporan dan belum pernah didaftarkan di negara lain. yang selanjutnya akan digunakan sebagai kendaraan untuk diuji tipe atau sebagai contoh produksi dengan jumlah 1 (satu) unit. Penjelasan teknis dibuat oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan/Research and Development (R & D) dari produsen atau prinsipal kendaraan bermotor yang bersangkutan. Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/Kep/2/2000 tanggal 25 Februari 2000 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 290/MPP/Kep/6/1999. Keputusan Direktur Jenderal ILMEA Nomor 015/SK/DJILMEA/X/2001 tanggal 26 Oktober 2001 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor. Keputusan Menperindag Nomor 49/MPP/Kep/2/2000 tanggal 25 Februari 2000 tentang Persyaratan Impor Kendaraan Bermotor dalam Keadaan Utuh (CBU). Dasar Hukum • • • Keputusan Menperindag Nomor 275/MPP Kep/6/1999 tanggal 24 Juni 1999 tentang Industri Kendaraan Bermotor. Penjelasan teknis adalah dokumen asli berisi penjelasan teknis atas kendaraan bermotor yang didaftarkan tipenya. Tanda Pendaftaran Tipe keperluan impor adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian dari kendaraan bermotor yang akan diimpor.Tanda Pendaftaran Tipe untuk keperluan uji tipe adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian dari kendaraan yang akan diimpor. Keputusan Direktur Jenderal ILMEA Nomor 017/SK/DJILMEA/XI/-2001 tanggal 9 Nopember 2001 tentang • • 36 . yang selanjutnya dapat diperdagangkan atau dipakai sendiri.

• Fotokopi tanda lulus uji tipe dari instansi yang berwenang . • Gambar dan spesifikasi teknis dari tipe yang didaftarkan. berupa brosur asli ditambah penjelasan prinsipal jika perlu . Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor untuk Keperluan Impor Perusahaan importir kendaraan bermotor yang mengajukan permohonan Pendaftaran Tipe/Varian Kendaraan Bermotor wajib untuk : • Mengisi formulir isian permohonan pendaftaran tipe dan varian dan perubahan tipe kendaraan bermotor . • Fotokopi bukti hak atas merek atau bukti pengajuan permohonan pendaftaran merek sesuai dengan ketentuan yang berlaku . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Pengajuan Permohonan Perusahaan industri yang akan memproduksi dan mengimpor kendaraan bermotor dan importir yang akan mengimpor kendaraan bermotor dalam keadaan jadi (CBU) diwajibkan untuk mendaftarkan tipe/varian dari kendaraan bermotor yang akan diproduksi atau diimpornya. 37 .Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Kode Perusahaan Dalam Rangka Penerapan Nomor Identifikasi Kendaraan Bermotor (NIK). • Rencana produksi tipe dan varian yang didaftarkan . • Mengisi formulir isian permohonan pendaftaran tipe dan varian dengan melampirkan fotokopi Izin Usaha Industri yang masih berlaku . • Fotokopi kode perusahaan dan NIK. Pendaftaran Tipe Varian Kendaraan Bermotor Rakitan Dalam Negeri Perusahaan Industri Perakitan Kendaraan Bermotor yang mengajukan permohonan pendaftaran tipe/varian kendaraan bermotor untuk tujuan perakitan wajib untuk : • Mengajukan surat permohonan pendaftaran tipe/varian .

• •

• • • •

• • • •

38

Melampirkan penjelasan VIN/tanda bukti penerapan VIN minimal 9 (sembilan) digit karakter beserta penjelasannya, kecuali bagi negara-negara yang menerapkan sistem penomoran VIN tersendiri ; Atas impor 1 (satu) unit kendaraan dalam keadaan CBU untuk keperluan uji tipe harus menyebutkan nomor VIN lengkap ; Untuk VIN yang tidak mencantumkan tahun pembuatan, maka importir harus menyampaikan pernyataan tahun pembuatan yang diterbitkan oleh pabrik pembuat/prinsipal atau pemasok luar negeri ; Rencana impor dari tipe/varian yang didaftarkan tipenya ; Gambar/brosur asli yang berisi spesifikasi teknis dari tipe kendaraan yang didaftarkan ; Fotokopi tanda lulus uji tipe yang dilegalisir dari Departemen Perhubungan apabila tipe kendaraan bermotor yang akan diimpor populasinya melebihi 10 (sepuluh) unit ; Fotokopi tanda lulus uji tipe dari pabrik di negara pembuat atau negara asal impor, apabila tipe kendaraan bermotor yang akan diimpor populasinya sampai dengan 10 (sepuluh) unit per tipe ; Bagi keperluan uji tipe tidak diwajibkan melampirkan tanda lulus uji tipe, baik dari negara pembuat maupun negara asal impor ; Fotokopi Izin Usaha Industri atau SIUP, API atau APIT serta Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang telah dilegalisir oleh instansi penerbit dan masih berlaku; Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari perusahaan pemohon ; Surat pernyataan jaminan mutu dan layanan purna jual yang dibuat oleh importir dihadapan Notaris bagi tipe dan varian kendaraan bermotor yang diimpor disertai bukti kepemilikan bengkel atau kontrak kerjasama dengan bengkel ; Surat Keterangan Bank asli yang menyatakan bahwa perusahaan yang bersangkutan sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun berturut-turut adalah nasabah bank sebagai pengguna jasa perbankan dalam kegiatan usahanya yang memiliki kinerja yang baik. Apabila perusahaan yang bersang-

• •

kutan belum mencapai 3 (tiga) tahun sebagai nasabah bank, maka penanggungjawab perusahaan yang bersangkutan wajib untuk memberikan Surat Keterangan Bank atas nama dirinya dengan ketentuan sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun berturut-turut adalah nasabah bank sebagai pengguna jasa perbankan yang memiliki kinerja baik ; Pernyataan harga FOB yang dibuat oleh importir yang bersangkutan dari tipe kendaraan yang akan diimpornya dengan dibubuhi materai yang cukup ; Menyampaikan realisasi impor bagi yang telah memperoleh tanda pendaftaran tipe dengan menggunakan format laporan.

Pengecualian Kewajiban Pendaftaran Tipe Impor kendaraan bermotor jadi (CBU) yang dikecualikan dari persyaratan Pendaftaran Tipe adalah kendaraan bermotor yang berasal dan atau dipergunakan untuk keperluan : a. Hibah dari pemerintah/negara asing atau lembaga swasta di luar negeri untuk pemerintah Republik Indonesia ; b. Khusus untuk ketentaraan/kepolisian negara dan atau protokoler kenegaraan c. Bantuan teknis dari pemerintah/negara asing atau bantuan lainnya untuk pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 1955 ; d. Mantan Duta Besar Republik Indonesia yang telah habis masa tugasnya, sebagai barang pindahan maksimum hanya 1 (satu) unit kendaraan bermotor jenis penumpang kurang dari 10 (sepuluh) orang; e. Kedutaan Besar/Perwakilan Negara Asing atau Badan Internasional berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1957 ; f. Impor sementara yang akan diekspor kembali setelah masa impor sementara tersebut berakhir ; g. Replika (produk contoh) yang tidak diperjual-belikan ; h. Kendaraan berat (heavy duty truck) dengan GVW lebih dari 24 ton dan tidak dipergunakan di jalan umum serta tidak memerlukan STNK seperti dinyatakan dalam pernyataan perusahaan.

39

Pengecualian dari kewajiban TPT dinyatakan melalui Surat Direktur Jenderal Industri Logam,Mesin, Elektronika dan Aneka yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan Ditlantas Polri. Pengecualian tersebut di atas tidak berlaku, apabila kendaraan bermotor yang diimpor tersebut dipindah-tangankan dan atau diperjual-belikan di dalam negeri, dan untuk kendaraan berat apabila digunakan di jalan umum. Tipe atas kendaraan bermotor yang semula dikecualikan dari kewajiban pendaftaran tipe sebagaimana diatur di atas dan tipe atas kendaraan bermotor hasil lelang yang menjadi milik negara yang dilengkapi dengan bukti-bukti lengkap dari instansi yang berwenang wajib didaftarkan di Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Tanda Pendaftaran Tipe atau Varian Kendaraan Bermotor, diterbitkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya permohonan pendaftaran tipe/varian yang telah memenuhi persyaratan secara lengkap dan benar. Permohonan dianggap batal dengan sendirinya apabila dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya surat permintaan kelengkapan persyaratan, tidak dipenuhi oleh perusahaan pemohon. Biaya Pengurusan Pengurusan Tanda Pendaftaran Tipe dan Varian ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi •
40

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka.

menciptakan dan meningkatkan persaingan usaha yang sehat di bidang produk teknologi informasi dan elektronika. Petunjuk Penggunaan (Manual) adalah petunjuk/cara menggunakan produk teknologi informasi dan atau elektronika. diiklankan. Kartu Jaminan/Garansi adalah kartu yang menyatakan tersedianya pelayanan purna jual dan suku cadang produk teknologi informasi dan elektronika. dipromosikan. baik yang berasal dari produk dalam negeri maupun impor. memberikan perlindungan kepada konsumen pemilik produk teknologi informasi dan elektronika.Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika Pengertian Produk teknologi informasi dan elektronika yang beredar di pasar adalah produk teknologi informasi dan elektronika yang ditawarkan. c. diperdagangankan untuk digunakan atau dimanfaatkan oleh konsumen yang berada di wilayah Republik Indonesia. b. meningkatkan produksi teknologi informasi dan elektronika dalam negeri. Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi produk teknologi informasi dan elektronika bertujuan untuk : a. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 547/MPP/Kep/7/2002 tanggal 24 Juli 2002 tentang Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam 41 .

• • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Tanda pendaftaran ini diberikan selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah persyaratan permohonan secara lengkap dan benar diterima. Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) bagi produsen . • petunjuk perbaikan/pemeliharaan . Masa berlaku tanda/surat pendaftaran adalah selama produsen atau importir yang bersangkutan menghasilkan produk elektronika yang didaftarkan. Contoh kartu jaminan/garansi dalam Bahasa Indonesia yang sekurang-kurangnya memuat informasi tentang : • ongkos perbaikan gratis selama masa garansi . Melampirkan Isian Formulir Pendaftaran Model MG-2 . Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Angka Pengenal Impor (API) atau Angka Pengenal Impor Terbatas (API-T) bagi importir dan Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK). khusus bagi produk teknologi informasi dan atau elektronika yang dipersyaratkan mempunyai NPIK.• Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika. • masa berlaku sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. Surat pernyataan jaminan pelayanan purna jual dan tersedianya suku cadang bermeterai . Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. 42 . Contoh petunjuk penggunaan (manual) dalam Bahasa Indonesia yang sekurang-kurangnya memuat informasi tentang : • petunjuk operasi penggunaan . Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • Mengajukan permohonan dengan menggunakan Formulir Model MG-1. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . • spesifikasi produk. • jaminan ketersediaan sukucadang .

01/1997 tanggal 31 Desember 1997 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika 43 . Ditjen ILMEA. Mesin. khusus bagi produk dalam negeri disampaikan juga kepada Direktur Industri Teknologi Informasi dan Elektronika. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Bupati/walikota setempat dan tembusan disampaikan kepada Direktur Bina Pengawasan Barang Beredar dan Jasa. namun pembebanan biaya pendaftaran hanya untuk biaya penggantian pengadaan formulir pendaftaran. Dirjen Industri Logam. Elektronika dan Aneka. Rekomendasi Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika Pengertian Pembebasan bea masuk 0% (nol persen) untuk mengimpor bahan baku/sub komponen/bahan penolong dalam rangka pembuatan komponen elektronika dapat diberikan kepada Produsen komponen elektronika. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Keuangan Nomor 659/KMK. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri dan Kepala Pusat Data dan Informasi.Biaya Pengurusan Pengurusan pendaftaran ini tidak dikenakan biaya. apabila yang bersangkutan telah memperoleh rekomendasi dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan cq.

Laporan ekspor/produksi. dan guna mendapatkan persetujuan untuk mengimpor sendiri Limbah Non B-3 yang diperlukan dalam proses produksi. Rekomendasi ini berlaku selama 1 tahun. Mesin. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Rekomendasi untuk Mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B-3 Pengertian Salah satu syarat untuk mendapatkan pengakuan sebagai Importir Produsen Limbah Non B-3. maka produsen yang bersangkutan terlebih dahulu harus memperoleh Rekomendasi dari Direktur Jenderal Industri 44 .Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Fotokopi Izin Usaha Industri/Persetujuan Prinsip. Elektronika dan Aneka. Daftar mesin-mesin peralatan produksi untuk mebuat komponen elektronika. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam. Form IKE-1 yang telah mencantumkan jenis bahan/sub komponen/bahan penolong yang dibutuhkan. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi diterbitkan dalam waktu 5 hari kerja sejak berkas permohonan secara lengkap dan benar diterima. Surat pernyataan bahwa bahan baku/komponen/bahan penolong tersebut dibutuhkan untuk produksi.

Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Agro dan Hasil Hutan Depperindag. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi untuk mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B-3 dapat dikeluarkan maksimum 5 hari setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Rekomendasi ini berlaku untuk seumur hidup. 45 . yang telah diakui oleh Departemen Teknis dan Lembaga Pemerintah Non Departemen.Logam. Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya. Direktur Jenderal Industri Kimia. Elektronika dan Aneka. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Industri Logam. Depperindag atau Direktur Jenderal Industri Kimia. sesuai dengan bidang usahanya. Agro dan Hasil Hutan. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). Dasar Hukum Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang Yang Diatur Tata Niaga Impornya. Mesin. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan. Mesin. Elektronika dan Aneka. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .

92. Mesin.10. Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya diperbolehkan jika sudah mendapatkan rekomendasi dari Direktur Pembina Teknis yang bersangkutan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan atau Instansi/Departemen lain yang terkait.20.91. Barang yang Diawasi Ekspornya yang termasuk dalam pembinaan Departemen Perindustrian dan Perdagangan adalah sebagai berikut : Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Industri Kimia. Agro dan Hasil Hutan : Nomor Pos Tarif 3102.10. Elektronika dan Aneka : Nomor Pos Tarif Jenis Barang Perak tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk : 7106.Setengah jadi 7102.000 Jenis Barang Pupuk Urea Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Industri Logam.Bukan tempa .Rekomendasi Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya Pengertian Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barang yang ekspornya hanya dapat dilakukan dengan Persetujuan Menteri Perindustrian dan Perdagangan atau pejabat yang ditunjuk.Bubuk .000 .000 7106.000 46 .000 4103.

000 7404. ingot hasil peleburan skrap besi atau baja (khusus yang berasal dari Wilayah Pulau Batam) 7204.Limbah dan skrap dari besi atau baja lapis timah .90.000 7602.000 7204.000 7108.21.12.29.000 7204.000 7204.10. serutan dan lain-lain .00.21.Aluminium 7204.Baja stainless.Limbah dan skrap dari besi tuang .Nomor Pos Tarif Jenis Barang Emas bukan tempa atau dalam bentuk bubuk : 7108.000 Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri : Nomor Pos Tarif Ex 2505.900 .Serbuk .000 7204. .Dalam bentuk gumpalan.30.49.12.41.7407.Kuningan .000 .Limbah dan skrap baja lainnya.11.00.000 Pasir laut Jenis Barang 47 . selain dalam bentuk gram.Lain-lain Limbah dan skrap fero. serutan dan lain-lain Limbah dan skrap dari : .000 Ex.Tembaga .Limbah dan skrap baja lainnya gram.Limbah dan skrap dari baja dan paduan lainnya berbentuk . ingot atau barang tuangan .100 7108.

Ekspor Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue • Produsen Kulit Buaya bersangkutan harus memiliki izin penangkaran buaya dari Direktur Jenderal PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam). Persyaratan Umum : • Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP) atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Pemberitahuan resmi dari Asosiasi Produsen Kulit Buaya bahwa kebutuhan kulit buaya untuk konsumsi industri kulit dalam negeri sudah cukup atau tidak • 48 . apabila pengadaan pupuk urea untuk kebutuhan dalam negeri itu aman yang ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi antara BUMN/Holding Industri Pupuk Nasional dengan Pemerintah. 2. Ekspor Pupuk Urea • Permohonan akan diterima. Departemen Kehutanan. • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Persyaratan Khusus : a. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/kep/VIII/ 2002. berdasarkan peraturan yang berlaku dari CITES. • Izin Usaha dari Departemen/Instansi Terkait berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Keputusan Menperindag Nomor 441/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Ketentuan Ekspor Pasir Laut.

7204.00.000.11.91.000. 7108.000.100.92. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).000).000) : • Fotokopi Surat Izin Industri (bagi produsen) . • Rekomendasi Gubernur dan/atau Bupati/Walikota dan keterangan yang menyatakan bahwa perorangan atau badan hukum yang mengajukan permohonan telah melunasi pembayaran kewajiban berupa pajak dan/atau pungutan lainnya termasuk yang terhutang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. d. Agro dan Hasil Hutan.900). Masa berlaku 49 . • Surat Izin Usaha Perdagangan (bagi non produsen).000).10. c.000).12.49. dan Ekspor Emas Bukan Tempa atau dalam bentuk Bubuk Emas lainnya (HS 7108. 7106. Tembaga (HS 7404. 7204. 7204. Kuningan (HS ex 7404. khususnya yang berasal dari wilayah Pulau Batam (HS 7204.29.10. Pemberitahuan ini dikoordinasikan oleh Direktur Jenderal Industri Kimia. dan Ekspor Limbah dan Skrap dari Baja Stainless (HS 7204. dan Aluminium (HS 7602.000).000.000.000). 7106.30. Ingot Hasil Peleburan Skrap Besi atau Baja.00. Ekspor Perak tidak ditempa atau dalam bentuk lainnya (HS 7106. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. 7204. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Ekspor Pasir Laut • Kuasa Pertambangan Eksploitasi .12.000. 7108.000.21. Untuk Ekspor Pupuk Urea : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 3 hari kerja setelah semua persyaratan lengkap dan benar diterima. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). serta Ekspor Limbah dan Skrap Fero. • Kuasa Pertambangan Pengangkutan dan Penjualan. • Stock komoditi yang dimiliki.diperlukan lagi.21.41.

4.rekomendasi adalah 1 tahun khusus untuk industri pupuk swasta. dengan masa berlaku selama 6 bulan. Sedangkan masa berlaku rekomendasi untuk BUMN pupuk ditentukan secara periodik tergantung dari rapat koordinasi Pemerintah. Untuk Ekspor Perak dan Emas : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Untuk Ekspor Limbah dan Skrap Fero : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 2 hari kerja. dengan masa berlaku selama 6 bulan. 50 . 5. Gubernur dan/atau Bupati/Walikota setempat untuk rekomendasi ekspor pasir laut. Untuk Ekspor Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 7 hari kerja. Agro dan Hasil Hutan untuk rekomendasi ekspor Pupuk Urea dan Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • • Direktur Jenderal Industri Kimia. Elektronika dan Aneka untuk rekomendasi ekspor Perak dan Emas serta Limbah dan Skrap Fero. Mesin. Untuk Ekspor Pasir Laut : Masa berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang kembali. 3. Direktur Jenderal Industri Logam. dengan masa berlaku selama 1 tahun dan akan dievaluasi kembali. 2.

Rekomendasi Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru
Pengertian Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru yang dilarang impornya tetap dapat diimpor apabila perusahaan yang bersangkutan telah memperoleh izin dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan, cq Dirjen Perdagangan Luar Negeri, sepanjang untuk keperluan : • Relokasi pabrik secara utuh (bedol pabrik) atau ; • Satu kesatuan unit lengkap yang tidak mungkin dipisahpisahkan dari fungsinya semula atau ; • Penggunaan pada proyek pemerintah atau instansi pemerintah yang dibiayai dengan dana dalam negeri ataupun dana bantuan luar negeri. Untuk mengurus izin impor tersebut, perusahaan bersangkutan terlebih dahulu harus memperoleh rekomendasi dari Dirjen Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka, Depperindag. Dasar Hukum Keputusan Menperindag Nomor 172/MPP/Kep/5/2001 tanggal 17 Mei 2001 tentang Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Daftar jenis dan jumlah mesin peralatan yang akan diimpor, termasuk spesifikasi teknisnya ; Izin Usaha Industri dan Izin Usaha Konstruksi ; Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ; APIT/API-U/API-P ; Kontrak/Surat Perjanjian Kerjasama dengan proyek pemerintah/Instansi Pemerintah (untuk peralatan yang termasuk dalam daftar negatif).
51

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi dapat dikeluarkan dalam waktu 7 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Masa berlaku rekomendasi adalah sesuai dengan kontrak proyek bersangkutan. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka.

