Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012

HUKUM RAOULT I. TUJUAN Memperhatikan pengaruh komposisi terhadap titik didih campuran Memperlihatkan pengaruh gaya antarmolekul terhadap tekanan uap campuran

II.

TEORI Suatu larutan dianggap bersifat ideal, karena didasarkan pada kekuatan relative dari gaya tarik-menarik antara molekul solute dengan solventnya. Larutan ideal adalah larutan yang gaya tarik-menarik antara molekul-molekul sama dengan gaya tarik-menarik molekul-molekul dari solute dan solventnya masing-masing. Suatu larutan dikatakan ideal, jika mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Homogen pada seluruh kisaran komposisi dari system, mulai dari fraksi mol nol sampai dengan satu (0<x<1). 2. Pada pembentukan larutan dari komponennya, tidak ada perubahan entalpi (∆H campuran = 0), artinya panas larutan sebelum dan sesudah pencampuran adalah sama. 3. Perubahan volume campuran adalah sama dengan nol (V campuran = 0), artinya jumlah volume larutan sebelum dan sesudah pencampuran adalah sama. 4. Memenuhi hukum Raoult. Pada tahun 1880, Raoult mengemukakan sebuah hukum setelah mempelajari tekanan uap larutan. Hukum ini berbunyi : tekanan uap pelarut (PA) pada permukaan larutan besarnya sama dengan hasil kali tekanan uap pelarut murni (PoA) dengan fraksi mol pelarut di dalam larutan (XA). Secara matematika, hukum ini dapat ditulis sebagai :

Hukum Raoult Syafrina Yeni

Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012

PA = XA . PoA
Hukum Raoult sangat penting untuk mempelajari sifat karakteristik fisik dari larutan seperti menghitung jumlah molekul dan memprediksi massa molar suatu zat (Mr). Untuk larutan yang memiliki Hukum Raoult , interaksi antar molekul individual ke dua komponen sama dengan interaksi antar molekul dalam tiap komponen. Larutan semacam ini disebut larutan ideal. Tekanan total campuran gas adalah jumlah tekanan parsial masingmasing komponen sesuai hukum raoult. Hukum Raoult dengan campuran ideal Campuran ideal adalah campuran yang menaati hukum Raoult . Sebenarnya tidak ada campuran yang bisa dibilang ideal. Tapi beberapa campuran larutan kondisinya benar-benar mendekati keadaan yang ideal. Berikut ini adalah contohnya : - Hexana dan heptana - Benzena dan metibenzena - Propan-1-ol dan propan-2-ol Bila zat terlarut juga bersifat mudah menguap (volatil) sehingga tekanan uapnya dapat diukur, maka tekanan uap zat terlarut dapat dicari dengan rumus yang serupa yaitu :

PA = XB . POB

Sangat jarang ditemui larutan yang dapat sepenuhnya memenuhi hukum Raoult. Hal ini disebabkan ideal pada larutan berarti interaksi antara semua komponen adalah sama dan ini sukar untuk dipenuhi. Memang, untuk benzena dan toluena dicampur akan membentuk larutan ideal. Hal ini disebabkan kedua molekul memiliki ukuran dan struktur elektron yang serupa. Sebagian besar larutan akan menunjukkan penyimpangan dari hukum Raoult, baik

Hukum Raoult Syafrina Yeni

Ikatan intermolekular merupakan ikatan antara molekul-molekul. Hukum Raoult Syafrina Yeni . Dalton) (mmhg) Fraksi mol (a) Fraksi mol Ptotal (b) Gambar : (a) Penyimpangan positif hukum Raoult (b) Penyimpangan negatif hukum Raoult Yang dimaksud dengan penyimpangan positif adalah bila tekanan uap total yang sesungguhnya melebihi tekanan uap seperti yang diramalkan hukum Dalton dan biasanya menunjukkan adanya kerusakan ikatan intermolekul dalam sistem. sedangkan ikatan intramolekular merupakan ikatan antara atom-atom dalam suatu molekul. Penyimpangan ini diduga karena molekul-molekul sikloheksana merusak ikatan hidrogen yang terdapat pada molekul etanol dimana atom H terikat secara kovalen di dalam sebuah atom. Salah satu contoh penyimpangan positif adalah sistem yang terdiri dari etanol-sikloheksana.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 penyampingan yang bersifat positif atau negatif. Suatu ikatan intermolekular haruslah dibedakan dengan ikatan intramolekular. Hal ini dapat dilihat pada Gambar berikut ini Ptotal tekanan uap Larutan ideal (Hk. secara bersamaan diikat oleh atom yang bersifat elektronegatif (misalnya oksigen) yang berasal dari molekul lain.

Hukum Raoult Syafrina Yeni . Larutan benzena dan toluena adalah larutan ideal. Zat terlarut dalam larutan tak ideal encer mengikuti hukum Henry. Jadi. Dalam larutan encer. di mana tidak terbentuk ikatan-ikatan kimia.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 tanda (’’’’’’) menyatakan ikatan hidrogen Penyimpangan negatif hukum Raoult biasanya disebabkan terbentuknya ikatan intermoleul antara komponen-komponen yang terdapat dalam sistem. larutan ideal adalah larutan yang gaya tarik menarik molekulmolekul komponennya sama dengan gaya tarik menarik antara molekul dari masing-masing komponennya. walaupun larutan tidak ideal. bukan hukum Raoult. Hal ini menyebabkan lingkungan molekul terlarut sangat berbeda dalam lingkungan pelarut murni. Dalam semua larutan encer yang tak mempunyai interaksi kimia di antara komponen-komponennya. semua komponen (pelarut dan zat terlarut) mengikuti hukum Raoult pada seluruh selang konsentrasi. baik ideal maupun tak ideal. akan disebabkan panas yang menunjukkan bahwa terjadi ikatan. Perbedaan ini bersumber pada kenyataan: molekulmolekul pelarut yang luar biasa banyaknya. Contoh penyimpangan negatif terdapat dalam sistem asetonkloroform. sama dengan gaya tarik antara molekul A dan A atau antara B dan B. hukum Raoult akan dipenuhi oleh pelarut. Dalam larutan ideal. Apabila kedua jenis cairan ini dicampurkan. ikatan intermolekul yang terbentuk juga merupakan ikatan hidrogen. Hal ini disebabkan pada larutan encer. Jadi. Tetapi hukum Raoult tak berlaku pada zat terlarut pada larutan tak ideal encer. sebagian besar sistem terdiri dari akan jauh molekul-molekul pelarut dan sifat-sifat molekul tadi tidak berbeda dari molekul-molekul pelarut murni. maka gaya tarik antara molekul A dan B. Di sini. bila larutan zat A dan B bersifat ideal. tetapi hukum Raoult tidak berlaku bagi zat yang berada dalam larutan encer yang nonideal. hukum Raoult berlaku bagi pelarut.

1.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 III.Alat refluk (labu didih) .Termometer .Gelas ukur 10 mL : alat untuk merefluk sampel : penyangga alat refluks : pengukur suhu : untuk menghindari terjadinya bumping : sebagai alat pemanas : untuk membantu memasukkan larutan : untuk meletakkan larutan 3.Hot plate .Aseton : sebagai zat pelarut atau sampel : sebagai zat terlarut atau sampel Hukum Raoult Syafrina Yeni .kloroform . PROSEDUR PERCOBAAN 3.1.2 Bahan: .1 Alat dan bahan 3.Standar .1 Alat : .Batu didih .Corong .

Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 3.2 Skema Kerja Dipasang alat refluk   Ditambahkan 10 mL kloroform ke dalam labu refluk Setelah suhu konstan ditambahkan 2 mL aseton dan dicatat suhunya Campuran   Diulangi penambahan aseton sampai 10 mL Dituangkan campuran ke dalam wadah kosong dan ditutup rapat  Campuran   Setelah suhu konstan ditambahkan 2 mL kloroform dan dicatat suhunya Diulangi penambahan kloroform sampai 10 mL Hasil Dituangkan 10 mL aseton ke dalam labu refluk Hukum Raoult Syafrina Yeni .

Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 Hukum Raoult Syafrina Yeni .

Labu didih (alas bulat) 5. Hot Plate (pemanas) Hukum Raoult Syafrina Yeni .3 Skema alat 3 2 1 4 5 Keterangan : 1. Standar dan klem 2. Kondensor 3. Termometer 4.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 3.

DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Data dan Perhitungan Tabel penambahan aseton CHCl3 (mL) Penambahan Kloroform (mL) Titik didih (oC) 10 10 10 10 10 10 0 4 8 12 14 20 3 50 58 59 58 59 59 ᵨCHCl = 1.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 IV.5 g /mol No Penambahan Aseton (ml) Titik didih (oC) 1. Hukum Raoult 0 57 Syafrina Yeni .499 g /mL Mr CHCl3 = 119.

6. 5.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 2.5 64 Hukum Raoult Syafrina Yeni . 4 8 12 14 20 61 61 63 63. 3. 4.

Penambahan aseton 4 mL n aseton X CHCl3 ( ) X aseton = Hukum Raoult Syafrina Yeni . n Kloroform n CHCl3 a.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 Perhitungan 1. Sebelum penambahan aseton n Aseton X CHCl3 ( ) X aseton b.

Penambahan aseton 8 mL n aseton X CHCl3 ( ) X aseton d.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 c. Penambahan Aseton 16 mL n aseton X CHCl3 ( ) Hukum Raoult Syafrina Yeni .397 mol e. Penambahan aseton 12 mL n aseton X CHCl3 ( ) X aseton .

Aseton n aseton a. Sebelum penambahan Kloroform n kloroform X aseton ( ) Hukum Raoult Syafrina Yeni .Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 X aseton f.523 mol 2. Penambahan Aseton 20 mL n aseton X CHCl3 ( ) X aseton .

Penambahan 8 mL Kloroform n kloroform X aseton ( ) l X kloroform Hukum Raoult Syafrina Yeni . Penambahan 4 mL Kloroform n kloroform X aseton ( ) X kloroform c.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 X kloroform b.

Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 d. Penambahan Kloroform 20 mL n kloroform X aseton Hukum Raoult ( ) Syafrina Yeni . Penambahan 12 mL Kloroform n kloroform X aseton ( ) X kloroform e. Penambahan Kloroform 16 mL n kloroform X aseton ( ) X kloroform f.

221 176.169 139.7915 252.5 336.9345 20 ml Aseton + CHCl3 V Aseton ml 20 20 20 V CHCL3 ml 0 4 8 1 0.467 0.267 X Aseton X CHCl3 P Aseton (mmHg) 344.5 291.847 0.3835 136. 4.231 P Campuran (mmHg) 344.533 0.0505 319.7665 160.7495 Hukum Raoult Syafrina Yeni .523 X CHCl3 X Aseton P CHCl3 (mmHg) 293 240.4455 317.397 0.477 0 0.679 156.6045 313.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 X kloroform Tekanan Uap Campuran 1.2185 308.6205 330. 5.821 0.829 78. Po CHCl3 Po Aseton P CHCl3 P Aseton P Campuran = 293 mmHg = 344.6655 104.697 0.761 P Aseton (mmHg) 0 61. 3.5 mmHg = X CHCl3 x Po CHCl3 = X Aseton x Po Aseton = P CHCl3 + P Aseton 20 ml CHCl3 + Aseton V CHCl3 ml 20 20 20 20 20 20 V Aseton ml 0 4 8 12 16 20 1 0.303 0.5185 P CHCl3 (mmHg) 0 44.179 0.153 0.553 204. 2.8815 180.603 0.1735 P Campuran (mmHg) 293 302.733 0 0.

761 326.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 20 20 20 12 16 20 0.477 222.547 199.4655 180.269 322.353 139.354 0.421 0.523 0.1735 103.646 0.9345 Hukum Raoult Syafrina Yeni .8185 319.722 123.579 0.

2 Pembahasan Pada praktikum kali ini. Dan penyimpangan yang terjadi adalah penyimpangan negative karena terjadinya perubahan panas secara berangsur-angsur yang memperlihatkan bahwa larutan dalam keadaan berenergi rendah. dapat diketahui bahwa campuran kloroform dan aseton merupakan campuran yang tidak ideal karena interaksi antar molekulnya tidaklah sama. dari perhitungan yang telah dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan fraksi mol dan komposisi berbanding terbalik sedangkan suhu meningkat dengan penambahan jumlah zat terlarut. itu. dari campuran yang digunakan dalam praktikum ini yaitu campuran kloroform dengan aseton. Semakin besar konsentrasi zat terlarut maka tekanan uap larutannya akan semakin kecil mengingat jumlah molekul pelarut persatuan volumenya juga semakin berkurang. Adapun hubungan tekanan uap dengan titik didih. karena dengan semakin banyaknya molekul zat terlarut dalam suatu larutan akan mengurangi jumlah molekul pelarutnya sehingga jumlah pelarut yang bisa lepas dari larutan akan lebih sedikit dibandingkan dengan larutan murninya. Menurut literatur tertinggi akan tercapai pada saat volume larutan memiliki perbandingan yang sama. Titik didih tertinggi campuran yaitu sama-sama 64oC.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 4. bila sebuah larutan memiliki tekanan uap yang tinggi pada suatu suhu berarti gaya antar molekul yang berada dalam larutan tersebut mudah melepaskan diri dari permukaan larutan yang juga dipengaruhi zat terlarutnya. Pada setiap penamabahan aseton maupun kloroform seharusnya terjadi kenaikan titik Hukum Raoult Syafrina Yeni . Pada percobaan ini terjadi reaksi eksoterm yaitu pelepasan kalor oleh sistem. makin besar komposisi yang diberikan pada suatu larutan maka fraksi molnya akan makin kecil. Selain. itu terbukti pada saat volumenya sama yaitu pada saat penambahan 20 mL.

Semakin besar konsentrasi zat terlarut maka tekanan uap larutannya akan semakin kecil mengingat jumLah molekul pelarut persatuan volumenya juga semakin berkurang. makin besar komposisi yang diberikan pada suatu larutan maka fraksi molnya akan makin kecil. karena dengan semakin banyaknya molekul zat terlarut dalam suatu larutan akan mengurangi jumLah molekul pelarutnya sehingga jumLah pelarut yang bisa lepas dari larutan akan lebih sedikit dibandingkan dengan larutan murninya. Adapun hubungan tekanan uap dengan titik didih. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan fraksi mol dan komposisi berbanding terbalik sedangkan suhu meningkat dengan penambahan jumLah zat terlarut. Selain. bila sebuah larutan memiliki tekanan uap yang tinggi pada suatu suhu berarti gaya antar molekul yang berada dalam larutan tersebut mudah melepaskan diri dari permukaan larutan yang juga dipengaruhi zat terlarutnya. Hal ini dapat disebabkan karena gaya tarik antara molekul-molekul kloroform dan aseton yang semakin kuat ketika hampir mendekati titik kesetimbangan volume antara aseton dan kloroform. Hukum Raoult Syafrina Yeni . itu. dari perhitungan yang telah dilakukan.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 didih akan tetapi akan tetapi pada saat penambahan penambahan kloroform 8 mL dan 12 mL terjadi ketetapan suhu yaitu 62oC.

Kesimpulan dan Saran 5.2 Saran  Berhati-hati dalam praktikum karena zat yang digunakan adalah kloroform  Jangan lupa membawa masker  Jangan lupa membawa bola isap untuk pipet gondok  Perhatikan dengan seksama perubahan suhu.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 V.1 Kesimpulan Setelah dilakukan praktikum mengenai hukum Raoult. dapat ditarik beberapa kesimpulan:      Titik didih larutan berbanding lurus dengan komposisi Fraksi mol berbanding terbalik dengan komposisi Tekanan uap berbanding terbalik dengan komposisi Campuran kloroform dan aseton adalah campuran nonideal Penyimpangan yang tejadi adalah penyimpangan negatif 5. karena perubahan suhu kecil  Letakkan labu tepat di tengah hot plate agar pemanasan berlangsung cepat Hukum Raoult Syafrina Yeni .

Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 JAWABAN PERTANYAAN 1. Rumus Struktur 2-propanol OH H CH H C CH H H H Hukum Raoult Syafrina Yeni . 2. sesama zat terlarut maupun antar pelarut dengan zat terlarut. Ideal berarti daya tarik dan tolak dapat diabaikan antara sesama pelarut. Campuran kloroform dan aseton merupakan campuran nonideal dan penyimpangan yang terjadi adalah penyimpangan negatif karena adanya perubahan panas secara berangsur-angsur dalam proses pelarutan yang menunjukkan larutan berada pada keadaan berenergi rendah.

Kimia Fisika II.scribd. www. Jakarta: Erlangga. Dogra. Penuntun Praktikum Kimia Fisika I. 1990. W.Praktikum Kimia Fisika I Tahun Ajaran 2011/2012 DAFTAR PUSTAKA Atkins. Staf Pengajar Kimia UNAND.com / Hukum Raoult. 2004. P. blogspot. Kimia Fisika dan Soal-soal.htm www.Annisanfushie’s Weblog. Padang: UNAND. 1997.com / Hukum Raoult Hukum Raoult Syafrina Yeni . S. Jakarta: Erlangga. Edisi IV.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful