HEADLINES

i

HEADLINES
1.

Inflasi
Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0,05 persen. Inflasi tahun kalender
2012 sebesar 0,81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011
(y-on-y) sebesar 3,56 persen.

2.

Pertumbuhan PDB
 PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6,5 persen dibanding PDB Triwulan IV2010 (y-on-y).
 PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1,3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q).
 Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011
dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6,5 persen.

3.

Ekspor
 Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15,49 miliar, turun 9,28 persen
dibanding ekspor Desember 2011, namun naik 6,07 persen dibanding ekspor
Januari 2011.
 Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12,52 miliar yang terdiri dari
produk pertanian US$0,38 miliar, industri US$9,48 miliar, dan pertambangan
dan lainnya US$2,65 miliar.

4.

Impor
 Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14,57 miliar, turun 11,57 persen
dibanding impor Desember 2011, namun naik sebesar 16,02 persen jika
dibanding impor Januari 2011.
 Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor barang konsumsi Januari
2012 sebesar US$1,12 miliar, bahan baku/penolong US$10,48 miliar, dan
barang modal US$2,97 miliar.

5.

Upah Buruh
 Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik
masing-masing sebesar 0,32 persen dan 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0,14 persen dibanding
bulan sebelumnya, sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012
naik 0,30 persen dibanding bulan sebelumnya.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

ii

HEADLINES

6.

Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan
 NTP Februari 2012 turun 0,60 persen dibanding bulan sebelumnya.
 Pada Februari 2012, terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,46 persen.

7.

Harga Pangan
 Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0,77 persen dibanding Januari 2012,
dan naik 15,37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
 Harga cabai merah Februari 2012 turun 30,27 persen dan cabai rawit turun
6,31 persen dibanding bulan sebelumnya.

8.

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
 IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0,74 persen dibanding bulan
sebelumnya.

9.

Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen
 Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis
(ITB) sebesar 106,92).
 Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108,37.
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,44).
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan
nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,08.

10. Produksi Tanaman Pangan
 Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65,74 juta ton Gabah
Kering Giling (GKG) menurun 1,10 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17,63 ribu ton
menurun 3,81 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843,84 ribu ton
menurun 6,97 persen dibanding tahun 2010.
11. Industri Manufaktur
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011
naik sebesar 3,09 persen dibanding Triwulan III-2011, dan naik 6,02 persen jika
dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

92 persen jika dibanding bulan sebelumnya.HEADLINES iii 12. namun turun sebesar 9.  Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . 13. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.  Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4. Transportasi  Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2.7 ribu orang. naik 18.31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.  Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8.

iv HEADLINES EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

d.KATA PENGANTAR v KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). hasil Sensus Penduduk 2010. harga dan upah (s. Suryamin.d. perkembangan ketenagakerjaan (s.d. M. Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s. Februari 2012). Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi.d. keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan. triwulanan.Sc. dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www. Februari 2012).go. perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s. Jakarta. wisatawan dan transportasi (s.d. Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s. produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011).d. harga perdagangan besar (s.d.d. Januari 2012). 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr. yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan. Februari 2012).bps. Triwulan IV-2011). Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu. ekspor-impor (s. tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia. Triwulan IV-2011).id. Agustus 2011). Januari 2012). Lebih lanjut.

vi KATA PENGANTAR EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

....................................................... 87 XIV............. vii DAFTAR TABEL ........................................................................ PARIWISATA JANUARI 2012 ............................. 61 VIII...... xiii FOKUS PERHATIAN ............................. SUPLEMEN: METODOLOGI .................................................................. 98 XVII.............. 69 X............ 77 XII................. 83 XIII......................................... 36 VI............................................................. 30 V................... 1 I................................... PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 .......................................................................................................................... v DAFTAR ISI ...... PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 ..................................................................................................................................................... 92 XV............................................. 95 XVI........................................................................ KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 ........................................................................................................ viii DAFTAR GRAFIK ............................................... TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 ......... PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 ........................... 54 VII........................... IMPOR JANUARI 2012 .............................DAFTAR ISI vii DAFTAR ISI HEADLINES ....................................................................... INFLASI FEBRUARI 2012 ................................................. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 ........................ 16 III............................................................ 9 II........ EKSPOR JANUARI 2012 ........................ NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 .................... INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 ............................................................... KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 ....... UPAH BURUH FEBRUARI 2012 .............103 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .......................................... HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 ........................ INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 ........... 26 IV............... i KATA PENGANTAR ........................................................... 63 IX...................... 74 XI.................................................

.............6 Inflasi Beberapa Negara......................................9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) ............1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) ..............................2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha ..........................................19 Tabel 2.........................................................28 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ...............................................................................1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 ...................................................................18 Tabel 2.........................1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012............................................................13 Tabel 1...22 Tabel 2..........................12 Tabel 1.......23 Tabel 2................7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) ........5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) ......................24 Tabel 2.........3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen).......................... Desember 2011–Januari 2012 ..............10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ..............................................2 Laju Inflasi Februari 2012.......................................6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) .........................................................21 Tabel 2.................17 Tabel 2....................7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011...........viii DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel 1....20 Tabel 2............23 Tabel 2...............8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) .......... Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year .12 Tabel 1......................24 Tabel 3............27 Tabel 3........ Februari 2012 (persen) .................................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) ..... Februari 2012..4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender ...............3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga..11 Tabel 1...........................................14 Tabel 2...........................13 Tabel 1.. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) ............................5 Inflasi Nasional Year-on-Year .........11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 ................................2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 .....................18 Tabel 2.................4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan......11 Tabel 1..................

......5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.........................................................DAFTAR TABEL ix Tabel 3.. 47 Tabel 5....4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.............................................. Juta US$) ...............................................................2 Penduduk....... Januari 2011–Januari 2012 ................................. SP2010...3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari.....7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama................... 2010 ............................................................................ Laju Pertumbuhan.......................... 34 Tabel 4........................ 2011 dan 2012 .......5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa................... SP2010 ..............................1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin... 29 Tabel 3.........................2 Perkembangan Impor Indonesia.................... Januari 2012 ....................... 41 Tabel 5................................................................................................ Januari 2011 dan 2012 ..........3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan ............................... 40 Tabel 5.................... 46 Tabel 5.........4 Ekspor-Impor Beras Indonesia..........................................6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang..10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih ....... 2010 .............................. 33 Tabel 4.. 48 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .... 32 Tabel 4................ 28 Tabel 3..... 33 Tabel 4.................................................. 44 Tabel 5............................. SP2010................................ 32 Tabel 4.. 2010 .............................. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$)............................................. SP2010 .... 36 Tabel 5.. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi .... 45 Tabel 5.......... 35 Tabel 5...................................................9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal..... Triwulan I 2010–Januari 2012 ......... 2010 ....... 43 Tabel 5.........3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 .................................4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012................................................................................1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.............7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.......5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama............................ 2011 dan 2012 ............................................. 35 Tabel 4. 42 Tabel 5......8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.................................6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi................ 29 Tabel 4........................8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 . 34 Tabel 4................

......2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang).......58 Tabel 6........68 Tabel 9...........55 Tabel 6...........................................................................................................................12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja.....1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani.................................................................. SP2010..11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar. SP2010 .................x DAFTAR TABEL Tabel 5.......15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus................14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon......................2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.............................. SP2010 ................................................................49 Tabel 5........................................ SP2010 ................. 2010–2011 (juta orang) ...........62 Tabel 8....... Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) ........................1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan...................60 Tabel 7.........................................52 Tabel 5..............................7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 ....51 Tabel 5....................................................................53 Tabel 6...2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 ..............56 Tabel 6........................................... Februari 2011–Februari 2012...................13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak........1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 .................4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) ....67 Tabel 8.................................................................................5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) ..1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) ..........................71 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ..............................................3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.. SP2010 ...............70 Tabel 9.....58 Tabel 6...57 Tabel 6..... Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010−Februari 2012 .........50 Tabel 5.................................6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) .......................................66 Tabel 8..................................3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) .........................................................59 Tabel 6..............................................................................

..... 76 Tabel 10........................................... Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012.............3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 ..... (2005=100) .............. Produktivitas.. 86 Tabel 13........................... 81 Tabel 11...... 2009−2011 .............................. 75 Tabel 10................. dan Produksi Padi Menurut Subround.................................4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 ...........1 Perkembangan Jumlah Wisman....... dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 ...........................4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar... 73 Tabel 10.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas......... 91 Tabel 14.... 2009−2011 ................................................3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) .................... 88 Tabel 13.....2 Perkembangan Luas Panen...............1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ....................... Indonesia Januari 2012–Februari 2012....................2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi.......... (2005=100) .............................................1 Perkembangan Luas Panen... Produktivitas............................................................................................ (2005=100) ..... 82 Tabel 12............DAFTAR TABEL xi Tabel 9.. Tingkat Penghunian Kamar..... 84 Tabel 12...... Indonesia Januari 2012–Februari 2012....3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.................................................................................................. dan Produksi Palawija............ Indonesia Desember 2011–Januari 2012........ 94 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ........... 78 Tabel 11.........................................................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya ......... 79 Tabel 11.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya..................... 89 Tabel 13.. 76 Tabel 11............2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 ............................ (2005=100) ....................................................................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 ............. 88 Tabel 13............................................................................ 75 Tabel 10.................4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ...................

....97 Tabel 16.............1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 .................. Maret 2011–September 2011 ................... dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 ..................................................99 Tabel 16..........101 Tabel 16........ Maret 2011–September 2011 ... Jumlah.......................................2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah........3 Garis Kemiskinan.....................................102 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ...xii DAFTAR TABEL Tabel 15............................. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.......1 Garis Kemiskinan............

....................1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 ..5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen)...............................................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) ......................... Februari 2011–Februari 2012 ..............1 Jumlah Angkatan Kerja......4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) ..........1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan.....6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) ......................................... 54 Grafik 7...................................... 20 Grafik 2.........................................1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 ................................ 17 Grafik 2..... 61 Grafik 8..... 2010–2012 ......................................................... 65 Grafik 9..........................................................................1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s................................ 22 Grafik 2......................................................2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) ..........1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 ................ Tahun Kalender.............................................................. 25 Grafik 3......... 26 Grafik 4........ 30 Grafik 4.............. 2010 .......... 9 Grafik 2....................................2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It)................. 38 Grafik 5..............2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari....................... 31 Grafik 5.............. 19 Grafik 2. 37 Grafik 5...........3 Inflasi Perdesaan............1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 .............3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia....................... 64 Grafik 8.....d Triwulan IV-2011 (persen).1 Nilai Tukar Petani (NTP)......... 2011 dan 2012.....................................DAFTAR GRAFIK xiii DAFTAR GRAFIK Grafik 1.... dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota................... 69 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .......... Februari 2010–Februari 2012 ........................................2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi.............................................. Februari 2011–Februari 2012 ......................................................... dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) .. 63 Grafik 8...............1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .............. 1971−2010 ........................................................ Penduduk yang Bekerja................. 16 Grafik 2.... Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)............ 39 Grafik 6.........

...........................1 Perkembangan Produksi Padi...........................................................2 Pola Panen Padi..................................................................................................1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 .......................................................... 2009–2011 ......81 Grafik 12.....1 Persentase Penduduk Miskin ...................................................1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 ................................................................................................98 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .......................93 Grafik 15........3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi .......................................................74 Grafik 11............................................2 DAFTAR GRAFIK Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ................................................................95 Grafik 16...........2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 ................................80 Grafik 11..................................................1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ............. 2009–2011 .......................84 Grafik 13............92 Grafik 14.......1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011 (2000=100) ........................................70 Grafik 10.......................................................................................83 Grafik 12......87 Grafik 13......................78 Grafik 11................................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi ...2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ......................xiv Grafik 9..........90 Grafik 14.............................................................................1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 ...............

5 persen (year-on-year). PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1.05 persen. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6. PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.8 persen. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5.05 persen.3 persen.03 persen). Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. ekspor barang dan jasa naik sebesar 3. Inflasi Februari 2012 sebesar 0. Pada Triwulan IV-2011.5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear).9 persen. Peternakan. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Secara kumulatif. peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1.13 persen.73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0. Hotel dan Restoran sebesar 10. Peternakan.3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian.04 persen).05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3. 2.56 persen.5 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1.5 persen. Dari 66 kota. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. dan impor barang dan jasa naik sebesar 6.FOKUS PERHATIAN 1 FOKUS PERHATIAN 1. Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.3 persen. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0.5 persen.2 persen. Ditinjau dari sisi penggunaan.2 persen dan terendah di Sektor Pertanian.29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0. Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0.1 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1. Kehutanan dan Perikanan sebesar 20.

Nilai ini turun 7.57 miliar. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12.28 persen dibanding ekspor Desember 2011. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.99 miliar atau turun 18.07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).49 miliar. Menurut sektor.53 miliar) dengan pangsa 21. namun turun 9. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2. naik 6.52 miliar atau turun 7.49 miliar.02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2. FOKUS PERHATIAN Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. atau naik 16. Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.82 persen.57 persen dibanding impor Desember 2011. naik 16.32 miliar. Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011. namun turun sebesar 11. 4.72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011.66 persen dibanding bulan sebelumnya.02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.52 miliar). ekspor hasil pertanian turun 1.05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.07 persen (year-on-year).88 persen.2 3. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2.97 miliar atau turun 14.82 persen. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .58 miliar atau turun 9. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14.57 miliar.08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2. naik 6.

70 juta orang (6.0 juta orang.56 persen).7 juta orang. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km .4 juta orang).469 2 orang per km ).14 persen). Dilihat dari penyebaran penduduk. Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111. Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9.14 persen).39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7. Sebesar 83. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109.80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7.78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119. berkurang 2.3 juta orang).6 juta orang dan perempuan sebanyak 118.91 persen). 2 meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km ). 6.5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1.FOKUS PERHATIAN 5. Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61. Sekitar 40.70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6.50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24. TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6.40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32. Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7. 3 Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237. pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa 2 (1.055 orang per km ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14.4 juta orang.1 juta rumah tangga (14.37 2 persen). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .70 persen). Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5.6 juta orang. berkurang 1.49 persen per tahun. Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237.6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119.56 persen. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.

sedangkan secara riil turun sebesar 0.81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.03 persen). serta transportasi dan komunikasi (0. Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan. dan 0.39 persen. turun 0.4 7.16 persen.23 persen dan 0.32 persen dibanding upah bulan sebelumnya.35 persen dibanding upah bulan sebelumnya.40 persen).42 persen). rekreasi. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .939 Secara nasional. turun 0. perumahan (0. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39.46 persen.08 persen).02 persen). Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63.30 persen.73. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0. peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1. kesehatan (0. pendidikan.60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105. dan olah raga (0. makanan jadi (0. FOKUS PERHATIAN Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39.939. naik 0.09 persen. 0. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.14 persen.60 persen dari bulan sebelumnya. sandang (0. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105. hortikultura. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0. yaitu bahan makanan (0.10.53 persen). 0. dan secara riil naik sebesar 0.29 persen). Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.49 persen).854 dan Rp63.12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0. NTP Februari 2012 tercatat 105. naik 0.02 persen. tanaman perkebunan rakyat.10. Pada Februari 2012.50 persen).854. 8.

31 persen).27). susu kental manis.77 persen dari bulan sebelumnya.30 persen. harga beras Februari 2012 naik 15. Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1. terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108.520 per kg.65 persen).37 persen. Selain beras. gula pasir. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah.77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya.27 persen). lebih tinggi dari inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. naik sebesar 0. Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. 11. cabai rawit (turun 6.57 persen). Komoditas lain yaitu daging sapi. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106.89 persen). penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0. naik 0.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30. 10. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0. Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0. daging ayam ras (turun 1.56 persen.92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106.FOKUS PERHATIAN 9.40 persen. 5 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. minyak goreng. komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1.77.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dibanding Februari 2011 (year-onyear). naik 0.57 persen). dan ikan kembung (turun 1.35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas.35 persen dibanding bulan sebelumnya.92.520 per kg.

Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108. Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian.37). menurun sebanyak 0.67). 12.6 FOKUS PERHATIAN 105. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108.91 persen). tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111.07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105.54 persen).44.34).53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106. peternakan.19 ribu ton (6. kehutanan dan perikanan.74 juta ton GKG. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi. Dibandingkan tahun 2010.39 persen) dan produktivitas sebesar 0. Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65.81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63. Sedangkan produktivitas naik sebesar 1. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65.51). turun 1. sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1.10 persen. Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108.32).97 juta ton.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).35 kuintal/hektar (0. produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3.24 juta ton.24 ribu hektar (6.97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .69). Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111.82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.70 persen).08). Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi.29 kuintal/hektar (2.10 persen) dibandingkan tahun 2010. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.73 juta ton (1. Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113.13 ribu hektar (0. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108. artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya.

Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.14 kuintal/hektar (1.8 ribu orang.46 persen dibanding bulan sebelumnya. naik 18.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali. dan naik sebesar 5.4 juta orang. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6.83 persen dari Desember 2010 (year-onyear).04 persen) dan sebesar 0. dan jumlah penumpang kereta api turun MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51.7 juta orang. dan naik 3. 14.02 persen).90 ribu hektar (6. naik 18. jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4.02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year).4 juta orang. 13.FOKUS PERHATIAN 7 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39. Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6.57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.7 ribu orang. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1.93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548.92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya. naik 5.31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652.27 persen atau naik 0.40 persen dibanding bulan sebelumnya.57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2. Selama Januari 2012. 15.16 persen dari November 2011 (m-to-m). Sekitar 38. naik 5.09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q). jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8.80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011.02 persen (year-on-year).

35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan.76 persen. penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0.53 persen. Sebagian besar (63. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5. Selama periode Maret 2011–September 2011. Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29. dan jumlah penumpang kereta api turun sebesar 4. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73.36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29. jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15. turun 0.13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30.67 persen.89 juta orang (12. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20. sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0.8 FOKUS PERHATIAN 4.57 persen.34 persen.36 persen). Dibanding Januari 2011 (year-onyear).22 persen dibanding bulan sebelumnya.09 juta orang.49 persen).04 juta orang.89 juta orang (12. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . 16.02 juta orang (12.

73 persen dengan IHK 145. 2010–2012 8 7 6 (persen) 5 4 3 2 1 0 Bulan ke Bulan 2. Inflasi 40 kota 26 kota Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.73 persen.INFLASI FEBRUARI 2012 9 I. perumahan. sandang 1.05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130.51 dan terendah terjadi di Tangerang 0.22 persen.00. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. Tahun Kalender Feb Des Jan '12 Okt Nov Ags Sept Jul Jun Apr Mei Mar Feb Des Jan '11 Nov Okt Sept Jul Ags Jun Apr Mei Mar '10 -1 Year-on-Year Menurut jenis pengeluaran rumahtangga.03 persen dengan IHK 131. dan olahraga 0.27 persen. dan bahan bakar 0. inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1.21 dan terendah terjadi di Palu 0. Dari 66 kota.04 persen dengan IHK 135. pendidikan.29 persen dengan IHK 133. gas. tercatat mengalami inflasi dan mengalami deflasi. Tahun Kalender.15 persen. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . INFLASI FEBRUARI 2012 1. dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota. komunikasi.1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0.06 persen. dan jasa keuangan 0. kesehatan 0. air. listrik.59. rekreasi.05 persen tertinggi terjadi di Mataram 1.34 persen.08 persen dan transpor. Grafik 1.96.

6. Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0. 5.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen).05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen). Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0.13 persen. barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0. 4. Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0.20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen).33 persen. tahun kalender 2012 sebesar 0.05 persen.05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen).56 persen. Inflasi Februari 2012 sebesar 0.17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen). Sementara andil cabai merah -0. bawang merah 0. 7.05 persen.33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen).02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen). beras 0.94 persen. tomat sayur -0.03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen). inflasi Februari 2012 sebesar 0.31 persen. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4. andil emas perhiasan 0.24 persen. INFLASI FEBRUARI 2012 Dari inflasi 0.81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. Menurut karakteristik perubahan harga. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0.10 3.77 persen. daging ayam ras -0.05 persen berasal dari andil komponen inti 0. angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.

73 1.81 3.87 2.07 2.85 136.2 Laju Inflasi Februari 2012.46 0.21 120.77 157.03 122.46 129.86 138. Kesehatan 117.08 0. Rekreasi.27 0.40 4.88 Bergejolak 153.81 3. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011.60 155.22 1.15 0.91 130.65 3. Perumahan.82 7.49 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear (7) .24 125. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) Kelompok Pengeluaran IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (6) Laju Inflasi Year-onYear 3) (7) Inflasi Februari 2012 1) Umum (Headline) 126. Listrik.23 4.79 121.90 1.55 3.24 0. Air.96 0.43 -0.14 108.77 4. dan Bahan Bakar 120.81 3. Sandang 126.INFLASI FEBRUARI 2012 11 Tabel 1.46 129.51 123. Minuman.14 8.58 0. 2) 3) Tabel 1. Gas.57 139.94 124.49 0.95 0. Rokok.05 0. Pendidikan.56 1.71 5.45 -0. Bahan Makanan 150. dan Olah raga 118. Makanan Jadi.33 0.05 0.35 137. Transpor dan Komunikasi.68 2.14 152. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) Komponen IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (6) Umum 126.75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.91 130.85 123. dan Jasa Keuangan 106.56 Inti 121.96 0.22 0.59 108.95 124.31 Harga Diatur Pemerintah 120.30 1.49 126. dan Tembakau 133.46 0. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.73 6.34 1.96 0.76 154.1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.00 4.94 1.66 123.11 2.06 0.

37 0.14 -0.05 1.04 1.12 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.10 1.05 0.79 0.37 0.77 -0.41 0.45 5.77 -0.10 2.08 7.76 Februari 0. Inti 0.12 1.98 3.12 5.31 0.96 2.69 September 0.35 2.21 0.20 Tabel 1.16 0.44 0.65 0.10 -0.34 5.19 0.76 0. Harga Diatur Pemerintah 0.03 0.03 0. Bergejolak -0.75 0.84 0.95 0.81 Maret 0.57 6.24 0.45 0.11 0.72 1.05 3.60 0.47 2.28 5.13 0.20 2.70 April -0.57 0.44 0.96 3.30 0.84 5.74 Agustus 0.81 8.62 0.20 Desember 1.93 3.45 1.42 1.51 0.10 1.55 2.02 1.28 2.33 0.32 1.47 0.22 4.92 0.43 11.67 2.74 4.36 0.91 3.85 November 0.59 11.51 Juni 0.31 1.15 0.21 2.41 0.44 0.99 0.22 -0.01 0.14 1.67 2.97 0. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) Umum 0.40 1.89 0.04 0.48 5.12 -0.89 0.66 4.05 1.06 2.29 0.85 0.15 -0.05 1.24 10.39 Mei 0.07 0.80 0.97 1.07 0.41 10.97 Oktober 0.84 0.79 (1) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Inflasi Nasional (bulan ke bulan) Inflasi Nasional (kalender) Bulan 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1.57 -0.18 0.04 0.04 1.14 1.76 1.06 Juli 0.78 6.3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.82 2.46 0.56 0.23 2.58 9.06 -0.27 4.

65 Februari 6.65 April 6.00 2.sg.50 6.30 7.65 3. Indonesia 0.56 6.65 5.31 3.statpak.03 3.20 3.77 11.gov.52 8.50 4.90 5.05 5.85 2.61 Oktober 6. Amerika Serikat -0.gov.cencus.15 Desember 6.40 8.6 Inflasi Beberapa Negara.statssa.gso.ph. http://www.my.78 6. Brazil 0.80 4.59 11.17 7.bloomberg.bls.50 2.79 September 6.38 6.72 7. http://www. http://www.10 6.00 2.29 8.16 Mei 6.gov.88 11.80 7.06 11.gov.96 3.20 0.92 3.gov.90 9.14 2.60 11.53 1.02 3.16 0.75 10.43 6.50 9.statistics.42 November 6.60 3.22 4.67 4.com MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Pilipina -0.70 1.10 0.br.71 6. Inggris 0.90 6.20 3. Pakistan -0.44 4. Afrika Selatan 0.22 10.00 0.81 6.singstat. Singapura 0.30 1.68 2.57 0.30 3. dan www.01 10.gov.40 -0. Malaysia 0.83 5.96 7.54 Juli 6. http://www.gov. Cina 0.pk.gov.40 4. Vietnam 0.56 Maret 6.33 4.16 5.61 Agustus 6. http://www.00 18.57 5.50 4. http://www.60 6.ibge.gov.41 6.13 17.77 2.70 4.36 9. http://www.10 4. http://www.uk.20 0.79 3.50 0.71 11.75 6.95 12.30 Sumber: http://www.INFLASI FEBRUARI 2012 13 Tabel 1.statistics.50 4. Desember 2011–Januari 2012 Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Negara (1) Desember Januari Desember Januari (2) (3) (4) (5) 1.40 3.90 2.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6.17 3.76 3.51 11.04 4.gov. http://www.26 7.10 5.06 2.27 8.79 Tabel 1.91 6.vn.98 Juni 5.84 3.stats.za.cn.

71 4.25 -0.21 -0.51 1.40 1. 12.99 0.03 0.65 0.94 2.28 -0.82 -0.62 4.21 0.75 2.58 -0.94 3.85 4.03 0. 10.78 3.95 3.14 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.32 2.20 3. Sumatera Utara 3.17 0.49 0.45 2.52 0.01 2.60 0.83 2. Aceh 2.64 Provinsi Kota (1) 1.26 1.23 4.36 0.78 2.78 5. Jawa Tengah 15.25 3.48 3.90 -0.41 0.49 4.50 -0.67 3. 9.37 5.58 3.35 0.35 0.37 -0.10 0.09 3.98 3.65 1.43 4.24 0.72 0.19 0.75 3.31 0.18 0.31 -1.83 -0.46 0.11 0.76 3.55 3. 8.20 -0.60 1.79 0.05 -0.86 0.78 0.10 0.34 0.37 0.66 0.29 -0.22 0.91 -0.23 -0.35 3.85 4.96 4.44 1.18 0.10 0.78 3.21 3.27 MARET 2012 .54 4.04 2.14 0.69 5.22 1.56 1.12 2.88 2.46 -0.76 3.35 1.08 -0.93 2.82 3. 11.09 3. Kepulauan Riau 6.17 2.78 0.06 3.28 3.56 0.98 0.18 2.17 0.66 5.51 2.28 2.46 0.85 0.62 -0.97 2. Februari 2012.90 -0.81 3.21 3.I. 16.28 1.24 3.08 4.95 4.27 0.05 3.70 3.03 0. 4.69 -0.08 3. Sumatera Barat Riau 5.64 3.25 0.35 0.44 -1. Yogyakarta Jawa Timur EDISI 22 DATA SOSIAL Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) EKONOMI Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 0.08 3.62 1. 7.03 2.55 0.24 -0.78 3.72 -0.35 -1. Jambi Sumatera Selatan Kepulauan Bangka Belitung Bengkulu Lampung DKI Jakarta Jawa Barat 13.27 1.32 2.04 0.18 3.83 3.00 3. D.32 3.10 0.14 -0.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.46 3.08 0.26 2.87 2. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year (2) (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) Banda Aceh Lhokseumawe Sibolga Pematang Siantar Medan Padang Sidempuan Padang Pakanbaru Dumai Batam Tanjung Pinang Jambi Palembang Pangkal Pinang Bengkulu Bandar Lampung Jakarta Bogor Sukabumi Bandung Cirebon Bekasi Depok Tasikmalaya Serang Tangerang Cilegon Purwokerto Surakarta Semarang Tegal Yogyakarta Jember Sumenep Kediri Malang Probolinggo Madiun Surabaya 3. Banten 14.45 0.

INFLASI FEBRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.00 0.68 2.19 6.50 3.61 0.99 Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.29 3.40 .54 0.38 7.34 1.94 2.31 -0.93 1.36 0. 31.31 0.35 0.90 3.05 3.33 1.63 -1. 26.74 2.44 7.91 6.21 0.85 4. 27.46 2.84 0. 18.59 4. 23.28 3.78 -0.04 5.98 6.91 5.7 Provinsi (1) 17.28 8.72 3.85 1. Papua 1) 2) 3) Kota (2) Denpasar Mataram Bima Maumere Kupang Pontianak Singkawang Sampit Palangkaraya Banjarmasin Balikpapan Samarinda Tarakan Manado Gorontalo Palu Watampone Makassar Pare-Pare Palopo Mamuju Kendari Ambon Ternate Manokwari Sorong Jayapura (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) 3.75 6.02 4.26 2.44 0.64 3. 30.38 6.19 6.21 1.38 0.23 6.03 6.47 3.43 6.77 7. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 4.04 1.24 5.87 1.70 1.60 1.40 0.09 0.67 4.60 0.38 0.40 2.76 0.54 3. 32.64 0.75 2.08 4.99 3.06 -0. Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan 28.14 2.09 0.57 1.63 1.94 6. Kalimantan Barat 21.09 2.47 5. Kalimantan Selatan Kalimantan Timur 24.52 3.36 0.60 5.75 -0.60 3. Bali Nusa Tenggara Barat 19.73 0.92 0.32 4.60 1.70 -0.05 1.14 2.86 5.91 0.35 4.31 1.57 0.35 7.21 -0. 29.40 0.14 1.81 -0. Sulawesi Barat Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Barat 33.32 2.65 2.96 0.16 -0. Nusa Tenggara Timur 20.13 2.61 4. 25. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.41 2.43 0.73 5. Kalimantan Tengah 22.45 6.

perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.0 7.4 3.5 persen.0 3.6 1.8 6.0 6. Kontraksi Sektor ini Pada tahun 2011.0 -1.9 5. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan. Hotel. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.0 5.8 2.3 6.4 6.0 2.5 6.4 2.0 persen 4.0 q-to-q Q3/11 Q4/11 -1.0 2.8 5. Grafik 2.0 1.d Triwulan IV-2011 (persen) 8.0 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 -1.3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q).0 0.7 3. Kehutanan. disebabkan karena Peternakan. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .16 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 II.2 persen. PDB Indonesia triwulan IV-2011 tumbuh 6.5 6.5 persen Pertanian.4 -2. dan Restoran sebesar 10.5 persen. dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20.3 y-on-y 2. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y).1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.5 6.

0 -4.2 3. Real Estat & Jasa Perusahaan Tabel 2.8 10.0 0.7 1.0 0. Jasa-Jasa 5. Keuangan.4 3.0 -2. Industri Pengolahan 4. Konstruksi 6. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1.0 -6. Gas dan Air Bersih 5. Pertanian.3 3.7 0. dan Restoran 7.1 1.9 0.7 6.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 17 Grafik 2. Perdagangan. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.3 -20.2 6.5 q-to-q Pertanian Industri Pengolahan Konstruksi Pengangkutan & Komunikasi Jasa-jasa y-on-y Pertambangan & Penggalian Listrik. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) 12.7 1.7 6.2 3.9 2.1 6.1 0.1 persen 5. Listrik.5 1. Hotel.8 0.7 3.2 6.0 -10.8 1.1 1.9 2.3 -1.9 1.9 1.8 7.8 0.8 6.0 -8.0 -16.4 2.6 3.6 triliun.9 3.0 10.8 7. dan Perikanan 2.2 6.2 1.0 -14.2 3. Gas & Air Bersih Perdagangan.3 6.4 2.2 4.2 9. Secara kumulatif. dan Jasa Perusahaan 9.7 3. Peternakan.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Hotel & Restoran Keuangan.5 6.2 10.9 1.6 PDB PDB Tanpa Migas 3.0 triliun.0 2.0 -20.0 1.8 0.4 6.2 6. Kehutanan.5 7. Pertambangan dan Penggalian 3.0 -12.7 5.0 1. Pengangkutan dan Komunikasi 8.0 8.921.0 6.5 1.5 1.0 -22.0 10.0 -18.5 persen. 4.0 -20.9 6.2 6.7 9.9 -0.0 -0.1 3.5 6.4 -1.5 - 3.2 -0. Real Estat.1 1.8 -0.0 4. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .7 9.

1 5.0 6.8 2.9 2.8 40.7 264.1 3.9 463.9 10. Ekspor sebesar 3.7 112.0 60. Sementara Impor tumbuh 6.5 12.1 91.6 14.3 139.7 7.9 1) Atas dasar harga berlaku 5.8 persen.9 15.3 0.0 241. Pengangkutan dan Komunikasi 8. dan Jasa Perusahaan 9. Gas dan Air Bersih 5.9 163.1 59.6 13.7 2. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.8 4.6 47.0 239. Listrik.3 6.7 24.6 14.3 194.9 4.5 7.8 11. Keuangan.4 91.9 470.2 2.5 24.6 204.6 632.9 4.1 13.0 0.3 5.2 persen.2 208. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5.0 PDB Tanpa Migas 1 765.8 85. Hotel.18 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Tabel 2. Pertambangan dan Penggalian 3. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38.2 114.8 125.1 13. Kehutanan.9 10.1 PDB 1 931.8 10.5 persen.0 100.9 3.3 6.0 12.2 0.3 persen.3 59. Tabel 2.9 4.1 7.0 100. dan Restoran 7.3 268.2 11.5 8.4 -1.5 596.6 224.2 3.5 PDB EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.9 161.5 11.4 624. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2.7 6.1 1 765.0 47.2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Lapangan Usaha Triw III-2011 Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IIIIV2011 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.9 59. Peternakan.2 589. Ekspor Barang dan Jasa 5. dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.1 persen dibanding triwulan sebelumnya. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.8 10. dan Perikanan 2. Dari sisi penggunaan. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.1 63.5 0.3 14.1 1 921. Jasa-Jasa 299.2 129. Pertanian.8 3. Konstruksi 6.4 67.5 6.7 10. Perdagangan. Industri Pengolahan 4.6 4.8 38.6 136.3 4.5 213.9 42. Real Estat.0 61.5 6.

Tabel 2.4 624.7 349.7 612.7 314.4 -5.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11.6 6.2 26.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6.6 70. a.5 0.6 162.0 1) Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .2 507.9 persen.7 0.3 -1.8 persen.3 153.0 b.8 2. Sedangkan Impor juga tumbuh 10.1 346. Diskrepansi Statistik 48.0 223.3 176.5 -19.1 1 921.7 511.0 252.0 9.0 5.7 33.1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010.5 persen.2 1 063.0 100.8 25.8 26. Perubahan Inventori Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IVIII-2011 2011 Triw III-2011 Triw IV-2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 042.4 1 931.4 24.0 100.7 -7.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 19 Grafik 2.1 11. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.3 26. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.0 238.9 50.7 1.4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Jenis Penggunaan (1) 1. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6.0 -22. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.0 55. Dikurangi Impor Barang dan Jasa PDB 480.2 649. Ekspor Barang dan Jasa 506.8 325.9 persen.1 31. Ekspor sebesar 7.8 9. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2.6 632.5 54.

1 58.5 2.4 23.2 4.0 100.2 4.6 9. dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53. 5. 7.6 9. 2.0 Sumatera Jawa Bali dan Nusa Tenggara Kalimantan Sulawesi Maluku dan Papua Total Catatan: atas dasar harga berlaku 8. Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi.6 persen.8 9. 3.7 58.5 2.5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) 1.6 2.4 2.7 9.6 persen.7 2. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23.0 100.4 persen. dan 6.1 persen. 2011 Wilayah/Pulau 2009 2010 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 22.6 57. Pulau Kalimantan 9.20 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.6 persen.6 4. dan sisanya 4. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57.6 persen di pulau-pulau lainnya.0 100.6 persen. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .7 4.7 persen.5 57. dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6.1 2. 6. Tabel 2.1 23.4 persen. 6.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7.6 2.5 persen. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta. Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jawa Timur.0 100.3 23.5 2. dan Pulau Sulawesi 4. 4.

7 6.6 5.7 -1.0 28.8 100.8 6.2 6.0 5.7 1. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10.3 2.1 5.8 6.4 -4.8 2.2 5.4 4.1 0.4 9.9 23.4 6.9 5.7 7.4 57.1 2.0 0.0 0.7 6.3 6.6 6. Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara 17.9 5.3 0. Kalimantan Tengah 22.1 16.7 24.0 5.8 0. Maluku 31.5 6. Nusa Tenggara Barat 19.1 6.7 1.1 -2.5 20.7 0.1 6.7 10.8 1.4 -6. Kalimantan Selatan 23.7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6.9 6.4 4.7 0. Kepulauan Bangka Belitung 09.5 4. Jawa Barat 13.2 1.3 4.3 1. Aceh 02.6 0.4 8.2 100.5 6.1 0.2 6.0 9.5 1.7 8.8 8. Riau 05.4 persen.8 -0.3 1.4 27.5 16.1 -0.9 7.9 4.6 6.9 -21.5 persen terhadap tahun 2010.6 7.5 6.4 -3.2 0.2 -2. Kepulauan Riau 06. Sulawesi Selatan 28.5 -3. Nusa Tenggara Timur Kalimantan 20.7 1.9 6.2 0.7 100.5 14.5 25.2 0.7 0. Sulawesi Utara 25.6 4.4 6.0 -0.8 0.3 8.1 28. Sulawesi Tenggara Maluku dan Papua 30.2 7.5 5. Papua 33.2 -5.5 12. Kalimantan Timur Sulawesi 24.8 -4.7 100. Jambi 07.4 5.9 4.0 8.2 2.6 4.9 -3.0 0.3 -0.7 -3.7 11. terjadi pada semua sektor ekonomi.5 9.3 34.5 8. Bengkulu 10.1 6.2 7. Sumatera Selatan 08.4 11. DI Yogyakarta 16.0 6.8 8.9 14.2 7. Sumatera Utara 03.0 6.6 68.8 1.6 1.0 16. Gorontalo 26.0 -5.6 6.6 100.4 3. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6.6 7.5 0.1 3. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Sulawesi Barat 29.0 1.7 3.0 2.6 6.6 7.2 1.2 7.2 5. Maluku Utara 32.1 22.8 2.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 21 Tabel 2. Lampung Jawa 11.5 47.0 6.8 6.1 5.8 1.1 7.3 51. Banten 14.9 1. Papua Barat Konstribusi Terhadap Terhadap Total 33 Pulau Provinsi y-on-y c-to-c (2) (3) (4) (5) (6) -0.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) Pertumbuhan Provinsi q-to-q (1) Sumatera 01.7 6.7 3.2 2.9 31.9 8.1 3.3 -8.2 0.0 47.2 5.8 7.7 6.0 11.9 persen.5 2. Bali 18. Sumatera Barat 04.0 6.2 7.8 1.5 0.7 6.4 7.0 8.5 5.1 1. Kalimantan Barat 21.9 2.3 7.1 -2.2 1.4 0.6 1.2 8.3 4.0 12.4 6.5 5.8 1.8 1.2 5.9 13. Jawa Tengah 15.3 3.4 6.2 7.4 6.4 -9.9 11.5 100.0 0. Sulawesi Tengah 27.6 4. DKI Jakarta 12.9 29.

2 10.7 92.0 100.7 3.2 5.3 6.6 6.2 6.7 10.0 14.2 5.0 3.8 13.5 1) Atas dasar harga konstan 2000 2) Atas dasar harga berlaku EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .8 24.9 89.8 persen. Real Estat. Jasa-Jasa 6. Pertanian. 8.3 13.3 8.9 1. Konstruksi PDB 6.4 6. Hotel.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha (1) 1.0 6.2 91.0 5.9 10.4 6.7 persen dan Sektor Perdagangan.0 Persen 6.22 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.2 27.3 15.0 100.8 0.3 5.3 10.2 6.7 13.5 4.7 1.2 6.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14.5 100.1 11.0 27. dan 8.3 14.8 16.2 15.5 2007 2008 2009 2010 2011 10. Hotel.7 7.6 11. Pada tahun 2011.2 7.9 10.8 0.1 9.8 0.2 4.1 7.7 6.3 10.7 6.0 100. dan Restoran sebesar 13.0 4.7 9.0 13.6 1.2 10.5 7.0 6.0 4.6 6.0 6. Listrik.8 7.3 6. Pengangkutan dan 14.3 6.6 7.3 10.2 10.0 3.7 7. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24.9 4. dan Air Bersih 5.7 6.5 91.5 5.4 10.5 4.3 6. Pertambangan dan Penggalian 3.5 9.5 89.0 100.2 7. Keuangan.3 4.0 Komunikasi 8.6 4.0 6.6 8.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 7.5 7.8 26.4 24. Perdagangan.9 0.7 2.0 13.0 dan Jasa Perusahaan 9. dan Perikanan 2.7 8.5 5.5 6.4 11. Kehutanan.5 6.5 3.9 Restoran 7.6 15. Industri Pengolahan Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 3.2 6.9 14.7 14. Tabel 2.9 6.9 0.7 4.7 10. Peternakan.2 6.8 8.8 4.7 6.0 PDB Tanpa Migas 6.8 0.6 6. Gas.5 15.

3 368. Hotel.3 171.0 100.5 60.2 persen.6 5 141.9 9.2 142.8 1 939.6 541.2 264. Pertanian. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.0 100. Ekspor 6.2 368.1 437.7 198.3 24.5 660. Listrik.2 466.9 192.2 6 794. Jasa-Jasa PDB PDB Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 12.4 5 936.1 398.0 400.1 13.4 27.5 205.5 3.6 58. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8.1 triliun.1 5 606.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan (1) 1.5 150.9 6.7 538.1 24.1 9.1 597.4 11.6 22.3 783. Keuangan.7 56.7 -2. Konsumsi Pemerintah 3.0 32.9 716.0 183.7 -15.7 1 964.2 634.4 1 093. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4.0 0.1 1 803.8 29. Konstruksi 6.0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .427.2 985.6 189. Real Estat.5 271.7 3.7 34.5 284.7 63.1 0.3 17.1 9.5 180.2 18.3 persen.8 140.0 100.1 2 082.5 756.3 4.0 100.6 2 036. Peternakan.5 0.3 419.3 165. Pertambangan dan Penggalian 3.9 481.9 217. Gas.4 1 821.1 17.3 26.3 592.4 25.8 8.6 6. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.1 634.3 8.6 54.2 1 068.3 -0. dan Air Bersih 5.2 654.8 209.0 241.7 574.3 0.2 744.3 10.6 3. terjadi pada Ekspor sebesar 13.7 6 436.5 1 022.5 100.2 21.0 0.3 193.6 295.4 131.1 181.3 7 427.8 persen.3 6.463.2 3 534.5 557.7 691.6 31. Industri Pengolahan 4. dan Restoran 7.4 24.0 -195.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 23 11.0 570.8 (1) 1.7 1 376.7 9.2 491.2 353.6 persen.8 15.1 9.0 4.0 15. Tabel 2.0 592. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3.5 46.4 2 178.7 2 171.0 -100.1 405.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Lapangan Usaha 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 541. dan Perikanan 2. Konsumsi Rumah Tangga 2.5 9.3 312.7 persen.0 236.3 305.8 993.7 313.3 13.9 4.4 40.2 3 950. dan Jasa Perusahaan 9.9 1 477.9 305.7 8.8 2 313.9 882. Dikurangi: Impor PDB 1) 2) Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 5.5 2 463.2 221.9 304.6 13.5 555. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar 13.2 6.1 18. Tabel 2. Kehutanan. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.8 28.8 232.2 8.4 0. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7.2 186.5 persen.6 535.3 172.1 29. Pengangkutan dan Komunikasi 8.0 363. a.9 15.8 49.1 121.5 55.7 440.9 2. Perdagangan.1 718. Perubahan Inventori b.7 4.9 4 948.4 4 427.0 -9.0 5.1 886.5 10.1 24.2 218.0 32.4 2.5 160. Diskrepansi Statistik 5.7 1 595.8 340.9 8.7 423.0 2 321.2 triliun.1 -0.7 857.6 98.

9 4 948.8 13.7).8 196.0 21.9 667.7 1 744.11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.9 1 197.4 juta (US$2. tahun 2009 sebesar Rp23.2 PDB 2011 14.6 -0.4 16.6 26. Diskrepansi Statistik 5.8).1 5.8 2 463.8 6.8 1 191.4 2 065.2 27.4 juta (US$1.9 juta (US$2.5 2 178.4 153.9).1 2 164.6 20. Konsumsi Pemerintah 9.3 7 427.6 103.4 942.Perubahan Inventori 4.3 167.1 juta (US$3.1 1 354. PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54.3 persen.1 553.7 24.6 1 220. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.3 195.7 1 955.3 602.9 persen.8 510. Tabel 2. Nilai (US$) 17.5 54.8 1 842.8 juta (US$3.0 3 291. Nilai (Juta Rupiah) b. Konsumsi Pemerintah 3. b.3 31.9 11.4 942.2 1 249.3 708.6 -11. Nilai (US$) 16.1 2 925. Pada tahun 2011. Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.6 985.2 -2.1 11.9 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .4 4 053.3 169.0 persen.7 5 606.2 2.1 1 308.9 2 313.4 493. pada tahun 2010 mencapai Rp27.7 21.9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.24 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 13.1).542. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.0 persen dan Ekspor 26.0 1 475. dari sisi penggunaan.10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.6 23.6 1 921.5 831.3 3 010.1 1 964.349. Tabel 2.3 1 074.4 1 584.4 29.244.6 55.9 -33.1 1 476.8 23. Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24.6 16.8 -7.7 2 267.3 14. a.1 30.0 3 643.0 2 378.4 23. dan pada tahun 2011 mencapai Rp30.0 2. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32.6 persen.6 2 349.4 2 244.4 6.9 13. Nilai (Juta Rupiah) b.4 1 130.3 932.010.6).2 6 436. tahun 2008 sebesar Rp21. Indeks Peningkatan (Persen) c.6 833.8 3 542.4 202.3 441.5 757.2 1. Konsumsi Rumah Tangga 2. Dikurangi: Impor 1 003.6 1 370.921.4 1 032. Ekspor 2 510.1 -116.6 581.8 27.8 416. Indeks Peningkatan (Persen) c.6 1 850.3 2 082.3 1 422.2 3 950.1 11.3 1 369 9 329.7 3 441.1 13.5 3 000.9 537.1 -1.5 1 163.

6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 25 .PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.

49 miliar atau turun Nilai ekspor Januari 2012 sebesar 9. turun 7.0 16. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Grafik 3. 4. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33.000.0 18.0 4.0 Juta US$ 12.07 persen dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6.000.0 6.0 0.26 EKSPOR JANUARI 2012 III.000.000. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213.61 miliar.60 miliar.000. disusul Cina US$1. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1.1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 20.000.000.0 2.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.0 14. bila naik 6.26 persen.52 miliar.49 miliar.000.000.07 persen. Sementara mencapai US$15.20 miliar. EKSPOR JANUARI 2012 1.36 miliar dan Amerika Serikat US$1. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1. Nonmigas Migas+Nonmigas Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12.3 juta. 3.0 10.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.5 juta.0 8.40 persen dibanding ekspor Januari 2011. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619.0 Migas 2.000. sementara naik 4.

70 494.48 9 290.41 -24.43 1 303.91 14.0 3 485.6 476.1 13 828.18 5.00 2 615.11 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .8 5.82 2.EKSPOR JANUARI 2012 5.5 4 776.66 13.8 9 926.4 2 651.26 -1. Tabel 3.6 -7.9 356. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.90 4.1 -16.21 2 308.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011.82 persen.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1.15 8.48 31.7 -37.7 15 493.3 1 405.7 1 715.2 17 077.07 100.5 5 165.9 122 188.8 1 723. 27 Menurut sektor.2 384.0 34 665.8 -19.08 61.2 375.0 -14.7 -4.5 -0.4 162 019.7 12 519.1 883.1 9 483.5 22 871. demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14.5 203 496.45 2.6 -9.8 3 190.58 11.20 816.80 391.2 13 592.73 19.14 2.1 41 477.40 80.0 2 974.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Nilai FOB (Juta US$) Uraian (1) Total Ekspor Migas Minyak Mentah Hasil Minyak Gas Nonmigas Pertanian Industri Pertambangan dan Lainnya MARET 2012 % Perubahan Januari % Perubahan % Peran 2012 Januari thd Total thd 2012 thd Januari Desember 2011 2012 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 14 606.82 17.07 11 991.28 6.

1 12 519.02 -1.9 418.3 14 352.40 -4.43 33.5 -7.92 Triwulan IV ’11 10 070.53 Triwulan I ’11 8 289.5 361.48 -5.9 -65.08 35.4 41 200.6 -38.5 4 552.88 28.9 1 929.6 4 397. Mesin/peralatan listrik (85) 5.4 286.09 2.5 51 270.7 17 235.3 8 309.5 Total (4) 157 779.91 7.88 0.72 7 593.9 16 554.4 17 543.07 -0.1 21 655.0 16 957.20 12.9 13 304.2 14 606.1 41 784. Kertas/karton (48) 8.2 854.36 0.72 Okt’11 3 062.7 474.64 Feb’11 2 612.3 63.00 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .0 278.92 Triwulan II ’11 Triwulan III ’11 11 825.1 16 366.6 -341.6 1 352.84 1.04 17.25 9.7 17 077.2 7 967.6 18 287.7 1 111.98 2 974.9 -14.7 332.1 89.3 12 925.72 -0.4 319.4 -3.9 5 283.2 13 592. Tembaga (74) 9.7 3 328.32 6.22 13.4 7 342.0 14 795.57 -1.36 Jan−Des’11 41 477.5 13 616.88 -0.5 2 785.10 -1.31 17.3 -0.31 Mar’11 3 061.4 37 098. Bijih.1 409.64 Des’11 3 485.92 24.28 Jul’11 3 802.4 2 166.22 2.54 11 292.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (5) (6) (7) 47.5 5. Karet dan barang dari karet (40) 4.21 3 591.47 (1) Jan−Des ’10 Jun’11 -13.7 12 519.1 106.28 EKSPOR JANUARI 2012 Tabel 3.34 Nov’11 3 522.8 539.5 -62.2 18. Bahan bakar mineral (27) 2.36 100.89 -7.08 -3.0 11 991.8 14 415.6 2 142.6 47.90 -9.15 Mei’11 4 072.9 -11.7 4.5 15.4 53 228.0 17.15 Apr’11 3 628.0 306.6 345.6 53 609.2 120. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 7. Besi dan baja (72) 1 820.2 -19.6 203 496.0 61 669.5 80.8 857.5 864.8 7. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 3.7 -619.11 6.5 11 802.5 -14.97 -5.1 Jan’11 2 615.3 213.1 533.4 162 019.6 490.0 162 019.72 13.7 5 749. dan abu logam (26) 6.0 17 418.8 13 712.3 17. Kendaraan dan bagiannya (87) 10.4 12.50 -2.2 18 647.42 Nilai FOB (juta US$) Bulan Migas (2) 28 039.8 14 214.23 -3.46 2.09 0.6 14 556.04 -2.4 15 493.64 36.31 1.1 41 936.84 -1.7 -24.1 172.83 4.0 308.5 -1 073.5 36.27 Agt’11 4 091.77 -11.92 3.66 -7.9 76.1 903.4 100 350.7 791.6 Nonmigas (3) 129 739.9 18 386.4 3 810.91 3.06 Sep’11 3 931.7 1 779.0 11 991.28 Jan’12 Tabel 3.5 54.7 Total 10 Golongan Barang Lainnya Total Ekspor Nonmigas EDISI 22 % Peran thd Total Nonmiga s Januari 2012 (7) 27 444. kerak.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Jan–Des Desember 2011 2011 (Juta US$) (5) (6) Nilai FOB (Juta US$) Golongan Barang (HS) Januari Desember Januari 2011 2011 2012 (1) (2) (3) (4) 1.97 10.60 6.1 45 387.0 13 612.93 -6.8 -731.79 2.7 -22.7 -1.2 11 145.0 13 592.7 13 895.5 4 169.2 13.

56 9.2 13 279.00 4.6 560.0 8 991.1 41 477.7 13 592.8 3 485.5 13 592.5 4 091.5 3 061.84 9.6 18 330.8 5.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.25 5.9 13 570.44 10.0 -9.3 1 146.9 2 841.3 545.2 721.9 166.0 2 612.1 11 991.1 7 291.6 10 605.6 531.6 1 262.5 18 647.64 1.3 844.0 13 712.9 148.1 2.7 14 606.5 -788.1 429.1 15 684.2 979.1 12 486.1 12 519.0 12 519.5 162 019.2 -87.36 12.6 2 532.6 2 204.4 1 292.6 10 249.5 177.2 3 767.9 11 166.9 13 726.8 1 692.0 20.0 106.2 13 612.4 9 200.9 1 196.7 979.00 Tabel 3.7 24.6 15 633.56 100.0 10 098.6 203 496.4 3 259.0 3 802.0 787.6 1 161.5 -7.3 2 615.2 9 825.7 1 596.3 319.25 0.4 12 035.3 380.8 -87.70 3.7 12 816.64 51.8 17 543.3 440.2 5 242.8 13 304.5 6 658.9 17 418.2 1 901.6 11 595.4 15 493.7 8 943.8 46 416.2 21 595.43 4.5 -1 073.7 11 113.7 3 522.7 1 284.2 14 415.7 14 137.4 1 993.0 16 554.22 8.4 18 386.8 -104.1 12 925.2 18 287.9 2 816.8 4 205.3 281.4 7 565.9 152.6 2 974.EKSPOR JANUARI 2012 29 Tabel 3.1 638.5 1 881.4 16 957.6 14 795.5 2 082.3 4 072.5 17 077.2 11 802.6 1 719.3 261.4 15 493.1 839.0 3 078.8 3 591. Juta US$) Bulan (1) 2010 2011 2012 Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2 344.2 1 359.3 16 366.76 6.7 39.6 3 931.2 386.75 2.0 MARET 2012 11 991.9 10 428.0 3.4 13 895.4 1 082.0 284.3 2 535.4 5 562.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) (6) Nilai FOB (Juta US$) Negara Tujuan Januari 2011 (1) Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 % Peran thd Total Nonmigas Januari 2012 (2) (3) (4) (5) ASEAN 1 Singapura 2 Malaysia 3 Thailand ASEAN Lainnya Uni Eropa 4 Jerman 5 Perancis 6 Inggris Uni Eropa Lainnya Negara Utama Lainnya 7 Cina 8 Jepang 9 Amerika Serikat 10 India 11 Australia 12 Korea Selatan 13 Taiwan 2 836.9 2 175.9 13 616.44 28.6 129 739.3 2 168.2 1 602.4 115 602.7 2 974.3 9 251.7 2 148.5 12 181.6 6 440.4 250.9 258.3 16 829.0 -61.3 32 214.2 1 284.47 2.86 12.5 -851.1 12 330.6 -881.16 2.9 -95.2 10 605.6 20 445.0 3 062.4 79.4 1 607.7 -3.9 42.5 157 779.5 11 733.0 Total 28 039.5 134.5 -78.7 11 557.8 9 830.4 825.2 288.4 3 576.5 677.5 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .8 799.2 1 208.6 1 170.1 3 622.6 2 369.9 14 214.6 14 399.3 71.7 17 235.55 (7) Total 13 Negara Tujuan Lainnya Total Ekspor Nonmigas 8 369.6 520.2 12 619.1 12 519.3 83 738.9 3 628.8 3 304.8 162 019.8 -191.4 88.0 14 556.7 1 794.5 12 774.

80 persen.00 4. IMPOR JANUARI 2012 1.58 miliar atau turun US$1.72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12. 3.56 miliar) naik 16. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2.65 miliar). sedangkan jika atau turun 11.57 persen dibanding impor Desember 2011 Impor Januari 2012 yang sebesar US$14.99 miliar atau 20.02 persen.99 miliar atau turun US$0.02 miliar atau 0.00 (Miliar US$) 10.97 miliar) terjadi peningkatan US$0.58 persen.00 8.00 0.66 miliar (18.00 12.57 miliar besarnya US$16. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.48 miliar. jika dibanding Januari 2011 (US$9.57 miliar atau turun 11. Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 14.57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1.05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3.57 persen dibanding impor Januari 2011 (US$12.30 IMPOR JANUARI 2012 IV.83 miliar). Grafik 4.25 miliar (9. Sebaliknya.00 6. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.00 2.00 Nonmigas Migas 2.

53 2.IMPOR JANUARI 2012 31 4.72 miliar).85 miliar (7. diikuti Jepang US$1.88 persen. sementara dari Uni Eropa sebesar 9.81 persen (US$0. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8.32 miliar. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat.74 miliar (15. impor golongan barang tersebut meningkat US$0.20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2.19 persen. Nilai ini turun 7.94 persen. bahan baku/penolong sebesar 11.06 persen) dan Singapura US$0. 2011 dan 2012 3.85 0.57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1.82 0.00 2.50 1.26 persen. 5. Sementara itu.68 0.52 miliar).42 persen. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20.50 (Miliar US$) 2.69 Singapura Thailand 0.74 1. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2. dan barang modal sebesar 41. Grafik 4.60 miliar (34. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .78 0.71 persen.00 1.38 1.50 0.31 persen).82 0.53 miliar dengan pangsa 21.00 1.75 0.00 Januari 2011 Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2012 6.2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari.

1 3 647.0 16 207.3 11 943.81 4.8 11 266.1 -11.13 13.1 11 827. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Uraian Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 Peran thd Total Impor Januari 2012 (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435.57 16.4 762.89 15.9 15 072.8 1 157.8 154.10 4.17 20.4 15 393.9 14 486.53 7.3 15 075.77 -0.5 128.7 16 475.00 -8.8 2 544.3 2 989.1 15 533.53 -6.70 5.47 6.41 -4.1 141.8 3 647.05 17.40 -0.5 2 971.1 14 570.5 3 808.57 2012 Januari EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .8 9.7 2 877.Gas Nonmigas Tabel 4.0 11 581.81 2.3 11 581.8 3 244.51 .43 -7.2 11 609.58 20.1 9 586.23 5.66 7.4 15 169.02 100.80 79.9 9 205.77 4.Minyak Mentah 11 154.6 12.00 Migas 40 701.20 3.1 -18.8 12 828.73 -3.44 -14.1 3 450.44 23.74 -11.37 13.91 -9.3 11 178.42 1.72 -8.9 2 348.05 .5 3 477.Hasil Minyak 28 134.3 880.2 14 888.9 16 475.3 12 558.8 -23.2 14 825.90 7.0 3 647.4 -16.2 Perkembangan Impor Indonesia.6 12 558.32 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.81 -2.98 26.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.2 3 279.06 37.7 11 749. Januari 2011–Januari 2012 Perubahan Nilai CIF (Juta US$) Periode (1) 2011 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2 971.03 2 989.3 9 586.47 -6.72 20.2 10 934.05 -9.0 -18.9 11 691.05 0.1 -9.5 3 799.72 -11.2 1 953.62 2.6 14 570.84 1.99 0.29 2.21 5.41 1 412.9 12 828.6 2 080.49 .5 12 407.06 136 734.81 -6.0 3 954.70 -5.9 12 254.12 -5.

4 390.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari.9 6. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.31 6.21 15.6 394.5 -6.1 9 586.2 1 406.5 557.7 491.82 2.9 -3.99 4.6 560.5 480.6 -11.1 390.80 100. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.8 450.9 7 606.04 2.4 3 974.00 Total Impor Nonmigas Tabel 4.36 3.Karet dan barang dari karet (40) 2 346.72 20.31 34.09 -6.0 -12.89 36.99 9.43 8.0 2 320.14 6.06 11.1 348. Barang dari besi dan baja (73) 3 573.7 163.37 8.7 564.3 258.9 12 828.0 1 643.24 7.32 136 734.93 3.3 2 517. Besi dan baja (72) 8 580.8 484.29 2.98 4.89 45.4 -7. Serealia (10) 4 753.7 712.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.4 533. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Golongan Barang (HS) Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.15 5.17 47. Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.9 10.16 10.6 -6.3 3 445.8 869.2 -19.81 34.36 34. Triwulan I 2010–Januari 2012 Ekspor Impor Periode Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 345 232 59 061 60 500 83 723 141 948 451 624 69 973 65 745 103 731 212 175 687 581 501 43 567 024 72 900 660 54 974 339 516 139 478 360 784 998 26 241 934 31 749 466 32 282 282 270 511 316 2011 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 378 847 65 597 105 052 35 645 172 553 836 730 104 230 151 407 107 977 473 116 2 750 620 017 1 194 657 159 315 690 405 360 325 567 879 803 049 1 513 183 688 622 728 284 170 527 950 204 170 692 515 736 581 26 695 26 695 68 542 68 542 355 940 358 355 940 358 205 088 530 205 088 530 2012 Januari MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 (8) .IMPOR JANUARI 2012 33 Tabel 4.97 4.4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.2 227.8 346. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.8 1 724.68 Barang Lainnya 50 412.33 13.0 249.5 809.00 6.1 207.85 65.51 3.4 499.8 7 908.5 26.3 11 581.6 221.1 268.1 -9.82 23.78 11.05 1.3 -4. Bahan kimia organik (29) 6 634.2 -1.1 4 919.57 20. Kapas (52) 3 169.8 6 141.8 1 565.

42  2.40  72.2  11 503.5 1 173.10 ‐11.15 ‐8.55 ‐6.9  14 570.72    26.4  2 881.9 299.4 10 697.0 98.3 404.7  11 113.55  73.6 523.3  1 059.6 2 425.88  6.2  976.77  ‐3.5 27 744.73  3.40 ‐0.0    5 337.9  1 892.3 3 979.71  26.7 9 289.0 25 456.9 394.1 2 731.0 1 164.7  11 749.3  1 200.3  339.5  Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.1  1 261.9 5 173.3  1 290.3 684.94  7.38  20.48 3.4  15 393.1 ‐6.41  3.6  271.1 2 534.50  5.91  11.4 11 258.7  Total  Persentase thd  Total (%)    Barang  Modal  Total  (4)  2 101.5  10 481.2  1 380.6 433.6 12 418.10 ‐5.53  10.4  3 772.7 411.39  ‐1.9 15 072.2  821.0  9 586.14  20.5 75 922.3  15 075.03 ‐8.9  234. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$)  Barang  Konsumsi  Bulan  (1)  Januari  Februari  Maret  April  Mei  Juni  Juli  Agustus  September  Oktober  Desember  Januari  (2) 1 029.34  IMPOR JANUARI 2012   Tabel 4.91  2.7  1 078.31 9.1  DATA  SOSIAL  EKONOMI MARET 2012  .9 755.3 11 581.3 33 108.00 7.  Januari 2011 dan 2012  Nilai CIF (Juta US$) Negara Asal    Jan‐Des  2011  (1)  Januari     Desember   Januari     2011  2011  2012  (2)  ASEAN  1  Singapura   2  Thailand   3  Malaysia      Asean Lainnya     Uni Eropa  4  Jerman  5  Perancis  6  Inggris    Uni Eropa Lainnya     Negara Utama Lainnya 7  Jepang   8  Cina  9  Amerika Serikat 10  Korea Selatan  11  Australia   12  Taiwan    13  India  Total 13 Negara Utama  Negara Lainnya  Total Impor Nonmigas  (3) 29 792.1  8 721.9  12 114.8  908.40  15.6 3 854.4 284.1 1 970.79  100.49    9.55  2.00  ‐16.4 752.74 ‐15.4 ‐14.9  130 934.40 ‐54.8  (5) 12 558.1  10 971.0 2 414.31  6.4 10 248.3  11 169.0  16 207.9  399.6  2012 Bahan  Barang  Barang  Baku/  Konsumsi Modal  Penolong (6) (7) (8)  1 119.84  3.31  18.3  283.6  2 778.80  20.6  1 107.8 2 734.3 5 745.0 11 434.65  100.7 1 744.44 7 160.24  21.68 ‐7.94  20.6  7 694.7  2 968.6 136 734.4 612.14  12.5 585.22 ‐24.1 121.2 685.38  100.4  2 666.65  10.48 ‐4.4 273.4  177 435.72  21.4    833.8  3 018.06  1.59  80.40  39.4 19 321.5 123.65 26.2  10 529.5 3 381.60  97.9  14 486.80 18.1  110.05  5.0  1 816.1 6 763.3 2 311.0  693.1 846.1                        13 392.7  2 968.1  15 533.5  1 179.7  2 326.9                                                                Total  (9)  14 570.91  3.8 779.7  3 102.6 1 090.44 1 268.00  Tabel 4.5  391.4 5 893.6    Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.3  564.4  11 096.1 Perubahan (%)  (4) 2 149.7 10 548.8 10 096.9  Peran thd     Total Impor  Jan 2012     Jan 2012    Nonmigas       thd          thd        Januari 2012     Des 2011  Jan 2011   (%)  (5) (6) (7)  2 600.1 ‐5.06  21.7  1 211.3 319.1  7.3  61.4 1 001.21  19.2 108 989.9  16 475.5  10 481.6 381.64 ‐35.0 7 440.25  1.5 260.68  71.4 3 250.32  21.7  1 089.9  271.0  3 190.0 336.6 2 292.56  49.72  (8)  12.0 12 828.4  15 169.40    30.06    58.9  11 595.00  EDISI 22   2011  Bahan  Baku/  Penolong (3) 9 427.2  14 888.91 23.2 14 825.6 1 119.8  2 120.1  682.09  ‐9.0 1 861.5 322.

00 100.7 483.2 10 404.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.2 25 964.4 822.00 1 119.99 56.1 10 813.7 1 018.8 173.43 6.4 299.8 274.65 89.5 768.5 189.6 2 354.1 1 929.33 0.5 1 293.7 486.6 4 322.85 58.8 325.39 56.38 100.6 22.9 229.92 74.93 39.73 38.7 265.1 1 445.8 434.1 4 259.8 42.9 2 465.2 150.8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Persentase thd Total (%) No Negara Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 465.70 100.6 2 540.00 100.00 100.85 81.05 33.21 52.0 701.4 302.2 2 108.95 32.7 261.94 20.3 824.07 5.6 2 540. Januari 2012 No.9 0.5 434.9 129.66 10.52 59.0 11.1 413.6 284.8 34.8 3 270.55 10 481.9 240.67 9.12 82.5 3 130.0 1 095.7 2 968.5 5 426.00 100.93 4.0 411.6 1.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ASEAN Jepang Korea Selatan Cina India Australia Selandia Baru Amerika Serikat Uni Eropa Lainnya Total Impor MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Barang Total Modal ( 7 s/d 9 ) .7 820.44 17.7 21.9 5 177.0 75.2 1 750.7 94.8 1 626.1 965.9 349.42 5.0 231.0 12 599.5 375.3 13 204.20 86.46 46.2 411.42 3.08 4.66 3.0 768.7 10 405.85 80.3 15 393.9 1 166.2 14 570.1 177 435.68 71.6 2 794.9 14 570.27 91.2 4 073.1 7.6 789.1 210.29 20.5 32 145.1 14.8 16 475.79 5.2 54.7 19 436.13 3.3 477.00 100.8 2 634.0 951.88 18.IMPOR JANUARI 2012 35 Tabel 4.8 1 750.6 34.2 145 290.9 366.5 334.4 2 099.6 708.1 399.5 227.00 100.0 951.92 76.6 26 212.9 1 334.9 Total 15 Negara Negara Lainnya Jan−Des 2011 (6) 2 316.9 2 559.2 296.1 1 863. Negara Asal Barang November 2011 (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Cina Singapura Jepang Korea Selatan Thailand Amerika Serikat Malaysia Australia Taiwan Saudi Arabia India Vietnam Jerman Nigeria Hongkong Total 15 Negara Negara Lainnya Total Impor Desember 2011 Januari 2012 (4) (5) (NILAI CIF: JUTA US$) 2 506.3 19.38 11.3 60.9 224.00 100.7 762.6 12 999.9 3 393.1 Persentase Terhadap Total (%) 81.3 12 010.00 100.0 653.56 Tabel 4.9 676.15 19.4 302.0 488.15 18.3 1 025.8 388.2 17.00 100.3 1 981.0 2 382.

641.326 jiwa.630.010. yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan 0−4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5−9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10−14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15−19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20−24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25−29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30−34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35−39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40−44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45−49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50−54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55−59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60−64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65−69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70−74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75−79 842 344 1 135 561 1 977 905 80−84 481 462 661 708 1 143 170 85−89 182 432 255 529 437 961 90−94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Jumlah Laki-laki+Perempuan Sumber: Sensus Penduduk 2010 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .413 orang (Tabel 5.326 jiwa sebanyak 237.913 orang dan perempuan sebanyak 118. Tabel 5. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1. Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa.36 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 V.1). Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan penduduk Indonesia jumlah Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237.641.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.

4 6 8 10 12 Juta a n Rasio jenis kelamin a. dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100.4. b.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 2. c. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113). Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda. sementara yang terendah adalah NTB (93).1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 75+ 70-74 65-69 Laki-laki Perempuan 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 12 10 8 6 4 2 0 0 2 Juta a n 4.49 persen. Bagian tengah piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5. Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive. berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan.1). Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101. Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101. 3.44 persen (lihat Tabel 5.4. 37 Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1. Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990−2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1.2). atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki. Grafik 5.

7 100.0 Sulawesi Tenggara Sulawesi Barat 100.3 Kalimantan Timur 109.6 Maluku 102.0 120.7 Sumatera Selatan 103.0 Kalimantan Tengah 108.8 DKI Jakarta Kalimantan Selatan 102.5 Jawa Timur 95.5 Kepulauan Riau Sulawesi Tengah 105. 2010 101.7 Bali 101.4 Papua Barat 111.6 Bengkulu 104.3 NTB 80.5 Sulawesi Selatan 94.8 Gorontalo 100.6 Jawa Barat 102.8 Sumatera Utara Jawa Tengah 98.8 NTT 98.3 Riau 106.3 101.7 Jambi 104.38 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Grafik 5.0 persen EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .4 Sulawesi Utara 103.0 Bangka Belitung 106.1 Lampung 105.9 Banten 104.6 Kalimantan Barat 104.6 104.2 Maluku Utara 104.7 DI Yogyakarta 97.0 100.4 Sumatera Barat 97.2 Aceh 99.4 Papua 112.7 98.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi.4 INDONESIA 113.

Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2). 6. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5. 2000 dan 2010. dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2). Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.2. Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51.3 50 40 30 20 10 0 1971 1980 1990 2000 2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971. b. serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2). 1971−2010 100 86. Ketika tahun 1971 sebesar 86. Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2).3. Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107.3.8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi.8 51.8 90 79. yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2).3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia.3 80 67. Grafik 5. Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif. 1980.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 5. Kalimantan (25 jiwa/km2).3). 1990. 39 Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a.8 70 60 53.

45 1.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 1.14 55 74 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 2.27 3.79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 0.76 727 784 121 293 745 136 610 590 1.17 1. Laju Pertumbuhan.80 3. Sulbar.13 1. .49 107 124 Catatan: .10 5.96 8 12 205 132 458 237 641 326 1. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .08 48 59 14 881 528 17 371 782 1.62 1.81 12 17 11 307 747 13 787 831 2. Gorontalo.44 1.10 160 178 0.32 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 6 Jambi 7 Sumatera Selatan *) Kepadatan Penduduk 2 (jiwa/km ) 2000 2010 (6) (7) 68 78 1.58 45 64 1 679 163 − 4.57 79 92 1 166 300 1 533 506 0. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun (%) Sensus Penduduk Sensus Penduduk 2000 2010 1990−2000 2000−2010 Provinsi (1) (2) 1 Aceh (3) (4) (5) 3 929 234 4 494 410 1.48 1.79 12 14 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 1. .80 1.LPP Aceh 2000−2010 dihitung 2005−2010.40 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Tabel 5.24 194 220 8 Kepulauan Bangka Belitung Sumatera 42 472 392 50 630 931 1.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 2.28 144 164 92 Jawa Kalimantan 24 Sulawesi Utara 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 − 2. mengunakan data SPAN2005.41 12 592 14 469 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 2.04 996 1 104 13 Banten 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0.17 216 242 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.24 1.56 48 62 6 210 800 7 450 394 1.25 1.17 153 172 28 Sulawesi Barat 29 Sulawesi Tenggara Sulawesi 30 Maluku 31 Maluku Utara 32 Papua 33 Papua Barat Maluku dan Papua Indonesia 891 618 1 158 651 − 2.98 1.95 35 43 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 1.80 25 33 815 101 1 038 087 − 2.31 2.20 1. Banten. dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.2 Penduduk.99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 2.72 1.28 0.40 1.70 0.21 937 1 055 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1.71 5 8 4 195 234 6 165 396 1.85 68 81 899 968 1 223 296 − 3.14 2.78 838 1 100 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 0.90 1 010 1 217 8 098 277 10 632 166 − 2.36 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 1.63 2.83 2.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 0.95 127 205 2 407 166 3 092 265 1.94 0.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 1.26 74 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 2.46 2.81 1.39 5 9 529 689 760 422 − 3.52 1.LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri.27 2.02 21 25 2 000 872 2 270 596 1.24 1.67 2.58 1.34 101 115 4.87 3.80 1.68 53 69 1 820 379 2 232 586 3.47 25 32 1 684 144 2 833 381 3. Babel.LPP Indonesia 1990−2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990.07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 0.77 150 179 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 2.

Jasa Pendidikan.70 0.20 14. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan.30 1.30 13.90 0.10 23.60 4.50 11. 5.70 4.50 12.90 5.00 3.00 6.90 47.90 4.30 0.80 3. dan Rumah makan (18.40 1.10 3. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5. Pertambangan dan Penggalian.90 9.00 68.40 2.70 51.40 0.50 0.90 19. Industri Pengolahan (termasuk Air).10 7.00 16.90 27.60 2.20 5.70 1.30 0.10 4.90 4.40 persen).30 35.90 4.90 4.40 17.40 1.20 1.90 7.00 20.30 18.70 7.00 16.30 18.00 0. Informasi.80 11.70 44. Holtikultura.50 16.40 11.30 16.40 0.80 26.50 12.50 4.90 51.10 3 (4) 3.40 2.60 7.10 4.60 4.30 0.50 1.60 57.40 3.80 7.00 3.40 0.90 0.10 4.20 1. Hotel.60 0.50 13.40 0. 9.70 3.80 0. 2.30 12.20 1.70 4.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .20 0.80 1.80 0.50 20.40 0. Selain itu.30 0.20 1.60 0.90 5. Bangka Belitung Kep.70 4.80 0.90 16.50 1.10 9 (10) 19.50 2.30 2.30 0.50 16. Perdagangan.90 15.60 5.60 0.70 21.10 5.20 0.30 0.40 0.40 13.90 0.60 54.20 0.00 8.60 4.20 4.00 31.90 4. dan Komunikasi.20 4.70 persen).20 0.10 52. Hotel.50 0.30 0.20 17. dan sektor Industri Pengolahan (10. Jasa Kemasyarakatan. 41 Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a.00 14.90 15.80 2.80 4 (5) 0.70 0.30 8. Listrik dan Gas (tidak termasuk air). Lainnya.50 3.70 13. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.20 0.10 4.90 0.50 1.70 0.90 5.50 1.00 19.30 0.60 4.00 4.80 1.00 47.70 1.00 24.70 11.30 21.80 0.30 3. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia 1 (2) 52.50 4.70 1.80 1.00 1. dan Perorangan.40 1.10 11.90 0.50 19.10 29.90 3.00 14.70 31. Jasa Kesehatan.60 0.40 2.00 5.30 0.40 2.80 1.80 17.30 0. 40.20 40.80 persen).20 43.10 27.60 21.10 0.80 4.70 6.00 3.80 0.30 1.60 3.80 2.20 0.80 0.80 0.20 0.30 0.50 0.10 5. 6.80 4.90 2.50 62.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 7.70 0.20 17.50 32.20 0.10 0.40 1.80 10. 8.00 0. 7.3.10 0.60 5.60 3.00 1. Keuangan dan Asuransi.70 39.30 4.60 2.30 4.50 0.40 0.40 62.80 1.90 4.30 6.20 0.20 2.70 57.30 0.60 3.30 0.90 17.20 46.20 0. Perkebunan.30 2.60 2.70 9.90 0.30 1.60 12.60 0.10 0.50 0.10 18.70 14.70 0.50 14. Pemerintahan.40 7 (8) 4. dan Rumah Makan.60 0.70 20.50 2 (3) 0.40 0.00 17.50 0.20 3.90 11.90 15.00 3.30 6.20 1.50 1.80 0.10 14.80 1.40 5 (6) 5.60 5.20 20. sektor Jasa-jasa (15.30 0.70 6.80 2.50 2.20 0.30 0.80 4. Transportasi dan Pergudangan. Konstruksi/Bangunan.90 1.60 1.90 3.40 1.70 17.20 13.20 4. Kehutanan.60 63.40 0.50 0.20 53. Perikanan.50 0. 0.00 16.20 3.50 16.10 75.20 2.80 0.60 7. Peternakan.30 6.00 61.30 6.90 23.60 9.10 42.00 6.20 0.80 4.30 0.50 15. dan Pertanian Lainnya.50 5.70 0 (11) 1.30 0.00 20.30 6 (7) 14.10 5.10 1.30 22.70 11.40 0.50 1.90 1. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.90 4.40 1.30 2.50 13.20 33. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .50 16. Tabel 5.50 persen lapangan usaha berada di sektor pertanian.00 7.30 6.90 15.90 4.60 Catatan: 1.80 12.70 2.40 11.90 44. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.10 4.20 58.60 14.50 0.80 3.30 60.20 0.70 19.30 4.80 0.60 12.10 8 (9) 0.10 12.20 0.50 0.20 18.90 3. 4.20 4. 3.70 10.60 17.70 1.

80 19.5 Peternakan.40 SOSIAL 1.40 0.00 16.00 0.00 19.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 DATA 1.2 (3) 2.10 2. SP2010 Provinsi (1) 1.30 60.40 1.50 0.20 0.10 19.40 62.00 61.90 2.90 1.80 0.50 32.30 1.50 1.90 0.10 52.20 0.70 1.00 2.30 1.40 persen kesempatan kerja.60 9.70 0.40 0.60 2.30 35.10 4.30 0.70 1.10 0.70 3.90 3.10 0.10 42.50 62.50 1. 2) Holtikultura.70 3.20 0.10 29.60 8.80 1.20 0.10 75.40 0.80 4.00 24. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.40 0.70 19.6 (7) 0.00 36.60 18.20 11.20 3.80 0. Tabel 5.30 1.10 2.20 1.30 29. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija.20 2.40 21.50 0.00 1.30 0.30 34.20 0.20 0. 1.50 57.80 41.5 (6) 0.20 3.30 3.50 1.40 Jumlah (8) 52.30 2. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor.50 23.40 5.90 10.80 15.3 (4) 15.30 0. Bangka Belitung Kep. 3) Perkebunan.70 1.80 1.60 9.40 4.70 7.20 33.90 4. 4) Perikanan.00 37.30 7.20 6.20 0.60 37.40 1.50 2.10 39.00 0. 1.00 2.10 8.4.30 13.00 68.70 51.40 0.60 5.60 2.60 54.1 Pertanian tanaman padi dan palawija.40 32.50 0.50 11.70 39.10 2.90 3.70 4.10 5.70 7.00 20.50 10.1 (2) 29.30 30.30 0.4 Perikanan.10 1.90 0.90 5.00 3.40 4.80 3.30 0.50 0.90 51.60 22.80 2.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.60 13. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 1.50 1.60 2.60 2.80 29. 1.00 0.10 2.30 0.70 1.60 57.50 0.42 b.40 21.2 Holtikultura.50 2.60 0.70 8.10 1.10 1.70 44.10 1.20 1. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24.00 0.60 1.30 0. 1.00 31.00 3.70 1.10 4.60 2.30 0.40 0.90 47.10 0.70 0.70 18.20 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.60 0. dan subsektor 3) yang menyediakan 9.60 3.70 57.30 0.50 MARET 2012 .90 23.30 26.70 1.10 0.90 42.60 0.60 25.70 24.80 33.70 3.20 1.20 0.20 58.10 24.20 0.20 0. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.20 0.70 13.30 4.30 0.4 (5) 3.00 EKONOMI 1.00 47.40 0.20 0.20 0.10 3.20 1. 1.10 1.20 9.20 53.70 20.90 44.80 16.00 3.30 1.60 0.20 46.80 38.20 0.7 persen kesempatan kerja.80 20.30 19.90 1.90 0.50 33.20 0.70 1.80 3.20 40.90 2.40 0.10 0.10 5.90 61.40 0.90 9.00 4.60 63.10 2.40 0.3 Perkebunan.00 1.70 3.70 1.00 31. 5) Peternakan.80 0.10 19.20 43.10 4.

70 8.00 20.90 3.20 1.20 0.40 5.50 5.90 7.00 5.30 13. yaitu 1) Jasa Pendidikan.10 1.90 22.5.80 0.90 1.70 9.20 9.40 10.10 4.60 4.50 16.40 10.30 3.50 13.80 3.30 22.40 1. Tabel 5.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.70 3.20 1.00 10.20 17.70 7.10 5.90 11.20 17.80 3.30 7.70 1.70 4.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 c. 3) Jasa Kemasyarakatan.80 11.10 0. 9.70 14.80 12.50 15.50 7.90 1.80 0.20 18.60 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 9.80 7.90 15.80 3.40 13.00 20.30 13.3 Jasa Kemasyarakatan.80 4.20 7. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.10 4.10 1.20 11.00 persen).20 20.70 3.20 5.50 20.20 1.90 9.20 1.80 1. Di antara subsektor tersebut.90 16. 2010 Provinsi (1) 9.60 persen).50 16.80 4.40 11.30 1.10 11.00 9.70 EDISI 22 .80 1.00 1.40 17.10 11.90 15.40 4.10 9. Pemerintahan dan Perorangan MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI Jumlah (5) 19. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa.40 2.20 0. 43 Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.20 14.20 15.1 Jasa Pendidikan.50 13.80 4.60 3.40 6.40 10.30 1.1 (2) 6. lihat Tabel 5.50 10.30 16.2 (3) 1.70 21.3 (4) 10.50 3.80 9.50 16.90 1.70 15.70 5.50 4. lalu sub sektor 1) (4.70 10.60 12.10 3. Pemerintahan dan Perorangan.70 7.10 27.60 0.00 17.60 9.20 0.2 Jasa Kesehatan.30 5.50 1. Bangka Belitung Kep.50 1.10 1.30 1.00 5.40 5.90 1. 9.70 1.20 7.00 16.70 17. 2) Jasa Kesehatan.90 11.00 1.40 0.20 1.40 9.00 3.80 14.00 1.60 9.60 12.40 11.30 4.00 14.

6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.43 52.22 41.66 52.89 58.92 44.89 93.26 37.90 83.74 95.93 34.45 94.33 88.56 63.20 15.67 86.46 68.05 93.29 19.08 84.21 48.36 93.88 62.89 54.83 73.68 62. 2010 Laki-Laki Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.93 17.32 48.36 96.12 50.48 85.21 59.48 persen masih sekolah.36 59.24 13.8) a.02 42.6. Bangka Belitung Kep.23 82.50 67.60 14.29 62.91 86.89 48.90 60.84 61.60 35.01 91.19 82. Pada masa umurumur sekolah (7−24 tahun) sebesar 62.87 62.90 81.21 persen laki-laki masih sekolah. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.16 10.36 60.02 62.18 65.34 47.17 95.46 95.91 91.37 72.48 (4) 67.11 15.32 94.30 58.65 64.35 68.33 33.15 93.61 94.35 (2) 96.36 79.58 47.59 96.54 persen masih sekolah.95 46.85 95.85 65.93 21.41 18.55 25.13 7.65 63.69 95.26 39.07 97.79 21.83 83.01 31.78 97.37 57. laki-laki pada umur 13−15 sebesar 83.30 91.74 37.52 11.97 16.12 28.94 59.54 (3) 90.50 27.93 25.21 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Status Sekolah (Tabel 5.72 63.96 82.72 82.43 94.01 78.01 61.93 60.99 94.97 39.63 47.47 11.33 57.01 22.69 11.58 15.49 48.98 35.95 19.02 17.83 93.13 67.55 92.91 40. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat.02 63.22 50.62 30.24 57. Tabel 5.01 13.64 7.08 48.54 48.20 43.98 27.50 94.33 63.41 79.19 85.45 31.7.82 44.43 67.16 48.46 88.58 80.41 84.18 (5) 24.81 78.96 87.93 34.52 57.51 21.00 15.12 45.19 85.90 81.41 54.78 46.08 57.68 92.52 36.89 14.25 61.27 54.44 75.73 59.77 95. Tabel 5. dan Tabel 5.53 62.49 25.85 23.94 34.41 47.42 13.78 94.66 54. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 39.06 58.15 55. Laki-laki pada umur 7−12 tahun sebesar 94.81 16.49 61.35 53.62 89.46 20.27 86.83 14.88 94.30 78.04 52.74 47.87 95.73 57.44 8.29 20.20 69.78 91.91 39.71 55.85 12.04 88.94 87.96 34.17 93.84 43.67 69.54 94.60 80.60 37.95 60.41 (6) 68.27 94.59 64.95 70.43 15.

88 27.88 60.58 62.02 81.39 31.39 26.31 70.49 95.21 96.20 13. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.70 46.49 50.47 41.00 82.70 53.51 67.50 37.16 18.57 85.47 64.61 16.77 (6) 69.53 81.93 56.43 14.80 45.12 50.15 38. Pada masa umur-umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.34 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .44 32.19 21.04 persen masih sekolah.10 53.17 94.93 85.15 17.96 63.00 27.27 (3) 92.28 61.14 47.13 30.25 54.36 85.99 50.49 64.79 94.64 92. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.32 70.66 38.86 88.84 37.50 95.30 85.71 96.50 98.01 16.09 19. Tabel 5.64 6. perempuan pada umur 13−15 sebanyak 85.02 55.49 44.74 13.62 82.89 29.36 46.62 26.62 39.20 64.87 53.58 55.33 46.53 60.26 41.65 93.42 10.37 81.88 58.14 95.69 58.90 62. 45 Perempuan pada umur 7−12 tahun sebanyak 95.03 59.89 64. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.04 18.87 14.71 31.14 50. Bangka Belitung Kep.86 46.33 37.58 95.15 10.46 45.22 59.72 60.52 95.17 94.53 39.63 62.28 84.12 12.89 54.14 96.52 82.37 35.11 53.27 90.89 35.26 95.45 89.21 95.27 61.35 94.92 58.64 13.19 89.80 53.30 51.32 13.31 12.69 31.21 96.29 38.84 81.49 48.33 11.93 93.72 63.27 61. 2010 Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.56 60.91 58.69 58.08 48.27 persen masih sekolah.22 85.97 61.52 66.09 71.18 49.80 61. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.92 64.93 80.95 10.60 96.34 persen perempuan masih sekolah.11 95.13 91.27 88.12 24.13 89.37 83.63 18.26 86.95 88.79 22.96 7.14 16.66 95.90 61.26 43.04 (4) 71.17 50.77 45.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 b.87 66.59 87.38 84.50 83.03 14.54 86.64 37.69 93.85 42.74 87.63 43.87 85.05 69.49 62.17 95.84 61.38 (5) 28.19 95.98 36.99 95.24 52.02 56.27 65.34 18.85 62.05 88.59 97.91 71.55 95.53 89.97 18.53 15.72 95.87 (2) 97.70 94.43 57.45 15.22 93.77 61.66 96.67 38.07 43.83 12.94 40.92 56.17 61.

94 35.56 58.73 18.42 12.80 84. Bangka Belitung Kep.17 86.94 94.07 62.51 93.68 53.03 22.89 persen masih sekolah.76 36.02 88.38 96.74 89.84 93.01 20.68 26.24 (4) 69. Tabel 5.22 65.53 87.74 20.18 95.92 80.90 58.45 84.93 46.46 50.95 87.26 95.40 34.07 62.83 95.43 54.98 48.88 58.93 88.97 14.13 57.00 61.38 7.00 85.37 94.00 95.73 63.86 50.68 38.27 63. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.51 95.77 61.17 94.78 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .59 63.87 13.57 89.55 31.28 98. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.35 60.52 13.97 95.81 48.48 92.08 16.75 58. pada umur 13−15 sebesar 84.42 37.29 92.30 92.70 47.14 62.83 96.54 17.90 61.62 42.10 93.34 58.56 37.04 62.44 45.82 94.72 83.18 65.11 15.80 11.40 29.25 45.71 58.94 61.62 80.80 7.93 62.13 11.46 46.91 85.02 94.90 28.85 42.63 66.28 63.13 58.68 37.85 71.03 95.79 67.86 84.85 40.04 12.28 18.51 14.69 50.32 53.70 32.13 36.10 61.45 58.27 92.64 70.42 52.51 59.62 44.62 21.63 62.09 (2) 97.93 40.49 84.22 16.64 49.11 45.79 56.20 59.77 86.89 48.62 59.14 46.78 persen penduduk masih sekolah.24 persen masih sekolah.65 44.38 55.46 c.56 40.53 82.08 16.55 95. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.48 54.07 15.34 81.54 12.60 62.68 49.60 19.89 (3) 91.8.61 15.66 10.16 95.77 29.37 45. 2010 Laki-Laki+Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.18 94.66 80.65 38.27 17.64 66.51 21.78 25.06 84. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.01 25.50 87.78 (5) 26.65 50.75 64.13 81.89 96.54 80.45 52.90 11.95 66.98 52.77 70.44 94.8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.53 96.18 35.58 88.83 34.11 82.72 94.78 77. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.99 88.57 56.11 89.92 84.42 81.35 94. Pada umur 7−12 tahun sebesar 94.37 14.86 69.50 50.46 94.73 39.05 64.14 77.09 (6) 69.18 97.63 55.41 39.48 31.94 47.96 25.06 18.37 66. Pada semua umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.11 64.

28 78.00 100.54 9.00 100.89 77.13 8.21 84.55 1.88 12.18 7.00 100.00 100. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Milik sendiri (2) 76.52 16.18 persen sampai 20.84 86.70 Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (3) 7. Bangka Belitung Kep.72 11. Tabel 5.55 8.97 4.38 6.00 100.38 3. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.97 6.68 84.86 10.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.04 6.98 10.39 7.00 100.01 14.00 100.68 47.00 100.61 3.00 100.98 9.13 24.46 14.89 persen) milik sendiri.9) Sebanyak 77. yakni sekitar 6 persen.45 84.00 100.29 63.27 2.05 80.00 100.00 100.18 11.00 100.36 10.25 18.59 4.75 60. 47 Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5.54 83.18 85.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 9. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak.20 3.64 15.04 3.00 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .76 20.04 76.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri.44 10.08 2.19 2.29 13.35 8.69 2.57 3.77 10.53 7.00 100.27 7.19 77.50 2.00 100.58 67.49 10.00 82.85 68.16 11. Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.83 62.45 (6) 100.75 5.17 73.00 100.05 85.79 (4) 2.15 2.15 11.00 100.00 100.00 100.31 6.63 64.23 5.25 5.37 9.09 5.86 2.91 3.15 3.62 13. tanpa membayar. tanpa perjanjian sewa/kontrak.00 100.22 2.45 75.60 18.07 17.93 2.68 8.02 6.15 7.58 10. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.77 71.42 81. dan lain-lain.81 2.00 100.97 2.00 100.00 100.11 78.96 13.57 5. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7.00 100.87 8.52 72.97 27.94 3.00 100.16 4.18 3.78 80.00 100.09 4.09 74.87 79.37 1.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal.76 6.27 12.40 9.00 100.06 (5) 13.89 76.28 5.28 12.68 1.00 100.04 19.71 4.00 100.00 100.81 72.33 9.71 1.69 11.17 6.30 7.00 100.94 4.27 persen.59 5.85 2.20 6.21 10.83 17.45 persen.77 7.00 100.00 100.73 80.07 14.71 5.52 3.35 4.42 75.46 8.

24 99.59 56.76 65.51 31.28 6.04 63.67 10.11 3.51 11.47 57.00 67.94 87.66 83.79 3.42 DATA SOSIAL Sumur terlindung (5) 38.94 33.23 15.86 7.16 6.32 15.61 3.03 50.58 8.31 27.62 2.13 10.40 13.03 12.66 80.88 27. air kemasan (14.84 19.63 4.54 15.12 14.40 0.25 3.96 31. (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja).06 2.78 23.61 84.19 12.40 MARET 2012 .41 1.59 1.26 17.94 21.10 4.08 15.56 36.25 11.07 8.60 12.70 16.58 19.74 16.83 4.64 77.69 17.42 2.62 19.06 50.07 7.50 87.68 4. Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.49 6.13 0.70 persen).34 3.01 4.12 6.81 26. dan mata air terlindung (8.12 2.69 12.35 18.94 4.97 34.23 7.17 14.10 88.38 19.25 15.90 35.69 17.02 37.10) Sebanyak 83.01 19.37 79.21 32.69 5.14 7.01 29.48 77.68 8.90 37.96 74.19 8.25 9.94 1.19 31.84 82.31 2.74 18.86 1.88 23.35 12.44 Jumlah (7) 76.21 46.05 30.97 20.60 10.99 7.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.14 EKONOMI Mata air terlindung (6) 4.19 13.95 8.52 2. air ledeng (15.37 2.05 5.38 2.14 11.96 9.27 46.11 11.65 42.87 25.00 16.75 4.96 22.75 17.45 8.70 88.75 19.44 persen).11 53.60 22.05 27.92 85.02 32.24 20.59 14.98 56.69 19.83 5.87 60. sumur pompa (12.89 91. Bangka Belitung Kep.12 28.31 24.61 1.10 8.53 1.40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.39 5.74 1.54 90.62 1.63 4.22 79.32 41.10 1. Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.69 15.70 Ledeng Pompa (3) 9.45 31. berdasarkan kriteria sumber air saja.41 8.80 7.66 48.29 20.92 11.73 17.81 12.72 12.44 20.18 8.13 31.64 18. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Air kemasan (2) 20.83 4.29 12.70 12.51 18.14 persen).76 71.79 63.28 3.87 70.06 9.42 persen).24 12.53 1.48 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 10.25 4.73 88.67 50.57 9.70 (4) 2.13 10.17 91.38 15.80 0.04 0.03 83.02 1.18 11. Tabel 5.19 9.38 10.70 persen).28 28.96 23.32 4.37 70.39 16.96 1.84 26.03 40.33 89.

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

49

11. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.11 dan Tabel 5.12).
a.

Sebanyak 65,80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk
buang air besar. Sementara itu 11,72 persen menggunakan jamban bersama
dengan rumah tangga lain, dan 3,59 persen menggunakan jamban umum.
Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan
fasilitas jamban untuk buang air besar.
Tabel 5.11
Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar, SP2010
Provinsi

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

b.

Jamban
sendiri
(2)
59,25
75,37
54,74
82,93
69,12
66,51
66,12
77,44
68,67
82,98
76,47
67,92
65,46
73,95
62,05
64,55
67,65
41,23
63,38
61,82
59,26
65,14
80,43
65,21
50,06
63,40
56,65
33,78
44,24
50,05
46,16
59,55
48,01
65,80

Jamban
bersama
(3)
6,58
5,55
10,44
6,01
7,55
9,85
6,52
8,47
3,14
11,07
18,88
13,85
10,79
19,11
13,14
10,71
17,83
12,26
10,89
8,72
20,50
14,06
8,42
14,42
5,67
9,49
7,98
10,97
5,85
9,31
10,22
16,54
11,96
11,72

Jamban
umum
(4)
6,63
3,23
5,39
1,42
3,61
4,42
1,76
1,33
1,77
1,02
3,86
6,72
2,94
0,84
1,70
3,08
0,17
2,20
1,16
3,14
6,49
5,90
3,50
2,35
4,05
2,06
2,43
8,49
2,53
6,84
14,93
7,91
3,72
3,59

Tidak Punya

Jumlah

(5)
27,53
15,84
29,44
9,64
19,72
19,22
25,59
12,76
26,41
4,93
0,79
11,52
20,81
6,09
23,12
21,66
14,35
44,30
24,58
26,32
13,74
14,90
7,65
18,02
40,22
25,05
32,94
46,76
47,38
33,80
28,69
16,00
36,31
18,88

(6)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri, bersama,
umum) terdapat 74,29 persen yang menggunakan tangki septik, sebanyak
17,27 persen tanpa tangki septik, dan 8,44 persen tidak mempunyai tempat
pembuangan akhir. Kondisi di provinsi beragam, dimana penggunaan tangki
septik berkisar 44,42 persen sampai 96,74 persen.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

50

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

Tabel 5.12
Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir
Tinja, SP2010
Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

EDISI 22

Tangki septik

Tanpa tangki
septik

Tidak punya

Jumlah

(2)
73,84
77,67
68,90
67,39
68,00
66,94
67,11
58,20
93,23
86,49
92,53
68,44
76,10
87,38
72,79
87,60
96,74
87,78
44,42
67,66
56,57
65,69
80,29
87,45
82,98
85,87
76,53
92,74
79,67
84,36
82,80
77,61
48,16
74,29

(3)
16,68
15,68
16,52
22,93
21,05
21,97
26,62
35,05
4,80
6,96
4,47
18,70
17,30
10,93
21,20
7,45
2,29
8,13
43,13
17,84
21,24
16,60
11,62
9,78
10,99
10,31
18,02
4,53
14,71
8,97
7,22
11,75
15,05
17,27

(4)
9,48
6,65
14,58
9,69
10,95
11,09
6,27
6,75
1,98
6,55
3,00
12,86
6,60
1,69
6,01
4,95
0,97
4,09
12,46
14,50
22,19
17,71
8,09
2,78
6,03
3,82
5,45
2,73
5,61
6,68
9,98
10,64
36,78
8,44

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

51

12. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5.13)
Bahan bakar gas digunakan oleh 45,16 persen rumah tangga Indonesia.
Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh
tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa,
Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.
Bahan bakar kayu juga masih populer, digunakan oleh 40,11 persen rumah
tangga. Minyak tanah digunakan oleh 11,69 persen rumah tangga. Masih banyak
provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol, terutama ketika
penggunaan gas di sana tidak menonjol.

Tabel 5.13
Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak, SP2010
Provinsi

Listrik

Gas

Minyak
tanah

Arang

Kayu

Lainnya

Tidak
pakai

Jumlah

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

1,36
1,01
1,39
0,81
0,74
0,59
0,79
0,50
0,74
1,06
1,34
1,00
0,23
0,23
0,75
1,13
1,43
0,37
0,30
0,71
0,78
1,50
0,86
1,11
0,43
0,54
0,40
0,70
0,31
0,55
0,61
0,53
0,18
0,77

16,23
38,40
12,29
15,60
17,74
54,44
14,57
24,68
35,18
36,61
83,70
70,11
51,41
45,81
46,75
68,55
50,72
2,05
0,27
25,46
4,91
7,94
55,87
1,33
1,95
42,83
3,53
0,67
7,10
0,53
0,43
1,81
0,60
45,16

38,45
27,17
31,94
46,67
28,55
5,62
24,41
5,46
37,00
50,47
4,72
1,40
1,01
1,24
5,19
1,78
4,92
35,94
15,80
17,84
45,04
44,49
22,87
49,53
26,16
9,27
29,39
34,93
16,07
40,33
30,29
50,93
27,89
11,69

0,03
0,04
0,05
7,00
4,81
1,31
0,04
0,23
0,33
0,32
0,00
0,04
0,10
0,58
0,04
0,05
0,02
0,05
0,05
0,32
0,17
0,05
0,60
0,33
5,46
2,11
3,81
0,08
2,07
0,06
0,12
0,12
0,29
0,49

43,02
32,59
53,58
28,95
47,64
37,61
59,72
68,55
25,92
9,08
0,22
25,51
45,94
42,76
45,83
25,98
39,35
61,11
83,37
55,22
48,71
45,29
18,25
47,18
65,67
44,86
62,64
63,27
74,25
57,93
68,12
45,62
70,61
40,11

0,08
0,17
0,14
0,15
0,11
0,12
0,08
0,08
0,09
0,25
0,44
0,22
0,09
0,34
0,16
0,25
0,10
0,10
0,08
0,11
0,13
0,07
0,18
0,12
0,09
0,07
0,06
0,10
0,04
0,10
0,09
0,16
0,14
0,16

0,82
0,62
0,61
0,81
0,42
0,30
0,40
0,49
0,74
2,21
9,58
1,71
1,23
9,04
1,28
2,26
3,45
0,37
0,13
0,33
0,26
0,66
1,37
0,40
0,24
0,32
0,18
0,25
0,16
0,49
0,32
0,83
0,29
1,61

100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

44 0.05 76.94 0.01 64.13 87.81 0.30 69.44 68.22 EKONOMI Jumlah (5) 69.82 9.41 60.78 1.31 54.58 72.23 0.53 0.86 73.82 10.75 (3) 66.76 24.48 71.44 82.53 0. di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses.15 10.62 0.30 77. Penguasaan Telepon (Tabel 5.13 4.26 64.39 3.30 4.24 0.34 68.60 0.59 66.37 80.07 42. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kabel Seluler (2) 0.06 61.70 9.60 7.73 81.40 5. Tabel 5.85 2.82 0.02 57.79 83.57 63.41 93.86 75.77 54. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.29 0.37 58.84 3.15 0.70 0.33 0.24 3.81 67.86 0.45 0.89 2.24 32.66 0.02 48.12 73.39 60.50 85.47 64.04 4.89 0.42 68.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel.80 64.65 75.79 4.13 52.42 10.47 0.08 4.88 95.14) Sebanyak 73.79 0.66 0.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.52 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 13.33 70.39 3.01 64.94 77.45 70.37 78.32 70. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.50 71.38 MARET 2012 .19 80.52 3.13 74.14 91.77 0.79 74.82 3.67 4.49 6.74 65.36 1.67 0.11 80.78 8.37 29.35 56.42 0.73 0.15 7. Bangka Belitung Kep.40 0.48 0.18 66.03 45.67 71.23 6.53 0.24 65.72 0.06 83.18 5.53 0.54 80.45 49.41 DATA SOSIAL Kabel dan Seluler (4) 2.11 62.63 3.16 68.67 82.96 70.37 5.63 76.96 60.73 4. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.33 8.60 4.47 0.31 0.

98 15. Jawa Tengah.36 13.84 12. Jawa Timur.25 14.52 30.18 22.93 13.33 14.12 11.98 persen).18 persen). SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. Sulawesi Utara (22.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet.34 11.75 7. dan DKI Jakarta.55 14.83 7. Secara nominal jumlahnya mencapai 9.80 18.76 15.42 29. Bangka Belitung Kep.06 18. Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30.51 12.86 12.21 persen). Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14.42 12.42 15.85 19.36 persen). DKI Jakarta (29. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Jumlah (2) 115 755 366 296 213 345 192 836 111 332 231 434 65 955 181 847 39 993 85 778 751 880 1 830 652 1 176 894 315 111 1 392 606 397 930 152 834 100 795 64 295 121 133 73 328 177 036 193 146 129 241 70 920 316 279 58 412 41 053 19 578 42 416 20 358 19 703 47 274 9 117 445 DATA SOSIAL EKONOMI % (3) 10.91 EDISI 22 . Lihat Tabel 5.21 11.25 9. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat.53 14.43 17. Tabel 5.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 53 14.15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.40 9.15.1 juta rumah tangga.15 22.57 13. Kalimantan Timur (22.05 6.86 8.63 16.50 11.

Penduduk yang Bekerja.40 117.53 116. berkurang sekitar 2. mengalami 2011 sebanyak 7.54 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 VI.6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111.37 111.70 0 Februari Agustus Februari 2009 Februari 2010 Angkatan Kerja 2. Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.56 persen) dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6. Agustus Agustus 2011 Bekerja Penganggur Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109.87 104. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A. berkurang sekitar 1.42 persen).0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119.83 113.4 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jumlah penganggur Agustus Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6.4 juta orang. jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.59 8.41 104.00 113. Grafik 6. 3.56 persen.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.74 108.28 109. dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 120 116.21 107.3 juta orang. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .67 100 80 60 40 8.14 persen.96 9.32 8.1 Jumlah Angkatan Kerja.70 juta penurunan orang (6.7 juta orang.49 119. 4. Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011).12 7.26 20 8.

21 111.2 juta orang (2.59 Setengah penganggur 15.34 7. terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian. sebesar 75. sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.15 persen). Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2.72 69.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu.46 21.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan.14 6. 6.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5. dan Pengangguran 1.96 68.73 13.26 15. Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0. Tabel 6. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011.01 18. 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan (1) 1. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 2010 2011 *) Februari (2) 116.06 4.53 Februari (4) 119.70 67.19 34. B.2 juta orang (49. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8. Pekerja tidak penuh *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2.59 8. Angkatan Kerja.1 juta orang (7.37 107.41 7.42 persen) dan Sektor Transportasi.40 Agustus (5) 117.27 15. Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran.28 109.1 juta orang (68.6 juta orang (5.31 persen).62 persen.00 Agustus (3) 116.4 juta orang (1.56 32.27 34.52 Paruh waktu 17.17 persen).KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.40 persen). 5.4 juta orang turun sekitar 2.32 8. sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3. Penduduk yang Bekerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 3.67 8. Pada Agustus 2011.41 108. Jumlah angkatan kerja mencapai 117. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011.96 persen).80 33.80 6.83 67.12 7. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .53 18. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.

06 2. Perdagangan 7. Tabel 6. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .96 17.83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68.61 1.21 22.58 5. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5.49 23. Jasa Kemasyarakatan ) 8. Pergudangan dan Komunikasi. kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi.82 5.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13. jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6. Listrik. maka pada Agustus 2011 sekitar 41.40 1. pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan. Lainnya * Jumlah *) 14.59 5.63 15.84 5.65 1. Sektor Pertanian.70 107. dan Air D.21 persen dan 9. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1.05 13.42 persen) dan Sektor Transportasi.82 13. dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011.48 39. Perdagangan.1 juta orang (7. Transportasi.40 5.96 persen). Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.49 2011 Februari Agustus (4) (5) 42.74 2.83 (1) 1.08 6. sisanya termasuk pekerja informal.70 4. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011. Pergudangan. Berdasarkan identifikasi ini. Industri 2010 Agustus (3) 41. Keuangan 1. Gas. Konstruksi 4.59 6.56 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 C. dan Komunikasi 5.17 persen). Jasa Kemasyarakatan.64 1.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama Februari (2) 42. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.67 3.42 persen). Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan.5 juta orang (37. Pertanian 2.61 persen. 2.62 15.34 22.24 23. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama.02 16. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1.17 persen) bekerja pada kegiatan informal.54 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan.50 1.2 juta orang (62.28 109.41 108.62 5.33 13.21 111.

64 19.28 109.72 30.7 juta orang).70 persen).3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) 2010 2011 Status Pekerjaan Utama Februari Agustus Februari Agustus (2) (3) (4) (5) 1.48 6. 2.32 5. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19. Pekerja bebas di nonpertanian 5.7 juta orang (3. Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3.1 juta orang (68.26 3.44 persen).7 juta orang (17.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 2.46 persen).72 32. Pekerja bebas di pertanian 6.41 2. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker).7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011. Buruh/Karyawan 7.93 persen).4 juta orang atau sekitar 1.03 21. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu. Pekerja keluarga/tak dibayar Jumlah E.52 34.77 5.58 5. Berusaha sendiri 20.98 17. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1.15 19.46 21.39 persen). dan berusaha sendiri sejumlah 19.02 3.82 5. Pada Agustus 2011. Berusaha dibantu buruh tetap 4.28 5.67 (1) 3.31 persen dari total penduduk yang bekerja (109.92 21.31 19.68 18.68 21. 57 Dari 109.99 107.59 3. Tabel 6.4 juta orang (17. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75. Secara umum.8 juta orang (34.13 5. pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu porsinya relatif kecil yaitu hanya 1. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .21 111.41 108.51 37.16 5.77 19. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37. Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21.66 3.

kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0. Sekolah Menengah Atas 4.92 8.32 3.40 15.08 Jumlah 107.2 juta orang (49.67 Pada Agustus 2011.02 4.70 16.00 15. Tabel 6.63 15.23 persen.61 persen dan 0. jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan.89 25–34 14.21 2011 Februari Agustus (4) (5) 55.44 8–14 4.37 Agustus (5) 1.73 8. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3.89 3.41 108.35 17.17 5.21 111.41 108.59 4.65 111.18 21. sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil.94 5.5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan (1) 1.20 Februari (4) 1.54 5.27 34.19 34.6 juta orang (5.28 109.81 4.15 persen).40 persen).63 12. SD ke bawah 2.34 8.97 12.58 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.79 5.22 20.28 109.86 3.60 74.30 20. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.31 54. Universitas Jumlah 2.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.06 1–34 32.25 107.94 77. Diploma I/II/III 6.2 juta orang (2.88 2.20 15–24 11.80 33. Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah.54 15. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011).59 35+ * 74.48 Termasuk sementara tidak bekerja F. 2010 Februari Agustus (2) (3) 55.09 75.63 15.67 ) *) 2010 Februari (2) 1.12 54.4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja Perminggu 2011 (1) 1–7 Agustus (3) 1.48 12.51 20. Sekolah Menengah Pertama 3. Sekolah Menengah Kejuruan 5. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.11 9.

TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13.71 3.76 persen.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 59 G.92 9.43 5. TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun.59 7.02 7.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 3. Pada Agustus 2011.66 persen dan 10.85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0. TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1. Tabel 6.80 6. 3. Sekolah Menengah Pertama naik 0.83 8. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0. Sekolah Menengah Atas 11.95 8. Pada Agustus 2011.87 10.56 1.24 11.32 persen dan 2. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1.43 persen. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .06 persen dan 10.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7. Dibanding Februari 2011.56 persen dari total angkatan kerja.37 3. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1.90 11.37 3.66 4.55 7. Diploma I/II/III 15.37 persen. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0.14 persen. SD ke bawah 2.7 juta orang atau 6. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7.81 11. Universitas 14.54 persen. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2. 2.00 10. Sekolah Menengah Kejuruan 13.56 Jumlah H.71 12.43 persen. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011.16 6.17 10.78 11.90 12. Sekolah Menengah Pertama 7. 2.14 6.19 persen.81 3.41 7. yaitu masing-masing sebesar 10.45 7.

5 3.9 5.6 5.0 6.84 99.6 2.8 4.1 5.99 86.21 1 042.1 5.1 6.86 52.5 8.57 201.39 58.8 10.8 7.5 5.1 8.23 166.2 4.5 5.97 Jawa Timur 828.2 2.77 34.61 19.9 6.9 7.06 1 046.2 4.90 58.19 93.8 7.2 4.25 15.1 6.2 7.10 174.4 8.02 243.56 Kalimantan Barat Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Selatan Sulawesi Barat Indonesia EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .38 Maluku Utara 26. Bangka Belitung Banten 726.60 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.07 1 002.7 3.6 3.83 Sumatera Selatan Kep.61 55.5 6.8 9.61 46.9 3.34 32.63 19.21 173.4 13.6 2.62 112.80 7 700.6 6.16 21.4 6.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi (1) Aceh 2010 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (2) (3) 162.24 213.1 4.6 13.7 2.88 Kalimantan Tengah 44.06 65.5 7.2 8.4 9.I.5 7.6 10.45 Riau 207.8 7.3 3.37 2011 Februari Jumlah TPT (ribuan) (persen) (4) (5) 171.37 Lampung 220.94 8 319.9 4.6 3.17 136.14 8 117.93 D.18 821.8 5.8 5.8 4.43 Sumatera Utara 491.9 6.80 Jawa Barat 1 951.9 6.59 30.67 58.14 142.43 460.62 25.9 9.0 2.5 5.5 4.5 2.04 66.2 9.94 Papua Barat 26.83 555.18 402.55 Papua 53.06 Maluku 64.8 6.8 7.7 5.0 8.14 41.16 Jawa Tengah Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tengggara Timur 68.0 8.32 119.01 299.37 Sumatera Barat 152.6 6.68 697.25 845.7 10.41 21.84 1 901.29 116.68 30.25 103.33 1 982.72 60.8 3.2 5.62 100.27 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (6) (7) 148.69 107.66 28.35 110.3 8.3 7.95 162.05 542.69 101. Yogyakarta 107.78 DKI Jakarta 582.3 4.56 17.28 33.4 5.8 5.5 4.3 5.2 4.4 10.7 5.8 3.61 98.61 Bengkulu 39.1 3.55 57.72 185.6 3.7 4.37 243.50 680.4 10.7 5.03 26.55 Kalimantan Selatan 96.1 13.6 7.25 22.07 217.27 52.72 51.9 7.62 Gorontalo 23.80 Jambi 83.69 236.5 3.9 2.6 4.2 4.7 9.4 2.32 Kepulauan Riau 57.2 3.33 71.0 6.5 3.97 53.65 228.47 74.6 9.70 15.82 Sulawesi Tenggara 48.6 5.1 5.6 4.3 3.8 11.26 Sulawesi Tengah 56.34 59.1 6.6 5.85 60.

727 menjadi Rp39. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional.939.542. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0.32 bulan persen sebelumnya.32 persen dibanding upah buruh tani 2012 sebesar Rp39. Upah Buruh Bangunan Pada Februari 2012. yaitu dari Rp28.823. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Februari Desember Upah Buruh Tani Januari `12 Okt ober November September JuLi Agustus Mei Juni April Maret Februari Desember Januari `11 Okt ober November september Juli Agustus Mei Juni April Maret 65000 60000 55000 50000 45000 40000 35000 30000 Februari `10 Rupiah Grafik 7. Sedangkan secara riil turun sebesar 0.35 persen.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 . Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63. yaitu dari Rp39.854 naik 0.715 menjadi Rp63.582 menjadi Rp28.35 persen sedangkan secara riil naik sebesar 0.675 menjadi Rp48. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63.14 persen. Upah Buruh Bangunan 2.UPAH BURUH FEBRUARI 2012 61 VII.30 persen. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1.939 naik 0. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 Rata-rata upah nominal harian naik buruh tani pada periode Februari sebesar 0.854. yaitu dari Rp48.

62

UPAH BURUH FEBRUARI 2012

Tabel 7.1
Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani, Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah)
Februari 2010Februari 2012
Upah Buruh Tani
(harian)

Bulan

Nominal
(1)

Riil

Upah Buruh Bangunan
(harian)
1)

Nominal

Riil

2)

(2)

(3)

(4)

(5)

Februari 2010

37 637

29 987

56 864

48 043

Maret

37 721

30 023

56 998

48 226

April

37 844

30 138

57 217

48 338

Mei

37 897

30 153

57 285

48 257

Juni

37 946

29 980

57 504

47 976

Juli

38 069

29 507

58 228

47 829

Agustus

38 198

29 356

58 276

47 506

September

38 301

29 315

58 475

47 460

Oktober

38 382

29 354

59 898

48 583

November

38 494

29 209

60 190

48 528

Desember

38 577

28 934

60 214

48 106

Januari 2011

38 648

28 705

60 340

47 779

Februari

38 769

28 755

60 758

48 045

Maret

38 852

28 832

61 069

48 448

April

38 976

29 098

61 190

48 695

Mei

39 082

29 175

61 409

48 811

Juni

39 144

29 104

61 476

48 598

Juli

39 215

28 975

61 583

48 358

Agustus

39 287

28 816

61 948

48 193

September

39 345

28 774

62 064

48 153

Oktober

39 412

28 787

62 210

48 322

November

39 503

28 736

62 263

48 199

Desember

39 599

28 701

63 157

48 616

Januari 2012

39 727

28 582

63 715

48 675

Februari

39 854

28 542

63 939

48 823

Catatan:

1)

Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100)

2)

Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100)

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

63

VIII. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN
FEBRUARI 2012
A. NILAI TUKAR PETANI (NTP)
1.

Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012
tercatat

105,10

atau

turun

0,60

persen

dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105,73.
Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya
NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan,
Hortikultura,

Tanaman

Perkebunan

Nilai Tukar Petani pada
Februari 2012 turun
0,60 persen

Rakyat,

Peternakan dan Perikanan yang masing-masing
turun sebesar 1,02 persen, 0,23 persen, 0,16
persen, 0,09 persen, dan 0,39 persen.
Grafik 8.1
Nilai Tukar Petani (NTP), Februari 2011–Februari 2012

NTP
106,50
105,75

106,00
105,17

105,50
105,00

104,50

104,79

105,11

105,64
105,51

105,10

104,87

104,50

105,73

104,00
103,50
103,00

103,32

103,91

103,33

102,50
102,00
101,50
101,00
100,50

NTP

2.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0,18 persen bila
dibanding It Januari 2012, yaitu dari 143,57 menjadi 143,31. Penurunan indeks
tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor, yaitu Tanaman Pangan (0,54
persen) dan Perikanan (0,03), sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami
kenaikan yaitu Hortikultura (0,20 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15
persen), dan Peternakan (0,28 persen).
MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

64

3.

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0,43 persen
dibanding Ib Januari 2012. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok
Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan
Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0,33 persen.
Grafik 8.2
Indeks Harga yang Diterima Petani (It), Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib),
Februari 2011–Februari 2012
146,00
144,00
142,00
140,00
138,00
136,00
134,00
132,00

130,00
128,00
126,00
124,00
122,00

It

4.

Ib

NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1,02 persen
dibanding NTPP Januari 2012. Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman
Pangan (0,54 persen), sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0,48 persen). NTP
Hortikultura (NTPH) turun 0,23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0,20
persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0,43 persen). NTP
Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0,16 persen disebabkan naiknya It
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,31 persen). NTP Subsektor Peternakan (NTPT)
turun 0,09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0,28 persen) lebih kecil
dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0,37 persen). NTP Subsektor Perikanan
(NTN) turun 0,39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0,03 persen),
sebaliknya Ib Perikanan naik (0,37 persen).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

41 0. Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0.40 0. Grafik 8.60 1. dan Olah Raga 0.02 persen.59 -0.63. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0.41 0. 3.09 -0.18 0. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. Perumahan 0.74 0.17 1. Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 0.01 -0. Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1.60 Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 65 B.3 Inflasi Perdesaan.71 0.29 0.00 -0.08 0.12 persen.00 persen 1. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0. serta Transportasi dan Komunikasi 0. Pendidikan. Februari 2010–Februari 2012 2. Makanan Jadi 0. Kesehatan 0.46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras.98 0.50 persen.80 0.13 -0.93 2. Sandang 0.80 2. Inflasi Perdesaan 1.81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0. 0.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.08 persen. yaitu Bahan Makanan 0.53 persen.14 0.46 0.85 0.63 0. 4.42 persen.20 0.29 persen.37 0.03 persen.40 persen.13 0. Rekreasi. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.46 persen dengan Pada Februari 2012 terjadi indeks umum konsumsi rumah tangga inflasi perdesaan sebesar 139.74 0. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.05 0.79 0.56 persen.49 persen.40 1.40 0.40 0.46 persen provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.

Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .37 0.34 -0.62 136.Indeks konsumsi rumah tangga .27 142.Indeks BPPBM 5.48 137. Indeksharga yang dibayar petani (Ib) .15 138.19 138.05 122.89 131.Indeks konsumsi rumahtangga 139.Indeks BPPBM 2.66 138. Indeks harga yang diterima petani (It) .46 0.01 125.14 137.42 139.46 150.43 0.Penangkapan 130.62 140. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .18 0.23 0.Padi .60 132.31 147.17 140.1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Bulan Subsektor Desember Januari Persentase Perubahan (1) (2) (3) (4) 1.21 140. Tanaman pangan a.11 0.54 -0.81 150.30 .66 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8.55 138.44 143.46 126.39 -0.Unggas .02 -0.55 133. Nilai tukar petani (NTPP) b.35 125.72 122.63 -0. Nilai tukar petani (NTP) b.43 146.64 106.54 146.74 142.80 104.18 0.31 136.21 101. Hortikultura a.Ternak kecil .86 145.36 139.47 -0.27 130. Nilai tukar petani (NTPT) b. Indeks harga yang diterima petani (It) .15 0.38 105. Nilai tukar petani (NTN) b.99 105.60 -0.Sayur-sayuran .Ternak besar .Indeks konsumsi rumah tangga .73 143. Indeks harga yang diterima petani (It) .Indeks konsumsi rumah tangga .69 0.27 126.63 127.49 0.35 136.Indeks konsumsi rumah tangga .20 0.03 -0.94 138.78 139. Tanaman perkebunan rakyat a.07 122.10 105.11 134.69 144. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 105.42 145. Peternakan a.06 -0.87 137.16 0.26 127.Indeks BPPBM Gabungan/nasional a. Indeks harga yang diterima petani (It) c.47 -1.36 -0.33 .64 143.95 138.43 0.28 0.83 117.38 125.48 0.37 0.14 138.42 143.09 0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .Hasil ternak c.76 145.48 0.20 134.Indeks BPPBM 4.Buah-buahan c.Palawija c.07 147.34 0.29 0.50 118. Nilai tukar petani (NTPR) b.Indeks BPPBM 3.09 0.45 138.29 106.46 0.67 0.06 0.90 -0.42 134.98 108.48 108.57 135.78 143.Budidaya c. Perikanan a.35 101.61 143. Indeks harga yang diterima petani (It) .Tanaman perkebunan rakyat c. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) . Indeks harga yang diterima petani (It) .78 138.15 0.31 0.14 105.34 -0.64 134.95 151.96 142. Nilai tukar petani (NTPH) b.48 .37 0.10 143.26 0.Indeks konsumsi rumah tangga .51 150.49 131.74 124.54 122.Indeks BPPBM EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .53 138.

12 0.93 Agustus 1.28 0.27 0.23 0.43 0.71 Juli 3.38 0.63 0.35 0.15 0.95 0.22 0.90 0.18 0.37 0.51 0.25 0.12 1.15 0.14 Maret -0.25 0.37 Januari 2012 0.19 0.12 0.25 0.18 0.20 0.78 0.52 0.36 0.20 0.17 Januari 2011 1.42 0.08 0.08 0.45 0.15 0.22 0.80 0.28 0.34 0.98 Februari -0.03 -0.41 0.93 0.49 0.30 0.36 0.35 0.44 0.21 0.44 0.42 0.38 0.39 0.15 0.39 0.16 1.43 0.04 0.50 0.63 0.12 0.65 0.29 Oktober 0.25 0.47 0.10 0.06 0.13 November 0.41 0.01 Juni 0.14 0.37 0.56 0.05 April -1.00 0.06 0.07 0.59 0.57 0.22 0.24 0.21 0.41 Desember 0.55 0.54 0.44 0.59 Mei -0.50 0.20 0.40 0.09 0.11 -0.31 0.41 Oktober -0.29 0.02 0.64 0.37 0.26 0.50 0.38 -0.55 0.57 0.09 -0.40 0.36 0.29 0.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 Bulan Bahan Makanan PerumahMakanan Jadi an Sandang Kesehatan Pendidikan.26 0.07 0.05 0.40 0.08 0.15 0.02 0.09 Juni 1.85 September 0.09 0.11 -0.04 0.25 0.14 0.53 0.27 0.23 0.27 0.27 0.35 0.44 0.40 Juli 0.53 0.16 0.05 0.18 Mei 0.19 0.32 0. dan OR Transportasi dan Komunikasi Umum (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.43 0.29 0.74 September 0.19 0.29 0.52 0.23 0.12 0.63 Agustus 1.24 0.46 0.97 0.53 0.10 0.05 0.50 0.16 0.20 0. Rekreasi.46 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .37 0.34 0.45 0.44 0.91 0.37 0.08 November 1.38 0.16 0.24 0.38 0.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 67 Tabel 8.79 Desember 1.51 0.15 0.97 0.81 0.37 0.10 0.11 0.45 1.13 0.15 0.34 0.57 0.03 0.74 Februari 0.30 0.

Perumahan 133.07 139.40 0.23 134.93 3.20 3. Rekreasi.97 139.56 2.36 125.86 114.49 1.56 144.62 122.43 0.55 146.30 140.68 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8. Sandang 129.84 137. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Laju Inflasi 2012 KelompokPengeluaran Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 20121) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134.20 3.02 5.46 2.31 1.3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012. Transportasi dan komunikasi 112.06 5.66 0.78 0.01 114.53 1.33 Tahun Kalender2) Yearonyear3) 1) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 3) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .46 1.79 4.84 6.17 4.63 0. dan Olah Raga 120.87 2.68 0.83 137.08 0.36 0.60 135.05 0.99 123.89 135. Kesehatan 122.50 1.83 5. Makanan jadi 131.53 7.56 1. Pendidikan.42 0. Bahan makanan 142.29 0.72 0.88 127.

Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6. Pada Februari 2012. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur).42 persen) naik 5.00 per kg dan Rp2.000.610. harga penggilingan masing-masing Rp4. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem. Harga Gabah 1. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat). Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.67 persen) dan Rp4. Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.68 per kg (turun 5.00 per kg.31 gabah kualitas GKP di petani per sebesar Rp4.00 per kg. 3. kg (turun 5. Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.550.232. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A.31 per kg.156. Sementara itu.00 per kg dan Rp2.156. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat). rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan Pada Februarii 2012. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 69 IX.050.1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 Rp/kg 4 000 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar Apr GKG Mei Jun GKP Jul Agt Sep Okt Kualitas Rendah Nov Des Jan'12 Feb HPP-GKP 2.67 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya. Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6. Grafik 9.

1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) GKG Rata-rata Harga (Rp/Kg) (3) Perubahan (%) (4) Rendah Kadar Air (%) (5) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (6) Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19.55 3 565.37 23.99 Apr 18.31 -5.17 4.71 2.85 3 945.03 24.37 3 581.67 4 406.32 7.64 25.52 per kg (turun 6.67 12.90 3 480.77 13.50 3 218.54 3 048.25 Feb 18.67 Okt 18.86 12.27 4 085.26 11.40 5.622.19 2 923.02 26. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.85 -2.84 -2.12 2.59 7.15 12.77 Nov 18.45 4.66 Juni 18.28 persen) dan Rp4. Grafik 9.08 3 887.79 -0.72 -10.87 2 542.27 3.43 12.94 Juli 18.15 3.51 12.43 1.31 1.13 25.71 4 156.69 3 967.74 4 776.02 3 772.53 -0.91 3 707.90 2 619.81 3 549.70 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 Tabel 9.38 12.08 6.28 12.96 4.70 Pada Februari 2012.66 24.43 0.70 3 937.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya.29 3.23 3 753.09 2.19 3.54 3 997. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.79 12.45 Agt 18.50 4 182.54 12.85 -5.755.72 25. 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar GKG EDISI 22 Apr Mei GKP DATA Jun Jul Agt Sep Kualitas Rendah SOSIAL Okt Nov HPP-GKG EKONOMI Des Jan'12 Feb HPP-GKP MARET 2012 .41 24.10 3 229.19 12.81 3 804.97 -18.02 Mar 19.26 -3.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya.65 6.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 4 000 Rp/kg 4.83 Sep 18.73 4.29 3 449.79 3 632.45 2 794.56 0.01 10.32 8.28 26.92 5.24 4 281.549.85 per kg (turun 2.24 per kg (turun 6.33 24.19 24.97 2 896.94 3 507.37 Des 18.40 25.49 2.16 per kg (turun 2.63 3 296.42 -4.48 26.24 -6.24 4 548.64 5.86 3 970.36 3 416.63 1.87 3 178.14 3 838.26 12.71 -12.68 Mei 18.01 2012 Jan 17.80 4 667.70 persen) dan Rp3.80 3 684.10 4 398.667.82 0.

dan kualitas GKG 80 observasi (8.84 -10.85 10.92 per kg.79 12.16 Nov 18.35 12.38 11.37 3 655. tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.27 4 150.24 4 619.27 0.40 Mei 18.17 -1. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.52 -6.76 13.80 4 755.71 4 232.72 per kg dan Rp3. dan kualitas rendah Rp3.13 0.45 Juli 18.68 -5.35 Feb 18.406.02 -0.99 5.29 3 519.90 per kg.2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.02 12.93 per kg.776.32 per kg.32 7.87 5. rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.475. Sementara itu. kualitas GKG Rp4.16 -2. Dari keseluruhan observasi.20 12.857.39 3.05 25.50 4 253.75 -5.33 12.87 3 241.19 per kg. Pada periode yang sama.84 4.65 Sep 18.85 4 007. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.14 3 930.105.92 7.08 3 972.67 4 475.49 3. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.55 3 631. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.93 -3.26 per kg. 6.53 2.19 24.24 persen).49 per kg.79 3 703.97 Des 18.59 12.54 4 067.28 -1.22 Apr 18.10 4 463.655.32 4.50 25.95 persen).69 4 029.048.52 24.607.97 per kg.84 per kg dan Rp3.61 1.68 Agt 18.17 12.20 6.65 7.42 12.81 3 299.66 26. kualitas rendah 252 observasi (25.46 0.02 3 838.24 4 354. dan kualitas rendah Rp3.90 2 691.43 26.49 -5.91 3 771.77 5.87 2 607.80 3 754.12 Okt 18.47 25. Sementara itu.81 persen).74 4 857.30 8.15 24.90 3.51 -12.HARGA PANGAN FEBRUAR I 2012 5.36 23.880.97 2 968.74 4.81 3 880.50 3 279. Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (3) GKG Perubahan (%) (4) Kadar Air (%) (5) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (6) Rendah Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19.70 3 999.80 2012 Jan 17.58 2.12 3.89 2.45 2 863.542.11 26.74 Mar 19. kualitas GKG Rp4.06 25.804.54 3 105.19 2 981. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .81 3 622. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.20 12.32 per kg.64 Juni 18.50 12. 71 Selama Februari 2011–Februari 2012.86 4 044.64 2.18 0.87 per kg.581.90 3 552. Tabel 9.50 24.81 3.36 3 480.76 3.23 3 824.57 24.82 12.99 6.90 -17.63 3 361.94 3 593.

Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu. naik 0. harga beras naik 15.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16.72 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 B. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1. Pangkal Pinang. Secara nasional. Artinya pemilik beras (pedagang. Harga telur ayam ras naik 1. Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen).89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4. Dibandingkan Februari 2011. 3.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61. gula pasir. Harga daging ayam ras turun 1. Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen).48 persen bila dibanding Februari 2011.77 persen on-year periode yang sama sebesar 3. Harga cabai rawit turun 6.56 . persen. BULOG.77 persen dibanding Rata-rata harga beras Januari bulan Februari 2012 2012.64 persen bila dibanding Februari 2011.520. Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu.81 persen.. lebih sebesar Rp10. Komoditas lain seperti daging sapi. Mamuju (masing-masing 10 persen). konsumen. petani. Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima. dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11. Sorong.88 persen bila dibanding Februari 2011. Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6.27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45.33 persen bila dibanding Februari 2011. Harga cabai merah turun 30. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen).per tinggi dibandingkan dengan inflasi year- kg. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. minyak goreng. susu kental manis.37 persen.80 persen bila dibanding Februari 2011. 2. Mamuju (masing-masing 6 persen). Harga ikan kembung turun 1.

00 Bulan Beras (kg) Februari’12 thd Januari’12 Februari’12 thd Februari’11 (dalam persen) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) (1) Februari’11 (2) 9 118 Susu Telur Daging Daging Kental Minyak Gula Tepung Cabai Cabai Ikan Minyak Ayam Ayam Sapi Manis Goreng Pasir Terigu Rawit Merah Kembung Tanah Ras Ras (kg) (kg) (385 (liter) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (liter) (kg) gram) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 0.89 0.05 -6.88 16.34 0.74 -0.48 6.27 1.33 6.01 0.99 -1.37 10.57 -1.57 0.83 4.80 3.63 15.23 0.18 0.90 -61.64 -45.HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 73 Tabel 9.77 -1.31 -30.55 2.

2.1). EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dan besi beton) mayoritas naik harganya. air minum dan komunikasi Feb Des Jan12 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Apr Mei Feb Mar Des Jan11 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Mei Apr Mar 175 Feb 10 180 Bangunan lainnya 3. Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0.11 persen (Tabel 10. jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik. Grafik 10.3). cat tembok. semen. kaca lembaran.1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 215 210 205 200 195 190 185 Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya.2). gas. Pada Februari 2012. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis. Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0. aspal.35 persen dibandingkan bulan sebelumnya. asbes gelombang. Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1.04 persen (Tabel 10.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0.30 persen (Tabel 10. IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.35 persen naik sebesar 0.65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0. INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0.74 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 X. pipa pvc.

Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1.48 203.4).41 0. 75 Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi.59 193.00 0. air minum. gas.11 3.27 Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian 214.48 0.03 204.93 259.77 0.58 0.50 0. (2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) 1.25 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Industri 184. Pertanian 257. Tabel 10.50 persen (Tabel 10.70 168.12 0.INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 4. Pertambangan dan penggalian 228.20 Bangunan dan instalasi listrik.60 0.10 5. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas.69 0.65 2. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal 197.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0.48 198. dan komunikasi 192.64 185.52 0.24 228.87 215.28 Bangunan lainnya 204.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.18 Umum nonmigas 187. Impor nonmigas 168.11 187.30 Pekerjaan umum untuk jalan.22 Konstruksi Indonesia 203.35 Tabel 10.42 4.53 -0. jembatan.99 0.26 212. dan pelabuhan 212. Ekspor nonmigas 151.31 151.

19 0.77 Umum tanpa impor 188.78 190.04 308.21 0.25 0.93 0.50 Umum 187.76 175.97 0.55 5.43 1. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.49 0.31 188.48 178.82 Umum tanpa impor dan ekspor 199.64 0. Ekspor 158.32 0.93 1.54 -0.80 Umum tanpa ekspor migas 187.29 Cat tembok 175.77 201.46 0.37 257. Indonesia Desember 2011–Januari 2012.34 0.78 197. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Januari terhadap Desember (%) (4) 1.24 0.69 0.31 Semen 183.99 182.40 Asbes gelombang 176.04 Kaca lembaran 182.40 159.48 Tabel 10.65 4. Industri 183. Impor 181. Pertambangan dan penggalian 226.86 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .69 158.78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188.36 0.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.53 188.63 184.44 184.38 179.65 183.40 2.74 Umum tanpa ekspor 195.66 228.70 3.76 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 Tabel 10.13 Pipa PVC 179.36 Aspal 308.69 181. Pertanian 254.99 0.55 0.89 0.10 Besi beton 180.42 189.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Kayu lapis 157.

dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi.92.32). dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi.37) meningkat dibandingkan triwulan IV2011.1.92) mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan. kecuali Sektor Pertanian. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106.37. Kehutanan. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107.14). Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111. 2. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108. ITB TRIWULAN IV-2011 1.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUM EN TRIWULAN IV-2011 77 XI. Sektor Pertanian. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106. Peternakan. dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98. dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa. A. PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 Selain pada triwulan berjalan. Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Peternakan. 2. Kehutanan. 1.27). berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang.2.53). 3. berarti kondisi bisnis diperkirakan akan Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor.86). Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi bisnis pada Triwulan pengusaha IV-2011 meningkat (ITB 106.51).92). INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV2011 A.

45 107.57 4. Hotel.23 102.20 104.42 6.24 107. dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa 110. Nilai ITB = 100.31 106.63 105.14 116.78 8.57 103.41 102. Nilai ITB > 100.45 105. Listrik.13 108.08 106.58 106.83 111.05 111. Kehutanan.09 109. Peternakan. dan Air Bersih 108.51 101. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya.83 3.00 111. b. c.64 106.19 100 107. Real Estat.94 105.43 110 108.15 98.72 97.23 106. Perdagangan.41 103.1 1) Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan 2) Perkiraan Triwulan I-2012 120 115 112.94 105.39 106.25 112.22 104.05 110. Perkiraan ITB triwulan I-2012.83 107.12 110.72 111.55 Indeks Tendensi Bisnis 106.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ITB Triwulan IV-2010 Sektor (1) (3) ITB Triwulan II-2011 (4) ITB Triwulan III-2011 ITB Triwulan IV-2011 (6) (7) (5) Perkiraan ITB Triwulan I-2012 (8) 96.53 105. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 I-12 IV-11 III-11 II-11 I-11 IV-10 III-10 II-10 I-10 IV-09 III-09 II-09 I-09 IV-08 III-08 II-08 90 I-08 9. dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian 108.63 105 106.27 2.55 101. Pertanian.42 108.32 105.37 102.78 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11.16 96.85 106.90 105.32 106.60 107. Industri Pengolahan 105.36 110. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.38 102.16 Grafik 11.93 112. IV-07 1. dengan indikasi sebagai berikut: a.27 108.86 106. Keuangan.92 105.51 106.37 108. Nilai ITB < 100.92 108. ITB Triwulan I-2011 .19 107.34 107.29 104.86 111.70 105.75 107. Konstruksi 108. Gas.85 110.86 106.80 7. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya. Pengangkutan dan Komunikasi 107. dan Restoran 106.35 101.80 109.58 104.33 98.41 5.91 95 Triwulan Keterangan: 1) 2) ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200.04 110.75 104.

67 110. dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan.82 Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging. Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah.69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113. Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108. artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. rekreasi) 105.07).71 103. Sebaliknya. ikan. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B. yaitu sebesar 105. Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga. perumahan. kesehatan. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113. buah-buahan.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 B.24 108.44. dll. 2.24).1.48 111.44) dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan. Indeks Tendensi Konsumen 79 (ITK) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan IV-2011 meningkat konsumen (ITK 108. susu.50 108. dimana 13 provinsi diantaranya (39.34. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi).39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. transportasi.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) ITK Trw III-2011 (2) ITK Trw IV-2011 (3) Pendapatan rumah tangga 110. Tabel 11. pendidikan. ITK TRIWULAN IV-2011 1.) dan bukan makanan (pakaian.44 Indeks Tendensi Konsumen MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari.

2. artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Aceh NTB Gorontalo Bengkulu Malut Jambi Kalsel Sultra Sumsel Sulteng Sulbar NTT Jateng Sumbar Lampung Sumut Jabar Babel Jatim Indonesia Riau Kaltim Banten Papua Kalteng Kepri Papua Barat Kalbar DI Yogyakarta Maluku Sulsel DKI Jakarta Bali Sulut 95 PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 Selain pada diperkirakan triwulan indeks berjalan.48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional.80 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Grafik 11.46). Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48. 1.08. 1.07 120 105 100 90 B. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi 105.44). Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108. komposit juga persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan I-2012 diprediksi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap membaik (ITK 108.08) situasi perekonomian pada triwulan mendatang.00). Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108. dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104.44 115 113.34 110 108. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

kendaraan bermotor) 105. kompor/tabung gas. perhiasan berharga. oven/microwave.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang ITK Trw I-2012 (2) 1) 109.08 Grafik 11. kulkas. tape/compo.08 110 104. VCD/DVD player. AC. mebelair.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 81 Tabel 11. radio.50 Indeks Tendensi Konsumen 108.46 115 100 90 Bengkulu NTT Jambi NTB Aceh Papua Barat Gorontalo Sultra Lampung Malut Banten Riau Sulbar Sumbar Kalsel Jatim Sumut Indonesia Kepri DI Yogyakarta Sumsel Maluku Jateng Kalteng Kalbar Papua Babel Bali Jabar Sulteng Sulut DKI Jakarta Kaltim Sulsel 95 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi 112. HP. komputer.00 120 105 108. mesin cuci.34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV.

20. 9.89 101.38 106.00 106.69 100.22 102.59 100.92 108.07 106.44 107. c.09 113. 33.18 101.20 110.51 103.33 110. 22.80 104.17 100.96 108. 24.98 109. 23.4 1) Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi (2) Triwulan I-2011 (3) Triwulan II-2011 (4) Triwulan III-2011 (5) Triwulan IV-2011 (6) Triwulan I-2012 2) (7) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta JawaTimur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua 101.17 106. 3. 28.46 111. 12.06 108.70 101.58 107.55 101.62 110.48 107.46 107. 7.07 104.69 110. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012.22 100. 14.96 110.64 105.75 111.33 107.24 103.28 110.44 108.69 104.10 110. 32.60 109. 13.90 106.40 107.00 105.24 106.43 113.40 106. Nilai ITK = 100.01 106.70 100.56 109.05 107.58 109.02 105. Nilai ITK < 100.14 106.82 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11.96 107.36 109.21 99. 19.84 108.44 106. b.36 111. 30.15 107.42 108.89 109.75 107.40 109.78 112. 15. 17.70 112. Nilai ITK > 100.11 105.60 109.23 110.10 105.55 111.10 102.60 105. 31.26 105.24 108.54 102.96 111.21 109.58 107.47 98.04 106.53 105.09 108. 21.36 110.12 100.78 107.44 110. 26.39 105.47 105. dengan indikasi sebagai berikut: a.34 107.92 107.57 107.07 107.55 105.26 104.79 102.15 103.53 107.48 104.41 105.72 106.46 105.16 108.63 109.40 110.77 109.22 107.66 103.26 105. 16.15 108.31 105.30 106.72 108.95 109.69 108.61 108. Provinsi (1) 1.84 111.90 114.02 108.68 106.46 100.44 109.23 112.89 99. 6.66 108.64 107.20 112.35 104.77 113. 25. 11.33 107.06 102.48 104.48 108. 18.46 109. 5.47 104. 29.58 101.15 108.12 108.03 107.40 110.27 108.42 106.37 110.32 109.47 114. 4. 27.63 109.56 107.75 101.08 No.31 106.01 111.77 97.86 111.87 105. 2. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.24 107. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.12 110.35 109. Indonesia Keterangan: 1) 2) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200. 10.57 108.06 102.31 106.91 110.68 109. 8.39 105.96 107. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.39 111.60 107.42 106.96 109.46 106.07 107.

74 juta ton Gabah Kering Produksi padi tahun 2011 Giling (GKG).70 persen). sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.10 persen dibandingkan tahun 2010. 2009–2011 70 64.35 kuintal/hektar (0.2).34 30 20 10 0 Jawa Luar Jawa 2009 2010 Indonesia 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM 2.10 persen) turun 1. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) sebesar 65.1 Perkembangan Produksi Padi. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12.52 30.88 36.13 ribu hektar (0.74 60 Juta Ton 50 40 34.37 34. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .74 juta ton.39 persen) dan produktivitas sebesar 0. Grafik 12. Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus. PADI 1.97 juta ton. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.40 66. sebesar 0.09 31.PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 83 XII. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.24 juta ton. PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 A.73 juta ton (1.40 29. mengalami penurunan sebesar 65.47 65.

93 -0.61 50.55 -1.32 1.77 1.50 2.78 2 487 244 3 022 050 12 883 576 13 253 450 2 720 970 13 201 316 534 806 369 874 21.Mei−Agustus .16 -0.27 -0.60 .56 -0.10 3.87 -301 080 -52 134 -9.Januari−Desember Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .80 -0.Januari−April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2. Luas Panen (ha) .44 48.88 -0.83 -6.85 -78 355 -1.Mei−Agustus 50.Januari−Desember 49. 2009–2011 2 750 2 500 2 250 2 000 ribu ha 1 750 1 500 1 250 1 000 750 500 250 0 2009 (ha) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2246741 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 2010 (ha) 509181 1252719 1830866 958790 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 Tabel 12.67 0.62 1 305 022 4.97 49.72 0.Mei−Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0.43 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3.Januari−Desember 2.45 50.22 -728 448 -1.96 -0.22 49.95 -0.56 49.15 51.39 .September−Desember . 2009−2011 Uraian 2009 2010 2011 (ASEM) (1) (2) (3) (4) Perkembangan 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (5) (6) (7) (8) 1.10 . Produktivitas.September−Desember .09 .2 Pola Panen Padi. Produktivitas (ku/ha) .62 -1 069 259 -964 211 -4.56 -3.45 22 463 966 22 152 985 12 429 363 14 992 617 21 083 726 14 028 406 -310 981 2 563 254 -1.35 3.99 49.13 327 301 5.53 -1.36 0.84 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Grafik 12.38 20.71 50. Produksi (ton) .September−Desember .Januari−April 49.1 Perkembangan Luas Panen.70 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0. dan Produksi Padi Menurut Subround.Januari−April .

MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .35 ribu ton. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843. Penurunan produksi kedelai Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843.97 persen tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64.56 ribu ton.02 persen).29 kuintal/hektar (2. menurun sebanyak 63. JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17. turun 6. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.81 persen) dibandingkan tahun 2010.PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 85 B.84 ribu ton biji kering. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270. menurun sebesar 698.90 ribu hektar (6.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220.63 juta ton.60 ribu ton (3.91 persen).24 ribu hektar (6. Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.14 kuintal/hektar (1.63 juta ton pipilan kering.97 persen) dibandingkan tahun 2010.04 persen) dan sebesar 0. turun 3. Penurunan produksi tersebut Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17.54 persen). C.81 persen terjadi di Jawa sebesar 478.84 ribu ton. sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1.19 ribu ton (6.54 ribu ton.

42 Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8.36 45. Jagung .57 -39 895 -6.Produksi (biji kering) 3.27 123.14 -1. Kacang Hijau .Produktivitas ku/ha .24 49 392 16.Produksi (umbi basah) EDISI 22 Ton DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .26 1.49 12.25 1.63 -410 -0.56 0.07 0.Luas Panen .33 141 196 6.99 Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0.04 13.65 1. dan Produksi Palawija.48 0. Kacang Tanah .Produksi (pipilan kering) 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0. Kedelai .Luas Panen .56 12.Produktivitas .57 0.86 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Tabel 12.85 0.88 .99 4.81 Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8.Produktivitas ku/ha .Produktivitas ku/ha 187.33 -81 333 -13.92 -63 193 -6.17 -88 279 -11.96 -698 603 -3.78 ku/ha 111.91 Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3.29 2.99 8.59 0.70 -270 243 -6.Luas Panen .43 38 969 15.35 1.11 2.81 0. 2009−2011 Uraian Satuan (1) (2) . Ubi Kayu .92 113.30 11.Produksi (biji kering) 10.Luas Panen .17 203. Produktivitas.85 -0.Produksi (umbi basah) 6.03 5.38 Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1.91 11.10 4.97 Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.Luas Panen Ha 2009 (3) 2010 (4) Perkembangan 2011 (ASEM) 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (6) (7) (8) (9) (5) 1.21 9.18 1.73 13.85 0.93 Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0.37 44.Produksi (biji kering) 12.02 14.33 Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10.48 13.39 3.54 42.25 1.46 202.2 Perkembangan Luas Panen.02 Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.52 -3 216 -1.59 Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7.70 1.53 91 506 0.Luas Panen .Produktivitas ku/ha . Ubi Jalar .Produktivitas ku/ha .82 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.71 7.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

87

XIII. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR
TRIWULAN IV 2011
A. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS)
1.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur
besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011
naik sebesar 6,02 persen (y-on-y) dari
triwulan IV-2010. Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5,53 persen dari triwulan IV2009, triwulan IV-2009 naik 4,46 persen
dari triwulan IV-2008, dan triwulan IV-2008

Pertumbuhan produksi
Industri manufaktur besar
dan sedang (IBS) triwulan

IV-2011 naik 6,02 persen
dari triwulan IV-2010

naik 1,51 persen dari triwulan IV-2007.
Grafik 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011
(2000=100)
8,00
7,00
6,02
6,00

5,53

Persen

5,00

4,46

4,00
3,00
2,00

1,51

1,00
0,00
2008

2009

2010

2011

Tahun
2.

Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3,09 persen (q-to-q) dari
triwulan III-2011.

3.

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0,43 persen (m-to-m)
dari Oktober 2011.

4.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1,16 persen (m-to-m) dari
November 2011.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

88

5.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6,23 persen (y-on-y) dari
November 2010.

6.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5,83 persen (y-on-y) dari
Desember 2010.

Tabel 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen)
2000=100
q-to-q

Tahun

y-on-y

Total

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

2008

-0,34

1,92

3,31

-3,26

5,85

3,30

1,60

1,51

3,01

2009

-1,65

2,38

2,74

0,96

0,19

0,64

0,09

4,46

1,34

2010

-1,83

2,42

2,13

2,77

4,26

4,30

3,67

5,53

4,45

2011

-1,69

1,61

2,95

3,09

5,68

4,85

5,69

6,02

5,56

Tabel 13.2
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen)
2000=100
Bulan
(1)
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

y-on-y
2010

2011

2010

2011

(2)

(3)

(4)

(5)

7,44
2,06
7,53
4,17
5,34
5,03
5,50
1,73
10,10
5,98
6,23
5,83

-0,57
-1,00
0,10
1,27
1,10
2,02
2,20
0,48
-6,15
7,02
-0,66
1,53

-0,22
-5,96
5,46
-1,89
2,23
1,72
2,66
-3,11
1,57
3,01
-0,43
1,16

5,25
4,02
3,50
3,80
4,07
5,00
5,49
4,66
0,81
4,87
4,68
7,06

EDISI 22

m-to-m

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

89

Tabel 13.3
Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang
Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen)
2000=100
Triwulan/Tahun
KBLI

Jenis Industri Manufaktur

(1)

(2)

III/10

IV/10

I/11

II/11

III/11

IV/11

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

15

Makanan dan minuman

4,70

0,18

-3,87

7,92

3,99

3,34

16

Pengolahan tembakau

-2,51

2,03

2,82

8,57

-1,92

0,72

17

Tekstil

0,34

10,78

2,16

-4,81

1,39

1,54

18

Pakaian jadi

0,09

5,04

1,46

-1,44

0,37

0,14

19

Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki

-1,09

8,25

7,22

-0.20

-3,95

-1,96

20

Kayu, barang-barang dari kayu (tidak
termasuk furnitur), dan barang-barang
anyaman
Kertas dan barang dari kertas

5,63

0,74

-3,24

-2,45

-0,07

-2,32

0,32

10,32

4,77

-3,90

-5,90

2,74

3,79

0,43

-9,18

7,20

0,78

2,17

-3,18

7,96

-1,04

11,20

0,80

-1,52

-0,51

-0,92

-3,69

-1,87

-6,04

-0,40

26

Penerbitan, Percetakan, dan Reproduksi
Media Rekaman
Kimia dan barang-barang dari bahan
kimia
Karet dan barang dari karet dan barang
dari plastik
Barang galian bukan logam

-0,62

1,50

2,64

1,67

4,45

3,50

27

Logam dasar

1,95

7,79

6,75

0,90

-1,32

4,85

28

Barang-barang dari logam, kecuali
mesin dan peralatannya
Mesin dan perlengkapannya

4,01

5,26

0,63

-1,73

-0,55

-6,92

1,58

0,80

0,68

-0,44

-11,70

2,24

Mesin listrik lainnya dan
perlengkapannya
Radio, televisi, dan peralatan
komunikasi, serta perlengkapannya
Kendaraan bermotor

-2,80

6,24

1,95

14,11

-11,89

5,00

6,60

0,36

0,48

-5,84

13,60

-11,47

-2,84

7,67

5,00

-8,12

25,11

-5,60

Alat angkutan, selain kendaraan
bermotor roda empat atau Lebih
Furnitur dan pengolahan lainnya

6,87

-4,71

0,33

0,34

5,72

-12,32

0,15

2,12

-3,93

6,93

0,41

-10,56

2,13

2,77

-1,69

1,61

2,95

3,09

21
22
24
25

29
31
32
34
35
36

Industri Manufaktur

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7. Industri logam Dasar naik 12. Pertumbuhan produksi Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar IMK triwulan IV-2011 2.48 1. 3.71 persen dari tahun 2010.21 persen dari triwulan II-2011.04 persen dari triwulan III-2011.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 8. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4.54 persen dari 2011 naik 1.15 persen. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .00 3.00 4.26 persen dari triwulan IV-2010.48 persen dari triwulan I-2011. dan Industri tekstil turun 1.21 persen dari tahun 2010.00 7. Grafik 13. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4.54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.21 1.90 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 B.00 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2.22 persen.22 persen. Industri Furnitur naik 9. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14. dan Obat Tradisional naik sebesar 10.31 persen.50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011. Barang dari Karet dan Plastik naik 12. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi. dan Industri Karet. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1. triwulan II- naik 4.00 Persen 6. 4.00 2. dan Industri Karet.00 2. Obat. dan triwulan III-2011 triwulan I-2011 naik 1.26 1. Industri pakaian Jadi turun 4. Barang dari Karet dan Plastik naik 8.54 4.21 persen.02 persen.00 0.00 5.

05 6.86 13 Tekstil -1.35 30 Alat angkut lainnya -0.24 -1. dan semi trailer -5.84 -2.42 4.77 -0.71 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .22 8.37 27 Peralatan listrik -12.91 31 Furnitur 5.53 -19.35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0.99 5.27 2.88 17 Kayu.61 15 Kulit.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6.51 6.41 6.62 11.92 -1.12 4. barang dari kulit dan alas kaki 4.36 0.68 -4.18 1.52 8.55 12 Pengolahan tembakau -0.70 10.54 3.50 6.99 1.22 5.60 6.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1.58 0.14 4.86 24 Logam dasar 3.01 9.99 1.46 12.78 5.74 -0.25 5.31 3.48 2.76 14.36 3.50 11 Minuman -5.99 1.21 32 Pengolahan lainnya 2.44 -4.82 1.82 4.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 Pertumbuhan KBLI Jenis Industri (1) (2) Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (3) (4) (5) (6) (7) 2.12 -3. barang dari karet dan plastik 5.03 0.27 0.54 4.88 0.50 -5.53 IMK 1.96 10.78 6.21 4.02 5.72 29 Kendaraan bermotor.50 16 3.32 1.44 9.30 7.28 7. bambu dan sejenisnya Kertas dan barang dari kertas -8.35 -1. dan optik -0.22 23 Barang galian bukan logam 2. dan obat tradisional 13. barang elektronik.12 9.24 1.08 1. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur).18 -2.82 4.96 0.24 1.74 -7.15 8. produk obat kimia.26 1.69 1.76 4.65 6.10 3.07 2.92 -0.88 5.15 -4.05 9.19 5.13 3. dan barang anyaman dari rotan.53 -2.08 2.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.04 -1. trailer.PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 91 Tabel 13.61 3.53 1.28 -2.19 3.83 -0.39 10 Makanan dan minuman 0.06 5.21 22 Karet.10 26 Komputer.39 -4.00 -1.82 -10.15 3.31 1.88 0.22 -2.31 8.95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1.67 12.94 14 Pakaian jadi 0.55 21 Farmasi.23 2.

yaitu dari 724. jika 18.000 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 - Bulan Soekarno-Hatta 2.7 ribu orang pada Januari 2012. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1.000 Orang 200.3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249.5 ribu orang menjadi 652.92 persen. dan turun sebesar 8. selama Januari 2012. Secara kumulatif.7 ribu orang. naik 0.05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011. jumlah wisman Januari 2012 turun 9.7 ribu Jumlah wisman Januari orang atau naik 18.87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011.29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011. jika dibanding Desember 2011.93 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .7 ribu orang atau naik 19. Sementara itu.000 250.56 persen yaitu dari 248. jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.000 150. Grafik 14. Ngurah Rai Batam Lainnya Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai. Begitu pula.93 persen dibanding jumlah 2012 mencapai 652. jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20.92 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV.7 wisman pada bulan yang sama tahun 2011 ribu orang atau naik sebesar 548.000 50.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011–Januari 2012 300.8 ribu orang. selama Januari 2012 mencapai 249.000 100. PARIWISATA JANUARI 2012 A.

Grafik 14. Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5 TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62.27 yang sama tahun 2011. 93 Dari 652.01 persen. turun 2.7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012. Korea Selatan (4.PARIWISATA JANUARI 2012 3. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 70 Persen 60 50 40 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 30 Bulan Bintang 1 2.35 persen).75 persen).80 poin 2012 turun sebesar 4. B. Malaysia (12. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51. jika persen atau naik dibanding dengan Desember 2011.42 poin.80 TPK Januari 2012 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan mencapai 51. TPK Januari 0.73 persen).14 persen).27 persen atau naik 0. 1.72 persen).46 persen). Sementara itu. Jika dibanding Desember 2011. TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0. diantaranya berkebangsaan Singapura (14. Cina (14. Australia (11. Jepang (4.06 persen). dan Taiwan (3.65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.30 poin.

03 0.80 52.10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011.30 51.16 0.85 2.01 -0.16 220 341 -9.03 hari.98 0. rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0.01 Agustus 621 084 -16.09 Maret 598 068 5. Sementara itu.85 52.87 2.90 46.54 51.32 2.93 -0.50 201 457 -3.27 -4.36 71.06 51.07 Oktober 656 006 0.85 58.18 64.01 3.30 208 832 -6.07 April 608 093 1.28 202 539 0.57 2.34 54.03 0.01 0.34 0.11 0. dibanding Desember 2011.30 62.00 Jan 2012 652 692 -9. yang berarti terjadi penurunan sebesar 0.36 50.67 252 855 0.88 70.06 September 650 071 4.13 1.54 279 219 13.81 208 337 -6.47 -3.13 0.03 62.74 1. Tingkat Penghunian Kamar.42 2.63 0.02 Juli 745 451 10.44 1.10 0.87 62.75 5.90 60.92 249 728 51.70 65.23 -2.44 56.03 0.82 - 64.04 Mei 600 191 -1.62 - 2.32 62.43 2.59 1.96 -0.56 SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .10 0.04 -0.08 Desember 724 539 10. (%) Wisman Bali Jumlah (4) Perubahan (%) (5) TPK Bali (%) Lama Menginap Tamu (Hari) Rate Perubahan Rate Perubahan Ratarata Perubahan (6) (7) (8) (9) (10) (11) - 2 788 706 - 52.05 2.68 252 698 3.71 55.63 248 336 12.36 245 248 17.87 3.05 -12. PARIWISATA JANUARI 2012 Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2.10 EDISI 22 DATA 0.15 64.95 52.95 0.69 -9.47 7.97 -1.15 -5.60 61.90 -1.1 Perkembangan Jumlah Wisman.93 0.27 1. dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 Wisman Nasional Bulan/ Tahun (1) Jan–Des 2011 Jumlah (2) 7 649 731 Perubahan (%) (3) TPK 20 Prov.93 2.01 2. Tabel 14.11 Juni 674 402 12.66 3.91 244 421 -3.02 - Januari 548 821 -14.57 1.94 3.97 -0.61 63.09 November 654 948 -0.37 2.07 -0.12 65.48 1.10 hari.68 224 423 10.13 0.15 Februari 568 057 3.62 2.

naik 5.4 juta orang.1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 20 18 16 14 juta orang 12 10 8 6 4 2.TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 95 XV.7 ribu orang atau turun 4. Jan'12 Des Nov Okt Sep Agu Juli Juni Mei Apr Mar Feb 0 Jan'11 2 penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930.31 angkutan udara domestik persen Januari 2012 mencapai dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5.4 juta orang atau turun 2. TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 A. Grafik 15.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15. 1.57 persen 4.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011. Angkutan Udara Jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri (domestik) selama Januari 2012 Jumlah penumpang mencapai 4.57 dibandingkan dengan bulan yang sama persen tahun 2011. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .

96 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 B.76 persen jika Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam persen negeri selama Januari 2012 mencapai 8. Selama bulan Januari 2012.6 ribu dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20. Jumlah barang yang diangkut kereta api Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16. jumlah penumpang kereta api mencapai 16.22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4. turun 4. 2.67 persen selama Januari 2012 mencapai 1. Angkutan Kereta Api 1.9 juta ton atau turun 16. orang. Angkutan Laut Dalam Negeri 1.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.1 juta orang.9 juta ton atau turun 3.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18. turun 20.18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38.1 juta orang atau turun 4.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.76 2.6 ribu orang atau turun 8. C.

7 - 510.5 -8.46 510.9 15.3 Agustus 3 680.8 -3.37 858.12 16 441 -3.8 -0.41 14 038.97 557.90 16 891 Februari 3 812.25 16 461 -2.TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 97 Tabel 15.97 14 489.72 1 891 9.33 10 594.02 1 744 974.02 1 672 25.16 643.2 -8.52 10 399.6 10.6 - 8 881.00 896.68 14 890 -11. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 7.3 .18 16 102 4.5 -2.28 9.3 .6 22.05 644.16 -4.1 - 930.33 14 846 -18.68 17 265 -1.58 1 757 Juni 4 676.1 11.88 16 811 3.7 9.4 10.8 -24.7 -11.78 1 036.26 773.1 -23.71 1 836 -2.71 April 4 098.51 Oktober 4 348.80 1 006.83 15 205.1 886 - Januari 4 387.8 1.90 September 4 546.26 2012 4 387.6 17.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Domestik Bulan (1) 2011 Internasional Peru(000 org) bahan (%) (2) 51 517.4 -13.03 12 398.35 867.91 4 490.5 -16.0 - 16 102 .3 Angkutan Laut (3) Penumpang Angkutan Kereta Api Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (000 ton) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) .96 887.0 23.72 15 223.22 1 886 -3.6 16.6 -8.0 -16.40 8 881.5 -6.93 Januari 4 155.96 786.5 -7.38 16 921 13.0 - 7 554.6 10 442.15 539.38 974.152 432.3 November Desember 6.34 16 978 14.96 11 199.59 Juli 4 901. dan data penumpang angkutan kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi.5 1.43 4 429.48 529.7 -1.52 12 055.7 3.9 -1.65 .33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).3 -16.2 -11.80 -2.31 930.60 624.19 Maret 4 155.1 13.75 1 587 3.4 -4.5 4.3 15.98 1 728 3.4 5.88 806.9 -8.01 890.7 1.9 -5.28 13 086.87 770.0 -9.16 1 648 -1.91 1 951 6.45 13 595.7 -4.1 -0.14 16 179 -1.0 7.87 854.6 -11.44 Mei 4 221.4 18 132 5.67 17 522 6.85 1 330 -16.5 13.19 613.9 1.20 439 - -4.8 -7.8 -3.1 -2.61 656.65 -4.39 590.10 828.25 598.199 337 Peru(000 bahan ton) (%) (12) (13) .47 1 620 -7.12 1 675 -3.

00 kota desa Maret 2011 2. Grafik 16. 1.00 Persen 12.1 Persentase Penduduk Miskin 20.89 juta orang pada bulan Maret 2011 yang berjumlah (12.36 persen) 30.89 juta orang (12.1).09 juta orang. berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0.72 15.23 9. kota+desa September 2011 Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29. KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 A.13 juta orang (Tabel 16. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0.20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan.00 15.00 9.02 juta orang (12.98 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . penduduk miskin pada bulan September 2011 Dibandingkan dengan penduduk miskin sebanyak 29.09 5. 3. Pada bulan Maret 2011. sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah perdesaan 63. sementara di daerah pedesaan berkurang 0. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah.49 12.49 persen).04 juta orang. 63.35 persen. Selama periode Maret 2011– September 2011.00 0.36 10.59 15.36 Jumlah persen).

64 persen terhadap ITK Triwulan I.25 persen. cabai rawit.51 persen.95 9.1 Garis Kemiskinan. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34.79 persen dari 103. Sementara itu. 2.72 persen. yaitu sebesar 2. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun (1) Perkotaan Maret 2011 September 2011 Perdesaan Maret 2011 September 2011 Kota+Desa Maret 2011 September 2011 Makanan (2) Bukan Makanan (3) Total (4) Jumlah penduduk miskin (juta) (5) 177 342 184 919 75 674 78 675 253 016 263 594 11. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng.09 165 211 48184 213 395 18. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3.46 pada Februari 2011 menjadi 21.26 persen. 61. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I. II.48 persen. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7. Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.19 menjadi 34.32 pada Maret 2011 menjadi 105. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1.21 persen.6 persen pada periode yang sama. Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0.05 10.4 persen terhadap Triwulan I 2011.35 persen.36 Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Persentase penduduk miskin (6) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah.89 12. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0. dan 30.23 9.02 29. dan 2.28 persen.17 pada September 2011. gula pasir. 1.KEMISKINAN SEPTE MBER 2011 99 Tabel 16.Selain itu.59.72 172 723 50 458 223 181 18.49 12. Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1.24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011.06 pada Agustus 2011.97 15.94 15. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .59 171 834 179 204 61 906 64 525 233 740 243 729 30. Selama periode Maret 2011–September 2011.

50 persen di perdesaan).84 persen di perdesaan). C.97 persen di perkotaan dan 1. Pada periode Maret 2011–September 2011.21 persen di perdesaan). 2. Kontribusi biaya perumahan (7. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. daging ayam ras (2. biaya pendidikan (2.11 persen di perdesaan).100 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 B. tempe (2. 3. angkutan.53 persen pada bulan September 2011.58 persen di perdesaan).27 persen.31 persen di perkotaan dan 7.30 persen di perkotaan dan 1. yaitu mencapai 73. kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Peranan GKM terhadap GK sangat dominan.89 persen di perdesaan).740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243. kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26.78 persen di perkotaan dan 3. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. mie instan (2. biaya listrik (2.75 persen di perkotaan dan 1.27 persen diperdesaan). terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8. Garis Kemiskinan (GK).66 di perdesaan).58 persen di perkotaan dan 2.60 persen di daerah perkotaan dan 33. 2.72 persen di perdesaan).36 persen di perkotaan dan 5. Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3. dan biaya angkutan (2. Garis Kemiskinan naik sebesar 4. dan biaya pendidikan.729 per kapita per bulan pada September 2011. tahu (1. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1.49 persen di perkotaan dan 1.28 persen di perdesaan).71 persen di daerah perdesaan. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras.35 persen di perkotaan dan 2.52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73.25 persen di perkotaan dan 1.10 persen di perkotaan dan 0. listrik. Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan. gula pasir (2.08 pada bulan Maret 2011 menjadi EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Pada bulan September 2011. Selama bulan Maret 2011–September 2011.74 persen di perdesaan). yaitu dari Rp233. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan.

48 2.53 Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 3.05 pada bulan September 2011. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil. Maret 2011–September 2011 Tahun Kota Desa Kota+Desa (1) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) (2) (3) (4) Maret 2011 1.08 September 2011 1.55 September 2011 0. Pada bulan September 2011.55 menjadi 0. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan.KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 101 2. Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan.53 pada periode yang sama (Tabel 16.68 0.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah.39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0.39 0.61 2.70 0.48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2. Tabel 16. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0.2).63 2.61. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0.05 Maret 2011 0. nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1.68.52 2.39 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .

45 198.59 29 890.12 28.20 3.59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445.23 16.51 216 496 116.64 Kalimantan selatan 268 791 59.44 12.58 4.14 7.93 13.55 5.42 210 046 450.94 224 497 654.36 Lampung 282 456 224.67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99.10 150.49 38.48 Kalimantan Tengah 259 917 28.23 11.31 22.48 Kalimantan Barat 239 411 89.95 233 566 154.74 254 399 121.21 189 980 129.19 16.71 325 128 213.95 18.55 2.27 Sulawesi Tenggara 208 575 28.83 235 442 138.17 Jambi 316 123 97.29 3.39 1 061.64 Jawa Barat 234 622 2 628.79 9.63 Sulawesi Utara 227 069 78.53 12.09 223 181 18 935.05 40.35 Kalimantan Timur 359 290 87.96 432.99 16.09 209 777 2 022.81 10.32 232 723 1 053.35 11. dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 Perkotaan Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) (1) (2) Pedesaan Jumlah % Penduduk Penduduk Miskin (000) Miskin Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (4) (5) 13.02 6.59 257 076 299.09 306 981 17.09 10.70 18.80 297 986 159.17 17.90 10.80 8.58 9.21 DI Yogyakarta 273 678 298.00 17.82 14.44 10.85 Banten 247 575 335.01 900.17 183.03 356.33 4.06 163.79 7.27 22.53 Papua 320 321 37.96 3.04 Sulawesi Selatan 206 620 133.89 22.53 946.07 16.40 22.64 0 0.64 Maluku 288 414 56.99 Riau 321 390 136.42 14.64 25.48 173 649 701.00 0.63 835.20 3.47 186 504 887.92 30.96 3.75 9.58 Bangka Belitung 351 414 20.67 205 981 3 080.27 5.96 16.74 690.45 13.83 303.17 17.46 Sulawesi Tengah 271 260 65.02 Sulawesi Barat 203 048 33.51 10.36 EKONOMI (8) % Penduduk Miskin 169.12 8.14 Jawa Timur 242 403 1 734.93 16.16 Kepulauan Riau 363 572 104. Jumlah.53 1 421.21 192.61 255 719 296.56 472.00 Papua Barat 356 222 13.10 6.35 9.86 4.59 6.13 4.66 5 227.26 9.90 3.43 334.30 SOSIAL (7) Jumlah Penduduk Miskin (000) 346 385 DATA (6) Total Aceh EDISI 22 (3) Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) MARET 2012 (9) .05 239 973 366.62 5.31 9.78 7.70 211 069 286.90 Sumatera Selatan 288 432 407.39 1 277.25 376.93 986.39 4 650.31 13.35 348 736 44.61 5.95 Bengkulu 297 506 88.26 Bali 255 996 100.19 19.24 9.51 195 620 305.08 10.03 308 265 730.23 11.50 20.73 8.45 Maluku Utara 264 367 8.66 214 166 3 493.35 4.16 17.56 15.12 4.45 8.53 6.00 355.50 6.20 217 205 82.46 122.99 251.54 214 179 355.99 896.79 DKI Jakarta 368 415 355.57 564.45 13.50 5 255.58 9.88 226 770 265.61 107.102 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 Tabel 16.57 Jawa Tengah 231 046 2 175.92 12.85 441.35 17.87 6.72 8.10 239 208 769.01 280 271 336.14 12.06 192 274 177.74 14.95 226 299 98.75 266 271 909.72 5.28 14.61 Gorontalo 202 305 14.76 4.13 6.40 18.30 227.35 9.18 13.24 INDONESIA 263 594 10 954.30 253 434 215.26 247.25 194.19 19.87 13.23 10.23 23.01 7.66 6.91 65.49 9.3 Garis Kemiskinan.83 Sumatera Barat 308 068 145.39 31.89 6.48 Sumatera Utara 288 023 652.

SUPLEMEN: METODOLOGI 103 XVII. Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH. yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. SUPLEMEN: METODOLOGI 1. sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas). Sebaliknya. penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. perubahan negatif IHK disebut deflasi. bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. dan selalu ada barang/jasanya. Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota. yaitu : k IHK n  Pni P i 1 P( n 1) i Qoi ( n 1) i k  PoiQoi 100 i 1 Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : In  IHKn  IHK( n 1) IHK( n 1)  100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh. Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres. dapat dicari harganya. SBH terakhir diadakan tahun 2007. Sejak Juni 2008. Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif.

c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. Berdasarkan tahun dasar 2007. 2. dan keseimbangan permintaan dan penawaran. setiap 2 minggu. bengkel. susu. tarif listrik. pasar modern. persistent. dan outlet mandiri (seperti toko eceran. atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. dan sebagainya. daging ayam ras. praktek dokter. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dan sebagainya. mobil. rumah tangga yang mempunyai pembantu. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. yang sifatnya cenderung permanen. upah buruh. dan sebagainya. setiap minggu. rokok. Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. dan inflasi volatile goods. minyak goreng. sepeda motor. inflasi administered prices. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. nilai tukar. cabai. mie. sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. dan sebagainya). seperti ekspektasi inflasi.104 SUPLEMEN: METODOLOGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. dan bersifat umum. restoran siap saji. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun.

Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka. menghitung semua komponen nilai tambah.bps.go. pengungsi dan masyarakat terpencil). Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010. 3. menghitung semua komponen pengeluaran PDB.id. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. penghuni perahu/rumah apung. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. data Migas dari KPPBC. Secara teoritis. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai). apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan berikutnya). Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya. Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. Pertamina dan BP Migas. Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi. awak kapal berbendera Indonesia.SUPLEMEN: METODOLOGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. Survei Penduduk Antar Sensus. sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). dan (3) pendekatan pengeluaran. Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. (2) pendekatan pendapatan. Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4.

mereka yang mempersiapkan usaha. yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan. Pengangguran Terbuka (Unemployment). EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. dengan pendekatan rumah tangga. Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah.106 SUPLEMEN: METODOLOGI 5. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Pengumpulan data berbasis sampel. tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela). dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran.

relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.SUPLEMEN: METODOLOGI 107 6. Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. Tanaman Perkebunan Rakyat. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan. Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. Peternakan. Semakin tinggi NTP. dan Perikanan. Hortikultura. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices). Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). 7. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan. Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan.

Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005. tetapi saat panen raya (Maret s.11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005.108 SUPLEMEN: METODOLOGI 8. Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan. impor dan ekspor. yaitu: pertanian. industri. Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No.d. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah.8 Tahun 2003. Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu. serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. harga di penggilingan ditentukan dari hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat. Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya. 9. IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No. IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional. pertambangan dan penggalian. 10. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel). Karena unit penggilingan bukan merupakan responden.105/PMK. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres.

12. 11. ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel. Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .500 rumah tangga.400 perusahaan besar dan sedang. terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). merupakan angka realisasi. dan diprediksi menurut tingkatan waktunya. Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan. Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya. Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April.SUPLEMEN: METODOLOGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia. dengan responden pimpinan perusahaan. Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1. sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang. Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan. Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar). Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. Data realisasi produktivitas diperoleh dari hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). Jumlah sampel STB sebanyak 2.

Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang.576 perusahaan. TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . baik laut maupun udara. yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3). Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya. jumlah kamar terpakai. termasuk di dalamnya Crew WNA. Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“. yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan.110 SUPLEMEN: METODOLOGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan. Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia. Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia. didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. 13. Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card).

PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan. BPS menggunakan konsep kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). iii. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s. Dengan pendekatan ini. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Sebagai informasi tambahan. Kemiskinan i. dapat dihitung Head Count Index (HCI).d. Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK). ii.SUPLEMEN: METODOLOGI 111 14. yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. Untuk mengukur kemiskinan. Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional. Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara. 15. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . IV. Dengan pendekatan ini. juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful