HEADLINES

i

HEADLINES
1.

Inflasi
Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0,05 persen. Inflasi tahun kalender
2012 sebesar 0,81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011
(y-on-y) sebesar 3,56 persen.

2.

Pertumbuhan PDB
 PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6,5 persen dibanding PDB Triwulan IV2010 (y-on-y).
 PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1,3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q).
 Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011
dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6,5 persen.

3.

Ekspor
 Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15,49 miliar, turun 9,28 persen
dibanding ekspor Desember 2011, namun naik 6,07 persen dibanding ekspor
Januari 2011.
 Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12,52 miliar yang terdiri dari
produk pertanian US$0,38 miliar, industri US$9,48 miliar, dan pertambangan
dan lainnya US$2,65 miliar.

4.

Impor
 Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14,57 miliar, turun 11,57 persen
dibanding impor Desember 2011, namun naik sebesar 16,02 persen jika
dibanding impor Januari 2011.
 Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor barang konsumsi Januari
2012 sebesar US$1,12 miliar, bahan baku/penolong US$10,48 miliar, dan
barang modal US$2,97 miliar.

5.

Upah Buruh
 Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik
masing-masing sebesar 0,32 persen dan 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0,14 persen dibanding
bulan sebelumnya, sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012
naik 0,30 persen dibanding bulan sebelumnya.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

ii

HEADLINES

6.

Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan
 NTP Februari 2012 turun 0,60 persen dibanding bulan sebelumnya.
 Pada Februari 2012, terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,46 persen.

7.

Harga Pangan
 Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0,77 persen dibanding Januari 2012,
dan naik 15,37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
 Harga cabai merah Februari 2012 turun 30,27 persen dan cabai rawit turun
6,31 persen dibanding bulan sebelumnya.

8.

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
 IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0,74 persen dibanding bulan
sebelumnya.

9.

Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen
 Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis
(ITB) sebesar 106,92).
 Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108,37.
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,44).
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan
nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,08.

10. Produksi Tanaman Pangan
 Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65,74 juta ton Gabah
Kering Giling (GKG) menurun 1,10 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17,63 ribu ton
menurun 3,81 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843,84 ribu ton
menurun 6,97 persen dibanding tahun 2010.
11. Industri Manufaktur
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011
naik sebesar 3,09 persen dibanding Triwulan III-2011, dan naik 6,02 persen jika
dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

 Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4. namun turun sebesar 9. naik 18. Transportasi  Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2.93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.7 ribu orang.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 13.  Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .  Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8.31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.92 persen jika dibanding bulan sebelumnya.HEADLINES iii 12.

iv HEADLINES EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

Januari 2012). Februari 2012). perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s. Jakarta.bps. Agustus 2011).d. Februari 2012).id. Suryamin. wisatawan dan transportasi (s. Lebih lanjut.go. Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu. yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan. 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr. harga dan upah (s. Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s. ekspor-impor (s.d.d. M. Triwulan IV-2011). tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia.d. perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s. hasil Sensus Penduduk 2010.d. dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www.d.Sc. perkembangan ketenagakerjaan (s. produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011). Februari 2012). Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS.d. harga perdagangan besar (s. keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi. Triwulan IV-2011). Januari 2012).KATA PENGANTAR v KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).d. triwulanan.

vi KATA PENGANTAR EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

......................................... EKSPOR JANUARI 2012 ............... v DAFTAR ISI ................................ PARIWISATA JANUARI 2012 ........... 54 VII....................................... TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 .. xiii FOKUS PERHATIAN ........................ 63 IX................................................................................................................................................ INFLASI FEBRUARI 2012 .................................. KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 ................................. PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 ............................................................................. 95 XVI............... UPAH BURUH FEBRUARI 2012 ..................................... viii DAFTAR GRAFIK .................................. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 ..................................... SUPLEMEN: METODOLOGI ................. 77 XII...... 1 I. 87 XIV........................... 83 XIII....................... KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 .................. i KATA PENGANTAR .............................................................................. vii DAFTAR TABEL ...................... 69 X............................................ INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 ................................. 16 III.......................................................................................................................... 36 VI...................... PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 ................................ HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 ........................................................................ 74 XI..........................................................103 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ............................ 98 XVII........... 26 IV............................ 92 XV................................................................. IMPOR JANUARI 2012 .................................................................................................................................... PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 ....................................................................... 30 V.......................... 9 II.......................... KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 .................DAFTAR ISI vii DAFTAR ISI HEADLINES ............ INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 ............................................................... 61 VIII......................................

...............19 Tabel 2...............................................10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) .........................................20 Tabel 2......................21 Tabel 2.............................18 Tabel 2............... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) ..1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) ............13 Tabel 1.........................................24 Tabel 3.................. Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year ......................3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga...............................12 Tabel 1................................1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 .................................7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011..........9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) .... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) .............11 Tabel 1................4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan......23 Tabel 2......2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha ..................12 Tabel 1...............6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) .....................11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 .........................28 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ..7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) ..............6 Inflasi Beberapa Negara.......................2 Laju Inflasi Februari 2012...5 Inflasi Nasional Year-on-Year ...........................................11 Tabel 1................................................................................................2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ................27 Tabel 3................................... Februari 2012...........22 Tabel 2.........................................................................17 Tabel 2.................13 Tabel 1................................ Desember 2011–Januari 2012 ....................1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.........................4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender ......24 Tabel 2..18 Tabel 2........viii DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel 1......................................................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen).......................8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ......... Februari 2012 (persen) ............................................5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) ..............14 Tabel 2....................23 Tabel 2.......

................... 28 Tabel 3..................................................3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 ............................7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama............ 40 Tabel 5............. 29 Tabel 4...... 34 Tabel 4........................DAFTAR TABEL ix Tabel 3............ 2010 ........................ 44 Tabel 5...... 32 Tabel 4.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa................. Triwulan I 2010–Januari 2012 ......................................6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi......... 36 Tabel 5........................................ 29 Tabel 3....................................4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian...................................................... 48 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ...................................... 2010 ............................ dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi ........................ 32 Tabel 4.......................... 2010 ............................... 2011 dan 2012 ..........4 Ekspor-Impor Beras Indonesia..................................10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih ..........3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan ...................... Januari 2012 ................ 43 Tabel 5...... SP2010.......... Laju Pertumbuhan. 42 Tabel 5.2 Perkembangan Impor Indonesia. 33 Tabel 4....................................................1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin..........................8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 .7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi............................................................... 35 Tabel 5.................... 41 Tabel 5..................................3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari..... 2011 dan 2012 ...........2 Penduduk............................... Januari 2011–Januari 2012 ............................ 2010 .......................... Januari 2011 dan 2012 ............... Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$)...................................................... 33 Tabel 4............................................................................. SP2010 .................4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012.. 35 Tabel 4.............. 34 Tabel 4... SP2010 .........................................................................9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal...................................................6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang. 47 Tabel 5..................... SP2010........8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi................................ 45 Tabel 5......1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari............ 46 Tabel 5....................... Juta US$) ......5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama....

.......................................................................50 Tabel 5.......................................... 2010–2011 (juta orang) ..1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 ....................................70 Tabel 9.......................60 Tabel 7...5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) .......................................................... SP2010 ......... SP2010 ......................................................................7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 ......................................1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan..............................................................58 Tabel 6........................3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.....6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) ........................................3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ....4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) ........62 Tabel 8...........2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang).........................57 Tabel 6............................................ Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010−Februari 2012 ..................59 Tabel 6.................71 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ..........................................................................2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 ...........................................................49 Tabel 5.................. SP2010 .......................13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak.................. SP2010 ....... SP2010........................15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.... Februari 2011–Februari 2012...................... Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) .....................2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya...51 Tabel 5.................14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon...1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani.......52 Tabel 5......................66 Tabel 8........55 Tabel 6.......................................56 Tabel 6............................................67 Tabel 8.53 Tabel 6...................68 Tabel 9............................................................58 Tabel 6....................x DAFTAR TABEL Tabel 5..........................12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja..1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) .....................11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar.................

..............4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar...........1 Perkembangan Luas Panen......................................... 2009−2011 ............... 86 Tabel 13..............................2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi........ Indonesia Januari 2012–Februari 2012..2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 ................................... 73 Tabel 10..... Tingkat Penghunian Kamar............................................................. 2009−2011 ...................... 79 Tabel 11..... 75 Tabel 10........... Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012.. 91 Tabel 14......................................................... 88 Tabel 13.......... (2005=100) ........................................................................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya..... 82 Tabel 12...........................2 Perkembangan Luas Panen. 76 Tabel 11....................................................................... 76 Tabel 10.........................................1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor .... Produktivitas... (2005=100) .4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ..................................................................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya ........ (2005=100) .... dan Produksi Palawija............................................3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) .......... 89 Tabel 13.......... 75 Tabel 10..............DAFTAR TABEL xi Tabel 9...... Produktivitas..... dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 .........4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 .... Indonesia Desember 2011–Januari 2012.. 84 Tabel 12............................ dan Produksi Padi Menurut Subround...........................................3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 ....................... Indonesia Januari 2012–Februari 2012.................................1 Perkembangan Jumlah Wisman..... 94 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .............................................. (2005=100) ................... 78 Tabel 11.......... 81 Tabel 11..3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.....1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 ...1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas........................................................... 88 Tabel 13............

........... Maret 2011–September 2011 .......xii DAFTAR TABEL Tabel 15..............................................102 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ........... dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 . Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.............................101 Tabel 16........................3 Garis Kemiskinan...............97 Tabel 16........99 Tabel 16.......................1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ...........2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah......................... Maret 2011–September 2011 .............................1 Garis Kemiskinan..... Jumlah...............

.......1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan................................... 30 Grafik 4.... Penduduk yang Bekerja................ 54 Grafik 7............................................................................................................... dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota................... 19 Grafik 2..... 1971−2010 ........................................1 Nilai Tukar Petani (NTP).....2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) ..................................... 38 Grafik 5....................................... 69 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi..... Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). 2010 ................................. 2010–2012 ........................... 37 Grafik 5..............5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen)........................................................... 16 Grafik 2.......1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 ..........3 Inflasi Perdesaan......6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) ......................1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 .. Februari 2010–Februari 2012 ......................................... dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) ........2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari.....1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s. Februari 2011–Februari 2012 ... 20 Grafik 2. 31 Grafik 5..........2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It).......... Februari 2011–Februari 2012 ................................................................. 65 Grafik 9.... 25 Grafik 3....3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia........d Triwulan IV-2011 (persen).................................... Tahun Kalender................. 26 Grafik 4.............1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 ............... 22 Grafik 2...... 64 Grafik 8...........DAFTAR GRAFIK xiii DAFTAR GRAFIK Grafik 1.........1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ............... 39 Grafik 6.................................................. 63 Grafik 8.............................. 9 Grafik 2............................... 17 Grafik 2....................4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) ......................................1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 ................ 2011 dan 2012................................................ 61 Grafik 8..........................1 Jumlah Angkatan Kerja.............................................................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) ...................................................

..........92 Grafik 14......................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi ..............................1 Perkembangan Produksi Padi.......................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011 (2000=100) .........95 Grafik 16...................................83 Grafik 12...................................................................93 Grafik 15......2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ....................................................................2 DAFTAR GRAFIK Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .............................................................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 .........1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 ...3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi .............1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 ........................................................98 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ..............................87 Grafik 13...........................................................90 Grafik 14..........................................................1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ........................................78 Grafik 11...........74 Grafik 11.....................1 Persentase Penduduk Miskin ..............................80 Grafik 11...........2 Pola Panen Padi............................................................. 2009–2011 ................xiv Grafik 9........81 Grafik 12..................................................................................1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 .......................................................................84 Grafik 13................................................................................................ 2009–2011 ...70 Grafik 10...............................................

Hotel dan Restoran sebesar 10.81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Secara kumulatif.29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5.73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0. Peternakan.5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear). 2. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi.13 persen.3 persen. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1.5 persen.5 persen. ekspor barang dan jasa naik sebesar 3.5 persen (year-on-year).05 persen. Pada Triwulan IV-2011. PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1.2 persen dan terendah di Sektor Pertanian. dan impor barang dan jasa naik sebesar 6.05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0. Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1.5 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1.05 persen. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6.9 persen. Peternakan. Dari 66 kota.2 persen.3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian.FOKUS PERHATIAN 1 FOKUS PERHATIAN 1.8 persen.56 persen.04 persen). Inflasi Februari 2012 sebesar 0. Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0. Ditinjau dari sisi penggunaan. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0. Kehutanan dan Perikanan sebesar 20.1 persen.3 persen. peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.03 persen).

atau naik 16.81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2.57 persen dibanding impor Desember 2011. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2.05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .82 persen.32 miliar. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.2 3.49 miliar. 4. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2.08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011.02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12.53 miliar) dengan pangsa 21.72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011. Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2. naik 6. namun turun sebesar 11.52 miliar). Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. FOKUS PERHATIAN Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.88 persen. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14. Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11. namun turun 9.57 miliar. Nilai ini turun 7.49 miliar.07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).99 miliar atau turun 18. naik 6. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14.07 persen (year-on-year).82 persen. ekspor hasil pertanian turun 1.97 miliar atau turun 14.66 persen dibanding bulan sebelumnya.57 miliar. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).58 miliar atau turun 9. naik 16.52 miliar atau turun 7. Menurut sektor.

6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119.39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0.70 persen). 2 meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km ).3 juta orang).91 persen).56 persen.40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32.055 orang per km ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14. berkurang 2. Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9. Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6. 6.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111.49 persen per tahun.56 persen).6 juta orang.78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah.50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24.70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6.7 juta orang.0 juta orang.1 juta rumah tangga (14. Sekitar 40.37 2 persen).14 persen).14 persen).70 juta orang (6. Sebesar 83. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km .4 juta orang). Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7.5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1. berkurang 1. Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61. 3 Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237. Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237.80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7.469 2 orang per km ). Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109.6 juta orang dan perempuan sebanyak 118.4 juta orang. Dilihat dari penyebaran penduduk. pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa 2 (1.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119.FOKUS PERHATIAN 5. Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.

32 persen dibanding upah bulan sebelumnya. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.08 persen). kesehatan (0.16 persen.854 dan Rp63.939 Secara nasional. FOKUS PERHATIAN Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39.02 persen).40 persen). rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39. dan olah raga (0. hortikultura.42 persen). Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan. pendidikan.29 persen). tanaman perkebunan rakyat.30 persen. dan secara riil naik sebesar 0. dan 0. naik 0.50 persen). Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0.10.73. 0. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.53 persen). perumahan (0.49 persen). sedangkan secara riil turun sebesar 0. Pada Februari 2012. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.60 persen dari bulan sebelumnya.60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105. sandang (0.939. NTP Februari 2012 tercatat 105.14 persen. naik 0. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63.35 persen dibanding upah bulan sebelumnya.10. turun 0. 0.39 persen. makanan jadi (0.81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0. yaitu bahan makanan (0. rekreasi.46 persen. 8.4 7. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0.09 persen.12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . turun 0.02 persen. peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1.03 persen).23 persen dan 0. serta transportasi dan komunikasi (0.854. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.

35 persen dibanding bulan sebelumnya.520 per kg. naik sebesar 0. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0. Selain beras. gula pasir.92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106.FOKUS PERHATIAN 9. daging ayam ras (turun 1.77 persen dari bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas. Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0.56 persen.89 persen).25 persen dibandingkan bulan sebelumnya.27).74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. Dibanding Februari 2011 (year-onyear). penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .40 persen. terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108. susu kental manis. naik 0. naik 0.35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187.77. Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0. 11. harga beras Februari 2012 naik 15.92. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106. komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1. lebih tinggi dari inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. minyak goreng.77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya. dan ikan kembung (turun 1.520 per kg.30 persen.65 persen). Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10.57 persen). 5 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10.57 persen).31 persen).37 persen. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Komoditas lain yaitu daging sapi. 10.27 persen). cabai rawit (turun 6. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.

34). Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108. produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi.13 ribu hektar (0.10 persen) dibandingkan tahun 2010. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.74 juta ton GKG. menurun sebanyak 0.81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270.51). Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian. sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1. artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya.24 juta ton.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.70 persen).69).53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106. Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65.29 kuintal/hektar (2. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65. Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113.67).07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105. Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.97 juta ton.91 persen). 12.24 ribu hektar (6. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63. Sedangkan produktivitas naik sebesar 1.97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .6 FOKUS PERHATIAN 105. turun 1.44.19 ribu ton (6.73 juta ton (1.35 kuintal/hektar (0.54 persen).82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103. Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108.37). peternakan. tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111. Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108. Dibandingkan tahun 2010.08). kehutanan dan perikanan.32).74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).10 persen.

46 persen dibanding bulan sebelumnya.02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year).14 kuintal/hektar (1. Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.7 ribu orang. Selama Januari 2012. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1. Sekitar 38.02 persen).27 persen atau naik 0. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6.FOKUS PERHATIAN 7 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q). naik 18. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51.40 persen dibanding bulan sebelumnya. naik 5.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali.04 persen) dan sebesar 0. dan jumlah penumpang kereta api turun MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . dan naik sebesar 5.8 ribu orang.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652. naik 5. 14.92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8.57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.16 persen dari November 2011 (m-to-m).4 juta orang.7 juta orang.90 ribu hektar (6.31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 15.02 persen (year-on-year).80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011. 13. naik 18.4 juta orang. jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4. dan naik 3.93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548. Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9.83 persen dari Desember 2010 (year-onyear).57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2.

dan jumlah penumpang kereta api turun sebesar 4. turun 0.67 persen.89 juta orang (12.36 persen). jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15.57 persen.49 persen). penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0.35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5. 16. Sebagian besar (63.36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29.8 FOKUS PERHATIAN 4. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73.04 juta orang. Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20.53 persen. Dibanding Januari 2011 (year-onyear).34 persen. sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0.76 persen.02 juta orang (12.09 juta orang.89 juta orang (12.13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30. Selama periode Maret 2011–September 2011. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .22 persen dibanding bulan sebelumnya.

08 persen dan transpor.73 persen dengan IHK 145. dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota.51 dan terendah terjadi di Tangerang 0. inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0. komunikasi.27 persen.INFLASI FEBRUARI 2012 9 I.00. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . dan olahraga 0.1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan.34 persen. Tahun Kalender Feb Des Jan '12 Okt Nov Ags Sept Jul Jun Apr Mei Mar Feb Des Jan '11 Nov Okt Sept Jul Ags Jun Apr Mei Mar '10 -1 Year-on-Year Menurut jenis pengeluaran rumahtangga.22 persen. kesehatan 0. sandang 1. Tahun Kalender.96. perumahan. 2010–2012 8 7 6 (persen) 5 4 3 2 1 0 Bulan ke Bulan 2. listrik. INFLASI FEBRUARI 2012 1. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. air. pendidikan. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0.15 persen. gas.73 persen. dan jasa keuangan 0.29 persen dengan IHK 133.05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130. Grafik 1.06 persen. dan bahan bakar 0. tercatat mengalami inflasi dan mengalami deflasi.03 persen dengan IHK 131.05 persen tertinggi terjadi di Mataram 1. Dari 66 kota.59. rekreasi.21 dan terendah terjadi di Palu 0. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1. Inflasi 40 kota 26 kota Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.04 persen dengan IHK 135.

02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen).05 persen. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0.33 persen. 7. 6. barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4. sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen).17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen).81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3. angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.77 persen. 4.20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen).10 3.05 persen. bawang merah 0.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen). andil emas perhiasan 0. tomat sayur -0. Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0. INFLASI FEBRUARI 2012 Dari inflasi 0. Sementara andil cabai merah -0.24 persen. Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0.33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0.05 persen berasal dari andil komponen inti 0.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen).03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen). tahun kalender 2012 sebesar 0.56 persen. 5. inflasi Februari 2012 sebesar 0.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0.05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0.13 persen.31 persen. Inflasi Februari 2012 sebesar 0. Menurut karakteristik perubahan harga.05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen). beras 0. daging ayam ras -0.94 persen. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

46 0.68 2.14 8.46 0. Listrik.22 1.23 4.85 136.40 4. Rekreasi.94 1. Kesehatan 117.95 0.86 138.27 0.31 Harga Diatur Pemerintah 120.49 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear (7) .66 123. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) Komponen IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (6) Umum 126.58 0.INFLASI FEBRUARI 2012 11 Tabel 1.65 3.60 155.82 7.49 0. Sandang 126. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) Kelompok Pengeluaran IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (6) Laju Inflasi Year-onYear 3) (7) Inflasi Februari 2012 1) Umum (Headline) 126.91 130.2 Laju Inflasi Februari 2012.46 129.05 0.24 0. Makanan Jadi. Perumahan.06 0.96 0. dan Olah raga 118.08 0.33 0.55 3.71 5.94 124. Pendidikan.07 2.90 1.57 139.49 126.05 0. Minuman.30 1.95 124. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011. Transpor dan Komunikasi. dan Jasa Keuangan 106.11 2.51 123.59 108.81 3.88 Bergejolak 153.56 1.91 130. Rokok.14 108.45 -0.22 0. Bahan Makanan 150.34 1.75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.96 0.81 3. dan Bahan Bakar 120.56 Inti 121.03 122.73 6.1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.43 -0.85 123.24 125.81 3.77 4.35 137.15 0.21 120.87 2.79 121. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011.46 129.14 152.00 4. dan Tembakau 133.73 1.96 0. Gas. 2) 3) Tabel 1. Air.76 154.77 157.

04 0.05 0.05 1.45 1.98 3.12 -0.79 (1) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .84 0.15 0.35 2.02 1.48 5.07 0.65 0.18 0.66 4.15 -0.79 0.31 0.57 6.06 Juli 0.43 11.99 0.23 2.67 2.06 2.44 0.45 5.96 2.82 2.34 5.81 8.33 0.3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.22 4.96 3.27 4.81 Maret 0.89 0.12 5.32 1.03 0.76 1.22 -0.16 0. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) Umum 0.14 1.76 0.60 0.29 0.41 0.14 1.21 2.91 3. Bergejolak -0.04 1.97 Oktober 0.14 -0.67 2.58 9.55 2.4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Inflasi Nasional (bulan ke bulan) Inflasi Nasional (kalender) Bulan 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1.10 1.74 4.84 5.28 5.03 0.57 -0.07 0.19 0.20 Tabel 1.47 2.06 -0. Inti 0.84 0.11 0.12 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.97 1.42 1.46 0.92 0.10 1.41 10.89 0.93 3.97 0.72 1.20 2.45 0.85 0.37 0.57 0.41 0.95 0.10 2.13 0.40 1.70 April -0.76 Februari 0.80 0.05 1.44 0.47 0.75 0.30 0.01 0.36 0.56 0.69 September 0.05 1.12 1.05 3.08 7.77 -0.39 Mei 0.77 -0.62 0.59 11.74 Agustus 0.51 0.44 0.51 Juni 0.78 6.21 0.24 0.04 0.20 Desember 1.28 2.04 1.31 1.85 November 0. Harga Diatur Pemerintah 0.37 0.10 -0.24 10.

67 4.statistics.65 5.22 4.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6.96 3.bloomberg. Cina 0.96 7.50 4.cencus.06 2.22 10.31 3. http://www.10 4.44 4.38 6.cn.81 6.vn.00 18.com MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .72 7.40 3.75 10.60 3.10 5.88 11.77 2.gov.56 6.INFLASI FEBRUARI 2012 13 Tabel 1. http://www.52 8.10 0.04 4. Pilipina -0.61 Agustus 6.gov.41 6.05 5.17 7.83 5.36 9.90 6.59 11.16 0. Afrika Selatan 0.40 -0. Pakistan -0.br.40 4.27 8. http://www.sg.16 5.79 3.16 Mei 6.60 11.33 4.za. Singapura 0.ph.17 3. Inggris 0.50 4. Vietnam 0.ibge.61 Oktober 6.pk.90 9.54 Juli 6.30 7. http://www.70 4.57 5.gov.91 6.51 11.43 6.92 3.01 10.my.50 9. Amerika Serikat -0.gov.98 Juni 5.75 6.57 0.68 2.00 2.80 4.65 April 6.20 0.00 2.29 8.77 11.26 7.06 11.84 3.6 Inflasi Beberapa Negara. Malaysia 0.71 11. http://www.90 2. http://www.50 4.79 September 6.14 2.uk.42 November 6.40 8.statssa.gso. http://www. http://www.30 Sumber: http://www.65 Februari 6.gov. http://www.85 2.60 6.70 1. Desember 2011–Januari 2012 Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Negara (1) Desember Januari Desember Januari (2) (3) (4) (5) 1.statpak.stats.95 12.20 0.30 1.10 6.79 Tabel 1.30 3.71 6.50 6.gov.56 Maret 6.gov.13 17.03 3. dan www.gov.50 2.bls.singstat.02 3. Indonesia 0.00 0.20 3.80 7.20 3.65 3.15 Desember 6.76 3.statistics.78 6. Brazil 0.gov.gov.53 1.50 0.90 5.

28 -0.64 Provinsi Kota (1) 1. 16.18 0.81 3.04 0.10 0.32 2.I.19 0.40 1.28 3.78 3.35 3.17 0.23 -0.78 2.28 2.35 0.10 0.99 0. 12.08 3.31 -1.72 -0.58 -0.05 3.91 -0.69 5.17 2.49 0.46 0. Aceh 2.25 3.04 2.82 -0.35 0. Februari 2012.03 0.46 0.27 MARET 2012 .69 -0.58 3.10 0.01 2.76 3.31 0. Jambi Sumatera Selatan Kepulauan Bangka Belitung Bengkulu Lampung DKI Jakarta Jawa Barat 13. D.25 0.14 -0.97 2.21 0.24 3.18 3.70 3.87 2.26 2.66 0.37 -0.88 2. 10.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.03 0.98 0.27 0.29 -0.86 0.83 3. Yogyakarta Jawa Timur EDISI 22 DATA SOSIAL Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) EKONOMI Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 0.62 -0.18 0.21 3.08 0.66 5.24 -0.50 -0.65 0.22 1.56 0.78 5.44 -1.45 2.14 0.09 3.45 0.35 0.67 3.06 3.55 0.17 0.75 3.51 1.22 0. Sumatera Utara 3.72 0.93 2.62 1.21 -0. 7.37 0.90 -0.09 3.35 -1.46 3.08 4. Sumatera Barat Riau 5.21 3.18 2.05 -0.24 0.41 0.54 4.08 -0.65 1.71 4.83 2.85 4.79 0.20 -0.78 3.83 -0. Kepulauan Riau 6. 11. 9.75 2.35 1.08 3.12 2.26 1.78 0.96 4.82 3.78 0.20 3.64 3.32 2.51 2. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year (2) (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) Banda Aceh Lhokseumawe Sibolga Pematang Siantar Medan Padang Sidempuan Padang Pakanbaru Dumai Batam Tanjung Pinang Jambi Palembang Pangkal Pinang Bengkulu Bandar Lampung Jakarta Bogor Sukabumi Bandung Cirebon Bekasi Depok Tasikmalaya Serang Tangerang Cilegon Purwokerto Surakarta Semarang Tegal Yogyakarta Jember Sumenep Kediri Malang Probolinggo Madiun Surabaya 3.32 3.03 2.46 -0.44 1. 8.98 3.55 3.85 0.14 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.36 0.03 0.43 4.37 5.60 1.60 0.85 4.94 3.23 4.90 -0.95 3.95 4.78 3.27 1.94 2. 4.49 4.62 4.52 0.56 1.10 0.28 1.34 0. Banten 14.25 -0.00 3.76 3.11 0.48 3. Jawa Tengah 15.

59 4.98 6.81 -0.60 1.70 1.26 2.19 6.32 2.74 2.52 3.04 1.91 5.45 6. 27.40 0.86 5. 29.INFLASI FEBRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.14 2. 25. 30.57 0.85 4.87 1.35 7.32 4.84 0.67 4.21 0.54 3.96 0.60 5.92 0.99 Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.63 1.31 -0.44 0.46 2. Bali Nusa Tenggara Barat 19.43 6.91 6.99 3. Nusa Tenggara Timur 20.77 7.47 5.64 0.40 . Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.75 -0. 31.21 1.76 0. Kalimantan Tengah 22.16 -0.35 0.65 2.03 6.57 1.19 6.28 8.63 -1.05 3.00 0.13 2. Kalimantan Barat 21.44 7.14 1.73 5. 18.70 -0.72 3.73 0.31 0.24 5.75 6. 26.34 1.94 6.61 0.31 1.7 Provinsi (1) 17.38 6.36 0.38 0.38 7.47 3.64 3.85 1. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 4.54 0.08 4.78 -0.09 2.90 3. 23.91 0.35 4.60 3.21 -0.29 3.94 2.40 0. Papua 1) 2) 3) Kota (2) Denpasar Mataram Bima Maumere Kupang Pontianak Singkawang Sampit Palangkaraya Banjarmasin Balikpapan Samarinda Tarakan Manado Gorontalo Palu Watampone Makassar Pare-Pare Palopo Mamuju Kendari Ambon Ternate Manokwari Sorong Jayapura (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) 3. Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan 28.68 2.14 2.61 4.60 0.60 1.28 3.06 -0.04 5.50 3.09 0.23 6.41 2. Sulawesi Barat Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Barat 33.09 0.75 2.36 0.93 1.43 0.40 2.02 4. 32. Kalimantan Selatan Kalimantan Timur 24.05 1.33 1.38 0.

6 1.16 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 II.0 2. Kontraksi Sektor ini Pada tahun 2011.0 5.5 persen.4 6. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .0 0.0 persen 4.4 2.0 7.d Triwulan IV-2011 (persen) 8. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.3 6.9 5.1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.4 -2.5 persen Pertanian.5 6.7 3. dan Restoran sebesar 10.0 6.5 6.0 2. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1.8 6. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y). Hotel.5 persen.8 2. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6. dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20.0 3.5 6.0 -1. PDB Indonesia triwulan IV-2011 tumbuh 6. Grafik 2. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q).0 1.0 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 -1. Kehutanan. disebabkan karena Peternakan.2 persen.8 5.4 3.0 q-to-q Q3/11 Q4/11 -1.3 y-on-y 2.

2 -0. Jasa-Jasa 5.8 6.0 10.4 6.6 triliun.0 -2.2 6.7 6.9 2. Gas dan Air Bersih 5.0 2.8 -0.1 1. Pertambangan dan Penggalian 3.0 -8.0 -12.5 7.0 -18.7 6.7 3.9 1.7 0.7 5. Gas & Air Bersih Perdagangan. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. Kehutanan.5 q-to-q Pertanian Industri Pengolahan Konstruksi Pengangkutan & Komunikasi Jasa-jasa y-on-y Pertambangan & Penggalian Listrik. Real Estat.5 1. Pertanian.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) 12.1 1.9 2.2 1.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 17 Grafik 2.9 3.0 triliun. Hotel.5 6.0 8.2 3.7 9.3 -20.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.0 1.0 -14.2 3. Hotel & Restoran Keuangan.1 3.0 -20.7 9.2 6.5 persen. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1.1 persen 5.0 -10.0 -20.2 4. Secara kumulatif.9 6.5 - 3.921.8 10.4 2. dan Jasa Perusahaan 9.8 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .8 7.7 1.2 3.0 0.5 1.1 6.3 -1.0 -4.0 4. Peternakan.3 6.4 2.1 0.4 -1.5 1.7 3.0 -22.8 0.2 6.2 10. 4.4 3.0 1.6 3.3 3. Industri Pengolahan 4. Perdagangan.8 0.1 1. Listrik.9 -0.0 -16. Konstruksi 6.0 -6. dan Restoran 7.7 1.9 1.9 0. Real Estat & Jasa Perusahaan Tabel 2.2 6.0 10. Pengangkutan dan Komunikasi 8.2 9.2 6.8 7. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624.0 6.6 PDB PDB Tanpa Migas 3.9 1.0 -0.8 1.5 6. Keuangan. dan Perikanan 2.0 0.

Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.1 59.8 38.1 1 765.9 10. Listrik.6 47.6 136.9 4.5 7.2 208.6 13.3 6. Ekspor sebesar 3.3 59.0 100.9 10.6 204.8 4.9 470.7 112.1 persen dibanding triwulan sebelumnya. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5.3 4.8 40.4 67.7 24.8 10.4 624. Kehutanan.2 3.2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Lapangan Usaha Triw III-2011 Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IIIIV2011 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.5 6.3 persen. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Dari sisi penggunaan.2 589.0 6.1 5. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.0 241.0 0.9 463.1 13.9 59.4 91.1 1 921. dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0. Keuangan.5 11.3 0.7 6.4 -1.0 239.9 163.2 0.1 7.5 persen.9 2.5 8. Pertanian.0 100.9 3. Ekspor Barang dan Jasa 5.8 10.5 12. Industri Pengolahan 4. Perdagangan.9 15.2 11.0 12.0 61. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2. Sementara Impor tumbuh 6.5 596.9 1) Atas dasar harga berlaku 5.5 6.6 14.9 4. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.9 42. dan Jasa Perusahaan 9.8 85. dan Restoran 7.8 11.7 2. Gas dan Air Bersih 5.3 194. Peternakan.1 PDB 1 931.9 4.7 10.5 24.7 264.3 268.7 7.2 2.8 2. Tabel 2.2 persen.0 60.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. dan Perikanan 2.5 PDB EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .2 129. Hotel.3 14.1 91. Real Estat. Pertambangan dan Penggalian 3.5 213. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38.3 6.1 63.2 114.0 PDB Tanpa Migas 1 765.6 632.1 13.18 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Tabel 2.6 14.6 4.8 3.9 161.8 persen.3 5.0 47. Jasa-Jasa 299.5 0. Konstruksi 6.1 3.8 125.6 224.3 139.

7 1. Perubahan Inventori Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IVIII-2011 2011 Triw III-2011 Triw IV-2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 042.0 1) Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . a.7 349.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11.3 153.4 24.0 100.7 314.0 223.5 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010.7 612.0 -22.7 511.4 624. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6.1 1 921.5 0. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.2 507. Sedangkan Impor juga tumbuh 10.6 6.8 26. Dikurangi Impor Barang dan Jasa PDB 480.7 -7.0 100.8 325.1 31. Diskrepansi Statistik 48.5 54.5 -19.0 252.6 70.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 19 Grafik 2.1 11.9 persen.8 25.4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Jenis Penggunaan (1) 1.1 346. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6.8 9.0 9.0 55.7 0.3 26.0 b.2 1 063. Ekspor Barang dan Jasa 506.8 persen.4 -5.6 632.3 176. Ekspor sebesar 7. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2.4 1 931.0 238.9 persen.3 -1.8 2.6 162.7 33.2 26. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4.0 5.2 649. Tabel 2.9 50.

dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53.6 9.7 4.5 57.6 2. 5. Jawa Timur.1 persen. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23.0 100.5 2.20 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.4 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57.5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) 1.6 57. 7.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7.6 persen.2 4.6 2.4 2.7 2.3 23.7 persen.6 persen di pulau-pulau lainnya.0 100. Pulau Kalimantan 9. 6.6 4. 6.6 persen.2 4.5 2. 2011 Wilayah/Pulau 2009 2010 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 22.5 persen. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . 3. Jawa Barat dan Jawa Tengah.4 23. dan 6.1 2.6 persen. 2. dan sisanya 4.0 100.7 58.0 100.6 9. Tabel 2.1 23.7 9. Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi.4 persen.8 9.1 58. 4.5 2. dan Pulau Sulawesi 4.6 persen. dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta.0 Sumatera Jawa Bali dan Nusa Tenggara Kalimantan Sulawesi Maluku dan Papua Total Catatan: atas dasar harga berlaku 8.

Kalimantan Barat 21.2 1.5 20.1 3. Jambi 07.7 1.1 28.6 0.9 5.4 8. Sulawesi Tengah 27.9 11.6 6. Sulawesi Selatan 28. DKI Jakarta 12.7 1.6 4.7 100.1 7.2 6.4 4.2 2.2 0.7 1.6 68.7 6.0 0.7 10.2 7.2 1.3 34. Nusa Tenggara Barat 19.3 51.4 6. Gorontalo 26. Bali 18.0 0.8 1. Jawa Tengah 15.0 6.9 13.7 8. Banten 14.0 28.9 29. Papua Barat Konstribusi Terhadap Terhadap Total 33 Pulau Provinsi y-on-y c-to-c (2) (3) (4) (5) (6) -0.7 3. Papua 33.6 7.2 8.8 7.8 1.2 0.5 47.0 -5.2 7.8 2.2 0.4 6.9 persen.6 6.9 23. Sumatera Selatan 08.1 5.8 6.0 6.5 5.4 -6.2 7. Sumatera Barat 04.4 -4. Kepulauan Bangka Belitung 09.1 6.3 8.5 2. Kalimantan Timur Sulawesi 24.5 9.0 -0.1 -2.6 4.5 0.0 12.5 6. Aceh 02.5 persen terhadap tahun 2010.2 5.3 1.6 5.4 9.5 8.4 6.9 4. Sulawesi Tenggara Maluku dan Papua 30.5 16.2 5.0 2.2 7.1 0.8 1.6 7.8 8.4 6.6 6. DI Yogyakarta 16.0 0. Riau 05.3 4.1 6.4 -3.7 0. Bengkulu 10. Sulawesi Utara 25. Nusa Tenggara Timur Kalimantan 20.0 5.0 47.2 0.8 0.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 21 Tabel 2.3 3.3 0.5 -3.8 0.4 7.5 5.7 11.7 6.5 25.8 1.0 16.4 3.4 27.5 5.0 8.9 5.0 6. terjadi pada semua sektor ekonomi.4 57.5 6.6 100.1 0.8 8.7 0. Kalimantan Selatan 23.0 9. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6. Sulawesi Barat 29.1 3.3 -0.3 1.4 persen.9 6.1 -2.2 5. Lampung Jawa 11.9 8.5 12.5 4.2 6. Kalimantan Tengah 22.7 6.0 8.8 6. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10.4 0.2 2. Maluku 31.4 6.3 7.4 5.2 -5.7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1.0 6.6 7. Maluku Utara 32.0 5.8 2.9 31.7 6.7 -1.7 3.8 6.1 22.9 -3.1 16.5 100.2 100.1 6.6 4.6 1. Jawa Barat 13.1 -0.5 0.9 4.3 -8.7 0.2 7.9 1.7 7.7 24.8 100.7 -3.2 1.2 7.6 1.8 -4.7 6.2 -2.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) Pertumbuhan Provinsi q-to-q (1) Sumatera 01.8 -0.1 5.1 1.4 11.6 6.0 11.9 2.3 6. Kepulauan Riau 06.5 6.9 7.9 14.8 1.5 1.3 2. Sumatera Utara 03.4 -9.8 1.5 14.7 100.0 1.4 4.9 -21.3 4. Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara 17. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .0 0.9 6. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6.2 5.1 2.

3 4. Pertanian. Jasa-Jasa 6.9 6.7 7.22 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.0 27. dan Perikanan 2.6 1.4 24.6 7.0 13. Listrik.9 14.8 0.7 6.8 26. dan 8. Konstruksi PDB 6.5 6.4 6.2 6.4 10.5 7.3 10.5 1) Atas dasar harga konstan 2000 2) Atas dasar harga berlaku EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .0 6. dan Air Bersih 5.4 6.0 Persen 6.2 10.5 91.5 89.0 6.0 4.3 10.9 Restoran 7.9 1.3 10.7 14. dan Restoran sebesar 13.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 7.5 2007 2008 2009 2010 2011 10.7 7. Real Estat.2 91.7 6.8 8. Hotel.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14.9 0.2 10.2 15.6 11.0 13.5 5.1 9.0 Komunikasi 8.0 5.8 13.2 5.7 persen dan Sektor Perdagangan.3 5.2 6.2 6.5 6.2 4.0 3.5 15.2 5.2 7.8 persen. Gas.7 8.0 100. Pengangkutan dan 14.5 5.0 100.3 6.0 dan Jasa Perusahaan 9.8 7.6 6.0 6.2 6.9 0.8 4.3 8.3 13. Kehutanan. Keuangan.5 7. Hotel.7 10. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24.8 0.8 0.0 4.1 7.7 6.7 2.0 6.2 7. 8.8 0.4 11.6 15.5 3.6 4.7 10.0 PDB Tanpa Migas 6.5 4. Perdagangan. Pertambangan dan Penggalian 3.7 6.3 14.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha (1) 1.6 6. Industri Pengolahan Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 3.3 6.9 10.6 6.9 89.3 6.3 6.6 8.9 4.1 11.0 100.7 4. Pada tahun 2011.0 100.7 9.5 9.3 15.0 3. Peternakan.8 16.8 24.2 6.7 3.7 92.2 10.5 4. Tabel 2.2 27.7 1.5 100.9 10.7 13.0 14.

3 -0.6 6.7 4.0 570.0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .5 46.0 2 321.0 15.1 181.6 5 141.7 313. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7.1 24.1 24. dan Restoran 7. Gas. Pengangkutan dan Komunikasi 8.5 9.427.9 1 477.4 27.1 9.0 100.5 557.1 597. Konsumsi Rumah Tangga 2. Industri Pengolahan 4.8 8.9 4 948.7 8. Perubahan Inventori b.0 5.7 538.5 756.8 persen.9 305. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4.2 3 534.2 221. Jasa-Jasa PDB PDB Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 12.3 7 427.6 58.5 3.2 triliun.1 triliun.9 481.0 32.1 718.2 3 950.4 24.5 271.0 -9.0 236.6 2 036.4 1 093.8 1 939.5 10. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar 13.9 8.1 29.7 857.6 31.7 1 376.7 423.1 -0.2 6 794.3 24.7 34.5 100.9 304.9 2.2 985.1 18.2 18.4 1 821.6 541. dan Air Bersih 5.9 882.8 140.2 264.1 9.1 634.9 716.5 180.8 29. Pertanian.6 98.9 6.1 2 082.2 persen.2 6.8 2 313.4 2 178.5 160.2 654.7 2 171.6 54.1 886.5 205.5 660.3 0. Listrik. Diskrepansi Statistik 5.8 49.7 198.6 189.7 persen.1 17.6 295.5 60.2 634. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8.5 150.2 142. Ekspor 6.3 13.8 (1) 1.2 21.7 574.4 0.1 0.0 183.6 persen.3 17.6 535. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.2 1 068.0 0. Perdagangan.4 5 936.9 217.3 165.9 192.2 368. Dikurangi: Impor PDB 1) 2) Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 5.1 405.1 5 606.9 15.3 312.3 193.0 241.7 6 436.0 100.5 1 022.1 9.2 491.2 8.7 440.3 783.2 186.0 363. Tabel 2.2 744.4 2.2 218. Keuangan.1 398.3 26.3 171.2 353.7 3.3 419.4 4 427.8 993.7 63.7 1 964.0 100. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.3 592.3 172. Kehutanan. Pertambangan dan Penggalian 3.1 121.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan (1) 1.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 23 11. dan Perikanan 2.3 10.7 691.4 40.1 437.0 32.5 284. Hotel.8 209.0 -195.1 1 803. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.3 368.0 400.8 232. dan Jasa Perusahaan 9.0 -100.4 25.7 9.8 15.3 4.8 28.3 8.2 466. Konstruksi 6.5 555.6 3.6 13.8 340.7 -2.3 305.5 2 463.5 persen. Peternakan.9 4.3 persen.9 9.0 4.7 1 595.3 6.463.0 592. Tabel 2.4 11.6 22.5 55. Real Estat.7 -15.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Lapangan Usaha 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 541. a.0 0. terjadi pada Ekspor sebesar 13.1 13.4 131.5 0.0 100.7 56. Konsumsi Pemerintah 3.