Rekomendasi Pembebasan Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Penolong dan Bagian/ Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar
Pengertian Impor bahan baku/bahan penolong dan bagian/komponen untuk perakitan mesin dan motor berputar diberikan pembebasan bea masuk sehingga besarnya sama dengan bea masuk bagian (part) yang berlaku untuk masing-masing mesin dan motor berputar. Pembebasan bea masuk hanya diberikan berdasarkan rekomendasi dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Dasar Hukum •
52

Keputusan Menteri Keuangan R.I. Nomor 373/KMK.01/1997 tanggal 29 Juli 1997 tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk

atas Impor Bahan Baku/Bahan Penolong dan Bagian/ Komponen Untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI) ; Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ; Daftar/Laporan realisasi impor tahun sebelumnya; Rencana impor ; Penggunaan produk lokal

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi ini diterbitkan paling lambat 7 hari kerja setelah permohonan dan persyaratan secara lengkap dan benar diterima. Masa berlaku rekomendasi adalah selama 1 tahun. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka, Depperindag.

Persetujuan untuk Dapat Mengikuti Skema AICO (Asean Industrial Cooperation)
Pengertian Skema AICO (AICO Scheme) adalah skema kerjasama industri di Lingkungan ASEAN dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, industri dan investasi untuk menghadapi perdagangan bebas di Kawasan ASEAN.

53

jumlah pegawai dan lain-lain. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • 54 Mengisi formulir permohonan AICO dengan melampirkan : Latar belakang dan motivasi perusahaan dalam mengikuti skema AICO . Surat kuasa sebagai pejabat yang berwenang atas nama perusahaan pemohon (apabila diajukan melalui kuasa) . Fasilitas dalam rangka kerjasama AICO dapat diberikan kepada perusahaan peserta di Indonesia yang berbentuk badan hukum. didirikan dan melakukan kegiatannya di Indonesia. COE dikeluarkan oleh Sekretariat ASEAN dalam rangka pemberian fasilitas tarif. antara lain melalui penerbitan Certificate of Eligibility (COE). . Profil perusahaan peserta yang antara lain mencakup informasi tentang jenis produk. Perusahaan bersangkutan dapat memperoleh hak istimewa. Penjelasan yang lebih spesifik tentang manfaat yang diperoleh perusahaan bila berpartisipasi dalam skema AICO . Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Usaha Industri (IUI) atau Tanda Daftar Industri (TDI) .Kerjasama AICO (AICO Agreement) adalah kerjasama yang dilakukan di antara sekurang-kurangnya dua negara anggota ASEAN. dengan satu atau lebih perusahaan peserta di masing-masing negara. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 202/MPP/Kep/5/1999 tanggal 26 Mei 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Permohonan Fasilitas Dalam Rangka Pelaksanaan Perjanjian Basic Agreement on the ASEAN Industrial Cooperation. hubungan industri yang saling melengkapi atau kerjasama industri . Investasi yang diperlukan dalam melaksanakan skema AICO . Dokumen atau bukti-bukti tentang kemitraan dalam melakukan saling memanfaatkan sumber daya.

55 . Direktur Jenderal Pembina Industri yang bersangkutan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat persetujuan bahwa perusahaan peserta dapat mengikuti skema AICO diberikan selambat-lambatnya 44 hari kerja setelah yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Persetujuan ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi kriteria dan persyaratan. Biaya Pengurusan Untuk mengurus persetujuan ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Kerjasama Industri dan Perdagangan Internasional.

.

Bab II Izin dan Rekomendasi di Bidang Perdagangan .

.

KPP Tingkat Pusat adalah Direktorat Pendaftaran Perusahaan pada Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan pada Tingkat Pusat. termasuk perusahaan asing yang berkedudukan dan menjalankan usahanya di wilayah Negara Republik Indonesia dan telah memiliki izin. Firma (Fa). 59 . Daftar Perusahaan adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan Undang-Undang WDP dan atau peraturan-peraturan pelaksanaannya. Persekutuan Komanditer (CV). Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah Tanda Daftar yang diberikan oleh Kantor Pendaftaran Perusahaan kepada perusahaan yang telah didaftarkan.Wajib Daftar Perusahaan (WDP) Pengertian Setiap perusahaan. Kantor Pendaftaran Perusahaan (KPP) adalah unit kerja di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan baik di Tingkat Pusat maupun di Daerah Tingkat I dan Daerah Tingkat II. Perorangan dan perusahaan lain yang melaksanakan kegiatan usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan atau laba. Perusahaan adalah meliputi bentuk usaha Perseroan Terbatas (PT). dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari Kantor Pendaftaran Perusahaan. Koperasi. KPP Tingkat I adalah Kantor Dinas Departemen Perindustrian dan Perdagangan Tingkat Propinsi selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan pada Daerah Tingkat I. wajib didaftarkan dalam Daftar Perusahaan.

Perubahan-perubahan yang terjadi yang berkaitan dengan TDP. Keputusan Mendag Nomor 73/Kep/V/1993 tanggal 27 Mei 1993 tentang Ketentuan Tarif dan Pengelolaan Biaya Administrasi WDP. Daftar Perusahaan merupakan sumber informasi resmi tentang perusahaan untuk semua pihak yang bersangkutan dalam rangka menjamin kepastian berusaha. TDP bukan merupakan izin. Nomor 327/MPP/Kep/7/1999 tanggal 14 Juli 1999 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 12/ MPP/Kep/1/1998 tentang Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan. 60 . • Fotokopi akta perubahan pendirian perseroan (apabila ada).KPP Tingkat II adalah Kantor Dinas Departemen Perindustrian dan Perdagangan Tingkat Kabupaten/Kota selaku penyelenggara dan pelaksana Wajib Daftar Perusahaan pada Daerah Tingkat II. Bagi PT yang telah mendapatkan pengesahan Badan Hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM : • Fotokopi akta pendirian perseroan. Dasar Hukum • • • UU Nomor 3 Tahun 1982 tanggal 1 Februari 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan. Keputusan Menperindag Nomor 12/MPP/Kep/1/1998 tanggal 16 Januari 1998 tentang Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan jo. • Asli dan fotokopi data akta pendirian perseroan yang diketahui Departemen Kehakiman dan HAM. seperti perubahan anggaran dasar dan pengurus perusahaan. Untuk Pengurusan TDP : a. wajib pula dilaporkan/didaftarkan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1.

d. c. Bagi PT yang sedang dalam proses pengesahan Badan Hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM : • Fotokopi akta pendirian perseroan. 61 . Fotokopi KTP pengurus koperasi. • Fotokopi KTP atau paspor Direktur Utama/ penanggungjawab perusahaan. Bagi CV : • Fotokopi akta pendirian perusahaan. Fotokopi KTP atau paspor Direktur Utama/ penanggungjawab perusahaan. • Fotokopi akta perubahan pendirian perseroan (apabila ada). Bagi • • • • perusahaan berbentuk Koperasi : Fotokopi akta pendirian koperasi. Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang.• • • Asli dan fotokopi keputusan pengesahan PT sebagai badan hukum. b. • Fotokopi Izin Usaha/surat keterangan yang dipersamakan. Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. • Fotokopi data akta pendirian perseroan. Fotokopi surat pengesahan sebagai badan hukum dari pejabat yang berwenang. • Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pengurus perusahaan. • Fotokopi surat permohonan pengesahan badan hukum dari notaris kepada Menteri Kehakiman dan HAM dan bukti pembayaran administrasi proses pengesahan badan hukum dari Departemen Kehakiman dan HAM.

Bagi PT yang berubah Ang garan Dasar (AD)-nya dan memerlukan persetujuan Departemen Kehakiman dan HAM : • Asli dan fotokopi akta perubahan AD dan data akta perubahan AD yang disetujui Departemen Kehakiman dan HAM. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab perusahaan. : • Fotokopi akta pendirian perusahaan. Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Bagi • • • Perusahaan Perorangan : Fotokopi akta pendirian perusahaan. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pengurus perusahaan. • Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang dipersamakan dengan itu yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. h. Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pemilik.e. g. • Asli dan fotokopi persetujuan AD perseroan. Bagi Perusahaan Lain : • Fotokopi akta pendirian perusahaan/surat keterangan lain yang menunjukan keberadaan perusahaan yang bersangkutan. Bagi Kantor Cabang/Pembantu/Perwakilan Perusahaan : • Fotokopi akta pendirian perusahaan/surat penunjukan/ surat keterangan yang dipersamakan sebagai kantor cabang/pembantu/perwakilan. • Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Untuk Pengurusan Perubahan Daftar Perusahaan : a. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab perusahaan. 62 . 2. f. Bagi Fa. • Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang.

Masa berlaku TDP adalah 5 tahun sejak diterbitkan dan wajib diperbaharui selambat-lambatnya 3 bulan sebelum masa berlaku habis. c. Masa berlaku TDP yang mengalami pergantian masih tetap/sesuai dengan masa berlaku TDP semula. Asli dan fotokopi TDP. CV. Sedangkan perubahan TDP (apabila perubahan tersebut mengakibatkan penggantian TDP) adalah 5 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. d. Bagi PT yang berubah AD-nya yang merupakan laporan pada Departemen Kehakiman dan HAM : • • • Asli dan fotokopi perubahan AD. Fa. Bagi Koperasi. Asli dan fotokopi laporan data akta perubahan AD perseroan yang telah diketahui dan diterima oleh Departemen Kehakiman dan HAM. Perseorangan dan Perusahaan lain : • • Asli dan fotokopi Risalah/Berita Acara/Keterangan sejenis tentang perubahan hal-hal yang didaftarkan. 63 . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Proses penerbitan TDP adalah 10 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Fotokopi bukti penerimaan pemberitahuan terjadinya perubahan dari Departemen Kehakiman dan HAM atau fotokopi bukti/resi pengiriman pemberitahuan tersebut melalui pos. Asli dan fotokopi laporan tentang akta perubahan AD.b. Bagi PT yang berubah pengurus perusahaannya yang harus diberitahukan kepada Departemen Kehakiman dan HAM : • • • Asli dan fotokopi Risalah/Berita Acara RUPS tentang perubahan pengurus/akta Risalah bermaterai/Berita Acara RUPS yang dibuat oleh Notaris. Asli dan fotokopi TDP.

Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan wajib memperoleh SIUP yang diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan dan berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia.Biaya Pengurusan Biaya adminsitrasi untuk pendaftaran perusahaan ini. 25. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota selaku Kepala KPP Tk. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan.000.Rp.Rp. adalah sebagai berikut : * * * * * Perseroan Terbatas Koperasi CV/Fa. 5.000. 100. SIUP terdiri atas kategori sebagai berikut : • SIUP Kecil yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih Rp. BUMN/BUMD Perorangan : : : : : Rp. 64 . 50. sesuai dengan bentuk perusahaannya.000.Rp. 250.- Sedangkan pengurusan laporan/pendaftaran perubahan perusahaan tidak dikenakan biaya.Rp. II. 200 juta di luar tanah dan bangunan.000.000.

dijalankan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya atau dengan mempekerjakan anggota keluarganya/kerabat terdekat. dan diurus. pedagang asongan. tentang Ketentuan Standar Pemberian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). 200 juta sampai dengan Rp. SIUP Besar yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih di atas Rp. • Perusahaan kecil perorangan yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : tidak berbentuk badan hukum atau persekutuan. 65 . • Pedagang keliling. Perusahaan yang dibebaskan dari kewajiban memperoleh SIUP adalah : • Cabang/perwakilan perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan mempergunakan SIUP perusahaan pusat. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Perseroan Terbatas (PT) : • • Fotokopi akte notaris pendirian perusahaan. pedagang pinggir jalan atau pedagang kaki lima. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 289/MPP/Kep/10/2001 tanggal 5 Oktober 2001. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag 119/SJ/II/2002 tanggal 19 Februari 2002 perihal Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 500 juta di luar tanah dan bangunan.• • SIUP Menengah yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih Rp. Fotokopi SK Pengesahan badan hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM. 500 juta di luar tanah dan bangunan.

Koperasi : • • • • Fotokopi akte pendirian koperasi yang telah disahkan instansi yang berwenang.• • • • 2. . • b. • 3. Fotokopi NPWP perusahaan. Perusahaan Persekutuan : • • • • Fotokopi akte notaris pendirian perusahaan/akte notaris yang telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri. Fotokopi NPWP perusahaan. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Neraca perusahaan. 66 Perusahaan Perorangan : • Fotokopi KTP pemilik/penanggungjawab perusahaan. Fotokopi NPWP perusahaan. Fotokopi KTP pemilik/Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan.. Neraca perusahaan. Fotokopi KTP pemilik/penanggungjawab perusahaan. Fotokopi KTP pimpinan/penanggungjawab koperasi. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Neraca perusahaan. Bagi Perusahaan yang Tidak Berbentuk PT dan Koperasi a.

Fotokopi KTP penanggungjawab kantor cabang perusahaan di tempat kedudukan kantor cabang bersangkutan. Neraca perusahaan. Cabang/Perwakilan Perusahaan : • • • • • Fotokopi SIUP Perusahaan Pusat yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang menerbitkan SIUP tersebut. Fotokopi SIUP dan TDP perusahaan yang ditunjuk. Waktu Pengurusan dan Masa Belaku SIUP dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja setelah Form Surat Permohonan (SP)-SIUP Model A diterima secara lengkap dan benar. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (kantor pusat). Per usahaan yang ditunjuk sebagai Perwakilan Perusahaan • • • • • Fotokopi SIUP dan TDP perusahaan yang menunjuk. Fotokopi NPWP perusahaan. Masa berlaku SIUP adalah selama perusahaan bersangkutan masih melakukan kegiatan perdagangan. 5. Fotokopi akte notaris atau bukti lainnya tentang pembukaan kantor cabang perusahaan. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Fotokopi KTP penanggungjawab perusahaan. Salinan/fotokopi akte penunjukan perwakilan atau surat tentang penunjukan perwakilan..• • • 4. 67 . Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO).

Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB) Pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP. Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Keputusan Menperindag Nomor 360/MPP/Kep/10/1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Tata Cara Pemberian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Minuman Beralkohol. Sedangkan perusahaan yang memperdagangkan Minuman Beralkohol A cukup memiliki SIUP dan tidak diwajibkan mempunyai SIUP-MB.Biaya Pengurusan Untuk penerbitan SIUP tidak dikenakan biaya. • 68 . namun untuk pengurusan SIUP dikenakan biaya penggantian formulir SIUP.MB) adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan khusus Minuman Beralkohol golongan B dan C. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat II Kabupaten/Kota setempat. Impor. jamu dan sejenisnya untuk tujuan kesehatan dengan kadar alkohol di atas 15% (lima belas persen) wajib mempunyai SIUP dan SIUP-MB. Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan Minuman Beralkohol golongan B dan C serta Minuman Beralkohol yang mengandung rempah-rempah. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 359/MPP/Kep/10/1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Produksi.

2. Untuk Distributor Minuman Beralkohol : • • • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). • KTP penanggungjawab perusahaan. • 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. Untuk Importir Minuman Beralkohol : • • • Mengisi formulir Model I (Surat permintaan SIUP-MB). Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. Surat izin kusus sebagai importir dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan. diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan. diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).• Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat (wilayah kedudukan distributor). • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM. 69 . Surat penunjukan sebagai distributor Minuman Beralkohol dari industri Minuman Beralkohol dan atau dari importir Minuman Beralkohol. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM.

• Surat penunjukan sebagai sub-distributor Minuman Beralkohol dari distributor Minuman Beralkohol . Klub Malam dan Tempat-tempat Tertentu) : • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). Pub. Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). Untuk Pengecer/Toko Bebas Bea : • • • 5. • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM. diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan.• • • • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Untuk Sub Distributor Minuman Beralkohol : • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). Untuk Penjual Langsung Diminum (Hotel. Restoran. Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. 3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Bar. • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). • 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. KTP penanggungjawab perusahaan. • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat (wilayah kedudukan sub-distributor). Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). • KTP penanggungjawab perusahaan. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 4. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan atau Izin Usaha Tetap hotel atau restoran dari Menteri Negara Kebudayaan 70 . Surat izin toko bebas bea dari Menteri Keuangan.

Surat Izin Tetap Usaha hotel dan restoran. Toko Bebas Bea (TBB) dan Penjual Langsung untuk Diminum. Untuk Penjual Langsung Diminum. Sub-Distributor Minuman Beralkohol. Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat.4 dan 5 serta Restoran dengan Tanda Talam Kencana dan Talam Selakat : • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). 71 . Rekomendasi dari Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II setempat. Khusus Hotel Berbintang 3. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri untuk Importir.• • 6. dan Pariwisata atau Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku SIUP-MB dikeluarkan dalam jangka waktu 5 hari kerja setelah isian Formulir Model I serta persyaratan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Distributor. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat untuk Pengecer. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan SIUP-MB tidak dikenakan biaya. Masa berlaku SIUP-MB adalah selama 3 tahun sejak diterbitkan dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 3 tahun berikutnya.

Penerima waralaba (franchisee) adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan HAKI atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba. tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) Pengertian Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) adalah bukti pendaftaran yang diperoleh penerima waralaba (franchisee) setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan STPUW dan memenuhi persyaratan. dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. 72 . Waralaba (franchise) adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 259/MPP/Kep/7/1997 tanggal 30 Juli 1997. Pemberi waralaba (franchisor) adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan HAKI atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba.

Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) Pengertian Pasar Modern adalah pasar yang dibangun oleh pemerintah. department store. dan shopping centre. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan STPUW tidak dikenakan biaya. dan dilengkapi label harga yang pasti. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku STPUW dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja setelah formulir pendaftaran dan persyaratan diterima secara lengkap dan benar. 73 . supermarket. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan atau izin usaha dari departemen teknis lainnya. Masa berlaku STPUW sesuai dengan masa berlaku perjanjian antara pemberi waralaba dan penerima waralaba atau perjanjian antara penerima waralaba utama dan penerima waralaba lanjutan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri untuk penerima waralaba dari pemberi waralaba luar negeri. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat untuk penerima waralaba dalam negeri dan penerima waralaba lanjutan yang berasal dari waralaba dalam dan luar negeri. Pengelolaannya dilaksanakan secara modern dan mengutamakan pelayanan kenyamanan berbelanja dengan manajemen berada pada satu tangan. bermodal relatif kuat.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi perjanjian waralaba beserta keterangan tertulis. swasta atau koperasi yang bentuknya berupa mal.

