HEADLINES

i

HEADLINES
1.

Inflasi
Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0,05 persen. Inflasi tahun kalender
2012 sebesar 0,81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011
(y-on-y) sebesar 3,56 persen.

2.

Pertumbuhan PDB
 PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6,5 persen dibanding PDB Triwulan IV2010 (y-on-y).
 PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1,3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q).
 Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011
dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6,5 persen.

3.

Ekspor
 Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15,49 miliar, turun 9,28 persen
dibanding ekspor Desember 2011, namun naik 6,07 persen dibanding ekspor
Januari 2011.
 Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12,52 miliar yang terdiri dari
produk pertanian US$0,38 miliar, industri US$9,48 miliar, dan pertambangan
dan lainnya US$2,65 miliar.

4.

Impor
 Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14,57 miliar, turun 11,57 persen
dibanding impor Desember 2011, namun naik sebesar 16,02 persen jika
dibanding impor Januari 2011.
 Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor barang konsumsi Januari
2012 sebesar US$1,12 miliar, bahan baku/penolong US$10,48 miliar, dan
barang modal US$2,97 miliar.

5.

Upah Buruh
 Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik
masing-masing sebesar 0,32 persen dan 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0,14 persen dibanding
bulan sebelumnya, sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012
naik 0,30 persen dibanding bulan sebelumnya.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

ii

HEADLINES

6.

Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan
 NTP Februari 2012 turun 0,60 persen dibanding bulan sebelumnya.
 Pada Februari 2012, terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,46 persen.

7.

Harga Pangan
 Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0,77 persen dibanding Januari 2012,
dan naik 15,37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
 Harga cabai merah Februari 2012 turun 30,27 persen dan cabai rawit turun
6,31 persen dibanding bulan sebelumnya.

8.

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
 IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0,74 persen dibanding bulan
sebelumnya.

9.

Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen
 Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis
(ITB) sebesar 106,92).
 Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108,37.
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,44).
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan
nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,08.

10. Produksi Tanaman Pangan
 Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65,74 juta ton Gabah
Kering Giling (GKG) menurun 1,10 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17,63 ribu ton
menurun 3,81 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843,84 ribu ton
menurun 6,97 persen dibanding tahun 2010.
11. Industri Manufaktur
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011
naik sebesar 3,09 persen dibanding Triwulan III-2011, dan naik 6,02 persen jika
dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

92 persen jika dibanding bulan sebelumnya.7 ribu orang. namun turun sebesar 9.31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.  Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 13.  Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4.  Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4.HEADLINES iii 12. naik 18. Transportasi  Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652.93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

iv HEADLINES EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

hasil Sensus Penduduk 2010. ekspor-impor (s. Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS.d.d. triwulanan. Agustus 2011). Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu.go. Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi. Triwulan IV-2011). dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www.d. Triwulan IV-2011). perkembangan ketenagakerjaan (s. Suryamin. perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s. Jakarta.d. Februari 2012). wisatawan dan transportasi (s. tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia.bps. perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s. Februari 2012). harga perdagangan besar (s. keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan. Januari 2012). yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan.d. Februari 2012). Januari 2012). Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s. 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr.d. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .d.d. produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011). harga dan upah (s.id.KATA PENGANTAR v KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). M.Sc. Lebih lanjut.

vi KATA PENGANTAR EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

............... 95 XVI............ EKSPOR JANUARI 2012 ................. 83 XIII......................................................................... 92 XV... 98 XVII........ 16 III........................................................... INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 ........... HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 .................................................................................... INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 .............. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 ........... i KATA PENGANTAR ................................................................................................... viii DAFTAR GRAFIK ............................................................................................................................ 54 VII............................................. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 ................................. SUPLEMEN: METODOLOGI . PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 ................................................... KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 ....................................................................................................................................................... v DAFTAR ISI ...DAFTAR ISI vii DAFTAR ISI HEADLINES ...................... 77 XII............................................. 1 I... INFLASI FEBRUARI 2012 . NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 .......................... PARIWISATA JANUARI 2012 ..................... vii DAFTAR TABEL ........................................................................... 74 XI...................................................... PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 ....103 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ..................................................................................................................................................... 63 IX......... 30 V.................... UPAH BURUH FEBRUARI 2012 .... 36 VI............................................................................................... 61 VIII..... 26 IV. IMPOR JANUARI 2012 .......................... 9 II......................................... 69 X...................................................................................... 87 XIV.................... xiii FOKUS PERHATIAN ........................................................................... TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 ............................................................... KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 ........

................................................................................21 Tabel 2...............18 Tabel 2.................17 Tabel 2...........11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 .....27 Tabel 3.....6 Inflasi Beberapa Negara.............................18 Tabel 2............... Februari 2012 (persen) ...................3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga............9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) .............................13 Tabel 1...................... Desember 2011–Januari 2012 .........5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) ...........................23 Tabel 2..............10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ..................................... Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year ..5 Inflasi Nasional Year-on-Year ..13 Tabel 1.........................................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen). Februari 2012......................................11 Tabel 1...................23 Tabel 2............. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) .....viii DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel 1...........................4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender ....2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha .......2 Laju Inflasi Februari 2012.......19 Tabel 2........... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) ..........................8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ........22 Tabel 2.....................................28 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ...........................24 Tabel 2.........20 Tabel 2.....................11 Tabel 1..............1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) .....................14 Tabel 2..........................................................1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.....24 Tabel 3..........7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) ...........................................................................................................12 Tabel 1........................................................................................1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 ........................................4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan............7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011....12 Tabel 1....2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 .................................................6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) ............................

.......................................... 40 Tabel 5.............DAFTAR TABEL ix Tabel 3.........3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari..7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi..3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .............. 2010 ................................ 36 Tabel 5..... 29 Tabel 4... 44 Tabel 5...........................................................5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa........................7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama...................................................................... 34 Tabel 4...... 33 Tabel 4.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012...................................... 33 Tabel 4....................2 Penduduk.................4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.. 47 Tabel 5............... Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$).............................. 46 Tabel 5............. SP2010.......5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama....................... 34 Tabel 4. 41 Tabel 5.......... Triwulan I 2010–Januari 2012 ...................3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 ... Juta US$) ............... 32 Tabel 4...... SP2010.... 2010 ............................................................................... Laju Pertumbuhan..6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi..............................8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi............................... 42 Tabel 5..... dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi ......8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 ......................... SP2010 ................... 2010 ..................................................... 45 Tabel 5........................................10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih ........... 28 Tabel 3........1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.......................... SP2010 .............................. 29 Tabel 3.................................... Januari 2012 ........9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal... 48 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ....6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.................1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.. 35 Tabel 4...........................................................2 Perkembangan Impor Indonesia...... 2011 dan 2012 .............. 2011 dan 2012 ................................................................... Januari 2011 dan 2012 ...................... 43 Tabel 5..........5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB................. Januari 2011–Januari 2012 .... 32 Tabel 4.......................4 Ekspor-Impor Beras Indonesia............................................................................................................................................................................ 2010 ........................ 35 Tabel 5......

...............................1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) ........13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak...........................................................14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan........................................................................70 Tabel 9.......................................2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.................50 Tabel 5.......... SP2010 ..56 Tabel 6....................51 Tabel 5..........55 Tabel 6............................ 2010–2011 (juta orang) .. Februari 2011–Februari 2012.................. Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010−Februari 2012 ..............................66 Tabel 8........................58 Tabel 6......... Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) ...........................................................15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus...............................60 Tabel 7...2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang).....7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 .... SP2010 .................52 Tabel 5....................57 Tabel 6................................................ SP2010.....1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani.............. SP2010 ..................................53 Tabel 6....................58 Tabel 6...........67 Tabel 8............11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar......12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja........5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) ....................................................59 Tabel 6.......................2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 ........................................................................................3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.....6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) ..................................................68 Tabel 9..................................................................................................................... SP2010 .........................................................................................................49 Tabel 5.....1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 ....x DAFTAR TABEL Tabel 5........................71 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ....62 Tabel 8..................4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) ..............3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ...

................. 75 Tabel 10................. Produktivitas............................. 2009−2011 ................................. 84 Tabel 12.......................................................................... 89 Tabel 13................... dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 .....2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya .............................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 ............................... (2005=100) ............................................. dan Produksi Palawija................1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas..... Indonesia Desember 2011–Januari 2012..........3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi..... 91 Tabel 14................ Indonesia Januari 2012–Februari 2012................. (2005=100) ............ 81 Tabel 11................................. (2005=100) .........................................................................1 Perkembangan Luas Panen................ 75 Tabel 10....... 73 Tabel 10.............. 86 Tabel 13............................................................4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar. 79 Tabel 11.......................... 88 Tabel 13.2 Perkembangan Luas Panen..............................................1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ....... 88 Tabel 13.. 76 Tabel 11............ Produktivitas................... 94 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ................. (2005=100) ........................................4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 ...3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 .4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi .............DAFTAR TABEL xi Tabel 9............. 76 Tabel 10................................. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.....1 Perkembangan Jumlah Wisman............3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) .......................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 ... 82 Tabel 12..............3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya.............. dan Produksi Padi Menurut Subround..................................................... Tingkat Penghunian Kamar........ 78 Tabel 11................................. 2009−2011 ............................2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi....... Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012.......

.......... Maret 2011–September 2011 ...3 Garis Kemiskinan......99 Tabel 16..................101 Tabel 16..............................................................xii DAFTAR TABEL Tabel 15........97 Tabel 16................................ Jumlah..................2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah...................... Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah...... dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 .........................102 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ............. Maret 2011–September 2011 ..............................1 Garis Kemiskinan.....1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ..

.... 26 Grafik 4........... Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).............................. 16 Grafik 2............... dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) ..... 64 Grafik 8.............. 2010 . 63 Grafik 8............................................................................. 38 Grafik 5.........................2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari...4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) .......1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 .............. 25 Grafik 3......... 2010–2012 ............ 30 Grafik 4....... 1971−2010 ............2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi............................................................... 31 Grafik 5..... Februari 2010–Februari 2012 ................................................................ 37 Grafik 5.......................1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 .....6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) ..2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It).......DAFTAR GRAFIK xiii DAFTAR GRAFIK Grafik 1.............................................................................. Penduduk yang Bekerja..................................................................1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.........3 Inflasi Perdesaan...3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia.... 19 Grafik 2.................. 39 Grafik 6........................ Februari 2011–Februari 2012 ................................. 17 Grafik 2.......1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 .......................................................... 20 Grafik 2......1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ............. dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota........................1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan....2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) ........................................................................................................ 9 Grafik 2........3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) .... 2011 dan 2012. Tahun Kalender..................................... 22 Grafik 2..................................................................................................5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen).................. 65 Grafik 9.... Februari 2011–Februari 2012 ............ 69 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ......1 Nilai Tukar Petani (NTP)........................ 54 Grafik 7....d Triwulan IV-2011 (persen).... 61 Grafik 8.........1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 ...........................1 Jumlah Angkatan Kerja....................................

.....84 Grafik 13..92 Grafik 14..................................................70 Grafik 10................................xiv Grafik 9................1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 ...........................1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 ......................................2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ........1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 ........................................................... 2009–2011 ..........1 Persentase Penduduk Miskin ..................2 Pola Panen Padi.............................................................93 Grafik 15.......................................................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi ..........................80 Grafik 11... 2009–2011 ..........................83 Grafik 12........................................................................................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ......90 Grafik 14......74 Grafik 11.........2 DAFTAR GRAFIK Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ....98 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ...................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 .........................................................................................87 Grafik 13...............................................78 Grafik 11........................................................................................................................................95 Grafik 16.......................................................................................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011 (2000=100) .........................1 Perkembangan Produksi Padi........................................................1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ...........81 Grafik 12.....................................

Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi.5 persen. ekspor barang dan jasa naik sebesar 3.3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian.05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0. PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6.81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3.05 persen. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1.13 persen. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Inflasi Februari 2012 sebesar 0. 2.29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0.1 persen.05 persen. dan impor barang dan jasa naik sebesar 6.3 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1.04 persen). peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38.2 persen dan terendah di Sektor Pertanian. Secara kumulatif. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5.5 persen (year-on-year).9 persen. Ditinjau dari sisi penggunaan. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.5 persen.73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0. Peternakan. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.3 persen. Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0. Peternakan.56 persen.8 persen. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. Dari 66 kota.5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear).5 persen. Pada Triwulan IV-2011. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0. Hotel dan Restoran sebesar 10.03 persen). Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.2 persen. Kehutanan dan Perikanan sebesar 20. PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1.FOKUS PERHATIAN 1 FOKUS PERHATIAN 1.

naik 6.97 miliar atau turun 14. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14.32 miliar. Nilai ini turun 7. Menurut sektor. naik 16.02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear). ekspor hasil pertanian turun 1.57 miliar. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .82 persen.57 persen dibanding impor Desember 2011.28 persen dibanding ekspor Desember 2011. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14. naik 6.72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011.53 miliar) dengan pangsa 21.99 miliar atau turun 18. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.82 persen. Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11. namun turun sebesar 11. atau naik 16. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.88 persen. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2. 4.58 miliar atau turun 9. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2.66 persen dibanding bulan sebelumnya.07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.52 miliar). namun turun 9.49 miliar.81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.2 3.07 persen (year-on-year).08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011.02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.52 miliar atau turun 7.57 miliar.49 miliar. FOKUS PERHATIAN Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.

56 persen. 3 Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237.78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah. TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6.70 persen).469 2 orang per km ). Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7. Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9. Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61.0 juta orang.70 juta orang (6.1 juta rumah tangga (14.80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7.4 juta orang).3 juta orang).6 juta orang dan perempuan sebanyak 118.14 persen). Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7.14 persen). Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.6 juta orang. Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32. Dilihat dari penyebaran penduduk. Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237. Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5.40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32.39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km .7 juta orang. 2 meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km ).56 persen).70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109.5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1.91 persen).FOKUS PERHATIAN 5.49 persen per tahun.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111.50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24. berkurang 2.4 juta orang. Sebesar 83. 6. Sekitar 40. pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa 2 (1.6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119.055 orang per km ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14. berkurang 1.37 2 persen). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .

turun 0. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0. yaitu bahan makanan (0. NTP Februari 2012 tercatat 105.30 persen.08 persen). sedangkan secara riil turun sebesar 0. Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan.49 persen).60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105.854 dan Rp63. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran. naik 0.53 persen). hortikultura.50 persen).39 persen.29 persen).03 persen). pendidikan.35 persen dibanding upah bulan sebelumnya. Pada Februari 2012.02 persen. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi. dan 0.10.40 persen).23 persen dan 0. serta transportasi dan komunikasi (0.42 persen). Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105.854.73. perumahan (0. peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1. FOKUS PERHATIAN Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39.939 Secara nasional. dan secara riil naik sebesar 0. turun 0. tanaman perkebunan rakyat. makanan jadi (0.09 persen. sandang (0.32 persen dibanding upah bulan sebelumnya.16 persen.60 persen dari bulan sebelumnya.10.14 persen.81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0. 8.46 persen. 0.4 7. dan olah raga (0. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0.02 persen). kesehatan (0. naik 0. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Menurut jenis pengeluaran rumah tangga. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63.939. 0.12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0. rekreasi. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.

Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0.77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya.89 persen). daging ayam ras (turun 1.FOKUS PERHATIAN 9. minyak goreng.27). harga beras Februari 2012 naik 15. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0. lebih tinggi dari inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. Dibanding Februari 2011 (year-onyear). tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108. Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0.35 persen dibanding bulan sebelumnya. gula pasir. Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. 10. dan ikan kembung (turun 1. 5 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. cabai rawit (turun 6. penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .56 persen.92.77. 11. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0.37 persen. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106.35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187.31 persen). komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1. Selain beras. Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1. naik 0. naik sebesar 0.520 per kg.27 persen).57 persen).65 persen). Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30.77 persen dari bulan sebelumnya. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. naik 0. Komoditas lain yaitu daging sapi.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya.30 persen.40 persen. susu kental manis. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0.92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas.520 per kg.57 persen).

10 persen. Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian.67). 12. artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi.07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105.70 persen).97 juta ton. Sedangkan produktivitas naik sebesar 1. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65. tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111.34).53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106.24 ribu hektar (6.44.08).13 ribu hektar (0. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108.37).6 FOKUS PERHATIAN 105. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi. Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108.51).19 ribu ton (6. Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111. peternakan. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108.24 juta ton.82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103.97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.73 juta ton (1.35 kuintal/hektar (0.54 persen).81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270.29 kuintal/hektar (2. Dibandingkan tahun 2010. turun 1. menurun sebanyak 0. kehutanan dan perikanan. Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52. produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3.10 persen) dibandingkan tahun 2010.91 persen).69).32). Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108. sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1.74 juta ton GKG.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6.27 persen atau naik 0.7 ribu orang.40 persen dibanding bulan sebelumnya.04 persen) dan sebesar 0.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652.8 ribu orang.FOKUS PERHATIAN 7 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39. naik 18.09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q). dan naik sebesar 5. dan jumlah penumpang kereta api turun MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51.93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548. 13. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652.4 juta orang. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8. naik 5.14 kuintal/hektar (1.02 persen (year-on-year).16 persen dari November 2011 (m-to-m). naik 18. Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9. jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4.92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya.7 juta orang. 15.80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali. naik 5. dan naik 3. Sekitar 38.46 persen dibanding bulan sebelumnya.90 ribu hektar (6. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6.02 persen).02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year).57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2. 14.4 juta orang.31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.83 persen dari Desember 2010 (year-onyear). Selama Januari 2012.

36 persen).49 persen).76 persen.13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Sebagian besar (63. Dibanding Januari 2011 (year-onyear).89 juta orang (12. jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73. Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20.04 juta orang. 16.09 juta orang.67 persen. penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0.53 persen. sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0.8 FOKUS PERHATIAN 4.35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan.89 juta orang (12.02 juta orang (12. Selama periode Maret 2011–September 2011.57 persen.22 persen dibanding bulan sebelumnya.36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29.34 persen. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5. dan jumlah penumpang kereta api turun sebesar 4. turun 0.

gas. Tahun Kalender Feb Des Jan '12 Okt Nov Ags Sept Jul Jun Apr Mei Mar Feb Des Jan '11 Nov Okt Sept Jul Ags Jun Apr Mei Mar '10 -1 Year-on-Year Menurut jenis pengeluaran rumahtangga.96.34 persen. sandang 1. Grafik 1. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan. INFLASI FEBRUARI 2012 1. pendidikan. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. air. dan olahraga 0. dan jasa keuangan 0.51 dan terendah terjadi di Tangerang 0. perumahan. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1. 2010–2012 8 7 6 (persen) 5 4 3 2 1 0 Bulan ke Bulan 2. kesehatan 0. tercatat mengalami inflasi dan mengalami deflasi.15 persen.59.73 persen dengan IHK 145.03 persen dengan IHK 131.05 persen tertinggi terjadi di Mataram 1.05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130.04 persen dengan IHK 135. Inflasi 40 kota 26 kota Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.00.29 persen dengan IHK 133.22 persen.INFLASI FEBRUARI 2012 9 I.27 persen. dan bahan bakar 0. komunikasi. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0. Dari 66 kota.08 persen dan transpor. listrik. rekreasi.21 dan terendah terjadi di Palu 0. Tahun Kalender. inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0.06 persen. dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota.73 persen.

Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. INFLASI FEBRUARI 2012 Dari inflasi 0. sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4. Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0. Menurut karakteristik perubahan harga. beras 0.24 persen.05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0. daging ayam ras -0. inflasi Februari 2012 sebesar 0.31 persen. 4.05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen).13 persen.33 persen.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen). andil emas perhiasan 0.05 persen. 5.56 persen.33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0.05 persen.10 3. 6. tahun kalender 2012 sebesar 0.77 persen. barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0.20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen).05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen).02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen). angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0. tomat sayur -0. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen).03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen). bawang merah 0.94 persen.81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. Sementara andil cabai merah -0. Inflasi Februari 2012 sebesar 0.05 persen berasal dari andil komponen inti 0. 7.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen).

75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.14 108.88 Bergejolak 153. Transpor dan Komunikasi.15 0.56 Inti 121.96 0.05 0.86 138.46 129.73 6.71 5. Sandang 126.33 0.49 126.22 0.14 152. Bahan Makanan 150.90 1.05 0.76 154.34 1.03 122.23 4. Rekreasi.46 0. Gas.65 3. Minuman.85 123.94 1.49 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear (7) .66 123.81 3. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) Komponen IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (6) Umum 126. Rokok.81 3.58 0. Perumahan.77 157.95 0.46 129.11 2.94 124.46 0.51 123.1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.24 125.07 2.2 Laju Inflasi Februari 2012. dan Tembakau 133.55 3. 2) 3) Tabel 1.81 3.49 0.30 1.31 Harga Diatur Pemerintah 120.24 0. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.00 4.77 4.22 1.68 2. Pendidikan. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011.06 0.59 108.08 0.43 -0.95 124.45 -0.96 0.56 1. dan Jasa Keuangan 106.79 121. Listrik.96 0.21 120.40 4.82 7.91 130. dan Bahan Bakar 120.INFLASI FEBRUARI 2012 11 Tabel 1. Kesehatan 117.57 139.14 8. Air. dan Olah raga 118. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) Kelompok Pengeluaran IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (6) Laju Inflasi Year-onYear 3) (7) Inflasi Februari 2012 1) Umum (Headline) 126.85 136.60 155.27 0.35 137.91 130.87 2.73 1. Makanan Jadi.

Inti 0.51 Juni 0.04 1.22 -0.12 5.15 0.33 0.77 -0.82 2.28 5.07 0.31 0.41 0.37 0.28 2.19 0.10 -0.39 Mei 0.78 6.43 11.84 5.56 0.96 2.11 0.12 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.16 0.57 0.22 4.05 1.89 0.67 2.84 0.45 0.20 Tabel 1.79 (1) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .41 10.70 April -0.91 3.47 0.15 -0.76 Februari 0.05 3.10 1.05 1.24 0.21 0.20 Desember 1.95 0.08 7.76 1.34 5.3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.84 0.62 0.72 1.44 0.81 Maret 0.14 1.97 0.35 2.65 0.4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Inflasi Nasional (bulan ke bulan) Inflasi Nasional (kalender) Bulan 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1.14 1.24 10.45 5.23 2.74 4.01 0.48 5.27 4.80 0.37 0.06 Juli 0. Bergejolak -0.58 9.51 0.41 0.04 0.46 0.96 3.97 Oktober 0.07 0.81 8.06 2.04 0.60 0.85 0.06 -0.99 0.97 1.18 0.92 0.77 -0.36 0.59 11.98 3.47 2.02 1.10 2.10 1.57 -0.03 0.75 0.05 1.76 0.12 -0.29 0.04 1.85 November 0.89 0.21 2.42 1.74 Agustus 0.12 1.79 0.05 0.57 6.31 1.55 2.14 -0.32 1.40 1.69 September 0.67 2.44 0. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) Umum 0.13 0.66 4.30 0.45 1.03 0.93 3.44 0. Harga Diatur Pemerintah 0.20 2.

57 5.80 7.65 Februari 6.91 6.13 17.00 2.04 4.22 10.84 3.57 0.79 3.61 Agustus 6.90 2. Inggris 0.31 3.29 8.gov. Malaysia 0.38 6.75 6.70 4.60 6.95 12. Brazil 0.90 6.80 4.10 6.51 11.statistics. Pilipina -0.16 5.41 6.com MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .gov.79 September 6.cencus.02 3. http://www.50 0.my.60 11.65 5.81 6.03 3.INFLASI FEBRUARI 2012 13 Tabel 1.40 4.71 6.gov.70 1.33 4.gov.56 Maret 6.00 0.72 7.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6.92 3.statpak.77 2.15 Desember 6.bloomberg.00 18.20 0.30 1.40 -0.za.gov.sg.10 5.96 7.65 April 6. Singapura 0. http://www.cn.16 0.67 4. Vietnam 0.06 2.76 3.50 9. http://www.60 3.gso.61 Oktober 6.90 9.uk.05 5. http://www. http://www.16 Mei 6.stats.77 11.56 6.54 Juli 6. Amerika Serikat -0.26 7.50 6. Cina 0.06 11.gov.50 4.statistics.pk.gov. http://www. Desember 2011–Januari 2012 Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Negara (1) Desember Januari Desember Januari (2) (3) (4) (5) 1.88 11.17 3.50 2.singstat.44 4. dan www.30 7. Afrika Selatan 0.ph.40 3.27 8.30 3.22 4.78 6.gov.14 2. http://www.96 3.53 1.17 7. http://www.20 0.42 November 6. Indonesia 0.bls. http://www.40 8.01 10.98 Juni 5.gov.68 2.20 3.ibge.85 2.20 3.50 4.gov.vn.statssa.75 10.30 Sumber: http://www.65 3.52 8.79 Tabel 1.00 2.10 4.83 5.43 6.90 5.71 11.36 9.59 11. Pakistan -0.6 Inflasi Beberapa Negara.50 4.br.10 0.

85 4.01 2.20 3. 8.31 -1.54 4.48 3.62 4. Jawa Tengah 15.58 3.17 0.17 2.78 5. Februari 2012.86 0.46 -0.69 5.91 -0. 16.21 -0.35 0.32 2.24 -0.78 0.88 2.78 2. Jambi Sumatera Selatan Kepulauan Bangka Belitung Bengkulu Lampung DKI Jakarta Jawa Barat 13.46 0.78 3.21 3.79 0.31 0.82 3.90 -0.45 2.18 2.67 3.46 3.41 0.08 3.37 -0.18 3.03 2.76 3.29 -0.85 0.34 0.14 0.35 -1.64 3.44 1.51 1.22 0.62 1.49 0.24 3.17 0.12 2.10 0.08 -0.08 3. 11. 10.14 -0.28 -0.20 -0. D.40 1.03 0.56 0.24 0.44 -1.04 2.56 1.28 2.75 2.23 -0.37 0.94 2.05 -0.98 0.32 3.78 0.65 1.66 5.21 0.55 3. 4.08 0.28 3.52 0.18 0. Kepulauan Riau 6.11 0.75 3.28 1.99 0.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.98 3.93 2. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year (2) (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) Banda Aceh Lhokseumawe Sibolga Pematang Siantar Medan Padang Sidempuan Padang Pakanbaru Dumai Batam Tanjung Pinang Jambi Palembang Pangkal Pinang Bengkulu Bandar Lampung Jakarta Bogor Sukabumi Bandung Cirebon Bekasi Depok Tasikmalaya Serang Tangerang Cilegon Purwokerto Surakarta Semarang Tegal Yogyakarta Jember Sumenep Kediri Malang Probolinggo Madiun Surabaya 3.35 0.78 3.60 1.25 -0.78 3.95 3.19 0.95 4.72 -0.71 4. 12.37 5.90 -0.10 0.27 1. Banten 14.81 3.62 -0. 9.25 0.55 0.08 4.64 Provinsi Kota (1) 1.46 0.82 -0.85 4.09 3.26 2.00 3. Sumatera Barat Riau 5.05 3.51 2.58 -0.27 MARET 2012 .21 3.43 4.94 3.97 2.35 0.10 0. Yogyakarta Jawa Timur EDISI 22 DATA SOSIAL Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) EKONOMI Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 0.45 0.03 0.27 0.03 0. 7.83 2.14 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.72 0.87 2.I.06 3.65 0.09 3.04 0.69 -0. Aceh 2.22 1.32 2.50 -0.96 4.35 1.23 4.25 3.26 1.18 0.35 3.70 3.60 0.49 4.83 -0.83 3.66 0.36 0.76 3.10 0. Sumatera Utara 3.

16 -0.60 1.91 6.21 0.35 7.41 2. 29.00 0.45 6.04 5.46 2. 32. Bali Nusa Tenggara Barat 19.44 7.73 5.68 2.94 2.70 1.94 6. 18. 26.76 0.05 3. Sulawesi Barat Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Barat 33.05 1.26 2.23 6.75 -0.19 6.52 3.99 3. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 4.85 1.67 4.63 -1.28 8.54 3.40 2. 25.33 1.65 2.36 0.44 0.60 0.13 2.59 4.60 1.24 5.14 1.21 -0.38 6. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.54 0.81 -0.32 4.7 Provinsi (1) 17.77 7. Kalimantan Tengah 22.60 3.73 0.02 4.14 2.91 0.64 0.31 1.50 3.09 0.40 0.87 1.64 3.96 0.36 0.19 6.99 Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.84 0.09 0.75 2.90 3.98 6. Papua 1) 2) 3) Kota (2) Denpasar Mataram Bima Maumere Kupang Pontianak Singkawang Sampit Palangkaraya Banjarmasin Balikpapan Samarinda Tarakan Manado Gorontalo Palu Watampone Makassar Pare-Pare Palopo Mamuju Kendari Ambon Ternate Manokwari Sorong Jayapura (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) 3.04 1.40 .06 -0.29 3.57 0.43 0. Nusa Tenggara Timur 20.75 6.61 4.14 2.31 0.35 0.63 1.32 2.09 2.47 5.38 7. 23.21 1.35 4.86 5.74 2. 27.57 1. Kalimantan Selatan Kalimantan Timur 24.38 0.70 -0.92 0.91 5. Kalimantan Barat 21.47 3.28 3.78 -0.38 0.60 5.85 4.31 -0.43 6.08 4. Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan 28.72 3.34 1.93 1. 30.INFLASI FEBRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.03 6.40 0.61 0. 31.

EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1. Kontraksi Sektor ini Pada tahun 2011.3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q). disebabkan karena Peternakan.4 2. dan Restoran sebesar 10.6 1.5 6. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.5 persen Pertanian.0 1.0 0.0 7.16 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 II.0 -1. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan. dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20.2 persen. Hotel. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y).8 5.0 3.d Triwulan IV-2011 (persen) 8.4 3.8 6.3 6.7 3.0 5.8 2.5 6.4 -2.0 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 -1.0 q-to-q Q3/11 Q4/11 -1. PDB Indonesia triwulan IV-2011 tumbuh 6.5 persen. Grafik 2.4 6.5 6.0 2.3 y-on-y 2. Kehutanan. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1.5 persen.0 persen 4.1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.0 6.0 2.9 5.

Keuangan.1 1.3 6.1 persen 5.7 1.9 2.5 q-to-q Pertanian Industri Pengolahan Konstruksi Pengangkutan & Komunikasi Jasa-jasa y-on-y Pertambangan & Penggalian Listrik.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pengangkutan dan Komunikasi 8.1 1.5 6. Peternakan.0 2.2 3.0 -6.0 -22. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .9 1.5 1.2 10.2 3.2 6.7 9.9 1.0 -12. Gas dan Air Bersih 5. dan Jasa Perusahaan 9.2 6.2 1.2 6.0 -10.2 6.1 1. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.9 2.9 3.7 6.9 -0. Pertanian.6 triliun. Industri Pengolahan 4.0 -20.4 3.0 1.2 3.5 1.5 6.0 -4.0 -18.9 6.8 0.7 5.0 -0.8 1.0 0.1 0.0 -8.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 17 Grafik 2.0 -14.2 6.0 6. Hotel.0 triliun. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624.5 1.6 PDB PDB Tanpa Migas 3. 4.2 4.2 9. Real Estat & Jasa Perusahaan Tabel 2. Jasa-Jasa 5. dan Restoran 7.7 3.9 1.0 8.6 3.4 2.8 -0.5 7.3 3.1 6. Konstruksi 6.8 0.9 0.921.7 6. Listrik.4 2.2 -0.3 -20.8 0.0 0. Real Estat.7 3. Hotel & Restoran Keuangan.8 7.7 9.4 6.1 3.8 6.8 10.0 -20. Gas & Air Bersih Perdagangan.0 10.5 persen.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) 12. Perdagangan. Kehutanan.0 4.3 -1.0 -2.0 1.7 1.0 -16. dan Perikanan 2. Secara kumulatif. Pertambangan dan Penggalian 3.5 - 3.4 -1.8 7.0 10. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1.7 0.

9 161.8 85. Jasa-Jasa 299.3 14.6 14.6 13.6 632.7 2.0 PDB Tanpa Migas 1 765. Pertambangan dan Penggalian 3.0 239.0 0.1 59.9 59.3 0. dan Jasa Perusahaan 9.2 2.2 0.5 6. dan Perikanan 2.6 204. Kehutanan.3 139.5 11.0 12.1 1 765.1 5. dan Restoran 7.1 91. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.5 PDB EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0.0 100.4 -1.0 100.0 241. Dari sisi penggunaan.6 136.9 463.5 213.2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Lapangan Usaha Triw III-2011 Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IIIIV2011 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Ekspor Barang dan Jasa 5.2 11.5 12.3 5.4 67.0 47. Perdagangan.8 4.1 1 921. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38.2 589.2 208.2 persen.8 125.5 24.9 10.9 4. Pertanian.5 596.3 6.3 4.6 47.4 624.5 7.8 3. Keuangan.7 24.8 2.3 6.9 1) Atas dasar harga berlaku 5.2 114.8 persen.6 224.1 13.5 8.1 63.9 4.8 10. Industri Pengolahan 4.1 persen dibanding triwulan sebelumnya. Ekspor sebesar 3.9 2.1 7.1 3.3 persen.5 6. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.3 194. Pengangkutan dan Komunikasi 8.7 6.7 7.0 6.9 42.8 38.6 14.0 61.2 3.7 10.7 264.6 4.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.4 91.3 268. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2.9 163.9 4.0 60.3 59.8 40.7 112.5 0.8 11.9 3. Real Estat.8 10. Konstruksi 6. Listrik.1 13.5 persen.1 PDB 1 931. Peternakan. Gas dan Air Bersih 5. Hotel.9 15.9 10.2 129. Tabel 2. Sementara Impor tumbuh 6.9 470.18 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Tabel 2.

1 1 921.7 -7.1 31.8 2.3 -1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.8 9.7 314. Sedangkan Impor juga tumbuh 10.4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Jenis Penggunaan (1) 1.4 1 931.9 50.4 24.8 26.8 25. Dikurangi Impor Barang dan Jasa PDB 480.0 223.1 346.7 1.1 11. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6.6 6.1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010.2 507. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4.7 511.7 33.2 1 063.6 632.0 -22.0 238.7 0. Diskrepansi Statistik 48.6 162.7 612.9 persen.3 153. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6.8 325.0 b.0 55.3 176.0 100.5 54.5 -19.3 26.4 -5.0 9.9 persen.5 persen.2 26.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 19 Grafik 2.2 649. Ekspor Barang dan Jasa 506. Tabel 2.8 persen. a. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2.7 349.6 70. Perubahan Inventori Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IVIII-2011 2011 Triw III-2011 Triw IV-2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 042.0 1) Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .0 100.4 624.0 5. Ekspor sebesar 7.5 0.0 252.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.

EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .6 9.20 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.4 persen. dan sisanya 4.7 persen.5 2.3 23.1 58.6 2.6 57.0 100. dan Pulau Sulawesi 4.7 9.0 100. 6.2 4. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57. 3.0 100. dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53. 7.6 4.6 9.6 2. Pulau Kalimantan 9.1 2.5 2. dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6.5 57. 4.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7.6 persen.5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) 1. Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi.7 2.7 58.5 2.6 persen. 2011 Wilayah/Pulau 2009 2010 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 22.4 persen.4 23. 2.8 9.5 persen.6 persen di pulau-pulau lainnya.0 100.6 persen.1 23.4 2. Tabel 2. Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jawa Timur.2 4.6 persen. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta. 6. 5.7 4.1 persen.0 Sumatera Jawa Bali dan Nusa Tenggara Kalimantan Sulawesi Maluku dan Papua Total Catatan: atas dasar harga berlaku 8. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23. dan 6.

2 7.4 6. Maluku 31.0 8.4 11.7 -1.8 1.5 1.4 -3.1 7. Maluku Utara 32.0 0. Sulawesi Tengah 27.2 100.0 0.3 34.3 7.1 6. Sulawesi Selatan 28.0 5.4 6.6 1.1 0.7 0. Papua 33.1 16. DI Yogyakarta 16. Kepulauan Bangka Belitung 09.1 6.2 0.7 6. Gorontalo 26.2 2.3 1.7 0.7 -3.5 5. Kalimantan Selatan 23. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6.0 0.9 23.5 -3.9 -3.7 3.4 -4.0 2.9 4.7 6.4 7. Lampung Jawa 11.8 -0.7 6.1 6.8 0.2 5.3 4.1 5. Bengkulu 10.7 7.4 6.2 7. Jambi 07.6 68.5 100.2 7.8 1.4 9.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) Pertumbuhan Provinsi q-to-q (1) Sumatera 01. Jawa Tengah 15.6 7.6 6.5 20.4 3.1 5.6 6. Kalimantan Timur Sulawesi 24.4 persen.2 1.7 10.8 6.2 -5.7 24.7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1.2 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .1 -2.9 5. Banten 14.0 1.7 1.9 6.2 7. Sulawesi Utara 25. Sumatera Utara 03.8 1.4 8.8 8.1 3.1 22.8 7.4 6. Kalimantan Barat 21.4 -6.4 4.7 8.6 5.0 6.5 16. Bali 18.0 8.7 11.5 9.1 28.7 1.6 7.8 2.1 -2.6 4.8 -4.5 0.7 1.9 persen.4 5.2 1.0 16. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10.2 5.3 2.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 21 Tabel 2. Sulawesi Barat 29. Sumatera Selatan 08.3 6.6 4.1 0.2 0.8 0.3 51.2 -2.2 0.4 57.9 11.6 6.9 6. Kalimantan Tengah 22.8 100.5 14.3 1.2 6.3 -0.4 0.0 6.2 1. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6.2 8.9 8.9 7.9 1.6 0.8 2.9 29. terjadi pada semua sektor ekonomi.2 2.3 3.1 2. Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara 17.2 7.3 -8.0 -0.8 6.5 6.2 7.4 6.9 5.4 4.5 6.6 7.5 6.4 -9.7 100.0 11.9 13.5 5.0 12.5 8.0 0.2 6.8 1.8 1.7 6.1 -0.8 6.6 6.6 100.6 4.3 0.1 1.7 6.9 4.7 0.5 persen terhadap tahun 2010.0 6.2 5.0 6.9 14. Aceh 02. Papua Barat Konstribusi Terhadap Terhadap Total 33 Pulau Provinsi y-on-y c-to-c (2) (3) (4) (5) (6) -0. Sumatera Barat 04.0 47. Kepulauan Riau 06.0 28. Sulawesi Tenggara Maluku dan Papua 30.0 -5.8 1. DKI Jakarta 12.5 25.5 2. Nusa Tenggara Barat 19.7 3.8 8.9 31.6 1. Nusa Tenggara Timur Kalimantan 20. Jawa Barat 13.0 9.3 4.0 5. Riau 05.3 8.5 47.5 5.2 5.5 0.9 -21.5 12.4 27.7 100.1 3.9 2.5 4.

5 1) Atas dasar harga konstan 2000 2) Atas dasar harga berlaku EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .9 0. Hotel.8 0.7 2.7 6.0 PDB Tanpa Migas 6. Jasa-Jasa 6.9 Restoran 7.7 14.2 15.9 1. Pertambangan dan Penggalian 3.9 6.4 24.9 14.2 7.5 6.3 10.8 0.7 4.3 10.2 10.1 11.6 4.8 8. Listrik.0 27.2 10.7 8.0 100.7 7.8 0. Hotel. Keuangan.2 6.7 6.8 13.0 100.0 4.8 26.5 5.6 11.0 13.4 6.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14.0 100.0 6. dan 8.2 27.9 89.2 6.3 6.6 6.2 7. 8.7 10.2 6.5 4.9 4. Gas.8 7.7 3.3 10. dan Restoran sebesar 13.8 24.0 3.0 6.0 3.3 14.0 14.3 4.0 dan Jasa Perusahaan 9.2 6.2 5.5 100.3 6.2 6.5 15.22 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.9 0.6 1.3 8. Kehutanan.6 6.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 7.2 91.7 6.9 10.5 7.2 4.4 10.7 13.7 1. Real Estat.6 15.0 Persen 6.6 8. Industri Pengolahan Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 3.3 6.3 5.0 4.2 5.4 6. Pertanian.6 6.7 7.7 9.5 3.7 92. Perdagangan.0 Komunikasi 8. dan Air Bersih 5.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha (1) 1.5 4.8 persen.7 10.8 4.5 2007 2008 2009 2010 2011 10.7 persen dan Sektor Perdagangan. Pengangkutan dan 14.5 5.9 10.3 13.5 7.7 6.8 16.4 11.5 9.8 0.0 6.0 6. dan Perikanan 2.1 9.6 7. Tabel 2.0 5.5 6.0 13.5 89.3 15.2 10. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24. Pada tahun 2011.1 7. Peternakan. Konstruksi PDB 6.3 6.5 91.0 100.

2 18. Konsumsi Pemerintah 3.0 241.5 271.8 340. dan Jasa Perusahaan 9.2 6.0 32.2 1 068.8 (1) 1.5 2 463.7 56.5 60.2 142.7 9.5 660.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan (1) 1.0 -100. dan Air Bersih 5.8 993.427.1 398.4 5 936.3 0.4 0.3 783.1 181.6 541.5 555.9 8.8 28.2 186. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7. Dikurangi: Impor PDB 1) 2) Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 5.5 284. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.6 58.1 24.6 persen.2 3 534.6 54.7 1 964.2 221.5 persen.8 8. Diskrepansi Statistik 5.6 98.8 49.7 574.7 1 595. dan Perikanan 2.1 17.0 2 321.2 353.4 131.1 18. Kehutanan.2 3 950. Tabel 2.2 491.3 10.4 27.2 744.1 9.6 295.3 26.0 0.0 100.7 2 171.3 24.7 440.8 232. Tabel 2.1 405.1 718.0 570.5 756.0 0.4 2.7 34.4 1 093.5 10. Pertanian. Perdagangan.0 32. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3.7 persen.4 11.6 535.1 24.3 368.9 304.2 6 794.6 3.0 400. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.0 183.7 857.3 172.3 171.2 264.2 triliun.9 15.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 23 11.9 192.1 121.5 150.8 2 313.2 368.9 716.1 29. Gas.1 0.7 -2.1 -0.3 -0.7 8.5 100.5 1 022. Real Estat.0 236.3 305.0 592.0 363.0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Perubahan Inventori b. Hotel.9 882.9 2.6 31.2 985. terjadi pada Ekspor sebesar 13.4 1 821.4 2 178.7 198.7 -15. Jasa-Jasa PDB PDB Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 12.6 13.2 8.7 63.0 100.3 7 427. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.5 180.9 305.5 0.6 5 141.7 538.7 4.9 217.1 9.6 189.5 9.1 597. Konstruksi 6.2 persen.9 481. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4.1 634.9 4.3 419.3 4. a.463. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8. Keuangan.0 100.0 4.2 21.9 4 948.7 691.7 313.1 437.9 6.4 40.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Lapangan Usaha 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 541. dan Restoran 7.5 557.3 165.5 3.4 24.2 466.7 6 436. Konsumsi Rumah Tangga 2.2 218.0 5.2 654. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar 13.7 423.8 29.3 13.8 209.1 886.3 8.0 -9.1 triliun.3 312. Pertambangan dan Penggalian 3.3 persen.1 5 606.9 1 477.0 15.8 15.8 persen.7 1 376.9 9.8 1 939.1 13.1 2 082. Ekspor 6.5 205.5 46.4 25.4 4 427. Peternakan.0 -195.1 9.2 634.6 6.6 2 036. Industri Pengolahan 4.3 193.3 6.5 160. Pengangkutan dan Komunikasi 8.6 22.0 100.3 592.5 55. Listrik.3 17.7 3.8 140.1 1 803.

