Anda di halaman 1dari 13

Penyusunan POA dalam survei Cepat

WIWIT ADITAMA, MPH Click to edit Master subtitle style

4/17/12

Pendahuluan

Suatu program kerja dalam suatu unit memerlukan suatu perencanaan yang baik dan terperinci agar proses tersebut dapat berjalan lancar, hasil yang tercapai maksimal, evaluasi dapat diarahkan untuk mengetahui hasilnya, dan dapat dimanfaatkan untuk bahan pengembangan lebih lanjut. Tanpa perencanaan yang baik maka suatu program akan sering mengalami hambatan sehingga hasil yang dicapai tidak akan 4/17/12 maksimal.

Penyusunan POA

Hal hal yang harus terpenuhi dalam penyusunan POA yaitu : Apa yang harus dilakukan ? Masalah apa yang dihadapi ( identifikasi masalah ) Apa tujuan akhir dari rencana program tersebut sesuai dengan masalah yang ada ( tujuan umum) ?
4/17/12 Jenis kegiatan apa yang akan dilaksanakan ?

Metoda dan teknik apa yang digunakan untuk melaksanakan tiap tiap kegiatan; bagaimana urutan kegiatan tersebut dalam pelaksanaannya, sehingga sampai pada tujuan akhir kerja. Siapa yang melaksanakan dan siapa sasarannya. Sarana apa saja yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tersebut ( man, 4/17/12 money, material )

I.IDENTIFIKASI MASALAH

Identifikasi masalah disini tidak hanya mengidentifikasi / merumuskan permasalahan yang terjadi dalam suatu instansi / unit. Tapi juga kelemahan atau faktor yang ingin digali / dikembangkan lebih dalam. Misalnya kompetensi, skill, sistem kerja, dll.

4/17/12

II.PRIORITAS MASALAH.

Apabila dalam periode tertentu kita tidak mampu menyelesaikan / melaksanakan program ( yang sesuai dengan masalah yang ada ) dalam situasi demikian harus bisa ditentukan prioritas mana yang akan kita laksanakan terlebih dahulu. Untuk menentukan prioritas tersebut, berbagai cara yang bisa ditempuh antara lain 4/17/12 :

III.MENETAPKAN TUJUAN.

Dalam penetapan tujuan hendaknya memperhatikan beberapa aspek berikut : 1.Tujuan Umum. dalam menentukan tujuan umum hendaknya selalu memperhatikan dan mengacu pada tujuan utama diadakannya kegiatan / aktivitas tersebut. Jika kegiatannya berupa pelatihan / in house training, tentunya tujuan utama adalah adanya peningkatan keterampilan dari peserta. 4/17/12

2.Tujuan Khusus Tujuan khusus adalah pengembangan dari tujuan umum. Misalnya tujuan yang terkandung dari setiap kegiatan pelatihan sanitasi adalah peserta mampu untuk melaksanakan untuk program tertentu. Misalnya : Setelah pelatihan diharapkan petugas dapat : Mengoperasikan program air bersih Mengoperasikan program pemberantasan 4/17/12 vektor.

Untuk menyusun tuuan suatu kegiatan seperti pelatihan / in house training, maka perumusan tujua tersebut haruslah dalam bentuk tujuan perilaku atau biasanya disebut dengan behavioral Objectives. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam membuat Behavioral Objectives yaitu : 1.Tujuan harus diukur. 2.Tujuan harus dapat diamati ( observable ) 3.Tujuan harus dapat dicapai ( realible )
4/17/12

IV.JENIS KEGIATAN.

A. Menetapkan Jenis Kegiatan. Jenis kegiatan disini adalah kegiatan yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan kegiatan utama. Misalnya : 1.Kebutuhan tenaga 2.Kebutuhan buku panduan untuk pelatihan. 3.Kebutuhan sarana alat bantu belajar. 4.Kebutuhan biaya, dsb
4/17/12

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut diatas maka kita tentukan jenis kegiatan serta tujuan kegiatan tersebut diatas. Misalnya : 1. Untuk kebutuhan tenaga pengajar apa yang harus dilakukan : Menentukan jumlah tenaga pengajar yang dibutuhkan. Menentukan anggaran yang ditetapkan untuk tenaga pengajar. 2. Untuk kebutuhan buku4/17/12 panduan untuk

B. tahap tahap Kegiatan. Yang dimaksud dengan tahapan kegiatan adalah urut urutan yang harus dilakukan dalam arti kegiatan apa yang harus dilaksanakan lebih dahulu sebelum kegiatan selanjutnya. Ada kalanya kegiatan tertentu mendahului kegiatan yang lain, tapi ada kalanya kegiatan tersebut dapat dilakukan bersama sama. Sebaiknya tahapan ini dibuat beberapa
4/17/12

Terima kasih

4/17/12