Pasar Modern yang berada di Dati II di luar Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I. wajib memiliki IUPM. tentang Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan. dan harus sesuai dengan peruntukan sebagaimana tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) dan Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota (RDTRWK). dan yang baru memiliki izin prinsip dan belum mulai dibangun). baik yang sudah operasional sebelum terbitnya Surat Keputusan Bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 145/MPP/Kep/5/1997 dan Nomor 57 Tahun 1997 maupun yang akan operasional (yang sudah selesai dibangun tapi belum operasional. sebelum terbitnya Keputusan Bersama dimaksud. Dasar Hukum • Keputusan Bersama Menperindag dan Menteri Dalam Negeri Nomor 145/MPP/Kep/5/1997 dan Nomor 57 Tahun 1997. Pasar Modern di Dati II di luar Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I yang akan dibangun setelah terbitnya Keputusan Bersama dimaksud. tanggal 12 Mei 1997. hanya boleh dilaksanakan di Daerah Tingkat II yang lokasinya akan ditetapkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. • • • 74 . Keputusan Menperindag Nomor 107/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998 tentang Ketentuan dan Tatacara Pemberian Izin Usaha Pasar Modern. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 420/MPP/Kep/10/1997 tanggal 31 Oktober 1997 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan. yang sedang dalam proses pembangunan.Setiap perusahaan yang melaksanakan kegiatan Usaha Pasar Modern wajib memperoleh Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) yang diperlakukan sebagai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Surat izin lokasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • • • • • Surat izin prinsip dari Walikotamadya/Bupati KDH Tk. Surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. Amdal Sosek. Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Saran dan pendapat Menteri Dalam Negeri. Perusahaan Pasar Modern yang melakukan pemindahan tempat kedudukan/lokasi wajib memperoleh IUPM baru.II dilampiri RTRWK/RDTRWK. Surat Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Surat izin Undang-Undang Gangguan (HO). IUPM diterbitkan berdasarkan tempat kedudukan/lokasi Pasar Modern yang bersangkutan dan berlaku selama perusahaan yang bersangkutan menjalankan kegiatan Usaha Pasar Modern. Akte pendirian perusahaan. Saran dan pendapat Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. 75 . Kajian Aspek Sosial Budaya. Surat pernyataan kesanggupan melaksanakan dan mematuhi ketentuan yang berlaku bagi Pasar Modern khususnya yang berkaitan dengan Gerakan Kemitraan Usaha Nasional (GKUN). Surat peruntukan lahan (HGB). Upaya pemantauan lingkungan dan komponen lingkungan. Program Kemitraan. • • • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku IUPM dikeluarkan dalam waktu kurang lebih 5 hari kerja setelah surat permintaan IUPM dan persyaratannya diterima secara lengkap dan benar. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Surat Izin Tempat Usaha (SITU).

Kantor Pusat dan Kantor Cabang Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing wajib memiliki Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (IP3A) Pengertian Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (P3A) adalah Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing yang ditunjuk oleh perusahaan asing atau gabungan perusahaan asing di luar negeri sebagai perwakilannya di Indonesia. tentang Ketentuan Perizinan Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. 76 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. • Surat penunjukan (Letter of Appoinment). Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 402/MPP/Kep/11/1997 tanggal 3 Nopember 1997.Biaya Pengurusan Pengurusan IUPM tidak dikenakan biaya. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Untuk Persetujuan Sementara P3A : • Surat permohonan (Letter of Intent) dari perusahaan perdagangan asing bersangkutan.

5.000. Izin kerja tenaga asing. Surat keterangan tentang ruang kantor dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Letter of Appointment dan Letter of Statement diketahui oleh Public Notary dan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan. Surat Model TA-00 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (khusus untuk perorangan WNA).untuk WNA. Letter of Referrence dari KBRI/Atase Perdagangan. 2. Rencana Kerja Kantor Perwakilan atau Kantor Cabang Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Membayar uang jaminan (sekali saja) bagi Kepala Kantor Pusat dan Kepala Kantor Cabang. beserta laporan kegiatan termasuk tenaga kerjanya. persyaratan untuk pergantian Kepala Perwakilan adalah sama dan sesuai dengan ketentuan di atas.000.000. Daftar isian permohonan..• • • • • • • • Letter of Statement. Surat keterangan fiskal dari instansi pajak (Badan dan Orang Asing). Untuk perpanjangan/pergantian Kepala Perwakilan : • persyaratan untuk perpanjangan izin adalah sama dan sesuai dengan ketentuan di atas. sebesar Rp. 2 (dua) lembar pasfoto Kepala Perwakilan (4x6cm). Catatan : Letter of Intent. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 1.000. ditambah hibah uang jaminan dan surat penunjukan Kepala Perwakilan yang baru.untuk WNI. ditambah dengan fotokopi Surat Izin Usaha P3A yang lama. dan Rp. Ijazah terakhir. Fotokopi paspor. 3. Izin tinggal sementara. • 77 . Untuk Surat Izin Usaha P3A Tetap : • • • • • • • • Surat keterangan domisili perusahaan.. Curriculum vitae.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi 78 • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Sedangkan uang jaminan dikembalikan sebesar nilai nominal uang jaminan yang disetor. Masa berlaku Surat Izin Usaha P3A Tetap adalah sesuai dengan masa berlaku Letter of Appointment apabila persyaratan lengkap dipenuhi. . Surat pernyataan dari Kepala Perwakilan yang menyatakan tidak ada hutang piutang dengan pihak lain.4. Fotokopi Izin Kerja Tenaga Asing baik sebagai Kepala Perwakilan maupun sebagai Asisten Perwakilan. Masa berlaku Persetujuan Sementara P3A adalah selama 3 bulan sejak tanggal dikeluarkannya. Penutupan Kantor P3A : • • • • • • • Surat permohonan. Surat pernyataan penutupan dari Kantor Pusat. Penutupan Kantor P3A dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah permohonan diterima. Fotokopi bukti uang jaminan perusahaan. Perpanjangan/Pergantian Kepala Perwakilan dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah permohonan diterima. Surat Izin Usaha P3A Tetap dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah surat permohonan diterima secara lengkap dan benar. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan Sementara P3A dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah surat permohonan diterima secara lengkap dan benar. Biaya Pengurusan Pengurusan perizinan P3A tidak dikenakan biaya. Asli Surat Izin usaha P3A.

dan gudang yang melekat dengan usaha industrinya. Dikecualikan dari kewajiban pendaftaran adalah : gudang pelabuhan yang dikuasai oleh pengusaha pelabuhan. Usaha Pergudangan adalah kegiatan jasa pergudangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau perorangan melalui pemanfaatan gudang miliknya sendiri. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP).Tanda Pendaftaran Gudang Pengertian Gudang adalah suatu ruangan tidak bergerak yang dapat ditutup. gudang Kawasan Berikat. Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam negeri Depperindag Nomor 1618/DJPDN/IV/1998 tanggal 14 April 1998 perihal Prosedur Penataan dan Pembinaan Pergudangan. dengan tujuan tidak untuk dikunjungi oleh umum melainkan untuk dapat dipakai khusus sebagai tempat penyimpanan barang-barang perniagaan. Setiap gudang wajib didaftarkan dengan mengajukan permintaan untuk penerbitan Tanda Daftar Gudang (TDG). Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Keputusan Menperindag Nomor 105/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998 tentang Penataan dan Pembinaan Pergudangan. Dasar Hukum • • • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1965 tentang Pergudangan. 79 . dan atau pihak lain untuk mendukung/memperlancar kegiatan perdagangan barang.

Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. 80 . Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gudang. Biaya Pengurusan Pengurusan TDG tidak dikenakan biaya. Fotokopi peta/denah gudang. Surat Pengakuan Keagenan Tunggal Pengertian Keagenan adalah hubungan hukum antara prinsipal dan suatu per usahaan nasional dalam penunjukan untuk melakukan perakitan/pembuatan/manufaktur serta penjualan/distribusi barang-barang modal dan barang-barang industri tertentu. Waktu Pengurusan dan masa Berlaku Gudang yang sudah terdaftar diberikan Tanda Daftar Gudang (TDG) yang diterbitkan selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak permohonan beserta persyaratannya diterima secara lengkap dan benar. Prinsipal adalah perusahaan induk di luar negeri atau di dalam negeri yang membuat barang-barang modal dan barang-barang industri tertentu dengan merek (trade mark/brand) milik sendiri. Masa berlaku TDG adalah selama kegiatan pergudangan yang bersangkutan berlangsung. Fotokopi perjanjian pemakaian/penguasaan gudang dengan pemilik gudang (apabila menyewa gudang).• • • • • Fotokopi KTP pengusaha/pemilik perusahaan.

81 . Keputusan Menperin Nomor 428/M/SK/12/1987 tanggal 23 Desember 1987 tentang Penyederhanaan Ketentuanketentuan Pengakuan dan Pengurangan Pengakuan Keagenan Tunggal Kendaraan Bermotor dan Alat-alat Besar serta Keagenan Tunggal Alat-alat Elektronika dan Alat-alat Listrik untuk Rumah Tangga. tentang Ketentuan-ketentuan Keagenan Tunggal. Dasar Hukum • • Keputusan Menperin Nomor 295/M/SK/7/1982 tanggal 7 Juli 1982.atau perusahaan atas dasar kuasa penuh dari perusahaan induk. Bukti pemilikan/rencana pengadaan. mendistribusikan dan melaksanakan pelayanan purna jual barang yang dimaksud ke seluruh wilayah Indonesia untuk suatu jangka waktu tertentu. Angka Pengenal Importir (API). 295/M/SK/7/1982. Perjanjian Keagenan Tunggal dengan Prinsipal yang memenuhi ketentuan Kepmenperin No. Fasilitas pelayanan purna jual. mempromosikan. Perusahaan Agen Tunggal adalah perusahaan nasional yang oleh prinsipal luar negeri yang memproduksi barang dengan merek tertentu atau prinsipal pemegang merek tertentu ditunjuk sebagai satu-satunya perusahaan untuk mengimpor. dan memiliki hak dan wewenang penuh untuk memberikan keagenan pada agen di Indonesia sesuai dengan peraturan perusahaan induk tersebut. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Akte pendirian perusahaan. Pengakuan Keagenan Tunggal adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh Menteri kepada perusahaan nasional sebagai Agen Tunggal yang di dalamnya melekat hak dan kewajiban tertentu atas dasar kerjasama yang disepakati bersama antara Perusahaan Nasional dengan Pihak Prinsipal di luar negeri.

Biaya Pengurusan Untuk penerbitan Pengakuan Keagenan Tunggal tidak dikenakan biaya. sementara hak milik atas barang tersebut baru beralih dari penjual kepada pembeli setelah jumlah harganya dibayar lunas oleh pembeli kepada penjual. Jual Beli dengan Angsuran adalah jual beli barang dimana penjual melaksanakan penjualan barang dengan cara menerima pelunasan pembayaran yang dilakukan oleh pembeli dalam beberapa kali 82 . Mesin. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam. Elektronika dan Aneka Izin Usaha Sewa Beli (Hire Purchase) Jual Beli dengan Angsuran dan Sewa Pengertian Sewa beli adalah jual beli barang dimana penjual melaksanakan penjualan barang dengan cara memperhitungkan setiap pembayaran yang dilakukan oleh pembeli dengan pelunasan atas harga barang yang telah disepakati bersama dan yang diikat dalam suatu perjanjian. bila mengajukan perpanjangan pada saat 6 bulan sebelum masa berlakunya berakhir.Waktu Pengurusan dan masa Berlaku Waktu pemrosesan sampai terbitnya Surat Pengakuan Keagenan Tunggal adalah 2 minggu sejak persyaratan diterima dengan lengkap dan benar. Masa berlaku Surat Pengakuan Keagenan Tunggal adalah 5 tahun sejak tanggal dikeluarkan dan dapat diperpanjang 5 tahun berikutnya.

angsuran atas harga barang yang telah disepakati bersama dan diikat dalam suatu perjanjian, sementara hak milik atas barang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli pada saat harganya diserahkan oleh penjual kepada pembeli. Barang-barang yang boleh disewa-belikan dan dijual-belikan adalah semua barang niaga tahan lama yang baru dan tidak mengalami perubahan teknis, baik berasal dari hasil produksi sendiri ataupun hasil produksi/perakitan (assembling) lainnya di dalam negeri, kecuali apabila produksi dalam negeri belum memungkinkan untuk itu. Kegiatan usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran hanya dapat dilakukan oleh perusahaan perdagangan nasional. Modal/ saham perusahaan seluruhnya harus dimiliki oleh WNI. Untuk melakukan kegiatan usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran, perusahaan bersangkutan wajib memiliki izin usaha dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi Nomor 34/Kp/ II/80 tentang Perizinan Kegiatan Usaha Sewa Beli (Hire Purchase), Jual Beli dengan Angsuran, dan Sewa (Renting) tanggal 1 Februari 1980. Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 418/Kp/IV/1984 tanggal 4 April 1984 tentang Pencabutan Perizinan-perizinan Perdagangan Tertentu. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan.

• •

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi SIUP Besar; Akte notaris Pendirian PT;
83

• • • • • •

• • • •

Bagan organisasi serta nama pimpinan dan tenaga teknis yang disertai riwayat hidup masing-masing; Fotokopi surat keterangan WNI; Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU); Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP); Referensi bank; Neraca perusahaan yang disahkan oleh akuntan publik bagi pemohon baru dan neraca perusahaan tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar bagi pemohon perpanjangan; Surat keterangan lunas pajak; Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); Contoh surat perjanjian Sewa Beli (untuk pemohon baru); Rencana kerja 5 tahun ke depan.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku Izin Usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran adalah 5 tahun sejak tanggal dikeluarkan dan dapat diperpanjang. Biaya Pengurusan Untuk penerbitan izin ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.

Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi
Pengertian Setiap Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi Nasional yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa; Organisasi Kerjasama Ekonomi

84

antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha asing; serta Perwakilan Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi Asing diwajibkan mendaftar kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan untuk mendapatkan Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi. Dasar Hukum • • Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 75/KP/I/1983 tanggal 25 Januari 1983 tentang Wajib Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi di Indonesia. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Daftar isian permohonan; Akte pendirian organisasi; Anggaran Dasar organisasi; Anggaran Rumah Tangga organisasi; Susunan pengurus organisasi.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Waktu pemrosesan dan terbitnya Tanda Daftar adalah 5 hari kerja setelah permohonan dan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Masa berlakunya selama 3 (tiga) tahun sejak Tanda Pendaftaran diterbitkan. Biaya Pengurusan Pengurusan Tanda Daftar ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.

85

Izin mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (IKTA) adalah izin tertulis yang diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau pejabat yang ditunjuk kepada pemohon untuk mempekerjakan TKWNAP di Indonesia dengan menerima upah atau tidak selama waktu tertentu dan pada jabatan tertentu. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-416/MEN/ 1990 tanggal 2 Agustus 1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-208/MEN/ 1992 tanggal 13 Juni 1992 tentang Prosedur Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja WNA Pendatang dan • 86 . Dasar Hukum • • Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang. terlebih dahulu harus meminta Rekomendasi Izin Kerja (RIK) ke Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Khusus untuk TKWNAP yang dipekerjakan di Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing.Rekomendasi Izin Kerja (RIK) Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) Khusus untuk Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing Pengertian Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) adalah tenaga kerja asing pemegang visa yang akan dipekerjakan di wilayah Republik Indonesia.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Waktu pemrosesan dan terbitnya Rekomendasi Izin Kerja (RIK) adalah 2 minggu setelah permohonan dan dokumen diterima secara lengkap dan benar.Pelimpahan Wewenang kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Curriculum vitae TKWNAP. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan rekomendasi ini tidak dipungut biaya. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Daftar isian permohonan. Surat Model TA-00 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Direksi PT (Persero) Pengelola Kawasan Berikat Indonesia. Kepala Kantor Wilayah Depparpostel. Fotokopi paspor TKWNAP. 87 . Letter of Appointment atas P3A. Surat Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (P3A). Direksi PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara.

Laporan kegiatan perusahaan . Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 77/Kp/III/1978 tanggal 9 Maret 1978 tentang Ketentuan Mengenai Kegiatan Perdagangan Terbatas bagi Perusahaan Produksi Dalam Negeri Dalam Rangka Penanaman Modal. Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 378/Kp/XI/1998 tangal 21 Nopember 1988. Jabatan Direktur Utama/Direktur perusahaan harus tercantum dalam Akta Notaris . Surat persetujuan Presiden/BKPM/Departemen Teknis (Izin Usaha Tetap Dalam Rangka PMA/PMDN) . suku cadang. Izin kerja tenaga kerja asing (bagi perusahaan yang menggunakan TKA) . bahan/peralatan bangunan dan bahan baku/bahan penolong guna pemakaian dalam proses produksi sendiri. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Surat dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat . Surat permohonan perusahaan kepada Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat . tentang Penyederhanaan Ketentuan Masa Berlaku Angka Pengenal Importir Terbatas.Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) Pengertian Suatu perusahaan dapat melakukan impor mesin-mesin. Untuk itu perusahaan bersangkutan harus memiliki Angka Pengenal Impor Terbatas (API-T). 88 . Perubahan/penambahan susunan pengurus perusahaan .

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. 89 . Sedangkan untuk agen yang memasok proyek swasta dan pasaran umum tidak diperlukan pendaftaran. Contoh tandatangan. Biaya Pengurusan Pengurusan APIT tidak dikenakan biaya. Surat Tanda Pendaftaran Keagenan Pengertian Pendaftaran Keagenan ini dimaksudkan hanya untuk Agen Tunggal yang akan memasok/mengikuti tender atau penunjukan langsung barang spesifik untuk proyek-proyek pemerintah. Masa berlaku API-T adalah selama perusahaan bersangkutan masih menjalankan kegiatan produksi. Keterangan domisili (bagi perusahaan yang pindah alamat) . Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama pengurusan dan terbitnya API-T adalah 2 minggu setelah permohonan lengkap dan benar diterima. APIT lama (bila ada) .• • • • • Jabatan Manajer (sebagai pemohon) harus dengan surat kuasa/ penunjukan dari Direktur Utama/Direktur yang disahkan oleh notaris . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .

Untuk perpanjangan berikutnya dapat dilakukan bila surat penunjukan atau surat perjanjian telah dilegalisasi secara lengkap oleh Notary Public dan Perwakilan RI di negara prinsipal. Terakhir dengan Keppres Nomor 8 Tahun 1997. Brosur/leaflet asli. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • Fotokopi akte notaris perusahaan dan SIUP/TDP . Masa berlakunya adalah berdasarkan perjanjian/penunjukan. • Perjanjian yang belum dilegalisasi : maksimum 2 tahun. tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. • Penunjukan yang belum dilegalisasi : maksimum 1 tahun. terakhir dengan Keppres Nomor 6 Tahun 1999 tanggal 11 Januari 1999 tentang Perubahan atas Keppres Nomor 16 Tahun 1994 tanggal 22 Maret 1994 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Sebagaimana Telah Beberapa kali Diubah. namun untuk melindungi Perusahaan Nasional diterbitkan Instruksi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Nomor 01/DAGRI/I/SN/II/1985 yang diperbaharui dengan Nomor 01/DAGRI/I/SN/II/1996 yang isinya antara lain sebagai berikut : • Perjanjian yang dilegalisasi Atase Depperindag/Perwakilan RI dan Public Notary di negara prinsipal : maksimum 5 tahun. 90 .Dasar Hukum • Keppres Nomor 16 Tahun 1994 tanggal 22 Maret 1994 (yang telah beberapa kali diperbaharui). • Penunjukan yang dilegalisasi : maksimum 2 tahun. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama pengurusan dan terbitnya Surat Tanda Pendaftaran Keagenan adalah sekitar 3 hari kerja. Fotokopi Surat Perjanjian/Penunjukan Keagenan . Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan.

Dasar Hukum • • UU Nomor 3 Tahun 1982 tanggal 1 Februari 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (WDP). 91 . PP Nomor 64 Tahun 1999 tentang Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan. atau Representative). Prinsipal Suplier. Biaya Pengurusan Pengurusan surat Tanda Pendaftaran Keagenan ini tidak dikenakan biaya. Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) Pengertian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) adalah laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik atau Instansi Pemerintah atau Lembaga Tinggi Negara yang memiliki kewenangan menerbitkan laporan akuntan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.(Perjanjian/penunjukan Agen Tunggal dapat dilakukan oleh Prinsipal Induk. Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. adalah tanda bukti bahwa perusahaan yang bersangkutan telah menyampaikan LKTP secara lengkap dan benar. Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP). PP Nomor 24 Tahun 1998 tanggal 14 Februari 1998 tentang Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan jo.

(dua puluh lima milyar rupiah).000. LKTP yang disampaikan wajib diaudit oleh : a. Tbk) . Merupakan debitur yang laporan keuangan tahunannya diwajibkan oleh bank untuk diaudit. 3. 2. Akuntan publik . 92 . Perusahaan Perseroan (Persero). Memiliki bidang usaha yang berkaitan dengan pengerahan dana masyarakat . Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. 4. Perusahaan yang wajib mendaftarkan LKTP adalah perusahaan yang berbentuk : a. berkedudukan dan menjalankan kegiatan usahanya di wilayah RI. Mengeluarkan surat pengakuan hutang. b.. Perseroan yang memenuhi salah satu kriteria : 1. atau b.000. c. 25. Merupakan Perseroan Terbuka (PT. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Setiap perusahaan yang berstatus kantor pusat. diwajibkan menyampaikan LKTP kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Perusahaan asing yang melakukan kegiatan usaha di. atau 5.000. Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Daerah.wilayah negara RI menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berwenang untuk mengadakan perjanjian .• Keputusan Menperindag Nomor 121/MPP/Kep/2/2002 tanggal 25 Februari 2002 tentang Ketentuan Penyampaian LKTP. Memiliki jumlah aktiva atau kekayaan paling sedikit Rp. Instansi Pemerintah atau Lembaga Tinggi Negara yang memiliki kewenangan menerbitkan laporan akuntan khusus untuk Persero. Perum dan Perusahaan Daerah.