1 30.7 5 606.3 169.6 55.4 6.5 54.3 708.9 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .1 13.6 16.0 persen.8 23.1 2 925.7 1 744.1 5. Pada tahun 2011.9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.1 11.3 2 082.5 831.6 20.8 416.4 153.1 1 308.244.2 1 249.Perubahan Inventori 4.1 2 164.1 1 964.9 1 197.3 932. Nilai (Juta Rupiah) b.3 persen.5 1 163.1 553.921.6 2 349.1 -116. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.0 2 378.8).5 2 178.6 1 220.6 1 921.8 510. Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan. a.0 1 475.6 persen.4 942.3 31.9 juta (US$2.1 juta (US$3.4 942.8 -7.542.8 27.7 24.4 23.6).9 4 948.8 2 463.4 4 053.2 6 436.7 21.0 21.4 1 032.9 persen.9 11. Nilai (US$) 17.6 103.349.3 602.1 -1.5 757. pada tahun 2010 mencapai Rp27.8 3 542.3 441.010. tahun 2008 sebesar Rp21.2 1.3 195.10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.4 2 065. Konsumsi Pemerintah 9.6 26.9 13.9).4 202.6 985.3 7 427.6 1 850.9 -33.4 16.0 3 291.2 3 950.11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a. Indeks Peningkatan (Persen) c.4 1 584. Konsumsi Rumah Tangga 2.4 juta (US$2.6 833. Indeks Peningkatan (Persen) c. Ekspor 2 510.4 juta (US$1.3 14.6 23.3 1 074. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.8 1 842. Nilai (Juta Rupiah) b. b.0 persen dan Ekspor 26.8 1 191. Tabel 2. dan pada tahun 2011 mencapai Rp30.3 167.1). PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54.0 3 643.6 -0.8 6.7 3 441.2 2.7 1 955.8 196.3 3 010.4 493.2 27.5 3 000.3 1 422.9 2 313.2 -2.8 juta (US$3.0 2.9 667. Dikurangi: Impor 1 003.6 1 370.7). Diskrepansi Statistik 5.8 13.1 1 476. Konsumsi Pemerintah 3.24 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 13.6 581.1 11.6 -11. Nilai (US$) 16.7 2 267. dari sisi penggunaan.1 1 354. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32.2 PDB 2011 14. Tabel 2.4 29. Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24.3 1 369 9 329. tahun 2009 sebesar Rp23.4 1 130.9 537.4 2 244.

PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 25 .

49 miliar.000. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1.0 6. Grafik 3.0 10.000.0 0. disusul Cina US$1. sementara naik 4.36 miliar dan Amerika Serikat US$1.3 juta. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .07 persen.60 miliar. 4.07 persen dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6. bila naik 6.000.0 16.0 8.000.0 4.0 2. 3.26 EKSPOR JANUARI 2012 III. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213.52 miliar.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.000.000.5 juta.61 miliar.1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 20.0 Juta US$ 12. Nonmigas Migas+Nonmigas Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619.40 persen dibanding ekspor Januari 2011.0 14. EKSPOR JANUARI 2012 1. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33.0 18.20 miliar.000.000.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.000. turun 7.26 persen. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.49 miliar atau turun Nilai ekspor Januari 2012 sebesar 9.000.0 Migas 2. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1. Sementara mencapai US$15.

07 100.0 -14.08 61.7 -37.6 -9.1 9 483.48 31.2 17 077.0 34 665.07 11 991.6 -7.20 816.3 1 405.80 391.8 5.EKSPOR JANUARI 2012 5. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.11 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .40 80.5 -0.18 5.2 384.0 2 974.5 4 776.1 883.70 494.41 -24.00 2 615.21 2 308. 27 Menurut sektor.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1.4 162 019.7 -4.66 13.5 5 165.8 9 926.6 476.9 122 188.0 3 485.2 13 592. Tabel 3.58 11.2 375.82 17.82 2.43 1 303.8 1 723.5 22 871.45 2.48 9 290.82 persen.1 13 828.7 12 519.8 -19.73 19. demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14.7 15 493.1 41 477.9 356.1 -16.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011.91 14.90 4.14 2.5 203 496.26 -1.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Nilai FOB (Juta US$) Uraian (1) Total Ekspor Migas Minyak Mentah Hasil Minyak Gas Nonmigas Pertanian Industri Pertambangan dan Lainnya MARET 2012 % Perubahan Januari % Perubahan % Peran 2012 Januari thd Total thd 2012 thd Januari Desember 2011 2012 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 14 606.15 8.8 3 190.4 2 651.28 6.7 1 715.

31 Mar’11 3 061.0 13 612.5 361.2 13.2 11 145.5 -62.5 -7.91 3.92 24.4 2 166.72 Okt’11 3 062.53 Triwulan I ’11 8 289.0 61 669.8 7. Mesin/peralatan listrik (85) 5.7 1 779.47 (1) Jan−Des ’10 Jun’11 -13.9 13 304.7 17 077.9 -65.92 Triwulan IV ’11 10 070.1 106.7 1 111.6 47.42 Nilai FOB (juta US$) Bulan Migas (2) 28 039.72 7 593.4 17 543.2 -19.72 -0.11 6.5 864.5 2 785.2 14 606.1 89.3 63.21 3 591.31 17.1 Jan’11 2 615.3 17.54 11 292.64 Des’11 3 485.84 1.7 3 328.36 0.97 10.5 4 169. Besi dan baja (72) 1 820. Tembaga (74) 9.88 -0.5 54.0 11 991.1 903.15 Apr’11 3 628.0 14 795.4 3 810.9 -14.04 -2.43 33.1 12 519.0 16 957.15 Mei’11 4 072.8 14 415.9 418.4 15 493.6 1 352.22 2.64 Feb’11 2 612.36 100.0 308.6 4 397.7 -22.5 36.6 14 556.50 -2.28 Jan’12 Tabel 3.66 -7.6 -341.02 -1.7 17 235.7 791.6 490.23 -3.0 278.0 13 592.0 17 418.2 18.97 -5.25 9.88 0. Kertas/karton (48) 8.92 3.7 4.20 12.2 854.46 2.9 5 283.8 -731. dan abu logam (26) 6.5 5.32 6.79 2.72 13.22 13.77 -11.27 Agt’11 4 091.1 409.28 EKSPOR JANUARI 2012 Tabel 3.48 -5.1 21 655.9 18 386.4 41 200.0 11 991.5 -1 073.98 2 974.91 7.4 100 350.7 5 749.09 0.3 -0. Bijih.5 4 552.6 203 496.8 857.83 4.8 539.10 -1.0 306.5 15.31 1.00 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .60 6.2 7 967.4 7 342.0 162 019.57 -1.8 14 214.4 162 019.92 Triwulan II ’11 Triwulan III ’11 11 825.4 12.7 12 519. Kendaraan dan bagiannya (87) 10.2 13 592.08 35. Karet dan barang dari karet (40) 4.5 80.3 8 309.6 345.9 -11.90 -9.5 -14.2 120.7 332.4 -3.9 1 929.6 2 142.1 16 366.93 -6.9 16 554.6 Nonmigas (3) 129 739. kerak.3 213.4 286. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 3.1 41 784.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (5) (6) (7) 47.6 -38.64 36.88 28.04 17.1 172.7 Total 10 Golongan Barang Lainnya Total Ekspor Nonmigas EDISI 22 % Peran thd Total Nonmiga s Januari 2012 (7) 27 444.1 45 387.8 13 712.9 76.2 18 647.06 Sep’11 3 931.09 2.7 13 895.28 Jul’11 3 802.3 14 352.5 13 616.84 -1.89 -7.7 -24.1 533.36 Jan−Des’11 41 477.3 12 925.7 -619.34 Nov’11 3 522.5 11 802.7 474.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Jan–Des Desember 2011 2011 (Juta US$) (5) (6) Nilai FOB (Juta US$) Golongan Barang (HS) Januari Desember Januari 2011 2011 2012 (1) (2) (3) (4) 1. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 7.08 -3.5 51 270.07 -0.4 53 228.5 Total (4) 157 779.6 18 287.1 41 936. Bahan bakar mineral (27) 2.6 53 609.7 -1.4 37 098.0 17.40 -4.4 319.

5 157 779.6 10 605.2 1 284.7 8 943.8 5.56 9.2 1 901.25 0.2 10 605.2 -87.36 12.4 13 895.5 -851.3 2 168.3 545.4 18 386.22 8.9 42.8 3 591.3 440.8 13 304.4 88.6 2 369.2 1 359.25 5.1 2.3 83 738.4 79.7 14 137.1 11 991.7 2 148.3 2 535.6 14 795.7 1 284.3 844.3 32 214.9 166.5 17 077.3 4 072.5 6 658.3 16 829.4 15 493.1 7 291.64 51.1 12 330.0 3.7 24.4 7 565.2 13 612.0 Total 28 039.8 9 830.6 6 440.5 162 019.0 12 519.9 13 616.6 2 204.0 20.84 9.4 5 562.7 2 974.0 2 612.1 12 519.9 11 166.7 11 113.7 1 596.4 15 493.2 288.8 799.0 14 556.4 1 292.4 1 082.2 386.6 3 931.2 14 415.9 3 628.6 531.0 3 062.3 2 615.EKSPOR JANUARI 2012 29 Tabel 3.86 12.56 100.55 (7) Total 13 Negara Tujuan Lainnya Total Ekspor Nonmigas 8 369.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) (6) Nilai FOB (Juta US$) Negara Tujuan Januari 2011 (1) Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 % Peran thd Total Nonmigas Januari 2012 (2) (3) (4) (5) ASEAN 1 Singapura 2 Malaysia 3 Thailand ASEAN Lainnya Uni Eropa 4 Jerman 5 Perancis 6 Inggris Uni Eropa Lainnya Negara Utama Lainnya 7 Cina 8 Jepang 9 Amerika Serikat 10 India 11 Australia 12 Korea Selatan 13 Taiwan 2 836.7 13 592.6 1 170.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.8 46 416.76 6.6 10 249.2 18 287.64 1.9 1 196.5 177.0 -61.4 3 259.6 520.5 12 181.7 12 816.4 3 576.6 560.6 203 496.7 17 235.6 11 595.8 17 543.0 MARET 2012 11 991.9 10 428.4 1 607.6 129 739.0 284.5 4 091.2 3 767.3 261.7 979.44 28.6 2 974.0 13 712.1 638.2 721.5 2 082.5 -78.0 106.5 12 774.2 9 825.5 -1 073.3 319.2 1 602.2 13 279.5 3 061.5 677.7 1 794.8 162 019.2 21 595.0 3 078.9 258.6 15 633.2 5 242.9 13 726.9 2 175.44 10.5 134.6 1 161.8 -191.2 979. Juta US$) Bulan (1) 2010 2011 2012 Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2 344.00 Tabel 3.16 2.3 281.1 839.0 16 554.6 1 262.5 18 647.6 1 719.4 825.9 152.8 -104.4 1 993.1 15 684.6 14 399.2 11 802.7 3 522.8 4 205.3 16 366.4 250.1 3 622.5 13 592.0 10 098.4 9 200.8 -87.9 2 841.3 380.4 115 602.9 14 214.8 3 304.3 1 146.9 148.47 2.43 4.5 11 733.2 1 208.1 41 477.7 -3.9 17 418.75 2.7 14 606.1 12 486.6 2 532.1 12 519.4 12 035.00 4.5 -7.1 429.3 71.70 3.8 3 485.7 39.3 9 251.5 1 881.5 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .9 2 816.7 11 557.4 16 957.0 -9.0 787.6 -881.5 -788.8 1 692.9 13 570.9 -95.0 8 991.6 20 445.1 12 925.0 3 802.2 12 619.6 18 330.

65 miliar). Grafik 4.66 miliar (18. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.00 0.57 miliar besarnya US$16. Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.00 2.80 persen.99 miliar atau 20.25 miliar (9.56 miliar) naik 16. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2. sedangkan jika atau turun 11. jika dibanding Januari 2011 (US$9.58 miliar atau turun US$1.57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 14.58 persen.83 miliar).30 IMPOR JANUARI 2012 IV.57 persen dibanding impor Januari 2011 (US$12.57 persen dibanding impor Desember 2011 Impor Januari 2012 yang sebesar US$14.97 miliar) terjadi peningkatan US$0.00 (Miliar US$) 10.72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12. Sebaliknya.00 12.00 6. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.48 miliar.00 Nonmigas Migas 2.05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3. IMPOR JANUARI 2012 1.99 miliar atau turun US$0.57 miliar atau turun 11. 3.02 miliar atau 0.00 8.00 4.02 persen.

5.88 persen.00 1.69 Singapura Thailand 0. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8.53 2.52 miliar).60 miliar (34.IMPOR JANUARI 2012 31 4.78 0.00 1.42 persen. Grafik 4.50 1. Sementara itu. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .72 miliar). impor golongan barang tersebut meningkat US$0.74 miliar (15.71 persen.00 2. dan barang modal sebesar 41.57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1. bahan baku/penolong sebesar 11.53 miliar dengan pangsa 21. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20.00 Januari 2011 Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2012 6.26 persen. Nilai ini turun 7. sementara dari Uni Eropa sebesar 9.68 0.06 persen) dan Singapura US$0.75 0.31 persen).19 persen. diikuti Jepang US$1.81 persen (US$0.38 1. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.32 miliar. 2011 dan 2012 3.82 0.85 0. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat.82 0.85 miliar (7.2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari.74 1.50 0.20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2.50 (Miliar US$) 2. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2.94 persen.

62 2.4 15 169.05 17.81 4.8 2 544.9 14 486.8 11 266.80 79.37 13.1 3 450.70 -5.21 5.20 3.0 16 207.49 .5 12 407.Hasil Minyak 28 134.8 12 828.0 11 581.03 2 989.2 10 934.41 1 412.3 11 581.89 15.8 3 647.2 14 825.5 128.44 -14.9 15 072.05 .05 0.1 3 647.72 -11.73 -3.74 -11.57 16.3 15 075.1 15 533.2 Perkembangan Impor Indonesia.72 -8.00 -8.6 12.47 -6.3 2 989.2 14 888.7 11 749.9 2 348.57 2012 Januari EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .17 20.Minyak Mentah 11 154.8 9.12 -5.32 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.5 3 477.1 -9.3 11 943.6 14 570. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Uraian Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 Peran thd Total Impor Januari 2012 (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435.00 Migas 40 701.1 11 827.8 3 244.53 7.4 -16.9 16 475.4 15 393.81 -6.98 26.9 11 691.13 13.2 11 609.8 -23.23 5.1 -11.91 -9.3 12 558.1 -18.42 1.7 2 877.44 23.05 -9.43 -7.3 11 178.4 762.5 3 808.7 16 475.06 37.0 -18.9 9 205.66 7.10 4.2 1 953.77 -0.77 4.8 1 157.8 154.29 2.5 2 971.47 6.9 12 254.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.58 20.72 20.1 14 570.99 0.0 3 954. Januari 2011–Januari 2012 Perubahan Nilai CIF (Juta US$) Periode (1) 2011 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2 971.6 2 080.2 3 279.51 .02 100.84 1.41 -4.0 3 647.53 -6.9 12 828.1 141.40 -0.1 9 586.3 9 586.06 136 734.6 12 558.90 7.81 2.81 -2.3 880.5 3 799.Gas Nonmigas Tabel 4.70 5.

5 -6. Bahan kimia organik (29) 6 634.8 1 724.32 136 734.8 484.68 Barang Lainnya 50 412.9 6.5 480.5 26.2 1 406.0 1 643.1 -9.1 9 586.1 390.81 34.9 12 828.51 3.7 163.1 4 919.3 -4.97 4.6 394.0 -12.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari.99 4.0 2 320.1 268.1 348.8 7 908.4 390.3 2 517. Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.00 6.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.4 3 974. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.09 -6.6 -6.37 8.15 5.6 560.00 Total Impor Nonmigas Tabel 4.36 34.0 249.17 47. Serealia (10) 4 753.33 13. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.6 -11.7 491.4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.29 2.93 3.82 23. Barang dari besi dan baja (73) 3 573.89 45.3 258.80 100.1 207.4 533.Karet dan barang dari karet (40) 2 346.2 227.98 4.57 20.31 6. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.3 3 445. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Golongan Barang (HS) Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.72 20.43 8.9 7 606.8 1 565.9 -3.31 34.4 499.5 557.IMPOR JANUARI 2012 33 Tabel 4.05 1.8 346.36 3.99 9.78 11.85 65. Kapas (52) 3 169. Triwulan I 2010–Januari 2012 Ekspor Impor Periode Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 345 232 59 061 60 500 83 723 141 948 451 624 69 973 65 745 103 731 212 175 687 581 501 43 567 024 72 900 660 54 974 339 516 139 478 360 784 998 26 241 934 31 749 466 32 282 282 270 511 316 2011 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 378 847 65 597 105 052 35 645 172 553 836 730 104 230 151 407 107 977 473 116 2 750 620 017 1 194 657 159 315 690 405 360 325 567 879 803 049 1 513 183 688 622 728 284 170 527 950 204 170 692 515 736 581 26 695 26 695 68 542 68 542 355 940 358 355 940 358 205 088 530 205 088 530 2012 Januari MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 (8) .8 6 141.06 11.24 7. Besi dan baja (72) 8 580.2 -19.3 11 581.04 2.8 450.21 15.8 869.16 10.5 809.7 712.2 -1.9 10.4 -7.82 2.14 6.6 221.89 36.7 564.

5  1 179.5  10 481.91 23.3  1 059.4  2 881.1 ‐5.53  10.5 3 381.73  3.00  Tabel 4.8 10 096.0    5 337.1 6 763.8  (5) 12 558.1 2 731.68  71.4 273.0  1 816.6    Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.1                        13 392.55 ‐6.3  15 075.48 3.9  Peran thd     Total Impor  Jan 2012     Jan 2012    Nonmigas       thd          thd        Januari 2012     Des 2011  Jan 2011   (%)  (5) (6) (7)  2 600.3 319.41  3.1 Perubahan (%)  (4) 2 149.31  6.03 ‐8.7  2 326.40    30.7 1 744.9  1 892.0 1 861.10 ‐5.65  10.4 11 258.0 12 828.5 75 922.68 ‐7.4  11 096.39  ‐1.9  12 114.09  ‐9.4 10 248.21  19.24  21.4  15 393.0  3 190.7  1 089.72  (8)  12.91  3.59  80.3  1 290.4 19 321.94  20.5 585.6  1 107.6 523.1  1 261.0 1 164.0 98.9 394.6 2 425.80  20.4 10 697.06  21.15 ‐8.38  20.49    9.6 381.8 779.0 7 440.2  11 503.0 336.5  391.00 7.44 1 268.00  EDISI 22   2011  Bahan  Baku/  Penolong (3) 9 427.4 5 893.4 284.2  1 380.9  399.2 108 989.2 685.9  11 595.71  26.79  100.8  908.7  3 102.6  2 778.6 433.0 25 456. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$)  Barang  Konsumsi  Bulan  (1)  Januari  Februari  Maret  April  Mei  Juni  Juli  Agustus  September  Oktober  Desember  Januari  (2) 1 029.56  49.1  DATA  SOSIAL  EKONOMI MARET 2012  .50  5.14  20.0  16 207.6 12 418.4  177 435.1 2 534.6 1 090.94  7.0 11 434.7 10 548.72  21.1  110.4    833.1  7.3 5 745.44 7 160.25  1.3 33 108.7  1 078.1 1 970.1 ‐6.06  1.40 ‐0.91  2.77  ‐3.32  21.2  821.6  7 694.9  271.9  14 570.9                                                                Total  (9)  14 570.65  100.64 ‐35.3  564.4  2 666.6 3 854.31  18.8 2 734.1  8 721.7 9 289.1  15 533.9  130 934.0  9 586.6 2 292.2  14 888.3  61.55  73.1  10 971.14  12.9 5 173.48 ‐4.74 ‐15.40  72.4 ‐14.7  2 968.1  682.72    26.91  11.3  11 169.0  693.9 15 072.22 ‐24.4 3 250.00  ‐16.4  15 169.40 ‐54.5  Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.06    58.9  16 475.7  Total  Persentase thd  Total (%)    Barang  Modal  Total  (4)  2 101.3 684.5  10 481.1 121.60  97.5 1 173.5 123.4  3 772.7  1 211.88  6.6  2012 Bahan  Barang  Barang  Baku/  Konsumsi Modal  Penolong (6) (7) (8)  1 119.80 18.6 136 734.3  339.0 2 414.65 26.3 3 979.40  39.8  3 018.31 9.4 1 001.9 755.9  234.3  1 200.3 2 311.6  271.84  3.7 411.2 14 825.3 404.05  5.7  11 113.7  11 749.3 11 581.34  IMPOR JANUARI 2012   Tabel 4.3  283.2  10 529.38  100.1 846.8  2 120.4 612.55  2.4 752.  Januari 2011 dan 2012  Nilai CIF (Juta US$) Negara Asal    Jan‐Des  2011  (1)  Januari     Desember   Januari     2011  2011  2012  (2)  ASEAN  1  Singapura   2  Thailand   3  Malaysia      Asean Lainnya     Uni Eropa  4  Jerman  5  Perancis  6  Inggris    Uni Eropa Lainnya     Negara Utama Lainnya 7  Jepang   8  Cina  9  Amerika Serikat 10  Korea Selatan  11  Australia   12  Taiwan    13  India  Total 13 Negara Utama  Negara Lainnya  Total Impor Nonmigas  (3) 29 792.5 322.42  2.9 299.10 ‐11.5 27 744.7  2 968.5 260.40  15.2  976.6 1 119.9  14 486.

38 100.5 768.79 5.0 231.9 5 177.0 1 095.0 951.7 762.3 1 981.1 1 445.1 210.5 227.8 1 626.65 89.21 52.4 822.27 91.42 3.99 56.56 Tabel 4.9 3 393.5 375.1 177 435.9 676.6 22.52 59.5 334.00 100.6 2 540.5 32 145.6 1.44 17.2 2 108.3 12 010.0 488.9 366.8 274.8 325.00 100.42 5.1 14.3 1 025.9 229.93 4.2 296.0 12 599.94 20.2 54.93 39.3 477.00 100.2 25 964.95 32.88 18.9 129.6 12 999.5 3 130.3 13 204.39 56.7 265.73 38.4 299.3 15 393.0 2 382.7 261.2 411.8 16 475.15 19.6 2 794.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ASEAN Jepang Korea Selatan Cina India Australia Selandia Baru Amerika Serikat Uni Eropa Lainnya Total Impor MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Barang Total Modal ( 7 s/d 9 ) .68 71.08 4.1 399.IMPOR JANUARI 2012 35 Tabel 4.4 302.2 10 404.43 6.5 189.2 1 750.55 10 481. Januari 2012 No.5 1 293.46 46.29 20.0 701.8 388.3 19.2 145 290.00 1 119.1 7.7 483.7 94.1 1 863.00 100.1 1 929.9 2 465.4 2 099.8 2 634.7 21.9 1 334.85 80.2 17.1 413.6 708.1 Persentase Terhadap Total (%) 81.33 0.9 240.66 3.9 1 166. Negara Asal Barang November 2011 (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Cina Singapura Jepang Korea Selatan Thailand Amerika Serikat Malaysia Australia Taiwan Saudi Arabia India Vietnam Jerman Nigeria Hongkong Total 15 Negara Negara Lainnya Total Impor Desember 2011 Januari 2012 (4) (5) (NILAI CIF: JUTA US$) 2 506.7 820.9 224.92 74.5 434.5 5 426.9 0.00 100.07 5.9 14 570.85 81.8 1 750.2 4 073.8 434.2 150.6 789.15 18.8 34.3 60.6 2 540.3 824.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.38 11.20 86.6 34.0 11.6 26 212.0 768.00 100.9 2 559.12 82.6 284.8 173.00 100.0 411.92 76.13 3.2 14 570.4 302.70 100.05 33.1 965.0 951.1 4 259.7 10 405.7 19 436.66 10.9 Total 15 Negara Negara Lainnya Jan−Des 2011 (6) 2 316.1 10 813.00 100.85 58.8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Persentase thd Total (%) No Negara Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 465.8 42.6 2 354.67 9.6 4 322.00 100.8 3 270.0 75.7 1 018.7 486.9 349.7 2 968.0 653.

326 jiwa sebanyak 237.413 orang (Tabel 5.010. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1.913 orang dan perempuan sebanyak 118. Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan penduduk Indonesia jumlah Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237.641. yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119.326 jiwa.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.630.641. Tabel 5. Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa.1).36 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 V. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan 0−4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5−9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10−14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15−19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20−24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25−29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30−34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35−39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40−44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45−49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50−54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55−59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60−64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65−69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70−74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75−79 842 344 1 135 561 1 977 905 80−84 481 462 661 708 1 143 170 85−89 182 432 255 529 437 961 90−94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Jumlah Laki-laki+Perempuan Sumber: Sensus Penduduk 2010 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010.44 persen (lihat Tabel 5. berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan.4.49 persen. Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101.4. b. Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 2.2). 4 6 8 10 12 Juta a n Rasio jenis kelamin a. sementara yang terendah adalah NTB (93).1). 3. Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990−2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1. dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100. Bagian tengah piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5.1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 75+ 70-74 65-69 Laki-laki Perempuan 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 12 10 8 6 4 2 0 0 2 Juta a n 4. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113). Grafik 5. c. dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda. 37 Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1. atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki.

6 Jawa Barat 102.6 Kalimantan Barat 104.4 Papua Barat 111.3 101.7 Jambi 104.2 Maluku Utara 104.5 Sulawesi Selatan 94.0 Bangka Belitung 106.38 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Grafik 5.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi.4 Sumatera Barat 97.9 Banten 104.3 Kalimantan Timur 109.7 100.8 Sumatera Utara Jawa Tengah 98.1 Lampung 105.0 Sulawesi Tenggara Sulawesi Barat 100.7 Bali 101.4 Papua 112.4 INDONESIA 113.2 Aceh 99.8 DKI Jakarta Kalimantan Selatan 102.3 Riau 106.0 100.5 Kepulauan Riau Sulawesi Tengah 105.6 Maluku 102.4 Sulawesi Utara 103.0 Kalimantan Tengah 108.7 DI Yogyakarta 97.6 104.8 Gorontalo 100. 2010 101.8 NTT 98.7 98.0 persen EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .7 Sumatera Selatan 103.6 Bengkulu 104.3 NTB 80.0 120.5 Jawa Timur 95.

serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2).3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia.3. lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2).3. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .3). Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2). 1980. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi. Kalimantan (25 jiwa/km2). Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107.3 50 40 30 20 10 0 1971 1980 1990 2000 2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971. Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5. dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2).KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 5.8 51.2.8 70 60 53. 1971−2010 100 86.8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51. 2000 dan 2010. b. Ketika tahun 1971 sebesar 86. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5. Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif. Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51. 1990. 6. 39 Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a. yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2).8 90 79. Grafik 5.3 80 67. Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2).

34 101 115 4.80 1.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 1. mengunakan data SPAN2005.17 1.87 3.LPP Indonesia 1990−2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990.68 53 69 1 820 379 2 232 586 3.31 2.63 2.90 1 010 1 217 8 098 277 10 632 166 − 2.77 150 179 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 2. .04 996 1 104 13 Banten 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0.71 5 8 4 195 234 6 165 396 1. Banten.72 1.56 48 62 6 210 800 7 450 394 1.24 194 220 8 Kepulauan Bangka Belitung Sumatera 42 472 392 50 630 931 1.02 21 25 2 000 872 2 270 596 1.95 35 43 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 1.47 25 32 1 684 144 2 833 381 3.14 2.28 144 164 92 Jawa Kalimantan 24 Sulawesi Utara 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 − 2.80 1.14 55 74 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 2.10 160 178 0.36 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 1.10 5.79 12 14 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 1.70 0.80 25 33 815 101 1 038 087 − 2. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun (%) Sensus Penduduk Sensus Penduduk 2000 2010 1990−2000 2000−2010 Provinsi (1) (2) 1 Aceh (3) (4) (5) 3 929 234 4 494 410 1.81 1.78 838 1 100 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 0.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 0. Babel. Gorontalo.24 1. dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.46 2.08 48 59 14 881 528 17 371 782 1.24 1.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 1.96 8 12 205 132 458 237 641 326 1.67 2.39 5 9 529 689 760 422 − 3.27 2.58 45 64 1 679 163 − 4.85 68 81 899 968 1 223 296 − 3.41 12 592 14 469 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 2. Laju Pertumbuhan.21 937 1 055 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1.99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 2.17 216 242 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.49 107 124 Catatan: .45 1.52 1.20 1.07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 0.79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 0.32 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 6 Jambi 7 Sumatera Selatan *) Kepadatan Penduduk 2 (jiwa/km ) 2000 2010 (6) (7) 68 78 1.40 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Tabel 5.LPP Aceh 2000−2010 dihitung 2005−2010.17 153 172 28 Sulawesi Barat 29 Sulawesi Tenggara Sulawesi 30 Maluku 31 Maluku Utara 32 Papua 33 Papua Barat Maluku dan Papua Indonesia 891 618 1 158 651 − 2.95 127 205 2 407 166 3 092 265 1.27 3.57 79 92 1 166 300 1 533 506 0.81 12 17 11 307 747 13 787 831 2.25 1.40 1.28 0.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 2.62 1.98 1.26 74 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 2.LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri.94 0.83 2.2 Penduduk. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .13 1.44 1.80 3.48 1.58 1.76 727 784 121 293 745 136 610 590 1. . Sulbar.

90 5.00 3.30 13.70 0.50 19.60 4.60 0.90 2.10 11.80 0.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 7.80 0.80 1.00 7.20 2.10 75.10 29.70 3. Perikanan.70 1.30 0.10 23.30 12.20 3.00 47.60 17.70 31.10 14.50 5.90 4.10 9 (10) 19.80 26.80 0.30 0.10 7. 0.30 1.00 6.80 2.50 16. 7.60 5.10 0.50 12.30 21.60 1.30 16.10 52.30 6.10 5.30 0.20 1.20 13.00 1.40 1. Keuangan dan Asuransi.60 5.80 1.30 35.80 0.80 4 (5) 0.10 1.80 0.00 20.60 0.20 0.20 1.80 2.90 47.20 3.10 3 (4) 3. Jasa Kesehatan.50 16.70 11. Hotel.20 58. 41 Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a.90 15.80 4.30 0.40 0.40 1.60 0. Lainnya.50 0.40 0.80 0.00 3.50 11.50 62.20 53.50 32.90 0.60 9.70 4.40 0. 6.20 14.30 0.40 0. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.80 17.70 0.20 1. Listrik dan Gas (tidak termasuk air).50 1.70 17.40 11.30 22.80 7.50 0.20 2. dan Pertanian Lainnya.40 persen).10 3.00 6.00 5.40 1.50 1.40 0.50 3. Selain itu.00 20.70 0.40 3.30 0.80 1. 9.90 0.20 1.10 27.10 4. 4.80 1.50 13.20 18.50 0.50 14.00 31. 2.00 1.90 51.80 3.60 54.70 0. Pertambangan dan Penggalian.30 6 (7) 14.70 57.20 17.70 11. 5.60 3.00 61.80 11. 40.90 4. 8.20 0.20 1.40 1.80 1.90 9.00 68.20 0.10 0.3.20 33.00 19.90 16. Jasa Kemasyarakatan.20 40.30 18.50 13.30 0.60 2.40 0. Tabel 5.80 10.70 0.80 0.20 0.60 0.90 4.90 15.50 1.30 2.40 0.50 4.70 51.60 4. Kehutanan.60 63.00 16.70 19.50 2. dan Komunikasi.60 57.80 4.00 14.70 10.60 2.10 8 (9) 0.20 0.90 44. Industri Pengolahan (termasuk Air). Informasi. Konstruksi/Bangunan.40 2. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.60 0.80 3.40 1.50 persen lapangan usaha berada di sektor pertanian.20 0.30 8. dan Perorangan.60 7.70 20.70 persen).50 0.40 0.80 4.90 4.10 0.80 0.20 0.00 3.90 0.30 6.60 3.10 0.70 1.70 39. Peternakan.40 17.30 0.90 4.30 6.70 9.60 7.10 5.40 62.40 11.60 2.00 24.20 0.50 2 (3) 0. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.90 15.20 4.40 5 (6) 5.10 4.60 0.50 0.70 4.00 4.30 0.00 14.50 0.40 0. Pemerintahan.60 12.00 0.60 4.50 1.30 4.90 11.50 20.10 18.30 1. Perkebunan.20 0.70 1.70 44.80 persen).50 16.60 14.30 2. sektor Jasa-jasa (15.30 6.30 6.70 13.30 0.70 2.60 3.10 4.90 5.30 0. Jasa Pendidikan.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .50 0.40 2.00 3.60 5.90 4.90 4.20 17.30 4.90 3. 3.20 46.20 43.90 0.20 4.80 1.90 0.90 17.30 60.20 0.20 0.70 0 (11) 1.50 0.60 Catatan: 1.00 0.60 21.80 12.30 0.70 4.80 0. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan.40 1.70 1.20 0.50 1.00 17.60 12.20 20.50 16.30 4.10 42.90 0.40 13.50 0. Perdagangan.90 7.20 4.90 15.10 4.30 18.30 0.50 0.20 4. dan Rumah Makan.50 15.50 4. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia 1 (2) 52.90 1.90 5.60 4.30 3.90 3.70 6.70 6.80 2.50 1. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Bangka Belitung Kep.20 5.00 16.30 0.30 1.90 4. Hotel.40 0.90 23.10 4.10 5.70 7.50 2.30 0.50 12.90 3.30 0. Holtikultura.00 16.90 19.80 0.40 7 (8) 4.40 2.70 21.20 0.30 2.10 12.00 8. Transportasi dan Pergudangan. dan Rumah makan (18.80 4.90 1.70 14.30 0.20 0.40 2. dan sektor Industri Pengolahan (10.90 27. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.

3) Perkebunan.70 0.00 1.70 3.60 0.10 42. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 1. 2) Holtikultura.50 1.90 1.50 0.20 0.80 38.70 4.50 0.20 3.00 31.70 1.30 19.10 1. 1.90 0. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.20 0.30 1.40 4.80 0.80 3.20 33.10 5.2 Holtikultura.10 0.70 39.80 33.20 9.50 57.30 0.30 2.30 60. Tabel 5.70 1.10 0.10 3.10 52.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 DATA 1.20 0.60 9.10 1.10 8.00 36.00 31.4.60 3.70 1.00 68.30 1.50 10.90 0.42 b.30 4. 1.70 1.00 3.00 0.80 4.20 1.10 19.10 0.40 1.50 11.10 0.20 53.10 24.4 Perikanan.30 0.20 3.40 62. 4) Perikanan.30 26.50 2.30 29.60 0. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.40 0.40 4.3 Perkebunan.30 7.40 0.70 13.20 0.30 0.10 1.20 58.60 0.70 3.30 0.70 1.40 Jumlah (8) 52. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.30 0.70 8.60 57.10 2.60 8.00 2.10 2.80 1.20 43.00 3.70 57.00 47.50 1.20 2.60 22.30 30.30 0.50 0.70 19.80 16.50 62.10 19.6 (7) 0.90 42.40 0.10 1.5 (6) 0.60 5.30 0.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.20 0.10 39.70 20.00 4.20 0.50 MARET 2012 .20 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.20 46.60 2.20 0.40 0.40 0.40 5.40 1.1 (2) 29.40 0. 1.2 (3) 2.70 7.90 47.10 2.30 3.00 0.20 11.30 0.20 40.80 29.10 2.20 6. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24.70 7.60 0.00 37.10 4.20 0.00 16.20 0.40 0.20 0.70 1.60 18.20 0.40 21.00 3.80 20.30 13.30 0.3 (4) 15. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor.90 23.90 3.70 1.00 0.00 2.00 1.50 0.00 20.90 2.10 4.90 61.60 54.90 44.5 Peternakan.20 0.1 Pertanian tanaman padi dan palawija. SP2010 Provinsi (1) 1.10 5.70 3.10 4.80 3.40 0.50 1.50 1.70 44.10 1.90 10.20 1.10 0.30 0.70 3.80 41.70 24.70 1.20 0.00 24.00 0.60 2.20 1.60 1. 5) Peternakan.60 2.60 13. Bangka Belitung Kep.70 0.40 0.4 (5) 3. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija. dan subsektor 3) yang menyediakan 9.40 persen kesempatan kerja.80 19.60 37.80 0.40 SOSIAL 1.10 75.60 63.40 0.60 9.20 0.70 18.80 15.10 2.90 51.80 0.60 2.00 61. 1.60 2.70 51.30 1.30 1. 1.10 29.80 2.40 32.30 34.20 1.50 32.50 33.50 23.50 2.00 19.60 25.00 EKONOMI 1.50 0.7 persen kesempatan kerja.90 9.20 0.90 2.40 21.90 3.30 35.90 0.90 4.90 5.90 1.80 1.

00 3.00 17. 9.80 11.90 9.40 17.40 10.20 11.10 1.20 0.70 17.40 1.70 21.10 9.1 (2) 6.30 5. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 9.5.90 7.50 13.20 0.60 9.90 16.00 5.90 22.90 11.40 13.40 4.40 11.50 4.20 1.20 5.2 Jasa Kesehatan.30 7.80 4.00 1.90 1.90 15.10 3.50 16.90 3.00 14.20 7.90 1.80 4.60 12. Di antara subsektor tersebut.60 12.70 10.50 1.60 9. 43 Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.10 5.10 1.90 15.40 6.60 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.50 5.30 16.60 3.10 11.70 4.30 4.70 5.00 persen).20 1.50 1. 3) Jasa Kemasyarakatan. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa. 9.20 1.20 0.60 0.30 3.3 (4) 10.40 11.00 1.80 9.80 1.70 7.80 0.3 Jasa Kemasyarakatan.30 13.10 0.50 10.40 5. Bangka Belitung Kep.50 16.2 (3) 1.80 14.40 0.40 10.80 12.80 0.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 c.30 22.30 1.70 15. Tabel 5.80 1.20 18.50 20.00 9.50 13.70 7.70 9.00 5.1 Jasa Pendidikan. lalu sub sektor 1) (4.50 3.70 14. 2010 Provinsi (1) 9.30 1.20 9.60 4.70 1.70 3.90 1.00 10.00 20.20 1. 2) Jasa Kesehatan.20 17. yaitu 1) Jasa Pendidikan.90 11.80 3.70 1.10 11.90 1. lihat Tabel 5.10 4.40 5.80 7.10 1.50 16.20 7.20 20.10 4.70 8. Pemerintahan dan Perorangan MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI Jumlah (5) 19.80 3.40 10.20 17.80 4.00 16.30 13.00 20.20 15. Pemerintahan dan Perorangan.60 persen).00 1.40 2.50 7.80 3.50 15.30 1.20 14. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.10 27.70 3.20 1.40 9.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.70 EDISI 22 .

93 60.67 69.13 67. Pada masa umurumur sekolah (7−24 tahun) sebesar 62.08 84.55 92.18 (5) 24.27 94.77 95.74 37.96 82.21 48.29 19.90 60.78 97. Laki-laki pada umur 7−12 tahun sebesar 94. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 39.54 48.58 80.89 48.99 94.16 48.7.01 31.08 48.55 25.24 13.56 63.19 85.27 86.17 93.89 58.93 34.15 93.74 47.29 20. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.45 31.48 persen masih sekolah.35 (2) 96.78 94.51 21.98 35.41 79.54 (3) 90.33 88.30 58.24 57.49 61.93 17.26 39.01 61.37 72.85 95.97 16.21 59.43 52.01 78.93 34.22 41.73 57.83 14.12 45.26 37.63 47.41 47.59 96.35 68.52 57.43 15.20 43.21 persen laki-laki masih sekolah.88 94.15 55.45 94. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Status Sekolah (Tabel 5.43 67.02 63.49 25.89 14.46 20.05 93.83 83.81 78.58 15.36 93.73 59.06 58.97 39.93 25.89 93.60 35.94 87.44 8.30 91.04 52.61 94.00 15.46 95.87 62.90 81.22 50.72 63.84 43.85 65.94 34.30 78.91 39.27 54.17 95.89 54.41 84.01 22.94 59.02 42.13 7.48 85.19 82.46 88.47 11.46 68.69 11.64 7.8) a.20 69.33 57.58 47.93 21.41 18.29 62.21 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .81 16.20 15.37 57. Tabel 5.41 54.11 15.50 27.60 14.6.72 82.48 (4) 67.98 27.01 13.49 48.69 95.95 70.23 82.07 97.95 19.84 61.43 94.33 63.74 95.34 47.83 73.02 17. 2010 Laki-Laki Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.54 persen masih sekolah.53 62.52 11.90 83.36 96.95 46.62 89.91 86.44 75.59 64.71 55.50 94.41 (6) 68.32 94.08 57.35 53.25 61.66 54.02 62.92 44.82 44.79 21.95 60.68 92.68 62.36 79. dan Tabel 5. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.36 60.88 62.65 63.16 10.87 95.90 81.96 34.01 91.04 88.78 46.60 37.85 12.54 94.33 33.6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi. Bangka Belitung Kep.66 52.36 59.12 28.12 50.18 65.60 80.52 36.62 30.42 13.65 64.85 23.67 86.32 48.91 91. Tabel 5.50 67.91 40.83 93. laki-laki pada umur 13−15 sebesar 83.78 91.96 87.19 85.

79 94.52 66.90 61.74 13.94 40. perempuan pada umur 13−15 sebanyak 85. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.63 43.93 93.37 81.24 52.34 18.27 61.15 17.87 53.05 69.70 46.04 persen masih sekolah.69 58.17 95.43 14.21 96.31 70.22 59.62 26.66 95.17 50.09 19.33 11.49 62.33 46.93 56.84 81.28 84.45 15.65 93.00 82.87 14.45 89.80 53.79 22.31 12.56 60.77 61.50 37.34 persen perempuan masih sekolah.99 95.34 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .58 95.99 50.58 55.96 63.09 71.95 10.53 39. Pada masa umur-umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.38 (5) 28.26 95.80 45.19 21.39 31.89 29.03 59.26 86.46 45.62 39.71 96.53 81.47 64.87 66.16 18.86 88.84 37. Tabel 5.11 53.02 81.93 80.25 54.49 50.98 36.7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.55 95. 2010 Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.43 57.13 91.88 60.47 41.72 95.59 97.67 38.66 38.69 93.30 51.21 95.95 88.37 83.63 62.08 48.33 37.15 38.27 61.05 88.27 persen masih sekolah.27 65.58 62.10 53.49 48.92 58.32 13.70 53.62 82.11 95.01 16.90 62.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 b.64 92.39 26.27 (3) 92.27 88.17 94.88 27.89 54.59 87.02 55.18 49.57 85.27 90.17 94.36 85.92 64.03 14.49 95.74 87. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.64 6. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.04 18.35 94.50 95.71 31.70 94.54 86.20 13.88 58.52 95.97 18.12 12.89 64.38 84.14 47.64 13.14 16.50 83.22 85.64 37.93 85.87 (2) 97.12 24.51 67.69 31.07 43.77 45.04 (4) 71.91 71.50 98.26 43.84 61.97 61.02 56.85 62.13 30.53 15.37 35.85 42.80 61.17 61.72 60.29 38.20 64.14 95.83 12.13 89.49 44.86 46.36 46.14 96.14 50.15 10.42 10.52 82.92 56.44 32.91 58.69 58. Bangka Belitung Kep.30 85.19 95.12 50.72 63.66 96.19 89.63 18.00 27.53 60.21 96.28 61.96 7.53 89.61 16.89 35.60 96.77 (6) 69. 45 Perempuan pada umur 7−12 tahun sebanyak 95.49 64. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.87 85.26 41.32 70.22 93.