5 1 163.4 16.1 1 964.3 1 074.2 1 249.8 -7.0 persen.8 1 842. pada tahun 2010 mencapai Rp27.7 1 955.3 1 422.3 persen.4 1 130. b.8 13.3 7 427.542.8 6.0 persen dan Ekspor 26.4 202. dan pada tahun 2011 mencapai Rp30.8 196.3 169.2 3 950.3 14.8 416.7 24.7 2 267. Nilai (US$) 16.1).3 3 010.349. tahun 2008 sebesar Rp21.8 juta (US$3.4 juta (US$2.8 23.8 1 191.4 6. PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54.Perubahan Inventori 4. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.4 4 053.1 11.5 757.1 13.7 3 441. Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.4 493. Ekspor 2 510.4 juta (US$1.24 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 13.4 1 584.6 581.5 831.7).1 5. a.0 3 643. Konsumsi Pemerintah 9.3 708.9 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Diskrepansi Statistik 5. tahun 2009 sebesar Rp23.3 2 082.4 2 065.4 29.9 2 313.6 -0.6 -11.1 2 164.4 153.6 26.9 667.6 55.6 103.3 932.1 2 925.921.6 1 850.6 20.0 2. Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24.5 3 000.9 -33.3 602.5 54.2 1.1 -116.5 2 178.3 31.1 juta (US$3.9 1 197.4 942.9 11.2 2.6 2 349.4 2 244. Konsumsi Pemerintah 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.4 23.6).6 985.6 16. Indeks Peningkatan (Persen) c.8).7 5 606.2 PDB 2011 14.1 1 308. Nilai (Juta Rupiah) b.2 27.2 6 436. Dikurangi: Impor 1 003.3 441.1 30.11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.7 21.6 1 370.1 553.7 1 744.6 persen.3 195.4 1 032.6 23.9 persen.3 167.0 2 378.0 1 475. Pada tahun 2011.6 1 921.6 1 220.9 13. Nilai (Juta Rupiah) b. Indeks Peningkatan (Persen) c.9).10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1. dari sisi penggunaan. Konsumsi Rumah Tangga 2.8 3 542.010.9 537.9 4 948.9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.1 1 476.1 11. Tabel 2.0 3 291.1 1 354.6 833.244.4 942.8 27. Nilai (US$) 17.3 1 369 9 329.1 -1. Tabel 2. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32.2 -2.9 juta (US$2.0 21.8 2 463.8 510.

PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 25 .

000.0 0. sementara naik 4.0 16. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619.49 miliar atau turun Nilai ekspor Januari 2012 sebesar 9. disusul Cina US$1.000.61 miliar.000. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. 4.49 miliar.0 10.26 persen.0 4.07 persen.5 juta.07 persen dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6.0 18. Sementara mencapai US$15.0 14.52 miliar. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33.40 persen dibanding ekspor Januari 2011.0 Juta US$ 12.0 8. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1. turun 7.000.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213.0 2. 3.26 EKSPOR JANUARI 2012 III.20 miliar.0 Migas 2.1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 20. Nonmigas Migas+Nonmigas Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12.000. bila naik 6.36 miliar dan Amerika Serikat US$1.000.3 juta.60 miliar.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.000.000.0 6. EKSPOR JANUARI 2012 1. Grafik 3. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .000.000.

4 2 651.0 34 665.8 9 926.7 15 493.1 -16.6 -7.7 -4.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011.EKSPOR JANUARI 2012 5.21 2 308.1 13 828.11 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .43 1 303.48 31.7 1 715.20 816.8 3 190.82 17.5 5 165.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1.5 4 776.1 883.8 5.66 13.7 12 519.70 494.14 2.4 162 019.41 -24.0 2 974.28 6.2 384.80 391.45 2.1 9 483.91 14.3 1 405. Tabel 3.0 -14.2 375.40 80.2 13 592.6 -9.00 2 615.26 -1.82 2.5 22 871.5 -0.1 41 477.8 1 723.18 5. demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.5 203 496.07 100. 27 Menurut sektor.73 19.9 122 188.07 11 991.6 476.48 9 290.7 -37.15 8.58 11.82 persen.8 -19.0 3 485.2 17 077.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Nilai FOB (Juta US$) Uraian (1) Total Ekspor Migas Minyak Mentah Hasil Minyak Gas Nonmigas Pertanian Industri Pertambangan dan Lainnya MARET 2012 % Perubahan Januari % Perubahan % Peran 2012 Januari thd Total thd 2012 thd Januari Desember 2011 2012 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 14 606.90 4.08 61.9 356.

10 -1.50 -2.21 3 591.28 Jan’12 Tabel 3.72 13.64 Feb’11 2 612.7 12 519.92 3.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (5) (6) (7) 47.7 17 077. Kendaraan dan bagiannya (87) 10.5 54.0 11 991.36 Jan−Des’11 41 477.4 17 543.8 14 214.91 3.5 2 785.6 14 556.72 -0.2 11 145.93 -6.1 106.4 2 166.84 1.0 14 795.92 Triwulan IV ’11 10 070.5 -7.1 172.2 854.31 Mar’11 3 061.3 63.0 278. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 7.3 8 309.2 18.32 6.5 Total (4) 157 779.7 -1.3 14 352.7 1 779.27 Agt’11 4 091.4 53 228.90 -9.8 -731.57 -1.0 17 418.9 13 304.6 2 142. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 3.4 7 342.7 3 328.2 7 967.36 0.3 17.1 409.22 13.5 4 169.31 1. Mesin/peralatan listrik (85) 5.7 -619.92 24.66 -7.53 Triwulan I ’11 8 289.7 1 111.5 -1 073.7 791.5 361.0 61 669.4 41 200.88 28.0 16 957.91 7.6 18 287.43 33. Bijih.6 1 352.98 2 974.5 11 802.09 0.8 857.84 -1.1 12 519.92 Triwulan II ’11 Triwulan III ’11 11 825.7 474.8 13 712.5 5.4 319.0 17.2 18 647.6 4 397.1 533.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Jan–Des Desember 2011 2011 (Juta US$) (5) (6) Nilai FOB (Juta US$) Golongan Barang (HS) Januari Desember Januari 2011 2011 2012 (1) (2) (3) (4) 1.36 100.3 -0.9 1 929.9 -14.11 6.6 -341.0 13 612.1 41 784.09 2.06 Sep’11 3 931. kerak.1 16 366.08 35.7 -24.6 47. Bahan bakar mineral (27) 2.1 Jan’11 2 615.72 7 593.88 -0.4 162 019.20 12.15 Apr’11 3 628.1 21 655.9 5 283.08 -3.2 13.47 (1) Jan−Des ’10 Jun’11 -13.6 345.77 -11. Tembaga (74) 9.48 -5.5 13 616.64 36.7 -22.5 -14.6 203 496.2 120.0 308.04 -2.00 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .4 286.4 15 493.89 -7.07 -0.72 Okt’11 3 062.9 418.79 2.8 539.1 41 936.9 -65.5 -62.6 490.9 16 554.1 903.22 2.5 80.7 17 235.9 18 386.97 -5.97 10.83 4.34 Nov’11 3 522.0 306.5 36.0 162 019.7 332.4 -3.4 37 098.2 -19.04 17.40 -4.1 89.9 76. Kertas/karton (48) 8.15 Mei’11 4 072.28 EKSPOR JANUARI 2012 Tabel 3.5 15.7 5 749.60 6.42 Nilai FOB (juta US$) Bulan Migas (2) 28 039.28 Jul’11 3 802.4 12.0 11 991.3 12 925.5 4 552.7 Total 10 Golongan Barang Lainnya Total Ekspor Nonmigas EDISI 22 % Peran thd Total Nonmiga s Januari 2012 (7) 27 444. Karet dan barang dari karet (40) 4.4 100 350.0 13 592.1 45 387.9 -11.7 13 895.2 14 606.3 213.4 3 810.6 Nonmigas (3) 129 739.7 4.31 17.23 -3.8 14 415.2 13 592.5 864.64 Des’11 3 485.8 7. dan abu logam (26) 6.6 53 609.25 9. Besi dan baja (72) 1 820.6 -38.5 51 270.54 11 292.02 -1.88 0.46 2.

0 16 554.8 13 304.6 203 496.2 1 208.4 1 082.7 12 816.4 18 386.8 1 692.9 -95.56 9.4 9 200.1 12 519.86 12.EKSPOR JANUARI 2012 29 Tabel 3.5 677.4 3 259.5 2 082.0 MARET 2012 11 991.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.8 9 830.25 5.9 10 428.9 258.6 3 931.3 281.4 12 035.6 10 249.0 Total 28 039.5 -78.70 3.3 71.3 844.1 7 291.7 979.7 2 148.22 8.6 -881.4 15 493.1 12 486.1 12 519.1 839.00 4.9 17 418.9 13 570.8 799.8 46 416.5 18 647.6 1 262.2 1 901.6 1 161.6 6 440.7 39.3 9 251.9 11 166.3 32 214.5 157 779.2 1 359.5 -7.5 13 592.8 5.3 2 535.2 14 415.55 (7) Total 13 Negara Tujuan Lainnya Total Ekspor Nonmigas 8 369.64 1.4 88. Juta US$) Bulan (1) 2010 2011 2012 Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2 344.0 12 519.7 3 522.44 28.3 319.4 1 993.1 41 477.6 129 739.6 2 974.9 2 816.6 1 170.6 10 605.3 83 738.6 2 532.3 545.9 148.5 162 019.2 -87.2 11 802.7 13 592.2 18 287.5 6 658.5 -1 073.6 531.1 3 622.2 288.9 42.0 284.4 825.9 14 214.1 2.6 520.9 152.5 134.7 2 974.2 5 242.6 20 445.5 12 774.7 1 284.6 2 369.84 9.6 11 595.00 Tabel 3.2 1 602.8 -191.7 1 596.3 16 829.44 10.4 250.7 8 943.5 -851.5 -788.7 1 794.5 11 733.3 1 146.0 2 612.6 18 330.4 13 895.36 12.8 162 019.2 13 612.6 14 399.5 3 061.2 721.4 115 602.0 8 991.5 17 077.8 3 485.1 12 330.0 3 802.4 1 607.2 386.0 20.8 17 543.7 14 606.7 17 235.5 1 881.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) (6) Nilai FOB (Juta US$) Negara Tujuan Januari 2011 (1) Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 % Peran thd Total Nonmigas Januari 2012 (2) (3) (4) (5) ASEAN 1 Singapura 2 Malaysia 3 Thailand ASEAN Lainnya Uni Eropa 4 Jerman 5 Perancis 6 Inggris Uni Eropa Lainnya Negara Utama Lainnya 7 Cina 8 Jepang 9 Amerika Serikat 10 India 11 Australia 12 Korea Selatan 13 Taiwan 2 836.0 13 712.2 1 284.2 9 825.0 3 062.0 10 098.1 429.2 979.3 16 366.1 12 925.4 5 562.4 15 493.5 4 091.7 -3.8 3 591.5 12 181.6 560.4 1 292.4 7 565.9 3 628.0 787.9 13 616.2 10 605.6 15 633.47 2.25 0.2 21 595.43 4.3 440.8 -104.8 -87.5 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .8 3 304.7 11 557.4 79.3 380.3 2 615.0 -61.9 2 841.0 -9.64 51.1 638.6 2 204.0 106.1 11 991.3 2 168.1 15 684.16 2.76 6.2 3 767.9 1 196.8 4 205.2 13 279.4 16 957.0 3 078.3 261.7 11 113.4 3 576.7 14 137.75 2.9 13 726.3 4 072.0 3.56 100.2 12 619.6 14 795.5 177.0 14 556.9 2 175.7 24.9 166.6 1 719.

25 miliar (9.00 2.00 6. 3.99 miliar atau 20.00 Nonmigas Migas 2.66 miliar (18.56 miliar) naik 16.00 12.97 miliar) terjadi peningkatan US$0.65 miliar).48 miliar. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2.57 miliar besarnya US$16.30 IMPOR JANUARI 2012 IV. jika dibanding Januari 2011 (US$9. Sebaliknya.57 persen dibanding impor Desember 2011 Impor Januari 2012 yang sebesar US$14.00 4.57 miliar atau turun 11.1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 14. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.00 (Miliar US$) 10.83 miliar).02 persen.02 miliar atau 0.57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1. Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3.72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12. IMPOR JANUARI 2012 1. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .57 persen dibanding impor Januari 2011 (US$12.00 0.99 miliar atau turun US$0.58 persen.58 miliar atau turun US$1.80 persen. Grafik 4.00 8. sedangkan jika atau turun 11.

2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari.19 persen.32 miliar.88 persen. impor golongan barang tersebut meningkat US$0. Sementara itu. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20.82 0. Grafik 4.00 1. 2011 dan 2012 3.71 persen.68 0.06 persen) dan Singapura US$0.00 2. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2.69 Singapura Thailand 0.50 0.52 miliar). 5.53 miliar dengan pangsa 21.82 0.74 1. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8. sementara dari Uni Eropa sebesar 9. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .94 persen.31 persen). Nilai ini turun 7.IMPOR JANUARI 2012 31 4.81 persen (US$0.50 1. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat.42 persen.20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2.85 miliar (7.00 Januari 2011 Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2012 6.53 2.00 1.38 1.75 0.85 0.72 miliar). dan barang modal sebesar 41.60 miliar (34. diikuti Jepang US$1.26 persen.74 miliar (15.50 (Miliar US$) 2.78 0. bahan baku/penolong sebesar 11.

0 16 207.4 15 169. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Uraian Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 Peran thd Total Impor Januari 2012 (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435.9 12 828.Gas Nonmigas Tabel 4.81 2.1 -11.2 11 609.1 15 533.47 -6.81 -6.8 3 647.70 -5.6 12 558.70 5.05 0.41 1 412.21 5.3 11 581.6 12.3 15 075.53 -6.4 762.8 9.1 3 647.23 5.20 3.80 79.8 12 828.81 4.41 -4.2 Perkembangan Impor Indonesia.6 14 570.47 6.0 3 954.49 .81 -2.57 2012 Januari EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .57 16.Minyak Mentah 11 154.1 -18.44 23.5 2 971.9 9 205.44 -14.3 12 558.1 141.32 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.72 20.05 .72 -8.1 3 450.1 11 827.9 15 072.5 3 808.6 2 080.7 16 475.2 10 934.3 2 989.1 14 570.00 Migas 40 701.2 3 279.05 17.02 100.3 9 586.3 11 178.9 2 348.1 -9.5 128.03 2 989.72 -11.9 16 475.90 7.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.42 1.8 2 544.5 12 407.53 7.9 12 254.3 880.98 26.8 154.66 7.8 1 157.99 0.12 -5.Hasil Minyak 28 134.3 11 943.17 20.4 -16.77 -0.89 15.9 14 486.2 1 953.51 .43 -7.58 20.0 -18.8 3 244.91 -9.29 2.74 -11.13 13. Januari 2011–Januari 2012 Perubahan Nilai CIF (Juta US$) Periode (1) 2011 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2 971.7 11 749.06 37.06 136 734.37 13.73 -3.0 3 647.77 4.9 11 691.5 3 477.2 14 888.00 -8.2 14 825.10 4.7 2 877.62 2.4 15 393.1 9 586.8 11 266.40 -0.8 -23.05 -9.5 3 799.0 11 581.84 1.

7 712. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Golongan Barang (HS) Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.4 499.0 249.16 10.7 564.05 1.21 15. Triwulan I 2010–Januari 2012 Ekspor Impor Periode Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 345 232 59 061 60 500 83 723 141 948 451 624 69 973 65 745 103 731 212 175 687 581 501 43 567 024 72 900 660 54 974 339 516 139 478 360 784 998 26 241 934 31 749 466 32 282 282 270 511 316 2011 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 378 847 65 597 105 052 35 645 172 553 836 730 104 230 151 407 107 977 473 116 2 750 620 017 1 194 657 159 315 690 405 360 325 567 879 803 049 1 513 183 688 622 728 284 170 527 950 204 170 692 515 736 581 26 695 26 695 68 542 68 542 355 940 358 355 940 358 205 088 530 205 088 530 2012 Januari MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 (8) .89 36.0 2 320.1 9 586. Serealia (10) 4 753. Besi dan baja (72) 8 580.6 560.68 Barang Lainnya 50 412.4 -7.3 11 581.9 6.5 26.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari.9 12 828.85 65.5 809.24 7.1 390.8 869.72 20. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.31 34.36 34.97 4.2 227.14 6.37 8.Karet dan barang dari karet (40) 2 346.3 2 517.1 4 919.8 7 908.3 -4. Bahan kimia organik (29) 6 634.17 47.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.93 3.99 9.32 136 734.7 163.09 -6.6 -6.4 3 974.8 1 565.36 3.31 6.6 221.43 8.99 4.0 1 643.8 6 141.3 258.6 394.8 1 724.2 -1.9 10.1 207. Kapas (52) 3 169.81 34.5 -6.1 -9.8 450.2 -19.5 557.89 45.51 3.33 13.8 484.4 533.04 2.5 480. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.29 2.3 3 445.4 390.1 268.9 7 606. Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.7 491.6 -11.8 346.00 6.82 23.2 1 406.82 2.78 11. Barang dari besi dan baja (73) 3 573.IMPOR JANUARI 2012 33 Tabel 4.80 100.06 11.15 5.0 -12. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.98 4.57 20.4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.1 348.00 Total Impor Nonmigas Tabel 4.9 -3.

0 12 828.06  21.3  339.9 394.6 381.2  11 503.5  391.05  5.1 Perubahan (%)  (4) 2 149.4  15 169.0  693.0  16 207.40    30.1  10 971.65 26.32  21.53  10.73  3.5 260.7 411.38  20.9  11 595.0 2 414.44 1 268.6 523.40  15.4 10 697.9 15 072.6  1 107.2 685.00  ‐16.65  10.7  11 113.09  ‐9.14  20.2  10 529.15 ‐8.9  Peran thd     Total Impor  Jan 2012     Jan 2012    Nonmigas       thd          thd        Januari 2012     Des 2011  Jan 2011   (%)  (5) (6) (7)  2 600.65  100.1  15 533.06    58.5  1 179.5 3 381.7  11 749.5 1 173.1 6 763.6 1 119.4 752.77  ‐3.56  49.72  21.6  2 778.34  IMPOR JANUARI 2012   Tabel 4.6 136 734.0 11 434.24  21.9  1 892.91  11.40  72.5  Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.1 ‐5.9                                                                Total  (9)  14 570.91  2.9  14 570.7  1 089.91  3.31  6.42  2.5 123.6 2 425.9 299.4 5 893.55  73. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$)  Barang  Konsumsi  Bulan  (1)  Januari  Februari  Maret  April  Mei  Juni  Juli  Agustus  September  Oktober  Desember  Januari  (2) 1 029.8  2 120.2  14 888.9  399.48 ‐4.21  19.9  14 486.59  80.0  9 586.4 273.4 ‐14.5 75 922.7 10 548.0 336.1 2 534.10 ‐11.48 3.1 846.00 7.7 1 744.79  100.4 11 258.94  7.6  2012 Bahan  Barang  Barang  Baku/  Konsumsi Modal  Penolong (6) (7) (8)  1 119.7  3 102.49    9.1 ‐6.38  100.9  271.44 7 160.31  18.4  2 666.3  283.  Januari 2011 dan 2012  Nilai CIF (Juta US$) Negara Asal    Jan‐Des  2011  (1)  Januari     Desember   Januari     2011  2011  2012  (2)  ASEAN  1  Singapura   2  Thailand   3  Malaysia      Asean Lainnya     Uni Eropa  4  Jerman  5  Perancis  6  Inggris    Uni Eropa Lainnya     Negara Utama Lainnya 7  Jepang   8  Cina  9  Amerika Serikat 10  Korea Selatan  11  Australia   12  Taiwan    13  India  Total 13 Negara Utama  Negara Lainnya  Total Impor Nonmigas  (3) 29 792.1 1 970.72  (8)  12.00  Tabel 4.3 684.94  20.1  8 721.06  1.4  11 096.5 27 744.6  271.55  2.3  1 200.3  15 075.71  26.72    26.0 98.8  908.8 10 096.0 7 440.4  3 772.4    833.8 2 734.4 284.74 ‐15.80 18.3 11 581.60  97.3  1 290.6 12 418.6 2 292.0  1 816.3  61.1 2 731.3 5 745.40  39.3 3 979.80  20.9 755.3  11 169.40 ‐54.9  16 475.8  3 018.4  177 435.1  DATA  SOSIAL  EKONOMI MARET 2012  .4 1 001.64 ‐35.4 612.4 19 321.7  2 968.1  110.1  7.7 9 289.0 1 164.2  821.84  3.41  3.8  (5) 12 558.25  1.3  564.7  Total  Persentase thd  Total (%)    Barang  Modal  Total  (4)  2 101.6    Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.1 121.68  71.7  1 211.2 108 989.3  1 059.7  2 326.14  12.22 ‐24.6 1 090.3 2 311.7  1 078.5 585.5  10 481.9  234.5  10 481.0 1 861.6  7 694.9  12 114.3 319.68 ‐7.31 9.4 3 250.88  6.1                        13 392.91 23.9 5 173.1  1 261.7  2 968.9  130 934.50  5.4  15 393.0 25 456.8 779.00  EDISI 22   2011  Bahan  Baku/  Penolong (3) 9 427.1  682.5 322.2  976.03 ‐8.6 433.3 33 108.39  ‐1.0    5 337.0  3 190.4 10 248.3 404.40 ‐0.2  1 380.6 3 854.55 ‐6.10 ‐5.2 14 825.4  2 881.

8 42.5 768.3 1 981.00 100.6 2 540.2 4 073.46 46.9 3 393.2 54.93 4.15 18.70 100.2 411.2 296.4 822.1 177 435.6 2 540.88 18.0 488.8 325.7 483.2 17.8 1 750.3 1 025.38 100.9 676.79 5.9 Total 15 Negara Negara Lainnya Jan−Des 2011 (6) 2 316.93 39.7 10 405.4 2 099.9 224.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ASEAN Jepang Korea Selatan Cina India Australia Selandia Baru Amerika Serikat Uni Eropa Lainnya Total Impor MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Barang Total Modal ( 7 s/d 9 ) .7 94.1 7.00 100.44 17.73 38.7 762.95 32.1 210.1 4 259.7 1 018.2 150.8 16 475.00 1 119.05 33.7 265.3 12 010.6 12 999.15 19.9 1 334.9 129.1 10 813.7 820.42 3.0 1 095.8 2 634.9 0.6 34.00 100.1 1 863.6 284.94 20.9 349.3 15 393.2 1 750.5 227.9 366.33 0.38 11.8 434.5 334.6 4 322.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.21 52.67 9.1 1 445.6 789.5 189.4 302.0 951.13 3.9 14 570.0 411.5 1 293.55 10 481.00 100.5 434.7 486.0 11.85 80.8 1 626.39 56.8 274.3 19.99 56.5 3 130.2 25 964.2 14 570.6 26 212.2 2 108.65 89.5 5 426.0 75. Januari 2012 No.2 10 404.68 71. Negara Asal Barang November 2011 (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Cina Singapura Jepang Korea Selatan Thailand Amerika Serikat Malaysia Australia Taiwan Saudi Arabia India Vietnam Jerman Nigeria Hongkong Total 15 Negara Negara Lainnya Total Impor Desember 2011 Januari 2012 (4) (5) (NILAI CIF: JUTA US$) 2 506.9 229.0 653.20 86.6 2 794.29 20.9 2 465.2 145 290.IMPOR JANUARI 2012 35 Tabel 4.66 3.07 5.43 6.6 22.9 240.8 34.7 21.1 965.1 413.85 81.1 14.66 10.0 2 382.08 4.85 58.5 32 145.0 231.3 60.7 2 968.3 824.5 375.6 1.92 76.8 3 270.9 5 177.1 399.6 2 354.3 13 204.8 388.0 701.00 100.1 1 929.27 91.9 1 166.0 768.0 12 599.6 708.4 299.12 82.00 100.8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Persentase thd Total (%) No Negara Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 465.7 261.1 Persentase Terhadap Total (%) 81.3 477.00 100.00 100.00 100.42 5.0 951.8 173.52 59.56 Tabel 4.92 74.4 302.9 2 559.7 19 436.

326 jiwa.913 orang dan perempuan sebanyak 118.36 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 V.1). yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119.413 orang (Tabel 5.641.641. Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan penduduk Indonesia jumlah Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237.326 jiwa sebanyak 237.630. Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan 0−4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5−9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10−14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15−19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20−24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25−29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30−34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35−39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40−44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45−49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50−54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55−59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60−64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65−69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70−74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75−79 842 344 1 135 561 1 977 905 80−84 481 462 661 708 1 143 170 85−89 182 432 255 529 437 961 90−94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Jumlah Laki-laki+Perempuan Sumber: Sensus Penduduk 2010 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .010. Tabel 5.

4. Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101.44 persen (lihat Tabel 5. Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990−2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1.2). Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113). 37 Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1. dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda.1). Bagian tengah piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5. 4 6 8 10 12 Juta a n Rasio jenis kelamin a. atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki. Grafik 5. Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101. berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan.4.1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 75+ 70-74 65-69 Laki-laki Perempuan 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 12 10 8 6 4 2 0 0 2 Juta a n 4. Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive. sementara yang terendah adalah NTB (93). Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 2. 3. b. c.49 persen. dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100.

7 Jambi 104.0 Bangka Belitung 106.5 Kepulauan Riau Sulawesi Tengah 105.8 NTT 98.3 101.4 Sumatera Barat 97.2 Aceh 99.4 INDONESIA 113.8 Sumatera Utara Jawa Tengah 98.5 Sulawesi Selatan 94.9 Banten 104.6 Maluku 102.3 Kalimantan Timur 109.0 120.2 Maluku Utara 104.7 100.4 Papua Barat 111. 2010 101.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi.6 Kalimantan Barat 104.1 Lampung 105.7 Bali 101.7 DI Yogyakarta 97.38 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Grafik 5.5 Jawa Timur 95.4 Papua 112.7 98.8 Gorontalo 100.3 NTB 80.8 DKI Jakarta Kalimantan Selatan 102.6 Jawa Barat 102.6 104.0 Sulawesi Tenggara Sulawesi Barat 100.6 Bengkulu 104.0 persen EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .0 100.7 Sumatera Selatan 103.3 Riau 106.0 Kalimantan Tengah 108.4 Sulawesi Utara 103.

Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi.2. serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2). Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107. Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51.3 80 67. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 5. Kalimantan (25 jiwa/km2).8 70 60 53. 1980. 6. yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2). Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2). dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2). Ketika tahun 1971 sebesar 86.3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia.8 51.8 90 79.3).3.3 50 40 30 20 10 0 1971 1980 1990 2000 2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971. Grafik 5. Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5. Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2). 2000 dan 2010. 1990. 1971−2010 100 86. b. 39 Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a. lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2).8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51.3.

dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.58 1.25 1.07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 0. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . .62 1. Babel.14 2.24 1.47 25 32 1 684 144 2 833 381 3.34 101 115 4.79 12 14 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 1.17 153 172 28 Sulawesi Barat 29 Sulawesi Tenggara Sulawesi 30 Maluku 31 Maluku Utara 32 Papua 33 Papua Barat Maluku dan Papua Indonesia 891 618 1 158 651 − 2.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 2.31 2.80 25 33 815 101 1 038 087 − 2.81 12 17 11 307 747 13 787 831 2.LPP Indonesia 1990−2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990.57 79 92 1 166 300 1 533 506 0.48 1.68 53 69 1 820 379 2 232 586 3.90 1 010 1 217 8 098 277 10 632 166 − 2.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 0.17 216 242 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.21 937 1 055 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1.71 5 8 4 195 234 6 165 396 1.LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri. Gorontalo.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 1.56 48 62 6 210 800 7 450 394 1.79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 0.76 727 784 121 293 745 136 610 590 1.77 150 179 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 2. mengunakan data SPAN2005.87 3.2 Penduduk.78 838 1 100 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 0.95 127 205 2 407 166 3 092 265 1.LPP Aceh 2000−2010 dihitung 2005−2010.24 194 220 8 Kepulauan Bangka Belitung Sumatera 42 472 392 50 630 931 1.04 996 1 104 13 Banten 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0.17 1.10 5.80 3.45 1.14 55 74 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 2. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun (%) Sensus Penduduk Sensus Penduduk 2000 2010 1990−2000 2000−2010 Provinsi (1) (2) 1 Aceh (3) (4) (5) 3 929 234 4 494 410 1.94 0.44 1.40 1.80 1. .26 74 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 2.27 3.20 1.95 35 43 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 1.08 48 59 14 881 528 17 371 782 1.24 1.80 1. Banten. Laju Pertumbuhan. Sulbar.46 2.32 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 6 Jambi 7 Sumatera Selatan *) Kepadatan Penduduk 2 (jiwa/km ) 2000 2010 (6) (7) 68 78 1.81 1.27 2.67 2.58 45 64 1 679 163 − 4.72 1.96 8 12 205 132 458 237 641 326 1.28 0.99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 2.85 68 81 899 968 1 223 296 − 3.28 144 164 92 Jawa Kalimantan 24 Sulawesi Utara 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 − 2.39 5 9 529 689 760 422 − 3.49 107 124 Catatan: .41 12 592 14 469 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 2.02 21 25 2 000 872 2 270 596 1.10 160 178 0.40 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Tabel 5.83 2.63 2.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 1.52 1.13 1.98 1.70 0.36 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 1.

30 2.90 11.20 40. Jasa Kesehatan.50 2 (3) 0.40 0.90 9.30 0.10 52.10 9 (10) 19.40 13.00 31.30 0.60 2.00 14.70 0.30 0.80 0. sektor Jasa-jasa (15.80 0.90 4.70 4.40 0. dan Komunikasi.70 0.40 62.50 32.60 0.60 57.60 12.50 20.70 3.10 23.50 16.80 17. dan Pertanian Lainnya. 2.50 12.00 5.00 3.20 0.80 0.80 0.60 Catatan: 1.50 0.20 58.90 0. Listrik dan Gas (tidak termasuk air).30 21.60 3.20 2.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .30 4.70 0.80 2.20 4.70 1.70 persen).30 0.50 0.40 0.30 0.60 2.70 1.00 68. 4.80 persen).70 11.30 35.00 14.50 3.00 47.30 2.70 1.10 1.30 4.70 20.30 6.50 1.20 5.90 4.70 11.60 54.50 13.10 8 (9) 0.40 11.30 0.80 1.60 0.90 1.20 3.40 0. Jasa Kemasyarakatan.30 6.20 1. Selain itu.20 46.20 53.90 16. Informasi.60 7.10 4.40 1.70 19.90 27.50 0.30 6.40 7 (8) 4.20 0.10 3.30 1.90 4.30 1.90 4.30 3.70 4.70 7. 3.30 2.70 9.80 2.00 1.40 5 (6) 5.20 4.90 47.30 0.90 5.30 0.70 44.90 0.90 4.30 8.20 0. Tabel 5.20 0.90 15.80 1.50 13.60 4.20 14.40 1.20 0. Kehutanan. 41 Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a.20 0.80 0.10 4.50 0.50 11.90 4.60 0.10 4.00 0.10 14. Perikanan.90 4. 9.00 3. 8. Konstruksi/Bangunan.60 0.90 7.60 4.00 7.20 17.90 0.30 16. Industri Pengolahan (termasuk Air).80 3.90 3. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan.20 3.90 0.00 0.70 6.70 39.80 3.40 0.70 0 (11) 1.60 3. dan Perorangan. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.30 0.60 4. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . 5.90 15.30 0.30 0.40 0.10 12.50 1. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.20 1. Keuangan dan Asuransi.60 5.20 0.90 15.80 4.80 12.00 20. Jasa Pendidikan.40 0.50 0.30 60.40 0.90 17.40 2.20 1.20 0.00 16.80 4 (5) 0.50 2.10 29.20 4.20 18. dan Rumah makan (18.30 0.60 2.30 1.70 31.70 6.80 0.70 21.70 2.50 0.90 23. Peternakan.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 7.30 6 (7) 14.10 5.10 11.00 6.00 17. Bangka Belitung Kep.60 21.70 10.40 persen). Pertambangan dan Penggalian.20 13.50 1. Holtikultura.30 18.60 0.80 0. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia 1 (2) 52.10 42. Transportasi dan Pergudangan.10 18.50 1.50 0. dan sektor Industri Pengolahan (10.80 1.50 0.30 0.70 14.60 3.00 16.20 33.80 4.40 1.30 0.10 0.90 3.90 5. Perdagangan.60 4.90 19.70 0.00 16.70 17.20 20. Hotel.70 51.90 5.80 11.20 17.50 14.20 1.60 12.80 4.90 3.00 19.10 75. 40.30 0.30 6.00 8.60 14.30 18.80 0.3. Lainnya.00 3.20 0.80 26.10 5.20 0.90 1.10 27.60 7.30 22.00 4.70 1.80 0.50 16.50 4. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.50 62.90 51.80 1.50 persen lapangan usaha berada di sektor pertanian.70 4.20 0.50 15.50 0. 0.40 3.90 2. 7.30 0.50 5.80 1.40 1.50 16.60 63.10 0. Hotel.50 1.20 43.20 4.50 19. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.10 7.40 17.30 4.10 4.40 2.50 0.20 1.30 6.90 15.00 20.80 7.50 12.90 44.60 17.20 2.70 57. Pemerintahan.20 0.50 2.30 13.90 0.40 1.00 3.10 0.80 4.50 16.40 1.50 1.10 4.30 0.10 5.50 4.80 0.70 0.40 2.00 61.60 9.90 0.20 0.60 5.00 24.80 1.60 0.80 10.40 2.70 13. Perkebunan.30 12.40 11. dan Rumah Makan.40 0.20 0.40 0.00 1. 6.60 1.10 0.60 5.80 2.10 3 (4) 3.00 6.90 4.

60 0.10 42.20 1.00 EKONOMI 1.60 2. 1.50 11.30 29.60 0.80 33.20 0. dan subsektor 3) yang menyediakan 9.70 7.60 63.70 20.70 1.50 1.90 4.10 39.5 Peternakan.10 4.30 0.90 3.70 13.80 0.50 0.60 18. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor. 4) Perikanan. 2) Holtikultura.20 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.10 75.70 51.00 3.50 57.30 13.00 3.70 39.4.00 0.80 19.00 31.20 0.50 MARET 2012 .20 3.20 0. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.20 40.70 1.60 2.30 1. Tabel 5.40 21.90 0.70 3.40 21.80 38.5 (6) 0.20 0.20 1.70 19.00 0.10 8.60 3.90 10. 1.50 62.10 0. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.20 0.80 4.90 51.70 44.10 4.10 1.60 5.70 1.40 4.50 33.70 0.10 52.90 61.10 19.30 34.90 5.1 (2) 29.10 1. 3) Perkebunan.90 2.10 1. SP2010 Provinsi (1) 1.50 1.30 0.20 0.30 1.90 23. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24.10 0.40 62.30 30.40 0.2 (3) 2.70 4.40 4.30 60. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija.50 0.40 0.20 0.60 2.4 (5) 3.30 0.50 2.80 0.00 1.70 57.40 0.40 1.10 2.7 persen kesempatan kerja.90 0. 1.30 0.50 32.10 24.90 2.80 3.70 3.50 23.10 0.00 1.40 0.60 25.70 8.00 36.60 0.30 1.40 32.20 11.40 0.70 18.00 0.60 22.30 0.00 61.30 4.60 13.80 15.42 b.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.00 4.80 16.70 1.80 29.00 19.30 7.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 DATA 1.50 0.10 19.10 5.00 2.80 41.20 0.30 0.90 44.00 2.50 2.4 Perikanan.60 37.3 Perkebunan.40 0.00 37.30 35.80 20. 1.50 1.80 1.80 1.20 0.60 0.00 20.20 1.10 2.30 19.20 43.20 46.20 0.20 0.2 Holtikultura.90 1.10 0.10 2.70 24.70 7.00 31.90 42.10 4.50 10.6 (7) 0.10 2.70 1.60 9.40 0.1 Pertanian tanaman padi dan palawija.00 3.70 1.20 0.20 0.90 1.70 1.90 9.30 26.60 2.70 3.10 1.40 0.90 3. Bangka Belitung Kep.70 0.50 1.60 8.10 3.00 68.40 SOSIAL 1.40 0.70 3.90 47.90 0.60 2.20 3.00 0.80 2.3 (4) 15.00 16.20 0.00 47.00 24.10 29.40 Jumlah (8) 52.60 54.30 0.10 5.20 0.80 0.80 3.10 1.60 57.20 53.20 1.50 0.30 2.30 1.40 1. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.10 2.30 3.50 0.20 9.20 2.20 33. 1.20 58.10 0.40 0.60 9.70 1.20 6. 5) Peternakan.30 0.40 5.60 1.30 0. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 1.30 0.40 persen kesempatan kerja.

40 5.00 1.30 22.40 17.70 8. 9.80 0.00 20.30 7.70 21.00 1.10 1.70 7.30 4.90 22.40 9.10 1.70 4.10 4.80 14.40 10.20 14. lihat Tabel 5.40 13.10 9.00 persen).60 9.10 4.40 11.70 EDISI 22 .30 1. Pemerintahan dan Perorangan.80 7.2 Jasa Kesehatan.20 0.30 1.50 20.50 16.80 3.70 1.3 (4) 10.90 7.30 3.00 5.80 9. 9.90 15.20 7.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.60 3.20 0.70 3. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.70 7.80 3.20 5.00 20.30 13.00 10.10 0.00 1.80 0.80 12.20 9.20 1. lalu sub sektor 1) (4.10 5. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 9.50 16.10 11.50 13.50 1.70 17.60 persen).00 14.30 5.90 15.50 10. Di antara subsektor tersebut.00 5.10 1.20 7.20 20.90 3. Tabel 5.60 0.3 Jasa Kemasyarakatan.90 9.30 1.60 9.90 11.70 10.20 17. Pemerintahan dan Perorangan MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI Jumlah (5) 19.40 0.2 (3) 1.70 5.20 1.30 13.90 16.50 3.90 1.60 12.30 16.50 5.5.10 3.80 4.70 3.20 1.50 1.90 1.80 1.70 15.80 4. yaitu 1) Jasa Pendidikan.50 7.20 11.1 (2) 6.50 15. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa.40 4.50 4.40 1.10 27.60 12.40 5.20 1.70 9.70 1.1 Jasa Pendidikan.40 2.40 6. 2010 Provinsi (1) 9.80 1.60 4.20 1.00 16.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 c.00 3.00 9.50 16.80 11.20 18.90 1.10 11.00 17.60 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. 2) Jasa Kesehatan.70 14.50 13.20 0.20 17.90 1.40 10.40 10.80 4. 3) Jasa Kemasyarakatan. 43 Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.90 11.20 15.80 3.40 11. Bangka Belitung Kep.

90 60.91 40.84 61.64 7.16 48.29 19.07 97.02 17.89 14.30 58.60 35.26 37.50 27.27 54.41 18.87 62.41 84.88 62.47 11.85 65.62 30.46 20.6.02 62.01 22.90 81.65 64.78 91.94 87.33 88.62 89.78 46.36 60.90 81.33 33.83 93.90 83.72 82.41 47.87 95.35 (2) 96.54 (3) 90.58 15.81 16.45 94.93 34.46 88.85 95. Pada masa umurumur sekolah (7−24 tahun) sebesar 62.08 57.46 95.60 37. 2010 Laki-Laki Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.49 48.33 57.27 94.97 16.58 47.83 83.94 34. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.95 19.61 94.08 84.18 (5) 24.43 15.19 85.19 85.79 21.48 85.02 63. dan Tabel 5.35 68.93 17.15 55.71 55.51 21.68 92.50 67.50 94.8) a. Laki-laki pada umur 7−12 tahun sebesar 94.24 13.66 54.02 42.85 23.36 96.56 63.65 63.59 64.01 91.96 34.43 52.35 53.7.52 36.17 93.91 39.11 15.78 97.32 94.52 57. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 39.53 62.99 94.44 75.20 15.88 94.45 31.66 52.13 67.32 48.91 91.93 60.74 37.00 15.04 52.89 58.23 82. laki-laki pada umur 13−15 sebesar 83.98 35.54 persen masih sekolah.84 43.27 86.25 61.96 87.41 79.06 58.01 78.49 61.85 12.22 50. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Status Sekolah (Tabel 5.95 60.98 27. Tabel 5.12 28.89 48.04 88.83 14.96 82.21 persen laki-laki masih sekolah.18 65.48 (4) 67.21 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .68 62.15 93.22 41.01 31.73 57.69 95.12 50.24 57.16 10.01 61.73 59.08 48.43 67.54 94.89 54.05 93.69 11.60 14.36 79. Tabel 5.93 34.41 54.17 95.77 95.13 7. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat.54 48.74 47.29 62.01 13.81 78.89 93.92 44. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.36 59.67 86.83 73.60 80.63 47. Bangka Belitung Kep.21 59.44 8.95 46.41 (6) 68.72 63.37 72.34 47.55 92.59 96.49 25.52 11.97 39.82 44.21 48.20 43.29 20.6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.93 21.58 80.26 39.20 69.95 70.37 57.74 95.30 91.42 13.91 86.30 78.19 82.43 94.33 63.46 68.12 45.36 93.48 persen masih sekolah.55 25.67 69.78 94.94 59.93 25.

56 60.58 62.22 85.90 61.58 95.63 43.93 93.69 58. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.27 persen masih sekolah.31 70.26 41.33 37.05 88.85 42.34 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .74 87.34 18.31 12.92 56.07 43.51 67.62 26.93 56. 2010 Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.38 84.71 96.49 44.18 49.91 71.14 50.84 81.53 60. Tabel 5.97 18.43 14.02 55.53 89.89 29.47 64.13 89.90 62.21 95.62 82.09 71.29 38.04 persen masih sekolah.43 57.83 12.84 37. Bangka Belitung Kep.37 35.20 64.59 97.33 11. Pada masa umur-umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.88 58.88 60.64 13.58 55.04 (4) 71.17 94.87 53.22 93.88 27.24 52.59 87.53 15.93 85.69 31.94 40.05 69.19 95.35 94.95 88.66 96.71 31.14 96.69 58.74 13.02 56.69 93.64 37.72 63.11 53.49 62.99 50.36 85.14 47.02 81.00 82.55 95.57 85.87 14.47 41.19 21. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.87 85.14 95.98 36.20 13.60 96.30 51.49 64.50 98.17 50.89 35.63 18.86 46.66 95.77 (6) 69.93 80.15 17.79 22.61 16.12 24.14 16.19 89.50 37.54 86.49 95.50 95.96 7.27 65.32 13.27 (3) 92.89 54.28 84.50 83.12 50.27 61.86 88.15 10.28 61.03 14.12 12.30 85.72 95.01 16.97 61.17 61.91 58.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 b.85 62.70 53.39 31.72 60.21 96.64 92.70 94.49 50.11 95.52 82.45 89.53 39.33 46.80 53.89 64.10 53. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.27 90.00 27.37 83.04 18.92 58.36 46.80 61.34 persen perempuan masih sekolah.42 10.79 94.92 64.77 45.16 18.26 43.62 39.15 38.80 45.84 61.08 48. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta. 45 Perempuan pada umur 7−12 tahun sebanyak 95.13 91.17 94.37 81.77 61.70 46.96 63.52 66.09 19.25 54.67 38. perempuan pada umur 13−15 sebanyak 85.99 95.03 59.27 61.7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.44 32.95 10.21 96.87 66.26 86.27 88.53 81.32 70.49 48.63 62.46 45.26 95.17 95.22 59.13 30.64 6.87 (2) 97.65 93.45 15.52 95.38 (5) 28.66 38.39 26.

75 64.97 95.35 94.94 61.17 94.54 17.57 56.90 61.86 69.96 25.60 62.92 80.51 21.79 67.37 45.42 81.77 86.80 7.20 59.11 45.11 82.18 35.86 84.63 55.61 15.30 92.03 95.60 19.27 17.70 32.10 61.25 45.68 49.04 12.68 26.02 88.65 38.08 16.85 40.17 86.18 95.72 94.56 37.45 84.64 70.38 7.48 31.93 62.97 14.80 84.90 58.62 42.99 88.18 94.46 46.66 80.54 12.90 11.65 50.95 66.07 62.70 47.73 63.48 92.80 11.68 38.07 15.10 93.13 81.91 85.68 53.37 66.63 62.06 18.13 58. Pada semua umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.44 94.53 87.65 44.04 62.89 (3) 91.74 89.83 96.87 13.08 16.64 66.00 61.82 94.84 93.62 80.55 31.8.56 58.58 88.42 52.03 22.85 71.89 48.40 34.11 15.94 35.86 50.45 58.81 48.27 92.50 50.40 29.43 54.95 87.24 persen masih sekolah.28 98.28 63.93 40.98 48. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.45 52.26 95.66 10.42 37.64 49.62 59.50 87.51 14. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.27 63.24 (4) 69.13 11.57 89.59 63.14 62.46 c.28 18.78 (5) 26.22 65.34 58.18 65.14 77.29 92.83 95.98 52.73 18.46 50.32 53.94 94.18 97.41 39.01 20.69 50.62 44.22 16.78 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .93 88.09 (6) 69.01 25.78 77.09 (2) 97.55 95.94 47.74 20.14 46.07 62.44 45.77 61.51 93.37 94. Tabel 5. pada umur 13−15 sebesar 84.16 95.89 96.00 85.83 34.76 36.78 25.38 55.11 89.00 95.8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.37 14.62 21. Pada umur 7−12 tahun sebesar 94.72 83.90 28.52 13.79 56.63 66.13 57. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.06 84.68 37.35 60.13 36.56 40.85 42.77 70.75 58.49 84.38 96.11 64.42 12.51 95.71 58.46 94. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah. Bangka Belitung Kep.34 81.73 39.93 46.77 29.53 82.89 persen masih sekolah.02 94.48 54. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.92 84.54 80. 2010 Laki-Laki+Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.88 58.05 64.78 persen penduduk masih sekolah.51 59.53 96.

00 100.86 10.17 6.15 7.58 10.27 7.15 2.07 17.76 20. dan lain-lain.29 63.00 100.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri.52 3.16 4.49 10.20 3.77 10.27 12.97 27.27 persen.11 78.70 Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (3) 7.71 1.64 15.00 100.15 11.04 3.17 73.61 3.18 3. tanpa perjanjian sewa/kontrak. Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.55 1.97 2.83 62.30 7.97 4.57 5.00 100.06 (5) 13.54 83.00 100.46 8.53 7.00 100.38 6.96 13.72 11.28 78.05 85.87 8.02 6.00 100.33 9.18 7.25 5.98 10.00 100.54 9.00 100. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.45 75.39 7.08 2.63 64.77 7.00 100.38 3.86 2.68 8.89 77.13 8.00 100.89 persen) milik sendiri.85 68.87 79.16 11.19 77.81 72.01 14.18 85.27 2.00 100.07 14.75 5.85 2.73 80.68 84. Tabel 5.42 81.77 71.09 5.57 3.25 18.00 100.79 (4) 2.37 9.00 100.68 47.23 5.89 76.18 persen sampai 20.83 17.69 11.00 100.52 16.00 82.00 100.21 84.28 5.00 100. 47 Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7.05 80.00 100.13 24. yakni sekitar 6 persen.09 4.15 3.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 9.04 19.36 10.9) Sebanyak 77.91 3.00 100.69 2.00 100.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal.81 2. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak.59 5.58 67.00 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .04 6. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Milik sendiri (2) 76.19 2.44 10.20 6.00 100.50 2.94 4.97 6.35 4.78 80.00 100.00 100.59 4.68 1.42 75.75 60.31 6.84 86.45 (6) 100.21 10.00 100. tanpa membayar.37 1. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.00 100.45 84.88 12. Bangka Belitung Kep.62 13.00 100.40 9.71 5.76 6.00 100.00 100.93 2.46 14.55 8.35 8.00 100.00 100.45 persen.00 100.94 3. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.09 74.22 2.28 12.71 4.00 100.52 72.29 13.98 9.00 100.60 18.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.04 76.18 11.

berdasarkan kriteria sumber air saja.94 21.40 0. Bangka Belitung Kep.12 6.76 71.95 8.69 19.38 15. Tabel 5.98 56.61 3.39 16.51 18.10 88.00 16.03 83.12 28.29 12.50 87.66 83.70 persen).70 (4) 2.25 9.37 2.60 12.16 6.38 19.48 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 10.23 7.92 11.47 57.06 9.27 46.69 5.04 63.06 2.79 63.31 27.14 11.13 0.11 3.90 37.97 34.59 14.08 15.12 2.68 4.84 82.99 7.18 11.84 26.86 7.03 50. Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.13 31.88 27.58 19.40 MARET 2012 . sumur pompa (12.53 1.74 16.19 9.24 99.58 8.11 11.19 31.75 4.59 1.05 30.96 22.66 48.67 50.32 15.18 8.83 5.14 persen).94 4.14 7. (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja). dan mata air terlindung (8.33 89.69 17.96 23.31 24. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Air kemasan (2) 20.01 4.42 2.25 15.02 1.70 persen).92 85.12 14.89 91.40 13.74 18.78 23.26 17.96 31.24 20.23 15.25 4.69 17.28 3.41 8.44 persen). Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.05 27.32 4.38 10.69 15.59 56.02 32.63 4.38 2.52 2.41 1. air ledeng (15.07 8.61 1.80 0.17 91.03 40.10 1.70 16. air kemasan (14.70 12.01 19.45 8.13 10.24 12.40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.80 7.97 20.69 12.49 6.19 13.11 53.63 4.35 12.75 17.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.60 10.28 6.87 25.75 19.81 26.83 4.90 35.32 41.39 5.01 29.94 1.00 67.25 11.94 87.48 77.81 12.06 50.22 79.62 2.84 19.35 18.19 12.86 1.42 persen).45 31.19 8.87 60.03 12.67 10.64 18.60 22.34 3.10 8.88 23.70 Ledeng Pompa (3) 9.42 DATA SOSIAL Sumur terlindung (5) 38.96 9.61 84.54 15.14 EKONOMI Mata air terlindung (6) 4.96 1.68 8.54 90.72 12.37 79.66 80.29 20.94 33.96 74.56 36.79 3.28 28.02 37.76 65.51 31.37 70.25 3.62 19.87 70.62 1.21 46.57 9.10 4.10) Sebanyak 83.51 11.31 2.53 1.73 17.17 14.04 0.65 42.73 88.64 77.07 7.13 10.83 4.44 Jumlah (7) 76.44 20.74 1.21 32.70 88.05 5.

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

49

11. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.11 dan Tabel 5.12).
a.

Sebanyak 65,80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk
buang air besar. Sementara itu 11,72 persen menggunakan jamban bersama
dengan rumah tangga lain, dan 3,59 persen menggunakan jamban umum.
Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan
fasilitas jamban untuk buang air besar.
Tabel 5.11
Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar, SP2010
Provinsi

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

b.

Jamban
sendiri
(2)
59,25
75,37
54,74
82,93
69,12
66,51
66,12
77,44
68,67
82,98
76,47
67,92
65,46
73,95
62,05
64,55
67,65
41,23
63,38
61,82
59,26
65,14
80,43
65,21
50,06
63,40
56,65
33,78
44,24
50,05
46,16
59,55
48,01
65,80

Jamban
bersama
(3)
6,58
5,55
10,44
6,01
7,55
9,85
6,52
8,47
3,14
11,07
18,88
13,85
10,79
19,11
13,14
10,71
17,83
12,26
10,89
8,72
20,50
14,06
8,42
14,42
5,67
9,49
7,98
10,97
5,85
9,31
10,22
16,54
11,96
11,72

Jamban
umum
(4)
6,63
3,23
5,39
1,42
3,61
4,42
1,76
1,33
1,77
1,02
3,86
6,72
2,94
0,84
1,70
3,08
0,17
2,20
1,16
3,14
6,49
5,90
3,50
2,35
4,05
2,06
2,43
8,49
2,53
6,84
14,93
7,91
3,72
3,59

Tidak Punya

Jumlah

(5)
27,53
15,84
29,44
9,64
19,72
19,22
25,59
12,76
26,41
4,93
0,79
11,52
20,81
6,09
23,12
21,66
14,35
44,30
24,58
26,32
13,74
14,90
7,65
18,02
40,22
25,05
32,94
46,76
47,38
33,80
28,69
16,00
36,31
18,88

(6)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri, bersama,
umum) terdapat 74,29 persen yang menggunakan tangki septik, sebanyak
17,27 persen tanpa tangki septik, dan 8,44 persen tidak mempunyai tempat
pembuangan akhir. Kondisi di provinsi beragam, dimana penggunaan tangki
septik berkisar 44,42 persen sampai 96,74 persen.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

50

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

Tabel 5.12
Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir
Tinja, SP2010
Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

EDISI 22

Tangki septik

Tanpa tangki
septik

Tidak punya

Jumlah

(2)
73,84
77,67
68,90
67,39
68,00
66,94
67,11
58,20
93,23
86,49
92,53
68,44
76,10
87,38
72,79
87,60
96,74
87,78
44,42
67,66
56,57
65,69
80,29
87,45
82,98
85,87
76,53
92,74
79,67
84,36
82,80
77,61
48,16
74,29

(3)
16,68
15,68
16,52
22,93
21,05
21,97
26,62
35,05
4,80
6,96
4,47
18,70
17,30
10,93
21,20
7,45
2,29
8,13
43,13
17,84
21,24
16,60
11,62
9,78
10,99
10,31
18,02
4,53
14,71
8,97
7,22
11,75
15,05
17,27

(4)
9,48
6,65
14,58
9,69
10,95
11,09
6,27
6,75
1,98
6,55
3,00
12,86
6,60
1,69
6,01
4,95
0,97
4,09
12,46
14,50
22,19
17,71
8,09
2,78
6,03
3,82
5,45
2,73
5,61
6,68
9,98
10,64
36,78
8,44

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

51

12. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5.13)
Bahan bakar gas digunakan oleh 45,16 persen rumah tangga Indonesia.
Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh
tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa,
Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.
Bahan bakar kayu juga masih populer, digunakan oleh 40,11 persen rumah
tangga. Minyak tanah digunakan oleh 11,69 persen rumah tangga. Masih banyak
provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol, terutama ketika
penggunaan gas di sana tidak menonjol.

Tabel 5.13
Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak, SP2010
Provinsi

Listrik

Gas

Minyak
tanah

Arang

Kayu

Lainnya

Tidak
pakai

Jumlah

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

1,36
1,01
1,39
0,81
0,74
0,59
0,79
0,50
0,74
1,06
1,34
1,00
0,23
0,23
0,75
1,13
1,43
0,37
0,30
0,71
0,78
1,50
0,86
1,11
0,43
0,54
0,40
0,70
0,31
0,55
0,61
0,53
0,18
0,77

16,23
38,40
12,29
15,60
17,74
54,44
14,57
24,68
35,18
36,61
83,70
70,11
51,41
45,81
46,75
68,55
50,72
2,05
0,27
25,46
4,91
7,94
55,87
1,33
1,95
42,83
3,53
0,67
7,10
0,53
0,43
1,81
0,60
45,16

38,45
27,17
31,94
46,67
28,55
5,62
24,41
5,46
37,00
50,47
4,72
1,40
1,01
1,24
5,19
1,78
4,92
35,94
15,80
17,84
45,04
44,49
22,87
49,53
26,16
9,27
29,39
34,93
16,07
40,33
30,29
50,93
27,89
11,69

0,03
0,04
0,05
7,00
4,81
1,31
0,04
0,23
0,33
0,32
0,00
0,04
0,10
0,58
0,04
0,05
0,02
0,05
0,05
0,32
0,17
0,05
0,60
0,33
5,46
2,11
3,81
0,08
2,07
0,06
0,12
0,12
0,29
0,49

43,02
32,59
53,58
28,95
47,64
37,61
59,72
68,55
25,92
9,08
0,22
25,51
45,94
42,76
45,83
25,98
39,35
61,11
83,37
55,22
48,71
45,29
18,25
47,18
65,67
44,86
62,64
63,27
74,25
57,93
68,12
45,62
70,61
40,11

0,08
0,17
0,14
0,15
0,11
0,12
0,08
0,08
0,09
0,25
0,44
0,22
0,09
0,34
0,16
0,25
0,10
0,10
0,08
0,11
0,13
0,07
0,18
0,12
0,09
0,07
0,06
0,10
0,04
0,10
0,09
0,16
0,14
0,16

0,82
0,62
0,61
0,81
0,42
0,30
0,40
0,49
0,74
2,21
9,58
1,71
1,23
9,04
1,28
2,26
3,45
0,37
0,13
0,33
0,26
0,66
1,37
0,40
0,24
0,32
0,18
0,25
0,16
0,49
0,32
0,83
0,29
1,61

100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

29 0.07 42.60 7.52 3.82 3.79 83.33 0.47 0.39 3.33 70.60 4.30 4.73 4. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.36 1.06 61.74 65.05 76.15 10.58 72. Penguasaan Telepon (Tabel 5.42 0.02 57.47 64.53 0.42 10.66 0.37 80.85 2.44 82.31 54.37 58.24 0.35 56.13 74.26 64.19 80.62 0.53 0.48 71.88 95.48 0.37 29.44 68.40 0.59 66.73 0. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kabel Seluler (2) 0.12 73.89 2.24 65.13 87.11 62.31 0.79 74. Bangka Belitung Kep.37 5. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.86 0.63 3.15 0.67 71. di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses.53 0.96 60.14 91.01 64.15 7.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon.65 75.73 81.14) Sebanyak 73.96 70.42 68.94 77.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.50 85.24 32.78 8.44 0.78 1.04 4. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.79 4.41 60.49 6.82 0.67 82.70 0.80 64.06 83.86 75.77 0.34 68.89 0.67 4.08 4.77 54.79 0.24 3.57 63.41 93.13 4.81 0.82 9.72 0.76 24.45 70.47 0.82 10.67 0.22 EKONOMI Jumlah (5) 69.38 MARET 2012 .16 68.30 77.86 73.33 8.18 66. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel.41 DATA SOSIAL Kabel dan Seluler (4) 2.60 0.50 71.23 6.75 (3) 66.32 70.01 64.23 0.30 69.54 80.52 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 13.39 60.45 49.18 5.02 48.40 5.66 0.13 52.03 45.84 3.39 3.81 67.45 0. Tabel 5.70 9.53 0.94 0.11 80.63 76.37 78.

18 persen). Secara nominal jumlahnya mencapai 9.98 15.57 13.05 6.91 EDISI 22 .93 13. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. dan DKI Jakarta. Bangka Belitung Kep.15.18 22.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat.84 12.21 persen).25 14.15 22.55 14.51 12.52 30.53 14. Sulawesi Utara (22.98 persen).40 9.42 12.83 7.36 persen).15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 53 14.1 juta rumah tangga.63 16.33 14. Tabel 5. Kalimantan Timur (22. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Jumlah (2) 115 755 366 296 213 345 192 836 111 332 231 434 65 955 181 847 39 993 85 778 751 880 1 830 652 1 176 894 315 111 1 392 606 397 930 152 834 100 795 64 295 121 133 73 328 177 036 193 146 129 241 70 920 316 279 58 412 41 053 19 578 42 416 20 358 19 703 47 274 9 117 445 DATA SOSIAL EKONOMI % (3) 10.06 18.86 12.86 8.34 11.42 29. Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30.43 17. DKI Jakarta (29.25 9.50 11.75 7. Lihat Tabel 5. Jawa Tengah. Jawa Timur.76 15.80 18. Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14.21 11.42 15.12 11.85 19.36 13.

dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 120 116.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.59 8.40 117. 4. berkurang sekitar 2.3 juta orang. 3.14 persen.70 0 Februari Agustus Februari 2009 Februari 2010 Angkatan Kerja 2.49 119.42 persen). Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011).54 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 VI. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A. Agustus Agustus 2011 Bekerja Penganggur Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109. Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1.56 persen. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .53 116.28 109. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jumlah penganggur Agustus Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6.7 juta orang.41 104.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.56 persen) dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6.26 20 8.0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119. Grafik 6. jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.96 9. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.12 7.67 100 80 60 40 8.70 juta penurunan orang (6. berkurang sekitar 1.21 107.37 111. Penduduk yang Bekerja.74 108.1 Jumlah Angkatan Kerja.32 8. mengalami 2011 sebanyak 7.4 juta orang.87 104.00 113.83 113.6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111.4 juta orang.

41 108. B.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54.2 juta orang (2.31 persen).2 juta orang (49.96 persen).52 Paruh waktu 17.40 Agustus (5) 117.06 4. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .37 107. sebesar 75.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan.19 34. terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian. Angkatan Kerja.62 persen.53 Februari (4) 119.34 7. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8. 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan (1) 1. Pada Agustus 2011.96 68.72 69. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1.1 juta orang (68.59 Setengah penganggur 15. sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3.70 67.00 Agustus (3) 116. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 2010 2011 *) Februari (2) 116.40 persen).4 juta orang (1.42 persen) dan Sektor Transportasi.67 8. dan Pengangguran 1. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011.56 32.12 7.26 15.21 111.28 109.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3. Tabel 6.4 juta orang turun sekitar 2.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.73 13. Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 3.01 18.59 8.27 15.80 6. Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran.1 juta orang (7.53 18. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2. Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2.14 6.80 33. 5.6 juta orang (5. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.27 34. sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.32 8.46 21. 6.15 persen). Penduduk yang Bekerja. Pekerja tidak penuh *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.41 7.17 persen).83 67. Jumlah angkatan kerja mencapai 117.

masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5.70 107.17 persen).61 persen.61 1. Tabel 6.59 6. Transportasi. Konstruksi 4. Gas.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama Februari (2) 42.83 (1) 1.21 22.5 juta orang (37. dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011.70 4.49 2011 Februari Agustus (4) (5) 42.96 17. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.1 juta orang (7.28 109.58 5.62 15.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13. Pertanian 2.40 1.84 5.33 13.48 39.49 23.42 persen). maka pada Agustus 2011 sekitar 41.62 5.82 13. jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6. 2. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.05 13. Industri 2010 Agustus (3) 41.56 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 C.24 23.83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68. Jasa Kemasyarakatan ) 8.41 108. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Listrik. dan Air D.54 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan.59 5.2 juta orang (62. Pergudangan. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1. Pergudangan dan Komunikasi.08 6.06 2. Sektor Pertanian.21 111.40 5. Perdagangan. pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1.34 22.67 3. Jasa Kemasyarakatan. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Perdagangan 7. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.96 persen). Lainnya * Jumlah *) 14.82 5.63 15.17 persen) bekerja pada kegiatan informal.50 1.64 1.21 persen dan 9.65 1. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama. Keuangan 1.42 persen) dan Sektor Transportasi.02 16. Berdasarkan identifikasi ini. dan Komunikasi 5.74 2. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja. sisanya termasuk pekerja informal. kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi.

Berusaha sendiri 20.77 19.41 2. Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3.7 juta orang).15 19.77 5. Pekerja bebas di pertanian 6. Pekerja bebas di nonpertanian 5.21 111.1 juta orang (68.13 5.82 5. Berusaha dibantu buruh tetap 4. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75.64 19. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37.70 persen).16 5. 2. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .59 3.46 persen).92 21. pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu porsinya relatif kecil yaitu hanya 1. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19. Buruh/Karyawan 7. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker). Secara umum.03 21.8 juta orang (34.7 juta orang (17.4 juta orang atau sekitar 1.26 3.67 (1) 3.31 19.41 108.3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) 2010 2011 Status Pekerjaan Utama Februari Agustus Februari Agustus (2) (3) (4) (5) 1. Tabel 6. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu.68 21.7 juta orang (3.46 21.51 37.72 32.4 juta orang (17.39 persen). dan berusaha sendiri sejumlah 19.32 5. Pada Agustus 2011.31 persen dari total penduduk yang bekerja (109.48 6.52 34.93 persen).99 107.28 109.02 3.66 3.68 18.7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011. 57 Dari 109.72 30.44 persen). Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21.28 5. Pekerja keluarga/tak dibayar Jumlah E.58 5.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 2.98 17. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1.

27 34.06 1–34 32. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .48 Termasuk sementara tidak bekerja F.73 8.2 juta orang (2.54 15.12 54.35 17.5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan (1) 1.63 12.2 juta orang (49. 2010 Februari Agustus (2) (3) 55.25 107.79 5.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5. kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0.54 5. jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan.60 74.41 108.31 54.70 16. Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011).37 Agustus (5) 1.19 34.63 15.21 111.09 75.97 12.94 77. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.58 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.02 4.61 persen dan 0. Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah. Sekolah Menengah Kejuruan 5.92 8. Sekolah Menengah Pertama 3.51 20.34 8.44 8–14 4.15 persen).18 21.86 3.59 35+ * 74.4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja Perminggu 2011 (1) 1–7 Agustus (3) 1.28 109.20 15–24 11.40 persen).88 2.20 Februari (4) 1.28 109.21 2011 Februari Agustus (4) (5) 55.67 Pada Agustus 2011.41 108.48 12.81 4.6 juta orang (5. Sekolah Menengah Atas 4.17 5.65 111.11 9.23 persen. Universitas Jumlah 2.30 20.00 15.59 4.40 15.63 15.89 3.67 ) *) 2010 Februari (2) 1.89 25–34 14. Diploma I/II/III 6.08 Jumlah 107. SD ke bawah 2. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.22 20.94 5. sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil.32 3. Tabel 6.80 33.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1.7 juta orang atau 6.95 8.81 11.43 5. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0.56 persen dari total angkatan kerja.80 6.19 persen. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1. TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi.71 12. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun.54 persen.83 8.00 10. Dibanding Februari 2011.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0.66 persen dan 10.90 12.43 persen.14 6.17 10. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6.71 3.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 59 G. TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun.92 9. Pada Agustus 2011. Sekolah Menengah Pertama 7.16 6.56 1.59 7.43 persen.06 persen dan 10.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6.45 7. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Sekolah Menengah Atas 11. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2. Sekolah Menengah Pertama naik 0.90 11.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 3.56 Jumlah H.55 7. Pada Agustus 2011. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13. 2. SD ke bawah 2.02 7.14 persen.81 3.37 persen. Sekolah Menengah Kejuruan 13. Tabel 6. 3.37 3.87 10.78 11. yaitu masing-masing sebesar 10.24 11. Universitas 14. 2.76 persen.32 persen dan 2. Diploma I/II/III 15. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7.66 4.41 7.37 3.

1 8.62 112.24 213.65 228.33 1 982.34 59.2 3.85 60.0 6.21 1 042.0 6.4 5.5 7.3 3.56 Kalimantan Barat Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Selatan Sulawesi Barat Indonesia EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .60 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.1 5.37 Sumatera Barat 152.4 8.14 142.2 4.55 57.68 30.25 103.8 9.0 8.5 4.9 7. Bangka Belitung Banten 726.8 6.8 7.8 4.8 5.62 Gorontalo 23.6 6.27 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (6) (7) 148.84 1 901.72 185.9 6.2 7.1 3.5 4.2 9.72 51.3 8.4 10.8 7.7 9.7 5.2 5.2 2.69 107.6 5.23 166.4 9.63 19.56 17.72 60.6 7.77 34.02 243.4 2.57 201.03 26.26 Sulawesi Tengah 56.9 5.82 Sulawesi Tenggara 48.66 28.34 32.59 30.43 Sumatera Utara 491.8 3.9 4.07 1 002.29 116.37 243.5 2.32 Kepulauan Riau 57.43 460.5 6.5 5.1 6.32 119.14 8 117.39 58.04 66.61 19.6 10.83 555.1 6.6 9.10 174.6 3.70 15.6 3.1 5.37 Lampung 220.19 93.1 4.6 4.61 Bengkulu 39.45 Riau 207.25 845.14 41.69 101.3 5.38 Maluku Utara 26.9 3.97 53.99 86.4 6.2 4.62 25.68 697.37 2011 Februari Jumlah TPT (ribuan) (persen) (4) (5) 171.0 2.17 136.7 4.86 52.69 236.06 Maluku 64.61 55.80 Jawa Barat 1 951.5 5.8 5.55 Kalimantan Selatan 96.9 7.18 402.8 7.4 10.2 8.9 9.94 8 319.6 13.35 110.06 1 046.50 680.9 6.0 8.55 Papua 53.16 Jawa Tengah Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tengggara Timur 68.6 3.6 4.5 3.27 52.07 217.9 6.7 10.5 3.5 3.97 Jawa Timur 828.5 5.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi (1) Aceh 2010 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (2) (3) 162.5 8.7 2.4 13.95 162.6 2.90 58.2 4.25 22.94 Papua Barat 26.33 71.2 4.80 Jambi 83.61 46.6 6.5 7.67 58.1 5.6 5.62 100.3 3.8 3.1 13.78 DKI Jakarta 582.41 21.21 173.06 65.01 299.6 2.80 7 700.1 6.18 821.I.7 5.3 7.9 2.8 10.8 7.6 5.8 11.8 4.61 98.3 4.7 3.47 74. Yogyakarta 107.88 Kalimantan Tengah 44.8 5.28 33.25 15.84 99.7 5.83 Sumatera Selatan Kep.93 D.16 21.2 4.05 542.

675 menjadi Rp48.939.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 . yaitu dari Rp28.727 menjadi Rp39. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1.UPAH BURUH FEBRUARI 2012 61 VII. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0. Sedangkan secara riil turun sebesar 0.582 menjadi Rp28.32 persen dibanding upah buruh tani 2012 sebesar Rp39.854 naik 0.30 persen.939 naik 0. Upah Buruh Bangunan 2. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Februari Desember Upah Buruh Tani Januari `12 Okt ober November September JuLi Agustus Mei Juni April Maret Februari Desember Januari `11 Okt ober November september Juli Agustus Mei Juni April Maret 65000 60000 55000 50000 45000 40000 35000 30000 Februari `10 Rupiah Grafik 7.35 persen. yaitu dari Rp48.14 persen.854.35 persen sedangkan secara riil naik sebesar 0.823. yaitu dari Rp39.542. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 Rata-rata upah nominal harian naik buruh tani pada periode Februari sebesar 0.715 menjadi Rp63.32 bulan persen sebelumnya. Upah Buruh Bangunan Pada Februari 2012.

62

UPAH BURUH FEBRUARI 2012

Tabel 7.1
Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani, Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah)
Februari 2010Februari 2012
Upah Buruh Tani
(harian)

Bulan

Nominal
(1)

Riil

Upah Buruh Bangunan
(harian)
1)

Nominal

Riil

2)

(2)

(3)

(4)

(5)

Februari 2010

37 637

29 987

56 864

48 043

Maret

37 721

30 023

56 998

48 226

April

37 844

30 138

57 217

48 338

Mei

37 897

30 153

57 285

48 257

Juni

37 946

29 980

57 504

47 976

Juli

38 069

29 507

58 228

47 829

Agustus

38 198

29 356

58 276

47 506

September

38 301

29 315

58 475

47 460

Oktober

38 382

29 354

59 898

48 583

November

38 494

29 209

60 190

48 528

Desember

38 577

28 934

60 214

48 106

Januari 2011

38 648

28 705

60 340

47 779

Februari

38 769

28 755

60 758

48 045

Maret

38 852

28 832

61 069

48 448

April

38 976

29 098

61 190

48 695

Mei

39 082

29 175

61 409

48 811

Juni

39 144

29 104

61 476

48 598

Juli

39 215

28 975

61 583

48 358

Agustus

39 287

28 816

61 948

48 193

September

39 345

28 774

62 064

48 153

Oktober

39 412

28 787

62 210

48 322

November

39 503

28 736

62 263

48 199

Desember

39 599

28 701

63 157

48 616

Januari 2012

39 727

28 582

63 715

48 675

Februari

39 854

28 542

63 939

48 823

Catatan:

1)

Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100)

2)

Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100)

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

63

VIII. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN
FEBRUARI 2012
A. NILAI TUKAR PETANI (NTP)
1.

Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012
tercatat

105,10

atau

turun

0,60

persen

dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105,73.
Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya
NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan,
Hortikultura,

Tanaman

Perkebunan

Nilai Tukar Petani pada
Februari 2012 turun
0,60 persen

Rakyat,

Peternakan dan Perikanan yang masing-masing
turun sebesar 1,02 persen, 0,23 persen, 0,16
persen, 0,09 persen, dan 0,39 persen.
Grafik 8.1
Nilai Tukar Petani (NTP), Februari 2011–Februari 2012

NTP
106,50
105,75

106,00
105,17

105,50
105,00

104,50

104,79

105,11

105,64
105,51

105,10

104,87

104,50

105,73

104,00
103,50
103,00

103,32

103,91

103,33

102,50
102,00
101,50
101,00
100,50

NTP

2.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0,18 persen bila
dibanding It Januari 2012, yaitu dari 143,57 menjadi 143,31. Penurunan indeks
tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor, yaitu Tanaman Pangan (0,54
persen) dan Perikanan (0,03), sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami
kenaikan yaitu Hortikultura (0,20 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15
persen), dan Peternakan (0,28 persen).
MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

64

3.

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0,43 persen
dibanding Ib Januari 2012. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok
Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan
Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0,33 persen.
Grafik 8.2
Indeks Harga yang Diterima Petani (It), Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib),
Februari 2011–Februari 2012
146,00
144,00
142,00
140,00
138,00
136,00
134,00
132,00

130,00
128,00
126,00
124,00
122,00

It

4.

Ib

NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1,02 persen
dibanding NTPP Januari 2012. Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman
Pangan (0,54 persen), sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0,48 persen). NTP
Hortikultura (NTPH) turun 0,23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0,20
persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0,43 persen). NTP
Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0,16 persen disebabkan naiknya It
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,31 persen). NTP Subsektor Peternakan (NTPT)
turun 0,09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0,28 persen) lebih kecil
dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0,37 persen). NTP Subsektor Perikanan
(NTN) turun 0,39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0,03 persen),
sebaliknya Ib Perikanan naik (0,37 persen).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

56 persen.08 persen.59 -0.00 -0. Sandang 0.14 0.46 0.80 0.50 persen.40 0. Perumahan 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .3 Inflasi Perdesaan.93 2.41 0. Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 0.60 1.63.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.60 Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0.20 0. Grafik 8.17 1.74 0. Februari 2010–Februari 2012 2.13 0.02 persen.09 -0.18 0. Makanan Jadi 0. Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0. Pendidikan.85 0. Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1.42 persen.98 0.41 0.03 persen. sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0.08 0.13 -0.46 persen provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0. 4. Inflasi Perdesaan 1.37 0.53 persen.29 persen.74 0.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 65 B.46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras. yaitu Bahan Makanan 0. dan Olah Raga 0.40 persen. 3. 0.71 0.40 0.05 0. Rekreasi.12 persen.49 persen.00 persen 1.01 -0.40 0.79 0.80 2.40 1.46 persen dengan Pada Februari 2012 terjadi indeks umum konsumsi rumah tangga inflasi perdesaan sebesar 139. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.29 0. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. serta Transportasi dan Komunikasi 0.63 0. Kesehatan 0.

37 0.78 143.45 138.60 132.16 0.19 138.76 145.48 108.Indeks konsumsi rumah tangga .Indeks konsumsi rumahtangga 139.95 151. Nilai tukar petani (NTPH) b.37 0. Nilai tukar petani (NTN) b.Palawija c.18 0.63 -0.31 136.Indeks konsumsi rumah tangga .28 0.96 142.60 -0.05 122.81 150.37 0.86 145.69 0.02 -0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) . Nilai tukar petani (NTP) b.64 143.35 125.74 124. Indeks harga yang diterima petani (It) .Hasil ternak c.Indeks BPPBM 2.54 122.55 133.1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Bulan Subsektor Desember Januari Persentase Perubahan (1) (2) (3) (4) 1.09 0.Ternak kecil .64 134. Hortikultura a.21 101.15 0.14 137.29 106.Penangkapan 130.73 143.26 127.30 .07 122. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .11 0. Tanaman perkebunan rakyat a.46 150.46 0.46 126.10 105.34 0.89 131.31 0.43 0.Indeks konsumsi rumah tangga .26 0.15 138.31 147.15 0.29 0. Indeks harga yang diterima petani (It) . Nilai tukar petani (NTPT) b.Budidaya c.98 108. Perikanan a.33 .44 143.17 140.Padi . Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 105.34 -0.74 142.39 -0.35 136.Indeks BPPBM EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .72 122.78 139.03 -0.48 0.14 138.42 134. Indeks harga yang diterima petani (It) c.55 138. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .Indeks BPPBM 3.51 150.42 145.43 146.06 0.95 138.66 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8. Indeksharga yang dibayar petani (Ib) .54 146.78 138.20 0.69 144.62 136.20 134.90 -0.36 139.11 134.Ternak besar .23 0.67 0.47 -0.43 0.53 138.01 125.87 137. Indeks harga yang diterima petani (It) .42 143.Unggas .27 142.48 .36 -0.66 138.Indeks konsumsi rumah tangga .Tanaman perkebunan rakyat c.10 143.27 130.63 127.21 140.83 117.50 118.Buah-buahan c.62 140. Nilai tukar petani (NTPR) b.48 137.38 125.80 104. Peternakan a. Indeks harga yang diterima petani (It) .42 139.Indeks BPPBM Gabungan/nasional a.34 -0.54 -0.Indeks BPPBM 4.48 0.46 0. Nilai tukar petani (NTPP) b.09 0. Indeks harga yang diterima petani (It) .35 101.38 105.18 0.14 105. Tanaman pangan a.Indeks konsumsi rumah tangga .57 135.47 -1.27 126.06 -0.99 105.49 131. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .61 143.Indeks BPPBM 5.94 138.49 0.64 106.07 147.Sayur-sayuran .

23 0.31 0.17 Januari 2011 1.43 0. dan OR Transportasi dan Komunikasi Umum (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.46 0.29 Oktober 0.51 0.78 0.02 0.53 0.10 0.38 0.05 April -1.29 0.09 Juni 1.14 Maret -0.21 0.09 0.15 0. Rekreasi.43 0.90 0.22 0.22 0.20 0.18 Mei 0.50 0.47 0.15 0.14 0.18 0.05 0.55 0.44 0.15 0.44 0.50 0.35 0.35 0.40 0.16 0.79 Desember 1.43 0.44 0.29 0.08 0.13 0.40 0.06 0.36 0.32 0.06 0.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 Bulan Bahan Makanan PerumahMakanan Jadi an Sandang Kesehatan Pendidikan.24 0.37 0.29 0.71 Juli 3.05 0.12 0.85 September 0.54 0.44 0.11 -0.16 0.15 0.81 0.45 0.41 0.37 0.51 0.59 Mei -0.50 0.65 0.45 1.27 0.25 0.08 0.25 0.10 0.46 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .35 0.25 0.91 0.13 November 0.25 0.74 Februari 0.37 0.37 0.11 -0.03 0.20 0.19 0.80 0.24 0.34 0.93 Agustus 1.16 0.41 0.74 September 0.97 0.04 0.12 0.22 0.27 0.05 0.12 1.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 67 Tabel 8.53 0.26 0.52 0.38 -0.10 0.23 0.27 0.19 0.63 Agustus 1.55 0.15 0.15 0.95 0.42 0.16 1.14 0.15 0.19 0.01 Juni 0.45 0.24 0.02 0.34 0.38 0.11 0.29 0.39 0.07 0.53 0.28 0.03 -0.40 Juli 0.39 0.23 0.26 0.09 -0.37 Januari 2012 0.56 0.57 0.21 0.07 0.93 0.50 0.41 Desember 0.40 0.38 0.36 0.64 0.20 0.52 0.37 0.20 0.30 0.34 0.57 0.41 Oktober -0.42 0.59 0.04 0.12 0.38 0.00 0.57 0.63 0.08 0.18 0.09 0.30 0.49 0.44 0.27 0.08 November 1.12 0.63 0.36 0.25 0.97 0.98 Februari -0.28 0.37 0.

20 3. Sandang 129.66 0.30 140.29 0.56 1.07 139.97 139.56 2.56 144.06 5.99 123.50 1.31 1.87 2.53 7.88 127.02 5. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Laju Inflasi 2012 KelompokPengeluaran Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 20121) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134. Bahan makanan 142. Rekreasi.53 1.83 5.05 0.36 125. Kesehatan 122.36 0. Transportasi dan komunikasi 112.3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.42 0.46 2.01 114.55 146.93 3. Pendidikan. Makanan jadi 131.20 3.62 122. Perumahan 133.84 137.43 0.63 0.89 135.79 4. dan Olah Raga 120.86 114.83 137.40 0.33 Tahun Kalender2) Yearonyear3) 1) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 3) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .49 1.84 6.68 0.78 0.60 135.08 0.46 1.23 134.68 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8.17 4.72 0.

68 per kg (turun 5. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). Grafik 9.67 persen) dan Rp4.00 per kg.232.31 per kg.050.00 per kg dan Rp2.00 per kg. Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6.550.156. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6. harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem. kg (turun 5.610. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 69 IX.000. Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 Rp/kg 4 000 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar Apr GKG Mei Jun GKP Jul Agt Sep Okt Kualitas Rendah Nov Des Jan'12 Feb HPP-GKP 2. harga penggilingan masing-masing Rp4.31 gabah kualitas GKP di petani per sebesar Rp4. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A. rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan Pada Februarii 2012. Sementara itu. 3. Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.67 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).00 per kg dan Rp2.42 persen) naik 5.156. Pada Februari 2012. Harga Gabah 1.

77 Nov 18.86 3 970.70 3 937.622.40 5.26 12.28 26.42 -4.25 Feb 18.48 26.80 3 684.37 Des 18. Grafik 9.55 3 565.70 Pada Februari 2012.81 3 549.32 8.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya.71 -12.19 2 923.63 1.14 3 838.79 3 632.66 Juni 18.83 Sep 18.549.23 3 753.28 12.03 24.09 2.29 3.45 2 794.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 4 000 Rp/kg 4.67 4 406.96 4.56 0. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.28 persen) dan Rp4.24 4 548.85 -5.69 3 967.67 Okt 18.08 3 887.64 25.67 12.94 3 507.86 12.43 1.90 2 619.63 3 296.53 -0.02 26.79 -0.12 2.15 12.19 24.19 3.79 12.54 3 048.755.90 3 480. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.97 2 896.50 3 218.85 -2.73 4.27 3.85 per kg (turun 2.16 per kg (turun 2.54 3 997.52 per kg (turun 6.45 4.97 -18.24 -6.26 11.33 24.32 7.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya. 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar GKG EDISI 22 Apr Mei GKP DATA Jun Jul Agt Sep Kualitas Rendah SOSIAL Okt Nov HPP-GKG EKONOMI Des Jan'12 Feb HPP-GKP MARET 2012 .99 Apr 18.13 25.10 3 229.45 Agt 18.41 24.02 Mar 19.49 2.91 3 707.54 12.51 12.74 4 776.85 3 945.31 1.72 -10.84 -2.80 4 667.37 23.19 12.02 3 772.94 Juli 18.15 3.87 2 542.70 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 Tabel 9.77 13.68 Mei 18.87 3 178.10 4 398.01 10.27 4 085.24 4 281.70 persen) dan Rp3.64 5.37 3 581.65 6.43 12.31 -5.29 3 449.40 25.08 6.82 0.81 3 804.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) GKG Rata-rata Harga (Rp/Kg) (3) Perubahan (%) (4) Rendah Kadar Air (%) (5) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (6) Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19.38 12.71 4 156.66 24.17 4.50 4 182.92 5.24 per kg (turun 6.01 2012 Jan 17.667.59 7.36 3 416.26 -3.43 0.72 25.71 2.

dan kualitas rendah Rp3.29 3 519.92 per kg.51 -12.32 4.475.22 Apr 18. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.54 3 105.08 3 972.50 25.12 3.58 2.35 Feb 18.90 -17.79 3 703.804.61 1.24 4 619.15 24.68 Agt 18.84 per kg dan Rp3. kualitas GKG Rp4.77 5.02 -0.542.84 4.39 3.880.95 persen).37 3 655.87 3 241.30 8.75 -5. Sementara itu.20 12. kualitas GKG Rp4.54 4 067.105.59 12.35 12.81 3.02 12.12 Okt 18.93 per kg.048.32 7. kualitas rendah 252 observasi (25.50 24.11 26.93 -3. Pada periode yang sama. 71 Selama Februari 2011–Februari 2012.63 3 361.17 12.49 -5.87 per kg. dan kualitas rendah Rp3.33 12.05 25.14 3 930.66 26.24 persen).06 25.80 3 754.74 Mar 19.68 -5.20 6.24 4 354.97 per kg.18 0.90 3.90 3 552.87 5.85 10. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.99 6.42 12.655.20 12.45 2 863.581.19 2 981.406. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65.85 4 007.76 13.81 3 880. Tabel 9.19 per kg.55 3 631. Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (3) GKG Perubahan (%) (4) Kadar Air (%) (5) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (6) Rendah Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19.74 4 857.81 3 299.40 Mei 18.43 26.92 7.23 3 824.10 4 463.607.91 3 771.2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.81 persen).89 2. tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.36 23.16 -2.86 4 044.84 -10.32 per kg.47 25.90 2 691.45 Juli 18.49 3.17 -1.82 12.97 2 968. rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.80 2012 Jan 17.38 11.50 3 279.94 3 593. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.71 4 232.857.64 Juni 18.52 -6.65 Sep 18.80 4 755.02 3 838. 6.81 3 622.52 24.36 3 480.74 4.87 2 607.28 -1.26 per kg.57 24.64 2.776.79 12.76 3. dan kualitas GKG 80 observasi (8.70 3 999.49 per kg.50 12.67 4 475.53 2.69 4 029. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.32 per kg. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .HARGA PANGAN FEBRUAR I 2012 5.90 per kg.99 5.13 0.16 Nov 18.97 Des 18. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.72 per kg dan Rp3. Dari keseluruhan observasi.27 0.65 7.50 4 253.19 24.46 0.27 4 150. Sementara itu.

77 persen dibanding Rata-rata harga beras Januari bulan Februari 2012 2012.77 persen on-year periode yang sama sebesar 3.37 persen. 3. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6.89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10.33 persen bila dibanding Februari 2011. Pangkal Pinang. lebih sebesar Rp10. BULOG. petani. naik 0. harga beras naik 15.520. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. Harga ikan kembung turun 1. susu kental manis.80 persen bila dibanding Februari 2011.27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45. Mamuju (masing-masing 10 persen).88 persen bila dibanding Februari 2011. konsumen. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen). Secara nasional.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16.56 . Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima. Mamuju (masing-masing 6 persen).72 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 B. persen. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu. 2. Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu.81 persen. Dibandingkan Februari 2011. minyak goreng. gula pasir. Harga cabai merah turun 30.per tinggi dibandingkan dengan inflasi year- kg. Sorong.. Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen). Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1. Harga daging ayam ras turun 1.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61. Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram.64 persen bila dibanding Februari 2011. Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen). Komoditas lain seperti daging sapi. Artinya pemilik beras (pedagang. dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11. Harga telur ayam ras naik 1.48 persen bila dibanding Februari 2011. Harga cabai rawit turun 6.

83 4.80 3.64 -45.18 0.88 16.89 0.77 -1.48 6.01 0.37 10.90 -61.3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) (1) Februari’11 (2) 9 118 Susu Telur Daging Daging Kental Minyak Gula Tepung Cabai Cabai Ikan Minyak Ayam Ayam Sapi Manis Goreng Pasir Terigu Rawit Merah Kembung Tanah Ras Ras (kg) (kg) (385 (liter) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (liter) (kg) gram) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 0.23 0.34 0.55 2.00 Bulan Beras (kg) Februari’12 thd Januari’12 Februari’12 thd Februari’11 (dalam persen) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .57 0.27 1.74 -0.99 -1.05 -6.31 -30.57 -1.HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 73 Tabel 9.33 6.63 15.

Pada Februari 2012. Grafik 10. air minum dan komunikasi Feb Des Jan12 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Apr Mei Feb Mar Des Jan11 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Mei Apr Mar 175 Feb 10 180 Bangunan lainnya 3. 2.2).25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. asbes gelombang. dan besi beton) mayoritas naik harganya. INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 1. IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.1). Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0.30 persen (Tabel 10. Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0.3). pipa pvc.65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0. kaca lembaran.11 persen (Tabel 10.04 persen (Tabel 10. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis.35 persen dibandingkan bulan sebelumnya.1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 215 210 205 200 195 190 185 Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0. aspal.74 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 X. cat tembok. semen. jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik. gas. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0.35 persen naik sebesar 0.

gas.35 Tabel 10.64 185.28 Bangunan lainnya 204.99 0.48 0.93 259. Ekspor nonmigas 151.24 228.58 0.48 198.53 -0. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal 197.60 0.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0.41 0.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi. air minum.50 persen (Tabel 10.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas. dan komunikasi 192.25 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1.20 Bangunan dan instalasi listrik.87 215.70 168.4). dan pelabuhan 212.52 0.42 4.31 151. jembatan.50 0.00 0. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya.11 3. Tabel 10. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012.INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 4.10 5. 75 Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0. Industri 184.12 0.03 204.30 Pekerjaan umum untuk jalan. (2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) 1.65 2.59 193.11 187.77 0. Pertanian 257.27 Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian 214.22 Konstruksi Indonesia 203.18 Umum nonmigas 187. Impor nonmigas 168.48 203. Pertambangan dan penggalian 228.26 212.69 0.

82 Umum tanpa impor dan ekspor 199.31 188.77 201. Impor 181.69 158.97 0.40 2. Industri 183.89 0.55 0.29 Cat tembok 175.34 0.66 228.99 182. Ekspor 158.63 184.40 159.69 0.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.76 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 Tabel 10. Indonesia Desember 2011–Januari 2012. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Januari terhadap Desember (%) (4) 1.04 308.42 189.36 Aspal 308.32 0.38 179.99 0.21 0. Pertanian 254.37 257.80 Umum tanpa ekspor migas 187.48 178.86 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .10 Besi beton 180.46 0.44 184.25 0.78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188.31 Semen 183.50 Umum 187.78 197.48 Tabel 10.13 Pipa PVC 179.19 0.70 3.93 1.24 0.74 Umum tanpa ekspor 195.65 4.04 Kaca lembaran 182.55 5.78 190. Pertambangan dan penggalian 226.36 0.65 183. Indonesia Januari 2012–Februari 2012. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Kayu lapis 157.40 Asbes gelombang 176.76 175.53 188.54 -0.43 1.64 0.93 0.49 0.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.69 181.77 Umum tanpa impor 188.

Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106.86).92). dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa.51).53).92. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi bisnis pada Triwulan pengusaha IV-2011 meningkat (ITB 106. kecuali Sektor Pertanian. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106. 3. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . 1. Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Peternakan. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi.14). Sektor Pertanian. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108.27). INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV2011 A. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106.2. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111. Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi. dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. 2. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A. A. Kehutanan. 2. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107. penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105.37. PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 Selain pada triwulan berjalan.32). Kehutanan. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor. Peternakan.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUM EN TRIWULAN IV-2011 77 XI.92) mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan. dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98. berarti kondisi bisnis diperkirakan akan Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108.37) meningkat dibandingkan triwulan IV2011. ITB TRIWULAN IV-2011 1.1. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108.

19 107.36 110.27 108.08 106. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya. dan Air Bersih 108. Nilai ITB < 100. dengan indikasi sebagai berikut: a.83 111. c. Industri Pengolahan 105.57 103. Keuangan.94 105. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.41 5.90 105.20 104.63 105.14 116. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.37 108.86 106.29 104.60 107.05 111.1 1) Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan 2) Perkiraan Triwulan I-2012 120 115 112.04 110.15 98.45 105.41 103.80 7.94 105. b. Pengangkutan dan Komunikasi 107.43 110 108.70 105. Perkiraan ITB triwulan I-2012.58 106.09 109.00 111.16 Grafik 11.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ITB Triwulan IV-2010 Sektor (1) (3) ITB Triwulan II-2011 (4) ITB Triwulan III-2011 ITB Triwulan IV-2011 (6) (7) (5) Perkiraan ITB Triwulan I-2012 (8) 96. Nilai ITB > 100.55 101. Hotel.91 95 Triwulan Keterangan: 1) 2) ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200. Perdagangan.78 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11.58 104.92 108.75 104.33 98.34 107.23 106.78 8.31 106.64 106.24 107. Kehutanan.38 102.25 112.63 105 106. Peternakan. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 I-12 IV-11 III-11 II-11 I-11 IV-10 III-10 II-10 I-10 IV-09 III-09 II-09 I-09 IV-08 III-08 II-08 90 I-08 9. dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa 110.35 101.16 96.13 108. dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian 108.23 102.53 105. Gas. ITB Triwulan I-2011 .42 108.42 6.92 105.27 2. Pertanian.45 107.51 101.41 102.32 105.12 110.85 106.22 104.86 106.19 100 107. IV-07 1.86 111.72 111.80 109.37 102. Real Estat.83 107. dan Restoran 106. Listrik.93 112.75 107.72 97.39 106.85 110.55 Indeks Tendensi Bisnis 106.05 110. Konstruksi 108. Nilai ITB = 100.57 4.51 106.83 3.32 106.

INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 B. artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi).24 108. buah-buahan.71 103. Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga.) dan bukan makanan (pakaian. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B. dimana 13 provinsi diantaranya (39. yaitu sebesar 105. pendidikan. perumahan. dll. Indeks Tendensi Konsumen 79 (ITK) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan IV-2011 meningkat konsumen (ITK 108.69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113. rekreasi) 105. Tabel 11.82 Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging. ITK TRIWULAN IV-2011 1.67 110. rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari. Sebaliknya.1. ikan.50 108. Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113.44 Indeks Tendensi Konsumen MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .24).39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) ITK Trw III-2011 (2) ITK Trw IV-2011 (3) Pendapatan rumah tangga 110. Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108. susu.34.44) dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan.07).44. transportasi. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110. 2.48 111. kesehatan. dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan.

Aceh NTB Gorontalo Bengkulu Malut Jambi Kalsel Sultra Sumsel Sulteng Sulbar NTT Jateng Sumbar Lampung Sumut Jabar Babel Jatim Indonesia Riau Kaltim Banten Papua Kalteng Kepri Papua Barat Kalbar DI Yogyakarta Maluku Sulsel DKI Jakarta Bali Sulut 95 PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 Selain pada diperkirakan triwulan indeks berjalan. Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108.08) situasi perekonomian pada triwulan mendatang.48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional.46). artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik.44 115 113. dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104. 1. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108.08.07 120 105 100 90 B. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112. komposit juga persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan I-2012 diprediksi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap membaik (ITK 108.44).34 110 108.80 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Grafik 11.00). Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi 105. 1.2.

radio.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 81 Tabel 11. kompor/tabung gas. perhiasan berharga. tape/compo. komputer. VCD/DVD player. kendaraan bermotor) 105. kulkas.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi 112. oven/microwave.50 Indeks Tendensi Konsumen 108. HP.46 115 100 90 Bengkulu NTT Jambi NTB Aceh Papua Barat Gorontalo Sultra Lampung Malut Banten Riau Sulbar Sumbar Kalsel Jatim Sumut Indonesia Kepri DI Yogyakarta Sumsel Maluku Jateng Kalteng Kalbar Papua Babel Bali Jabar Sulteng Sulut DKI Jakarta Kaltim Sulsel 95 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . AC.08 110 104. mesin cuci.00 120 105 108.34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV.08 Grafik 11. mebelair.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang ITK Trw I-2012 (2) 1) 109.

40 106. 29.17 100.69 110.75 101.10 105. 12.47 114.23 112.78 107.77 109.26 105.23 110.24 103.36 111.82 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11.92 107. Indonesia Keterangan: 1) 2) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200.91 110.06 102.38 106.58 101.44 108.4 1) Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi (2) Triwulan I-2011 (3) Triwulan II-2011 (4) Triwulan III-2011 (5) Triwulan IV-2011 (6) Triwulan I-2012 2) (7) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta JawaTimur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua 101.33 107. 24. 2.15 107.42 106.77 97. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.40 107.68 109.72 106. 16. 22. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya. Nilai ITK = 100.46 107.60 109.33 110.01 111.26 105.26 104. b.72 108.96 107.75 111.44 109. 33.24 107.48 107.48 108.79 102.06 102.68 106.96 111. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .37 110.89 99.98 109.53 105.56 109.48 104.12 100.07 107.75 107.46 109. 31.15 108.14 106.55 111.44 106.03 107.56 107.35 109.36 109.39 105.58 107. 25.58 109. 14.22 100.31 105.00 106.12 110.92 108.39 111. 26.84 108. 9.21 99.11 105.42 108. 8.10 110.64 105.69 104.47 104.44 110.46 106. 32.12 108. 30.77 113.22 102. c.86 111.32 109.20 110. 23.54 102.96 108.55 101. Nilai ITK > 100.31 106.18 101.61 108.30 106.06 108.20 112.00 105. 5.96 109.05 107.46 105.21 109.66 103. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012.47 98.16 108.70 101.22 107. 19.15 108.04 106.60 105.41 105.59 100.89 101.46 100.35 104.62 110.64 107.40 110. dengan indikasi sebagai berikut: a. Provinsi (1) 1. 6.01 106. 15.36 110. 18. Nilai ITK < 100. 28.89 109. 4. 17.95 109.02 108.09 108.24 108.02 105.69 100.08 No.28 110.57 108.42 106.48 104. 27.87 105.34 107.07 104.51 103.10 102. 13.66 108. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.39 105.57 107.63 109.58 107.44 107.17 106.96 110.24 106.60 107. 11.53 107.47 105.70 112.27 108.46 111.31 106.90 114.84 111. 21.43 113.70 100.60 109.07 106.55 105.07 107.33 107.15 103.80 104.69 108.40 110.78 112. 7.96 107. 20.09 113.63 109. 3.40 109. 10.90 106.

40 29. Grafik 12. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.70 persen).35 kuintal/hektar (0. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12.37 34. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52. PADI 1. 2009–2011 70 64.40 66.47 65.74 juta ton Gabah Kering Produksi padi tahun 2011 Giling (GKG).88 36. Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus. sebesar 0.09 31.52 30. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .74 juta ton.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.13 ribu hektar (0.10 persen dibandingkan tahun 2010. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) sebesar 65. PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 A. mengalami penurunan sebesar 65.2).97 juta ton.24 juta ton.73 juta ton (1.PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 83 XII. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.74 60 Juta Ton 50 40 34.1 Perkembangan Produksi Padi.34 30 20 10 0 Jawa Luar Jawa 2009 2010 Indonesia 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM 2.10 persen) turun 1.

September−Desember .83 -6.Januari−Desember Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .27 -0.36 0.10 .22 -728 448 -1. Produksi (ton) .35 3.44 48.67 0.22 49.43 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3.1 Perkembangan Luas Panen.93 -0.97 49.78 2 487 244 3 022 050 12 883 576 13 253 450 2 720 970 13 201 316 534 806 369 874 21.Mei−Agustus . Luas Panen (ha) .32 1.2 Pola Panen Padi.95 -0.62 -1 069 259 -964 211 -4.80 -0.70 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0. 2009–2011 2 750 2 500 2 250 2 000 ribu ha 1 750 1 500 1 250 1 000 750 500 250 0 2009 (ha) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2246741 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 2010 (ha) 509181 1252719 1830866 958790 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 Tabel 12.53 -1.09 .55 -1.71 50.Januari−Desember 2.60 .85 -78 355 -1. Produktivitas.Januari−Desember 49.15 51.Januari−April .September−Desember .45 50.99 49.Mei−Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0.84 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Grafik 12.72 0.13 327 301 5.56 -3.56 49.50 2.39 .38 20.16 -0.September−Desember .88 -0.96 -0. 2009−2011 Uraian 2009 2010 2011 (ASEM) (1) (2) (3) (4) Perkembangan 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (5) (6) (7) (8) 1.62 1 305 022 4.10 3.Januari−April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2.77 1.Januari−April 49.Mei−Agustus 50.56 -0.87 -301 080 -52 134 -9. dan Produksi Padi Menurut Subround. Produktivitas (ku/ha) .61 50.45 22 463 966 22 152 985 12 429 363 14 992 617 21 083 726 14 028 406 -310 981 2 563 254 -1.

JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843.02 persen).35 ribu ton. Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.56 ribu ton.63 juta ton. turun 3. Penurunan produksi kedelai Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843.19 ribu ton (6. turun 6.63 juta ton pipilan kering.97 persen) dibandingkan tahun 2010.04 persen) dan sebesar 0.90 ribu hektar (6.60 ribu ton (3.84 ribu ton biji kering.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220.24 ribu hektar (6.84 ribu ton. sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1.91 persen).14 kuintal/hektar (1. menurun sebanyak 63.54 persen). Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270.81 persen) dibandingkan tahun 2010.81 persen terjadi di Jawa sebesar 478.54 ribu ton. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1. C.29 kuintal/hektar (2.PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 85 B.97 persen tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . menurun sebesar 698. Penurunan produksi tersebut Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17.

26 1.Produktivitas ku/ha .92 -63 193 -6.11 2.29 2.Luas Panen .56 0.97 Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.99 4.73 13.Luas Panen . Jagung .96 -698 603 -3.99 Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0.Produksi (biji kering) 10.48 13.14 -1.Produktivitas ku/ha 187.10 4. dan Produksi Palawija.Luas Panen Ha 2009 (3) 2010 (4) Perkembangan 2011 (ASEM) 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (6) (7) (8) (9) (5) 1.93 Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0. Ubi Jalar .71 7.82 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.86 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Tabel 12.Produktivitas .52 -3 216 -1.33 -81 333 -13.85 0.02 14.53 91 506 0.37 44.Produksi (umbi basah) EDISI 22 Ton DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .Produksi (biji kering) 3.99 8.70 -270 243 -6.57 -39 895 -6.36 45.91 11.Luas Panen .59 0. Kacang Tanah .33 141 196 6.02 Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.78 ku/ha 111.17 -88 279 -11.07 0. 2009−2011 Uraian Satuan (1) (2) .65 1.2 Perkembangan Luas Panen.Produksi (biji kering) 12.38 Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1.25 1.24 49 392 16.59 Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7.25 1.91 Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3.Produktivitas ku/ha .43 38 969 15.35 1.85 0.46 202.92 113.18 1.85 -0.Produksi (pipilan kering) 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0. Ubi Kayu .49 12.56 12.27 123.33 Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10.57 0.Produksi (umbi basah) 6.Luas Panen .54 42.04 13.81 0.03 5.42 Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8.Produktivitas ku/ha .30 11.Produktivitas ku/ha .17 203. Kedelai .70 1.Luas Panen . Produktivitas.88 .63 -410 -0.48 0.21 9.81 Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8.39 3. Kacang Hijau .

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

87

XIII. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR
TRIWULAN IV 2011
A. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS)
1.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur
besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011
naik sebesar 6,02 persen (y-on-y) dari
triwulan IV-2010. Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5,53 persen dari triwulan IV2009, triwulan IV-2009 naik 4,46 persen
dari triwulan IV-2008, dan triwulan IV-2008

Pertumbuhan produksi
Industri manufaktur besar
dan sedang (IBS) triwulan

IV-2011 naik 6,02 persen
dari triwulan IV-2010

naik 1,51 persen dari triwulan IV-2007.
Grafik 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011
(2000=100)
8,00
7,00
6,02
6,00

5,53

Persen

5,00

4,46

4,00
3,00
2,00

1,51

1,00
0,00
2008

2009

2010

2011

Tahun
2.

Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3,09 persen (q-to-q) dari
triwulan III-2011.

3.

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0,43 persen (m-to-m)
dari Oktober 2011.

4.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1,16 persen (m-to-m) dari
November 2011.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

88

5.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6,23 persen (y-on-y) dari
November 2010.

6.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5,83 persen (y-on-y) dari
Desember 2010.

Tabel 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen)
2000=100
q-to-q

Tahun

y-on-y

Total

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

2008

-0,34

1,92

3,31

-3,26

5,85

3,30

1,60

1,51

3,01

2009

-1,65

2,38

2,74

0,96

0,19

0,64

0,09

4,46

1,34

2010

-1,83

2,42

2,13

2,77

4,26

4,30

3,67

5,53

4,45

2011

-1,69

1,61

2,95

3,09

5,68

4,85

5,69

6,02

5,56

Tabel 13.2
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen)
2000=100
Bulan
(1)
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

y-on-y
2010

2011

2010

2011

(2)

(3)

(4)

(5)

7,44
2,06
7,53
4,17
5,34
5,03
5,50
1,73
10,10
5,98
6,23
5,83

-0,57
-1,00
0,10
1,27
1,10
2,02
2,20
0,48
-6,15
7,02
-0,66
1,53

-0,22
-5,96
5,46
-1,89
2,23
1,72
2,66
-3,11
1,57
3,01
-0,43
1,16

5,25
4,02
3,50
3,80
4,07
5,00
5,49
4,66
0,81
4,87
4,68
7,06

EDISI 22

m-to-m

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

89

Tabel 13.3
Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang
Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen)
2000=100
Triwulan/Tahun
KBLI

Jenis Industri Manufaktur

(1)

(2)

III/10

IV/10

I/11

II/11

III/11

IV/11

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

15

Makanan dan minuman

4,70

0,18

-3,87

7,92

3,99

3,34

16

Pengolahan tembakau

-2,51

2,03

2,82

8,57

-1,92

0,72

17

Tekstil

0,34

10,78

2,16

-4,81

1,39

1,54

18

Pakaian jadi

0,09

5,04

1,46

-1,44

0,37

0,14

19

Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki

-1,09

8,25

7,22

-0.20

-3,95

-1,96

20

Kayu, barang-barang dari kayu (tidak
termasuk furnitur), dan barang-barang
anyaman
Kertas dan barang dari kertas

5,63

0,74

-3,24

-2,45

-0,07

-2,32

0,32

10,32

4,77

-3,90

-5,90

2,74

3,79

0,43

-9,18

7,20

0,78

2,17

-3,18

7,96

-1,04

11,20

0,80

-1,52

-0,51

-0,92

-3,69

-1,87

-6,04

-0,40

26

Penerbitan, Percetakan, dan Reproduksi
Media Rekaman
Kimia dan barang-barang dari bahan
kimia
Karet dan barang dari karet dan barang
dari plastik
Barang galian bukan logam

-0,62

1,50

2,64

1,67

4,45

3,50

27

Logam dasar

1,95

7,79

6,75

0,90

-1,32

4,85

28

Barang-barang dari logam, kecuali
mesin dan peralatannya
Mesin dan perlengkapannya

4,01

5,26

0,63

-1,73

-0,55

-6,92

1,58

0,80

0,68

-0,44

-11,70

2,24

Mesin listrik lainnya dan
perlengkapannya
Radio, televisi, dan peralatan
komunikasi, serta perlengkapannya
Kendaraan bermotor

-2,80

6,24

1,95

14,11

-11,89

5,00

6,60

0,36

0,48

-5,84

13,60

-11,47

-2,84

7,67

5,00

-8,12

25,11

-5,60

Alat angkutan, selain kendaraan
bermotor roda empat atau Lebih
Furnitur dan pengolahan lainnya

6,87

-4,71

0,33

0,34

5,72

-12,32

0,15

2,12

-3,93

6,93

0,41

-10,56

2,13

2,77

-1,69

1,61

2,95

3,09

21
22
24
25

29
31
32
34
35
36

Industri Manufaktur

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 8. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4.22 persen.00 0. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14.00 5. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1.21 persen dari tahun 2010. dan Industri Karet.00 4.00 7.00 2. 3.21 1. triwulan II- naik 4. Barang dari Karet dan Plastik naik 12.04 persen dari triwulan III-2011. Pertumbuhan produksi Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar IMK triwulan IV-2011 2.21 persen.26 persen dari triwulan IV-2010.48 persen dari triwulan I-2011. dan Industri Karet.48 1.54 persen dari 2011 naik 1. dan Obat Tradisional naik sebesar 10. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dan triwulan III-2011 triwulan I-2011 naik 1. Industri pakaian Jadi turun 4. Barang dari Karet dan Plastik naik 8.00 3. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4. Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7. Industri logam Dasar naik 12.02 persen. Obat.21 persen dari triwulan II-2011. Industri Furnitur naik 9.00 2.54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.15 persen.50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011. Grafik 13. dan Industri tekstil turun 1.00 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi.90 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 B.22 persen.26 1.31 persen.54 4.00 Persen 6.71 persen dari tahun 2010. 4.

24 -1. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur).07 2.50 16 3.76 4.54 4.50 11 Minuman -5.15 8.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.35 30 Alat angkut lainnya -0.12 -3.21 32 Pengolahan lainnya 2. barang elektronik.08 2.76 14. dan optik -0.68 -4.65 6.15 3. trailer. dan obat tradisional 13.44 9.88 5.44 -4.82 4.30 7.31 8.22 23 Barang galian bukan logam 2.22 8.78 5.53 IMK 1.58 0.28 -2.91 31 Furnitur 5. barang dari karet dan plastik 5.82 4.24 1.31 1.35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0.96 10.36 0.27 0.82 1.03 0.53 1.15 -4.00 -1.96 0.48 2.67 12.02 5.12 4.50 -5.51 6.37 27 Peralatan listrik -12.32 1.05 6.71 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .52 8.10 26 Komputer.10 3.24 1.06 5.23 2.95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1.86 24 Logam dasar 3.72 29 Kendaraan bermotor.92 -0.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6.25 5.61 3.18 -2.31 3.28 7.19 3.55 21 Farmasi.14 4. dan semi trailer -5.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 Pertumbuhan KBLI Jenis Industri (1) (2) Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (3) (4) (5) (6) (7) 2.99 5.04 -1. dan barang anyaman dari rotan.88 0.88 0.84 -2.21 22 Karet.50 6.18 1.54 3.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1.78 6.41 6.27 2.46 12.19 5.99 1.21 4.94 14 Pakaian jadi 0.77 -0.39 10 Makanan dan minuman 0.42 4.12 9.55 12 Pengolahan tembakau -0.39 -4.01 9.35 -1. barang dari kulit dan alas kaki 4.53 -2.26 1.86 13 Tekstil -1.PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 91 Tabel 13.53 -19.62 11.13 3.22 5.99 1.88 17 Kayu.82 -10.74 -7.74 -0.69 1. bambu dan sejenisnya Kertas dan barang dari kertas -8. produk obat kimia.70 10.60 6.99 1.36 3.22 -2.05 9.92 -1.08 1.61 15 Kulit.83 -0.

8 ribu orang.000 150.7 wisman pada bulan yang sama tahun 2011 ribu orang atau naik sebesar 548.000 50. Sementara itu. dan turun sebesar 8.7 ribu orang atau naik 19. Secara kumulatif. PARIWISATA JANUARI 2012 A. yaitu dari 724.3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249.56 persen yaitu dari 248. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1. jika 18. Grafik 14. naik 0.93 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011–Januari 2012 300.92 persen.87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011.5 ribu orang menjadi 652. selama Januari 2012.000 Orang 200.92 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV.7 ribu Jumlah wisman Januari orang atau naik 18.000 100.93 persen dibanding jumlah 2012 mencapai 652.29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.7 ribu orang pada Januari 2012.7 ribu orang. jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.000 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 - Bulan Soekarno-Hatta 2. jika dibanding Desember 2011. Ngurah Rai Batam Lainnya Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai. jumlah wisman Januari 2012 turun 9. Begitu pula. jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012. selama Januari 2012 mencapai 249.000 250.05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

Jika dibanding Desember 2011.06 persen).2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 70 Persen 60 50 40 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 30 Bulan Bintang 1 2.30 poin.46 persen).35 persen). diantaranya berkebangsaan Singapura (14.80 TPK Januari 2012 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan mencapai 51.01 persen.27 persen atau naik 0. jika persen atau naik dibanding dengan Desember 2011.PARIWISATA JANUARI 2012 3.14 persen). TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0.65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Jepang (4. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51. turun 2.7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012. Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5 TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62.80 poin 2012 turun sebesar 4. Australia (11.72 persen).73 persen).42 poin. Grafik 14. 93 Dari 652. B.75 persen). Korea Selatan (4. Cina (14. TPK Januari 0. Malaysia (12. 1.27 yang sama tahun 2011. dan Taiwan (3. Sementara itu.

85 52. Sementara itu.98 0.23 -2.62 - 2.47 -3.28 202 539 0.37 2.50 201 457 -3.27 1.36 71.54 51.87 2.93 -0.57 1.42 2.12 65.44 56. rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0.10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011.10 hari. Tingkat Penghunian Kamar.56 SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .62 2.36 50.07 Oktober 656 006 0.48 1. yang berarti terjadi penurunan sebesar 0.34 54.13 0.68 252 698 3.63 248 336 12.82 - 64.02 - Januari 548 821 -14.06 51.87 3.68 224 423 10. (%) Wisman Bali Jumlah (4) Perubahan (%) (5) TPK Bali (%) Lama Menginap Tamu (Hari) Rate Perubahan Rate Perubahan Ratarata Perubahan (6) (7) (8) (9) (10) (11) - 2 788 706 - 52.92 249 728 51.01 0.13 1.05 2. dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 Wisman Nasional Bulan/ Tahun (1) Jan–Des 2011 Jumlah (2) 7 649 731 Perubahan (%) (3) TPK 20 Prov.85 2.74 1.54 279 219 13.94 3.07 -0.00 Jan 2012 652 692 -9.91 244 421 -3.60 61.04 Mei 600 191 -1.93 2.15 Februari 568 057 3.11 0.97 -1.90 60.93 0.30 62.47 7.67 252 855 0.18 64.10 EDISI 22 DATA 0.36 245 248 17.03 hari.71 55.05 -12.06 September 650 071 4.04 -0.07 April 608 093 1.09 Maret 598 068 5.16 0.13 0.57 2.90 46.10 0.66 3.32 62.44 1.03 0.95 52.88 70.69 -9.15 -5.15 64.97 -0.08 Desember 724 539 10.02 Juli 745 451 10.87 62.95 0. Tabel 14.09 November 654 948 -0.63 0.03 0.90 -1.03 0.16 220 341 -9. dibanding Desember 2011.32 2.30 51.61 63. PARIWISATA JANUARI 2012 Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2.59 1.80 52.01 Agustus 621 084 -16.75 5.1 Perkembangan Jumlah Wisman.85 58.03 62.01 -0.01 2.30 208 832 -6.27 -4.34 0.43 2.11 Juni 674 402 12.01 3.96 -0.70 65.10 0.81 208 337 -6.

4 juta orang atau turun 2.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011.1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 20 18 16 14 juta orang 12 10 8 6 4 2.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15. Grafik 15.57 dibandingkan dengan bulan yang sama persen tahun 2011. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .57 persen 4. Angkutan Udara Jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri (domestik) selama Januari 2012 Jumlah penumpang mencapai 4. TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 A.4 juta orang. Jan'12 Des Nov Okt Sep Agu Juli Juni Mei Apr Mar Feb 0 Jan'11 2 penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930. 1. naik 5.31 angkutan udara domestik persen Januari 2012 mencapai dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5.TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 95 XV.7 ribu orang atau turun 4.

18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38. Jumlah barang yang diangkut kereta api Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16. C. jumlah penumpang kereta api mencapai 16.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.6 ribu dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.1 juta orang atau turun 4. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam persen negeri selama Januari 2012 mencapai 8.96 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 B.22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4. orang. 2. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510.67 persen selama Januari 2012 mencapai 1.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18.76 persen jika Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20.1 juta orang.9 juta ton atau turun 16.76 2. Selama bulan Januari 2012.6 ribu orang atau turun 8. Angkutan Laut Dalam Negeri 1.9 juta ton atau turun 3. turun 4. turun 20. Angkutan Kereta Api 1.

80 -2.6 22.00 896.61 656.152 432. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 7.5 -16.52 10 399.46 510.68 14 890 -11.02 1 672 25.65 -4.1 11.26 773.9 1.19 Maret 4 155.4 10.8 -3.97 14 489.1 -0.90 16 891 Februari 3 812.3 -16.97 557.71 April 4 098.83 15 205.72 1 891 9.52 12 055.22 1 886 -3.199 337 Peru(000 bahan ton) (%) (12) (13) .9 15.47 1 620 -7.67 17 522 6.0 - 7 554.91 1 951 6.33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).39 590.25 16 461 -2.5 -6.90 September 4 546.TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 97 Tabel 15.6 -11.28 9.05 644.68 17 265 -1.96 786.12 16 441 -3.78 1 036.16 643.14 16 179 -1.7 9.18 16 102 4.9 -5.5 4.6 16.3 .85 1 330 -16.88 16 811 3.12 1 675 -3.6 -8.31 930.1 - 930.38 974.7 1.4 5.8 -3.1 886 - Januari 4 387.41 14 038.35 867.3 15.9 -8.3 Angkutan Laut (3) Penumpang Angkutan Kereta Api Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (000 ton) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) .03 12 398.6 - 8 881.51 Oktober 4 348.38 16 921 13.71 1 836 -2.1 -2.1 13.91 4 490.8 -24.5 -7.25 598.87 854.2 -8.5 -8.9 -1.0 - 16 102 .16 1 648 -1.26 2012 4 387.3 November Desember 6.59 Juli 4 901.40 8 881.7 -4.87 770.2 -11.5 13.34 16 978 14.16 -4.80 1 006.8 -7.43 4 429.5 1.8 -0.15 539.0 7.7 -11.7 - 510. dan data penumpang angkutan kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi.37 858.6 10 442.96 11 199.60 624.3 Agustus 3 680.6 17.01 890.4 -13.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Domestik Bulan (1) 2011 Internasional Peru(000 org) bahan (%) (2) 51 517.10 828.6 10.88 806.0 -9.98 1 728 3.44 Mei 4 221.28 13 086.96 887.7 -1.7 3.19 613.72 15 223.3 .5 -2.20 439 - -4.48 529.4 -4.65 .75 1 587 3.33 10 594.4 18 132 5.33 14 846 -18.45 13 595.58 1 757 Juni 4 676.0 23.1 -23.0 -16.8 1.02 1 744 974.93 Januari 4 155.

KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 A.49 12.04 juta orang.35 persen. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0. Selama periode Maret 2011– September 2011.1).98 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI.89 juta orang (12. Grafik 16.36 persen) 30.00 15. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .23 9.20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan.36 10. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29.89 juta orang pada bulan Maret 2011 yang berjumlah (12.59 15. 1.00 0. penduduk miskin pada bulan September 2011 Dibandingkan dengan penduduk miskin sebanyak 29.72 15. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah.00 Persen 12. sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah perdesaan 63. 63.13 juta orang (Tabel 16.09 5.49 persen). kota+desa September 2011 Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan.02 juta orang (12.36 Jumlah persen). sementara di daerah pedesaan berkurang 0.00 9.00 kota desa Maret 2011 2.1 Persentase Penduduk Miskin 20.09 juta orang. Pada bulan Maret 2011. berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0. 3.

64 persen terhadap ITK Triwulan I. Selama periode Maret 2011–September 2011.06 pada Agustus 2011.02 29.19 menjadi 34. II.79 persen dari 103. yaitu sebesar 2.59. gula pasir. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1.24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011.51 persen. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Sementara itu.21 persen. 2.46 pada Februari 2011 menjadi 21. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I.6 persen pada periode yang sama.72 persen. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3.95 9.17 pada September 2011. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng.36 Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Persentase penduduk miskin (6) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah.89 12.97 15. dan 30.94 15.25 persen. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun (1) Perkotaan Maret 2011 September 2011 Perdesaan Maret 2011 September 2011 Kota+Desa Maret 2011 September 2011 Makanan (2) Bukan Makanan (3) Total (4) Jumlah penduduk miskin (juta) (5) 177 342 184 919 75 674 78 675 253 016 263 594 11. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.49 12. 1.09 165 211 48184 213 395 18. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7.05 10.Selain itu. dan 2. 61.32 pada Maret 2011 menjadi 105.48 persen.59 171 834 179 204 61 906 64 525 233 740 243 729 30. Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6.KEMISKINAN SEPTE MBER 2011 99 Tabel 16.26 persen.1 Garis Kemiskinan.4 persen terhadap Triwulan I 2011. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34. cabai rawit.23 9.28 persen. Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1.72 172 723 50 458 223 181 18. Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0.35 persen. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0.

Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8. Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3.49 persen di perkotaan dan 1. kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.71 persen di daerah perdesaan.35 persen di perkotaan dan 2. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2. yaitu dari Rp233. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.78 persen di perkotaan dan 3. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun.72 persen di perdesaan).21 persen di perdesaan).53 persen pada bulan September 2011.30 persen di perkotaan dan 1. tempe (2.52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73.10 persen di perkotaan dan 0. yaitu mencapai 73. dan biaya pendidikan. 2. Selama bulan Maret 2011–September 2011.28 persen di perdesaan).58 persen di perdesaan). terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).60 persen di daerah perkotaan dan 33. Peranan GKM terhadap GK sangat dominan. Garis Kemiskinan naik sebesar 4.74 persen di perdesaan).36 persen di perkotaan dan 5.08 pada bulan Maret 2011 menjadi EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .27 persen. biaya listrik (2. listrik. gula pasir (2.31 persen di perkotaan dan 7.27 persen diperdesaan). mie instan (2. kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26.11 persen di perdesaan). biaya pendidikan (2. Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras. tahu (1. dan biaya angkutan (2. Pada bulan September 2011. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin.58 persen di perkotaan dan 2. karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Pada periode Maret 2011–September 2011.84 persen di perdesaan).66 di perdesaan).729 per kapita per bulan pada September 2011. Garis Kemiskinan (GK).75 persen di perkotaan dan 1. Kontribusi biaya perumahan (7.100 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 B. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. 3.50 persen di perdesaan). Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1.89 persen di perdesaan). daging ayam ras (2. C. 2.25 persen di perkotaan dan 1. angkutan.97 persen di perkotaan dan 1.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243.

KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 101 2. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil.53 pada periode yang sama (Tabel 16.39 0.08 September 2011 1.61 2. Maret 2011–September 2011 Tahun Kota Desa Kota+Desa (1) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) (2) (3) (4) Maret 2011 1.61. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0.70 0.05 pada bulan September 2011.52 2.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0. Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan.68 0. Tabel 16.48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2.05 Maret 2011 0.2).68. nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1.48 2.63 2.53 Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 3.39 0. Pada bulan September 2011.55 menjadi 0.55 September 2011 0.

53 946.80 297 986 159.02 Sulawesi Barat 203 048 33.13 4.39 4 650.78 7.06 192 274 177.12 8.04 Sulawesi Selatan 206 620 133.45 198.20 217 205 82.83 Sumatera Barat 308 068 145.96 3.03 308 265 730.09 306 981 17.25 194.23 10.92 30.64 Kalimantan selatan 268 791 59.59 6.31 13.61 107.47 186 504 887.95 Bengkulu 297 506 88.75 266 271 909.87 13.53 6.35 348 736 44.17 183.21 189 980 129.64 0 0.76 4.01 900.12 28.99 896.61 255 719 296. Jumlah.35 Kalimantan Timur 359 290 87.39 1 061.70 211 069 286.27 5.73 8.58 4.55 5.50 20.03 356.59 257 076 299.67 205 981 3 080.20 3.00 0.80 8.49 38.30 SOSIAL (7) Jumlah Penduduk Miskin (000) 346 385 DATA (6) Total Aceh EDISI 22 (3) Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) MARET 2012 (9) .59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445.32 232 723 1 053.58 Bangka Belitung 351 414 20.24 INDONESIA 263 594 10 954.64 Jawa Barat 234 622 2 628.99 16.3 Garis Kemiskinan.35 4.75 9.14 12.45 13.01 7.51 195 620 305.12 4.05 40.23 16.09 209 777 2 022.57 Jawa Tengah 231 046 2 175.17 Jambi 316 123 97.18 13.01 280 271 336.14 7.29 3.54 214 179 355.26 Bali 255 996 100.59 29 890.63 835.95 233 566 154.85 441.21 192.96 3.72 8.63 Sulawesi Utara 227 069 78.89 22.50 6.99 251.56 472.74 690.53 Papua 320 321 37. dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 Perkotaan Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) (1) (2) Pedesaan Jumlah % Penduduk Penduduk Miskin (000) Miskin Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (4) (5) 13.90 10.39 1 277.57 564.31 22.09 10.10 6.30 227.86 4.49 9.23 11.39 31.19 16.72 5.90 3.62 5.27 Sulawesi Tenggara 208 575 28.31 9.00 355.50 5 255.83 303.44 12.67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99.26 247.08 10.23 11.35 17.09 223 181 18 935.96 16.66 5 227.88 226 770 265.46 122.21 DI Yogyakarta 273 678 298.30 253 434 215.79 9.48 Kalimantan Tengah 259 917 28.51 216 496 116.33 4.44 10.82 14.71 325 128 213.87 6.70 18.102 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 Tabel 16.94 224 497 654.46 Sulawesi Tengah 271 260 65.95 226 299 98.35 9.61 Gorontalo 202 305 14.48 173 649 701.06 163.66 6.00 Papua Barat 356 222 13.89 6.43 334.16 17.92 12.10 239 208 769.35 11.40 18.51 10.58 9.64 Maluku 288 414 56.45 Maluku Utara 264 367 8.61 5.83 235 442 138.66 214 166 3 493.28 14.27 22.90 Sumatera Selatan 288 432 407.45 8.81 10.17 17.79 7.14 Jawa Timur 242 403 1 734.36 EKONOMI (8) % Penduduk Miskin 169.93 16.17 17.24 9.19 19.07 16.10 150.02 6.85 Banten 247 575 335.93 13.26 9.55 2.19 19.74 254 399 121.05 239 973 366.40 22.25 376.20 3.96 432.00 17.48 Kalimantan Barat 239 411 89.16 Kepulauan Riau 363 572 104.58 9.91 65.53 1 421.95 18.48 Sumatera Utara 288 023 652.99 Riau 321 390 136.23 23.74 14.36 Lampung 282 456 224.93 986.79 DKI Jakarta 368 415 355.45 13.42 210 046 450.56 15.42 14.64 25.53 12.35 9.13 6.

penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota. Sejak Juni 2008. Sebaliknya. bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres. yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas. yaitu : k IHK n  Pni P i 1 P( n 1) i Qoi ( n 1) i k  PoiQoi 100 i 1 Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : In  IHKn  IHK( n 1) IHK( n 1)  100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH.SUPLEMEN: METODOLOGI 103 XVII. SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. perubahan negatif IHK disebut deflasi. SUPLEMEN: METODOLOGI 1. yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh. dapat dicari harganya. sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas). Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. dan selalu ada barang/jasanya. SBH terakhir diadakan tahun 2007.

restoran siap saji. seperti ekspektasi inflasi. sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. dan inflasi volatile goods. setiap minggu. dan keseimbangan permintaan dan penawaran.104 SUPLEMEN: METODOLOGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. persistent. rumah tangga yang mempunyai pembantu. praktek dokter. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. upah buruh. dan sebagainya. minyak goreng. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. dan sebagainya. c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. cabai. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. yang sifatnya cenderung permanen. mie. dan outlet mandiri (seperti toko eceran. pasar modern. dan sebagainya). setiap 2 minggu. atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan. Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. tarif listrik. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. Berdasarkan tahun dasar 2007. 2. inflasi administered prices. daging ayam ras. dan sebagainya. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. sepeda motor. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. bengkel. rokok. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. dan bersifat umum. susu. mobil. nilai tukar.

id. 3. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade.SUPLEMEN: METODOLOGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. menghitung semua komponen pengeluaran PDB. Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka. (2) pendekatan pendapatan. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat). pengungsi dan masyarakat terpencil). apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan berikutnya). sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. awak kapal berbendera Indonesia. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). Survei Penduduk Antar Sensus. Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. Secara teoritis. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . data Migas dari KPPBC. menghitung semua komponen nilai tambah. penghuni perahu/rumah apung. Pertamina dan BP Migas. baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya.bps. Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4. Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia.go. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi. dan (3) pendekatan pengeluaran. Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai).

Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). dengan pendekatan rumah tangga. Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah. atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran. paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja. dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . mereka yang mempersiapkan usaha. Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Pengumpulan data berbasis sampel. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela). Pengangguran Terbuka (Unemployment). mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan.106 SUPLEMEN: METODOLOGI 5.

Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices). 7. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . dan Perikanan. Hortikultura. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan. Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota. Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase.SUPLEMEN: METODOLOGI 107 6. Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan. Peternakan. Tanaman Perkebunan Rakyat. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan. Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi. Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). Semakin tinggi NTP. baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani.

108 SUPLEMEN: METODOLOGI 8. pertambangan dan penggalian. 9. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005. yaitu: pertanian.8 Tahun 2003. 10. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel). industri. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor. impor dan ekspor. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres. Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu. Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. harga di penggilingan ditentukan dari hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat. Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan.11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005. IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional. serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. Karena unit penggilingan bukan merupakan responden.d. Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005. IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No. tetapi saat panen raya (Maret s.105/PMK. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya. Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini. Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

Jumlah sampel STB sebanyak 2.SUPLEMEN: METODOLOGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan. Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya. Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar). Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .400 perusahaan besar dan sedang. dengan responden pimpinan perusahaan. Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1. terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April. ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel. Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia. sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus. Data realisasi produktivitas diperoleh dari hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). 11.500 rumah tangga. merupakan angka realisasi. dan diprediksi menurut tingkatan waktunya. 12. Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan.

Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia. Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“. Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya. jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. 13. TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia. Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang. Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). Data yang dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia.110 SUPLEMEN: METODOLOGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan. Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). termasuk di dalamnya Crew WNA. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. baik laut maupun udara. yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan.576 perusahaan. didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun. pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3). Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. jumlah kamar terpakai. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011. 15. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar). Kemiskinan i. dapat dihitung Head Count Index (HCI). Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. Dengan pendekatan ini. dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan. Dengan pendekatan ini. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s. yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan. Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK). ii. Sebagai informasi tambahan. iii. PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). Untuk mengukur kemiskinan. Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional.SUPLEMEN: METODOLOGI 111 14. yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.d. BPS menggunakan konsep kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). IV. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara.