Anda di halaman 1dari 10

Tolong infokan juga ke kedua teman anda yg bimbingan sy (dewi fatimah & dedeh suhaidah), sebelum anda buat

draft bab 1: 1. tentukan beberapa ide/topik sbg judul skripsi anda (minimal 3) 2. temukan dan cari berbagai sumber mengenai fenomena2 dari ide/topik skripsi anda 3. setelah sy acc utk topik mana yg akan dijadikan sbg judul skripsi anda, baru segera anda buat draft bab 1 saya kembali ke Indonesia 18 nopember, insyaallah kita bisa bertemu 21 nopember, jadi waktu anda 1 bulan ini pergunakan sebaik mungkin utk mengumpulkan berbagai fenomena dan sumber terkait ide/topik skripsi anda. kapan anda dijadwalkan utk memulai bimbingannya? jgn lupa siapkan buku utk bimbingan skripsinya.

Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)


Ditulis pada 8 February 2011 Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) merupakan suatu alat yang dimasukkan kedalam rahim yang bentuknya macam-macam, Alat ini berfungsi untuk mencegah bersemainya sel telur yang telah dibuahi rahim. Alat ini sangat efektif dengan kemampuan sampai 97-98% dalam mencegah kehamilan, Lama pemakaiannya dapat mencapai 4-5 tahun. Selama pemakaian akan diajarkan bagaimana memeriksa sendiri apakah alat kontrasepsi tersebut masih ada didalam rahim dengan cara meraba rahim didalam meraba benang AKDR/IUD tersebut dengan vagina. (Rustam :1998) Keluarga Berencana Keluarga berencana (KB) adalah perencanaan kehamilan, sehingga kehamilan hanya terjadi pada waktu yang diinginkan. Jarak antara kehamilan diperpanjang, dan kelahiran selanjutnya dapat dicegah apabila jumlah anak telah mencapai yang dikehendaki untuk membina kesehatan seluruh anggota keluarga dengan sebaik-baiknya, menuju norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Kegiatan KB tidak hanya berupa panjang dan mengatur kehamilan, tapi termasuk kegiatan untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. (Rustam:1998) Menurut Undan-undan no. 10 tahun 1992 tentang perkembengan keluarga sejahtera, maka pengertian KB didefinisikan sebagai upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kehamilan, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Tujuan KB jangka panjang adalah mewujudkan keluarga berkualitas pada tahun 2015. (rustam :1998) Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti mencegah atau melawan dan konsepsi berarti pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontarsepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan atara sel yang matang dengan sperma. (Rustam :1998) Pengertian AKDR AKDR/IUD adalah alat kontrasepsi yang disisipkan kedalam rahim, yang terbuat dari bahan semacam plastik, ada pula yang dililit tembaga dan bentuknya bermacam-macam. Bentuk yang umum dan mungkin banyak dikenal oleh masyarakat adalah bentuk spiral, dipasang, kesehatan ibu harus diperiksa dahulu untuk memastikan kecocokannya. IUD dalam bahasa Indonesia disebut alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang oleh masyarakat awam biasa disebut spiral. Sesuai dengan namanya AKDR, alat ini dipakai dalam rahim. Sejak metode AKDR dikenalkan banyak orang menggunakan untuk program pengaturan jumlah anak dalam keluarga karena relative aman, mudah, dan murah. Pengguna alat kontrasepsi ini tidak perlu mengulang pemakaiannya setiap kali, sehingga tidak merepotkan. AKDR tidak mengandung zat-zat hormonal yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh. (Nusaindah.tripod.com) Sejarah AKDR