93 . Penyampaian LKTP dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir. terhitung sejak tanggal diterimanya berkas LKTP secara lengkap dan benar.LKTP yang wajib disampaikan meliputi : a. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku STP-LKTP diterbitkan oleh Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan selambat-lambatnya selama 7 hari kerja. d. Bentuk dan susunan LKTP dibuat sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku . Laporan Laba-Rugi . Laporan arus kas . termasuk kredit bank dan investasi perusahaan dalam bentuk penyertaan langsung ke perusahaan lain. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Laporan perusahaan ekuitas . Catatan atas Laporan Keuangan yang antara lain mengungkapkan utang piutang. c. Biaya Pengurusan Penyampaian LKTP tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan STP-LKTP • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Penyampaian LKTP dilakukan dengan cara menyerahkan : File LKTP dalam bentuk Portable Document Format dan File profil perusahaan dalam bentuk format khusus program aplikasi profil LKTP. b. dan e. Neraca .

Penilaian dan Teknologi Informasi di bidang Properti (Property Information System). 3. dalam arti seluas-luasnya yang berlandaskan keahlian yang bersifat inter disiplin ilmu. Penilaian Proyek (Project Appraisal). meliputi : Penilaian untuk menentukan nilai ekonomis terhadap harta benda berwujud maupun yang tidak berwujud. yaitu Penilaian Aktiva Tetap (Fixed Assets Valuation) dan Penilaian Usaha (Business Valuation.Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian Pengertian Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian (SIUPP) adalah surat izin usaha untuk dapat melakukan kegiatan usaha di bidang jasa penilaian dan jasa-jasa konsultasi lainnya yang terkait. 8. 9. Penilaian dan Konsultasi Pengembangan (Development Consultancy) termasuk Studi Kelayakan Proyek (Project Feasibility Study). 7. Penilaian dan Pengawasan Proyek (Project Monitoring). 1. 2. 4. trade mark dan hak paten). 6. termasuk good will. 5. 94 . Penilaian Konsultasi Properti (Property Consultancy) termasuk kegiatan Konsultasi Keuangan Properti (Financial Property Services). Ruang lingkup Kegiatan Usaha Jasa Penilaian. Penilaian dan Konsultasi Investasi (Investment Arrager and Advisory Services). Pengelolaan Harta Benda (Property Management). Penilaian Kelayakan Teknis (Technical Appraisal).

Memiliki inventaris perusahaan. sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. wajib memiliki SIUPP. Setiap perusahaan yang melakukan Kegiatan Usaha Jasa Penilaian. 7. 4.. di luar tanah dan bangunan.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 594/MPP/Kep/VIII/2002 tanggal 16 Agustus 2002 tentang Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Penilaian. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan. 2. Memiliki neraca awal bagi perusahaan yang baru dan atau neraca perusahaan yang disahkan oleh akuntan publik bagi perusahaan lama. baik untuk peralatan kantor maupun peralatan operasional/teknis yang diperlukan sesuai dengan lingkup Kegiatan Usaha Jasa Penilaian. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Perusahaan Jasa Penilaian yang ingin memperoleh SIUPP harus mengajukan permohonan kepada Menperindag melalui Direktur 95 . Memiliki modal dasar perusahaan sekurang-kurangnya Rp. 200. 3.(dua ratus juta rupiah).000. Sekurang-kurangnya 1 (satu) orang direksi perusahaan harus seorang Penilai Berizin. serta memiliki tenaga ahli sekurangkurangnya 2 (dua) orang Penilai yang memiliki kualifikasi Anggota Biasa (B) sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. harus berbadan hukum Indonesia dalam bentuk Perseroan Terbatas. 6. Memiliki kantor tetap yang dibuktikan dengan surat keterangan domisili perusahaan daerah setempat atau pengelola gedung perkantoran.000. Memiliki rekening bank atas nama perusahaan yang bersangkutan. 5. dan menjadi anggota asosiasi serta harus memenuhi persyaratan : 1.

• Surat keterangan domisili perusahaan. • Daftar inventaris perusahaan. yang memiliki sertifikat dari asosiasi sejenis di negara asal dengan diketahui oleh Asosiasi di Indonesia. Perusahaan Jasa Penilaian yang telah memperoleh SIUPP dapat mengadakan perjanjian kerjasama di bidang teknis Usaha Jasa Penilaian dengan Perusahaan Jasa Penilaian asing dengan kewajiban melaporkan perjanjian kerjasama yang diadakannya tersebut kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. • Fotokopi surat keputusan pengesahan badan hukum (PT) dari instansi berwenang atau fotokopi data akta pendirian perseroan dan bukti setor biaya administrasi pembayaran proses pengesahan badan hukum (PT).Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. sebagai berikut : • Salinan/fotokopi akta notaris tentang pendirian Perusahaan Jasa Penilaian. dengan mengisi formulir Surat Permintaan SIUPP (SPSIUPP) model A dan wajib melengkapi dokumen. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). • Daftar nomor rekening bank. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. 96 . Tenaga ahli/penilai warga negara asing pendatang. baik atas nama sendiri ataupun atas nama perusahaan. • Skema organisasi dan nama Direksi Perusahaan serta Daftar Tenaga Penilai dan Tenaga Ahli tetap yang dimiliki perusahaan. • Pasfoto dan fotokopi KTP Direktur Utama/penanggung jawab perusahaan. tidak diperkenankan menandatangani laporan penilaian dan atau perjanjian kerja di bidang penilaian dengan Perusahaan Jasa Penilaian lainnya. Perusahaan Jasa Penilaian yang telah memperoleh SIUPP dapat mempekerjakan tenaga ahli/penilai warga negara asing pendatang. sebagai penasehat teknis (technical advisor).

476/Kp-/ IX/1981 tanggal 7 September 1981 tentang Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Survey. Biaya Pengurusan Pengurusan SIUPP tidak dikenakan biaya.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian diterbitkan dalam waktu kurang lebih 7 (tujuh) hari kerja setelah formulir permohonan dan persyaratan diterima secara lengkap dan benar. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Masa berlaku SIUPP ini adalah selama 5 (lima) tahun terhitung sejak ditetapkan dan dapat diperpanjang selama perusahaan yang bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan usahanya. Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor Pengertian Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor adalah surat izin yang di terbitkan hanya untuk perusahaan nasional berbentuk Perseroan Terbatas dan atau Koperasi yang melakukan kegiatan di bidang usaha survey. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. 97 . Perusahaan surveyor harus memiliki minimum 3 orang tenaga ahli di bidang survey dan mempunyai alat perlengkapan teknis (laboratorium dan sebagainya). Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi No.

KTP/Bukti kewarganegaraan Indonesia para pemilik saham dan anggota pengurus . Surat pelunasan pajak. atau dapat juga dilakukan dengan menutup polis asuransi dengan pertanggungan sebesar Rp.(tujuh puluh lima juta rupiah) sebagai jaminan bonafiditas bagi penyelesaian klien dan kemungkinan ganti rugi yang timbul sebagai akibat transaksi kegiatan survey.000. terutama alat perlengkapan teknis di bidang survey .Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Mengisi formulir permohonan . Surat izin ini berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung sejak ditetapkan dan dapat diperpanjang. Daftar inventaris perusahaan. dengan dilengkapi surat keterangan seperlunya .000. 98 . 75. • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor dikeluarkan dalam waktu kurang lebih 1 minggu setelah syarat dan formulir permohonan diterima secara lengkap dan benar.000. 75.000.(tujuh puluh lima juta rupiah) untuk setiap peristiwa . Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. Skema organisasi dan daftar pimpinan serta tenaga ahli berikut riwayat hidup masing-masing. Akte notaris tentang pendirian perusahaan . Neraca perusahaan tahun terakhir yang disahkan akuntan/ kantor administrasi yang terdaftar . Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Besar .. Referensi bank . Kesanggupan menyediakan jaminan dalam bentuk deposito bank sebesar Rp.

Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian jo. ITP Definitif dan ITP Perpanjangan. perusahaan yang bersangkutan wajib memperoleh ITP Percobaan terlebih dahulu. Terdapat 3 jenis ITP yaitu : ITP Percobaan. Takaran. takar. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 17). Sebelum mendapat ITP Definitif. Timbangan.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Timbangan dan Perlengkapannya) Pengertian Surat Izin Tanda Pabrik (ITP) adalah izin berupa tanda yang dikeluarkan oleh Depperindag terhadap UTTP (Ukuran. Takaran. Setiap perusahaan pembuat UTTP wajib memperoleh Izin Tanda Pabrik (ITP) yang diterbitkan oleh Direktur Metrologi. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam negeri. ITP diberikan dalam rangka pembinaan alat ukur. dan Perlengkapannya) produk dalam negeri yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan prototipe yang diproduksi. timbangan dan perlengkapannya. 99 . Nomor 251/MPP/Kep/6/1999. Surat Izin Tanda Pabrik (Ukuran.

Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. ITP Definitif ini berlaku selama 5 tahun. • SIUP dan IUI/TDI . 3. ITP Definitif : • Persyaratan dan dokumen sama dengan ITP Percobaan. 100 . Kabupaten/Kota setempat. 3. 2. ITP Perpanjangan Waktu proses adalah selama 5 hari kerja. ITP Percobaan Diperlukan waktu penelitian/pengujian yang lamanya tergantung dari jenis tingkat ketelitian dan kapasitas UTTP yang diteliti. • Laporan pemeriksaan teknis UTTP oleh pegawai yang berhak pada Kepala Dinas Tingkat Propinsi / Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. ITP Perpanjangan : • Persyaratan dan dokumen sama dengan ITP Definitif dan ITP Percobaan. Propinsi / Kepala Dinas Tk. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. Masa berlaku ITP Perpanjangan ini adalah selama 5 tahun. • Contoh merk pabrik . ITP Definitif Waktu proses keluarnya ITP Definitif adalah 5 hari kerja. dan disertai rekomendasi dari Kepala Dinas Tk. 2. • Prototipe/contoh UTTP . ITP Percobaan : • Rekaman daftar peralatan teknis yang memadai dan tenaga terampil . Waktu proses keluarnya ITP Percobaan berkisar antara 5 sampai dengan 15 hari kerja. Masa berlaku ITP ini adalah 1 tahun.

Setiap UTTP yang masuk pertama kali dan akan digunakan di wilayah RI wajib memperoleh Izin Tipe. 101 . Sedangkan terhadap UTTP yang terlanjur masuk sebelum memperoleh Izin Tipe harus dilakukan penelitian dan pengujian pendahuluan oleh pegawai yang berhak di bidang metrologi (Seksi Metrologi) pada Dinas Tingkat Propinsi atau Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Importir yang akan memasukkan UTTP dengan model/tipe baru wajib menyerahkan satu contoh UTTP untuk diadakan penelitian dan pengujian pendahuluan. Takaran. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • ITP Percobaan dan ITP Definitif : Direktur Metrologi. Izin Tipe (IT) UTTP Asal Impor Pengertian Izin Tipe (IT) Ukuran.Biaya Pengurusan Pengurusan ITP tidak dikenakan biaya. untuk impor selanjutnya tidak diperlukan izin lagi. Terhadap UTTP yang sudah dikeluarkan Izin Tipe-nya. ITP Perpanjangan : Kepala Dinas Tingkat Propinsi/Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Timbangan dan Perlengkapannya (UTTP) Asal Impor adalah izin yang dikeluarkan oleh Menperindag terhadap UTTP yang telah memenuhi persyaratan untuk dimasukkan dari luar negeri yang akan digunakan di wilayah Indonesia.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Metrologi. Laporan hasil penelitian teknis UTTP oleh pegawai yang berhak. Lamanya proses adalah minimal 7 hari kerja dan maksimal 30 hari kerja. Biaya pengurusan Pengurusan Izin Tipe ini tidak dikenakan biaya. Contoh UTTP . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Untuk menerbitkan Izin Tipe UTTP Asal Impor diperlukan waktu penelitian/pengujian yang lamanya tergantung dari jenis.Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 18). Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. 102 . Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • Proforma invoice UTTP . Nomor 251/MPP/Kep/6/1999. Leaflet/brosur UTTP . Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian jo. tingkat ketelitian dan kapasitas UTTP yang diteliti. Masa berlaku Izin Tipe ini adalah untuk selamanya.

Laporan/daftar peralatan teknis reparasi yang dimiliki. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama penyelesaian proses Izin Reparasi UTTP adalah selama 7 (tujuh) hari kerja. 103 . Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. Izin ini berlaku untuk selamanya. Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 17). Perusahaan yang melakukan kegiatan usaha reparasi UTTP harus memiliki tenaga terampil beserta peralatan teknis yang memadai. riwayat hidup.Izin Reparasi UTTP Pengertian Izin Reparasi UTTP adalah izin yang dikeluarkan oleh Menperindag terhadap pengusaha yang memenuhi persyaratan untuk dapat melakukan kegiatan reparasi/pelayanan purna jual UTTP. tanda lulus ujian dan sebagainya). Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Dokumen tentang tenaga terampil yang dimiliki (daftar tenaga terampil. Izin Reparasi diberikan dalam rangka pembinaan terhadap usaha jasa reparasi/purna jual UTTP. Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu) 1. Ekspor Maniok ke negara-negara Uni Eropa (UE) hanya dapat dilaksanakan oleh Eksportir Terdaftar Maniok (ETM). Pengakuan sebagai eksportir ini hanya berlaku khusus untuk ekspor ke Uni Eropa. Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002. pelet dan lain-lain. 104 . Pengakuan sebagai Eksportir Terdaftar Maniok (Ubi Kayu) Pengertian Maniok adalah ubi kayu (cassava) dalam bentuk diiris dan dikeringkan. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok. Perdagangan ekspor maniok dari Indonesia ke negara-negara Uni Eropa (UE) dibatasi melalui kuota impor berdasarkan suatu Perjanjian Bilateral.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • SIUP/Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku . Masa berlaku izin adalah selama eksportir melaksanakan ekspor sesuai dengan persyaratan. 2. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Pengakuan dikeluarkan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 105 . Biaya Pengurusan Pengurusan surat pengakuan ini tidak dikenakan biaya. Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM) Pengertian Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM) adalah surat persetujuan kuota ekspor maniok ke negara Uni Eropa (UE). SPEM ini merupakan dokumen pelengkap untuk melaksanakan ekspor maniok.

Syarat dan Kelengkapan Dokumen Mengajukan permohonan dengan melampirkan kontrak atau L/C. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku SPEM adalah 30 hari kerja sejak penerbitan SPEM. batas pengapalan dapat diperpanjang. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan. Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. 106 . Biaya Pengurusan Pengurusan SPEM tidak dikenakan biaya. dan atas permintaan pembeli.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/ 1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu). Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002.

Biaya Pengurusan Pengurusan Sertifikat Ekspor tidak dikenakan biaya. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Menyampaikan Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM).3. Keputusan Menperindag 558/MPP/Kep/VIII/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/5/2002. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Ekspor ini diterbitkan 1 hari setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. 107 . Sertifikat Ekspor merupakan dokumen pelengkap untuk melaksanakan ekspor maniok. Masa berlakunya adalah selama 6 bulan sejak tanggal penerbitan. Sertifikat Ekspor (Export Certificate) Pengertian Sertifikat Ekspor (Export Certificate) adalah surat keterangan ekspor maniok yang diterbitkan oleh Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat berdasarkan SPEM untuk keperluan pembeli sesuai dengan ketentuan impor maniok yang berlaku di negara Uni Eropa. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok.

.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Kopi 1. Keputusan Menperindag Nomor Nomor 29/MPP/Kep/ -1/1999 tanggal 22 Januari 1999 tentang Ketentuan Ekspor Kopi. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Pelaksanaan ekspor kopi harus dilengkapi dengan Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) dan dilindungi dengan Surat Keterangan Asal (SKA) Form – ICO sebagai dokumen pelengkap. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • 108 • SIUP atau TDUP atau Surat Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen . Pengakuan sebagai Eksportir Kopi Pengertian Ekspor kopi hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah memperoleh Pengakuan sebagai Eksportir Kopi oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002.

Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) Pengertian Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) adalah surat pelaksanaan ekspor kopi ke seluruh negara tujuan yang dilaksanakan oleh eksportir kopi. • 109 . Pengakuan ini tidak berlaku lagi apabila eksportir yang bersangkutan tidak melaksanakan ekspor selama 1 tahun. Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku pengakuan ini adalah sepanjang eksportir bersangkutan masih melaksanakan ekspor dan memenuhi persyaratan. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin/pengakuan ini tidak dikenakan biaya. Keputusan Menperindag Nomor 29/MPP/Kep/1/1999 tanggal 22 Januari 1999 tentang Ketentuan Ekspor Kopi. Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/ MPP/Kep/VIII/2002. 2. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan.• • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) .

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lamanya proses penerbitan SPEK adalah 3 hari setelah persyaratan dipenuhi. Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya diperbolehkan jika sudah mendapat rekomendasi dari Direktur Pembina Teknis yang bersangkutan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan atau Instansi/Departemen lain yang terkait. Biaya Pengurusan Pengurusan SPEK tidak dikenakan biaya. Masa berlaku surat persetujuan ini adalah selama 30 hari sejak diterbitkan dan dapat diperpanjang hanya 1 kali.Syarat dan Kelengkapan Dokumen Sudah membayar iuran Asosiasi Eksportir Kopi (AEKI). Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya Pengertian Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barang yang ekspornya hanya dapat dilakukan dengan Persetujuan Menteri Perindustrian dan Perdagangan atau pejabat yang ditunjuk. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Yang termasuk Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barangbarang yang tercantum pada Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002 tanggal 6 Agustus 2002 tentang 110 .

Minyak dan Gas Bumi : rekomendasi dari Direktur Pengolahan dan Pemasaran. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002 Keputusan Menperindag Nomor 441/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Ketentuan Ekspor Pasir Laut. Rekomendasi ekspor dari Departemen/Instansi terkait sesuai dengan jenis barang yang diekspor. Departemen Pertambangan dan Energi. Departemen Kehutanan . Binatang Liar dan Tumbuhan Alam yang tidak dilindungi yang termasuk dalam Appendix II (CITES) : rekomendasi dari Ditjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. Ikan dalam keadaan hidup : rekomendasi dari Ditjen Perikanan. yakni : Binatang sejenis lembu : rekomendasi dari Ditjen Peternakan. Departemen Kelautan dan Perikanan . • • • 111 . Ditjen Migas. Inti Kelapa Sawit : rekomendasi dari Ditjen Perkebunan.Perubahan Atas Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/ Kep/12/1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 443/MPP/Kep/5/2002. Departemen Kehutanan . • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Memiliki Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP)/Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku . Mendapat pengakuan sebagai Eksportir Terdaftar dari Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri . Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Departemen Pertanian.

