BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sekitar 90 persen penderita penyakit kanker paru-paru pria berkaitan dengan merokok. Pakar menjelaskan, merokok telah terbukti sebagai salah satu penyebab utama kanker paru-paru, data klinis menunjukkan sekitar 90 persen penderita penyakit kanker paru-paru pria dan 79 persen penderita wanita penyakit sejenis, kesemuanya berkaitan dengan merokok. Pakar menyatakan, selama tahun-tahun belakangan ini, jumlah penderita penyakit kanker paru-paru wanita bertambah banyak, di antaranya sejumlah penderita wanita tidak merokok, tapi dari pelacakan terakhir ditemukan bahwa biang keladinya adalah merokok secara pasif dan terlalu banyak menghirup asap minyak di dapur. Pakar memperingatkan, aktif menganjurkan tidak merokok dapat membantu rakyat menjauhi ancaman penyakit kanker pembunuh nomor wahid. Suatu survei terhadap 10 kota di Tiongkok, masyarakat sangat menyadari hubungannya antara merokok dan penyakit kanker paru-paru. Sekitar 90 persen responden berpendapat, merokok merupakan salahsatu sebab utama yang menimbulkan penyakit kanker paru-paru, sedangkan sekitar 50 persen responden menyatakan, di antara perokok seumur hidup terdapat 10-15 persen orang yang terserang penyakit kanker paru-paru. Pemilihan metode pengobatan tergantung pada besar dan kecilnya tumor, jenis, dan stadiumnya. Operasi, radioterapi dan kemoterapi, kesemua dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kanker paru-paru.

c. Mendeskripsikan cara pengobatan kanker paru-paru. D. penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk menciptakan obat pembasmi kanker paru-paru secara efektif dan tidak berefek samping karena menggunakan obat-obatan tradisional. dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: a. d. b. penelitian ini dapat dijadikan kajian awal untuk melakukan kajian awal untuk melakukan penelitian lanjutan. Bagi peneliti.B. Manfaat Penelitian Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut. Bagaimana cara pengobatannya? C. b. penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif penanggulangan penyakit kanker paru-paru. a. Bagi tenaga penyuluh. Bagaimana proses penularan kanker paru-paru? b. Tujuan Sesuai dengan permasalahan di atas. Bagi pengembangan teknologi kedokteran. tujuan yang dicapai dalam penelitian adalah: a. mendeskripsikan proses penyerangan kanker paru-paru pada manusia. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. . Bagi penderita penyakit kanker paru-paru. penelitian ini dapat dijadikan bahan dalam memberikan penyuluhan kepada para remaja yang suka merokok.

Kasus keganasan rongga toraks terbanyak adalah kanker paru. Definisi khusus untuk kanker paru primer yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. metastasis tumor di paru dan mesotelioma ganas (kegasanan di pleura). Kanker paru-paru juga merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker. Di dunia. kanker ini disebut karsinoma bronkogenik. tumor mediastinum. tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru. kanker paru merupakan penyebab kematian yang paling utama di antara kematian akibat penyakit keganasan. Karsinoma sel besar. Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum. dan Adenokarsinoma. hal itu berkaitan dengan gaya hidup (merokok) Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru. Keganasan di rongga torak mencakup kanker paru. Metastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh sebagai akibat penyebaran (metastasis) dari tumor primer organ lain. yang terdiri dari: Karsinoma sel skuamosa.BAB II PEMBAHASAN A. faktor dan Resiko    Laki – Laki Usia Lebih dari 40 tahun Perokok . Tumor paru jinak yang sering adalah hamartoma. Meskipun jarang dapat ditemukan kanker paru primer yang bukan berasal dari epitel bronkus misalnya bronchial gland tumor. Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru. Pengerian Kanker Paru-Paru Kanker paru-paru adalah tumor berbahaya yang tumbuh di paru-paru. Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru). B. mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer) dan metastasis tumor di paru. Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi. baik pada pria maupun wanita. Laki-laki adalah kelompok kasus terbanyak meskipun angka kejadian pada perempuan cendrung meningkat.

!!!!!! Perhatian khusus harus diberikan kepada pasien yang masuk dalam kelompok risiko dengan diagnosis TB-paru (tuberkulosis paru) dan mendapat pengobatan obat antituberkulosis (OAT). angka kejadiaannya sangat kecil Orang-orang yang termasuk dalam kelompok atau terpapar pada faktor risiko di atas dan mempunyai tanda dan gejala respirasi yaitu batuk. Jika dalam evaluasi 1 bulan pertama menunjukkan perburukan sebaiknya dipikirkan ke arah kemungkinan kanker paru dan dirujuk ke dokter spesialis paru. sesak napas. bila nyeri tidak hilang dalam 1 – 2 minggu pengobatan kanker paru segera dievaluasi secara amat terarah. dapat juga purulen) lebih minggu Batuk darah Sesak napas Suara serak Nyeri dada yang persisten Sulit/sakit menelan Benjolan di pangkal leher dari 3 .     Tinggal / bekerja di Lingkungan yang mengandung zat karasinogen dan polusi Paparan Industri / Lingkungan kerja tertentu Perempuan perokok pasif Riwayat pernah mendapat kanker orang lain / anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru Uberkulosis paru (scar cancer). Khusus yang disertai keluhan nyeri yang persisten di bahu /lengan /dada dengan ”infiltrat” di puncak paru . nyeri dada disebut golongan risiko tinggi (GRT) maka sebaiknya segera dirujuk ke dokter spesialis paru. PENTING. Tanda dan Gejala Keluhan utama:        Batuk-batuk dengan/tanpa dahak (dahak putih. Mereka harus dievaluasi ketat.

sesak napas. sehingga tingkat kelangsungan hidup keseluruhan penderita kanker paru-paru tidak tinggi. Penemuan Kanker Paru-Paru Pengenalan awal penyakit ini sulit dilakukan bila hanya berdasarkan keluhan saja. sehingga begitu terdiagnosis penyakit kanker paru-paru itu sudah berada pada stadium menengah dan akhir. C. Gejala kanker paru-paru tidak berciri oleh penderita. nyeri dada. Data di Indonesia maupun laporan negara maju kebanyakan kasus kanker paru terdiagnosis ketika penyakit telah berada pada stage lanjut (stage III dan IV). Survei Penyakit Kanker paru Survei terhadap 10 kota Tiongkok menunjukkan. tapi taraf rata-rata penderita sejenis di negara berkembang hanya sekitar 10 persen. nafsu makan berkurang dan berlarut-larut terus. gejala dini kanker paru-paru pada umumnya diabaikan batuk darah merupakan gejala kanker paru-paru. batuk. umum kurang memperhatikan atas diagnosis dini kanker paru-paru. Maka. tapi baru akan menimbulkan kewaspadaan setelah gejala-gejala tersebut tadi Pakar memperingatkan. khusus. sekitar 35 persen responden menyatakan tidak memperhatikan sama sekali gejala tersebut. Walaupun terdapat 71 persen responden menyadari batuk berkepanjangan merupakan gejala umum mengidap kanker paru-paru. D. Metode penelitian kanker paru a. ketika terjadi batuk terus menerus yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. ditambah sel kanker paru-paru mudah menyerang organ-organ lain dan kambuh. kadang-kadang disertai sembab lengan dengan rasa nyeri yang hebat. Pada foto . Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk pengenalan awal ini. Sembab muka dan leher. Biasanya keluhan ringan terjadi pada mereka yang masih dalam stage dini yaitu stage I dan II. Tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun penderita kanker paru-paru di Amerika Serikat hanya sekitar 15 persen.Hasil penelitian kanker paru 1. selain pemeriksaan klinis adalah pemeriksaan foto toraks dan/atau pemeriksaan sitologi sputum.

biopsi massa intrabronkus. Prosedur diagnostik untuk mendapatkan sel kanker dapat dilakukan dari cara paling sederhana hingga tindakan invasif tergantung kondisi pasien. Beberapa prosedur yang dapat memudahkan diagnosa kanker paru antara lain adalah foto X-Ray. Hal itu dapat diatasi dengan bronkoskop autoflouresensi karena dapat mendeteksi lesi karsinoma in situ yang mungkin terlihat normal dengan bronkoskop biasa. Prosedur diagnostik untuk menentukan stage penyakit antara lain. Diagnosis Kanker Paru-Paru Prosedur diagnosis untuk kanker paru dilakukan hingga didapat diagnosis pasti (jenis histologis) dan dapat ditentukan stage penyakit hingga dapat dipikirkan modaliti terapi yang tepat. Kemajuan di bidang teknologi endoskopi autoflouresensi telah terbukti dapat mendeteksi lesi prakanker maupun lesi kanker yang berlokasi sentral. CT Scan Toraks. foto toraks. sikatan.toraks dapat ditemukan gambaran tumor dengan tepi yang tidak rata dan penarikan pleura dan bahkan destruksi tulang dinding dada. maka torakotomi eksplorasi dapat dilakukan. Pilihan itu antara lain biopsi jarum halus jika ada massa superfisial. Tidak jarang ditemukan gambaran efusi pleura masif sehingga tumor tidak terlihat. Biopsi Jarum Halus. . kuretase. Tumor marker tidak dilakukan untuk diagnosis kanker paru tetapi hanya bermanfaat untuk evalausi hasil terapi. Pemeriksaan CT-scan (MRI) kepala dan bone scan dilakukan jika ada keluhan (atas indikasi) atau pasien yang akan dibedah. bronkoskopi disertai dengan bilasan. Sitologi sputum akan memberikan hasil positif jika tumor ada dibagian sentral atau intrabronkus. Selain itu harus dipertimbangkan keadan umum pasien (performance status) dan kemampuan keuangan. CT-scan toraks sampai kelenjar suprarenal dan bronkoskopi. dan USG Abdomen. Perubahan yang ditemukan pada mukosa bronkus pada lesi keganasan stadium dini sulit dilihat dengan bronkoskop konvensional. pungsi dan biopsi pleura jika ada efusi pleura. 2. Pada kondisi tertentu diagnosis tidak dapat ditegakkan meskipun telah dilakukan berbagai prosedur diagnosis. Bronkoskopi. dll sebagai usaha untuk mendapatkan jenis histologis.

kadang melebihi dari tempat ditemukannya tumor dan membuang semua kelenjar getah bening yang terkena kanker. Meskipun kadang ditemukan jenis lain dengan frekuensi yang sangat jarang misal karsinoid dll. 4. . Kemoterapi Meminum obat oral dengan efek samping tertentu yang bertujuan untuk memperpanjang harapan hidup penderita. mencakup adenokarsinoma. karsinoma sel skuamosa. 5.    Radioterapi atau radiasi dengan sinar-X berintensitas tinggi untuk membunuh sel kanker. karsinoma sel besar (large cell ca) dan karsinoma adenoskuamosa. Staging Kanker Paru Staging (penderajatan) untuk kanker paru berdasarkan tumor (T) dan penyebarannya ke getah bening (N) dan organ lain (M).Pengobatan kanker paru dapat dilakukan dengan cara-cara seperti 1. 3Jenis Histologis Kanker Paru Jenis Sel Kanker Paru secara umum dibagi atas dua kelompok yaitu :   Kanker paru jenis karsinoma sel kecil (KPKSK) atau small cell lung cancer (SCLC) Kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) atau non-small cell lung cancer (NSCLC). Pembedahan dengan membuang satu bagain dari paru . Stage kanker paru jenis karsinoma sel kecil (KPKSK) terdiri dari :   Stage terbatas (limited) jika hanya melibatkan satu sisi paru (hemitoraks) Stage luas (extensived) jika sudah meluas dari satu hemitoraks atau menyebar ke organ lain.

kanker ini disebut karsinoma bronkogenik. Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru). Tumor paru jinak yang sering adalah hamartoma. kanker paru merupakan penyebab kematian yang paling utama di antara kematian akibat penyakit keganasan. . Keganasan di rongga torak mencakup kanker paru. Laki-laki adalah kelompok kasus terbanyak meskipun angka kejadian pada perempuan cendrung meningkat. Definisi khusus untuk kanker paru primer yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. yang terdiri dari: Karsinoma sel skuamosa. mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer) dan metastasis tumor di paru.BAB lll PENUTUP A. baik pada pria maupun wanita. tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru. Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum. hal itu berkaitan dengan gaya hidup (merokok) Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru. metastasis tumor di paru dan mesotelioma ganas (kegasanan di pleura). Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling sering terjadi. Meskipun jarang dapat ditemukan kanker paru primer yang bukan berasal dari epitel bronkus misalnya bronchial gland tumor. Kanker paru-paru juga merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker.kesimpulan Kanker paru-paru adalah tumor berbahaya yang tumbuh di paru-paru. Karsinoma sel besar. Di dunia. Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru. tumor mediastinum. Kasus keganasan rongga toraks terbanyak adalah kanker paru. Metastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh sebagai akibat penyebaran (metastasis) dari tumor primer organ lain. dan Adenokarsinoma.

saya menyarankan bahwah setelah kita memahami uraian yang tertera pada bagian pembahasan di atas .Saran Dalam pembahasan ini. .oleh karenanya.saya mencoba mengungkapkan persoalan mengenai penyakit kanker paru-paru.B.maka kita akan merasa peduli dengan kesehatan .

and Emil Frei. (2003). MD. BC Decker Inc. Ted S Gansler.2-Y. National Institutes of Health.. hlm.. MD. ^ Travis.. Jr.". Robert C Bast.. PMID 17573517Kategori . MD. MD. Robert C Bast. ^ Bryant. Ted S Gansler. hlm. IARC CancerBase No. hlm. Table 92-2. Nagashima M. PhD. Pisani P and Parkin DM.0. A (July 2007). Oncogenes and Tumor-Suppressor Genes Altered in Lung Cancer. MD. MD. ISBN 1-55009-213-8. MD. Ralph R Weichselbaum. 2004 5. 2. MD. Holland-Frei Cancer Medicine (edisi ke-6). MD. MD. MD. Ted S Gansler. Diakses pada 12 Desember 2010. Diakses pada 12 Desember 2010. III. "Lung cancer". National Cancer Institute. ^ (Inggris)Donald W Kufe. MD. ISBN 1-55009-213-8. and Emil Frei. PMID 8000996. doi:10. and Emil Frei.0. Lyon: IARC Press. PhD. James F Holland. MD. Cancer 75 (Suppl. MD. Mortality and Prevalence Worldwide.DAFTAR PUSTAKA 1. GLOBOCAN 2002: Cancer Incidence. Jr. Molecular pathogenesis. ^ (Inggris) Ferlay J. Khan MA. MD. Raphael E Pollock. ISBN 155009-213-8. Raphael E Pollock. 3. James F Holland. WD (January 1995). histology. and survival between cigarette smokers and never-smokers who develop non-small cell lung cancer". PhD. Jr. Chest 132 (1): 198–192. doi:10. III. Holland-Frei Cancer Medicine (edisi ke-6).1378/chest. MD. MD. 6. (2003). Version 2. 5. BC Decker Inc. Robert C Bast. III. BC Decker Inc. James F Holland. MD.07-0442. Harris CC. 4. Yoshikawa H. MBA. ^ (Inggris)Donald W Kufe. Ralph R Weichselbaum. 1): 191–202. Diakses pada 12 Desember 2010.1002/1097-0142(19950101)75:1+<191::AID-CNCR2820751307>3. 7. MD. ^ (Inggris)Donald W Kufe. Holland-Frei Cancer Medicine (edisi ke-6). ScD (hc). MBA. Diakses pada 12 Desember 2010. Bray F. McMenamin MG. Laboratory of Human Carcinogenesis. Hagiwara K. ^ (Inggris)"Mutational analysis of p73 and p53 in human cancer cell lines. Ralph R Weichselbaum. World Health Organization Lung Cancer Classification. Raphael E Pollock. Table 92-3. MD. (2003). "Differences in epidemiology. ScD (hc). ScD (hc).CO. MBA. MD.

dengan tugas ini kami mendapat banyak pengetahuan tentang berbagai penyakit kanker paru-paru.yang telah memberikan tugas ini kepada kami . .karena berkat anugrah dan bimbinganNya kami dapat menyusun makalah yang berjudul KANKER PARU-PARU.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha Esa.yang membawa kita dari alam kejahilan menuju ke alam terang benderang yang sampai sekarang ini. Dengan ini kami berterima kasih kepada bapak dosen yang membawakan mata kuliah ekologi gizi kesmas. Tak Lupa pula saya haturka junjungan nabi besar kita Muhammad SAW.

Tujuan D.Hasil penelitian kanker BAB lll PENUTUP A.Latar belakang masalah B.Kesimpulan B.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB l PENDAHULUAN A.Faktor dan resiko C.Manfaat BAB ll PEMBAHASAN A.Rumusan masalah C.Pengertian kanker paru-paru B.Saran .Metode penelitian kanker paru D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful