Anda di halaman 1dari 1

Terdapat dimensi waktu (Sensus Penduduk dilaksanakan pada suatu kurun waktu tertentu , misalnya dari tanggal 30 Oktober

sampai dengan 30 Januari tahun 1990 ) Terdapat dimensi tempat (dilaksanakan menyeluruh di suatu wilayah tertentu (negara)) Terdapat dimensi objek (pencatatan Sensus Penduduk berlaku untuk mencatat semua orang) Penduduk de facto yaitu mereka yang pada saat sensus dilaksanakan berada pada suatu wilayah tertentu, dan Penduduk de jure yaitu mereka yang dicacah pada tempat biasanya orang tersebut berada atau berdasarkan tempat tinggal tetap dari orang tersebut FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN SENSUS PENDUDUK Kerja sama/partisipasi penuh dari masyarakat/penduduk. Dalam hal ini penduduk perlu diyakinkan bahwa sensus penduduk berguna terutama untuk perencanaan pembangunan ekonomi, sosial dan politik. Oleh sebab itu, informasi mengenai sensus penduduk dan manfaatnya harus selalu disampaikan kepada penduduk. Kondisi geografi mempengaruhi kelengkapan cakupan sensus penduduk, karena tidak semua wilayah dalam suatu negara bisa dicapai oleh petugas pencacah seperti misalnya daerah-daerah yang terisolir akibat kondisi geografi (wilayah pegunungan, pedalaman) dan lain-lain yang sulit dijangkau. Kualitas petugas juga ikut mempengaruhi kelengkapan cakupan. Tidak semua petugas pencacah tahu manfaat sensus penduduk. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan sensus dibutuhkan petugas-petugas yang mengerti manfaat sensus penduduk serta mempunyai dedikasi yang tinggi. Pelaksanaan di lapangan terlaksana dengan baik atau tidak sesuai dengan rencana dan ketentuanketentuan yang sudah dibuat serta ditunjang dengan peralatan-peralatan yang dibutuhkan. Pelaksanaan sesuai rencana menyebabkan cakupan data menjadi lebih baik. Untuk memperoleh data registrasi yang baik dan benar, PBB seperti dikutip oleh Adioetomo, et. al., (1990) mensyaratkan beberapa aturan, yaitu: Ada peraturan yang memaksa penduduk untuk melapor ( compulsory of registration ). Dalam pelaksanaan registrasi harus ada landasan hukum yang memaksa penduduk wajib melaporkan diri dan kejadian vital yang dialaminya. Dengan demikian dapat dijamin bahwa semua orang akan mencatatkan diri, sehingga pencatatan penduduk dapat diperoleh secara lengkap. Yang membedakan survei dengan sensus adalah: Cakupan penduduk yang dicacah. Dalam sensus seluruh penduduk dicacah, sedangkan dalam survei hanya mencacah sebagian penduduk saja. Fleksibilitas pelaksanaan. Sensus harus dilakukan secara periodik, sedangkan survei bisa dilakukan kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Topik yang dikumpulkan.