Anda di halaman 1dari 17

OBSERVASI APOTEK Laporan Tugas Kelompok Mata Pelajaran Kewirausahaan

Oleh Antoni Mardiansyah Eri Cahyana Herdiana Iwan Lutfi Riza Maulana Muhammad Wildan Firdaus R M lutfi Rizki Robby Ahmad G Syfa Dwiyatna Yusma Rohman X TI 3 / 3 Jurusan Teknik Informatika Sekolah Menengah Kejuruan Pelita Bandung 2012

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb. Puji dan syukur penyusun panjatkan ke hadirat Ilahi Rabbi, berkat rahmat dan hidayah-Nya penyusunan karya ilmiah ini, dapat terselesaikan. Limpahan Taufik dan Hidayah-Nya memberikan kekuatan, kesabaran kepada penyusun untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam penyusunan makalah ini. Karya ilmiah ini berisi ringkasan materi observasi apotek. Materi disajikan dalam bahasa yang tepat, lugas dan jelas sehingga bisa dipahami oleh siapapun. Pembuatan karya ilmiah ini untuk memenuhi salah satu tugas kewirausahaan. Sekolah Menengah Kejuruan Pelita Bandung. Dalam pembuatan karya ilmiah ini penyusun berterimakasih kepada bapak Khaerudin S.pd selaku guru mata pelajaran kewirausahaan. Dalam pembuatan karya ilmiah ini, penyusun mengalami kendala dan kesulitan yang penyusun hadapi. Namun, alhamdulillah berkat adanya bimbingan dari guru-guru, maka semua kendala dan kesulitan dapat penyusun atasi. Demikian pula dengan karya ilmiah ini, penyusun menyadari masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun untuk lebih memperkaya kajian karya ilmiah ini. Semoga karya ilmiah ini, dapat bermanfaat untuk kita semua, amin

Bandung, Maret 2012

Penyusun

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ..... ii BAB I PENDAHULUAN ..... 1 A. Latar Belakang .................. 1 B. Manfaat Penulisan ....... 2 C. Tujuan Penulisan ........ 2 BAB II KAJIAN TEORI ..... 3 A. Pendahuluan ..... 3 1. Pengertian Apotek ....... 3 2. Tugas dan Fungsi Apotek .,,..... 3 3. Persyaratan Apotek ........... 3 4. Lokasi .......... 4 5. Bangunan ... 4 6. Perlengkapan Apotek ... 5 7. Perbekalan Kesehatan di Bidang Farmasi . 5 8. Ketenagaan Apotek 6 BAB III PEMBAHASAN 7 A. Objek Penelitian ...... 7 1. Sejarah Singkat Apotek aa ............ 7 2. Visi Dan Misi Apotek aa ...... 7 3. Struktur Organisasi Apotek aa .... 7 4. Deskripsi Tugas Apotek aa ...... 8 B. Metode Pengumpulan Data . 9 1. Sumber Data Primer (Wawancara, Observasi) ......... 9 BAB IV PENUTUP ... 10 A. Kesimpulan .... 10

B. Saran 10 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Apotek (berasal dari bahasa Belanda: Apotheek) adalah tempat menjual dan kadang membuat atau meramu obat. Apotek juga merupakan tempat apoteker melakukan praktik profesi farmasi sekaligus menjadi peritel. Kata ini berasal dari kata bahasa Yunani apotheca yang secara harfiah berarti "penyimpanan" Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian, apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes RI) No. 1332/MENKES/SK/X/2002, tentang Perubahan atas Peraturan MenKes RI No. 922/MENKES/PER/X/1993 mengenai Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek, yang dimaksud dengan apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan

kefarmasianpenyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes RI) No. 1332/MENKES/SK/X/2002, tentang Perubahan atas Peraturan MenKes RI No. 922/MENKES/PER/X/1993 mengenai Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek, yang dimaksud dengan apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan masyarakat. Tugas dan Fungsi ApotekBerdasarkan Peraturan Pemerintah No.25 tahun 1980, tugas dan fungsi apotek adalah sebagai berikut: kefarmasian penyaluran perbekalan farmasi kepada

