Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOLOGI

D I S U S U N OLEH :
KELOMPOK 5 (XI IPA 5)
NURWAHIDAH AULIA HANIF ERYA ABDUL FATAH HARFIAH WIDYANTI (16) (17) (18) (19)

SMA NEGERI 5 MAKASSAR KEGIATAN III

Topik

: pernafasan/respirasi : Menjelaskan faktor yang mempengruhi banyak sedikitnya

Tujuan oksigen yang di

Perlukan hewan pada saat bernafas per satuan waktu tertentu Alat dan bahan Respirometer Kapas Vaselin KOH Stopwatch/jam Belalang Gelas kimia Pipet Eosin Neraca

Cara kerja : 1. Bungkus kristal NaOH/KOH dengan kapas,lalu masukkan dalam tabung respirometer
2. Masukkan belalang yang telah di timbang beratnya ke dalam botol

respirometer,kemudian tutup dengan pipa berkala 3. Oleskan vaselin plastisin pada celah penutup tabung
4. Tutup ujung pipa yang besakala dengan jari 1 menit,kemudian

lepaskan dan pipet/syring

masukkan

setetes

eosin

dengan

menggunakan

5. Amati dan catat perubahan kedudukan eosin pada pipa berkala setiap 2

menit selama 6 menit 6. Lakukan percobaan yang sama(1 s/d 5)dengan menggunakan belalang dengan ukuran yang berbeda

HASIL PENGAMATAN

No

Berat tubuh hewan (belalan g)

Perpindahan kedudukan Eosin (dalam skala) 2 menit 2 menit 2 menit 2 menit

1 2 3

0,4 gr -

0,1 gr -

0,15 gr -

0,18 gr -

0,21 gr -

1. Dari kegiatan yang kamu lakukan,tentukan :


a. Variabel bebas (penyebab)

kadar oksigen yang cairan eosin dan berat

diperlukan
b. Variabel kontrol (perlakuan yang sama) :

belalang
c. Variabel terikat (akibat)

frekuensi pernafasan

2. Apakah yang menyebabkan pergeseran eosin dalam percobaan ini? karena serangga berusaha menghirup oksigen (O2) dari luar melalui tabung kapiler berskala, sehingga setiap serangga memperoleh oksigen dan eosin akan bergerak. dan pergeseran eosin secara lambat ataupun cepat disebabkan oleh frekuensi pernafasan belalang,jika frekuensi pernafasannya tinggi maka pergeseran eosin juga cepat dan hal itu dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah faktor umur,jenis kelamin,suhu tubuh,posisi tubuh,dan aktivitas.
3. Buatlah grafik hubungan antara berat belalang dengan

penggunaan oksigen/menit! Data : 2 menit pertama mengalami perpindahan kedudukan eosin 0,1 gr

2 menit kedua mengalami perpindahan kedudukan eosin 0,15 gr 2 menit ketiga mengalami perpindahan kedudukan eosin 0,18 gr 2 menit terakhir mengalami perpindahan kedudukan eosin 0,21 gr Sehingga jika di rata-ratakan perpindahan kedudukan eosin adalah 0,16 gr/menit GRAFIK PENGAMATAN

penggunaan O2

0,20 0,15 0,10 0,5 0 0,1 0,2 0,3 0,4


Berat belalang

Rata rata Frekuensi pernapasannya : 0,16 4. Dari grafik yang di peroleh pada nomor 3.Jelaskan hubungan antara variasi berat dengan penggunaan oksigen,mengapa demikian? Hubungan antara berat dengan penggunaan oksigen berbanding terbalik. Karena setiap makhluk hidup membutuhkan O2 (Oksigen) dalam jumlah yang besar. Melebihi dari Berat tubuh. Dari grafik diatas juga diperoleh data bahwa meskipun berat belalang tinggi tidak menjamin bahwa penggunaan O2 yang diperlukan juga banyak. 5. Apakah fungsi oksigen pada proses respirasi mahluk hidup? tuliskan persamaan reaksinya!! Memberikan kehidupan kepada makhluk makhluk hidup yang ada. Adapun persamaan reaksinya adalah

C6H12O6 + 6O2 6 CO2 + 6H2O + ATP (38 ATP)

6. Apakah fungsi KOH?jelaskan pengaruhnya terhadap percobaan! Dalam percobaan ini, kita menggunakan KOH. Fungsi dari KOH adalah untuk mengikat CO2, sehingga pergerakan dari larutan eosin benarbenar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen. Adapun reaksi yang terjadi antara KOH dengan CO2 adalah sebagai berikut: KOH + CO2 K2CO3 + H2O 7. Bagaimana membuktikan adanya CO2 dan H2O sebagai sisa oksidasi?coba anda demonstrasikan dan jelaskan hasil demonstrasi anda! untuk membuktikan CO2 dapat dilakukan dengan cara meniup/menyebul larutan air kapur dengan sedotan, jika air kapur menjadi keruh itu menunjukkan adanya CO2. untuk membuktikan H2O dapat dilakukan dengan menghembuskan napas pada kaca, akan tampak uap air, kaca menjadi agak buram. 8. Buatlah kesimpulan dari percobaan yang anda lakukan! Pada percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa banyak oksigen yang dihirup oleh tiap serangga berbeda- beda dan oksigen yang dihirup sesuai dengan berat badan hewan tersebut. Semakin berat hewan tersebut semakin banyak oksigen yang dihirupnya. Dan dapat pula kita simpulkan bahwa pada serangga daya hirup udaranya kecil,dan dalam percobaan ini hewan yang dipercobakan tidak mengalami gangguan ketika telah dipercobakan.