HEADLINES

i

HEADLINES
1.

Inflasi
Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0,05 persen. Inflasi tahun kalender
2012 sebesar 0,81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011
(y-on-y) sebesar 3,56 persen.

2.

Pertumbuhan PDB
 PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6,5 persen dibanding PDB Triwulan IV2010 (y-on-y).
 PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1,3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q).
 Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011
dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6,5 persen.

3.

Ekspor
 Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15,49 miliar, turun 9,28 persen
dibanding ekspor Desember 2011, namun naik 6,07 persen dibanding ekspor
Januari 2011.
 Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12,52 miliar yang terdiri dari
produk pertanian US$0,38 miliar, industri US$9,48 miliar, dan pertambangan
dan lainnya US$2,65 miliar.

4.

Impor
 Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14,57 miliar, turun 11,57 persen
dibanding impor Desember 2011, namun naik sebesar 16,02 persen jika
dibanding impor Januari 2011.
 Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor barang konsumsi Januari
2012 sebesar US$1,12 miliar, bahan baku/penolong US$10,48 miliar, dan
barang modal US$2,97 miliar.

5.

Upah Buruh
 Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik
masing-masing sebesar 0,32 persen dan 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0,14 persen dibanding
bulan sebelumnya, sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012
naik 0,30 persen dibanding bulan sebelumnya.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

ii

HEADLINES

6.

Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan
 NTP Februari 2012 turun 0,60 persen dibanding bulan sebelumnya.
 Pada Februari 2012, terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,46 persen.

7.

Harga Pangan
 Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0,77 persen dibanding Januari 2012,
dan naik 15,37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
 Harga cabai merah Februari 2012 turun 30,27 persen dan cabai rawit turun
6,31 persen dibanding bulan sebelumnya.

8.

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
 IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0,74 persen dibanding bulan
sebelumnya.

9.

Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen
 Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis
(ITB) sebesar 106,92).
 Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108,37.
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,44).
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan
nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,08.

10. Produksi Tanaman Pangan
 Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65,74 juta ton Gabah
Kering Giling (GKG) menurun 1,10 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17,63 ribu ton
menurun 3,81 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843,84 ribu ton
menurun 6,97 persen dibanding tahun 2010.
11. Industri Manufaktur
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011
naik sebesar 3,09 persen dibanding Triwulan III-2011, dan naik 6,02 persen jika
dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

 Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4.92 persen jika dibanding bulan sebelumnya.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. namun turun sebesar 9. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652.31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .HEADLINES iii 12.93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.7 ribu orang. naik 18.  Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 13.  Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4. Transportasi  Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2.

iv HEADLINES EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia. harga dan upah (s. M. Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu. wisatawan dan transportasi (s. Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi.go.d.d. Januari 2012). hasil Sensus Penduduk 2010. triwulanan. Jakarta. Triwulan IV-2011). Januari 2012). Suryamin. Februari 2012). produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011).id. Triwulan IV-2011).Sc. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .d. harga perdagangan besar (s. perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s. ekspor-impor (s.KATA PENGANTAR v KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Agustus 2011).d. yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan. Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS. Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s. perkembangan ketenagakerjaan (s.d. 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr. perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s. Februari 2012). dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www. Lebih lanjut.d.bps.d. keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan.d. Februari 2012).

vi KATA PENGANTAR EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

.................... UPAH BURUH FEBRUARI 2012 ....... IMPOR JANUARI 2012 .............................................................. i KATA PENGANTAR .................................. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 .................................................................................................................................................................................... EKSPOR JANUARI 2012 ............................. xiii FOKUS PERHATIAN ... TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 ................................................................................. INFLASI FEBRUARI 2012 ................................................................................. 77 XII....... PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 .............................................................. 92 XV.......................................... KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 ........ PARIWISATA JANUARI 2012 ... 74 XI.................................................. 69 X... KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 .................... 16 III....................................103 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ............. 1 I.........................DAFTAR ISI vii DAFTAR ISI HEADLINES .. 30 V........ v DAFTAR ISI ........................................................................................................ NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 ..................................................................... 83 XIII. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 .......................................................................... 98 XVII....................................... KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 ..................................................................... 9 II............................................. vii DAFTAR TABEL ........................................ PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 .............................. SUPLEMEN: METODOLOGI ........................................................................ 54 VII............... INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 ............. viii DAFTAR GRAFIK ............... 87 XIV....................................... 63 IX...................................... 36 VI......... 95 XVI.......................................................... INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 .............................................................................................. 61 VIII...... 26 IV.............................................................

..............................24 Tabel 2............1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 .................................................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) ..................................................................................2 Laju Inflasi Februari 2012.............................11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 ....11 Tabel 1............................18 Tabel 2................................................20 Tabel 2..........5 Inflasi Nasional Year-on-Year .....19 Tabel 2.....................27 Tabel 3...................24 Tabel 3.......9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) ............................28 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ..........10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ..................................... Februari 2012......................................................................................................................22 Tabel 2......2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha ... Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year ........13 Tabel 1................................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen).........................................8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) .......viii DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel 1....13 Tabel 1.23 Tabel 2........12 Tabel 1.................................. Desember 2011–Januari 2012 ...............21 Tabel 2..................2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ......14 Tabel 2...............7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011...............................4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan.......................11 Tabel 1....7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) ....3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga...............................6 Inflasi Beberapa Negara..12 Tabel 1..................1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) ..............4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender ...6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) ...................................................................................................................................18 Tabel 2...1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012............ Februari 2012 (persen) ................5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) ......17 Tabel 2.....................23 Tabel 2...............

... 28 Tabel 3............................ 32 Tabel 4............................ 43 Tabel 5..........9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal..................DAFTAR TABEL ix Tabel 3............. 41 Tabel 5..................... 32 Tabel 4............4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian................................ 42 Tabel 5........................................ 33 Tabel 4........................2 Penduduk.......4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012........................................... Januari 2012 ... 2010 ......................................................3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari.................................................5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama. SP2010... Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$)..........................1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.................................7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi................ 33 Tabel 4................. 35 Tabel 4...... Triwulan I 2010–Januari 2012 . dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi ......8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 .... SP2010 ... 36 Tabel 5............. 40 Tabel 5...................... 35 Tabel 5.......5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB..................1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari................................................... 2010 ...................................................................6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.............. 2011 dan 2012 ...3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 .......................................... SP2010................... Laju Pertumbuhan.................................7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama..........5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.......... 2010 ............................. Januari 2011 dan 2012 ............................10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih ....................................2 Perkembangan Impor Indonesia............................ 2011 dan 2012 ............................................................6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.... 44 Tabel 5...................................... 2010 .................... 29 Tabel 3............ 47 Tabel 5.................................................... 34 Tabel 4........................4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.......... Januari 2011–Januari 2012 ............................................ 46 Tabel 5........................................... SP2010 ....................8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi...... 29 Tabel 4........ 45 Tabel 5.... 34 Tabel 4.................................3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan ............................ 48 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ............ Juta US$) ...............

..1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan........................................................................................3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012............58 Tabel 6.60 Tabel 7........................ SP2010 ..........2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 ..............................59 Tabel 6..................2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang)..........................4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) .................... 2010–2011 (juta orang) .6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) .......................... SP2010 ............................................................52 Tabel 5........12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja.......................7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 ..15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus........1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) ..51 Tabel 5.........................................................49 Tabel 5....................................................................... Februari 2011–Februari 2012................................71 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .......x DAFTAR TABEL Tabel 5.........53 Tabel 6....... Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) ......................................56 Tabel 6.......................................................................................................................1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani....................5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) .......... SP2010 ....................................................3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ................2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya........ Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010−Februari 2012 ........................ SP2010 .............................................1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 ........................50 Tabel 5....11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar...........................66 Tabel 8.......................62 Tabel 8...................................................14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon...............13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak...................... SP2010............................67 Tabel 8....................68 Tabel 9...............................................................57 Tabel 6.58 Tabel 6..............................70 Tabel 9...55 Tabel 6..

...............................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 ............................................. (2005=100) .................................................................................... 76 Tabel 11...................... (2005=100) ................................................................ Produktivitas.........................................DAFTAR TABEL xi Tabel 9.......... 81 Tabel 11...............................................1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ............................................ 2009−2011 ........1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas...... 89 Tabel 13.................4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 ...... 75 Tabel 10...4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ........... Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012........... (2005=100) ...................................... Indonesia Januari 2012–Februari 2012..................................2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi.................. dan Produksi Padi Menurut Subround...........4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar............ 88 Tabel 13....................................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya.1 Perkembangan Luas Panen......................1 Perkembangan Jumlah Wisman...1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 ....................................................... 82 Tabel 12...... 75 Tabel 10...... 2009−2011 ......................... 94 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ...................... 91 Tabel 14........ 86 Tabel 13. 76 Tabel 10................. dan Produksi Palawija.... Produktivitas...2 Perkembangan Luas Panen.... (2005=100) .. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.............. Indonesia Desember 2011–Januari 2012............................... dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 .................3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) ... 73 Tabel 10...................................................................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya ................... 78 Tabel 11....3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi..... 79 Tabel 11............................................3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 ............... Tingkat Penghunian Kamar............. 84 Tabel 12......... 88 Tabel 13.....

...............xii DAFTAR TABEL Tabel 15..................... Maret 2011–September 2011 .....................................................................1 Garis Kemiskinan.............. Jumlah....... Maret 2011–September 2011 ........101 Tabel 16........................................99 Tabel 16...........2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah............................ Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah......................... dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 ...........3 Garis Kemiskinan.102 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ........97 Tabel 16.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 .

........... 26 Grafik 4........ 17 Grafik 2............ dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) .......................2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It)...1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 ........................................................ 69 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ....................4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) ...................................... 61 Grafik 8......3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia................................................................................. 1971−2010 ....... 9 Grafik 2................................................ 63 Grafik 8...... Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)..................................................................... Februari 2011–Februari 2012 ....................... Februari 2011–Februari 2012 ....1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 ..... 37 Grafik 5...... Penduduk yang Bekerja.... 38 Grafik 5.........1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .......................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) .............................................. 2010–2012 .......1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s...d Triwulan IV-2011 (persen)....................1 Nilai Tukar Petani (NTP)................................. dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota..................................................................2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) ...................... 30 Grafik 4..... 2010 ......................................... Februari 2010–Februari 2012 ................ 20 Grafik 2..................... 64 Grafik 8.... 19 Grafik 2...................................................... 25 Grafik 3................3 Inflasi Perdesaan......................................................................................................1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan. 54 Grafik 7........... 39 Grafik 6...... 22 Grafik 2.................................................. 16 Grafik 2................2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi. 2011 dan 2012............. 31 Grafik 5..................................................................... Tahun Kalender.......1 Jumlah Angkatan Kerja........1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 .DAFTAR GRAFIK xiii DAFTAR GRAFIK Grafik 1..... 65 Grafik 9.........1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 .....6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) ..................2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari...................5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen).

............................................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ........1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 .....xiv Grafik 9.....................................................1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 ........................................................80 Grafik 11.......70 Grafik 10.......2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 ..90 Grafik 14...........98 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ..............1 Perkembangan Produksi Padi...............1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011 (2000=100) ...........................................78 Grafik 11...... 2009–2011 ...................2 Pola Panen Padi..........................................................................1 Persentase Penduduk Miskin ............2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi ...........87 Grafik 13............................2 DAFTAR GRAFIK Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .......................... 2009–2011 ...1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 ............................................81 Grafik 12..........95 Grafik 16.....................................................................................92 Grafik 14........................................................................................2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 .........................................................................................................................93 Grafik 15...............................................................................................1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 ................................................84 Grafik 13.74 Grafik 11...............83 Grafik 12.........................................................................................................

1 persen.04 persen). Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.05 persen.3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5.3 persen.FOKUS PERHATIAN 1 FOKUS PERHATIAN 1. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0.2 persen dan terendah di Sektor Pertanian. peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38. 2. Secara kumulatif.5 persen. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0. Inflasi Februari 2012 sebesar 0. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1.05 persen. dan impor barang dan jasa naik sebesar 6. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6.5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear). Hotel dan Restoran sebesar 10. PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1.81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3.5 persen (year-on-year).2 persen. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0.3 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1. Pada Triwulan IV-2011. Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011.9 persen.56 persen. Kehutanan dan Perikanan sebesar 20.13 persen.8 persen. Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0. Dari 66 kota. Peternakan. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. ekspor barang dan jasa naik sebesar 3. Peternakan. PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6.05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.5 persen.5 persen. Ditinjau dari sisi penggunaan. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.03 persen).

90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011. namun turun sebesar 11.57 miliar.53 miliar) dengan pangsa 21.07 persen (year-on-year). Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2.72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2. atau naik 16.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011.82 persen.32 miliar.05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.97 miliar atau turun 14.88 persen.82 persen. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14. ekspor hasil pertanian turun 1.52 miliar).02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.57 miliar.99 miliar atau turun 18.49 miliar. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2. naik 16. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. Nilai ini turun 7.81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14. Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.2 3. namun turun 9. naik 6. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear). EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . 4.57 persen dibanding impor Desember 2011.66 persen dibanding bulan sebelumnya.02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear). FOKUS PERHATIAN Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12.58 miliar atau turun 9.52 miliar atau turun 7.49 miliar. naik 6. Menurut sektor.

5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1.14 persen). 2 meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km ). pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa 2 (1.055 orang per km ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14. berkurang 1.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111.4 juta orang.70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Sebesar 83. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7. Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7.1 juta rumah tangga (14.6 juta orang.0 juta orang.56 persen. Sekitar 40.40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32.3 juta orang).FOKUS PERHATIAN 5. TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6. Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61. 3 Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237.91 persen).70 persen).80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7. Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32. Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237.39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0.14 persen). Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.469 2 orang per km ). berkurang 2.6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119.50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24.6 juta orang dan perempuan sebanyak 118.4 juta orang). Dilihat dari penyebaran penduduk. 6.70 juta orang (6.78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah.7 juta orang. Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9. Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km .49 persen per tahun.37 2 persen).56 persen).

40 persen). Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0. NTP Februari 2012 tercatat 105.854 dan Rp63. kesehatan (0. naik 0.854. FOKUS PERHATIAN Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39. dan olah raga (0.08 persen). Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105.29 persen).49 persen).02 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . serta transportasi dan komunikasi (0. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39.35 persen dibanding upah bulan sebelumnya. naik 0. pendidikan.02 persen). Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63. perumahan (0.42 persen). Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.53 persen). yaitu bahan makanan (0. sandang (0. 8. dan 0.39 persen. makanan jadi (0.60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105.46 persen.14 persen.30 persen.4 7.73.09 persen. turun 0. Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan.10.939 Secara nasional. tanaman perkebunan rakyat.50 persen).16 persen. hortikultura.939.03 persen). dan secara riil naik sebesar 0. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi. Pada Februari 2012. 0.60 persen dari bulan sebelumnya. 0. rekreasi. peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1.10.23 persen dan 0. turun 0. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0.32 persen dibanding upah bulan sebelumnya. sedangkan secara riil turun sebesar 0.12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0.

40 persen. Komoditas lain yaitu daging sapi.77.92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106.56 persen. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.77 persen dari bulan sebelumnya. lebih tinggi dari inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1.37 persen. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30. Selain beras. dan ikan kembung (turun 1.35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187.35 persen dibanding bulan sebelumnya. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0.57 persen). berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya.89 persen). Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106. gula pasir. naik 0.FOKUS PERHATIAN 9. daging ayam ras (turun 1.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas. 11.27). 10.520 per kg. penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0.27 persen).57 persen). susu kental manis. cabai rawit (turun 6. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0. terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108. Dibanding Februari 2011 (year-onyear).77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya.92.31 persen).30 persen. 5 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10.65 persen). harga beras Februari 2012 naik 15. minyak goreng.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. naik sebesar 0.520 per kg. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0. komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1. naik 0.

10 persen.34).35 kuintal/hektar (0. kehutanan dan perikanan. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106.81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270.6 FOKUS PERHATIAN 105.73 juta ton (1.67).29 kuintal/hektar (2.08).97 juta ton.74 juta ton GKG. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.24 ribu hektar (6. turun 1. tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111.10 persen) dibandingkan tahun 2010.74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3.51).70 persen). Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108.37).97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .39 persen) dan produktivitas sebesar 0.54 persen).32).44.07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105. menurun sebanyak 0.82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103.69). Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi. sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1. Dibandingkan tahun 2010. Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113. Sedangkan produktivitas naik sebesar 1. Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian. Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65. Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65. 12. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108.91 persen). artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya. peternakan. Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111.19 ribu ton (6.13 ribu hektar (0. Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63.24 juta ton. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi.

Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9.40 persen dibanding bulan sebelumnya. Sekitar 38.93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548.92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya.27 persen atau naik 0. Selama Januari 2012. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali. dan jumlah penumpang kereta api turun MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year).57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. 14.7 ribu orang.02 persen).46 persen dibanding bulan sebelumnya. naik 5. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6. dan naik 3.7 juta orang. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1. naik 18.80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011.16 persen dari November 2011 (m-to-m).04 persen) dan sebesar 0. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6.90 ribu hektar (6. 13.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652.4 juta orang. Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.83 persen dari Desember 2010 (year-onyear). naik 5. jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4. dan naik sebesar 5.4 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652.8 ribu orang.57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2. naik 18.02 persen (year-on-year).FOKUS PERHATIAN 7 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39. 15.09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q).14 kuintal/hektar (1.

34 persen.36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29. Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29. dan jumlah penumpang kereta api turun sebesar 4.13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30. sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0.76 persen.53 persen.89 juta orang (12.8 FOKUS PERHATIAN 4. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20.49 persen). turun 0. penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5.36 persen).04 juta orang.02 juta orang (12. 16. Dibanding Januari 2011 (year-onyear).22 persen dibanding bulan sebelumnya.67 persen. jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15. Selama periode Maret 2011–September 2011. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73.89 juta orang (12.35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan. Sebagian besar (63.09 juta orang.57 persen. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130.21 dan terendah terjadi di Palu 0.06 persen.96.05 persen tertinggi terjadi di Mataram 1. dan olahraga 0.00. Tahun Kalender Feb Des Jan '12 Okt Nov Ags Sept Jul Jun Apr Mei Mar Feb Des Jan '11 Nov Okt Sept Jul Ags Jun Apr Mei Mar '10 -1 Year-on-Year Menurut jenis pengeluaran rumahtangga. inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0.59. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Dari 66 kota.INFLASI FEBRUARI 2012 9 I. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. Inflasi 40 kota 26 kota Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. air. INFLASI FEBRUARI 2012 1.08 persen dan transpor. Tahun Kalender.1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan.22 persen. kesehatan 0. tercatat mengalami inflasi dan mengalami deflasi.51 dan terendah terjadi di Tangerang 0.34 persen. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0. rekreasi. sandang 1. perumahan. dan jasa keuangan 0. Grafik 1.15 persen. dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota. gas. 2010–2012 8 7 6 (persen) 5 4 3 2 1 0 Bulan ke Bulan 2. komunikasi.04 persen dengan IHK 135.73 persen.29 persen dengan IHK 133. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1.27 persen.03 persen dengan IHK 131.73 persen dengan IHK 145. dan bahan bakar 0. pendidikan. listrik.

inflasi Februari 2012 sebesar 0. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4.81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen). andil emas perhiasan 0.03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen).02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen).05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen). INFLASI FEBRUARI 2012 Dari inflasi 0.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0. 7. Inflasi Februari 2012 sebesar 0. bawang merah 0. Menurut karakteristik perubahan harga.13 persen.31 persen.17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen).77 persen.05 persen. beras 0.05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0.56 persen. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. 5.10 3.05 persen. tahun kalender 2012 sebesar 0. Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0.33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen).94 persen.24 persen. 4.33 persen. sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0.05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen). 6. barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0. daging ayam ras -0. Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0. angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0. Sementara andil cabai merah -0. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen). tomat sayur -0.05 persen berasal dari andil komponen inti 0.

35 137.INFLASI FEBRUARI 2012 11 Tabel 1.57 139. Sandang 126.21 120.34 1. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) Kelompok Pengeluaran IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (6) Laju Inflasi Year-onYear 3) (7) Inflasi Februari 2012 1) Umum (Headline) 126.59 108.86 138.14 108. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) Komponen IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (6) Umum 126.03 122.96 0. Air.23 4.14 8. Transpor dan Komunikasi.14 152.31 Harga Diatur Pemerintah 120. Pendidikan.96 0.49 0. Makanan Jadi. Minuman.90 1.11 2.77 157. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.24 0.2 Laju Inflasi Februari 2012.58 0.15 0.22 1.05 0.22 0.33 0.96 0.94 1.40 4.27 0.43 -0.56 1.73 1.60 155.76 154. dan Tembakau 133.05 0.81 3.91 130.51 123. 2) 3) Tabel 1.46 129. Bahan Makanan 150.46 129.30 1.95 0.46 0.81 3.87 2.94 124.66 123.00 4.65 3.71 5. Listrik.88 Bergejolak 153.75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.06 0.77 4.55 3.73 6.85 123. Rokok.68 2. Kesehatan 117.49 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear (7) . dan Olah raga 118.46 0.24 125. Rekreasi.49 126.82 7.95 124. dan Bahan Bakar 120.79 121.85 136.45 -0.56 Inti 121.81 3. dan Jasa Keuangan 106.07 2.91 130.1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012. Gas.08 0. Perumahan.

46 0.40 1.77 -0.14 1.19 0.05 1.23 2.95 0.41 0.99 0.89 0.76 0.97 0.12 5.11 0.42 1.76 Februari 0.28 2.41 10.89 0.06 -0.75 0.06 2. Harga Diatur Pemerintah 0.96 2.36 0.84 0.12 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.80 0.06 Juli 0.57 6.37 0.30 0.82 2.37 0.45 1.07 0.74 4.97 1.04 0.79 0.47 2.45 5.21 2.4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Inflasi Nasional (bulan ke bulan) Inflasi Nasional (kalender) Bulan 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1.05 0.20 Tabel 1.66 4.70 April -0.04 1.45 0.39 Mei 0.33 0.48 5.84 0.62 0.81 8.20 Desember 1.01 0.55 2.67 2.44 0.47 0. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) Umum 0.57 0. Inti 0.14 -0.81 Maret 0.08 7.79 (1) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .13 0.84 5.74 Agustus 0.05 1.3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.03 0.58 9.31 1.59 11.29 0.85 November 0.24 0.41 0.44 0.43 11.05 1.21 0.97 Oktober 0.27 4.67 2.78 6.10 2.31 0.20 2.14 1.44 0.32 1.35 2.65 0.16 0.57 -0.12 1.02 1.18 0.51 0.10 1.24 10. Bergejolak -0.07 0.77 -0.04 1.96 3.51 Juni 0.05 3.15 -0.15 0.92 0.72 1.98 3.22 -0.93 3.03 0.28 5.85 0.34 5.22 4.91 3.04 0.56 0.76 1.10 1.12 -0.10 -0.60 0.69 September 0.

88 11.my.statistics.16 5.gov.statistics.03 3.10 5. Pilipina -0. Brazil 0.79 September 6.statssa.70 4.14 2.gov.96 3.15 Desember 6.61 Oktober 6.40 3.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6. http://www.54 Juli 6.51 11.59 11.04 4.00 18. Inggris 0. Afrika Selatan 0.06 11.00 2.38 6.77 11.67 4.20 3. http://www.95 12.vn. http://www.40 8.za. Pakistan -0.6 Inflasi Beberapa Negara.40 -0.uk.26 7.17 3.30 Sumber: http://www.gov.70 1.bls.50 0.43 6.02 3.00 2.br.78 6.13 17.83 5.81 6.90 5.gov.60 6.92 3.56 6.ph.50 4.72 7.01 10.gso.65 Februari 6.85 2.10 0.50 4.05 5.30 3.gov.96 7.75 6.30 7. Singapura 0.stats.gov.52 8.20 0.68 2.91 6.65 3.71 6.16 Mei 6.57 0.INFLASI FEBRUARI 2012 13 Tabel 1. Malaysia 0.75 10. Vietnam 0.gov. http://www.56 Maret 6. Indonesia 0.80 4. http://www.36 9.33 4.60 11.27 8.90 9.60 3.cencus.22 10.71 11.61 Agustus 6.10 4.40 4.singstat.06 2.77 2.50 9.80 7.50 6.44 4.gov.65 April 6. Amerika Serikat -0. http://www. http://www.22 4. http://www.pk. Desember 2011–Januari 2012 Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Negara (1) Desember Januari Desember Januari (2) (3) (4) (5) 1.57 5.ibge.90 6.gov.76 3.cn.41 6.20 0.16 0.17 7.20 3.00 0.gov.sg.31 3.29 8.79 3. Cina 0.90 2.42 November 6.statpak.65 5. dan www.com MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .98 Juni 5.53 1.50 4.79 Tabel 1. http://www.30 1.10 6.50 2.bloomberg.84 3.

25 -0.78 5.46 -0.10 0.08 0.17 0.46 0.35 0.83 -0.26 2.70 3.27 0.18 0.23 -0.14 -0.65 0.83 3.97 2.21 0.08 3.03 0.21 -0.35 1.22 1.52 0.44 1.08 -0.93 2.01 2.03 2.22 0. 7.88 2.56 0. 8.78 0.90 -0.85 0.55 0. Yogyakarta Jawa Timur EDISI 22 DATA SOSIAL Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) EKONOMI Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 0.67 3.29 -0.94 3.98 3.45 2.05 3.79 0.I.46 0.66 0.10 0.10 0.36 0.03 0.32 2.75 2.43 4.21 3.06 3.82 3. Sumatera Barat Riau 5.69 -0.95 3.08 3.12 2.20 3.35 3.69 5.90 -0.96 4.78 2. Jambi Sumatera Selatan Kepulauan Bangka Belitung Bengkulu Lampung DKI Jakarta Jawa Barat 13.28 2.64 Provinsi Kota (1) 1.18 3.41 0.95 4.04 2.31 0.37 5.83 2. Jawa Tengah 15.78 3.28 3.18 2.64 3.50 -0.76 3.18 0.99 0.25 3.72 -0.24 -0.32 2.45 0.62 4. Aceh 2.32 3.60 1. Februari 2012.19 0.85 4.46 3.75 3. 16.81 3. Kepulauan Riau 6.10 0.23 4.54 4.35 -1.11 0.55 3.27 MARET 2012 .49 4. 4. D.66 5.08 4.03 0.60 0.40 1.28 -0.91 -0. 11.20 -0.62 -0.94 2.25 0.58 3.87 2.09 3.85 4.26 1.49 0.21 3.37 0.71 4.09 3.44 -1.14 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.82 -0.58 -0. Sumatera Utara 3.78 3.24 3. 10.28 1.14 0.86 0.65 1.31 -1.34 0. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year (2) (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) Banda Aceh Lhokseumawe Sibolga Pematang Siantar Medan Padang Sidempuan Padang Pakanbaru Dumai Batam Tanjung Pinang Jambi Palembang Pangkal Pinang Bengkulu Bandar Lampung Jakarta Bogor Sukabumi Bandung Cirebon Bekasi Depok Tasikmalaya Serang Tangerang Cilegon Purwokerto Surakarta Semarang Tegal Yogyakarta Jember Sumenep Kediri Malang Probolinggo Madiun Surabaya 3.17 0.76 3.78 3.17 2.62 1. Banten 14.56 1.35 0.72 0.78 0.98 0.48 3.24 0.00 3. 9.51 2.35 0.37 -0.05 -0.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.27 1.51 1.04 0. 12.

21 0. 31.7 Provinsi (1) 17.60 3.63 1.96 0.INFLASI FEBRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.31 1.78 -0. 32.75 6.64 3.33 1.43 0.52 3.28 8.09 2.70 -0. Nusa Tenggara Timur 20.81 -0.99 3.70 1.99 Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.60 0.98 6.03 6.94 2.59 4.74 2.41 2.57 0.54 3.16 -0.76 0. Kalimantan Selatan Kalimantan Timur 24.46 2.09 0.61 4.21 1.32 2.38 0.92 0. Kalimantan Tengah 22.85 4.44 0.64 0.26 2.73 5.47 3.75 2.14 1.08 4.73 0. 18.43 6.19 6.68 2.40 . Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 4.23 6. 29.50 3. Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan 28.38 0.35 4.34 1.65 2.61 0.47 5.40 0.14 2.54 0.35 0.91 5.31 -0.40 0.29 3.85 1.40 2. Sulawesi Barat Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Barat 33.35 7.90 3. 26.60 1.67 4.31 0.60 5.02 4. 25. Bali Nusa Tenggara Barat 19.13 2.94 6. Papua 1) 2) 3) Kota (2) Denpasar Mataram Bima Maumere Kupang Pontianak Singkawang Sampit Palangkaraya Banjarmasin Balikpapan Samarinda Tarakan Manado Gorontalo Palu Watampone Makassar Pare-Pare Palopo Mamuju Kendari Ambon Ternate Manokwari Sorong Jayapura (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) 3.84 0.57 1.05 1. Kalimantan Barat 21.72 3. 27.28 3.36 0.60 1.36 0.91 6.93 1.87 1.32 4. 23.19 6. 30.04 1.86 5.38 7.45 6.21 -0.14 2.06 -0.63 -1.38 6.09 0.75 -0.44 7.05 3.91 0.24 5.77 7.00 0.04 5.

perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.5 persen.8 5. disebabkan karena Peternakan.7 3.0 2.0 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 -1.8 6.16 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 II.0 5.0 7.5 persen.0 0. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y).3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q). dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.0 1. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .5 6.0 3.4 2.0 2.4 6.0 6. Grafik 2. Kehutanan.0 q-to-q Q3/11 Q4/11 -1. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1.1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.0 -1.9 5.3 6. Kontraksi Sektor ini Pada tahun 2011. Hotel. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.3 y-on-y 2. dan Restoran sebesar 10.0 persen 4.4 3.5 6.5 6.2 persen.d Triwulan IV-2011 (persen) 8.5 persen Pertanian.4 -2.8 2. PDB Indonesia triwulan IV-2011 tumbuh 6. dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20.6 1.

0 -22.0 -20.0 10.7 5.5 6.8 7.9 1.0 0. dan Restoran 7.8 10. 4.0 -8. Real Estat & Jasa Perusahaan Tabel 2.4 -1.6 PDB PDB Tanpa Migas 3.4 2.2 6. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. dan Perikanan 2.2 4.5 1. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1.2 9.8 -0.9 2.9 3.7 9.2 3.0 4.5 7.9 0.9 -0.9 1.0 -16.0 1.2 6.1 1.7 3.2 3.3 6.0 -6. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624.7 6.8 1.0 2. Gas & Air Bersih Perdagangan. Peternakan.5 1.8 6.1 6.9 6. Hotel & Restoran Keuangan. Gas dan Air Bersih 5.2 10.0 -12.0 6.2 1.8 0.0 -4.9 2. Keuangan. Real Estat.3 -1.921.7 6.6 3.8 0. dan Jasa Perusahaan 9.1 1.2 6.2 6.0 10.5 - 3.7 1. Perdagangan.5 q-to-q Pertanian Industri Pengolahan Konstruksi Pengangkutan & Komunikasi Jasa-jasa y-on-y Pertambangan & Penggalian Listrik.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) 12.2 6.8 0.0 8. Listrik.1 3.5 1.9 1.0 -20.1 0.4 2.5 persen.2 -0. Pertambangan dan Penggalian 3.8 7.0 -2.0 -10. Pengangkutan dan Komunikasi 8.1 persen 5.7 3. Secara kumulatif.7 0.3 3.7 1.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 17 Grafik 2. Industri Pengolahan 4.0 -18.0 triliun.4 6.6 triliun.0 -0.0 0.0 1.2 3. Konstruksi 6.5 6. Pertanian. Hotel.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.4 3.3 -20.1 1. Jasa-Jasa 5.0 -14. Kehutanan. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .7 9.

Gas dan Air Bersih 5.0 100. Dari sisi penggunaan.7 24.1 5.9 1) Atas dasar harga berlaku 5.1 persen dibanding triwulan sebelumnya.9 4.6 224.5 213. dan Restoran 7. Tabel 2.2 208. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2.7 112. Pertanian.5 PDB EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .2 2.3 268.6 13.7 2.5 24.0 12.3 59. Industri Pengolahan 4. Jasa-Jasa 299.7 10.6 204.7 264.0 100.2 3.5 persen.2 persen.9 463.3 194.8 4.8 40. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.5 8.0 60.0 241.1 PDB 1 931.2 129.8 38. Keuangan.9 15.1 59. Listrik.2 589. dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.3 139.6 47.0 61.5 0.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.9 42. dan Jasa Perusahaan 9. Sementara Impor tumbuh 6.0 47.9 4. Perdagangan.2 11.3 5.3 4. Peternakan.8 10.3 14.8 10.4 -1.3 6.9 163.9 10.5 596. Ekspor sebesar 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.1 13.6 136.4 91.2 114.1 7. Kehutanan.9 4.6 14.5 12.0 0. Hotel.4 624.9 161.7 7.6 14. Real Estat. Ekspor Barang dan Jasa 5.4 67.8 2.1 1 765.1 1 921.9 10. dan Perikanan 2.9 470.8 125.5 7.6 632. Pertambangan dan Penggalian 3.3 6.0 PDB Tanpa Migas 1 765.9 2.8 3.5 6. Pengangkutan dan Komunikasi 8.2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Lapangan Usaha Triw III-2011 Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IIIIV2011 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.8 11.6 4. Konstruksi 6.1 13.8 85.2 0.1 63.1 91.9 3.1 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5.0 239.5 11.9 59.18 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Tabel 2.3 0.3 persen. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38.7 6.0 6.8 persen.5 6.

6 162.0 5.7 612. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6.3 26.1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010.8 persen. Tabel 2.7 0.0 b.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11.7 33.6 6.4 24.5 persen.1 346.6 632.6 70.5 -19. Dikurangi Impor Barang dan Jasa PDB 480. Diskrepansi Statistik 48.7 1.0 100.0 1) Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .8 26. a. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.0 252.4 1 931.1 31.1 1 921.9 50. Perubahan Inventori Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IVIII-2011 2011 Triw III-2011 Triw IV-2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 042.0 100.0 223.9 persen.8 9.8 325.5 0.0 238.9 persen.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 19 Grafik 2.7 314.7 -7.1 11.4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Jenis Penggunaan (1) 1.4 -5.0 55.5 54.0 9.8 25.2 507.8 2.7 349.3 153.2 26. Ekspor sebesar 7. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.4 624. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4.2 649. Sedangkan Impor juga tumbuh 10.3 176.0 -22. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2.3 -1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.7 511. Ekspor Barang dan Jasa 506.2 1 063.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6.

6 persen. Tabel 2.6 57. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .5 2. 4. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23. 6. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57. dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53. dan Pulau Sulawesi 4.1 58.5 2.0 Sumatera Jawa Bali dan Nusa Tenggara Kalimantan Sulawesi Maluku dan Papua Total Catatan: atas dasar harga berlaku 8.1 2.6 9.7 2.6 persen.3 23.4 persen.4 2.6 2. Jawa Barat dan Jawa Tengah.0 100. 2. dan 6.1 persen.6 4.20 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7.0 100. 3.6 9.6 persen di pulau-pulau lainnya.0 100.2 4.6 2.5 persen. 2011 Wilayah/Pulau 2009 2010 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 22.7 persen.8 9. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta. 5.0 100.4 persen.7 9.4 23.7 4.2 4. 6.6 persen. Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi.5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) 1. dan sisanya 4. dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6.6 persen. Jawa Timur.1 23. Pulau Kalimantan 9. 7.7 58.5 57.5 2.

Sulawesi Tengah 27.3 6.3 0.4 6.0 0. Sulawesi Selatan 28.8 1.4 11.7 0.5 100.4 7.0 16. Lampung Jawa 11.8 0. Sulawesi Utara 25.5 16.7 100.9 4. Kepulauan Riau 06.3 51.9 13. Jawa Barat 13.0 9.2 7.1 5.1 3.4 27.8 1.9 4.4 3.4 -3.4 6. terjadi pada semua sektor ekonomi. Sumatera Utara 03.1 16.1 0.7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1.9 11.4 -6.5 6.2 2. Kalimantan Tengah 22.2 7.7 3.9 6.1 7.4 0.5 -3. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6.6 68.8 8. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6.5 0. Banten 14.4 5.4 8.1 2.3 -0.3 8.9 -3.0 6.2 7.6 4.4 6.2 -5.6 5. DI Yogyakarta 16.0 -5.1 22.5 0.3 2.8 1.4 4.6 6.9 7.7 0.2 5.6 0.8 1.8 -0.2 2. Sulawesi Barat 29.3 34.7 3.4 57.2 6.0 6. Kalimantan Selatan 23. Aceh 02. Kalimantan Barat 21. Sulawesi Tenggara Maluku dan Papua 30.6 1.7 0.7 24.7 1.2 5.8 0.2 7. Maluku Utara 32.2 8.2 1.6 6.8 8.7 11.1 6.2 0.9 14.7 6.5 5.2 1.2 -2.6 100.7 6.9 persen.6 4.1 -2. Jawa Tengah 15.6 4.0 5. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .7 -1.4 9.0 -0.5 2.8 6.0 5.2 7. Sumatera Barat 04.4 -9.9 29.8 2.1 0.7 10.2 1.9 5.9 5.1 28. Kepulauan Bangka Belitung 09.9 23.2 0.7 100.5 6.9 -21.8 7.8 6. Riau 05. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10.6 1.3 7.7 8.5 14.7 1. DKI Jakarta 12.3 -8.7 6. Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara 17.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 21 Tabel 2.2 5.7 -3. Nusa Tenggara Timur Kalimantan 20. Jambi 07.9 31. Bali 18. Nusa Tenggara Barat 19.4 -4.5 25.8 6.6 6.1 -0. Papua Barat Konstribusi Terhadap Terhadap Total 33 Pulau Provinsi y-on-y c-to-c (2) (3) (4) (5) (6) -0.0 2.2 5.7 6.7 1.1 1.5 47.9 8.5 12.5 6.8 -4. Bengkulu 10.7 6.9 2.0 1.1 -2.2 100.8 1.0 0.0 0.2 0.1 3.1 6.8 1.3 3.0 11.9 1.3 1. Kalimantan Timur Sulawesi 24.5 5.3 1. Sumatera Selatan 08.2 7.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) Pertumbuhan Provinsi q-to-q (1) Sumatera 01.4 persen.0 6.5 persen terhadap tahun 2010.0 12.5 4.5 1.4 6. Gorontalo 26.4 6.4 4.5 9.0 6.0 8.6 7. Maluku 31.0 0.3 4.2 6.1 5.0 28.3 4.7 7.9 6.1 6.5 20.0 8.6 6.6 7.5 8.8 2.6 7. Papua 33.0 47.2 0.8 100.5 5.

3 4. Pengangkutan dan 14.2 5.3 13.5 7.8 4.2 10.4 10.3 15.7 13.8 0.3 10.6 11.2 15.7 4.1 11.3 8.7 92.0 100.8 13.0 3.7 2.5 89.2 27.0 100.0 PDB Tanpa Migas 6.7 7.0 5.6 1. Hotel.8 16. Pertanian.2 5.7 7.7 10.7 6.5 4.0 14.7 9. Pertambangan dan Penggalian 3. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24.2 6. Gas.9 0.5 5. Perdagangan.2 91. dan Air Bersih 5.2 4.0 13.2 7. Kehutanan.3 6.5 100.9 14.0 Komunikasi 8.5 7.7 1.2 10. Keuangan.9 6.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14.0 6.2 10.4 6.1 7.4 24.5 15.5 2007 2008 2009 2010 2011 10.3 6.9 89.5 6.0 4.9 1.8 24.7 14.7 10. Pada tahun 2011.7 persen dan Sektor Perdagangan.6 4.7 6.8 0.22 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.6 6.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha (1) 1.8 persen.8 0. Jasa-Jasa 6.9 10. Industri Pengolahan Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 3.0 6.6 15.0 dan Jasa Perusahaan 9.8 26.4 11.3 5.2 6.0 27.6 8.5 9.7 6.5 5. Hotel.0 4.2 6. 8.5 91.0 100.2 6.0 Persen 6. dan 8.1 9.7 3.3 14. dan Restoran sebesar 13.6 6.2 6.5 1) Atas dasar harga konstan 2000 2) Atas dasar harga berlaku EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Listrik.0 3.8 7.3 10.0 6.9 4.0 6. Peternakan.9 Restoran 7.0 13.5 3.6 7.5 4.7 8.9 0.3 6.8 8.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 7.5 6. dan Perikanan 2.7 6.2 7.0 100. Real Estat.3 10.3 6.9 10.8 0.4 6.6 6. Tabel 2. Konstruksi PDB 6.

3 171.1 2 082.4 5 936.2 353.7 persen.2 466.0 570.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan (1) 1. dan Restoran 7.5 2 463.8 28.5 660.2 744.4 25.3 24.9 481.0 236.8 15.3 419.7 313.2 368. Listrik.2 186.3 -0.5 284.3 17.1 17.0 100.5 46.1 405.7 857.5 0.3 312.9 2.7 1 376.5 205. Konsumsi Rumah Tangga 2.3 305. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.1 181.2 221.3 193.8 232.2 persen.2 218. Industri Pengolahan 4.6 5 141.8 8. a.5 150.2 985.5 160.7 6 436.0 32.2 6.9 882.4 131.4 27.6 31.2 8.0 400.427. Tabel 2.4 1 821. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.2 6 794.2 3 950.3 4. Ekspor 6.1 0.5 10.9 305.6 2 036.2 654.8 2 313. Konsumsi Pemerintah 3.8 209.9 15.0 241. Peternakan. dan Perikanan 2.1 121. Pertambangan dan Penggalian 3. Pengangkutan dan Komunikasi 8.4 40.1 634.0 -100.8 49.8 340. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.9 1 477.3 0.5 9.7 1 964.9 6.7 691.6 13.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Lapangan Usaha 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 541. Hotel.4 1 093.0 -9.4 11.1 1 803. Kehutanan.1 9.1 437.7 198. dan Jasa Perusahaan 9.6 98.6 295. Pertanian.3 13.7 423.5 3.2 18.5 180.1 5 606.6 58.7 440.0 4.2 triliun.3 persen. Jasa-Jasa PDB PDB Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 12.0 32.7 34.3 368.3 7 427. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3.8 140.9 217.5 persen.2 142.0 592.0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .2 21.3 592.9 8.9 716.7 3. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7. Gas.1 886.0 -195.0 5.7 -15.1 9. Konstruksi 6. Dikurangi: Impor PDB 1) 2) Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 5. Keuangan.1 24.7 -2.7 56.8 993.5 756.0 183.1 597.0 100.5 1 022.1 718. Real Estat.6 541.4 2.2 1 068.6 54.5 60.3 10.1 triliun. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar 13.4 0.1 -0.0 363.4 4 427.0 2 321.1 398.9 192.0 0.2 264.7 8.3 8.7 1 595.0 0.8 1 939.9 304.3 783.2 3 534.1 18.1 24.7 538.8 29.6 22.0 100.5 271.463.4 2 178.1 29.7 63.7 9.3 6.6 189.5 555. Tabel 2.3 172.3 165.6 persen.4 24.5 55.8 persen. terjadi pada Ekspor sebesar 13. Perubahan Inventori b.3 26.0 100.6 6.7 2 171.1 13.7 574. Perdagangan.9 4 948.5 100. Diskrepansi Statistik 5.2 491. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4.5 557.6 535.6 3.0 15.9 4.1 9.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 23 11.7 4. dan Air Bersih 5.9 9.8 (1) 1.2 634.

Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.1 11.5 2 178.1 -116.4 juta (US$2.1 11.8 416.6 103.11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.1 juta (US$3.6 16. Diskrepansi Statistik 5.6 985.0 2 378. Nilai (Juta Rupiah) b.24 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 13. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.1 2 925.921.3 2 082.2 3 950.4 493.3 602.349. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.5 831.8 13.9 1 197.9 -33.2 PDB 2011 14.8 510.3 195.8 -7.3 7 427.5 757.1 -1. Tabel 2.4 2 244. Konsumsi Pemerintah 9.6 581. Pada tahun 2011.4 2 065.9).6 1 921.4 4 053.8 6.4 23.3 708.9 13.4 942.4 29.8).10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1.2 27. Tabel 2.Perubahan Inventori 4.1 1 964.0 2.8 27. Dikurangi: Impor 1 003.1 2 164.3 31.3 167.6 2 349.7 2 267.6 20. dari sisi penggunaan.010. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32. Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24.1 553.3 persen.1 1 308.4 202.3 3 010.3 14. Nilai (US$) 17.8 196.0 3 643.6 -0.4 juta (US$1.6 55.4 942.5 3 000.7 3 441.4 1 584.6 -11. dan pada tahun 2011 mencapai Rp30.9 11.6 26.9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.0 persen. pada tahun 2010 mencapai Rp27.8 juta (US$3.6 1 220.8 1 191.9 persen. Konsumsi Rumah Tangga 2.4 16.1 30.3 169.0 1 475.1 1 476. a. b. Indeks Peningkatan (Persen) c. Nilai (Juta Rupiah) b.2 -2.6 833.9 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .4 6.3 1 422.1 5. Indeks Peningkatan (Persen) c. Ekspor 2 510.4 1 032. PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54.1 13.542.244.1).0 21.0 persen dan Ekspor 26.6 1 850.9 2 313.7 21.8 2 463.9 537. tahun 2008 sebesar Rp21.2 6 436.6 23.2 2.5 1 163.3 441.6 1 370.9 667.8 23.6 persen.3 1 369 9 329.7 1 955.9 4 948.7).7 5 606.4 153. Nilai (US$) 16.7 1 744.7 24.8 1 842.3 1 074.2 1 249.5 54.1 1 354. tahun 2009 sebesar Rp23.8 3 542.2 1.9 juta (US$2.6).3 932.4 1 130. Konsumsi Pemerintah 3.0 3 291.

PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 25 .

000.07 persen dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6.26 persen.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.36 miliar dan Amerika Serikat US$1.0 10.000.000. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1. Sementara mencapai US$15.3 juta.0 0.0 6.0 2.07 persen. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1.000. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33.0 Juta US$ 12.40 persen dibanding ekspor Januari 2011.26 EKSPOR JANUARI 2012 III.000. Grafik 3. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619.60 miliar.000.61 miliar.000. Nonmigas Migas+Nonmigas Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. sementara naik 4.0 Migas 2. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .5 juta.0 4.20 miliar.49 miliar.000. 3. 4.49 miliar atau turun Nilai ekspor Januari 2012 sebesar 9. disusul Cina US$1.0 8. turun 7.52 miliar.0 18.1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 20. EKSPOR JANUARI 2012 1.000.0 14.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011. bila naik 6.000. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213.0 16.

demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14.0 34 665.41 -24.0 2 974.6 -9.1 41 477.5 22 871.3 1 405.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1.14 2.7 1 715.5 203 496.8 3 190.07 11 991.70 494.6 -7.20 816.21 2 308.00 2 615.90 4.7 15 493.43 1 303.7 -37.80 391. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.2 13 592.73 19.9 356.7 12 519.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011.1 883.28 6.9 122 188.0 3 485. Tabel 3.7 -4.45 2.11 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .8 1 723.82 2.18 5.2 375.4 162 019.48 9 290.4 2 651.08 61.66 13.8 5.EKSPOR JANUARI 2012 5.91 14.5 4 776.5 5 165.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Nilai FOB (Juta US$) Uraian (1) Total Ekspor Migas Minyak Mentah Hasil Minyak Gas Nonmigas Pertanian Industri Pertambangan dan Lainnya MARET 2012 % Perubahan Januari % Perubahan % Peran 2012 Januari thd Total thd 2012 thd Januari Desember 2011 2012 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 14 606.1 13 828.1 -16.15 8.82 persen.2 384.58 11.5 -0. 27 Menurut sektor.26 -1.48 31.8 -19.82 17.2 17 077.07 100.6 476.1 9 483.0 -14.8 9 926.40 80.

31 17.1 45 387.2 -19.3 -0.1 106.72 -0.88 -0.08 35.1 409.93 -6.22 2.2 13. Bijih.4 53 228.92 24.23 -3.6 4 397.5 361.9 1 929.21 3 591.04 17.50 -2.0 14 795.2 7 967.53 Triwulan I ’11 8 289.92 Triwulan II ’11 Triwulan III ’11 11 825.2 13 592.0 11 991.6 -38.4 3 810.7 332.1 172.64 36.2 18 647.6 2 142.64 Feb’11 2 612.0 11 991.7 1 111.7 -22.2 18.28 Jul’11 3 802.0 17.1 16 366.7 13 895.3 12 925.20 12.2 11 145.09 2.5 5.1 903.4 12.5 -7.4 162 019.5 13 616.32 6. Karet dan barang dari karet (40) 4.92 3.7 474.4 15 493.07 -0.4 7 342.7 4.8 -731.90 -9.8 7.7 3 328.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Jan–Des Desember 2011 2011 (Juta US$) (5) (6) Nilai FOB (Juta US$) Golongan Barang (HS) Januari Desember Januari 2011 2011 2012 (1) (2) (3) (4) 1.8 539.9 76.10 -1.2 120.5 51 270.77 -11.98 2 974.7 -24.1 41 784.72 Okt’11 3 062.28 EKSPOR JANUARI 2012 Tabel 3.0 16 957.79 2.42 Nilai FOB (juta US$) Bulan Migas (2) 28 039.09 0.5 -62.48 -5.46 2.3 14 352.6 53 609.4 319. Besi dan baja (72) 1 820.4 286.5 4 552.92 Triwulan IV ’11 10 070.6 18 287.3 63.8 14 415.27 Agt’11 4 091.22 13.4 2 166.0 13 612.5 15.3 17.36 0. Mesin/peralatan listrik (85) 5.88 28.06 Sep’11 3 931.02 -1.28 Jan’12 Tabel 3.9 5 283.89 -7.25 9.6 1 352.0 162 019.15 Mei’11 4 072.9 16 554.7 17 077.8 13 712.7 17 235. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 7.0 13 592.88 0.1 Jan’11 2 615.97 -5.9 18 386.8 14 214.1 21 655.0 278.60 6.5 Total (4) 157 779. dan abu logam (26) 6.83 4.9 13 304.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (5) (6) (7) 47.4 -3. kerak.5 11 802.0 306.6 Nonmigas (3) 129 739.2 854.7 791.7 12 519.6 345.5 864.7 1 779.9 418.3 8 309.9 -14. Bahan bakar mineral (27) 2.15 Apr’11 3 628.31 Mar’11 3 061.5 -14.0 308.31 1. Kertas/karton (48) 8. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 3.5 80.5 54.4 100 350.4 17 543.9 -11.6 14 556.2 14 606.47 (1) Jan−Des ’10 Jun’11 -13.1 41 936.7 5 749.36 Jan−Des’11 41 477.5 36.5 2 785.91 3. Kendaraan dan bagiannya (87) 10. Tembaga (74) 9.08 -3.84 1.84 -1.97 10.5 4 169.6 203 496.6 490.36 100.11 6.1 89.40 -4.00 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .0 17 418.64 Des’11 3 485.0 61 669.43 33.7 -1.34 Nov’11 3 522.4 41 200.66 -7.04 -2.1 533.3 213.6 47.5 -1 073.6 -341.91 7.7 -619.72 7 593.7 Total 10 Golongan Barang Lainnya Total Ekspor Nonmigas EDISI 22 % Peran thd Total Nonmiga s Januari 2012 (7) 27 444.57 -1.4 37 098.1 12 519.72 13.8 857.54 11 292.9 -65.

00 4.4 18 386.70 3.2 1 284.8 -87.9 13 616.9 13 726.6 18 330.5 -7.1 12 925.7 3 522.2 3 767.44 10.4 3 259.8 1 692.84 9.5 18 647.1 7 291.0 106.75 2.7 17 235.0 20.9 166.2 1 208.2 18 287.0 -61.3 32 214.64 1.6 203 496.5 13 592.9 152.9 17 418.0 14 556.7 2 974.64 51.7 13 592.7 1 596.2 5 242.6 520.56 100.3 380.9 -95.9 2 175.6 20 445.4 16 957.7 39.2 979.4 250.2 10 605.4 7 565.3 1 146.1 638.1 12 330.2 288.0 8 991.7 24.2 12 619.4 1 607.3 844.0 2 612.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) (6) Nilai FOB (Juta US$) Negara Tujuan Januari 2011 (1) Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 % Peran thd Total Nonmigas Januari 2012 (2) (3) (4) (5) ASEAN 1 Singapura 2 Malaysia 3 Thailand ASEAN Lainnya Uni Eropa 4 Jerman 5 Perancis 6 Inggris Uni Eropa Lainnya Negara Utama Lainnya 7 Cina 8 Jepang 9 Amerika Serikat 10 India 11 Australia 12 Korea Selatan 13 Taiwan 2 836.9 258.4 15 493.7 2 148.0 3 062.2 -87.47 2.9 3 628.0 3.7 11 113.5 162 019.1 3 622.8 17 543.5 12 181.8 3 304.1 15 684.25 5.3 16 829.6 2 204.5 4 091.4 1 292.4 1 082.6 -881.4 15 493.2 21 595.8 3 591.7 -3.9 42.2 13 279.5 157 779.8 799.5 6 658.9 2 816.86 12.3 71.6 2 369.3 2 535.1 12 519.4 115 602.6 1 161.8 -104.7 1 794.7 14 137.1 839.3 16 366.8 5.9 1 196.22 8.6 3 931.8 3 485.6 14 399.3 319.0 16 554.4 88.7 14 606.0 13 712.5 12 774.7 1 284.5 177.3 9 251.5 -788.4 3 576.5 -1 073.0 Total 28 039.4 5 562.3 83 738.4 13 895.43 4.EKSPOR JANUARI 2012 29 Tabel 3.3 261.25 0.6 10 249.1 429.0 MARET 2012 11 991.2 11 802.2 13 612.5 -78. Juta US$) Bulan (1) 2010 2011 2012 Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2 344.4 825.0 10 098.5 134.6 560.5 3 061.1 12 519.6 14 795.00 Tabel 3.16 2.4 12 035.3 2 615.6 1 170.4 79.8 13 304.9 11 166.5 2 082.3 281.0 3 802.56 9.6 1 719.1 2.8 4 205.6 1 262.7 979.5 677.5 17 077.6 129 739.76 6.6 15 633.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.1 11 991.7 12 816.2 721.0 -9.9 148.2 386.6 2 532.44 28.7 11 557.4 1 993.0 284.2 9 825.9 14 214.0 3 078.3 2 168.8 -191.6 11 595.6 531.9 2 841.8 46 416.9 13 570.7 8 943.8 162 019.0 12 519.3 4 072.1 41 477.55 (7) Total 13 Negara Tujuan Lainnya Total Ekspor Nonmigas 8 369.6 2 974.3 545.6 6 440.8 9 830.6 10 605.36 12.2 14 415.0 787.2 1 602.2 1 359.5 -851.2 1 901.5 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .4 9 200.9 10 428.3 440.5 11 733.1 12 486.5 1 881.

00 2.57 miliar atau turun 11.99 miliar atau 20. Sebaliknya.05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3.65 miliar).00 8.48 miliar.58 miliar atau turun US$1. jika dibanding Januari 2011 (US$9.57 miliar besarnya US$16.00 (Miliar US$) 10. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.66 miliar (18. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.80 persen.00 6. Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.00 Nonmigas Migas 2.25 miliar (9.58 persen.02 persen.30 IMPOR JANUARI 2012 IV.83 miliar). IMPOR JANUARI 2012 1. sedangkan jika atau turun 11.00 12.57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1. 3.00 4.00 0.02 miliar atau 0.72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12.56 miliar) naik 16. Grafik 4. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2.57 persen dibanding impor Januari 2011 (US$12. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .57 persen dibanding impor Desember 2011 Impor Januari 2012 yang sebesar US$14.97 miliar) terjadi peningkatan US$0.99 miliar atau turun US$0.1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 14.

50 1.68 0.57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .74 1.IMPOR JANUARI 2012 31 4.00 1. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20.50 (Miliar US$) 2.82 0. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2.19 persen.69 Singapura Thailand 0.82 0.85 miliar (7. dan barang modal sebesar 41. diikuti Jepang US$1. Grafik 4.53 2. 2011 dan 2012 3.00 Januari 2011 Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2012 6.85 0. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2. 5. sementara dari Uni Eropa sebesar 9.72 miliar). bahan baku/penolong sebesar 11.74 miliar (15.2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari. impor golongan barang tersebut meningkat US$0. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat. Nilai ini turun 7.42 persen.60 miliar (34.75 0.31 persen).88 persen.94 persen.50 0.71 persen.81 persen (US$0.78 0.00 1.32 miliar.53 miliar dengan pangsa 21.00 2.38 1. Sementara itu.20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2.06 persen) dan Singapura US$0.26 persen. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8.52 miliar).

77 -0.8 9.4 -16.91 -9.81 -2.3 880.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.8 154.3 2 989.5 3 477.51 .58 20.41 1 412.17 20.41 -4.77 4.62 2.43 -7.00 Migas 40 701.3 9 586.05 17.02 100.9 14 486.9 9 205.0 -18.47 -6.9 12 828.05 .90 7.03 2 989.2 11 609.81 -6.98 26.44 23.2 Perkembangan Impor Indonesia.13 13.29 2.9 16 475.0 3 647.80 79.32 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.Hasil Minyak 28 134.1 -18.06 136 734.3 12 558.57 2012 Januari EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .66 7.1 -9.05 -9.06 37.0 16 207.1 9 586.73 -3.8 11 266.5 3 808.2 10 934.05 0.5 12 407.1 11 827.47 6.6 12.1 3 647.70 -5.9 2 348.7 11 749.1 15 533.1 -11.2 1 953.1 141.81 4.5 3 799.37 13.4 15 393.10 4.20 3.3 11 943.44 -14.3 11 178.72 -8.84 1.5 128.00 -8.72 -11.6 12 558.8 -23.2 3 279.81 2.5 2 971. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Uraian Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 Peran thd Total Impor Januari 2012 (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435.Gas Nonmigas Tabel 4.21 5.8 12 828.3 15 075. Januari 2011–Januari 2012 Perubahan Nilai CIF (Juta US$) Periode (1) 2011 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2 971.9 12 254.2 14 888.89 15.74 -11.3 11 581.8 2 544.49 .0 3 954.99 0.1 3 450.8 3 647.23 5.0 11 581.70 5.53 7.42 1.7 2 877.8 3 244.1 14 570.57 16.2 14 825.7 16 475.Minyak Mentah 11 154.9 11 691.12 -5.9 15 072.40 -0.53 -6.72 20.6 14 570.8 1 157.6 2 080.4 15 169.4 762.

5 -6.1 207.2 227.72 20.31 34.4 -7.8 1 565.5 557.4 3 974.97 4.6 560.99 9.4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.09 -6.8 1 724.93 3. Kapas (52) 3 169.31 6. Bahan kimia organik (29) 6 634.7 163.9 12 828.5 809.32 136 734.99 4.9 -3. Besi dan baja (72) 8 580.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari.1 4 919.06 11.43 8.8 346.IMPOR JANUARI 2012 33 Tabel 4.7 564.17 47.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.3 -4.98 4.6 221.1 268.1 9 586.16 10.68 Barang Lainnya 50 412. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Golongan Barang (HS) Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.81 34.2 1 406.7 712.85 65.89 36.8 7 908. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.8 450.3 258.6 -11.4 533. Barang dari besi dan baja (73) 3 573. Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.8 869.14 6.00 Total Impor Nonmigas Tabel 4.57 20.3 3 445.9 7 606.0 -12.21 15.2 -1.3 11 581.8 484.37 8.8 6 141.89 45.5 26.04 2. Serealia (10) 4 753.0 2 320.1 -9.1 348.Karet dan barang dari karet (40) 2 346.7 491.15 5.3 2 517.6 394.24 7.9 6.0 249.80 100.4 499.5 480. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.00 6.2 -19.4 390.0 1 643.1 390.33 13. Triwulan I 2010–Januari 2012 Ekspor Impor Periode Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 345 232 59 061 60 500 83 723 141 948 451 624 69 973 65 745 103 731 212 175 687 581 501 43 567 024 72 900 660 54 974 339 516 139 478 360 784 998 26 241 934 31 749 466 32 282 282 270 511 316 2011 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 378 847 65 597 105 052 35 645 172 553 836 730 104 230 151 407 107 977 473 116 2 750 620 017 1 194 657 159 315 690 405 360 325 567 879 803 049 1 513 183 688 622 728 284 170 527 950 204 170 692 515 736 581 26 695 26 695 68 542 68 542 355 940 358 355 940 358 205 088 530 205 088 530 2012 Januari MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 (8) .29 2.82 23. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.9 10.05 1.78 11.36 3.82 2.51 3.36 34.6 -6.

2 14 825.3 404.6 3 854.48 ‐4.91  11.31  18.3  11 169.8 779.1                        13 392.1 2 731.9  12 114.7  2 326.5 322.4 752.4  177 435.44 7 160.4 11 258.55  73.5 260.5  Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.21  19.9  11 595.3 5 745.72  21.22 ‐24.4  15 169.06  1.6 1 090.3 33 108.1  110.24  21.7  2 968.49    9.4 273.25  1.3 11 581.34  IMPOR JANUARI 2012   Tabel 4.9 394.50  5.2  14 888.2  821.0  1 816.1  10 971.41  3.4 612.7  11 113.3  61.6 1 119.7 1 744.5  10 481.0    5 337.4 19 321.3  1 200.8  (5) 12 558.68 ‐7.2  976.9  Peran thd     Total Impor  Jan 2012     Jan 2012    Nonmigas       thd          thd        Januari 2012     Des 2011  Jan 2011   (%)  (5) (6) (7)  2 600.8 10 096.6  271.40  15.1  15 533.2  1 380.39  ‐1.88  6.4 10 248.71  26.6 2 292.91 23.1 ‐5.0 2 414.31 9.4  2 881.40 ‐54.7  11 749.2 685.5 1 173.1 2 534.2 108 989.65  100.77  ‐3.8  2 120.0 7 440.5 123.1 121.2  11 503.3 3 979.9  130 934.7  3 102.9  16 475.9 299.1 Perubahan (%)  (4) 2 149.4 10 697.1  8 721.9 5 173.00  EDISI 22   2011  Bahan  Baku/  Penolong (3) 9 427.6 12 418.6    Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.00 7.1  682.8  908.3 684.64 ‐35.68  71.74 ‐15.6 381.2  10 529.05  5.4 5 893.7  Total  Persentase thd  Total (%)    Barang  Modal  Total  (4)  2 101.3  15 075.15 ‐8.60  97.4 ‐14.0  693.91  3.59  80.0  16 207.9  1 892.7 411.5  10 481.7  1 078.1  1 261.65  10.4 1 001.31  6.94  7.5 3 381.8  3 018.3  283.5 27 744.55 ‐6.0 25 456.4  3 772.  Januari 2011 dan 2012  Nilai CIF (Juta US$) Negara Asal    Jan‐Des  2011  (1)  Januari     Desember   Januari     2011  2011  2012  (2)  ASEAN  1  Singapura   2  Thailand   3  Malaysia      Asean Lainnya     Uni Eropa  4  Jerman  5  Perancis  6  Inggris    Uni Eropa Lainnya     Negara Utama Lainnya 7  Jepang   8  Cina  9  Amerika Serikat 10  Korea Selatan  11  Australia   12  Taiwan    13  India  Total 13 Negara Utama  Negara Lainnya  Total Impor Nonmigas  (3) 29 792.3  339.1  DATA  SOSIAL  EKONOMI MARET 2012  .14  12.73  3.4 284.5  391.10 ‐5.72  (8)  12.0 1 861.9  14 570.6  7 694.3  1 290.94  20.9 755.7 10 548.48 3.9  399.72    26.1 1 970.6  2 778.6 2 425.84  3.1  7.9 15 072.5 585.4  15 393.40  39.09  ‐9.3 2 311.53  10.6 136 734.0 98.7  2 968.6  1 107.1 846.5  1 179.38  20.0 11 434.6 433.7 9 289.6 523.7  1 089.3  1 059.32  21.9  271.42  2.00  Tabel 4.80 18.0  3 190.5 75 922.4 3 250.0  9 586.0 12 828.6  2012 Bahan  Barang  Barang  Baku/  Konsumsi Modal  Penolong (6) (7) (8)  1 119.0 1 164.06    58.4  11 096.4    833.56  49.3 319.40 ‐0.9  14 486.14  20. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$)  Barang  Konsumsi  Bulan  (1)  Januari  Februari  Maret  April  Mei  Juni  Juli  Agustus  September  Oktober  Desember  Januari  (2) 1 029.3  564.91  2.1 ‐6.7  1 211.44 1 268.9  234.79  100.0 336.38  100.06  21.65 26.4  2 666.55  2.00  ‐16.80  20.9                                                                Total  (9)  14 570.8 2 734.10 ‐11.40  72.40    30.03 ‐8.1 6 763.

4 299.0 768.1 177 435.27 91.5 1 293.85 81.38 11.15 19.5 375.0 11.9 676.7 762.70 100.5 227.9 349.3 477.6 2 540.IMPOR JANUARI 2012 35 Tabel 4.12 82.4 302.43 6.00 100.3 1 981.6 2 540.8 173.8 2 634.5 434.6 2 354.5 32 145.94 20.00 100.2 54.7 1 018.8 34.9 2 559.07 5.0 2 382.73 38.42 3.42 5.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ASEAN Jepang Korea Selatan Cina India Australia Selandia Baru Amerika Serikat Uni Eropa Lainnya Total Impor MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Barang Total Modal ( 7 s/d 9 ) .6 2 794.8 42. Negara Asal Barang November 2011 (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Cina Singapura Jepang Korea Selatan Thailand Amerika Serikat Malaysia Australia Taiwan Saudi Arabia India Vietnam Jerman Nigeria Hongkong Total 15 Negara Negara Lainnya Total Impor Desember 2011 Januari 2012 (4) (5) (NILAI CIF: JUTA US$) 2 506.1 7.2 4 073.5 5 426.8 1 626.0 951.29 20.3 13 204.0 653.1 965.08 4.21 52.3 12 010.0 951.00 100.6 284.0 1 095.7 2 968.52 59.7 261.0 231.9 2 465.4 2 099.9 240.85 80.00 100.3 1 025.8 325.00 100.8 274.33 0.1 14.6 1.79 5.1 413.6 22.9 1 166.92 74.2 411.67 9.00 100.6 789.9 0.00 100.0 488.2 25 964.7 94.2 2 108.93 39.2 296.8 388.9 229.4 302.9 Total 15 Negara Negara Lainnya Jan−Des 2011 (6) 2 316.6 708.7 10 405.1 1 445.56 Tabel 4.2 17.9 366.0 411.44 17.8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Persentase thd Total (%) No Negara Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 465.9 5 177.2 14 570.7 820.8 3 270.4 822. Januari 2012 No.1 1 929.6 12 999.66 3.6 34.38 100.0 12 599.6 4 322.0 701.1 Persentase Terhadap Total (%) 81.3 19.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.92 76.7 21.15 18.65 89.2 145 290.9 224.46 46.05 33.5 189.9 129.7 19 436.3 60.7 483.55 10 481.0 75.13 3.93 4.2 150.85 58.20 86.9 3 393.5 334.9 1 334.8 1 750.5 768.00 100.3 15 393.1 1 863.2 10 404.39 56.88 18.7 486.1 10 813.6 26 212.1 210.00 1 119.8 434.9 14 570.66 10.7 265.95 32.99 56.8 16 475.68 71.00 100.5 3 130.2 1 750.1 399.1 4 259.3 824.

1).010. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1. Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa. Tabel 5.641. Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan penduduk Indonesia jumlah Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237.36 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 V.630.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.413 orang (Tabel 5.641. yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119.326 jiwa.913 orang dan perempuan sebanyak 118. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan 0−4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5−9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10−14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15−19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20−24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25−29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30−34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35−39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40−44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45−49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50−54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55−59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60−64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65−69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70−74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75−79 842 344 1 135 561 1 977 905 80−84 481 462 661 708 1 143 170 85−89 182 432 255 529 437 961 90−94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Jumlah Laki-laki+Perempuan Sumber: Sensus Penduduk 2010 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .326 jiwa sebanyak 237.

atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki.49 persen. Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101. dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda. Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990−2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1. dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100.1). Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010.4.44 persen (lihat Tabel 5. Bagian tengah piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5. Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101.1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 75+ 70-74 65-69 Laki-laki Perempuan 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 12 10 8 6 4 2 0 0 2 Juta a n 4. Grafik 5.2). 4 6 8 10 12 Juta a n Rasio jenis kelamin a. c. berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 2. Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive. b. 3. sementara yang terendah adalah NTB (93). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113). 37 Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1.4.

5 Kepulauan Riau Sulawesi Tengah 105.8 DKI Jakarta Kalimantan Selatan 102.3 NTB 80.4 Sumatera Barat 97.7 DI Yogyakarta 97. 2010 101.38 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Grafik 5.0 persen EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .6 Jawa Barat 102.3 101.2 Aceh 99.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi.2 Maluku Utara 104.6 Kalimantan Barat 104.5 Sulawesi Selatan 94.0 Sulawesi Tenggara Sulawesi Barat 100.6 Maluku 102.4 INDONESIA 113.7 100.7 Sumatera Selatan 103.0 120.9 Banten 104.0 Bangka Belitung 106.8 Sumatera Utara Jawa Tengah 98.4 Papua Barat 111.4 Papua 112.6 Bengkulu 104.0 Kalimantan Tengah 108.4 Sulawesi Utara 103.5 Jawa Timur 95.7 98.0 100.8 NTT 98.6 104.3 Kalimantan Timur 109.8 Gorontalo 100.7 Bali 101.1 Lampung 105.7 Jambi 104.3 Riau 106.

3 80 67.3. Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2). Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5. 1971−2010 100 86. Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.8 90 79. 2000 dan 2010.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 5.2. lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2). b. 1990. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi. dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2). 39 Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a. Ketika tahun 1971 sebesar 86.3.3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia.8 70 60 53. serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2). Kalimantan (25 jiwa/km2). Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51. 1980.8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51. Grafik 5.3 50 40 30 20 10 0 1971 1980 1990 2000 2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971.8 51. yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2). Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2). 6.3).

mengunakan data SPAN2005.81 1. Babel. Gorontalo.31 2.24 1.63 2.14 55 74 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 2.94 0.57 79 92 1 166 300 1 533 506 0.28 0.71 5 8 4 195 234 6 165 396 1.80 25 33 815 101 1 038 087 − 2.07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 0.87 3.41 12 592 14 469 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 2. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .72 1.21 937 1 055 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1.24 194 220 8 Kepulauan Bangka Belitung Sumatera 42 472 392 50 630 931 1. Sulbar.14 2.96 8 12 205 132 458 237 641 326 1. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun (%) Sensus Penduduk Sensus Penduduk 2000 2010 1990−2000 2000−2010 Provinsi (1) (2) 1 Aceh (3) (4) (5) 3 929 234 4 494 410 1.34 101 115 4.40 1.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 2.76 727 784 121 293 745 136 610 590 1.62 1.80 1.LPP Aceh 2000−2010 dihitung 2005−2010.17 153 172 28 Sulawesi Barat 29 Sulawesi Tenggara Sulawesi 30 Maluku 31 Maluku Utara 32 Papua 33 Papua Barat Maluku dan Papua Indonesia 891 618 1 158 651 − 2.58 1.10 5.45 1.10 160 178 0.83 2.98 1.47 25 32 1 684 144 2 833 381 3.70 0.95 35 43 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 1.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 1.99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 2.2 Penduduk.77 150 179 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 2.02 21 25 2 000 872 2 270 596 1.25 1.78 838 1 100 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 0.80 1.20 1. .28 144 164 92 Jawa Kalimantan 24 Sulawesi Utara 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 − 2.17 1.49 107 124 Catatan: .26 74 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 2.40 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Tabel 5.27 2.52 1.46 2.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 0.56 48 62 6 210 800 7 450 394 1.LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri. .90 1 010 1 217 8 098 277 10 632 166 − 2. Banten.80 3.79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 0.95 127 205 2 407 166 3 092 265 1.04 996 1 104 13 Banten 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0.39 5 9 529 689 760 422 − 3.67 2.08 48 59 14 881 528 17 371 782 1.13 1.81 12 17 11 307 747 13 787 831 2.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 1.24 1.44 1. dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.58 45 64 1 679 163 − 4.17 216 242 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.LPP Indonesia 1990−2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990.36 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 1.32 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 6 Jambi 7 Sumatera Selatan *) Kepadatan Penduduk 2 (jiwa/km ) 2000 2010 (6) (7) 68 78 1.85 68 81 899 968 1 223 296 − 3.79 12 14 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 1. Laju Pertumbuhan.68 53 69 1 820 379 2 232 586 3.48 1.27 3.

70 0.40 persen).90 5.40 2. Hotel.90 44.20 20.60 12. Peternakan.80 0.30 18.90 47. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia 1 (2) 52.30 1.90 15.70 17.30 0.70 0 (11) 1.90 16. Jasa Kemasyarakatan.20 0.50 1. 4.60 2.70 10.00 3. Kehutanan.90 15.50 0.20 0.90 4.70 2.30 18.80 7.30 6.20 0.20 4.00 3.30 0. Informasi.20 0.40 11.30 0. Listrik dan Gas (tidak termasuk air).50 2 (3) 0. 9.30 0.50 1.80 10.30 21.80 1.10 11.90 3.20 0.00 0.50 16.60 17.00 68.80 1.50 1.80 1.20 0.80 26.30 0.90 5.90 1. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.10 5. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .3.60 0. Jasa Pendidikan.10 4.50 0.10 42.70 3.40 1.20 0.60 3.30 8.30 4.20 0.70 44. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.10 8 (9) 0.30 0.80 0.60 7.90 15.10 4.70 39.10 14. Bangka Belitung Kep.80 2.60 1.60 Catatan: 1.50 12. dan Rumah Makan.50 4.80 11. Industri Pengolahan (termasuk Air).20 46.70 0.50 2.30 0.00 16.70 11.70 51.50 3. dan Komunikasi.40 7 (8) 4.80 0.90 11.70 11.60 7.80 4 (5) 0.40 11.60 4.50 13.10 18.10 7.20 0.60 4. 40. Holtikultura.20 0.20 5.30 2. 5.30 35.20 1.20 2.00 1.10 5.10 0.80 2.90 0.30 4.30 6 (7) 14.10 52.30 0.00 0.20 0.50 0.80 4.20 33.80 0.20 58.10 9 (10) 19.70 persen).50 13.70 21.90 15.70 4.30 6. Pertambangan dan Penggalian.20 2.60 21.90 3.40 5 (6) 5.40 1.30 2.60 2.20 1.00 17.30 0.10 75. 6.80 4.50 12. 3.70 6.50 11.40 0.00 19.30 0.90 4.30 1.20 40.30 60.20 13.20 14.00 4.90 17.20 3.80 4.00 14.50 0.60 0.50 1.90 0.00 20.40 3.00 6.30 12. dan Rumah makan (18.20 0.90 1.10 0.80 2.70 0. Jasa Kesehatan.40 0.90 4.90 3.90 2.50 16.40 0.20 4. 2.90 51.30 0. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan.40 0.00 20.60 4.80 17.60 3.70 1.40 2.20 0.60 3. dan Perorangan. sektor Jasa-jasa (15.60 57.50 16.30 0.40 1.00 8.00 3.40 0.70 57.40 0. Perdagangan.10 0.80 3.40 13.80 0.00 1.30 22.50 1.10 4. Konstruksi/Bangunan.80 0.20 18.00 16.90 5.70 9.40 0.10 12.80 1.60 0.90 19.40 0. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.60 4.00 61.20 43. Keuangan dan Asuransi.90 4.40 62.90 27.80 0.50 0.80 0.10 1.00 7.80 3.80 4.90 23.50 62. Pemerintahan.90 4.30 6.20 1.50 persen lapangan usaha berada di sektor pertanian.50 20.10 0.30 2.00 6.60 9.10 3 (4) 3.10 3. Transportasi dan Pergudangan. Lainnya.70 1.10 27.10 5.80 persen).00 31.40 1.00 3.50 15.30 6.40 2.50 14.70 20.90 4.90 0.00 16.20 4.50 2.30 1.20 3.40 0. Tabel 5.70 1.80 0. 0.80 1.70 0.30 3.50 32.80 12.50 0.70 6.10 4.40 0.90 9.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .20 17.20 17.00 47.90 4.00 14.70 4.70 13.60 5.70 19.60 54.70 7.60 14.10 4.40 17.50 19.60 12.20 1.50 0.20 0. Perikanan.10 29.60 2.20 4.40 1.50 4.40 1.20 53.60 5. dan sektor Industri Pengolahan (10.60 0. Hotel.80 0. 7.30 0.60 0.60 63.50 5. dan Pertanian Lainnya. Perkebunan.90 0.30 0.70 14.30 6.00 5.90 0. 8.50 0.60 0.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 7.50 1.70 4.30 0.10 23.70 1.30 0.90 0. 41 Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a.50 16.50 0.90 7. Selain itu.30 16.20 1.70 31.80 1.00 24.30 13.30 0.50 0.90 4. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.40 2.30 4.60 5.70 0.

30 1.00 EKONOMI 1.40 0.50 MARET 2012 .20 0.90 42.50 0.4.00 31. 5) Peternakan.60 5. Tabel 5.70 3.70 20.2 (3) 2.10 2.10 29.70 1.60 9.00 16.30 60.20 40.70 13. 1.60 8.30 26.20 1.70 0.00 37.30 35.30 19.20 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.70 18.80 0.80 3.50 1.90 0.90 3.40 0.50 0.20 6.50 10.30 1.50 1.70 7.80 41.20 3.20 0.70 1.30 0.90 44.60 63.10 39.20 46. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.10 2.20 0.00 4. SP2010 Provinsi (1) 1.40 0.70 19.70 0.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 DATA 1.40 4.40 0.60 2.50 1.60 57.00 1.1 (2) 29.10 2.60 2.30 0.40 62.70 4.60 2.30 4.80 0.20 43.80 1.50 57.20 0.60 25.90 9.20 2.00 3. 3) Perkebunan.30 34.60 0.10 1.70 24.40 0.40 21.90 4.10 0. Bangka Belitung Kep.10 1. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24.00 0.00 0.70 1.40 0.20 0.70 8.10 75.90 1.80 4.90 2.80 38.90 51.00 3.60 13.30 3.70 39.40 0.50 0.2 Holtikultura.00 61.70 44.40 0. 1.10 4.4 Perikanan.40 Jumlah (8) 52. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor.30 1. 1.30 0.50 1.70 1.10 0.90 2.30 0.1 Pertanian tanaman padi dan palawija.90 10.20 3.70 57.20 1.90 1.10 4.20 0.20 1.40 0.60 1.42 b.80 15.60 37.60 2. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija.60 0.20 58.20 0.00 1.80 16.30 0.7 persen kesempatan kerja.70 1. 1.10 5.20 0.50 32.10 0.10 2.20 0.50 23.10 0.50 2.90 0.60 0.80 33.10 52.00 36.10 1.30 0.70 3.00 68.10 19.90 23.6 (7) 0.40 persen kesempatan kerja.00 3.70 3.00 24.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.00 31.20 53.30 0.30 7.50 11.70 1.60 54.30 0.10 1.10 1. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.70 1.60 18.50 33.20 11.40 32. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 1.40 5.30 0.20 0.00 2.40 4.90 5.80 20.3 (4) 15.20 9.80 0.10 2.70 51.10 0.90 0.5 Peternakan.70 3.10 24.80 3.40 1.30 29.90 47.00 0.20 0.50 0.60 2.40 SOSIAL 1.30 13.50 62.00 2.60 0.30 1.00 19.30 30.00 0.20 33.60 3.80 29.40 0.60 22. 2) Holtikultura.80 19.60 9. dan subsektor 3) yang menyediakan 9.10 4.10 42. 4) Perikanan.80 1.20 0.50 2.10 8.5 (6) 0.90 61.20 0.70 7.10 3.30 0.90 3. 1.3 Perkebunan. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.40 21.00 20.80 2.20 0.00 47.40 1.20 1.30 2.10 5.10 19.20 0.70 1.4 (5) 3.50 0.

20 1. 3) Jasa Kemasyarakatan.10 1.90 15.00 9.20 1.30 13.80 1.80 12.80 4.60 9.90 1.40 2.10 1.20 1.60 persen).00 1.20 9.20 18.20 15. Tabel 5.30 13.50 10.10 5.80 0.80 4.50 4.40 10.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.00 16. 43 Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.80 0.40 9.70 21. lalu sub sektor 1) (4.00 20. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.50 5.80 4.30 7. Pemerintahan dan Perorangan MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI Jumlah (5) 19.90 11.60 0.70 15.20 0.90 9.90 22.10 27.30 3.80 9.80 3.50 16.30 5.10 11.80 7.50 1.50 1.30 1.70 5.70 1.50 7.80 3. 2) Jasa Kesehatan.50 15.20 5.70 7.20 0. Di antara subsektor tersebut.90 3. Pemerintahan dan Perorangan. yaitu 1) Jasa Pendidikan.10 9. Bangka Belitung Kep.70 10.60 9.60 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.20 17.60 4.00 1.60 12.3 (4) 10.10 3.90 1.40 17.70 EDISI 22 .00 17.90 11.90 15.20 14.20 17.40 10.50 3. 9.20 1.10 11.40 1.40 0.10 1.00 20.40 5.50 13.70 14.90 7. 2010 Provinsi (1) 9.50 20.00 1.80 1.90 16.60 12.30 1.30 4.20 0.70 7.80 3.40 11.80 11.70 4. 9.00 5.50 16.20 11.10 4.70 8.90 1.40 13. lihat Tabel 5.40 6.70 3.40 10.50 16.40 4. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 9.70 9.70 17.20 20.20 7.20 7.3 Jasa Kemasyarakatan.10 0.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 c.40 11.00 10.80 14. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa.20 1.30 16.00 5.1 (2) 6.90 1.60 3.70 1.50 13.70 3.30 1.1 Jasa Pendidikan.00 14.2 Jasa Kesehatan.00 persen).5.40 5.10 4.00 3.2 (3) 1.30 22.

94 87.90 83. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.53 62.01 91.29 20.41 (6) 68.65 64. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 39.58 47.67 69.33 63.68 92.54 48.41 47.62 89.49 61.94 34.52 57.82 44.55 25.26 39. Laki-laki pada umur 7−12 tahun sebesar 94.37 72.21 59.52 36.88 62.36 96.13 67.97 39.91 40.60 35.95 19.02 17. Tabel 5.29 62.74 37.25 61.65 63.30 91.59 64.20 43.50 94.89 48. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat.91 86.26 37.19 85.18 (5) 24.60 14.85 12.47 11.45 94.19 85.34 47.02 42.30 78.8) a.24 57.35 53.93 34.91 39.99 94.27 54.02 63.93 34.66 52.07 97.66 54.20 69.6.22 50.44 75.93 25.83 14.92 44.85 95.97 16.69 95.04 52.84 43.90 60.90 81.89 14.16 48.12 50.83 73.60 80.44 8.78 94.04 88.73 57.43 15.95 46.17 95.43 52.63 47.95 60.55 92.41 18.32 94.01 22.21 persen laki-laki masih sekolah.11 15.01 78.00 15.48 persen masih sekolah. laki-laki pada umur 13−15 sebesar 83.84 61.33 33.85 65.33 88.16 10.88 94.72 63.46 95. Pada masa umurumur sekolah (7−24 tahun) sebesar 62.77 95.18 65.49 25.79 21.42 13.49 48.46 20.43 67.96 82.29 19.74 95.36 60.48 (4) 67.23 82.08 57.78 97.20 15.32 48.15 55.36 93.58 15.37 57.12 45.21 48. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Status Sekolah (Tabel 5.35 68.33 57.41 79.01 61.96 34.06 58.93 17.94 59.96 87.78 91.41 54.15 93.05 93.01 31.22 41. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.93 21.08 48.89 58.71 55.64 7.27 86.69 11.52 11.85 23.83 93.62 30. 2010 Laki-Laki Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.90 81.74 47.19 82. Bangka Belitung Kep. dan Tabel 5.48 85.46 88.54 94.45 31.87 95.13 7.36 79.81 16.08 84.60 37.01 13.41 84.78 46.54 persen masih sekolah.89 93.89 54.72 82.27 94.81 78.50 27.35 (2) 96.36 59.95 70.91 91.7.87 62.73 59.58 80.51 21.54 (3) 90.68 62.50 67.98 27.67 86.98 35.12 28.17 93.56 63.83 83.93 60. Tabel 5.61 94.21 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .43 94.02 62.24 13.6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.59 96.30 58.46 68.

54 86.29 38.33 37.32 70.65 93.09 19.89 54.12 12.66 96.33 11.85 42.17 94.49 64.26 41.22 59.49 48.50 98.17 50.22 85.93 80.93 56.64 92.12 24.15 38.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 b.89 35.93 93.59 87.52 66.14 96.02 56.34 persen perempuan masih sekolah.28 61.08 48.69 58.02 55.87 53.00 82.91 58.24 52.97 18.17 95.53 15.64 6.11 95.53 39.13 89.04 (4) 71.26 43.42 10.02 81.69 93.39 31.07 43.86 46.69 58.31 70.20 64.21 96.7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.13 91.14 16.84 81.92 56.27 persen masih sekolah.80 45.34 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .62 39.36 46.47 41. 2010 Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.27 61.71 96.15 10. Pada masa umur-umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.87 14. perempuan pada umur 13−15 sebanyak 85.14 50.87 85. 45 Perempuan pada umur 7−12 tahun sebanyak 95.38 (5) 28.77 (6) 69.14 47.51 67. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.04 persen masih sekolah.53 81.17 94.35 94.97 61.20 13.88 27.37 83.72 63.27 61.91 71.61 16.49 62.50 83.60 96.94 40.95 88.22 93.14 95.52 82.74 13.92 58.93 85.53 60.99 50.57 85.43 14.50 37.01 16. Bangka Belitung Kep.79 22.09 71.58 95.36 85.21 95.12 50.10 53.69 31.86 88.63 18. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.52 95.64 13.79 94.70 53.89 64.49 50.98 36.50 95.83 12.64 37.90 61.66 95.27 65.45 89.17 61.03 59.00 27.33 46.99 95.63 62.88 60.13 30.46 45.04 18.30 85.47 64.84 37.80 53.55 95.63 43.62 82.77 61.71 31.39 26.16 18.84 61.05 69.44 32.38 84.87 66. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.31 12. Tabel 5.74 87.19 89.18 49.03 14.88 58.21 96.66 38.25 54.58 62.70 94.95 10.26 86.77 45.49 95.67 38.15 17.87 (2) 97.45 15.92 64.53 89. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.72 95.32 13.27 (3) 92.37 35.37 81.62 26.19 21.11 53.89 29.58 55.34 18.26 95.27 90.70 46.19 95.96 63.30 51.80 61.90 62.59 97.85 62.96 7.43 57.56 60.05 88.28 84.49 44.27 88.72 60.

85 42.11 45.26 95. Pada semua umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.76 36.11 89.83 95.56 40.73 39.41 39.74 20.42 12.48 31.37 14.95 66.10 93.68 38.53 82.08 16.48 54.75 64.59 63.94 47.96 25.28 98.10 61.80 84.91 85.77 61.80 11.51 59.51 93.66 80.28 63.85 40.90 61.50 87.03 22.80 7.72 83.82 94.53 96.25 45.17 94.61 15. 2010 Laki-Laki+Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.18 95.07 62. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.09 (2) 97.74 89.29 92.64 66.18 97.00 85.85 71.54 17. Bangka Belitung Kep.28 18.34 58.63 55.94 35.94 61.03 95.64 70. Tabel 5.30 92.42 37.58 88.84 93.07 62.35 94.51 14.78 persen penduduk masih sekolah.46 46.44 45.78 77.64 49.83 34.8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.62 44.22 16.44 94.92 84.46 94.46 50.52 13.51 95.05 64.22 65.68 37.07 15.09 (6) 69. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.24 (4) 69.68 53.93 46.60 62.55 95.95 87.99 88.18 65.42 52.06 84.18 35.13 36.27 63.11 64.97 95.89 48.71 58.62 80.98 52.73 18.40 34. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.01 25.32 53.68 26.79 56.65 44.65 38.88 58.35 60.27 17.06 18.60 19.90 58.93 62.51 21.89 96.68 49.66 10.45 52.16 95.14 77.70 47.42 81.55 31.63 66.62 21.65 50.46 c.56 37.78 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .38 55.04 12.17 86. pada umur 13−15 sebesar 84.37 94. Pada umur 7−12 tahun sebesar 94.27 92.01 20.49 84.45 58.73 63.38 7.98 48.37 45.57 89.63 62.77 29.00 95.93 88.13 57.93 40.54 80.02 88.53 87.62 59.40 29.14 62.86 50.48 92.75 58.69 50.90 28.87 13.37 66.77 86.08 16.97 14.78 25.92 80.43 54.89 persen masih sekolah.81 48.04 62.90 11.02 94.45 84.20 59.70 32.72 94.86 84.14 46.89 (3) 91.13 11.11 15.79 67.13 58.62 42.13 81.57 56.86 69.94 94.38 96.18 94.56 58.11 82.00 61. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.78 (5) 26.8.83 96.34 81.54 12.77 70. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.50 50.24 persen masih sekolah.

15 3.36 10.77 7.27 7.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 9.58 10.76 6.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.00 100.94 3.04 19.54 83.70 Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (3) 7.77 10.04 6.01 14. tanpa membayar.58 67.75 5.89 77.83 62.72 11.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal. Bangka Belitung Kep.00 100.00 100.00 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .19 77.13 24.00 100.28 78.07 17. yakni sekitar 6 persen.50 2. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7.78 80.61 3.96 13.69 11.00 100.98 9.57 3.30 7.00 100.06 (5) 13.81 2.40 9.52 72.27 persen.00 100.17 6.00 100.45 persen.91 3.87 79.76 20.71 1.21 10.00 100.52 16. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Milik sendiri (2) 76.69 2.16 4.86 10.00 100.08 2.64 15.04 3.42 81.97 4.28 12.00 100.15 2.68 1.02 6.13 8.09 4.00 82.15 11.45 (6) 100.77 71.00 100. Tabel 5.73 80.00 100.18 7.29 63.20 6.68 84.25 5. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.59 5.89 persen) milik sendiri.44 10.9) Sebanyak 77.35 4.37 9.00 100.49 10.45 75.18 11.53 7.62 13.68 47.20 3.00 100.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri.87 8.07 14.00 100.75 60.52 3.60 18.22 2.16 11. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. 47 Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5.19 2.31 6.63 64.27 2.00 100.00 100.00 100.00 100.97 6. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.25 18.18 persen sampai 20.09 74.71 4.15 7.00 100. Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.00 100.00 100.00 100.23 5.00 100.00 100.68 8.38 6.89 76.97 27. tanpa perjanjian sewa/kontrak.79 (4) 2.93 2.55 1.83 17.00 100.05 80.05 85.35 8.85 68.11 78.00 100.00 100.57 5.71 5.98 10.97 2.39 7. dan lain-lain.18 3.21 84.17 73.42 75.27 12.09 5.37 1.86 2.00 100.55 8. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak.00 100.38 3.00 100.46 14.88 12.45 84.46 8.00 100.59 4.29 13.04 76.94 4.33 9.81 72.28 5.54 9.84 86.18 85.85 2.

01 19.03 12. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Air kemasan (2) 20.83 4.07 8.74 18. air ledeng (15.37 79.40 0.05 30.76 71.87 70.54 90.61 84.34 3.94 87.32 41.49 6.03 50.42 2.99 7.66 83.96 1.05 27.96 74.48 77.04 63. sumur pompa (12.69 17.90 37.28 6.97 20.41 8.78 23.40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.90 35.39 5.96 23.52 2.11 11.73 88.08 15.41 1.70 88.37 70.94 33.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.75 17.89 91.79 3.18 11.19 9.13 31.92 85.01 29.70 12.12 6.29 12.06 2.10 88.06 50.75 19.25 3.83 5.01 4.84 82.62 19.54 15.69 15.13 10.14 EKONOMI Mata air terlindung (6) 4.57 9.60 22.64 77.14 persen).94 21.10 1.03 83.25 4.72 12.88 23.23 7.98 56.80 7.35 18.74 1.29 20.80 0.31 24.74 16.38 19.19 31.87 25.18 8.66 48.60 10. dan mata air terlindung (8.83 4.62 2.19 12.40 MARET 2012 .50 87.44 Jumlah (7) 76.86 1.51 31. Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.84 19.70 16. (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja).44 persen).24 20.10) Sebanyak 83.96 9.68 8.03 40.00 67.70 persen).79 63.70 Ledeng Pompa (3) 9.59 14.67 50.81 26.40 13.06 9.68 4.19 8.25 15.38 15.27 46.02 1.24 99.31 27.58 19.88 27.10 8.67 10.42 DATA SOSIAL Sumur terlindung (5) 38.13 10.64 18.23 15. Tabel 5.33 89.92 11.45 8.11 3.12 28.07 7.56 36.97 34.00 16.12 14.16 6.35 12.25 9.63 4.73 17. Bangka Belitung Kep.04 0.45 31.51 18.70 persen).47 57.42 persen).53 1.39 16.21 46.61 3.62 1.63 4.75 4.96 22.17 91.14 7.69 12. berdasarkan kriteria sumber air saja.44 20.59 1.96 31.22 79.12 2.69 17.05 5.69 19.87 60.14 11.59 56.10 4.31 2.66 80.94 4. Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.28 3.61 1.58 8.24 12.53 1.02 37.69 5.11 53.28 28.13 0.65 42.38 2.70 (4) 2.25 11.86 7.94 1.84 26.51 11.17 14.48 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 10.60 12.81 12.32 4.19 13.32 15.02 32.76 65.37 2.95 8.26 17. air kemasan (14.21 32.38 10.

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

49

11. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.11 dan Tabel 5.12).
a.

Sebanyak 65,80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk
buang air besar. Sementara itu 11,72 persen menggunakan jamban bersama
dengan rumah tangga lain, dan 3,59 persen menggunakan jamban umum.
Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan
fasilitas jamban untuk buang air besar.
Tabel 5.11
Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar, SP2010
Provinsi

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

b.

Jamban
sendiri
(2)
59,25
75,37
54,74
82,93
69,12
66,51
66,12
77,44
68,67
82,98
76,47
67,92
65,46
73,95
62,05
64,55
67,65
41,23
63,38
61,82
59,26
65,14
80,43
65,21
50,06
63,40
56,65
33,78
44,24
50,05
46,16
59,55
48,01
65,80

Jamban
bersama
(3)
6,58
5,55
10,44
6,01
7,55
9,85
6,52
8,47
3,14
11,07
18,88
13,85
10,79
19,11
13,14
10,71
17,83
12,26
10,89
8,72
20,50
14,06
8,42
14,42
5,67
9,49
7,98
10,97
5,85
9,31
10,22
16,54
11,96
11,72

Jamban
umum
(4)
6,63
3,23
5,39
1,42
3,61
4,42
1,76
1,33
1,77
1,02
3,86
6,72
2,94
0,84
1,70
3,08
0,17
2,20
1,16
3,14
6,49
5,90
3,50
2,35
4,05
2,06
2,43
8,49
2,53
6,84
14,93
7,91
3,72
3,59

Tidak Punya

Jumlah

(5)
27,53
15,84
29,44
9,64
19,72
19,22
25,59
12,76
26,41
4,93
0,79
11,52
20,81
6,09
23,12
21,66
14,35
44,30
24,58
26,32
13,74
14,90
7,65
18,02
40,22
25,05
32,94
46,76
47,38
33,80
28,69
16,00
36,31
18,88

(6)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri, bersama,
umum) terdapat 74,29 persen yang menggunakan tangki septik, sebanyak
17,27 persen tanpa tangki septik, dan 8,44 persen tidak mempunyai tempat
pembuangan akhir. Kondisi di provinsi beragam, dimana penggunaan tangki
septik berkisar 44,42 persen sampai 96,74 persen.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

50

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

Tabel 5.12
Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir
Tinja, SP2010
Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

EDISI 22

Tangki septik

Tanpa tangki
septik

Tidak punya

Jumlah

(2)
73,84
77,67
68,90
67,39
68,00
66,94
67,11
58,20
93,23
86,49
92,53
68,44
76,10
87,38
72,79
87,60
96,74
87,78
44,42
67,66
56,57
65,69
80,29
87,45
82,98
85,87
76,53
92,74
79,67
84,36
82,80
77,61
48,16
74,29

(3)
16,68
15,68
16,52
22,93
21,05
21,97
26,62
35,05
4,80
6,96
4,47
18,70
17,30
10,93
21,20
7,45
2,29
8,13
43,13
17,84
21,24
16,60
11,62
9,78
10,99
10,31
18,02
4,53
14,71
8,97
7,22
11,75
15,05
17,27

(4)
9,48
6,65
14,58
9,69
10,95
11,09
6,27
6,75
1,98
6,55
3,00
12,86
6,60
1,69
6,01
4,95
0,97
4,09
12,46
14,50
22,19
17,71
8,09
2,78
6,03
3,82
5,45
2,73
5,61
6,68
9,98
10,64
36,78
8,44

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

51

12. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5.13)
Bahan bakar gas digunakan oleh 45,16 persen rumah tangga Indonesia.
Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh
tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa,
Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.
Bahan bakar kayu juga masih populer, digunakan oleh 40,11 persen rumah
tangga. Minyak tanah digunakan oleh 11,69 persen rumah tangga. Masih banyak
provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol, terutama ketika
penggunaan gas di sana tidak menonjol.

Tabel 5.13
Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak, SP2010
Provinsi

Listrik

Gas

Minyak
tanah

Arang

Kayu

Lainnya

Tidak
pakai

Jumlah

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

1,36
1,01
1,39
0,81
0,74
0,59
0,79
0,50
0,74
1,06
1,34
1,00
0,23
0,23
0,75
1,13
1,43
0,37
0,30
0,71
0,78
1,50
0,86
1,11
0,43
0,54
0,40
0,70
0,31
0,55
0,61
0,53
0,18
0,77

16,23
38,40
12,29
15,60
17,74
54,44
14,57
24,68
35,18
36,61
83,70
70,11
51,41
45,81
46,75
68,55
50,72
2,05
0,27
25,46
4,91
7,94
55,87
1,33
1,95
42,83
3,53
0,67
7,10
0,53
0,43
1,81
0,60
45,16

38,45
27,17
31,94
46,67
28,55
5,62
24,41
5,46
37,00
50,47
4,72
1,40
1,01
1,24
5,19
1,78
4,92
35,94
15,80
17,84
45,04
44,49
22,87
49,53
26,16
9,27
29,39
34,93
16,07
40,33
30,29
50,93
27,89
11,69

0,03
0,04
0,05
7,00
4,81
1,31
0,04
0,23
0,33
0,32
0,00
0,04
0,10
0,58
0,04
0,05
0,02
0,05
0,05
0,32
0,17
0,05
0,60
0,33
5,46
2,11
3,81
0,08
2,07
0,06
0,12
0,12
0,29
0,49

43,02
32,59
53,58
28,95
47,64
37,61
59,72
68,55
25,92
9,08
0,22
25,51
45,94
42,76
45,83
25,98
39,35
61,11
83,37
55,22
48,71
45,29
18,25
47,18
65,67
44,86
62,64
63,27
74,25
57,93
68,12
45,62
70,61
40,11

0,08
0,17
0,14
0,15
0,11
0,12
0,08
0,08
0,09
0,25
0,44
0,22
0,09
0,34
0,16
0,25
0,10
0,10
0,08
0,11
0,13
0,07
0,18
0,12
0,09
0,07
0,06
0,10
0,04
0,10
0,09
0,16
0,14
0,16

0,82
0,62
0,61
0,81
0,42
0,30
0,40
0,49
0,74
2,21
9,58
1,71
1,23
9,04
1,28
2,26
3,45
0,37
0,13
0,33
0,26
0,66
1,37
0,40
0,24
0,32
0,18
0,25
0,16
0,49
0,32
0,83
0,29
1,61

100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

50 85.67 71.05 76.18 66.01 64.86 0.79 0.89 0.42 68.01 64.13 87.24 0.32 70.78 8.47 0.37 58.86 73.29 0.04 4.23 0.77 0.76 24.11 62.52 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 13.47 0. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel.22 EKONOMI Jumlah (5) 69.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.52 3.77 54. Bangka Belitung Kep.14 91.33 8.08 4.85 2. Penguasaan Telepon (Tabel 5.11 80.39 60. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.39 3.42 0.82 0.26 64.57 63.37 80.14) Sebanyak 73. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.41 60. Tabel 5.02 48.47 64.67 4.70 0.44 82.37 29.45 49.88 95.24 65.94 0.81 67.41 93.45 70.94 77.66 0.78 1.33 0.82 9.23 6.13 4.45 0.62 0.42 10.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon. di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses.79 4.49 6.39 3.03 45.34 68.30 4. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kabel Seluler (2) 0.48 0.24 3.73 81.96 70.58 72.63 76.24 32.59 66.16 68.13 52.19 80.96 60.33 70.86 75.89 2.79 74.73 4.65 75.72 0.30 69.31 0.53 0.15 0.07 42.15 7.38 MARET 2012 .15 10.41 DATA SOSIAL Kabel dan Seluler (4) 2.80 64.73 0.60 0.60 7.53 0.31 54.44 0.75 (3) 66.12 73.60 4.36 1.67 0.40 5.53 0.67 82.02 57.37 78.82 3.13 74.66 0.06 61.30 77.79 83.50 71.81 0.70 9. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.18 5.44 68.37 5.48 71.82 10.84 3.35 56.74 65.53 0.54 80.63 3.40 0.06 83.

Jawa Timur.55 14.42 12.21 persen).33 14. Kalimantan Timur (22.86 12. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.98 persen).18 persen).63 16.83 7. Secara nominal jumlahnya mencapai 9.15.15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.75 7.53 14.91 EDISI 22 .98 15.15 22. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat.50 11.84 12.51 12. Lihat Tabel 5.76 15.42 15.05 6.42 29. Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 53 14. DKI Jakarta (29.1 juta rumah tangga.21 11. Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14.06 18.36 13.36 persen).25 14. Bangka Belitung Kep.57 13.34 11.43 17. Sulawesi Utara (22.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet.93 13. Jawa Tengah. Tabel 5.25 9.86 8. dan DKI Jakarta.85 19.18 22.12 11.80 18.52 30. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Jumlah (2) 115 755 366 296 213 345 192 836 111 332 231 434 65 955 181 847 39 993 85 778 751 880 1 830 652 1 176 894 315 111 1 392 606 397 930 152 834 100 795 64 295 121 133 73 328 177 036 193 146 129 241 70 920 316 279 58 412 41 053 19 578 42 416 20 358 19 703 47 274 9 117 445 DATA SOSIAL EKONOMI % (3) 10.40 9.

4. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A. dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 120 116.32 8.74 108.42 persen).6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111.83 113.54 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 VI. Agustus Agustus 2011 Bekerja Penganggur Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117. Grafik 6.00 113.4 juta orang. Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.87 104.28 109.96 9.49 119. Penduduk yang Bekerja. mengalami 2011 sebanyak 7.37 111.59 8.4 juta orang. 3.41 104.40 117.53 116. berkurang sekitar 2.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.56 persen. Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011). EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .7 juta orang.12 7. berkurang sekitar 1.1 Jumlah Angkatan Kerja.67 100 80 60 40 8.3 juta orang.0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119. jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.26 20 8.21 107.70 juta penurunan orang (6.56 persen) dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6.14 persen.70 0 Februari Agustus Februari 2009 Februari 2010 Angkatan Kerja 2. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jumlah penganggur Agustus Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6.

32 8.37 107. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .53 Februari (4) 119.96 68.52 Paruh waktu 17.01 18.46 21.40 Agustus (5) 117. Pada Agustus 2011.83 67.53 18.06 4.70 67.27 15.41 108. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011.12 7.00 Agustus (3) 116.42 persen) dan Sektor Transportasi.41 7. Tabel 6. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011.2 juta orang (49. sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.14 6.17 persen). B. Penduduk yang Bekerja. Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0.34 7.31 persen).59 Setengah penganggur 15.4 juta orang (1.80 6.15 persen).21 111.56 32.28 109. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 3.72 69. 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan (1) 1.67 8. terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian.73 13. dan Pengangguran 1.1 juta orang (68. Pekerja tidak penuh *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.19 34. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.59 8. Jumlah angkatan kerja mencapai 117.26 15. sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3.62 persen.2 juta orang (2. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan. 5. 6.40 persen).KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3. Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran.80 33.96 persen).89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.4 juta orang turun sekitar 2.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu. Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 2010 2011 *) Februari (2) 116. sebesar 75. Angkatan Kerja.27 34.1 juta orang (7. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.6 juta orang (5. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54.

17 persen) bekerja pada kegiatan informal.33 13.28 109. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama.58 5.50 1. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011.17 persen). sisanya termasuk pekerja informal.21 22.24 23.61 1. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.1 juta orang (7. jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi.05 13.59 5.21 persen dan 9. maka pada Agustus 2011 sekitar 41.54 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan.40 1.74 2.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13. Tabel 6. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .82 5. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3. Konstruksi 4. Pertanian 2.64 1.2 juta orang (62. Transportasi. Lainnya * Jumlah *) 14. Gas. Pergudangan.48 39. Industri 2010 Agustus (3) 41. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja.21 111.83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68. dan Komunikasi 5.02 16. Pergudangan dan Komunikasi.42 persen).42 persen) dan Sektor Transportasi. pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan. Jasa Kemasyarakatan ) 8. Jasa Kemasyarakatan. 2.67 3. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1.49 2011 Februari Agustus (4) (5) 42.08 6.84 5. dan Air D.40 5.06 2.82 13.63 15. Perdagangan.49 23. Listrik.56 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 C.65 1. Berdasarkan identifikasi ini.59 6. Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1. Sektor Pertanian.96 17.61 persen. Keuangan 1.34 22.41 108. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.96 persen).83 (1) 1.70 107.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama Februari (2) 42. Perdagangan 7.62 15. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5.70 4. dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011.62 5.5 juta orang (37.

Pekerja bebas di nonpertanian 5.4 juta orang atau sekitar 1.21 111.46 persen).3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) 2010 2011 Status Pekerjaan Utama Februari Agustus Februari Agustus (2) (3) (4) (5) 1.03 21.26 3. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75.7 juta orang). 2. Buruh/Karyawan 7.15 19.41 108.93 persen).67 (1) 3.51 37.52 34.1 juta orang (68. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu. Secara umum. Berusaha sendiri 20. Pekerja keluarga/tak dibayar Jumlah E. Pekerja bebas di pertanian 6.48 6.31 persen dari total penduduk yang bekerja (109. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19. Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3.92 21.28 109. 57 Dari 109. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Berusaha dibantu buruh tetap 4. Tabel 6.66 3. Pada Agustus 2011.32 5.7 juta orang (17.68 18.4 juta orang (17.72 30. Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker).82 5. pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu porsinya relatif kecil yaitu hanya 1.68 21.31 19.98 17.7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011.99 107.39 persen).7 juta orang (3. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37.72 32.77 5.58 5.16 5. dan berusaha sendiri sejumlah 19.59 3.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 2.8 juta orang (34.28 5.44 persen).02 3.70 persen).41 2.77 19. Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1.64 19.13 5.46 21.

31 54. Sekolah Menengah Atas 4.5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan (1) 1.12 54.81 4.02 4.59 4.92 8. Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah.40 15.2 juta orang (2.73 8.09 75.11 9.21 111.21 2011 Februari Agustus (4) (5) 55.32 3.15 persen).59 35+ * 74.54 5.79 5. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.48 12. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .41 108.41 108.25 107.60 74.67 Pada Agustus 2011.27 34.94 5.70 16.23 persen.08 Jumlah 107.63 15.94 77.65 111.34 8. Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3.63 15.18 21. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011). Sekolah Menengah Pertama 3. SD ke bawah 2.54 15.61 persen dan 0. Sekolah Menengah Kejuruan 5.63 12.20 Februari (4) 1.58 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.89 3. kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0.86 3.51 20.30 20.28 109.88 2. sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil.20 15–24 11.40 persen). jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan.00 15.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.44 8–14 4.48 Termasuk sementara tidak bekerja F.19 34.37 Agustus (5) 1.35 17. Diploma I/II/III 6.80 33.28 109. Universitas Jumlah 2.67 ) *) 2010 Februari (2) 1. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.97 12.89 25–34 14. 2010 Februari Agustus (2) (3) 55.17 5. Tabel 6.22 20.6 juta orang (5.06 1–34 32.2 juta orang (49.4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja Perminggu 2011 (1) 1–7 Agustus (3) 1.

92 9.37 3.56 1.81 3. TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun. Sekolah Menengah Pertama naik 0.06 persen dan 10.85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0.87 10. SD ke bawah 2.32 persen dan 2.71 3.59 7.37 3.37 persen. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 3.81 11.00 10. yaitu masing-masing sebesar 10. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011.90 11.95 8. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7.43 5. Tabel 6. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0.17 10.7 juta orang atau 6. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun. Universitas 14.41 7. 2.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 59 G. Sekolah Menengah Atas 11. Sekolah Menengah Pertama 7.02 7. Pada Agustus 2011.71 12. Diploma I/II/III 15.56 persen dari total angkatan kerja.19 persen.14 6. Sekolah Menengah Kejuruan 13.43 persen.55 7.66 4.54 persen.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.83 8.45 7. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .16 6. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13.76 persen.78 11.56 Jumlah H. TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi. 3. Dibanding Februari 2011. 2.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6.43 persen.80 6.90 12.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0.14 persen.66 persen dan 10.24 11. Pada Agustus 2011.

78 DKI Jakarta 582.9 3.2 9.25 22.94 8 319.6 3.8 7.2 4.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi (1) Aceh 2010 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (2) (3) 162.1 5.07 217.4 5.62 100.14 8 117.8 3.7 2.34 32.33 71.39 58.14 142.8 7.7 10.1 3.72 185.9 7.8 10.25 845.99 86. Yogyakarta 107.8 6.7 3.19 93.8 11.43 Sumatera Utara 491.69 236.1 13.4 13.6 5.70 15.37 243.56 17.24 213.5 2.2 7.3 7.18 402.01 299.27 52.55 Papua 53.29 116.6 5.80 7 700.6 9.37 Sumatera Barat 152.0 8.68 30.55 57.3 3.47 74.2 4.37 2011 Februari Jumlah TPT (ribuan) (persen) (4) (5) 171.41 21.68 697.7 5.9 9.83 Sumatera Selatan Kep.88 Kalimantan Tengah 44.2 5. Bangka Belitung Banten 726.1 6.7 4.85 60.34 59.72 51.43 460.8 7.5 5.0 6.6 6.5 4.93 D.8 5.5 3.62 25.5 6.9 4.2 4.38 Maluku Utara 26.60 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.21 1 042.65 228.80 Jawa Barat 1 951.4 6.1 6.69 101.8 3.6 4.80 Jambi 83.61 98.6 2.37 Lampung 220.67 58.3 5.3 3.8 9.5 7.95 162.9 7.1 8.5 4.90 58.97 53.83 555.6 6.16 21.6 4.8 5.56 Kalimantan Barat Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Selatan Sulawesi Barat Indonesia EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .50 680.7 5.3 8.2 3.62 Gorontalo 23.9 2.18 821.55 Kalimantan Selatan 96.61 Bengkulu 39.4 10.9 6.61 55.7 9.1 6.59 30.2 8.2 4.5 3.61 46.72 60.7 5.61 19.25 103.6 7.07 1 002.05 542.8 7.5 3.6 10.1 5.84 1 901.57 201.9 5.0 2.0 8.27 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (6) (7) 148.6 3.5 5.86 52.33 1 982.63 19.14 41.84 99.35 110.4 2.02 243.9 6.9 6.26 Sulawesi Tengah 56.I.6 13.82 Sulawesi Tenggara 48.23 166.94 Papua Barat 26.2 4.06 1 046.77 34.28 33.1 4.5 8.45 Riau 207.62 112.10 174.66 28.25 15.8 4.32 119.4 10.17 136.21 173.6 3.3 4.6 5.8 5.6 2.03 26.97 Jawa Timur 828.06 65.04 66.4 8.4 9.06 Maluku 64.8 4.0 6.2 2.69 107.16 Jawa Tengah Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tengggara Timur 68.1 5.5 7.32 Kepulauan Riau 57.5 5.

675 menjadi Rp48.UPAH BURUH FEBRUARI 2012 61 VII.715 menjadi Rp63.35 persen. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 Rata-rata upah nominal harian naik buruh tani pada periode Februari sebesar 0. yaitu dari Rp28.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 . Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Februari Desember Upah Buruh Tani Januari `12 Okt ober November September JuLi Agustus Mei Juni April Maret Februari Desember Januari `11 Okt ober November september Juli Agustus Mei Juni April Maret 65000 60000 55000 50000 45000 40000 35000 30000 Februari `10 Rupiah Grafik 7.939. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1.32 bulan persen sebelumnya. Upah Buruh Bangunan 2.30 persen.35 persen sedangkan secara riil naik sebesar 0.32 persen dibanding upah buruh tani 2012 sebesar Rp39.582 menjadi Rp28.939 naik 0. yaitu dari Rp48.823. yaitu dari Rp39.854.727 menjadi Rp39. Upah Buruh Bangunan Pada Februari 2012.542. Sedangkan secara riil turun sebesar 0.854 naik 0.14 persen. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0.

62

UPAH BURUH FEBRUARI 2012

Tabel 7.1
Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani, Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah)
Februari 2010Februari 2012
Upah Buruh Tani
(harian)

Bulan

Nominal
(1)

Riil

Upah Buruh Bangunan
(harian)
1)

Nominal

Riil

2)

(2)

(3)

(4)

(5)

Februari 2010

37 637

29 987

56 864

48 043

Maret

37 721

30 023

56 998

48 226

April

37 844

30 138

57 217

48 338

Mei

37 897

30 153

57 285

48 257

Juni

37 946

29 980

57 504

47 976

Juli

38 069

29 507

58 228

47 829

Agustus

38 198

29 356

58 276

47 506

September

38 301

29 315

58 475

47 460

Oktober

38 382

29 354

59 898

48 583

November

38 494

29 209

60 190

48 528

Desember

38 577

28 934

60 214

48 106

Januari 2011

38 648

28 705

60 340

47 779

Februari

38 769

28 755

60 758

48 045

Maret

38 852

28 832

61 069

48 448

April

38 976

29 098

61 190

48 695

Mei

39 082

29 175

61 409

48 811

Juni

39 144

29 104

61 476

48 598

Juli

39 215

28 975

61 583

48 358

Agustus

39 287

28 816

61 948

48 193

September

39 345

28 774

62 064

48 153

Oktober

39 412

28 787

62 210

48 322

November

39 503

28 736

62 263

48 199

Desember

39 599

28 701

63 157

48 616

Januari 2012

39 727

28 582

63 715

48 675

Februari

39 854

28 542

63 939

48 823

Catatan:

1)

Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100)

2)

Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100)

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

63

VIII. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN
FEBRUARI 2012
A. NILAI TUKAR PETANI (NTP)
1.

Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012
tercatat

105,10

atau

turun

0,60

persen

dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105,73.
Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya
NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan,
Hortikultura,

Tanaman

Perkebunan

Nilai Tukar Petani pada
Februari 2012 turun
0,60 persen

Rakyat,

Peternakan dan Perikanan yang masing-masing
turun sebesar 1,02 persen, 0,23 persen, 0,16
persen, 0,09 persen, dan 0,39 persen.
Grafik 8.1
Nilai Tukar Petani (NTP), Februari 2011–Februari 2012

NTP
106,50
105,75

106,00
105,17

105,50
105,00

104,50

104,79

105,11

105,64
105,51

105,10

104,87

104,50

105,73

104,00
103,50
103,00

103,32

103,91

103,33

102,50
102,00
101,50
101,00
100,50

NTP

2.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0,18 persen bila
dibanding It Januari 2012, yaitu dari 143,57 menjadi 143,31. Penurunan indeks
tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor, yaitu Tanaman Pangan (0,54
persen) dan Perikanan (0,03), sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami
kenaikan yaitu Hortikultura (0,20 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15
persen), dan Peternakan (0,28 persen).
MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

64

3.

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0,43 persen
dibanding Ib Januari 2012. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok
Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan
Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0,33 persen.
Grafik 8.2
Indeks Harga yang Diterima Petani (It), Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib),
Februari 2011–Februari 2012
146,00
144,00
142,00
140,00
138,00
136,00
134,00
132,00

130,00
128,00
126,00
124,00
122,00

It

4.

Ib

NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1,02 persen
dibanding NTPP Januari 2012. Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman
Pangan (0,54 persen), sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0,48 persen). NTP
Hortikultura (NTPH) turun 0,23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0,20
persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0,43 persen). NTP
Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0,16 persen disebabkan naiknya It
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,31 persen). NTP Subsektor Peternakan (NTPT)
turun 0,09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0,28 persen) lebih kecil
dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0,37 persen). NTP Subsektor Perikanan
(NTN) turun 0,39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0,03 persen),
sebaliknya Ib Perikanan naik (0,37 persen).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

02 persen. dan Olah Raga 0.74 0. Rekreasi. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.40 1. Sandang 0.41 0.56 persen.29 0.3 Inflasi Perdesaan. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0. Kesehatan 0.60 1.60 Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.40 0.20 0. sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0.59 -0.53 persen.03 persen. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .29 persen.13 -0.50 persen.41 0.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0. 3. Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0. 0.40 0.79 0.18 0.46 persen dengan Pada Februari 2012 terjadi indeks umum konsumsi rumah tangga inflasi perdesaan sebesar 139.00 -0.40 persen.85 0. Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 0.80 0.80 2.14 0.63 0.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 65 B. yaitu Bahan Makanan 0.01 -0.98 0.93 2. 4.37 0.46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras.74 0. Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran.49 persen. Grafik 8. Februari 2010–Februari 2012 2.08 0. Makanan Jadi 0.08 persen.00 persen 1. Inflasi Perdesaan 1.63.46 persen provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.05 0. Pendidikan.17 1.46 0. serta Transportasi dan Komunikasi 0.42 persen.71 0.13 0.40 0. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0.09 -0. Perumahan 0.12 persen.

61 143.Tanaman perkebunan rakyat c. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .74 142.62 140.11 0.86 145.42 134.35 101.Indeks BPPBM EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .48 .46 126.67 0.09 0.99 105. Tanaman perkebunan rakyat a.55 138.Indeks konsumsi rumah tangga .78 139.60 132.01 125.64 106.31 0.72 122.19 138. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .42 145. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .48 108.Palawija c.43 146.18 0. Nilai tukar petani (NTN) b.95 138.31 136.73 143.94 138.63 127.Indeks BPPBM 3.36 139.37 0.Indeks BPPBM 2.21 140.14 137.44 143. Perikanan a.33 .43 0. Nilai tukar petani (NTP) b.39 -0.48 137.78 143. Nilai tukar petani (NTPP) b.31 147.42 143.Indeks konsumsi rumah tangga .95 151.63 -0.57 135.Budidaya c. Tanaman pangan a.83 117.Padi .20 134. Indeks harga yang diterima petani (It) .27 130.51 150.48 0.29 0.53 138.35 125.14 105.74 124.Unggas . Indeksharga yang dibayar petani (Ib) .48 0.47 -1.09 0.06 -0.49 131.36 -0.64 134.47 -0.Indeks konsumsi rumah tangga .38 125.10 105.Buah-buahan c.54 -0.34 0.11 134. Indeks harga yang diterima petani (It) c. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .06 0.Ternak kecil .Hasil ternak c.78 138.28 0.54 146.Indeks konsumsi rumahtangga 139. Indeks harga yang diterima petani (It) .20 0. Indeks harga yang diterima petani (It) .27 126.1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Bulan Subsektor Desember Januari Persentase Perubahan (1) (2) (3) (4) 1. Nilai tukar petani (NTPT) b.26 127.87 137.62 136.69 0.81 150.15 0.Penangkapan 130.10 143.Indeks konsumsi rumah tangga .21 101.14 138. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 105.Indeks BPPBM 5. Indeks harga yang diterima petani (It) . Nilai tukar petani (NTPR) b.03 -0.34 -0.Sayur-sayuran .89 131.02 -0. Nilai tukar petani (NTPH) b.Indeks konsumsi rumah tangga . Peternakan a.46 0.07 147.69 144.46 150.64 143.46 0.42 139.29 106.66 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8.Indeks BPPBM Gabungan/nasional a.54 122.16 0.Indeks BPPBM 4.45 138.Ternak besar .30 . Hortikultura a.60 -0.55 133.37 0.27 142.34 -0.43 0.80 104.96 142.07 122.98 108.76 145.18 0.66 138.90 -0.15 138.23 0.17 140.35 136.50 118.26 0.05 122.38 105. Indeks harga yang diterima petani (It) .49 0.15 0.37 0.

37 0.03 -0.29 0.14 Maret -0.39 0.36 0.10 0.56 0.08 0.29 0.41 0.25 0.21 0.59 0.15 0.43 0.44 0.81 0.27 0.37 0.13 November 0.28 0.41 Desember 0.08 November 1.12 0.95 0.44 0.19 0.44 0.19 0.28 0.36 0.12 0.40 0.32 0.53 0.50 0.74 September 0.23 0.42 0.11 0.37 Januari 2012 0.01 Juni 0.97 0.20 0.44 0.05 0.15 0.65 0.90 0.11 -0.63 0.45 0.52 0.37 0.93 Agustus 1.42 0.40 Juli 0.12 0. dan OR Transportasi dan Komunikasi Umum (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.35 0.12 0.06 0.38 0.44 0.10 0.38 0.50 0.20 0.00 0.29 Oktober 0.63 0.35 0.22 0.45 1.09 Juni 1.41 0.40 0.57 0.31 0.43 0.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 67 Tabel 8.26 0.16 0.46 0.19 0.02 0.79 Desember 1.25 0.13 0.14 0.15 0.24 0.55 0.35 0.09 -0.16 0.38 0.12 1.34 0.10 0.50 0.50 0.47 0.55 0.34 0.78 0. Rekreasi.57 0.57 0.25 0.53 0.49 0.54 0.04 0.15 0.25 0.59 Mei -0.27 0.07 0.22 0.18 0.08 0.15 0.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 Bulan Bahan Makanan PerumahMakanan Jadi an Sandang Kesehatan Pendidikan.06 0.38 0.02 0.18 Mei 0.16 0.27 0.38 -0.09 0.41 Oktober -0.23 0.04 0.34 0.36 0.15 0.25 0.24 0.91 0.27 0.23 0.97 0.80 0.26 0.93 0.98 Februari -0.05 April -1.39 0.22 0.21 0.05 0.30 0.08 0.37 0.09 0.53 0.74 Februari 0.51 0.20 0.71 Juli 3.29 0.17 Januari 2011 1.37 0.24 0.18 0.30 0.37 0.40 0.05 0.14 0.46 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .45 0.63 Agustus 1.29 0.51 0.07 0.52 0.11 -0.43 0.64 0.16 1.15 0.20 0.85 September 0.03 0.

79 4.40 0.53 7.97 139.83 5. Bahan makanan 142.3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012. Sandang 129.88 127. Rekreasi.42 0.83 137.23 134. dan Olah Raga 120.66 0.06 5.89 135.31 1.55 146.43 0.68 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8.63 0. Transportasi dan komunikasi 112.56 144.72 0.20 3.87 2.60 135.46 2. Perumahan 133.84 137. Makanan jadi 131.86 114.07 139. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Laju Inflasi 2012 KelompokPengeluaran Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 20121) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134.93 3.78 0.29 0.56 2.01 114.36 125. Pendidikan.17 4.84 6.46 1.33 Tahun Kalender2) Yearonyear3) 1) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 3) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .56 1.36 0.53 1.08 0. Kesehatan 122.30 140.05 0.62 122.49 1.50 1.02 5.68 0.99 123.20 3.

MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 Rp/kg 4 000 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar Apr GKG Mei Jun GKP Jul Agt Sep Okt Kualitas Rendah Nov Des Jan'12 Feb HPP-GKP 2. harga penggilingan masing-masing Rp4. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). 3. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6.67 persen) dan Rp4. Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6.050.00 per kg.31 gabah kualitas GKP di petani per sebesar Rp4. kg (turun 5.232.HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 69 IX.156. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).67 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya. Grafik 9. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A. Harga Gabah 1. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).00 per kg dan Rp2.00 per kg dan Rp2. Pada Februari 2012.156. Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.68 per kg (turun 5.610. Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.00 per kg. harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.550.000. Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.42 persen) naik 5. Sementara itu.31 per kg. rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan Pada Februarii 2012.

80 4 667.42 -4.36 3 416.74 4 776.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya.96 4.24 4 548.67 4 406.72 25.755.08 6.37 23.27 3.43 1.43 12.26 12.29 3 449.55 3 565.87 3 178.82 0.81 3 804.68 Mei 18.87 2 542.85 -5. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.43 0.12 2.66 Juni 18.02 3 772.64 5.45 4.19 24.13 25.52 per kg (turun 6.81 3 549. Grafik 9.26 -3.86 3 970.63 1.40 5.01 2012 Jan 17.85 per kg (turun 2.97 2 896.19 12.32 8.17 4.80 3 684.56 0.10 4 398.83 Sep 18.02 26.03 24.94 Juli 18.49 2.84 -2.09 2.08 3 887.27 4 085.31 -5.45 2 794.92 5.48 26.71 2.622.64 25.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) GKG Rata-rata Harga (Rp/Kg) (3) Perubahan (%) (4) Rendah Kadar Air (%) (5) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (6) Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19.54 3 048.25 Feb 18.50 4 182.01 10.71 -12.69 3 967.66 24.63 3 296.51 12.77 Nov 18.28 persen) dan Rp4.97 -18.73 4.10 3 229.90 3 480.24 per kg (turun 6.14 3 838.16 per kg (turun 2.91 3 707.24 -6.59 7.26 11.70 Pada Februari 2012.53 -0.24 4 281.99 Apr 18.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya.72 -10.31 1.70 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 Tabel 9.02 Mar 19.45 Agt 18.15 3.37 Des 18.54 3 997.19 3.28 26.38 12.85 3 945.90 2 619.50 3 218.94 3 507.79 12.37 3 581. 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar GKG EDISI 22 Apr Mei GKP DATA Jun Jul Agt Sep Kualitas Rendah SOSIAL Okt Nov HPP-GKG EKONOMI Des Jan'12 Feb HPP-GKP MARET 2012 .19 2 923.15 12.549.667.79 -0.41 24.54 12.67 Okt 18.70 persen) dan Rp3.28 12.32 7.71 4 156.23 3 753.40 25.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 4 000 Rp/kg 4.67 12.86 12.79 3 632.85 -2.77 13.33 24.29 3. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.70 3 937.65 6.

06 25.74 4 857.33 12.81 3 880.54 4 067.66 26.85 4 007.655.05 25.70 3 999.69 4 029.24 4 354.23 3 824.27 4 150.16 Nov 18. dan kualitas rendah Rp3.02 12.11 26. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.71 4 232.47 25.84 -10.93 per kg.105.35 12.97 per kg.79 12.542.80 4 755.32 per kg.32 7.76 3.99 6.68 Agt 18.58 2.92 per kg.68 -5.64 2.80 3 754.46 0.77 5.65 7. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.22 Apr 18.776.14 3 930.10 4 463.94 3 593.89 2.57 24.17 -1.45 Juli 18. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.52 -6.19 24.61 1.51 -12.607.72 per kg dan Rp3.79 3 703.HARGA PANGAN FEBRUAR I 2012 5.50 24.84 4.857.35 Feb 18.29 3 519. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .81 3 299.50 12. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.50 3 279.32 per kg.52 24.40 Mei 18.90 -17.02 -0.32 4.15 24.93 -3.26 per kg.581.87 per kg.76 13.59 12.39 3.81 3 622.81 persen).87 3 241.27 0.81 3. dan kualitas GKG 80 observasi (8.50 25. Dari keseluruhan observasi.95 persen). tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.50 4 253.16 -2.804.90 3 552.97 Des 18.86 4 044.45 2 863.24 persen).87 5. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65.02 3 838.36 3 480.87 2 607.75 -5.406.475. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.97 2 968.91 3 771.53 2.55 3 631. kualitas rendah 252 observasi (25.19 per kg.19 2 981.37 3 655.20 6.24 4 619.08 3 972. Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (3) GKG Perubahan (%) (4) Kadar Air (%) (5) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (6) Rendah Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19.43 26.12 3.38 11.49 -5.12 Okt 18. 6.880. Sementara itu.28 -1. dan kualitas rendah Rp3. kualitas GKG Rp4.92 7.90 3.85 10. Tabel 9.20 12.30 8.36 23.18 0.49 3.90 2 691.13 0. rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4. Sementara itu. 71 Selama Februari 2011–Februari 2012. Pada periode yang sama.84 per kg dan Rp3.20 12.80 2012 Jan 17.64 Juni 18.17 12.90 per kg.63 3 361. kualitas GKG Rp4.74 4.54 3 105.65 Sep 18.82 12.74 Mar 19.42 12.99 5.67 4 475.49 per kg.048.

Harga daging ayam ras turun 1. lebih sebesar Rp10.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. Secara nasional. 2. Mamuju (masing-masing 6 persen). Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen).57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16. BULOG. 3. Mamuju (masing-masing 10 persen). Artinya pemilik beras (pedagang. Harga cabai rawit turun 6.89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10. Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen). Pangkal Pinang.80 persen bila dibanding Februari 2011.. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen). Dibandingkan Februari 2011.33 persen bila dibanding Februari 2011. persen. Harga ikan kembung turun 1.72 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 B.520. petani. Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu. Sorong. naik 0.64 persen bila dibanding Februari 2011.77 persen on-year periode yang sama sebesar 3.per tinggi dibandingkan dengan inflasi year- kg. dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11. Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram. Komoditas lain seperti daging sapi.88 persen bila dibanding Februari 2011. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. gula pasir. Harga telur ayam ras naik 1. susu kental manis.77 persen dibanding Rata-rata harga beras Januari bulan Februari 2012 2012.48 persen bila dibanding Februari 2011.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6.37 persen.56 . harga beras naik 15. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4. Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1. Harga cabai merah turun 30. Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu. konsumen. minyak goreng.81 persen. Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima.

37 10.57 0.05 -6.23 0.83 4.34 0.3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) (1) Februari’11 (2) 9 118 Susu Telur Daging Daging Kental Minyak Gula Tepung Cabai Cabai Ikan Minyak Ayam Ayam Sapi Manis Goreng Pasir Terigu Rawit Merah Kembung Tanah Ras Ras (kg) (kg) (385 (liter) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (liter) (kg) gram) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 0.64 -45.57 -1.27 1.31 -30.77 -1.90 -61.00 Bulan Beras (kg) Februari’12 thd Januari’12 Februari’12 thd Februari’11 (dalam persen) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .48 6.74 -0.55 2.88 16.80 3.33 6.89 0.99 -1.01 0.18 0.HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 73 Tabel 9.63 15.

aspal.2).30 persen (Tabel 10. Pada Februari 2012. cat tembok.04 persen (Tabel 10. gas. pipa pvc. IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0. INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 1.35 persen naik sebesar 0. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dan besi beton) mayoritas naik harganya. jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik. semen.74 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 X. air minum dan komunikasi Feb Des Jan12 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Apr Mei Feb Mar Des Jan11 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Mei Apr Mar 175 Feb 10 180 Bangunan lainnya 3.1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 215 210 205 200 195 190 185 Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan. Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0. 2.3). asbes gelombang.1).65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0. Grafik 10.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0.35 persen dibandingkan bulan sebelumnya.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1. Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis.11 persen (Tabel 10. kaca lembaran.

74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi. Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal 197.64 185.35 Tabel 10. air minum.59 193. Tabel 10.10 5. Industri 184. 75 Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0.24 228.26 212.93 259.50 persen (Tabel 10.00 0.65 2. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012.99 0.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas. dan komunikasi 192.42 4. Pertambangan dan penggalian 228.18 Umum nonmigas 187.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0.48 0.12 0. (2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) 1.25 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Pertanian 257. jembatan.69 0.20 Bangunan dan instalasi listrik.87 215. gas.70 168.50 0.60 0.31 151.30 Pekerjaan umum untuk jalan. Impor nonmigas 168.48 203.53 -0. Ekspor nonmigas 151.77 0. Indonesia Januari 2012–Februari 2012. dan pelabuhan 212.11 3.03 204.52 0.58 0.48 198.41 0.27 Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian 214.11 187.INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 4.4).28 Bangunan lainnya 204.22 Konstruksi Indonesia 203.

19 0.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Januari terhadap Desember (%) (4) 1.48 178.13 Pipa PVC 179.42 189.40 Asbes gelombang 176.32 0.34 0.50 Umum 187.78 197. Pertambangan dan penggalian 226.65 4.04 308.93 1.43 1.04 Kaca lembaran 182.31 Semen 183.69 181.53 188.46 0.82 Umum tanpa impor dan ekspor 199.76 175.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.44 184.36 Aspal 308.77 Umum tanpa impor 188.99 0.36 0.78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188.86 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .80 Umum tanpa ekspor migas 187.74 Umum tanpa ekspor 195.31 188.65 183. Indonesia Desember 2011–Januari 2012.63 184.48 Tabel 10.69 158.49 0.76 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 Tabel 10.97 0.38 179.93 0.54 -0. Pertanian 254.25 0. Impor 181.77 201.78 190. Ekspor 158.55 0.70 3.69 0.66 228.99 182.37 257.10 Besi beton 180. Industri 183.24 0.29 Cat tembok 175. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.40 159.89 0.55 5. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Kayu lapis 157.40 2.64 0.21 0.

MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107. 1. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor.27).14). Peternakan.37) meningkat dibandingkan triwulan IV2011. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi bisnis pada Triwulan pengusaha IV-2011 meningkat (ITB 106. ITB TRIWULAN IV-2011 1. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111.1. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang. penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108. Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis.2.86). INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV2011 A.37.32). kecuali Sektor Pertanian. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106. Kehutanan. 3.92. dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98. Kehutanan. A. berarti kondisi bisnis diperkirakan akan Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. 2. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106. dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa. Peternakan.51).92). Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUM EN TRIWULAN IV-2011 77 XI. Sektor Pertanian.53). Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106. 2. dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi.92) mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108. PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 Selain pada triwulan berjalan.

43 110 108. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya. b.34 107. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.08 106. Hotel.45 107.63 105. Perdagangan. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.41 5.51 101.86 106.22 104. Pertanian.90 105.58 106.31 106. dan Air Bersih 108.64 106.41 102.39 106. dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian 108.33 98.19 100 107.15 98.83 111. Gas. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 I-12 IV-11 III-11 II-11 I-11 IV-10 III-10 II-10 I-10 IV-09 III-09 II-09 I-09 IV-08 III-08 II-08 90 I-08 9.23 102. Real Estat.16 Grafik 11.37 102.32 106.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ITB Triwulan IV-2010 Sektor (1) (3) ITB Triwulan II-2011 (4) ITB Triwulan III-2011 ITB Triwulan IV-2011 (6) (7) (5) Perkiraan ITB Triwulan I-2012 (8) 96. Nilai ITB < 100.55 Indeks Tendensi Bisnis 106.55 101.41 103.60 107.86 106.78 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11.85 110.78 8.20 104. dan Restoran 106.57 4.09 109.45 105.16 96.05 110. Nilai ITB = 100. IV-07 1.32 105.72 97. Konstruksi 108.19 107.51 106. Listrik.83 3.14 116. Perkiraan ITB triwulan I-2012.27 2.70 105.00 111. Kehutanan.93 112.29 104.75 107.38 102.53 105. Peternakan.94 105. Pengangkutan dan Komunikasi 107.04 110.42 108.13 108.42 6. ITB Triwulan I-2011 .23 106.85 106.36 110.92 108.91 95 Triwulan Keterangan: 1) 2) ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200.57 103.92 105.05 111. Industri Pengolahan 105.24 107. dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa 110. Keuangan. Nilai ITB > 100.37 108.25 112. dengan indikasi sebagai berikut: a.80 109.63 105 106.12 110.1 1) Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan 2) Perkiraan Triwulan I-2012 120 115 112.58 104.86 111.94 105.72 111.80 7. c.35 101.83 107.75 104.27 108.

rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari.69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113.34. Tabel 11. Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108. dll.) dan bukan makanan (pakaian.82 Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging. Indeks Tendensi Konsumen 79 (ITK) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan IV-2011 meningkat konsumen (ITK 108. kesehatan.44) dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan.48 111.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 B. yaitu sebesar 105. ITK TRIWULAN IV-2011 1. Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah. Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110. perumahan.07). artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. buah-buahan. susu. 2.44 Indeks Tendensi Konsumen MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Sebaliknya.44. rekreasi) 105. dimana 13 provinsi diantaranya (39. pendidikan.39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B. dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) ITK Trw III-2011 (2) ITK Trw IV-2011 (3) Pendapatan rumah tangga 110. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi).71 103.67 110.1.50 108. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113.24).24 108. transportasi. ikan.

80 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Grafik 11.08) situasi perekonomian pada triwulan mendatang.08.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi 105. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112.00).2. komposit juga persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan I-2012 diprediksi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap membaik (ITK 108. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108.07 120 105 100 90 B. 1. dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104. Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108. Aceh NTB Gorontalo Bengkulu Malut Jambi Kalsel Sultra Sumsel Sulteng Sulbar NTT Jateng Sumbar Lampung Sumut Jabar Babel Jatim Indonesia Riau Kaltim Banten Papua Kalteng Kepri Papua Barat Kalbar DI Yogyakarta Maluku Sulsel DKI Jakarta Bali Sulut 95 PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 Selain pada diperkirakan triwulan indeks berjalan.48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional.44 115 113.44). artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. 1.34 110 108.46).

08 Grafik 11. AC. perhiasan berharga. VCD/DVD player. mesin cuci.08 110 104. mebelair.46 115 100 90 Bengkulu NTT Jambi NTB Aceh Papua Barat Gorontalo Sultra Lampung Malut Banten Riau Sulbar Sumbar Kalsel Jatim Sumut Indonesia Kepri DI Yogyakarta Sumsel Maluku Jateng Kalteng Kalbar Papua Babel Bali Jabar Sulteng Sulut DKI Jakarta Kaltim Sulsel 95 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .50 Indeks Tendensi Konsumen 108. komputer. oven/microwave. HP.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi 112.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang ITK Trw I-2012 (2) 1) 109. radio. kendaraan bermotor) 105. kompor/tabung gas.34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV.00 120 105 108.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 81 Tabel 11. tape/compo. kulkas.

17.77 113.86 111.75 111. c. 19.35 104.07 107.07 106.47 105.98 109.43 113.68 106.60 105.34 107.70 101.42 108. 24.31 105.12 108. 13. 11.89 109.44 107.33 110.46 111.96 110.59 100. Nilai ITK > 100.89 99.84 108.38 106.46 100.57 107.89 101.15 108.55 105.57 108.60 109. 21.92 108.54 102.07 104.61 108.09 108.47 98.09 113.00 105.48 107.77 97.47 104.26 105.55 101.22 100. 2.40 106.91 110.90 106. dengan indikasi sebagai berikut: a.4 1) Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi (2) Triwulan I-2011 (3) Triwulan II-2011 (4) Triwulan III-2011 (5) Triwulan IV-2011 (6) Triwulan I-2012 2) (7) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta JawaTimur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua 101. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.28 110.39 105.40 107.39 105. 28.22 102.07 107.68 109.58 107. 33.06 108.42 106.96 107. 23. 22.14 106.27 108.70 112. 32.35 109.46 109.24 107.40 110.36 109.02 105.00 106.26 104. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .10 105.36 111.22 107. 4.96 107. 18.10 102.82 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11.20 110.40 109.31 106.05 107. 6.10 110.77 109.60 107.24 108.48 104. 27.04 106. 5.75 101.69 108.63 109. Nilai ITK < 100.18 101.26 105. 14.69 110. b.46 105.69 100.17 100.31 106. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012.40 110. Nilai ITK = 100.55 111.58 109.36 110.60 109.96 111.53 105. Provinsi (1) 1.72 106.06 102.75 107.17 106. 3.44 109. 20.08 No.01 111.03 107. 31.24 103.01 106.92 107.23 112.96 109.02 108.44 110. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.84 111.12 110. 16.79 102.58 107.44 108.15 103. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.69 104.32 109. 10.23 110.46 106. 9.90 114.70 100.37 110.42 106.87 105.72 108.56 107.21 99.46 107.12 100.15 108.06 102.64 107.96 108.66 103.21 109.56 109.53 107.24 106.20 112. 15.33 107. 7.33 107. 12.95 109.66 108.78 107.47 114.30 106.48 104.58 101. 29.64 105.63 109.11 105.80 104.78 112. 8.51 103.48 108.15 107. 25. Indonesia Keterangan: 1) 2) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200. 26.44 106.39 111.62 110.41 105.16 108. 30.

40 66. mengalami penurunan sebesar 65. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.24 juta ton.1 Perkembangan Produksi Padi.97 juta ton. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) sebesar 65.PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 83 XII.13 ribu hektar (0.34 30 20 10 0 Jawa Luar Jawa 2009 2010 Indonesia 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM 2.74 juta ton.47 65.2).39 persen) dan produktivitas sebesar 0.09 31. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Grafik 12.70 persen).52 30. Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus. PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 A.35 kuintal/hektar (0.88 36. sebesar 0.37 34.74 60 Juta Ton 50 40 34.10 persen dibandingkan tahun 2010. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12. 2009–2011 70 64.40 29.73 juta ton (1.74 juta ton Gabah Kering Produksi padi tahun 2011 Giling (GKG). PADI 1.10 persen) turun 1.

10 3.Mei−Agustus 50.62 1 305 022 4.88 -0.96 -0.56 49.1 Perkembangan Luas Panen.93 -0.62 -1 069 259 -964 211 -4.55 -1.83 -6.56 -3.Januari−April .September−Desember . Produksi (ton) .32 1. Produktivitas (ku/ha) .2 Pola Panen Padi.72 0.80 -0.60 .38 20.27 -0.Januari−April 49. Produktivitas.61 50.Mei−Agustus .Januari−Desember 49.36 0.10 .35 3.77 1.70 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0.09 .56 -0.99 49.44 48.Januari−April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2. dan Produksi Padi Menurut Subround.97 49.43 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3.45 22 463 966 22 152 985 12 429 363 14 992 617 21 083 726 14 028 406 -310 981 2 563 254 -1.84 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Grafik 12.22 -728 448 -1.39 .85 -78 355 -1.95 -0.22 49.Januari−Desember 2. 2009–2011 2 750 2 500 2 250 2 000 ribu ha 1 750 1 500 1 250 1 000 750 500 250 0 2009 (ha) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2246741 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 2010 (ha) 509181 1252719 1830866 958790 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 Tabel 12.87 -301 080 -52 134 -9.53 -1.67 0.16 -0.Januari−Desember Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .78 2 487 244 3 022 050 12 883 576 13 253 450 2 720 970 13 201 316 534 806 369 874 21.45 50.Mei−Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0. 2009−2011 Uraian 2009 2010 2011 (ASEM) (1) (2) (3) (4) Perkembangan 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (5) (6) (7) (8) 1.13 327 301 5.September−Desember .15 51.50 2.September−Desember . Luas Panen (ha) .71 50.

97 persen tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64.63 juta ton pipilan kering. sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1.84 ribu ton biji kering.24 ribu hektar (6.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220.14 kuintal/hektar (1. Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843. Penurunan produksi kedelai Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843.60 ribu ton (3.84 ribu ton.81 persen) dibandingkan tahun 2010.54 ribu ton.02 persen). turun 3. menurun sebanyak 63.91 persen).81 persen terjadi di Jawa sebesar 478. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270.35 ribu ton.54 persen). sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1. C. menurun sebesar 698. JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17. turun 6.PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 85 B.90 ribu hektar (6.63 juta ton.04 persen) dan sebesar 0.97 persen) dibandingkan tahun 2010.19 ribu ton (6.29 kuintal/hektar (2. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Penurunan produksi tersebut Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17.56 ribu ton.

24 49 392 16.82 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.10 4.Produksi (biji kering) 12.35 1.48 0.03 5.59 0. Ubi Jalar . 2009−2011 Uraian Satuan (1) (2) .17 203.43 38 969 15.17 -88 279 -11.56 12.91 Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3.73 13.30 11.33 Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10.33 -81 333 -13.Luas Panen .54 42.53 91 506 0.04 13.Produktivitas ku/ha .46 202.38 Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1.14 -1.21 9.91 11.85 -0.Produktivitas ku/ha 187.97 Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.Produksi (umbi basah) EDISI 22 Ton DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Kacang Hijau .88 .Produksi (biji kering) 10.52 -3 216 -1.Luas Panen . Jagung .Produktivitas ku/ha .Produktivitas .85 0.26 1.2 Perkembangan Luas Panen.Produksi (pipilan kering) 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0.25 1.81 Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8.48 13.Luas Panen Ha 2009 (3) 2010 (4) Perkembangan 2011 (ASEM) 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (6) (7) (8) (9) (5) 1.99 4.86 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Tabel 12.02 Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.07 0. Kacang Tanah .Produktivitas ku/ha .29 2. Produktivitas.Luas Panen .27 123.92 113.18 1.71 7. Kedelai .85 0.36 45.42 Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8. Ubi Kayu .25 1.56 0.78 ku/ha 111.39 3.37 44.Luas Panen .Produksi (biji kering) 3.49 12.96 -698 603 -3.63 -410 -0.Produksi (umbi basah) 6.92 -63 193 -6.93 Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0.11 2.Luas Panen .57 -39 895 -6.65 1.Produktivitas ku/ha .02 14.57 0.99 8.70 1.99 Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0.33 141 196 6.81 0. dan Produksi Palawija.70 -270 243 -6.59 Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

87

XIII. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR
TRIWULAN IV 2011
A. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS)
1.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur
besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011
naik sebesar 6,02 persen (y-on-y) dari
triwulan IV-2010. Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5,53 persen dari triwulan IV2009, triwulan IV-2009 naik 4,46 persen
dari triwulan IV-2008, dan triwulan IV-2008

Pertumbuhan produksi
Industri manufaktur besar
dan sedang (IBS) triwulan

IV-2011 naik 6,02 persen
dari triwulan IV-2010

naik 1,51 persen dari triwulan IV-2007.
Grafik 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011
(2000=100)
8,00
7,00
6,02
6,00

5,53

Persen

5,00

4,46

4,00
3,00
2,00

1,51

1,00
0,00
2008

2009

2010

2011

Tahun
2.

Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3,09 persen (q-to-q) dari
triwulan III-2011.

3.

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0,43 persen (m-to-m)
dari Oktober 2011.

4.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1,16 persen (m-to-m) dari
November 2011.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

88

5.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6,23 persen (y-on-y) dari
November 2010.

6.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5,83 persen (y-on-y) dari
Desember 2010.

Tabel 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen)
2000=100
q-to-q

Tahun

y-on-y

Total

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

2008

-0,34

1,92

3,31

-3,26

5,85

3,30

1,60

1,51

3,01

2009

-1,65

2,38

2,74

0,96

0,19

0,64

0,09

4,46

1,34

2010

-1,83

2,42

2,13

2,77

4,26

4,30

3,67

5,53

4,45

2011

-1,69

1,61

2,95

3,09

5,68

4,85

5,69

6,02

5,56

Tabel 13.2
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen)
2000=100
Bulan
(1)
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

y-on-y
2010

2011

2010

2011

(2)

(3)

(4)

(5)

7,44
2,06
7,53
4,17
5,34
5,03
5,50
1,73
10,10
5,98
6,23
5,83

-0,57
-1,00
0,10
1,27
1,10
2,02
2,20
0,48
-6,15
7,02
-0,66
1,53

-0,22
-5,96
5,46
-1,89
2,23
1,72
2,66
-3,11
1,57
3,01
-0,43
1,16

5,25
4,02
3,50
3,80
4,07
5,00
5,49
4,66
0,81
4,87
4,68
7,06

EDISI 22

m-to-m

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

89

Tabel 13.3
Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang
Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen)
2000=100
Triwulan/Tahun
KBLI

Jenis Industri Manufaktur

(1)

(2)

III/10

IV/10

I/11

II/11

III/11

IV/11

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

15

Makanan dan minuman

4,70

0,18

-3,87

7,92

3,99

3,34

16

Pengolahan tembakau

-2,51

2,03

2,82

8,57

-1,92

0,72

17

Tekstil

0,34

10,78

2,16

-4,81

1,39

1,54

18

Pakaian jadi

0,09

5,04

1,46

-1,44

0,37

0,14

19

Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki

-1,09

8,25

7,22

-0.20

-3,95

-1,96

20

Kayu, barang-barang dari kayu (tidak
termasuk furnitur), dan barang-barang
anyaman
Kertas dan barang dari kertas

5,63

0,74

-3,24

-2,45

-0,07

-2,32

0,32

10,32

4,77

-3,90

-5,90

2,74

3,79

0,43

-9,18

7,20

0,78

2,17

-3,18

7,96

-1,04

11,20

0,80

-1,52

-0,51

-0,92

-3,69

-1,87

-6,04

-0,40

26

Penerbitan, Percetakan, dan Reproduksi
Media Rekaman
Kimia dan barang-barang dari bahan
kimia
Karet dan barang dari karet dan barang
dari plastik
Barang galian bukan logam

-0,62

1,50

2,64

1,67

4,45

3,50

27

Logam dasar

1,95

7,79

6,75

0,90

-1,32

4,85

28

Barang-barang dari logam, kecuali
mesin dan peralatannya
Mesin dan perlengkapannya

4,01

5,26

0,63

-1,73

-0,55

-6,92

1,58

0,80

0,68

-0,44

-11,70

2,24

Mesin listrik lainnya dan
perlengkapannya
Radio, televisi, dan peralatan
komunikasi, serta perlengkapannya
Kendaraan bermotor

-2,80

6,24

1,95

14,11

-11,89

5,00

6,60

0,36

0,48

-5,84

13,60

-11,47

-2,84

7,67

5,00

-8,12

25,11

-5,60

Alat angkutan, selain kendaraan
bermotor roda empat atau Lebih
Furnitur dan pengolahan lainnya

6,87

-4,71

0,33

0,34

5,72

-12,32

0,15

2,12

-3,93

6,93

0,41

-10,56

2,13

2,77

-1,69

1,61

2,95

3,09

21
22
24
25

29
31
32
34
35
36

Industri Manufaktur

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.00 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2.54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011. dan triwulan III-2011 triwulan I-2011 naik 1.54 persen dari 2011 naik 1.22 persen.00 5. dan Industri Karet.21 persen dari tahun 2010.00 4.26 persen dari triwulan IV-2010.21 1.00 2.04 persen dari triwulan III-2011. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1. 4.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 8.00 7. Industri pakaian Jadi turun 4. Barang dari Karet dan Plastik naik 12.48 persen dari triwulan I-2011.00 3. dan Industri Karet. Industri logam Dasar naik 12. triwulan II- naik 4. Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4.02 persen.00 2.26 1.00 0. dan Obat Tradisional naik sebesar 10. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4. 3.21 persen dari triwulan II-2011. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14. Pertumbuhan produksi Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar IMK triwulan IV-2011 2. Industri Furnitur naik 9.22 persen.54 4. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi.00 Persen 6.71 persen dari tahun 2010.31 persen.21 persen. dan Industri tekstil turun 1.90 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 B. Grafik 13. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Barang dari Karet dan Plastik naik 8.48 1.15 persen. Obat.

61 15 Kulit.28 7.76 4.12 -3.53 -2.14 4.54 3.99 5.22 5. dan obat tradisional 13.31 3.08 2.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6.35 30 Alat angkut lainnya -0.50 6.67 12.82 1.22 23 Barang galian bukan logam 2.06 5.19 5.91 31 Furnitur 5.53 -19.86 24 Logam dasar 3.31 8.18 -2.18 1.50 -5.44 -4.10 3.22 8.55 12 Pengolahan tembakau -0.82 4.78 5.84 -2.05 6.07 2.PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 91 Tabel 13. barang dari karet dan plastik 5.60 6.65 6.27 2.37 27 Peralatan listrik -12.32 1.55 21 Farmasi.74 -7.24 1. dan semi trailer -5. dan barang anyaman dari rotan.50 11 Minuman -5.13 3.71 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .12 4.78 6.72 29 Kendaraan bermotor.15 3.42 4.41 6.24 -1.53 1.04 -1.77 -0.25 5.24 1.31 1.26 1.68 -4.27 0.99 1.99 1.48 2.83 -0.99 1.92 -0.74 -0.15 8.15 -4.70 10.08 1.95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1.50 16 3. dan optik -0.35 -1.23 2. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur). bambu dan sejenisnya Kertas dan barang dari kertas -8.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 Pertumbuhan KBLI Jenis Industri (1) (2) Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (3) (4) (5) (6) (7) 2.96 0.03 0.69 1.01 9.61 3.52 8.39 -4. barang dari kulit dan alas kaki 4.51 6.82 -10.96 10.36 3.21 22 Karet.44 9. barang elektronik.30 7.46 12.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1.21 32 Pengolahan lainnya 2.35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0.76 14.05 9.53 IMK 1.88 0.19 3.86 13 Tekstil -1. produk obat kimia.54 4.22 -2. trailer.58 0.62 11.82 4.21 4.36 0.88 17 Kayu.39 10 Makanan dan minuman 0.88 5.28 -2.00 -1.12 9.10 26 Komputer.02 5.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.88 0.94 14 Pakaian jadi 0.92 -1.

3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249.7 ribu Jumlah wisman Januari orang atau naik 18.000 150.000 50.000 250.56 persen yaitu dari 248. naik 0. jika dibanding Desember 2011.87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Grafik 14.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011–Januari 2012 300.93 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.000 Orang 200. selama Januari 2012 mencapai 249.7 ribu orang atau naik 19. jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.000 100. jumlah wisman Januari 2012 turun 9. selama Januari 2012.000 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 - Bulan Soekarno-Hatta 2. Begitu pula.92 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV.92 persen.29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011. jika 18. yaitu dari 724.5 ribu orang menjadi 652.7 ribu orang pada Januari 2012. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1. Ngurah Rai Batam Lainnya Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai. Secara kumulatif. dan turun sebesar 8.05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011.93 persen dibanding jumlah 2012 mencapai 652. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20. jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012.8 ribu orang. PARIWISATA JANUARI 2012 A.7 wisman pada bulan yang sama tahun 2011 ribu orang atau naik sebesar 548.7 ribu orang.

B. diantaranya berkebangsaan Singapura (14. dan Taiwan (3. turun 2. TPK Januari 0.72 persen).80 poin 2012 turun sebesar 4. jika persen atau naik dibanding dengan Desember 2011.7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012.80 TPK Januari 2012 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan mencapai 51.42 poin. 1. Grafik 14.65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.73 persen). Jepang (4. Australia (11.01 persen. Malaysia (12.35 persen).75 persen).27 persen atau naik 0. 93 Dari 652. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51.06 persen).2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 70 Persen 60 50 40 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 30 Bulan Bintang 1 2. Cina (14.46 persen).14 persen). Korea Selatan (4. Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5 TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62.27 yang sama tahun 2011. Jika dibanding Desember 2011. Sementara itu. TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .30 poin.PARIWISATA JANUARI 2012 3.

62 2.34 0.10 0.70 65.03 0.56 SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .44 56.09 Maret 598 068 5. dibanding Desember 2011.57 2. (%) Wisman Bali Jumlah (4) Perubahan (%) (5) TPK Bali (%) Lama Menginap Tamu (Hari) Rate Perubahan Rate Perubahan Ratarata Perubahan (6) (7) (8) (9) (10) (11) - 2 788 706 - 52.36 50.06 September 650 071 4.05 -12.93 -0.00 Jan 2012 652 692 -9.57 1.32 2.63 248 336 12.47 -3.03 0.47 7.03 0.16 0.15 64.97 -0.28 202 539 0.36 71.07 April 608 093 1.61 63.68 252 698 3.13 0. Sementara itu.27 1.23 -2.02 Juli 745 451 10. rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0.90 60.02 - Januari 548 821 -14.30 62.82 - 64.36 245 248 17.15 -5.30 51.01 3.04 Mei 600 191 -1.11 0.1 Perkembangan Jumlah Wisman.59 1.85 58.13 0.11 Juni 674 402 12.96 -0. yang berarti terjadi penurunan sebesar 0.01 0.50 201 457 -3.88 70.90 46.44 1.15 Februari 568 057 3.87 62.01 Agustus 621 084 -16. Tingkat Penghunian Kamar.10 0.93 2.07 -0. Tabel 14.09 November 654 948 -0.16 220 341 -9.67 252 855 0.87 2.10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011.01 2.63 0.37 2.42 2.10 hari.90 -1.98 0.03 62.54 51.74 1.01 -0.92 249 728 51.95 0.13 1.43 2.03 hari.32 62. PARIWISATA JANUARI 2012 Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2.06 51.54 279 219 13.87 3.08 Desember 724 539 10.69 -9.94 3. dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 Wisman Nasional Bulan/ Tahun (1) Jan–Des 2011 Jumlah (2) 7 649 731 Perubahan (%) (3) TPK 20 Prov.68 224 423 10.60 61.97 -1.62 - 2.85 52.75 5.66 3.80 52.10 EDISI 22 DATA 0.71 55.30 208 832 -6.91 244 421 -3.04 -0.07 Oktober 656 006 0.05 2.27 -4.81 208 337 -6.93 0.95 52.48 1.34 54.12 65.85 2.18 64.

naik 5.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15.4 juta orang atau turun 2.57 persen 4.4 juta orang.TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 95 XV.31 angkutan udara domestik persen Januari 2012 mencapai dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . 1. Grafik 15.57 dibandingkan dengan bulan yang sama persen tahun 2011.7 ribu orang atau turun 4.1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 20 18 16 14 juta orang 12 10 8 6 4 2. Jan'12 Des Nov Okt Sep Agu Juli Juni Mei Apr Mar Feb 0 Jan'11 2 penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930. Angkutan Udara Jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri (domestik) selama Januari 2012 Jumlah penumpang mencapai 4. TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 A.

40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20.9 juta ton atau turun 3.67 persen selama Januari 2012 mencapai 1.9 juta ton atau turun 16. Jumlah barang yang diangkut kereta api Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16. orang.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.76 persen jika Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510. jumlah penumpang kereta api mencapai 16. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam persen negeri selama Januari 2012 mencapai 8. Selama bulan Januari 2012.1 juta orang. Angkutan Laut Dalam Negeri 1. 2.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18. turun 4.76 2. C.96 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 B. Angkutan Kereta Api 1.6 ribu dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510.22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.1 juta orang atau turun 4.6 ribu orang atau turun 8.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. turun 20. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38.

6 10.28 13 086.67 17 522 6.22 1 886 -3.68 14 890 -11.9 -1.8 -3.46 510.TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 97 Tabel 15.83 15 205.38 974.5 13.39 590.6 -11.9 1.05 644.33 10 594.1 11.5 4.43 4 429.8 -0.20 439 - -4.4 5.47 1 620 -7.1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Domestik Bulan (1) 2011 Internasional Peru(000 org) bahan (%) (2) 51 517.3 -16.52 10 399.18 16 102 4.33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).68 17 265 -1.48 529.28 9.19 613.5 -6.8 -7.88 16 811 3. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 7.59 Juli 4 901.25 16 461 -2.40 8 881.4 -13.0 -16.91 1 951 6.5 -2.12 16 441 -3.44 Mei 4 221.3 .5 -8.93 Januari 4 155.35 867.90 16 891 Februari 3 812.0 - 7 554.96 11 199.6 17.72 15 223.61 656.52 12 055.51 Oktober 4 348.199 337 Peru(000 bahan ton) (%) (12) (13) .97 557.2 -11.71 1 836 -2.3 .5 -7.3 Angkutan Laut (3) Penumpang Angkutan Kereta Api Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (000 ton) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) .5 -16.4 18 132 5.98 1 728 3.6 22.7 9.10 828.9 15.41 14 038.65 .1 - 930.16 1 648 -1.87 854.1 -23.38 16 921 13.3 November Desember 6.2 -8.80 -2.7 -1.03 12 398.34 16 978 14.26 773.1 886 - Januari 4 387.85 1 330 -16.8 -24.87 770.91 4 490.0 7.02 1 744 974.26 2012 4 387.4 10.8 -3.4 -4. dan data penumpang angkutan kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi.3 Agustus 3 680.96 887.14 16 179 -1.00 896.75 1 587 3.7 -4.72 1 891 9.02 1 672 25.45 13 595.19 Maret 4 155.96 786.01 890.15 539.37 858.71 April 4 098.80 1 006.90 September 4 546.0 - 16 102 .6 16.0 23.8 1.33 14 846 -18.7 3.31 930.12 1 675 -3.152 432.1 -0.0 -9.6 10 442.7 -11.7 - 510.58 1 757 Juni 4 676.78 1 036.16 -4.25 598.9 -5.97 14 489.9 -8.5 1.1 13.16 643.6 - 8 881.65 -4.3 15.60 624.7 1.1 -2.6 -8.88 806.

20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29.49 12.00 kota desa Maret 2011 2. 1. 3. KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 A.00 15. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .00 Persen 12.89 juta orang (12.36 persen) 30.1 Persentase Penduduk Miskin 20.04 juta orang.1).09 juta orang.98 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI.09 5. 63.35 persen.49 persen). sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah perdesaan 63.13 juta orang (Tabel 16. sementara di daerah pedesaan berkurang 0.89 juta orang pada bulan Maret 2011 yang berjumlah (12.36 10.59 15.00 9.23 9.72 15. Selama periode Maret 2011– September 2011. Grafik 16. berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah.00 0.02 juta orang (12. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0. kota+desa September 2011 Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan. Pada bulan Maret 2011.36 Jumlah persen). penduduk miskin pada bulan September 2011 Dibandingkan dengan penduduk miskin sebanyak 29.

06 pada Agustus 2011.26 persen.28 persen.24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011. 61.49 12.59.1 Garis Kemiskinan.Selain itu. Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0. Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6.23 9.72 persen. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1.4 persen terhadap Triwulan I 2011.48 persen.79 persen dari 103.89 12.95 9. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I.05 10. cabai rawit.64 persen terhadap ITK Triwulan I.19 menjadi 34.25 persen. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun (1) Perkotaan Maret 2011 September 2011 Perdesaan Maret 2011 September 2011 Kota+Desa Maret 2011 September 2011 Makanan (2) Bukan Makanan (3) Total (4) Jumlah penduduk miskin (juta) (5) 177 342 184 919 75 674 78 675 253 016 263 594 11.36 Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Persentase penduduk miskin (6) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Selama periode Maret 2011–September 2011. gula pasir.59 171 834 179 204 61 906 64 525 233 740 243 729 30. 1. 2.72 172 723 50 458 223 181 18. II.51 persen.32 pada Maret 2011 menjadi 105. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18. dan 30. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3.02 29. dan 2. Sementara itu.21 persen.KEMISKINAN SEPTE MBER 2011 99 Tabel 16. Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1.94 15. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7.09 165 211 48184 213 395 18.17 pada September 2011.6 persen pada periode yang sama. yaitu sebesar 2. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.46 pada Februari 2011 menjadi 21.97 15.35 persen.

Kontribusi biaya perumahan (7. tempe (2. yaitu mencapai 73.71 persen di daerah perdesaan. dan biaya pendidikan. terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).66 di perdesaan). Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8. tahu (1. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras. Selama bulan Maret 2011–September 2011. dan biaya angkutan (2. biaya pendidikan (2.78 persen di perkotaan dan 3. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1.30 persen di perkotaan dan 1. biaya listrik (2. gula pasir (2.08 pada bulan Maret 2011 menjadi EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .25 persen di perkotaan dan 1. mie instan (2. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2. daging ayam ras (2. listrik. 3. kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26.74 persen di perdesaan).72 persen di perdesaan). Pada periode Maret 2011–September 2011.50 persen di perdesaan). Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.84 persen di perdesaan).97 persen di perkotaan dan 1. Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3.31 persen di perkotaan dan 7.60 persen di daerah perkotaan dan 33.28 persen di perdesaan).58 persen di perdesaan). Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan.35 persen di perkotaan dan 2.27 persen.21 persen di perdesaan).10 persen di perkotaan dan 0.11 persen di perdesaan). 2.36 persen di perkotaan dan 5. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.100 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 B. Garis Kemiskinan (GK).53 persen pada bulan September 2011. 2. kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.75 persen di perkotaan dan 1.58 persen di perkotaan dan 2.89 persen di perdesaan). Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin. Garis Kemiskinan naik sebesar 4.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243.729 per kapita per bulan pada September 2011.49 persen di perkotaan dan 1.52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73. angkutan. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan. Pada bulan September 2011. C. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. yaitu dari Rp233. karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.27 persen diperdesaan). Peranan GKM terhadap GK sangat dominan.

39 0. Tabel 16.2).2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah. Maret 2011–September 2011 Tahun Kota Desa Kota+Desa (1) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) (2) (3) (4) Maret 2011 1.55 menjadi 0. Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan.61 2.48 2. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil.KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 101 2.68. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan.48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2.05 pada bulan September 2011.05 Maret 2011 0.08 September 2011 1.55 September 2011 0.53 pada periode yang sama (Tabel 16. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0.61. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0.68 0.70 0. nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1.52 2.53 Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 3.63 2.39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0. Pada bulan September 2011.39 0.

93 16.72 5.04 Sulawesi Selatan 206 620 133.70 18.72 8.67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99.53 Papua 320 321 37.17 17.14 7.39 31.06 163.00 0.03 356.28 14.29 3.58 9.35 Kalimantan Timur 359 290 87.90 10.78 7.35 348 736 44.26 Bali 255 996 100.17 17.50 5 255.58 9.14 12.19 19.17 183.16 Kepulauan Riau 363 572 104.17 Jambi 316 123 97.83 235 442 138.64 Kalimantan selatan 268 791 59.00 355.45 198.48 Sumatera Utara 288 023 652.54 214 179 355.45 8.35 17.39 1 061.64 Jawa Barat 234 622 2 628.63 835.40 22.27 22.88 226 770 265.85 Banten 247 575 335.58 Bangka Belitung 351 414 20.09 10.01 900.99 Riau 321 390 136.27 Sulawesi Tenggara 208 575 28.05 239 973 366.24 INDONESIA 263 594 10 954.70 211 069 286.75 9.71 325 128 213.82 14.23 16.14 Jawa Timur 242 403 1 734.23 10.24 9.57 Jawa Tengah 231 046 2 175.95 226 299 98.09 209 777 2 022.80 297 986 159.63 Sulawesi Utara 227 069 78.35 4.66 6.01 7.50 6.83 303.48 Kalimantan Tengah 259 917 28.08 10.96 3.66 214 166 3 493.62 5.26 9.20 217 205 82.46 Sulawesi Tengah 271 260 65.59 6.93 986.45 13.23 23.44 10.64 25.43 334.47 186 504 887.53 946.25 194.35 9.36 Lampung 282 456 224.16 17.61 Gorontalo 202 305 14.48 Kalimantan Barat 239 411 89.79 9.87 6. Jumlah.53 6.42 14.31 13.46 122.55 2.86 4.49 38.19 19.79 7.12 28.03 308 265 730.102 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 Tabel 16.99 251.12 8.49 9.89 6.09 306 981 17.99 16.36 EKONOMI (8) % Penduduk Miskin 169.96 432.58 4.64 Maluku 288 414 56.96 16.39 4 650.23 11.07 16.79 DKI Jakarta 368 415 355.42 210 046 450.73 8.02 Sulawesi Barat 203 048 33.80 8.35 9.66 5 227.30 SOSIAL (7) Jumlah Penduduk Miskin (000) 346 385 DATA (6) Total Aceh EDISI 22 (3) Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) MARET 2012 (9) . dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 Perkotaan Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) (1) (2) Pedesaan Jumlah % Penduduk Penduduk Miskin (000) Miskin Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (4) (5) 13.95 233 566 154.18 13.01 280 271 336.51 10.85 441.12 4.09 223 181 18 935.45 Maluku Utara 264 367 8.23 11.51 195 620 305.93 13.56 15.95 Bengkulu 297 506 88.27 5.95 18.19 16.21 192.96 3.00 Papua Barat 356 222 13.57 564.30 253 434 215.25 376.10 150.59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445.3 Garis Kemiskinan.20 3.33 4.02 6.83 Sumatera Barat 308 068 145.75 266 271 909.31 9.74 254 399 121.21 189 980 129.74 14.91 65.61 5.74 690.61 255 719 296.45 13.67 205 981 3 080.31 22.00 17.26 247.05 40.10 239 208 769.39 1 277.90 3.89 22.56 472.32 232 723 1 053.48 173 649 701.59 29 890.92 30.92 12.13 6.21 DI Yogyakarta 273 678 298.13 4.87 13.40 18.35 11.76 4.44 12.20 3.10 6.90 Sumatera Selatan 288 432 407.61 107.59 257 076 299.50 20.81 10.64 0 0.53 12.51 216 496 116.55 5.53 1 421.94 224 497 654.30 227.99 896.06 192 274 177.

Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. dan selalu ada barang/jasanya. yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. dapat dicari harganya. Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas). penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. SBH terakhir diadakan tahun 2007. Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK).SUPLEMEN: METODOLOGI 103 XVII. Sejak Juni 2008. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota. Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH. Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. perubahan negatif IHK disebut deflasi. yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas. mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh. bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. SUPLEMEN: METODOLOGI 1. Sebaliknya. yaitu : k IHK n  Pni P i 1 P( n 1) i Qoi ( n 1) i k  PoiQoi 100 i 1 Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : In  IHKn  IHK( n 1) IHK( n 1)  100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .

Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. dan keseimbangan permintaan dan penawaran. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. setiap minggu. dan sebagainya. cabai. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. setiap 2 minggu. 2. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. pasar modern. nilai tukar. c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. dan sebagainya. dan sebagainya. restoran siap saji. dan bersifat umum.104 SUPLEMEN: METODOLOGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. minyak goreng. rumah tangga yang mempunyai pembantu. sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. bengkel. praktek dokter. susu. tarif listrik. Berdasarkan tahun dasar 2007. sepeda motor. rokok. mie. dan outlet mandiri (seperti toko eceran. daging ayam ras. upah buruh. persistent. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum. yang sifatnya cenderung permanen. dan sebagainya). PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan. dan inflasi volatile goods. mobil. seperti ekspektasi inflasi. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . inflasi administered prices.

Pertamina dan BP Migas.SUPLEMEN: METODOLOGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka. apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan berikutnya). Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat).go. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi. menghitung semua komponen nilai tambah. Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010. 3. penghuni perahu/rumah apung. sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. awak kapal berbendera Indonesia. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai). Secara teoritis. Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . (2) pendekatan pendapatan.bps. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4. Survei Penduduk Antar Sensus. Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. menghitung semua komponen pengeluaran PDB. dan (3) pendekatan pengeluaran. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). data Migas dari KPPBC.id. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya. pengungsi dan masyarakat terpencil).

yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan. Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. mereka yang mempersiapkan usaha. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela). dengan pendekatan rumah tangga. adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. Pengangguran Terbuka (Unemployment). Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu).106 SUPLEMEN: METODOLOGI 5. Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Pengumpulan data berbasis sampel. dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan. Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. Tanaman Perkebunan Rakyat. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota. dan Perikanan. baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan. 7. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. Hortikultura. Semakin tinggi NTP. Peternakan. Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani.SUPLEMEN: METODOLOGI 107 6. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices).

Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah. Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini. Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. impor dan ekspor. harga di penggilingan ditentukan dari hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005. pertambangan dan penggalian. Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia.11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005. 10. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel). Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005. 9.105/PMK. Karena unit penggilingan bukan merupakan responden. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor. tetapi saat panen raya (Maret s. Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. industri. IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya.108 SUPLEMEN: METODOLOGI 8. IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah.8 Tahun 2003.d. serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. yaitu: pertanian.

dan diprediksi menurut tingkatan waktunya.500 rumah tangga. terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar). ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel. Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia. terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus. Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan. 12. Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan. merupakan angka realisasi. sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1.400 perusahaan besar dan sedang. Data realisasi produktivitas diperoleh dari hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya. dengan responden pimpinan perusahaan. Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang.SUPLEMEN: METODOLOGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. 11. Jumlah sampel STB sebanyak 2. Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih.

yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan.576 perusahaan. Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang. 13. Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia. Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya. pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3). jumlah kamar terpakai. yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia. termasuk di dalamnya Crew WNA. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia.110 SUPLEMEN: METODOLOGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan. didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun. jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. baik laut maupun udara.

Untuk mengukur kemiskinan. IV. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011. dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. Dengan pendekatan ini. Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan. iii. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK). PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM). Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan. juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar). Sebagai informasi tambahan. Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. Kemiskinan i. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.d. Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. Dengan pendekatan ini. BPS menggunakan konsep kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). 15. dapat dihitung Head Count Index (HCI).SUPLEMEN: METODOLOGI 111 14. ii. Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara. PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s.