Anda di halaman 1dari 9

KELOMPOK 1

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY IN DEVELOPING COUNTRIES


Faisal Yusni Huda Muhammad Rizal Sony Damalan Yordan Putra A. Praditya Budi Chandra Arief ( 105030100111028 ) ( 105030100111091 ) ( 105030101111103 ) ( 105030100111102 ) ( 105030100111061 ) ( 105030101111087 )

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

PENGERTIAN CSR
Mc Wlillams & Seagel Menurut Tokoh Visser at al (2007) Konsep Relatif Baru

Secara General

Private Berkewajiban Bekerja Untuk Kebaikan Sosial

Stakeholder

Journal

Visser at al (2007)

FOKUS CSR DI NEGARA-NEGARA DUNIA Berkembang

Apa Fokus Dasar CSR Di Negara Dunia ke Berkembang ....

Model-Model CSR dalam Mengembangkan Negara

DALAM TEMATIK CAKUPAN

ANALISIS TINGKAT GLOBAL

Sosial Etika Stakeholder Lingkungan Teoris Afrika Empiris ILMU PENGETAHUAN

Regional

Asia

Amerika latin

Normatif

Non-Normatif Kualitatif Quantitatif

DALAM CAKUPAN TEMATIK

A. B. CSR yang Memperhatikan Kondisi Alam atau Lingkungan

CSR at the Village CSR at the City

Etika Private Dalam Melaksanakan CSR Yang Terlibat Dalam Pelaksanaan Corporate Social Responsiblity

ANALISIS TINGKAT GLOBAL

Level Analisis (By Analysis Level Global)

REGIONAL

ASIA

LEVEL ANALISIS TINGKAT GLOBAL


DI NEGARA AFRIKA

CSR di Afrika banyak menyinggung aspek ekonomi dan filantropis CSR (Alih-alih tanggung jawab hukum dan etika) dan juga terus mendominasi CSR konseptualisasi dan praktek di Afrika (Visser, 2007)

DI NEGARA ASIA tanggung jawab sosial dan kesehatan (termasuk LATIN NEGARA AMERIKA Keterlibatan Stakeholder,
HIV/AIDS) masih sangat kurang diterapkan

Araya's survei Moon (2004), kinerjaCSR di antara top 250 perusahaan di Birch dan (2006), pelaksanaan CSR bervariasi antara negaraAmerika latin memberikan beberapaisu CSR yang ditangani (misalnyaregion. negara di Asia, dengan berbagai indikasi dari praktek-praktek di Contoh kecil : CSRlingkungan, karyawan kesejahteraan)internal (terutama pendidikan, oleh UKM difokuskan pada aktivitas dan mode kesejahteraan karyawan),yayasan, sukarela, dan(filantropis) dari sisi tindakan (misalnya sedangkan eksternal kemitraan) lingkungan.

KNOWLEDGE TYPE OF CSR

PENJELASAN GENERAL Lockett et al. (2006) menemukan bahwa 89% dari makalah CSR teori non-normatif, CSR di negara-negara berkembang sebagian besar disebabkan oleh relatif banyaknya peran bisnis dalam pembangunan, dan cenderung untuk mengadopsi normatif, kritis perspektif. KORELASI METODE Menurut Lockett et al. (2006), sastra CSR didominasi oleh metode kuantitatif (80%). Sebaliknya, CSR makalah pada negaranegara berkembang lebih cenderung kualitatif.

Lebih Interpretatif

Epistemologis Fleksibel

Kebanyakan di Negara Berkembang