1. Tempat pengabdian profesi apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan. 2. Sarana farmasi yang telah melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran, dan penyerahan obat atau bahan obat. 3. Sarana penyaluran perbekalan farmasi yang harus menyalurkan obat yang diperlukan masyarakat secara luas dan merata. Sebagai sarana pelayanan informasi obat dan perbekalan farmasi lainnya kepada masyarakat. B. Manfaat Penulisan Manfaat yang bisa didapatkan dari pelaksanaan observasi yaitu : 1. Bagi Penulis : a. Mendapat data tentang perusahaan. b. Melengkapi/memperoleh data sebagai bukti/rechecking data sebelumnya atau sesuai dengan kebutuhan. c. Mengembangkan pengalaman. 2. Manfaat bagi apotek antara lain : a. Dapat memberikan masukan bagi pelayanan yang lebih baik. C. Tujuan Penulisan Tujuan penelitian ini adalah : 1. Memberikan gambaran pelaksanaan tugas pengelolaan apotek aa. 2. Sebagai bahan dan data bagi semua pihak yang dibutuhkan. kemampuan secara nyata dan dapat menambah

BAB II KAJIAN TEORI A. Pendahuluan 1. Pengertian Apotek Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes RI) No. 1332/MENKES/SK/X/2002, tentang Perubahan atas Peraturan MenKes RI No. 922/MENKES/PER/X/1993 mengenai Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek, yang dimaksud dengan apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. 2. Tugas Dan Fungsi Apotek Tugas dan Fungsi ApotekBerdasarkan Peraturan Pemerintah No.25 tahun 1980, tugas dan fungsi apotek adalah sebagai berikut: a. Tempat pengabdian profesi apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan. b. Sarana farmasi yang telah melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran, dan penyerahan obat atau bahan obat. c. Sarana penyaluran perbekalan farmasi yang harus menyalurkan obat yang diperlukan masyarakat secara luas dan merata. d. Sebagai sarana pelayanan informasi obat dan perbekalan farmasi lainnya kepada masyarakat. 3. Persyaratan Apotek Menurut Kepmenkes RI No. 1332/MENKES/SK/X/2002 tentang ketentuan dan tata cara pemberian izin apotek Bab IV pasal 6, pendirian sebuahapotek harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. Untuk mendapatkan izin apotek, apoteker atau apoteker yang bekerja samadengan pemilik sarana yang telah memenuhi persyaratan, harus telah siapdengan tempat, perlengkapan termasuk sediaan farmasi dan

perbekalanfarmasi lainnya, yang merupakan milik sendiri atau milik pihak lain. b. Sarana apotek dapat didirikan pada lokasi yang sama dengan sarana kegiatan pelayanan komoditi lainnya di luar sediaan farmasi. c. Apotek dapat melakukan kegiatan pelayanan komoditi lain diluar sediaanfarmasi. 4. Lokasi Yang dimaksud dengan lokasi apotek adalah tempat bangunan apotek didirikan. Lokasi apotek yang baru atau perpindahan suatu apotek, jumlah dan jarak minimal antar apotek ditetapkan oleh Menteri kesehatan c.q Direktur Jenderal atas usul Kepala Kantor Wilayah propinsi setempat. Penentuan lokasiharus mempertimbangkan segi penyebaran dan pemerataan pelayanan kesehatan, jumlah penduduk, jumlah dokter yang berpraktek, sarana pelayanan kesehatanlainnya, higiene lingkungan, dan faktor-faktor lain yang terkait (Depkes RI,1981). Setelah adanya otonomi daerah, maka faktor jarak sudah tidak dipermasalahkan lagi. 5. Bangunan Bangunan apotek adalah gedung atau bagian gedung yang dipergunakanuntuk mengelola apotek. Bangunan apotek harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Bangunan apotek mempunyai luas sekurang-kurangnya 50 m terdiri dariruang tunggu, ruang peracikan dan penyerahan resep, ruang

administrasi,ruang laboratorium pengujian sederhana, ruang penyimpanan obat, tempat pencucian alat, dan toilet (WC). b. Bangunan apotek harus memenuhi persyaratan teknis sebagai berikut : 1) Dinding harus kuat dan tahan air, permukaan sebelah dalam rata, tidak mudah mengelupas, dan mudah dibersihkan. 2) Langit-langit harus terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak, dan permukaan sebelah dalam berwarna terang.

3) Atap tidak boleh bocor, terbuat dari genteng, sirap, atau bahan lain yangmemadai.d.Lantai tidak boleh lembab, terbuat dari ubin, atau bahan lain yangmemadai. c. Bangunan apotek harus memiliki ventilasi dan sanitasi yang baik, sertamemenuhi persyaratan higiene lainnya. d. Apotek harus memiliki sumber air yang memenuhi persyaratan kesehatan. e. Harus adanya penerangan yang cukup, sehingga dapat menjamin

pelaksanaantugas dan fungsi apotek dengan baik. f. Harus ada alat pemadam kebakaran sekurang-kurangnya dua buah, dan masih berfungsi dengan baik. g. Apotek harus memasang papan nama yang terbuat dari papan,seng, atau bahan lain yang memadai dengan ukuran minimal panjang 60 cm,lebar 40 cm dengan tulisan hitam di atas dasar putih, tinggi huruf minimal 5cm, dan tebal 5 mm. Papan nama harus memuat nama apotek, nama Apoteker Pengelola Apotek (APA), nomor Surat Izin Apotek (SIA), alamat dan nomor telepon apotek. 6. Perlengkapan Apotek Menurut Kepmenkes RI No. 278 tahun 1981, yang dimaksud dengan perlengkapan apotek adalah semua peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pengelolaan apotek. Pada bab IV pasal 7 Kepmenkes RI No. 278tahun 1981, suatu apotek harus memiliki perlengkapan sebagai berikut : a. Alat pembuatan, pengolahan, dan peracikan. b. Perlengkapan dan alat penyimpanan perbekalan kesehatan di bidang farmasi. c. Tempat penyimpanan khusus untuk narkotika. d. Tempat penyimpanan khusus untuk racun. e. Alat dan perlengkapan laboratorium. f. Kumpulan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan apotek g. Farmakope Indonesia dan Ekstra Farmakope Indonesia edisi terbaru serta buku lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. 7. Perbekalan Kesehatan di Bidang Farmasi

Menurut Kepmenkes No. 1332 tahun 2002 yang dimaksud dengan perbekalan kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Apotek berkewajiban untuk menyediakan,menyimpan dan menyerahkan sediaan farmasi yang bermutu baik dan yangkeabsahannya terjamin. Sediaan farmasi yang karena suatu hal tidak dapatdigunakan lagi atau dilarang digunakan, harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditanam atau dengan cara lain yang ditetapkan oleh Menteri (Depkes RI,2002). Perbekalan farmasi yang disalurkan oleh apotek meliputi obat, bahan obat,obat asli Indonesia (obat tradisional), bahan obat asli Indonesia, alat kesehatan,dan kosmetika. Apotek harus menyediakan perbekalan kesehatan di bidangfarmasi yang berupa obat dan bahan obat yang didasarkan pada daftar obatesensial untuk puskesmas dan rumah sakit tipe D (Depkes RI, 1981).Dalam Permenkes No.26 tahun 1981 dinyatakan bahwa apotek berkewajiban untuk menyimpan dan menyalurkan perbekalan farmasi yang bermutu baik. Ini berarti bahwa perbekalan farmasi yang tersedia di apotek harus berasal dari pabrik farmasi, pedagang besar farmasi, apotek, atau sarana distribusiresmi lainnya. (Depkes RI, 1981)Penyimpanan obat-obat golongan narkotika dan psikotropika di apotek harus di dalam lemari khusus yang terpisah dari penyimpanan obat-obat golonganlain. Pengelolaan obat-obatan golongan narkotika dan psikotropika termasuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran, dan pemusnahannya memiliki peraturan perundang-undangan tersendiri. 8. Ketenagaan Apotek Berdasarkan Kepmenkes No. 1332 tahun 2002, apotek harus memilikitenaga kesehatan yang terdiri dari Apoteker Pengelola Apotek (APA), apoteker pendamping (jika diperlukan), dan Asisten Apoteker (AA). Suatu apotek harusmemiliki seorang apoteker pengelola apotek yang dibantu oleh sekurang-kurangnya seorang asisten apoteker. Jika APA berstatus sebagai pegawai negeriatau ABRI, maka harus ada apoteker pendamping, atau asisten apoteker kepala.Dalam Kepmenkes No. 1332 tahun 2002 disebutkan bahwa apabila APA berhalangan melakukan tugasnya pada jam

buka apotek, maka APA dapatmenunjuk apoteker pendamping, serta bila APA dan apoteker pendamping karenahal-hal tertentu berhalangan melakukan tugasnya, APA dapat menunjuk apoteker pengganti. Penunjukkan tersebut harus dilaporkan kepada Kepala DinasKesehatan Kabupaten/ Kota dengan tembusan kepada Kepala Dinas KesehatanPropinsi setempat.

BAB III PEMBAHASAN A. Objek Penelitian Dalam analisis sistem ini akan diuraikan sejarah singkat dari Apotek aa yang berlokasi di Jl. Jend. A Yani No. 678 Bandung, 40282, Visi dan Misi dari apotek, Struktur Organisasi dari apotek, Deskripsi Tugas. 1. Sejarah Singkat Apotek aa Apotek aa adalah salah satu bentuk organisasi yang bergerak dalam bidang penjualan dan pembelian obat, pengobatan, pengecekan kesehatan, dan peracikan obat yang telah di resepkan oleh dokter. Apotek aa ini berdiri pada awal 1987 dengan karyawan sebanyak 8 orang, dalam kurun waktu hampir 25 tahun apotek ini mampu memberikan pelayanan pembelian dan juga penjualan obat kepada konsumen secara memuaskan. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya jumlah para konsumen maupun pasien yang melakukan pembelian, penjualan, dan juga pemeriksaan kesehatan pada apotek tersebut. 2. Visi Dan Misi aa Visi dari Apotek aa ini adalah memberikan pelayanan dengan sepenuh hati kepada pelanggan dan kosumen yang akan melakukan pembelian dan penjualan obat. Sedangkan Misi dari apotek aa ini adalah Memberikan pelayanan kepada konsumen secara baik dan sungguh-sungguh. 3. Struktur Organisasi Apotek aa Bentuk struktur organisasi yang digunakan oleh Apotek aa ini merupakan kerangka kerja yang menggambarkan hubungan antara bagianbagian yang terkait dalam suatu organisasi yang digambarkan secara grafik. Peranan dalam organisasi apotek sangat penting untuk kelangsungan dan kelancaran mekanisme kerja yang baik. Agar tercapai suatu hubungan

kerja yang baik antara atasan dan bawahan maupun sebaliknya, oleh karena itu perlu dibentuk struktur organisasi yang baik yang dapat mengembangkan kapasitas dan kemampuan organisasi seoptimal mungkin dimana setiap anggota akan dapat mengenal aktivitas mana yang harus dihindari. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah mengenai Struktur Organisasi yang ada pada APOTEK aa.

Gambar Struktur Organisasi Apotek aa

4. Deskripsi Tugas Apotek aa Dalam melakukan aktivitas pengolahan data sistem informasi pembelian dan penjualan obat pada Apotek aa ada beberapa bagian yang terlibat diantaranya yaitu, Pimpinan, Apoteker, Ast. Apoteker. Adapun tugas-tugasnya sebagai berikut : a. Pimpinan :