91.100) : 3 bulan. Pasir laut : rekomendasi dari Gubernur dan/atau Bupati/ Walikota setempat. Emas bukan Tempa atau dalam bentuk bubuk (HS 7108. Depperindag.12.10. Minyak dan Gas Bumi (HS 2709. Ex 0102.10. Emas.10. Depperindag.100) : 3 bulan.000) : 3 bulan.91.10. Binatang Liar dan Tumbuhan Alam yang tidak dilindungi yang termasuk dalam Appendix II CITES .900) : antara 1-2 bulan sesuai dengan rekomendasi dari Ditjen Peternakan.190 . 2712.90. Inti Kelapa Sawit (HS Ex 1207.000) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun.10. 7106. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya dikeluarkan dalam waktu 2 sampai dengan 5 hari kerja setelah semua persyaratan dipenuhi secara lengkap dan benar. • • • • • • • 112 . Pupuk Urea (HS 3102. Limbah dan Skrap : rekomendasi dari Ditjen Industri Logam.90. Agro dan Hasil Hutan. 7108.000. Ikan Napoleon Wrasse (Hs ex 0301. Dalam keadaan hidup.00. 2711. 7106. 7108.00. Elektronika dan Aneka.11.12.999) : 6 bulan.900) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun.000) : 3 bulan.10.20.90.92.110. Benih Ikan Bandeng/Nener (HS ex 0301.991 dan 0106. Perak. hasil-hasil dari padanya ataupun dalam bentuk barang-barang yang dibuat dari padanya (HS 0106. 2713) : 3 bulan.910) : 6 bulan.000) : 6 bulan. mati.000. Masa berlaku persetujuan untuk masing-masing barang yang diawasi ekspornya adalah sebagai berikut : • • Binatang sejenis lembu hidup (HS 0102. Ikan dalam keadaan hidup : Anak ikan Napoleon Wrasse (HS Ex 0301. bagian-bagian dari padanya. 2710. 0102.- Pupuk dan Kulit Buaya : rekomendasi dari Ditjen Industri Kimia. 0102.100.000. Mesin. Perak tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk lainnya (HS 7106.000. Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue (HS 4103.

Ex 65.000.49. Ex-65.41. Ex-65.05. Ex-96. Eksportir Terdaftar Tekstil dan Produk Tekstil (ETTPT) Pengertian Yang dimaksud dengan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) adalah serat.01 s/d 63. 50.21.05. Izin Ekspor Tekstil 1. Ex-64.04.19.000.000) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun. pakaian jadi dan barang jadi lain terbuat dari tekstil yang termasuk dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia dengan Pos Tarif HS Ex-42. 7204. tekstil lembaran.04.03.000). Tembaga (HS 7404.000). 7204.• • • Limbah dan Skrap Fero.10.00. Limbah dan Skrap dari Baja Stainless (HS 7204. Ex-94.02. 7204.90. Ingot Hasil Peleburan Skrap Besi atau Baja.000) Aluminium (HS 7602. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Ex-70. 113 . Pasir Laut (HS Ex 2505. Eksportir Terdaftar Tekstil dan Produk Tekstil (ETTPT) adalah perusahaan yang diizinkan mengekspor TPT Kuota oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Ex-65.01. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Industri atau Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan.000) : 6 bulan dan dapat di perpanjang 1 tahun.12.02. 7204.21.00. khusus yang berasal dari wilayah Pulau Batam (HS 7204. Ex-65. Kuningan (HS Ex 7407.000.10.30.29.000. benang.000) : 3 bulan . Biaya Pengurusan Pengurusan persetujuan ini tidak dikenakan biaya.

Berita Acara pemeriksaan fisik kantor dan unit produksi serta kapasitas produksi perusahaan yang ditandasahkan oleh pejabat IPSKET (Instansi Penerbit Surat Keterangan Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil) dimana perusahaan berdomisili. Tahun Kuota adalah dimulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Kuota Pinjaman (KP). 2. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Kuota Fleksibilitas (KF). Negara Kuota adalah negara pengimpor TPT yang berdasarkan suatu Perjanjian Bilateral yang memberlakukan Kuota. 4. Kuota Sementara Murni (KSM). Kuota Pertumbuhan (KPt). 5. dan Kuota Pergeseran Khusus (KSS). Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Kuota terdiri dari Kuota Tetap (KT).Kuota adalah batas volume maksimum Kategori atau Group TPT yang diizinkan diekspor ke negara kuota. Izin Usaha Industri (IUI) atau Tanda Daftar Industri (TDI) . Negara Non Kuota adalah negara pengimpor TPT yang tidak memberlakukan Kuota. 3. 114 . Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Realisasi ekspor sendiri TPT Non Kuota . Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil.

Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) Pengertian Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) adalah dokumen penyerta TPT Kuota yang membuktikan bahwa TPT Kuota tersebut ber asal dari Indonesia yang telah memenuhi Perjanjian Bilateral. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Pengakuan ETTPT Perusahaan Kecil dan Koperasi (ETTPT-PKK) dilakukan oleh Pejabat IPSKET setempat bagi perusahaan yang telah memenuhi kriteria tertentu.Biaya Pengurusan Pengurusan untuk mendapatkan pengakuan sebagai ETTPT tidak dikenakan biaya. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk menerbitkan Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) tidak dikenakan biaya. 2. Pengakuan ETTPT Perusahaan Menengah Besar (ETTPT-PMB) dilakukan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. 115 .

• Instansi atau Dinas pada daerah Propinsi dan atau DATI II yang membidangi perindustrian dan perdagangan. 116 . Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. yaitu : • PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara. Kuota Pengertian a. Kuota Tetap yang diserahkan kepada Depperindag karena tidak dapat direalisasikan pada Tahun Kuota berjalan. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/-2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Pengalihan Kuota Tetap adalah pemindahan KT dari satu ETTPT kepada ETTPT lainnya. • Instansi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh Menperindag. Kuota Tetap (KT) Kuota Tetap (KT) adalah jenis Kuota yang dialokasikan setiap tahun yang bersumber dari Kuota Dasar. • Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Instansi Penerbit Surat Keterangan Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (IPSKET) adalah instansi atau lembaga yang ditunjuk oleh Menperindag untuk menerbitkan SKET. 3. Penitipan KT adalah.

Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. 3. b. Untuk KT Tahap II (definitif) diumumkan selambatlambatnya pada minggu ke-tiga bulan Januari Tahun Kuota berikutnya. ETTPT yang memiliki KT dan merealisasikan ekspornya pada Tahun Kuota berjalan dapat memperoleh alokasi KT sebesar KT yang direalisasikan untuk Tahun Kuota berikutnya. 2. Kuota Pertumbuhan (KPt) Pengertian Kuota Pertumbuhan (KPt) adalah Kuota Tambahan yang diberikan oleh Negara Kuota setiap Tahun Kuota yang besarnya sesuai dengan Perjanjian Bilateral. KT yang tidak direalisasikan ekspornya akan dikurangkan dari alokasi KT tahun berikutnya sebesar KT yang tidak direalisasikan. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Tetap (KT) tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Alokasi KT dilaksanakan oleh Dzirektur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dalam 2 (dua) tahap dan diumumkan melalui IPSKET setempat sebagai berikut : Untuk KT Tahap I (sementara) diumumkan selambatlambatnya pada minggu ke-empat bulan Desember Tahun Kuota Berjalan. 117 . ETTPT dapat mengalihkan KT miliknya kepada ETTPT lain secara langsung dan melaporkan kepada IPSKET setempat untuk mendapat pengesahan.

Sumber KPt untuk ETTPT-PKK berasal dari Pertumbuhan Kuota Dasar sebesar 6%. 118 . Permohonan KPt ditandatangi oleh Pemilik ETTPT dan jika bermitra dengan ETTPT lainnya harus dilengkapi dengan surat Perjanjian Kerjasama. tidak memperoleh KPt pada tahun berikutnya . hanya dapat memperoleh KPt untuk salah satu ETTPT. Jumlah ETTPT yang berhak mendapat alokasi KPt ditentukan setelah melalui seleksi oleh Tim Pengkajian Kelayakan ETTPT. ETTPT yang dapat mengajukan KPt. 2. memiliki Izin Usaha Industri/TDI yang telah berlaku 1 (satu) tahun keatas. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. 4. 3. ETTPT Pengusaha Kecil dan Koperasi (ETTPT-PKK) dapat mengajukan permohonan KPt Tahun Kuota berikutnya pada IPSKET setempat. 5. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. orang atau badan usaha yang memiliki lebih dari satu ETTPT. kecuali kategori yang pertumbuh-annya dibawah 6%.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/-2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. ETTPT yang pernah mendapatkan KPt tiga kali atau lebih. Kriteria untuk memperoleh KPt diatur sebagai berikut : tidak pernah mengalihkan KPt yang diperoleh .

ETTPT yang mempunyai Prestasi Realisasi paling sedikit 90% dari Kewajiban Ekspor (KE) pada Tahun Kuota berikutnya. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tang gal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Kuota Sementara Murni (KSM) Pengertian Kuota Sementara Murni (KSM) adalah selisih antara Kuota Dasar dengan alokasi KT Nasional. c. Sumber KSM Nasional yang tersedia dihitung berdasarkan selisih antara Kuota Dasar dengan alokasi KT Nasional. KSM dialokasikan secara proporsional kepada ETTPT berdasarkan Prestasi Realisasi (PR) masing-masing ETTPT. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Jumlah dan Kategori atau Group TPT KPt diberikan kepada masing-masing IPSKET secara global oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri.Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pertumbuhan (KPt) tidak dikenakan biaya. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 119 . jumlah KSM yang di-realisasikan dapat menjadi KT.

d. Penitipan KT. ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri melalui IPSKET setempat. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Sementara Murni (KSM) tidak dikenakan biaya. KF Global dialokasikan pada bulan Maret dan Juli. ETTPT yang memiliki unit produksi. jumlah KSM yang direalisasikan dapat menjadi KT. Ditjen Perdagangan Luar Negeri. Kuota Handicraft. Kuota Fleksibilitas (KF) Pengertian Kuota Fleksibilitas (KF) adalah Kuota yang berasal dari Kuota Tidak Terealisasi. Pergeseran. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Penetapan alokasi KSM untuk masing-masing ETTPT. ETTPT yang mempunyai Prestasi Realisasi paling sedikit 90% dari Kewajiban Ekspor (KE) pada Tahun Kuota berikutnya. dapat mengajukan permohonan memperoleh KSM kepada Direktur Ekspor Produk Industri. 3. 120 . 2. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri. baik yang memiliki KT ataupun yang tidak memiliki KT. sedangkan KF Non Global dialokasikan setiap saat mulai bulan Februari selama Kuota masih tersedia. Pertukaran.Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. ETTPT produsen yang memiliki KT atau tidak memiliki KT yang melaksanakan ekspor TPT ke Negara Non Kuota dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh KSM untuk kategori yang sama kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Sisa KSM dan SWAP.

diberitahukan kepada masing-masing IPSKET oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Masa berlaku KG Global adalah 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkan surat alokasi dan tidak dapat diperpanjang. 121 2. Sumber KF yang tersedia dialokasikan kepada ETTPTPKK sebesar 60 % dan kepada ETTPT Pengusaha Menengah dan Besar (PMB) sebesar 40%. 5. 3. Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. 6. . 4. ETTPT Produsen dapat memperoleh KF. Jumlah dan Kategori atau Group TPT yang dapat dialokasikan sebagai KF untuk ETTPT-PKK. demikian juga masa berlaku KF Non Global adalah 4 (empat) bulan. dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK . ETTPT yang mengalihkan 10 % atau lebih dari KT yang dimiliki tidak berhak memperoleh KF untuk kategori tersebut pada Tahun Kuota berjalan. Jumlah dan jenis kuota untuk masing-masing wilayah IPSKET dialokasikan secara global dan proporsional sesuai dengan jumlah ETTPT-PKK oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil.

Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Fleksibilitas (KF) tidak dikenakan biaya. dalam hal KF yang dimohon lebih besar dari KF yang tersedia. dialokasikan secara global berdasarkan proporsi KT yang dimiliki ETTPTPKK di masing-masing IPSKET oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri KP yang direalisasikan akan diperhitungkan pada Tahun Kuota berikutnya. kecuali jika tidak terjadi pengurangan Kuota Dasar secara Nasional oleh Negara Kuota atau realisasi ekspor nasional berada di bawah atau sama dengan Kuota Dasar. e. maka KF dialokasikan kepada masingmasing perusahaan secara proporsional berdasarkan kapasitas produksi terpasang yang tercantum dalam izin industri yang bersangkutan. 122 . Kuota Pinjaman (KP) Pengertian Kuota Pinjaman (KP) adalah Kuota yang dipinjam dari Kuota Dasar Tahun pada tahun berikutnya yang digunakan pada tahun berjalan sesuai dengan Perjanjian Bilateral. dengan ketentuan : a. Penetapan alokasi KF Global untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. KP untuk ETTPT-PKK di wilayah IPSKET. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KF untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat. b. maka KF dialokasikan kepada masingmasing perusahaan maksimal sesuai dengan yang dimohon. dalam hal KF yang dimohon lebih kecil dari KF yang tersedia.

2. Kuota Pinjaman dapat dialokasikan kepada ETTPT Produsen yang telah merealisasikan KT pada Tahun Kuota berjalan dan tidak mengalihkan 10% atau lebih KT dari Kategori atau Group TPT dimaksud. dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK . . Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. dengan cara : Mulai bulan Januari Tahun Kuota berjalan. Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. ETTPT Produsen pemilik KT dapat mengajukan KP maksimal sesuai dengan Perjanjian Bilateral dan tidak melebihi dari KT yang telah direalisasikan . ETTPT produsen yang memiliki KT dan tidak memanfaatkan sebagian atau seluruh hak KP dalan Tahun 123 . apabila alokasi KP sebelumnya telah direalisasikan ekspornya minimal sebesar 80%.Mulai bulan Juni Tahun Kuota berjalan.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. ETTPT Produsen pemilik KT yang telah merealisasikan kuota TPT sebesar 50% atau lebih. Permohonan KP berikutnya akan diproses. ETTPT Produsen dapat memperoleh Kuota Pinjaman. 3. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. dapat mengajukan KP lebih besar dari Perjanjian Bilateral dan maksimum sebesar realisasi ekspor KT-nya .

yang diperhitungkan dari realisasi KP Tahun Kuota sebelumnya. Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) Pengertian Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) adalah jenis Kuota yang berasal dari perpindahan antar Kategori TPT tertentu sesuai dengan Perjanjian Bilateral.4. 6. Apabila Negara Kuota mengurangi Kuota Dasar. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KP untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat. f. Kuota berjalan. maka perhitungan KP bagi masing-masing ETTPT dilakukan secara proposional sesuai dengan realisasi KP masing-masing ETTPT tersebut. Masa berlaku KP adalah maksimum 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkan surat alokasi dan tidak dapat diperpanjang. 5. dialokasikan secara Global oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri berdasarkan proporsi KT yang dimiliki ETTPT-PKK di masing-masing IPSKET. 124 . Ditjen Perdagangan Luar Negeri. Hak KP tersebut dapat dimanfaatkan oleh ETTPT yang tidak memiliki KT dengan menggunakan jaminan ETTPT yang memiliki KT dimaksud dan bersedia dipotong pada Tahun Kuota berikutnya. KP untuk ETTPT-PKK di wilayah IPSKET. Penetapan alokasi KP untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Direktur Ekspor Produk Industri. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pinjaman (KP) tidak dikenakan biaya.

dialokasikan secara global oleh Ditjen Perdagangan Luar Negeri. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. yaitu : a. 3. Tahap I dimulai pada minggu pertama bulan Maret.KSS dialokasikan kepada ETTPT Produsen yang memiliki KT Kategori Donor dan KT Kategori Penerima dalam 2 tahap pada Tahun Kuota berjalan. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 4. 125 . ETTPT Produsen yang memiliki KT Kategori Donor dan KT Kategori Penerima dapat memperoleh KSS. dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK . Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. b. Tahap II dimulai pada minggu pertama bulan Juli. Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. KSS yang direalisasikan diperhitungkan sebagi KT Kategori asalnya pada Tahun Kuota berikutnya. berdasarkan persentase tertentu sesuai dengan Perjanjian Bilateral. KT Kategori Penerima dan Kategori Donor yang dapat dipertukarkan untuk KSS adalah KT yang bukan berasal dari pengalihan atau KPt. 2. Jumlah dan Kategori TPT KSS untuk ETTPT-PKK masing-masing wilayah IPSKET.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KSS untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat. Penitipan Kuota Tetap Pengertian Penitipan KT adalah Kuota Tetap yang diserahkan kepada Departemen Perindustrian dan Perdagangan karena tidak dapat direalisasikan pada Tahun Kuota berjalan. Penetapan alokasi KSS untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Direktur Ekspor Produk Industri. 126 . g. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) tidak dikenakan biaya. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. ETTPT yang mengalihkan 10% atau lebih dari KT Kategori Penerima. tidak berhak memperoleh KSS pada Tahun Kuota berjalan.5. Ditjen Perdagangan Luar Negeri. Kategori Donor adalah Kategori TPT tertentu yang berdasarkan Perjanjian Bilateral dijadikan sebagai sumber perpindahan untuk Kategori TPT tertentu lainnya. Kategori Penerima adalah Kategori TPT tertentu yang berdasarkan Perjanjian Bilateral dijadikan sebagai penerima perpindahan dari Kategori Donor tertentu lainnya.

Pengurangan KT dilakukan pada awal Tahun Kuota berikutnya. 5. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Penitipan Kuota Tetap (KT) tidak dikenakan biaya. ETTPT dapat mengajukan Penitipan KT kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Industri. maka IPSKET setempat harus sudah mengurangkan dan mengembalikan Kategori tersebut sejumlah yang dititipkan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri.• Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Ditjen Perdagangan Luar Negeri adalah KT yang bukan berasal dari pengalihan dan kemitraan. 3. Selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja sejak tanggal diterimanya penitipan KT dari ETTPT. 2. Jenis Kuota yang dapat dititipkan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. KT tersebut akan dikurangkan sebesar rata-rata yang dititipkan selama 2 (dua) tahun. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri setelah permohonan tersebut ditandasahkan oleh IPSKET setempat paling lambat 31 Oktober Tahun Kuota berjalan. ETTPT yang telah menitipkan KT selama 2 (dua) tahun berturut-turut. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri 127 . 4.

baik berdasarkan perjanjian bilateral. Ketentuan Asal Barang adalah kriteria/persyaratan yang ditetapkan. yang wajib dipenuhi suatu barang ekspor untuk dapat diterbitkan SKA-nya oleh pemerintah di negara asal barang. SKA diterbitkan atas permintaan eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA. kepada instansi penerbit atas keabsahan dokumen dan atau kebenaran pengisian SKA. Dasar Hukum • Keputusan Mendagkop Nomor 155/Kp/IV/80 tanggal 22 April 1980 tentang Biaya Retribusi Pengeluaran Formulir Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia. regional dan multilateral serta ketentuan sepihak dari suatu negara tertentu wajib disertakan pada waktu barang ekspor tertentu Indonesia akan memasuki wilayah negara tertentu yang membuktikan bahwa barang tersebut berasal. Verifikasi adalah suatu proses penyelidikan yang dilakukan atas permintaan pemerintah di negara tujuan ekspor barang. Keputusan Menperindag Nomor 111/MPP/Kep/2/2002 tanggal 21 Februari 2002 tentang Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia • 128 . dihasilkan dan atau diolah di Indonesia. karena diwajibkan baik oleh pemerintah di negara tujuan ekspor maupun oleh pembelinya. regional dan multilateral maupun ketentuan sepihak dari suatu negara tertentu.Surat Keterangan Asal (SKA) Pengertian Surat Keterangan Asal (SKA) adalah dokumen yang berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian bilateral.

surat penegasan pemohon SKA Form A. Kwitansi pembelian barang . persyaratan dapat diganti dengan surat kuasa dari pemilik barang. b. b. juga wajib melengkapi : a. 2. 3. Dalam hal barang ekspor yang sama. 129 . Bill of Lading (B/L) atau Air Way Bill. 4. b.• Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/ SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. untuk permohonan SKA kedua dan seterusnya cukup melampirkan : keterangan tentang proses produksi atau persentase kandungan impor/lokal . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA dapat mengajukan permohonan penerbitan SKA kepada Instansi Penerbit dengan melampirkan dokumen pendukung sebagai berikut : 1. Khusus untuk penerbitan SKA Form A dan Form D. eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA selain melengkapi dokumen-dokumen. Fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia atau fotokopi paspor bagi penduduk asing/wisatawan. Untuk ekspor barang yang tidak wajib memenuhi Ketentuan Umum di Bidang Ekspor : a. Surat pernyataan dan struktur biaya per unit . Fotokopi Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (DPEB) dari Kantor Bea dan Cukai di pelabuhan muat. Untuk barang yang pengirimannya menggunakan perusahaan jasa titipan. Untuk ekspor barang yang wajib memenuhi Ketentuan Umum di Bidang Ekspor : a. atau bukti lain jika pelaksanaan ekspornya tidak menggunakan angkutan laut atau udara.

b. Kepala Seksi Ekspor pada Sub Dinas Perdagangan. Secara umum : sejak SKA diterbitkan sampai dengan waktu barang dimaksud diterima oleh importir yang bersangkutan. Untuk Eksportir Certificate : 120 hari kerja. pada Instansi atau Dinas Kabupaten/Kota : 1. • Kanada : 2 tahun. Kepala Sub Instansi atau Dinas . c. d. sebagai Pejabat Pengganti I .Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku SKA dikeluarkan 1 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. Masa berlaku SKA adalah sebagai berikut : a. Norwegia dan Swiss : 10 tahun. 3. Kepala Sub Dinas Perdagangan. sebagai Pejabat Pengganti II. Secara khusus : Untuk SKA Form A : • Uni Eropa. Kepala Sub Dinas Perdagangan. pada Instansi atau Dinas Propinsi : 1. b. 3. 2.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Kewenangan dan tanggung jawab penerbitan SKA ditetapkan sebagai berikut : a. c. • Jepang : 1 tahun. 2. 130 . Kepala Instansi atau Dinas . (Persero) Kawasan Berikat Nusantara dan Kantor Cabang di Jakarta : 1. sebagai pejabat pengganti I . Untuk SKA Form D : 4 bulan. 1000. sebagai Pejabat Pengganti II. Direktur Pemasaran dan Pelayanan . pada PT. Biaya Pengurusan Biaya untuk pengurusan SKA sebesar Rp. Kepala Seksi Ekspor pada Sub Dinas Perdagangan.

Kepala Seksi Pengujian. sebagai Pejabat Pengganti I . pada Lembaga Tembakau Cabang Surakarta dan Medan : 1. Kepala Bidang Perizinan dan Promosi. Kepala Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau . untuk SKA Tembakau (Certificate of Authenticity). 3. Kepala Unit Usaha Kawasan. sebagai Pejabat Pengganti I . untuk SKA Tembakau (Certificate of Authenticity). SKA-nya hanya dapat diterbitkan oleh Instansi atau Dinas Propinsi atau Kabupaten/Kota atau PT. 3. Kepala Lembaga Tembakau . pada Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) dan Lembaga Tembakau Surabaya dan Jember : 1. sebagai Pejabat Pengganti I . 2. sebagai Pejabat Pengganti II. Kepala Sub Bagian Tata Usaha. 2. 3. sebagai Pejabat Pengganti II. sebagai Pejabat Pengganti I . (Persero) Kawasan Berikat Nusantara dan Kantor Cabang di Jakarta.2. f. Sekretaris Lembaga Tembakau/Penguji. atau Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) sesuai wilayah kerjanya dimana barang dikapalkan (pelabuhan ekspor) atau kuota ekspor dialokasikan/ dimutasikan. 2. pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) : 1. d. sebagai Pejabat Pengganti II. Bagi barang yang diatur ekspornya dan atau terkena pembatasan ekspor dalam bentuk kuota berdasarkan perjanjian internasional. 131 . e. sebagai Pejabat Pengganti II. Deputi Perdagangan Jasa dan Industri . Deputi Keuangan. Penguji. 3. Kepala Bagian Dokumen.

Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu berlaku untuk semua komoditi yang diekspor sesuai dengan pasal 2 Keputusan Menperindag Nomor 184/MPP/Kep/5/2000 tanggal 29 Mei 2000 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 42/MPP/ Kep/2/1997. NPWP (merupakan wajib pajak yang patuh. tidak pernah menunggak pembayaran pajak. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Memiliki alamat kantor dan atau lokasi pabrik yang jelas . • • 132 Jika salah satu persyaratan tidak dipenuhi. maka Penetapan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu dicabut.Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Pengertian Perusahaan Eksportir yang berstatus sebagai eksportir produsen atau eksportir bukan produsen dapat ditetapkan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu. apabila memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Tidak terkait dengan kredit bermasalah. Tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan yang mengakibatkan kerugian negara (tidak pernah melakukan ekspor fiktif) . . Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 42/MPP/Kep/2/1997 tanggal 13 Februari 1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 184/MPP/Kep/5/2000. dan selalu memasukkan surat pemberitahuan pajak dua tahun berturut-turut dengan tertib dan teratur) .

Angka Pengenal Importir (API) Pengertian Angka Pengenal Importir (API) adalah tanda pengenal sebagai importir yang harus dimiliki setiap perusahaan yang melakukan kegiatan impor. Masa berlaku Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu adalah selama Perusahaan Eksportir Tertentu yang bersangkutan melakukan kegiatan ekspor untuk komoditi yang bersangkutan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri untuk Perusahaan Eksportir Bukan Produsen.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Penetapan Perusahaan Ekspotir Tertentu diterbitkan 5 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. 133 . Biaya Pengurusan Pengurusan surat penetapan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu tidak dikenakan biaya. API terdiri dari : • Angka Pengenal Importir Umum (API-U) : Wajib dimiliki setiap Perusahaan Dagang yang melakukan impor semua jenis barang kecuali barang yang diatur tata niaga impornya dan barang yang dilarang impornya. dan Direktur Jenderal Pembinaan Teknis yang bersangkutan untuk Perusahaan Eksportir Produsen.

Fotokopi perjanjian sewa/kontrak tempat berusaha yang masa waktu sewa/kontraknya minimal 2 (dua) tahun . khusus untuk memperoleh API-U . khusus untuk memperoleh API-P . atau dari pemilik gedung apabila sewa/kontrak (asli) . sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Referensi dari bank devisa (asli).• Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) : Wajib dimiliki setiap Perusahaan Industri diluar PMA/PDN yang melakukan impor hanya barang modal dan bahan baku/ penolong untuk keperluan proses produksinya sendiri. 2 (dua) lembar pas foto pengurus (2x3 cm). Surat keterangan kelakuan baik pengurus perusahaan dari Kepolisian . Fotokopi KTP pengurus. Nama dan susunan pengurus perusahaan (asli) . Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI). Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • • • • • • Fotokopi akta notaris pendirian dan perubahannya . Surat keterangan domisili kantor pusat yang masih berlaku dari Kantor Kecamatan (apabila gedung milik sendiri). Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Impor Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. 134 . Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan . Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP).

Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 141/MPP/Kep/3/2002 tanggal 6 Maret 2002 tentang Nomor Pengenal Importir Khusus. API dapat dipergunakan untuk melaksanakan impor di seluruh daerah pabean Republik Indonesia. Biaya Pengurusan Pengurusan API tidak dikenakan biaya. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Pengertian Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) adalah tanda pengenal sebagai importir khusus yang harus dimiliki setiap perusahaan yang melakukan perdagangan impor barang tertentu. Masa berlaku API.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan ataupun penolakan permohonan tersebut diputuskan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 hari kerja terhitung sejak permohonan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Jenis barang tertentu yang akan diimpor harus dalam keadaan baru. adalah selama 5 tahun terhitung sejak tanggal diterbitkannya API tersebut. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Impor 135 . baik API-U maupun API-P.

Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) dan Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). 136 . Syarat dan Kelengkapan Dokumen NPIK hanya dapat diberikan kepada perusahaan yang telah memiliki Angka Pengenal Importir Umum (API-U). dengan tembusan kepada Direktur Impor. NPIK bagi perusahaan pemegang API-Terbatas. Untuk dapat memperoleh NPIK importir wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. NPIK bagi perusahaan pemegang API-Produsen.Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. melampirkan : API-T. c. NPIK bagi perusahaan pemegang API-Umum. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan ataupun penolakan permohonan tersebut diputuskan selambat-lambatnya dalam jangka 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak permohonan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar. melampirkan: API-P. Realisasi impor 2 (dua) tahun dalam 5 (lima) tahun terakhir. Izin Usaha Industri (IUI) atau Surat Persetujuan Tetap (SPT) PMA/PMDN. Masa berlaku NPIK selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkannya NPIK tersebut. b. Izin Usaha Industri (IUI). melampirkan: API-U. dengan persyaratan : a. atau realisasi impor dalam 1 (satu) tahun terakhir dan/atau perjanjian/kontrak pembelian dengan mitra dagang luar negeri dalam waktu 1 (satu) tahun kemuka.

Biaya Pengurusan Pengurusan NPIK tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Pengakuan Importir Umum Limbah 1. Jumlah dan jenis limbah yang dapat diimpor oleh IULimbah ditetapkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri berjumlah 18 Pos Tarif. Impor Limbah Non-B3 lainnya yang tidak tercakup di dalam Keputusan tersebut akan ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. • Limbah dari bulu hewan kasar . • Limbah benang (termasuk limbah benang pintal) . antara lain: • Limbah dari wol atau dari bulu hewan halus . Importir Umum Limbah (IU-Limbah) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Umum Limbah (IU-Limbah) adalah importir umum yang diakui oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor Limbah Non B3. • dan lain-lain sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/MPP/Kep/7/1997. 137 .

Bukti pemilikan/penguasaan gudang penimbunan limbah yang telah diakui oleh Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen. dengan masa berlaku izin selama satu tahun.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 192/MPP/Kep/ 6/2000. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IU-Limbah tidak dikenakan biaya. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) . 138 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan Izin Pengakuan IU-Limbah diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Angka Pengenal Importir Umum (API-U) . Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah.

Jumlah dan jenis limbah yang dapat diimpor oleh IPLimbah B3 ditetapkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan dengan pertimbangan dari Kepala BAPEDAL. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . baterai primer. Importir Produsen Limbah B3 (IP-Limbah B3) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Produsen Limbah B3 (IPLimbah B3) adalah produsen yang diakui oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan disetujui untuk mengimpor sendiri Limbah B3 yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya. sel primer habis pakai. Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) . Tanda Daftar Peusahaan (TDP) . • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) atau Izin yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan . baterai primer habis pakai dan akumulator listrik habis pakai. dan akumulator listrik. • Sisa dan skrap dari sel primer. 139 • • • . Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/ MPP/Kep/2/2001.2. yaitu : • Sisa dan skrap timah hitam . mencakup 2 Pos Tarif.

• • Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya yang diakui oleh BAPEDAL . 3. Importir Produsen Limbah Non B3 (IP-Limbah Non B3) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Produsen Limbah Non B3 (IP-Limbah Non B3) adalah produsen yang diakui oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor sendiri limbah Non B3 yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya. Rekomendasi dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan bahwa produsen pemohon membutuhkan limbah untuk proses produksinya. Jumlah dan Jenis Limbah yang dapat diimpor oleh IP-Limbah Non B3 ditetapkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. • Kertas atau kertas karton (bekas dan sisa) yang diperoleh kembali . sebanyak 39 Pos Tarif antara lain : • Ban luar bertekanan bekas . 140 . Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IP-Limbah B3 tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Menteri Perindustrian dan Perdagangan. dengan masa berlaku 1 tahun. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar.

Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah.• • Limbah dan skrap dari besi tuangan . dan lain-lain sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/ MPP/-Kep/7/1997 tersebut. 141 . Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/ MPP/Kep/2/2001. Rekomendasi dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen yang membidangi usaha tersebut bahwa produsen yang bersangkutan membutuhkan limbah untuk proses produksinya. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya yang diakui oleh Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) atau izin yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan. • • • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). dengan masa berlaku izin 1 tahun.

Pengakuan Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) Pengertian Bahan Berbahaya disingkat B2 adalah zat. korosif dan iritasi. dalam hal ini adalah pengguna akhir. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. dan/dilarang diper jualbelikan diperdagangkan maupun dipindahtangankan kepada siapapun. teratogenik. Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) adalah Importir Produsen Bahan Berbahaya yang diakui oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor sendiri bahan berbahaya yang diperuntukan semata-mata hanya untuk kebutuhan produksinya sendiri. baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat racun. 142 . karsinogenik.Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan sebagai IP-Limbah Non B3 tidak dikenakan biaya. mutagenik. bahan kimia dan biologi. IT-B2 adalah Importir Terdaftar Bahan Berbahaya bukan produsen pemilik Angka Pengenal Importir Umum (API-U) yang mendapat tugas khusus untuk mengimpor bahan berbahaya dan bertindak sebagai distributor untuk menyalurkan bahan berbahaya yang diimpornya kepada perusahaan lain yang membutuhkan.

Limbah B2. • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai IP. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Importir (API) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Rekomendasi dari Direktur Jenderal IKAH. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/MPP/ Kep/2/2001. dengan melampirkan dokumen sebagai berikut : • • • • • Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis yang membidangi usaha tersebut. Keputusan Menperindag Nomor 254/MPP/Kep/7/2000 tanggal 4 Juli 2000 tentang Tata Niaga Impor dan Peredaran Bahan Berbahaya Tertentu.B2 yang diatur tata niaga impornya berjumlah 351 Pos Tarif yang terdiri dari bahan kimia yang membahayakan kesehatan dan merusak kelestarian lingkungan hidup dan bakan kimia daftar 2 dan 3 Konvensi senjata Kimia (KSK). 143 . perusahaan yang bersangkutan wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri.

Perusahaan rekondisi adalah perusahaan industri yang bergerak di bidang jasa pemulihan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru Pengertian Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru adalah izin untuk pengimporan mesin dan barang modal lainnya dalam keadaan bukan baru oleh perusahaan yang telah mendapat izin usaha industri untuk keperluan proses produksi sendiri. Depperindag.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. perbaikan dan pemeliharaan mesin dan peralatan mesin bukan baru. 144 . Yang dimaksud dengan Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru adalah mesin dan peralatan mesin yang masih layak dipakai atau direkondisi untuk difungsikan kembali dan bukan skrap (besi tua). dengan masa berlaku selama 1 tahun serta dapat diperpanjang. dengan rekomendasi dari Direktur Jenderal POM. Biaya Pengurusan Pengurusan IP-Limbah B2 tidak dikenakan biaya. Departemen Kesehatan dan Direktur Jenderal Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan.

atau h. • Perusahaan pemakai langsung yang telah memiliki Izin Usaha Industri. atau b. 5.Impor mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru hanya dapat dilaksanakan oleh : • Perusahaan rekondisi yang telah memiliki Izin Usaha Industri. atau f. Izin Usaha Rekondisi . 6. 4. Izin Usaha Jasa Transportasi . Pengimporan mesin dan peralatan mesin harus disertai dengan Certificate of Inspection dari Surveyor yang menyatakan bahwa barang yang diimpor tersebut masih layak dipakai atau direkondisi untuk difungsikan kembali. Izin Usaha Pengusahaan Hutan . Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . atau c. atau g. atau d. Izin Usaha Perikanan . Rekomendasi dari Ditjen ILMEA apabila barang tersebut termasuk barang yang dilarang diimpor. Izin Usaha Industri (IUI) . Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Izin Usaha Konstruksi . bukan skrap dan untuk kendaraan bermotor serta alat besar harus menyatakan spesifikasi teknis yang mencakup masa total kotor daya engine dan umur kendaraan 2. atau e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Izin Usaha Perkebunan . Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 172/MPP/Kep/5/2001 tanggal 17 Mei 2001 2001 tentang Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru. 145 . atau memiliki Izin Usaha untuk keperluan proses produksi atau digunakan sendiri. 3. a. Izin Usaha Pertambangan . APIT atau API-U atau API-P .

selanjutnya disebut IP Gula. Gula Kasar (Raw Sugar) hanya dapat diimpor oleh Importir Produsen Gula Kasar (Raw Sugar). Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) Pengertian Yang dimaksud dengan Gula Kasar (Raw Sugar) adalah gula kristal sakrosa yang dibuat dari tebu melalui proses defikasi yang tidak dapat langsung dikonsumsi oleh manusia sebelum diproses lebih lanjut. 19 tahun 1955. dapat diimpor dengan persetujuan Dirjen Perdagangan Luar Negeri atas nama Menteri. Mesin dan peralatan mesin bukan baru yang tidak dapat diimpor. 146 .000). yang termasuk dalam Pos Tarif (HS. Keperluan penelitian dan pengembangan teknologi. Bantuan teknik dan bantuan proyek berdasarkan PP No.11. 1701.7. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. sepanjang untuk : Keperluan Pemerintah dan Lembaga Negara lainnya. yang telah memiliki Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Gula dan telah memperoleh Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). Biaya Pengurusan Pengurusan izin impor ini tidak dikenakan biaya. Kendaraan bermotor milik Duta Besar RI yang telah habis masa tugasnya di luar negeri.

c.Gula) . 456/MPP/Kep/6/2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar). Dasar Hukum • Keputusan Menperindag No. dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Rekomendasi dari : 1. f.Gula Kasar (Raw Sugar) yang dapat diimpor oleh IP Gula hanya dipergunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi dari industri yang dimiliki oleh IP Gula dan dilarang diperjualbelikan maupun dipindahtangankan. b. Agro dan Hasil Hutan. Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau Izin Usaha lain yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha tersebut . Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) . Departemen Pertanian dalam hal impor gula kasar (raw sugar) untuk penggunaan sebagai bahan baku pabrik gula. Depperindag dalam hal impor gula kasar (raw sugar) untuk penggunaan sebagai bahan baku industri rafinasi atau industri lainnya . d. perusahaan harus mengajukan permohonan tertulis kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. dengan melampirkan : a. e. Direktur Jenderal Industri Kimia. 147 . atau 2. Direktur Jenderal Bina Produksi Perkebunan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai IP Gula. Nomor Pengenal Importir Khusus Gula (NPIK . Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .

100) dan Cengkeh Lain-lain (Pos Tarif HS. 0907. Departemen Pertanian.00. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. tidak dikenakan biaya. Masa berlaku Pengakuan IP Gula adalah selama 1 (satu) tahun. sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar.900). 0907. Importir Cengkeh adalah Industri Pengguna Cengkeh pemilik Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) yang disetujui untuk mengimpor cengkeh yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya. Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IP Gula ini.00. Depperindag dan Direktur Jenderal Bina Produksi Perkebunan. Perusahaan yang dapat mengimpor cengkeh adalah Importir Cengkeh yang sudah mendapat pengakuan sebagai Importir Cengkeh. Agro dan Hasil Hutan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pengakuan atau penolakan sebagai IP Gula diterbitkan paling lambat dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja. 148 . Ketentuan Impor Cengkeh Pengertian Yang dimaksud dengan Cengkeh adalah Bunga Cengkeh (Pos Tarif HS. Depperindag atas rekomendasi : Direktur Jenderal Industri Kimia. sesuai ketentuan yang berlaku.

b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). c. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . perusahaan yang bersangkutan wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri dengan melampirkan : a. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) .Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 528/MPP/Kep/7/2002 tanggal 5 Juli 2002 Tentang Ketentuan Impor Cengkeh. d. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai Importir Cengkeh. Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha tersebut . Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan sebagai Importir Cengkeh ini. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri berdasarkan rekomendasi dari Direktur Jenderal Industri Kimia. Agro dan Hasil Hutan. tidak dikenakan biaya. Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka Pengertian Bursa Berjangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk kegiatan jual beli 149 .

Keputusan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/1999 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka.000.. Dasar Hukum • • PP Nomor 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Bursa Berjangka didirikan sekurang-kurangnya oleh 11 (sebelas) badan usaha yang berbentuk badan hukum Indonesia.10. Akta pendirian PT yang telah disahkan Menteri Kehakiman dan HAM .(sepuluh milyar rupiah) dan sekurang-kurangnya Rp. Lembaga Kliring Ber jangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk pelaksanaan kliring dan penjaminan transaksi di Bursa Berjangka. 150 .komoditi berdasarkan kontrak berjangka dan opsi atas kontrak berjangka.(dua puluh milyar rupiah).000. Permohonan izin usaha Bursa Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a..000.000. 20. Dalam menyelenggarakan perdagangan berjangka komoditi. mayoritas harus yang melakukan kegiatan usaha di bidang komoditi yang layak diperdagangkan dan telah memperoleh izin usaha dari Bappebti. badan usaha tersebut perlu mendapat Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka. dengan jumlah masing-masing sekurangkurangnya Rp. Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka wajib memenuhi modal disetor.000.000.

Rancangan persyaratan Kontrak Berjangka. Daftar calon komisaris dan direksi Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka. Neraca pembukaan PT yang telah diaudit oleh Akuntan Publik. c. Proyeksi keuangan 3 (tiga) tahun. Rancangan peraturan dan tata tertib Lembaga Kliring Berjangka . g. Rencana usaha 3 (tiga) tahun termasuk susunan organisasi. i. Neraca pembukaan PT yang telah di audit oleh Akuntan Publik . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) PT . Pertimbangan ekonomi yang mendasari pendirian Bursa Berjangka termasuk uraian tentang keadaan pasar yang akan dibentuk . h. i. e. Daftar pemegang saham . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Daftar calon komisaris dan direksi . Permohonan untuk memperoleh izin usaha Lembaga Kliring Berjangka diajukan kepada Bappebti. h. c. dan Keterangan kesiapan perangkat keras dan lunak Lembaga Kliring Berjangka. f. Akta Pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . Daftar pemegang saham Bursa Berjangka . fasilitas komunikasi dan program latihan yang akan diadakan. d. g. dan Keterangan kesiapan perangkat keras dan lunak Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka. b. f. d. e. j.b. Perjanjian antara Lembaga Kliring Berjangka dengan Bursa Berjangka yang akan menggunakan jasa Lembaga Kliring Berjangka tersebut . susunan organisasi. k. l. Rencana kegiatan 3 (tiga) tahun termasuk proyeksi keuangan. Rencana perjanjian Bursa Berjangka dengan Lembaga Kliring Berjangka yang akan digunakan. 151 . dan program latihan yang akan diadakan . dengan menyertakan : a. fasilitas komunikasi. Rancangan peraturan tata tertib Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka.

Izin Usaha Pialang Berjangka. Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka Pengertian Pialang Berjangka adalah badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli komoditi berdasarkan Kontak Berjangka atas amanat nasabah dengan menarik sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. 152 . Masa berlaku Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka adalah selama perusahaan yang bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan. Penasihat Berjangka adalah pihak yang memberikan nasihat kepada pihak lain mengenai jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka dengan menerima imbalan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pemberian izin usaha diberikan selambat-lambatnya 45 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh BAPPEBTI. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka tidak dikenakan biaya. Pengelola Sentra Dana Berjangka adalah pihak yang melakukan usaha yang berkaitan dengan penghimpunan dan pengelolaan dana dari peserta Sentra Dana Berjangka untuk diinvestasikan dalam Kontrak Berjangka.

f.(satu milyar rupiah). Penasihat Berjangka. Rencana kegiatan usaha yang meliputi organisasi. rencana operasi dan pengelolaan transaksi. 153 . Wakil Penasihat Berjangka. Akta pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM .Dasar Hukum • • • PP Nomor 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. b. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 07/BAPPEBTI/Kp/X/1999 tanggal 28 Oktober 1999 tentang Perizinan Pialang Berjangka. sistem penerimaan dan pendidikan serta pelatihan pegawai. Tanda bukti pembukaan rekening terpisah untuk dana nasabah. Neraca pembukaan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . d. Daftar nama komisaris dan direksi .000.000. e. 1. g. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Pialang Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka wajib memenuhi persyaratan modal disetor..000. Pengelola Sentra Dana Berjangka. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka. sistem pengawasan dan pelaksanaan peraturan.000.000. dengan jumlah masing-masing sekurang-kurangnya Rp. c. 1. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/ 99 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka. Daftar nama pemegang saham . Permohonan izin usaha Pialang Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a. Wakil Pialang Berjangka.250. penyiapan sarana telekomunikasi dan sistem informasi.(satu milyar dua ratus lima puluh juta rupiah)dan sekurang-kurangnya Rp. serta proyeksi keuangan untuk 3 (tiga) tahun .

Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Ber jangka adalah selama per usahaan bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Permohonan Izin Usaha Penasihat Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a. Bukti keanggotaan pada Bursa Berjangka dan Setoran Dana Kompensasi . Daftar nama pemegang saham . c. e.h. Nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dari Bappebti. b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Daftar nama komisaris dan direksi . c. dan Daftar nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Pialang Berjangka dari Bappebti. j. Akta pendirian perusahaan atau PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . Masa berlaku Izin Usaha Pialang Berjangka. i. Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka tidak dikenakan biaya. b. d. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pemberian izin usaha diberikan selambat-lambatnya 45 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh Bappebti. Akta pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . d. Daftar nama supervisor . 154 . Memenuhi persyaratan keuangan yang ditetapkan . Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Pialang Berjangka. Permohonan Izin Usaha Pengelola Sentra Dana Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a. Daftar nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Penasihat Berjangka dari Bappebti.

berwenang berhubungan langsung dengan calon klien atau dalam rangka melakukan transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka. melaksanakan sebagian fungsi Penasihat Berjangka. melaksanakan sebagian fungsi Pialang Berjangka. berwenang berhubungan langsung dengan calon nasabah atau nasabah dalam rangka menyalurkan amanat nasabah untuk transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Penasihat Berjangka. atas nama perusahaan. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka Pengertian Wakil Pialang Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Pialang Berjangka. 155 . Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka. Pedagang Berjangka adalah anggota Bursa Berjangka yang hanya berhak melakukan transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka untuk dirinya sendiri atau kelompok usahanya. Wakil Penasihat Berjangka. atas nama perusahaan berwenang berhubungan langsung dengan calon peserta Sentra Dana Berjangka. melaksanakan sebagian fungsi Pengelola Sentra Dana Berjangka. atas nama perusahaan. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Pengelola Sentra Dana Berjangka. Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Badan Pengawas Perdagangan Bejangka Komoditi. Wakil Penasihat Berjangka. Wakil Pialang Berjangka.

Nama tenaga ahli yang telah memiliki Sertifikat Pelatihan di bidang perdagangan berjangka komoditi. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Tanda lulus ujian yang diselenggarakan oleh Bappebti sesuai dengan bidangnya masing-masing . Pengelola Sentra Dana Berjangka. Sertifikat pendidikan formal . dengan menyertakan : a. b. 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/ 99 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka. Penasihat Berjangka. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Permohonan Izin sebagai Wakil Pialang Berjangka. b. Tanda Keanggotaan Bursa Berjangka . Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka. Wakil Pialang Berjangka. 156 . Keputusan Kepala Bappebti Nomor 07/BAPPEBTI/Kp/X/1999 tanggal 28 Oktober 1999 tentang Perizinan Pialang Berjangka.Dasar Hukum • • • PP No. Pelaksanaan kegiatan sebagai Pedagang Berjangka hanya dapat dilakukan setelah memperoleh Sertifikat pendaftaran dari Bappebti disertai dengan dokumen/keterangan sebagai berikut : a. c. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka diajukan kepada Bappebti. Rekomendasi dari Pialang Berjangka atau Penasihat Berjangka atau Pengelola Sentra Dana Berjangka yang bersangkutan. c. Wakil Penasihat Berjangka.

157 . Penjual adalah anggota mandiri jaringan pemasaran yang memasarkan barang dan/atau jasa milik perusahaan berdasarkan komisi dan/atau bonus. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka adalah selama yang bersangkutan masih aktif menjalankan kegiatan sesuai dengan fungsinya dan bekerja pada perusahaan yang mempekerjakannya. Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) Pengertian Penjualan Berjenjang adalah suatu cara atau metode penjualan secara berjenjang kepada konsumen melalui jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh perorangan atau badan usaha yang memperkenalkan barang dan/atau jasa tertentu kepada sejumlah perorangan atau badan usaha lainnya secara berturut-turut yang bekerja berdasakan komisi atau iuran keanggotaan yang wajar. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka tidak dikenakan biaya. Perusahaan Penjualan Ber jenjang adalah perusahaan yang melakukan kegiatan penjualan secara berjenjang. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku Izin Wakil Pialang Berjangka.

h. Brosur. 158 . Salinan Akta Notaris Pendidikan Perseroan Terbatas (PT). i. leaflet. c. f. Permohonan IUPB diajukan dengan mengisi Formulir Surat Permohonan Izin Usaha Penjualan Berjenjang (SP-IUPB) dengan menggunakan formulir dan melampirkan copy dokumen : a. Surat Perjanjian Penjualan Berjenjang. Surat Keputusan pengesahan Badan Hukum PT dari instansi berwenang atau copy data akta pendirian perseroan dan copy bukti setor biaya administrasi pembayaran proses pengesahan badan hukum bagi PT yang belum berbadan hukum. Pasfoto Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan sebanyak 2 (dua) lembar ukuran 4x6 cm. g.Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 73/ MPP/Kep/3/2000 tanggal 20 Maret 2000 tentang Ketentuan Kegiatan Usaha Penjualan Berjenjang. Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan. b. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Perusahaan Penjualan Berjenjang harus berbentuk badan hukum (Perseroan Terbatas) dan wajib memiliki Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB). Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan. atau katalog dan daftar harga barang dan/atau jasa. Program pemasaran. e. j.. d. Tanda Daftar dan/atau izin dari Departemen Teknis atas barang dan/atau jasa yang dipasarkan. Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemerintah Daerah setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan berdasarkan Undang-undang Gangguan (HO).

Mempunyai alamat kantor yang jelas. Perjanjian antara Perusahaan Penjualan Berjenjang dengan Penjual sekurang-kurangnya memuat klausula mengenai : a. dan Penyelesaian perselisihan. Memberikan jaminan atas mutu dan pelayanan purna jual kepada konsumen terhadap barang dan/atau jasa yang dijual. Mempunyai barang dan/atau jasa yang memenuhi ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku. b.Untuk dapat melakukan kegiatan usaha Penjualan Berjenjang. Ganti rugi pembatalan pembelian (Buy Back Policy). Program pembinaan. g. 159 . Menerbitkan daftar harga jual barang dan/atau jasa yang dinyatakan dalam rupiah (RP) untuk diperlihatkan kepada konsumen. Barang dan/atau jasa serta spesifikasinya yang akan dipasarkan. bonus. Memberikan tenggang waktu selama 7 (tujuh) hari kerja kepada penjual atau konsumen untuk mengembalikan barang dan/atau jasa apabila ternyata barang dan/atau jasa tersebut tidak sesuai dengan yang diperjanjikan. dan kesempatan memperoleh penghasilan bagi Penjual. c. c. d. e. Dalam melakukan kegiatan usahanya. j. f. bantuan pelatihan dan fasilitas yang diberikan perusahaan. d. h. b. i. Hak dan kewajiban para pihak. perusahaan harus memenuhi ketentuan sekurang-kurangnya : a. dan Membuka peluang usaha. Ketentuan tentang komisi. transparan dan sesuai dengan kode etik. alamat dan tempat kedudukan para pihak . Nama. b. Perusahaan Penjualan Berjenjang wajib memenuhi ketentuan : a. Pemutusan dan perpanjangan perjanjian. Jangka waktu perjanjian. dan penghargaan lainnya. Program pemasaran barang dan/atau jasa. c. Mempunyai program pemasaran barang dan/atau jasa yang jelas.

dilarang : a. b. Perjanjian Penjualan Berjenjang .d. c. Program pembinaan. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan untuk membentuk penjual yang profesional. Identitas perusahaan. 160 . b. Program pemasaran barang dan/atau jasa. Membatalkan penjualan barang dan/atau jasa yang tidak terjual oleh penjual yang berhenti melakukan kegiatan Penjualan Berjenjang. Menjual barang dan/atau jasa secara tidak benar atau berbeda atau bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi Penjual. f. Mutu barang dan/atau jasa serta spesifikasinya yang akan dipasarkan. d. e. c. sehubungan dengan penjualan berjenjang dan/atau jasa sesuai dengan kesepakatan. f. dengan mengembalikan uang sebesar harga jual perusahaan ke-penjual dikurangi biaya administrasi. Sebelum membuat perjanjian. Menarik dan/atau mendapatkan keuntungan melalui uang pendaftaran keanggotaan dalam jumlah yang besar. Perusahaan Penjualan Berjenjang. e. Hal-hal lain yang perlu diketahui dalam rangka pelaksanaan usaha Penjualan Berjenjang. tidak rasional dan lebih dari 1 (satu) kali. bantuan pelatihan dan fasilitas yang diberikan Perusahaan Penjualan Berjenjang. Mengharuskan penjual untuk membeli barang dan/atau jasa guna dipasarkan atau pemakaian sendiri dalam jumlah besar melebihi kemampuan penjual. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua penjual untuk berprestasi. dan g. Dalam melakukan kegiatan usaha Penjualan Berjenjang. Perusahaan Penjualan Berjenjang wajib menyampaikan keterangan secara lisan atau tertulis dengan benar kepada calon Penjual sekurang-kurangnya mengenai : a.

• Biaya Pengurusan Pengurusan IUPB tidak dikenakan biaya. dan Melakukan kegiatan usaha perdagangan di luar izin yang diberikan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi IUPB diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dan berlaku untuk seluruh wilayah Republik Indonesia. e. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku • • Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) diterbitkan dalam waktu 10 (sepuluh hari) sejak diterimanya surat permohonan IUPB dan dokumen secara lengkap dan benar. 161 . Melakukan perdagangan yang dikaitkan dengan penghimpunan dana masyarakat. Perpanjangan IUPB diajukan 2 (dua) bulan sebelum masa berlaku IUPB yang bersangkutan berakhir. pemberian imbalan atau kompensasi yang tidak wajar.d. IUPB berlaku selama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang setiap kali untuk jangka waktu yang sama dengan memperhatikan hasil evaluasi kinerja Perusahaan Penjualan Berjenjang.

.

7. SK Menperindag SK Menperin 4. Tata Cara Pemberian Izin Usaha Kawasan Industri dan Izin Kawasan Industri. Impor. 8. Pedoman Pengarahan Lokasi bagi Kegiatan Industri. Keputusan. 148/M/SK/7/1995 Tanggal 11 Juli 1995 SK Menperin 5. dan Pengawasan Mutu Produk di Lingkungan Depperindag. Peraturan Pemerintah. 3. Penetapan Jenis-Jenis Industri dalam Pembinaan Masing-Masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pembinaan Izin Bidang Industri dan Perdagangan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. 590/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 13 Oktober 1999 SK Menperindag . Sertifikasi. A I. Perubahan Kedua atas Keputusan No. No. Izin Perluasan. No. Persyaratan Teknis Industri dan Perdagangan Air Minum dalam Kemasan. No. 44/M/SK/3/1995 Tanggal 20 Maret 1995 Tentang Keterangan Standardisasi Nasional Prosedur Permohonan Pendaftaran dan Izin Pestisida. 275/MPP/Kep/6/1999 Tanggal 24 Juni 1999 No. 425/MPP/Kep/9/1998 Tanggal 10 September 1998 SK Menperindag 6.Sertifikasi. Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. 50/MPP/Kep/2/1997 Tanggal 20 Pebruari 1997 No. Akreditasi. SK Mentan 2. Nomor dan Tanggal Bidang Perindustrian Peraturan Pemerintah PP Nomor 102 tahun 2000 Tanggal 10 November 2000 SK Menteri No. 11. No. 384/MPP/Kep/8/1999 Tanggal 18 Agustus 1999 SK Menperindag SK Menperindag 12. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di lingkungan Depperindag. dan Tanda Daftar Industri. No.108/MPP/Kep/5/1996 tentang Standardisasi. Sertifikasi. Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan. 1. 108/MPP/Kep/5/1996 Tanggal 22 Mei 1996 No. Standardisasi. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di lingkungan Depperindag. 1. SK Menperindag 10. 589/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 13 Oktober 1999 SK Menperindag 13. Pengawasan dan Pengendalian Produksi. 171/M/SK/8/1993 Tanggal 18 Agustus 1993 No. 280/Kpts/Um/6/73 Tanggal 11 Juni 1973 No.Lampiran 1 Daftar Undang-Undang. SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 9. dan Pejabat Eselon I yang Mengatur Perizinan/Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan No. Keputusan Menteri. II. Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. Industri Kendaraan Bermotor. 167/MPP/Kep/5/1997 Tanggal 28 Mei 1997 No. 108/MPP/Kep/5/1996 tentang Standardisasi. Keputusan Presiden. Perubahan Pasal 23 Keputusan Menperindag No.359/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 8 Oktober 1997 No.

No. 1. 01/BAPPEBTI/KP/ IV/99 Tanggal 20 April 1999 No. No. 01-3751-2000/ Rev. 631/SJ/SK/VIII/1999 Tanggal 23 Agustus 1999 Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Penunjukan Lembaga sebagai Laboratorium Penguji Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka Tata Cara dan Persyaratan Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor Perubahan atas Keputusan Sekjen No. 407/-SJ/VI/1996 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Perizinan Pialang Berjangka.027/SK/DJ-ILMEA/XII-/1999 Tanggal 8 Desember 1999 No. No. 2 Tahun 1981 Tanggal 2 Pebruari 1981 UU No. 1. 323/MPP/Kep/11/2001 Tanggal 20 November 2001 Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan (SNI 01.1995 dan Revisinya) Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya) Perubahan Atas Keputusan Menperindag No. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 14. Perubahan Atas Keputusan Menperindag No. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka.No. 3 Tahun 1982 Tanggal 01 Pebruari 1982 Pergudangan Metrologi Legal Wajib Daftar Perusahaan . Wakil Penasihat Berjangka. 9. 153/MPP/Kep/5/2001 Tentang Penerap an Secara Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai SK Menperindag Bahan Makanan (SNI. 337/MPP/Kep/11/2001 Tanggal 30 November 2001 17. 2. 007/SK/DJ-ILMEA/ VII/1999 Tanggal 24 Juli 1999 No. Surat Edaran Dirjen IKAH Surat Edaran Sekjen B. 4. 153/MPP/Kep/5/2001 Tanggal 2 Mei 2001 No. 5. Pengelola Sentra Dana Berjangka. 2. 3. 07/BAPPEBTI/KP/X/1999 Tanggal 28 Oktober 1999 SK Kepala Bappebti 7. No. No.37512000/Rev. 119/SJ/II/2001 Tanggal 19 Februari 2001 SK Dirjen ILMEA 8. Pedoman Teknis Pendaftaran Tipe. I. 442/MPP/Kep/5/2002 Tanggal 23 Mei 2002 SK Menperindag II. 337/MPP/Kep/11/2001 Tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya) SK Menperindag 16. Keputusan. 677/SJ/SK/IX/1996 Tanggal 24 September 1996 No. 407/SJ/SK/VI/1996 Tanggal 21 Juni 1996 No. 682/Dirjen-IKAH/XII/1999 Tanggal 31 Desember 1999 No. Penasihat Berjangka. 1995 dan Revisinya) SK Menperindag 15. Bidang Perdagangan Undang-Undang UU No. Wakil Pialang Berjangka. SK Pejabat Eselon I No. 11 Tahun 1965 Tanggal 14 Juni 1965 UU No. 3.Penerapan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dan Pengimporan Kendaraan Bermotor Pembinaan Industri Minuman Beralkohol Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan SK Sekjen SK Sekjen SK Kepala Bappebti SK Dirjen ILMEA SK Sekjen 6.

77/Kp/III/1978 Tanggal 9 Maret 1978 No. No. 378/Kp/XI/1988 Tanggal 21 Nopember 1988 No. Penyederhanaan Ketentuan Masa Berlaku Angka Pengenal Impor Terbatas (APIT). Mendagkop 3. No. Terakhir dengan Keppres No. SK Mendagkop 4. dan Sewa (Renting) Biaya Retribusi Pengeluaran Formulir Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Survey Ketentuan-Ketentuan tentang Keagenan Tunggal Wajib Daftar Organisasi Usaha Niaga/ Asosiasi di Indonesia SK. 75/KP/I/1983 Tanggal 25 Januari 1983 No. PER-03/MEN/1990 Tanggal 14 Juni 1990 No. 295/M/SK/VII/1982 Tanggal 7 Juli 1982 No. Mendag SK Mendag Penyederhanaan Ketentuan-Ketentuan SK Mendag Pengakuan dan Pengurangan Pengakuan Keagenan Tunggal Kendaraan Bermotor dan Alat-alat Besar serta Keagenan Tunggal Alat-alat Elektronika dan Alat-alat Listrik untuk Rumah Tangga. 8/1997 Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. Keputusan Menteri No. 1. Keputusan.No. 1. SK. 6. 2. 16/1994 tentang APBN. Keputusan Menteri Tenaga Kerja 10. KEP-416/MEN/1990 Tanggal 2 Agustus 1990 Memberikan Izin Mempekerjakan Tenaga Peraturan Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang.Menteri Tenaga an Wewenang kepada Kepala Kanwil Depna. Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah. 476/Kp/IX/1981 Tanggal 7 September 1981 No. 2. 34/Kp/II/1980 Tanggal 1 Pebruari 1980 No. KEP-208/MEN/1992 Tanggal 13 Juni 1992 Prosedur Pemberian Izin Mempekerjakan Keputusan Tenaga Kerja WNA Pendatang dan Pelimpah. SK Mendag 8. SK. dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah. Direksi PT (Persero) Pengelola Kawasan Berikat Indonesia. 11. 7. Perizinan Kegiatan Usaha Sewa Beli (Hire Purchase). IV. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan II. Kepala Kanwil Depparpostel. III. 5. 16 Tahun 1994 Tanggal 22 Maret 1994 Keppres No. 428/M/SK/XII/1987 Tanggal 23 Desember 1987 Ketentuan mengenai Kegiatan Perdagangan Terbatas bagi Perusahaan Produksi Dalam Negeri Dalam Rangka Penanaman Modal. 9. 6 Tahun 1999 Tanggal 11 Januari 1999 Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan atas Keppres No. 24 Tahun 1998 Tanggal 14 Pebruari 1998 PP No. 155/Kp/IV/1980 Tanggal 22 April 1980 No. Menteri Tenaga Kerja Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/ MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing.Mendagkop SK. No. Jual Beli dengan Angsuran. Peraturan Pemerintah PP No.Kerja ker.Mendagkop 2. 1. 9 Tahun 1999 Tanggal 27 Januari 1999 Keputusan Presiden Keppres No. Direksi PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara. Ketentuan Tarif dan Pengelolaan Biaya Administrasi Wajib Daftar Perusahaan SK Mendag 12. 73/Kp/V/1993 Tanggal 27 Mei 1993 .

26. 27. 21. 22. 105/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 No. No. Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No. Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan.No. 62/MPP/Kep/2/2001 Prosedur Impor Limbah. 373/KMK. 230/MPP/Kep/7/1997 Tanggal 4 Juli 1997 SK Menperindag dan Mendagri SK Menperindag 15. 57 Tahun 1997 Tanggal 12 Mei 1997 No. 16. Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Pasar Modern Penyempurnaan Keputusan Menperindag No. No. 17.558/MPP/Kep/12/1998 Tanggal 4 Desember 1998 SK Menperindag SK Menperindag 30. 184/MPP/Kep/5/2000 Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan. 405/MPP/ Kep/11/1997 Penyelenggaraan Kemetrologian. No. 42/MPP/Kep/2/1997 tentang Penetapan PET Ketentuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu).360/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 8 Oktober 1997 No. 107/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 No. Penataan dan Pembinaan Pergudangan. 23. 231/MPP/Kep/7/1997 Tanggal 4 Juli 1997 No. Penyempurnaan Keputusan Menperindag No 42/MPP/Kep 2/1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Ter tentu sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag No. No. SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 24. 25.420/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 31 Oktober 1997 No. 575/MPP/Kep/VIII/2002 Ketentuan Ekspor Kopi SK Menperindag 14. 20. 405/MPP/Kep/11/1997 tentang Penyempurnaan Keputusan Menperindag No. No. Ketentuan dan Tata Cara Pelaksana Usaha Waralaba Tata Cara Pemberian SIUP Minuman Beralkohol Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan Ketentuan Perizinan Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 13. 145/MPP/Kep/5/1997 No. 61/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 3 Februari 1998 No. 19.402/MPP/Kep/11/1997 Tanggal 3 Nopember 1997 No. 29/MPP/Kep/1/1999 Tanggal 22 Januari 1999 SK Menperindag . Keputusan. Pemberian Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Bahan Penolong & Bagian/Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar. No.01/1997 Tanggal 29 Juli 1997 No. 14/MPP/Kep/1/1998 Tanggal 19 Januari 1998 SK Menperindag SK Menkeu 18. 42/MPP/Kep/2/1997 Tanggal 13 Februari 1997 Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Sebagaimana Telah Di ubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 29. 108/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 28.12/MPP/Kep/1/1998 Tanggal 16 Januari 1998 No. 259/MPP/Kep/7/1997 Tanggal Juli 1997 No. Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagai mana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No.516/MPP/Kep/11/1998 Tanggal 5 Nopember 1998 No.

43. No. 172/MPP/Kep/5/2001 Tanggal 17 Mei 2001 No. 48. 441/MPP/Kep/5/2002 Tanggal 23 Mei 2002 40. sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/ Kep/2/2000. Ketentuan Kegiatan Usaha Penjualan Berjenjang.230/ SK Menperindag MPP/Kep/7/1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya. 46. Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tentang Angka Pengenal Importir (API) Tata Niaga Impor dan Peredaran Bahan Berbahaya Tertentu Pedoman Standar Perdagangan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian &Perdagangan Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag Nomor: 78/MPP/Kep/3/2001 Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan. 141/MPP/Kep/3/2002 Tanggal 6 Maret 2002 No.550/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 5 Oktober 1999 No. No. 35. 251/MPP/Kep/6/1999 Tanggal 11 Juni 1999 No. Perubahan Keputusan Menperindag No. No. 47. 41. 290/MPP/Kep/ 6/1999. SK Menperindag 34.No. 50/MPP/Kep/2/2000 Tanggal 25 Februari 2000 SK Menperindag 33. 311/MPP/Kep/10/2001 Tanggal 30 Oktober 2001 No. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Ketentuan Ekspor Pasir Laut SK Menperindag 39.192/MPP/Kep/6/2000 Tanggal 2 Juni 2000 Perubahan Keputusan Menperindag Nomor SK Menperindag 230/MPP/Kep/7/1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya. 121/MPP/Kep/2/2002 Tanggal 25 Februari 2002 No. Angka Pengenal Impor Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag No. No. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 31. SK Menperindag Perubahan Keputusan Menperindag No. 44. Keputusan. 253/MPP/Kep/7/2000 Tanggal 4 Juli 2000 No. Perubahan Keputusan Menperindag No. terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 42. SK Menperindag 32. No. 263/MPP/Kep/8/2001 Tanggal 31 Agustus 2001 No. 45. 49/MPP/Kep/2/2000 Tanggal 25 Februari 2000 No. 42/MPP/Kep/2/1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu (PET). Menperindag SK Menperindag SK Menperindag . 254/MPP/Kep/7/2000 Tanggal 4 Juli 2000 No. sebagaimana telah beberapa kali diubah. 253/MPP/Kep/7/2000 Persyaratan Impor Kendaraan Bermotor dalam Keadaan Utuh (CBU). 61/MPP/Kep/12/1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian. SK Menperindag SK Menperindag 36. SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK.78/MPP/Kep/3/2001 Tanggal 2 Maret 2001 No. Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK. 37. 111/MPP/Kep/2/2002 Tanggal 21 Februari 2002 No. 184/MPP/Kep/5/2000 Tanggal 29 Mei 2000 38. 202/MPP/Kep/5/1999 Tanggal 26 Mei 1999 Ketentuan dan Tata Cara Permohonan Fasilitas Dalam Rangka Pelaksanaan Perjanjian Basic Agreement on The ASEAN Industrial Cooperation. 73/MPP/Kep/3/2000 Tanggal 20 Maret 2000 No.

Menperindag SK. 50. 594/MPP/Kp/VIII/2002 Tanggal 16 Agustus 2002 SK Menperindag . Keputusan.No. 456/MPP/Kep/6/2002 Tanggal 10 Juni 2002 No. No. 558/MPP/Kep/12/1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor sebagaimana telah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag No. Nomor dan Tanggal No. 528/MPP/Kep/7/2002 Tanggal 5 Juli 2002 No. 575/MPP/Kep/VIII/2002 Tanggal 6 Agustus 2002 Tentang Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) Ketentuan Impor Cengkeh Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag No. Menperindag SK. 443/MPP/ Kep/5/2002 Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Penilaian Keterangan SK. 49. Menperindag 52. 51.

(021)3857338 E-Mail : djdagri@.Lampiran 2 DAFTAR NAMA DAN ALAMAT KANTOR PEJABAT PENERBIT IZIN DAN/REKOMENDASI SEKTOR INDUSTRI DAN PERDAGANGAN NO. III Jakarta Pusat Telp.id Direktur Jenderal Perdagang.go. 5255509 Pes.IV Jakarta Pusat Telp. 1103 Fax. Jl. 5251149. IX Jakarta Selatan Telp. 4049 Fax. Ridwan Rais No. 3858171-5 Pes.5255509 Pes.id 5. Mesin. 52-53 Lt.I. II Jakarta Selatan Telp. 2101. Direktur Jenderal Industri Logam.go. A.I. Gatot Subroto Kav. 5200700. 52-53 Lt. Ridwan Rais No.id 2. 3860940 3858171-5 Pes. Pejabat Departemen Perindustrian dan Perdagangan PUSAT Menteri Perindustrian dan Perdagangan Alamat 1.dprin. Direktur Jenderal Perdagang. 5 Blok I an Luar Negeri (PLN) Lt. M.VI Jakarta Pusat Telp. (021) 5250954. 3841961-2 Pes.go.id 3.Jl.M. 1104.(021) 3858204. Elektronika dan Aneka (ILMEA) 4. Gatot Subroto Kav.dprin. 3456318. Ridwan Rais No. (021) 5256458. Gatot Subroto Kav. 5 Blok I an Dalam Negeri (PDN) Lt.id Jl. Sekretaris Jenderal Jl.(021)3858183. 52-53 Lt II Jakarta Selatan Telp. (021) 5252978 E-Mail : djilmea@dprin. 5 Blok I Lt. Jend. Jend. 2300. . (021) 5250906 E-Mail : sj-indag@dprin. 1001.I. 1192 Fax. 4001 Fax.go. M. 1200 Fax.go. 5255509 Pes. (021) 3846106 E-Mail : men-indag@. Jend. (021) 3858191 E-Mail : djdaglu@. 4003 Fax. (021) 5201606 Jl. (021) 5251127.Jl. (021) 3848667.

Fax.I. 27 . Ridwan Rais No.dprin. (021) 3858194 E-Mail : diri-daglu@. Ridwan Rais No. 1156 Fax. (021) 3858194 . M. (021) 3453114 E-Mail : dirbup-dagri@dprin. Imam Bonjol No. M.go.I. Direktur Metrologi 10. 5 Blok II Lt.dprin. (022) 4203597. Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi 9. 3858171-5 Pes. 3156369 E-Mail : kabappebti@dprin. Direktur Impor . Ridwan Rais No.id Jl. 5 Blok I Lt. XX Jakarta Selatan Telp. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan 12.dprin.id 7. 3858171 – 5 Pes. Ridwan Rais No.I. Pejabat Direktur Jenderal Kerja sama Industri dan Perdagangan Internasional (KIPI) Alamat Jl. 61 Jakarta Pusat Telp. 5 Blok II Lt. M. IX Jakarta Pusat Telp. 4233930. 5 Blok II Lt.Bandung Telp. 52-53 Lt.I.go.V Jakarta Pusat Telp. (021) 3858185 E-Mail : djklipi@.id Jl.go. M. IX Jakarta Pusat Telp. 3858171 Pes.go. 3858171-5 Pes. 5 Blok I Lt.I. 1145 Fax.go. 3156369. Jend.3156365 Fax. 1155 Fax. (021) 3458329. Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan 11. Pasteur No. (021) 3858201.go. 5255509 Pes.NO. Direktur Ekspor Produk Industri 13.dprin.(021)3858185. 1108.id Jl. (021) 3458329 E-Mail : dirppk-daglu@. V Jakarta Pusat Telp. (021) 3858188 . Ridwan Rais No. VIII Jakarta Pusat Telp. 6. (021) 5252690 E-Mail : kapustan@dprin. Gatot Subroto Kav.1192 Fax.id Jl.id Jl.id Jl. (021) 5252690.go. 2129. (021) 3858207 E-Mail : dirpip-daglu@. 3858171-5 Pes. 1131 Fax. 4075 Fax.id Gedung Bumi Daya Plaza Lantai IV Jl. (022) 4207035 E-Mail : dirm-dagri@dprin.go. M. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) 8.

23300 Fax. M. 28. Bengkulu Telp. (0761) – 28066 E-mail : kakw-riau@dprin.go. 6. Palembang Telp. Bandar lampung Telp.go. (0651) 29464.I. 63. (061) 4525655. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Utara 3.go.id 2. (0736) 21275.id Jl. 21287 Fax. (021) 3450071 E-Mail : dirfei-daglu@. (021) 45848014 E-mail : kakw-dki@dprin. Pejabat Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Alamat Jl. 14. (061) 4150067 E-mail : kakw-sumut@dprin. Kepala Dinas Perindag Propinsi DKI Jakarta .(021)3450071. Jend.Sudirman No.id Jl.id Jl. (0741) 62627 E-mail : kakw-jambi@dprin.go.id Jl. 23. Putri Hijau No. 21. 37192 Fax. 23343 E-mail : kakw-sumbar@dprin. VIII Jakarta Pusat Telp. Kapten A.go.dprin.id Jl. (0751) 21829. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Barat 4. Parman No. (0651) 29464 E-mail :kakw-aceh@dprin. Kepala Dinas Koperindag Propinsi Lampung 9. 1169Fax. Pocut Baren No. Padang Telp.go. (0761) – 22900.3858171-5 Pes. 350302 E-mail : kakw-sumsel@dprin.go. Ridwan Rais No. Perintis Kemerdekaan BGR 1/3 Kelapa Gading . Kepala Dinas Perindag Propinsi Riau Kepala Dinas Perindag Propinsi Jambi 6.go. 350302 Fax. (0741) 62320. S.id Jl.id DAERAH 1. (0736) 26272 E-mail : kakw-bengkulu@dprin. 62842 Fax. 4525566 Fax. Cut Mutia No. Medan Telp. Kepala Dinas Perindag Propinsi Bengkulu 8.NO. (021) 45848012 Fax. 487311 Fax. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Selatan 5. Pekanbaru Telp. 22716 Fax. Kepala Dinas Perindag Nangroe Aceh Darussalam Jl. Banda Aceh Telp.go. Jambi Telp.11.47. (0711) – 350408. 23 – B.go. Pepaya No.(0711) – 310447.id Jl. (0721) 481440 E-mail : kakw-lampung@dprin. 65529. (0721) 487310. 35408. 21028. (0751) 37192. Rivai No. 7.Jakarta Utara Telp. 5 Blok II Lt.id Jl. Letjen Suprato No.

454935 E-mail : kakw-sulteng@dprin. (0431) 851423 E-mail : kakw-sulut@dprin. Makasar Telp. (0511) 54219. (0561) 766128 E-mail : kakw-kalbar@dprin.772480 E-mail : kakw-kalsel@dprin. 133.go.id Jl.id Jl. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Kalimantan Timur 18.A. 17.8311707 Fax.21512 E-mail : kakw-kalteng@dprin. Asia Afrika No. (0451) 454564. (022) 4230929. (0561) 766127. Tololiu Supit No. 563892 Fax. Yos Sudarso . 41 Banjarmasin Telp.421630 Fax. (0536) 29819.772075 Fax. 732610 Fax. Basuki Rachmat No.I. Manado Telp. Panjaitan No. 8433967 Fax. Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Selatan 17.id Jl. (0511) 54219. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Selatan . Pejabat Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Barat Alamat Jl. 55.323515 Fax.21650 Fax. Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Timur 14. Yogyakarta 13. (0411) 324367 E-mail : kakw-sulsel@dprin. Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Barat 15. 4204022 E-mail : kakw-jabar@dprin. (0541) 742482. 3. Bandung Telp.8316738.go.go. Palu Telp. (0411) 323368. Semarang Telp. (031) 8432417 E-mail : kakw-jatim@dprin. (022) 4230929. 4. (0541) 742495 E-mail : kakw-kaltim@dprin.(024)8311708.id 11. 25.id Jl.go. (0431) 851756.id Jl.NO. R.go. Kartini No.(0451) 425265. Pontianak Telp. (031) 8432417. 747161 Fax.id Jl. 514207 E-mail : kakw-diy@dprin.id Jl. Kepala Dinas Perindag Propinsi D.go.id Jl. Sultan Syahrir No.I. 851423 Fax. Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Tengah 12. Kusumanegara No.go.id Jl.go. Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Tengah 16. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Sulawesi Tengah 20. (024) 8313428.422330.go.8316887 E-mail : kakw-jateng@dprin. Ujung Pandang No. Pahlawan No. 146.go.go. Surabaya Telp. Siwalankerto Utara II/42. (0274) 514206. 54213.315650. Yogyakarta Telp. (0536) 29819.id Jl. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Utara 19. 10. Samarinda Telp. 2.Palangkaraya Telp. (0274) 512437. 4204021 Fax. D.

(0254) 201655 Fax. Letnan Jidun No. (0435) 831606 Fax. Langko No. (0361) 223095 E-mail : kakw-bali@dprin. (0380) 833144. 821054. Bangka Telp. Abdullah Silondae No.H. (0911) 352668. Kartini No.341005 Fax. Hajar Dewantoro No. Kepala Dinas Perindag Propinsi Bali 23.id Jl.go. (0361) 223096. (0370) 623290.633736 E-mail : kakw-ntb@dprin. (0717) 92176.NO.go. Yani No. 92249 Fax. 832832 Fax. Lalamentik Oepoi. (0380) 833144 E-mail : kakw-ntt@dprin. Pejabat Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Tenggara Alamat Jl. 25 . Stadion No. . A. (0921) 328568 Jl. 7 Sungai Liat. 4 A Kapandean.A. Ternate Maluku Utara Telp. (0401) 321783 E-mail : kakw-sultra@dprin.Denpasar . Ambon Telp. Kepala Dinas Perindag Propinsi Papua 27. (0717) 92242 22. 116.go. Raya Puputan Niti Mandala Renon.id Jl.go. 223097 Fax. 532604 E-mail :kakw-irja@dprin. Kepala Dinas Perindag Propinsi Maluku 26. (0401) 321783. Matahari No.id Jl. Kepala Dinas Perindag dan Koperasi Propinsi Maluku Utara Kepala Dinas Perindagkop PKM dan Penanaman Modal Propinsi Bangka 30. Kepala Dinas Perindagkop naker Propinsi Gorontalo 29. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Banten 28. K. (0254) 201655 Jl.id Jl. Kepala Dinas Perindag Propinsi Nusa Tenggara Timur 25. Serang. 5 . 61. Telp. 16. (0435) 831607 Jl.J. 531435 Fax. Kupang Telp. (0967) 534231. (0911) 341005 E-mail : kakw-maluku@dprin. (0370) 633646. 50.go. Gorontalo Telp. Mataram Telp. 321593 Fax.go.id Jl. 633736 Fax. Kepala Dinas Perindag Propinsi Nusa Tenggara Barat 24.id Jl. Kendari Telp. (0967) 531054. H. R. W.Bali Telp.Jayapura Telp. 21.

7806213 Telpfax. Tanjung. Priok . 462456 Perwakilan (Jakarta) : Jl. (0778) 462047. Raya Cakung-Cilincing Km. AUP.Jakarta Utara 14140 Telp. Komisi Pestisida . Bina Perlindungan Tanaman Lab. (021) 44820909 Fax. Pasar Minggu Jakarta Selatan Telp. (021) 44820223 D/a. D. (0778) 462240. Gedung D lantai VIII Jl. (021) 8580038 2.NO. 24 Kebon Nanas . Dit. 462048 Fax. 85800034 Fax. (021) 8580043. 7816086 Kantor Pusat Pertanian. Kawasan Berikat Nusantara Jl. 5. Pasar Minggu Jakarta Selatan 3. Pejabat Alamat Otorita Batam Kantor Pusat : Gedung Bida Batam Centre Batam Telp.Jakarta Timur 13410 Telp. 8580009-11.I. PT. Departemen Pertanian Jl. (021) 7819117. 3. Lain-Lain 1. 7805652. Harsono RM No. 462462. Panjaitan Kav.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful