HEADLINES

i

HEADLINES
1.

Inflasi
Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0,05 persen. Inflasi tahun kalender
2012 sebesar 0,81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011
(y-on-y) sebesar 3,56 persen.

2.

Pertumbuhan PDB
 PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6,5 persen dibanding PDB Triwulan IV2010 (y-on-y).
 PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1,3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q).
 Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011
dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6,5 persen.

3.

Ekspor
 Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15,49 miliar, turun 9,28 persen
dibanding ekspor Desember 2011, namun naik 6,07 persen dibanding ekspor
Januari 2011.
 Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12,52 miliar yang terdiri dari
produk pertanian US$0,38 miliar, industri US$9,48 miliar, dan pertambangan
dan lainnya US$2,65 miliar.

4.

Impor
 Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14,57 miliar, turun 11,57 persen
dibanding impor Desember 2011, namun naik sebesar 16,02 persen jika
dibanding impor Januari 2011.
 Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor barang konsumsi Januari
2012 sebesar US$1,12 miliar, bahan baku/penolong US$10,48 miliar, dan
barang modal US$2,97 miliar.

5.

Upah Buruh
 Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik
masing-masing sebesar 0,32 persen dan 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0,14 persen dibanding
bulan sebelumnya, sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012
naik 0,30 persen dibanding bulan sebelumnya.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

ii

HEADLINES

6.

Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan
 NTP Februari 2012 turun 0,60 persen dibanding bulan sebelumnya.
 Pada Februari 2012, terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,46 persen.

7.

Harga Pangan
 Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0,77 persen dibanding Januari 2012,
dan naik 15,37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
 Harga cabai merah Februari 2012 turun 30,27 persen dan cabai rawit turun
6,31 persen dibanding bulan sebelumnya.

8.

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
 IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0,74 persen dibanding bulan
sebelumnya.

9.

Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen
 Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis
(ITB) sebesar 106,92).
 Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108,37.
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,44).
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan
nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,08.

10. Produksi Tanaman Pangan
 Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65,74 juta ton Gabah
Kering Giling (GKG) menurun 1,10 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17,63 ribu ton
menurun 3,81 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843,84 ribu ton
menurun 6,97 persen dibanding tahun 2010.
11. Industri Manufaktur
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011
naik sebesar 3,09 persen dibanding Triwulan III-2011, dan naik 6,02 persen jika
dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.  Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8.  Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.92 persen jika dibanding bulan sebelumnya. namun turun sebesar 9.  Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4.HEADLINES iii 12.7 ribu orang. naik 18.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Transportasi  Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 13.

iv HEADLINES EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

Suryamin. Agustus 2011). Januari 2012).d. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr.d.go. Januari 2012). perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s. Februari 2012).Sc. Februari 2012). tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia. Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu. dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www. triwulanan.bps. harga perdagangan besar (s. Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS. hasil Sensus Penduduk 2010. Triwulan IV-2011).KATA PENGANTAR v KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan. Februari 2012). perkembangan ketenagakerjaan (s.d. produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011).d. Lebih lanjut. M.d. ekspor-impor (s. perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s. Triwulan IV-2011). Jakarta. harga dan upah (s. Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s. Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi. wisatawan dan transportasi (s.id. keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan.d.d.d.

vi KATA PENGANTAR EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

....................................... HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 ............................................. 36 VI.................................................................................... 69 X.......... 74 XI.................................................................................................. 26 IV........................... 61 VIII............................................................... 16 III......................... 92 XV........................................................ 54 VII............. 87 XIV... PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 .......................................... NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 .................... EKSPOR JANUARI 2012 .....................................DAFTAR ISI vii DAFTAR ISI HEADLINES .............................. v DAFTAR ISI ............................................................................................... PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 ..................................................................103 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .............. PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 .................... PARIWISATA JANUARI 2012 ................................................ KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 ......................................................................................................................................... TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 ............. INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 .................................................................................................... xiii FOKUS PERHATIAN ............. 95 XVI........... vii DAFTAR TABEL ................ 9 II............... KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 .................... 30 V................. 77 XII...................................................... viii DAFTAR GRAFIK ................................. 83 XIII............................................................................ INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 ...................... 98 XVII............... SUPLEMEN: METODOLOGI ..... UPAH BURUH FEBRUARI 2012 ...................................................... 63 IX................................. i KATA PENGANTAR ...... KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 ......................................................................................... 1 I....................................................................... IMPOR JANUARI 2012 ..................... INFLASI FEBRUARI 2012 ...........

..... Februari 2012..........2 Laju Inflasi Februari 2012...............3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen)...10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ............22 Tabel 2...............................4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender .......................... Februari 2012 (persen) ........5 Inflasi Nasional Year-on-Year ....1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) ...........................13 Tabel 1........................................................20 Tabel 2...1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012...........................................................5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) ............................................................7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011........ Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year .................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) ...............................13 Tabel 1............................11 Tabel 1.................................................................12 Tabel 1......................6 Inflasi Beberapa Negara......................................14 Tabel 2...........................28 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) ....................... Desember 2011–Januari 2012 ........viii DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel 1....9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) ............4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan......................18 Tabel 2................3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.................24 Tabel 2.......27 Tabel 3..7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) .........................................................23 Tabel 2.......................................12 Tabel 1........................21 Tabel 2..................................................................24 Tabel 3..................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) .................................8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) .11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 ......................23 Tabel 2...............18 Tabel 2.......................................19 Tabel 2........17 Tabel 2..........1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 ....2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha ..11 Tabel 1...........2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 .....................................................................

...................8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 ...... 41 Tabel 5...........................................1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari............................................................... Triwulan I 2010–Januari 2012 ........ 48 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ..............................6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi. SP2010. 2010 .................................. 35 Tabel 5...................................3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari...... 2011 dan 2012 .. 33 Tabel 4.......... SP2010....................... Januari 2011 dan 2012 ....2 Penduduk........................................ 47 Tabel 5........... 43 Tabel 5..10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih .................................................. 2010 ............ Laju Pertumbuhan...................4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012.. 2010 .............5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa..............6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang......................................................................................5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB......... 29 Tabel 4.....4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.... 2011 dan 2012 .........................................................9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal...............................8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi............... 28 Tabel 3................. Januari 2011–Januari 2012 ............................4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.................... 42 Tabel 5... 33 Tabel 4.... 34 Tabel 4.................... 32 Tabel 4...............3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .......................... 32 Tabel 4............................ Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$)... SP2010 ....................................... 46 Tabel 5.................. SP2010 ...................... 35 Tabel 4.. 44 Tabel 5................................7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama..... 45 Tabel 5...1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.. Juta US$) ................................................................. 2010 ......DAFTAR TABEL ix Tabel 3.................... dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi .. 40 Tabel 5..........................................2 Perkembangan Impor Indonesia.....7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.. 29 Tabel 3............................ Januari 2012 ................................................................. 34 Tabel 4.............3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 ...................................................................................................................................... 36 Tabel 5.......................................

...................................2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang).................................................................................. Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010−Februari 2012 ..................x DAFTAR TABEL Tabel 5..............3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) .......................................................... SP2010 ..66 Tabel 8.............. SP2010 ............6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) ..............................51 Tabel 5.............................................70 Tabel 9..................... SP2010 ........................2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.......................................... Februari 2011–Februari 2012..............................68 Tabel 9.....................14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon..................................................................................55 Tabel 6.....................................................................67 Tabel 8...................................4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) .................5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) ................................71 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .............................15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus..............7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 ... 2010–2011 (juta orang) ..12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja..................................2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 .................................11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar.........52 Tabel 5.............. SP2010...........1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan...57 Tabel 6..................... Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) .........60 Tabel 7..1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 ..................53 Tabel 6...... SP2010 ......................................................................58 Tabel 6...58 Tabel 6...................59 Tabel 6....56 Tabel 6..........................1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani........62 Tabel 8.............13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak......50 Tabel 5...................................1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) ................................49 Tabel 5.......3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012...........................................................................

...............1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas................ 76 Tabel 10.................................... Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012.............................................................. 91 Tabel 14..2 Perkembangan Luas Panen...................DAFTAR TABEL xi Tabel 9..................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 ......2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya .........................................3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) .....1 Perkembangan Luas Panen............................ 88 Tabel 13................................ 88 Tabel 13............................................ 2009−2011 .........3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 ...................... 94 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .......... (2005=100) ....... 82 Tabel 12.... 89 Tabel 13.............................. 2009−2011 ..................... (2005=100) ......................... Produktivitas......... dan Produksi Padi Menurut Subround.................. Indonesia Desember 2011–Januari 2012.......................4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 ....... 84 Tabel 12........................................... Tingkat Penghunian Kamar.... 75 Tabel 10............................................................... 86 Tabel 13...............4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.....3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi........................... 79 Tabel 11...............................4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ............. 78 Tabel 11.................... (2005=100) ....... (2005=100) ... 81 Tabel 11..................1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ..1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 ..................................... Indonesia Januari 2012–Februari 2012................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya................. 75 Tabel 10..................................................................... 73 Tabel 10................ dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 ....................... dan Produksi Palawija.......................... Produktivitas............................. Indonesia Januari 2012–Februari 2012... 76 Tabel 11.....1 Perkembangan Jumlah Wisman.........2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi..............

..........................1 Garis Kemiskinan......xii DAFTAR TABEL Tabel 15.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah............................ Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.................................................... Jumlah.97 Tabel 16................................. Maret 2011–September 2011 ........................................101 Tabel 16.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 .............99 Tabel 16............. Maret 2011–September 2011 ....102 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .....................3 Garis Kemiskinan................... dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 ..

.............. 64 Grafik 8.... 63 Grafik 8....... dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota......................2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It)....1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan..............................1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 ..3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) ............................ 20 Grafik 2........ Februari 2011–Februari 2012 ..................1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 .1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 .... 69 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ........................................................ Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)............................................. 17 Grafik 2............ 22 Grafik 2..... 2010–2012 ...........................................................3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia...........................2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari...............................1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s...................................................................4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) ...................................1 Nilai Tukar Petani (NTP).......... 16 Grafik 2.. 54 Grafik 7.....................1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ....6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) ............ 1971−2010 ... Penduduk yang Bekerja....................3 Inflasi Perdesaan....... 39 Grafik 6.....1 Jumlah Angkatan Kerja...d Triwulan IV-2011 (persen)....2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) ........................ 9 Grafik 2............. 2011 dan 2012............. dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) ..................... 26 Grafik 4.............5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen)...........................................................1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 ............................................... 65 Grafik 9......... 25 Grafik 3.......... Tahun Kalender...... Februari 2010–Februari 2012 ......................................................... Februari 2011–Februari 2012 .................................................................................................2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi..... 31 Grafik 5.............. 37 Grafik 5........................................ 38 Grafik 5........................DAFTAR GRAFIK xiii DAFTAR GRAFIK Grafik 1........................... 61 Grafik 8....................... 19 Grafik 2................. 30 Grafik 4.......................................... 2010 ...........................

......................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011 (2000=100) .....................1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 ....................1 Perkembangan Produksi Padi......................78 Grafik 11................................................................................74 Grafik 11............................................2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ........................70 Grafik 10...................................................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi ................................................................1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 ............................87 Grafik 13.............................................93 Grafik 15.....................................1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ...1 Persentase Penduduk Miskin .......................................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 ............83 Grafik 12.98 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ......................................2 DAFTAR GRAFIK Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .............................................95 Grafik 16....81 Grafik 12..........................84 Grafik 13..................................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ............xiv Grafik 9......................................90 Grafik 14................92 Grafik 14...................................................... 2009–2011 ....................2 Pola Panen Padi................................................. 2009–2011 ......................................................................80 Grafik 11.............1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 ............................................................................................................................

2 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1.5 persen.73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0.3 persen. Ditinjau dari sisi penggunaan. dan impor barang dan jasa naik sebesar 6. Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0.5 persen.3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0.8 persen.3 persen. Peternakan.29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0. PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6. Kehutanan dan Perikanan sebesar 20. Dari 66 kota.5 persen. peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear).05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.9 persen.5 persen (year-on-year). Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011. Secara kumulatif.13 persen. 2. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.1 persen. PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1.81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3.05 persen.2 persen dan terendah di Sektor Pertanian. Hotel dan Restoran sebesar 10. Pada Triwulan IV-2011.56 persen.05 persen. ekspor barang dan jasa naik sebesar 3. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. Peternakan. Inflasi Februari 2012 sebesar 0.04 persen).FOKUS PERHATIAN 1 FOKUS PERHATIAN 1. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.03 persen).

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14.52 miliar atau turun 7.99 miliar atau turun 18.02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14. namun turun sebesar 11. atau naik 16. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . FOKUS PERHATIAN Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.32 miliar.66 persen dibanding bulan sebelumnya. naik 16.49 miliar. ekspor hasil pertanian turun 1. 4. Menurut sektor. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2.07 persen (year-on-year).49 miliar. Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2.05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2.88 persen. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.53 miliar) dengan pangsa 21. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.97 miliar atau turun 14.02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear). Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011.57 persen dibanding impor Desember 2011.2 3. namun turun 9. naik 6.08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011. naik 6. Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.57 miliar.58 miliar atau turun 9.82 persen.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.52 miliar).07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).82 persen.57 miliar. Nilai ini turun 7.

7 juta orang.70 persen). Sekitar 40.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111.50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24. berkurang 1. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km .3 juta orang).49 persen per tahun.6 juta orang. TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6.FOKUS PERHATIAN 5.39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0.56 persen).0 juta orang. Dilihat dari penyebaran penduduk.56 persen.14 persen). Sebesar 83. Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7.6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119. Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5.469 2 orang per km ).40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109. pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa 2 (1.5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1. 3 Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237.78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah.70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6.055 orang per km ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14. Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237.14 persen). Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7.4 juta orang).91 persen). 2 meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km ).1 juta rumah tangga (14.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119.4 juta orang. Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61.80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7.37 2 persen).70 juta orang (6. 6.6 juta orang dan perempuan sebanyak 118. Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32. berkurang 2.

Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0.02 persen.23 persen dan 0.854 dan Rp63.32 persen dibanding upah bulan sebelumnya. kesehatan (0. 0. NTP Februari 2012 tercatat 105.09 persen.53 persen). Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0. FOKUS PERHATIAN Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39. hortikultura.02 persen).939 Secara nasional. Pada Februari 2012.40 persen).08 persen). sedangkan secara riil turun sebesar 0. rekreasi. pendidikan. sandang (0. yaitu bahan makanan (0. makanan jadi (0.30 persen. 0. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.4 7. perumahan (0.42 persen). turun 0. 8.49 persen).12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0.10. dan 0. dan secara riil naik sebesar 0.50 persen).46 persen.14 persen.10.60 persen dari bulan sebelumnya. peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1.73. tanaman perkebunan rakyat.60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105.03 persen). Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105.29 persen).16 persen. turun 0. naik 0.854. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga. serta transportasi dan komunikasi (0. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39. naik 0. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran. Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63. dan olah raga (0.39 persen. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.939.35 persen dibanding upah bulan sebelumnya.81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0.

10. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0.92.35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187. susu kental manis.37 persen. Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0.65 persen). daging ayam ras (turun 1. Komoditas lain yaitu daging sapi. naik sebesar 0. penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Dibanding Februari 2011 (year-onyear). berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Selain beras.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1. gula pasir. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah.31 persen).77.35 persen dibanding bulan sebelumnya. naik 0. dan ikan kembung (turun 1.520 per kg.92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106.40 persen. 5 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10.77 persen dari bulan sebelumnya.57 persen). cabai rawit (turun 6. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas.57 persen).27). terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0. naik 0. minyak goreng. Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1.30 persen. Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10.FOKUS PERHATIAN 9.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. harga beras Februari 2012 naik 15. 11.77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.520 per kg.56 persen. Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0.27 persen). lebih tinggi dari inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30.89 persen). Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106.

Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi. Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108.73 juta ton (1. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.24 juta ton.81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270. Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111.35 kuintal/hektar (0.74 juta ton GKG.44.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108.67).29 kuintal/hektar (2.97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .32).13 ribu hektar (0. Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65.54 persen). Dibandingkan tahun 2010. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi. Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63. menurun sebanyak 0. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65. produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3. peternakan.08). sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1.70 persen). Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108. tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).24 ribu hektar (6.69).53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106. Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108. turun 1. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.51). artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya. Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113. kehutanan dan perikanan.37).10 persen) dibandingkan tahun 2010.91 persen).97 juta ton.07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105. Sedangkan produktivitas naik sebesar 1.34).10 persen.6 FOKUS PERHATIAN 105.19 ribu ton (6. 12.

02 persen (year-on-year).4 juta orang. dan naik 3. Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8. naik 18.40 persen dibanding bulan sebelumnya.46 persen dibanding bulan sebelumnya.16 persen dari November 2011 (m-to-m).7 juta orang. naik 5.02 persen). jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali.09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q). Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652.7 ribu orang.80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011.8 ribu orang.4 juta orang. 13.90 ribu hektar (6.02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year). dan naik sebesar 5. naik 18.FOKUS PERHATIAN 7 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39. Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51.93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548.04 persen) dan sebesar 0. Sekitar 38.83 persen dari Desember 2010 (year-onyear). dan jumlah penumpang kereta api turun MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6.31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 15.27 persen atau naik 0.14 kuintal/hektar (1.57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1. Selama Januari 2012.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652. naik 5.57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya. 14. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6.

02 juta orang (12.57 persen. Dibanding Januari 2011 (year-onyear).67 persen. jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15. Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29.76 persen.35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan.09 juta orang. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73. sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0. Selama periode Maret 2011–September 2011.49 persen).36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29.22 persen dibanding bulan sebelumnya.89 juta orang (12.53 persen. turun 0.04 juta orang. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5.34 persen.8 FOKUS PERHATIAN 4. dan jumlah penumpang kereta api turun sebesar 4. 16. penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0.36 persen).13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Sebagian besar (63.89 juta orang (12. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20.

dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0.73 persen dengan IHK 145. dan olahraga 0. perumahan.73 persen. dan bahan bakar 0.15 persen. Grafik 1.51 dan terendah terjadi di Tangerang 0. Tahun Kalender.22 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1.59. rekreasi. dan jasa keuangan 0.08 persen dan transpor. komunikasi. 2010–2012 8 7 6 (persen) 5 4 3 2 1 0 Bulan ke Bulan 2.03 persen dengan IHK 131. sandang 1.06 persen.34 persen.96. gas.INFLASI FEBRUARI 2012 9 I. Tahun Kalender Feb Des Jan '12 Okt Nov Ags Sept Jul Jun Apr Mei Mar Feb Des Jan '11 Nov Okt Sept Jul Ags Jun Apr Mei Mar '10 -1 Year-on-Year Menurut jenis pengeluaran rumahtangga.1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan.04 persen dengan IHK 135. air. kesehatan 0.00. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .21 dan terendah terjadi di Palu 0. Dari 66 kota. inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0. Inflasi 40 kota 26 kota Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. pendidikan.05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130.29 persen dengan IHK 133. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.27 persen. INFLASI FEBRUARI 2012 1. tercatat mengalami inflasi dan mengalami deflasi. listrik.05 persen tertinggi terjadi di Mataram 1.

Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0. bawang merah 0. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4.17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen). tomat sayur -0. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0.94 persen.05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen).33 persen.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen). 5.02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen). Menurut karakteristik perubahan harga. INFLASI FEBRUARI 2012 Dari inflasi 0.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen).56 persen. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . 6. Inflasi Februari 2012 sebesar 0. angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0. daging ayam ras -0.13 persen. beras 0.33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0. Sementara andil cabai merah -0.05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen).03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen).24 persen.81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.05 persen. Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0.05 persen berasal dari andil komponen inti 0.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0.05 persen. sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0. inflasi Februari 2012 sebesar 0. 4.10 3. barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0. 7.77 persen. andil emas perhiasan 0.20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen). tahun kalender 2012 sebesar 0.31 persen.

94 1.14 8.96 0.91 130.46 0.06 0.95 0.23 4.22 1.43 -0.82 7.24 0. dan Bahan Bakar 120.71 5.49 126.56 1.51 123.24 125.33 0.22 0.75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.85 136.73 6. dan Olah raga 118.77 157. Listrik. dan Tembakau 133.65 3.03 122.91 130. Makanan Jadi. Rokok.2 Laju Inflasi Februari 2012.81 3.05 0. Perumahan.21 120. Sandang 126.11 2.1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.31 Harga Diatur Pemerintah 120. Rekreasi. dan Jasa Keuangan 106.30 1.77 4.56 Inti 121.08 0. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.73 1. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) Komponen IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (6) Umum 126.59 108.81 3.INFLASI FEBRUARI 2012 11 Tabel 1.46 129. Minuman.68 2.90 1.86 138.96 0.05 0.60 155. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) Kelompok Pengeluaran IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (6) Laju Inflasi Year-onYear 3) (7) Inflasi Februari 2012 1) Umum (Headline) 126.00 4.45 -0.55 3.34 1.14 152.66 123.57 139. Kesehatan 117.46 0.96 0. Pendidikan.85 123.14 108.87 2. Bahan Makanan 150.49 0.07 2.27 0.79 121.95 124.81 3. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011.15 0.58 0.46 129. Air. Gas. Transpor dan Komunikasi.94 124.49 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear (7) .40 4.76 154. 2) 3) Tabel 1.35 137.88 Bergejolak 153.

48 5.39 Mei 0.99 0.98 3.84 0.12 1.07 0.31 0.04 1.60 0. Harga Diatur Pemerintah 0.35 2.97 1.56 0.95 0.04 1.47 0.79 0.77 -0.07 0.02 1.47 2.21 0.34 5.12 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.66 4.30 0.22 4.06 -0.05 3.28 2.85 November 0.03 0.92 0.96 3.89 0.62 0.08 7.42 1.05 1.67 2.29 0.04 0.44 0.36 0.51 Juni 0. Bergejolak -0.45 1.77 -0.76 1.57 6.96 2.91 3.23 2.44 0. Inti 0.12 5.24 10.33 0.20 Tabel 1.20 Desember 1.40 1.45 5.69 September 0.78 6.44 0.81 8.20 2.55 2.74 Agustus 0.84 5.51 0.89 0.41 10.03 0.93 3.11 0.67 2.14 1.84 0.43 11.16 0. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) Umum 0.15 0.31 1.19 0.22 -0.81 Maret 0.05 1.12 -0.15 -0.13 0.82 2.05 0.72 1.21 2.37 0.80 0.97 0.79 (1) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.58 9.24 0.70 April -0.85 0.74 4.05 1.14 1.04 0.57 0.06 2.97 Oktober 0.76 0.10 2.41 0.59 11.41 0.10 1.06 Juli 0.57 -0.01 0.28 5.37 0.18 0.45 0.65 0.4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Inflasi Nasional (bulan ke bulan) Inflasi Nasional (kalender) Bulan 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1.32 1.10 1.14 -0.76 Februari 0.75 0.46 0.27 4.10 -0.

33 4.stats.81 6.56 6.65 April 6.statistics.44 4.29 8.51 11.statssa. Singapura 0.60 6.79 September 6.78 6.pk.96 7.my.30 1.6 Inflasi Beberapa Negara.statpak. Pakistan -0.61 Agustus 6.79 Tabel 1.bls.50 2. dan www.04 4.22 10.57 0.30 7.61 Oktober 6.83 5.16 5. http://www.90 5.06 2.71 11.40 4.84 3. Pilipina -0.42 November 6.gov.ibge. http://www.13 17.96 3.00 0.41 6. Cina 0.40 8.gov.68 2. Malaysia 0.bloomberg.gov.05 5. Amerika Serikat -0.10 0.16 Mei 6.sg.75 10.90 9.20 3. Desember 2011–Januari 2012 Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Negara (1) Desember Januari Desember Januari (2) (3) (4) (5) 1.59 11.22 4.00 2.00 18.90 6.17 7.10 6.gov.38 6.statistics.10 5.vn.uk.singstat.02 3.85 2.30 Sumber: http://www.br.76 3. Indonesia 0.50 6. http://www.60 11.60 3. Afrika Selatan 0.88 11.10 4.za.65 5.70 4.gov.77 11. Vietnam 0. http://www.72 7. http://www.43 6.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6.36 9.cencus.50 0.16 0.80 7.50 4.53 1.06 11.30 3.gov.50 9.98 Juni 5.gso.26 7. http://www.INFLASI FEBRUARI 2012 13 Tabel 1.91 6.92 3.70 1.gov.40 -0. Brazil 0.67 4.00 2. http://www.65 3.01 10.ph.50 4.27 8.gov.20 0.90 2.20 3.20 0. Inggris 0. http://www.80 4.95 12.71 6.cn.14 2.79 3.75 6.57 5.56 Maret 6.03 3.gov.com MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . http://www.54 Juli 6.50 4.40 3.15 Desember 6.65 Februari 6.17 3.77 2.31 3.gov.52 8.

19 0.28 1.12 2.35 0.51 2. 9.83 3.54 4.44 1. Jambi Sumatera Selatan Kepulauan Bangka Belitung Bengkulu Lampung DKI Jakarta Jawa Barat 13.27 MARET 2012 .06 3.I.88 2.03 0.11 0.08 3.81 3.23 -0.32 2.27 0.09 3.37 -0.85 4.08 4. 11.29 -0.10 0.21 3. 4.71 4.45 0.90 -0.35 3.21 -0.49 4.37 0.62 -0.28 -0. Kepulauan Riau 6.78 3. 7. Yogyakarta Jawa Timur EDISI 22 DATA SOSIAL Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) EKONOMI Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 0.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.25 0.46 0.79 0.44 -1.20 3.35 0.82 3.28 2.24 0.97 2. Sumatera Utara 3.40 1.52 0.18 2.08 0.82 -0.72 0.55 3.56 0.49 0.66 0.03 0.78 3.66 5.27 1.91 -0.09 3.65 1.04 2.17 2.31 0. Sumatera Barat Riau 5.25 -0.62 1.62 4.50 -0.35 1.35 0. 10.04 0. 16.03 0.32 3.83 2.14 0.10 0.78 0.14 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.43 4.25 3.22 1.86 0.56 1.76 3.17 0.01 2.94 3.78 0.64 Provinsi Kota (1) 1.67 3.21 3.05 3. Banten 14.18 0.58 -0. D.35 -1.98 0.78 5.45 2.26 1. Aceh 2.21 0.69 5.69 -0.64 3.72 -0.96 4.65 0.20 -0.22 0.24 3.03 2.26 2.95 3.83 -0.23 4.18 0.28 3.31 -1.00 3. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year (2) (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) Banda Aceh Lhokseumawe Sibolga Pematang Siantar Medan Padang Sidempuan Padang Pakanbaru Dumai Batam Tanjung Pinang Jambi Palembang Pangkal Pinang Bengkulu Bandar Lampung Jakarta Bogor Sukabumi Bandung Cirebon Bekasi Depok Tasikmalaya Serang Tangerang Cilegon Purwokerto Surakarta Semarang Tegal Yogyakarta Jember Sumenep Kediri Malang Probolinggo Madiun Surabaya 3.55 0.87 2. Jawa Tengah 15.75 3.10 0. 8.48 3.08 3.95 4.90 -0.78 3.08 -0.76 3.36 0.41 0.05 -0.37 5. Februari 2012.51 1.85 0.18 3.10 0. 12.98 3.93 2.14 -0.24 -0.99 0.32 2.70 3.85 4.46 -0.46 0.75 2.58 3.46 3.60 0.34 0.94 2.60 1.17 0.78 2.

38 0. Kalimantan Tengah 22.75 2.03 6. 29.24 5.60 0.60 3.60 1.65 2.35 0.38 0.61 0. Sulawesi Barat Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Barat 33. Kalimantan Barat 21.61 4.86 5.60 1.13 2.52 3.57 0.43 0.26 2. 31.40 0.21 1.35 4. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 4.44 7. 26.28 8.08 4.28 3.75 6.87 1.05 1.93 1. Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan 28.94 6.31 0.98 6.47 5.99 3.92 0.00 0.35 7.7 Provinsi (1) 17.50 3.67 4.04 1.04 5.57 1.99 Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.36 0.76 0.70 1. 23.45 6.02 4.73 0.44 0.72 3.16 -0.33 1.70 -0.60 5. 27.54 3.41 2.46 2.21 0.09 0.14 1.23 6.68 2.91 6.78 -0.14 2.47 3.19 6.34 1.INFLASI FEBRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.91 0. Nusa Tenggara Timur 20.36 0.38 7.31 1. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011. Bali Nusa Tenggara Barat 19.63 -1.29 3.40 2.90 3.21 -0. Papua 1) 2) 3) Kota (2) Denpasar Mataram Bima Maumere Kupang Pontianak Singkawang Sampit Palangkaraya Banjarmasin Balikpapan Samarinda Tarakan Manado Gorontalo Palu Watampone Makassar Pare-Pare Palopo Mamuju Kendari Ambon Ternate Manokwari Sorong Jayapura (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) 3.06 -0.05 3. Kalimantan Selatan Kalimantan Timur 24.09 0.38 6.85 1.32 2.75 -0.64 3.74 2.96 0. 25.59 4. 18.73 5.63 1.43 6.32 4.84 0.64 0.19 6.14 2.91 5.40 0. 30.31 -0.94 2.40 .85 4.09 2. 32.81 -0.77 7.54 0.

9 5.0 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 -1. Grafik 2.5 persen Pertanian.5 persen. dan Restoran sebesar 10.0 0.2 persen. Kehutanan. PDB Indonesia triwulan IV-2011 tumbuh 6.4 -2. dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20.0 2.3 6. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.4 6.16 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 II.8 5. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.6 1. disebabkan karena Peternakan.3 y-on-y 2.4 3.7 3.d Triwulan IV-2011 (persen) 8.5 6.3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q).4 2. Hotel.8 6.5 6. Kontraksi Sektor ini Pada tahun 2011.0 6.0 q-to-q Q3/11 Q4/11 -1. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y).0 5. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .8 2.0 -1.0 1.1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.5 persen.5 6. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1.0 7.0 3.0 2.0 persen 4.

5 7.5 1.2 3.0 10.0 10.1 0.9 -0.4 6.0 -18.0 -0.5 persen. Gas dan Air Bersih 5.0 6.9 2.1 persen 5.8 10.0 0.0 0.7 1. 4.0 -22.8 -0.2 -0.8 7.5 q-to-q Pertanian Industri Pengolahan Konstruksi Pengangkutan & Komunikasi Jasa-jasa y-on-y Pertambangan & Penggalian Listrik.0 -4.0 triliun. Keuangan. Hotel & Restoran Keuangan.0 8.0 -10.0 -20. Perdagangan. Industri Pengolahan 4.8 7.6 triliun.3 -1.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 17 Grafik 2. dan Restoran 7.0 2.9 2.9 1.0 -6.0 -14.0 1.0 -12.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.921.2 6.3 -20. Pertanian. Gas & Air Bersih Perdagangan.4 3.5 6.9 3.1 3. dan Jasa Perusahaan 9.4 2. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1.5 1. Hotel.2 6.7 5.9 1.1 6. dan Perikanan 2. Pertambangan dan Penggalian 3.8 1. Peternakan. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. Pengangkutan dan Komunikasi 8.0 1.6 PDB PDB Tanpa Migas 3.7 0.3 6.2 4.7 3.2 3.7 9. Kehutanan.1 1. Listrik.5 6.2 6.2 6. Secara kumulatif.9 0.4 2.4 -1.2 9.8 0.7 1.8 0. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624.0 -20.7 9.3 3.1 1.7 6. Jasa-Jasa 5. Konstruksi 6.2 3.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) 12.2 6.0 4.9 1.0 -16. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .7 3.9 6.7 6.2 10.6 3.1 1. Real Estat.0 -2.5 - 3. Real Estat & Jasa Perusahaan Tabel 2.5 1.0 -8.8 6.2 1.8 0.

8 11.1 persen dibanding triwulan sebelumnya.9 4.2 129.9 42.8 125. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.0 47.5 8. Keuangan.3 5.5 12.0 241.9 161.7 264.9 463.1 7. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.5 PDB EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .2 3.9 10.1 PDB 1 931.8 3. Jasa-Jasa 299. Tabel 2.8 40.4 -1.9 4.3 14.5 0.5 7.0 100.9 163.1 3. Ekspor Barang dan Jasa 5. Ekspor sebesar 3.9 15.5 persen.3 194.6 632.2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Lapangan Usaha Triw III-2011 Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IIIIV2011 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.7 7.5 6. Pertanian.2 0.2 589.9 470. Dari sisi penggunaan.6 14.2 11.2 208. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.8 10.5 596.8 4.7 2.6 47.0 100.6 13. dan Restoran 7.3 0.7 6.6 4.3 139.9 2.0 6.18 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Tabel 2.6 136.3 6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38. Perdagangan. Konstruksi 6.9 4.7 112. Kehutanan.5 11. Pertambangan dan Penggalian 3.3 persen. Hotel.8 85.8 persen. Listrik.1 1 765.2 persen.9 10.1 91.2 2.0 12.6 224.7 24.8 10.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.5 24.2 114.8 38.6 14. dan Perikanan 2.4 91. Industri Pengolahan 4.1 1 921.9 3. Sementara Impor tumbuh 6. dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.4 624.1 13.1 13. Peternakan.1 59.0 0. Gas dan Air Bersih 5.3 4.0 60.1 5.0 239.5 213.9 59. Pengangkutan dan Komunikasi 8.3 6.8 2. dan Jasa Perusahaan 9.5 6.6 204.7 10.0 61.3 59. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5.1 63. Real Estat.3 268.9 1) Atas dasar harga berlaku 5.0 PDB Tanpa Migas 1 765.4 67.

1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010.1 11.5 0. Diskrepansi Statistik 48.4 -5.2 26.7 33.7 314.8 26.0 223.0 100.0 100. a.0 238.4 1 931.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6.4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Jenis Penggunaan (1) 1.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 19 Grafik 2.0 55.4 24.4 624.3 176.9 persen. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3. Tabel 2.2 1 063.2 507. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4.7 612.0 -22.7 511.2 649.8 2.6 632.6 70.7 0.7 1.6 6.8 325. Dikurangi Impor Barang dan Jasa PDB 480.8 25.7 -7.3 -1.5 -19.0 5. Perubahan Inventori Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IVIII-2011 2011 Triw III-2011 Triw IV-2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 042. Ekspor sebesar 7.1 346.7 349.5 persen.9 50.8 persen.0 1) Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .8 9. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.6 162.3 26. Sedangkan Impor juga tumbuh 10. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2.1 1 921.0 252.9 persen.0 b.1 31.0 9. Ekspor Barang dan Jasa 506.3 153.5 54.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11.

dan sisanya 4. Pulau Kalimantan 9.2 4. dan Pulau Sulawesi 4.1 58.8 9.6 4. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23.4 persen. 4.4 2. 3. dan 6. Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi. 2011 Wilayah/Pulau 2009 2010 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 22.5 57. dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53. Jawa Barat dan Jawa Tengah. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .6 9. 5.0 100.0 100.6 57.5 persen.5 2.20 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.6 persen.6 persen.0 Sumatera Jawa Bali dan Nusa Tenggara Kalimantan Sulawesi Maluku dan Papua Total Catatan: atas dasar harga berlaku 8.5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) 1.6 2.0 100.1 23.6 persen.0 100. 7.7 58.1 persen.5 2. Tabel 2.6 persen di pulau-pulau lainnya.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7.5 2. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57.6 persen.7 4.6 9.4 persen. dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6.7 9. Jawa Timur. 6.4 23.7 persen. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta. 6.3 23. 2.1 2.2 4.7 2.6 2.

DKI Jakarta 12.0 6. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6.3 -8.9 2. Nusa Tenggara Timur Kalimantan 20.7 1. Lampung Jawa 11.5 5. Kalimantan Barat 21.5 persen terhadap tahun 2010.6 0.8 8.7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1.8 1.5 5.2 7. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6.9 1.2 6.6 1. Sumatera Barat 04.5 16.9 4.3 7.4 persen.5 4.1 28.1 3.4 8.7 6.1 6.3 1.7 10.7 0.9 5.5 6.1 6.3 6.6 100.4 9.4 6.1 5.0 6.1 -0.6 68.5 14.6 4.6 6. Aceh 02. Kalimantan Tengah 22.3 3.2 7.0 5.2 6.0 6.5 100.0 16.8 6.4 6.3 4.4 4.8 -4.3 34.2 0.1 5.2 7.2 5.7 11.2 1. Bengkulu 10.2 -5.7 7.5 0.4 -3.1 -2.8 7. Sumatera Utara 03.7 6. Sulawesi Utara 25.8 100.1 16.2 2.1 6.9 4.8 1. Papua Barat Konstribusi Terhadap Terhadap Total 33 Pulau Provinsi y-on-y c-to-c (2) (3) (4) (5) (6) -0.7 6.7 8.6 4.5 -3.8 0.7 24.4 -4. Sulawesi Barat 29.0 6.9 -3. Jawa Tengah 15.1 7.3 8.8 0.8 2.0 5.5 20.3 -0.0 47.5 1.1 3.8 1.1 0.5 2.7 0.6 7.4 3.2 0.3 0.7 6.7 1.3 1.9 -21.4 5. Maluku Utara 32.4 27. Jawa Barat 13.2 2.0 2. DI Yogyakarta 16. Nusa Tenggara Barat 19.6 6. Banten 14.8 1.8 8.0 -5.9 6.9 14.5 5.4 6.2 100.2 7.9 11. Riau 05. Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara 17.0 8.2 7.7 -3.2 5.4 4. Kalimantan Selatan 23.5 8.0 1. Jambi 07. Kalimantan Timur Sulawesi 24.7 0.4 -9.9 23.4 0.1 1.6 5.3 2. terjadi pada semua sektor ekonomi. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10.1 -2.6 4.9 31.2 1.4 11.0 -0.5 6.5 25.1 22.7 6.6 6. Kepulauan Bangka Belitung 09. Sulawesi Tenggara Maluku dan Papua 30.7 3.1 0.2 5.3 4.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 21 Tabel 2.8 1.4 -6. Papua 33.5 47.0 28. Bali 18.0 0.5 6.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) Pertumbuhan Provinsi q-to-q (1) Sumatera 01. Sulawesi Tengah 27.2 1.2 0.0 11.3 51.4 57.5 12.6 6.0 9.5 9.4 6.6 7.8 6.2 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .2 7.0 0.1 2.4 6.8 6.9 6. Kepulauan Riau 06.0 12.7 100.2 5. Maluku 31.2 -2.0 0.0 8. Sumatera Selatan 08.4 7.2 8.9 29.8 1.9 persen.7 1.0 0.8 -0.9 7.9 8.6 7. Sulawesi Selatan 28.7 100.6 1.9 5.7 -1.8 2.9 13.5 0. Gorontalo 26.7 3.

8 0.0 27.2 7. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24.0 13.2 15.3 15.7 6.6 6.5 3.6 11.2 10.0 3.6 6.1 9.0 100.9 10.0 6.2 6.6 15. Real Estat. Konstruksi PDB 6.8 7.0 PDB Tanpa Migas 6.0 6. Jasa-Jasa 6.5 4. Keuangan.3 10. dan 8.7 4.0 6.7 8.0 4.2 7. dan Restoran sebesar 13.2 91.7 7.0 6.3 14.9 89. Perdagangan.0 Persen 6.5 4.7 10.6 4.6 8. Kehutanan.4 24.0 3.9 0.9 6.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 7.4 11.3 6. Listrik.1 11.5 2007 2008 2009 2010 2011 10.7 92.3 10.8 24. dan Perikanan 2.0 5.5 6.0 4.3 6.2 6.0 100. Pertanian.7 9.9 1.7 1.6 6.4 6.2 10.8 4.8 0.7 10.5 7.5 9.9 Restoran 7.7 6. Hotel.8 13.7 7.7 6.9 14.3 4.2 5. 8. Pada tahun 2011.8 0.2 6. Hotel.7 14.7 2.7 3.3 6.5 6.0 100.2 10.5 5.9 10.0 dan Jasa Perusahaan 9.6 7.0 100.8 8.0 Komunikasi 8.9 0.3 10.8 16. Gas.8 persen.5 15.9 4.7 13.2 27.4 6.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14.0 14.5 89.3 6.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha (1) 1.3 8.5 91.8 26.2 5.5 1) Atas dasar harga konstan 2000 2) Atas dasar harga berlaku EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .5 100. dan Air Bersih 5. Industri Pengolahan Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 3.5 5.3 5.5 7. Pengangkutan dan 14. Tabel 2.0 13.22 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2. Peternakan.2 6.7 persen dan Sektor Perdagangan. Pertambangan dan Penggalian 3.2 6.8 0.3 13.1 7.4 10.2 4.7 6.6 1.

Tabel 2.8 1 939.8 29. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.1 1 803.4 131.0 100.5 3. dan Air Bersih 5.2 634.5 55.3 165.8 8.2 221.9 481.6 295.1 121.8 28.2 142. Konsumsi Pemerintah 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8.4 0.0 100.4 40.2 491.4 1 093. Diskrepansi Statistik 5.5 557.7 423.2 218. dan Perikanan 2.8 (1) 1.9 217.1 18.1 437.8 232.1 398.2 3 534.6 persen.9 15.0 100.1 9.9 9.1 0.3 0.3 24.7 3.3 4.0 100.7 1 964.9 2.6 541.7 56.7 440.2 18.8 340.3 172.5 1 022.5 150.1 9.2 6.7 2 171.9 192.7 6 436.3 592.9 304.2 persen. Konstruksi 6.3 13.3 persen.2 21. Konsumsi Rumah Tangga 2.2 186. Real Estat.5 persen. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3.1 634.8 2 313.4 5 936.0 32.9 1 477.3 312.5 2 463. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4.1 718.4 2 178.1 17.0 5.0 0.6 189.1 886.5 756.9 4.0 2 321.7 9.5 284. Hotel.9 6.4 25.5 9.3 8.2 353.7 1 376.5 46.1 405.2 368.7 857.7 691.1 597. Keuangan. Ekspor 6.5 660.6 535.1 13. Industri Pengolahan 4.1 29.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 23 11.5 0.7 313.1 -0.7 34.2 264.8 209. a.3 10.1 181.2 744.7 198.1 5 606.9 882.3 305.2 985.3 -0. Dikurangi: Impor PDB 1) 2) Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 5.0 -100.6 98.0 592. Tabel 2.4 11.4 4 427.5 160.5 10.1 24.7 -15.3 26.0 570. Listrik.0 0.7 8.2 1 068.0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .2 654.5 271. Kehutanan. Jasa-Jasa PDB PDB Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 12. dan Jasa Perusahaan 9.7 persen.8 persen.6 31.6 3.5 60.8 15.9 716.2 8.6 22.6 58.6 54.4 27.1 2 082.0 400. Perdagangan.7 574. terjadi pada Ekspor sebesar 13.9 305.0 -9.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Lapangan Usaha 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 541.5 555.0 363.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan (1) 1.0 236.0 32. Perubahan Inventori b.2 466.1 triliun.3 171.0 183.6 13. Pertanian. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.3 783.1 24. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.1 9. Pertambangan dan Penggalian 3.0 15. dan Restoran 7.3 193.8 49.427.4 24. Gas. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar 13.3 368.5 180.7 538.8 993.9 4 948.6 6.0 -195. Peternakan.8 140.2 triliun.7 1 595.4 1 821.7 63. Pengangkutan dan Komunikasi 8.6 2 036.3 7 427.0 241.3 419.3 17.5 205.6 5 141.2 6 794.9 8.5 100.2 3 950.0 4.4 2.7 -2.463.3 6.7 4.

5 3 000.6 -0.8 6.9 667.3 1 074.1 30.8 3 542.3 195.2 -2.4 6.9 juta (US$2. Indeks Peningkatan (Persen) c.9 2 313.9 537. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32.8 juta (US$3.8 23. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.3 1 422.4 juta (US$1.6 985.2 1.6 1 921.3 31.1 13.0 persen dan Ekspor 26.7 1 744.5 831.542.8 1 842. Konsumsi Rumah Tangga 2.3 708.0 2. a.9).2 2.2 6 436.7 2 267.6 23.8 510. Nilai (Juta Rupiah) b. b.4 202.1 1 308.3 1 369 9 329.0 1 475.1 11.2 27.4 942. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.6 -11.6 833.7 3 441.349. Konsumsi Pemerintah 3.24 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 13.6 1 220.8 1 191. Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24.7 24.3 602.9 4 948. pada tahun 2010 mencapai Rp27.11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.9 11. Nilai (Juta Rupiah) b.9 -33.9 1 197. Tabel 2. dari sisi penggunaan.4 2 244.8).0 3 291. Indeks Peningkatan (Persen) c.3 14.9 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dan pada tahun 2011 mencapai Rp30.6 1 850. Ekspor 2 510.6 2 349.0 21.3 932. Diskrepansi Statistik 5.3 169. PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54.8 -7.6 16.6 20.4 23.3 7 427.2 1 249.6 26.4 2 065.3 167.1 11.10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1. Dikurangi: Impor 1 003.8 27.4 942. tahun 2009 sebesar Rp23.6 103.1 juta (US$3.4 29.4 153.0 2 378.7 21. Nilai (US$) 17.4 1 130.8 2 463.2 PDB 2011 14.0 persen.9 persen.Perubahan Inventori 4.921.1 1 964.8 13.4 1 032.4 16.3 3 010.0 3 643.4 juta (US$2.8 416.1 2 925.4 493.6 55.2 3 950.6 1 370. Nilai (US$) 16.7).3 2 082. Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.1 -1.3 441.6 581. Tabel 2.244.4 1 584.1 1 476.1 5.6).9 13.5 54.7 5 606.4 4 053.6 persen. Pada tahun 2011.5 757. tahun 2008 sebesar Rp21. Konsumsi Pemerintah 9.010.5 1 163.1 1 354.1).8 196.7 1 955.1 553.5 2 178.3 persen.1 -116.1 2 164.

PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 25 .

disusul Cina US$1.0 8.000.000. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213.0 18. turun 7. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1.0 6.000. 4. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619. Sementara mencapai US$15.0 0.000.60 miliar.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.000.07 persen dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6.49 miliar.40 persen dibanding ekspor Januari 2011.26 EKSPOR JANUARI 2012 III.000.5 juta. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .26 persen.3 juta.49 miliar atau turun Nilai ekspor Januari 2012 sebesar 9. Nonmigas Migas+Nonmigas Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1.0 16.000. EKSPOR JANUARI 2012 1. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33.52 miliar.61 miliar.0 Migas 2.000. sementara naik 4.000.0 2.0 14.1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 20.000.0 10. bila naik 6.0 4.0 Juta US$ 12.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.07 persen.20 miliar. Grafik 3.36 miliar dan Amerika Serikat US$1. 3. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.

18 5.1 41 477.5 -0.07 11 991.21 2 308.3 1 405.5 203 496.1 13 828.1 883.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Nilai FOB (Juta US$) Uraian (1) Total Ekspor Migas Minyak Mentah Hasil Minyak Gas Nonmigas Pertanian Industri Pertambangan dan Lainnya MARET 2012 % Perubahan Januari % Perubahan % Peran 2012 Januari thd Total thd 2012 thd Januari Desember 2011 2012 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 14 606. demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14.4 162 019.2 17 077.82 17.9 356.26 -1.6 -9.4 2 651.45 2.80 391.14 2. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.6 476.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1.07 100.7 -37.82 persen.82 2.8 -19.7 1 715.41 -24.0 -14.8 9 926.0 2 974.70 494.48 9 290.28 6.7 12 519.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011.40 80.5 4 776. 27 Menurut sektor.7 -4.1 -16.20 816.5 5 165.8 1 723.00 2 615.66 13.0 3 485.2 375.1 9 483. Tabel 3.2 13 592.7 15 493.EKSPOR JANUARI 2012 5.8 3 190.6 -7.43 1 303.58 11.9 122 188.48 31.5 22 871.11 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .15 8.2 384.08 61.0 34 665.90 4.8 5.73 19.91 14.

0 61 669. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 7.9 -14. kerak.64 Feb’11 2 612.4 286.2 120.4 12.0 11 991.7 -619.7 4.1 89.0 13 612.6 18 287.07 -0.5 2 785.46 2.1 21 655.88 -0.79 2.0 17.0 16 957.9 76.15 Mei’11 4 072.3 -0.90 -9.98 2 974.1 409.4 3 810.5 4 169.1 903.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (5) (6) (7) 47.4 7 342.8 14 415.5 864.72 -0.2 11 145.60 6.22 2.6 2 142.09 2.8 857.21 3 591.9 -11.50 -2.5 -62.4 15 493.3 8 309.6 -38.6 203 496.5 4 552.1 12 519.10 -1.7 3 328.1 533.22 13.5 361.91 7.7 17 077.7 791.3 213.57 -1.2 854.9 18 386.9 5 283.3 12 925.8 7.36 Jan−Des’11 41 477.1 106.7 474.5 15.72 Okt’11 3 062.04 -2.04 17.7 Total 10 Golongan Barang Lainnya Total Ekspor Nonmigas EDISI 22 % Peran thd Total Nonmiga s Januari 2012 (7) 27 444.3 63.36 100.28 EKSPOR JANUARI 2012 Tabel 3.6 345.9 1 929.25 9.84 1.2 13 592.28 Jan’12 Tabel 3.4 2 166.6 4 397.8 539.89 -7.5 54.9 16 554.11 6.7 1 111.23 -3.7 13 895.4 17 543. Karet dan barang dari karet (40) 4.88 0.0 278. Mesin/peralatan listrik (85) 5.43 33. Besi dan baja (72) 1 820.93 -6.1 Jan’11 2 615.6 47.8 -731.8 14 214.08 -3.77 -11.08 35.9 13 304.47 (1) Jan−Des ’10 Jun’11 -13.02 -1.1 41 784.4 41 200.5 -1 073.7 17 235.1 16 366. Tembaga (74) 9.1 41 936.4 100 350.09 0.7 12 519.28 Jul’11 3 802.6 Nonmigas (3) 129 739.66 -7.5 -7.42 Nilai FOB (juta US$) Bulan Migas (2) 28 039.72 13.6 53 609.2 7 967.5 5.06 Sep’11 3 931.53 Triwulan I ’11 8 289.2 13.64 Des’11 3 485.5 80.5 -14.84 -1.48 -5.1 172.5 36.92 24.6 14 556.3 17.0 14 795.7 -22.34 Nov’11 3 522.3 14 352.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Jan–Des Desember 2011 2011 (Juta US$) (5) (6) Nilai FOB (Juta US$) Golongan Barang (HS) Januari Desember Januari 2011 2011 2012 (1) (2) (3) (4) 1.6 1 352.97 -5.92 3.4 -3. Kendaraan dan bagiannya (87) 10.2 18.6 -341.8 13 712.27 Agt’11 4 091.92 Triwulan II ’11 Triwulan III ’11 11 825.00 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .7 332.5 11 802.40 -4.31 Mar’11 3 061.64 36.0 162 019. dan abu logam (26) 6.1 45 387.54 11 292.4 162 019.4 319.72 7 593.2 14 606.7 1 779.31 17. Bahan bakar mineral (27) 2.5 51 270. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 3.4 53 228.0 11 991.0 308.7 -24.92 Triwulan IV ’11 10 070.7 -1.97 10.9 418.88 28.5 13 616.2 18 647.31 1.0 306.36 0.83 4.0 13 592.5 Total (4) 157 779.20 12.6 490.0 17 418.4 37 098.32 6.91 3. Bijih.2 -19.7 5 749.9 -65.15 Apr’11 3 628. Kertas/karton (48) 8.

4 15 493.7 3 522.0 -61.9 13 726.3 1 146.44 28.75 2.6 11 595.6 1 262.5 12 774.3 2 615.0 3.8 9 830.6 14 399.0 3 802.0 2 612.7 12 816.2 10 605.44 10.0 12 519.9 152.2 386.8 162 019.5 -851.3 2 535.3 844.5 1 881.22 8.4 9 200.8 799.1 2.1 15 684.4 13 895.0 Total 28 039.7 1 284.3 2 168.7 24.00 Tabel 3.6 14 795.3 545.6 10 249.2 9 825.25 5.6 6 440.9 11 166.2 721.1 7 291.3 4 072.7 11 113.3 281.0 -9.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.9 2 816.3 9 251.1 41 477.0 3 062.5 17 077. Juta US$) Bulan (1) 2010 2011 2012 Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2 344.2 1 602.9 13 570.1 839.4 88.0 3 078.2 288.6 2 532.3 16 366.1 3 622.6 1 161.2 21 595.3 440.1 12 519.5 -1 073.6 560.3 83 738.4 18 386.16 2.4 1 292.6 2 369.2 14 415.1 11 991.5 3 061.6 531.8 3 485.6 129 739.0 13 712.6 1 719.9 14 214.4 5 562.3 319.1 12 330.8 5.7 17 235.3 261.4 16 957.4 3 576.3 71.7 1 596.9 13 616.3 16 829.2 5 242.5 134.7 13 592.8 13 304.9 2 175.4 1 993.2 13 279.70 3.9 258.1 12 519.9 2 841.5 157 779.2 18 287.36 12.56 100.2 1 901.8 -191.5 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .7 2 148.2 -87.0 8 991.5 -7.0 MARET 2012 11 991.9 -95.2 1 359.4 79.64 51.00 4.8 3 304.1 429.6 -881.3 32 214.9 17 418.7 -3.4 1 607.7 39.8 17 543.2 1 284.6 520.7 11 557.43 4.5 6 658.5 13 592.4 1 082.3 380.2 979.8 -87.6 10 605.5 162 019.5 177.2 11 802.4 3 259.7 1 794.0 14 556.0 106.7 14 606.8 4 205.25 0.1 638.2 13 612.4 7 565.9 3 628.5 12 181.4 825.0 20.1 12 925.86 12.6 18 330.0 16 554.6 2 204.9 166.7 8 943.9 1 196.6 2 974.0 284.8 1 692.64 1.2 1 208.6 20 445.55 (7) Total 13 Negara Tujuan Lainnya Total Ekspor Nonmigas 8 369.6 15 633.0 787.6 1 170.5 2 082.47 2.2 3 767.8 3 591.4 115 602.5 18 647.7 979.4 15 493.EKSPOR JANUARI 2012 29 Tabel 3.5 4 091.6 203 496.5 11 733.5 -788.2 12 619.4 250.8 -104.9 42.1 12 486.84 9.7 2 974.56 9.8 46 416.0 10 098.76 6.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) (6) Nilai FOB (Juta US$) Negara Tujuan Januari 2011 (1) Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 % Peran thd Total Nonmigas Januari 2012 (2) (3) (4) (5) ASEAN 1 Singapura 2 Malaysia 3 Thailand ASEAN Lainnya Uni Eropa 4 Jerman 5 Perancis 6 Inggris Uni Eropa Lainnya Negara Utama Lainnya 7 Cina 8 Jepang 9 Amerika Serikat 10 India 11 Australia 12 Korea Selatan 13 Taiwan 2 836.9 10 428.6 3 931.9 148.4 12 035.7 14 137.5 677.5 -78.

72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12.00 12.1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 14.65 miliar).00 8.57 miliar besarnya US$16.00 (Miliar US$) 10.99 miliar atau 20.66 miliar (18. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Sebaliknya.02 miliar atau 0.99 miliar atau turun US$0.57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1. Grafik 4. Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3. IMPOR JANUARI 2012 1.00 2.02 persen. sedangkan jika atau turun 11.30 IMPOR JANUARI 2012 IV. jika dibanding Januari 2011 (US$9.58 persen.48 miliar. 3.58 miliar atau turun US$1.57 persen dibanding impor Januari 2011 (US$12.57 persen dibanding impor Desember 2011 Impor Januari 2012 yang sebesar US$14. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.00 Nonmigas Migas 2.83 miliar).00 6.00 4. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2.56 miliar) naik 16.80 persen.00 0.25 miliar (9.97 miliar) terjadi peningkatan US$0.57 miliar atau turun 11.

Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.50 0. Sementara itu.75 0.00 1.82 0.53 miliar dengan pangsa 21. diikuti Jepang US$1. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2. 2011 dan 2012 3.42 persen.38 1.06 persen) dan Singapura US$0.26 persen.19 persen.78 0.2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20.20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2.57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1.50 (Miliar US$) 2.94 persen. bahan baku/penolong sebesar 11.69 Singapura Thailand 0.50 1. dan barang modal sebesar 41. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8. Nilai ini turun 7.00 2.85 0.52 miliar).71 persen.60 miliar (34.85 miliar (7.00 1.IMPOR JANUARI 2012 31 4. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat. 5. impor golongan barang tersebut meningkat US$0.32 miliar.81 persen (US$0.72 miliar).82 0.74 1.74 miliar (15.31 persen).88 persen.68 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Grafik 4.00 Januari 2011 Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2012 6.53 2. sementara dari Uni Eropa sebesar 9.

5 3 808.70 -5.57 2012 Januari EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .2 14 825.21 5.7 11 749.1 141.8 9.41 -4.6 14 570.0 3 954.8 11 266.1 15 533.3 15 075.44 -14.80 79.91 -9.98 26.32 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.05 0.3 9 586.13 13.02 100.4 762.3 880.29 2.8 3 244.44 23.53 7.1 -9.40 -0.3 2 989.1 -18.99 0.81 2.7 16 475.53 -6.1 14 570.2 10 934.9 15 072.72 20.6 12 558.Minyak Mentah 11 154.37 13.42 1.9 12 828.1 11 827.72 -11.Hasil Minyak 28 134.0 -18.8 -23.5 3 477.0 11 581.2 11 609.1 3 647.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.17 20.8 2 544.3 11 943.62 2.05 -9.89 15.5 2 971. Januari 2011–Januari 2012 Perubahan Nilai CIF (Juta US$) Periode (1) 2011 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2 971.1 9 586.43 -7.41 1 412.9 12 254.74 -11.8 154.12 -5.9 9 205.3 11 178.9 14 486.57 16.8 3 647.0 16 207.70 5.9 16 475.1 3 450.77 4.4 -16.6 2 080.2 3 279.6 12.7 2 877.03 2 989.Gas Nonmigas Tabel 4.81 -6.4 15 169.5 12 407.77 -0.00 -8.06 136 734.5 3 799.1 -11.47 -6.05 17.2 14 888.2 1 953.72 -8.9 2 348.81 4.73 -3.66 7.49 .8 12 828.8 1 157.3 12 558.84 1.05 .00 Migas 40 701.4 15 393.51 .20 3.0 3 647.2 Perkembangan Impor Indonesia.3 11 581.9 11 691.06 37.90 7.5 128.47 6.23 5.58 20.81 -2.10 4. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Uraian Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 Peran thd Total Impor Januari 2012 (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435.

9 10.80 100.1 390.7 712.05 1.8 1 724.IMPOR JANUARI 2012 33 Tabel 4.6 -11. Triwulan I 2010–Januari 2012 Ekspor Impor Periode Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 345 232 59 061 60 500 83 723 141 948 451 624 69 973 65 745 103 731 212 175 687 581 501 43 567 024 72 900 660 54 974 339 516 139 478 360 784 998 26 241 934 31 749 466 32 282 282 270 511 316 2011 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 378 847 65 597 105 052 35 645 172 553 836 730 104 230 151 407 107 977 473 116 2 750 620 017 1 194 657 159 315 690 405 360 325 567 879 803 049 1 513 183 688 622 728 284 170 527 950 204 170 692 515 736 581 26 695 26 695 68 542 68 542 355 940 358 355 940 358 205 088 530 205 088 530 2012 Januari MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 (8) .31 6.8 484.4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.31 34. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Golongan Barang (HS) Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.21 15.8 869.6 394.9 6.51 3. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.5 557.8 450. Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.2 -1.57 20.99 9. Bahan kimia organik (29) 6 634.8 346.36 34.85 65.68 Barang Lainnya 50 412.1 207.5 809.15 5.7 564.24 7.1 268.5 -6.82 2.3 3 445.2 227.4 499.3 11 581.0 249. Besi dan baja (72) 8 580. Kapas (52) 3 169.99 4.78 11.1 348.3 2 517.2 1 406.09 -6.16 10.93 3.00 6.7 163.Karet dan barang dari karet (40) 2 346. Barang dari besi dan baja (73) 3 573. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.81 34.6 221.04 2.9 -3.14 6.5 26.98 4. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.2 -19.0 -12.1 4 919.82 23.36 3.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.06 11.72 20.7 491.4 3 974.8 7 908.8 1 565.97 4.9 12 828.3 258.43 8.89 45.32 136 734.29 2.4 390.37 8.4 -7.17 47.89 36.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari.6 560.3 -4.0 2 320.0 1 643.6 -6.8 6 141.4 533. Serealia (10) 4 753.33 13.1 -9.1 9 586.9 7 606.00 Total Impor Nonmigas Tabel 4.5 480.

3 684.1  682.4  15 393.00  Tabel 4.14  12.38  20.7  2 968.1  DATA  SOSIAL  EKONOMI MARET 2012  .4 10 697.05  5.2  821.9  Peran thd     Total Impor  Jan 2012     Jan 2012    Nonmigas       thd          thd        Januari 2012     Des 2011  Jan 2011   (%)  (5) (6) (7)  2 600.72  (8)  12.68 ‐7.7  3 102.1 846.9  14 486.3 319.49    9.00  EDISI 22   2011  Bahan  Baku/  Penolong (3) 9 427.88  6.48 ‐4.6  2 778.68  71.6 2 425.1  110.6 1 090.1 2 731.1 ‐5.31 9.0  1 816.1 1 970.4 5 893.4    833.1 2 534.4  15 169.4  2 881.2 14 825.3  61.77  ‐3.38  100.0  9 586.2  10 529.6    Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.8  2 120.9  234.22 ‐24.1  15 533.65 26.6  2012 Bahan  Barang  Barang  Baku/  Konsumsi Modal  Penolong (6) (7) (8)  1 119.3 11 581.9  399.2  11 503.73  3.71  26.4 752.72  21.9  11 595.3  564.5 27 744.9 299.00 7.31  6.0 12 828.65  10.0  693.40 ‐54.5  10 481.4 10 248.03 ‐8.5 322.1 6 763.4 19 321.91  2.25  1.65  100.34  IMPOR JANUARI 2012   Tabel 4.3  1 290.32  21.80 18.64 ‐35.1 ‐6.1  1 261.4 3 250.8 2 734.8  3 018.31  18.9  14 570.4  11 096.7 10 548.00  ‐16.7  11 113.41  3.2  1 380.2 108 989.5 1 173.21  19.40  39.9 755.42  2.5 260.3  15 075.1  10 971.3  11 169.5 75 922.0 11 434.7  1 078.0 98.59  80.4 612.6 1 119.94  20.72    26.7  2 968.0    5 337.74 ‐15.5 585.3 3 979.4 1 001.6  7 694.8  (5) 12 558.0 7 440.6 381.24  21.8 779.4  2 666.4 11 258.91  3.06    58.14  20.0 1 164.3 404.8  908.15 ‐8.9  12 114.06  21.7 411.4 273.3  1 200.10 ‐5.48 3.4 ‐14.5  Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.7  11 749.5  10 481.6 136 734. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$)  Barang  Konsumsi  Bulan  (1)  Januari  Februari  Maret  April  Mei  Juni  Juli  Agustus  September  Oktober  Desember  Januari  (2) 1 029.55  73.0 25 456.0 2 414.6 433.56  49.91 23.9  130 934.1 121.6 12 418.94  7.1                        13 392.0  16 207.6 2 292.80  20.55 ‐6.3  1 059.39  ‐1.  Januari 2011 dan 2012  Nilai CIF (Juta US$) Negara Asal    Jan‐Des  2011  (1)  Januari     Desember   Januari     2011  2011  2012  (2)  ASEAN  1  Singapura   2  Thailand   3  Malaysia      Asean Lainnya     Uni Eropa  4  Jerman  5  Perancis  6  Inggris    Uni Eropa Lainnya     Negara Utama Lainnya 7  Jepang   8  Cina  9  Amerika Serikat 10  Korea Selatan  11  Australia   12  Taiwan    13  India  Total 13 Negara Utama  Negara Lainnya  Total Impor Nonmigas  (3) 29 792.84  3.0 1 861.9  271.9  16 475.44 7 160.91  11.6 3 854.40 ‐0.1  7.06  1.2  976.53  10.1 Perubahan (%)  (4) 2 149.7  Total  Persentase thd  Total (%)    Barang  Modal  Total  (4)  2 101.6 523.79  100.8 10 096.4  3 772.9                                                                Total  (9)  14 570.4 284.1  8 721.5  1 179.3 2 311.9 5 173.5 123.2 685.5 3 381.0 336.9 15 072.0  3 190.5  391.50  5.7  2 326.3 33 108.9  1 892.3  283.6  1 107.40    30.09  ‐9.7  1 089.10 ‐11.40  15.60  97.7 1 744.7 9 289.3 5 745.7  1 211.6  271.44 1 268.55  2.4  177 435.3  339.9 394.40  72.2  14 888.

8 434.85 80.7 2 968.8 274.7 1 018.4 822.9 349.8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Persentase thd Total (%) No Negara Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 465.00 100.95 32.1 210.1 7.8 34.9 366.1 1 929.3 1 025.92 74.2 1 750.3 12 010.6 2 540.9 0.70 100.3 60.85 58.8 42.27 91.7 483.6 22.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.1 10 813.38 11.6 2 540.5 768.2 411.1 14.15 18.IMPOR JANUARI 2012 35 Tabel 4.7 19 436.8 173.46 46.1 4 259.6 4 322.00 100.1 399.9 5 177.99 56.0 75.68 71.3 15 393.0 951.00 100.2 17.42 5.88 18.2 54.05 33.8 1 626.2 14 570.12 82.66 10.0 768.55 10 481.93 4.85 81.6 2 794.7 21.1 1 445.8 3 270.9 1 166.9 676.2 150.2 2 108.21 52.9 3 393.3 13 204.15 19.00 100.0 701.39 56.5 334.0 488.1 965.0 2 382.1 1 863.92 76.0 231.7 94.2 145 290.5 375.3 824.2 25 964.44 17.65 89.5 1 293.7 762.5 3 130.0 411.3 1 981. Negara Asal Barang November 2011 (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Cina Singapura Jepang Korea Selatan Thailand Amerika Serikat Malaysia Australia Taiwan Saudi Arabia India Vietnam Jerman Nigeria Hongkong Total 15 Negara Negara Lainnya Total Impor Desember 2011 Januari 2012 (4) (5) (NILAI CIF: JUTA US$) 2 506.08 4.8 16 475.9 1 334.2 4 073.1 Persentase Terhadap Total (%) 81.66 3.8 2 634.6 34.4 302.7 261.0 12 599.9 224.00 100.79 5.13 3.2 10 404.0 951.9 240.5 434.6 12 999.5 189.52 59.5 5 426.9 2 559.1 413.29 20.6 789.7 10 405.43 6.5 227.0 653.42 3.20 86.3 477.6 1.6 2 354.7 820.9 Total 15 Negara Negara Lainnya Jan−Des 2011 (6) 2 316.00 100.94 20.9 2 465.3 19.8 1 750.8 325.8 388.5 32 145.4 302.6 284.9 229.07 5.6 708.67 9.4 299.00 1 119. Januari 2012 No.00 100.4 2 099.9 14 570.93 39.2 296.9 129.00 100.7 486.38 100.33 0.56 Tabel 4.73 38.7 265.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ASEAN Jepang Korea Selatan Cina India Australia Selandia Baru Amerika Serikat Uni Eropa Lainnya Total Impor MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Barang Total Modal ( 7 s/d 9 ) .0 1 095.1 177 435.00 100.6 26 212.0 11.

yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119.413 orang (Tabel 5.010. Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan penduduk Indonesia jumlah Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237. Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan 0−4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5−9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10−14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15−19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20−24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25−29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30−34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35−39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40−44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45−49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50−54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55−59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60−64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65−69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70−74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75−79 842 344 1 135 561 1 977 905 80−84 481 462 661 708 1 143 170 85−89 182 432 255 529 437 961 90−94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Jumlah Laki-laki+Perempuan Sumber: Sensus Penduduk 2010 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .641. Tabel 5.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.630. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1.36 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 V.1).326 jiwa.326 jiwa sebanyak 237.641.913 orang dan perempuan sebanyak 118.

dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100. Grafik 5. atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki. 4 6 8 10 12 Juta a n Rasio jenis kelamin a.4.44 persen (lihat Tabel 5. 3.1). Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive. Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101. b. dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda. sementara yang terendah adalah NTB (93).2). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Bagian tengah piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5.4. Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010.49 persen. c.1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 75+ 70-74 65-69 Laki-laki Perempuan 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 12 10 8 6 4 2 0 0 2 Juta a n 4. 37 Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1. Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101. berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113). Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990−2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 2.

4 Sulawesi Utara 103.1 Lampung 105.0 Kalimantan Tengah 108.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi.7 DI Yogyakarta 97.4 Papua Barat 111.7 100.6 104.0 120.3 101.0 persen EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . 2010 101.38 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Grafik 5.6 Jawa Barat 102.4 Papua 112.8 Gorontalo 100.2 Aceh 99.7 Bali 101.6 Maluku 102.8 Sumatera Utara Jawa Tengah 98.5 Kepulauan Riau Sulawesi Tengah 105.4 Sumatera Barat 97.0 Bangka Belitung 106.7 Sumatera Selatan 103.9 Banten 104.3 Riau 106.5 Sulawesi Selatan 94.0 100.7 98.2 Maluku Utara 104.6 Kalimantan Barat 104.0 Sulawesi Tenggara Sulawesi Barat 100.7 Jambi 104.5 Jawa Timur 95.8 NTT 98.3 Kalimantan Timur 109.4 INDONESIA 113.8 DKI Jakarta Kalimantan Selatan 102.6 Bengkulu 104.3 NTB 80.

8 51. Kalimantan (25 jiwa/km2). 2000 dan 2010. dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2). Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi. Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2). Ketika tahun 1971 sebesar 86. 1971−2010 100 86.8 70 60 53. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2). Grafik 5. 1990.8 90 79. Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5. Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107.3.8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51. yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2). b.3). 1980.3 50 40 30 20 10 0 1971 1980 1990 2000 2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 5.2. 39 Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a. lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2). serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2). Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif.3. 6. Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51.3 80 67.3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia.

07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 0. Banten.2 Penduduk.67 2.28 144 164 92 Jawa Kalimantan 24 Sulawesi Utara 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 − 2.96 8 12 205 132 458 237 641 326 1.90 1 010 1 217 8 098 277 10 632 166 − 2.85 68 81 899 968 1 223 296 − 3.72 1.32 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 6 Jambi 7 Sumatera Selatan *) Kepadatan Penduduk 2 (jiwa/km ) 2000 2010 (6) (7) 68 78 1.21 937 1 055 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1. Gorontalo.57 79 92 1 166 300 1 533 506 0.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 2.83 2.24 194 220 8 Kepulauan Bangka Belitung Sumatera 42 472 392 50 630 931 1.71 5 8 4 195 234 6 165 396 1. Sulbar.94 0. .14 2. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun (%) Sensus Penduduk Sensus Penduduk 2000 2010 1990−2000 2000−2010 Provinsi (1) (2) 1 Aceh (3) (4) (5) 3 929 234 4 494 410 1.68 53 69 1 820 379 2 232 586 3.95 35 43 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 1.27 3.79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 0. Laju Pertumbuhan.02 21 25 2 000 872 2 270 596 1.24 1.04 996 1 104 13 Banten 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0. dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.17 153 172 28 Sulawesi Barat 29 Sulawesi Tenggara Sulawesi 30 Maluku 31 Maluku Utara 32 Papua 33 Papua Barat Maluku dan Papua Indonesia 891 618 1 158 651 − 2.41 12 592 14 469 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 2.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 0.20 1.99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 2.46 2.28 0.LPP Indonesia 1990−2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990.24 1.52 1.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 1.62 1.17 1.87 3.45 1.79 12 14 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 1. .44 1.10 160 178 0.17 216 242 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.95 127 205 2 407 166 3 092 265 1.77 150 179 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 2.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 1.78 838 1 100 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 0.80 1.58 45 64 1 679 163 − 4. Babel.49 107 124 Catatan: .63 2.58 1.14 55 74 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 2.27 2.13 1.10 5.80 1.81 1.80 25 33 815 101 1 038 087 − 2.98 1.36 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 1.48 1.26 74 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 2.34 101 115 4. mengunakan data SPAN2005.70 0.08 48 59 14 881 528 17 371 782 1.76 727 784 121 293 745 136 610 590 1.31 2.81 12 17 11 307 747 13 787 831 2.56 48 62 6 210 800 7 450 394 1.40 1.39 5 9 529 689 760 422 − 3.LPP Aceh 2000−2010 dihitung 2005−2010.LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri.25 1.40 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Tabel 5.47 25 32 1 684 144 2 833 381 3.80 3.

00 7.00 5.60 17.90 4.00 31.50 1.80 26.00 6.30 12.80 10.70 10.70 3.60 0. 0.80 0.90 47.20 1.00 0.80 3.40 1.20 5.10 42.90 16.50 1.40 1.60 7.10 4.50 19.90 4.80 0.70 0. Peternakan.50 62.30 2.30 22.30 0.90 1.90 0.80 0.80 4 (5) 0.20 0.30 0.50 13.30 0.10 3.30 13. Jasa Pendidikan.50 0.90 0.90 4.20 13.80 2. 3. Industri Pengolahan (termasuk Air).20 46.60 5.70 6.90 27.70 1.90 5.70 1.70 4.30 4.20 0.70 4.00 1.80 17.20 17.20 53.30 0.10 5.30 0.20 1.60 3.90 5.80 0.10 4.60 3. Transportasi dan Pergudangan.70 31.60 4.30 0.90 0.20 0.30 3.60 0.70 20.30 0.40 11.50 4.80 3.80 0.60 4. Informasi.90 15.70 39.50 0. Holtikultura.00 68.60 0.70 0.50 2.10 4.50 12.60 0. Listrik dan Gas (tidak termasuk air).30 0.70 0.80 1.40 0.30 4.30 8.70 7.20 3.40 7 (8) 4.50 15.10 11.90 4.60 Catatan: 1. 6.20 17.60 2. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.20 0.20 4.90 4.60 9.20 0.60 4.10 3 (4) 3.80 1.00 4. 7.90 3.60 14.30 18.80 0.50 16. 8.00 6.20 2.50 persen lapangan usaha berada di sektor pertanian.50 1.00 16.30 0.80 4. Selain itu.80 persen).10 0.40 2.00 16.70 51.20 0.00 24.80 0.70 21.30 2.50 14.60 1.50 1.30 0.30 0.20 0.3. Lainnya.30 4.00 19.40 0.00 0.40 11.60 5. 9.80 1.30 6.50 32.70 44.20 2.40 0. Perikanan.70 13.30 0.70 4.50 12.60 4.40 persen).40 3. sektor Jasa-jasa (15.70 11.70 19.80 1.40 2.50 1. Perkebunan. 4. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.90 15. dan Rumah makan (18.60 57.70 14. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .50 2. Perdagangan.70 persen). dan Perorangan.60 54.00 47.90 51. Kehutanan.60 5.20 4.60 2.20 3.40 0.40 5 (6) 5.00 20.70 6.10 23.50 4.40 0.90 3.00 1. Pemerintahan. 40.40 17. Hotel.80 0.70 9.90 7.90 1.80 0.10 14.60 0.30 0.80 4.00 3.20 0.60 21. 2.10 5. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia 1 (2) 52.10 12.60 0.50 11.50 16. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.30 6.10 1.90 4.50 13.50 20. Bangka Belitung Kep.20 0. 5.20 1.70 57.20 43.90 3.10 5.90 0.00 17.90 15.90 5.50 0.40 2.70 0.00 3.50 0. 41 Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a.40 1.10 0.50 3.40 0. Konstruksi/Bangunan.80 0. dan Rumah Makan.20 20.90 17. Hotel.50 1. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.70 0 (11) 1.20 1.00 8.90 9.60 7.20 40.00 14.20 58.90 0.30 2.20 33.40 1.20 4.50 0.40 2.90 11.70 2.20 0.70 0. Keuangan dan Asuransi.10 8 (9) 0.80 12.00 3.10 0. dan Pertanian Lainnya.80 4.20 0.20 1.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 7.50 16.90 2.30 1. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan.30 21.90 15.30 6.50 16.50 0.10 29.50 0.70 17.10 9 (10) 19.40 62.40 0.40 0.00 20.90 0.30 1.00 61.60 12.20 4.20 14.30 6.10 0.80 2.00 16.10 4.30 0.60 3. dan sektor Industri Pengolahan (10.80 2.90 23.10 18.30 0.20 0. Tabel 5.30 18.80 4. dan Komunikasi. Jasa Kemasyarakatan.20 0.00 3.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .50 0.30 1.40 13.30 60.10 27.50 0.40 1.20 18.80 1. Pertambangan dan Penggalian.80 7.60 12.20 0. Jasa Kesehatan.80 1.50 0.10 75.30 6.10 52.30 0.80 11.10 7.10 4.30 6 (7) 14.30 16.90 4.60 2.40 0.70 11.70 1.90 19.50 5.40 1.30 35.50 2 (3) 0.60 63.90 4.00 14.90 44.70 1.30 0.40 0.

40 0.40 21. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24.30 0.30 1.70 18.20 0.40 0.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.40 5.10 29. 1.40 0.50 0.60 0.20 1.00 31. SP2010 Provinsi (1) 1.80 0.10 0.90 9.20 0.70 39.80 4.10 4.00 16.00 24.20 46.10 19.20 0.70 13.00 1.40 persen kesempatan kerja.80 0.80 41.30 35. 1.10 5.20 2.30 34.20 53.50 33.60 22.80 3.30 0.60 0.70 8.70 4.00 0.10 2.90 51.20 0.50 1.90 2. 4) Perikanan.20 1.60 13.00 3.30 0.10 1.80 19. dan subsektor 3) yang menyediakan 9. 1.00 1.40 0.20 0.90 0.00 4.7 persen kesempatan kerja.00 37.30 7.00 19.00 0.70 1.20 9.60 0.70 3.30 1.80 16.60 63.70 3.70 1.90 61.5 (6) 0.20 3.50 0.40 0.70 3.6 (7) 0.70 44.90 3.30 0.10 2.80 3.60 37.2 (3) 2.80 2. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.60 18.00 61.10 0.70 0.10 1. Tabel 5.70 57.20 0.30 1.30 30.70 1.10 0.90 4.20 0.40 4. 3) Perkebunan.70 1.90 23.60 8.50 2.50 11.20 1.40 4. 1.60 25.00 3.5 Peternakan.10 1.70 1.20 0. 5) Peternakan.50 0.00 2.80 1.00 2.60 2.20 6.20 43.80 15.50 1.30 0. 2) Holtikultura.00 31.10 2.90 0.40 0.40 0.20 0.90 2.50 1.10 2. 1.10 42. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.50 0.40 1.80 29.70 1.50 23.60 2.80 20.70 0.60 2.00 EKONOMI 1.30 2.10 1.50 57.00 0.80 0.20 1.30 1.90 42.70 7.1 (2) 29.40 0.10 19.00 68.4.70 19.70 7.40 62.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 DATA 1.60 1.80 1.00 20.20 0.20 0.3 Perkebunan.60 9.50 MARET 2012 .50 0.20 58.90 3.10 0.20 40.30 60.60 5.60 2.20 0.20 0. Bangka Belitung Kep.00 36.50 2.40 0.30 19.50 10.30 0.90 5.40 1.40 21.20 33.10 1.4 Perikanan.10 24. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor.1 Pertanian tanaman padi dan palawija. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 1.40 32.30 29.60 57.90 10.40 Jumlah (8) 52.30 0. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija.10 0.70 1.40 0.10 52.40 SOSIAL 1.30 3.80 38.10 2.80 33.70 24.50 1.30 0.30 13.30 0.90 1.30 26.70 1.60 0.4 (5) 3.90 47.60 3.90 1.10 8.20 11.20 0.00 3.42 b.90 0.90 44.10 4.70 3.3 (4) 15.20 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.10 4.20 0.70 51.10 75.60 54.00 0.00 47.60 9.50 32. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.2 Holtikultura.30 0.10 39.10 3.20 3.60 2.30 4.70 20.10 5.50 62.

yaitu 1) Jasa Pendidikan.20 14.10 9.50 15.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 c.20 0.20 0.30 7.00 5.20 1.20 15.00 17.10 4. lihat Tabel 5.1 (2) 6.00 20.60 12.90 22.70 5.40 1.2 (3) 1.80 14.00 1.10 3.70 14.20 1.90 1.00 1. lalu sub sektor 1) (4.20 9.30 13.70 3.40 11.80 3.40 5.40 13.90 11.90 15.40 4.50 13.80 4.50 16.80 4.50 7.70 1.00 10.70 7.80 3.00 20.90 16.80 0.50 20.10 1.20 5.60 9.70 10.50 16.80 4.20 11.50 4.40 10.20 17.40 9.30 1.00 9.90 3.70 3.20 7.10 1.80 7.5.70 17.20 1.80 9.30 1.10 0.00 3.50 10.40 17.50 3.10 5.40 0. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.80 12.60 0.00 14. 2) Jasa Kesehatan.10 11.40 6.80 1. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa.30 22.60 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.3 (4) 10.80 0.60 persen).30 16.10 27. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 9.20 7.70 8.30 1.90 11.40 11. Tabel 5. Bangka Belitung Kep.50 13. Pemerintahan dan Perorangan MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI Jumlah (5) 19.2 Jasa Kesehatan.60 4.90 15.90 9.20 17.10 11.50 16.00 1. 9.70 1.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.70 7.30 3.00 16.40 10. Di antara subsektor tersebut.10 1.70 15.00 5.70 4.90 1.90 1.50 1.60 12. 3) Jasa Kemasyarakatan.70 21.30 4.70 EDISI 22 .70 9. 2010 Provinsi (1) 9.30 5. 43 Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.3 Jasa Kemasyarakatan.10 4.20 1.80 1.1 Jasa Pendidikan.30 13.60 9.50 5.90 7. Pemerintahan dan Perorangan.20 0.60 3.20 18.80 11.20 20.40 2. 9.90 1.20 1.40 5.00 persen).40 10.50 1.80 3.

67 69.29 20.04 88.33 57. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 39.90 81.24 13.78 91.12 28.94 59.74 37.85 12.42 13.32 94.95 60. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.96 34.36 96.27 94.46 95.81 16.11 15.41 18.36 93.02 42.50 27.53 62.20 15.41 (6) 68.58 80.89 58.91 86.08 84.87 95.89 48.35 (2) 96.54 persen masih sekolah.93 25.16 10.64 7.91 39.6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.73 57.01 31.92 44.21 48.85 95.47 11.07 97.96 87.33 63.67 86.45 94.01 13.68 92.71 55.48 85.19 85.83 73.26 39.82 44.24 57.50 67.93 34.44 8.93 21.54 (3) 90.52 11.93 34.27 54.33 88.30 91.01 22.43 15.35 53.02 17.17 93.84 43.79 21.43 94.25 61.49 25.13 7. laki-laki pada umur 13−15 sebesar 83.37 72.49 48.45 31.55 25.50 94.29 62.27 86.18 (5) 24.90 81.93 60.01 61.13 67.62 89.90 60.81 78.97 39.78 94.08 57.30 58.60 14.65 63.74 47.46 68.35 68.00 15.19 85.95 46.8) a.55 92.29 19.06 58.05 93.41 47.58 47.94 87.59 64.12 50.60 80.36 79.91 40. 2010 Laki-Laki Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.72 82.49 61.73 59.36 59.54 48.41 84.69 11. Laki-laki pada umur 7−12 tahun sebesar 94.51 21.02 63.52 57.83 14. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Status Sekolah (Tabel 5.89 14.41 54.89 54.22 50.77 95.61 94.93 17.84 61.85 65.21 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Pada masa umurumur sekolah (7−24 tahun) sebesar 62.59 96.18 65.60 37.20 43.88 94.66 52.52 36.96 82.34 47.83 93.43 52.02 62.23 82.48 persen masih sekolah.15 55.30 78.33 33.54 94.26 37.22 41.98 35. Tabel 5.08 48.66 54.37 57. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.95 70.43 67.74 95.17 95.89 93.44 75.46 20.6.91 91.65 64.63 47.7.41 79.88 62.12 45.56 63. Tabel 5.69 95.94 34.95 19.19 82. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat.78 97.98 27.01 78.21 59.20 69.60 35.15 93.21 persen laki-laki masih sekolah. Bangka Belitung Kep.97 16.04 52.99 94. dan Tabel 5.32 48.90 83.85 23.83 83.48 (4) 67.01 91.36 60.46 88.68 62.58 15.62 30.78 46.16 48.87 62.72 63.

92 56.17 50.60 96.91 71.53 60.33 11.22 85.63 18.44 32.26 86.62 39.27 persen masih sekolah.10 53.77 (6) 69.59 87.50 98.93 80.43 57.03 59.72 95.71 31.35 94.92 58.34 persen perempuan masih sekolah.64 37.87 (2) 97.99 50.86 46.38 (5) 28.84 81.28 61.95 10.69 93.80 53.33 46.87 66. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.26 95.17 61.47 64.52 82.62 82.37 81.29 38.27 (3) 92.24 52.93 56.27 61. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.63 43.89 54. Pada masa umur-umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.04 (4) 71.11 53.70 46.20 13.19 95.14 16.15 17.49 64.31 70.26 41. 2010 Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.91 58. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.61 16.14 96.30 85.00 82.53 81.32 70.89 64.84 37.25 54.15 10.88 27.66 96.77 61.49 44. Tabel 5.26 43.45 15.05 88.14 50.22 59.72 60.66 95.52 95.50 95.83 12.01 16.63 62.32 13.30 51.19 89.69 31.03 14.47 41.27 88.88 60.96 7.92 64.49 48.04 persen masih sekolah.98 36.64 6.49 95.27 61. Bangka Belitung Kep.33 37.50 37.27 90.34 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .21 96.70 53.13 89.12 12. perempuan pada umur 13−15 sebanyak 85.55 95.7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.57 85.17 94.69 58.21 95.08 48.97 18.21 96.42 10.17 94.64 92.02 81.34 18.65 93.49 62.80 45.71 96.87 14.79 22.52 66.18 49.13 30.43 14.80 61.86 88.02 55.37 35.66 38.11 95.49 50.19 21.90 62.56 60.02 56.20 64.27 65.36 46.09 71.62 26.90 61.88 58.77 45.17 95.85 62.12 24.74 13.39 26.14 95.12 50.07 43.85 42.93 93.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 b.50 83.00 27.14 47.95 88.89 29.70 94.45 89.58 55.38 84.54 86.04 18.89 35.36 85.96 63. 45 Perempuan pada umur 7−12 tahun sebanyak 95.15 38.13 91.37 83.79 94.53 39.22 93.31 12.74 87.97 61.93 85.53 89.09 19.59 97.64 13.69 58.84 61.46 45.58 95.94 40.28 84.51 67.67 38.72 63.99 95.39 31.05 69.16 18.87 53.53 15.58 62.87 85.

85 71.85 40.37 45.00 61.99 88.86 84.69 50.57 89.44 94.68 26.07 62.07 62.11 89.62 42.53 87.32 53.75 58.13 58.73 39.91 85.34 81.93 88.26 95.13 11.42 81.89 (3) 91.62 21.28 63.45 84.8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.51 59.62 44.54 12.40 29.42 12.54 80.22 65.18 65.09 (2) 97.08 16.56 58.78 25.55 95.02 88.42 52.10 93.95 66.05 64.17 94.24 (4) 69.09 (6) 69.89 96.10 61.68 37.11 15.72 94.60 62.81 48.98 48.94 94.00 95.65 38.80 84.86 69.79 56.74 20.04 12.44 45.62 80. Pada umur 7−12 tahun sebesar 94.27 92.77 61.11 82.25 45.53 96.64 66.49 84.79 67.65 50.51 21.90 11.78 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .18 97. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.89 persen masih sekolah.37 14.82 94.51 93.58 88. Bangka Belitung Kep.42 37.27 63.16 95.78 77.56 37.40 34.63 66.37 66.52 13.93 62.54 17.70 32.35 94.02 94.83 96.46 94.92 80.68 49.90 61.50 87.18 95. Tabel 5.03 22.14 77.03 95.46 50.04 62.71 58.18 94.66 10.70 47.96 25.45 52.34 58.8.87 13.66 80.97 14.11 64.14 46.43 54.78 (5) 26.08 16.83 34. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.20 59.63 55.92 84.83 95.28 18.78 persen penduduk masih sekolah.80 11.85 42.90 58.75 64.74 89.94 47.88 58.90 28.95 87.00 85.38 55.89 48.77 29.77 70.22 16. 2010 Laki-Laki+Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.97 95.51 95.18 35.06 18.73 63.86 50.68 53.28 98.48 54.65 44.38 7.73 18.07 15. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.68 38.62 59.80 7. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.76 36.14 62.13 81. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.94 35.48 31.41 39.50 50.53 82.77 86.84 93.06 84.72 83.01 20.64 70.13 57.24 persen masih sekolah. Pada semua umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.30 92.55 31.94 61.17 86.29 92.48 92.51 14.64 49.63 62.27 17.11 45.61 15.37 94.45 58. pada umur 13−15 sebesar 84.60 19.93 40.59 63.13 36.57 56.01 25.56 40.35 60.98 52.46 c.46 46.93 46.38 96.

9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal.00 100.86 2.45 persen.00 100.91 3.57 3.15 11.07 14.01 14.70 Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (3) 7.53 7.83 62. Tabel 5.45 84.86 10.00 100.25 18.62 13.00 100.17 6.72 11.85 68.85 2.27 7. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Milik sendiri (2) 76.18 persen sampai 20.87 79.00 100.97 2.18 7.36 10.20 6.28 78.38 3. yakni sekitar 6 persen.44 10.04 6.05 85.68 84.00 100. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. Bangka Belitung Kep.29 13.84 86.17 73.09 4.00 100.19 2.59 5.00 100.00 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .00 100.13 8.50 2.04 3.52 16.04 76.15 2.11 78.00 100.93 2.77 10.00 100.69 11.38 6.71 1.69 2.00 100.16 4.94 3.00 100. tanpa membayar.09 5.27 persen.87 8.35 4.18 3.00 100.63 64.94 4.81 2.64 15.83 17.00 100.07 17.08 2.37 9.9) Sebanyak 77.55 8.40 9.27 2.06 (5) 13.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri.68 8.02 6.71 5.88 12.77 71.45 75.76 6.39 7.54 83.61 3.15 7.00 100.00 100.31 6. Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.15 3.13 24.00 100.25 5.16 11.59 4.55 1.00 100. tanpa perjanjian sewa/kontrak.98 9.00 100.54 9.60 18.45 (6) 100.97 4.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.00 100.00 100.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 9.28 12.89 76. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.20 3.52 72.52 3.00 100.57 5.00 100.29 63.73 80.49 10.42 81.37 1.97 27.42 75.68 1. 47 Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5.00 100.96 13.18 85.89 persen) milik sendiri.58 10.00 100.09 74.28 5.77 7.35 8.71 4.27 12.00 100.98 10.00 100.00 100.75 5.04 19.89 77.81 72. dan lain-lain.46 8.18 11.00 100.33 9.05 80.21 10.79 (4) 2.00 82.19 77.97 6.58 67.22 2.00 100.78 80. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.00 100.30 7.00 100.75 60.21 84.68 47.46 14.76 20.23 5.

66 83.90 37.84 19. Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.57 9.10 88.84 82.70 16.08 15.18 11.10 1.25 9. Tabel 5.87 25.12 28.50 87.70 persen).75 19.62 19.81 26.52 2.01 4.66 80.39 5.03 40.32 15.72 12.45 31.56 36.81 12.38 15.13 10.73 88.63 4.00 16.25 4.47 57.05 30.60 12.68 8.31 2.96 23.62 2.83 4.94 4.05 27.53 1.25 15.92 11.04 0.35 18.61 3.61 1.27 46.03 83.28 3. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Air kemasan (2) 20.60 22.74 16.48 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 10. air kemasan (14.51 31.02 1.84 26.69 12.40 13.11 53.89 91.32 4.33 89.06 9.38 19.70 88.95 8.28 28.68 4.01 19.64 18.44 20.42 persen).70 12.29 20.74 1.07 7.37 79. air ledeng (15.31 27.35 12.10) Sebanyak 83.61 84.54 15. berdasarkan kriteria sumber air saja.59 1.83 5. sumur pompa (12.96 1.40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.90 35.19 12.60 10.79 63.28 6.97 20.88 23.18 8.10 8.41 1.21 32.31 24.42 2.67 10.88 27.14 11.70 persen). Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.78 23.69 15.11 11.66 48.01 29.87 70.58 19.17 14.62 1.05 5.76 65.59 56.21 46.22 79.94 87.12 2.44 persen).98 56.40 0.13 31.63 4.24 12.03 50.32 41.14 persen).06 2.79 3.13 0.59 14.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.69 17.87 60.19 13.11 3.69 5.73 17.12 6.19 31.45 8.19 9. dan mata air terlindung (8.94 33.80 7.83 4.65 42.80 0.42 DATA SOSIAL Sumur terlindung (5) 38.37 70.40 MARET 2012 .76 71. Bangka Belitung Kep.04 63.23 7.26 17.14 7.70 (4) 2.94 21.25 3.24 20.03 12.53 1.96 31.51 18.49 6.70 Ledeng Pompa (3) 9.92 85.34 3.23 15.07 8.17 91. (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja).37 2.10 4.86 1.25 11.29 12.51 11.02 32.24 99.69 19.67 50.02 37.00 67.96 9.14 EKONOMI Mata air terlindung (6) 4.96 22.58 8.64 77.86 7.48 77.94 1.99 7.96 74.13 10.39 16.06 50.97 34.38 2.69 17.12 14.41 8.38 10.54 90.74 18.16 6.75 17.75 4.19 8.44 Jumlah (7) 76.

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

49

11. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.11 dan Tabel 5.12).
a.

Sebanyak 65,80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk
buang air besar. Sementara itu 11,72 persen menggunakan jamban bersama
dengan rumah tangga lain, dan 3,59 persen menggunakan jamban umum.
Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan
fasilitas jamban untuk buang air besar.
Tabel 5.11
Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar, SP2010
Provinsi

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

b.

Jamban
sendiri
(2)
59,25
75,37
54,74
82,93
69,12
66,51
66,12
77,44
68,67
82,98
76,47
67,92
65,46
73,95
62,05
64,55
67,65
41,23
63,38
61,82
59,26
65,14
80,43
65,21
50,06
63,40
56,65
33,78
44,24
50,05
46,16
59,55
48,01
65,80

Jamban
bersama
(3)
6,58
5,55
10,44
6,01
7,55
9,85
6,52
8,47
3,14
11,07
18,88
13,85
10,79
19,11
13,14
10,71
17,83
12,26
10,89
8,72
20,50
14,06
8,42
14,42
5,67
9,49
7,98
10,97
5,85
9,31
10,22
16,54
11,96
11,72

Jamban
umum
(4)
6,63
3,23
5,39
1,42
3,61
4,42
1,76
1,33
1,77
1,02
3,86
6,72
2,94
0,84
1,70
3,08
0,17
2,20
1,16
3,14
6,49
5,90
3,50
2,35
4,05
2,06
2,43
8,49
2,53
6,84
14,93
7,91
3,72
3,59

Tidak Punya

Jumlah

(5)
27,53
15,84
29,44
9,64
19,72
19,22
25,59
12,76
26,41
4,93
0,79
11,52
20,81
6,09
23,12
21,66
14,35
44,30
24,58
26,32
13,74
14,90
7,65
18,02
40,22
25,05
32,94
46,76
47,38
33,80
28,69
16,00
36,31
18,88

(6)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri, bersama,
umum) terdapat 74,29 persen yang menggunakan tangki septik, sebanyak
17,27 persen tanpa tangki septik, dan 8,44 persen tidak mempunyai tempat
pembuangan akhir. Kondisi di provinsi beragam, dimana penggunaan tangki
septik berkisar 44,42 persen sampai 96,74 persen.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

50

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

Tabel 5.12
Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir
Tinja, SP2010
Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

EDISI 22

Tangki septik

Tanpa tangki
septik

Tidak punya

Jumlah

(2)
73,84
77,67
68,90
67,39
68,00
66,94
67,11
58,20
93,23
86,49
92,53
68,44
76,10
87,38
72,79
87,60
96,74
87,78
44,42
67,66
56,57
65,69
80,29
87,45
82,98
85,87
76,53
92,74
79,67
84,36
82,80
77,61
48,16
74,29

(3)
16,68
15,68
16,52
22,93
21,05
21,97
26,62
35,05
4,80
6,96
4,47
18,70
17,30
10,93
21,20
7,45
2,29
8,13
43,13
17,84
21,24
16,60
11,62
9,78
10,99
10,31
18,02
4,53
14,71
8,97
7,22
11,75
15,05
17,27

(4)
9,48
6,65
14,58
9,69
10,95
11,09
6,27
6,75
1,98
6,55
3,00
12,86
6,60
1,69
6,01
4,95
0,97
4,09
12,46
14,50
22,19
17,71
8,09
2,78
6,03
3,82
5,45
2,73
5,61
6,68
9,98
10,64
36,78
8,44

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

51

12. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5.13)
Bahan bakar gas digunakan oleh 45,16 persen rumah tangga Indonesia.
Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh
tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa,
Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.
Bahan bakar kayu juga masih populer, digunakan oleh 40,11 persen rumah
tangga. Minyak tanah digunakan oleh 11,69 persen rumah tangga. Masih banyak
provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol, terutama ketika
penggunaan gas di sana tidak menonjol.

Tabel 5.13
Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak, SP2010
Provinsi

Listrik

Gas

Minyak
tanah

Arang

Kayu

Lainnya

Tidak
pakai

Jumlah

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

1,36
1,01
1,39
0,81
0,74
0,59
0,79
0,50
0,74
1,06
1,34
1,00
0,23
0,23
0,75
1,13
1,43
0,37
0,30
0,71
0,78
1,50
0,86
1,11
0,43
0,54
0,40
0,70
0,31
0,55
0,61
0,53
0,18
0,77

16,23
38,40
12,29
15,60
17,74
54,44
14,57
24,68
35,18
36,61
83,70
70,11
51,41
45,81
46,75
68,55
50,72
2,05
0,27
25,46
4,91
7,94
55,87
1,33
1,95
42,83
3,53
0,67
7,10
0,53
0,43
1,81
0,60
45,16

38,45
27,17
31,94
46,67
28,55
5,62
24,41
5,46
37,00
50,47
4,72
1,40
1,01
1,24
5,19
1,78
4,92
35,94
15,80
17,84
45,04
44,49
22,87
49,53
26,16
9,27
29,39
34,93
16,07
40,33
30,29
50,93
27,89
11,69

0,03
0,04
0,05
7,00
4,81
1,31
0,04
0,23
0,33
0,32
0,00
0,04
0,10
0,58
0,04
0,05
0,02
0,05
0,05
0,32
0,17
0,05
0,60
0,33
5,46
2,11
3,81
0,08
2,07
0,06
0,12
0,12
0,29
0,49

43,02
32,59
53,58
28,95
47,64
37,61
59,72
68,55
25,92
9,08
0,22
25,51
45,94
42,76
45,83
25,98
39,35
61,11
83,37
55,22
48,71
45,29
18,25
47,18
65,67
44,86
62,64
63,27
74,25
57,93
68,12
45,62
70,61
40,11

0,08
0,17
0,14
0,15
0,11
0,12
0,08
0,08
0,09
0,25
0,44
0,22
0,09
0,34
0,16
0,25
0,10
0,10
0,08
0,11
0,13
0,07
0,18
0,12
0,09
0,07
0,06
0,10
0,04
0,10
0,09
0,16
0,14
0,16

0,82
0,62
0,61
0,81
0,42
0,30
0,40
0,49
0,74
2,21
9,58
1,71
1,23
9,04
1,28
2,26
3,45
0,37
0,13
0,33
0,26
0,66
1,37
0,40
0,24
0,32
0,18
0,25
0,16
0,49
0,32
0,83
0,29
1,61

100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

81 67.30 69.65 75.39 60.50 85.66 0.26 64.14 91.13 4.53 0.33 70.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.88 95. Penguasaan Telepon (Tabel 5.82 0.67 82.48 0. Tabel 5.42 0.39 3.62 0.94 0.67 4.01 64.81 0.30 77.86 75.73 81.45 70.22 EKONOMI Jumlah (5) 69.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon.73 4.23 0.04 4.89 0.37 58.19 80.02 57.50 71.53 0.33 0.32 70.13 74.58 72.16 68.30 4.67 71.38 MARET 2012 .03 45.59 66.53 0.60 7.31 54.24 65.35 56.82 9.41 93.94 77.86 0.78 8.45 0.63 3.85 2.74 65.13 52.37 80.07 42.66 0.45 49. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kabel Seluler (2) 0.86 73.77 54.41 DATA SOSIAL Kabel dan Seluler (4) 2.41 60.54 80.06 83.57 63.40 5.52 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 13.29 0.79 83.36 1.12 73. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.18 5.96 70.33 8.70 9.76 24.14) Sebanyak 73.42 68.49 6.82 10.47 0. Bangka Belitung Kep.96 60.06 61.70 0.84 3.02 48.24 32.01 64.48 71.42 10.44 0.47 64.13 87.79 74.24 3.80 64. di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses.79 4.53 0.15 10.08 4.40 0.37 29.15 7.11 80.82 3.39 3.44 68.72 0. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel.23 6.44 82.60 0.89 2.34 68.79 0.31 0.11 62.47 0.77 0.63 76.05 76.37 78.60 4.37 5.24 0.78 1.75 (3) 66.67 0.73 0. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.52 3.18 66.15 0.

42 29.36 persen).98 15. Sulawesi Utara (22.12 11.06 18.55 14.21 11.34 11.15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.98 persen).43 17. Tabel 5.76 15.25 14. Jawa Timur. Lihat Tabel 5.84 12. Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14. DKI Jakarta (29.86 8.85 19.15 22.15.80 18.36 13.91 EDISI 22 .1 juta rumah tangga.57 13.83 7.75 7.52 30. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat.33 14. dan DKI Jakarta.63 16.40 9. Bangka Belitung Kep.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet. Secara nominal jumlahnya mencapai 9.21 persen).51 12.25 9. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Jumlah (2) 115 755 366 296 213 345 192 836 111 332 231 434 65 955 181 847 39 993 85 778 751 880 1 830 652 1 176 894 315 111 1 392 606 397 930 152 834 100 795 64 295 121 133 73 328 177 036 193 146 129 241 70 920 316 279 58 412 41 053 19 578 42 416 20 358 19 703 47 274 9 117 445 DATA SOSIAL EKONOMI % (3) 10.53 14.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 53 14. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. Kalimantan Timur (22. Jawa Tengah.18 22.86 12.93 13.42 12.18 persen).50 11. Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30.42 15.05 6.

0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A.53 116.42 persen). Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011).14 persen.28 109.96 9. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .40 117.3 juta orang.67 100 80 60 40 8.4 juta orang. 3.32 8. Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1.70 0 Februari Agustus Februari 2009 Februari 2010 Angkatan Kerja 2. jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.59 8.74 108. Penduduk yang Bekerja.37 111.49 119.83 113.21 107.7 juta orang. Grafik 6. berkurang sekitar 1.41 104.56 persen) dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6. 4. berkurang sekitar 2. Agustus Agustus 2011 Bekerja Penganggur Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109.4 juta orang.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.26 20 8. dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 120 116.70 juta penurunan orang (6.12 7.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.00 113.1 Jumlah Angkatan Kerja. mengalami 2011 sebanyak 7. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jumlah penganggur Agustus Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6.54 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 VI.56 persen.87 104.6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111.

37 107.80 6. dan Pengangguran 1.53 Februari (4) 119.06 4.4 juta orang turun sekitar 2.1 juta orang (7.70 67.01 18.42 persen) dan Sektor Transportasi. terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian.67 8.72 69.80 33.40 persen).53 18.41 7. Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2. sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3.34 7. Pada Agustus 2011.62 persen.56 32. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.14 6. Penduduk yang Bekerja. Pekerja tidak penuh *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2.27 15.73 13. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 3.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu.32 8. Tabel 6.59 Setengah penganggur 15.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan.40 Agustus (5) 117.52 Paruh waktu 17.15 persen).89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011.46 21.27 34.28 109. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54.00 Agustus (3) 116. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1.1 juta orang (68.4 juta orang (1. 5.12 7.2 juta orang (49. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .96 68. sebesar 75.26 15. Jumlah angkatan kerja mencapai 117.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011. 6. B.41 108.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.2 juta orang (2. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 2010 2011 *) Februari (2) 116.19 34. Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran.31 persen).83 67. Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0.96 persen).17 persen). dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.59 8. Angkatan Kerja. sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.21 111. 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan (1) 1.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.6 juta orang (5. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011.

70 4.96 17. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja. Konstruksi 4.70 107. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1. Listrik.59 6.49 23. dan Komunikasi 5.28 109.02 16. 2. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.82 5.08 6.05 13.33 13. dan Air D.49 2011 Februari Agustus (4) (5) 42.62 15.61 persen. Pergudangan.40 1.84 5.40 5.67 3. dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011.59 5.96 persen). Dari tujuh kategori status pekerjaan utama.21 111.74 2.5 juta orang (37. Berdasarkan identifikasi ini.64 1.83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68.17 persen) bekerja pada kegiatan informal.56 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 C. Industri 2010 Agustus (3) 41.48 39.21 22.58 5. Perdagangan 7. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1.34 22.06 2. maka pada Agustus 2011 sekitar 41. kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi. Gas.41 108. Pertanian 2. Tabel 6. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.17 persen). Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011. Jasa Kemasyarakatan. sisanya termasuk pekerja informal.61 1.65 1. Sektor Pertanian. Transportasi.42 persen). Perdagangan.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama Februari (2) 42.54 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5.1 juta orang (7.62 5.24 23. jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6. Keuangan 1. pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan.21 persen dan 9.42 persen) dan Sektor Transportasi. Lainnya * Jumlah *) 14.83 (1) 1.63 15. Jasa Kemasyarakatan ) 8. Pergudangan dan Komunikasi.50 1.82 13. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan.2 juta orang (62.

77 19.46 21.03 21.7 juta orang).44 persen).52 34. Pekerja bebas di nonpertanian 5. 57 Dari 109.59 3.4 juta orang atau sekitar 1. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75.46 persen).72 30.1 juta orang (68. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37.8 juta orang (34.41 2. Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3.72 32.28 5.39 persen).7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19.3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) 2010 2011 Status Pekerjaan Utama Februari Agustus Februari Agustus (2) (3) (4) (5) 1.64 19.58 5.98 17. dan berusaha sendiri sejumlah 19.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 2.16 5.31 19.21 111. Buruh/Karyawan 7.93 persen).15 19.32 5.41 108.68 18.92 21. Tabel 6.48 6.13 5. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .66 3.26 3. Berusaha dibantu buruh tetap 4. Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21.4 juta orang (17. pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu porsinya relatif kecil yaitu hanya 1.67 (1) 3.7 juta orang (3. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1.77 5.28 109. Pekerja keluarga/tak dibayar Jumlah E.31 persen dari total penduduk yang bekerja (109.68 21.7 juta orang (17. Secara umum.70 persen).99 107. 2. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu. Pada Agustus 2011. Berusaha sendiri 20.51 37.02 3. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker). Pekerja bebas di pertanian 6.82 5.

6 juta orang (5. 2010 Februari Agustus (2) (3) 55. Tabel 6.51 20.86 3. Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah.08 Jumlah 107.48 12.89 3.79 5.31 54.28 109.02 4.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.27 34.65 111.73 8.60 74.37 Agustus (5) 1. kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0. sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil.40 15. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.59 4.09 75.20 15–24 11.35 17.70 16. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011).22 20.19 34.2 juta orang (2.11 9.97 12.89 25–34 14.67 ) *) 2010 Februari (2) 1.40 persen).80 33.81 4.4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja Perminggu 2011 (1) 1–7 Agustus (3) 1.30 20.54 15.54 5.67 Pada Agustus 2011.00 15.21 111.88 2.2 juta orang (49. Diploma I/II/III 6.32 3.94 5.5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan (1) 1.48 Termasuk sementara tidak bekerja F. SD ke bawah 2.94 77.34 8. Sekolah Menengah Kejuruan 5.17 5. Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .63 15.63 12.58 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.18 21.41 108.23 persen.25 107. jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan.59 35+ * 74.06 1–34 32.61 persen dan 0. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.92 8. Sekolah Menengah Pertama 3.21 2011 Februari Agustus (4) (5) 55.15 persen).28 109. Sekolah Menengah Atas 4.44 8–14 4. Universitas Jumlah 2.20 Februari (4) 1.12 54.41 108.63 15.

Pada Agustus 2011. Sekolah Menengah Pertama 7. Tabel 6.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2. Dibanding Februari 2011. 3.90 12.66 4. Diploma I/II/III 15. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1.59 7.95 8.87 10.90 11. Sekolah Menengah Pertama naik 0.43 persen. TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun.14 persen.56 persen dari total angkatan kerja.00 10.78 11. Pada Agustus 2011.55 7.81 11. TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi.71 12. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011.85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13.83 8.56 1. SD ke bawah 2.17 10. Universitas 14.45 7.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 3. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun.06 persen dan 10.16 6.66 persen dan 10.80 6. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .71 3. Sekolah Menengah Atas 11.41 7.37 persen. 2.54 persen. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0.81 3.19 persen.37 3.14 6.37 3. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1. yaitu masing-masing sebesar 10.56 Jumlah H.02 7.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 59 G.76 persen.92 9. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6.43 5. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6.32 persen dan 2.43 persen.24 11. 2.7 juta orang atau 6. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0. Sekolah Menengah Kejuruan 13.

6 6.4 5.6 3.62 112.95 162.21 1 042.2 4.04 66.60 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.4 6.9 7.29 116.6 4.5 3.56 17.2 5.8 9.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi (1) Aceh 2010 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (2) (3) 162.7 5.94 8 319.2 4.8 3.10 174.6 3.80 Jawa Barat 1 951.16 Jawa Tengah Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tengggara Timur 68.25 15.61 46.1 6.21 173.55 Papua 53.07 1 002.9 5.24 213.8 7.68 697.90 58.02 243.1 5.14 8 117.4 13.61 Bengkulu 39.5 5.5 4.01 299.6 7.39 58.9 6.4 2.8 7.62 Gorontalo 23.7 3.9 2.5 5.7 5.06 65.85 60.55 Kalimantan Selatan 96.7 2.9 9.84 1 901.43 Sumatera Utara 491.05 542.6 2.06 Maluku 64.8 5.16 21.6 9.5 2.17 136.2 4.3 4.1 6.37 2011 Februari Jumlah TPT (ribuan) (persen) (4) (5) 171.8 7.9 6.6 5.2 4.07 217.6 3.2 2.61 19.34 32.06 1 046.1 5. Bangka Belitung Banten 726.8 4.43 460.3 3.25 845.8 5.97 53.8 10.78 DKI Jakarta 582.26 Sulawesi Tengah 56.4 9.56 Kalimantan Barat Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Selatan Sulawesi Barat Indonesia EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .34 59.2 9.84 99.70 15.1 5.8 7.83 Sumatera Selatan Kep.2 4.93 D.0 2.8 6.97 Jawa Timur 828.2 3.69 236.3 5.3 3.5 8.18 402.66 28.55 57.7 4.27 52.0 6.28 33.80 7 700.33 1 982.5 6.1 13.69 107.4 10.14 142.37 Sumatera Barat 152.62 25.8 4.25 22.82 Sulawesi Tenggara 48.6 10.9 6.69 101.6 4.80 Jambi 83.35 110.5 5.I.77 34.99 86.9 3.33 71.32 Kepulauan Riau 57.5 4.3 8.9 4.0 8.59 30.1 4.0 8.7 10.65 228.41 21.1 3.6 13.5 3.5 7.72 51.3 7.7 5.6 5.6 5.37 Lampung 220.94 Papua Barat 26.1 6.2 8.61 55.23 166.4 8.45 Riau 207.37 243.5 7.38 Maluku Utara 26.27 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (6) (7) 148.25 103.8 11.6 6.61 98.03 26. Yogyakarta 107.1 8.7 9.18 821.88 Kalimantan Tengah 44.4 10.2 7.72 60.6 2.8 5.50 680.5 3.86 52.62 100.0 6.63 19.32 119.19 93.67 58.72 185.68 30.57 201.83 555.14 41.8 3.9 7.47 74.

14 persen.32 bulan persen sebelumnya.854. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1. yaitu dari Rp48.939 naik 0.542.582 menjadi Rp28.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 . yaitu dari Rp28.939.30 persen.727 menjadi Rp39. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 Rata-rata upah nominal harian naik buruh tani pada periode Februari sebesar 0.715 menjadi Rp63. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0.35 persen.675 menjadi Rp48. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63. Upah Buruh Bangunan 2. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63.35 persen sedangkan secara riil naik sebesar 0. Sedangkan secara riil turun sebesar 0.32 persen dibanding upah buruh tani 2012 sebesar Rp39.UPAH BURUH FEBRUARI 2012 61 VII.823.854 naik 0. yaitu dari Rp39. Upah Buruh Bangunan Pada Februari 2012. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Februari Desember Upah Buruh Tani Januari `12 Okt ober November September JuLi Agustus Mei Juni April Maret Februari Desember Januari `11 Okt ober November september Juli Agustus Mei Juni April Maret 65000 60000 55000 50000 45000 40000 35000 30000 Februari `10 Rupiah Grafik 7.

62

UPAH BURUH FEBRUARI 2012

Tabel 7.1
Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani, Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah)
Februari 2010Februari 2012
Upah Buruh Tani
(harian)

Bulan

Nominal
(1)

Riil

Upah Buruh Bangunan
(harian)
1)

Nominal

Riil

2)

(2)

(3)

(4)

(5)

Februari 2010

37 637

29 987

56 864

48 043

Maret

37 721

30 023

56 998

48 226

April

37 844

30 138

57 217

48 338

Mei

37 897

30 153

57 285

48 257

Juni

37 946

29 980

57 504

47 976

Juli

38 069

29 507

58 228

47 829

Agustus

38 198

29 356

58 276

47 506

September

38 301

29 315

58 475

47 460

Oktober

38 382

29 354

59 898

48 583

November

38 494

29 209

60 190

48 528

Desember

38 577

28 934

60 214

48 106

Januari 2011

38 648

28 705

60 340

47 779

Februari

38 769

28 755

60 758

48 045

Maret

38 852

28 832

61 069

48 448

April

38 976

29 098

61 190

48 695

Mei

39 082

29 175

61 409

48 811

Juni

39 144

29 104

61 476

48 598

Juli

39 215

28 975

61 583

48 358

Agustus

39 287

28 816

61 948

48 193

September

39 345

28 774

62 064

48 153

Oktober

39 412

28 787

62 210

48 322

November

39 503

28 736

62 263

48 199

Desember

39 599

28 701

63 157

48 616

Januari 2012

39 727

28 582

63 715

48 675

Februari

39 854

28 542

63 939

48 823

Catatan:

1)

Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100)

2)

Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100)

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

63

VIII. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN
FEBRUARI 2012
A. NILAI TUKAR PETANI (NTP)
1.

Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012
tercatat

105,10

atau

turun

0,60

persen

dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105,73.
Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya
NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan,
Hortikultura,

Tanaman

Perkebunan

Nilai Tukar Petani pada
Februari 2012 turun
0,60 persen

Rakyat,

Peternakan dan Perikanan yang masing-masing
turun sebesar 1,02 persen, 0,23 persen, 0,16
persen, 0,09 persen, dan 0,39 persen.
Grafik 8.1
Nilai Tukar Petani (NTP), Februari 2011–Februari 2012

NTP
106,50
105,75

106,00
105,17

105,50
105,00

104,50

104,79

105,11

105,64
105,51

105,10

104,87

104,50

105,73

104,00
103,50
103,00

103,32

103,91

103,33

102,50
102,00
101,50
101,00
100,50

NTP

2.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0,18 persen bila
dibanding It Januari 2012, yaitu dari 143,57 menjadi 143,31. Penurunan indeks
tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor, yaitu Tanaman Pangan (0,54
persen) dan Perikanan (0,03), sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami
kenaikan yaitu Hortikultura (0,20 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15
persen), dan Peternakan (0,28 persen).
MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

64

3.

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0,43 persen
dibanding Ib Januari 2012. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok
Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan
Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0,33 persen.
Grafik 8.2
Indeks Harga yang Diterima Petani (It), Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib),
Februari 2011–Februari 2012
146,00
144,00
142,00
140,00
138,00
136,00
134,00
132,00

130,00
128,00
126,00
124,00
122,00

It

4.

Ib

NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1,02 persen
dibanding NTPP Januari 2012. Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman
Pangan (0,54 persen), sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0,48 persen). NTP
Hortikultura (NTPH) turun 0,23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0,20
persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0,43 persen). NTP
Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0,16 persen disebabkan naiknya It
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,31 persen). NTP Subsektor Peternakan (NTPT)
turun 0,09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0,28 persen) lebih kecil
dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0,37 persen). NTP Subsektor Perikanan
(NTN) turun 0,39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0,03 persen),
sebaliknya Ib Perikanan naik (0,37 persen).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

53 persen.42 persen.20 0.98 0. Sandang 0. Pendidikan.41 0.81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.80 0.40 0.80 2.56 persen.46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras.40 0.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. Februari 2010–Februari 2012 2.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 65 B. serta Transportasi dan Komunikasi 0.00 persen 1.02 persen.03 persen. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.05 0. Makanan Jadi 0.49 persen. Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0.08 persen.71 0.12 persen. Perumahan 0.29 persen.08 0.63.79 0.18 0. Inflasi Perdesaan 1. yaitu Bahan Makanan 0. Grafik 8.3 Inflasi Perdesaan. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.41 0.14 0.59 -0. Rekreasi. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0.29 0. sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0. 3. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Kesehatan 0. dan Olah Raga 0. Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1.00 -0.37 0.60 Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.13 -0.46 persen dengan Pada Februari 2012 terjadi indeks umum konsumsi rumah tangga inflasi perdesaan sebesar 139.63 0.09 -0. Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 0.40 persen.85 0.93 2.13 0.17 1. 0. 4.40 0.74 0.46 persen provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.01 -0.46 0.40 1.74 0.60 1.50 persen.

21 140.31 147.89 131.46 150.15 138.31 136.35 125.37 0.06 -0.60 132.48 108.95 138.90 -0.46 0.46 0.15 0.Indeks BPPBM 5.57 135.63 127.69 0.06 0. Indeks harga yang diterima petani (It) .86 145.26 0.35 101.21 101.02 -0.64 143.20 134.01 125.49 131.16 0. Indeks harga yang diterima petani (It) .43 0.14 137.Budidaya c.26 127. Tanaman perkebunan rakyat a.14 105. Nilai tukar petani (NTPR) b.Buah-buahan c.42 145.48 0.76 145.Indeks konsumsi rumah tangga . Nilai tukar petani (NTPP) b.Padi .61 143.80 104.64 134.94 138.Indeks BPPBM EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .27 126.Unggas .74 124.27 130.47 -1.11 134.Penangkapan 130.27 142.20 0.Indeks BPPBM Gabungan/nasional a.Indeks konsumsi rumahtangga 139.15 0.14 138.05 122.67 0.29 0.95 151.42 134. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 105.Indeks BPPBM 3. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .55 138.35 136.38 105.09 0.07 122.30 .Indeks BPPBM 2. Nilai tukar petani (NTPT) b. Indeks harga yang diterima petani (It) .73 143.36 139.18 0.81 150. Indeks harga yang diterima petani (It) .46 126. Indeksharga yang dibayar petani (Ib) .1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Bulan Subsektor Desember Januari Persentase Perubahan (1) (2) (3) (4) 1.39 -0.38 125.Indeks konsumsi rumah tangga .10 105.62 140.78 143.43 146.47 -0.Indeks konsumsi rumah tangga .62 136.64 106.53 138.83 117.96 142.72 122. Indeks harga yang diterima petani (It) .98 108.Tanaman perkebunan rakyat c.33 .60 -0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .48 0.42 139.07 147.31 0.Sayur-sayuran .Ternak kecil .54 -0.19 138.Indeks BPPBM 4.63 -0. Nilai tukar petani (NTN) b.50 118.69 144.43 0.49 0.45 138.18 0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .99 105.66 138. Tanaman pangan a.55 133.36 -0.87 137.29 106. Hortikultura a.09 0.23 0.Ternak besar .Hasil ternak c.17 140.48 137.Indeks konsumsi rumah tangga .42 143.10 143. Nilai tukar petani (NTPH) b.78 138.37 0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .34 -0.03 -0. Nilai tukar petani (NTP) b.Indeks konsumsi rumah tangga .28 0.66 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8. Indeks harga yang diterima petani (It) c.51 150.78 139.54 146.54 122.37 0.44 143.11 0.34 -0.74 142. Peternakan a.48 . Perikanan a.34 0.Palawija c.

09 0.02 0.04 0.12 1.03 -0.27 0.41 Desember 0.64 0.37 0.74 September 0.55 0.12 0.47 0.08 0.16 0.21 0.25 0.50 0.40 0.15 0.20 0.25 0.15 0.93 Agustus 1.51 0.45 1.38 0.93 0.37 0.09 -0.37 Januari 2012 0.51 0.22 0.23 0.59 Mei -0.36 0.44 0.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 67 Tabel 8.10 0.10 0.91 0.26 0.43 0.09 Juni 1.06 0.42 0.22 0.30 0.11 0.18 0.07 0.37 0.45 0.37 0.50 0.38 0.24 0. Rekreasi.14 Maret -0.02 0.19 0.78 0.14 0.34 0.35 0.95 0.35 0.41 Oktober -0.40 Juli 0.17 Januari 2011 1.25 0.30 0.05 0.44 0.29 0.98 Februari -0.52 0.12 0.20 0.11 -0.53 0.28 0.85 September 0.43 0.38 0.13 0.24 0.12 0.29 0.09 0.80 0.16 1.34 0.46 0.18 0.06 0.19 0.16 0.15 0.46 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .71 Juli 3.81 0.37 0.12 0.15 0.63 0.44 0.55 0.23 0.05 0.29 Oktober 0.10 0.21 0.35 0.63 Agustus 1.57 0.50 0.15 0.14 0.07 0.24 0.97 0.97 0.44 0.53 0.28 0.08 November 1.40 0.29 0.20 0.00 0.20 0.54 0.50 0.18 Mei 0.27 0.04 0.15 0.27 0.11 -0.39 0.41 0.19 0.29 0.65 0.45 0.36 0.57 0.39 0.31 0.36 0.22 0.01 Juni 0. dan OR Transportasi dan Komunikasi Umum (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.08 0.43 0.53 0.27 0.79 Desember 1.05 April -1.57 0.38 -0.42 0.63 0.44 0.15 0.37 0.56 0.25 0.34 0.23 0.52 0.32 0.90 0.05 0.59 0.16 0.41 0.13 November 0.08 0.74 Februari 0.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 Bulan Bahan Makanan PerumahMakanan Jadi an Sandang Kesehatan Pendidikan.26 0.25 0.03 0.38 0.49 0.40 0.

42 0.33 Tahun Kalender2) Yearonyear3) 1) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 3) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .23 134.56 144.05 0. dan Olah Raga 120. Pendidikan.40 0. Sandang 129.55 146.93 3.72 0.66 0.53 7.49 1.68 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8.56 2.62 122.07 139.84 137.79 4.01 114. Transportasi dan komunikasi 112.99 123.36 125.83 5.83 137.36 0.97 139.31 1.46 2.20 3.17 4.50 1. Rekreasi.29 0.30 140.88 127.84 6. Perumahan 133. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Laju Inflasi 2012 KelompokPengeluaran Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 20121) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134.02 5. Bahan makanan 142.20 3.53 1.3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.78 0.63 0.08 0. Makanan jadi 131.06 5.43 0. Kesehatan 122.68 0.86 114.89 135.46 1.87 2.56 1.60 135.

rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan Pada Februarii 2012. kg (turun 5.050. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.00 per kg.550. harga penggilingan masing-masing Rp4. Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati. Grafik 9.67 persen) dan Rp4.00 per kg dan Rp2. Pada Februari 2012. Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).232.1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 Rp/kg 4 000 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar Apr GKG Mei Jun GKP Jul Agt Sep Okt Kualitas Rendah Nov Des Jan'12 Feb HPP-GKP 2.00 per kg.67 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya.68 per kg (turun 5. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur).31 gabah kualitas GKP di petani per sebesar Rp4. Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).31 per kg.610.000.156. 3. Sementara itu.00 per kg dan Rp2. Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6.42 persen) naik 5. Harga Gabah 1. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6.156.HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 69 IX. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A.

31 -5.83 Sep 18.10 4 398.70 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 Tabel 9.97 2 896.86 12.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya.37 3 581.80 4 667.56 0.54 3 997.08 3 887.36 3 416.67 4 406.64 25.02 Mar 19.38 12.02 26.82 0.72 -10.27 3.23 3 753.24 4 281.12 2. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.70 persen) dan Rp3.24 -6.02 3 772.48 26.64 5.26 -3.59 7.65 6.81 3 549.81 3 804.50 3 218.37 Des 18.27 4 085.70 Pada Februari 2012.08 6.66 Juni 18.63 3 296.87 3 178.67 12.63 1.667.90 3 480.67 Okt 18.96 4.40 5.29 3.68 Mei 18.19 12.85 3 945.28 12.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya.77 13.71 2.77 Nov 18.19 2 923.87 2 542.14 3 838.45 4.71 4 156. Grafik 9.70 3 937.03 24.54 12.31 1.15 12.91 3 707.17 4.09 2. 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar GKG EDISI 22 Apr Mei GKP DATA Jun Jul Agt Sep Kualitas Rendah SOSIAL Okt Nov HPP-GKG EKONOMI Des Jan'12 Feb HPP-GKP MARET 2012 .72 25.79 -0.53 -0.71 -12.79 3 632.94 Juli 18.90 2 619.84 -2.92 5.32 8.42 -4.99 Apr 18.73 4.01 2012 Jan 17.51 12.19 3.43 1.52 per kg (turun 6.01 10.28 persen) dan Rp4.43 12.85 per kg (turun 2.54 3 048.45 Agt 18.74 4 776.69 3 967.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 4 000 Rp/kg 4.55 3 565.24 per kg (turun 6.13 25.97 -18.85 -5.86 3 970.45 2 794.32 7.19 24.85 -2.25 Feb 18.40 25.28 26.24 4 548.26 11.43 0.755.94 3 507.15 3.29 3 449.66 24.49 2.33 24. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.10 3 229.37 23.549.50 4 182.16 per kg (turun 2.622.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) GKG Rata-rata Harga (Rp/Kg) (3) Perubahan (%) (4) Rendah Kadar Air (%) (5) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (6) Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19.41 24.26 12.79 12.80 3 684.

95 persen).68 -5.87 per kg. rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.10 4 463.2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.67 4 475.12 3.38 11.65 7.93 per kg.90 3 552.11 26.80 3 754.87 3 241.52 24.69 4 029.65 Sep 18.45 2 863.57 24.24 4 354.86 4 044.76 3. 6. dan kualitas GKG 80 observasi (8.85 4 007.74 Mar 19.36 3 480.49 per kg.17 12.49 3.84 per kg dan Rp3.66 26. kualitas GKG Rp4.32 7.16 Nov 18.43 26.61 1.12 Okt 18.08 3 972.64 2.94 3 593.97 Des 18.02 3 838.81 persen). Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65.20 6.89 2.607.02 -0.85 10.58 2.542.02 12.46 0.50 25.97 2 968.82 12.776. Tabel 9.84 4. Pada periode yang sama.81 3 622.53 2.81 3.84 -10.19 per kg.20 12.05 25.32 per kg.72 per kg dan Rp3.75 -5.50 24.32 per kg.048. dan kualitas rendah Rp3.32 4.63 3 361.47 25.76 13.19 24.475.857. kualitas rendah 252 observasi (25. Dari keseluruhan observasi.74 4.70 3 999.97 per kg.22 Apr 18.655.42 12.45 Juli 18.54 4 067.90 -17.54 3 105.37 3 655.92 per kg. tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.39 3.90 per kg.35 Feb 18.23 3 824.804.77 5.26 per kg.90 3.79 12.13 0.40 Mei 18. Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (3) GKG Perubahan (%) (4) Kadar Air (%) (5) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (6) Rendah Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19. 71 Selama Februari 2011–Februari 2012. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .24 persen).99 5. Sementara itu.880. dan kualitas rendah Rp3.27 4 150.33 12.91 3 771. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.14 3 930.87 5.87 2 607.51 -12.27 0. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.105.581.50 3 279.79 3 703.74 4 857.92 7.17 -1.93 -3.68 Agt 18.35 12.50 4 253.20 12.80 2012 Jan 17.15 24.52 -6.99 6.50 12.81 3 880.64 Juni 18.55 3 631. kualitas GKG Rp4.30 8.81 3 299. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.HARGA PANGAN FEBRUAR I 2012 5.71 4 232.06 25.28 -1. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.18 0. Sementara itu.24 4 619.19 2 981.406.36 23.49 -5.80 4 755.59 12.90 2 691.29 3 519.16 -2.

80 persen bila dibanding Februari 2011.33 persen bila dibanding Februari 2011. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0.77 persen on-year periode yang sama sebesar 3.56 .57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16. Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram.77 persen dibanding Rata-rata harga beras Januari bulan Februari 2012 2012.81 persen. Harga ikan kembung turun 1. Secara nasional. Harga telur ayam ras naik 1. Komoditas lain seperti daging sapi. Artinya pemilik beras (pedagang. Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen).57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6. gula pasir. minyak goreng. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . 2. lebih sebesar Rp10. konsumen.37 persen. Dibandingkan Februari 2011. Harga daging ayam ras turun 1.. harga beras naik 15.72 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 B.520. dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11. Harga cabai rawit turun 6. naik 0. Mamuju (masing-masing 6 persen).48 persen bila dibanding Februari 2011. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen). Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen). 3. Mamuju (masing-masing 10 persen).27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45.64 persen bila dibanding Februari 2011. persen. Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4. Pangkal Pinang. petani.88 persen bila dibanding Februari 2011. susu kental manis.89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10. Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima. Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu. Harga cabai merah turun 30. BULOG. Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61. Sorong.per tinggi dibandingkan dengan inflasi year- kg.

74 -0.05 -6.31 -30.55 2.83 4.57 -1.3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) (1) Februari’11 (2) 9 118 Susu Telur Daging Daging Kental Minyak Gula Tepung Cabai Cabai Ikan Minyak Ayam Ayam Sapi Manis Goreng Pasir Terigu Rawit Merah Kembung Tanah Ras Ras (kg) (kg) (385 (liter) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (liter) (kg) gram) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 0.37 10.90 -61.00 Bulan Beras (kg) Februari’12 thd Januari’12 Februari’12 thd Februari’11 (dalam persen) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .48 6.77 -1.27 1.64 -45.89 0.80 3.88 16.HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 73 Tabel 9.57 0.33 6.63 15.99 -1.01 0.23 0.34 0.18 0.

Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0. jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.1). air minum dan komunikasi Feb Des Jan12 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Apr Mei Feb Mar Des Jan11 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Mei Apr Mar 175 Feb 10 180 Bangunan lainnya 3. cat tembok. IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.11 persen (Tabel 10.35 persen dibandingkan bulan sebelumnya. asbes gelombang.65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0. Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 1. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis. kaca lembaran.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. dan besi beton) mayoritas naik harganya.30 persen (Tabel 10. Pada Februari 2012.04 persen (Tabel 10. Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0. Grafik 10. gas.35 persen naik sebesar 0. pipa pvc.2).3).74 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 X. semen. aspal. 2.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0.1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 215 210 205 200 195 190 185 Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan.

Industri 184. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012.48 0.50 0. gas.11 3.77 0.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas.00 0.18 Umum nonmigas 187.70 168.30 Pekerjaan umum untuk jalan.87 215.99 0.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi. Tabel 10. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal 197.25 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . (2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) 1.03 204. 75 Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0.27 Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian 214. Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya.50 persen (Tabel 10. dan pelabuhan 212.58 0.48 203. Impor nonmigas 168.52 0.11 187.INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 4.41 0.69 0. jembatan. air minum. Pertambangan dan penggalian 228.65 2.60 0.10 5.26 212. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.59 193.24 228. Pertanian 257.28 Bangunan lainnya 204. dan komunikasi 192.48 198. Ekspor nonmigas 151.31 151.22 Konstruksi Indonesia 203.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0.35 Tabel 10.93 259.12 0.20 Bangunan dan instalasi listrik.53 -0.64 185.42 4.4).

78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188. Impor 181.70 3.99 182.10 Besi beton 180.34 0. Pertambangan dan penggalian 226. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Januari terhadap Desember (%) (4) 1.69 0.69 158.46 0. Indonesia Desember 2011–Januari 2012.55 0.24 0. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Kayu lapis 157.50 Umum 187.82 Umum tanpa impor dan ekspor 199.40 2.74 Umum tanpa ekspor 195.77 201. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.66 228.78 190.63 184.99 0.65 183.13 Pipa PVC 179.49 0.42 189.36 0.55 5.40 Asbes gelombang 176.04 308.36 Aspal 308. Pertanian 254.80 Umum tanpa ekspor migas 187. Ekspor 158.29 Cat tembok 175.19 0.25 0.37 257.43 1.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.32 0.93 0.89 0.76 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 Tabel 10.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.21 0.53 188.69 181.76 175.31 188.86 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .38 179.64 0.65 4.44 184.48 178.78 197.97 0.31 Semen 183.77 Umum tanpa impor 188.93 1.48 Tabel 10.04 Kaca lembaran 182.54 -0. Industri 183.40 159.

A. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106. 1. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .1. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi bisnis pada Triwulan pengusaha IV-2011 meningkat (ITB 106. 3. berarti kondisi bisnis diperkirakan akan Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108. Peternakan.86). Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107. dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98. Kehutanan. penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105.53). Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. 2.27).51). 2. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108.32). dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor. ITB TRIWULAN IV-2011 1. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106. dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi.37) meningkat dibandingkan triwulan IV2011.92) mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan. dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106. INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV2011 A. Kehutanan.92. Peternakan.37. kecuali Sektor Pertanian.2. Sektor Pertanian.14). Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUM EN TRIWULAN IV-2011 77 XI. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang.92). PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 Selain pada triwulan berjalan.

Kehutanan.60 107. dengan indikasi sebagai berikut: a.53 105.16 Grafik 11. ITB Triwulan I-2011 . Hotel.55 Indeks Tendensi Bisnis 106.85 110.80 109. dan Air Bersih 108.38 102.23 102. Pengangkutan dan Komunikasi 107.34 107.32 105. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 I-12 IV-11 III-11 II-11 I-11 IV-10 III-10 II-10 I-10 IV-09 III-09 II-09 I-09 IV-08 III-08 II-08 90 I-08 9.86 106. Perdagangan.72 111. b.64 106. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.05 111. Industri Pengolahan 105.23 106. Listrik.75 107.32 106.83 3.42 6. Peternakan. IV-07 1. dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian 108. Keuangan.1 1) Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan 2) Perkiraan Triwulan I-2012 120 115 112.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ITB Triwulan IV-2010 Sektor (1) (3) ITB Triwulan II-2011 (4) ITB Triwulan III-2011 ITB Triwulan IV-2011 (6) (7) (5) Perkiraan ITB Triwulan I-2012 (8) 96.15 98. Gas.72 97.41 103.16 96.94 105. Nilai ITB < 100.92 105.29 104.42 108.14 116.83 107.19 100 107.90 105. Nilai ITB > 100.51 106.22 104.37 102.31 106.20 104.05 110. Nilai ITB = 100.24 107.43 110 108.75 104.86 106.55 101.33 98.93 112.51 101. dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa 110.57 103.85 106. c.00 111.45 107. Perkiraan ITB triwulan I-2012. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya.91 95 Triwulan Keterangan: 1) 2) ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200.80 7.09 109.45 105.78 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11.63 105. dan Restoran 106.36 110.04 110.70 105.58 106. Pertanian.78 8. Real Estat.63 105 106.13 108.19 107.57 4.92 108.83 111.41 5.94 105.27 2.12 110.41 102.86 111.37 108.27 108.25 112.58 104.08 106.39 106. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.35 101. Konstruksi 108.

Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108. artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya.44.24). Sebaliknya.48 111.24 108. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113.) dan bukan makanan (pakaian. yaitu sebesar 105.07). ITK TRIWULAN IV-2011 1. kesehatan. transportasi. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110.44 Indeks Tendensi Konsumen MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .67 110.71 103. ikan. Tabel 11. 2.1.69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113. pendidikan.34. dll.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) ITK Trw III-2011 (2) ITK Trw IV-2011 (3) Pendapatan rumah tangga 110. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi). rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari.44) dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B. buah-buahan.82 Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging.50 108. rekreasi) 105. perumahan. Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga. dimana 13 provinsi diantaranya (39. susu.39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. Indeks Tendensi Konsumen 79 (ITK) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan IV-2011 meningkat konsumen (ITK 108. dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 B. Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah.

80 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Grafik 11.44 115 113. komposit juga persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan I-2012 diprediksi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap membaik (ITK 108.08) situasi perekonomian pada triwulan mendatang. Aceh NTB Gorontalo Bengkulu Malut Jambi Kalsel Sultra Sumsel Sulteng Sulbar NTT Jateng Sumbar Lampung Sumut Jabar Babel Jatim Indonesia Riau Kaltim Banten Papua Kalteng Kepri Papua Barat Kalbar DI Yogyakarta Maluku Sulsel DKI Jakarta Bali Sulut 95 PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 Selain pada diperkirakan triwulan indeks berjalan.2. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112.46).48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional. 1. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108.08. Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48.44). 1. dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104.00).2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi 105.07 120 105 100 90 B. artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik.34 110 108. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

08 Grafik 11.34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV. perhiasan berharga. HP.00 120 105 108. oven/microwave. mebelair. tape/compo. AC.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi 112. kulkas. komputer.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang ITK Trw I-2012 (2) 1) 109.50 Indeks Tendensi Konsumen 108. kendaraan bermotor) 105.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 81 Tabel 11. mesin cuci.46 115 100 90 Bengkulu NTT Jambi NTB Aceh Papua Barat Gorontalo Sultra Lampung Malut Banten Riau Sulbar Sumbar Kalsel Jatim Sumut Indonesia Kepri DI Yogyakarta Sumsel Maluku Jateng Kalteng Kalbar Papua Babel Bali Jabar Sulteng Sulut DKI Jakarta Kaltim Sulsel 95 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . VCD/DVD player.08 110 104. kompor/tabung gas. radio.

60 105.56 109. 7. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.40 109.15 107. Nilai ITK < 100.21 109.64 107.24 107.24 108.23 110. 4. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . 29.55 105.22 107.77 109.06 102.47 104.17 100. 33.77 97.17 106. Provinsi (1) 1.41 105.12 108.04 106.10 105. 12.32 109. 24.69 104.63 109.96 111.75 111.15 103.23 112.96 109.12 100.34 107.72 108.47 114.22 100.12 110.77 113.92 108. 2.20 110.62 110. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.06 102. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.75 101.89 109. 6.26 105.09 108.42 106.07 107.96 107.06 108. 18.46 107. 28.15 108.03 107.58 107.01 106. 17.89 101.08 No.00 106.58 109.07 107.78 112.33 107.61 108.44 107.92 107.60 109.31 105. c.02 105. 15.56 107.84 108.39 105.15 108.78 107.48 107.69 108. 10.33 107.18 101.37 110.55 111.22 102.87 105.96 108.96 110.86 111.26 105.36 110.63 109.27 108.36 109.30 106. 9.48 104.00 105.26 104.66 108.90 106.46 109. 30.10 110.07 104.98 109. 11.11 105.46 100. 8.57 108.40 106.48 104.96 107.4 1) Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi (2) Triwulan I-2011 (3) Triwulan II-2011 (4) Triwulan III-2011 (5) Triwulan IV-2011 (6) Triwulan I-2012 2) (7) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta JawaTimur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua 101. 16.24 106.80 104. dengan indikasi sebagai berikut: a. Indonesia Keterangan: 1) 2) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200. 25.46 105. Nilai ITK = 100.69 100. 14.82 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11.46 111.66 103.70 112.54 102.35 109. Nilai ITK > 100.70 100.14 106.69 110. 23.20 112. 13.09 113.42 106.39 111.31 106.75 107.68 109.57 107. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012. 27.38 106.60 109.02 108. 5.79 102.44 106.58 107. 31.31 106.84 111.53 105.35 104. 3.01 111. 22.36 111.58 101. 26.16 108.44 108.40 110.39 105.95 109.24 103.55 101.53 107.10 102.40 110.21 99. 32.28 110.42 108.90 114.43 113.44 109.68 106.91 110. 20.46 106.51 103. 19. 21.44 110.89 99.33 110.48 108.60 107. b.47 98.70 101.47 105.59 100.07 106.40 107.05 107.64 105.72 106.

74 juta ton Gabah Kering Produksi padi tahun 2011 Giling (GKG).70 persen).37 34. 2009–2011 70 64.09 31.10 persen) turun 1.97 juta ton.39 persen) dan produktivitas sebesar 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .88 36.35 kuintal/hektar (0.47 65. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12.40 66.PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 83 XII. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) sebesar 65. PADI 1.24 juta ton.40 29.1 Perkembangan Produksi Padi. Grafik 12. Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus.52 30.34 30 20 10 0 Jawa Luar Jawa 2009 2010 Indonesia 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM 2.73 juta ton (1. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.74 60 Juta Ton 50 40 34. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.13 ribu hektar (0. mengalami penurunan sebesar 65.2). Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.74 juta ton. sebesar 0. PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 A.10 persen dibandingkan tahun 2010.

72 0.99 49.50 2.45 50.96 -0.71 50.Mei−Agustus .1 Perkembangan Luas Panen.36 0.53 -1.32 1.39 .16 -0.87 -301 080 -52 134 -9. Produksi (ton) .Januari−April 49.13 327 301 5. dan Produksi Padi Menurut Subround. Produktivitas (ku/ha) .70 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0.45 22 463 966 22 152 985 12 429 363 14 992 617 21 083 726 14 028 406 -310 981 2 563 254 -1.15 51.55 -1.56 49.35 3.93 -0.62 1 305 022 4.10 . 2009–2011 2 750 2 500 2 250 2 000 ribu ha 1 750 1 500 1 250 1 000 750 500 250 0 2009 (ha) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2246741 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 2010 (ha) 509181 1252719 1830866 958790 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 Tabel 12.80 -0.83 -6.September−Desember .Mei−Agustus 50.56 -0.22 -728 448 -1.Januari−Desember Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .Januari−Desember 2.60 .62 -1 069 259 -964 211 -4.77 1. Produktivitas.September−Desember . Luas Panen (ha) .2 Pola Panen Padi.September−Desember .09 .Januari−April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2.61 50.97 49.85 -78 355 -1. 2009−2011 Uraian 2009 2010 2011 (ASEM) (1) (2) (3) (4) Perkembangan 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (5) (6) (7) (8) 1.22 49.27 -0.10 3.78 2 487 244 3 022 050 12 883 576 13 253 450 2 720 970 13 201 316 534 806 369 874 21.Mei−Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0.38 20.88 -0.84 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Grafik 12.Januari−April .56 -3.Januari−Desember 49.67 0.43 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3.95 -0.44 48.

menurun sebesar 698. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843.81 persen) dibandingkan tahun 2010. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.54 persen).PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 85 B.56 ribu ton. C. JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17.84 ribu ton.54 ribu ton. turun 6.97 persen) dibandingkan tahun 2010.81 persen terjadi di Jawa sebesar 478.63 juta ton pipilan kering.04 persen) dan sebesar 0.84 ribu ton biji kering.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220.02 persen).90 ribu hektar (6. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270. menurun sebanyak 63.24 ribu hektar (6.14 kuintal/hektar (1. sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1.60 ribu ton (3. Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.97 persen tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64. Penurunan produksi kedelai Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .35 ribu ton.91 persen). Penurunan produksi tersebut Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17.29 kuintal/hektar (2.19 ribu ton (6. turun 3.63 juta ton.

Luas Panen .92 113.17 -88 279 -11.70 -270 243 -6.85 0.Produksi (biji kering) 10.54 42.35 1.53 91 506 0.93 Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0.Produktivitas ku/ha .78 ku/ha 111.49 12.37 44.Luas Panen Ha 2009 (3) 2010 (4) Perkembangan 2011 (ASEM) 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (6) (7) (8) (9) (5) 1. Jagung .02 Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.92 -63 193 -6.38 Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1. Kacang Hijau .48 13.85 -0.14 -1. 2009−2011 Uraian Satuan (1) (2) .97 Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.Produktivitas ku/ha .52 -3 216 -1.96 -698 603 -3. Kacang Tanah .25 1.2 Perkembangan Luas Panen.11 2.Luas Panen .21 9.59 0.02 14.99 Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0.25 1.85 0. Ubi Jalar .Produktivitas ku/ha 187.81 0.56 0.33 -81 333 -13.04 13.17 203.88 .Luas Panen .Produksi (biji kering) 12.29 2.07 0.33 141 196 6.91 Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3.Produksi (biji kering) 3.70 1.63 -410 -0.71 7.73 13.46 202.56 12.30 11.59 Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7.65 1.Luas Panen .42 Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8.82 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.Produksi (umbi basah) EDISI 22 Ton DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .Produktivitas .86 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Tabel 12.99 8.57 -39 895 -6.39 3.36 45.18 1. Produktivitas.81 Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8. dan Produksi Palawija.91 11.57 0.33 Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10.Produktivitas ku/ha .Produktivitas ku/ha .Produksi (umbi basah) 6.27 123.Produksi (pipilan kering) 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0. Kedelai .43 38 969 15.10 4.24 49 392 16.03 5.99 4.48 0. Ubi Kayu .Luas Panen .26 1.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

87

XIII. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR
TRIWULAN IV 2011
A. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS)
1.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur
besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011
naik sebesar 6,02 persen (y-on-y) dari
triwulan IV-2010. Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5,53 persen dari triwulan IV2009, triwulan IV-2009 naik 4,46 persen
dari triwulan IV-2008, dan triwulan IV-2008

Pertumbuhan produksi
Industri manufaktur besar
dan sedang (IBS) triwulan

IV-2011 naik 6,02 persen
dari triwulan IV-2010

naik 1,51 persen dari triwulan IV-2007.
Grafik 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011
(2000=100)
8,00
7,00
6,02
6,00

5,53

Persen

5,00

4,46

4,00
3,00
2,00

1,51

1,00
0,00
2008

2009

2010

2011

Tahun
2.

Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3,09 persen (q-to-q) dari
triwulan III-2011.

3.

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0,43 persen (m-to-m)
dari Oktober 2011.

4.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1,16 persen (m-to-m) dari
November 2011.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

88

5.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6,23 persen (y-on-y) dari
November 2010.

6.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5,83 persen (y-on-y) dari
Desember 2010.

Tabel 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen)
2000=100
q-to-q

Tahun

y-on-y

Total

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

2008

-0,34

1,92

3,31

-3,26

5,85

3,30

1,60

1,51

3,01

2009

-1,65

2,38

2,74

0,96

0,19

0,64

0,09

4,46

1,34

2010

-1,83

2,42

2,13

2,77

4,26

4,30

3,67

5,53

4,45

2011

-1,69

1,61

2,95

3,09

5,68

4,85

5,69

6,02

5,56

Tabel 13.2
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen)
2000=100
Bulan
(1)
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

y-on-y
2010

2011

2010

2011

(2)

(3)

(4)

(5)

7,44
2,06
7,53
4,17
5,34
5,03
5,50
1,73
10,10
5,98
6,23
5,83

-0,57
-1,00
0,10
1,27
1,10
2,02
2,20
0,48
-6,15
7,02
-0,66
1,53

-0,22
-5,96
5,46
-1,89
2,23
1,72
2,66
-3,11
1,57
3,01
-0,43
1,16

5,25
4,02
3,50
3,80
4,07
5,00
5,49
4,66
0,81
4,87
4,68
7,06

EDISI 22

m-to-m

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

89

Tabel 13.3
Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang
Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen)
2000=100
Triwulan/Tahun
KBLI

Jenis Industri Manufaktur

(1)

(2)

III/10

IV/10

I/11

II/11

III/11

IV/11

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

15

Makanan dan minuman

4,70

0,18

-3,87

7,92

3,99

3,34

16

Pengolahan tembakau

-2,51

2,03

2,82

8,57

-1,92

0,72

17

Tekstil

0,34

10,78

2,16

-4,81

1,39

1,54

18

Pakaian jadi

0,09

5,04

1,46

-1,44

0,37

0,14

19

Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki

-1,09

8,25

7,22

-0.20

-3,95

-1,96

20

Kayu, barang-barang dari kayu (tidak
termasuk furnitur), dan barang-barang
anyaman
Kertas dan barang dari kertas

5,63

0,74

-3,24

-2,45

-0,07

-2,32

0,32

10,32

4,77

-3,90

-5,90

2,74

3,79

0,43

-9,18

7,20

0,78

2,17

-3,18

7,96

-1,04

11,20

0,80

-1,52

-0,51

-0,92

-3,69

-1,87

-6,04

-0,40

26

Penerbitan, Percetakan, dan Reproduksi
Media Rekaman
Kimia dan barang-barang dari bahan
kimia
Karet dan barang dari karet dan barang
dari plastik
Barang galian bukan logam

-0,62

1,50

2,64

1,67

4,45

3,50

27

Logam dasar

1,95

7,79

6,75

0,90

-1,32

4,85

28

Barang-barang dari logam, kecuali
mesin dan peralatannya
Mesin dan perlengkapannya

4,01

5,26

0,63

-1,73

-0,55

-6,92

1,58

0,80

0,68

-0,44

-11,70

2,24

Mesin listrik lainnya dan
perlengkapannya
Radio, televisi, dan peralatan
komunikasi, serta perlengkapannya
Kendaraan bermotor

-2,80

6,24

1,95

14,11

-11,89

5,00

6,60

0,36

0,48

-5,84

13,60

-11,47

-2,84

7,67

5,00

-8,12

25,11

-5,60

Alat angkutan, selain kendaraan
bermotor roda empat atau Lebih
Furnitur dan pengolahan lainnya

6,87

-4,71

0,33

0,34

5,72

-12,32

0,15

2,12

-3,93

6,93

0,41

-10,56

2,13

2,77

-1,69

1,61

2,95

3,09

21
22
24
25

29
31
32
34
35
36

Industri Manufaktur

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

00 7. 3. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4.00 2. triwulan II- naik 4. dan Obat Tradisional naik sebesar 10. Barang dari Karet dan Plastik naik 8.54 4.21 persen dari tahun 2010. Grafik 13.00 5.00 4. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4.54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dan Industri tekstil turun 1. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1. Industri logam Dasar naik 12.26 1. Pertumbuhan produksi Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar IMK triwulan IV-2011 2.00 Persen 6. Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7.04 persen dari triwulan III-2011. 4.54 persen dari 2011 naik 1.00 0.26 persen dari triwulan IV-2010. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi.15 persen. dan Industri Karet. dan Industri Karet. Industri Furnitur naik 9.22 persen. Obat.00 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2.48 persen dari triwulan I-2011. dan triwulan III-2011 triwulan I-2011 naik 1.21 persen.02 persen.00 3.31 persen.71 persen dari tahun 2010.21 persen dari triwulan II-2011. Barang dari Karet dan Plastik naik 12. Industri pakaian Jadi turun 4.22 persen.90 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 B.48 1.21 1.00 2.50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 8.

95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1.18 -2.76 4.46 12.13 3.82 4.76 14.35 30 Alat angkut lainnya -0.88 17 Kayu.01 9.15 8.44 9.62 11.05 9.96 0.27 2.27 0.42 4.77 -0.86 13 Tekstil -1.82 -10.24 -1.32 1.48 2.36 3.19 3.82 4.55 12 Pengolahan tembakau -0.39 10 Makanan dan minuman 0.54 4.31 8.53 1.50 6.53 IMK 1.94 14 Pakaian jadi 0.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.00 -1.58 0.23 2.28 7.21 4.10 3.69 1.88 0.53 -2.19 5.12 4.60 6.72 29 Kendaraan bermotor.61 3.50 11 Minuman -5.71 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .88 0.86 24 Logam dasar 3.03 0. barang dari kulit dan alas kaki 4.88 5. dan optik -0.51 6. dan semi trailer -5.05 6.15 3.25 5.12 9.28 -2.99 1.74 -7.74 -0.82 1.22 -2.24 1.12 -3.92 -0.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 Pertumbuhan KBLI Jenis Industri (1) (2) Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (3) (4) (5) (6) (7) 2.18 1.08 2.65 6.84 -2.15 -4.55 21 Farmasi.78 6.68 -4. barang elektronik. bambu dan sejenisnya Kertas dan barang dari kertas -8.06 5.70 10.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1.50 16 3.22 5.50 -5.44 -4. barang dari karet dan plastik 5. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur).04 -1.67 12.41 6. dan barang anyaman dari rotan.99 5.52 8.10 26 Komputer.35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0.PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 91 Tabel 13.22 8.83 -0.54 3.24 1.30 7.99 1.26 1.31 1.78 5.07 2.37 27 Peralatan listrik -12.35 -1.21 32 Pengolahan lainnya 2.36 0.92 -1.39 -4.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6.14 4. trailer.21 22 Karet.91 31 Furnitur 5.99 1.02 5.53 -19. dan obat tradisional 13.08 1.96 10.22 23 Barang galian bukan logam 2. produk obat kimia.61 15 Kulit.31 3.

EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . jika 18.93 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.000 250.92 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV.000 Orang 200. jika dibanding Desember 2011.3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249. jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012.000 100. naik 0. selama Januari 2012 mencapai 249. dan turun sebesar 8. Sementara itu.5 ribu orang menjadi 652.000 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 - Bulan Soekarno-Hatta 2. Begitu pula. Ngurah Rai Batam Lainnya Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai.93 persen dibanding jumlah 2012 mencapai 652.05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011.8 ribu orang. PARIWISATA JANUARI 2012 A.87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011. jumlah wisman Januari 2012 turun 9.7 ribu orang. Secara kumulatif. yaitu dari 724.7 ribu orang pada Januari 2012.29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011. jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.7 wisman pada bulan yang sama tahun 2011 ribu orang atau naik sebesar 548.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011–Januari 2012 300.92 persen.000 50.7 ribu orang atau naik 19.000 150. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20.7 ribu Jumlah wisman Januari orang atau naik 18. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1. Grafik 14.56 persen yaitu dari 248. selama Januari 2012.

TPK Januari 0.80 poin 2012 turun sebesar 4. turun 2.80 TPK Januari 2012 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan mencapai 51.27 persen atau naik 0. dan Taiwan (3. Jepang (4.27 yang sama tahun 2011.30 poin. Australia (11.2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 70 Persen 60 50 40 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 30 Bulan Bintang 1 2. Korea Selatan (4. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .35 persen). Grafik 14. Jika dibanding Desember 2011. Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5 TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62.72 persen). Sementara itu. 1. jika persen atau naik dibanding dengan Desember 2011. diantaranya berkebangsaan Singapura (14.06 persen). 93 Dari 652.01 persen. B.65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.73 persen). TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0. Malaysia (12.75 persen).PARIWISATA JANUARI 2012 3.42 poin.46 persen). Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51. Cina (14.7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012.14 persen).

37 2.44 1.01 0.04 Mei 600 191 -1.93 0.10 0.54 279 219 13.07 April 608 093 1.59 1.70 65.43 2.06 September 650 071 4. PARIWISATA JANUARI 2012 Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2.54 51.80 52.30 208 832 -6.81 208 337 -6. Tingkat Penghunian Kamar.03 0.85 2.61 63.11 0. dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 Wisman Nasional Bulan/ Tahun (1) Jan–Des 2011 Jumlah (2) 7 649 731 Perubahan (%) (3) TPK 20 Prov.47 -3.09 Maret 598 068 5.56 SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .62 - 2. (%) Wisman Bali Jumlah (4) Perubahan (%) (5) TPK Bali (%) Lama Menginap Tamu (Hari) Rate Perubahan Rate Perubahan Ratarata Perubahan (6) (7) (8) (9) (10) (11) - 2 788 706 - 52.62 2.90 46.16 220 341 -9.01 3.27 -4.63 248 336 12.50 201 457 -3.36 50.03 0.09 November 654 948 -0. yang berarti terjadi penurunan sebesar 0.68 224 423 10.18 64.85 52.69 -9.36 245 248 17.87 62.08 Desember 724 539 10.44 56.90 60.91 244 421 -3.95 0.60 61.97 -1.15 64.96 -0.1 Perkembangan Jumlah Wisman.66 3. dibanding Desember 2011.23 -2.05 2.13 1.10 EDISI 22 DATA 0.13 0.32 62.36 71.03 hari.02 Juli 745 451 10.04 -0.12 65.87 3. Tabel 14.82 - 64.88 70.94 3.27 1.03 0.01 Agustus 621 084 -16.03 62.68 252 698 3.11 Juni 674 402 12.07 Oktober 656 006 0.15 -5.71 55.74 1.85 58.48 1.92 249 728 51.10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011.75 5.05 -12.93 -0.95 52.97 -0.00 Jan 2012 652 692 -9.57 1.13 0.47 7.90 -1.34 54.28 202 539 0.01 2.07 -0.02 - Januari 548 821 -14.57 2.87 2. rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0.34 0.16 0.01 -0.15 Februari 568 057 3.98 0.32 2.30 51.30 62.10 hari.06 51.63 0.67 252 855 0.42 2.10 0. Sementara itu.93 2.

TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 95 XV.31 angkutan udara domestik persen Januari 2012 mencapai dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011. TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 A.4 juta orang. 1.7 ribu orang atau turun 4. naik 5.4 juta orang atau turun 2. Grafik 15. Angkutan Udara Jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri (domestik) selama Januari 2012 Jumlah penumpang mencapai 4. Jan'12 Des Nov Okt Sep Agu Juli Juni Mei Apr Mar Feb 0 Jan'11 2 penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930.57 dibandingkan dengan bulan yang sama persen tahun 2011.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15.57 persen 4. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 20 18 16 14 juta orang 12 10 8 6 4 2.

9 juta ton atau turun 16. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam persen negeri selama Januari 2012 mencapai 8. jumlah penumpang kereta api mencapai 16.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38. 2.67 persen selama Januari 2012 mencapai 1.76 persen jika Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510.1 juta orang atau turun 4.22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4. orang. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. Angkutan Kereta Api 1. C.1 juta orang. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .6 ribu dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.96 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 B.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18. Angkutan Laut Dalam Negeri 1. turun 4. Selama bulan Januari 2012.40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.9 juta ton atau turun 3. Jumlah barang yang diangkut kereta api Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16.6 ribu orang atau turun 8.76 2. turun 20.

4 10.90 16 891 Februari 3 812.12 16 441 -3.0 7.05 644.3 November Desember 6.98 1 728 3.59 Juli 4 901.01 890.03 12 398.5 1.1 11.3 Angkutan Laut (3) Penumpang Angkutan Kereta Api Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (000 ton) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) .8 1.6 17.52 12 055.44 Mei 4 221.9 -1.12 1 675 -3.1 -0.16 -4.14 16 179 -1.88 806.25 598.1 -2.7 3.0 -16.48 529.5 -16.7 1.1 886 - Januari 4 387.71 1 836 -2.0 - 16 102 .5 13.4 5.3 -16.93 Januari 4 155.61 656.47 1 620 -7.75 1 587 3.33 10 594.31 930.1 13.58 1 757 Juni 4 676.96 786.26 773.87 854. dan data penumpang angkutan kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi.85 1 330 -16.199 337 Peru(000 bahan ton) (%) (12) (13) .60 624.7 -1.152 432.37 858.9 1.02 1 672 25.78 1 036.28 9.4 -4.45 13 595.8 -7.8 -3.19 613.5 -6.97 14 489.3 15.7 - 510.5 -8.72 15 223.19 Maret 4 155.9 -8.8 -0.88 16 811 3.46 510.65 .6 - 8 881.83 15 205.7 9.1 -23.5 4.20 439 - -4.3 .35 867.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Domestik Bulan (1) 2011 Internasional Peru(000 org) bahan (%) (2) 51 517.33 14 846 -18.6 -8.96 11 199.7 -4.90 September 4 546.6 22.6 16.9 -5.96 887.34 16 978 14.6 10 442.52 10 399.9 15.15 539.80 1 006.41 14 038.25 16 461 -2.43 4 429.51 Oktober 4 348.22 1 886 -3.8 -3.67 17 522 6.40 8 881.39 590.97 557. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 7.7 -11.TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 97 Tabel 15.91 4 490.4 18 132 5.2 -8.0 23.0 -9.6 10.5 -2.5 -7.16 1 648 -1.3 .72 1 891 9.18 16 102 4.28 13 086.3 Agustus 3 680.00 896.6 -11.91 1 951 6.87 770.68 14 890 -11.0 - 7 554.26 2012 4 387.65 -4.1 - 930.10 828.68 17 265 -1.38 16 921 13.80 -2.4 -13.8 -24.38 974.71 April 4 098.2 -11.33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).02 1 744 974.16 643.

sementara di daerah pedesaan berkurang 0.49 12.1 Persentase Penduduk Miskin 20. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0.02 juta orang (12. 3.23 9.59 15. Pada bulan Maret 2011.00 Persen 12. Selama periode Maret 2011– September 2011.09 juta orang.98 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI.89 juta orang pada bulan Maret 2011 yang berjumlah (12.1). KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 A. penduduk miskin pada bulan September 2011 Dibandingkan dengan penduduk miskin sebanyak 29.20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan.72 15.36 10. 63.00 15. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0. sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah perdesaan 63.36 Jumlah persen).89 juta orang (12.13 juta orang (Tabel 16.49 persen). Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29.00 kota desa Maret 2011 2. 1.00 9.36 persen) 30. Grafik 16. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah.35 persen. kota+desa September 2011 Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan.04 juta orang.09 5.00 0.

Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6.72 172 723 50 458 223 181 18. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3. yaitu sebesar 2.KEMISKINAN SEPTE MBER 2011 99 Tabel 16.59.4 persen terhadap Triwulan I 2011.97 15.19 menjadi 34. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7.79 persen dari 103.23 9. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng. Selama periode Maret 2011–September 2011. dan 2. gula pasir.95 9. 1. cabai rawit.24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011. 61.32 pada Maret 2011 menjadi 105. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun (1) Perkotaan Maret 2011 September 2011 Perdesaan Maret 2011 September 2011 Kota+Desa Maret 2011 September 2011 Makanan (2) Bukan Makanan (3) Total (4) Jumlah penduduk miskin (juta) (5) 177 342 184 919 75 674 78 675 253 016 263 594 11. Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1.Selain itu.1 Garis Kemiskinan.46 pada Februari 2011 menjadi 21.51 persen. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0.59 171 834 179 204 61 906 64 525 233 740 243 729 30.64 persen terhadap ITK Triwulan I. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1.02 29. Sementara itu. 2.05 10.17 pada September 2011.35 persen.21 persen. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I.36 Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Persentase penduduk miskin (6) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah.06 pada Agustus 2011. II.25 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0.6 persen pada periode yang sama. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34. dan 30.94 15.72 persen.26 persen.89 12. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .09 165 211 48184 213 395 18.28 persen.48 persen.49 12.

3.100 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 B. dan biaya pendidikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2.53 persen pada bulan September 2011.71 persen di daerah perdesaan. Peranan GKM terhadap GK sangat dominan.21 persen di perdesaan). Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1.58 persen di perkotaan dan 2.36 persen di perkotaan dan 5.89 persen di perdesaan). tempe (2. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. 2. Kontribusi biaya perumahan (7. Garis Kemiskinan (GK). yaitu dari Rp233.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243.58 persen di perdesaan). kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. listrik.25 persen di perkotaan dan 1. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin. C.30 persen di perkotaan dan 1.84 persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3.10 persen di perkotaan dan 0. daging ayam ras (2. Selama bulan Maret 2011–September 2011.27 persen diperdesaan). Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun.49 persen di perkotaan dan 1.72 persen di perdesaan).28 persen di perdesaan).729 per kapita per bulan pada September 2011. Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan. Pada bulan September 2011.75 persen di perkotaan dan 1.27 persen. gula pasir (2.52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73. mie instan (2. yaitu mencapai 73. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan.78 persen di perkotaan dan 3. angkutan. biaya listrik (2. dan biaya angkutan (2. biaya pendidikan (2.66 di perdesaan).31 persen di perkotaan dan 7.50 persen di perdesaan).08 pada bulan Maret 2011 menjadi EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26.35 persen di perkotaan dan 2. 2. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Garis Kemiskinan naik sebesar 4. tahu (1. Pada periode Maret 2011–September 2011.60 persen di daerah perkotaan dan 33.97 persen di perkotaan dan 1. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras. terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).74 persen di perdesaan). Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8.11 persen di perdesaan).

61.61 2.KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 101 2.2). Pada bulan September 2011.68 0.68.48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2.48 2.55 menjadi 0. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil.05 Maret 2011 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0. Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan.52 2.05 pada bulan September 2011. Tabel 16.55 September 2011 0.53 pada periode yang sama (Tabel 16.39 0. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan. Maret 2011–September 2011 Tahun Kota Desa Kota+Desa (1) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) (2) (3) (4) Maret 2011 1. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0. nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1.53 Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 3.70 0.08 September 2011 1.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah.63 2.39 0.

62 5.87 13.06 163.58 9.67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99.59 6.20 217 205 82.96 16.00 0.35 11.93 13.27 5.70 18.35 9.56 15.42 210 046 450.35 17.92 12.58 4.06 192 274 177.61 5.31 9.61 Gorontalo 202 305 14.78 7.31 22.12 28.35 Kalimantan Timur 359 290 87.51 195 620 305.99 Riau 321 390 136.95 18.35 348 736 44.58 Bangka Belitung 351 414 20.75 266 271 909.33 4.39 1 277.72 8.87 6.21 DI Yogyakarta 273 678 298.58 9.53 946.13 6.93 986.88 226 770 265.39 31.16 17.102 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 Tabel 16.57 Jawa Tengah 231 046 2 175.10 6.57 564.99 16.48 Kalimantan Tengah 259 917 28.27 Sulawesi Tenggara 208 575 28.26 9.16 Kepulauan Riau 363 572 104.90 3.67 205 981 3 080.40 22.45 198.43 334.09 306 981 17.86 4.48 Sumatera Utara 288 023 652.23 16.01 900.55 2.45 8.47 186 504 887.26 Bali 255 996 100.08 10.66 6.90 Sumatera Selatan 288 432 407.90 10.81 10.10 239 208 769.94 224 497 654.70 211 069 286.49 9.17 Jambi 316 123 97.12 4.63 835.46 122.99 896.72 5.39 1 061.18 13.14 7.89 22.45 13.64 25.30 253 434 215.23 23.00 Papua Barat 356 222 13.27 22.44 10.10 150.17 17.00 355.17 183.75 9.64 Kalimantan selatan 268 791 59.66 214 166 3 493.73 8.76 4.19 19.48 173 649 701.85 Banten 247 575 335.29 3.03 308 265 730.63 Sulawesi Utara 227 069 78.23 10.35 4.36 EKONOMI (8) % Penduduk Miskin 169.50 6.79 DKI Jakarta 368 415 355.96 432.59 257 076 299.99 251.85 441.74 254 399 121.07 16.24 INDONESIA 263 594 10 954.74 690.13 4.92 30.53 6.39 4 650.19 16.25 194.30 SOSIAL (7) Jumlah Penduduk Miskin (000) 346 385 DATA (6) Total Aceh EDISI 22 (3) Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) MARET 2012 (9) .71 325 128 213.50 5 255.14 Jawa Timur 242 403 1 734.95 226 299 98.80 297 986 159.45 13.45 Maluku Utara 264 367 8.3 Garis Kemiskinan.21 192.20 3.12 8.30 227.93 16.01 7.05 40.56 472.42 14.20 3.64 0 0.02 Sulawesi Barat 203 048 33.23 11.89 6.21 189 980 129.01 280 271 336. dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 Perkotaan Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) (1) (2) Pedesaan Jumlah % Penduduk Penduduk Miskin (000) Miskin Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (4) (5) 13.32 232 723 1 053.96 3.79 7.64 Maluku 288 414 56.54 214 179 355.49 38.28 14.61 255 719 296.83 303.25 376.40 18.23 11.59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445.83 235 442 138.09 209 777 2 022.82 14.55 5.46 Sulawesi Tengah 271 260 65. Jumlah.50 20.91 65.19 19.59 29 890.04 Sulawesi Selatan 206 620 133.53 Papua 320 321 37.35 9.26 247.17 17.80 8.53 12.31 13.96 3.09 10.53 1 421.02 6.36 Lampung 282 456 224.44 12.14 12.74 14.51 216 496 116.51 10.00 17.95 233 566 154.05 239 973 366.09 223 181 18 935.48 Kalimantan Barat 239 411 89.83 Sumatera Barat 308 068 145.95 Bengkulu 297 506 88.61 107.64 Jawa Barat 234 622 2 628.03 356.24 9.66 5 227.79 9.

Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. perubahan negatif IHK disebut deflasi. mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh. Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH. SBH terakhir diadakan tahun 2007.SUPLEMEN: METODOLOGI 103 XVII. penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. dapat dicari harganya. Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota. yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas. Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. Sejak Juni 2008. SUPLEMEN: METODOLOGI 1. IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres. Sebaliknya. yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas). yaitu : k IHK n  Pni P i 1 P( n 1) i Qoi ( n 1) i k  PoiQoi 100 i 1 Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : In  IHKn  IHK( n 1) IHK( n 1)  100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. dan selalu ada barang/jasanya.

2. pasar modern. bengkel. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. tarif listrik. dan sebagainya.104 SUPLEMEN: METODOLOGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. susu. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. dan keseimbangan permintaan dan penawaran. dan outlet mandiri (seperti toko eceran. Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. rumah tangga yang mempunyai pembantu. sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. cabai. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan. dan sebagainya. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. persistent. inflasi administered prices. Berdasarkan tahun dasar 2007. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. dan bersifat umum. upah buruh. Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. praktek dokter. mie. restoran siap saji. setiap 2 minggu. minyak goreng. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . setiap minggu. yang sifatnya cenderung permanen. sepeda motor. dan inflasi volatile goods. dan sebagainya. seperti ekspektasi inflasi. mobil. rokok. dan sebagainya). atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. nilai tukar. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. daging ayam ras. c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak.

id. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai). menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi.SUPLEMEN: METODOLOGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. awak kapal berbendera Indonesia. Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan berikutnya). Survei Penduduk Antar Sensus. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. 3. Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka. Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia. sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. pengungsi dan masyarakat terpencil). data Migas dari KPPBC. Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat). Pertamina dan BP Migas. menghitung semua komponen pengeluaran PDB. Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. menghitung semua komponen nilai tambah.go.bps. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya. (2) pendekatan pendapatan. dan (3) pendekatan pengeluaran. penghuni perahu/rumah apung. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. Secara teoritis.

Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu).106 SUPLEMEN: METODOLOGI 5. mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. mereka yang mempersiapkan usaha. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja. Pengumpulan data berbasis sampel. atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah. Pengangguran Terbuka (Unemployment). EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan. paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. dengan pendekatan rumah tangga. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela).

Hortikultura. dan Perikanan. baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan. Tanaman Perkebunan Rakyat. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. Semakin tinggi NTP. 7. sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan. Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan.SUPLEMEN: METODOLOGI 107 6. Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices). Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi. Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan. Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Peternakan. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan.

impor dan ekspor. yaitu: pertanian. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya. Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005.108 SUPLEMEN: METODOLOGI 8. Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor. tetapi saat panen raya (Maret s. Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu. 10. serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. pertambangan dan penggalian.11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres. industri.d. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia.8 Tahun 2003. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. Karena unit penggilingan bukan merupakan responden. IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005. IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No. Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No.105/PMK. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel). Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini. 9. harga di penggilingan ditentukan dari hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat.

400 perusahaan besar dan sedang. Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). Data realisasi produktivitas diperoleh dari hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang. dengan responden pimpinan perusahaan. terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April. Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel. Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya. dan diprediksi menurut tingkatan waktunya. Jumlah sampel STB sebanyak 2. 11. merupakan angka realisasi.SUPLEMEN: METODOLOGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1. Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan. Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar). Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia. terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus.500 rumah tangga. 12. Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .

Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“. Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia. yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia. Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia. Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan.110 SUPLEMEN: METODOLOGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan. jumlah kamar terpakai. Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya. 13. jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. baik laut maupun udara. pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3). TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang. didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . termasuk di dalamnya Crew WNA.576 perusahaan.

kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan. ii. Dengan pendekatan ini. juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar).SUPLEMEN: METODOLOGI 111 14. Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011. IV. Dengan pendekatan ini. yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK).d. Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional. yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). BPS menggunakan konsep kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . dapat dihitung Head Count Index (HCI). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. 15. Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara. Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. Kemiskinan i. iii. Sebagai informasi tambahan. PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. Untuk mengukur kemiskinan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful