P. 1
Manual Izin

Manual Izin

|Views: 1,488|Likes:
Dipublikasikan oleh didayanti

More info:

Published by: didayanti on Apr 17, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

Sections

  • Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Perluasan
  • Izin Industri Minuman Beralkohol
  • Izin Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
  • Tanda Daftar Industri (TDI)
  • Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan
  • Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor
  • Wajib Daftar Perusahaan (WDP)
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW)
  • Izin Usaha Pasar Modern (IUPM)
  • Tanda Pendaftaran Gudang
  • Surat Pengakuan Keagenan Tunggal
  • Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi
  • Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T)
  • Surat Tanda Pendaftaran Keagenan
  • Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian
  • Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor
  • Izin Tipe (IT) UTTP Asal Impor
  • Izin Reparasi UTTP
  • Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Kopi
  • Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya
  • Izin Ekspor Tekstil
  • Surat Keterangan Asal (SKA)
  • Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu
  • Angka Pengenal Importir (API)
  • Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK)
  • Pengakuan Importir Umum Limbah
  • Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru
  • Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar)
  • Ketentuan Impor Cengkeh
  • Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB)

PETUNJUK MENGURUS IZIN DAN REKOMENDASI Sektor Industri dan Perdagangan

Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Website : http:\\www.dprin.go.id

Daftar Isi
Pengantar Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Departemen Perindustrian dan Perdagangan ...................... Sambutan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan ...................... Bab I Izin dan Rekomendasi di Bidang Perindustrian • • • • • • • • • • Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Perluasan ................. Izin Industri Minuman Beralkohol ................................. Izin Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ..... Tanda Daftar Industri (TDI) .......................................... Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) ............................................... Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) .............................................. Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan ....... Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum - Persyaratan Keselamatan ......... Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor ...... Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika ........ Rekomendasi Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika .............................. Rekomendasi untuk Mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B - 3 .......................................... 11 18 20 22 24 28 31 33 34

5

7

41

43 44
1

.......................... 73 Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (IP3A) ................................................. 101 ... 86 Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) .... Rekomendasi Pembebasan Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Penolong dan Bagian/Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar . Jual beli dengan Angsuran dan Sewa ........................................... 89 Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) ............................... 46 51 52 53 Bab II Izin dan Rekomendasi di Bidang Perdagangan • • • • • • • • • • • • • • • • • 2 • Wajib Daftar Perusahaan (WDP) ........................................................ 91 Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian ...... 99 Izin Tipe (IT) UTTP Asal Impor ............. Persetujuan untuk Dapat Mengikuti Skema AICO (Asean Industrial Cooperation) ........................................ 72 Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) ............... Takaran..... 94 Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor ............................................................................................................................... 76 Tanda Pendaftaran Gudang ................. 80 Izin Usaha Sewa Beli (Hire Purchase)...................................................................... Rekomendasi Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru ................................... 82 Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi .......................... 68 Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) ..... 84 Rekomendasi Izin Kerja (RIK) Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) Khusus untuk Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing ................................................................ 79 Surat Pengakuan Keagenan Tunggal ..................................... 64 Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB) ............Timbangan dan Perlengkapannya) ........ 59 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ...................................• • • • Rekomendasi Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya. 97 Surat Izin Tanda Pabrik (Ukuran.............. 88 Surat Tanda Pendaftaran Keagenan .

......................................................... Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka ............. Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka .................................................. Peraturan Pemerintah........... Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) ................................ Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya ............................................... Keputusan Presiden. Keputusan Menteri.............................. Wakil Penasihat Berjangka........................................................................................................ Pengakuan Importir Umum Limbah ..............• • • • • • • • • • • • • • • • • • Izin Reparasi UTTP ................... dan Pejabat Eselon I yang Mengatur Perizinan/Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan Daftar Nama dan Alamat Kantor Pejabat Penerbit Izin dan/ Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan • 3 .. Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) . Angka Pengenal Importir (API) .............................. Surat Keterangan Asal (SKA) ........................................................ Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Kopi ........................................................................................ Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka.... Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu) ........................ Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru ........ Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) ........ Izin Usaha Pialang Berjangka.................. Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka .. Pengakuan Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) ............ 103 104 108 110 113 128 132 133 135 137 142 144 146 148 149 152 155 157 Lampiran-lampiran • Daftar Undang-undang.......... Ketentuan Impor Cengkeh .. Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu .................... Izin Ekspor Tekstil ..........

.

Buku tersebut akan terus mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu disesuaikan dengan perkembangan dan kebijakan industri dan perdagangan agar isi yang disajikan tetap up to date. dalam kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak. Menyadari akan hal itu. Akhirnya. Ditengah situasi dan kondisi yang dihadapi bangsa kita yang belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi sekarang ini. khususnya dunia usaha dalam pelayanan informasi.PENGANTAR Diantara tugas dan fungsi Biro Umum dan Hubungan Masyarakat yang harus diperankan. peran Humas kian menjadi penting dan strategis dalam hal menyajikan berbagai informasi yang terkait dengan kebijakan dan langkah-langkah yang telah dan akan ditempuh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. adalah bagaimana Humas mampu memposisikan dirinya sebagai penghubung yang dapat menjembatani kepentingan antara pemerintah dan masyarakat. Jakarta. dengan harapan dapat memberi manfaat bagi pengembangan sektor industri dan perdagangan di tanah air. Oktober 2002 Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat FAUZI AZIZ 5 . khususnya Biro Hukum dan Organisasi yang telah membantu hingga terbitnya buku ini. Biro Umum dan Hubungan Masyarakat menerbitkan buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan yang merupakan penyempurnaan buku yang sama terbitan tahun 2000.

.

Kendala yang bersifat eksternal adalah akibat masih rendahnya pertumbuhan ekonomi dunia. dengan prioritas utama yang berbasis sumber daya alam dalam negeri. masalah ketenagakerjaan serta keterbatasan program pembiayaan di sektor riil akibat lambatnya restrukturisasi perbankan dan perusahaan. ekonomi biaya tinggi. khususnya 7 . karena keberadaan buku ini akan memberi kemudahan bagi masyarakat. pemerintah mengambil langkah-langkah jangka pendek dan menengah. telah menyebabkan pertumbuhan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi kebutuhan pasar kerja. terutama negara-negara tujuan ekspor Indonesia yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan dunia usaha di tanah air. dengan memberikan berbagai kemudahan bagi dunia usaha. Untuk itu. khususnya dunia usaha untuk memahami berbagai peraturan perizinan yang menyangkut bidang industri dan perdagangan. Sektor industri dan perdagangan yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional tengah menghadapi berbagai kendala eksternal dan internal. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan dan meningkatkan kinerja sektor industri dan perdagangan. seperti kurangnya jaminan keamanan dan kepastian hukum. Kita menyadari bahwa situasi dan kondisi negara kita hingga saat ini belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi yang telah berlangsung lebih kurang lima tahun. Sedangkan kendala internal.SAMBUTAN SEKRETARIS JENDERAL Saya menyambut gembira diterbitkannya buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan yang diprakarsai oleh Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Upaya tersebut saya nilai positif.

Oktober 2002 SEKRETARIS JENDERAL HARIYANTO EKOWALUYO 8 .pada cabang-cabang industri yang dapat memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Jakarta. Dengan diterbitkannya buku Petunjuk Mengurus Izin dan Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan ini diharapkan dapat dijadikan panduan bagi dunia usaha dalam menjalankan usahanya.

Bab I Izin dan Rekomendasi di Bidang Perindustrian 9 .

10 .

IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip diharuskan bagi perusahaan industri yang jenis industrinya tidak tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 tanggal 11 Juli 1995 tentang Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya Tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta Tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan.000. setelah memenuhi ketentuan yang berlaku di Kawasan Industri/Kawasan Berikat.000. Izin Usaha Industri (IUI) Pengertian Izin Usaha Industri (IUI) adalah izin yang wajib diperoleh untuk mendirikan perusahaan industri dengan nilai investasi perusahaan seluruhnya di atas Rp 200.Izin Usaha Industri (IUI) dan Izin Perluasan 1. tetapi wajib membuat Surat Pernyataan (Formulir SP-1). IUI terdiri atas dua jenis yakni IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip dan IUI Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip.(tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). pengadaan. atau Tidak Berlokasi di Kawasan Industri/Kawasan Berikat. 11 . berlokasi di Kawasan Industri/Kawasan Berikat yang memiliki izin. dengan keterangan sebagai berikut : • IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip diberikan kepada Perusahaan Industri untuk langsung dapat melakukan persiapan-persiapan dan usaha pembangunan. • IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip diberikan kepada perusahaan industri yang .. pemasangan instalasi/peralatan dan lain-lain yang diperlukan.

IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip a. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. • Melampirkan fotokopi NPWP . 12 . Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999. Untuk memperoleh Persetujuan Prinsip : • Mengisi formulir Model Pm-I . Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenisjenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. • Melampirkan fotokopi Akte Pendirian Perusahaan.- jenis industrinya tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 (seperti tersebut di atas) yang berlokasi di dalam atau di luar Kawasan Industri/ Kawasan Berikat yang memiliki izin. • • • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1.

Wilayah dan Lingkungan Hidup Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Untuk memperoleh Izin Usaha Industri (IUI) : • Mengisi formulir model Pm-III . • Formulir Model Pm-II (informasi pembangunan proyek) . • Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM . 13 . • Surat Pernyataan memproduksi pupuk sesuai hasil analisis laboratorium . b. • Foto Copy izin UU Gangguan atau AMDAL Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pupuk : • Izin Industri yang akan berdiri perlu rekomendasi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Wilayah dan Lingkungan Hidup. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. • Fotokopi Persetujuan Prinsip . • Fotokopi KTP/Nama Direksi dan Dewan Komisaris . • Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan dari Kepala Pusat Sumber Daya. • Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan dari Kepala Pusat Sumber Daya. • Melampirkan fotokopi NPWP . • Fotokopi Izin Lokasi . • Fotokopi UKL dan UPL atau SPPL . Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pestisida: • Surat Rekomendasi pembuatan bahan aktif pestisida atau formulasi pestisida yang dikeluarkan oleh Komisi Pestisida .Persyaratan khusus/tambahan untuk industri pupuk : • Hasil uji laboratorium (sampel pupuk) dari Balai Pertanian setempat . • Fotokopi IMB . • Surat Keterangan dari Balai Pertanian setempat bahwa sampel pupuk sedang dalam pengujian di lapangan .

• Peredaran dan pengawasan oleh Komisi Pestisida . serta peredaran dan pengawasannya . Tembusan izin ditujukan ke Direktorat Jenderal IKAH. IUI • • • • • Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi Formulir Model SP-I dan SP-II. Surat keterangan uji lapangan dan nomor pendaftaran dari Departemen Pertanian. Industri pupuk diperlukan : Surat keterangan uji laboratorium yang diakreditasi .• Departemen Pertanian. 14 . Formulir Model Pm-II (informasi pembangunan proyek). Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Persyaratan khusus/tambahan industri pestisida : • Untuk industri yang akan berdiri diperlukan rekomendasi dari Komisi Pestisida . Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan yang telah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM. Menteri Pertanian mengenai pendaftaran dan pemberian izin bahan aktif pestisida atau izin sementara formulasi pestisida. Melampirkan fotokopi NPWP. Persyaratan khusus/tambahan untuk industri crumb rubber : • Surat Rekomendasi dari Direktorat Jenderal Perkebunan. Departemen Kehutanan yang menyatakan tentang jaminan kontinuitas suplai bahan baku karet (BOKAR). Fotokopi IMB. • Industri pestisida diperlukan nomor pendaftaran pestisida yang tercantum pada SK. 2.

Persetujuan Prinsip Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip a. Biaya Pengurusan Untuk mengurus IUI. Persetujuan Prinsip bukan merupakan izin untuk melakukan produksi komersial. 2. Izin Usaha Industri IUI Melalui Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Izin ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Sekretaris Jenderal Depperindag bagi industri yang berada di Kawasan Industri. Dalam 15 . Kepala Dinas Depperindag Tingkat Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang perindustrian. baik IUI Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip. Izin ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip IUI Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima dan melakukan pemeriksaan ke lokasi perusahaan. dengan masa berlaku selama-lamanya 4 tahun. b. tidak dikenakan biaya. dibuktikan dengan berita acara pemeriksaan.

Perluasan lebih dari 30% dari kapasitas produksi yang telah diizinkan dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memiliki Izin Perluasan apabila : • Perluasan yang dilaksanakan masih dalam lingkup jenis industri yang tercantum dalam IUI-nya . Ketua BKPM bagi industri yang berstatus PMA/PMDN. baik yang Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip. 16 . • Hasil produksinya dimaksudkan untuk pasaran ekspor meskipun jenis industri tersebut dinyatakan tertutup bagi Penanaman Modal. Izin Perluasan Pengertian Setiap perusahaan industri yang telah memiliki IUI. Kepala Otorita Batam bagi industri yang berlokasi di Batam (Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 44/M/SK/3/1995 tanggal 20 Maret 1995 tentang Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. penerbitan IUI dilaksanakan oleh Kantor Depperindag. Izin Perluasan tidak diperlukan apabila : • Perluasan yang dilaksanakan masih dalam lingkup jenis industri yang tercantum dalam IUI-nya . • Penambahan kapasitas produksi sebesar-besarnya 30% di atas kapasitas produksi yang diizinkan . guna disahkan melalui penerbitan Izin Perluasan. Kegiatan perluasan ini wajib diberitahukan secara tertulis selambat-lambatnya 6 bulan sejak dimulainya produksi kepada pejabat yang mengeluarkan IUI yang telah dimiliki perusahaan tersebut. yang hendak melakukan perluasan industrinya wajib memperoleh Izin Perluasan. • Jenis industrinya terbuka bagi Penanaman Modal.• • hal belum terbentuknya Dinas Tingkat Kabupaten/Kota. 2.

17 . Rencana Perluasan Industri. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Melampirkan Isian formulir model SP-IV dan SP-V . Melampirkan Isian formulir model PM-V dan PM-VI . • Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. IUI • • • • • IUI • • • • Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi formulir model Pm-IV . 2.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/ 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenisjenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan . Izin Usaha Industri . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Perluasan dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Bukti telah memenuhi persyaratan lingkungan terhadap AMDAL/UKL dan UPL. Izin Perluasan berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. Rencana Perluasan Industri . Tanpa Melalui Tahap Persetujuan Prinsip : Mengisi formulir model SP-III . Izin Usaha Industri .

walaupun investasi seluruhnya. Industri Minuman Beralkohol ini termasuk industri yang perlu diawasi dan dikendalikan karena dampaknya yang dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat. pindah lokasi dan lain-lain. Agro dan Hasil Hutan (Ditjen IKAH). bagi Industri Minuman Beralkohol yang akan melakukan pembaharuan izin. Bagi Industri Minuman Beralkohol Golongan A. B dan C yang sudah tidak beroperasi lagi. Kewenangan pembinaan industri minuman keras. anggur dan sejenisnya serta malt dan minuman mengandung malt tetap berada di Direktorat Jenderal Industri Kimia. tidak dikenakan biaya. kurang dari Rp 1 miliar. perubahan/ penggantian pemilik. Oleh karena itu.Biaya Pengurusan Untuk mengurus Izin Perluasan. Izin Industri Minuman Beralkohol Pengertian Industri Minuman Beralkohol adalah perusahaan industri yang memproduksi minuman beralkohol di dalam negeri. Izin Usaha Industri dan Surat Tanda Pendaftaran Industri Kecil (STPIK)/Tanda Daftar 18 . penyelesaian perizinannya memerlukan rekomendasi/persetujuan terlebih dahulu dari Direktur Jenderal IKAH. di luar tanah dan bangunan tempat usaha. penggabungan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Pejabat yang mengeluarkan Izin Perluasan adalah sama dengan pejabat yang mengeluarkan IUI yang telah dimiliki perusahaan yang bersangkutan. baik yang Melalui Tahap Persetujuan Prinsip maupun Tanpa Melalui Persetujuan Prinsip.

diarahkan berada di kawasan yang peruntukannya untuk industri yang sesuai dengan RUTR wilayah yang ditetapkan oleh Pemda setempat atau mendapat persetujuan dari Bupati/Walikota Kepala Daerah yang bersangkutan. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 171/M/SK/8/1993 tanggal 18 Agustus 1993 tentang Pedoman Pengarahan Lokasi bagi Kegiatan Industri . dilarang untuk dipindahtangankan. PPn-BM dan Cukai). 19 . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). apabila akan melakukan relokasi. Industri Minuman Beralkohol yang berlokasi di daerah yang belum memiliki Kawasan Industri. Dokumen UKL/UPL. Surat Edaran Dirjen IKAH Nomor 682/DIRJEN-IKAH/ XII/1999 tanggal 31 Desember 1999 tentang Pembinaan Industri Minuman Beralkohol. Laporan Realisasi Produksi dua tahun terakhir disertai dengan pembayaran cukai (PPN. Sertifikat Tanda Penggunaan SNI. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Impor. Surat Persetujuan dari Bupati/Walikota. diganti dan/atau dipindahkan lokasinya. Izin Usaha Industri atau STPIK/TDI dimaksud dicabut serta dinyatakan tidak berlaku. Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.Industri (TDI) yang telah diperoleh. Keputusan Menperindag Nomor 359/MPP/Kep/10/ 1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Produksi. • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • Izin Usaha Industri. diperbaharui.

Industri AMDK termasuk industri yang tidak tercakup dalam SK Menteri Perindustrian Nomor 148/M/SK/7/1995 tanggal 11 Juli 1995 tentang Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya Tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta Tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • • Direktur Jenderal Industri Kimia. Agro dan Hasil Hutan. 20 . Izin Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Pengertian Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) adalah air yang telah diolah/diproses dan dikemas serta aman untuk di konsumsi. Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. dan berlaku selama perusahaan tersebut masih beroperasi. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Industri Minuman Beralkohol dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah semua persyaratan lengkap dan benar diterima. Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. sehingga pemberian izinnya harus melalui Persetujuan Prinsip terlebih dahulu. Pada Daftar Negatif Investasi (DNI) tertutup bagi PMA dan PMDN. Penerbitan Izin diperlukan hanya untuk industri yang pindah lokasi atau pindah kepemilikan.

Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 167/MPP/Kep/5/1997 tanggal 28 Mei 1997 tentang Persyaratan Teknis Industri dan Perdagangan Air Minum Dalam Kemasan. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Izin Industri AMDK dikeluarkan selambat-lambatnya 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Agro dan Hasil Hutan. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Kimia. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Surat Izin Pengeboran (SIP)/Surat Izin Penurapan dan Izin Pengambilan Air (SIPA) dari Dinas Pertambangan dan/atau Surat Keterangan/Perolehan Bahan Baku dari PDAM setempat bahwa bahan baku berasal dari sumber mata air yang belum diolah. Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. 21 .Rencana lokasi pabrik AMDK harus berada di lokasi yang peruntukannya sesuai dengan RUTR dan/atau berada dekat mata air yang muncul secara alamiah di atas permukaan tanah.

tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri.(lima juta rupiah) sampai dengan Rp 200.000.. 5. • • 22 .. kecuali bila dikehendaki oleh perusahaan yang bersangkutan. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. dengan nilai investasi perusahaan seluruhnya sebesar Rp. 5.000..(lima juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.000. tidak wajib memperoleh TDI.000.000.Tanda Daftar Industri (TDI) Pengertian Tanda Daftar Industri (TDI) adalah izin yang diperlukan untuk melakukan kegiatan industri dalam Kelompok Industri Kecil sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Keputusan Menteri Perindustrian dan perdagangan Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 590/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999. Perusahaan Industri Kecil yang nilai investasinya di bawah Rp.(dua ratus juta rupiah).000.

• •

Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/ SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 perihal Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan.

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Mengisi Formulir Model Pdf.I-IK dan Pdf.III-IK.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku TDI dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. TDI berlaku selama perusahaan yang bersangkutan beroperasi. Biaya Pengurusan • Untuk Pengurusan TDI ini tidak dikenakan biaya.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota yang bertang-gung jawab di bidang perindustrian. Dalam hal belum terbentuknya Dinas Tingkat Kabupaten/Kota, penerbitan TDI dilaksanakan oleh Kantor Depperindag. Kepala Otorita Batam apabila lokasinya di Batam, sesuai Surat Keputusan Menteri perindustrian Nomor 44/M/SK/ 3/1995 tanggal 20 Maret 1995 tentang Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri dan Surat Pendaftaran Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. Ketua BKPM bagi Perusahaan yang berstatus PMA/PMDN.

23

Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI)
Pengertian Setiap pendirian Perusahaan Kawasan Industri yang melakukan kegiatan pengusahaan kawasan industri wajib memperoleh izin, yang terdiri atas Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI). Untuk memperoleh IUKI diperlukan Tahap Persetujuan Prinsip, yang diberikan kepada Perusahaan Kawasan Industri untuk mengajukan permohonan izin lokasi, melakukan persiapan penyediaan tanah, perencanaan, penyusunan rencana tapak tanah di Kawasan Industri dan pembangunan, pengadaan prasarana dan sarana Kawasan Industri. Luas Kawasan Industri sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) hektar. Bagi Perusahaan Kawasan Industri yang memiliki luas kawasan lebih dari 20 (dua puluh) hektar, IUKI-nya diberikan secara bertahap dengan ketentuan pemberian IUKI yang pertama kali minimal seluas 20 (dua puluh) hektar. Tanah yang telah dimiliki oleh satu perusahaan atau beberapa perusahaan yang luasnya sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hektar dan berada di dalam Kawasan Peruntukan Industri serta sudah dimanfaatkan untuk kegiatan industri, dapat ditetapkan sebagai Kawasan Industri. Setiap Perusahaan Kawasan Industri yang akan melakukan perluasan areal Kawasan Industri wajib memperoleh IPKI. IPKI diberikan secara langsung apabila Perusahaan Kawasan Industri yang bersangkutan telah memperoleh IUKI dengan ketentuan : • lokasinya berbatasan dengan lokasi Kawasan Industri yang telah diizinkan ; • lahan yang direncanakan sebagai areal perluasan telah dikuasai ; • berada dalam kawasan peruntukan industri.

24

Apabila perluasan Kawasan Industri tidak berbatasan dengan lokasi Kawasan Industri yang telah diizinkan dan atau lahan yang direncanakan sebagai areal perluasan belum dikuasai, maka permintaan Izin Perluasan dimulai dengan permintaan Persetujuan Prinsip. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/Kep/2/1997 tanggal 20 Februari 1997 tentang Tata Cara Pemberian Izin Usaha Kawasan Industri dan Izin Perluasan Kawasan Industri. Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Penetapan Jenis-jenis Industri Dalam Pembinaan Masing-masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pemberian Izin Bidang Industri dan Perdagangan di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 233/MPP/Kep/6/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang Perubahan Lampiran Atas Keputusan Menperindag Nomor 589/MPP/Kep/10/1999. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Keputusan Menperindag Nomor 263/MPP/Kep/8/2001 tanggal 31 Agustus 2001 tentang Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001.

• • •

Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Persetujuan Prinsip : • • • • • Mengisi formulir model PMK-I ; Melampirkan fotokopi akte pendirian perusahaan ; Nomor Pokok Wajib Pajak ; Sketsa rencana lokasi (Desa, Kecamatan, Kabupaten/ Kota dan Propinsi) ; Surat pernyataan dari perusahaan Kawasan Industri bahwa rencana lokasi terletak dalam kawasan peruntukan industri

25

Fotokopi IMB . Melampirkan Izin Lokasi . Pemeriksaan lapangan atas dokumen dilakukan oleh Tim Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Lapangan (BAPL).berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Fotokopi HGB. Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) : • • • • • • Melampirkan formulir model PMK-II (informasi pembangunan proyek) . • 3. minimal telah tersedia jalan masuk ke Kawasan Industri. RKL dan RPL . 26 . Fotokopi ANDAL. jaringan jalan dan saluran air hujan dalam Kawasan Industri serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bagi Kawasan Industri sesuai dengan AMDAL-nya . Site plan (rencana tapak tanah) yang telah disahkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan RTRW. Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) : • • • • • • • • • Mengisi formulir Model PMK-IV . Susunan Direksi dan Komisaris Perusahaan. Studi ANDAL RKL dan RPL Kawasan Industri yang telah disetujui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota . IUKI yang bersangkutan . Tata tertib kawasan . Jadwal/target penyelesaian pembangunan prasarana dan sarana penunjang yang ada dalam Kawasan Industri dan sarana penunjang eksternal. Laporan kondisi lapangan untuk dapat dioperasikan. Bukti pembelian tanah sesuai izin lokasi . Peta rencana peruntukan lahan . 2.

Masa berlaku IPKI adalah sesuai dengan masa berlaku IUKI yang dimiliki Perusahaan Kawasan Industri bersangkutan. Biaya Pengurusan Pengurusan Persetujuan Prinsip. Persetujuan Prinsip Persetujuan dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. • Bagi perusahaan Kawasan Industri yang berstatus PMA : berlaku selama 30 tahun. masing-masing selama 2 tahun. IUKI IUKI diberikan dalam waktu 33 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. IPKI. IUKI dan IPKI tidak dikenakan biaya. Masa berlaku persetujuan ini adalah selama 4 tahun dan dapat diperpanjang dua kali. Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Masa berlaku IUKI adalah sebagai berikut : • Bagi perusahaan Kawasan Industri yang berstatus Non PMA/PMDN dan yang berstatus PMDN: berlaku selama perusahaan yang bersangkutan melakukan kegiatan pengusahaan kawasan industri . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal bagi Perusahaan Kawasan Industri yang berstatus PMA/PMDN. 2. 3. IPKI diberikan dalam waktu 14 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. 27 . sepanjang masih memenuhi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1.

dengan keterangan sebagai berikut : • SNI secara wajib (SNI-Wajib) diterapkan untuk produk yang berkaitan dengan kepentingan keselamatan dan kesehatan konsumen. Perusahaan yang produknya termasuk SNI-Wajib harus mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI. Sertifikasi Produk diberikan kepada perusahaan yang telah mampu menghasilkan suatu produk dengan mutu yang konsisten sesuai dengan SNI. Tanda SNI adalah tanda sertifikasi produk yang dibubuhkan pada barang. 28 . kemasan atau label yang menyatakan bahwa barang dan/atau jasa tersebut memenuhi persyaratan SNI. proses produksi dan pengendalian mutu produk sesuai dengan pedoman DSN.Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) Pengertian Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standar yang ditetapkan dan diberlakukan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan setelah mendapat persetujuan dari Dewan Standardisasi Nasional (DSN) dan berlaku secara nasional di Indonesia. • SNI secara sukarela (SNI-Sukarela) di kemudian hari dapat ditetapkan secara wajib atas pertimbangan teknis maupun ekonomis dan pertimbangan lainnya. SNI dapat diterapkan secara wajib atau sukarela. dan kelestarian lingkungan. yaitu pernyataan kemampuan oleh produsen berupa Surat Pernyataan Diri (Self Declaration) berdasarkan hasil pemeriksaan oleh produsen yang bersangkutan terhadap sarana produksi. Perusahaan yang hendak memperoleh Sertifikat Produk harus menggunakan salah satu dari modul sistem mutu sebagai berikut : • Modul I adalah Modul Jaminan Mutu Produk. pemakai produk atau masyarakat.

Modul III adalah Modul Jaminan Mutu Produksi. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9002. Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan No. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9001. Sertifikasi. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan jo Nomor 425/ MPP/ Kep/9/1998 jo Nomor 384/MPP/Kep/8/1999. Modul V adalah Modul Jaminan Mutu. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Desain Pengembangan Produksi. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan Standar Sistem Mutu yang diacu dan diakui selain dari SNI seri 19-9000. Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan Nomor 407/SJ/SK/VI/1996 tanggal 21 Juni 1996 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian dan Perdagangan Nomor 631/SJ/SK/VIII/1999 tanggal 23 Agustus 1999. Pemasangan dan Pelayanan. Modul IV adalah Modul Jaminan Mutu Menyeluruh. Pemasangan dan Pelayanan. Dasar Hukum • • Peraturan Pemerintah RI Nomor 102 tahun 2000 tanggal 10 November 2000 tentang Standardisasi Nasional. Keputusan Menperindag Nomor 108/MPP/Kep/5/1996 tanggal 22 Mei 1996 tentang Standardisasi. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Inspeksi dan Pengujian Akhir. yaitu pernyataan kemampuan produsen berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9003. Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Produksi. 677/SJ/SK/IX/1996 tanggal 24 September 29 • • .• • • • Modul II adalah Modul Jaminan Mutu Produk.

• Sertifikat hasil uji atas contoh produk yang masih berlaku beserta label contoh uji dan berita acara pengambilan contoh atau Sertifikat Inspeksi Teknis. Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI. 2. Bagi Pengguna Modul II. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi. IV dan V Mengajukan surat permohonan dan melampirkan : • Daftar isian permohonan Produk Pengguna Tanda SNI dan lampiran yang dipersyaratkan . Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji. 30 . Bagi Pengguna Modul I Mengajukan surat permohonan dan melampirkan : • Daftar isian permohonan Produk Pengguna Tanda SNI dan lampiran yang dipersyaratkan . Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. III.1996 tentang Penunjukan Lembaga sebagai Laboratorium Penguji. • Sertifikat hasil uji atas contoh produk yang masih berlaku beserta label contoh uji dan berita acara pengambilan contoh atau Sertifikat Inspeksi Teknis. Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan. • Sertifikat Sistem Mutu dari Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu yang terakreditasi . • Surat pernyataan diri tentang kesesuaian (Self Declaration) .

Tepung terigu sebagai bahan makanan yang diperdagangkan di dalam negeri baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari impor wajib memenuhi persyaratan (SNI 01. yang meliputi : a. Pusat Standardisasi dan Akreditasi bertanggung jawab atas pelaksanaan pengawasan penggunaan Tanda SNI. Perusahaan industri yang memproduksi tepung terigu sebagai bahan makanan wajib menerapkan Standar Nasional Indonesia Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan dan wajib mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan tanda SNI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. pengawasan sistem mutu.1995 dan revisinya). pengawasan mutu produk yang terdiri dari pengambilan contoh dan pengujian produk yang dilakukan oleh laboratorium uji yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi. b. Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan Pengertian Tepung terigu merupakan bahan karier yang potensial untuk fortifikasi karena tepung terigu banyak digunakan untuk membuat berbagai produk makanan yang dikonsumsi masyarakat. 31 .3751-2000/ Rev.

Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI.1995 dan Revisinya) • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI Tepung Terigu dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi. Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan.153/MPP/Kep/5/2001 tanggal 2 Mei 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan (SNI 01.323/MPP/Kep/11/2001 tanggal 20 November 2001 tentang Perubahan Atas Keputusan Menperindag No.3751-2000/Rev.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag No.1995 dan Revisinya) Keputusan Menperindag No. 32 .153/MPP/Kep/5/2001 tanggal 2 Mei 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu sebagai Bahan Makanan (SNI 01. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi. Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji.3751-2000/Rev.

• pengawasan mutu produk yang terdiri dari pengambilan contoh dan pengujian produk yang dilakukan oleh laboratorium uji yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Lampu SWA Ballast untuk pelayanan pencahayaan umumPersyaratan Keselamatan yang diperdagangkan di dalam negeri baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari impor wajib memenuhi persyaratan (SNI 04-6504-2001 dan revisinya). Perusahaan industri yang memproduksi lampu swa ballast wajib menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Lampu SWA Ballast untuk pelayanan pencahayaan umum persyaratan keselamatan dan wajib mempunyai Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Wajib SNI Lampu SWA Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan UmumPersyaratan Keselamatan Pengertian Lampu SWA Ballast merupakan lampu listrik yang menghemat energi dan banyak digunakan masyarakat. Keputusan Menperindag Nomor 442/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Perubahan Atas Keputusan • 33 . Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 337/MPP/Kep/11/2001 tanggal 30 November 2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan UmumPersyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya). Pusat Standardisasi dan Akreditasi bertanggung jawab atas pelaksanaan pengawasan penggunaan Tanda SNI yang meliputi : • pengawasan sistem mutu.

termasuk sepeda motor beroda tiga. Biaya Pengurusan Biaya yang diperlukan untuk memperoleh Sertifikat ini adalah berdasarkan ketentuan Laboratorium Penguji. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi. 34 . Kendaraan bermotor roda empat meliputi : a. Kendaraan dengan kapasitas tempat duduk di atas 10 orang (bus) . Lembaga Assesment/ Lembaga Inspeksi Teknis yang bersangkutan. Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor Pengertian Kendaraan bermotor terbagi atas 2 (dua) kelompok : a Kendaraan bermotor roda empat (mobil) .Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya).Menperindag Nomor 337/MPP/Kep/11/2001 tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI Lampu Swa Ballast dikeluarkan dalam waktu 14 hari kerja setelah ketentuan dan persyaratan kelengkapan SNI dipenuhi. Sertifikat ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi ketentuan SNI. b Kendaraan bermotor roda dua ( sepeda motor ).

Tanda Pendaftaran Tipe diterbitkan berdasarkan atas kelengkapan dan kebenaran dokumen. Kendaraan angkutan barang.b. termasuk angkutan barang yang menggunakan roda tiga. tanpa melihat phisik kendaraan yang bersangkutan dan bukan merupakan izin impor. Kendaraan penumpang dengan penggerak roda 4 x 2 . Uji tipe adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian atau komponen-komponen kendaraan bermotor dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebelum kendaraan bermotor tersebut dibuat. Kendaraan penumpang dengan kapasitas tempat duduk sampai dengan 10 orang . Sedan atau station wagon . b. Sertifikat uji tipe adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. c. dirakit atau diimpor secara massal. 35 . c. Departemen Perhubungan sebagai bukti bahwa kendaraan bermotor yang bersangkutan telah lulus uji tipe. Pendaftaran tipe adalah pendaftaran spesifikasi teknis dari tipe kendaraan bermotor tertentu yang akan diproduksi atau akan diimpor. Tanda Pendaftaran Tipe untuk keperluan produksi adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian untuk keperluan produksi kendaraan bermotor. Kendaraan penumpang dengan penggerak roda 4 x 4. Jenis kendaraan penumpang dengan kapasitas tempat duduk sampai dengan 10 orang adalah : a. Tipe kendaraan adalah nama teknis dan/atau nama dagang yang diberikan kepada jenis kendaraan dengan spesifikasi tertentu oleh pabrik pembuatnya.

Penjelasan teknis adalah dokumen asli berisi penjelasan teknis atas kendaraan bermotor yang didaftarkan tipenya. yang selanjutnya dapat diperdagangkan atau dipakai sendiri. Keputusan Direktur Jenderal ILMEA Nomor 015/SK/DJILMEA/X/2001 tanggal 26 Oktober 2001 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor.Tanda Pendaftaran Tipe untuk keperluan uji tipe adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian dari kendaraan yang akan diimpor. yang selanjutnya akan digunakan sebagai kendaraan untuk diuji tipe atau sebagai contoh produksi dengan jumlah 1 (satu) unit. Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/Kep/2/2000 tanggal 25 Februari 2000 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 290/MPP/Kep/6/1999. Kendaraan bermotor yang dapat diimpor adalah kendaraan bermotor dalam keadaan baru yang diproduksi selama-lamanya 2 (dua) tahun sebelum pengimporan dan belum pernah didaftarkan di negara lain. Tanda Pendaftaran Tipe keperluan impor adalah surat bukti telah melakukan pendaftaran tipe/varian dari kendaraan bermotor yang akan diimpor. Keputusan Direktur Jenderal ILMEA Nomor 017/SK/DJILMEA/XI/-2001 tanggal 9 Nopember 2001 tentang • • 36 . Penjelasan teknis dibuat oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan/Research and Development (R & D) dari produsen atau prinsipal kendaraan bermotor yang bersangkutan. Dasar Hukum • • • Keputusan Menperindag Nomor 275/MPP Kep/6/1999 tanggal 24 Juni 1999 tentang Industri Kendaraan Bermotor. Keputusan Menperindag Nomor 49/MPP/Kep/2/2000 tanggal 25 Februari 2000 tentang Persyaratan Impor Kendaraan Bermotor dalam Keadaan Utuh (CBU).

Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor untuk Keperluan Impor Perusahaan importir kendaraan bermotor yang mengajukan permohonan Pendaftaran Tipe/Varian Kendaraan Bermotor wajib untuk : • Mengisi formulir isian permohonan pendaftaran tipe dan varian dan perubahan tipe kendaraan bermotor .Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Kode Perusahaan Dalam Rangka Penerapan Nomor Identifikasi Kendaraan Bermotor (NIK). Pendaftaran Tipe Varian Kendaraan Bermotor Rakitan Dalam Negeri Perusahaan Industri Perakitan Kendaraan Bermotor yang mengajukan permohonan pendaftaran tipe/varian kendaraan bermotor untuk tujuan perakitan wajib untuk : • Mengajukan surat permohonan pendaftaran tipe/varian . • Gambar dan spesifikasi teknis dari tipe yang didaftarkan. • Fotokopi tanda lulus uji tipe dari instansi yang berwenang . 37 . • Fotokopi bukti hak atas merek atau bukti pengajuan permohonan pendaftaran merek sesuai dengan ketentuan yang berlaku . • Mengisi formulir isian permohonan pendaftaran tipe dan varian dengan melampirkan fotokopi Izin Usaha Industri yang masih berlaku . • Fotokopi kode perusahaan dan NIK. • Rencana produksi tipe dan varian yang didaftarkan . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Pengajuan Permohonan Perusahaan industri yang akan memproduksi dan mengimpor kendaraan bermotor dan importir yang akan mengimpor kendaraan bermotor dalam keadaan jadi (CBU) diwajibkan untuk mendaftarkan tipe/varian dari kendaraan bermotor yang akan diproduksi atau diimpornya. berupa brosur asli ditambah penjelasan prinsipal jika perlu .

• •

• • • •

• • • •

38

Melampirkan penjelasan VIN/tanda bukti penerapan VIN minimal 9 (sembilan) digit karakter beserta penjelasannya, kecuali bagi negara-negara yang menerapkan sistem penomoran VIN tersendiri ; Atas impor 1 (satu) unit kendaraan dalam keadaan CBU untuk keperluan uji tipe harus menyebutkan nomor VIN lengkap ; Untuk VIN yang tidak mencantumkan tahun pembuatan, maka importir harus menyampaikan pernyataan tahun pembuatan yang diterbitkan oleh pabrik pembuat/prinsipal atau pemasok luar negeri ; Rencana impor dari tipe/varian yang didaftarkan tipenya ; Gambar/brosur asli yang berisi spesifikasi teknis dari tipe kendaraan yang didaftarkan ; Fotokopi tanda lulus uji tipe yang dilegalisir dari Departemen Perhubungan apabila tipe kendaraan bermotor yang akan diimpor populasinya melebihi 10 (sepuluh) unit ; Fotokopi tanda lulus uji tipe dari pabrik di negara pembuat atau negara asal impor, apabila tipe kendaraan bermotor yang akan diimpor populasinya sampai dengan 10 (sepuluh) unit per tipe ; Bagi keperluan uji tipe tidak diwajibkan melampirkan tanda lulus uji tipe, baik dari negara pembuat maupun negara asal impor ; Fotokopi Izin Usaha Industri atau SIUP, API atau APIT serta Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang telah dilegalisir oleh instansi penerbit dan masih berlaku; Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari perusahaan pemohon ; Surat pernyataan jaminan mutu dan layanan purna jual yang dibuat oleh importir dihadapan Notaris bagi tipe dan varian kendaraan bermotor yang diimpor disertai bukti kepemilikan bengkel atau kontrak kerjasama dengan bengkel ; Surat Keterangan Bank asli yang menyatakan bahwa perusahaan yang bersangkutan sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun berturut-turut adalah nasabah bank sebagai pengguna jasa perbankan dalam kegiatan usahanya yang memiliki kinerja yang baik. Apabila perusahaan yang bersang-

• •

kutan belum mencapai 3 (tiga) tahun sebagai nasabah bank, maka penanggungjawab perusahaan yang bersangkutan wajib untuk memberikan Surat Keterangan Bank atas nama dirinya dengan ketentuan sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) tahun berturut-turut adalah nasabah bank sebagai pengguna jasa perbankan yang memiliki kinerja baik ; Pernyataan harga FOB yang dibuat oleh importir yang bersangkutan dari tipe kendaraan yang akan diimpornya dengan dibubuhi materai yang cukup ; Menyampaikan realisasi impor bagi yang telah memperoleh tanda pendaftaran tipe dengan menggunakan format laporan.

Pengecualian Kewajiban Pendaftaran Tipe Impor kendaraan bermotor jadi (CBU) yang dikecualikan dari persyaratan Pendaftaran Tipe adalah kendaraan bermotor yang berasal dan atau dipergunakan untuk keperluan : a. Hibah dari pemerintah/negara asing atau lembaga swasta di luar negeri untuk pemerintah Republik Indonesia ; b. Khusus untuk ketentaraan/kepolisian negara dan atau protokoler kenegaraan c. Bantuan teknis dari pemerintah/negara asing atau bantuan lainnya untuk pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 1955 ; d. Mantan Duta Besar Republik Indonesia yang telah habis masa tugasnya, sebagai barang pindahan maksimum hanya 1 (satu) unit kendaraan bermotor jenis penumpang kurang dari 10 (sepuluh) orang; e. Kedutaan Besar/Perwakilan Negara Asing atau Badan Internasional berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1957 ; f. Impor sementara yang akan diekspor kembali setelah masa impor sementara tersebut berakhir ; g. Replika (produk contoh) yang tidak diperjual-belikan ; h. Kendaraan berat (heavy duty truck) dengan GVW lebih dari 24 ton dan tidak dipergunakan di jalan umum serta tidak memerlukan STNK seperti dinyatakan dalam pernyataan perusahaan.

39

Pengecualian dari kewajiban TPT dinyatakan melalui Surat Direktur Jenderal Industri Logam,Mesin, Elektronika dan Aneka yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan Ditlantas Polri. Pengecualian tersebut di atas tidak berlaku, apabila kendaraan bermotor yang diimpor tersebut dipindah-tangankan dan atau diperjual-belikan di dalam negeri, dan untuk kendaraan berat apabila digunakan di jalan umum. Tipe atas kendaraan bermotor yang semula dikecualikan dari kewajiban pendaftaran tipe sebagaimana diatur di atas dan tipe atas kendaraan bermotor hasil lelang yang menjadi milik negara yang dilengkapi dengan bukti-bukti lengkap dari instansi yang berwenang wajib didaftarkan di Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Tanda Pendaftaran Tipe atau Varian Kendaraan Bermotor, diterbitkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya permohonan pendaftaran tipe/varian yang telah memenuhi persyaratan secara lengkap dan benar. Permohonan dianggap batal dengan sendirinya apabila dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya surat permintaan kelengkapan persyaratan, tidak dipenuhi oleh perusahaan pemohon. Biaya Pengurusan Pengurusan Tanda Pendaftaran Tipe dan Varian ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi •
40

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka.

Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 547/MPP/Kep/7/2002 tanggal 24 Juli 2002 tentang Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam 41 . baik yang berasal dari produk dalam negeri maupun impor. memberikan perlindungan kepada konsumen pemilik produk teknologi informasi dan elektronika. diperdagangankan untuk digunakan atau dimanfaatkan oleh konsumen yang berada di wilayah Republik Indonesia. b. c. menciptakan dan meningkatkan persaingan usaha yang sehat di bidang produk teknologi informasi dan elektronika.Pedoman Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika Pengertian Produk teknologi informasi dan elektronika yang beredar di pasar adalah produk teknologi informasi dan elektronika yang ditawarkan. Petunjuk Penggunaan (Manual) adalah petunjuk/cara menggunakan produk teknologi informasi dan atau elektronika. meningkatkan produksi teknologi informasi dan elektronika dalam negeri. Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi dalam Bahasa Indonesia bagi produk teknologi informasi dan elektronika bertujuan untuk : a. dipromosikan. diiklankan. Kartu Jaminan/Garansi adalah kartu yang menyatakan tersedianya pelayanan purna jual dan suku cadang produk teknologi informasi dan elektronika.

Contoh kartu jaminan/garansi dalam Bahasa Indonesia yang sekurang-kurangnya memuat informasi tentang : • ongkos perbaikan gratis selama masa garansi . • jaminan ketersediaan sukucadang . Masa berlaku tanda/surat pendaftaran adalah selama produsen atau importir yang bersangkutan menghasilkan produk elektronika yang didaftarkan. • • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Tanda pendaftaran ini diberikan selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah persyaratan permohonan secara lengkap dan benar diterima. 42 . khusus bagi produk teknologi informasi dan atau elektronika yang dipersyaratkan mempunyai NPIK. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • Mengajukan permohonan dengan menggunakan Formulir Model MG-1. Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) bagi produsen . Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . • petunjuk perbaikan/pemeliharaan . • masa berlaku sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun. Melampirkan Isian Formulir Pendaftaran Model MG-2 . • spesifikasi produk.• Bahasa Indonesia bagi Produk Teknologi Informasi dan Elektronika. Surat pernyataan jaminan pelayanan purna jual dan tersedianya suku cadang bermeterai . Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Angka Pengenal Impor (API) atau Angka Pengenal Impor Terbatas (API-T) bagi importir dan Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK). Contoh petunjuk penggunaan (manual) dalam Bahasa Indonesia yang sekurang-kurangnya memuat informasi tentang : • petunjuk operasi penggunaan .

Ditjen Perdagangan Dalam Negeri dan Kepala Pusat Data dan Informasi. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Bupati/walikota setempat dan tembusan disampaikan kepada Direktur Bina Pengawasan Barang Beredar dan Jasa. Rekomendasi Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika Pengertian Pembebasan bea masuk 0% (nol persen) untuk mengimpor bahan baku/sub komponen/bahan penolong dalam rangka pembuatan komponen elektronika dapat diberikan kepada Produsen komponen elektronika. khusus bagi produk dalam negeri disampaikan juga kepada Direktur Industri Teknologi Informasi dan Elektronika. Dirjen Industri Logam.01/1997 tanggal 31 Desember 1997 tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku/Sub Komponen/Bahan Penolong untuk Pembuatan Komponen Elektronika 43 . Mesin. Ditjen ILMEA. Elektronika dan Aneka. apabila yang bersangkutan telah memperoleh rekomendasi dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan cq. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Keuangan Nomor 659/KMK.Biaya Pengurusan Pengurusan pendaftaran ini tidak dikenakan biaya. namun pembebanan biaya pendaftaran hanya untuk biaya penggantian pengadaan formulir pendaftaran.

Daftar mesin-mesin peralatan produksi untuk mebuat komponen elektronika. Surat pernyataan bahwa bahan baku/komponen/bahan penolong tersebut dibutuhkan untuk produksi. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. dan guna mendapatkan persetujuan untuk mengimpor sendiri Limbah Non B-3 yang diperlukan dalam proses produksi. Rekomendasi untuk Mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B-3 Pengertian Salah satu syarat untuk mendapatkan pengakuan sebagai Importir Produsen Limbah Non B-3. Elektronika dan Aneka. Mesin. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam. maka produsen yang bersangkutan terlebih dahulu harus memperoleh Rekomendasi dari Direktur Jenderal Industri 44 .Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Fotokopi Izin Usaha Industri/Persetujuan Prinsip. Rekomendasi ini berlaku selama 1 tahun. Form IKE-1 yang telah mencantumkan jenis bahan/sub komponen/bahan penolong yang dibutuhkan. Laporan ekspor/produksi. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi diterbitkan dalam waktu 5 hari kerja sejak berkas permohonan secara lengkap dan benar diterima.

Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya. 45 . Agro dan Hasil Hutan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan. Direktur Jenderal Industri Kimia. Mesin. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Industri Logam. Dasar Hukum Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang Yang Diatur Tata Niaga Impornya. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . sesuai dengan bidang usahanya. Rekomendasi ini berlaku untuk seumur hidup. yang telah diakui oleh Departemen Teknis dan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Mesin. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi untuk mendapatkan Pengakuan Importir Produsen Limbah Non B-3 dapat dikeluarkan maksimum 5 hari setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Agro dan Hasil Hutan Depperindag. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Depperindag atau Direktur Jenderal Industri Kimia.Logam. Elektronika dan Aneka. Elektronika dan Aneka.

10.000 46 . Agro dan Hasil Hutan : Nomor Pos Tarif 3102. Elektronika dan Aneka : Nomor Pos Tarif Jenis Barang Perak tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk : 7106.20.Bukan tempa .000 .Bubuk .000 Jenis Barang Pupuk Urea Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Industri Logam.000 4103.Setengah jadi 7102.10. Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya diperbolehkan jika sudah mendapatkan rekomendasi dari Direktur Pembina Teknis yang bersangkutan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan atau Instansi/Departemen lain yang terkait.92.91.Rekomendasi Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya Pengertian Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barang yang ekspornya hanya dapat dilakukan dengan Persetujuan Menteri Perindustrian dan Perdagangan atau pejabat yang ditunjuk.000 7106. Mesin. Barang yang Diawasi Ekspornya yang termasuk dalam pembinaan Departemen Perindustrian dan Perdagangan adalah sebagai berikut : Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Industri Kimia.

41.10. serutan dan lain-lain .Lain-lain Limbah dan skrap fero.Dalam bentuk gumpalan.900 .100 7108.Limbah dan skrap dari besi tuang .000 7404. serutan dan lain-lain Limbah dan skrap dari : .49.000 Ex.Tembaga .29.11.00. .Limbah dan skrap baja lainnya. selain dalam bentuk gram.000 7204.Limbah dan skrap dari baja dan paduan lainnya berbentuk .30.000 7108.Kuningan .000 7204.000 Pasir laut Jenis Barang 47 .Baja stainless.00.Serbuk .Aluminium 7204.Nomor Pos Tarif Jenis Barang Emas bukan tempa atau dalam bentuk bubuk : 7108.Limbah dan skrap baja lainnya gram.12.7407.Limbah dan skrap dari besi atau baja lapis timah . ingot hasil peleburan skrap besi atau baja (khusus yang berasal dari Wilayah Pulau Batam) 7204.000 7204.21.000 Dalam Pembinaan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri : Nomor Pos Tarif Ex 2505.12.000 .21.000 7602. ingot atau barang tuangan .90.000 7204.

apabila pengadaan pupuk urea untuk kebutuhan dalam negeri itu aman yang ditetapkan berdasarkan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi antara BUMN/Holding Industri Pupuk Nasional dengan Pemerintah. 2. Ekspor Pupuk Urea • Permohonan akan diterima. Keputusan Menperindag Nomor 441/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Ketentuan Ekspor Pasir Laut. b. Persyaratan Khusus : a. Persyaratan Umum : • Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP) atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Departemen Kehutanan. Ekspor Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue • Produsen Kulit Buaya bersangkutan harus memiliki izin penangkaran buaya dari Direktur Jenderal PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam). • Izin Usaha dari Departemen/Instansi Terkait berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemberitahuan resmi dari Asosiasi Produsen Kulit Buaya bahwa kebutuhan kulit buaya untuk konsumsi industri kulit dalam negeri sudah cukup atau tidak • 48 . • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). • Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/kep/VIII/ 2002. berdasarkan peraturan yang berlaku dari CITES.

000).100. • Kuasa Pertambangan Pengangkutan dan Penjualan. 7204.11. Untuk Ekspor Pupuk Urea : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 3 hari kerja setelah semua persyaratan lengkap dan benar diterima.12.diperlukan lagi. Pemberitahuan ini dikoordinasikan oleh Direktur Jenderal Industri Kimia.000).000.41. d.000). • Surat Izin Usaha Perdagangan (bagi non produsen).92. Ingot Hasil Peleburan Skrap Besi atau Baja. dan Ekspor Emas Bukan Tempa atau dalam bentuk Bubuk Emas lainnya (HS 7108.00.49. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. Ekspor Pasir Laut • Kuasa Pertambangan Eksploitasi . • Rekomendasi Gubernur dan/atau Bupati/Walikota dan keterangan yang menyatakan bahwa perorangan atau badan hukum yang mengajukan permohonan telah melunasi pembayaran kewajiban berupa pajak dan/atau pungutan lainnya termasuk yang terhutang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 7106. Tembaga (HS 7404. khususnya yang berasal dari wilayah Pulau Batam (HS 7204. dan Ekspor Limbah dan Skrap dari Baja Stainless (HS 7204. Masa berlaku 49 . 7204. 7108.29.000). Departemen Perindustrian dan Perdagangan.000. Agro dan Hasil Hutan. c. 7204. • Stock komoditi yang dimiliki.10. 7108.000. Kuningan (HS ex 7404.000.91. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).000.30. serta Ekspor Limbah dan Skrap Fero.00.000.900).000) : • Fotokopi Surat Izin Industri (bagi produsen) .21.12. dan Aluminium (HS 7602. 7204. Ekspor Perak tidak ditempa atau dalam bentuk lainnya (HS 7106.21. 7106.000.000).10.

3. Agro dan Hasil Hutan untuk rekomendasi ekspor Pupuk Urea dan Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue. Untuk Ekspor Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 7 hari kerja. Untuk Ekspor Limbah dan Skrap Fero : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 2 hari kerja. Sedangkan masa berlaku rekomendasi untuk BUMN pupuk ditentukan secara periodik tergantung dari rapat koordinasi Pemerintah. Untuk Ekspor Perak dan Emas : Rekomendasi dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja. Untuk Ekspor Pasir Laut : Masa berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang kembali. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • • Direktur Jenderal Industri Kimia. Mesin. dengan masa berlaku selama 1 tahun dan akan dievaluasi kembali. Elektronika dan Aneka untuk rekomendasi ekspor Perak dan Emas serta Limbah dan Skrap Fero. 2. Direktur Jenderal Industri Logam. Gubernur dan/atau Bupati/Walikota setempat untuk rekomendasi ekspor pasir laut. dengan masa berlaku selama 6 bulan. 4. dengan masa berlaku selama 6 bulan. 5.rekomendasi adalah 1 tahun khusus untuk industri pupuk swasta. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. 50 .

Rekomendasi Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru
Pengertian Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru yang dilarang impornya tetap dapat diimpor apabila perusahaan yang bersangkutan telah memperoleh izin dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan, cq Dirjen Perdagangan Luar Negeri, sepanjang untuk keperluan : • Relokasi pabrik secara utuh (bedol pabrik) atau ; • Satu kesatuan unit lengkap yang tidak mungkin dipisahpisahkan dari fungsinya semula atau ; • Penggunaan pada proyek pemerintah atau instansi pemerintah yang dibiayai dengan dana dalam negeri ataupun dana bantuan luar negeri. Untuk mengurus izin impor tersebut, perusahaan bersangkutan terlebih dahulu harus memperoleh rekomendasi dari Dirjen Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka, Depperindag. Dasar Hukum Keputusan Menperindag Nomor 172/MPP/Kep/5/2001 tanggal 17 Mei 2001 tentang Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Daftar jenis dan jumlah mesin peralatan yang akan diimpor, termasuk spesifikasi teknisnya ; Izin Usaha Industri dan Izin Usaha Konstruksi ; Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ; APIT/API-U/API-P ; Kontrak/Surat Perjanjian Kerjasama dengan proyek pemerintah/Instansi Pemerintah (untuk peralatan yang termasuk dalam daftar negatif).
51

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi dapat dikeluarkan dalam waktu 7 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Masa berlaku rekomendasi adalah sesuai dengan kontrak proyek bersangkutan. Biaya Pengurusan Pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka.

Rekomendasi Pembebasan Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Penolong dan Bagian/ Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar
Pengertian Impor bahan baku/bahan penolong dan bagian/komponen untuk perakitan mesin dan motor berputar diberikan pembebasan bea masuk sehingga besarnya sama dengan bea masuk bagian (part) yang berlaku untuk masing-masing mesin dan motor berputar. Pembebasan bea masuk hanya diberikan berdasarkan rekomendasi dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Dasar Hukum •
52

Keputusan Menteri Keuangan R.I. Nomor 373/KMK.01/1997 tanggal 29 Juli 1997 tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk

atas Impor Bahan Baku/Bahan Penolong dan Bagian/ Komponen Untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI) ; Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ; Daftar/Laporan realisasi impor tahun sebelumnya; Rencana impor ; Penggunaan produk lokal

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Rekomendasi ini diterbitkan paling lambat 7 hari kerja setelah permohonan dan persyaratan secara lengkap dan benar diterima. Masa berlaku rekomendasi adalah selama 1 tahun. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan rekomendasi ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka, Depperindag.

Persetujuan untuk Dapat Mengikuti Skema AICO (Asean Industrial Cooperation)
Pengertian Skema AICO (AICO Scheme) adalah skema kerjasama industri di Lingkungan ASEAN dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, industri dan investasi untuk menghadapi perdagangan bebas di Kawasan ASEAN.

53

Fasilitas dalam rangka kerjasama AICO dapat diberikan kepada perusahaan peserta di Indonesia yang berbentuk badan hukum. COE dikeluarkan oleh Sekretariat ASEAN dalam rangka pemberian fasilitas tarif. .Kerjasama AICO (AICO Agreement) adalah kerjasama yang dilakukan di antara sekurang-kurangnya dua negara anggota ASEAN. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Usaha Industri (IUI) atau Tanda Daftar Industri (TDI) . Dokumen atau bukti-bukti tentang kemitraan dalam melakukan saling memanfaatkan sumber daya. antara lain melalui penerbitan Certificate of Eligibility (COE). Surat kuasa sebagai pejabat yang berwenang atas nama perusahaan pemohon (apabila diajukan melalui kuasa) . didirikan dan melakukan kegiatannya di Indonesia. jumlah pegawai dan lain-lain. Investasi yang diperlukan dalam melaksanakan skema AICO . Profil perusahaan peserta yang antara lain mencakup informasi tentang jenis produk. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 202/MPP/Kep/5/1999 tanggal 26 Mei 1999 tentang Ketentuan dan Tata Cara Permohonan Fasilitas Dalam Rangka Pelaksanaan Perjanjian Basic Agreement on the ASEAN Industrial Cooperation. Penjelasan yang lebih spesifik tentang manfaat yang diperoleh perusahaan bila berpartisipasi dalam skema AICO . Perusahaan bersangkutan dapat memperoleh hak istimewa. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • 54 Mengisi formulir permohonan AICO dengan melampirkan : Latar belakang dan motivasi perusahaan dalam mengikuti skema AICO . hubungan industri yang saling melengkapi atau kerjasama industri . dengan satu atau lebih perusahaan peserta di masing-masing negara.

Biaya Pengurusan Untuk mengurus persetujuan ini tidak dikenakan biaya. Direktur Jenderal Pembina Industri yang bersangkutan. Persetujuan ini berlaku selama perusahaan yang bersangkutan memenuhi kriteria dan persyaratan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat persetujuan bahwa perusahaan peserta dapat mengikuti skema AICO diberikan selambat-lambatnya 44 hari kerja setelah yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. 55 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Kerjasama Industri dan Perdagangan Internasional.

.

Bab II Izin dan Rekomendasi di Bidang Perdagangan .

.

Koperasi. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah Tanda Daftar yang diberikan oleh Kantor Pendaftaran Perusahaan kepada perusahaan yang telah didaftarkan. KPP Tingkat I adalah Kantor Dinas Departemen Perindustrian dan Perdagangan Tingkat Propinsi selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan pada Daerah Tingkat I. dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari Kantor Pendaftaran Perusahaan.Wajib Daftar Perusahaan (WDP) Pengertian Setiap perusahaan. Perusahaan adalah meliputi bentuk usaha Perseroan Terbatas (PT). Daftar Perusahaan adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan Undang-Undang WDP dan atau peraturan-peraturan pelaksanaannya. wajib didaftarkan dalam Daftar Perusahaan. Firma (Fa). Perorangan dan perusahaan lain yang melaksanakan kegiatan usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan atau laba. KPP Tingkat Pusat adalah Direktorat Pendaftaran Perusahaan pada Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan pada Tingkat Pusat. Kantor Pendaftaran Perusahaan (KPP) adalah unit kerja di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan selaku penyelenggara Wajib Daftar Perusahaan baik di Tingkat Pusat maupun di Daerah Tingkat I dan Daerah Tingkat II. 59 . Persekutuan Komanditer (CV). termasuk perusahaan asing yang berkedudukan dan menjalankan usahanya di wilayah Negara Republik Indonesia dan telah memiliki izin.

Bagi PT yang telah mendapatkan pengesahan Badan Hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM : • Fotokopi akta pendirian perseroan. • Fotokopi akta perubahan pendirian perseroan (apabila ada). Nomor 327/MPP/Kep/7/1999 tanggal 14 Juli 1999 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 12/ MPP/Kep/1/1998 tentang Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan. Keputusan Mendag Nomor 73/Kep/V/1993 tanggal 27 Mei 1993 tentang Ketentuan Tarif dan Pengelolaan Biaya Administrasi WDP. Keputusan Menperindag Nomor 12/MPP/Kep/1/1998 tanggal 16 Januari 1998 tentang Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan jo. Untuk Pengurusan TDP : a. Daftar Perusahaan merupakan sumber informasi resmi tentang perusahaan untuk semua pihak yang bersangkutan dalam rangka menjamin kepastian berusaha. TDP bukan merupakan izin. 60 .KPP Tingkat II adalah Kantor Dinas Departemen Perindustrian dan Perdagangan Tingkat Kabupaten/Kota selaku penyelenggara dan pelaksana Wajib Daftar Perusahaan pada Daerah Tingkat II. • Asli dan fotokopi data akta pendirian perseroan yang diketahui Departemen Kehakiman dan HAM. wajib pula dilaporkan/didaftarkan. seperti perubahan anggaran dasar dan pengurus perusahaan. Perubahan-perubahan yang terjadi yang berkaitan dengan TDP. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Dasar Hukum • • • UU Nomor 3 Tahun 1982 tanggal 1 Februari 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan.

• Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Bagi • • • • perusahaan berbentuk Koperasi : Fotokopi akta pendirian koperasi. b. • Fotokopi KTP atau paspor Direktur Utama/ penanggungjawab perusahaan. 61 . • Fotokopi surat permohonan pengesahan badan hukum dari notaris kepada Menteri Kehakiman dan HAM dan bukti pembayaran administrasi proses pengesahan badan hukum dari Departemen Kehakiman dan HAM. c. d. Bagi CV : • Fotokopi akta pendirian perusahaan. Fotokopi surat pengesahan sebagai badan hukum dari pejabat yang berwenang. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pengurus perusahaan.• • • Asli dan fotokopi keputusan pengesahan PT sebagai badan hukum. Fotokopi KTP pengurus koperasi. • Fotokopi data akta pendirian perseroan. • Fotokopi Izin Usaha/surat keterangan yang dipersamakan. Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Fotokopi KTP atau paspor Direktur Utama/ penanggungjawab perusahaan. • Fotokopi akta perubahan pendirian perseroan (apabila ada). Bagi PT yang sedang dalam proses pengesahan Badan Hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM : • Fotokopi akta pendirian perseroan.

Bagi PT yang berubah Ang garan Dasar (AD)-nya dan memerlukan persetujuan Departemen Kehakiman dan HAM : • Asli dan fotokopi akta perubahan AD dan data akta perubahan AD yang disetujui Departemen Kehakiman dan HAM. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab perusahaan. • Fotokopi izin usaha atau surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pengurus perusahaan. • Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang dipersamakan dengan itu yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Bagi • • • Perusahaan Perorangan : Fotokopi akta pendirian perusahaan. g. Bagi Kantor Cabang/Pembantu/Perwakilan Perusahaan : • Fotokopi akta pendirian perusahaan/surat penunjukan/ surat keterangan yang dipersamakan sebagai kantor cabang/pembantu/perwakilan. Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab/pemilik.e. Bagi Fa. 62 . • Fotokopi KTP/paspor penanggungjawab perusahaan. h. • Asli dan fotokopi persetujuan AD perseroan. Bagi Perusahaan Lain : • Fotokopi akta pendirian perusahaan/surat keterangan lain yang menunjukan keberadaan perusahaan yang bersangkutan. Untuk Pengurusan Perubahan Daftar Perusahaan : a. 2. • Fotokopi izin usaha/surat keterangan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. : • Fotokopi akta pendirian perusahaan. f.

Asli dan fotokopi TDP. CV. Asli dan fotokopi TDP. Fa. Sedangkan perubahan TDP (apabila perubahan tersebut mengakibatkan penggantian TDP) adalah 5 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Bagi PT yang berubah pengurus perusahaannya yang harus diberitahukan kepada Departemen Kehakiman dan HAM : • • • Asli dan fotokopi Risalah/Berita Acara RUPS tentang perubahan pengurus/akta Risalah bermaterai/Berita Acara RUPS yang dibuat oleh Notaris. Bagi Koperasi.b. Masa berlaku TDP yang mengalami pergantian masih tetap/sesuai dengan masa berlaku TDP semula. Perseorangan dan Perusahaan lain : • • Asli dan fotokopi Risalah/Berita Acara/Keterangan sejenis tentang perubahan hal-hal yang didaftarkan. 63 . Bagi PT yang berubah AD-nya yang merupakan laporan pada Departemen Kehakiman dan HAM : • • • Asli dan fotokopi perubahan AD. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Proses penerbitan TDP adalah 10 hari kerja setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. d. c. Asli dan fotokopi laporan data akta perubahan AD perseroan yang telah diketahui dan diterima oleh Departemen Kehakiman dan HAM. Fotokopi bukti penerimaan pemberitahuan terjadinya perubahan dari Departemen Kehakiman dan HAM atau fotokopi bukti/resi pengiriman pemberitahuan tersebut melalui pos. Masa berlaku TDP adalah 5 tahun sejak diterbitkan dan wajib diperbaharui selambat-lambatnya 3 bulan sebelum masa berlaku habis. Asli dan fotokopi laporan tentang akta perubahan AD.

II.- Sedangkan pengurusan laporan/pendaftaran perubahan perusahaan tidak dikenakan biaya.Rp. 250. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan.000. adalah sebagai berikut : * * * * * Perseroan Terbatas Koperasi CV/Fa.Rp. 5. 64 . SIUP terdiri atas kategori sebagai berikut : • SIUP Kecil yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih Rp.000. 25. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota selaku Kepala KPP Tk.Rp. 200 juta di luar tanah dan bangunan. 50.000.Rp.000. BUMN/BUMD Perorangan : : : : : Rp.Biaya Pengurusan Biaya adminsitrasi untuk pendaftaran perusahaan ini. sesuai dengan bentuk perusahaannya. 100.000. Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan usaha perdagangan wajib memperoleh SIUP yang diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan dan berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia.

200 juta sampai dengan Rp.• • SIUP Menengah yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih Rp. tentang Ketentuan Standar Pemberian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). 65 . • Pedagang keliling. dan diurus. 500 juta di luar tanah dan bangunan. pedagang pinggir jalan atau pedagang kaki lima. Perusahaan yang dibebaskan dari kewajiban memperoleh SIUP adalah : • Cabang/perwakilan perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan mempergunakan SIUP perusahaan pusat. • Perusahaan kecil perorangan yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : tidak berbentuk badan hukum atau persekutuan. dijalankan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya atau dengan mempekerjakan anggota keluarganya/kerabat terdekat. 500 juta di luar tanah dan bangunan. SIUP Besar yang diterbitkan untuk perusahaan dengan modal disetor dan kekayaan bersih di atas Rp. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag 119/SJ/II/2002 tanggal 19 Februari 2002 perihal Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Perseroan Terbatas (PT) : • • Fotokopi akte notaris pendirian perusahaan. Fotokopi SK Pengesahan badan hukum dari Menteri Kehakiman dan HAM. pedagang asongan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 289/MPP/Kep/10/2001 tanggal 5 Oktober 2001.

66 Perusahaan Perorangan : • Fotokopi KTP pemilik/penanggungjawab perusahaan. Fotokopi KTP pemilik/penanggungjawab perusahaan. Fotokopi NPWP perusahaan.• • • • 2. Neraca perusahaan. Fotokopi NPWP perusahaan. Perusahaan Persekutuan : • • • • Fotokopi akte notaris pendirian perusahaan/akte notaris yang telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri. • 3. Neraca perusahaan. Koperasi : • • • • Fotokopi akte pendirian koperasi yang telah disahkan instansi yang berwenang. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Neraca perusahaan. • b.. Fotokopi NPWP perusahaan. . Fotokopi KTP pemilik/Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan. Bagi Perusahaan yang Tidak Berbentuk PT dan Koperasi a. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Fotokopi KTP pimpinan/penanggungjawab koperasi.

Fotokopi NPWP perusahaan. Cabang/Perwakilan Perusahaan : • • • • • Fotokopi SIUP Perusahaan Pusat yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang menerbitkan SIUP tersebut.• • • 4. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Per usahaan yang ditunjuk sebagai Perwakilan Perusahaan • • • • • Fotokopi SIUP dan TDP perusahaan yang menunjuk. Masa berlaku SIUP adalah selama perusahaan bersangkutan masih melakukan kegiatan perdagangan.. 5. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Waktu Pengurusan dan Masa Belaku SIUP dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja setelah Form Surat Permohonan (SP)-SIUP Model A diterima secara lengkap dan benar. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan SITU berdasarkan Undang-Undang Gangguan (HO). Fotokopi akte notaris atau bukti lainnya tentang pembukaan kantor cabang perusahaan. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (kantor pusat). Fotokopi KTP penanggungjawab kantor cabang perusahaan di tempat kedudukan kantor cabang bersangkutan. Fotokopi KTP penanggungjawab perusahaan. Salinan/fotokopi akte penunjukan perwakilan atau surat tentang penunjukan perwakilan. Neraca perusahaan. 67 . Fotokopi SIUP dan TDP perusahaan yang ditunjuk.

MB) adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan khusus Minuman Beralkohol golongan B dan C. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 359/MPP/Kep/10/1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Produksi. namun untuk pengurusan SIUP dikenakan biaya penggantian formulir SIUP. Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Keputusan Menperindag Nomor 360/MPP/Kep/10/1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Tata Cara Pemberian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Minuman Beralkohol.Biaya Pengurusan Untuk penerbitan SIUP tidak dikenakan biaya. Setiap perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan Minuman Beralkohol golongan B dan C serta Minuman Beralkohol yang mengandung rempah-rempah. Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB) Pengertian Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP. • 68 . Sedangkan perusahaan yang memperdagangkan Minuman Beralkohol A cukup memiliki SIUP dan tidak diwajibkan mempunyai SIUP-MB. jamu dan sejenisnya untuk tujuan kesehatan dengan kadar alkohol di atas 15% (lima belas persen) wajib mempunyai SIUP dan SIUP-MB. Impor. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat II Kabupaten/Kota setempat.

Surat izin kusus sebagai importir dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan. 69 . • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM. 2. • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM. • 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. • KTP penanggungjawab perusahaan.• Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. Surat penunjukan sebagai distributor Minuman Beralkohol dari industri Minuman Beralkohol dan atau dari importir Minuman Beralkohol. Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. Untuk Importir Minuman Beralkohol : • • • Mengisi formulir Model I (Surat permintaan SIUP-MB). Untuk Distributor Minuman Beralkohol : • • • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat (wilayah kedudukan distributor). diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. • Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

• 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. Surat izin toko bebas bea dari Menteri Keuangan. Untuk Penjual Langsung Diminum (Hotel. Untuk Pengecer/Toko Bebas Bea : • • • 5. 4. • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Untuk Sub Distributor Minuman Beralkohol : • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). • Surat penunjukan sebagai sub-distributor Minuman Beralkohol dari distributor Minuman Beralkohol . diwajibkan pula melampirkan dokumen : • Akte pendirian/perubahan perusahaan. • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Restoran. • Surat pengesahan pendirian perusahaan dari Departemen Kehakiman dan HAM. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan atau Izin Usaha Tetap hotel atau restoran dari Menteri Negara Kebudayaan 70 . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 3. Untuk meneliti kebenaran pengisian formulir Model I. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).• • • • Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Pub. Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). Bar. Klub Malam dan Tempat-tempat Tertentu) : • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). KTP penanggungjawab perusahaan. • KTP penanggungjawab perusahaan. 2 (dua) lembar pasfoto (3x4 cm) penanggung jawab perusahaan. • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat (wilayah kedudukan sub-distributor).

Rekomendasi dari Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II setempat. dan Pariwisata atau Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal. Untuk Penjual Langsung Diminum. Khusus Hotel Berbintang 3. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku SIUP-MB dikeluarkan dalam jangka waktu 5 hari kerja setelah isian Formulir Model I serta persyaratan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar.4 dan 5 serta Restoran dengan Tanda Talam Kencana dan Talam Selakat : • • Mengisi formulir Model I (Surat Permintaan SIUP-MB). Masa berlaku SIUP-MB adalah selama 3 tahun sejak diterbitkan dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 3 tahun berikutnya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri untuk Importir.• • 6. Toko Bebas Bea (TBB) dan Penjual Langsung untuk Diminum. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan SIUP-MB tidak dikenakan biaya. Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Surat Izin Tetap Usaha hotel dan restoran. 71 . Sub-Distributor Minuman Beralkohol. Distributor. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat untuk Pengecer.

Waralaba (franchise) adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut.Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) Pengertian Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) adalah bukti pendaftaran yang diperoleh penerima waralaba (franchisee) setelah yang bersangkutan mengajukan permohonan STPUW dan memenuhi persyaratan. Penerima waralaba (franchisee) adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan HAKI atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba. tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 259/MPP/Kep/7/1997 tanggal 30 Juli 1997. 72 . Pemberi waralaba (franchisor) adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan HAKI atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba. dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan.

bermodal relatif kuat. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku STPUW dikeluarkan dalam waktu 5 hari kerja setelah formulir pendaftaran dan persyaratan diterima secara lengkap dan benar. dan dilengkapi label harga yang pasti. swasta atau koperasi yang bentuknya berupa mal. Masa berlaku STPUW sesuai dengan masa berlaku perjanjian antara pemberi waralaba dan penerima waralaba atau perjanjian antara penerima waralaba utama dan penerima waralaba lanjutan. Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) Pengertian Pasar Modern adalah pasar yang dibangun oleh pemerintah. Pengelolaannya dilaksanakan secara modern dan mengutamakan pelayanan kenyamanan berbelanja dengan manajemen berada pada satu tangan. department store.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi perjanjian waralaba beserta keterangan tertulis. 73 . Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan atau izin usaha dari departemen teknis lainnya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri untuk penerima waralaba dari pemberi waralaba luar negeri. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan STPUW tidak dikenakan biaya. Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat untuk penerima waralaba dalam negeri dan penerima waralaba lanjutan yang berasal dari waralaba dalam dan luar negeri. dan shopping centre. supermarket.

yang sedang dalam proses pembangunan. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. hanya boleh dilaksanakan di Daerah Tingkat II yang lokasinya akan ditetapkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan.Setiap perusahaan yang melaksanakan kegiatan Usaha Pasar Modern wajib memperoleh Izin Usaha Pasar Modern (IUPM) yang diperlakukan sebagai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). • • • 74 . baik yang sudah operasional sebelum terbitnya Surat Keputusan Bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 145/MPP/Kep/5/1997 dan Nomor 57 Tahun 1997 maupun yang akan operasional (yang sudah selesai dibangun tapi belum operasional. tentang Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan. dan harus sesuai dengan peruntukan sebagaimana tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) dan Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota (RDTRWK). Pasar Modern yang berada di Dati II di luar Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I. Pasar Modern di Dati II di luar Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I yang akan dibangun setelah terbitnya Keputusan Bersama dimaksud. wajib memiliki IUPM. Keputusan Menperindag Nomor 420/MPP/Kep/10/1997 tanggal 31 Oktober 1997 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan. tanggal 12 Mei 1997. sebelum terbitnya Keputusan Bersama dimaksud. dan yang baru memiliki izin prinsip dan belum mulai dibangun). Dasar Hukum • Keputusan Bersama Menperindag dan Menteri Dalam Negeri Nomor 145/MPP/Kep/5/1997 dan Nomor 57 Tahun 1997. Keputusan Menperindag Nomor 107/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998 tentang Ketentuan dan Tatacara Pemberian Izin Usaha Pasar Modern.

IUPM diterbitkan berdasarkan tempat kedudukan/lokasi Pasar Modern yang bersangkutan dan berlaku selama perusahaan yang bersangkutan menjalankan kegiatan Usaha Pasar Modern. Saran dan pendapat Menteri Dalam Negeri.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • • • • • Surat izin prinsip dari Walikotamadya/Bupati KDH Tk.II dilampiri RTRWK/RDTRWK. Surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. Kajian Aspek Sosial Budaya. Surat izin lokasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Akte pendirian perusahaan. • • • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku IUPM dikeluarkan dalam waktu kurang lebih 5 hari kerja setelah surat permintaan IUPM dan persyaratannya diterima secara lengkap dan benar. Saran dan pendapat Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Perusahaan Pasar Modern yang melakukan pemindahan tempat kedudukan/lokasi wajib memperoleh IUPM baru. Amdal Sosek. Surat izin Undang-Undang Gangguan (HO). Surat peruntukan lahan (HGB). 75 . Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Upaya pemantauan lingkungan dan komponen lingkungan. Surat pernyataan kesanggupan melaksanakan dan mematuhi ketentuan yang berlaku bagi Pasar Modern khususnya yang berkaitan dengan Gerakan Kemitraan Usaha Nasional (GKUN). Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Surat Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Program Kemitraan.

Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (IP3A) Pengertian Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (P3A) adalah Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing yang ditunjuk oleh perusahaan asing atau gabungan perusahaan asing di luar negeri sebagai perwakilannya di Indonesia. • Surat penunjukan (Letter of Appoinment). Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 402/MPP/Kep/11/1997 tanggal 3 Nopember 1997. tentang Ketentuan Perizinan Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Kantor Pusat dan Kantor Cabang Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing wajib memiliki Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.Biaya Pengurusan Pengurusan IUPM tidak dikenakan biaya. 76 . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Untuk Persetujuan Sementara P3A : • Surat permohonan (Letter of Intent) dari perusahaan perdagangan asing bersangkutan.

Surat Model TA-00 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (khusus untuk perorangan WNA). beserta laporan kegiatan termasuk tenaga kerjanya. Letter of Referrence dari KBRI/Atase Perdagangan. Curriculum vitae. 2 (dua) lembar pasfoto Kepala Perwakilan (4x6cm). persyaratan untuk pergantian Kepala Perwakilan adalah sama dan sesuai dengan ketentuan di atas.. Untuk Surat Izin Usaha P3A Tetap : • • • • • • • • Surat keterangan domisili perusahaan. Ijazah terakhir. Membayar uang jaminan (sekali saja) bagi Kepala Kantor Pusat dan Kepala Kantor Cabang.untuk WNA. 2. Daftar isian permohonan. Surat keterangan fiskal dari instansi pajak (Badan dan Orang Asing). Izin kerja tenaga asing. Surat keterangan tentang ruang kantor dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Rencana Kerja Kantor Perwakilan atau Kantor Cabang Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Letter of Appointment dan Letter of Statement diketahui oleh Public Notary dan Perwakilan RI di negara yang bersangkutan.000. ditambah hibah uang jaminan dan surat penunjukan Kepala Perwakilan yang baru. sebesar Rp.000. Izin tinggal sementara. 1. ditambah dengan fotokopi Surat Izin Usaha P3A yang lama. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP)..• • • • • • • • Letter of Statement. • 77 . Catatan : Letter of Intent. Untuk perpanjangan/pergantian Kepala Perwakilan : • persyaratan untuk perpanjangan izin adalah sama dan sesuai dengan ketentuan di atas. dan Rp.000.000. 3.untuk WNI. 5. Fotokopi paspor.

Fotokopi Izin Kerja Tenaga Asing baik sebagai Kepala Perwakilan maupun sebagai Asisten Perwakilan. Surat pernyataan penutupan dari Kantor Pusat. Masa berlaku Persetujuan Sementara P3A adalah selama 3 bulan sejak tanggal dikeluarkannya. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi 78 • Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Penutupan Kantor P3A : • • • • • • • Surat permohonan. . Perpanjangan/Pergantian Kepala Perwakilan dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah permohonan diterima.4. Sedangkan uang jaminan dikembalikan sebesar nilai nominal uang jaminan yang disetor. Fotokopi bukti uang jaminan perusahaan. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan Sementara P3A dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah surat permohonan diterima secara lengkap dan benar. Biaya Pengurusan Pengurusan perizinan P3A tidak dikenakan biaya. Asli Surat Izin usaha P3A. Surat Izin Usaha P3A Tetap dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah surat permohonan diterima secara lengkap dan benar. Penutupan Kantor P3A dikeluarkan dalam waktu 2 minggu setelah permohonan diterima. Masa berlaku Surat Izin Usaha P3A Tetap adalah sesuai dengan masa berlaku Letter of Appointment apabila persyaratan lengkap dipenuhi. Surat pernyataan dari Kepala Perwakilan yang menyatakan tidak ada hutang piutang dengan pihak lain.

dan atau pihak lain untuk mendukung/memperlancar kegiatan perdagangan barang. Dasar Hukum • • • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1965 tentang Pergudangan.Tanda Pendaftaran Gudang Pengertian Gudang adalah suatu ruangan tidak bergerak yang dapat ditutup. Setiap gudang wajib didaftarkan dengan mengajukan permintaan untuk penerbitan Tanda Daftar Gudang (TDG). Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam negeri Depperindag Nomor 1618/DJPDN/IV/1998 tanggal 14 April 1998 perihal Prosedur Penataan dan Pembinaan Pergudangan. Dikecualikan dari kewajiban pendaftaran adalah : gudang pelabuhan yang dikuasai oleh pengusaha pelabuhan. dan gudang yang melekat dengan usaha industrinya. gudang Kawasan Berikat. Usaha Pergudangan adalah kegiatan jasa pergudangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau perorangan melalui pemanfaatan gudang miliknya sendiri. Keputusan Menperindag Nomor 105/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998 tentang Penataan dan Pembinaan Pergudangan. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 79 . dengan tujuan tidak untuk dikunjungi oleh umum melainkan untuk dapat dipakai khusus sebagai tempat penyimpanan barang-barang perniagaan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

• • • • • Fotokopi KTP pengusaha/pemilik perusahaan. Waktu Pengurusan dan masa Berlaku Gudang yang sudah terdaftar diberikan Tanda Daftar Gudang (TDG) yang diterbitkan selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak permohonan beserta persyaratannya diterima secara lengkap dan benar. Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gudang. Surat Pengakuan Keagenan Tunggal Pengertian Keagenan adalah hubungan hukum antara prinsipal dan suatu per usahaan nasional dalam penunjukan untuk melakukan perakitan/pembuatan/manufaktur serta penjualan/distribusi barang-barang modal dan barang-barang industri tertentu. Prinsipal adalah perusahaan induk di luar negeri atau di dalam negeri yang membuat barang-barang modal dan barang-barang industri tertentu dengan merek (trade mark/brand) milik sendiri. Fotokopi peta/denah gudang. Masa berlaku TDG adalah selama kegiatan pergudangan yang bersangkutan berlangsung. Fotokopi perjanjian pemakaian/penguasaan gudang dengan pemilik gudang (apabila menyewa gudang). 80 . Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Biaya Pengurusan Pengurusan TDG tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat.

Perusahaan Agen Tunggal adalah perusahaan nasional yang oleh prinsipal luar negeri yang memproduksi barang dengan merek tertentu atau prinsipal pemegang merek tertentu ditunjuk sebagai satu-satunya perusahaan untuk mengimpor. Angka Pengenal Importir (API). mendistribusikan dan melaksanakan pelayanan purna jual barang yang dimaksud ke seluruh wilayah Indonesia untuk suatu jangka waktu tertentu. Bukti pemilikan/rencana pengadaan. Fasilitas pelayanan purna jual. Perjanjian Keagenan Tunggal dengan Prinsipal yang memenuhi ketentuan Kepmenperin No. Keputusan Menperin Nomor 428/M/SK/12/1987 tanggal 23 Desember 1987 tentang Penyederhanaan Ketentuanketentuan Pengakuan dan Pengurangan Pengakuan Keagenan Tunggal Kendaraan Bermotor dan Alat-alat Besar serta Keagenan Tunggal Alat-alat Elektronika dan Alat-alat Listrik untuk Rumah Tangga. 81 . Pengakuan Keagenan Tunggal adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh Menteri kepada perusahaan nasional sebagai Agen Tunggal yang di dalamnya melekat hak dan kewajiban tertentu atas dasar kerjasama yang disepakati bersama antara Perusahaan Nasional dengan Pihak Prinsipal di luar negeri. Dasar Hukum • • Keputusan Menperin Nomor 295/M/SK/7/1982 tanggal 7 Juli 1982. mempromosikan.atau perusahaan atas dasar kuasa penuh dari perusahaan induk. dan memiliki hak dan wewenang penuh untuk memberikan keagenan pada agen di Indonesia sesuai dengan peraturan perusahaan induk tersebut. 295/M/SK/7/1982. tentang Ketentuan-ketentuan Keagenan Tunggal. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Akte pendirian perusahaan.

sementara hak milik atas barang tersebut baru beralih dari penjual kepada pembeli setelah jumlah harganya dibayar lunas oleh pembeli kepada penjual. bila mengajukan perpanjangan pada saat 6 bulan sebelum masa berlakunya berakhir.Waktu Pengurusan dan masa Berlaku Waktu pemrosesan sampai terbitnya Surat Pengakuan Keagenan Tunggal adalah 2 minggu sejak persyaratan diterima dengan lengkap dan benar. Biaya Pengurusan Untuk penerbitan Pengakuan Keagenan Tunggal tidak dikenakan biaya. Mesin. Elektronika dan Aneka Izin Usaha Sewa Beli (Hire Purchase) Jual Beli dengan Angsuran dan Sewa Pengertian Sewa beli adalah jual beli barang dimana penjual melaksanakan penjualan barang dengan cara memperhitungkan setiap pembayaran yang dilakukan oleh pembeli dengan pelunasan atas harga barang yang telah disepakati bersama dan yang diikat dalam suatu perjanjian. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Industri Logam. Jual Beli dengan Angsuran adalah jual beli barang dimana penjual melaksanakan penjualan barang dengan cara menerima pelunasan pembayaran yang dilakukan oleh pembeli dalam beberapa kali 82 . Masa berlaku Surat Pengakuan Keagenan Tunggal adalah 5 tahun sejak tanggal dikeluarkan dan dapat diperpanjang 5 tahun berikutnya.

angsuran atas harga barang yang telah disepakati bersama dan diikat dalam suatu perjanjian, sementara hak milik atas barang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli pada saat harganya diserahkan oleh penjual kepada pembeli. Barang-barang yang boleh disewa-belikan dan dijual-belikan adalah semua barang niaga tahan lama yang baru dan tidak mengalami perubahan teknis, baik berasal dari hasil produksi sendiri ataupun hasil produksi/perakitan (assembling) lainnya di dalam negeri, kecuali apabila produksi dalam negeri belum memungkinkan untuk itu. Kegiatan usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran hanya dapat dilakukan oleh perusahaan perdagangan nasional. Modal/ saham perusahaan seluruhnya harus dimiliki oleh WNI. Untuk melakukan kegiatan usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran, perusahaan bersangkutan wajib memiliki izin usaha dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi Nomor 34/Kp/ II/80 tentang Perizinan Kegiatan Usaha Sewa Beli (Hire Purchase), Jual Beli dengan Angsuran, dan Sewa (Renting) tanggal 1 Februari 1980. Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 418/Kp/IV/1984 tanggal 4 April 1984 tentang Pencabutan Perizinan-perizinan Perdagangan Tertentu. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan.

• •

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Fotokopi SIUP Besar; Akte notaris Pendirian PT;
83

• • • • • •

• • • •

Bagan organisasi serta nama pimpinan dan tenaga teknis yang disertai riwayat hidup masing-masing; Fotokopi surat keterangan WNI; Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU); Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP); Referensi bank; Neraca perusahaan yang disahkan oleh akuntan publik bagi pemohon baru dan neraca perusahaan tahun terakhir yang diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar bagi pemohon perpanjangan; Surat keterangan lunas pajak; Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); Contoh surat perjanjian Sewa Beli (untuk pemohon baru); Rencana kerja 5 tahun ke depan.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku Izin Usaha Sewa Beli dan Jual Beli dengan Angsuran adalah 5 tahun sejak tanggal dikeluarkan dan dapat diperpanjang. Biaya Pengurusan Untuk penerbitan izin ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.

Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi
Pengertian Setiap Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi Nasional yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa; Organisasi Kerjasama Ekonomi

84

antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha asing; serta Perwakilan Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi Asing diwajibkan mendaftar kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan untuk mendapatkan Tanda Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi. Dasar Hukum • • Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 75/KP/I/1983 tanggal 25 Januari 1983 tentang Wajib Daftar Organisasi Usaha Niaga/Asosiasi di Indonesia. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Daftar isian permohonan; Akte pendirian organisasi; Anggaran Dasar organisasi; Anggaran Rumah Tangga organisasi; Susunan pengurus organisasi.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Waktu pemrosesan dan terbitnya Tanda Daftar adalah 5 hari kerja setelah permohonan dan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Masa berlakunya selama 3 (tiga) tahun sejak Tanda Pendaftaran diterbitkan. Biaya Pengurusan Pengurusan Tanda Daftar ini tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.

85

Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-208/MEN/ 1992 tanggal 13 Juni 1992 tentang Prosedur Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja WNA Pendatang dan • 86 . Dasar Hukum • • Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP-416/MEN/ 1990 tanggal 2 Agustus 1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang. Khusus untuk TKWNAP yang dipekerjakan di Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. terlebih dahulu harus meminta Rekomendasi Izin Kerja (RIK) ke Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Izin mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (IKTA) adalah izin tertulis yang diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau pejabat yang ditunjuk kepada pemohon untuk mempekerjakan TKWNAP di Indonesia dengan menerima upah atau tidak selama waktu tertentu dan pada jabatan tertentu.Rekomendasi Izin Kerja (RIK) Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) Khusus untuk Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing Pengertian Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang (TKWNAP) adalah tenaga kerja asing pemegang visa yang akan dipekerjakan di wilayah Republik Indonesia.

Surat Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (P3A). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Waktu pemrosesan dan terbitnya Rekomendasi Izin Kerja (RIK) adalah 2 minggu setelah permohonan dan dokumen diterima secara lengkap dan benar.Pelimpahan Wewenang kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja. dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah. Curriculum vitae TKWNAP. 87 . Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Biaya Pengurusan Untuk pengurusan rekomendasi ini tidak dipungut biaya. Letter of Appointment atas P3A. Direksi PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara. Direksi PT (Persero) Pengelola Kawasan Berikat Indonesia. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Daftar isian permohonan. Fotokopi paspor TKWNAP. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Kepala Kantor Wilayah Depparpostel. Surat Model TA-00 dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 378/Kp/XI/1998 tangal 21 Nopember 1988. bahan/peralatan bangunan dan bahan baku/bahan penolong guna pemakaian dalam proses produksi sendiri. Untuk itu perusahaan bersangkutan harus memiliki Angka Pengenal Impor Terbatas (API-T). suku cadang. tentang Penyederhanaan Ketentuan Masa Berlaku Angka Pengenal Importir Terbatas. Surat persetujuan Presiden/BKPM/Departemen Teknis (Izin Usaha Tetap Dalam Rangka PMA/PMDN) . Jabatan Direktur Utama/Direktur perusahaan harus tercantum dalam Akta Notaris . • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Surat dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat . Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 77/Kp/III/1978 tanggal 9 Maret 1978 tentang Ketentuan Mengenai Kegiatan Perdagangan Terbatas bagi Perusahaan Produksi Dalam Negeri Dalam Rangka Penanaman Modal. Surat permohonan perusahaan kepada Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat . Laporan kegiatan perusahaan . Izin kerja tenaga kerja asing (bagi perusahaan yang menggunakan TKA) .Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) Pengertian Suatu perusahaan dapat melakukan impor mesin-mesin. 88 . Perubahan/penambahan susunan pengurus perusahaan .

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama pengurusan dan terbitnya API-T adalah 2 minggu setelah permohonan lengkap dan benar diterima. APIT lama (bila ada) . Keterangan domisili (bagi perusahaan yang pindah alamat) . Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .• • • • • Jabatan Manajer (sebagai pemohon) harus dengan surat kuasa/ penunjukan dari Direktur Utama/Direktur yang disahkan oleh notaris . Sedangkan untuk agen yang memasok proyek swasta dan pasaran umum tidak diperlukan pendaftaran. Surat Tanda Pendaftaran Keagenan Pengertian Pendaftaran Keagenan ini dimaksudkan hanya untuk Agen Tunggal yang akan memasok/mengikuti tender atau penunjukan langsung barang spesifik untuk proyek-proyek pemerintah. Masa berlaku API-T adalah selama perusahaan bersangkutan masih menjalankan kegiatan produksi. Biaya Pengurusan Pengurusan APIT tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. 89 . Contoh tandatangan.

namun untuk melindungi Perusahaan Nasional diterbitkan Instruksi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Nomor 01/DAGRI/I/SN/II/1985 yang diperbaharui dengan Nomor 01/DAGRI/I/SN/II/1996 yang isinya antara lain sebagai berikut : • Perjanjian yang dilegalisasi Atase Depperindag/Perwakilan RI dan Public Notary di negara prinsipal : maksimum 5 tahun.Dasar Hukum • Keppres Nomor 16 Tahun 1994 tanggal 22 Maret 1994 (yang telah beberapa kali diperbaharui). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama pengurusan dan terbitnya Surat Tanda Pendaftaran Keagenan adalah sekitar 3 hari kerja. • Perjanjian yang belum dilegalisasi : maksimum 2 tahun. Untuk perpanjangan berikutnya dapat dilakukan bila surat penunjukan atau surat perjanjian telah dilegalisasi secara lengkap oleh Notary Public dan Perwakilan RI di negara prinsipal. • Penunjukan yang belum dilegalisasi : maksimum 1 tahun. Terakhir dengan Keppres Nomor 8 Tahun 1997. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • Fotokopi akte notaris perusahaan dan SIUP/TDP . Brosur/leaflet asli. terakhir dengan Keppres Nomor 6 Tahun 1999 tanggal 11 Januari 1999 tentang Perubahan atas Keppres Nomor 16 Tahun 1994 tanggal 22 Maret 1994 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Sebagaimana Telah Beberapa kali Diubah. Fotokopi Surat Perjanjian/Penunjukan Keagenan . tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Masa berlakunya adalah berdasarkan perjanjian/penunjukan. Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. 90 . • Penunjukan yang dilegalisasi : maksimum 2 tahun.

Prinsipal Suplier. Biaya Pengurusan Pengurusan surat Tanda Pendaftaran Keagenan ini tidak dikenakan biaya. atau Representative). Dasar Hukum • • UU Nomor 3 Tahun 1982 tanggal 1 Februari 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (WDP). PP Nomor 24 Tahun 1998 tanggal 14 Februari 1998 tentang Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan jo. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.(Perjanjian/penunjukan Agen Tunggal dapat dilakukan oleh Prinsipal Induk. Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) Pengertian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) adalah laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik atau Instansi Pemerintah atau Lembaga Tinggi Negara yang memiliki kewenangan menerbitkan laporan akuntan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. PP Nomor 64 Tahun 1999 tentang Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan. Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP). adalah tanda bukti bahwa perusahaan yang bersangkutan telah menyampaikan LKTP secara lengkap dan benar. 91 .

Perusahaan Perseroan (Persero). Akuntan publik .• Keputusan Menperindag Nomor 121/MPP/Kep/2/2002 tanggal 25 Februari 2002 tentang Ketentuan Penyampaian LKTP. c. diwajibkan menyampaikan LKTP kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan.000. 92 .000. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. Perum dan Perusahaan Daerah. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Setiap perusahaan yang berstatus kantor pusat. Perusahaan Umum (Perum) dan Perusahaan Daerah. Perusahaan yang wajib mendaftarkan LKTP adalah perusahaan yang berbentuk : a. LKTP yang disampaikan wajib diaudit oleh : a. atau b.(dua puluh lima milyar rupiah). Memiliki bidang usaha yang berkaitan dengan pengerahan dana masyarakat . Mengeluarkan surat pengakuan hutang. Perusahaan asing yang melakukan kegiatan usaha di. 2. Perseroan yang memenuhi salah satu kriteria : 1.. Merupakan debitur yang laporan keuangan tahunannya diwajibkan oleh bank untuk diaudit. atau 5. Memiliki jumlah aktiva atau kekayaan paling sedikit Rp. 4. Merupakan Perseroan Terbuka (PT. berkedudukan dan menjalankan kegiatan usahanya di wilayah RI. 25.wilayah negara RI menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berwenang untuk mengadakan perjanjian .000. b. Tbk) . Instansi Pemerintah atau Lembaga Tinggi Negara yang memiliki kewenangan menerbitkan laporan akuntan khusus untuk Persero. 3.

Laporan arus kas . Laporan perusahaan ekuitas . d. Neraca . b. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku STP-LKTP diterbitkan oleh Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan selambat-lambatnya selama 7 hari kerja. Penyampaian LKTP dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tahun buku berakhir. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Biaya Pengurusan Penyampaian LKTP tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan STP-LKTP • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. 93 . Penyampaian LKTP dilakukan dengan cara menyerahkan : File LKTP dalam bentuk Portable Document Format dan File profil perusahaan dalam bentuk format khusus program aplikasi profil LKTP. termasuk kredit bank dan investasi perusahaan dalam bentuk penyertaan langsung ke perusahaan lain. Catatan atas Laporan Keuangan yang antara lain mengungkapkan utang piutang. dan e. terhitung sejak tanggal diterimanya berkas LKTP secara lengkap dan benar.LKTP yang wajib disampaikan meliputi : a. Laporan Laba-Rugi . c. Bentuk dan susunan LKTP dibuat sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku .

meliputi : Penilaian untuk menentukan nilai ekonomis terhadap harta benda berwujud maupun yang tidak berwujud. 1. Pengelolaan Harta Benda (Property Management). Penilaian Proyek (Project Appraisal). 5. 9.Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian Pengertian Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian (SIUPP) adalah surat izin usaha untuk dapat melakukan kegiatan usaha di bidang jasa penilaian dan jasa-jasa konsultasi lainnya yang terkait. Penilaian dan Teknologi Informasi di bidang Properti (Property Information System). termasuk good will. 6. 94 . 2. 7. Penilaian dan Pengawasan Proyek (Project Monitoring). trade mark dan hak paten). dalam arti seluas-luasnya yang berlandaskan keahlian yang bersifat inter disiplin ilmu. yaitu Penilaian Aktiva Tetap (Fixed Assets Valuation) dan Penilaian Usaha (Business Valuation. Ruang lingkup Kegiatan Usaha Jasa Penilaian. Penilaian dan Konsultasi Pengembangan (Development Consultancy) termasuk Studi Kelayakan Proyek (Project Feasibility Study). Penilaian Konsultasi Properti (Property Consultancy) termasuk kegiatan Konsultasi Keuangan Properti (Financial Property Services). Penilaian Kelayakan Teknis (Technical Appraisal). 4. 8. 3. Penilaian dan Konsultasi Investasi (Investment Arrager and Advisory Services).

Memiliki inventaris perusahaan. Memiliki kantor tetap yang dibuktikan dengan surat keterangan domisili perusahaan daerah setempat atau pengelola gedung perkantoran.. 2. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Perusahaan Jasa Penilaian yang ingin memperoleh SIUPP harus mengajukan permohonan kepada Menperindag melalui Direktur 95 .000. serta memiliki tenaga ahli sekurangkurangnya 2 (dua) orang Penilai yang memiliki kualifikasi Anggota Biasa (B) sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Memiliki rekening bank atas nama perusahaan yang bersangkutan. 6. dan menjadi anggota asosiasi serta harus memenuhi persyaratan : 1. wajib memiliki SIUPP. Memiliki neraca awal bagi perusahaan yang baru dan atau neraca perusahaan yang disahkan oleh akuntan publik bagi perusahaan lama. 5. di luar tanah dan bangunan. harus berbadan hukum Indonesia dalam bentuk Perseroan Terbatas. 4.000. sesuai ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Memiliki modal dasar perusahaan sekurang-kurangnya Rp. 200. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan. 3.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 594/MPP/Kep/VIII/2002 tanggal 16 Agustus 2002 tentang Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Penilaian.(dua ratus juta rupiah). Setiap perusahaan yang melakukan Kegiatan Usaha Jasa Penilaian. baik untuk peralatan kantor maupun peralatan operasional/teknis yang diperlukan sesuai dengan lingkup Kegiatan Usaha Jasa Penilaian. Sekurang-kurangnya 1 (satu) orang direksi perusahaan harus seorang Penilai Berizin. 7.

96 . Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. baik atas nama sendiri ataupun atas nama perusahaan. sebagai penasehat teknis (technical advisor). • Skema organisasi dan nama Direksi Perusahaan serta Daftar Tenaga Penilai dan Tenaga Ahli tetap yang dimiliki perusahaan. • Fotokopi surat keputusan pengesahan badan hukum (PT) dari instansi berwenang atau fotokopi data akta pendirian perseroan dan bukti setor biaya administrasi pembayaran proses pengesahan badan hukum (PT). Perusahaan Jasa Penilaian yang telah memperoleh SIUPP dapat mengadakan perjanjian kerjasama di bidang teknis Usaha Jasa Penilaian dengan Perusahaan Jasa Penilaian asing dengan kewajiban melaporkan perjanjian kerjasama yang diadakannya tersebut kepada Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan.Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. • Daftar inventaris perusahaan. • Daftar nomor rekening bank. yang memiliki sertifikat dari asosiasi sejenis di negara asal dengan diketahui oleh Asosiasi di Indonesia. • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Tenaga ahli/penilai warga negara asing pendatang. tidak diperkenankan menandatangani laporan penilaian dan atau perjanjian kerja di bidang penilaian dengan Perusahaan Jasa Penilaian lainnya. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. sebagai berikut : • Salinan/fotokopi akta notaris tentang pendirian Perusahaan Jasa Penilaian. dengan mengisi formulir Surat Permintaan SIUPP (SPSIUPP) model A dan wajib melengkapi dokumen. • Pasfoto dan fotokopi KTP Direktur Utama/penanggung jawab perusahaan. • Surat keterangan domisili perusahaan. Perusahaan Jasa Penilaian yang telah memperoleh SIUPP dapat mempekerjakan tenaga ahli/penilai warga negara asing pendatang.

Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.476/Kp-/ IX/1981 tanggal 7 September 1981 tentang Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Survey. Biaya Pengurusan Pengurusan SIUPP tidak dikenakan biaya. Perusahaan surveyor harus memiliki minimum 3 orang tenaga ahli di bidang survey dan mempunyai alat perlengkapan teknis (laboratorium dan sebagainya). 97 . Masa berlaku SIUPP ini adalah selama 5 (lima) tahun terhitung sejak ditetapkan dan dapat diperpanjang selama perusahaan yang bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan usahanya. Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi No. Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor Pengertian Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor adalah surat izin yang di terbitkan hanya untuk perusahaan nasional berbentuk Perseroan Terbatas dan atau Koperasi yang melakukan kegiatan di bidang usaha survey. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Izin Usaha Perusahaan Jasa Penilaian diterbitkan dalam waktu kurang lebih 7 (tujuh) hari kerja setelah formulir permohonan dan persyaratan diterima secara lengkap dan benar.

000. Skema organisasi dan daftar pimpinan serta tenaga ahli berikut riwayat hidup masing-masing. 75. Akte notaris tentang pendirian perusahaan . 98 . Daftar inventaris perusahaan.000. Referensi bank . terutama alat perlengkapan teknis di bidang survey . Surat izin ini berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung sejak ditetapkan dan dapat diperpanjang.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • Mengisi formulir permohonan .(tujuh puluh lima juta rupiah) untuk setiap peristiwa .(tujuh puluh lima juta rupiah) sebagai jaminan bonafiditas bagi penyelesaian klien dan kemungkinan ganti rugi yang timbul sebagai akibat transaksi kegiatan survey.000. • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Izin Kegiatan Usaha Surveyor dikeluarkan dalam waktu kurang lebih 1 minggu setelah syarat dan formulir permohonan diterima secara lengkap dan benar. Kesanggupan menyediakan jaminan dalam bentuk deposito bank sebesar Rp.000. dengan dilengkapi surat keterangan seperlunya .. Surat pelunasan pajak. 75. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Besar . Neraca perusahaan tahun terakhir yang disahkan akuntan/ kantor administrasi yang terdaftar . Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya. KTP/Bukti kewarganegaraan Indonesia para pemilik saham dan anggota pengurus . atau dapat juga dilakukan dengan menutup polis asuransi dengan pertanggungan sebesar Rp.

Takaran. takar. perusahaan yang bersangkutan wajib memperoleh ITP Percobaan terlebih dahulu. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam negeri. ITP diberikan dalam rangka pembinaan alat ukur. Takaran. Setiap perusahaan pembuat UTTP wajib memperoleh Izin Tanda Pabrik (ITP) yang diterbitkan oleh Direktur Metrologi. Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 17). Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian jo. Timbangan. Surat Izin Tanda Pabrik (Ukuran. Timbangan dan Perlengkapannya) Pengertian Surat Izin Tanda Pabrik (ITP) adalah izin berupa tanda yang dikeluarkan oleh Depperindag terhadap UTTP (Ukuran. ITP Definitif dan ITP Perpanjangan.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan. Nomor 251/MPP/Kep/6/1999. Terdapat 3 jenis ITP yaitu : ITP Percobaan. timbangan dan perlengkapannya. Sebelum mendapat ITP Definitif. 99 . dan Perlengkapannya) produk dalam negeri yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan prototipe yang diproduksi. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku 1. 3. 2. Kabupaten/Kota setempat. 2. ITP Definitif ini berlaku selama 5 tahun.Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. • Prototipe/contoh UTTP . ITP Percobaan : • Rekaman daftar peralatan teknis yang memadai dan tenaga terampil . Propinsi / Kepala Dinas Tk. ITP Definitif Waktu proses keluarnya ITP Definitif adalah 5 hari kerja. ITP Percobaan Diperlukan waktu penelitian/pengujian yang lamanya tergantung dari jenis tingkat ketelitian dan kapasitas UTTP yang diteliti. Waktu proses keluarnya ITP Percobaan berkisar antara 5 sampai dengan 15 hari kerja. 100 . 3. Masa berlaku ITP Perpanjangan ini adalah selama 5 tahun. ITP Definitif : • Persyaratan dan dokumen sama dengan ITP Percobaan. • Contoh merk pabrik . • Laporan pemeriksaan teknis UTTP oleh pegawai yang berhak pada Kepala Dinas Tingkat Propinsi / Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. • SIUP dan IUI/TDI . Masa berlaku ITP ini adalah 1 tahun. ITP Perpanjangan Waktu proses adalah selama 5 hari kerja. dan disertai rekomendasi dari Kepala Dinas Tk. ITP Perpanjangan : • Persyaratan dan dokumen sama dengan ITP Definitif dan ITP Percobaan.

Setiap UTTP yang masuk pertama kali dan akan digunakan di wilayah RI wajib memperoleh Izin Tipe. Importir yang akan memasukkan UTTP dengan model/tipe baru wajib menyerahkan satu contoh UTTP untuk diadakan penelitian dan pengujian pendahuluan.Biaya Pengurusan Pengurusan ITP tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • ITP Percobaan dan ITP Definitif : Direktur Metrologi. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. ITP Perpanjangan : Kepala Dinas Tingkat Propinsi/Kepala Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. Terhadap UTTP yang sudah dikeluarkan Izin Tipe-nya. Takaran. Timbangan dan Perlengkapannya (UTTP) Asal Impor adalah izin yang dikeluarkan oleh Menperindag terhadap UTTP yang telah memenuhi persyaratan untuk dimasukkan dari luar negeri yang akan digunakan di wilayah Indonesia. Izin Tipe (IT) UTTP Asal Impor Pengertian Izin Tipe (IT) Ukuran. Sedangkan terhadap UTTP yang terlanjur masuk sebelum memperoleh Izin Tipe harus dilakukan penelitian dan pengujian pendahuluan oleh pegawai yang berhak di bidang metrologi (Seksi Metrologi) pada Dinas Tingkat Propinsi atau Dinas Tingkat Kabupaten/Kota setempat. untuk impor selanjutnya tidak diperlukan izin lagi. 101 .

Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • Proforma invoice UTTP . Lamanya proses adalah minimal 7 hari kerja dan maksimal 30 hari kerja. tingkat ketelitian dan kapasitas UTTP yang diteliti. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Metrologi. Masa berlaku Izin Tipe ini adalah untuk selamanya. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Nomor 251/MPP/Kep/6/1999. Leaflet/brosur UTTP .Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 18). Biaya pengurusan Pengurusan Izin Tipe ini tidak dikenakan biaya. Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian jo. 102 . Laporan hasil penelitian teknis UTTP oleh pegawai yang berhak. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Untuk menerbitkan Izin Tipe UTTP Asal Impor diperlukan waktu penelitian/pengujian yang lamanya tergantung dari jenis. Contoh UTTP .

Dasar Hukum • • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tanggal 2 Februari 1981 tentang Metrologi Legal (pasal 17). Keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tanggal 3 Februari 1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian. Izin ini berlaku untuk selamanya. Izin Reparasi diberikan dalam rangka pembinaan terhadap usaha jasa reparasi/purna jual UTTP. Laporan/daftar peralatan teknis reparasi yang dimiliki. Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Dokumen tentang tenaga terampil yang dimiliki (daftar tenaga terampil. Perusahaan yang melakukan kegiatan usaha reparasi UTTP harus memiliki tenaga terampil beserta peralatan teknis yang memadai. Biaya Pengurusan Pengurusan izin ini tidak dikenakan biaya.Izin Reparasi UTTP Pengertian Izin Reparasi UTTP adalah izin yang dikeluarkan oleh Menperindag terhadap pengusaha yang memenuhi persyaratan untuk dapat melakukan kegiatan reparasi/pelayanan purna jual UTTP. 103 . riwayat hidup. tanda lulus ujian dan sebagainya). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lama penyelesaian proses Izin Reparasi UTTP adalah selama 7 (tujuh) hari kerja.

104 . Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu) 1. Ekspor Maniok ke negara-negara Uni Eropa (UE) hanya dapat dilaksanakan oleh Eksportir Terdaftar Maniok (ETM). Pengakuan sebagai eksportir ini hanya berlaku khusus untuk ekspor ke Uni Eropa. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok. Perdagangan ekspor maniok dari Indonesia ke negara-negara Uni Eropa (UE) dibatasi melalui kuota impor berdasarkan suatu Perjanjian Bilateral. Pengakuan sebagai Eksportir Terdaftar Maniok (Ubi Kayu) Pengertian Maniok adalah ubi kayu (cassava) dalam bentuk diiris dan dikeringkan. Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002. pelet dan lain-lain.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Surat Pengakuan dikeluarkan setelah mendapat rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat.Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • SIUP/Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Masa berlaku izin adalah selama eksportir melaksanakan ekspor sesuai dengan persyaratan. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. SPEM ini merupakan dokumen pelengkap untuk melaksanakan ekspor maniok. 2. 105 . Biaya Pengurusan Pengurusan surat pengakuan ini tidak dikenakan biaya. Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM) Pengertian Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM) adalah surat persetujuan kuota ekspor maniok ke negara Uni Eropa (UE). Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .

106 . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Mengajukan permohonan dengan melampirkan kontrak atau L/C.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/ 1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu). dan atas permintaan pembeli. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Biaya Pengurusan Pengurusan SPEM tidak dikenakan biaya. Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan. Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku SPEM adalah 30 hari kerja sejak penerbitan SPEM. batas pengapalan dapat diperpanjang.

107 . Sertifikat Ekspor (Export Certificate) Pengertian Sertifikat Ekspor (Export Certificate) adalah surat keterangan ekspor maniok yang diterbitkan oleh Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat berdasarkan SPEM untuk keperluan pembeli sesuai dengan ketentuan impor maniok yang berlaku di negara Uni Eropa. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Sertifikat Ekspor ini diterbitkan 1 hari setelah persyaratan lengkap dan benar diterima. Biaya Pengurusan Pengurusan Sertifikat Ekspor tidak dikenakan biaya. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Menyampaikan Surat Pelaksanaan Ekspor Maniok (SPEM). Keputusan Menperindag 558/MPP/Kep/VIII/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/5/2002. Sertifikat Ekspor merupakan dokumen pelengkap untuk melaksanakan ekspor maniok. Masa berlakunya adalah selama 6 bulan sejak tanggal penerbitan.3. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 516/MPP/Kep/11/1998 tanggal 5 Nopember 1998 tentang Ketentuan Ekspor Maniok.

Keputusan Menperindag Nomor Nomor 29/MPP/Kep/ -1/1999 tanggal 22 Januari 1999 tentang Ketentuan Ekspor Kopi. Pengakuan sebagai Eksportir Kopi Pengertian Ekspor kopi hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah memperoleh Pengakuan sebagai Eksportir Kopi oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/ 1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002. Pelaksanaan ekspor kopi harus dilengkapi dengan Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) dan dilindungi dengan Surat Keterangan Asal (SKA) Form – ICO sebagai dokumen pelengkap. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • 108 • SIUP atau TDUP atau Surat Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen . . Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Pengakuan dan Persetujuan Ekspor Kopi 1.

Pengakuan ini tidak berlaku lagi apabila eksportir yang bersangkutan tidak melaksanakan ekspor selama 1 tahun. 2. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin/pengakuan ini tidak dikenakan biaya.• • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Rekomendasi dari Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. • 109 . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku pengakuan ini adalah sepanjang eksportir bersangkutan masih melaksanakan ekspor dan memenuhi persyaratan. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/ MPP/Kep/VIII/2002. Keputusan Menperindag Nomor 29/MPP/Kep/1/1999 tanggal 22 Januari 1999 tentang Ketentuan Ekspor Kopi. Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) Pengertian Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) adalah surat pelaksanaan ekspor kopi ke seluruh negara tujuan yang dilaksanakan oleh eksportir kopi.

Syarat dan Kelengkapan Dokumen Sudah membayar iuran Asosiasi Eksportir Kopi (AEKI). Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya Pengertian Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barang yang ekspornya hanya dapat dilakukan dengan Persetujuan Menteri Perindustrian dan Perdagangan atau pejabat yang ditunjuk. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya diperbolehkan jika sudah mendapat rekomendasi dari Direktur Pembina Teknis yang bersangkutan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan atau Instansi/Departemen lain yang terkait. Yang termasuk Barang yang Diawasi Ekspornya adalah barangbarang yang tercantum pada Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002 tanggal 6 Agustus 2002 tentang 110 . Biaya Pengurusan Pengurusan SPEK tidak dikenakan biaya. Masa berlaku surat persetujuan ini adalah selama 30 hari sejak diterbitkan dan dapat diperpanjang hanya 1 kali. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Lamanya proses penerbitan SPEK adalah 3 hari setelah persyaratan dipenuhi.

Departemen Kehutanan . yakni : Binatang sejenis lembu : rekomendasi dari Ditjen Peternakan. Ditjen Migas. Ikan dalam keadaan hidup : rekomendasi dari Ditjen Perikanan. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Memiliki Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP)/Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Izin Usaha dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku . Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Departemen Kelautan dan Perikanan . Binatang Liar dan Tumbuhan Alam yang tidak dilindungi yang termasuk dalam Appendix II (CITES) : rekomendasi dari Ditjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. Mendapat pengakuan sebagai Eksportir Terdaftar dari Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri . • • • 111 . Departemen Kehutanan . Rekomendasi ekspor dari Departemen/Instansi terkait sesuai dengan jenis barang yang diekspor. Minyak dan Gas Bumi : rekomendasi dari Direktur Pengolahan dan Pemasaran. Departemen Pertanian. Departemen Pertambangan dan Energi.Perubahan Atas Lampiran Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/ Kep/12/1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 443/MPP/Kep/5/2002. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 575/MPP/Kep/VIII/2002 Keputusan Menperindag Nomor 441/MPP/Kep/5/2002 tanggal 23 Mei 2002 tentang Ketentuan Ekspor Pasir Laut. Inti Kelapa Sawit : rekomendasi dari Ditjen Perkebunan.

7108. 7106.000) : 6 bulan. 2712. Emas. Depperindag.00. Mesin.999) : 6 bulan. 2711.110. mati.92.000) : 3 bulan. Agro dan Hasil Hutan.100) : 3 bulan.10.90.12. Perak.000. Limbah dan Skrap : rekomendasi dari Ditjen Industri Logam. Benih Ikan Bandeng/Nener (HS ex 0301.000. hasil-hasil dari padanya ataupun dalam bentuk barang-barang yang dibuat dari padanya (HS 0106. bagian-bagian dari padanya. Masa berlaku persetujuan untuk masing-masing barang yang diawasi ekspornya adalah sebagai berikut : • • Binatang sejenis lembu hidup (HS 0102. Ikan Napoleon Wrasse (Hs ex 0301. Depperindag. 2710. Dalam keadaan hidup.91.190 . 2713) : 3 bulan. 0102.10.12. Emas bukan Tempa atau dalam bentuk bubuk (HS 7108.991 dan 0106.000. Inti Kelapa Sawit (HS Ex 1207. 7106. Pupuk Urea (HS 3102. Perak tidak ditempa atau dalam bentuk setengah jadi atau dalam bentuk lainnya (HS 7106. Ikan dalam keadaan hidup : Anak ikan Napoleon Wrasse (HS Ex 0301. Kulit Buaya dalam bentuk Wet Blue (HS 4103.11. 7108.90.000) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun.90. Minyak dan Gas Bumi (HS 2709.- Pupuk dan Kulit Buaya : rekomendasi dari Ditjen Industri Kimia.10. Binatang Liar dan Tumbuhan Alam yang tidak dilindungi yang termasuk dalam Appendix II CITES .100.10.00. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan Ekspor Barang yang Diawasi Ekspornya dikeluarkan dalam waktu 2 sampai dengan 5 hari kerja setelah semua persyaratan dipenuhi secara lengkap dan benar.100) : 3 bulan.20.910) : 6 bulan. Elektronika dan Aneka. Ex 0102. 0102.000) : 3 bulan. Pasir laut : rekomendasi dari Gubernur dan/atau Bupati/ Walikota setempat. • • • • • • • 112 .10.10.000.900) : antara 1-2 bulan sesuai dengan rekomendasi dari Ditjen Peternakan.900) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun.91.

benang.04.000) : 6 bulan dan dapat diperpanjang 1 tahun. 7204.000) Aluminium (HS 7602. Ex 65. Limbah dan Skrap dari Baja Stainless (HS 7204. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Industri atau Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan. 7204. khusus yang berasal dari wilayah Pulau Batam (HS 7204.000). Tembaga (HS 7404.000. Ingot Hasil Peleburan Skrap Besi atau Baja.03.000.• • • Limbah dan Skrap Fero.29.04. Kuningan (HS Ex 7407.000) : 3 bulan .05. Ex-96.05.10.49.000). 50. pakaian jadi dan barang jadi lain terbuat dari tekstil yang termasuk dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia dengan Pos Tarif HS Ex-42. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri.21. Eksportir Terdaftar Tekstil dan Produk Tekstil (ETTPT) adalah perusahaan yang diizinkan mengekspor TPT Kuota oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan.90.41. Ex-65.00. Eksportir Terdaftar Tekstil dan Produk Tekstil (ETTPT) Pengertian Yang dimaksud dengan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) adalah serat.000. Pasir Laut (HS Ex 2505.12.01 s/d 63. 7204. Ex-65. Ex-65.01. Izin Ekspor Tekstil 1. Biaya Pengurusan Pengurusan persetujuan ini tidak dikenakan biaya.21. Ex-64.000.000) : 6 bulan dan dapat di perpanjang 1 tahun.10.00.02.30. Ex-94.19.02. tekstil lembaran. Ex-65. 7204. 113 . Ex-70.

Tahun Kuota adalah dimulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Kuota Sementara Murni (KSM). Kuota terdiri dari Kuota Tetap (KT). Negara Non Kuota adalah negara pengimpor TPT yang tidak memberlakukan Kuota. Izin Usaha Industri (IUI) atau Tanda Daftar Industri (TDI) . Realisasi ekspor sendiri TPT Non Kuota . Kuota Fleksibilitas (KF). Negara Kuota adalah negara pengimpor TPT yang berdasarkan suatu Perjanjian Bilateral yang memberlakukan Kuota. Berita Acara pemeriksaan fisik kantor dan unit produksi serta kapasitas produksi perusahaan yang ditandasahkan oleh pejabat IPSKET (Instansi Penerbit Surat Keterangan Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil) dimana perusahaan berdomisili. Kuota Pinjaman (KP). Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. 114 . dan Kuota Pergeseran Khusus (KSS). 2.Kuota adalah batas volume maksimum Kategori atau Group TPT yang diizinkan diekspor ke negara kuota. 3. 4. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 5. Kuota Pertumbuhan (KPt).

Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk menerbitkan Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) tidak dikenakan biaya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Pengakuan ETTPT Perusahaan Kecil dan Koperasi (ETTPT-PKK) dilakukan oleh Pejabat IPSKET setempat bagi perusahaan yang telah memenuhi kriteria tertentu. 2. Pengakuan ETTPT Perusahaan Menengah Besar (ETTPT-PMB) dilakukan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) Pengertian Surat Keterangan Ekspor TPT (SKET) adalah dokumen penyerta TPT Kuota yang membuktikan bahwa TPT Kuota tersebut ber asal dari Indonesia yang telah memenuhi Perjanjian Bilateral. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan.Biaya Pengurusan Pengurusan untuk mendapatkan pengakuan sebagai ETTPT tidak dikenakan biaya. 115 .

• Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. Kuota Tetap (KT) Kuota Tetap (KT) adalah jenis Kuota yang dialokasikan setiap tahun yang bersumber dari Kuota Dasar. • Instansi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh Menperindag. • Instansi atau Dinas pada daerah Propinsi dan atau DATI II yang membidangi perindustrian dan perdagangan. 116 . yaitu : • PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara. Kuota Tetap yang diserahkan kepada Depperindag karena tidak dapat direalisasikan pada Tahun Kuota berjalan. Kuota Pengertian a. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/-2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Instansi Penerbit Surat Keterangan Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (IPSKET) adalah instansi atau lembaga yang ditunjuk oleh Menperindag untuk menerbitkan SKET. Pengalihan Kuota Tetap adalah pemindahan KT dari satu ETTPT kepada ETTPT lainnya. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Penitipan KT adalah. 3.

3. b. ETTPT dapat mengalihkan KT miliknya kepada ETTPT lain secara langsung dan melaporkan kepada IPSKET setempat untuk mendapat pengesahan. ETTPT yang memiliki KT dan merealisasikan ekspornya pada Tahun Kuota berjalan dapat memperoleh alokasi KT sebesar KT yang direalisasikan untuk Tahun Kuota berikutnya. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Tetap (KT) tidak dikenakan biaya.Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Alokasi KT dilaksanakan oleh Dzirektur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dalam 2 (dua) tahap dan diumumkan melalui IPSKET setempat sebagai berikut : Untuk KT Tahap I (sementara) diumumkan selambatlambatnya pada minggu ke-empat bulan Desember Tahun Kuota Berjalan. Untuk KT Tahap II (definitif) diumumkan selambatlambatnya pada minggu ke-tiga bulan Januari Tahun Kuota berikutnya. 117 . Kuota Pertumbuhan (KPt) Pengertian Kuota Pertumbuhan (KPt) adalah Kuota Tambahan yang diberikan oleh Negara Kuota setiap Tahun Kuota yang besarnya sesuai dengan Perjanjian Bilateral. KT yang tidak direalisasikan ekspornya akan dikurangkan dari alokasi KT tahun berikutnya sebesar KT yang tidak direalisasikan. 2.

tidak memperoleh KPt pada tahun berikutnya . Kriteria untuk memperoleh KPt diatur sebagai berikut : tidak pernah mengalihkan KPt yang diperoleh . ETTPT yang pernah mendapatkan KPt tiga kali atau lebih. ETTPT yang dapat mengajukan KPt. orang atau badan usaha yang memiliki lebih dari satu ETTPT. Sumber KPt untuk ETTPT-PKK berasal dari Pertumbuhan Kuota Dasar sebesar 6%.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/-2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Permohonan KPt ditandatangi oleh Pemilik ETTPT dan jika bermitra dengan ETTPT lainnya harus dilengkapi dengan surat Perjanjian Kerjasama. memiliki Izin Usaha Industri/TDI yang telah berlaku 1 (satu) tahun keatas. 5. 2. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 3. 118 . kecuali kategori yang pertumbuh-annya dibawah 6%. ETTPT Pengusaha Kecil dan Koperasi (ETTPT-PKK) dapat mengajukan permohonan KPt Tahun Kuota berikutnya pada IPSKET setempat. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Jumlah ETTPT yang berhak mendapat alokasi KPt ditentukan setelah melalui seleksi oleh Tim Pengkajian Kelayakan ETTPT. 4. hanya dapat memperoleh KPt untuk salah satu ETTPT.

Sumber KSM Nasional yang tersedia dihitung berdasarkan selisih antara Kuota Dasar dengan alokasi KT Nasional. 119 . Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Jumlah dan Kategori atau Group TPT KPt diberikan kepada masing-masing IPSKET secara global oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. c. jumlah KSM yang di-realisasikan dapat menjadi KT. ETTPT yang mempunyai Prestasi Realisasi paling sedikit 90% dari Kewajiban Ekspor (KE) pada Tahun Kuota berikutnya. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tang gal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil.Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pertumbuhan (KPt) tidak dikenakan biaya. KSM dialokasikan secara proporsional kepada ETTPT berdasarkan Prestasi Realisasi (PR) masing-masing ETTPT. Kuota Sementara Murni (KSM) Pengertian Kuota Sementara Murni (KSM) adalah selisih antara Kuota Dasar dengan alokasi KT Nasional.

sedangkan KF Non Global dialokasikan setiap saat mulai bulan Februari selama Kuota masih tersedia. Pergeseran. Ditjen Perdagangan Luar Negeri. 120 . 2. ETTPT produsen yang memiliki KT atau tidak memiliki KT yang melaksanakan ekspor TPT ke Negara Non Kuota dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh KSM untuk kategori yang sama kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri.Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. Kuota Handicraft. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Sementara Murni (KSM) tidak dikenakan biaya. Kuota Fleksibilitas (KF) Pengertian Kuota Fleksibilitas (KF) adalah Kuota yang berasal dari Kuota Tidak Terealisasi. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri. dapat mengajukan permohonan memperoleh KSM kepada Direktur Ekspor Produk Industri. jumlah KSM yang direalisasikan dapat menjadi KT. Pertukaran. ETTPT yang mempunyai Prestasi Realisasi paling sedikit 90% dari Kewajiban Ekspor (KE) pada Tahun Kuota berikutnya. KF Global dialokasikan pada bulan Maret dan Juli. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Penetapan alokasi KSM untuk masing-masing ETTPT. baik yang memiliki KT ataupun yang tidak memiliki KT. Sisa KSM dan SWAP. d. ETTPT yang memiliki unit produksi. Penitipan KT. 3. ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri melalui IPSKET setempat.

Jumlah dan Kategori atau Group TPT yang dapat dialokasikan sebagai KF untuk ETTPT-PKK. 6. 5. Masa berlaku KG Global adalah 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkan surat alokasi dan tidak dapat diperpanjang. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. ETTPT Produsen dapat memperoleh KF. 3. Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. . Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 4. demikian juga masa berlaku KF Non Global adalah 4 (empat) bulan. Jumlah dan jenis kuota untuk masing-masing wilayah IPSKET dialokasikan secara global dan proporsional sesuai dengan jumlah ETTPT-PKK oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. diberitahukan kepada masing-masing IPSKET oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. 121 2. Sumber KF yang tersedia dialokasikan kepada ETTPTPKK sebesar 60 % dan kepada ETTPT Pengusaha Menengah dan Besar (PMB) sebesar 40%. dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK . mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. ETTPT yang mengalihkan 10 % atau lebih dari KT yang dimiliki tidak berhak memperoleh KF untuk kategori tersebut pada Tahun Kuota berjalan.

122 . maka KF dialokasikan kepada masingmasing perusahaan secara proporsional berdasarkan kapasitas produksi terpasang yang tercantum dalam izin industri yang bersangkutan. e. Penetapan alokasi KF Global untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri. b. dengan ketentuan : a. dalam hal KF yang dimohon lebih kecil dari KF yang tersedia.Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Fleksibilitas (KF) tidak dikenakan biaya. kecuali jika tidak terjadi pengurangan Kuota Dasar secara Nasional oleh Negara Kuota atau realisasi ekspor nasional berada di bawah atau sama dengan Kuota Dasar. dialokasikan secara global berdasarkan proporsi KT yang dimiliki ETTPTPKK di masing-masing IPSKET oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri KP yang direalisasikan akan diperhitungkan pada Tahun Kuota berikutnya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KF untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat. KP untuk ETTPT-PKK di wilayah IPSKET. maka KF dialokasikan kepada masingmasing perusahaan maksimal sesuai dengan yang dimohon. Kuota Pinjaman (KP) Pengertian Kuota Pinjaman (KP) adalah Kuota yang dipinjam dari Kuota Dasar Tahun pada tahun berikutnya yang digunakan pada tahun berjalan sesuai dengan Perjanjian Bilateral. dalam hal KF yang dimohon lebih besar dari KF yang tersedia.

Mulai bulan Juni Tahun Kuota berjalan. Kuota Pinjaman dapat dialokasikan kepada ETTPT Produsen yang telah merealisasikan KT pada Tahun Kuota berjalan dan tidak mengalihkan 10% atau lebih KT dari Kategori atau Group TPT dimaksud. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1.Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. 3. ETTPT Produsen pemilik KT yang telah merealisasikan kuota TPT sebesar 50% atau lebih. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. ETTPT Produsen pemilik KT dapat mengajukan KP maksimal sesuai dengan Perjanjian Bilateral dan tidak melebihi dari KT yang telah direalisasikan . dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK . Permohonan KP berikutnya akan diproses. 2. dengan cara : Mulai bulan Januari Tahun Kuota berjalan. apabila alokasi KP sebelumnya telah direalisasikan ekspornya minimal sebesar 80%. dapat mengajukan KP lebih besar dari Perjanjian Bilateral dan maksimum sebesar realisasi ekspor KT-nya . mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. . ETTPT produsen yang memiliki KT dan tidak memanfaatkan sebagian atau seluruh hak KP dalan Tahun 123 . ETTPT Produsen dapat memperoleh Kuota Pinjaman.

Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) Pengertian Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) adalah jenis Kuota yang berasal dari perpindahan antar Kategori TPT tertentu sesuai dengan Perjanjian Bilateral. KP untuk ETTPT-PKK di wilayah IPSKET. 6. yang diperhitungkan dari realisasi KP Tahun Kuota sebelumnya. Penetapan alokasi KP untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Direktur Ekspor Produk Industri. Apabila Negara Kuota mengurangi Kuota Dasar. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pinjaman (KP) tidak dikenakan biaya. f. 124 . maka perhitungan KP bagi masing-masing ETTPT dilakukan secara proposional sesuai dengan realisasi KP masing-masing ETTPT tersebut. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KP untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat.4. dialokasikan secara Global oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri berdasarkan proporsi KT yang dimiliki ETTPT-PKK di masing-masing IPSKET. Masa berlaku KP adalah maksimum 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkan surat alokasi dan tidak dapat diperpanjang. Kuota berjalan. 5. Ditjen Perdagangan Luar Negeri. Hak KP tersebut dapat dimanfaatkan oleh ETTPT yang tidak memiliki KT dengan menggunakan jaminan ETTPT yang memiliki KT dimaksud dan bersedia dipotong pada Tahun Kuota berikutnya.

KSS yang direalisasikan diperhitungkan sebagi KT Kategori asalnya pada Tahun Kuota berikutnya. KT Kategori Penerima dan Kategori Donor yang dapat dipertukarkan untuk KSS adalah KT yang bukan berasal dari pengalihan atau KPt. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. 125 . berdasarkan persentase tertentu sesuai dengan Perjanjian Bilateral. 4. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. ETTPT Produsen yang memiliki KT Kategori Donor dan KT Kategori Penerima dapat memperoleh KSS. mengajukan permohonan kepada Direktur Ekspor Produk Industri.KSS dialokasikan kepada ETTPT Produsen yang memiliki KT Kategori Donor dan KT Kategori Penerima dalam 2 tahap pada Tahun Kuota berjalan. yaitu : a. dengan cara : mengajukan permohonan kepada IPSKET setempat bagi ETTPT-PKK . Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/ 2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. Jumlah dan Kategori TPT KSS untuk ETTPT-PKK masing-masing wilayah IPSKET. 3. Tahap I dimulai pada minggu pertama bulan Maret. Tahap II dimulai pada minggu pertama bulan Juli. 2. Ditjen Perdagangan Luar Negeri bagi ETTPT-PMB. b. dialokasikan secara global oleh Ditjen Perdagangan Luar Negeri.

ETTPT yang mengalihkan 10% atau lebih dari KT Kategori Penerima. Penetapan alokasi KSS untuk ETTPT-PMB dilaksanakan oleh Direktur Ekspor Produk Industri. Penitipan Kuota Tetap Pengertian Penitipan KT adalah Kuota Tetap yang diserahkan kepada Departemen Perindustrian dan Perdagangan karena tidak dapat direalisasikan pada Tahun Kuota berjalan. Kategori Donor adalah Kategori TPT tertentu yang berdasarkan Perjanjian Bilateral dijadikan sebagai sumber perpindahan untuk Kategori TPT tertentu lainnya. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 311/MPP/Kep/10/2001 tanggal 30 Oktober 2001 tentang Ketentuan Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil. g. Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Kuota Pergeseran Khusus (Kuota Special Shift/KSS) tidak dikenakan biaya. tidak berhak memperoleh KSS pada Tahun Kuota berjalan.5. 126 . Ditjen Perdagangan Luar Negeri. Kategori Penerima adalah Kategori TPT tertentu yang berdasarkan Perjanjian Bilateral dijadikan sebagai penerima perpindahan dari Kategori Donor tertentu lainnya. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Penetapan alokasi KSS untuk ETTPT-PKK dilaksanakan oleh IPSKET setempat.

Selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja sejak tanggal diterimanya penitipan KT dari ETTPT. Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri 127 . Biaya Pengurusan Pengurusan izin untuk memperoleh Penitipan Kuota Tetap (KT) tidak dikenakan biaya. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri. Pengurangan KT dilakukan pada awal Tahun Kuota berikutnya. Jenis Kuota yang dapat dititipkan kepada Direktur Ekspor Produk Industri. maka IPSKET setempat harus sudah mengurangkan dan mengembalikan Kategori tersebut sejumlah yang dititipkan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. KT tersebut akan dikurangkan sebesar rata-rata yang dititipkan selama 2 (dua) tahun. Ditjen Perdagangan Luar Negeri adalah KT yang bukan berasal dari pengalihan dan kemitraan. 5. 4.• Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Ekspor Produk Industri. 2. Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. 3. dalam hal ini Direktur Ekspor Produk Industri setelah permohonan tersebut ditandasahkan oleh IPSKET setempat paling lambat 31 Oktober Tahun Kuota berjalan. ETTPT dapat mengajukan Penitipan KT kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. ETTPT yang telah menitipkan KT selama 2 (dua) tahun berturut-turut.

yang wajib dipenuhi suatu barang ekspor untuk dapat diterbitkan SKA-nya oleh pemerintah di negara asal barang. regional dan multilateral maupun ketentuan sepihak dari suatu negara tertentu. Keputusan Menperindag Nomor 111/MPP/Kep/2/2002 tanggal 21 Februari 2002 tentang Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia • 128 . kepada instansi penerbit atas keabsahan dokumen dan atau kebenaran pengisian SKA. karena diwajibkan baik oleh pemerintah di negara tujuan ekspor maupun oleh pembelinya. dihasilkan dan atau diolah di Indonesia. Verifikasi adalah suatu proses penyelidikan yang dilakukan atas permintaan pemerintah di negara tujuan ekspor barang. regional dan multilateral serta ketentuan sepihak dari suatu negara tertentu wajib disertakan pada waktu barang ekspor tertentu Indonesia akan memasuki wilayah negara tertentu yang membuktikan bahwa barang tersebut berasal. Ketentuan Asal Barang adalah kriteria/persyaratan yang ditetapkan. Dasar Hukum • Keputusan Mendagkop Nomor 155/Kp/IV/80 tanggal 22 April 1980 tentang Biaya Retribusi Pengeluaran Formulir Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia. SKA diterbitkan atas permintaan eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA.Surat Keterangan Asal (SKA) Pengertian Surat Keterangan Asal (SKA) adalah dokumen yang berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian bilateral. baik berdasarkan perjanjian bilateral.

Khusus untuk penerbitan SKA Form A dan Form D. Untuk ekspor barang yang tidak wajib memenuhi Ketentuan Umum di Bidang Ekspor : a. Bill of Lading (B/L) atau Air Way Bill. Kwitansi pembelian barang . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA dapat mengajukan permohonan penerbitan SKA kepada Instansi Penerbit dengan melampirkan dokumen pendukung sebagai berikut : 1. Untuk ekspor barang yang wajib memenuhi Ketentuan Umum di Bidang Ekspor : a. 4. 2. b. b. atau bukti lain jika pelaksanaan ekspornya tidak menggunakan angkutan laut atau udara.• Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depperindag Nomor 119/ SJ/II/2001 tanggal 19 Februari 2001 tentang Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan. 129 . Fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia atau fotokopi paspor bagi penduduk asing/wisatawan. persyaratan dapat diganti dengan surat kuasa dari pemilik barang. eksportir atau pihak lain yang memerlukan SKA selain melengkapi dokumen-dokumen. untuk permohonan SKA kedua dan seterusnya cukup melampirkan : keterangan tentang proses produksi atau persentase kandungan impor/lokal . b. Untuk barang yang pengirimannya menggunakan perusahaan jasa titipan. Dalam hal barang ekspor yang sama. surat penegasan pemohon SKA Form A. 3. juga wajib melengkapi : a. Surat pernyataan dan struktur biaya per unit . Fotokopi Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (DPEB) dari Kantor Bea dan Cukai di pelabuhan muat.

Kepala Sub Instansi atau Dinas . Untuk SKA Form D : 4 bulan. sebagai Pejabat Pengganti II. Kepala Sub Dinas Perdagangan. 2. Secara khusus : Untuk SKA Form A : • Uni Eropa. 3. Secara umum : sejak SKA diterbitkan sampai dengan waktu barang dimaksud diterima oleh importir yang bersangkutan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku SKA dikeluarkan 1 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. pada Instansi atau Dinas Kabupaten/Kota : 1. Direktur Pemasaran dan Pelayanan . Untuk Eksportir Certificate : 120 hari kerja. Kepala Sub Dinas Perdagangan. Masa berlaku SKA adalah sebagai berikut : a. b. b. pada Instansi atau Dinas Propinsi : 1. Kepala Seksi Ekspor pada Sub Dinas Perdagangan. Norwegia dan Swiss : 10 tahun. Kepala Seksi Ekspor pada Sub Dinas Perdagangan. 130 . sebagai Pejabat Pengganti I . (Persero) Kawasan Berikat Nusantara dan Kantor Cabang di Jakarta : 1. d.Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Kewenangan dan tanggung jawab penerbitan SKA ditetapkan sebagai berikut : a. sebagai pejabat pengganti I . c. • Jepang : 1 tahun. Kepala Instansi atau Dinas . • Kanada : 2 tahun. 3. Biaya Pengurusan Biaya untuk pengurusan SKA sebesar Rp. sebagai Pejabat Pengganti II. 2. pada PT. c. 1000.

2. d. pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) : 1. 2. (Persero) Kawasan Berikat Nusantara dan Kantor Cabang di Jakarta. Kepala Unit Usaha Kawasan. 3. 2. untuk SKA Tembakau (Certificate of Authenticity). Kepala Seksi Pengujian. sebagai Pejabat Pengganti II. Penguji. f. 3. Sekretaris Lembaga Tembakau/Penguji. 3. pada Lembaga Tembakau Cabang Surakarta dan Medan : 1. sebagai Pejabat Pengganti II. Deputi Perdagangan Jasa dan Industri . sebagai Pejabat Pengganti I . Kepala Sub Bagian Tata Usaha. sebagai Pejabat Pengganti II. untuk SKA Tembakau (Certificate of Authenticity). sebagai Pejabat Pengganti II. 2. 131 . Kepala Bagian Dokumen. pada Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) dan Lembaga Tembakau Surabaya dan Jember : 1. Kepala Bidang Perizinan dan Promosi. atau Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) sesuai wilayah kerjanya dimana barang dikapalkan (pelabuhan ekspor) atau kuota ekspor dialokasikan/ dimutasikan. sebagai Pejabat Pengganti I . 3. Kepala Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau . e. sebagai Pejabat Pengganti I . SKA-nya hanya dapat diterbitkan oleh Instansi atau Dinas Propinsi atau Kabupaten/Kota atau PT. Deputi Keuangan. Bagi barang yang diatur ekspornya dan atau terkena pembatasan ekspor dalam bentuk kuota berdasarkan perjanjian internasional. Kepala Lembaga Tembakau . sebagai Pejabat Pengganti I .

Tidak terkait dengan kredit bermasalah. • • 132 Jika salah satu persyaratan tidak dipenuhi. tidak pernah menunggak pembayaran pajak. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 42/MPP/Kep/2/1997 tanggal 13 Februari 1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 184/MPP/Kep/5/2000. . maka Penetapan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu dicabut. Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu berlaku untuk semua komoditi yang diekspor sesuai dengan pasal 2 Keputusan Menperindag Nomor 184/MPP/Kep/5/2000 tanggal 29 Mei 2000 tentang Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 42/MPP/ Kep/2/1997. dan selalu memasukkan surat pemberitahuan pajak dua tahun berturut-turut dengan tertib dan teratur) .Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Pengertian Perusahaan Eksportir yang berstatus sebagai eksportir produsen atau eksportir bukan produsen dapat ditetapkan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu. Tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan yang mengakibatkan kerugian negara (tidak pernah melakukan ekspor fiktif) . Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • Memiliki alamat kantor dan atau lokasi pabrik yang jelas . NPWP (merupakan wajib pajak yang patuh. apabila memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Angka Pengenal Importir (API) Pengertian Angka Pengenal Importir (API) adalah tanda pengenal sebagai importir yang harus dimiliki setiap perusahaan yang melakukan kegiatan impor. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri untuk Perusahaan Eksportir Bukan Produsen. dan Direktur Jenderal Pembinaan Teknis yang bersangkutan untuk Perusahaan Eksportir Produsen.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Penetapan Perusahaan Ekspotir Tertentu diterbitkan 5 hari kerja setelah persyaratan diterima secara lengkap dan benar. Biaya Pengurusan Pengurusan surat penetapan sebagai Perusahaan Eksportir Tertentu tidak dikenakan biaya. 133 . Masa berlaku Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu adalah selama Perusahaan Eksportir Tertentu yang bersangkutan melakukan kegiatan ekspor untuk komoditi yang bersangkutan. API terdiri dari : • Angka Pengenal Importir Umum (API-U) : Wajib dimiliki setiap Perusahaan Dagang yang melakukan impor semua jenis barang kecuali barang yang diatur tata niaga impornya dan barang yang dilarang impornya.

Surat keterangan domisili kantor pusat yang masih berlaku dari Kantor Kecamatan (apabila gedung milik sendiri). Referensi dari bank devisa (asli). Fotokopi Izin Usaha Industri (IUI).• Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) : Wajib dimiliki setiap Perusahaan Industri diluar PMA/PDN yang melakukan impor hanya barang modal dan bahan baku/ penolong untuk keperluan proses produksinya sendiri. Nama dan susunan pengurus perusahaan (asli) . Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Impor Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. atau dari pemilik gedung apabila sewa/kontrak (asli) . sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Fotokopi KTP pengurus. 134 . 2 (dua) lembar pas foto pengurus (2x3 cm). khusus untuk memperoleh API-P . Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP). Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan . Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • • • • • • • • Fotokopi akta notaris pendirian dan perubahannya . Fotokopi perjanjian sewa/kontrak tempat berusaha yang masa waktu sewa/kontraknya minimal 2 (dua) tahun . khusus untuk memperoleh API-U . Surat keterangan kelakuan baik pengurus perusahaan dari Kepolisian . Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .

Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan ataupun penolakan permohonan tersebut diputuskan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 hari kerja terhitung sejak permohonan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Pengertian Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) adalah tanda pengenal sebagai importir khusus yang harus dimiliki setiap perusahaan yang melakukan perdagangan impor barang tertentu. adalah selama 5 tahun terhitung sejak tanggal diterbitkannya API tersebut. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Dinas Tingkat Propinsi setempat. Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Impor 135 . Masa berlaku API. Biaya Pengurusan Pengurusan API tidak dikenakan biaya. Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 141/MPP/Kep/3/2002 tanggal 6 Maret 2002 tentang Nomor Pengenal Importir Khusus. baik API-U maupun API-P. Jenis barang tertentu yang akan diimpor harus dalam keadaan baru. API dapat dipergunakan untuk melaksanakan impor di seluruh daerah pabean Republik Indonesia.

NPIK bagi perusahaan pemegang API-Produsen. melampirkan : API-T. NPIK bagi perusahaan pemegang API-Terbatas. c. dengan tembusan kepada Direktur Impor. melampirkan: API-U. b. NPIK bagi perusahaan pemegang API-Umum. melampirkan: API-P. 136 . Masa berlaku NPIK selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkannya NPIK tersebut. dengan persyaratan : a. Izin Usaha Industri (IUI) atau Surat Persetujuan Tetap (SPT) PMA/PMDN. Untuk dapat memperoleh NPIK importir wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) dan Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). atau realisasi impor dalam 1 (satu) tahun terakhir dan/atau perjanjian/kontrak pembelian dengan mitra dagang luar negeri dalam waktu 1 (satu) tahun kemuka. Syarat dan Kelengkapan Dokumen NPIK hanya dapat diberikan kepada perusahaan yang telah memiliki Angka Pengenal Importir Umum (API-U). Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan ataupun penolakan permohonan tersebut diputuskan selambat-lambatnya dalam jangka 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak permohonan dan kelengkapan dokumen diterima secara lengkap dan benar. Realisasi impor 2 (dua) tahun dalam 5 (lima) tahun terakhir.Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. Izin Usaha Industri (IUI).

Importir Umum Limbah (IU-Limbah) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Umum Limbah (IU-Limbah) adalah importir umum yang diakui oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor Limbah Non B3. 137 . • Limbah dari bulu hewan kasar . • Limbah benang (termasuk limbah benang pintal) . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Pengakuan Importir Umum Limbah 1. Jumlah dan jenis limbah yang dapat diimpor oleh IULimbah ditetapkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri berjumlah 18 Pos Tarif.Biaya Pengurusan Pengurusan NPIK tidak dikenakan biaya. • dan lain-lain sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/MPP/Kep/7/1997. Impor Limbah Non-B3 lainnya yang tidak tercakup di dalam Keputusan tersebut akan ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan. antara lain: • Limbah dari wol atau dari bulu hewan halus .

Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IU-Limbah tidak dikenakan biaya.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 192/MPP/Kep/ 6/2000. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • • • • • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) . Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah. Bukti pemilikan/penguasaan gudang penimbunan limbah yang telah diakui oleh Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen. Angka Pengenal Importir Umum (API-U) . 138 . dengan masa berlaku izin selama satu tahun. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan Izin Pengakuan IU-Limbah diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) .

baterai primer.2. Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah. Jumlah dan jenis limbah yang dapat diimpor oleh IPLimbah B3 ditetapkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan dengan pertimbangan dari Kepala BAPEDAL. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/ MPP/Kep/2/2001. sel primer habis pakai. dan akumulator listrik. Tanda Daftar Peusahaan (TDP) . • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) atau Izin yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan . 139 • • • . yaitu : • Sisa dan skrap timah hitam . • Sisa dan skrap dari sel primer. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . mencakup 2 Pos Tarif. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) . Importir Produsen Limbah B3 (IP-Limbah B3) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Produsen Limbah B3 (IPLimbah B3) adalah produsen yang diakui oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan disetujui untuk mengimpor sendiri Limbah B3 yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya. baterai primer habis pakai dan akumulator listrik habis pakai.

dengan masa berlaku 1 tahun. 140 . sebanyak 39 Pos Tarif antara lain : • Ban luar bertekanan bekas . • Kertas atau kertas karton (bekas dan sisa) yang diperoleh kembali . Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Rekomendasi dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan bahwa produsen pemohon membutuhkan limbah untuk proses produksinya. 3. Jumlah dan Jenis Limbah yang dapat diimpor oleh IP-Limbah Non B3 ditetapkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri.• • Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya yang diakui oleh BAPEDAL . Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IP-Limbah B3 tidak dikenakan biaya. Importir Produsen Limbah Non B3 (IP-Limbah Non B3) Pengertian Yang dimaksud dengan Importir Produsen Limbah Non B3 (IP-Limbah Non B3) adalah produsen yang diakui oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor sendiri limbah Non B3 yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar.

Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 141 . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). dan lain-lain sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/ MPP/-Kep/7/1997 tersebut.• • Limbah dan skrap dari besi tuangan . • • • • • Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/ MPP/Kep/2/2001. Keputusan Menperindag Nomor 231/MPP/Kep/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Prosedur Impor Limbah. Rekomendasi dari Departemen Teknis/Lembaga Non Departemen yang membidangi usaha tersebut bahwa produsen yang bersangkutan membutuhkan limbah untuk proses produksinya. • Syarat dan Kelengkapan Dokumen • Izin Usaha Industri (IUI)/Tanda Daftar Industri (TDI) atau izin yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha bersangkutan. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). Bukti pemilikan instalasi pengelolaan limbah dan sisa limbah termasuk gudang penimbunannya yang diakui oleh Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen. dengan masa berlaku izin 1 tahun.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. korosif dan iritasi. baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat racun. 142 . mutagenik. Pengakuan Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) Pengertian Bahan Berbahaya disingkat B2 adalah zat. dalam hal ini adalah pengguna akhir. karsinogenik. Importir Produsen Limbah B2 (IP-Limbah B2) adalah Importir Produsen Bahan Berbahaya yang diakui oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan disetujui untuk mengimpor sendiri bahan berbahaya yang diperuntukan semata-mata hanya untuk kebutuhan produksinya sendiri. IT-B2 adalah Importir Terdaftar Bahan Berbahaya bukan produsen pemilik Angka Pengenal Importir Umum (API-U) yang mendapat tugas khusus untuk mengimpor bahan berbahaya dan bertindak sebagai distributor untuk menyalurkan bahan berbahaya yang diimpornya kepada perusahaan lain yang membutuhkan.Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan sebagai IP-Limbah Non B3 tidak dikenakan biaya. dan/dilarang diper jualbelikan diperdagangkan maupun dipindahtangankan kepada siapapun. teratogenik. bahan kimia dan biologi.

Rekomendasi dari Direktur Jenderal IKAH. dengan melampirkan dokumen sebagai berikut : • • • • • Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis yang membidangi usaha tersebut.Limbah B2. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). perusahaan yang bersangkutan wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T).B2 yang diatur tata niaga impornya berjumlah 351 Pos Tarif yang terdiri dari bahan kimia yang membahayakan kesehatan dan merusak kelestarian lingkungan hidup dan bakan kimia daftar 2 dan 3 Konvensi senjata Kimia (KSK). 143 . Keputusan Menperindag Nomor 254/MPP/Kep/7/2000 tanggal 4 Juli 2000 tentang Tata Niaga Impor dan Peredaran Bahan Berbahaya Tertentu. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tanggal 4 Juli 1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 62/MPP/ Kep/2/2001. Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tanggal 5 Oktober 1999 tentang Angka Pengenal Importir (API) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menperindag Nomor 253/MPP/Kep/7/2000. • • Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai IP.

dengan rekomendasi dari Direktur Jenderal POM. Perusahaan rekondisi adalah perusahaan industri yang bergerak di bidang jasa pemulihan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Persetujuan permohonan diputuskan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Biaya Pengurusan Pengurusan IP-Limbah B2 tidak dikenakan biaya. Departemen Kesehatan dan Direktur Jenderal Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan. 144 . Yang dimaksud dengan Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru adalah mesin dan peralatan mesin yang masih layak dipakai atau direkondisi untuk difungsikan kembali dan bukan skrap (besi tua). Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru Pengertian Izin Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru adalah izin untuk pengimporan mesin dan barang modal lainnya dalam keadaan bukan baru oleh perusahaan yang telah mendapat izin usaha industri untuk keperluan proses produksi sendiri. perbaikan dan pemeliharaan mesin dan peralatan mesin bukan baru. dengan masa berlaku selama 1 tahun serta dapat diperpanjang. Depperindag. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri.

Izin Usaha Jasa Transportasi . Izin Usaha Perikanan . 3.Impor mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru hanya dapat dilaksanakan oleh : • Perusahaan rekondisi yang telah memiliki Izin Usaha Industri. atau e. Pengimporan mesin dan peralatan mesin harus disertai dengan Certificate of Inspection dari Surveyor yang menyatakan bahwa barang yang diimpor tersebut masih layak dipakai atau direkondisi untuk difungsikan kembali. atau g. 5. Izin Usaha Pertambangan . 6. Rekomendasi dari Ditjen ILMEA apabila barang tersebut termasuk barang yang dilarang diimpor. atau f. • Perusahaan pemakai langsung yang telah memiliki Izin Usaha Industri. Izin Usaha Industri (IUI) . Keputusan Menperindag Nomor 78/MPP/Kep/3/2001 tanggal 2 Maret 2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian dan Perdagangan. 4. atau d. bukan skrap dan untuk kendaraan bermotor serta alat besar harus menyatakan spesifikasi teknis yang mencakup masa total kotor daya engine dan umur kendaraan 2. atau h. Izin Usaha Rekondisi . atau b. a. APIT atau API-U atau API-P . Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Izin Usaha Pengusahaan Hutan . Dasar Hukum • • Keputusan Menperindag Nomor 172/MPP/Kep/5/2001 tanggal 17 Mei 2001 2001 tentang Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru. 145 . Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Syarat dan Kelengkapan Dokumen 1. atau memiliki Izin Usaha untuk keperluan proses produksi atau digunakan sendiri. atau c. Izin Usaha Perkebunan . Izin Usaha Konstruksi .

Gula Kasar (Raw Sugar) hanya dapat diimpor oleh Importir Produsen Gula Kasar (Raw Sugar). Kendaraan bermotor milik Duta Besar RI yang telah habis masa tugasnya di luar negeri. 1701. Biaya Pengurusan Pengurusan izin impor ini tidak dikenakan biaya. Bantuan teknik dan bantuan proyek berdasarkan PP No.000). yang telah memiliki Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Gula dan telah memperoleh Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T). Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) Pengertian Yang dimaksud dengan Gula Kasar (Raw Sugar) adalah gula kristal sakrosa yang dibuat dari tebu melalui proses defikasi yang tidak dapat langsung dikonsumsi oleh manusia sebelum diproses lebih lanjut. yang termasuk dalam Pos Tarif (HS.7. Mesin dan peralatan mesin bukan baru yang tidak dapat diimpor. 19 tahun 1955. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri. dapat diimpor dengan persetujuan Dirjen Perdagangan Luar Negeri atas nama Menteri. Keperluan penelitian dan pengembangan teknologi. 146 . selanjutnya disebut IP Gula.11. sepanjang untuk : Keperluan Pemerintah dan Lembaga Negara lainnya.

456/MPP/Kep/6/2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar). e.Gula Kasar (Raw Sugar) yang dapat diimpor oleh IP Gula hanya dipergunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi dari industri yang dimiliki oleh IP Gula dan dilarang diperjualbelikan maupun dipindahtangankan. Nomor Pengenal Importir Khusus Gula (NPIK . Agro dan Hasil Hutan. dengan melampirkan : a. dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau Izin Usaha lain yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha tersebut . Departemen Pertanian dalam hal impor gula kasar (raw sugar) untuk penggunaan sebagai bahan baku pabrik gula. Direktur Jenderal Bina Produksi Perkebunan.Gula) . d. Direktur Jenderal Industri Kimia. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai IP Gula. c. atau 2. b. f. Depperindag dalam hal impor gula kasar (raw sugar) untuk penggunaan sebagai bahan baku industri rafinasi atau industri lainnya . Rekomendasi dari : 1. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) . 147 . perusahaan harus mengajukan permohonan tertulis kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Dasar Hukum • Keputusan Menperindag No. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .

Perusahaan yang dapat mengimpor cengkeh adalah Importir Cengkeh yang sudah mendapat pengakuan sebagai Importir Cengkeh. sesuai ketentuan yang berlaku. tidak dikenakan biaya. 0907.100) dan Cengkeh Lain-lain (Pos Tarif HS. sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar.900). Masa berlaku Pengakuan IP Gula adalah selama 1 (satu) tahun. Departemen Pertanian. Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan IP Gula ini. 148 . Depperindag dan Direktur Jenderal Bina Produksi Perkebunan. Agro dan Hasil Hutan.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pengakuan atau penolakan sebagai IP Gula diterbitkan paling lambat dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja. Ketentuan Impor Cengkeh Pengertian Yang dimaksud dengan Cengkeh adalah Bunga Cengkeh (Pos Tarif HS. Depperindag atas rekomendasi : Direktur Jenderal Industri Kimia.00. Importir Cengkeh adalah Industri Pengguna Cengkeh pemilik Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) yang disetujui untuk mengimpor cengkeh yang diperlukan semata-mata untuk proses produksinya. 0907. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri.00.

Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka Pengertian Bursa Berjangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk kegiatan jual beli 149 . tidak dikenakan biaya. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Untuk dapat diakui sebagai Importir Cengkeh. Agro dan Hasil Hutan. d. c. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) . Biaya Pengurusan Pengurusan Pengakuan sebagai Importir Cengkeh ini. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . perusahaan yang bersangkutan wajib mengajukan permohonan kepada Dirjen Perdagangan Luar Negeri dengan melampirkan : a.Dasar Hukum • Keputusan Menperindag Nomor 528/MPP/Kep/7/2002 tanggal 5 Juli 2002 Tentang Ketentuan Impor Cengkeh. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri berdasarkan rekomendasi dari Direktur Jenderal Industri Kimia. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau yang setara dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintah Non Departemen yang membidangi usaha tersebut . b.

000.000.(dua puluh milyar rupiah). badan usaha tersebut perlu mendapat Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka.komoditi berdasarkan kontrak berjangka dan opsi atas kontrak berjangka. Keputusan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/1999 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka. Dasar Hukum • • PP Nomor 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi.10. Akta pendirian PT yang telah disahkan Menteri Kehakiman dan HAM . 20. mayoritas harus yang melakukan kegiatan usaha di bidang komoditi yang layak diperdagangkan dan telah memperoleh izin usaha dari Bappebti. Permohonan izin usaha Bursa Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a.000. Dalam menyelenggarakan perdagangan berjangka komoditi. Lembaga Kliring Ber jangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk pelaksanaan kliring dan penjaminan transaksi di Bursa Berjangka.000..(sepuluh milyar rupiah) dan sekurang-kurangnya Rp.000. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Bursa Berjangka didirikan sekurang-kurangnya oleh 11 (sebelas) badan usaha yang berbentuk badan hukum Indonesia. 150 . dengan jumlah masing-masing sekurangkurangnya Rp.. Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka wajib memenuhi modal disetor.000.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). susunan organisasi. Rencana perjanjian Bursa Berjangka dengan Lembaga Kliring Berjangka yang akan digunakan. g. Rancangan peraturan tata tertib Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka. Pertimbangan ekonomi yang mendasari pendirian Bursa Berjangka termasuk uraian tentang keadaan pasar yang akan dibentuk . f. i. Rencana kegiatan 3 (tiga) tahun termasuk proyeksi keuangan. c. Neraca pembukaan PT yang telah di audit oleh Akuntan Publik . dan program latihan yang akan diadakan . Rancangan peraturan dan tata tertib Lembaga Kliring Berjangka . d. e. fasilitas komunikasi. Daftar pemegang saham Bursa Berjangka . Daftar calon komisaris dan direksi . Neraca pembukaan PT yang telah diaudit oleh Akuntan Publik.b. l. dan Keterangan kesiapan perangkat keras dan lunak Lembaga Kliring Berjangka. f. h. e. dan Keterangan kesiapan perangkat keras dan lunak Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka. Rencana usaha 3 (tiga) tahun termasuk susunan organisasi. Rancangan persyaratan Kontrak Berjangka. Proyeksi keuangan 3 (tiga) tahun. h. k. dengan menyertakan : a. Akta Pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . b. 151 . g. j. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) PT . i. Permohonan untuk memperoleh izin usaha Lembaga Kliring Berjangka diajukan kepada Bappebti. Perjanjian antara Lembaga Kliring Berjangka dengan Bursa Berjangka yang akan menggunakan jasa Lembaga Kliring Berjangka tersebut . fasilitas komunikasi dan program latihan yang akan diadakan. Daftar calon komisaris dan direksi Bursa Berjangka/Lembaga Kliring Berjangka. d. c. Daftar pemegang saham .

Izin Usaha Pialang Berjangka. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka tidak dikenakan biaya. Masa berlaku Izin Usaha Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka adalah selama perusahaan yang bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan. Pengelola Sentra Dana Berjangka adalah pihak yang melakukan usaha yang berkaitan dengan penghimpunan dan pengelolaan dana dari peserta Sentra Dana Berjangka untuk diinvestasikan dalam Kontrak Berjangka. Penasihat Berjangka adalah pihak yang memberikan nasihat kepada pihak lain mengenai jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka dengan menerima imbalan. Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka Pengertian Pialang Berjangka adalah badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli komoditi berdasarkan Kontak Berjangka atas amanat nasabah dengan menarik sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pemberian izin usaha diberikan selambat-lambatnya 45 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh BAPPEBTI. 152 .

000. Neraca pembukaan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik . 1. sistem penerimaan dan pendidikan serta pelatihan pegawai. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Pialang Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka wajib memenuhi persyaratan modal disetor. Daftar nama pemegang saham . Rencana kegiatan usaha yang meliputi organisasi. Wakil Pialang Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka. Tanda bukti pembukaan rekening terpisah untuk dana nasabah.. g. penyiapan sarana telekomunikasi dan sistem informasi. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/ 99 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka. b. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 07/BAPPEBTI/Kp/X/1999 tanggal 28 Oktober 1999 tentang Perizinan Pialang Berjangka.000. c. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka.Dasar Hukum • • • PP Nomor 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi.000. rencana operasi dan pengelolaan transaksi. Daftar nama komisaris dan direksi . f.250. Penasihat Berjangka. e. 1. Akta pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . d. Permohonan izin usaha Pialang Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a. sistem pengawasan dan pelaksanaan peraturan.000. dengan jumlah masing-masing sekurang-kurangnya Rp.(satu milyar rupiah). Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . 153 .000. serta proyeksi keuangan untuk 3 (tiga) tahun .(satu milyar dua ratus lima puluh juta rupiah)dan sekurang-kurangnya Rp. Pengelola Sentra Dana Berjangka.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Daftar nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Penasihat Berjangka dari Bappebti. Akta pendirian perusahaan atau PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . d. Permohonan Izin Usaha Pengelola Sentra Dana Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a. Memenuhi persyaratan keuangan yang ditetapkan . Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Pemberian izin usaha diberikan selambat-lambatnya 45 hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar oleh Bappebti. e. dan Daftar nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Pialang Berjangka dari Bappebti. Permohonan Izin Usaha Penasihat Berjangka diajukan kepada Bappebti dengan menyertakan : a. j. Akta pendirian PT yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM . Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Ber jangka adalah selama per usahaan bersangkutan masih aktif melakukan kegiatan. b. Penasihat Berjangka dan Pengelola Sentra Dana Berjangka tidak dikenakan biaya. Daftar nama pemegang saham . Masa berlaku Izin Usaha Pialang Berjangka. b. i. 154 . d. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Pialang Berjangka. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) .h. Daftar nama komisaris dan direksi . c. Daftar nama supervisor . Nama tenaga ahli yang memiliki izin sebagai Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dari Bappebti. c. Bukti keanggotaan pada Bursa Berjangka dan Setoran Dana Kompensasi .

atas nama perusahaan. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka Pengertian Wakil Pialang Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Pialang Berjangka. Pedagang Berjangka adalah anggota Bursa Berjangka yang hanya berhak melakukan transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka untuk dirinya sendiri atau kelompok usahanya. melaksanakan sebagian fungsi Pialang Berjangka. atas nama perusahaan. berwenang berhubungan langsung dengan calon klien atau dalam rangka melakukan transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Pengelola Sentra Dana Berjangka. 155 .Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi • Kepala Badan Pengawas Perdagangan Bejangka Komoditi. berwenang berhubungan langsung dengan calon nasabah atau nasabah dalam rangka menyalurkan amanat nasabah untuk transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka. melaksanakan sebagian fungsi Pengelola Sentra Dana Berjangka. Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka. atas nama perusahaan berwenang berhubungan langsung dengan calon peserta Sentra Dana Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka adalah orang perseorangan yang berdasarkan kesepakatan dengan Penasihat Berjangka. Wakil Pialang Berjangka. melaksanakan sebagian fungsi Penasihat Berjangka. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka.

Sertifikat pendidikan formal . b. Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka. Tanda Keanggotaan Bursa Berjangka . Syarat dan Kelengkapan Dokumen Permohonan Izin sebagai Wakil Pialang Berjangka. Penasihat Berjangka. Pelaksanaan kegiatan sebagai Pedagang Berjangka hanya dapat dilakukan setelah memperoleh Sertifikat pendaftaran dari Bappebti disertai dengan dokumen/keterangan sebagai berikut : a. Rekomendasi dari Pialang Berjangka atau Penasihat Berjangka atau Pengelola Sentra Dana Berjangka yang bersangkutan. Wakil Penasihat Berjangka. c. Wakil Pialang Berjangka. Tanda lulus ujian yang diselenggarakan oleh Bappebti sesuai dengan bidangnya masing-masing .Dasar Hukum • • • PP No. 9 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. c. dengan menyertakan : a. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 07/BAPPEBTI/Kp/X/1999 tanggal 28 Oktober 1999 tentang Perizinan Pialang Berjangka. Pengelola Sentra Dana Berjangka. Nama tenaga ahli yang telah memiliki Sertifikat Pelatihan di bidang perdagangan berjangka komoditi. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . b. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka diajukan kepada Bappebti. Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/Kp/IV/ 99 tanggal 20 April 1999 tentang Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka. 156 .

Penjual adalah anggota mandiri jaringan pemasaran yang memasarkan barang dan/atau jasa milik perusahaan berdasarkan komisi dan/atau bonus. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka tidak dikenakan biaya. Biaya Pengurusan Pengurusan Izin Usaha Wakil Pialang Berjangka.Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku Masa berlaku Izin Wakil Pialang Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka dan Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka adalah selama yang bersangkutan masih aktif menjalankan kegiatan sesuai dengan fungsinya dan bekerja pada perusahaan yang mempekerjakannya. Perusahaan Penjualan Ber jenjang adalah perusahaan yang melakukan kegiatan penjualan secara berjenjang. 157 . Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) Pengertian Penjualan Berjenjang adalah suatu cara atau metode penjualan secara berjenjang kepada konsumen melalui jaringan pemasaran yang dikembangkan oleh perorangan atau badan usaha yang memperkenalkan barang dan/atau jasa tertentu kepada sejumlah perorangan atau badan usaha lainnya secara berturut-turut yang bekerja berdasakan komisi atau iuran keanggotaan yang wajar. Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.

f. i. Syarat dan Kelengkapan Dokumen Perusahaan Penjualan Berjenjang harus berbentuk badan hukum (Perseroan Terbatas) dan wajib memiliki Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB). Brosur. g. Permohonan IUPB diajukan dengan mengisi Formulir Surat Permohonan Izin Usaha Penjualan Berjenjang (SP-IUPB) dengan menggunakan formulir dan melampirkan copy dokumen : a. b.. c.Dasar Hukum • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 73/ MPP/Kep/3/2000 tanggal 20 Maret 2000 tentang Ketentuan Kegiatan Usaha Penjualan Berjenjang. Kartu Tanda Penduduk (KTP) Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan. Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemerintah Daerah setempat bagi kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan berdasarkan Undang-undang Gangguan (HO). leaflet. Tanda Daftar dan/atau izin dari Departemen Teknis atas barang dan/atau jasa yang dipasarkan. e. Surat Keputusan pengesahan Badan Hukum PT dari instansi berwenang atau copy data akta pendirian perseroan dan copy bukti setor biaya administrasi pembayaran proses pengesahan badan hukum bagi PT yang belum berbadan hukum. Salinan Akta Notaris Pendidikan Perseroan Terbatas (PT). Surat Perjanjian Penjualan Berjenjang. j. Pasfoto Direktur Utama/penanggungjawab perusahaan sebanyak 2 (dua) lembar ukuran 4x6 cm. d. h. atau katalog dan daftar harga barang dan/atau jasa. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan. 158 . Program pemasaran.

dan Membuka peluang usaha. Mempunyai alamat kantor yang jelas. dan kesempatan memperoleh penghasilan bagi Penjual. c. d.Untuk dapat melakukan kegiatan usaha Penjualan Berjenjang. Memberikan tenggang waktu selama 7 (tujuh) hari kerja kepada penjual atau konsumen untuk mengembalikan barang dan/atau jasa apabila ternyata barang dan/atau jasa tersebut tidak sesuai dengan yang diperjanjikan. alamat dan tempat kedudukan para pihak . Memberikan jaminan atas mutu dan pelayanan purna jual kepada konsumen terhadap barang dan/atau jasa yang dijual. Mempunyai barang dan/atau jasa yang memenuhi ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku. c. d. Perusahaan Penjualan Berjenjang wajib memenuhi ketentuan : a. Menerbitkan daftar harga jual barang dan/atau jasa yang dinyatakan dalam rupiah (RP) untuk diperlihatkan kepada konsumen. bantuan pelatihan dan fasilitas yang diberikan perusahaan. b. Nama. Ganti rugi pembatalan pembelian (Buy Back Policy). h. Hak dan kewajiban para pihak. Barang dan/atau jasa serta spesifikasinya yang akan dipasarkan. bonus. i. transparan dan sesuai dengan kode etik. b. Pemutusan dan perpanjangan perjanjian. Program pembinaan. perusahaan harus memenuhi ketentuan sekurang-kurangnya : a. Ketentuan tentang komisi. c. Mempunyai program pemasaran barang dan/atau jasa yang jelas. dan Penyelesaian perselisihan. j. Perjanjian antara Perusahaan Penjualan Berjenjang dengan Penjual sekurang-kurangnya memuat klausula mengenai : a. Dalam melakukan kegiatan usahanya. dan penghargaan lainnya. Jangka waktu perjanjian. e. g. f. Program pemasaran barang dan/atau jasa. 159 . b.

Program pemasaran barang dan/atau jasa. Sebelum membuat perjanjian. tidak rasional dan lebih dari 1 (satu) kali. Menjual barang dan/atau jasa secara tidak benar atau berbeda atau bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya. Membatalkan penjualan barang dan/atau jasa yang tidak terjual oleh penjual yang berhenti melakukan kegiatan Penjualan Berjenjang. Hal-hal lain yang perlu diketahui dalam rangka pelaksanaan usaha Penjualan Berjenjang. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi Penjual. b. dengan mengembalikan uang sebesar harga jual perusahaan ke-penjual dikurangi biaya administrasi. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan untuk membentuk penjual yang profesional. e. e. f. b. sehubungan dengan penjualan berjenjang dan/atau jasa sesuai dengan kesepakatan. Dalam melakukan kegiatan usaha Penjualan Berjenjang. Perusahaan Penjualan Berjenjang wajib menyampaikan keterangan secara lisan atau tertulis dengan benar kepada calon Penjual sekurang-kurangnya mengenai : a. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua penjual untuk berprestasi. bantuan pelatihan dan fasilitas yang diberikan Perusahaan Penjualan Berjenjang. Perusahaan Penjualan Berjenjang.d. c. Identitas perusahaan. Mengharuskan penjual untuk membeli barang dan/atau jasa guna dipasarkan atau pemakaian sendiri dalam jumlah besar melebihi kemampuan penjual. Perjanjian Penjualan Berjenjang . d. c. Menarik dan/atau mendapatkan keuntungan melalui uang pendaftaran keanggotaan dalam jumlah yang besar. 160 . f. Program pembinaan. dilarang : a. Mutu barang dan/atau jasa serta spesifikasinya yang akan dipasarkan. dan g.

Pejabat yang Mengeluarkan Izin/Rekomendasi IUPB diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dan berlaku untuk seluruh wilayah Republik Indonesia. Perpanjangan IUPB diajukan 2 (dua) bulan sebelum masa berlaku IUPB yang bersangkutan berakhir.d. Melakukan perdagangan yang dikaitkan dengan penghimpunan dana masyarakat. dan Melakukan kegiatan usaha perdagangan di luar izin yang diberikan. IUPB berlaku selama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang setiap kali untuk jangka waktu yang sama dengan memperhatikan hasil evaluasi kinerja Perusahaan Penjualan Berjenjang. Waktu Pengurusan dan Masa Berlaku • • Izin Usaha Penjualan Berjenjang (IUPB) diterbitkan dalam waktu 10 (sepuluh hari) sejak diterimanya surat permohonan IUPB dan dokumen secara lengkap dan benar. pemberian imbalan atau kompensasi yang tidak wajar. • Biaya Pengurusan Pengurusan IUPB tidak dikenakan biaya. e. 161 .

.

Perubahan Kedua atas Keputusan No. dan Pejabat Eselon I yang Mengatur Perizinan/Rekomendasi Sektor Industri dan Perdagangan No. Industri Kendaraan Bermotor. No. 11.Lampiran 1 Daftar Undang-Undang. No. 148/M/SK/7/1995 Tanggal 11 Juli 1995 SK Menperin 5. No. 108/MPP/Kep/5/1996 Tanggal 22 Mei 1996 No. 280/Kpts/Um/6/73 Tanggal 11 Juni 1973 No. Impor. 275/MPP/Kep/6/1999 Tanggal 24 Juni 1999 No. Sertifikasi. 44/M/SK/3/1995 Tanggal 20 Maret 1995 Tentang Keterangan Standardisasi Nasional Prosedur Permohonan Pendaftaran dan Izin Pestisida. Pedoman Pengarahan Lokasi bagi Kegiatan Industri. SK Menperindag SK Menperin 4. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di lingkungan Depperindag. Nomor dan Tanggal Bidang Perindustrian Peraturan Pemerintah PP Nomor 102 tahun 2000 Tanggal 10 November 2000 SK Menteri No. Akreditasi. Standardisasi. Sertifikasi. dan Tanda Daftar Industri. 1. Keputusan Menteri. Penetapan Jenis-Jenis Industri dalam Pembinaan Masing-Masing Direktorat Jenderal dan Kewenangan Pembinaan Izin Bidang Industri dan Perdagangan di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri. No. 108/MPP/Kep/5/1996 tentang Standardisasi. Akreditasi dan Pengawasan Mutu Produk di lingkungan Depperindag. Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. 1. 425/MPP/Kep/9/1998 Tanggal 10 September 1998 SK Menperindag 6. II. 384/MPP/Kep/8/1999 Tanggal 18 Agustus 1999 SK Menperindag SK Menperindag 12. 171/M/SK/8/1993 Tanggal 18 Agustus 1993 No. 590/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 13 Oktober 1999 SK Menperindag . Persyaratan Teknis Industri dan Perdagangan Air Minum dalam Kemasan.108/MPP/Kep/5/1996 tentang Standardisasi. Peraturan Pemerintah. 167/MPP/Kep/5/1997 Tanggal 28 Mei 1997 No. A I. Izin Perluasan. Pelimpahan Wewenang Pemberian Izin Usaha Industri Kecil kepada Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam. dan Pengawasan Mutu Produk di Lingkungan Depperindag. Pengawasan dan Pengendalian Produksi. 50/MPP/Kep/2/1997 Tanggal 20 Pebruari 1997 No. Perubahan Pasal 23 Keputusan Menperindag No.359/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 8 Oktober 1997 No. Penetapan Jenis dan Komoditi Industri yang Proses Produksinya tidak Merusak ataupun Membahayakan Lingkungan serta tidak Menggunakan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan. SK Menperindag 10. Tata Cara Pemberian Izin Usaha Kawasan Industri dan Izin Kawasan Industri.Sertifikasi. SK Mentan 2. SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 9. 8. Keputusan. 3. No. Keputusan Presiden. 7. 589/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 13 Oktober 1999 SK Menperindag 13.

01/BAPPEBTI/KP/ IV/99 Tanggal 20 April 1999 No. 2 Tahun 1981 Tanggal 2 Pebruari 1981 UU No. 631/SJ/SK/VIII/1999 Tanggal 23 Agustus 1999 Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Penunjukan Lembaga sebagai Laboratorium Penguji Tata Cara Pendirian Bursa Berjangka Tata Cara dan Persyaratan Pendaftaran Tipe dan Varian Kendaraan Bermotor Perubahan atas Keputusan Sekjen No. Bidang Perdagangan Undang-Undang UU No. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 14. 323/MPP/Kep/11/2001 Tanggal 20 November 2001 Penerapan Secara Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan (SNI 01. No. Surat Edaran Dirjen IKAH Surat Edaran Sekjen B.37512000/Rev. Penasihat Berjangka. No. 3 Tahun 1982 Tanggal 01 Pebruari 1982 Pergudangan Metrologi Legal Wajib Daftar Perusahaan . Wakil Pengelola Sentra Dana Berjangka dan Pedagang Berjangka. 337/MPP/Kep/11/2001 Tanggal 30 November 2001 17. 3. 11 Tahun 1965 Tanggal 14 Juni 1965 UU No. 407/-SJ/VI/1996 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI Perizinan Pialang Berjangka. Wakil Penasihat Berjangka. 4. 007/SK/DJ-ILMEA/ VII/1999 Tanggal 24 Juli 1999 No. 2. 337/MPP/Kep/11/2001 Tentang Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya) SK Menperindag 16. 07/BAPPEBTI/KP/X/1999 Tanggal 28 Oktober 1999 SK Kepala Bappebti 7. 1. 5. 119/SJ/II/2001 Tanggal 19 Februari 2001 SK Dirjen ILMEA 8. 677/SJ/SK/IX/1996 Tanggal 24 September 1996 No. 3. Pedoman Teknis Pendaftaran Tipe. 1995 dan Revisinya) SK Menperindag 15. SK Pejabat Eselon I No. No. Perubahan Atas Keputusan Menperindag No. Pengelola Sentra Dana Berjangka. Wakil Pialang Berjangka. 9. 153/MPP/Kep/5/2001 Tanggal 2 Mei 2001 No.Penerapan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dan Pengimporan Kendaraan Bermotor Pembinaan Industri Minuman Beralkohol Petunjuk Pelaksanaan OTODA di Bidang Industri dan Perdagangan SK Sekjen SK Sekjen SK Kepala Bappebti SK Dirjen ILMEA SK Sekjen 6. No. 407/SJ/SK/VI/1996 Tanggal 21 Juni 1996 No. I. 2. No. 442/MPP/Kep/5/2002 Tanggal 23 Mei 2002 SK Menperindag II. 682/Dirjen-IKAH/XII/1999 Tanggal 31 Desember 1999 No. 01-3751-2000/ Rev. Keputusan.027/SK/DJ-ILMEA/XII-/1999 Tanggal 8 Desember 1999 No.No.1995 dan Revisinya) Penerapan Secara Wajib SNI Lampu Swa Ballast untuk Pelayanan Pencahayaan Umum Persyaratan Keselamatan (SNI 04-6504-2001 dan Revisinya) Perubahan Atas Keputusan Menperindag No. 153/MPP/Kep/5/2001 Tentang Penerap an Secara Wajib SNI Tepung Terigu Sebagai SK Menperindag Bahan Makanan (SNI. 1.

SK Mendagkop 4. 378/Kp/XI/1988 Tanggal 21 Nopember 1988 No. Keputusan. 9.No. 1. dan Sewa (Renting) Biaya Retribusi Pengeluaran Formulir Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Survey Ketentuan-Ketentuan tentang Keagenan Tunggal Wajib Daftar Organisasi Usaha Niaga/ Asosiasi di Indonesia SK. 476/Kp/IX/1981 Tanggal 7 September 1981 No. 2. PER-03/MEN/1990 Tanggal 14 Juni 1990 No. KEP-208/MEN/1992 Tanggal 13 Juni 1992 Prosedur Pemberian Izin Mempekerjakan Keputusan Tenaga Kerja WNA Pendatang dan Pelimpah. dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah. Menteri Tenaga Kerja Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER-03/ MEN/1990 tanggal 14 Juni 1990 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing. Jual Beli dengan Angsuran.Mendagkop 2. 5. 8/1997 Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi. Perizinan Kegiatan Usaha Sewa Beli (Hire Purchase). Penyederhanaan Ketentuan Masa Berlaku Angka Pengenal Impor Terbatas (APIT).Kerja ker.Menteri Tenaga an Wewenang kepada Kepala Kanwil Depna. 2. 6. No. Peraturan Pemerintah PP No. 77/Kp/III/1978 Tanggal 9 Maret 1978 No. SK. 16/1994 tentang APBN. Mendag SK Mendag Penyederhanaan Ketentuan-Ketentuan SK Mendag Pengakuan dan Pengurangan Pengakuan Keagenan Tunggal Kendaraan Bermotor dan Alat-alat Besar serta Keagenan Tunggal Alat-alat Elektronika dan Alat-alat Listrik untuk Rumah Tangga. 34/Kp/II/1980 Tanggal 1 Pebruari 1980 No. III. SK Mendag 8. 75/KP/I/1983 Tanggal 25 Januari 1983 No. 155/Kp/IV/1980 Tanggal 22 April 1980 No. Keputusan Menteri Tenaga Kerja 10. IV. KEP-416/MEN/1990 Tanggal 2 Agustus 1990 Memberikan Izin Mempekerjakan Tenaga Peraturan Kerja Warga Negara Asing (WNA) Pendatang. 24 Tahun 1998 Tanggal 14 Pebruari 1998 PP No. 16 Tahun 1994 Tanggal 22 Maret 1994 Keppres No. 428/M/SK/XII/1987 Tanggal 23 Desember 1987 Ketentuan mengenai Kegiatan Perdagangan Terbatas bagi Perusahaan Produksi Dalam Negeri Dalam Rangka Penanaman Modal. Terakhir dengan Keppres No. Mendagkop 3. 295/M/SK/VII/1982 Tanggal 7 Juli 1982 No. Kepala Kanwil Depparpostel. Direksi PT (Persero) Pengelola Kawasan Berikat Indonesia. Ketentuan Tarif dan Pengelolaan Biaya Administrasi Wajib Daftar Perusahaan SK Mendag 12. Direksi PT (Persero) Kawasan Berikat Nusantara.Mendagkop SK. 6 Tahun 1999 Tanggal 11 Januari 1999 Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan atas Keppres No. SK. No. Keputusan Menteri No. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan II. 11. Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah. No. 7. 1. 9 Tahun 1999 Tanggal 27 Januari 1999 Keputusan Presiden Keppres No. 73/Kp/V/1993 Tanggal 27 Mei 1993 . 1.

Penataan dan Pembinaan Pergudangan. Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Pasar Modern Penyempurnaan Keputusan Menperindag No. 19. No. 405/MPP/Kep/11/1997 tentang Penyempurnaan Keputusan Menperindag No. Ketentuan dan Tata Cara Pelaksana Usaha Waralaba Tata Cara Pemberian SIUP Minuman Beralkohol Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan Ketentuan Perizinan Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Penyempurnaan Keputusan Menperindag No 42/MPP/Kep 2/1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Ter tentu sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag No. 20.558/MPP/Kep/12/1998 Tanggal 4 Desember 1998 SK Menperindag SK Menperindag 30. 230/MPP/Kep/7/1997 Tanggal 4 Juli 1997 SK Menperindag dan Mendagri SK Menperindag 15. 16. Penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan. 259/MPP/Kep/7/1997 Tanggal Juli 1997 No. 405/MPP/ Kep/11/1997 Penyelenggaraan Kemetrologian. 145/MPP/Kep/5/1997 No. 27. 21. No. No.01/1997 Tanggal 29 Juli 1997 No. 57 Tahun 1997 Tanggal 12 Mei 1997 No. 107/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 No.420/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 31 Oktober 1997 No.516/MPP/Kep/11/1998 Tanggal 5 Nopember 1998 No. 105/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 No. No. 42/MPP/Kep/2/1997 tentang Penetapan PET Ketentuan Ekspor Maniok (Ubi Kayu). No. 26. 29/MPP/Kep/1/1999 Tanggal 22 Januari 1999 SK Menperindag . 108/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 27 Februari 1998 SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 28. 22.12/MPP/Kep/1/1998 Tanggal 16 Januari 1998 No. Pemberian Bea Masuk atas Impor Bahan Baku/Bahan Penolong & Bagian/Komponen untuk Perakitan Mesin dan Motor Berputar. 575/MPP/Kep/VIII/2002 Ketentuan Ekspor Kopi SK Menperindag 14. 62/MPP/Kep/2/2001 Prosedur Impor Limbah. 231/MPP/Kep/7/1997 Tanggal 4 Juli 1997 No. 61/MPP/Kep/2/1998 Tanggal 3 Februari 1998 No.402/MPP/Kep/11/1997 Tanggal 3 Nopember 1997 No.360/MPP/Kep/10/1997 Tanggal 8 Oktober 1997 No. Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 29. Ketentuan Umum di Bidang Ekspor Sebagai mana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 23. 14/MPP/Kep/1/1998 Tanggal 19 Januari 1998 SK Menperindag SK Menkeu 18. SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag 24. 25. 184/MPP/Kep/5/2000 Penataan dan Pembinaan Pasar dan Pertokoan. Keputusan.No. No. 17. 42/MPP/Kep/2/1997 Tanggal 13 Februari 1997 Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu Sebagaimana Telah Di ubah Beberapa Kali Terakhir dengan Keputusan Menperindag No. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 13. 373/KMK.

290/MPP/Kep/ 6/1999. 73/MPP/Kep/3/2000 Tanggal 20 Maret 2000 No. 141/MPP/Kep/3/2002 Tanggal 6 Maret 2002 No.78/MPP/Kep/3/2001 Tanggal 2 Maret 2001 No. No. Ketentuan Kegiatan Usaha Penjualan Berjenjang. 311/MPP/Kep/10/2001 Tanggal 30 Oktober 2001 No. 41. Menperindag SK Menperindag SK Menperindag . 254/MPP/Kep/7/2000 Tanggal 4 Juli 2000 No. 111/MPP/Kep/2/2002 Tanggal 21 Februari 2002 No. No. Angka Pengenal Impor Sebagaimana Telah Diubah dengan Keputusan Menperindag No. 251/MPP/Kep/6/1999 Tanggal 11 Juni 1999 No. terakhir dengan Keputusan Menperindag No. 202/MPP/Kep/5/1999 Tanggal 26 Mei 1999 Ketentuan dan Tata Cara Permohonan Fasilitas Dalam Rangka Pelaksanaan Perjanjian Basic Agreement on The ASEAN Industrial Cooperation. SK Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK. 172/MPP/Kep/5/2001 Tanggal 17 Mei 2001 No. 46. 48. 253/MPP/Kep/7/2000 Persyaratan Impor Kendaraan Bermotor dalam Keadaan Utuh (CBU). Perubahan Keputusan Menperindag Nomor 550/MPP/Kep/10/1999 tentang Angka Pengenal Importir (API) Tata Niaga Impor dan Peredaran Bahan Berbahaya Tertentu Pedoman Standar Perdagangan Minimal (PSPM) Bidang Perindustrian &Perdagangan Impor Mesin dan Peralatan Mesin Bukan Baru Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag Nomor: 78/MPP/Kep/3/2001 Kuota Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) Barang Ekspor Indonesia Ketentuan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan. 441/MPP/Kep/5/2002 Tanggal 23 Mei 2002 40. 253/MPP/Kep/7/2000 Tanggal 4 Juli 2000 No. 35. No. 37. 184/MPP/Kep/5/2000 Tanggal 29 Mei 2000 38.192/MPP/Kep/6/2000 Tanggal 2 Juni 2000 Perubahan Keputusan Menperindag Nomor SK Menperindag 230/MPP/Kep/7/1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya. 47. SK Menperindag 34. 42. No. 43. Nomor dan Tanggal Tentang Keterangan 31. Perubahan Keputusan Menperindag No. No.No. 44. 45. SK Menperindag 32. Perubahan Keputusan Menperindag No. sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag Nomor 50/MPP/ Kep/2/2000. SK Menperindag Perubahan Keputusan Menperindag No. SK Menperindag SK Menperindag 36. sebagaimana telah beberapa kali diubah. Menperindag SK Menperindag SK Menperindag SK. 42/MPP/Kep/2/1997 tentang Kriteria dan Penetapan Perusahaan Eksportir Tertentu (PET). Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) Ketentuan Ekspor Pasir Laut SK Menperindag 39. 61/MPP/Kep/12/1998 tentang Penyelenggaraan Kemetrologian. 263/MPP/Kep/8/2001 Tanggal 31 Agustus 2001 No. 50/MPP/Kep/2/2000 Tanggal 25 Februari 2000 SK Menperindag 33.230/ SK Menperindag MPP/Kep/7/1997 tentang Barang yang Diatur Tata Niaga Impornya. 121/MPP/Kep/2/2002 Tanggal 25 Februari 2002 No. 49/MPP/Kep/2/2000 Tanggal 25 Februari 2000 No.550/MPP/Kep/10/1999 Tanggal 5 Oktober 1999 No. Keputusan.

51. 528/MPP/Kep/7/2002 Tanggal 5 Juli 2002 No. Keputusan. 50. 558/MPP/Kep/12/1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor sebagaimana telah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menperindag No. Menperindag SK. 456/MPP/Kep/6/2002 Tanggal 10 Juni 2002 No. 443/MPP/ Kep/5/2002 Ketentuan Perizinan Usaha Jasa Penilaian Keterangan SK. 575/MPP/Kep/VIII/2002 Tanggal 6 Agustus 2002 Tentang Tata Niaga Impor Gula Kasar (Raw Sugar) Ketentuan Impor Cengkeh Perubahan Lampiran Keputusan Menperindag No. Menperindag 52. No. 594/MPP/Kp/VIII/2002 Tanggal 16 Agustus 2002 SK Menperindag . 49.No. Nomor dan Tanggal No. Menperindag SK.

1103 Fax. 4001 Fax. (021) 5201606 Jl. 4049 Fax. Pejabat Departemen Perindustrian dan Perdagangan PUSAT Menteri Perindustrian dan Perdagangan Alamat 1. Gatot Subroto Kav.IV Jakarta Pusat Telp. 5 Blok I Lt. 5255509 Pes. 3841961-2 Pes. IX Jakarta Selatan Telp. (021) 3858191 E-Mail : djdaglu@. M.Jl. Jend.VI Jakarta Pusat Telp. 3858171-5 Pes. Elektronika dan Aneka (ILMEA) 4. 1001.(021)3857338 E-Mail : djdagri@.dprin. Gatot Subroto Kav. (021) 5250906 E-Mail : sj-indag@dprin.Jl. 52-53 Lt II Jakarta Selatan Telp. (021) 5250954. (021) 5252978 E-Mail : djilmea@dprin. (021) 5256458.id Jl.id 5. Mesin.id Direktur Jenderal Perdagang.(021) 3858204. Sekretaris Jenderal Jl. Ridwan Rais No. 5255509 Pes. 1192 Fax. 2300.go.I. Jend. 3456318. M. (021) 3848667. 1104. Direktur Jenderal Industri Logam.id 2.I. Gatot Subroto Kav. II Jakarta Selatan Telp. 1200 Fax. 52-53 Lt. 4003 Fax. 3860940 3858171-5 Pes. .id 3. 2101. 5251149. Ridwan Rais No. (021) 5251127.go. Jend. 5 Blok I an Dalam Negeri (PDN) Lt. Direktur Jenderal Perdagang. 5200700.go. (021) 3846106 E-Mail : men-indag@.Lampiran 2 DAFTAR NAMA DAN ALAMAT KANTOR PEJABAT PENERBIT IZIN DAN/REKOMENDASI SEKTOR INDUSTRI DAN PERDAGANGAN NO.dprin.5255509 Pes.I. Jl.(021)3858183.M. 5 Blok I an Luar Negeri (PLN) Lt. Ridwan Rais No.go. III Jakarta Pusat Telp. A.go. 52-53 Lt.

(021)3858185.go. (021) 3458329 E-Mail : dirppk-daglu@.1192 Fax.id Jl.id Gedung Bumi Daya Plaza Lantai IV Jl. 5 Blok I Lt.id Jl. 5 Blok II Lt. 4075 Fax. Pasteur No.V Jakarta Pusat Telp.dprin. M. 52-53 Lt. (021) 3858185 E-Mail : djklipi@.go. (021) 3858207 E-Mail : dirpip-daglu@. 3858171-5 Pes. Direktur Impor .NO. 5 Blok I Lt.I. (022) 4207035 E-Mail : dirm-dagri@dprin. 1155 Fax. 3156369 E-Mail : kabappebti@dprin. Imam Bonjol No. (021) 5252690 E-Mail : kapustan@dprin. Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi 9. Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan 11. Ridwan Rais No. 1156 Fax. Fax. V Jakarta Pusat Telp. M. Direktur Metrologi 10. (021) 3858201. 5255509 Pes.I. (022) 4203597. VIII Jakarta Pusat Telp. 61 Jakarta Pusat Telp.dprin. 1145 Fax.I. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Pertambangan 12. 2129.I.go. M.id Jl. (021) 3453114 E-Mail : dirbup-dagri@dprin.id Jl.go. Ridwan Rais No. 6. 3858171-5 Pes.dprin.go. 4233930. XX Jakarta Selatan Telp. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) 8.I. Ridwan Rais No.Bandung Telp.id 7.go.id Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.id Jl. (021) 3858194 E-Mail : diri-daglu@. Ridwan Rais No. 3858171-5 Pes. 5 Blok II Lt. 3858171 – 5 Pes.go. (021) 3858194 . Direktur Ekspor Produk Industri 13. M.3156365 Fax.dprin. 3858171 Pes. IX Jakarta Pusat Telp. (021) 3858188 . 1108. 1131 Fax. IX Jakarta Pusat Telp. (021) 3458329. (021) 5252690. Ridwan Rais No. M. Pejabat Direktur Jenderal Kerja sama Industri dan Perdagangan Internasional (KIPI) Alamat Jl. 5 Blok II Lt. 27 . 3156369.go.

63.Jakarta Utara Telp. Medan Telp. 4525566 Fax.NO. Kepala Dinas Perindag Propinsi DKI Jakarta .I. (021) 3450071 E-Mail : dirfei-daglu@. 21287 Fax. (021) 45848014 E-mail : kakw-dki@dprin. Cut Mutia No.id Jl. (0711) – 350408. Jambi Telp.id Jl. Letjen Suprato No.go.go.dprin. 65529. M.id Jl. (0651) 29464 E-mail :kakw-aceh@dprin. 23300 Fax. (0741) 62320. Padang Telp. Perintis Kemerdekaan BGR 1/3 Kelapa Gading .id Jl. (061) 4150067 E-mail : kakw-sumut@dprin. Rivai No. Pocut Baren No. 350302 E-mail : kakw-sumsel@dprin. Bandar lampung Telp.go. (0651) 29464. 28.go. Parman No. Kapten A. 14. Kepala Dinas Perindag Nangroe Aceh Darussalam Jl. (0736) 26272 E-mail : kakw-bengkulu@dprin. 6.(021)3450071. 23. Ridwan Rais No.47.(0711) – 310447.3858171-5 Pes.go.Sudirman No. 35408.id 2. 5 Blok II Lt.id Jl. (021) 45848012 Fax. Kepala Dinas Perindag Propinsi Riau Kepala Dinas Perindag Propinsi Jambi 6. Jend. VIII Jakarta Pusat Telp. (0761) – 22900. 487311 Fax. 350302 Fax. (0736) 21275. Kepala Dinas Perindag Propinsi Bengkulu 8. 37192 Fax. 21028. (0761) – 28066 E-mail : kakw-riau@dprin. 21. 22716 Fax. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Barat 4. Pejabat Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Alamat Jl. S. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Selatan 5.id Jl.go. (0721) 481440 E-mail : kakw-lampung@dprin. 1169Fax. (0741) 62627 E-mail : kakw-jambi@dprin. Kepala Dinas Koperindag Propinsi Lampung 9.go. (0751) 37192. Putri Hijau No.id Jl.go.id Jl. (0751) 21829.11. Pekanbaru Telp. Bengkulu Telp. 23343 E-mail : kakw-sumbar@dprin. 62842 Fax. 7. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sumatera Utara 3. Banda Aceh Telp. (061) 4525655. (0721) 487310.go. 23 – B. Palembang Telp. Pepaya No.go.id DAERAH 1.

Manado Telp.315650.422330.I. Makasar Telp.go. Sultan Syahrir No.21512 E-mail : kakw-kalteng@dprin.id Jl. 4. (0511) 54219.772075 Fax. Kartini No. (0541) 742482.421630 Fax. (022) 4230929. 25.id Jl. Yogyakarta 13.go. R. (0274) 514206.id Jl. (0274) 512437. 563892 Fax. 514207 E-mail : kakw-diy@dprin. Asia Afrika No. Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Tengah 16.id Jl.A. (0536) 29819. 133. 146. Siwalankerto Utara II/42.id Jl.go.454935 E-mail : kakw-sulteng@dprin. Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Barat 15. (031) 8432417. (0561) 766128 E-mail : kakw-kalbar@dprin. 55.go. (024) 8313428.id Jl.id Jl. 41 Banjarmasin Telp.772480 E-mail : kakw-kalsel@dprin.Palangkaraya Telp. Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Tengah 12. Pejabat Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Barat Alamat Jl. 10. (0511) 54219.go. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Utara 19. Yogyakarta Telp. Kepala Dinas Perindag Propinsi Kalimantan Selatan 17.go. Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Selatan . Kepala Dinas Perindag Propinsi Jawa Timur 14. (0411) 323368. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Kalimantan Timur 18.id Jl. (022) 4230929. (0451) 454564.(024)8311708. 8433967 Fax. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Sulawesi Tengah 20. Yos Sudarso . Pahlawan No. 851423 Fax. Semarang Telp.go. Samarinda Telp. (031) 8432417 E-mail : kakw-jatim@dprin. 2. 4204021 Fax. Panjaitan No. Ujung Pandang No.I.8316887 E-mail : kakw-jateng@dprin. D. 4204022 E-mail : kakw-jabar@dprin. 747161 Fax. (0536) 29819.8316738. (0431) 851756. Tololiu Supit No.id Jl. Kepala Dinas Perindag Propinsi D. Pontianak Telp. Surabaya Telp. Bandung Telp.323515 Fax. (0541) 742495 E-mail : kakw-kaltim@dprin.go. Basuki Rachmat No. (0411) 324367 E-mail : kakw-sulsel@dprin.21650 Fax. (0561) 766127.go.go. 17. Kusumanegara No.id Jl.go. 54213. 732610 Fax. 3.(0451) 425265.8311707 Fax.NO.id 11. Palu Telp. (0431) 851423 E-mail : kakw-sulut@dprin.

Lalamentik Oepoi. (0967) 534231. (0435) 831607 Jl.go. A. H. 92249 Fax.Jayapura Telp. 5 . W. 832832 Fax. (0370) 623290.id Jl. Yani No. Stadion No. (0435) 831606 Fax. 4 A Kapandean. Serang. (0254) 201655 Jl.Bali Telp.go.id Jl.go. Hajar Dewantoro No. Bangka Telp. (0380) 833144 E-mail : kakw-ntt@dprin. (0717) 92242 22. Kepala Dinas Perindagkop Propinsi Banten 28. (0911) 341005 E-mail : kakw-maluku@dprin. Abdullah Silondae No.go.Denpasar . (0717) 92176. Kartini No.A. 223097 Fax. K. Kepala Dinas Perindag Propinsi Maluku 26. 532604 E-mail :kakw-irja@dprin. Telp. (0380) 833144. R. 21. Kepala Dinas Perindag Propinsi Nusa Tenggara Timur 25. Kepala Dinas Perindag dan Koperasi Propinsi Maluku Utara Kepala Dinas Perindagkop PKM dan Penanaman Modal Propinsi Bangka 30. Gorontalo Telp. (0254) 201655 Fax. Mataram Telp.633736 E-mail : kakw-ntb@dprin.id Jl. Kepala Dinas Perindag Propinsi Bali 23. (0401) 321783. . (0967) 531054. 531435 Fax. 16.id Jl. Pejabat Kepala Dinas Perindag Propinsi Sulawesi Tenggara Alamat Jl. Kupang Telp. 821054. Ambon Telp.341005 Fax. (0361) 223096.NO.go. (0911) 352668. (0921) 328568 Jl. Letnan Jidun No. 50. Kepala Dinas Perindag Propinsi Nusa Tenggara Barat 24. (0370) 633646.J. Ternate Maluku Utara Telp. Matahari No. Raya Puputan Niti Mandala Renon. Langko No. 116.H. 61. 25 . 7 Sungai Liat. (0361) 223095 E-mail : kakw-bali@dprin. 321593 Fax. Kepala Dinas Perindag Propinsi Papua 27. (0401) 321783 E-mail : kakw-sultra@dprin.id Jl. Kepala Dinas Perindagkop naker Propinsi Gorontalo 29.id Jl. Kendari Telp.go. 633736 Fax.

3. (021) 7819117. 7805652.I. Lain-Lain 1. 24 Kebon Nanas . Kawasan Berikat Nusantara Jl. AUP. 7806213 Telpfax. 85800034 Fax. Gedung D lantai VIII Jl. 7816086 Kantor Pusat Pertanian. 8580009-11. Pasar Minggu Jakarta Selatan Telp. D. 5. Pejabat Alamat Otorita Batam Kantor Pusat : Gedung Bida Batam Centre Batam Telp. Departemen Pertanian Jl. (021) 8580038 2. Panjaitan Kav. Tanjung.Jakarta Timur 13410 Telp.NO. (0778) 462047. 462456 Perwakilan (Jakarta) : Jl. Pasar Minggu Jakarta Selatan 3. (0778) 462240. Bina Perlindungan Tanaman Lab. Raya Cakung-Cilincing Km. 462462. (021) 8580043. Priok . 462048 Fax. Komisi Pestisida . Dit. Harsono RM No. (021) 44820909 Fax. (021) 44820223 D/a.Jakarta Utara 14140 Telp. PT.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->