AKDR mempunyai sejarah yang panjang sebelum generasi ketiga dengan keamanan, efektivitas, dan penyulit yang tidak terlalu besar. Hipocrates telah mencanangkan agar pranata ekonomi dan penduduk berjalan seiring, jumlah penduduk harus dikendalikan. Hipocrates telah membuat alat untuk memasukkan batu-batu kecil kedalam rahim, sehingga tidak terjadi kehamilan pada onta. (Manuaba: 1999) Tulisan ilmiah tentang AKDR untuk pertama kali dibuat oleh Richtaer di Polandia pada tahun 1909. Pada waktu itu ia mempergunakan bahan yang dibuat dari bahan sutera. Graverbreng pada tahun 1928 melaporkan pengalamannya dengan AKDR yang dibuat dari benang sutera yang diikat satu sama lain, sehingga berbentuk bintang segi enam. Oleh karena itu AKDR yang berbentuk segi enam ini mudah sekali keluar, maka kemudian ia membuatnya dalam bentuk cincin dari perak. Ia melaporkan angka kehamilan AKDR dari cincin perak ini hanya 1,6% diantara 2000 kasus. (Sarwono : 2005) Ota dari jepang pada tahun 1934 untuk pertama kalinya membuat AKDR dari plastik yang berbentuk cincin. Mulamula ia membentuk AKDR dari cincin yang dibuat dari benang sutera yang dipilin dan dari logam yang mudah dibengkokkan. Oleh karena sukar memasang cincin dari logam ini maka ia kemudian membuat cincin dari plastik. Oppenhimer dari Israel dan Ishihama dari Jepang pada tahun 1959 menerbitkan tulisan-tulisan tentang pengalaman mereka dengan AKDR. Sejak saat itu dan dengan ditemukannya antibiotika yang mengecilkan risiko infeksi, penerimaan AKDR makin meningkat. Antara tahun 1955-1964 bermacam-macam AKDR diciptakan. AKDR telah dipergunakan secara umum dalam program KB. AKDR yang mula-mula dipakai adalah jenis lippes loop, yang pada waktu itu diseponsori oleh Perkumpulan Keluaga Berencana Indonesia (PKBI). Pada tahun 60-an mulai dilakukan penyelidikan terhadap AKDR yang mengandung bahan-bahan seperti tembaga, seng, magnesium, timah, progesterone, dan lain-lain. (Sarwono: 2005) Mekanisme Kerja Sampai sekarang mekanisme kerja AKDR belum diketahui pasti. Pendapat yang banyak beredar ialah bahwa AKDR dalam kavum diketahui uteri menimbulkan reaksi peradangan endometrium yang disertai dengan sebukan lekosit yang dapat menghancurkan sperma. Pada pemeriksaan cairan uterus pda pemakaian AKDR sering kali dijumpai sel-sel makrofag (fangosit) yang mengandung spermatozoa. Kar dan kawan-kawan selanjutnya menemukan sifat-sifat dan isi cairan uterus mengalami perubahan pada pemakian AKDR, yang menyebabkan blastokista atau sperma tidak dapat hidup dalam uterus, walaupun sebelumnya terjadi nidasi. Penyelidikan-penyelidikan lain menyebutkan adanya kontraksi uterus pada pemakai AKDR, yang dapat menghalangi nidasi. Diduga ini disebabkan oleh meningkatnya kadar prostaglandin dalam uterus pada wanita tersebut.(Manuaba: 1999). Nah, bagaimana? Jelas bukan?! Oh, ya Sahabat juga bisa membaca sebuah artikel saya yang berjudul Cara Cepat Hamil untuk menambah pengetahuan.

http://www.masbied.com/2011/02/08/alat-kontrasepsi-dalam-rahim-akdr/

IUD (Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
adalah alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu. IUD merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. Nama populernya adalah spiral.

Jenis-jenis IUD di Indonesia


a. Copper-T
IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik. IUD bentuk T yang baru IUD ini melepaskan lenovorgegestrel dengan konsentrasi yang rendah selama minimal lima tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan maupun perdarahan menstruasi. Kerugian metode ini adalah tambahan terjadinya efek samping hormonal dan amenorhea.

b. Copper-7 IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Copper-T. c. Multi Load IUD ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini. d. Lippes Loop IUD ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk meudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loopterdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan 30 mm (tebal, benang putih) untuk tipe D. Lippes Loopmempunyai angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus, sebab terbuat dari bahan plastik. Yang banyak dipergunakan dalam program KB masional adalah IUD jenis ini. Cara Kerja
Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii

Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun IUD membuat sperma sulit

masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi Efektifitas
IUD sangat efektif, (efektivitasnya

92-94%) dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil. Tipe Multiload dapat

dipakai sampai 4 tahun; Nova T dan Copper T 200 (CuT-200) dapat dipakai 3-5 tahun; Cu T 380A dapat untuk 8 tahun . Kegagalan rata-rata 0.8 kehamilan per 100 pemakai wanita pada tahun pertama pemakaian.

Indikasi

Prinsip pemasangan adalah menempatkan IUD setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum uteri). Saat pemasangan yang paling baik ialah pada waktu mulut peranakan masih terbuka dan rahim dalam keadaan lunak. Misalnya, 40 hari setelah bersalin dan pada akhir haid. Yang boleh menggunakan IUD adalah:
Usia reproduktif Keadaan nulipara Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang Perempuan menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi Setelah melahirkan dan tidak menyusui Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi Risiko rendah dari IMS Tidak menghendaki metoda hormonal Tidak menyukai mengingat-ingat minum pil setiap hari Tidak menghendaki kehamilan setelah 1 - 5 hari senggama Perokok Gemuk ataupun kurus

Pemasangan IUD dapat dilakukan oleh dokter atau bidan yang telah dilatih secara khusus. Pemeriksaan secara berkala harus dilakukan setelah pemasangan satu minggu, lalu setiap bulan selama tiga bulan berikutnya. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setiap enam bulan sekali. Kontraindikasi

Yang tidak diperkenankan menggunakan IUD adalah Belum pernah melahirkan Adanya perkiraan hamil Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti: perdarahan yang tidak normal dari alat kemaluan, perdarahan di leher rahim, dan kanker rahim. Perdarahan vagina yang tidak diketahui Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis) Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita PRP atau abortus septik Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yangdapat mempengaruhi kavum uteri Penyakit trofoblas yang ganas Diketahui menderita TBC pelvik Kanker alat genital Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm Keuntungan Menurut Dr David Grimes dari Family Health International di Chapel Hill, Carolina Utara, seperti dikutip News yahoo, dokter sering kali melupakan manfaat IUD dalam pengobatan endometriosis. Laporan tersebut diungkapkan dalam pertemuan di The American College of Obstetricians and Gynecologist, New Orleans. David mengatakan, IUD mampu mengurangi risiko kanker endometrium hingga 40 persen. Perlindungan terhadap kanker ini setara dengan menggunakan alat kontrasepsi secara oral.
Sangat efektif. 0,6 - 0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 -

170 kehamilan). Pencegah kehamilan jangka panjang yangAMPUH, paling tidak 10 tahun
IUD dapat efektif segera setelah pemasangan Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti) Tidak mempengaruhi hubungan seksual. Hubungan intim jadi lebih nyaman karena rasa aman

terhadap risiko kehamilan


Tidak ada efek samping hormonal dengan CuT-380A

Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI. Aman untuk ibu menyusui tidak mengganggu kualitas

dan kuantitas ASI


Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi) Dapat digunakan sampai menopause Tidak ada interaksi dengan obat-obat Membantu mencegah kehamilan ektopik Setelah IUD dikeluarkan, bisa langsung subur

Kerugian Setelah pemasangan, beberapa ibu mungkin mengeluh merasa nyeri dibagian perut dan pendarahan sedikit-sedikit (spoting). Ini bisa berjalan selama 3 bulan setelah pemasangan. Tapi tidak perlu dirisaukan benar, karena biasanya setelah itu keluhan akan hilang dengan sendrinya. Tetapi apabila setelah 3 bulan keluhan masih berlanjut, dianjurkan untuk memeriksanya ke dokter. Pada saat pemasangan, sebaiknya ibu tidak terlalu tegang, karena ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri dibagian perut. Dan harus segera ke klinik jika: 1. Mengalami keterlambatan haid yang disertai tanda-tanda kehamilan: mual, pusing, muntah-muntah. 2. Terjadi pendarahan yang lebih banyak (lebih hebat) dari haid biasa. 3. Terdapat tanda-tanda infeksi, semisal keputihan, suhu badan meningkat, mengigil, dan lain sebagainya. Pendeknya jika ibu merasa tidak sehat. 4. Sakit, misalnya diperut, pada saat melakukan senggama. Segeralah pergi kedokter jika anda menemukan gejala-gejala diatas. Efek Samping dan Komplikasi
Efek samping umum terjadi:
perubahan siklus haid, haid lebih lama dan banyak, perdarahan antar mensturasi, saat haid lebih sakit

Komplikasi lain: merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan, perdarahan berat pada waktu
haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia, perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar)

Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau yang sering berganti pasangan Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai IUD, PRP dapat memicu infertilitas Prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan IUD Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan IUD. Biasanya menghilang dalam 1 - 2
hari

Klien tidak dapat melepas IUD oleh dirinya sendiri. Petugas terlatih yang dapat melepas Mungkin IUD keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila IUD dipasang segera setelah melahirkan) Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi IUD mencegah kehamilan normal Perempuan harus memeriksa posisi benang IUD dari waktu ke waktu.

Waktu Pemasangan Pemasangan IUD sebaiknya dilakukan pada saat : 2 sampai 4 hari setelah melahirkan 40 hari setelah melahirkan setelah terjadinya keguguran hari ke 3 haid sampai hari ke 10 dihitung dari hari pertama haid menggantika metode KB lainnya Waktu Pemakai Memeriksakan Diri

1 bulan pasca pemasangan 3 bulan kemudian setiap 6 bulan berikutnya bila terlambat haid 1 minggu perdarahan banyak atau keluhan istimewa lainnya
Keluhan-keluhan pemakai IUD

Keluhan yang dijumpai pada penggunaan IUD adalah terjadinya sedikit perdarahan, bisa juga disertai dengan mules yang biasanya hanya berlangsung tiga hari. Tetapi, jika perdarahan berlangsung terus-menerus dalam jumlah banyak, pemakaian IUD harus dihentikan. Pengaruh lainnya terjadi pada perangai haid. Misalnya, pada permulaan haid darah yang keluar jumlahnya lebih sedikit daripada biasa, kemudian secara mendadak jumlahnya menjadi banyak selama 1-2 hari. Selanjutnya kembali sedikit selama beberapa hari. Kemungkinan lain yang terjadi adalah kejang rahim (uterine cramp), serta rasa tidak enak pada perut bagian bawah. Hal ini karena terjadi kontraksi rahim sebagai reaksi terhadap IUD yang merupakan benda asing dalam rahim. Dengan pemberian obat analgetik keluhan ini akan segera teratasi. Selain hal di atas, keputihan dan infeksi juga dapat timbul selama pemakaian IUD.

Daftar Pustaka
EPO. (2008). Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau Intra Uterine Device (IUD). Diambil pada tanggal 20 Mei 2008 dari http://pikas.bkkbn.go.id/jabar/program_detail.php?prgid=2
Krisnadi, S. R. (2002). Alat

Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Intra Uterine Device (IUD). Diambil pada tanggal 20 Mei 2008

dari http://www.ibuhamil.com/lihat_artikel.php?asal=34&id=1

http://askep-kesehatan.blogspot.com/2008/12/iud-intra-uterine-device-atau-alat.html

Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Peminatan Metode KB AKDR Di Desa XX.


Posted on 1 April 2009 by grahacendikia

Pengendalian jumlah penduduk terus diupayakan pemerintah Indonesia dengan menggalakkan program Keluarga Berencana Nasional, sehingga jumlah akseptor KB mengalami peningkatan dari 57,4% pada tahun 1997 menjadi 60,3% pada tahun 2003. Lebih dari 100 juta wanita di dunia memakai metode AKDR yang memiliki efektifitas lebih dari 99% dalam mencegah kehamilan, namun di Indonesia metode ini kurang diminati karena hanya digunakan oleh sekitar 10,9% akseptor saja. Melihat uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi rendahnya peminatan metode KB AKDR. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif survey dengan populasi semua akseptor kontrasepsi non AKDR di Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang yang berjumlah 109 orang. Sampelnya adalah 86 responden yang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dilakukan pada bulan Januari 2009. Data dianalisa dengan mencari modus dan dicari prosentasenya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kaktor tersering yang membuat akseptor KB tidak berminat menggunakan kontrasepsi AKDR adalah sebagian besar (73,3%) karena takut infeksi/sakit, gagal atau terlepas, sebanyak 22,1% akseptor merasa takut mengganggu hubungan seksual, dan sebanyak 16,3% karena dilarang suami. Peneliti menyarankan agar dilakukan upaya-upaya pendidikan kesehatan untuk mengoreksi kesalahpahaman tentang metode AKDR agar yang terjadi di masyarakat.

http://grahacendikia.wordpress.com/2009/04/01/faktor-yang-mempengaruhi-rendahnya-peminatanmetode-kb-akdr-di-desa-xx/

Title: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (Akdr) (Intra Uterine Contraceptive Device = Iucd) Authors: Hanafiah, T. M. Issue Date: 2009 Abstract: Dewasa ini diperkirakan lebih dari 100 juta wanita yang memakai AKDR, hampir 40%-nya terdapat di Cina. Sebaliknya, hanya 6 % di Negara maju dan 0.5 % di sub-sahara Afrika. Di Indonesia pemakai AKDR 22.6 % dari semua pemakai metoda kontrasepsi. Daya guna metoda kontrasepsi merupakan faktor yang

paling penting baik untuk klien (pasangan) yang memilih suatu metoda kontrasepsi dan untuk pemberian pelayanan KB yang terlibat dalam konseling. Keuntungan dari AKDR adalah hanya memerlukan satu kali motivasi dan satu kali pemasangan; tidak menimbulkan efek sistemik; dapat mencegah kehamilan dalam jangka lama; sederhana, mudah, dan ekonomis; cocok untuk penggunaan secara massal; efektifitas tinggi; kegagalan pasien (patients failure) hampir tidak ada; tidak membutuhkan inteligensia yang tinggi pada pemakaian reversibel; untuk beberapa jenis AKDR, dapat dipakai untuk jangka lama (bertahun-tahun). Sedangkan kerugiannya adalah pemasangan dalam dan penyaringan infeksi saluran genitalia diperlukan sebelum pemasangan AKDR; dapat meningkatkan risiko Penyakit Radang Panggul (PRP); memerlukan prosedur pencegahan infeksi sewaktu memasang dan mencabutnya; bertambahnya darah haid dan rasa sakit selama beberapa bulan pertama pada sebagian pemakai AKDR; pasien tidak dapat mencabut sendiri AKDR nya; tidak dapat terlindungi terhadap PMS, HIV/AIDS; AKDR dapat keluar dari rahim melalui kanalis servikalis hingga keluar ke vagina; dan bertambahnya risiko mendapat PRP pada pemakai AKDR yang dahulu pernah menderita penyakit menular seksual (PMS) atau mereka yang mempunyai mitra seks banyak. Keywords: keuntungan akdr kerugian akdr

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/15758?mode=simple&submit_simple=Show+simple+ite m+record

Gambaran Akseptor KB AKDR


Diposkan oleh Bascom Label: Judul KTI AKDR Merupakan salah satu alat kontrasepsi berjangka panjang dan efektif untuk menjarangkan kelahiran anak. setelah penggunaan AKDR berbagai macam keluhan pada akseptor AKDR, walaupun keluhan ini umum terjadi pada awal-awal pemasangan. Penelitian ini bertujuan diketahuinya karakteristik akseptor KB AKDR ditinjau dari usia, paritas, pekerjaan, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi dan gambaran akseptor KB AKDR ditinjau dari lama pemakaian dan keluhan yang dialami di wilayah kerja Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan subyek penelitian adalah akseptor KB AKDR di wilayah kerja Puskesmas Yosomulyo sreta obyek penelitian adalah gambaran akseptor KB AKDR tentang umur, paritas, pekerjaan, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, lama pemakaian dan keluhan yang dialami. Populasi penelitiannya sebanyak 395 orang pengambilan sampel yaitu 15% dari jumlah populasi 395 yaitu sebanyak 59 orang dengan menggunakan metode quota sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan instrumen penelitian berupa kuesioner (daftar pertanyaan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akseptor KB AKDR berdasarkan umur akseptor KB AKDR yang tertinggi dengan umur > 30 tahun sebanyak 78%, berdasarkan paritas akseptor KB AKDR yang tertinggi dengan paritas 2 3 sebanyak 66,1%, berdasarkan pekerjaan akseptor KB AKDR yang tertinggi dengan pekerjaan PNS sebanyak 47,5%, berdasarkan tingkat pendidikan akseptor KB AKDR yang tertinggi yaitu perguruan tinggi sebanyak 45,8%, berdasarkan tingkat ekonomi akseptor KB AKDR tertinggi yaitu tingkat

ekonomi sedang sebanyak 40,7%, berdasarkan pemakaian akseptor KB AKDR yang tertinggi yaitu lama pemakaian 10 20 tahun sebanyak 35,6%, berdasarkan keluhan yang dialami akseptor KB AKDR yang tertinggi adalah nyeri atau mules sebanyak 83,1%. Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa akseptor KB AKDR banyak mengalami keluhan nyeri/mules. Hal ini biasa terjadi, dan rasa sakit itu akan berkurang dengan semakin lamanya pemakaian AKDR.

Kata Kunci: Karakteristik (Usia, Paritas, Pekerjaan, Tingkat Pendidikan, Tingkat Ekonomi), Gambaran (Lama Pemakaian, Keluhan yang Dialami), Akseptor KB AKDR

Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Info Terkait
Judul KTI

Gambaran Tingkat Kecemasan Siswi Kelas VIII Menjelang Menarche di SMP Gambaran Penatalaksanaan Pemberian Imunisasi BCG Pada Bayi di Posyandu Tingkat Pengetahuan Mahasiswa D III Kebidanan Semester IV Tentang Teknik Pengisian Partograf Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di RS Gambaran Pengetahuan Siswa SMA Kelas XI Tentang HIV/AIDS di SMA Pengetahuan Ibu Postpartum Tentang Infeksi Tali Pusat Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambaran Pengetahuan Ibu Primigravida Tentang Teknik Mengejan yang Benar Saat Persalinan Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu terhadap Pemberian MP-ASI Dini Hubungan antara tingkat pendidikan, umur dan Paritas ibu nifas dengan pelaksanaan kunjungan nifas Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Kolostrum Terhadap Pemberian Kolostrum Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kanker Serviks di RS Perbandingan Pengetahuan Ibu Bersalin Multipara dan Primipara tentang Teknik Menyusui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Keikutsertaan dalam Kelas Ibu Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Aktivitas Seks Remaja di SMA Hubungan antara paritas ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan imunisasi TT di Puskesmas Gambaran Kunjungan Ibu Nifas 6 hari Hubungan Antara Umur Dan Paritas Ibu Hamil Dengan Kejadian Perdarahan Ante Partum (PAP) di RSUD Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Seksualitas Selama Kehamilan Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Bidan Praktek Swasta tentang Rawat Gabung Hubungan pola Asuh dengan Status Gizi Anak balita Hubungan Pertambahan Berat Badan Ibu Saat Hamil dengan Berat Bayi Lahir Hubungan Lingkar Lengan Atas Ibu Hamil dengan Berat Bayi Lahir Hubungan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil dengan Berat Badan Bayi Baru Lahir Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Usia Menarche Hubungan Antara Tingkat Keparahan ISPA dengan Status Gizi Pada Anak Balita Hubungan Pengetahuan dan Sikap Akseptor KB Aktif dengan Penggunaan AKDR

http://www.bascommetro.com/2010/11/gambaran-akseptor-kb-akdr.html