1) Menyusun rencana kerja dan rencana anggaran belanja apotek 2) Memerikasa dan menandatangani laporan 3) Menetapkan kebijakan seluruh kegiatan pembelian dan penjualan obat diapotek. 4) Menjaga kelangsungan hidup apotek ke depannya. b. Apoteker : 1) Mengawasi kinerja kerja karyawan apotek. 2) Memeriksa Transaksi dan Laporan Pembelian dan Penjualan. c. Ast. Apoteker : 1) Mengawasi laporan, baik laporan pembelian maupun penjualan obat harian 2) Memeriksa laporan pembelian dan penjualan obat atau laporan harian 3) Menjalankan proses bagian pembelian dan penjualan di bagian kasir 4) Mengecek stok obat serta tanggal kadaluarsanya. B. Cara Pengumpulan Data Cara pengumpulan data yang digunakan dalam perancangan system informasi pembelian dan penjualan obat ini yaitu, sumber data primer (Wawancara, Observasi ). 1. Sumber Data Primer (Wawancara, Observasi) Sumber data primer antara lain : a. Tenik Wawancara Teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada pihak yang berkaitan dengan masalah yang diteliti sehingga mendapatkan data yang dapat dipercaya. Hasil data yang didapat diperoleh dengan melakukan interview langsung pada orang kepercayaan pimpinan Apotek aa sendiri. b. Teknik Observasi Observasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengamati langsung obyek yang diteliti, mengenai kondisi dan hal-hal yang dilakukan oleh instansi secara terencana dan sistematis. Dimana obyek yang berhasil penulis dapatkan pada Apotek aa antara lain tempat

penyimpanan obat, dan tempat pembayaran obat yang telah di beli oleh para konsumen.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Apotek aa adalah salah satu bentuk organisasi yang bergerak dalam bidang penjualan dan pembelian obat, pengobatan, pengecekan kesehatan, dan peracikan obat yang telah di resepkan oleh dokter. Apotek aa ini berdiri pada awal 1987 dengan karyawan sebanyak 8 orang, dalam kurun waktu hampir 25 tahun apotek ini mampu memberikan pelayanan pembelian dan juga penjualan obat kepada konsumen secara memuaskan. Visi dari Apotek aa ini adalah memberikan pelayanan dengan sepenuh hati kepada pelanggan dan kosumen yang akan melakukan pembelian dan penjualan obat.Sedangkan Misi dari apotek aa ini adalah Memberikan pelayanan kepada konsumen secara baik dan sungguh-sungguh. Bentuk struktur organisasi yang digunakan oleh Apotek aa ini merupakan kerangka kerja yang menggambarkan hubungan antara bagianbagian yang terkait dalam suatu organisasi yang digambarkan secara grafik. Dalam melakukan aktivitas pengolahan data sistem informasi pembelian dan penjualan obat pada Apotek aa ada beberapa bagian yang terlibat diantaranya yaitu, Pimpinan, Apoteker, Ast. Apoteker. B. Saran Saran-saran yang dapat penulis berikan adalah : 1. Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan apoek aa hendaknya para tenaga apoteker diberikan bimbingan terlebih dahulu sebelum terjun kelanpangan kerja. 2. Agar apotek aa dapat bersaing dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam pelayanan hendaknya apotek aa lebih melengkapi sarana dan prasarana yang ada.

3. Didalam lingkungan kerja hendaknya lebih bersikap saling menghargai dan saling menghormati walaupun kedudukan / jabatannya berbeda.

DAFTAR PUSTAKA http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/441/jbptunikompp-gdl-singgihkus-22035-11 babiiix.pdf http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=observasi+apotek&source=web&cd=77 &ved=0CD8QFjAGOEY&url=http%3A%2F%2Fimages.idaiyebhi.multiply.multipl ycontent.com%2Fattachment%2F0%2FSkOBZAoKCH0AACd3pw1%2FBAB%2520II%2C%2520III%2CIV%2C%2520V.doc%3Fkey%3Didaiyebhi %3Ajournal%3A2%26nmid%3D259922957&ei=8NplT5eQFsa8rAfNm7m9Bw&us g=AFQjCNGT3tcX_d3Na-lXoGq6o9tMblxW0A http://id.wikipedia.org/wiki/Apotik http://prasetiadi.blogspot.com/2010/11/tugas-observasi-perusahaan.html http://www.scribd.com/doc/55419079/BAB-II http://kedai-obat.blogspot.com/2010/05/pengertian-apotek.html

LAMPIRAN