75 64.8.85 42.53 96.69 50.65 44.92 80.10 61.17 94.55 95.13 36.82 94. Bangka Belitung Kep.11 82.98 52.09 (6) 69.16 95.90 61.08 16.81 48.89 96.42 52.05 64.13 11.41 39.06 18.53 82.54 17.24 (4) 69.07 62.68 37.93 62.77 70.54 80.02 88.11 64.93 46.89 48.07 15. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.46 50.74 20.42 81.45 52.83 96.35 60.93 40.90 11.70 47.51 21.68 38.20 59.86 69.11 89.65 38.70 32.74 89.60 62.56 37.28 18.48 54.40 29.00 95.94 94.29 92.78 (5) 26.38 55.62 80.27 17.48 31.89 (3) 91.24 persen masih sekolah.18 95.49 84.89 persen masih sekolah.03 22.62 44.86 84.37 14.11 45.73 63.64 70.90 58.18 94.98 48.78 77. Pada umur 7−12 tahun sebesar 94. Tabel 5.63 66.10 93.43 54.96 25.37 66.57 89.32 53.18 97.06 84.51 59.46 c.02 94.88 58.66 10.38 7.42 37.97 14.68 49.62 59.14 77.95 87.77 29.01 25.13 58.30 92. pada umur 13−15 sebesar 84.58 88.03 95.17 86.01 20. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.38 96.91 85.28 98.72 83.45 84.57 56.56 58.83 34.25 45.13 81.28 63.61 15.04 12.80 7.72 94.75 58.79 67.73 39.46 94.53 87.8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.34 81.97 95.46 46.78 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .00 61.83 95.50 50.68 53.63 55.26 95.27 92.80 84.14 46.37 94.79 56.62 42.77 61.27 63.48 92.95 66.92 84.76 36.90 28.45 58.65 50.71 58.09 (2) 97.68 26.34 58.85 71.94 61.50 87.11 15.87 13.59 63.93 88.52 13. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.56 40. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.55 31.42 12.08 16.54 12.64 49.85 40.18 65.00 85.94 35.51 93.22 16.60 19.62 21.77 86.64 66.44 94.99 88.18 35.94 47. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.66 80.84 93.78 25.73 18.35 94.51 95.07 62.22 65. 2010 Laki-Laki+Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.80 11.13 57.04 62.14 62.37 45.44 45.40 34.63 62.51 14.78 persen penduduk masih sekolah. Pada semua umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.86 50.

18 85.52 16.00 100.97 27.38 6.29 13.68 8.01 14.68 47.13 24.63 64. tanpa perjanjian sewa/kontrak.40 9.00 100.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri.00 100.27 12.09 74.85 68.45 (6) 100.61 3.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 9.39 7.04 19.77 71.69 11.91 3.76 6.46 14. 47 Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5.04 6.78 80.21 84.71 4.79 (4) 2.00 100.00 100. dan lain-lain.83 17.28 5.81 72. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak.00 100.81 2.87 8.64 15.00 100.97 6.16 11.00 100.00 100.53 7.00 100.76 20.72 11.9) Sebanyak 77.84 86.42 75.97 2.62 13.00 82.93 2.04 3. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7.00 100.18 3.59 4.87 79.68 1.00 100.00 100. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Milik sendiri (2) 76.70 Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (3) 7.31 6.00 100.17 73.54 83.42 81.18 persen sampai 20.15 3.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.20 3.69 2.86 10.02 6.21 10.96 13.00 100. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.33 9.37 1.58 10.00 100. Bangka Belitung Kep.45 persen.15 2.68 84.58 67.89 persen) milik sendiri.05 85.75 5. tanpa membayar.98 10. Tabel 5.89 77.07 14.00 100.86 2.85 2.77 7. Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.00 100. yakni sekitar 6 persen.44 10.89 76.17 6.00 100.97 4.71 1.52 3.07 17.35 4.00 100.16 4.00 100.88 12.00 100.05 80.00 100.54 9.00 100.25 18.19 2.46 8.15 11.11 78.29 63.59 5.49 10.00 100.57 3.60 18.00 100.25 5.00 100.27 2.35 8.38 3.73 80. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.15 7.45 75.37 9.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal.00 100.00 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .94 3.27 7.06 (5) 13.75 60.00 100.00 100.23 5.09 4.13 8.00 100.71 5.45 84.18 7.50 2.52 72.30 7.18 11.09 5.77 10.22 2.27 persen. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.04 76.55 8.00 100.98 9.20 6.94 4.83 62.55 1.57 5.00 100.28 78.08 2.36 10.19 77.28 12.

88 23.21 32.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.31 27.99 7.51 11.52 2.38 2. Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.67 10.14 EKONOMI Mata air terlindung (6) 4.35 12.97 34. Bangka Belitung Kep.67 50.72 12.62 1.59 14. (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja).40 13.00 67.29 20.66 80.44 persen).57 9.83 5.12 6.06 9.03 83.74 1.70 16.10 1.39 5.39 16.18 11.53 1.70 88.38 15.23 7. Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.02 32.37 70.49 6.10) Sebanyak 83.84 82.28 6.80 0.96 22.45 8.37 2.17 91.13 31.32 15.58 8.94 87. Tabel 5.54 90.70 persen).81 26.81 12.69 15.38 19.96 1.47 57.95 8.74 18.79 3.54 15.17 14.06 50.10 88.68 8.60 12.24 99.19 13.94 1.28 28.76 71.92 11.92 85.12 14.80 7.70 12.69 12.11 53.25 11.69 17.44 20.83 4.69 17.02 37.44 Jumlah (7) 76.14 7.87 60. berdasarkan kriteria sumber air saja.73 17.96 31.58 19. sumur pompa (12.94 33.33 89.04 63.61 3.01 19.31 24.48 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 10.83 4.03 12.19 8.01 4.32 41.19 12.53 1.02 1.35 18. air ledeng (15.96 9.68 4.19 9.59 56.74 16.07 8. dan mata air terlindung (8.10 8.51 31.24 12.48 77.06 2.79 63.62 2.24 20.61 1.19 31.23 15.32 4.61 84.22 79.03 50.63 4.90 37.14 11.88 27.13 10.75 19.25 4.98 56.97 20.87 25.59 1.56 36.96 74.25 9.03 40.10 4.73 88.69 5.86 7.63 4.31 2.11 3.69 19.90 35.25 15.64 18.75 4.25 3.60 22.45 31.66 48.01 29.21 46.12 2.40 MARET 2012 .40 0.70 Ledeng Pompa (3) 9.38 10.76 65.70 persen).14 persen).84 26.11 11.66 83. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Air kemasan (2) 20.13 0.75 17.84 19.37 79.28 3.08 15.12 28.05 30.70 (4) 2.41 1.05 27.40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.13 10.34 3.94 4.42 persen).65 42.18 8.94 21.27 46.86 1.16 6.05 5.96 23.78 23.50 87.26 17.04 0.60 10.00 16.29 12.51 18.89 91.41 8.64 77.42 2.07 7.62 19.87 70.42 DATA SOSIAL Sumur terlindung (5) 38. air kemasan (14.

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

49

11. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.11 dan Tabel 5.12).
a.

Sebanyak 65,80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk
buang air besar. Sementara itu 11,72 persen menggunakan jamban bersama
dengan rumah tangga lain, dan 3,59 persen menggunakan jamban umum.
Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan
fasilitas jamban untuk buang air besar.
Tabel 5.11
Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar, SP2010
Provinsi

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

b.

Jamban
sendiri
(2)
59,25
75,37
54,74
82,93
69,12
66,51
66,12
77,44
68,67
82,98
76,47
67,92
65,46
73,95
62,05
64,55
67,65
41,23
63,38
61,82
59,26
65,14
80,43
65,21
50,06
63,40
56,65
33,78
44,24
50,05
46,16
59,55
48,01
65,80

Jamban
bersama
(3)
6,58
5,55
10,44
6,01
7,55
9,85
6,52
8,47
3,14
11,07
18,88
13,85
10,79
19,11
13,14
10,71
17,83
12,26
10,89
8,72
20,50
14,06
8,42
14,42
5,67
9,49
7,98
10,97
5,85
9,31
10,22
16,54
11,96
11,72

Jamban
umum
(4)
6,63
3,23
5,39
1,42
3,61
4,42
1,76
1,33
1,77
1,02
3,86
6,72
2,94
0,84
1,70
3,08
0,17
2,20
1,16
3,14
6,49
5,90
3,50
2,35
4,05
2,06
2,43
8,49
2,53
6,84
14,93
7,91
3,72
3,59

Tidak Punya

Jumlah

(5)
27,53
15,84
29,44
9,64
19,72
19,22
25,59
12,76
26,41
4,93
0,79
11,52
20,81
6,09
23,12
21,66
14,35
44,30
24,58
26,32
13,74
14,90
7,65
18,02
40,22
25,05
32,94
46,76
47,38
33,80
28,69
16,00
36,31
18,88

(6)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri, bersama,
umum) terdapat 74,29 persen yang menggunakan tangki septik, sebanyak
17,27 persen tanpa tangki septik, dan 8,44 persen tidak mempunyai tempat
pembuangan akhir. Kondisi di provinsi beragam, dimana penggunaan tangki
septik berkisar 44,42 persen sampai 96,74 persen.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

50

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

Tabel 5.12
Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir
Tinja, SP2010
Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

EDISI 22

Tangki septik

Tanpa tangki
septik

Tidak punya

Jumlah

(2)
73,84
77,67
68,90
67,39
68,00
66,94
67,11
58,20
93,23
86,49
92,53
68,44
76,10
87,38
72,79
87,60
96,74
87,78
44,42
67,66
56,57
65,69
80,29
87,45
82,98
85,87
76,53
92,74
79,67
84,36
82,80
77,61
48,16
74,29

(3)
16,68
15,68
16,52
22,93
21,05
21,97
26,62
35,05
4,80
6,96
4,47
18,70
17,30
10,93
21,20
7,45
2,29
8,13
43,13
17,84
21,24
16,60
11,62
9,78
10,99
10,31
18,02
4,53
14,71
8,97
7,22
11,75
15,05
17,27

(4)
9,48
6,65
14,58
9,69
10,95
11,09
6,27
6,75
1,98
6,55
3,00
12,86
6,60
1,69
6,01
4,95
0,97
4,09
12,46
14,50
22,19
17,71
8,09
2,78
6,03
3,82
5,45
2,73
5,61
6,68
9,98
10,64
36,78
8,44

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

51

12. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5.13)
Bahan bakar gas digunakan oleh 45,16 persen rumah tangga Indonesia.
Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh
tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa,
Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.
Bahan bakar kayu juga masih populer, digunakan oleh 40,11 persen rumah
tangga. Minyak tanah digunakan oleh 11,69 persen rumah tangga. Masih banyak
provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol, terutama ketika
penggunaan gas di sana tidak menonjol.

Tabel 5.13
Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak, SP2010
Provinsi

Listrik

Gas

Minyak
tanah

Arang

Kayu

Lainnya

Tidak
pakai

Jumlah

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

1,36
1,01
1,39
0,81
0,74
0,59
0,79
0,50
0,74
1,06
1,34
1,00
0,23
0,23
0,75
1,13
1,43
0,37
0,30
0,71
0,78
1,50
0,86
1,11
0,43
0,54
0,40
0,70
0,31
0,55
0,61
0,53
0,18
0,77

16,23
38,40
12,29
15,60
17,74
54,44
14,57
24,68
35,18
36,61
83,70
70,11
51,41
45,81
46,75
68,55
50,72
2,05
0,27
25,46
4,91
7,94
55,87
1,33
1,95
42,83
3,53
0,67
7,10
0,53
0,43
1,81
0,60
45,16

38,45
27,17
31,94
46,67
28,55
5,62
24,41
5,46
37,00
50,47
4,72
1,40
1,01
1,24
5,19
1,78
4,92
35,94
15,80
17,84
45,04
44,49
22,87
49,53
26,16
9,27
29,39
34,93
16,07
40,33
30,29
50,93
27,89
11,69

0,03
0,04
0,05
7,00
4,81
1,31
0,04
0,23
0,33
0,32
0,00
0,04
0,10
0,58
0,04
0,05
0,02
0,05
0,05
0,32
0,17
0,05
0,60
0,33
5,46
2,11
3,81
0,08
2,07
0,06
0,12
0,12
0,29
0,49

43,02
32,59
53,58
28,95
47,64
37,61
59,72
68,55
25,92
9,08
0,22
25,51
45,94
42,76
45,83
25,98
39,35
61,11
83,37
55,22
48,71
45,29
18,25
47,18
65,67
44,86
62,64
63,27
74,25
57,93
68,12
45,62
70,61
40,11

0,08
0,17
0,14
0,15
0,11
0,12
0,08
0,08
0,09
0,25
0,44
0,22
0,09
0,34
0,16
0,25
0,10
0,10
0,08
0,11
0,13
0,07
0,18
0,12
0,09
0,07
0,06
0,10
0,04
0,10
0,09
0,16
0,14
0,16

0,82
0,62
0,61
0,81
0,42
0,30
0,40
0,49
0,74
2,21
9,58
1,71
1,23
9,04
1,28
2,26
3,45
0,37
0,13
0,33
0,26
0,66
1,37
0,40
0,24
0,32
0,18
0,25
0,16
0,49
0,32
0,83
0,29
1,61

100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

89 2.24 32.82 10.22 EKONOMI Jumlah (5) 69. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.02 57.37 78.78 1.60 4.82 0.76 24.96 60.73 4.54 80.86 73.58 72.53 0.40 0.80 64.34 68.06 61.89 0.36 1.02 48.07 42.66 0. Bangka Belitung Kep.82 9.67 4.94 77.30 69. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel.44 68.63 3. Penguasaan Telepon (Tabel 5.13 74.33 8.70 9.18 66.14) Sebanyak 73.44 0.37 58.39 3.15 0.24 65.24 3.86 75.73 0.67 71.03 45.39 3.73 81.08 4.88 95.49 6.13 52.01 64.48 71.94 0.42 10.45 0.62 0.72 0. Tabel 5.23 6.04 4.79 74.57 63.79 83.50 71. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.81 0.39 60.30 4.45 70.31 0.33 0.86 0.32 70.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.47 0.11 62.24 0.67 82.75 (3) 66.52 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 13.37 5.16 68.50 85.96 70.33 70.67 0.53 0.30 77.01 64.19 80.53 0.81 67.82 3.14 91.45 49.42 68.18 5.60 0.77 0.29 0.12 73.60 7.15 7.47 64.38 MARET 2012 .11 80.35 56.47 0.42 0.37 29.13 87.41 60.65 75.66 0.63 76.15 10.05 76.70 0. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kabel Seluler (2) 0.59 66.31 54.48 0.85 2.40 5.41 DATA SOSIAL Kabel dan Seluler (4) 2.44 82.23 0.26 64.41 93. di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses.77 54.79 0.53 0.52 3.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon.79 4.13 4.06 83.37 80.78 8. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.84 3.74 65.

75 7. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Jumlah (2) 115 755 366 296 213 345 192 836 111 332 231 434 65 955 181 847 39 993 85 778 751 880 1 830 652 1 176 894 315 111 1 392 606 397 930 152 834 100 795 64 295 121 133 73 328 177 036 193 146 129 241 70 920 316 279 58 412 41 053 19 578 42 416 20 358 19 703 47 274 9 117 445 DATA SOSIAL EKONOMI % (3) 10.05 6.86 8.33 14.25 9. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat.34 11.15. Sulawesi Utara (22.21 persen).53 14.21 11. Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14.42 15.18 persen).36 13.40 9.15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.50 11.42 29. Bangka Belitung Kep.91 EDISI 22 . Secara nominal jumlahnya mencapai 9. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. DKI Jakarta (29.63 16.42 12.12 11. Tabel 5.55 14.52 30. Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30.06 18. Jawa Tengah. dan DKI Jakarta.25 14. Kalimantan Timur (22.1 juta rumah tangga.85 19.51 12.93 13.36 persen).98 persen).86 12.98 15. Jawa Timur.76 15.84 12.18 22.83 7.15 22.57 13.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 53 14. Lihat Tabel 5.43 17.80 18.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet.

56 persen) dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6.00 113.56 persen.0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119.7 juta orang.53 116.14 persen. jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.49 119.12 7.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.40 117.28 109.74 108. Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011).96 9. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jumlah penganggur Agustus Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A.67 100 80 60 40 8.42 persen).83 113.6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111.1 Jumlah Angkatan Kerja.32 8. 4.87 104.59 8.70 0 Februari Agustus Februari 2009 Februari 2010 Angkatan Kerja 2. berkurang sekitar 1.70 juta penurunan orang (6.54 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 VI. 3. Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1. Grafik 6.41 104.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.26 20 8. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .21 107. mengalami 2011 sebanyak 7. berkurang sekitar 2.4 juta orang.37 111. dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 120 116.4 juta orang. Agustus Agustus 2011 Bekerja Penganggur Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109.3 juta orang. Penduduk yang Bekerja.

Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011. 6. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan (1) 1.96 persen). Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2.52 Paruh waktu 17. Pekerja tidak penuh *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2.56 32.6 juta orang (5.12 7.26 15.14 6. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 3.67 8.34 7.80 6. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011.73 13.27 15.70 67.41 7.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.01 18.37 107.06 4. sebesar 75.31 persen).59 Setengah penganggur 15. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1. terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian. sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3.83 67. Jumlah angkatan kerja mencapai 117.4 juta orang (1. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan. Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0. Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran.27 34.00 Agustus (3) 116. B. Angkatan Kerja.17 persen). 5. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.32 8. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54.41 108. sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.80 33.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011. dan Pengangguran 1.1 juta orang (7.96 68.15 persen). Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 2010 2011 *) Februari (2) 116.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.62 persen. Pada Agustus 2011.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.4 juta orang turun sekitar 2.1 juta orang (68.53 18.19 34.46 21.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu.40 Agustus (5) 117.59 8.28 109. Tabel 6.40 persen).53 Februari (4) 119.2 juta orang (49. Penduduk yang Bekerja.21 111.2 juta orang (2.42 persen) dan Sektor Transportasi.72 69.

Gas. dan Komunikasi 5. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1.65 1.74 2. jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.84 5. Perdagangan. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja.24 23.34 22. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.05 13. kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi. 2. Lainnya * Jumlah *) 14.17 persen) bekerja pada kegiatan informal. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1.28 109.62 15.59 6.42 persen).82 5. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011.70 4. Jasa Kemasyarakatan ) 8. Pergudangan dan Komunikasi.59 5.17 persen). Konstruksi 4.33 13.54 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan. Transportasi. dan Air D.5 juta orang (37.40 5.82 13. dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011. Listrik.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.61 1.58 5.1 juta orang (7.41 108.48 39.2 juta orang (62.63 15.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama Februari (2) 42. Industri 2010 Agustus (3) 41.06 2. Perdagangan 7. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.50 1. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama.42 persen) dan Sektor Transportasi.96 17. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.21 22.21 111.21 persen dan 9. Berdasarkan identifikasi ini. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5.61 persen.83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68. maka pada Agustus 2011 sekitar 41.08 6.70 107. Pertanian 2. sisanya termasuk pekerja informal.49 23.64 1. Pergudangan.83 (1) 1. Jasa Kemasyarakatan.02 16.96 persen).40 1. Tabel 6.49 2011 Februari Agustus (4) (5) 42. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Sektor Pertanian.62 5. Keuangan 1.56 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 C. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan.67 3.

1 juta orang (68.39 persen).77 5.02 3.70 persen).66 3.16 5. Pada Agustus 2011.46 persen).59 3. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu.46 21.64 19.77 19.4 juta orang atau sekitar 1.98 17.67 (1) 3. Pekerja bebas di pertanian 6. Berusaha sendiri 20. Tabel 6.41 2.7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011.99 107. Secara umum. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19.41 108. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker). Buruh/Karyawan 7.93 persen).72 30.31 persen dari total penduduk yang bekerja (109. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .31 19.44 persen).82 5. 2.15 19. Pekerja keluarga/tak dibayar Jumlah E. pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu porsinya relatif kecil yaitu hanya 1.58 5.03 21.7 juta orang (3.92 21. Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3.28 109.72 32.32 5. Berusaha dibantu buruh tetap 4.4 juta orang (17. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1. Pekerja bebas di nonpertanian 5.51 37.28 5. dan berusaha sendiri sejumlah 19.21 111.13 5.52 34. 57 Dari 109.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 2.68 21.8 juta orang (34.68 18.7 juta orang).7 juta orang (17.26 3.3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) 2010 2011 Status Pekerjaan Utama Februari Agustus Februari Agustus (2) (3) (4) (5) 1. Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21.48 6.

kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .08 Jumlah 107. Tabel 6.40 15. SD ke bawah 2.40 persen).34 8.09 75.70 16.54 5.35 17.48 12.15 persen).59 35+ * 74.30 20.20 Februari (4) 1.20 15–24 11.4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja Perminggu 2011 (1) 1–7 Agustus (3) 1.67 Pada Agustus 2011.97 12. Sekolah Menengah Pertama 3.02 4.32 3.63 15.41 108. Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah.89 25–34 14.92 8.65 111.63 12. 2010 Februari Agustus (2) (3) 55. Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3.28 109.06 1–34 32.60 74. Diploma I/II/III 6.12 54.51 20. Sekolah Menengah Kejuruan 5.17 5. jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011).61 persen dan 0.94 5.27 34.00 15.63 15.67 ) *) 2010 Februari (2) 1.48 Termasuk sementara tidak bekerja F.22 20.80 33.54 15.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.31 54. Universitas Jumlah 2. Sekolah Menengah Atas 4.73 8.21 111.79 5.2 juta orang (2.58 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.21 2011 Februari Agustus (4) (5) 55.2 juta orang (49.23 persen.44 8–14 4.89 3. sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.88 2.25 107.5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan (1) 1.18 21.94 77.6 juta orang (5.86 3.19 34.81 4.59 4.41 108.37 Agustus (5) 1.11 9.28 109.

6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 3.66 4. TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun.80 6.43 persen. 2.56 1.55 7. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13.37 3.43 persen.16 6. Universitas 14. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0.41 7.54 persen.56 persen dari total angkatan kerja.02 7. TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi. yaitu masing-masing sebesar 10.45 7.14 6. Sekolah Menengah Pertama naik 0. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1.66 persen dan 10.06 persen dan 10. Sekolah Menengah Atas 11. Diploma I/II/III 15. 2. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun.19 persen.32 persen dan 2.17 10.00 10.43 5.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2.14 persen.78 11.90 11. SD ke bawah 2. Sekolah Menengah Pertama 7.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 59 G.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7. Pada Agustus 2011.7 juta orang atau 6. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7.37 persen.81 11.76 persen.85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011.59 7. Sekolah Menengah Kejuruan 13. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6.71 12.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6.37 3. Dibanding Februari 2011.81 3. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Tabel 6.83 8.95 8. 3.87 10.71 3.56 Jumlah H.92 9.24 11.90 12. Pada Agustus 2011.

41 21.9 5.3 7.60 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.6 2.3 3.69 101.5 3.25 22. Bangka Belitung Banten 726.45 Riau 207.37 2011 Februari Jumlah TPT (ribuan) (persen) (4) (5) 171.8 5.10 174.59 30.70 15.6 6.9 6.4 5.82 Sulawesi Tenggara 48.90 58.37 243.9 7.55 Papua 53.5 4.9 4.3 3.18 402.8 7.17 136.2 4.6 9.2 4.6 5.1 4.62 100.1 6.61 98.69 236.5 4.8 5.25 15.8 7.1 5.83 Sumatera Selatan Kep.14 41.1 8.8 10.28 33.94 8 319.2 4.34 59.3 5.2 8.68 697.05 542.43 460.8 9.4 13.1 3.6 3.61 19.2 2.94 Papua Barat 26.39 58.4 10.72 185.97 Jawa Timur 828.06 65. Yogyakarta 107.8 3.7 4.21 1 042.37 Sumatera Barat 152.62 25.6 3.8 4.2 7.80 Jambi 83.07 217.33 1 982.6 5.6 10.21 173.9 6.35 110.27 52.5 5.16 21.I.61 Bengkulu 39.4 8.2 3.61 55.2 4.68 30.38 Maluku Utara 26.72 60.55 57.88 Kalimantan Tengah 44.7 3.34 32.1 6.7 5.18 821.06 1 046.6 5.04 66.8 3.67 58.99 86.27 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (6) (7) 148.69 107.5 3.25 845.5 7.6 2.02 243.5 2.1 6.6 13.1 13.19 93.37 Lampung 220.07 1 002.32 119.6 3.62 Gorontalo 23.7 5.0 2.83 555.7 5.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi (1) Aceh 2010 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (2) (3) 162.9 7.6 4.01 299.14 8 117.9 6.0 6.03 26.8 5.0 8.14 142.6 6.63 19.7 10.5 3.33 71.8 11.43 Sumatera Utara 491.8 7.5 6.5 7.72 51.77 34.55 Kalimantan Selatan 96.7 2.4 9.66 28.5 5.25 103.3 8.9 9.5 8.56 17.61 46.78 DKI Jakarta 582.57 201.9 3.9 2.80 Jawa Barat 1 951.6 7.2 5.50 680.56 Kalimantan Barat Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Selatan Sulawesi Barat Indonesia EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .2 4.1 5.24 213.26 Sulawesi Tengah 56.65 228.16 Jawa Tengah Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tengggara Timur 68.86 52.4 10.62 112.8 6.80 7 700.95 162.8 4.97 53.32 Kepulauan Riau 57.8 7.06 Maluku 64.93 D.47 74.7 9.1 5.0 8.23 166.85 60.3 4.5 5.6 4.84 99.2 9.4 2.84 1 901.4 6.29 116.0 6.

854.32 bulan persen sebelumnya.UPAH BURUH FEBRUARI 2012 61 VII.32 persen dibanding upah buruh tani 2012 sebesar Rp39. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Februari Desember Upah Buruh Tani Januari `12 Okt ober November September JuLi Agustus Mei Juni April Maret Februari Desember Januari `11 Okt ober November september Juli Agustus Mei Juni April Maret 65000 60000 55000 50000 45000 40000 35000 30000 Februari `10 Rupiah Grafik 7.823.582 menjadi Rp28.715 menjadi Rp63. Upah Buruh Bangunan 2.14 persen. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 Rata-rata upah nominal harian naik buruh tani pada periode Februari sebesar 0.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 .854 naik 0. Upah Buruh Bangunan Pada Februari 2012.542. Sedangkan secara riil turun sebesar 0.35 persen. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional.939.675 menjadi Rp48.35 persen sedangkan secara riil naik sebesar 0.939 naik 0. yaitu dari Rp48. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1. yaitu dari Rp39.727 menjadi Rp39. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63.30 persen. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63. yaitu dari Rp28.

62

UPAH BURUH FEBRUARI 2012

Tabel 7.1
Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani, Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah)
Februari 2010Februari 2012
Upah Buruh Tani
(harian)

Bulan

Nominal
(1)

Riil

Upah Buruh Bangunan
(harian)
1)

Nominal

Riil

2)

(2)

(3)

(4)

(5)

Februari 2010

37 637

29 987

56 864

48 043

Maret

37 721

30 023

56 998

48 226

April

37 844

30 138

57 217

48 338

Mei

37 897

30 153

57 285

48 257

Juni

37 946

29 980

57 504

47 976

Juli

38 069

29 507

58 228

47 829

Agustus

38 198

29 356

58 276

47 506

September

38 301

29 315

58 475

47 460

Oktober

38 382

29 354

59 898

48 583

November

38 494

29 209

60 190

48 528

Desember

38 577

28 934

60 214

48 106

Januari 2011

38 648

28 705

60 340

47 779

Februari

38 769

28 755

60 758

48 045

Maret

38 852

28 832

61 069

48 448

April

38 976

29 098

61 190

48 695

Mei

39 082

29 175

61 409

48 811

Juni

39 144

29 104

61 476

48 598

Juli

39 215

28 975

61 583

48 358

Agustus

39 287

28 816

61 948

48 193

September

39 345

28 774

62 064

48 153

Oktober

39 412

28 787

62 210

48 322

November

39 503

28 736

62 263

48 199

Desember

39 599

28 701

63 157

48 616

Januari 2012

39 727

28 582

63 715

48 675

Februari

39 854

28 542

63 939

48 823

Catatan:

1)

Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100)

2)

Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100)

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

63

VIII. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN
FEBRUARI 2012
A. NILAI TUKAR PETANI (NTP)
1.

Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012
tercatat

105,10

atau

turun

0,60

persen

dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105,73.
Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya
NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan,
Hortikultura,

Tanaman

Perkebunan

Nilai Tukar Petani pada
Februari 2012 turun
0,60 persen

Rakyat,

Peternakan dan Perikanan yang masing-masing
turun sebesar 1,02 persen, 0,23 persen, 0,16
persen, 0,09 persen, dan 0,39 persen.
Grafik 8.1
Nilai Tukar Petani (NTP), Februari 2011–Februari 2012

NTP
106,50
105,75

106,00
105,17

105,50
105,00

104,50

104,79

105,11

105,64
105,51

105,10

104,87

104,50

105,73

104,00
103,50
103,00

103,32

103,91

103,33

102,50
102,00
101,50
101,00
100,50

NTP

2.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0,18 persen bila
dibanding It Januari 2012, yaitu dari 143,57 menjadi 143,31. Penurunan indeks
tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor, yaitu Tanaman Pangan (0,54
persen) dan Perikanan (0,03), sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami
kenaikan yaitu Hortikultura (0,20 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15
persen), dan Peternakan (0,28 persen).
MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

64

3.

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0,43 persen
dibanding Ib Januari 2012. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok
Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan
Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0,33 persen.
Grafik 8.2
Indeks Harga yang Diterima Petani (It), Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib),
Februari 2011–Februari 2012
146,00
144,00
142,00
140,00
138,00
136,00
134,00
132,00

130,00
128,00
126,00
124,00
122,00

It

4.

Ib

NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1,02 persen
dibanding NTPP Januari 2012. Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman
Pangan (0,54 persen), sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0,48 persen). NTP
Hortikultura (NTPH) turun 0,23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0,20
persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0,43 persen). NTP
Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0,16 persen disebabkan naiknya It
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,31 persen). NTP Subsektor Peternakan (NTPT)
turun 0,09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0,28 persen) lebih kecil
dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0,37 persen). NTP Subsektor Perikanan
(NTN) turun 0,39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0,03 persen),
sebaliknya Ib Perikanan naik (0,37 persen).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

Sandang 0.85 0. 3.59 -0. Inflasi Perdesaan 1. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0.13 -0. Grafik 8.08 persen.29 persen.08 0.42 persen.60 Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.3 Inflasi Perdesaan.00 persen 1. sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0.53 persen. 4.14 0.49 persen.29 0. Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 0.17 1.63 0. Kesehatan 0. Februari 2010–Februari 2012 2.46 persen dengan Pada Februari 2012 terjadi indeks umum konsumsi rumah tangga inflasi perdesaan sebesar 139. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.80 0. Makanan Jadi 0. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. yaitu Bahan Makanan 0.03 persen. Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1. Rekreasi.00 -0.63.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 65 B. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0.98 0.93 2.18 0.09 -0.46 persen provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.37 0.12 persen. Perumahan 0.41 0.40 0.81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.56 persen.80 2.74 0.40 persen.40 0. dan Olah Raga 0.50 persen.20 0.46 0. 0.13 0.71 0.46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras.40 0.02 persen.05 0.41 0.79 0.74 0. serta Transportasi dan Komunikasi 0.01 -0. Pendidikan.60 1.40 1.

46 150.44 143.Indeks BPPBM 4.38 105.64 143.05 122.95 151.07 147.11 134.15 0.43 0.66 138.96 142. Indeks harga yang diterima petani (It) .23 0.14 138.20 0.47 -0.72 122.48 0.42 143.48 0.42 145.Indeks konsumsi rumah tangga . Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .14 105.09 0.Buah-buahan c.Indeks konsumsi rumahtangga 139. Nilai tukar petani (NTPT) b.15 0. Perikanan a.55 138.03 -0. Indeksharga yang dibayar petani (Ib) . Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .01 125.Indeks BPPBM 2. Hortikultura a.29 0.35 136.18 0.63 -0.69 0.37 0.20 134. Peternakan a.10 105.31 147.51 150.Tanaman perkebunan rakyat c.Indeks konsumsi rumah tangga .35 101.78 143.64 106.Indeks konsumsi rumah tangga .49 131.54 -0.34 -0.11 0.14 137.17 140.34 -0.39 -0. Indeks harga yang diterima petani (It) c.19 138.21 101. Nilai tukar petani (NTPH) b. Nilai tukar petani (NTP) b.48 108.33 .50 118.16 0.27 126.49 0.27 142.67 0.55 133. Indeks harga yang diterima petani (It) . Nilai tukar petani (NTPP) b.Hasil ternak c.31 0.54 122.Indeks konsumsi rumah tangga .27 130.Ternak kecil .73 143.02 -0.Indeks BPPBM 3.Budidaya c.61 143.21 140.37 0.Indeks konsumsi rumah tangga .46 0. Indeks harga yang diterima petani (It) .47 -1.81 150.94 138. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .62 140.Indeks BPPBM 5.78 139. Indeks harga yang diterima petani (It) .18 0.42 134.36 139.35 125.Penangkapan 130.90 -0.86 145.89 131.Sayur-sayuran .26 0.1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Bulan Subsektor Desember Januari Persentase Perubahan (1) (2) (3) (4) 1. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 105.42 139.66 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8.99 105.Palawija c.46 0.06 0. Nilai tukar petani (NTPR) b.74 124.Indeks BPPBM Gabungan/nasional a.74 142.45 138.64 134.83 117.57 135.43 146.95 138. Tanaman pangan a.36 -0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .60 -0.Padi .07 122. Nilai tukar petani (NTN) b. Tanaman perkebunan rakyat a.69 144.15 138.26 127.54 146.87 137. Indeks harga yang diterima petani (It) .10 143.Indeks BPPBM EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .48 .30 .76 145.38 125.62 136.06 -0.28 0.09 0.60 132.31 136.78 138.53 138.34 0.37 0.63 127.98 108.29 106.Unggas .80 104.43 0.48 137.46 126.Ternak besar .

23 0.29 0.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 Bulan Bahan Makanan PerumahMakanan Jadi an Sandang Kesehatan Pendidikan.05 April -1.30 0.40 0.26 0.26 0.44 0.64 0.15 0.42 0.22 0.01 Juni 0.37 Januari 2012 0.41 0.13 0.40 Juli 0.25 0.24 0.12 0.57 0.12 0.31 0.09 Juni 1.38 0.41 Desember 0.17 Januari 2011 1.30 0.38 -0.27 0.18 0.38 0.55 0.35 0.11 0.32 0.10 0.04 0.80 0.37 0.97 0.35 0.44 0.29 0.03 -0.25 0. Rekreasi.35 0.00 0.39 0.36 0.44 0.95 0.98 Februari -0.49 0.29 0.78 0.42 0.74 Februari 0.59 0.12 0.20 0.44 0.53 0.45 1.45 0.37 0.55 0.56 0.15 0.53 0.63 Agustus 1.29 Oktober 0.25 0.39 0.03 0.27 0.53 0.41 Oktober -0.16 1.14 0.74 September 0.97 0.24 0.57 0.25 0.63 0.45 0.09 -0.15 0.28 0.19 0.05 0.43 0.34 0.14 0.65 0.07 0.59 Mei -0.15 0.34 0.46 0.12 0.04 0.50 0.20 0.15 0.50 0.63 0.90 0.15 0.37 0.02 0.27 0.11 -0.43 0.43 0.21 0.81 0.29 0. dan OR Transportasi dan Komunikasi Umum (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.19 0.36 0.52 0.10 0.37 0.57 0.16 0.34 0.22 0.44 0.23 0.12 1.28 0.25 0.51 0.16 0.71 Juli 3.22 0.27 0.07 0.50 0.06 0.21 0.10 0.08 0.23 0.93 0.02 0.13 November 0.50 0.51 0.05 0.40 0.36 0.08 0.20 0.15 0.19 0.37 0.11 -0.05 0.08 November 1.47 0.24 0.91 0.52 0.79 Desember 1.08 0.38 0.16 0.20 0.40 0.54 0.18 0.38 0.37 0.18 Mei 0.06 0.85 September 0.93 Agustus 1.14 Maret -0.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 67 Tabel 8.09 0.41 0.09 0.46 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .

53 7. Makanan jadi 131.31 1.88 127.53 1.56 2.05 0.42 0. Transportasi dan komunikasi 112. Bahan makanan 142.43 0.07 139.46 2.84 137.93 3.40 0.68 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8.83 5.56 1.99 123.36 125.89 135.01 114.20 3. Perumahan 133.97 139.50 1.02 5.56 144. Sandang 129.72 0.06 5. Rekreasi.17 4.46 1.86 114. Kesehatan 122.55 146. Pendidikan.66 0.62 122.87 2.49 1.78 0.23 134.63 0.30 140.84 6.29 0.36 0. dan Olah Raga 120. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Laju Inflasi 2012 KelompokPengeluaran Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 20121) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134.33 Tahun Kalender2) Yearonyear3) 1) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 3) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .60 135.3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.79 4.08 0.83 137.20 3.68 0.

68 per kg (turun 5. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A. Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6. Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.42 persen) naik 5. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).156.000.550. Sementara itu.00 per kg. Pada Februari 2012.232. Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6.31 gabah kualitas GKP di petani per sebesar Rp4. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .67 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya.67 persen) dan Rp4. rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan Pada Februarii 2012.050. Harga Gabah 1. Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati. 3.00 per kg dan Rp2. kg (turun 5. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).156. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur).31 per kg.610. Grafik 9.00 per kg. harga penggilingan masing-masing Rp4.1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 Rp/kg 4 000 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar Apr GKG Mei Jun GKP Jul Agt Sep Okt Kualitas Rendah Nov Des Jan'12 Feb HPP-GKP 2.00 per kg dan Rp2. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem. Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 69 IX.

97 2 896.86 3 970.17 4.28 persen) dan Rp4.15 12.33 24.24 per kg (turun 6.85 3 945.81 3 549.08 3 887.50 3 218.72 25.74 4 776.02 26.68 Mei 18.82 0.13 25.66 24.26 12.64 25.43 12.65 6.80 4 667.53 -0.64 5.37 23.55 3 565.27 3.63 3 296.667.29 3 449.40 5.54 3 048.50 4 182.14 3 838.66 Juni 18.01 2012 Jan 17.77 Nov 18.52 per kg (turun 6.71 -12.19 12.97 -18.01 10.19 2 923.67 4 406.16 per kg (turun 2.99 Apr 18.59 7.70 Pada Februari 2012.43 1.19 3. Grafik 9.71 2.51 12.32 8.28 12.87 2 542.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) GKG Rata-rata Harga (Rp/Kg) (3) Perubahan (%) (4) Rendah Kadar Air (%) (5) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (6) Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19.43 0.49 2.41 24.03 24.81 3 804. 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar GKG EDISI 22 Apr Mei GKP DATA Jun Jul Agt Sep Kualitas Rendah SOSIAL Okt Nov HPP-GKG EKONOMI Des Jan'12 Feb HPP-GKP MARET 2012 .83 Sep 18.24 4 548.85 -2.31 1.40 25.27 4 085.09 2.69 3 967.63 1.19 24.08 6.90 2 619.94 Juli 18.94 3 507.02 3 772.56 0.38 12.37 3 581.67 12.84 -2.15 3.87 3 178.10 4 398.25 Feb 18.45 Agt 18.79 -0.12 2.622.42 -4.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 4 000 Rp/kg 4.79 3 632.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya.86 12.28 26. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.54 12.85 per kg (turun 2.32 7.37 Des 18.24 4 281.79 12.549.54 3 997.45 2 794.90 3 480.71 4 156.80 3 684.10 3 229.48 26.72 -10.70 persen) dan Rp3.26 -3.70 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 Tabel 9.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya.02 Mar 19.77 13.85 -5.755.92 5.24 -6.91 3 707.23 3 753.73 4. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.26 11.67 Okt 18.36 3 416.45 4.31 -5.70 3 937.29 3.96 4.

97 2 968.475. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .71 4 232.32 7.18 0.12 3.84 4.49 3.2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.81 3 880.20 6.57 24.02 3 838.048.81 3.77 5.95 persen).17 12. Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (3) GKG Perubahan (%) (4) Kadar Air (%) (5) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (6) Rendah Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19.02 -0.93 -3.36 3 480.59 12.85 4 007.11 26.43 26.39 3.50 4 253.67 4 475.70 3 999.50 12.76 3.406.81 3 622.82 12.23 3 824.75 -5.45 2 863. dan kualitas GKG 80 observasi (8. Tabel 9.99 6.35 Feb 18.80 3 754.68 -5.86 4 044.87 2 607.90 per kg. kualitas GKG Rp4. kualitas GKG Rp4.55 3 631.92 7.08 3 972. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65.53 2.50 24.13 0.880.58 2.36 23.02 12. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.74 4.35 12.06 25.68 Agt 18.45 Juli 18. rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.84 per kg dan Rp3.607.80 2012 Jan 17.87 per kg.54 3 105.19 per kg.24 4 354.64 Juni 18. Sementara itu.76 13.542.857.74 4 857.79 3 703.32 per kg.30 8.19 2 981.20 12.47 25.90 2 691.51 -12.97 per kg. 6. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.26 per kg.HARGA PANGAN FEBRUAR I 2012 5.65 Sep 18.24 4 619.92 per kg.91 3 771.81 3 299.20 12.99 5.90 3 552.40 Mei 18.69 4 029.15 24.105.14 3 930.27 0.81 persen).72 per kg dan Rp3.93 per kg.46 0.776.87 3 241.54 4 067.32 per kg.90 3. 71 Selama Februari 2011–Februari 2012.87 5. Pada periode yang sama.97 Des 18.37 3 655.38 11.94 3 593.66 26.29 3 519.19 24.50 3 279.64 2. kualitas rendah 252 observasi (25.22 Apr 18.27 4 150. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.52 -6.65 7.16 Nov 18.79 12.16 -2.581. Dari keseluruhan observasi.12 Okt 18.80 4 755.89 2.49 per kg. dan kualitas rendah Rp3.85 10.32 4.804.50 25.655.17 -1.49 -5. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.28 -1.10 4 463.52 24.33 12. Sementara itu. dan kualitas rendah Rp3. tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.42 12.63 3 361.90 -17.84 -10.24 persen).05 25.61 1.74 Mar 19.

Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen). 2. Harga cabai merah turun 30. konsumen. gula pasir. Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen).33 persen bila dibanding Februari 2011.per tinggi dibandingkan dengan inflasi year- kg. Harga ikan kembung turun 1. minyak goreng.37 persen.48 persen bila dibanding Februari 2011. Artinya pemilik beras (pedagang. Sorong.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6.80 persen bila dibanding Februari 2011..520. Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram. Harga telur ayam ras naik 1. harga beras naik 15. Mamuju (masing-masing 6 persen). Secara nasional. susu kental manis. BULOG.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61. persen. Dibandingkan Februari 2011.56 .27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45. dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11.64 persen bila dibanding Februari 2011. Harga daging ayam ras turun 1. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen). Mamuju (masing-masing 10 persen).88 persen bila dibanding Februari 2011. Pangkal Pinang. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. lebih sebesar Rp10. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah.81 persen.77 persen dibanding Rata-rata harga beras Januari bulan Februari 2012 2012.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16. Harga cabai rawit turun 6. Komoditas lain seperti daging sapi.89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10. 3. Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1. petani. naik 0.72 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 B. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu. Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima. Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu.77 persen on-year periode yang sama sebesar 3.

3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) (1) Februari’11 (2) 9 118 Susu Telur Daging Daging Kental Minyak Gula Tepung Cabai Cabai Ikan Minyak Ayam Ayam Sapi Manis Goreng Pasir Terigu Rawit Merah Kembung Tanah Ras Ras (kg) (kg) (385 (liter) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (liter) (kg) gram) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 0.80 3.57 -1.31 -30.64 -45.90 -61.27 1.18 0.34 0.HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 73 Tabel 9.05 -6.48 6.01 0.77 -1.55 2.57 0.23 0.74 -0.99 -1.88 16.63 15.83 4.89 0.00 Bulan Beras (kg) Februari’12 thd Januari’12 Februari’12 thd Februari’11 (dalam persen) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .37 10.33 6.

dan besi beton) mayoritas naik harganya.1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 215 210 205 200 195 190 185 Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan. jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik. 2.74 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 X. aspal. air minum dan komunikasi Feb Des Jan12 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Apr Mei Feb Mar Des Jan11 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Mei Apr Mar 175 Feb 10 180 Bangunan lainnya 3. kaca lembaran. asbes gelombang. semen. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis.30 persen (Tabel 10. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0.35 persen naik sebesar 0.35 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Grafik 10. IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.11 persen (Tabel 10.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1. pipa pvc.1). Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0.3).2). INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 1. Pada Februari 2012. gas. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0. cat tembok.04 persen (Tabel 10.65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0.

75 Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0.25 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .65 2.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi. dan komunikasi 192.58 0.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0. Impor nonmigas 168.87 215.60 0.93 259. dan pelabuhan 212. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012.26 212.42 4. gas.30 Pekerjaan umum untuk jalan. Ekspor nonmigas 151.52 0.24 228. Pertambangan dan penggalian 228. jembatan.INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 4.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya.10 5.99 0.03 204.12 0.28 Bangunan lainnya 204. Industri 184.22 Konstruksi Indonesia 203. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal 197.31 151. air minum.35 Tabel 10.27 Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian 214.48 198. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.41 0. (2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) 1.59 193. Pertanian 257.48 0.11 187.69 0.53 -0.70 168.64 185.50 persen (Tabel 10.50 0.77 0.18 Umum nonmigas 187.48 203.00 0.4). Tabel 10.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas. Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1.20 Bangunan dan instalasi listrik.11 3.

76 175.46 0.55 0.77 Umum tanpa impor 188.24 0.36 Aspal 308.80 Umum tanpa ekspor migas 187.31 Semen 183.48 Tabel 10.21 0.99 182.48 178.25 0.53 188.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.31 188.36 0.89 0. Ekspor 158. Impor 181.04 308.50 Umum 187.69 158. Pertanian 254.64 0.65 4. Indonesia Desember 2011–Januari 2012.32 0.29 Cat tembok 175.43 1. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Kayu lapis 157.77 201.04 Kaca lembaran 182.63 184.78 190.65 183.42 189.34 0.93 1.40 2.69 181.82 Umum tanpa impor dan ekspor 199.86 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .44 184. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Januari terhadap Desember (%) (4) 1.76 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 Tabel 10.93 0. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.49 0.74 Umum tanpa ekspor 195.78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188.54 -0.78 197.19 0.13 Pipa PVC 179.69 0.40 159.55 5.97 0.66 228.37 257.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi. Pertambangan dan penggalian 226.10 Besi beton 180. Industri 183.70 3.40 Asbes gelombang 176.99 0.38 179.

Peternakan. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106. 2. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106. Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis.92. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A. Peternakan.27). 3.92). dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. Sektor Pertanian.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUM EN TRIWULAN IV-2011 77 XI. Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111. 2. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107. penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105. kecuali Sektor Pertanian.14). dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi bisnis pada Triwulan pengusaha IV-2011 meningkat (ITB 106. dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108. 1. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .37.2. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya.92) mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan.1. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang. dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98.37) meningkat dibandingkan triwulan IV2011.51).32). PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 Selain pada triwulan berjalan.86).53). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor. Kehutanan. berarti kondisi bisnis diperkirakan akan Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108. INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV2011 A. ITB TRIWULAN IV-2011 1. A. Kehutanan. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106.

72 97. Konstruksi 108. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya. IV-07 1.93 112. Pertanian.83 107.58 106.42 108.85 110.78 8.75 104.41 5.19 100 107.86 111.41 102.70 105.15 98.27 2.91 95 Triwulan Keterangan: 1) 2) ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200.32 106. Perdagangan.92 108.31 106.23 102.51 106.05 110. Nilai ITB = 100.45 105. Nilai ITB > 100. dan Restoran 106.55 Indeks Tendensi Bisnis 106.37 108.24 107.14 116.20 104.41 103.72 111.85 106.09 109.45 107. Peternakan.16 Grafik 11. b.22 104.63 105 106.16 96.80 109.78 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11.43 110 108.57 4. Nilai ITB < 100.94 105.86 106.53 105.33 98.58 104. Gas.39 106. dan Air Bersih 108.57 103.63 105.29 104.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ITB Triwulan IV-2010 Sektor (1) (3) ITB Triwulan II-2011 (4) ITB Triwulan III-2011 ITB Triwulan IV-2011 (6) (7) (5) Perkiraan ITB Triwulan I-2012 (8) 96.55 101.75 107.13 108.60 107. Pengangkutan dan Komunikasi 107.27 108. Hotel. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 I-12 IV-11 III-11 II-11 I-11 IV-10 III-10 II-10 I-10 IV-09 III-09 II-09 I-09 IV-08 III-08 II-08 90 I-08 9.05 111. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.90 105.64 106.00 111.37 102.51 101. Kehutanan. Perkiraan ITB triwulan I-2012.25 112.94 105.38 102. ITB Triwulan I-2011 . Industri Pengolahan 105. Listrik. Real Estat.92 105.32 105.12 110.04 110. dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa 110.80 7.35 101.86 106.23 106.1 1) Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan 2) Perkiraan Triwulan I-2012 120 115 112.36 110. dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian 108. dengan indikasi sebagai berikut: a.83 111.34 107.19 107. c. Keuangan. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.83 3.42 6.08 106.

24). perumahan. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110. artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. buah-buahan. transportasi.07). Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113.44 Indeks Tendensi Konsumen MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga.50 108. susu. Sebaliknya.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) ITK Trw III-2011 (2) ITK Trw IV-2011 (3) Pendapatan rumah tangga 110.48 111.67 110. rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari.1.24 108. Indeks Tendensi Konsumen 79 (ITK) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan IV-2011 meningkat konsumen (ITK 108. pendidikan. ikan.82 Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging.69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113.44.) dan bukan makanan (pakaian.34. dimana 13 provinsi diantaranya (39. dll. Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108.39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan. Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah.44) dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 B. Tabel 11. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi).71 103. ITK TRIWULAN IV-2011 1. rekreasi) 105. yaitu sebesar 105. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B. 2. kesehatan.

2.08) situasi perekonomian pada triwulan mendatang.46). EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .34 110 108.44 115 113.00). komposit juga persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan I-2012 diprediksi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap membaik (ITK 108.44).08. Aceh NTB Gorontalo Bengkulu Malut Jambi Kalsel Sultra Sumsel Sulteng Sulbar NTT Jateng Sumbar Lampung Sumut Jabar Babel Jatim Indonesia Riau Kaltim Banten Papua Kalteng Kepri Papua Barat Kalbar DI Yogyakarta Maluku Sulsel DKI Jakarta Bali Sulut 95 PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 Selain pada diperkirakan triwulan indeks berjalan.48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi 105. 1. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112. Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108.07 120 105 100 90 B. dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104. 1. artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik.80 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Grafik 11. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48.

46 115 100 90 Bengkulu NTT Jambi NTB Aceh Papua Barat Gorontalo Sultra Lampung Malut Banten Riau Sulbar Sumbar Kalsel Jatim Sumut Indonesia Kepri DI Yogyakarta Sumsel Maluku Jateng Kalteng Kalbar Papua Babel Bali Jabar Sulteng Sulut DKI Jakarta Kaltim Sulsel 95 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . radio.34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi 112. mebelair. oven/microwave. tape/compo. kompor/tabung gas. perhiasan berharga.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 81 Tabel 11. AC. VCD/DVD player.00 120 105 108.08 Grafik 11.08 110 104.50 Indeks Tendensi Konsumen 108. mesin cuci. HP. kulkas. kendaraan bermotor) 105.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang ITK Trw I-2012 (2) 1) 109. komputer.

43 113. 20.14 106. 19.77 113.46 100.64 105.40 110.41 105.77 109.31 106.18 101.24 103.00 105. 12.96 108.86 111.34 107.42 106.60 107.58 107.96 109.20 112.36 109. 15.07 104.58 101.35 104.40 109.62 110.20 110.17 100.4 1) Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi (2) Triwulan I-2011 (3) Triwulan II-2011 (4) Triwulan III-2011 (5) Triwulan IV-2011 (6) Triwulan I-2012 2) (7) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta JawaTimur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua 101.35 109.11 105.80 104.48 104.42 106. c.89 109.26 105.90 106.39 105.77 97.68 106. 24.27 108.84 108.78 107.31 105.44 106.22 100.60 109. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.44 109. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya. 25.60 105. 2.60 109.15 108.08 No.48 107.40 106.02 108.63 109.26 104.06 102.15 107. Nilai ITK = 100. 17.72 106. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya. 30. 8.46 109. Nilai ITK < 100. 26.01 111.47 105.06 102.55 105. 18.69 110.31 106.69 108.05 107.21 99.22 107.10 102.36 111.64 107.36 110.01 106.78 112.47 104. 33.96 107.40 110.15 103.84 111.24 106.44 110.91 110.61 108.33 107. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .57 108.17 106.40 107.53 105. 31.82 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11. Nilai ITK > 100.03 107.53 107. 3.02 105.12 110.46 106. Provinsi (1) 1.92 107.30 106.22 102. 11.66 103.75 101.12 108.46 107.55 111. 16.87 105.70 112.38 106. 6.69 104.23 110.51 103.92 108.32 109.69 100.48 108.09 113.55 101.54 102.10 110.24 108.07 107. 7. dengan indikasi sebagai berikut: a.07 107.68 109.75 111. b.70 100.26 105.47 114.37 110.96 107.46 105. 13.63 109.59 100. 21.96 110.21 109.72 108.23 112. 4.57 107.15 108.09 108.24 107.79 102. 22.58 109. 5.58 107.44 108. 23. 9.70 101. Indonesia Keterangan: 1) 2) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200.96 111.66 108.00 106.95 109. 27. 29. 14.56 109.07 106.04 106.75 107. 28.42 108.46 111. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012.89 99.12 100. 32.33 110. 10.90 114.39 105.48 104.47 98.33 107.44 107.56 107.06 108.39 111.10 105.28 110.89 101.16 108.98 109.

37 34. sebesar 0.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.73 juta ton (1.97 juta ton. PADI 1.74 60 Juta Ton 50 40 34.52 30.74 juta ton.70 persen).34 30 20 10 0 Jawa Luar Jawa 2009 2010 Indonesia 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM 2. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1. PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 A. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) sebesar 65. 2009–2011 70 64.40 29.13 ribu hektar (0.47 65.35 kuintal/hektar (0.74 juta ton Gabah Kering Produksi padi tahun 2011 Giling (GKG).10 persen) turun 1.40 66.PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 83 XII. Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus.1 Perkembangan Produksi Padi.24 juta ton. Grafik 12.10 persen dibandingkan tahun 2010. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1. mengalami penurunan sebesar 65.09 31. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12.88 36.2). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .

97 49.Januari−April .35 3.36 0.71 50.67 0.87 -301 080 -52 134 -9.Januari−Desember 2.99 49.72 0.32 1.10 .80 -0.44 48.Januari−April 49.39 .43 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3.88 -0.Mei−Agustus 50.September−Desember .53 -1. Produktivitas (ku/ha) .1 Perkembangan Luas Panen.22 -728 448 -1.10 3.93 -0.22 49.60 .45 22 463 966 22 152 985 12 429 363 14 992 617 21 083 726 14 028 406 -310 981 2 563 254 -1.Mei−Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0.September−Desember .Januari−Desember Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .50 2.09 .38 20.56 -0.96 -0.September−Desember .95 -0.13 327 301 5. 2009–2011 2 750 2 500 2 250 2 000 ribu ha 1 750 1 500 1 250 1 000 750 500 250 0 2009 (ha) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2246741 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 2010 (ha) 509181 1252719 1830866 958790 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 Tabel 12.61 50.Januari−April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2.Januari−Desember 49.78 2 487 244 3 022 050 12 883 576 13 253 450 2 720 970 13 201 316 534 806 369 874 21.2 Pola Panen Padi.45 50. Produksi (ton) .56 49.15 51.84 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Grafik 12.62 1 305 022 4.56 -3. Luas Panen (ha) .16 -0.83 -6. Produktivitas.77 1.27 -0.85 -78 355 -1. dan Produksi Padi Menurut Subround.62 -1 069 259 -964 211 -4.70 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0.Mei−Agustus . 2009−2011 Uraian 2009 2010 2011 (ASEM) (1) (2) (3) (4) Perkembangan 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (5) (6) (7) (8) 1.55 -1.

PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 85 B. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . menurun sebanyak 63.84 ribu ton biji kering.04 persen) dan sebesar 0.54 persen). turun 3.97 persen tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220.19 ribu ton (6.81 persen) dibandingkan tahun 2010.24 ribu hektar (6. Penurunan produksi kedelai Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843. C. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270.81 persen terjadi di Jawa sebesar 478.29 kuintal/hektar (2.84 ribu ton. JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17.02 persen).14 kuintal/hektar (1.56 ribu ton. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843.63 juta ton pipilan kering. Penurunan produksi tersebut Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17.54 ribu ton. menurun sebesar 698.60 ribu ton (3.63 juta ton.35 ribu ton.90 ribu hektar (6. sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1.97 persen) dibandingkan tahun 2010. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1. turun 6. Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.91 persen).

Luas Panen Ha 2009 (3) 2010 (4) Perkembangan 2011 (ASEM) 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (6) (7) (8) (9) (5) 1.36 45.Luas Panen .Luas Panen .81 Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8.37 44.97 Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.82 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.Produktivitas ku/ha .88 . Kacang Tanah .42 Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8.33 -81 333 -13.Produktivitas ku/ha .02 14.Luas Panen .26 1.99 4.85 0. Ubi Kayu .92 -63 193 -6.93 Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0.Luas Panen .99 8.02 Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.17 203. Kedelai .11 2.Luas Panen . dan Produksi Palawija.53 91 506 0. 2009−2011 Uraian Satuan (1) (2) .33 Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10.04 13.29 2.56 12. Jagung .85 -0. Produktivitas.30 11.71 7.Produksi (biji kering) 3.70 1.17 -88 279 -11.56 0.Produktivitas .81 0.Produktivitas ku/ha .91 Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3.25 1.57 0.91 11.49 12.24 49 392 16.21 9.Produksi (umbi basah) EDISI 22 Ton DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Kacang Hijau .2 Perkembangan Luas Panen.03 5.27 123.Produksi (pipilan kering) 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0.33 141 196 6.25 1.59 0.48 13.43 38 969 15.14 -1. Ubi Jalar .10 4.57 -39 895 -6.Produksi (biji kering) 12.63 -410 -0.85 0.73 13.39 3.18 1.92 113.48 0.78 ku/ha 111.Produktivitas ku/ha .38 Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1.54 42.86 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Tabel 12.07 0.35 1.46 202.99 Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0.96 -698 603 -3.52 -3 216 -1.Produksi (umbi basah) 6.Produksi (biji kering) 10.Produktivitas ku/ha 187.70 -270 243 -6.65 1.59 Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

87

XIII. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR
TRIWULAN IV 2011
A. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS)
1.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur
besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011
naik sebesar 6,02 persen (y-on-y) dari
triwulan IV-2010. Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5,53 persen dari triwulan IV2009, triwulan IV-2009 naik 4,46 persen
dari triwulan IV-2008, dan triwulan IV-2008

Pertumbuhan produksi
Industri manufaktur besar
dan sedang (IBS) triwulan

IV-2011 naik 6,02 persen
dari triwulan IV-2010

naik 1,51 persen dari triwulan IV-2007.
Grafik 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011
(2000=100)
8,00
7,00
6,02
6,00

5,53

Persen

5,00

4,46

4,00
3,00
2,00

1,51

1,00
0,00
2008

2009

2010

2011

Tahun
2.

Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3,09 persen (q-to-q) dari
triwulan III-2011.

3.

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0,43 persen (m-to-m)
dari Oktober 2011.

4.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1,16 persen (m-to-m) dari
November 2011.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

88

5.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6,23 persen (y-on-y) dari
November 2010.

6.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5,83 persen (y-on-y) dari
Desember 2010.

Tabel 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen)
2000=100
q-to-q

Tahun

y-on-y

Total

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

2008

-0,34

1,92

3,31

-3,26

5,85

3,30

1,60

1,51

3,01

2009

-1,65

2,38

2,74

0,96

0,19

0,64

0,09

4,46

1,34

2010

-1,83

2,42

2,13

2,77

4,26

4,30

3,67

5,53

4,45

2011

-1,69

1,61

2,95

3,09

5,68

4,85

5,69

6,02

5,56

Tabel 13.2
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen)
2000=100
Bulan
(1)
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

y-on-y
2010

2011

2010

2011

(2)

(3)

(4)

(5)

7,44
2,06
7,53
4,17
5,34
5,03
5,50
1,73
10,10
5,98
6,23
5,83

-0,57
-1,00
0,10
1,27
1,10
2,02
2,20
0,48
-6,15
7,02
-0,66
1,53

-0,22
-5,96
5,46
-1,89
2,23
1,72
2,66
-3,11
1,57
3,01
-0,43
1,16

5,25
4,02
3,50
3,80
4,07
5,00
5,49
4,66
0,81
4,87
4,68
7,06

EDISI 22

m-to-m

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

89

Tabel 13.3
Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang
Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen)
2000=100
Triwulan/Tahun
KBLI

Jenis Industri Manufaktur

(1)

(2)

III/10

IV/10

I/11

II/11

III/11

IV/11

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

15

Makanan dan minuman

4,70

0,18

-3,87

7,92

3,99

3,34

16

Pengolahan tembakau

-2,51

2,03

2,82

8,57

-1,92

0,72

17

Tekstil

0,34

10,78

2,16

-4,81

1,39

1,54

18

Pakaian jadi

0,09

5,04

1,46

-1,44

0,37

0,14

19

Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki

-1,09

8,25

7,22

-0.20

-3,95

-1,96

20

Kayu, barang-barang dari kayu (tidak
termasuk furnitur), dan barang-barang
anyaman
Kertas dan barang dari kertas

5,63

0,74

-3,24

-2,45

-0,07

-2,32

0,32

10,32

4,77

-3,90

-5,90

2,74

3,79

0,43

-9,18

7,20

0,78

2,17

-3,18

7,96

-1,04

11,20

0,80

-1,52

-0,51

-0,92

-3,69

-1,87

-6,04

-0,40

26

Penerbitan, Percetakan, dan Reproduksi
Media Rekaman
Kimia dan barang-barang dari bahan
kimia
Karet dan barang dari karet dan barang
dari plastik
Barang galian bukan logam

-0,62

1,50

2,64

1,67

4,45

3,50

27

Logam dasar

1,95

7,79

6,75

0,90

-1,32

4,85

28

Barang-barang dari logam, kecuali
mesin dan peralatannya
Mesin dan perlengkapannya

4,01

5,26

0,63

-1,73

-0,55

-6,92

1,58

0,80

0,68

-0,44

-11,70

2,24

Mesin listrik lainnya dan
perlengkapannya
Radio, televisi, dan peralatan
komunikasi, serta perlengkapannya
Kendaraan bermotor

-2,80

6,24

1,95

14,11

-11,89

5,00

6,60

0,36

0,48

-5,84

13,60

-11,47

-2,84

7,67

5,00

-8,12

25,11

-5,60

Alat angkutan, selain kendaraan
bermotor roda empat atau Lebih
Furnitur dan pengolahan lainnya

6,87

-4,71

0,33

0,34

5,72

-12,32

0,15

2,12

-3,93

6,93

0,41

-10,56

2,13

2,77

-1,69

1,61

2,95

3,09

21
22
24
25

29
31
32
34
35
36

Industri Manufaktur

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

21 persen dari tahun 2010. dan Obat Tradisional naik sebesar 10.54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.26 1. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4.54 4.71 persen dari tahun 2010.21 1.02 persen.48 1.26 persen dari triwulan IV-2010. dan triwulan III-2011 triwulan I-2011 naik 1.90 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 B.22 persen.00 5.21 persen. Pertumbuhan produksi Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar IMK triwulan IV-2011 2. Grafik 13. dan Industri tekstil turun 1. triwulan II- naik 4. Industri Furnitur naik 9. 3. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1.00 Persen 6. Barang dari Karet dan Plastik naik 8. dan Industri Karet. Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7. Obat. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi.04 persen dari triwulan III-2011. Industri logam Dasar naik 12. Barang dari Karet dan Plastik naik 12. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4.00 3.54 persen dari 2011 naik 1.00 2.31 persen.00 4. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14.21 persen dari triwulan II-2011. 4.48 persen dari triwulan I-2011.00 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2. Industri pakaian Jadi turun 4.50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.22 persen.00 0.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 8.00 7. dan Industri Karet.00 2. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .15 persen.

barang dari kulit dan alas kaki 4.31 1.76 4.91 31 Furnitur 5. produk obat kimia.50 6.08 1.28 7.14 4.72 29 Kendaraan bermotor.76 14.05 9.96 0.58 0.88 0.02 5.48 2.26 1.12 4.78 6.46 12.18 1.15 8.53 IMK 1.10 3.05 6.50 16 3.28 -2.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 Pertumbuhan KBLI Jenis Industri (1) (2) Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (3) (4) (5) (6) (7) 2.82 4.24 -1.60 6.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1.96 10.39 -4.31 3.23 2. barang dari karet dan plastik 5.99 5.10 26 Komputer.92 -0.15 -4.08 2.35 -1.00 -1.22 5.67 12.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6.13 3.68 -4.32 1.86 13 Tekstil -1.03 0.62 11.82 1.99 1.94 14 Pakaian jadi 0.74 -7.77 -0.12 9.22 -2.42 4.53 -2.31 8.61 3.18 -2.24 1.86 24 Logam dasar 3.22 8.PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 91 Tabel 13.83 -0.82 -10.21 22 Karet.21 32 Pengolahan lainnya 2.99 1.25 5.53 -19.55 21 Farmasi.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.44 -4. trailer.27 2.50 -5. bambu dan sejenisnya Kertas dan barang dari kertas -8.39 10 Makanan dan minuman 0.15 3.53 1. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur).30 7.54 3.65 6.36 3.07 2.88 0.51 6.61 15 Kulit.06 5.41 6.37 27 Peralatan listrik -12.99 1.12 -3.70 10.71 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0.84 -2.01 9.44 9.69 1.21 4.22 23 Barang galian bukan logam 2.19 5.82 4.95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1. dan obat tradisional 13. dan barang anyaman dari rotan.74 -0.78 5.92 -1.88 17 Kayu.54 4.88 5.27 0. dan semi trailer -5.52 8.36 0. barang elektronik.24 1.50 11 Minuman -5.55 12 Pengolahan tembakau -0. dan optik -0.19 3.04 -1.35 30 Alat angkut lainnya -0.

jika dibanding Desember 2011. dan turun sebesar 8. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .000 Orang 200. Begitu pula. jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.7 ribu Jumlah wisman Januari orang atau naik 18.05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011.000 250.87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu.8 ribu orang.3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249. jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012. yaitu dari 724.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011–Januari 2012 300. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1. selama Januari 2012 mencapai 249.000 50.92 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV.56 persen yaitu dari 248. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20. selama Januari 2012. jika 18.7 wisman pada bulan yang sama tahun 2011 ribu orang atau naik sebesar 548.000 150.29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011. Secara kumulatif.7 ribu orang. PARIWISATA JANUARI 2012 A. naik 0.5 ribu orang menjadi 652. Ngurah Rai Batam Lainnya Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai.93 persen dibanding jumlah 2012 mencapai 652. jumlah wisman Januari 2012 turun 9.92 persen.7 ribu orang pada Januari 2012.000 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 - Bulan Soekarno-Hatta 2.7 ribu orang atau naik 19.93 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.000 100. Grafik 14.

73 persen). dan Taiwan (3.30 poin.65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Malaysia (12.75 persen). 1.35 persen). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012. Korea Selatan (4. Australia (11. jika persen atau naik dibanding dengan Desember 2011. Sementara itu. TPK Januari 0. 93 Dari 652.27 persen atau naik 0. diantaranya berkebangsaan Singapura (14. Cina (14.80 poin 2012 turun sebesar 4.14 persen). turun 2.42 poin.46 persen).2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 70 Persen 60 50 40 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 30 Bulan Bintang 1 2.PARIWISATA JANUARI 2012 3.80 TPK Januari 2012 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan mencapai 51.72 persen). B. Grafik 14.06 persen).01 persen. Jika dibanding Desember 2011.27 yang sama tahun 2011. Jepang (4. TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51. Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5 TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62.

37 2.43 2.36 71.70 65.03 62.03 0.54 279 219 13.66 3.97 -0.10 hari.48 1.10 0.90 46.13 0.16 0.01 Agustus 621 084 -16.18 64.47 -3.91 244 421 -3.1 Perkembangan Jumlah Wisman.81 208 337 -6.68 252 698 3.30 62.90 -1.71 55.67 252 855 0.05 2.01 -0.36 245 248 17.74 1.03 hari.28 202 539 0.03 0.44 1.60 61.30 51. Tabel 14.75 5. PARIWISATA JANUARI 2012 Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2.96 -0.87 2.15 64.97 -1.36 50.05 -12.16 220 341 -9.02 Juli 745 451 10.30 208 832 -6.87 3.04 -0.44 56.27 -4.62 - 2.80 52.15 -5.01 2.61 63.87 62.01 3.15 Februari 568 057 3.90 60.94 3.32 2.23 -2.11 0.88 70.50 201 457 -3.47 7.10 EDISI 22 DATA 0.62 2.01 0.04 Mei 600 191 -1.42 2.98 0.06 September 650 071 4.34 0.10 0.93 -0.09 Maret 598 068 5.54 51.95 52. rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0.93 0.07 April 608 093 1.82 - 64.00 Jan 2012 652 692 -9.34 54. (%) Wisman Bali Jumlah (4) Perubahan (%) (5) TPK Bali (%) Lama Menginap Tamu (Hari) Rate Perubahan Rate Perubahan Ratarata Perubahan (6) (7) (8) (9) (10) (11) - 2 788 706 - 52.02 - Januari 548 821 -14.08 Desember 724 539 10.93 2. dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 Wisman Nasional Bulan/ Tahun (1) Jan–Des 2011 Jumlah (2) 7 649 731 Perubahan (%) (3) TPK 20 Prov.07 Oktober 656 006 0.69 -9.09 November 654 948 -0.13 1.85 2.32 62.63 0.11 Juni 674 402 12.85 52.63 248 336 12. yang berarti terjadi penurunan sebesar 0.03 0. Sementara itu.13 0.27 1.12 65.95 0.57 1.85 58.92 249 728 51. Tingkat Penghunian Kamar.56 SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dibanding Desember 2011.07 -0.10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011.06 51.68 224 423 10.57 2.59 1.

Jan'12 Des Nov Okt Sep Agu Juli Juni Mei Apr Mar Feb 0 Jan'11 2 penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15.57 dibandingkan dengan bulan yang sama persen tahun 2011.7 ribu orang atau turun 4. naik 5.4 juta orang atau turun 2. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 A.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011. Grafik 15. Angkutan Udara Jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri (domestik) selama Januari 2012 Jumlah penumpang mencapai 4.1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 20 18 16 14 juta orang 12 10 8 6 4 2.31 angkutan udara domestik persen Januari 2012 mencapai dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5. 1.57 persen 4.4 juta orang.TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 95 XV.

9 juta ton atau turun 16.6 ribu dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38.76 2. C. Jumlah barang yang diangkut kereta api Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam persen negeri selama Januari 2012 mencapai 8.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. turun 20.96 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 B. turun 4. Selama bulan Januari 2012.76 persen jika Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510.1 juta orang.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. orang.40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20.9 juta ton atau turun 3.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18. Angkutan Laut Dalam Negeri 1. jumlah penumpang kereta api mencapai 16. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510.22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4.1 juta orang atau turun 4. Angkutan Kereta Api 1.6 ribu orang atau turun 8. 2.67 persen selama Januari 2012 mencapai 1.

1 - 930.8 -0.6 -8.4 -4.5 13.5 -6.2 -8.96 11 199.4 -13.25 598.48 529.87 770.58 1 757 Juni 4 676.97 14 489.14 16 179 -1.01 890.199 337 Peru(000 bahan ton) (%) (12) (13) .68 14 890 -11.67 17 522 6.8 -3.5 4.61 656.2 -11.45 13 595.16 643.05 644.37 858.8 -3.0 -16.20 439 - -4.6 10 442.65 .90 16 891 Februari 3 812.91 4 490.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Domestik Bulan (1) 2011 Internasional Peru(000 org) bahan (%) (2) 51 517.6 17.9 -5.8 1.3 15.96 786.4 10.12 16 441 -3.26 773.75 1 587 3.3 .19 Maret 4 155.152 432.90 September 4 546.9 -1.6 -11.80 -2.5 -16.98 1 728 3.1 -2.02 1 672 25.7 -1.5 -7.93 Januari 4 155.88 806.96 887.35 867.72 15 223.44 Mei 4 221.46 510.6 16.7 9.00 896.72 1 891 9.10 828.91 1 951 6.02 1 744 974.65 -4.1 11.7 -11.0 -9.38 16 921 13.18 16 102 4.8 -7.16 1 648 -1.33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).5 1.40 8 881.71 April 4 098.97 557.9 15.25 16 461 -2.9 1.15 539.87 854.19 613.1 886 - Januari 4 387.03 12 398.34 16 978 14. dan data penumpang angkutan kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi.7 - 510.4 5.9 -8.3 Angkutan Laut (3) Penumpang Angkutan Kereta Api Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (000 ton) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) .0 23.1 13.22 1 886 -3.68 17 265 -1.38 974.3 -16.6 22.51 Oktober 4 348.TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 97 Tabel 15.5 -2.52 12 055. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 7.1 -23.8 -24.83 15 205.6 10.0 7.88 16 811 3.41 14 038.33 14 846 -18.0 - 16 102 .4 18 132 5.7 1.85 1 330 -16.47 1 620 -7.16 -4.3 .7 -4.31 930.28 9.39 590.43 4 429.78 1 036.1 -0.5 -8.71 1 836 -2.6 - 8 881.0 - 7 554.7 3.59 Juli 4 901.52 10 399.28 13 086.33 10 594.26 2012 4 387.3 November Desember 6.80 1 006.12 1 675 -3.3 Agustus 3 680.60 624.

1 Persentase Penduduk Miskin 20.20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29.89 juta orang (12. penduduk miskin pada bulan September 2011 Dibandingkan dengan penduduk miskin sebanyak 29.98 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI. Pada bulan Maret 2011.04 juta orang.49 12. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .00 9.36 Jumlah persen). KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 A.00 0. berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0. sementara di daerah pedesaan berkurang 0. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah. 3. Selama periode Maret 2011– September 2011.02 juta orang (12.00 kota desa Maret 2011 2.49 persen). kota+desa September 2011 Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan. Grafik 16.00 15. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0. 63.36 persen) 30.00 Persen 12.13 juta orang (Tabel 16.59 15.23 9. sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah perdesaan 63.09 5.09 juta orang.1).89 juta orang pada bulan Maret 2011 yang berjumlah (12.72 15.36 10.35 persen. 1.

Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1.95 9.26 persen. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7.72 persen. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.35 persen.79 persen dari 103.36 Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Persentase penduduk miskin (6) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I. Selama periode Maret 2011–September 2011.48 persen.23 9.06 pada Agustus 2011.89 12.46 pada Februari 2011 menjadi 21.28 persen.05 10. 1.51 persen. 2. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18. Sementara itu.02 29.59.17 pada September 2011. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1.19 menjadi 34.6 persen pada periode yang sama. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34. Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6.1 Garis Kemiskinan. cabai rawit. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3.Selain itu. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .KEMISKINAN SEPTE MBER 2011 99 Tabel 16.24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011. dan 2. Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0. yaitu sebesar 2. dan 30.09 165 211 48184 213 395 18.64 persen terhadap ITK Triwulan I. gula pasir.97 15.49 12. 61.94 15.25 persen.32 pada Maret 2011 menjadi 105.59 171 834 179 204 61 906 64 525 233 740 243 729 30. II.4 persen terhadap Triwulan I 2011. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun (1) Perkotaan Maret 2011 September 2011 Perdesaan Maret 2011 September 2011 Kota+Desa Maret 2011 September 2011 Makanan (2) Bukan Makanan (3) Total (4) Jumlah penduduk miskin (juta) (5) 177 342 184 919 75 674 78 675 253 016 263 594 11.72 172 723 50 458 223 181 18.21 persen.

36 persen di perkotaan dan 5.25 persen di perkotaan dan 1.35 persen di perkotaan dan 2.31 persen di perkotaan dan 7. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras.08 pada bulan Maret 2011 menjadi EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1.27 persen. karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. daging ayam ras (2. tempe (2. Kontribusi biaya perumahan (7. biaya pendidikan (2. gula pasir (2. listrik. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.89 persen di perdesaan).74 persen di perdesaan).50 persen di perdesaan). kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.729 per kapita per bulan pada September 2011. yaitu dari Rp233.27 persen diperdesaan).49 persen di perkotaan dan 1. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1.53 persen pada bulan September 2011.72 persen di perdesaan). Selama bulan Maret 2011–September 2011. biaya listrik (2.11 persen di perdesaan). Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Garis Kemiskinan naik sebesar 4. angkutan.97 persen di perkotaan dan 1. Garis Kemiskinan (GK). dan biaya pendidikan.52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73. Pada periode Maret 2011–September 2011. Pada bulan September 2011.60 persen di daerah perkotaan dan 33. Peranan GKM terhadap GK sangat dominan. tahu (1.78 persen di perkotaan dan 3.66 di perdesaan).75 persen di perkotaan dan 1.10 persen di perkotaan dan 0.71 persen di daerah perdesaan. 2. 2. dan biaya angkutan (2. Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan. 3.21 persen di perdesaan). mie instan (2.100 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 B.30 persen di perkotaan dan 1. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. yaitu mencapai 73.58 persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3.84 persen di perdesaan).28 persen di perdesaan). Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8. terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).58 persen di perkotaan dan 2. kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26. C.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2.

Maret 2011–September 2011 Tahun Kota Desa Kota+Desa (1) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) (2) (3) (4) Maret 2011 1. Tabel 16.48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2.63 2. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil.39 0. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0.61.68.61 2.05 Maret 2011 0. Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan.48 2. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .70 0.68 0.55 menjadi 0.55 September 2011 0. Pada bulan September 2011.08 September 2011 1.KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 101 2.52 2.53 Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 3. nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1.39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0.53 pada periode yang sama (Tabel 16.2).05 pada bulan September 2011.39 0. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah.

53 946.05 239 973 366.01 900.04 Sulawesi Selatan 206 620 133.57 Jawa Tengah 231 046 2 175.67 205 981 3 080.20 217 205 82.42 210 046 450.09 10.01 7.89 22.21 189 980 129.93 13.72 5.24 INDONESIA 263 594 10 954.61 255 719 296.78 7.00 355.32 232 723 1 053.73 8.06 163.64 25.36 Lampung 282 456 224.58 4.64 Maluku 288 414 56.19 19.03 356.61 5.53 Papua 320 321 37.14 12. dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 Perkotaan Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) (1) (2) Pedesaan Jumlah % Penduduk Penduduk Miskin (000) Miskin Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (4) (5) 13.48 Kalimantan Tengah 259 917 28.63 Sulawesi Utara 227 069 78.16 17.21 DI Yogyakarta 273 678 298.90 10.12 4.09 306 981 17.03 308 265 730.59 29 890.80 297 986 159.70 211 069 286.63 835.83 303.39 1 277.13 4.64 Jawa Barat 234 622 2 628.17 183.56 472.23 11.45 198.49 9.19 16.74 690.50 5 255.79 DKI Jakarta 368 415 355.96 3.07 16.87 13.35 17.46 122.36 EKONOMI (8) % Penduduk Miskin 169.89 6.00 17.71 325 128 213.13 6.26 247.56 15.96 16.90 3.09 209 777 2 022.08 10.40 18.61 107.93 986.23 10.83 Sumatera Barat 308 068 145.58 Bangka Belitung 351 414 20.30 253 434 215.17 17.35 9.02 6.75 266 271 909.50 6.93 16.10 6.48 Kalimantan Barat 239 411 89.12 28.87 6.24 9.10 150.3 Garis Kemiskinan.48 Sumatera Utara 288 023 652.53 6.59 6.79 9.54 214 179 355.43 334.99 Riau 321 390 136.64 0 0.67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99.39 31.45 13.42 14.31 13.17 17.21 192.12 8.00 0.30 227.39 1 061.51 195 620 305.74 14.33 4.99 251.27 5.48 173 649 701.95 Bengkulu 297 506 88.31 9.91 65.44 10.66 6.40 22.49 38.47 186 504 887.31 22.27 Sulawesi Tenggara 208 575 28.51 10.102 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 Tabel 16.88 226 770 265. Jumlah.92 30.01 280 271 336.85 Banten 247 575 335.09 223 181 18 935.29 3.35 Kalimantan Timur 359 290 87.23 11.81 10.02 Sulawesi Barat 203 048 33.16 Kepulauan Riau 363 572 104.82 14.79 7.62 5.35 4.99 16.51 216 496 116.14 7.46 Sulawesi Tengah 271 260 65.61 Gorontalo 202 305 14.80 8.95 226 299 98.25 194.23 23.26 9.99 896.55 5.58 9.17 Jambi 316 123 97.45 Maluku Utara 264 367 8.53 12.28 14.53 1 421.90 Sumatera Selatan 288 432 407.27 22.35 9.59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445.86 4.18 13.30 SOSIAL (7) Jumlah Penduduk Miskin (000) 346 385 DATA (6) Total Aceh EDISI 22 (3) Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) MARET 2012 (9) .96 432.06 192 274 177.76 4.74 254 399 121.10 239 208 769.50 20.26 Bali 255 996 100.35 11.66 5 227.45 13.35 348 736 44.94 224 497 654.14 Jawa Timur 242 403 1 734.57 564.05 40.95 18.64 Kalimantan selatan 268 791 59.00 Papua Barat 356 222 13.85 441.20 3.44 12.59 257 076 299.83 235 442 138.72 8.66 214 166 3 493.92 12.96 3.39 4 650.55 2.23 16.95 233 566 154.19 19.25 376.45 8.20 3.70 18.58 9.75 9.

IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres. perubahan negatif IHK disebut deflasi.SUPLEMEN: METODOLOGI 103 XVII. penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. Sejak Juni 2008. Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. Sebaliknya. sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas). dapat dicari harganya. Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH. Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas. SBH terakhir diadakan tahun 2007. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). yaitu : k IHK n  Pni P i 1 P( n 1) i Qoi ( n 1) i k  PoiQoi 100 i 1 Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : In  IHKn  IHK( n 1) IHK( n 1)  100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh. SUPLEMEN: METODOLOGI 1. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota. dan selalu ada barang/jasanya.

PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. seperti ekspektasi inflasi.104 SUPLEMEN: METODOLOGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. inflasi administered prices. persistent. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. 2. cabai. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. dan sebagainya). mobil. pasar modern. setiap 2 minggu. dan sebagainya. mie. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. sepeda motor. sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. nilai tukar. bengkel. atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. dan sebagainya. dan outlet mandiri (seperti toko eceran. dan inflasi volatile goods. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. dan keseimbangan permintaan dan penawaran. upah buruh. rokok. minyak goreng. dan bersifat umum. daging ayam ras. Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. susu. dan sebagainya. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. Berdasarkan tahun dasar 2007. c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. restoran siap saji. yang sifatnya cenderung permanen. tarif listrik. setiap minggu. rumah tangga yang mempunyai pembantu. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. praktek dokter.

SUPLEMEN: METODOLOGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. 3. Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010. Secara teoritis. Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. dan (3) pendekatan pengeluaran. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi.bps. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Pertamina dan BP Migas. Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat). menghitung semua komponen pengeluaran PDB. pengungsi dan masyarakat terpencil).go. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. (2) pendekatan pendapatan. apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan berikutnya). penghuni perahu/rumah apung. Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4. menghitung semua komponen nilai tambah. Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia. awak kapal berbendera Indonesia. sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. data Migas dari KPPBC. Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. Survei Penduduk Antar Sensus.id. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai).

Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan. Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah. Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. dengan pendekatan rumah tangga. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran. Pengangguran Terbuka (Unemployment).106 SUPLEMEN: METODOLOGI 5. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja. adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. mereka yang mempersiapkan usaha. Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela). Pengumpulan data berbasis sampel. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi.

Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan.SUPLEMEN: METODOLOGI 107 6. Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. dan Perikanan. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan. Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota. Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices). Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. Peternakan. Semakin tinggi NTP. 7. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan. Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi. sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. Hortikultura. Tanaman Perkebunan Rakyat. Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK).

industri. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No.108 SUPLEMEN: METODOLOGI 8. Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . pertambangan dan penggalian. Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini. Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu. 10.105/PMK. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005. impor dan ekspor. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. Karena unit penggilingan bukan merupakan responden. Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan.11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor. tetapi saat panen raya (Maret s. yaitu: pertanian. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel). Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005. 9.d.8 Tahun 2003. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah. IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya. harga di penggilingan ditentukan dari hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat.

terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus. ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel. Data realisasi produktivitas diperoleh dari hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. dengan responden pimpinan perusahaan. Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia. 12. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang. Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1. Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya.500 rumah tangga. dan diprediksi menurut tingkatan waktunya. Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. merupakan angka realisasi. Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. Jumlah sampel STB sebanyak 2. Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan. terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK).SUPLEMEN: METODOLOGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia.400 perusahaan besar dan sedang. 11. Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan. Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar).

yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia. baik laut maupun udara. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . termasuk di dalamnya Crew WNA. TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang. 13. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia. Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. jumlah kamar terpakai. Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya. Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia.576 perusahaan. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3). Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“. yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan.110 SUPLEMEN: METODOLOGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan.

yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan. Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. Kemiskinan i. Sebagai informasi tambahan.d. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan. Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK). Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011. 15. ii. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s. Dengan pendekatan ini. BPS menggunakan konsep kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara. yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar). Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional. Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. iii. Untuk mengukur kemiskinan.SUPLEMEN: METODOLOGI 111 14. IV. PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. dapat dihitung Head Count Index (HCI). Dengan pendekatan ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful