Anda di halaman 1dari 9

Makalah Makanan bayi 0-6 bulan

Diposkan oleh Ajeng Putri Pramestu

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa, keadaan gizi yang baik merupakan salah satu unsur penting. Kekurangan gizi, terutama pada anak-anak akan menghambat proses tumbuh kembang anak. Secara umum, terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap faktor tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Lingkungan disini merupakan lingkungan bio psikososial yang mempengaruhi individu setiap hari mulai dari konsepsi sampai akhir hayatnya. Faktor lingkungan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang. Sejak lahir, makanan yang terbaik bagi bayi adalah ASI (air susu ibu). ASI merupakan makanan paling lengkap, karena mengandung zat pati, protein, lemak, vitamin dan mineral. Selain itu ASI juga mengandung zat kekebalan tubuh. Bayi yang diberi ASI lebih kebal terhadap penyakit infeksi dibanding bayi yang minum susu sapi. Pemberian ASI eksklusif pada bayi baru lahir sampai usia enam bulan cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi tersebut, namun setelah usia enam bulan kebutuhan gizi akan meningkat sehingga dibutuhkan tambahan zat gizi pendampig ASI, selain itu alasan pemberian makanan tambahan ini karena produksi ASI juga semakin menurun. Pemenuhan gizi yang tidak optimal ini akan menimbulkan kekurangan energi protein pada bayi atau anak. 1.2 A. Tujuan Penulisan Tujuan Umum

Agar mahasiswa/i mampu memahami kebutuhan makanan pada bayi usia 0-6 bulan. B. Tujuan Khusus Tujuan penulis membuat makalah berjudul Makanan Bayu Usia 0-6 Bulan, secara khusus bertujuan untuk: a. Mengetahui Manfaat Pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 0-6 bulan

b. Mengetahui pola makan yang benar saat ibu menyusui c. Tanda-tanda bayi siap makan makanan padat 1.3 Metode Penulisan Metode penulisan ini menggunakan metode study kepustakaan, karena penulis menggambil berbagai buku dari perpusatakaan sebagai bahan referansi dan sebagian mengambil dari media elektronik yaitu Internet.

1.4

Sistematika Penulisan Adapun sistematika dalam penulisan makalah ini, terdiri dari :

1.

BAB I PENDAHULUAN Terdiri dari Latar Belakang, Tujuan penulisan, Metode Penulisan, Sistematika penulisan.

2.

BAB II TINJAUAN TEORI Terdiri dari Kebutuhan makanan bayi 0-6 bulan, manfaat Pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 0-6 bulan, pola makan yang benar saat ibu menyusui, anda-tanda bayi siap makan makanan padat.

3.

BAB III PENUTUP Terdiri dari kesimpulan dan saran.

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1

Makanan Bayi Usia 0-6 Bulan Makanan terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan adalah Air Susu Ibu (ASI) atau susu formula bila ibu dengan sangat terpaksa tidak bisa memberikan ASI pada bayinya. Jadwal makan antara bayi satu dengan yang lain sangat bervariasi, yang terbaik adalah disesuaikan dengan kebiasaannya sendiri. Biasanya bayi diberikan makanan setiap 3-4 jam, agar selalu mendapatkan masukan unsure gizi yang cukup. Kontak fisik dan hisapan bayi akan merangsang produksi ASI terutama pada 30 menit pertama setelah lahir. Pada periode ini ASI saja sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Perlu diingat bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Menyusui sangat baik untuk bayi dan ibu. Dengan menyusui akan terbina hubungan kasih sayang antara ibu dan anak. Pada bayi yang baru lahir baik jika diberikan kolostrum. Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. Kolostrum mengandung zat-zat gizi dan zat kekebalan yang tinggi. Pengeluaran ASI dapat terjadi karena adanya refleks mengisap bayi yang juga dipengaruhi proses hormonal, terutama oksitosin dan prolaktin. Apabila terjadi gangguan dalam ASI maka alternatifnya adalah susu formula, namun harus diingat bahwa nilai kegunaan atau manfaat ASI tetap yang terbaik. Pemberian ASI eksklusif berlangsung hingga enam bulan tanpa makanan pendamping lain, sebab kebutuhannya sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh bayi. Proses menyusui memiliki beberapa manfaat bagi bayi, yaitu :

a.

Bayi memperoleh zat kekebalan tubuh dari kolostrum dan imunoglobulin A yang tinggi yang terkandung dalam ASI.

b.

Membantu refleks bayi untuk mengisap yang dapat menunjang perkembangan rahang, gusi, dan gigi bayi di kemudian hari.

c.

Membantu proses bonding antara ibu dan anak sehingga kebutuhan kasih sayang (asih) bayi terpenuhi.

d.

ASI memiliki suhu yang ideal, tidak perlu dipanaskan atau disterilkan terlebih dahulu, bebas dari pencemaran kuman sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya gangguan saluran pencernaan.

e. f.

Mempercepat pengembalian bentuk dan ukuran rahim seperti sebelum mengandung. ASI mempunyai peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, mengingat banyak zat gizi yang terkandung di dalamnya Tidak semua anak mendapatkan ASI, banyak ditemukan anak-anak yang kebutuhan nutrisinya dipenuhi oleh susu formula. Untuk itu, dalam pemakaian susu formula atau susu botol juga perlu diperhatikan beberapa hal, di antaranya sterilkan dahulu sebelum memberikannya kepada bayi dengan cara dipanaskan, jangan membuat susu dalam botol terlalu lama.

2.2 Manfaat Pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 0-6 bulan ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan lain seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi tim. Pemberian ASI eksklusif ini dianjurkan sampai bayi berumur 6 bulan, ia harus diperkenalkan dengan makanan padat, sedangkan ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun. Banyak manfaat pemberian ASI khususnya ASI eksklusif yang dapat dirasakan. Berikut manfaat yang di proleh bayi: a. ASI sebagai Nutrisi ASI merupakan zat gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan bayi. ASI adalah makanan yang paling sempurna, baik kualitas

maupun kuantitasnya. ASI sebagai makanan tunggal akan cukup memenuhi kebutuhan bayi normal sampai usia 2 tahun atau lebih. b. ASI Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi Kolostrum mengandung zat kekebalan 10 -17 kali lebih banyak dari susu matang. Zat kekebalan yang terdapat pada ASI antara lain akan melindungi bayi dari diare. Bayi ASI eksklusif ternyata akan lebih sehat dan jarang sakit dibandingkan dengan anak yang tidak mendapat ASI eksklusif, anak yang sehat tentu akan lebih berkembang kepandaiannya dibanding anak yang sering sakit. c. ASI Eksklusif meningkatkan Jalinan Kasih Sayang Bayi yang sering berada dalam dekapan ibu karena menyusui akan merasakan kasih sayang ibunya, ia juga merasa aman dan tentram, karena masih dapat mendengar detak jantung ibunya yang telah ia kenal sejak dalam kandungan. Perasaan terlindung dan disayangi inilah yang akan menjadi dasar perkembangan emosi bayi dan membentuk kepribadian yang percaya diri dan dasar spiritual yang baik. d. ASI Meningkatkan Kecerdasaan Mengingat bahwa kecerdasan anak berkaitan erat dengan otak maka jelas bahwa faktor utama yang mempengaruhi perkembangan kecerdasaan adalah otak. Sementara itu, faktor terpenting dalam proses pertumbuhan termasuk pertumbuhan otak adalah nutrisi yang diberikan. Dengan pemberian ASI secara eksklusif dari 0-6 bulan akan menjadi tercapainnya perkembangan potensi kecerdasaan anak yang optimal. Hal ini karena sebagai nutrien yang ideal, dengan komposisi yang tepat, serta disesuaikandengan kebutuhan bayi, ASI juga mengandung zat gizi khusus yang diperlukan otak bayi agar tumbuh optimal. 2.3 Pola makan yang benar saat ibu menyusui

Pada masa menyusui, Ibu harus tetap memerhatikan kondisi kesehatan dan kecukupan gizinya. Bayi usia 0-6 bulan (masa ASI ekslusif) hanya akan mengandalkan ASI ibu sebagai makanan utamanya, sehingga ibu sangat perlu mempertahankan diet sehat untuk menjamin pasokan nutrisi yang terbaik bagi bayinya. Ibu perlu selektif dan benar-benar memerhatikan pola makan yang dikonsumsi karena ibu tidak hanya makan untuk diri sendiri, melainkan juga untuk bayi. Pola makan (diet) ibu menyusui biasanya membutuhkan diet kalori tinggi, bergizi tinggi dan seimbang, yang harus sudah mulai disiapkan ibu sejak masa sebelum dan selama kehamilannya. Ibu menyusui perlu makan lebih banyak dibandingkan pada saat hamil. Dalam sehari, umumnya ibu menyusui akan memproduksi 800 ml ASI dan membakar 1000 kalori. Untuk menjamin produksi ASI, Ibu memerlukan makanan tinggi kalori dengan tambahan 500 800 kalori per harinya. Pada kondisi dimana seorang ibu memiliki bayi kembar, maka tambahan kalori yang diperlukan akan jauh lebih banyak lagi. Sama seperti orang lain pada umumnya, ibu menyusui memerlukan asupan karbohidrat, protein, berbagai vitamin dan mineral, serta lemak. Perbanyaklah konsumsi biji-bijian, buah-buahan, sayur-sayuran (daun katuk, bayam, kangkung yang diyakini dapat meningkatkan produksi ASI), makanan yang kaya protein, kalsium dan zat besi. Namun, ibu hamil harus menghindari sayuran yang banyak mengandung gas seperti kol, bunga kol atau lobak karena dapat membuat perut bayi kembung. 2.4 1. 2. 3. 4. Tanda-tanda bayi siap makan makanan padat Sudah bisa menegakkan kepala sendiri. Bisa duduk dengan baik di kursi. Bisa melakukan gerakan mengunyah. Berat badan terlihat meningkat hingga kira-kira sudah dua kali lipat berat badan ketika lahir.

5. 6. 7. 8. 9. 10.

Terlihat tertarik pada makanan. Bisa menutup mulut jika disodorkan sendok. Bisa memindahkan makanan dari mulut bagian depan ke mulut bagian belakang. Bisa menggerakan lidah, dan tidak lagi mendorong makanan keluar menggunakan lidah. Terlihat masih lapar setelah diberi delapan hingga sepuluh kali ASI atau 1200 cc susu formula Mulai tumbuh gigi

Jenis Makanan 1. 2. 3. 4. ASI atau susu formula DITAMBAH. Bubur sereal beras atau bubur tepung beras. Dilanjutkan dengan sereal biji-bijan lainnya. Bubur sayuran (misal: ubi manis, labu-labuan) atau bubur buah-buahan (misal: pisang, apel, pear, alpukat). 5. 6. 7. Kaldu. Produk susu sapi seperti keju. Daging sapi, daging ayam, daging kambing, hati, dan ikan yang sudah dihaluskan. Ikan ada yang menganjurkan ditunda hingga lebih dari satu tahun karena berpotensi menimbulkan reaksi alergi. 8. Merah telur. Putih telur ada yang memperbolehkan sebelum satu tahun, ada juga yang menganjurkan ditunda hingga lebih dari satu tahun karena berpotensi menimbulkan reaksi alergi 9. Tahu

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan Jadi, pada dasarnya untuk bayi usia 0-6 bulan seharusnya mengkonsumsi ASI eksklusif, karena ASI mengandung banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh kembangnya. Dan makanan pendamping ASI diberikan setelah usia 6 bulan, pada saat organ pencernaan bayi sudah matang. 3.2 Saran Sebaiknya, para ibu memberikan asupan nutrisi pada bayi usia 0-6 bulan melalui ASI saja, tanpa memberikan makanan pengganti ASI apapun agar bayi tumbuh dan berkembang secara optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Mintardja, Sari Dewi. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi 0 6 Bulan. Skripsi Sarjana Falkutas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiah Surakarta, Surakarta, 2009. Nutrition, Wyeth. Makanan Bayi Baru Lahir Sampai Usia 6 Bulan. Style Sheet. http : / www.google.com (17 Oktober 2011). Padang, Asdani. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Pemberian MP-ASI Dini. Tesis Konsentrasi dan Kebijakan Kesehatan Pascasarjana Universitas Sumatra Utara, Sumatra Utara, 2007. Setiawan, Albertus. Pemberian MP-ASI. FKM Universitas Indonesia, 2009.