HEADLINES

i

HEADLINES
1.

Inflasi
Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0,05 persen. Inflasi tahun kalender
2012 sebesar 0,81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011
(y-on-y) sebesar 3,56 persen.

2.

Pertumbuhan PDB
 PDB Triwulan IV-2011 tumbuh sebesar 6,5 persen dibanding PDB Triwulan IV2010 (y-on-y).
 PDB Triwulan IV-2011 menurun sebesar 1,3 persen dibanding PDB Triwulan III2011 (q-to-q).
 Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011
dibandingkan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6,5 persen.

3.

Ekspor
 Nilai ekspor Januari 2012 sebesar US$15,49 miliar, turun 9,28 persen
dibanding ekspor Desember 2011, namun naik 6,07 persen dibanding ekspor
Januari 2011.
 Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 sebesar US$12,52 miliar yang terdiri dari
produk pertanian US$0,38 miliar, industri US$9,48 miliar, dan pertambangan
dan lainnya US$2,65 miliar.

4.

Impor
 Nilai impor Januari 2012 sebesar US$14,57 miliar, turun 11,57 persen
dibanding impor Desember 2011, namun naik sebesar 16,02 persen jika
dibanding impor Januari 2011.
 Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor barang konsumsi Januari
2012 sebesar US$1,12 miliar, bahan baku/penolong US$10,48 miliar, dan
barang modal US$2,97 miliar.

5.

Upah Buruh
 Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 naik
masing-masing sebesar 0,32 persen dan 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 Upah riil harian buruh tani Februari 2012 turun sebesar 0,14 persen dibanding
bulan sebelumnya, sedangkan upah riil harian buruh bangunan Februari 2012
naik 0,30 persen dibanding bulan sebelumnya.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

ii

HEADLINES

6.

Nilai Tukar Petani (NTP) dan Inflasi Pedesaan
 NTP Februari 2012 turun 0,60 persen dibanding bulan sebelumnya.
 Pada Februari 2012, terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,46 persen.

7.

Harga Pangan
 Rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0,77 persen dibanding Januari 2012,
dan naik 15,37 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
 Harga cabai merah Februari 2012 turun 30,27 persen dan cabai rawit turun
6,31 persen dibanding bulan sebelumnya.

8.

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
 IHPB nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0,35 persen dibanding bulan
sebelumnya.
 IHPB umum Januari 2012 naik sebesar 0,74 persen dibanding bulan
sebelumnya.

9.

Indeks Tendensi Bisnis dan Konsumen
 Kondisi bisnis Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks Tendensi Bisnis
(ITB) sebesar 106,92).
 Kondisi bisnis Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Bisnis (ITB) sebesar 108,37.
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan IV-2011 meningkat dengan nilai Indeks
Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,44).
 Kondisi ekonomi konsumen Triwulan I-2012 diperkirakan meningkat dengan
nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) sebesar 108,08.

10. Produksi Tanaman Pangan
 Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) sebesar 65,74 juta ton Gabah
Kering Giling (GKG) menurun 1,10 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) sebesar 17,63 ribu ton
menurun 3,81 persen dibanding tahun 2010.
 Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) sebesar 843,84 ribu ton
menurun 6,97 persen dibanding tahun 2010.
11. Industri Manufaktur
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011
naik sebesar 3,09 persen dibanding Triwulan III-2011, dan naik 6,02 persen jika
dibanding Triwulan IV-2010 (y-on-y).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.7 ribu orang.  Jumlah penumpang angkutan udara internasional Januari 2012 turun 4.22 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Transportasi  Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 turun 2.93 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.HEADLINES iii 12.  Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 turun 8. Wisatawan Mancanegara Jumlah wisman Januari 2012 sebanyak 652. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .31 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. naik 18. 13. namun turun sebesar 9.92 persen jika dibanding bulan sebelumnya.  Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 turun 4.40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

iv HEADLINES EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

Triwulan IV-2011). Apabila masih diperlukan data yang lebih luas dan spesifik untuk sektor tertentu.d. Februari 2012).d. dipersilahkan melihat publikasi BPS lainnya atau melalui website BPS: http://www. Februari 2012).id.d. triwulanan. perkembangan triwulanan pertumbuhan ekonomi serta indeks tendensi bisnis dan konsumen (s. M. Januari 2012).d. Suryamin. 1 Maret 2012 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Dr. Triwulan IV-2011). Data dan informasi yang dimuat tetap mengikuti perkembangan data terbaru yang dihimpun dan dirilis BPS. Buku ini dimaksudkan untuk melengkapi bahan penyusunan kebijakan dan evaluasi kemajuan yang dicapai baik di bidang sosial maupun di bidang ekonomi. produksi tanaman pangan (Angka Sementara 2011) serta data kemiskinan (September 2011). yang merupakan hasil pendataan langsung dan hasil kompilasi produk administrasi pemerintah yang dilakukan secara teratur (bulanan. ekspor-impor (s. tahunan) oleh jajaran BPS di seluruh Indonesia.bps. Agustus 2011). wisatawan dan transportasi (s. Januari 2012). Lebih lanjut. Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Maret 2012 ini mencakup antara lain: perkembangan bulanan inflasi (s. harga dan upah (s. harga perdagangan besar (s. Jakarta.KATA PENGANTAR v KATA PENGANTAR Buku Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ini diterbitkan setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).d.d.d.d.Sc. keseluruhan data yang disajikan dalam publikasi ini merupakan statistik resmi (official statistics) yang menjadi rujukan resmi bagi berbagai pihak yang berkepentingan. hasil Sensus Penduduk 2010. perkembangan triwulanan indeks produksi industri (s. Februari 2012). perkembangan ketenagakerjaan (s. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .go.

vi KATA PENGANTAR EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .

..................................................... EKSPOR JANUARI 2012 ..................... NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 ................... 61 VIII........ 69 X......................................................................... KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 ..................................................................................................................................... 1 I....................... viii DAFTAR GRAFIK ....................................... SUPLEMEN: METODOLOGI ................................... 92 XV...................................................................... PARIWISATA JANUARI 2012 ............. v DAFTAR ISI ............................................................................................... i KATA PENGANTAR ......................................................................... 36 VI...... PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 ................ 9 II................................................... TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 ........ PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 .. IMPOR JANUARI 2012 ............ 95 XVI........................... 77 XII......................................................... xiii FOKUS PERHATIAN ...................................................... KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 .....................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI vii DAFTAR ISI HEADLINES .............. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 ............................... 98 XVII.................................................... 54 VII................... vii DAFTAR TABEL ......................... INFLASI FEBRUARI 2012 ............. 83 XIII.................................. 16 III............................. INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 ............. 63 IX...................... HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 .............................................................................................................................................. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 ........ 30 V........................... 87 XIV........................ INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV-2011 ........103 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ........................................................ 74 XI.......... UPAH BURUH FEBRUARI 2012 .................................................................... 26 IV...

................2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 ................................20 Tabel 2..........................................................17 Tabel 2.....................8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ...........................................................viii DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL Tabel 1....18 Tabel 2...................6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) ..........12 Tabel 1................18 Tabel 2..............1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 ...4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan....19 Tabel 2..1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) ...........................11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 .........24 Tabel 2...................................................... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) .........................................12 Tabel 1.....13 Tabel 1..... Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) ........2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha ............23 Tabel 2...10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) ................5 Inflasi Nasional Year-on-Year ...........................................................4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender .........6 Inflasi Beberapa Negara................................................................23 Tabel 2..22 Tabel 2............ Februari 2012 (persen) ...........21 Tabel 2..... Desember 2011–Januari 2012 .................................................27 Tabel 3....................2 Laju Inflasi Februari 2012.................................3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga...11 Tabel 1.................14 Tabel 2.....................5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) ............3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen)...................................................................... Tahun Kalender 2012 dan Yearon-Year ..........................................................................28 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ...............................11 Tabel 1.....24 Tabel 3...............................................1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012............7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) .....7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011..........................................9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007– 2011 (persen) .........13 Tabel 1..................... Februari 2012....................

... 2010 .......... Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF : Juta US$)............ Januari 2011–Januari 2012 ................................................ Laju Pertumbuhan...............................................................1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.................. 2011 dan 2012 .. 47 Tabel 5...............3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari......... 32 Tabel 4.......................... 2010 ....... dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi ..... 34 Tabel 4.....3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 .........................4 Ekspor-Impor Beras Indonesia... 44 Tabel 5................................7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi..... 48 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ... 46 Tabel 5..........5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.................................................... 40 Tabel 5......................... 28 Tabel 3..... 2010 ............................................ SP2010.................................5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.......................................................7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama..................8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi..4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012................................. 33 Tabel 4....................................2 Perkembangan Impor Indonesia................................6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.................................... Januari 2011 dan 2012 .5 Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.............................. 2011 dan 2012 ................4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian............1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.......................................... Januari 2012 ...... SP2010 ........................2 Penduduk. SP2010 ....................................... 35 Tabel 4.......... 29 Tabel 4...............................DAFTAR TABEL ix Tabel 3........ 2010 .......... 29 Tabel 3..................... 32 Tabel 4....6 Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang....................................3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan ........................... 33 Tabel 4....................... 41 Tabel 5......................... 45 Tabel 5................................................................................9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal....... SP2010..........................10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih ....... 34 Tabel 4................. 43 Tabel 5......... Triwulan I 2010–Januari 2012 ......................... Juta US$) .................... 42 Tabel 5.........................................................................8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 .............. 35 Tabel 5................. 36 Tabel 5...............................

...............................1 Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani............ Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah) Februari 2010−Februari 2012 ......1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 ............1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011– Februari 2012 (2007=100) .......60 Tabel 7........... SP2010...................................................................................51 Tabel 5..3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) ..............................................2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 ............................................................70 Tabel 9.........4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) ....................................................................62 Tabel 8.................... Februari 2011–Februari 2012..........................................................1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan.....................................................................2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang). 2010–2011 (juta orang) .............49 Tabel 5......66 Tabel 8.............................67 Tabel 8............................3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.11 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar.............................. SP2010 ....52 Tabel 5...............................................................................5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) ........59 Tabel 6.........................12 Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir Tinja...58 Tabel 6...... SP2010 .............................................................................56 Tabel 6.......53 Tabel 6... SP2010 ......15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus..............................................................x DAFTAR TABEL Tabel 5...............................................................7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 .........................................55 Tabel 6........14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.................................................................................50 Tabel 5..71 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . SP2010 .....13 Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak.......58 Tabel 6...6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) ............2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya...................................................... Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) ..............57 Tabel 6......68 Tabel 9..........

........... Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012– Februari 2012....... dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 ........................1 Perkembangan Jumlah Wisman....... 75 Tabel 10.....DAFTAR TABEL xi Tabel 9.............................................. 84 Tabel 12.................. (2005=100) .... dan Produksi Palawija................................ (2005=100) ..................3 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen) 2000=100 ......... 75 Tabel 10............... (2005=100) ..........2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi...............2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen) 2000=100 ....... 81 Tabel 11...... Produktivitas...... dan Produksi Padi Menurut Subround.............. 78 Tabel 11........................... 89 Tabel 13.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya ........3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) ................ 91 Tabel 14...................................1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor .............. 2009−2011 ......................................................... 73 Tabel 10. 76 Tabel 11............................................................................................ 88 Tabel 13....................................... Indonesia Januari 2012–Februari 2012................... 76 Tabel 10.............. Produktivitas............. Tingkat Penghunian Kamar....2 Perkembangan Luas Panen..................... 94 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .....1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen) 2000=100 ........4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar................. 88 Tabel 13...............................................................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya.......... 2009−2011 ................. Indonesia Desember 2011–Januari 2012.................. 82 Tabel 12........... Indonesia Januari 2012–Februari 2012.........3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi... 79 Tabel 11...........................1 Perkembangan Luas Panen...........................................................1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas.............................................................................................................. 86 Tabel 13.........................4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 .......... (2005=100) .....4 Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi ............

................1 Garis Kemiskinan.xii DAFTAR TABEL Tabel 15........3 Garis Kemiskinan............................ Maret 2011–September 2011 ............. Jumlah..97 Tabel 16...............101 Tabel 16............................................................ Maret 2011–September 2011 ...........................102 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 ...99 Tabel 16........... Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah...................1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ....................................2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah........ dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 .............

................3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) .......................................................... dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota.......................... 64 Grafik 8...5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen)...... 61 Grafik 8......... 69 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 ............. 26 Grafik 4............. 20 Grafik 2................1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s..................................................................................................... 19 Grafik 2..... 2010 .......................1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan........DAFTAR GRAFIK xiii DAFTAR GRAFIK Grafik 1........... 2010–2012 ......................2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi....................... Februari 2010–Februari 2012 ................. 37 Grafik 5.....................2 Indeks Harga yang Diterima Petani (It).... 54 Grafik 7...................1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 . 39 Grafik 6.......... 17 Grafik 2....... 1971−2010 ....................................................................... Tahun Kalender................................... 63 Grafik 8......................................................... dan Penganggur 2009– 2011 (juta orang) ......................................... 2011 dan 2012.......... Penduduk yang Bekerja.......................... 38 Grafik 5.......... 65 Grafik 9. 30 Grafik 4. 16 Grafik 2.............2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari................................................... 22 Grafik 2........................................ Februari 2011–Februari 2012 ............................d Triwulan IV-2011 (persen)... 25 Grafik 3..............1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 ....................................................2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) .........1 Nilai Tukar Petani (NTP).......................................................... Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)...................................................3 Inflasi Perdesaan...1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 .........4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV2011 (persen) ....................................... Februari 2011–Februari 2012 ......1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 ............1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 ..................6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) ................... 31 Grafik 5..1 Jumlah Angkatan Kerja... 9 Grafik 2.....3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia.......................................

....................1 Perkembangan Produksi Padi............................3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi .......................................................................................2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi ..........92 Grafik 14........2 DAFTAR GRAFIK Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 .................................................................................93 Grafik 15......................................................81 Grafik 12.................2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 ............2 Pola Panen Padi............................1 Persentase Penduduk Miskin ..........................................................83 Grafik 12.............84 Grafik 13.................95 Grafik 16........................................1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011–Januari 2012 ................ 2009–2011 .1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011– Januari 2012 ....................98 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .........1 Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 .......90 Grafik 14..............................................................87 Grafik 13..................................78 Grafik 11...............................80 Grafik 11..................................................................................................1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 ....................................xiv Grafik 9.................................................1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011 (2000=100) ..............................................................................70 Grafik 10................................................ 2009–2011 .....2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 .........................................................................74 Grafik 11................

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi (1. Kehutanan dan Perikanan sebesar 20.3 persen. tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. dan impor barang dan jasa naik sebesar 6. Ditinjau dari sisi penggunaan.81 persen dan laju inflasi Februari 2012 terhadap Februari 2011 (year-on-year) sebesar 3.FOKUS PERHATIAN 1 FOKUS PERHATIAN 1.56 persen. Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 1. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. pembentukan modal tetap bruto naik sebesar 5.13 persen. peningkatan PDB Triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya ini terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 38. Inflasi Februari 2012 sebesar 0. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram (1. Peternakan. sementara sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar 0. Peternakan.73 persen) dan terendah terjadi di Tangerang (0.9 persen.2 persen dan terendah di Sektor Pertanian.5 persen (year-on-year). Apabila dibandingkan dengan Triwulan III-2011. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. 2.05 persen lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.29 persen) dan terendah terjadi di Palu (0.1 persen.5 persen.5 persen.03 persen). Pada Triwulan IV-2011. PDB Triwulan IV-2011 tumbuh 6.3 persen. PDB Triwulan IV-2011 turun sebesar 1. Sejalan dengan itu pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 0.2 persen. Secara kumulatif.8 persen. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .04 persen).05 persen. Hotel dan Restoran sebesar 10. pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. Dari 66 kota.05 persen.5 persen dibanding Triwulan IV-2010 (year-onyear). perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. ekspor barang dan jasa naik sebesar 3.5 persen.3 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya PDB sektor Pertanian. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.

97 miliar atau turun 14. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.88 persen. Ekspor migas pada Januari 2012 mencapai US$2. FOKUS PERHATIAN Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. Sementara impor migas Januari 2012 tercatat sebesar US$2.99 miliar atau turun 18. ekspor hasil pertanian turun 1.07 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear).82 persen.08 persen dibanding ekspor hasil industri bulan yang sama tahun 2011.32 miliar. Nilai ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12.81 persen dibanding impor golongan barang yang sama pada Desember 2011 (US$2.52 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Januari 2012 ditempati oleh Cina (US$2. Nilai ini turun 7. naik 16. Nilai impor Indonesia Januari 2012 mencapai US$14.07 persen (year-on-year).53 miliar) dengan pangsa 21. atau naik 16. namun turun 9.49 miliar.2 3. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .05 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.28 persen dibanding ekspor Desember 2011. 4.02 persen (year-on-year) Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.49 miliar. Nilai impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11.82 persen.57 miliar. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.58 miliar atau turun 9.72 persen dibanding impor nonmigas Desember 2011. serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 14. naik 6.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.52 miliar atau turun 7. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15. namun turun sebesar 11.57 miliar.66 persen dibanding bulan sebelumnya.02 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-onyear). Menurut sektor.57 persen dibanding impor Desember 2011. naik 6.

Hasil SP 2010 juga menunjukkan bahwa 61.39 persen) dan terendah di Provinsi Jawa Tengah (0. pulau paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa 2 (1.91 persen).6 juta orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 119. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Dilihat dari penyebaran penduduk.70 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6.0 juta orang.37 2 persen).469 2 orang per km ). Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 adalah 124 orang per km .40 persen rumah tangga menggunakan air minum dari sumber air bersih dimana yang tertinggi adalah bersumber dari sumur terlindung (32.70 juta orang (6.49 persen per tahun.70 persen). Jumlah penganggur Agustus 2011 sebanyak 7. Jumlah rumah tangga yang ada anggotanya mengakses internet dalam 3 bulan terakhir tercatat sebesar 9.6 juta orang.80 persen) dan TPT Agustus 2010 (7. Jumlah penduduk Indonesia menurut hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 berjumlah 237.055 orang per km ) dan provinsi paling padat adalah DKI Jakarta (14.FOKUS PERHATIAN 5.4 juta orang).4 juta orang.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (111. berkurang 1. Sebesar 83. Bila dilihat pada tingkat provinsi pertumbuhan tertinggi terjadi di Provinsi Papua (5.14 persen).56 persen.56 persen). berkurang 2.14 persen).50 persen penduduk bekerja di Sektor Pertanian dimana yang tertinggi adalah di Subsektor Pertanian Tanaman Padi dan Palawija (24.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011 (119.6 juta orang dan perempuan sebanyak 118.1 juta rumah tangga (14. Sekitar 40. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 sebanyak 7. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mencapai 109. 2 meningkat dibandingkan tahun 2000 (107 orang per km ).3 juta orang). Dibanding hasil SP2000 terjadi pertambahan jumlah penduduk sebanyak 32.7 juta orang. TPT Agustus 2011 lebih rendah dibanding TPT Februari 2011 (6. 6. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.78 persen penduduk usia 7-24 tahun yang masih bersekolah.5 juta orang atau meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 1. 3 Jumlah penduduk Indonesia Mei 2010 sebanyak 237.

turun 0.29 persen).08 persen).46 persen. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2012 tercatat Rp63. yaitu bahan makanan (0. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada Februari 2012 sebesar Rp39. makanan jadi (0.16 persen.10. serta transportasi dan komunikasi (0.40 persen).854 dan Rp63.14 persen. perumahan (0. FOKUS PERHATIAN Upah nominal harian buruh tani dan buruh bangunan Februari 2012 masingmasing sebesar Rp39.35 persen dibanding upah bulan sebelumnya. dan 0.49 persen). 8. dan olah raga (0. naik 0.42 persen). peternakan dan perikanan masing-masing turun sebesar 1. sandang (0.09 persen. NTP Februari 2012 tercatat 105. 0. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2012 tercatat 105.02 persen).02 persen. sedangkan secara riil turun sebesar 0. hortikultura. naik 0.23 persen dan 0. terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung (0. rekreasi.4 7. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . turun 0. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali (0. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan di 30 provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi. kesehatan (0.60 persen dari bulan sebelumnya. pendidikan.50 persen). terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran. tanaman perkebunan rakyat.12 persen) dan terkecil di Provinsi Riau (0. 0.81 persen) dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (0. Penurunan NTP Februari 2012 disebabkan turunnya NTP di lima subsektor yaitu tanaman pangan.53 persen).939. Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.03 persen).30 persen. dan secara riil naik sebesar 0.39 persen.32 persen dibanding upah bulan sebelumnya.854.73.939 Secara nasional.60 persen dibanding NTP Januari 2012 yang sebesar 105. Pada Februari 2012.10.

92 ITB Triwulan IV-2011 sebesar 106. komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam Februari 2012 dari bulan sebelumnya adalah telur ayam ras (naik 1. naik 0. 10. naik sebesar 0. Kenaikan IHPB Umum terbesar terjadi pada sektor pertanian sebesar 1.77.37 persen. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah (turun 30. Dibanding Februari 2011 (year-onyear). Kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terbesar terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0.27 persen).65 persen).57 persen). Kenaikan tertinggi terjadi di sektor pertanian (0. gula pasir.27). naik 0.FOKUS PERHATIAN 9. Kenaikan IHPB Umum nonmigas tejadi karena kenaikan indeks di seluruh sektor/kelompok kecuali kelompok impor nonmigas. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum nonmigas Februari 2012 naik sebesar 0.89 persen).56 persen.31 persen). 5 Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10. 11.520 per kg. Komoditas lain yaitu daging sapi.30 persen. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2011 sebesar 106. terutama karena adanya peningkatan pendapatan usaha (indeks sebesar 108. IHPB kelompok bahan bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.77 persen dari bulan sebelumnya. Selain beras.40 persen. cabai rawit (turun 6.92.57 persen). daging ayam ras (turun 1.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya.520 per kg. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya.77 persen dibanding harga beras bulan sebelumnya. harga beras Februari 2012 naik 15. penggunaan kapasitas produksi (indeks sebesar MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Rata-rata harga beras Februari 2012 sebesar Rp10.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya. minyak goreng. susu kental manis.35 persen dibanding bulan sebelumnya. dan ikan kembung (turun 1. lebih tinggi dari inflasi yearon-year periode yang sama sebesar 3. IHPB Umum Januari 2012 naik sebesar 0. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah.35 persen dari bulan sebelumnya IHPB Umum nonmigas Februari 2012 sebesar 187.

74 juta ton GKG. Dibandingkan tahun 2010. Peningkatan kondisi bisnis terjadi di seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertanian.6 FOKUS PERHATIAN 105. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga (indeks sebesar 108. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.97 persen) dibandingkan produksi tahun 2010 yang disebabkan oleh karena adanya EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .74 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). produksi jagung tahun 2011 (angka sementara) menurun sebesar 3. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan IV-2011 sebesar 108.07) dan terendah adalah provinsi Aceh (105. sedangkan di luar Jawa meningkat sebesar 1.35 kuintal/hektar (0. Provinsi yang memiliki ITK tertinggi pada Triwulan IV-2011 adalah provinsi Sulawesi Utara (ITK 113.73 juta ton (1.81 persen yang disebabkan oleh karena penurunan luas panen seluas 270.54 persen).13 ribu hektar (0. tidak adanya pengaruh inflasi terhadap konsumsi (indeks sebesar 111. Sedangkan produktivitas naik sebesar 1.10 persen) dibandingkan tahun 2010.34).97 juta ton.19 ribu ton (6.67). Produksi kedelai tahun 2011 (angka sementara) menurun sebanyak 63.29 kuintal/hektar (2.24 ribu hektar (6. Sektor yang mengalami peningkatan tertinggi adalah sektor Konstruksi (ITB sebesar 111.82) serta adanya kenaikan tingkat konsumsi makanan dan nonmakanan (indeks sebesar 103.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.44.53) dan rata-rata jam kerja (indeks sebesar 106.24 juta ton. Pada Triwulan I-2012 kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik (ITK sebesar 108.51). Pada Triwulan I-2012 kondisi bisnis diperkirakan juga akan meningkat (ITB sebesar 108. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di seluruh provinsi.08).37). 12.91 persen). artinya kondisi ekonomi konsumen membaik dari triwulan sebelumnya. kehutanan dan perikanan. Produksi padi tahun 2011 (angka sementara) diperkirakan sebesar 65.10 persen. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen tersebut terjadi di seluruh provinsi. menurun sebanyak 0.70 persen). turun 1.69). Produksi padi tahun 2011 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 65.32). peternakan. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.

15.92 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya.57 persen dibandingkan Januari 2011 (year-on-year) namun turun 2.26 persen dari jumlah wisman pada bulan Januari 2012 tujuan utama wisatanya adalah Bali.02 persen dari Triwulan IV-2010 (year-on-year).80 poin dibanding bulan yang sama tahun 2011.93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (year-on-year) yang sebesar 548.FOKUS PERHATIAN 7 penurunan luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.57 persen (year-on-year) Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4.93 persen (year-on-year) Jumlah wisman bulan Januari 2012 mencapai 652. 14.40 persen dibanding bulan sebelumnya.4 juta orang.02 persen).7 juta orang. Jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9.31 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. naik 18. dan naik 3. Sekitar 38.7 ribu orang. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun 8.14 kuintal/hektar (1. Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari 2012 mencapai 4. naik 18. dan naik sebesar 5.02 persen (year-on-year).04 persen) dan sebesar 0. 13. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Desember 2011 naik 1. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 rata-rata mencapai 51.90 ribu hektar (6. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2012 mencapai 652.09 persen dari Triwulan III-2011 (q-to-q). Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV-2011 naik sebesar 6. naik 5. naik 5.46 persen dibanding bulan sebelumnya.83 persen dari Desember 2010 (year-onyear). Selama Januari 2012.8 ribu orang. jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 4.27 persen atau naik 0. dan jumlah penumpang kereta api turun MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .16 persen dari November 2011 (m-to-m). Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Triwulan IV2011 naik 6.4 juta orang.

34 persen.53 persen. jumlah penumpang pelayaran dalam negeri turun sebesar 20.13 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30. Selama periode Maret 2011–September 2011.36 persen).09 juta orang. dan jumlah penumpang kereta api turun sebesar 4. 16. penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang sekitar 0.36 persen) Jumlah penduduk miskin pada September 2011 sebanyak 29.35 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan. jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 5.89 juta orang (12.49 persen).57 persen. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sangat besar yaitu 73. jumlah penumpang angkutan udara internasional naik 15. Sebagian besar (63.67 persen.8 FOKUS PERHATIAN 4.02 juta orang (12. turun 0.04 juta orang. sementara di daerah perkotaan berkurang sekitar 0.76 persen.89 juta orang (12. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .22 persen dibanding bulan sebelumnya. Dibanding Januari 2011 (year-onyear). Jumlah penduduk miskin September 2011 sebanyak 29.

51 dan terendah terjadi di Tangerang 0.59.INFLASI FEBRUARI 2012 9 I. tercatat mengalami inflasi dan mengalami deflasi. sandang 1.34 persen. perumahan.27 persen.73 persen.04 persen dengan IHK 135. pendidikan. Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0.96.22 persen.21 dan terendah terjadi di Palu 0. air.29 persen dengan IHK 133. INFLASI FEBRUARI 2012 1. dan olahraga 0.05 persen tertinggi terjadi di Mataram 1.1 Laju Inflasi Bulan ke Bulan. dan bahan bakar 0. gas. Tahun Kalender.00.15 persen. rekreasi. komunikasi. 2010–2012 8 7 6 (persen) 5 4 3 2 1 0 Bulan ke Bulan 2.03 persen dengan IHK 131. Dari 66 kota.08 persen dan transpor.06 persen.73 persen dengan IHK 145. listrik. inflasi umum (headline inflation) terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan jadi 0. Grafik 1. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1. dan penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok bahan makanan 0. kesehatan 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Inflasi 40 kota 26 kota Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0. dan jasa keuangan 0. dan Year-on-Year Gabungan 66 Kota.05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130. Tahun Kalender Feb Des Jan '12 Okt Nov Ags Sept Jul Jun Apr Mei Mar Feb Des Jan '11 Nov Okt Sept Jul Ags Jun Apr Mei Mar '10 -1 Year-on-Year Menurut jenis pengeluaran rumahtangga.

Menurut karakteristik perubahan harga.05 persen berasal dari andil komponen inti 0.56 persen.94 persen. beras 0. tahun kalender 2012 sebesar 0. angka tersebut lebih rendah dibanding kondisi Februari 2011 yang mengalami inflasi 0.20 persen (peranan dalam inflasi -400 persen). Inflasi Februari 2012 sebesar 0. Inflasi komponen inti Februari 2012 sebesar 0. andil emas perhiasan 0.05 persen. Inflasi IHK Februari 2012 sebesar 0. barang/jasa yang harganya diatur pemerintah memberikan sumbangan 0. sedangkan penurunan terjadi pada indeks komponen bergejolak (volatile) 0.81 persen dan laju inflasi year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.33 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah (administered) 0.07 persen (peranan dalam inflasi 140 persen).05 persen (peranan dalam inflasi -100 persen). inflasi Februari 2012 sebesar 0.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen) dan komponen bergejolak -0.33 persen. Inflasi tahun kalender 2012 sebesar 0. INFLASI FEBRUARI 2012 Dari inflasi 0.05 persen (peranan dalam inflasi 100 persen). 7. Sementara andil cabai merah -0. 5.03 persen (peranan dalam inflasi -60 persen).24 persen.02 persen (peranan dalam inflasi 40 persen).77 persen.10 3.31 persen.20 persen (peranan dalam inflasi 400 persen). 6.05 persen. daging ayam ras -0. bawang merah 0. 4.13 persen.17 persen (peranan dalam inflasi -340 persen). tomat sayur -0. dan year-on-year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .05 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks komponen inti (core) 0.

Listrik. Perumahan. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year Menurut Komponen Perubahan Harga (2007=100) Komponen IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 Inflasi Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 (6) Umum 126.14 8.90 1.76 154.43 -0. Minuman.58 0.23 4.35 137. Pendidikan.1 Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Februari 2012.34 1.14 152.59 108.91 130.81 3.46 129. 2) 3) Tabel 1.94 124.22 1.15 0.79 121.24 0.55 3.68 2.49 0.07 2.14 108. Sandang 126. Kesehatan 117. Air.85 123.31 Harga Diatur Pemerintah 120.87 2. dan Jasa Keuangan 106. dan Bahan Bakar 120.INFLASI FEBRUARI 2012 11 Tabel 1. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100) Kelompok Pengeluaran IHK Februari 2011 IHK Desember 2011 IHK Februari 2012 (1) (2) (3) (4) (5) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (6) Laju Inflasi Year-onYear 3) (7) Inflasi Februari 2012 1) Umum (Headline) 126.60 155. dan Tembakau 133.88 Bergejolak 153.30 1.65 3. Gas.81 3.40 4.71 5.33 0.56 Inti 121. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.46 0.08 0.73 6. Bahan Makanan 150. Rekreasi.46 129.86 138.05 0.00 4. Makanan Jadi.45 -0.81 3.05 0.51 123.96 0.95 124. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011.03 122.91 130.94 1.27 0.2 Laju Inflasi Februari 2012.96 0.77 4.82 7.24 125.56 1. Rokok. Transpor dan Komunikasi.49 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear (7) .75 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.85 136.49 126.57 139.66 123.95 0. dan Olah raga 118.11 2.22 0.21 120.73 1.96 0.46 0.77 157.06 0.

28 5.55 2.15 -0.07 0.03 0.75 0.47 0.41 10. Harga Diatur Pemerintah 0.27 4.44 0.01 0.51 0.05 1.18 0.12 5.05 1.97 1.33 0.04 0.92 0.56 0.72 1.51 Juni 0.23 2.81 8.10 -0.44 0.99 0.84 0.76 0.62 0.20 Desember 1.13 0.14 1.05 3.58 9.70 April -0.45 1.84 5.28 2.41 0.37 0.12 -0.24 0.44 0.16 0.07 0.89 0.3 Dekomposisi Inflasi Nasional menurut Karakteristik Perubahan Harga.76 1.97 0. Inti 0.03 0.21 0.79 (1) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .05 0.08 7.06 Juli 0. Bergejolak -0.84 0.34 5.57 -0.47 2.81 Maret 0.37 0.67 2.31 0.35 2.96 3.96 2.14 1.79 0.74 4.20 2.65 0.22 4.45 5.67 2.97 Oktober 0.42 1.85 November 0.04 1.77 -0.76 Februari 0.12 1.29 0.06 -0.14 -0.59 11.10 1.4 Inflasi Nasional Bulan ke Bulan dan Kalender Inflasi Nasional (bulan ke bulan) Inflasi Nasional (kalender) Bulan 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2007 2008 2009 2010 2011 2012 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) Januari 1. Februari 2012 (persen) Komponen Andil Inflasi (%) (1) (2) Umum 0.46 0.11 0.93 3.45 0.91 3.10 1.24 10.66 4.78 6.22 -0.36 0.85 0.57 6.69 September 0.19 0.15 0.43 11.39 Mei 0.82 2.02 1.95 0.21 2.10 2.40 1.77 -0.20 Tabel 1.80 0.74 Agustus 0.60 0.05 1.04 1.32 1.57 0.12 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.98 3.41 0.31 1.89 0.04 0.48 5.06 2.30 0.

sg.gov.52 8.gov.61 Oktober 6.gso.90 9. http://www.17 7.statpak.00 18.59 11.gov.06 11.gov. http://www. http://www.bls.65 3.29 8.50 0.10 0. http://www.71 11.br. Malaysia 0.67 4.79 September 6.pk.61 Agustus 6.60 11.05 5.za.30 3.83 5.my. Afrika Selatan 0.10 4.84 3.6 Inflasi Beberapa Negara.10 6.ibge. http://www.13 17.65 Februari 6. Vietnam 0.stats.71 6.50 2.95 12.51 11.10 5.02 3.16 Mei 6.gov.80 4.91 6.88 11. dan www.00 2.44 4.53 1.43 6.22 10.31 3.79 3.90 6. Amerika Serikat -0.30 1.16 5.com MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .80 7.gov.56 6.40 3. Inggris 0.gov.04 4.gov.17 3.90 5. Cina 0.78 6.41 6.68 2.20 3.22 4. Desember 2011–Januari 2012 Bulan ke Bulan Year-on-Year (Y-on-Y) Negara (1) Desember Januari Desember Januari (2) (3) (4) (5) 1.85 2.77 2.50 4.57 5.76 3.36 9.57 0.54 Juli 6.50 9.33 4.cn.14 2.bloomberg.INFLASI FEBRUARI 2012 13 Tabel 1.statistics.singstat.72 7.20 0.65 April 6. Indonesia 0.38 6.40 8.27 8. http://www.ph. http://www.03 3.06 2.cencus.gov.statssa.uk.16 0.50 4.40 4.gov.20 3.81 6.56 Maret 6.50 6.90 2. Singapura 0.96 3. Pakistan -0.42 November 6.vn.statistics.26 7.30 Sumber: http://www.79 Tabel 1. Pilipina -0.70 4.60 6.92 3.77 11.30 7.75 10. Brazil 0.70 1. http://www.5 Inflasi Nasional Year-on-Year Bulan 2007:2006 2008:2007 2009:2008 2010:2009 2011:2010 2012:2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Januari 6.60 3.40 -0.75 6.65 5.20 0.98 Juni 5.01 10.00 0. http://www.50 4.96 7.15 Desember 6.00 2.

94 2.90 -0.20 3.24 0.44 1.45 0.95 4.27 0.25 0.46 0.18 3.83 2.85 0.71 4.34 0. Aceh 2.03 0. 8.14 INFLASI FEBRUARI 2012 Tabel 1.49 4. Yogyakarta Jawa Timur EDISI 22 DATA SOSIAL Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) EKONOMI Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 0.24 -0.08 3.03 0.08 4.56 1.91 -0.60 1.64 Provinsi Kota (1) 1. 7.I.26 2.21 3. Sumatera Utara 3.62 -0.04 0.09 3.25 -0.21 -0.75 3.18 0.21 3.48 3.69 5.18 2. D.85 4.31 -1.24 3.95 3.96 4.06 3.67 3.58 3.64 3.65 0.90 -0.46 -0.27 1.97 2. Jawa Tengah 15.69 -0.81 3.11 0.35 0.10 0.25 3.58 -0.60 0. Jambi Sumatera Selatan Kepulauan Bangka Belitung Bengkulu Lampung DKI Jakarta Jawa Barat 13.01 2.46 3.51 2.55 3.82 3.49 0.37 5.40 1. 11.93 2. 16.35 1.51 1.7 Inflasi 66 Kota Tahun 2011.32 3.10 0.08 3.28 -0.54 4.03 0.99 0.36 0.62 1.27 MARET 2012 .09 3. Sumatera Barat Riau 5.78 0. 9.35 3.98 3.22 0. 10.21 0.35 -1.79 0.66 0.46 0.23 4.78 3. 12.56 0.32 2.88 2.35 0.76 3.98 0.78 3.37 -0.76 3.29 -0.20 -0.52 0.37 0.94 3.32 2.28 3.10 0.65 1.85 4.78 0.19 0.78 5.72 0.78 2.22 1.14 0.08 0. Banten 14.17 0.08 -0.04 2.41 0.44 -1.50 -0.12 2. 4.14 -0.72 -0.10 0.00 3.18 0.28 1.66 5.45 2. Tahun Kalender 2012 dan Year-on-Year (2) (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) Banda Aceh Lhokseumawe Sibolga Pematang Siantar Medan Padang Sidempuan Padang Pakanbaru Dumai Batam Tanjung Pinang Jambi Palembang Pangkal Pinang Bengkulu Bandar Lampung Jakarta Bogor Sukabumi Bandung Cirebon Bekasi Depok Tasikmalaya Serang Tangerang Cilegon Purwokerto Surakarta Semarang Tegal Yogyakarta Jember Sumenep Kediri Malang Probolinggo Madiun Surabaya 3.17 2.05 3.35 0.28 2.62 4.26 1.17 0.83 -0.03 2.55 0.43 4.82 -0. Kepulauan Riau 6.75 2.05 -0.31 0. Februari 2012.23 -0.78 3.83 3.70 3.86 0.87 2.

93 1.44 7.08 4. 32. Kalimantan Barat 21. 30.74 2.21 0.46 2. 23.67 4. Nusa Tenggara Timur 20. 26.7 Provinsi (1) 17.63 -1. 18.68 2.50 3.31 -0.INFLASI FEBRUARI 2012 15 Lanjutan Tabel 1.78 -0.44 0.40 0.94 2.21 1.57 1.19 6.38 7.43 0. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Desember 2011.99 3.76 0.47 5.96 0.60 5. Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK Februari 2011 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Laju Inflasi Year-onYear 2012 3) (6) 4.70 1. 29. Sulawesi Barat Sulawesi Tenggara Maluku Maluku Utara Papua Barat 33.61 0.23 6.72 3.35 7.35 4.02 4.47 3.60 3.28 8.75 2.40 2.13 2.16 -0.92 0.99 Inflasi 2011 Inflasi Februari 2012 1) Persentase perubahan IHK Februari 2012 terhadap IHK bulan sebelumnya.43 6.75 -0.29 3.45 6. Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan 28.85 4.52 3.09 0.94 6.81 -0.05 1.09 2.36 0.60 1. 25. Kalimantan Tengah 22.06 -0.91 5.60 0.73 0. 31.34 1.38 0.40 .98 6.91 6.31 1.73 5.14 2.64 3.04 1.36 0.32 2.86 5.19 6.32 4.33 1.24 5.09 0.61 4.77 7. Kalimantan Selatan Kalimantan Timur 24.26 2.03 6.60 1.90 3.31 0.91 0.28 3.41 2.54 0.63 1.40 0.35 0.57 0.14 2.21 -0.54 3.84 0.64 0.75 6.65 2.00 0.04 5.70 -0. 27.85 1. Bali Nusa Tenggara Barat 19.14 1.59 4.05 3. Papua 1) 2) 3) Kota (2) Denpasar Mataram Bima Maumere Kupang Pontianak Singkawang Sampit Palangkaraya Banjarmasin Balikpapan Samarinda Tarakan Manado Gorontalo Palu Watampone Makassar Pare-Pare Palopo Mamuju Kendari Ambon Ternate Manokwari Sorong Jayapura (3) (4) Laju Inflasi Tahun Kalender 2012 2) (5) 3.87 1.38 0.38 6.

Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y).6 1.2 persen.5 6.0 5.1 Laju Pertumbuhan PDB Triwulan I-2010 s.d Triwulan IV-2011 (persen) 8. Kehutanan.5 persen.7 3.9 5.0 6. Kontraksi Sektor ini Pada tahun 2011. disebabkan karena Peternakan.0 -1.0 2.4 3. PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV-2011 1.0 2.3 6.0 1.0 q-to-q Q3/11 Q4/11 -1.0 7.0 Q1/10 Q2/10 Q3/10 Q4/10 Q1/11 Q2/11 -1.8 5. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dan Restoran sebesar 10.5 persen Pertanian. perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6.4 -2.5 persen. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2011 menurun sebesar 1.0 persen 4.3 persen terhadap triwulan III-2011 (q-to-q).16 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 II. Hotel.5 6.8 2.0 0.5 6. Grafik 2. dan Perikanan mengalami penurunan cukup siginifikan sebesar 20.4 6.8 6. PDB Indonesia triwulan IV-2011 tumbuh 6.0 3.4 2. dimana pertumbuhan tertinggi terjadi di Sektor Perdagangan.3 y-on-y 2.

Listrik.7 0. 4.1 1.0 triliun. Pertanian.5 1.5 q-to-q Pertanian Industri Pengolahan Konstruksi Pengangkutan & Komunikasi Jasa-jasa y-on-y Pertambangan & Penggalian Listrik.7 9.9 2.2 3.0 6.0 -4. Real Estat.4 6.8 0.2 10.2 4.4 2.2 1.8 -0. Pertambangan dan Penggalian 3. Jasa-Jasa 5.3 -20.0 1. Industri Pengolahan 4.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 17 Grafik 2. Keuangan.0 -16.0 -8. Gas dan Air Bersih 5.5 1.7 1.9 1.0 -18.1 persen 5.7 6.9 1.7 5.5 7. Konstruksi 6.8 6.0 4.8 7.1 6.2 6.9 1.2 9.0 8.0 -12. Hotel.2 -0.8 7.1 1.8 0.921.9 2.0 2. Pengangkutan dan Komunikasi 8.2 3.9 0. dan Perikanan 2.2 6. Gas & Air Bersih Perdagangan.0 -20.2 3.8 0.0 -14.7 3.7 9.0 -20.7 6.2 6.0 0.2 6.5 6.2 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha Triwulan IV-2011 (persen) 12.0 -0.1 0. Perdagangan. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2011 Rp1.4 -1. Real Estat & Jasa Perusahaan Tabel 2.4 3. Kehutanan.6 PDB PDB Tanpa Migas 3.3 6.3 -1.1 1.8 1.0 -22.0 10.0 -6.9 6. dan Jasa Perusahaan 9.0 1.0 -10.5 1. Secara kumulatif.6 triliun.7 3.7 1.2 6.1 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (persen) Lapangan Usaha Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.4 2.9 -0.0 10. Hotel & Restoran Keuangan.0 -2.5 6.1 3. pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan IV-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh 6. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .0 0.5 persen. sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp624.5 - 3.8 10. dan Restoran 7.9 3.3 3. Peternakan.6 3.

Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.8 11.2 129. Kehutanan.0 241. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2.9 4. pertumbuhan PDB triwulan IV-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan Konsumsi Pemerintah yang tumbuh sebesar 38.2 3.8 40.1 63.6 632.5 0.7 2. dan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0. Dari sisi penggunaan. Hotel.3 6.5 24.3 0. dan Jasa Perusahaan 9.9 2.8 4.5 596.8 85. Sementara Impor tumbuh 6.7 7.5 213.9 470.1 91.9 4.1 PDB 1 931. Pengangkutan dan Komunikasi 8.9 3.7 112.3 194.1 5.3 59.0 100.4 67.9 1) Atas dasar harga berlaku 5.4 624.6 4.9 59.2 114.0 239.5 8.18 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Tabel 2.6 136. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2.6 14. Ekspor sebesar 3.3 persen. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.9 10.9 10.5 7. Listrik.9 463.0 47.9 4.0 61. Industri Pengolahan 4.5 12.6 13. dan Restoran 7.1 7.9 163. Ekspor Barang dan Jasa 5.3 6.1 3. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5.5 persen.1 1 921.7 6. Konstruksi 6.8 125. Pertanian. Pertambangan dan Penggalian 3.5 6.6 224.3 4.1 1 765.8 3.0 6.3 5.1 59.2 589.4 -1. dan Perikanan 2.0 12.1 13.4 91.5 11.9 161. Real Estat.2 2.8 38.7 24.2 0.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan (persen) Jenis Penggunaan Triw III2011 Terhadap Triw II2011 Triw IV2011 Terhadap Triw III2011 Triw IV2011 Terhadap Triw IV2010 Triw I s/d IV-2011 Terhadap Triw I s/d IV-2010 Sumber Pertumbuhan Triw IV-2011 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.0 PDB Tanpa Migas 1 765.8 10.6 204.3 268.7 10.1 persen dibanding triwulan sebelumnya.1 13.9 42. Perdagangan.0 60.8 persen. Gas dan Air Bersih 5.7 264.2 208.6 47.8 10.9 15.8 2.2 Produk Domestik Bruto Menurut Lapangan Usaha Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Lapangan Usaha Triw III-2011 Triw IV-2011 Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IIIIV2011 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.2 persen. Tabel 2.2 11.0 0. Jasa-Jasa 299. Peternakan.5 PDB EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .0 100.3 139.6 14. Keuangan.5 6.3 14.

8 persen.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Penggunaan Triwulan IV-2011 (persen) 6.3 153.8 25.0 5.0 252.9 50.3 176.0 1) Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .1 1 921.0 238. Ekspor Barang dan Jasa 506.1 31.8 325. dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.7 314.1 11.7 612.9 persen.0 b.0 223.0 -22. a.7 -7.5 -19. Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4.7 0.8 26.7 33.4 -5.1 346. Tabel 2.8 2.6 6.0 100.1 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010.5 54.6 632.6 70.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 19 Grafik 2.3 -1.6 162. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.0 100.7 1.5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 11.0 55.7 349.2 649.4 624. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2. Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (6.5 persen.4 1 931.9 persen.2 1 063.4 24.7 511. Sedangkan Impor juga tumbuh 10.4 Produk Domestik Bruto Menurut Penggunaan Harga Berlaku (Triliun Rupiah) Jenis Penggunaan (1) 1.2 507.3 26.2 26. Diskrepansi Statistik 48.5 0. Perubahan Inventori Harga Konstan (Triliun Rupiah) Triw Triw IVIII-2011 2011 Distribusi1) (Persen) Triw Triw IVIII-2011 2011 Triw III-2011 Triw IV-2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 042.0 9. Dikurangi Impor Barang dan Jasa PDB 480.8 9. Ekspor sebesar 7.

EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .7 9.5 persen. Jawa Timur.4 persen.1 persen.5 2.6 4.2 4. 2.5 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional (persen) 1.7 2. 6. 7. 5.6 9.0 Sumatera Jawa Bali dan Nusa Tenggara Kalimantan Sulawesi Maluku dan Papua Total Catatan: atas dasar harga berlaku 8. kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23.4 Peranan Wilayah/Pulau dalam Pembentukan PDB Nasional Triwulan IV-2011 (persen) 7.6 persen.6 57.4 persen.3 23. 3.7 58.0 100.1 2. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan IV-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57.6 persen.5 2.2 4.6 persen.5 2. Tabel 2. Keempat provinsi tersebut adalah DKI Jakarta.7 4.0 100.7 persen.1 23. dan sisanya 4. dengan pertumbuhan y-on-y masingmasing sebesar 6.5 57.6 persen. 4.8 9.20 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2. Jawa Barat dan Jawa Tengah.6 2.4 2.6 9.6 2. Pertumbuhan ekonomi secara spasial pada triwulan IV-2011 menurut kelompok provinsi. dan Pulau Sulawesi 4. dan 6. 6.4 23.0 100. dipengaruhi oleh empat provinsi penyumbang terbesar dengan total kontribusi sebesar 53.0 100.6 persen di pulau-pulau lainnya. Pulau Kalimantan 9.1 58. 2011 Wilayah/Pulau 2009 2010 Triw III Triw IV (1) (2) (3) (4) (5) 22.

4 11. Kepulauan Riau 06.2 7.7 6. Gorontalo 26.7 0.5 14.6 6.4 4. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .4 7.7 -1.4 4. Bengkulu 10.1 7.0 28.4 -3.2 1.7 8.4 -6.4 6.9 23.0 16.7 6.2 6.1 6.1 16. terjadi pada semua sektor ekonomi.5 6.4 27.2 1.1 6.9 31.2 -2.8 -4.1 6.4 57.0 0.4 6. Jawa Barat 13. Sumatera Selatan 08.8 2. Nusa Tenggara Barat 19.3 4.2 100.0 5. Kalimantan Timur Sulawesi 24.7 7.7 -3.0 11.9 5.8 0.5 4.1 0.0 12.5 6.0 6. Sulawesi Barat 29.2 7. Jawa Tengah 15.9 11.9 4.3 1.1 3. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2011 mencapai 6.0 -5.0 47.5 -3.0 6.7 6.2 0.8 2.7 3.9 4. DI Yogyakarta 16. Maluku Utara 32.9 13.0 0.8 8.1 -0.5 47.4 6.9 8.1 -2.8 1.5 1.3 34.3 -8. Kalimantan Selatan 23.7 6.2 5.7 24.8 1.3 -0. Aceh 02.5 5.8 100.7 11.7 1.6 100.0 6.2 7.7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1.2 8.0 8.5 persen terhadap tahun 2010.5 0.8 6.7 1.5 8.1 2.4 6.5 0.6 6.0 9.5 5.5 9.0 -0.5 100.9 -21.6 7.9 14.9 5.1 28.6 Pertumbuhan dan Struktur Perekonomian Indonesia Secara Spasial Triwulan IV-2011 (persen) Pertumbuhan Provinsi q-to-q (1) Sumatera 01.9 6.7 1.1 0.7 10.3 6. Jambi 07.2 2. Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara 17.8 6. Banten 14.9 2. Sumatera Utara 03. Sulawesi Selatan 28.0 1.0 5.5 20.8 1.0 2.6 68.3 1.3 51.8 -0.8 1. dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10.7 6. Sumatera Barat 04. Lampung Jawa 11.6 0.5 6.0 0.9 -3. Papua 33.4 3.9 6.2 0. Bali 18. Sulawesi Tengah 27.4 6. Kepulauan Bangka Belitung 09.6 6.6 1.4 5.4 persen.2 0.5 25. Maluku 31.0 8.6 6.4 -4.4 -9.6 1.8 8.2 7. Kalimantan Barat 21.1 22. Nusa Tenggara Timur Kalimantan 20.4 0.8 1.9 1.1 1.3 3.8 1.6 7.6 7.3 4. DKI Jakarta 12. Sulawesi Utara 25.9 persen.2 2.2 5.1 3.2 6.8 7. Kalimantan Tengah 22.4 8.6 4.7 3.1 -2.7 0.3 8.0 6.3 7.8 6.5 12.1 5.2 1.5 2.2 -5.2 5.6 5.7 0.9 7.3 2. Riau 05. Papua Barat Konstribusi Terhadap Terhadap Total 33 Pulau Provinsi y-on-y c-to-c (2) (3) (4) (5) (6) -0.3 0.7 100. Sulawesi Tenggara Maluku dan Papua 30.6 4.6 4.7 100.1 5.9 29.2 7.2 0.8 0. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 meningkat sebesar 6.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 21 Tabel 2.5 5.2 7.0 0.5 16.4 9.2 5.

0 100.9 1.3 10.3 13. Perdagangan.5 9.0 5.2 7. Pertanian.6 4.7 9.2 6.9 10. Industri Pengolahan Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 3.3 15.5 91.1 7.0 100.8 26.0 3.5 100.2 10. Hotel.2 6.0 6.6 6. dan Restoran sebesar 13.2 10.6 15. Pada tahun 2011.8 8.7 8. Pertambangan dan Penggalian 3.9 0.5 6.7 7.9 Restoran 7.0 Komunikasi 8.2 4.6 11.8 16.7 6.0 Persen 6. Tabel 2.2 7.3 8.5 5.1 9.1 11. Listrik.8 4.0 13.0 6.6 6.8 24. Sektor Industri Pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap total perekonomian sebesar 24.2 6.7 1.9 89. Kehutanan.8 13.0 100.0 100.6 1.8 0.5 4.7 13.2 6.0 3.2 10.3 14.0 4. Peternakan.5 7.5 7.3 10.5 6. Konstruksi PDB 6.5 5. dan 8.5 89.0 6.2 15.7 3.2 5.22 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.8 0.4 24.5 Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2007–2011 (persen) 7.0 14. Jasa-Jasa 6.5 15. 8.2 5.0 4.7 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (persen) Lapangan Usaha (1) 1.8 0.9 14.3 persen diikuti Sektor Pertanian sebesar 14.7 persen dan Sektor Perdagangan. Pengangkutan dan 14. dan Perikanan 2. Real Estat.8 7.6 6.3 6.2 6.7 6.2 91. Hotel.4 10.7 4.7 92.5 2007 2008 2009 2010 2011 10.6 7.5 1) Atas dasar harga konstan 2000 2) Atas dasar harga berlaku EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .3 5.0 27.0 dan Jasa Perusahaan 9.3 4.4 6.7 10.3 10.9 0.9 10.7 7.7 10.4 6.0 6.5 4.3 6.6 8.8 persen.9 4.0 13.0 PDB Tanpa Migas 6.7 2.7 14.7 6.4 11. dan Air Bersih 5.2 27.9 6.3 6. Keuangan.3 6. Gas.8 0.5 3.7 6.

8 49.5 9.6 2 036.2 6.2 466.1 9. Dikurangi: Impor PDB 1) 2) Laju Pertumbuhan1) Distribusi2) 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 5.0 100.7 3.6 189.2 264.5 2 463.1 634.1 437.3 7 427.0 236.9 4 948.8 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Lapangan Usaha 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 541.7 440.1 398.7 34.4 5 936. sedangkan komponen Impor tumbuh sebesar 13.5 660.6 58. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 sebesar 6.0 363.1 29.1 718.5 180.4 11.3 24.0 -195.1 13.1 9. Jasa-Jasa PDB PDB Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 12.7 423.6 535.0 100.0 183. Pertanian.2 491.2 142.0 400.3 193. Keuangan.3 6.5 756.8 993.6 98.0 5.5 0.7 538.2 6 794.2 21. Konstruksi 6.5 persen.8 340.8 28.1 -0.9 4. Pengangkutan dan Komunikasi 8.3 312.3 783.7 1 376.5 557.6 persen. terjadi pada Ekspor sebesar 13.9 304.2 18. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7. dan Perikanan 2.2 3 950.4 25.8 29. Pertambangan dan Penggalian 3.0 0.3 -0.5 284.1 5 606.2 persen. Kehutanan. Listrik.9 217.3 persen.0 Atas dasar harga konstan 2000 Atas dasar harga berlaku MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .7 574.7 1 964.3 305.5 271.8 15. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4. Gas.3 26.4 131.4 40.7 -2.0 100.2 654.1 597.463.6 54. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 8.4 0.2 368. dan Jasa Perusahaan 9.0 100.3 8.1 181.7 198.PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 23 11. Real Estat. dan Restoran 7.0 -100.2 triliun.5 205.2 353.1 121.7 1 595.5 60.9 8.5 55.7 313.1 24.1 24.7 2 171.8 1 939.2 186.3 172.7 8.4 24.9 481. Tabel 2. Industri Pengolahan 4.1 18.7 6 436.7 56.6 22.1 886.6 295. Konsumsi Pemerintah 3.7 857.8 8.4 4 427.8 persen.6 541.3 0. Tabel 2.9 2.2 221.2 634. a.2 8.7 -15.6 31.0 32. Perubahan Inventori b.3 17. dan Air Bersih 5.4 1 821. Ekspor 6.5 10.7 63.427.2 1 068.5 100.0 0. Perdagangan.7 9.8 (1) 1.9 Laju Pertumbuhan dan Distribusi PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (persen) Jenis Penggunaan (1) 1.5 150.7 persen.3 10. sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.1 17.9 305.3 4.3 13.8 209.0 592. Peternakan.3 368.2 744.9 9.2 985.4 27. dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3.7 4.3 171. Konsumsi Rumah Tangga 2.6 5 141. Hotel.8 232.9 716.0 -9.4 2 178.1 triliun.9 6.1 1 803.6 13.9 15.3 165.0 32.7 691.9 192.3 592.9 1 477.5 555.1 9.4 2.2 3 534.5 46. Diskrepansi Statistik 5.5 1 022.3 419.1 2 082.9 882.8 140.4 1 093.2 218.0 4.6 3. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 4.0 570.0 2 321.6 6.1 405.1 0.5 160.0 15.8 2 313.0 241.5 3.

3 1 369 9 329.9 667.8 23. tahun 2008 sebesar Rp21.2 -2.8 1 842. Nilai (Juta Rupiah) b.4 29.9 11.3 persen.9 PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.3 31.5 3 000. Pada tahun 2011. Konsumsi Pemerintah 9.5 1 163.4 4 053.8 -7.2 3 950.4 942.1 5. Diskrepansi Statistik 5.0 21.9 13.2 1.5 757. Sedangkan untuk penyediaan dari Impor sebesar 24.4 153.1 1 964.3 14.6 26.1 -116.4 juta (US$1.8 2 463.3 441.0 1 475.1 2 925.8 6.10 PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 Menurut Penggunaan Tahun 2007–2011 (triliun rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku Jenis Penggunaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 2007 2008 2009 2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau Investasi Fisik 32.9 4 948.0 persen. Tabel 2.4 493.9 -33. pada tahun 2010 mencapai Rp27.3 3 010.0 persen dan Ekspor 26.8 196.4 23.921.4 942.349.6 1 220.010.6 16.6 833.9 persen.7).1 553.6 55.9 537.4 1 032.5 54. tahun 2009 sebesar Rp23. Indeks Peningkatan (Persen) c.1 juta (US$3.5 831.4 2 065.3 708. a.6 20.0 3 291.3 195.0 2.4 16.4 6.7 5 606.7 3 441.6 1 370.6).3 1 074.4 1 584. Nilai (US$) 17.24 PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 13. yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp17.2 6 436.1 11.3 932.3 2 082.8).6 -11.6 103.3 1 422.11 PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007-2011 Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku a.3 167.3 7 427.1 30. Indeks Peningkatan (Persen) c.2 2. Nilai (US$) 16.7 1 955.1 1 354.9 2 313.4 2 244.2 1 249.1 2 164.4 1 130.8 1 191.7 21.1 11.4 juta (US$2. Nilai (Juta Rupiah) b.244.9 juta (US$2. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4.6 2 349.6 581.3 602. dan pada tahun 2011 mencapai Rp30.8 13. Konsumsi Rumah Tangga 2. b.9 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .2 27.1).8 510. Ekspor 2 510. Konsumsi Pemerintah 3.0 2 378.8 27.8 416. dari sisi penggunaan.Perubahan Inventori 4.0 3 643.6 -0. Dalam kurun waktu 2007-2011 PDB per kapita atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan.5 2 178.2 PDB 2011 14.4 202.7 2 267.1 1 476.9 1 197. Tabel 2.1 13.6 1 921.7 1 744. PDB digunakan untuk memenuhi Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54. Dikurangi: Impor 1 003.9).542.8 3 542.1 -1.7 24.3 169.6 23.6 985.6 persen.1 1 308.8 juta (US$3.6 1 850.

PDB DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV -2011 Grafik 2.6 PDB dan PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007–2011 (US$) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 25 .

07 persen dibanding Januari 2011 ekspor naik sebesar 6. Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15.000. sementara naik 4.60 miliar. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619.0 14.000.0 16.000. dengan kontribusi ketiganya mencapai 33.000.36 miliar dan Amerika Serikat US$1.20 miliar.000.000. turun 7.0 10.0 6. Grafik 3.0 4. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Nonmigas Migas+Nonmigas Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12. EKSPOR JANUARI 2012 1. 3. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1.28 persen dibanding ekspor Desember 2011.26 EKSPOR JANUARI 2012 III.07 persen.0 2.0 Migas 2. disusul Cina US$1. sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$213.0 18.5 juta. bila naik 6.26 persen.40 persen dibanding ekspor Januari 2011.0 0.000.49 miliar.1 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia (FOB) Januari 2011–Januari 2012 20.52 miliar.000.000.0 8.000.49 miliar atau turun Nilai ekspor Januari 2012 sebesar 9. Sementara mencapai US$15.3 juta.90 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2011.0 Juta US$ 12. 4.61 miliar. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1.

20 816. ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2.7 15 493.70 494.EKSPOR JANUARI 2012 5.5 22 871.0 2 974.5 5 165.8 -19.6 -9.00 2 615.08 persen dibanding ekspor hasil industri periode yang sama tahun 2011.8 9 926.5 4 776.82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 1.1 Ringkasan Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2012 Nilai FOB (Juta US$) Uraian (1) Total Ekspor Migas Minyak Mentah Hasil Minyak Gas Nonmigas Pertanian Industri Pertambangan dan Lainnya MARET 2012 % Perubahan Januari % Perubahan % Peran 2012 Januari thd Total thd 2012 thd Januari Desember 2011 2012 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 14 606.82 persen.5 -0.21 2 308.1 41 477. Tabel 3.4 2 651.2 17 077.7 12 519.2 13 592.7 -4.43 1 303.9 122 188.08 61.07 11 991.3 1 405.15 8.48 31.1 13 828.73 19.2 384.0 3 485.18 5.9 356.82 17.0 -14.82 2.26 -1.14 2.0 34 665.8 1 723.7 -37.1 883.90 4.6 -7.1 9 483.6 476.66 13.91 14.40 80. demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14.07 100. 27 Menurut sektor.45 2.8 5.80 391.58 11.7 1 715.48 9 290.28 6.1 -16.4 162 019.5 203 496.2 375.8 3 190.11 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .41 -24.

98 2 974.43 33. Mesin-mesin/pesawat mekanik (84) 7.2 Perkembangan Ekspor Indonesia Januari 2011–Januari 2012 Persentase Perubahan Terhadap Periode Sebelumnya Migas Nonmigas Total (5) (6) (7) 47.2 7 967.1 41 936.1 89.3 8 309.2 18.3 17.1 12 519.0 162 019.7 791.15 Apr’11 3 628.6 4 397.2 13 592.6 345.4 53 228.5 51 270.0 13 592. Kendaraan dan bagiannya (87) 10.50 -2.6 53 609.4 100 350.28 EKSPOR JANUARI 2012 Tabel 3.4 319.6 2 142.54 11 292.0 17.5 -14.3 -0.4 286.1 409.7 17 077.3 12 925.92 24.84 1.3 63.46 2.1 106.64 Feb’11 2 612.36 Jan−Des’11 41 477.7 17 235.7 -24.25 9.0 14 795.09 0.89 -7.11 6.53 Triwulan I ’11 8 289.9 -65.5 -1 073.6 -341.0 11 991.0 11 991.8 14 415.8 14 214.1 533.5 361. kerak.22 13. Karet dan barang dari karet (40) 4. Bahan bakar mineral (27) 2.7 1 111.9 18 386.28 Jan’12 Tabel 3.31 1.9 -14.36 100.5 -7.2 120.9 -11.1 16 366.6 18 287.92 Triwulan II ’11 Triwulan III ’11 11 825.97 10.6 203 496.72 Okt’11 3 062.9 16 554.2 13.6 14 556.2 14 606.42 Nilai FOB (juta US$) Bulan Migas (2) 28 039.22 2.5 13 616.15 Mei’11 4 072.5 4 169.04 -2.9 418. Bijih.72 -0.5 80.6 Nonmigas (3) 129 739.8 -731.4 15 493.4 2 166.72 7 593.8 7.66 -7.0 306. Tembaga (74) 9.2 11 145.5 864.06 Sep’11 3 931.4 -3.4 41 200.4 3 810. Kertas/karton (48) 8. Lemak dan minyak hewan/nabati (15) 3.7 Total 10 Golongan Barang Lainnya Total Ekspor Nonmigas EDISI 22 % Peran thd Total Nonmiga s Januari 2012 (7) 27 444.32 6.93 -6.1 21 655.64 Des’11 3 485.64 36.8 857.3 213.3 Ekspor Nonmigas Indonesia Beberapa Golongan Barang HS 2 Dijit Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Jan–Des Desember 2011 2011 (Juta US$) (5) (6) Nilai FOB (Juta US$) Golongan Barang (HS) Januari Desember Januari 2011 2011 2012 (1) (2) (3) (4) 1.7 474.88 28.88 -0.0 16 957.6 -38.2 18 647.0 17 418.5 36.47 (1) Jan−Des ’10 Jun’11 -13.5 Total (4) 157 779.3 14 352.1 172.1 45 387.10 -1.7 4.91 7.7 3 328.2 854.4 37 098.5 2 785.7 12 519.92 3.97 -5.83 4. Mesin/peralatan listrik (85) 5.0 61 669.0 278.7 -22.6 1 352.7 332.27 Agt’11 4 091.21 3 591.5 54.1 41 784.02 -1.9 5 283.8 539.28 Jul’11 3 802.77 -11.23 -3.84 -1.79 2. dan abu logam (26) 6.40 -4.4 12.34 Nov’11 3 522.5 -62.91 3.7 -1.57 -1.1 903.0 308. Besi dan baja (72) 1 820.5 4 552.92 Triwulan IV ’11 10 070.7 13 895.5 11 802.7 1 779.9 13 304.5 15.1 Jan’11 2 615.90 -9.6 490.7 -619.08 35.8 13 712.36 0.48 -5.4 17 543.60 6.0 13 612.5 5.20 12.88 0.31 Mar’11 3 061.08 -3.4 7 342.9 76.07 -0.7 5 749.04 17.31 17.6 47.09 2.9 1 929.72 13.4 162 019.00 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .2 -19.

2 1 602.4 3 259.7 14 137.8 5.56 100.4 250.5 2 082.3 83 738.1 12 519.84 9.2 1 284.3 545.7 14 606.5 11 733.47 2.4 12 035.9 13 570.2 18 287.5 157 779.5 4 091.0 20.0 3 802.0 MARET 2012 11 991.3 281.0 3 062.0 3.6 203 496.6 2 974.0 10 098.5 177.7 17 235.9 10 428.4 5 562.5 -788.64 1.1 12 519.56 9.00 Tabel 3.8 -87.1 11 991.1 429.7 1 596.7 3 522.6 560.2 11 802.6 6 440.0 Total 28 039. Juta US$) Bulan (1) 2010 2011 2012 Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total Migas Nonmigas Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des 2 344.3 32 214.9 13 616.5 134.2 13 279.4 9 200.5 17 077.7 2 148.1 7 291.5 677.2 1 208.5 -1 073.6 2 532.7 2 974.6 2 369.2 288.3 380.9 2 841.0 284.44 28.1 839.6 20 445.1 12 486.9 42.8 1 692.3 4 072.9 11 166.6 10 249.75 2.6 520.1 638.2 21 595.4 7 565.25 0.8 13 304.0 787.9 -95.6 18 330.86 12.2 1 901.5 Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia 2010–2012 (FOB.5 12 774.4 3 576.4 1 993.8 3 485.8 3 304.7 12 816.43 4.8 46 416.6 1 161.70 3.4 15 493.5 6 658.5 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .2 9 825.2 13 612.3 261.7 8 943.9 258.5 -78.6 11 595.7 11 557.9 13 726.1 15 684.4 Ekspor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Tujuan Januari 2012 Perubahan Januari 2012 thd Desember 2011 (Juta US$) (6) Nilai FOB (Juta US$) Negara Tujuan Januari 2011 (1) Desember 2011 Januari 2012 Jan–Des 2011 % Peran thd Total Nonmigas Januari 2012 (2) (3) (4) (5) ASEAN 1 Singapura 2 Malaysia 3 Thailand ASEAN Lainnya Uni Eropa 4 Jerman 5 Perancis 6 Inggris Uni Eropa Lainnya Negara Utama Lainnya 7 Cina 8 Jepang 9 Amerika Serikat 10 India 11 Australia 12 Korea Selatan 13 Taiwan 2 836.3 16 829.9 3 628.8 9 830.7 13 592.0 -9.36 12.2 5 242.1 41 477.9 166.2 14 415.3 2 168.4 1 292.0 -61.9 17 418.6 10 605.0 16 554.6 3 931.9 1 196.6 14 795.3 2 535.6 15 633.5 -851.4 16 957.8 -104.55 (7) Total 13 Negara Tujuan Lainnya Total Ekspor Nonmigas 8 369.0 13 712.1 3 622.2 12 619.9 2 816.2 979.7 1 794.2 386.4 1 607.3 844.3 71.00 4.9 152.6 1 719.2 1 359.3 440.5 162 019.3 2 615.8 799.4 825.9 148.7 979.3 319.2 -87.4 1 082.6 531.7 39.5 13 592.2 721.0 14 556.0 106.25 5.16 2.8 4 205.64 51.5 1 881.3 1 146.4 88.0 12 519.4 115 602.EKSPOR JANUARI 2012 29 Tabel 3.8 162 019.4 13 895.7 11 113.5 -7.22 8.0 8 991.9 14 214.44 10.8 -191.76 6.7 1 284.4 79.6 1 262.6 -881.3 9 251.1 12 330.8 3 591.0 2 612.3 16 366.1 2.5 12 181.2 3 767.6 2 204.5 3 061.6 1 170.8 17 543.7 -3.9 2 175.0 3 078.1 12 925.4 15 493.2 10 605.7 24.6 14 399.5 18 647.6 129 739.4 18 386.

Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14.65 miliar).02 miliar atau 0. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .1 Perkembangan Nilai Impor Migas dan Nonmigas Indonesia (CIF) Januari 2011–Januari 2012 14.99 miliar atau 20.00 12.58 miliar atau turun US$1.00 (Miliar US$) 10. Sebaliknya. jika dibanding Januari 2011 (US$9.30 IMPOR JANUARI 2012 IV. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2.00 6.57 miliar atau turun 11.99 miliar atau turun US$0.25 miliar (9. 3.66 miliar (18.83 miliar).80 persen.57 miliar) maka terjadi peningkatan yaitu sebesar US$1.00 4.00 Nonmigas Migas 2. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11. IMPOR JANUARI 2012 1.97 miliar) terjadi peningkatan US$0.58 persen.00 0.57 persen dibanding impor Desember 2011 Impor Januari 2012 yang sebesar US$14. Grafik 4.48 miliar.56 miliar) naik 16.72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12.00 8.57 persen dibanding impor Januari 2011 (US$12.05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3.57 miliar besarnya US$16.02 persen. sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2.00 2. sedangkan jika atau turun 11.

2 Nilai Impor Nonmigas Indonesia dari Lima Negara Asal Barang Utama (CIF) Januari. impor golongan barang tersebut meningkat US$0.53 miliar dengan pangsa 21. 5.72 miliar).74 1.78 0.20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2.82 0.42 persen.00 1.85 miliar (7.26 persen.IMPOR JANUARI 2012 31 4.38 1.52 miliar).00 1. sementara dari Uni Eropa sebesar 9. Sementara itu.57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1. dan barang modal sebesar 41. bahan baku/penolong sebesar 11.50 1. yaitu impor barang konsumsi sebesar 8.75 0.00 Januari 2011 Jepang Cina Amerika Serikat Januari 2012 6. 2011 dan 2012 3.50 (Miliar US$) 2.19 persen.88 persen.81 persen (US$0. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2.50 0. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2.53 2.85 0. diikuti Jepang US$1.00 2.06 persen) dan Singapura US$0.94 persen.68 0.31 persen).74 miliar (15. Grafik 4. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .32 miliar.60 miliar (34.82 0. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat. Nilai ini turun 7. Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20.69 Singapura Thailand 0.71 persen.

43 -7.7 16 475.8 -23.23 5.9 16 475.00 Migas 40 701.1 9 586.6 12.70 -5.8 3 244.9 15 072.77 -0.06 37.91 -9.2 Perkembangan Impor Indonesia.74 -11.81 2.05 0.7 11 749.3 11 581.1 3 450.72 -8.8 1 157.6 2 080.8 2 544.1 15 533.0 3 954.1 -11.89 15.3 11 943. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Uraian Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 Peran thd Total Impor Januari 2012 (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Total 177 435.12 -5.1 11 827.3 15 075.81 -2.17 20.57 2012 Januari EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .02 100.51 .32 IMPOR JANUARI 2012 Tabel 4.8 3 647.4 762.7 2 877.2 10 934.4 15 393.9 11 691.Minyak Mentah 11 154.8 11 266.5 12 407.00 -8.0 11 581.1 Ringkasan Perkembangan Impor Indonesia Januari.1 141.72 20.80 79.57 16.41 -4.6 14 570.Gas Nonmigas Tabel 4.40 -0.49 .05 17.05 -9.0 -18.53 7.77 4.9 12 254.3 11 178.8 154.1 14 570.29 2.5 3 799.1 3 647.1 -9.5 3 808.2 11 609.90 7.70 5.72 -11.2 1 953.81 4.62 2.5 3 477.73 -3. Januari 2011–Januari 2012 Perubahan Nilai CIF (Juta US$) Periode (1) 2011 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Terhadap Bulan Sebelumnya (%) Migas Nonmigas Total Impor Migas Nonmigas Total Impor (2) (3) (4) (5) (6) (7) 2 971.3 2 989.2 3 279.44 23.0 16 207.42 1.81 -6.84 1.4 -16.98 26.6 12 558.03 2 989.3 12 558.3 880.9 12 828.9 2 348.99 0.Hasil Minyak 28 134.1 -18.13 13.10 4.47 -6.5 2 971.4 15 169.9 9 205.05 .8 12 828.58 20.3 9 586.5 128.8 9.20 3.53 -6.9 14 486.41 1 412.21 5.66 7.44 -14.2 14 888.37 13.2 14 825.47 6.0 3 647.06 136 734.

5 557.00 6.2 1 406.9 6.1 207.98 4.14 6.1 390. Mesin dan peralatan listrik (85) 18 245.7 564.3 11 581.32 136 734.43 8.24 7.15 5.3 Impor Nonmigas Indonesia Sepuluh Golongan Barang Utama HS 2 Dijit Januari. Plastik dan Barang dari Plastik (39) 6 687.7 491.99 4.16 10.21 15.6 -6.89 36.2 -1.7 712.4 390.06 11.8 7 908.1 348.31 34.36 34.00 Total Impor Nonmigas Tabel 4. 2011 dan 2012 Nilai CIF (Juta US$) Perubahan (%) Peran thd Total Impor Nonmigas Januari 2012 (%) Golongan Barang (HS) Jan−Des 2011 Januari 2011 Desember 2011 Januari 2012 Jan 2012 thd Des 2011 Jan 2012 thd Jan 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1.78 11.37 8.6 -11. Besi dan baja (72) 8 580.2 227.3 -4.04 2. Kapas (52) 3 169.3 258.7 163.97 4.8 6 141.3 3 445.82 2.92 Total 10 Golongan Barang Utama 86 321.1 -9.99 9.8 484.17 47.0 2 320. Triwulan I 2010–Januari 2012 Ekspor Impor Periode Berat Bersih (Kg) Nilai FOB (US$) Berat Bersih (Kg) Nilai CIF (US$) (1) (2) (3) (4) (5) 2010 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 345 232 59 061 60 500 83 723 141 948 451 624 69 973 65 745 103 731 212 175 687 581 501 43 567 024 72 900 660 54 974 339 516 139 478 360 784 998 26 241 934 31 749 466 32 282 282 270 511 316 2011 Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 378 847 65 597 105 052 35 645 172 553 836 730 104 230 151 407 107 977 473 116 2 750 620 017 1 194 657 159 315 690 405 360 325 567 879 803 049 1 513 183 688 622 728 284 170 527 950 204 170 692 515 736 581 26 695 26 695 68 542 68 542 355 940 358 355 940 358 205 088 530 205 088 530 2012 Januari MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 (8) .5 26.8 450.80 100.9 -3.0 1 643.4 533.72 20.6 560.Karet dan barang dari karet (40) 2 346.57 20.9 12 828. Serealia (10) 4 753.05 1.09 -6.9 7 606. Mesin dan peralatan mekanik (84) 24 728.36 3.5 480.1 268.9 10.4 -7. Barang dari besi dan baja (73) 3 573.2 -19.3 2 517.IMPOR JANUARI 2012 33 Tabel 4. Kendaraan bermotor dan bagiannya (87) 7 602.0 -12.68 Barang Lainnya 50 412.6 221. Bahan kimia organik (29) 6 634.8 869.5 809.6 394.33 13.82 23.1 4 919.29 2.8 346.93 3.51 3.81 34.0 249.89 45.5 -6.8 1 724.31 6.4 Ekspor-Impor Beras Indonesia.1 9 586.8 1 565.4 3 974.4 499.85 65.

4  2 881.5 75 922.1  1 261.10 ‐5.44 7 160.68 ‐7.53  10.91  3.00 7.1 ‐5.00  EDISI 22   2011  Bahan  Baku/  Penolong (3) 9 427.6 12 418.2  10 529.50  5.1 ‐6.7  2 326.0 12 828.55 ‐6.88  6.74 ‐15.91  11.3  1 200.9  16 475.79  100.2  821.5 1 173.0  1 816.1  110.48 ‐4.7 9 289.32  21.6  2 778.3 319.6 1 090.2  976.4 5 893.8  908.9 299.14  12.24  21.7 10 548.56  49.9  234.6 381.3 5 745.3 684.3  339.25  1.4  177 435.0 1 861.3  61.9 755.1  682.55  2.42  2.6 3 854.0 1 164.7  3 102.03 ‐8.3  15 075. Januari 2011–Januari 2012 (Nilai CIF: Juta US$)  Barang  Konsumsi  Bulan  (1)  Januari  Februari  Maret  April  Mei  Juni  Juli  Agustus  September  Oktober  Desember  Januari  (2) 1 029.6 2 425.4 10 697.0 2 414.73  3.2 108 989.65 26.22 ‐24.3 2 311.3 3 979.1  8 721.65  10.06  1.80 18.4 284.6  2012 Bahan  Barang  Barang  Baku/  Konsumsi Modal  Penolong (6) (7) (8)  1 119.40 ‐0.80  20.9 394.6  7 694.6    Nilai Impor Indonesia Menurut Golongan Penggunaan Barang.0    5 337.00  ‐16.6  271.7  1 211.1 1 970.72    26.2 685.5 123.5  10 481.40 ‐54.2 14 825.5 585.06    58.21  19.71  26.4 10 248.2  1 380.1 846.7  2 968.2  11 503.38  100.0  16 207.72  (8)  12.5  391.8 10 096.6 1 119.6 433.9  1 892.41  3.05  5.0 98.40  15.6  1 107.34  IMPOR JANUARI 2012   Tabel 4.4 273.40  72.7 1 744.8 2 734.1                        13 392.60  97.0  693.6 2 292.91  2.68  71.1 2 534.9  11 595.3  1 059.6 523.0 25 456.7  Total  Persentase thd  Total (%)    Barang  Modal  Total  (4)  2 101.9  130 934.8  3 018.1  DATA  SOSIAL  EKONOMI MARET 2012  .3 404.5  10 481.4 1 001.3  1 290.3 33 108.4 11 258.9  399.59  80.8 779.9  271.4  11 096.40  39.44 1 268.31  18.3  11 169.4    833.6 136 734.4 ‐14.3 11 581.7 411.64 ‐35.1 Perubahan (%)  (4) 2 149.4  2 666.55  73.8  (5) 12 558.7  1 089.9  12 114.72  21.4 752.38  20.9  Peran thd     Total Impor  Jan 2012     Jan 2012    Nonmigas       thd          thd        Januari 2012     Des 2011  Jan 2011   (%)  (5) (6) (7)  2 600.0 336.09  ‐9.39  ‐1.06  21.9 5 173.15 ‐8.5 27 744.3  283.5  Impor Nonmigas Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.5  1 179.9                                                                Total  (9)  14 570.7  1 078.0 11 434.2  14 888.1  15 533.1 121.4 19 321.9  14 570.7  2 968.4  3 772.1  10 971.1 2 731.00  Tabel 4.4 612.10 ‐11.0 7 440.  Januari 2011 dan 2012  Nilai CIF (Juta US$) Negara Asal    Jan‐Des  2011  (1)  Januari     Desember   Januari     2011  2011  2012  (2)  ASEAN  1  Singapura   2  Thailand   3  Malaysia      Asean Lainnya     Uni Eropa  4  Jerman  5  Perancis  6  Inggris    Uni Eropa Lainnya     Negara Utama Lainnya 7  Jepang   8  Cina  9  Amerika Serikat 10  Korea Selatan  11  Australia   12  Taiwan    13  India  Total 13 Negara Utama  Negara Lainnya  Total Impor Nonmigas  (3) 29 792.94  20.7  11 113.0  3 190.0  9 586.7  11 749.31 9.5 3 381.8  2 120.91 23.1  7.9  14 486.5 322.77  ‐3.31  6.40    30.4  15 169.9 15 072.65  100.4  15 393.14  20.48 3.4 3 250.84  3.5 260.1 6 763.94  7.3  564.49    9.

2 10 404.1 Persentase Terhadap Total (%) 81.0 653.9 3 393.9 676.7 19 436.93 39.00 100.93 4.IMPOR JANUARI 2012 35 Tabel 4.00 100.5 227.1 1 863.05 33.21 52.99 56.0 12 599.9 2 465.5 768.00 100.7 Impor Indonesia Menurut Negara Asal Barang Utama.0 75.0 768.00 100.2 296.00 100.1 965.95 32.8 2 634.2 14 570.3 19.6 2 540.8 325.7 265.6 4 322.1 399.00 100.85 81.73 38.6 26 212.7 21.1 14.6 2 540.1 177 435.2 2 108.9 14 570.0 951.2 145 290.3 1 981.9 129.0 951.6 284.6 2 354.7 2 968.8 34.5 334.88 18.1 1 445.5 1 293.85 58.3 1 025.4 2 099.7 94.0 2 382.6 22. Januari 2012 No.5 32 145.6 1.9 366.1 413.6 708.38 100.1 210.9 240.4 302.1 1 929.2 17.00 1 119.2 1 750.56 Tabel 4.8 3 270.42 5.6 12 999.5 375.52 59.0 231.65 89.3 13 204.00 100.44 17.7 1 018.15 18.1 4 259.00 100.00 100.2 54.46 46.9 1 334.85 80.79 5.8 274.9 2 559.66 3.7 261.8 Impor Negara Tertentu Menurut Golongan Penggunaan Barang Januari 2012 Nilai CIF ( Juta US$ ) Persentase thd Total (%) No Negara Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Total ( 3 s/d 5 ) Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 465.42 3.92 74.6 789.0 11. Negara Asal Barang November 2011 (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Cina Singapura Jepang Korea Selatan Thailand Amerika Serikat Malaysia Australia Taiwan Saudi Arabia India Vietnam Jerman Nigeria Hongkong Total 15 Negara Negara Lainnya Total Impor Desember 2011 Januari 2012 (4) (5) (NILAI CIF: JUTA US$) 2 506.70 100.67 9.20 86.8 1 626.5 5 426.3 12 010.6 34.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ASEAN Jepang Korea Selatan Cina India Australia Selandia Baru Amerika Serikat Uni Eropa Lainnya Total Impor MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Barang Total Modal ( 7 s/d 9 ) .39 56.13 3.7 10 405.66 10.8 42.0 701.8 434.9 5 177.4 299.55 10 481.3 60.5 434.2 4 073.3 15 393.3 477.92 76.33 0.2 411.7 486.5 189.08 4.8 1 750.9 Total 15 Negara Negara Lainnya Jan−Des 2011 (6) 2 316.8 16 475.27 91.7 762.0 488.9 0.29 20.12 82.0 1 095.4 302.68 71.43 6.94 20.1 10 813.9 224.6 2 794.1 7.8 173.07 5.38 11.2 150.0 411.8 388.9 349.7 483.2 25 964.5 3 130.9 1 166.3 824.15 19.7 820.9 229.4 822.

36 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 V.641. Jumlah itu tersebar di 33 provinsi dimana sekitar 57 persen dari jumlah penduduk tersebut tinggal di Pulau Jawa.630. yang terdiri dari lakilaki sebanyak 119. SP2010 Umur Laki-laki Perempuan 0−4 11 662 369 11 016 333 22 678 702 5−9 11 974 094 11 279 386 23 253 480 10−14 11 662 417 11 008 664 22 671 081 15−19 10 614 306 10 266 428 20 880 734 20−24 9 887 713 10 003 920 19 891 633 25−29 10 631 311 10 679 132 21 310 443 30−34 9 949 357 9 881 328 19 830 685 35−39 9 337 517 9 167 614 18 505 131 40−44 8 322 712 8 202 140 16 524 852 45−49 7 032 740 7 008 242 14 040 982 50−54 5 865 997 5 695 324 11 561 321 55−59 4 400 316 4 048 254 8 448 570 60−64 2 927 191 3 131 570 6 058 761 65−69 2 225 133 2 468 898 4 694 031 70−74 1 531 459 1 924 872 3 456 331 75−79 842 344 1 135 561 1 977 905 80−84 481 462 661 708 1 143 170 85−89 182 432 255 529 437 961 90−94 63 948 106 951 170 899 95+ 36 095 68 559 104 654 119 630 913 118 010 413 237 641 326 Jumlah Laki-laki+Perempuan Sumber: Sensus Penduduk 2010 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Tabel 5.413 orang (Tabel 5.913 orang dan perempuan sebanyak 118.010. Hasil final Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menunjukkan penduduk Indonesia jumlah Hasil final SP2010: Penduduk Indonesia Mei 2010 berjumlah 237.326 jiwa.1). KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 1.326 jiwa sebanyak 237.1 Penduduk Indonesia Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin.641.

Rasio jenis kelamin (sex ratio) penduduk Indonesia 2010 sebesar 101. b.49 persen. 3. Pada 1971 sebesar 97 terus membesar hingga tahun 2010 sudah mencapai 101.4. berarti lebih banyak laki-laki daripada perempuan.2). sementara yang terendah adalah NTB (93). dari posisi di bawah 100 menjadi lebih dari 100.4.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 2. Pada periode 10 tahun sebelumnya (1990−2000) laju pertumbuhan penduduk per tahun sekitar 1. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .1 Piramida Penduduk Indonesia 2010 75+ 70-74 65-69 Laki-laki Perempuan 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 12 10 8 6 4 2 0 0 2 Juta a n 4.1).44 persen (lihat Tabel 5. 37 Dalam periode 10 tahun terakhir jumlah penduduk Indonesia meningkat dengan laju pertumbuhan per tahun sekitar 1. dimana sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda. 4 6 8 10 12 Juta a n Rasio jenis kelamin a. Piramida penduduk Indonesia tahun 2010 termasuk tipe expansive. Bagian tengah piramida cembung dan bagian atas cenderung meruncing (lihat Grafik 5. c. atau diantara 100 perempuan terdapat sebanyak 101 laki-laki. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah Provinsi Papua dan Papua Barat (sekitar 113). Tren rasio jenis kelamin Indonesia nampak terus berubah dari 1961 sampai 2010. Grafik 5.

4 Papua Barat 111.8 NTT 98.4 Sumatera Barat 97.8 Sumatera Utara Jawa Tengah 98.0 Kalimantan Tengah 108.2 Rasio Jenis Kelamin Penduduk Indonesia dan Provinsi.2 Aceh 99.0 persen EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .6 Jawa Barat 102.9 Banten 104.6 Kalimantan Barat 104.0 Sulawesi Tenggara Sulawesi Barat 100. 2010 101.38 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Grafik 5.3 Riau 106.5 Jawa Timur 95.7 DI Yogyakarta 97.4 INDONESIA 113.7 Jambi 104.7 100.7 Sumatera Selatan 103.8 DKI Jakarta Kalimantan Selatan 102.6 Maluku 102.2 Maluku Utara 104.5 Kepulauan Riau Sulawesi Tengah 105.1 Lampung 105.0 120.3 101.7 Bali 101.0 100.4 Papua 112.8 Gorontalo 100.5 Sulawesi Selatan 94.3 Kalimantan Timur 109.3 NTB 80.6 Bengkulu 104.7 98.4 Sulawesi Utara 103.0 Bangka Belitung 106.6 104.

Setiap 100 orang umur produktif menanggung beban sekitar 51 orang umur tidak produktif. Pulau terpadat kedua adalah Bali dan Nusatenggara (179 jiwa/km2). 1990.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 5.3). 2000 dan 2010. 6. 1971−2010 100 86. Wilayah pulau yang paling padat penduduk adalah Jawa (1055 jiwa/km2).8 70 60 53.3. Ketika tahun 1971 sebesar 86. lalu keempat Sulawesi (92 jiwa/km2). b. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .3 80 67. Kalimantan (25 jiwa/km2).2. yang ketiga adalah Sumatera (105 jiwa/km2).3 Rasio Ketergantungan Penduduk Indonesia. Kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 124 jiwa untuk setiap kilomenter persegi.8 51.8 90 79. Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2000 yang sebesar 107. Kepadatan penduduk menurut provinsi dapat dilihat pada Tabel 5. Grafik 5. Beban ketergantungan (Dependency Ratio) yang merupakan perbandingan antara penduduk dalam umur tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) terhadap umur produktif tahun 2010 sebesar 51. dan berikutnya Maluku (32 jiwa/km2).8 lalu kondisi terakhir tahun 2010 sebesar 51. 1980. serta yang paling jarang penduduk adalah Papua (8 jiwa/km2).3 50 40 30 20 10 0 1971 1980 1990 2000 2010 Sumber: Sensus Penduduk 1971. 39 Beban Ketergantungan Penduduk Indonesia a.3. Angka ketergantungan terus turun dibandingkan angka hasil sensus penduduk sebelumnya (lihat Grafik 5.

95 35 43 27 Sulawesi Selatan 7 159 170 8 034 776 1.81 12 17 11 307 747 13 787 831 2.80 25 33 815 101 1 038 087 − 2. .34 101 115 4.46 2.LPP Aceh 2000−2010 dihitung 2005−2010.70 0.71 5 8 4 195 234 6 165 396 1.49 107 124 Catatan: .13 1.25 1.90 1 010 1 217 8 098 277 10 632 166 − 2.52 1.41 12 592 14 469 12 Jawa Barat 35 724 093 43 053 732 2.40 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Tabel 5.87 3.17 216 242 19 Nusa Tenggara Timur 3 823 154 4 683 827 1.81 1.80 1.37 952 987 15 DI Yogyakarta 3 121 045 3 457 491 0.91 27 30 21 Kalimantan Tengah 1 855 473 2 212 089 2.79 12 14 22 Kalimantan Selatan 2 984 026 3 626 616 1.83 2.39 5 9 529 689 760 422 − 3.67 2.24 1.26 74 26 Sulawesi Tengah 2 175 993 2 635 009 2. Gorontalo.45 1.21 937 1 055 17 Bali 3 150 057 3 890 757 1. Banten.24 194 220 8 Kepulauan Bangka Belitung Sumatera 42 472 392 50 630 931 1. Babel.67 73 86 10 Lampung 6 730 751 7 608 405 1. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .76 727 784 121 293 745 136 610 590 1. dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun (%) Sensus Penduduk Sensus Penduduk 2000 2010 1990−2000 2000−2010 Provinsi (1) (2) 1 Aceh (3) (4) (5) 3 929 234 4 494 410 1.14 2.02 21 25 2 000 872 2 270 596 1.79 88 105 11 DKI Jakarta 8 361 079 9 607 787 0.85 68 81 899 968 1 223 296 − 3.80 1.31 2.56 48 62 6 210 800 7 450 394 1.24 1.LPP provinsi hasil pemekaran (Kepri.72 1.44 1. dan Papua Barat) tergabung dengan provinsi induknya.77 150 179 20 Kalimantan Barat 4 016 353 4 395 983 2.63 2.32 3 Sumatera Barat 4 248 515 4 846 909 4 Riau 3 907 763 5 538 367 5 Kepulauan Riau 1 040 207 6 Jambi 7 Sumatera Selatan *) Kepadatan Penduduk 2 (jiwa/km ) 2000 2010 (6) (7) 68 78 1.08 48 59 14 881 528 17 371 782 1.28 144 164 92 Jawa Kalimantan 24 Sulawesi Utara 25 Gorontalo 833 496 1 040 164 − 2.04 996 1 104 13 Banten 16 Jawa Timur 34 765 993 37 476 757 0. mengunakan data SPAN2005.68 53 69 1 820 379 2 232 586 3.36 2 Sumatera Utara 11 642 488 12 982 204 1.94 0.78 838 1 100 14 Jawa Tengah 31 223 258 32 382 657 0.98 1.2 Penduduk.62 1.27 2.57 79 92 1 166 300 1 533 506 0.28 0.07 78 96 Bali dan Nusa Tenggara 10 981 812 13 074 796 0.10 160 178 0.17 1.40 1.47 25 32 1 684 144 2 833 381 3.48 1.95 127 205 2 407 166 3 092 265 1. .14 55 74 9 Bengkulu 1 455 500 1 715 518 2.10 5.99 77 94 23 Kalimantan Timur 2 451 895 3 553 143 2.58 45 64 1 679 163 − 4.20 1.58 1. Sulbar.27 3.80 3. Laju Pertumbuhan.LPP Indonesia 1990−2000 tidak menghitung Provinsi Timor Timur pada tahun 1990.96 8 12 205 132 458 237 641 326 1.15 545 673 18 Nusa Tenggara Barat 4 008 601 4 500 212 1.17 153 172 28 Sulawesi Barat 29 Sulawesi Tenggara Sulawesi 30 Maluku 31 Maluku Utara 32 Papua 33 Papua Barat Maluku dan Papua Indonesia 891 618 1 158 651 − 2.

70 0.20 0.00 3. lapangan usaha yang juga cukup menonjol adalah sektor Perdagangan.40 62.40 2.20 0.30 4.70 10.40 0. Pertanian Tanaman Padi dan Palawija.90 23.70 44.20 3.50 16.70 0.70 11. 7. Tabel 5.90 3. 8.20 20.80 3.70 4.60 5.80 1.00 3.90 0.00 14.10 4.60 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .70 0.60 Catatan: 1.60 3. Transportasi dan Pergudangan.10 29.70 0 (11) 1.90 5.90 4.60 54.80 3.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 7.10 42.30 4.40 1. 4.20 43.70 7. 5.40 11.70 2.20 4.90 3.80 2.90 44.80 0.20 0.60 4.90 11.30 0. Hotel.30 1. 3.20 1.10 4.50 1.60 5.80 0.30 1.30 0.50 1.40 0.90 2.50 32.50 0.40 0.20 0.80 1.50 15.40 0.90 51.30 2.40 1.30 6 (7) 14.00 16. Peternakan.30 0.10 5.3 Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Pekerjaan .90 4.30 3.60 14.30 0.10 0.30 21.50 0.60 0.70 14.10 7.60 63.20 5.30 0.60 2. Jasa Kemasyarakatan.00 0.90 9.90 15.00 61.20 1.10 18.00 20.40 11.30 0. Bangka Belitung Kep.80 0.60 0.60 12.20 40.60 17.50 2.70 51.90 1.10 4.00 5.40 17.30 0.70 39.20 0.90 15.10 0.90 0.60 1.00 47.70 3.20 4.80 0.80 0.80 1.50 0.30 6.90 4.30 2.30 13. Perkebunan.10 3.80 10. 0.00 19.20 14.80 4.50 13.20 0.70 persen).50 0.50 4.40 0. Informasi.30 18.60 9.70 0.60 21. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia 1 (2) 52. dan Rumah Makan. dan Komunikasi.00 1. Lainnya.60 0.50 16.90 0.90 16. Kehutanan.30 0.00 3.20 1.20 4.30 1.90 7.00 16.20 0.80 0.90 5.80 7.50 19.30 6.90 27.40 2.90 3.30 2.90 0. dan Pertanian Lainnya.20 18.50 1.10 52. Pemerintahan.30 6.70 11.50 12.20 1.40 1.00 4.50 1.80 2.70 20.90 0.60 0.50 0.70 1.90 17.10 12.20 0.80 0.80 0.10 0. 41 Lapangan Usaha Pekerjaan Utama a.50 62. Selain itu. Lapangan usaha pada setiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 5.30 0.20 17.70 13.90 4.30 18.20 46.60 2.20 1.50 2 (3) 0.60 0.50 0.80 0.10 11.10 4.10 5.30 0.30 4.80 1. Holtikultura.70 31.90 0.40 1.50 0.20 4.00 6. Jasa Kesehatan. Industri Pengolahan (termasuk Air).60 7. Menurut pengelompokan 9 sektor lapangan usaha.70 0. 2.90 4.20 2.80 0.50 16.40 5 (6) 5.80 persen).40 3.80 4 (5) 0.20 13.50 16.90 47.10 0.20 17.50 2.30 8. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.30 6.70 21.20 33.10 5.60 57.70 4.70 6.80 4.90 4.10 23.30 0.10 3 (4) 3.50 12.30 12.30 0.40 13.00 14.80 4.80 1.00 8.70 6.90 5.40 1.00 16.10 14.70 19.70 9.80 26.70 57.60 4.40 persen).3.90 15.20 0.40 7 (8) 4.00 3. Jasa Pendidikan.70 1.40 2.70 1.50 0.20 0.40 0.10 8 (9) 0.00 24.00 31. Hotel.40 0.90 1.60 5.70 17.30 6.40 0.10 9 (10) 19. 40. 6.50 4.90 15.20 0.10 75.80 4.30 16.30 0.80 12.60 4.90 4. dan Rumah makan (18.20 53.30 0.30 60.00 7.60 2. 9.50 1.10 4.70 1.50 14.50 0.50 3.00 0. Konstruksi/Bangunan.00 68.10 27.30 0.40 1.40 0.50 20. dan sektor Industri Pengolahan (10.60 7.40 0.50 13.80 1.80 11.60 3.10 1.50 5.70 4.00 1.60 12.90 19. dan Perorangan. Keuangan dan Asuransi.30 0.20 58. Perikanan.20 3.20 0. Perdagangan.20 2.20 0. Pertambangan dan Penggalian.50 1. Listrik dan Gas (tidak termasuk air).60 3.90 4.40 2.30 22.20 0.30 0.80 2.00 20.30 35.80 17.50 11.00 17. sektor Jasa-jasa (15.60 4.50 persen lapangan usaha berada di sektor pertanian.50 0.00 6.

70 3.20 1.40 32.5 (6) 0.70 18.70 19. Bangka Belitung Kep.40 62.4.20 0.10 0.10 2.20 1.30 0.30 1.10 42.00 1.80 0.10 2.5 Peternakan.00 0.00 31.90 0.40 0.20 58.80 19. Tabel 5.90 2.80 3.10 29.60 0.50 11.3 Perkebunan.80 38.20 46.20 9.90 1. 1.00 68.70 1.60 0.60 13.60 2.90 5.20 0.10 0. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 1.00 20.90 2.70 20.4 Persentase penduduk Bekerja di Sektor Pertanian.20 0.80 0.50 1.20 0. Kondisi di masing-masing provinsi beragam.00 47.30 1.80 3.50 0.50 1.10 1.30 1.40 0.70 4.50 2.30 0.40 0.40 0.10 4.30 0.70 7.30 0.70 1.60 9.70 1.40 0. 1.70 51.60 57.70 1.30 1.30 34.00 36.30 26.90 42.20 43.20 1.90 0.10 2.30 30.1 Pertanian tanaman padi dan palawija.80 1.10 19.20 53.50 32.70 0.30 35.60 22.40 4.60 25.90 51.70 1.30 0.40 0.60 5.50 0.10 1.00 61.60 0.50 57.10 8.30 19.80 16.42 b.20 0.10 3.20 1.20 0.60 0.20 0.40 1.90 23.6 Kehutanan dan pertanian lainnya EDISI 22 DATA 1.30 60.20 0.20 0.70 1.00 EKONOMI 1. 1.90 10.40 21.60 3.00 37.60 1.70 0.00 31.90 9. Yang paling menonjol di antaranya adalah subsektor 1) yang menyediakan 24.40 21.80 20.10 39.00 24.60 54.30 0.30 0.10 1.90 61.90 47. 1.00 3.60 18. dan 6) Kehutanan serta pertanian lainnya.70 39.50 MARET 2012 .50 23.4 Perikanan.40 0.40 5.50 33.90 44.80 33.20 0.30 0.00 19.70 3.4 (5) 3.10 2.10 0.2 (3) 2.10 4.30 0.7 persen kesempatan kerja.30 0.70 24.20 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.00 0.30 2.10 0.70 44.6 (7) 0. 4) Perikanan.20 3.50 1.00 3.20 6.60 37.10 52.20 2.60 9.30 13.00 16.60 8.20 0.10 4.40 1.30 3.80 29.10 2.2 Holtikultura.30 4.20 0.00 0.30 7.20 11.80 4.40 SOSIAL 1.00 1. dan subsektor 3) yang menyediakan 9.70 3. yaitu 1) Pertanian tanaman padi dan palawija.20 0.40 0.00 3.70 8.80 1.80 41.20 0.90 4. 2) Holtikultura. 1.90 1.20 40.80 15.3 (4) 15.90 3.50 2. 3) Perkebunan.60 63.20 0. SP2010 Provinsi (1) 1.1 (2) 29.70 1.30 29.70 7. 5) Peternakan.70 1.80 2. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Lapangan Usaha sektor Pertanian dapat dirinci menjadi 6 subsektor.10 1.60 2.50 0.70 13.10 24.40 0.10 0.60 2.60 2.00 2.00 0.90 3.50 0.20 3. seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.80 0.50 1.10 5.40 Jumlah (8) 52.60 2.10 5.70 3.50 10.50 62.50 0.70 57.90 0.20 33.40 0.10 75.40 persen kesempatan kerja.10 19.00 4.40 4.00 2.10 1.

70 7.00 3.30 16.90 11.10 1.00 5.50 16.20 1.60 9.90 1.10 4.70 EDISI 22 .80 9.60 9.30 22.2 Jasa Kesehatan.20 20.70 8.30 7.00 5. lihat Tabel 5. 2010 Provinsi (1) 9.20 1.20 14.40 10.80 4.20 11.30 1.70 4. yaitu 1) Jasa Pendidikan.90 1.20 5.70 17.80 4.80 12.80 3.3 (4) 10.40 6. 9.20 0.20 18.50 5.20 15.3 Jasa Kemasyarakatan.40 2.5 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Jasa-jasa.30 4.90 9.90 15.70 7.30 5.40 5. 2) Jasa Kesehatan.70 5.00 10.20 7.00 20.80 3.70 3.10 11.60 0. Tabel 5.00 1.80 11. lalu sub sektor 1) (4.60 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.70 1.10 27.50 3.80 1.00 20.90 15.30 1.50 1.50 10.70 14.20 17.5.40 9. Pada seluruh provinsi pola urutan kontribusi tersebut serupa.80 4.20 1.60 3.50 16.50 20.90 3.50 4.70 21.40 10.30 1.90 1.40 5.60 4.1 Jasa Pendidikan.80 0.50 7.90 16.40 4. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Catatan: 9.80 0.50 13. 9.00 9. Bangka Belitung Kep.10 4. Pemerintahan dan Perorangan MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI Jumlah (5) 19. 43 Sektor Jasa-jasa dapat dirinci menjadi 3 subsektor.40 13.80 3.90 1.20 0.70 3.40 10.80 14.70 15.90 22.00 1.00 17.00 1.50 1.20 7.60 12.70 9.10 3.40 0.80 7.10 1.20 1.30 3.00 16.50 16.00 14.20 0.1 (2) 6. Di antara subsektor tersebut.20 1.40 17.10 5.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 c.80 1.50 13.70 10.10 1. 3) Jasa Kemasyarakatan.50 15.40 11. Pemerintahan dan Perorangan. subsektor 3) yang paling banyak memberi kontribusi pada kesempatan kerja (10.70 1.40 1.90 7.20 9.00 persen).90 11.10 11.60 persen).2 (3) 1.10 0.20 17.60 12.40 11.30 13.10 9.30 13.

08 84.47 11.54 94.58 80. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.91 86.21 48.46 88.96 82.16 48.83 83.71 55.29 19.97 39.55 92.78 91.18 65.95 60.50 67.65 63.98 35.66 54.73 57.90 81.49 25.89 14. Pada masa umurumur sekolah (7−24 tahun) sebesar 62.35 (2) 96.01 13.59 96.32 94.18 (5) 24.63 47.11 15.36 93.12 50.96 34.89 48.30 58.22 50.93 25.45 94. laki-laki pada umur 13−15 sebesar 83.78 97.60 80.50 27.46 68.91 39. Bangka Belitung Kep. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.89 58.59 64.69 11.37 57.12 45.66 52.22 41. 2010 Laki-Laki Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.73 59.35 68.20 43.97 16.43 52.27 94.01 31.68 62.36 79.60 14.06 58.89 54.19 85.95 70.46 95.21 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .60 35.87 62.67 86.17 95.15 55.53 62.08 48.81 16. Tabel 5. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua dan Papua Barat.08 57.16 10.01 78.24 13.78 46.87 95.26 37.6.52 57.95 46.62 30.85 23. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Status Sekolah (Tabel 5.49 48.62 89.85 65.48 (4) 67.05 93.54 (3) 90.21 persen laki-laki masih sekolah.41 18.7.13 7.33 33.61 94.98 27.94 59.21 59.36 59.41 54.20 15. dan Tabel 5.96 87.19 82.49 61.33 88.83 14.92 44.84 61.26 39.56 63.23 82.78 94.67 69.12 28.68 92.19 85.20 69.88 94.65 64.64 7.02 17.30 91.74 95.04 52.83 93.93 60.42 13.00 15.43 67.13 67.24 57.77 95.44 75.46 20.48 85.85 12.6 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.60 37.79 21.89 93.02 62.54 persen masih sekolah.90 60.58 15.02 63.93 21.54 48.15 93.52 36.41 (6) 68.72 82.29 62.25 61.37 72.8) a.30 78.27 54.50 94.34 47.01 22.04 88.85 95.32 48.43 94.02 42.01 91.29 20.81 78.41 47.93 17.90 81.33 63.27 86.91 40.72 63.33 57.69 95.51 21.48 persen masih sekolah.90 83.74 47. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 39.91 91.55 25.58 47.36 96.82 44.52 11.01 61.94 34.45 31.93 34.17 93.74 37.93 34. Laki-laki pada umur 7−12 tahun sebesar 94.41 84. Tabel 5.07 97.95 19.36 60.35 53.88 62.44 8.43 15.99 94.84 43.83 73.94 87.41 79.

62 26.21 95.27 65.93 85.74 13.22 85.52 66.27 90.77 61.88 27.92 58.66 38.32 70.97 61.63 18.69 31.95 10.11 95.33 37.95 88.47 41.55 95.21 96.19 21.52 82.24 52.26 43.04 persen masih sekolah.98 36.62 82.84 61.50 95.17 50.57 85.26 95.28 61.47 64.7 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi.21 96.80 53.69 58.00 82.17 61.34 persen perempuan masih sekolah. perempuan pada umur 13−15 sebanyak 85.70 53.89 29. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.03 14.49 50.65 93.79 94.36 46. Tabel 5.80 45.79 22.12 24.99 95.14 96.17 94.30 85.11 53.59 97.27 61.44 32.66 96.53 81.00 27.58 62.64 13.38 (5) 28.05 69.74 87.46 45.64 6.53 39.80 61.12 12.90 62.15 38.62 39.87 66.13 30.72 60.17 94.89 64.31 12.91 58.61 16.14 50.96 7.53 60.02 55.05 88.17 95.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 b.04 (4) 71.22 59. 2010 Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.49 64.64 92.38 84.50 83.49 95.27 (3) 92.72 95.71 31.32 13.89 35.39 26.92 56.89 54.16 18.31 70.69 58.13 91.70 94.87 53.45 15.45 89.91 71.33 11.87 85.56 60.35 94.99 50.27 persen masih sekolah.19 89.28 84.51 67.14 47.96 63.33 46.85 42.08 48.26 86.94 40.84 81.72 63.07 43.15 10. 45 Perempuan pada umur 7−12 tahun sebanyak 95.87 (2) 97.03 59.09 19.25 54.49 44.13 89.19 95.29 38.10 53.70 46.27 61. Bangka Belitung Kep.92 64.54 86.86 46.27 88.18 49.26 41. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.49 48.14 16.37 83.01 16.93 93.02 81.97 18.90 61.02 56.58 55.66 95.87 14.50 98.71 96.15 17.22 93.37 35. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.14 95.39 31.34 18.43 57.63 43.60 96.04 18.12 50.30 51.63 62.53 15.84 37.93 56.42 10.20 13.50 37.69 93.83 12.88 60.67 38.36 85.43 14.64 37.59 87.77 45.93 80.37 81.09 71. Pada masa umur-umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.77 (6) 69.34 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .85 62.20 64.58 95.49 62.88 58.86 88.53 89.52 95.

24 (4) 69.64 70.13 58.93 40.70 47.37 94.89 48.57 56.68 53.22 16.11 89.18 95.69 50.63 55.59 63.88 58.28 63.93 88.48 31.02 88.14 46.51 14.93 62.35 94.45 84.73 63.51 93. Tabel 5.35 60.52 13.30 92.38 7.17 86.00 95.46 94.94 61.20 59.99 88.10 61.34 58.01 20.97 14.55 31.78 (5) 26.11 45.07 15.70 32.53 96.80 7.26 95. pada umur 13−15 sebesar 84.09 (6) 69.50 87.64 49.46 50.17 94.18 94.13 81.37 14.28 98.42 12.00 61.14 62.75 64.87 13.78 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .98 52.02 94.11 82.96 25.73 18.74 20.14 77.86 50.50 50.55 95.83 96.48 54.86 69.60 62.94 47.03 22.8.78 25.40 34.06 84.72 83.07 62.89 96.62 21.24 persen masih sekolah.09 (2) 97.80 84.68 38.56 40.81 48.85 40.27 92.11 15.71 58.65 44.32 53.42 81.42 37. Bangka Belitung Kep.37 45. 2010 Laki-Laki+Perempuan Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.51 95.77 86.79 67.94 35.45 58.08 16.65 50.54 80.40 29.01 25.51 59.06 18.57 89.90 61.18 35.62 44.10 93. KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 Secara total laki-laki dan perempuan partisipasi sekolahnya dapat dilihat pada Tabel 5.62 42.34 81.85 42.27 63.60 19.95 66.80 11.04 12.97 95. Provinsi yang paling rendah partisipasi sekolah pada umur pendidikan dasar (7−12 tahun dan 13−15 tahun) adalah Papua.13 36.68 49.16 95.93 46.05 64.77 29.38 55.78 77.84 93.66 10.45 52.27 17.63 62.22 65.68 26. Semakin tinggi umurnya maka semakin kecil persentase masih sekolah.56 37.77 70. Pada semua umur sekolah (7−24 tahun) sebesar 61.13 11. sementara provinsi yang paling tinggi adalah DI Yogyakarta.79 56.38 96.64 66.63 66. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kelompok Umur (tahun) 5–6 7–12 13–15 16–18 19−24 7−24 (1) 40.91 85.65 38.08 16.44 45.90 11.92 80.83 95.78 persen penduduk masih sekolah.49 84.56 58.46 46.48 92.11 64.18 97.94 94.83 34.92 84.8 Presentase Penduduk 5−24 Tahun yang Masih Bersekolah Menurut Provinsi. Pada umur 7−12 tahun sebesar 94.28 18.76 36.13 57.03 95.42 52.62 59.18 65.07 62.85 71.98 48.89 persen masih sekolah.37 66.74 89.82 94.46 c.29 92.68 37.44 94.43 54.66 80.61 15.53 82.53 87.04 62.54 12.58 88.41 39.54 17.89 (3) 91.73 39.75 58.62 80.86 84.95 87.72 94.25 45.00 85.77 61.90 58.51 21.90 28.

00 100.20 6.59 4.87 8.00 100.00 100. Tabel 5.60 18.15 7.45 (6) 100.25 18.00 100.00 82.50 2.05 80. tanpa membayar.97 27.29 63. tanpa perjanjian sewa/kontrak.09 4.15 3.28 5.81 72.09 5.39 7.02 6.15 2.94 4.00 100.54 9.72 11.00 100.21 84.23 5.04 19.42 75.44 10.89 77.00 100.19 2.00 100.38 3.27 2. Bangka Belitung Kep.62 13.52 16.16 4.00 100.17 6.00 100.00 100.11 78. Antar provinsi bervariasi dalam kisaran 7.63 64. 47 Status Kepemilikan Rumah Penduduk (Tabel 5.96 13.36 10.13 8.00 100.28 12.00 100.31 6.55 1.86 10.35 4. Rumah tangga yang tinggal di bangunan dengan status lainnya ada sebanyak 10.21 10.69 11.06 (5) 13.15 11.30 7.71 1.27 12.69 2.9 Persentase Rumah Tangga Menurut Status Kepemilikan/Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal.76 6.00 100.27 persen.17 73.09 74.00 100.79 (4) 2.18 7.00 100.97 6.00 100.75 5.52 72.00 100.68 47.18 persen sampai 20.27 7.00 100.87 79.45 75.45 84.83 62.70 persen rumah tangga Indonesia tinggal di bangunan milik sendiri.35 8.93 2.61 3.07 14.84 86.58 67.89 76.59 5.75 60.77 7.22 2.77 71.16 11.45 persen) dan tertinggi di Jawa Tengah (86.28 78.45 persen.25 5.68 8.55 8.97 2. Antar provinsi nampak beragam dari mulai yang terkecil di DKI Jakarta (47.18 3.00 100.94 3.57 3.98 9.01 14.20 3.00 100.00 100.98 10.85 2.05 85.18 11.64 15.77 10.91 3.38 6.04 3.76 20.57 5.08 2.81 2.42 81.46 14.19 77.97 4.00 100.18 85. Yang termasuk kelompok lainnya adalah rumah dinas.00 100.58 10.04 76.52 3.00 100.00 100.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 9.00 100.9) Sebanyak 77.73 80.40 9. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.53 7.83 17. Persentase rumah tangga yang tinggal di bangunan milik orang lain dengan cara sewa hampir sebanding dengan yang tinggal dengan cara kontrak.85 68.49 10.78 80.00 100.71 5.88 12. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Milik sendiri (2) 76.68 1.00 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .04 6.13 24. yakni sekitar 6 persen. dan lain-lain.70 Sewa Kontrak Lainnya Jumlah (3) 7.46 8.37 9.68 84.00 100.54 83.37 1.86 2.00 100.33 9.29 13.00 100.00 100.00 100.07 17.89 persen) milik sendiri.71 4.

53 1.12 2.41 1.70 (4) 2.96 1.00 67.70 persen).42 2.59 14. air ledeng (15.75 17. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Air kemasan (2) 20.48 77.25 3.10 8.74 1.25 11. dan mata air terlindung (8.80 7.72 12.92 85.94 21.06 50.28 28. air kemasan (14.32 15.37 2.87 25.39 16.23 7.28 3.16 6.05 5.18 8.02 32.90 35.07 7.19 9.61 3.11 53.70 12.45 8.45 31.10 88.58 19.54 15.24 99.28 6.60 22.18 11.81 26.14 EKONOMI Mata air terlindung (6) 4. (Kriteria air bersih yang lebih akurat menggunakan juga jarak sumber ke penampungan tinja).70 88.99 7.25 9.57 9.74 18.48 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 10.54 90.52 2.97 20.25 4.51 18.63 4.05 30.66 83.32 41.64 77.64 18.53 1.94 33.59 1.69 15.75 4.62 1. berdasarkan kriteria sumber air saja.79 3.61 1. Angka tersebut terdiri dari sumber air: sumur terlindung (32.97 34.76 71.81 12.14 persen).00 16.88 23. Bangka Belitung Kep.03 50.07 8.13 0.25 15.44 Jumlah (7) 76.38 10.24 20.10) Sebanyak 83.24 12.01 4.60 12.63 4.90 37.70 persen).17 14.13 10.41 8.03 83.08 15. Tabel 5.84 26.96 31.95 8.35 18.38 15.02 37.05 27.31 24.04 0.65 42.29 20.19 12.83 5.98 56.01 19.62 19.04 63.69 17.34 3.13 31.69 17.51 31.92 11.12 14.49 6.11 11.73 88.19 8.67 50.74 16.76 65.21 32.40 persen rumah tangga di Indonesia mengakses air yang relatif bersih untuk keperluan minum.51 11.83 4.19 31.44 20.86 7.10 1.62 2.84 19.42 persen).21 46.11 3.56 36.31 27.14 11.17 91.69 19.89 91.84 82.26 17.06 2.40 MARET 2012 .94 4.58 8.73 17.88 27.10 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Air Minum dari Sumber Air Bersih Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.79 63.86 1.37 70.47 57.59 56.38 19.69 5.70 16.66 48.35 12.27 46.96 22.96 23.87 60.40 0. sumur pompa (12.12 28.60 10.10 4.13 10.14 7.38 2.22 79.80 0.94 1.68 8.83 4.03 40.19 13.37 79.42 DATA SOSIAL Sumur terlindung (5) 38.94 87.31 2. Sumber Air Bersih untuk Minum Rumah Tangga (Tabel 5.02 1.39 5.96 9.68 4.33 89.44 persen).87 70.23 15.01 29.29 12.96 74.69 12.61 84.78 23.75 19.40 13.50 87.66 80.32 4.03 12.67 10.06 9.12 6.70 Ledeng Pompa (3) 9.

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

49

11. Sanitasi Perumahan (Tabel 5.11 dan Tabel 5.12).
a.

Sebanyak 65,80 persen rumah tangga menggunakan jamban sendiri untuk
buang air besar. Sementara itu 11,72 persen menggunakan jamban bersama
dengan rumah tangga lain, dan 3,59 persen menggunakan jamban umum.
Hampir satu dari setiap lima rumah tangga tidak mempunyai/menggunakan
fasilitas jamban untuk buang air besar.
Tabel 5.11
Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Buang Air Besar, SP2010
Provinsi

(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

b.

Jamban
sendiri
(2)
59,25
75,37
54,74
82,93
69,12
66,51
66,12
77,44
68,67
82,98
76,47
67,92
65,46
73,95
62,05
64,55
67,65
41,23
63,38
61,82
59,26
65,14
80,43
65,21
50,06
63,40
56,65
33,78
44,24
50,05
46,16
59,55
48,01
65,80

Jamban
bersama
(3)
6,58
5,55
10,44
6,01
7,55
9,85
6,52
8,47
3,14
11,07
18,88
13,85
10,79
19,11
13,14
10,71
17,83
12,26
10,89
8,72
20,50
14,06
8,42
14,42
5,67
9,49
7,98
10,97
5,85
9,31
10,22
16,54
11,96
11,72

Jamban
umum
(4)
6,63
3,23
5,39
1,42
3,61
4,42
1,76
1,33
1,77
1,02
3,86
6,72
2,94
0,84
1,70
3,08
0,17
2,20
1,16
3,14
6,49
5,90
3,50
2,35
4,05
2,06
2,43
8,49
2,53
6,84
14,93
7,91
3,72
3,59

Tidak Punya

Jumlah

(5)
27,53
15,84
29,44
9,64
19,72
19,22
25,59
12,76
26,41
4,93
0,79
11,52
20,81
6,09
23,12
21,66
14,35
44,30
24,58
26,32
13,74
14,90
7,65
18,02
40,22
25,05
32,94
46,76
47,38
33,80
28,69
16,00
36,31
18,88

(6)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Dari antara rumah tangga yang mempunyai jamban (sendiri, bersama,
umum) terdapat 74,29 persen yang menggunakan tangki septik, sebanyak
17,27 persen tanpa tangki septik, dan 8,44 persen tidak mempunyai tempat
pembuangan akhir. Kondisi di provinsi beragam, dimana penggunaan tangki
septik berkisar 44,42 persen sampai 96,74 persen.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

50

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

Tabel 5.12
Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Jamban Menurut Tempat Pembuangan Akhir
Tinja, SP2010
Provinsi
(1)
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

EDISI 22

Tangki septik

Tanpa tangki
septik

Tidak punya

Jumlah

(2)
73,84
77,67
68,90
67,39
68,00
66,94
67,11
58,20
93,23
86,49
92,53
68,44
76,10
87,38
72,79
87,60
96,74
87,78
44,42
67,66
56,57
65,69
80,29
87,45
82,98
85,87
76,53
92,74
79,67
84,36
82,80
77,61
48,16
74,29

(3)
16,68
15,68
16,52
22,93
21,05
21,97
26,62
35,05
4,80
6,96
4,47
18,70
17,30
10,93
21,20
7,45
2,29
8,13
43,13
17,84
21,24
16,60
11,62
9,78
10,99
10,31
18,02
4,53
14,71
8,97
7,22
11,75
15,05
17,27

(4)
9,48
6,65
14,58
9,69
10,95
11,09
6,27
6,75
1,98
6,55
3,00
12,86
6,60
1,69
6,01
4,95
0,97
4,09
12,46
14,50
22,19
17,71
8,09
2,78
6,03
3,82
5,45
2,73
5,61
6,68
9,98
10,64
36,78
8,44

(5)
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010

51

12. Bahan Bakar untuk Memasak di Rumah Tangga (Tabel 5.13)
Bahan bakar gas digunakan oleh 45,16 persen rumah tangga Indonesia.
Tingginya persentase penggunaan gas secara nasional lebih dipengaruhi oleh
tingginya persentase penggunaan gas di provinsi padat penduduk seperti Jawa,
Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.
Bahan bakar kayu juga masih populer, digunakan oleh 40,11 persen rumah
tangga. Minyak tanah digunakan oleh 11,69 persen rumah tangga. Masih banyak
provinsi dimana penggunaan minyak tanah cukup menonjol, terutama ketika
penggunaan gas di sana tidak menonjol.

Tabel 5.13
Persentase Rumah Tangga Menurut Bahan Bakar Utama untuk Memasak, SP2010
Provinsi

Listrik

Gas

Minyak
tanah

Arang

Kayu

Lainnya

Tidak
pakai

Jumlah

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

1,36
1,01
1,39
0,81
0,74
0,59
0,79
0,50
0,74
1,06
1,34
1,00
0,23
0,23
0,75
1,13
1,43
0,37
0,30
0,71
0,78
1,50
0,86
1,11
0,43
0,54
0,40
0,70
0,31
0,55
0,61
0,53
0,18
0,77

16,23
38,40
12,29
15,60
17,74
54,44
14,57
24,68
35,18
36,61
83,70
70,11
51,41
45,81
46,75
68,55
50,72
2,05
0,27
25,46
4,91
7,94
55,87
1,33
1,95
42,83
3,53
0,67
7,10
0,53
0,43
1,81
0,60
45,16

38,45
27,17
31,94
46,67
28,55
5,62
24,41
5,46
37,00
50,47
4,72
1,40
1,01
1,24
5,19
1,78
4,92
35,94
15,80
17,84
45,04
44,49
22,87
49,53
26,16
9,27
29,39
34,93
16,07
40,33
30,29
50,93
27,89
11,69

0,03
0,04
0,05
7,00
4,81
1,31
0,04
0,23
0,33
0,32
0,00
0,04
0,10
0,58
0,04
0,05
0,02
0,05
0,05
0,32
0,17
0,05
0,60
0,33
5,46
2,11
3,81
0,08
2,07
0,06
0,12
0,12
0,29
0,49

43,02
32,59
53,58
28,95
47,64
37,61
59,72
68,55
25,92
9,08
0,22
25,51
45,94
42,76
45,83
25,98
39,35
61,11
83,37
55,22
48,71
45,29
18,25
47,18
65,67
44,86
62,64
63,27
74,25
57,93
68,12
45,62
70,61
40,11

0,08
0,17
0,14
0,15
0,11
0,12
0,08
0,08
0,09
0,25
0,44
0,22
0,09
0,34
0,16
0,25
0,10
0,10
0,08
0,11
0,13
0,07
0,18
0,12
0,09
0,07
0,06
0,10
0,04
0,10
0,09
0,16
0,14
0,16

0,82
0,62
0,61
0,81
0,42
0,30
0,40
0,49
0,74
2,21
9,58
1,71
1,23
9,04
1,28
2,26
3,45
0,37
0,13
0,33
0,26
0,66
1,37
0,40
0,24
0,32
0,18
0,25
0,16
0,49
0,32
0,83
0,29
1,61

100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00
100,00

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kep. Bangka Belitung
Kep. Riau
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
D I Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
INDONESIA

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

58 72.49 6.60 4.53 0.02 48.79 0.16 68.34 68.78 8.66 0.01 64.41 93.82 0.74 65. Bangka Belitung Kep. Tabel 5.04 4.62 0.38 persen rumah tangga Indonesia terakses oleh telepon.44 68.96 60.50 85.40 0.72 0.33 70.18 5.41 60.30 69.40 5.80 64.23 6.59 66.30 77.35 56.26 64.53 0.01 64.66 0.33 8.82 3.13 4.79 4.70 0.19 80.14) Sebanyak 73.42 10. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA EDISI 22 Kabel Seluler (2) 0.78 1.14 91.60 7.38 MARET 2012 .37 58.39 60.75 (3) 66.32 70.05 76.41 DATA SOSIAL Kabel dan Seluler (4) 2.94 0.15 7.63 3.88 95.23 0.67 4.11 62.22 EKONOMI Jumlah (5) 69.15 10.13 74.42 0. Penguasaan Telepon (Tabel 5.33 0.02 57.15 0.08 4.79 83.73 4.81 67.86 75.70 9.48 0.44 82.73 81.53 0.89 0.65 75.54 80.42 68.45 0.57 63.53 0.73 0.86 73.63 76.31 0.48 71.84 3.24 32.52 KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 13.79 74.85 2.06 61.94 77.39 3.12 73.96 70. baik telepon kabel atau telepon seluler maupun kedua-duanya.81 0.06 83. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.13 52.31 54.77 54.47 64.82 10.24 3.67 71.30 4.45 70. Telepon seluler merupakan jalur akses yang lebih penting dibandingkan dengan sambungan kabel. di provinsi lainnya mayoritas rumah tangga mempunyai akses. Hanya dua provinsi (Nusa Tenggara Timur dan Papua) yang angka akses telepon tersebut masih di bawah 50 persen.29 0.03 45.60 0.47 0.37 80.24 65.18 66.77 0.82 9.13 87.47 0.37 5.86 0.67 82.89 2.50 71.76 24.44 0.11 80.45 49.07 42.24 0.14 Persentase Rumah Tangga yang Anggotanya Akses Terhadap Telepon.37 78.67 0.52 3.39 3.36 1.37 29.

80 18.42 29. Secara nominal jumlahnya mencapai 9.43 17.KEPENDUDUKAN (HASIL SP2010) MEI 2010 53 14.52 30. dan DKI Jakarta. SP2010 Provinsi (1) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.25 9.51 12.93 13.36 persen).55 14. Bangka Belitung Kep. Tabel 5.63 16.86 12.83 7. Provinsi dengan jumlah rumah tangga yang akses banyak (di atas 750 ribu) adalah Jawa Barat.42 15.91 persen rumah tangga Indonesia akses pada internet. Kalimantan Timur (22.86 8.25 14.85 19. Provinsi dengan tingkat akses yang lebih dari seperlima adalah DI Yogyakarta (30.21 persen).91 EDISI 22 .36 13.42 12.40 9.76 15. Sulawesi Utara (22.15.21 11.33 14.75 7.15 22.98 persen).57 13.53 14.18 22.98 15. Rumah Tangga mengakses Internet Sebanyak 14.06 18.18 persen). Jawa Timur.34 11. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D I Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua INDONESIA MARET 2012 Jumlah (2) 115 755 366 296 213 345 192 836 111 332 231 434 65 955 181 847 39 993 85 778 751 880 1 830 652 1 176 894 315 111 1 392 606 397 930 152 834 100 795 64 295 121 133 73 328 177 036 193 146 129 241 70 920 316 279 58 412 41 053 19 578 42 416 20 358 19 703 47 274 9 117 445 DATA SOSIAL EKONOMI % (3) 10.84 12. DKI Jakarta (29.05 6. Lihat Tabel 5.12 11.1 juta rumah tangga. Jawa Tengah.50 11.15 Jumlah dan Persentse Rumah Tangga yang ada Anggotanya Mengakses Internet dalam 3 Bulan sebelum Sensus.

70 juta penurunan orang (6. jumlah penduduk bekerja yang mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.56 persen.41 104.40 117.32 8.42 persen).37 111. Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2011 1. Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011). Penduduk yang Bekerja.12 7.7 juta orang.74 108.26 20 8.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.21 107.67 100 80 60 40 8. Grafik 6.4 juta orang. Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117.83 113. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .1 Jumlah Angkatan Kerja. Agustus Agustus 2011 Bekerja Penganggur Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109.4 juta orang. KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 A.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7. berkurang sekitar 1.53 116.96 9.28 109.87 104.3 juta orang. mengalami 2011 sebanyak 7.59 8.70 0 Februari Agustus Februari 2009 Februari 2010 Angkatan Kerja 2.14 persen.00 113. 4.54 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 VI.56 persen) dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6.6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111. 3. dan Penganggur 2009–2011 (juta orang) 120 116. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jumlah penganggur Agustus Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6. berkurang sekitar 2.49 119.0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119.

52 Paruh waktu 17. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.67 8. dan Pengangguran 1.53 18.59 8. Keadaan ketenagakerjaan di Indonesia pada Agustus 2011 menunjukkan adanya sedikit perbaikan yang digambarkan dengan adanya penurunan tingkat pengangguran. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 3.26 15. Penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 berkurang sebesar 1.00 Agustus (3) 116.21 111. Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 2010 2011 *) Februari (2) 116. sebesar 75.41 7. Angkatan Kerja Bekerja Penganggur 2.96 persen). Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.1 juta orang (7. 5.37 107. Pada Agustus 2011.46 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu.6 juta orang (5. sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 55 Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3.59 Setengah penganggur 15.6 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.2 juta orang (2.2 juta orang (49. Selama periode satu tahun terakhir terjadi kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 0. sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3.27 34.80 33.80 6. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011.70 67. Angkatan Kerja. Jumlah angkatan kerja mencapai 117. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .42 persen) dan Sektor Transportasi. Pekerja tidak penuh *) Sejak tahun 2011 menggunakan penimbang penduduk berdasarkan hasil SP2010 (final) 2.4 juta orang (1. Tabel 6.27 15.32 8.0 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.14 6.1 Penduduk Menurut Jenis Kegiatan. Jumlah penganggur pada Agustus 2011 mengalami penurunan sekitar 420 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2011.17 persen).34 7.73 13.40 persen).06 4.40 Agustus (5) 117.72 69.96 68. 6.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5.19 34. Penduduk yang Bekerja.53 Februari (4) 119.62 persen.56 32.28 109.31 persen). terutama disebabkan penurunan Sektor Pertanian. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54.01 18.4 juta orang turun sekitar 2. 2010–2011 (juta orang) Jenis kegiatan (1) 1.83 67.12 7.1 juta orang (68.41 108. B.15 persen).46 21.

jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2011 mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6.21 111.59 6.70 107. dan Air D.40 5.21 persen dan 9. Konstruksi 4.28 109.84 5. Perdagangan.64 1.65 1.08 6. Berdasarkan identifikasi ini. Listrik. Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan.41 108. Pergudangan. Transportasi.62 5. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .42 persen) dan Sektor Transportasi.2 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) Lapangan Pekerjaan Utama Februari (2) 42. Jasa Kemasyarakatan.74 2. dan Komunikasi 5.82 13. 2. Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8.24 23. Perdagangan 7.96 persen). Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2011.17 persen) bekerja pada kegiatan informal.56 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 C.17 persen).70 4. Gas. Tabel 6. Sektor Pertanian. sisanya termasuk pekerja informal. dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2.61 persen.33 13.67 3.42 persen). Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 1.06 2.02 16.96 17. Pertanian 2. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 1.49 23. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3. Jasa Kemasyarakatan ) 8. pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan. Lainnya * Jumlah *) 14.61 1.5 juta orang (37.48 39. Keuangan 1. Pergudangan dan Komunikasi.13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13.63 15.59 5.62 15.50 1. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama. maka pada Agustus 2011 sekitar 41.05 13.21 22.34 22. dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2011.49 2011 Februari Agustus (4) (5) 42. Industri 2010 Agustus (3) 41. kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi.58 5.2 juta orang (62.40 1.54 Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan.83 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 68.83 (1) 1. masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 5.1 juta orang (7. Jika dibandingkan dengan Agustus 2010 hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja.82 5.

59 3.66 3.70 persen). Berusaha dibantu buruh tidak tetap 21.16 5.26 3. Pada Agustus 2011.31 19.64 19. status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan sebesar 37.68 21.7 juta orang (17.72 30. Pekerja bebas di pertanian 6.3 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama 2010–2011 (juta orang) 2010 2011 Status Pekerjaan Utama Februari Agustus Februari Agustus (2) (3) (4) (5) 1.4 juta orang atau sekitar 1. diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 19. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .72 32.67 (1) 3.46 21. 2. komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu.93 persen).7 juta orang yang bekerja pada Agustus 2011.52 34.8 juta orang (34.21 111.39 persen). pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu porsinya relatif kecil yaitu hanya 1.77 19.41 108.03 21. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja 1. yaitu pekerja pada kelompok 35 jam keatas jumlahnya mencapai 75.92 21.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 2.7 juta orang). Sementara itu penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker).31 persen dari total penduduk yang bekerja (109. Berusaha dibantu buruh tetap 4. Pekerja keluarga/tak dibayar Jumlah E.44 persen).32 5.46 persen).28 109.41 2.99 107. Tabel 6.4 juta orang (17.02 3.51 37.58 5. 57 Dari 109.77 5. Berusaha sendiri 20.13 5. dan berusaha sendiri sejumlah 19.98 17.68 18. Secara umum. Buruh/Karyawan 7.1 juta orang (68. Sedangkan status pekerjaan utama yang terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebesar 3.28 5.82 5.7 juta orang (3.48 6.15 19. Pekerja bebas di nonpertanian 5.

6 juta orang (5.89 25–34 14.70 16.18 21.11 9. Universitas Jumlah 2.51 20.63 15.21 111.73 8.41 108.63 12.2 juta orang (2.89 3.34 8.30 20.23 persen.02 4. Tabel 6.94 77.00 15.81 4.32 3.25 107. Sekolah Menengah Pertama 3.4 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Perminggu 2010–2011 (juta orang) Jumlah Jam Kerja Perminggu 2011 (1) 1–7 Agustus (3) 1.92 8.67 ) *) 2010 Februari (2) 1. jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan. Keadaan setahun terakhir (Agustus 2010–Agustus 2011).09 75.15 persen). sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil.27 34.65 111.20 Februari (4) 1.60 74. Diploma I/II/III 6.80 33.59 4.89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5. Penyerapan tenaga kerja dalam enam bulan terakhir (Februari 2011–Agustus 2011) masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah.79 5.40 persen).54 15.31 54.44 8–14 4.17 5. Pekerja dengan pendidikan Diploma hanya sekitar 3.86 3.2 juta orang (49.35 17.06 1–34 32.88 2.22 20.20 15–24 11. Sekolah Menengah Atas 4.12 54.58 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.19 34. Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan 1.97 12.67 Pada Agustus 2011.94 5. 2010 Februari Agustus (2) (3) 55.40 15. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .28 109. pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 54.28 109.63 15.5 Penduduk Usia 15 Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (juta orang) Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan (1) 1.54 5.08 Jumlah 107.41 108. kecuali untuk jenjang pendidikan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Kejuruan turun sebesar 0.48 12.59 35+ * 74.48 Termasuk sementara tidak bekerja F. Sekolah Menengah Kejuruan 5.61 persen dan 0.37 Agustus (5) 1.21 2011 Februari Agustus (4) (5) 55. SD ke bawah 2.

83 8. yaitu masing-masing sebesar 10.90 12. Sekolah Menengah Atas 11.14 6.71 3.02 7.71 12. TPT pada hampir semua tingkat pendidikan cenderung turun.81 11.80 6. Sekolah Menengah Pertama 7.24 11. Tabel 6.32 persen dan 2. penurunan terbesar untuk persentase tingkat pengangguran terjadi di Provinsi Riau dengan tingkat penurunan sebesar 1.85 persen sedangkan yang mengalami peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau dengan peningkatan sebesar 0.56 persen turun dari TPT Februari 2011 sebesar 6.KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 59 G.17 10.00 10.16 6. 2. Secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung menurun.37 persen. dimana TPT Agustus 2011 sebesar 6. Diploma I/II/III 15.41 7.90 11.43 persen. TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan masih tetap menempati posisi tertinggi.55 7. 2. kecuali TPT untuk tingkat pendidikan SD ke bawah naik 0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .56 persen dari total angkatan kerja.14 persen. Pada Agustus 2011.78 11. TPT tertinggi terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta masing-masing sebesar 13.59 7. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan 1.92 9.66 4.37 3.43 5. SD ke bawah 2.43 persen. Universitas 14. Dibanding Februari 2011.81 3. Sekolah Menengah Pertama naik 0.6 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010–2011 (persen) 2010 2011 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Februari Agustus Februari Agustus (1) (2) (3) (4) (5) 3. Sekolah Menengah Kejuruan 13.54 persen.06 persen dan 10.80 persen sedangkan TPT terendah terjadi di Provinsi Bali dan Provinsi Bengkulu masing-masing sebesar 2. Jumlah pengangguran pada Agustus 2011 mencapai 7.19 persen.7 juta orang atau 6.87 10.56 1. 3.56 Jumlah H.80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7.45 7. Pada Agustus 2011. Jika dibandingkan keadaan Februari 2011.95 8.76 persen.37 3.66 persen dan 10. dan Sekolah Menengah Kejuruan yang juga mengalami kenaikan sebesar 0. Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 1.

43 460.3 8.61 55.83 555.55 57.8 11.18 821.69 101.9 7.9 9.0 6.6 5.2 4.38 Maluku Utara 26.99 86.41 21.34 59.6 9.1 8.2 4.7 10.5 5.19 93.9 6.68 30.1 6.2 2.5 6.93 D.37 Lampung 220.43 Sumatera Utara 491.72 51.6 4.27 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (6) (7) 148.04 66.25 22. Yogyakarta 107.32 119.66 28.7 Jumlah Pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Menurut Provinsi 2010–2011 Provinsi (1) Aceh 2010 Agustus Jumlah TPT (ribuan) (persen) (2) (3) 162.3 5.2 4.56 17.9 7.34 32.50 680.4 10.2 4.2 3.94 8 319.8 4.69 236.02 243.4 2.25 15.18 402.5 4.68 697.80 Jambi 83.57 201.62 25.9 5.14 8 117.8 7.35 110.45 Riau 207.06 1 046.16 Jawa Tengah Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tengggara Timur 68.5 7.7 5.5 5.37 Sumatera Barat 152.17 136.1 6.8 5.7 5.2 8.5 3.70 15.7 2.61 Bengkulu 39.80 7 700.25 103.6 2.03 26.1 5.8 3.2 7.4 5.61 98.6 5.6 4.1 13.5 3.5 4.6 6.3 7.33 71.59 30.32 Kepulauan Riau 57.9 4.6 10.6 3.28 33.61 19.39 58.06 Maluku 64.8 9.5 2.55 Kalimantan Selatan 96.8 7.82 Sulawesi Tenggara 48.7 4.2 5.I.8 4.60 KETENAGAKERJAAN AGUSTUS 2011 Tabel 6.5 5.14 41.2 4.77 34.01 299.6 5.8 10.1 6.23 166.78 DKI Jakarta 582.69 107.4 8.5 8.9 6.7 3.67 58.10 174.62 100.37 243.7 9.97 Jawa Timur 828.8 6.8 5.1 3.4 10.5 7.6 3.6 2.26 Sulawesi Tengah 56.6 3.97 53.55 Papua 53.95 162.62 Gorontalo 23.29 116.72 60.0 8.8 3.21 173.9 2.6 7.86 52.6 13.25 845.4 6.72 185.8 7.21 1 042.6 6. Bangka Belitung Banten 726.61 46.1 5.2 9.47 74.33 1 982.3 3.1 4.06 65.9 3.65 228.37 2011 Februari Jumlah TPT (ribuan) (persen) (4) (5) 171.84 1 901.7 5.07 217.14 142.1 5.4 13.63 19.83 Sumatera Selatan Kep.05 542.9 6.07 1 002.8 7.90 58.85 60.0 8.5 3.62 112.16 21.0 6.94 Papua Barat 26.8 5.88 Kalimantan Tengah 44.3 3.4 9.3 4.27 52.0 2.56 Kalimantan Barat Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Selatan Sulawesi Barat Indonesia EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .84 99.80 Jawa Barat 1 951.24 213.

UPAH BURUH FEBRUARI 2012 61 VII.542.854. Upah Buruh Bangunan Pada Februari 2012.582 menjadi Rp28.32 persen dibanding upah buruh tani 2012 sebesar Rp39.854 naik 0. Rata-rata upah nominal harian buruh bangunan pada periode Februari 2012 sebesar Rp63.939 naik 0. UPAH BURUH FEBRUARI 2012 1. yaitu dari Rp28.1 Rata-Rata Upah Nominal Harian Buruh Tani dan Buruh Bangunan Februari 2010–Februari 2012 .939. rata-rata upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) naik sebesar 0. Upah Buruh Bangunan 2. dibanding upah nominal Januari 2012 yaitu dari Rp63. yaitu dari Rp39. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 Februari Desember Upah Buruh Tani Januari `12 Okt ober November September JuLi Agustus Mei Juni April Maret Februari Desember Januari `11 Okt ober November september Juli Agustus Mei Juni April Maret 65000 60000 55000 50000 45000 40000 35000 30000 Februari `10 Rupiah Grafik 7.32 bulan persen sebelumnya.35 persen.715 menjadi Rp63. Upah Harian Buruh Tani Secara nasional.14 persen.675 menjadi Rp48.823.35 persen sedangkan secara riil naik sebesar 0. yaitu dari Rp48. rata-rata upah nominal harian buruh tani pada periode Februari 2012 Rata-rata upah nominal harian naik buruh tani pada periode Februari sebesar 0.30 persen. Sedangkan secara riil turun sebesar 0.727 menjadi Rp39.

62

UPAH BURUH FEBRUARI 2012

Tabel 7.1
Rata-Rata Upah Harian Buruh Tani, Upah Harian Buruh Bangunan (rupiah)
Februari 2010Februari 2012
Upah Buruh Tani
(harian)

Bulan

Nominal
(1)

Riil

Upah Buruh Bangunan
(harian)
1)

Nominal

Riil

2)

(2)

(3)

(4)

(5)

Februari 2010

37 637

29 987

56 864

48 043

Maret

37 721

30 023

56 998

48 226

April

37 844

30 138

57 217

48 338

Mei

37 897

30 153

57 285

48 257

Juni

37 946

29 980

57 504

47 976

Juli

38 069

29 507

58 228

47 829

Agustus

38 198

29 356

58 276

47 506

September

38 301

29 315

58 475

47 460

Oktober

38 382

29 354

59 898

48 583

November

38 494

29 209

60 190

48 528

Desember

38 577

28 934

60 214

48 106

Januari 2011

38 648

28 705

60 340

47 779

Februari

38 769

28 755

60 758

48 045

Maret

38 852

28 832

61 069

48 448

April

38 976

29 098

61 190

48 695

Mei

39 082

29 175

61 409

48 811

Juni

39 144

29 104

61 476

48 598

Juli

39 215

28 975

61 583

48 358

Agustus

39 287

28 816

61 948

48 193

September

39 345

28 774

62 064

48 153

Oktober

39 412

28 787

62 210

48 322

November

39 503

28 736

62 263

48 199

Desember

39 599

28 701

63 157

48 616

Januari 2012

39 727

28 582

63 715

48 675

Februari

39 854

28 542

63 939

48 823

Catatan:

1)

Upah riil = upah nominal/indeks konsumsi rumah tangga perdesaan (2007=100)

2)

Upah riil = upah nominal/IHK umum perkotaan (2007=100)

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

63

VIII. NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN
FEBRUARI 2012
A. NILAI TUKAR PETANI (NTP)
1.

Nilai Tukar Petani (NTP) pada Februari 2012
tercatat

105,10

atau

turun

0,60

persen

dibanding NTP Januari 2012 sebesar 105,73.
Penurunan NTP bulan ini disebabkan turunnya
NTP di lima subsektor yaitu Tanaman Pangan,
Hortikultura,

Tanaman

Perkebunan

Nilai Tukar Petani pada
Februari 2012 turun
0,60 persen

Rakyat,

Peternakan dan Perikanan yang masing-masing
turun sebesar 1,02 persen, 0,23 persen, 0,16
persen, 0,09 persen, dan 0,39 persen.
Grafik 8.1
Nilai Tukar Petani (NTP), Februari 2011–Februari 2012

NTP
106,50
105,75

106,00
105,17

105,50
105,00

104,50

104,79

105,11

105,64
105,51

105,10

104,87

104,50

105,73

104,00
103,50
103,00

103,32

103,91

103,33

102,50
102,00
101,50
101,00
100,50

NTP

2.

Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2012 turun 0,18 persen bila
dibanding It Januari 2012, yaitu dari 143,57 menjadi 143,31. Penurunan indeks
tersebut disebabkan turunnya It di dua subsektor, yaitu Tanaman Pangan (0,54
persen) dan Perikanan (0,03), sebaliknya tiga subsektor lainnya mengalami
kenaikan yaitu Hortikultura (0,20 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15
persen), dan Peternakan (0,28 persen).
MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

64

3.

NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012

Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2012 naik 0,43 persen
dibanding Ib Januari 2012. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya kelompok
Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,46 persen dan kelompok Biaya Produksi dan
Penambahan Barang Modal pertanian sebesar 0,33 persen.
Grafik 8.2
Indeks Harga yang Diterima Petani (It), Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib),
Februari 2011–Februari 2012
146,00
144,00
142,00
140,00
138,00
136,00
134,00
132,00

130,00
128,00
126,00
124,00
122,00

It

4.

Ib

NTP Tanaman Pangan (NTPP) pada Februari 2012 turun sebesar 1,02 persen
dibanding NTPP Januari 2012. Penurunan NTPP disebabkan turunnya It Tanaman
Pangan (0,54 persen), sebaliknya Ib Tanaman Pangan naik (0,48 persen). NTP
Hortikultura (NTPH) turun 0,23 persen disebabkan kenaikan It Hortikultura (0,20
persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib Hortikultura (0,43 persen). NTP
Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) turun 0,16 persen disebabkan naiknya It
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,15 persen) lebih kecil dibandingkan naiknya Ib
Tanaman Perkebunan Rakyat (0,31 persen). NTP Subsektor Peternakan (NTPT)
turun 0,09 persen disebabkan naiknya It peternakan (0,28 persen) lebih kecil
dibandingkan naiknya Ib Peternakan (0,37 persen). NTP Subsektor Perikanan
(NTN) turun 0,39 persen disebabkan turunnya It Perikanan (0,03 persen),
sebaliknya Ib Perikanan naik (0,37 persen).

EDISI 22

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

40 persen.09 -0.13 0. Inflasi Perdesaan 1. terjadinya inflasi perdesaan pada Februari 2012 dikarenakan adanya kenaikan indeks harga di tujuh kelompok pengeluaran. Laju inflasi perdesaan tahun kalender 2012 (Februari 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 1. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Bali sebesar 0.74 0.46 0. 4.40 0. Pada Februari 2012 terjadi inflasi perdesaan sebesar 0. serta Transportasi dan Komunikasi 0.12 persen.79 0.05 0.74 0.85 0.46 persen terutama dipicu oleh naiknya komoditas beras.40 0.40 1. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .81 persen dan inflasi terendah terjadi di Provinsi Sumatera Selatan sebesar 0. Februari 2010–Februari 2012 2. Inflasi perdesaan Februari 2012 sebesar 0.08 persen.60 1. Grafik 8.37 0.98 0.41 0.18 0.80 2. Perumahan 0. Rekreasi. Pendidikan.08 0.53 persen. 3.50 persen.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 65 B.20 persen dan year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3.46 persen dengan Pada Februari 2012 terjadi indeks umum konsumsi rumah tangga inflasi perdesaan sebesar 139. Kesehatan 0.63 0.17 1.41 0. yaitu Bahan Makanan 0.42 persen.40 0.71 0.29 0.02 persen.56 persen.14 0.03 persen.93 2.80 0.63. 0.60 Menurut jenis pengeluaran rumah tangga.49 persen. sedangkan deflasi terkecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0.3 Inflasi Perdesaan. dan Olah Raga 0. Pada bulan ini terjadi inflasi di 30 0.20 0. Deflasi terbesar terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0.59 -0. Makanan Jadi 0. Sandang 0.13 -0.46 persen provinsi dan 2 provinsi mengalami deflasi.29 persen.00 persen 1.00 -0.01 -0.

62 136.29 0.57 135.Indeks BPPBM 2.66 138.63 -0.31 147.99 105.26 127.64 134.Indeks BPPBM Gabungan/nasional a.80 104.Ternak kecil .Budidaya c.42 134. Indeksharga yang dibayar petani (Ib) .03 -0.54 146.15 138.34 0.64 143.44 143.54 122.48 .46 0.66 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8.89 131.54 -0.09 0. Tanaman perkebunan rakyat a. Indeks harga yang diterima petani (It) .07 122.35 125.39 -0.63 127.46 150. Nilai tukar petani (NTN) b.Indeks BPPBM EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .69 0.10 143.64 106.27 142.95 138.16 0.76 145.67 0.17 140.31 0.95 151.06 -0.73 143.Indeks konsumsi rumah tangga .45 138.36 -0.18 0.46 126.10 105.83 117.48 108.Indeks konsumsi rumahtangga 139.47 -1.Indeks konsumsi rumah tangga .61 143.11 0.87 137.69 144. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) 105.14 138.38 125.31 136.Indeks konsumsi rumah tangga . Indeks harga yang diterima petani (It) .26 0.Tanaman perkebunan rakyat c. Nilai tukar petani (NTPP) b.27 130.38 105.06 0.48 0.05 122.81 150. Nilai tukar petani (NTPR) b.78 139.Indeks BPPBM 3.42 143.37 0.78 138.19 138. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .35 101.36 139.74 124.15 0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .02 -0. Indeks harga yang diterima petani (It) c.20 0.18 0.01 125.62 140.49 0.49 131.46 0.21 140.98 108.90 -0.60 132. Peternakan a.Indeks konsumsi rumah tangga .09 0.11 134.50 118.Penangkapan 130.53 138.20 134.Indeks konsumsi rumah tangga .42 139.43 0.51 150.23 0. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .1 Nilai Tukar Petani Menurut Subsektor serta Perubahannya Januari 2011–Februari 2012 (2007=100) Bulan Subsektor Desember Januari Persentase Perubahan (1) (2) (3) (4) 1. Nilai tukar petani (NTPH) b.Indeks BPPBM 4.30 .Palawija c.74 142.42 145.Ternak besar . Indeks harga yang diterima petani (It) .43 0. Indeks harga yang diterima petani (It) .Unggas .15 0.37 0.Sayur-sayuran .48 137.Buah-buahan c. Indeks harga yang dibayar petani (Ib) .94 138.60 -0. Hortikultura a.72 122.33 .78 143. Nilai tukar petani (NTP) b.37 0.Indeks BPPBM 5. Perikanan a.35 136.86 145. Indeks harga yang diterima petani (It) .43 146.34 -0.55 138.27 126.Hasil ternak c.96 142.29 106.47 -0.14 105.07 147.14 137.55 133. Tanaman pangan a.28 0.21 101.48 0.Padi . Nilai tukar petani (NTPT) b.34 -0.

80 0.37 0.38 -0.59 0.13 November 0.49 0.27 0.44 0.74 Februari 0.07 0.12 0.24 0.51 0.23 0.27 0.25 0.04 0.05 0.64 0.40 0.39 0.37 0.02 0.79 Desember 1.23 0.08 0.10 0.45 0.38 0.34 0.93 0.74 September 0.18 0.10 0.35 0.12 0.36 0.21 0.45 0.06 0.37 0.20 0.56 0. Rekreasi.43 0.50 0.21 0.63 0.26 0.11 0.18 Mei 0.26 0.14 0.16 1.29 0.24 0.97 0.53 0.42 0.41 Oktober -0.15 0.19 0.25 0.36 0.30 0.29 0.39 0.37 Januari 2012 0.02 0.37 0.01 Juni 0.12 0.30 0.43 0.85 September 0.63 Agustus 1.34 0.19 0.17 Januari 2011 1.57 0.03 0.43 0.18 0.46 0.51 0.41 0.53 0.28 0.16 0.15 0.35 0.44 0.19 0.40 Juli 0.47 0.08 0.12 0.NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 67 Tabel 8.40 0.07 0.98 Februari -0.14 Maret -0.20 0.44 0.29 0.08 0.11 -0.25 0.42 0. dan OR Transportasi dan Komunikasi Umum (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) April 2010 0.15 0.55 0.2 Inflasi Perdesaan Menurut Kelompok Pengeluaran April 2010–Februari 2012 Bulan Bahan Makanan PerumahMakanan Jadi an Sandang Kesehatan Pendidikan.14 0.25 0.22 0.40 0.90 0.78 0.52 0.05 0.24 0.15 0.31 0.16 0.22 0.65 0.71 Juli 3.95 0.36 0.44 0.38 0.15 0.57 0.29 Oktober 0.97 0.15 0.27 0.59 Mei -0.45 1.20 0.38 0.46 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .91 0.55 0.11 -0.29 0.28 0.09 -0.20 0.50 0.57 0.09 0.37 0.04 0.13 0.41 0.34 0.05 0.81 0.38 0.25 0.35 0.08 November 1.12 1.32 0.63 0.15 0.50 0.41 Desember 0.50 0.52 0.00 0.09 0.53 0.93 Agustus 1.44 0.06 0.05 April -1.10 0.37 0.16 0.03 -0.23 0.27 0.54 0.22 0.09 Juni 1.

43 0.56 1.68 0.29 0.50 1.02 5.53 1.88 127.17 4. Kesehatan 122.84 137. Sandang 129.46 1.40 0.93 3.49 1.05 0.86 114.06 5.33 Tahun Kalender2) Yearonyear3) 1) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan sebelumnya Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Desember 2011 3) Persentase perubahan IKRT Februari 2012 terhadap IKRT bulan Februari 2011 2) EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Bahan makanan 142.78 0.07 139.89 135.87 2.20 3.83 137.01 114.46 2.3 Laju Inflasi Perdesaan Februari 2012.20 3.63 0.23 134. Tahun Kalender/Year-on-year 2012 Menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100) Indeks Konsumsi RumahTangga (IKRT) Laju Inflasi 2012 KelompokPengeluaran Februari 2011 Desember 2011 Februari 2012 Inflasi Februari 20121) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 134. dan Olah Raga 120.60 135. Makanan jadi 131.36 0.53 7. Rekreasi.56 144.36 125. Pendidikan.68 NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN INFLASI PERDESAAN FEBRUARI 2012 Tabel 8.42 0.97 139.31 1.72 0.55 146. Perumahan 133.62 122.08 0.79 4.66 0. Transportasi dan komunikasi 112.83 5.84 6.99 123.30 140.56 2.

Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).610. Harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.156. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur).42 persen) naik 5.00 per kg dan Rp2. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . harga penggilingan masing-masing Rp4. rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani dan Pada Februarii 2012.67 persen) dan Rp4. Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur). Harga gabah tertinggi dan terendah di penggilingan masing-masing Rp6.1 Rata-Rata Harga Gabah di Petani Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 Rp/kg 4 000 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar Apr GKG Mei Jun GKP Jul Agt Sep Okt Kualitas Rendah Nov Des Jan'12 Feb HPP-GKP 2.232. Harga Gabah 1.050.31 gabah kualitas GKP di petani per sebesar Rp4. Grafik 9. Harga gabah tertinggi dan terendah di petani masing-masing Rp6. 3. harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem. Sementara itu.156. HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 A.HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 69 IX. Sedangkan harga gabah terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Inpari di Kecamatan Kedungadem.31 per kg. Pada Februari 2012. Kabupaten Majalengka (Jawa Barat).550.00 per kg dan Rp2.68 per kg (turun 5. kg (turun 5.67 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya. Harga gabah tertinggi juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terjadi di Kecamatan Kertajati.000.00 per kg.00 per kg.

77 13.32 8.2 Rata-Rata Harga Gabah di Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Februari 2011–Februari 2012 5 000 4 800 4 600 4 400 4 200 4 000 Rp/kg 4. rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani dan penggilingan masing-masing Rp4.79 3 632.15 3.40 25.622.80 4 667.70 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 Tabel 9.87 2 542.66 Juni 18.12 2.67 4 406.85 -5.65 persen) dibandingkan harga bulan sebelumnya.85 -2.49 2.09 2.90 3 480.45 2 794.10 3 229.45 4.54 3 048.48 26.85 3 945. 3 800 3 600 3 400 3 200 3 000 2 800 2 600 2 400 2 200 Feb'11 Mar GKG EDISI 22 Apr Mei GKP DATA Jun Jul Agt Sep Kualitas Rendah SOSIAL Okt Nov HPP-GKG EKONOMI Des Jan'12 Feb HPP-GKP MARET 2012 .67 12.87 3 178.03 24.24 per kg (turun 6.84 -2.10 4 398.83 Sep 18.69 3 967.81 3 804.45 Agt 18.85 per kg (turun 2.70 persen) dan Rp3.16 per kg (turun 2.66 24.64 5.08 3 887.32 7.25 Feb 18.71 -12.02 3 772.86 12.90 2 619.24 4 548.54 3 997.92 5.63 3 296.99 Apr 18.70 Pada Februari 2012.28 persen) dan Rp4.13 25.02 26.19 24.17 4.43 12.549.15 12.28 26.29 3.55 3 565.56 0.11 persen) dibandingkan harga gabah kualitas yang sama bulan sebelumnya.38 12.02 Mar 19.63 1.37 Des 18.72 -10.1 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Petani serta Perubahannya Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) GKG Rata-rata Harga (Rp/Kg) (3) Perubahan (%) (4) Rendah Kadar Air (%) (5) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (6) Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-rata Harga (Rp/Kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19.40 5.94 3 507.28 12.80 3 684.96 4.53 -0.68 Mei 18.14 3 838.97 2 896.19 2 923.79 12.73 4.31 1.54 12.97 -18.29 3 449.50 3 218.94 Juli 18.65 6.82 0.26 -3.81 3 549.77 Nov 18.19 3.755.72 25.71 2.24 4 281.71 4 156.74 4 776.37 3 581.01 2012 Jan 17.42 -4.51 12.24 -6.37 23.33 24.70 3 937.27 4 085.59 7.36 3 416.41 24.67 Okt 18.26 12. Grafik 9.43 1.31 -5.26 11.86 3 970.91 3 707.23 3 753.50 4 182.64 25.667.43 0.52 per kg (turun 6. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani dan penggilingan masing-masing Rp3.08 6.27 3.79 -0.19 12.01 10.

475.80 2012 Jan 17.64 Juni 18.66 26.43 26.82 12.23 3 824.74 4. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .35 Feb 18.22 Apr 18. tidak terjadi kasus harga di bawah HPP pada gabah kualitas GKP dan GKG baik di petani maupun penggilingan.90 3 552.81 3. dan kualitas rendah Rp3.63 3 361.87 2 607.13 0.54 3 105.02 3 838.42 12.20 12.37 3 655. Februari 2011–Februari 2012 GKP Tahun/ Bulan Kadar Air (%) (2) (1) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (3) GKG Perubahan (%) (4) Kadar Air (%) (5) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (6) Rendah Perubahan (%) (7) Kadar Air (%) (8) Rata-Rata Harga (Rp/kg) (9) Perubahan (%) (10) 2011 Feb 19.50 25. 71 Selama Februari 2011–Februari 2012.81 3 299.12 Okt 18.18 0.880.84 -10.32 per kg.90 -17.048.86 4 044.87 3 241.24 4 354.67 4 475.581.38 11.90 2 691.69 4 029.97 2 968.16 Nov 18.08 3 972.53 2.57 24.64 2.19 per kg.74 Mar 19.19 2 981.47 25.45 Juli 18. dan kualitas GKG 80 observasi (8. Tabel 9.50 4 253.20 6.84 4. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi masih didominasi gabah kualitas GKP 639 observasi (65.99 6.79 3 703.542.20 12.30 8.52 -6.28 -1.29 3 519.61 1.06 25.85 4 007.91 3 771.87 5. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.24 persen).10 4 463.95 persen).80 3 754.32 4.36 3 480.92 7.85 10.94 3 593. kualitas GKG Rp4.50 24.17 12.45 2 863.75 -5.68 -5.19 24.49 3.97 per kg. rata-rata harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.90 per kg. pada gabah kualitas rendah terjadi di Februari 2011 senilai Rp2.76 3.14 3 930.52 24.02 12.776.81 persen).804.32 per kg.105.27 0.72 per kg dan Rp3. kualitas rendah 252 observasi (25.81 3 622.26 per kg.2 Rata-Rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas dan Kadar Air di Penggilingan serta Perubahannya.11 26.17 -1.70 3 999.50 12.87 per kg.54 4 067.12 3. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.55 3 631.93 per kg. 6.49 per kg.74 4 857.49 -5.15 24.65 Sep 18.40 Mei 18.27 4 150.97 Des 18.80 4 755.HARGA PANGAN FEBRUAR I 2012 5.77 5.24 4 619.857.65 7.59 12.79 12.36 23.39 3.92 per kg.35 12.406.33 12.90 3. Dari keseluruhan observasi.68 Agt 18.02 -0. Sementara itu.655. Rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG terendah terjadi di Maret 2011 dan Mei 2011 masing-masing senilai Rp3.50 3 279.89 2. rata-rata harga pada keseluruhan kelompok kualitas gabah tertinggi di tingkat petani terjadi pada Januari 2012 masing-masing kualitas GKP senilai Rp4.93 -3.58 2.16 -2.51 -12.607.81 3 880.99 5.71 4 232.84 per kg dan Rp3. Pada periode yang sama.46 0.76 13.05 25. kualitas GKG Rp4.32 7. Sementara itu. dan kualitas rendah Rp3.

37 persen. rata-rata harga beras Februari 2012 naik 0. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . persen. konsumen.77 persen dibanding Rata-rata harga beras Januari bulan Februari 2012 2012. Manokwari (masing-masing 13 persen) dan Surakarta (12 persen) 4. minyak goreng. lebih sebesar Rp10. Artinya pemilik beras (pedagang. Harga ikan kembung turun 1. Kenaikan tertinggi terjadi di Kendari (12 persen) dan Bima. Sorong.56 .81 persen.64 persen bila dibanding Februari 2011.57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 16. Pangkal Pinang. Secara nasional.77 persen on-year periode yang sama sebesar 3. Harga Eceran Beberapa Bahan Pokok 1. Makassar (masing-masing 11 persen) dan Palu. petani.33 persen bila dibanding Februari 2011. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi (51 persen) dan Bengkulu (49 persen). Kenaikan tertinggi terjadi di Mataram..89 persen dibanding Januari 2012 atau naik 10. 3. Harga telur ayam ras naik 1. tepung terigu dan minyak tanah perubahannya relatif rendah. Mamuju (masing-masing 10 persen).57 persen dibanding Januari 2012 atau naik 6.31 persen dibanding Januari 2012 atau turun 61. Harga daging ayam ras turun 1. Komoditas lain seperti daging sapi. harga beras naik 15.27 persen dibanding Januari 2012 atau turun 45.520. Penurunan tertinggi terjadi di Watampone (35 persen) dan Palembang (34 persen).per tinggi dibandingkan dengan inflasi year- kg. BULOG. susu kental manis.88 persen bila dibanding Februari 2011. Penurunan tertinggi terjadi di Palangkaraya (25 persen) dan Sampit (23 persen).72 HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 B. Mamuju (masing-masing 6 persen). Harga cabai merah turun 30. 2. gula pasir. Harga cabai rawit turun 6. naik 0.80 persen bila dibanding Februari 2011. Penurunan tertinggi terjadi di Bengkulu.48 persen bila dibanding Februari 2011. Dibandingkan Februari 2011. dan industri berbahan baku beras) masih menikmati kenaikan nilai riil 11.

99 -1.31 -30.37 10.05 -6.3 Harga Eceran Beberapa Komoditas Bahan Pokok Februari 2011–Februari 2012 (rupiah) (1) Februari’11 (2) 9 118 Susu Telur Daging Daging Kental Minyak Gula Tepung Cabai Cabai Ikan Minyak Ayam Ayam Sapi Manis Goreng Pasir Terigu Rawit Merah Kembung Tanah Ras Ras (kg) (kg) (385 (liter) (kg) (kg) (kg) (kg) (kg) (liter) (kg) gram) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 27 540 64 093 7 559 13 013 11 114 7 179 52 989 35 503 14 021 21 448 5 843 Maret’11 8 795 27 295 64 176 7 617 13 025 11 032 7 179 42 619 24 674 14 660 21 388 5 889 April’11 8 711 26 713 64 394 7 643 12 884 10 933 7 171 30 371 19 192 14 116 21 292 5 905 Mei’11 8 741 26 943 64 491 7 645 12 918 10 752 7 138 21 733 15 779 14 001 21 515 5 952 Juni’11 8 870 28 274 64 831 7 658 12 947 10 590 7 176 18 838 13 630 14 859 21 668 6 113 Juli’11 9 297 30 853 65 584 7 700 12 898 10 629 7 185 16 154 12 774 16 018 21 831 6 163 Agustus’11 9 504 31 396 67 939 7 741 12 932 10 701 7 155 15 377 14 294 15 667 22 549 6 237 September’11 9 644 29 534 68 082 7 765 12 989 10 732 7 362 16 502 17 146 14 895 22 732 6 236 Oktober’11 9 768 28 790 67 510 7 779 12 863 10 715 7 375 19 498 20 541 14 134 22 011 5 620 November’11 9 871 28 706 67 834 7 793 12 841 10 728 7 366 21 132 26 646 14 672 21 740 5 829 Desember’11 10 100 29 275 67 929 7 813 12 833 10 734 7 361 22 885 31 794 15 319 22 371 5 886 Januari’12 10 439 30 970 68 241 7 864 13 141 10 861 7 391 21 695 27 556 16 079 23 272 5 981 Februari’12 10 520 30 384 68 473 7 879 13 142 10 941 7 387 20 326 19 215 16 331 22 907 6 019 0.88 16.83 4.00 Bulan Beras (kg) Februari’12 thd Januari’12 Februari’12 thd Februari’11 (dalam persen) MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .63 15.57 0.77 -1.34 0.23 0.27 1.01 0.74 -0.80 3.18 0.57 -1.48 6.55 2.89 0.33 6.HARGA PANGAN FEBRUARI 2012 73 Tabel 9.90 -61.64 -45.

cat tembok. air minum dan komunikasi Feb Des Jan12 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Apr Mei Feb Mar Des Jan11 Okt Nov Sep Jul Agt Jun Mei Apr Mar 175 Feb 10 180 Bangunan lainnya 3. INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 1. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . jembatan & pelabuhan Bangunan dan instalasi listrik.35 persen naik sebesar 0.1). pipa pvc.3). Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada Kelompok Pekerjaan Umum untuk Pertanian sebesar 0.25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. aspal. Kenaikan IHPB Umum Nonmigas tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0.04 persen (Tabel 10. dan besi beton) mayoritas naik harganya. 2.10 persen dan terendah pada pipa PVC sebesar 0.65 persen dan terendah pada Sektor Petambangan dan Penggalian sebesar 0. Kenaikan tertinggi terjadi pada asbes gelombang sebesar 1.30 persen (Tabel 10. IHPB beberapa bahan bangunan/konstruksi (kayu lapis. Grafik 10. gas. semen.35 persen dibandingkan bulan sebelumnya. kaca lembaran. Pada Februari 2012.1 IHPB Konstruksi Menurut Jenis Bangunan Bulan Februari 2010–Februari 2012 215 210 205 200 195 190 185 Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian Pekerjaan umum untuk jalan.2). IHPB kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan/konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0.74 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 X. asbes gelombang.11 persen (Tabel 10. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas Pada Februari 2012 IHPB Umum Nonmigas naik sebesar 0.

53 -0.41 0.59 193.60 0. Tabel 10. Kenaikan IHPB tertinggi adalah pada Sektor Pertanian sebesar 1.4).31 151.2 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan/Konstruksi.48 0. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.18 Umum nonmigas 187.27 Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian 214. dan komunikasi 192.93 259.INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 4.99 0.69 0.20 Bangunan dan instalasi listrik.1 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Nonmigas. (2005=100) Jenis Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal 197. Ekspor nonmigas 151. dan pelabuhan 212. Pertanian 257. Pertambangan dan penggalian 228.22 Konstruksi Indonesia 203. air minum. 75 Pada Januari 2012 IHPB Umum naik sebesar 0. (2005=100) Sektor/Kelompok Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) 1.10 5.74 persen dibandingkan IHPB Umum bulan sebelumnya.24 228.11 3.11 187.03 204. Indonesia Menurut Jenis Bangunan Januari 2012–Februari 2012. Industri 184.26 212.28 Bangunan lainnya 204.35 Tabel 10.77 0.25 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . gas.50 0.00 0.87 215.70 168. jembatan.58 0.65 2.50 persen (Tabel 10.48 198. Impor nonmigas 168.30 Pekerjaan umum untuk jalan.40 persen sedangkan yang terendah adalah Kelompok Barang Ekspor sebesar 0.48 203.52 0.64 185.12 0.42 4.

93 0. Industri 183.21 0.97 0.43 1.13 Pipa PVC 179.55 0.99 182.34 0. Pertambangan dan penggalian 226. (2005=100) Sektor/Kelompok Desember 2011 Januari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Januari terhadap Desember (%) (4) 1.37 257.10 Besi beton 180.46 0.86 EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .93 1.76 INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR (IHPB) FEBRUARI 2012 Tabel 10.80 Umum tanpa ekspor migas 187.77 201.55 5. Indonesia Januari 2012–Februari 2012.78 Umum tanpa impor dan ekspor migas 188.64 0.31 188.69 0.89 0.50 Umum 187. Pertanian 254.4 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar.25 0.40 Asbes gelombang 176.32 0.66 228.19 0.48 Tabel 10. Impor 181.78 197.69 158.49 0.04 308. (2005=100) Jenis Bahan Bangunan Januari 2012 Februari 2012 (1) (2) (3) Perubahan Februari terhadap Januari (%) (4) Kayu lapis 157.65 4.69 181.63 184.65 183.40 159. Indonesia Desember 2011–Januari 2012.36 Aspal 308.54 -0.31 Semen 183.3 Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar Delapan Bahan Bangunan/Konstruksi.44 184.70 3.48 178.04 Kaca lembaran 182.77 Umum tanpa impor 188.42 189.99 0.78 190.40 2.53 188.24 0.82 Umum tanpa impor dan ekspor 199.74 Umum tanpa ekspor 195.38 179.29 Cat tembok 175.76 175.36 0. Ekspor 158.

32).14). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . PERKIRAAN ITB TRIWULAN I-2012 Selain pada triwulan berjalan.37) meningkat dibandingkan triwulan IV2011. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106. INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV2011 A.1.53). dan terendah terjadi pada Sektor JasaJasa. 2. dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi. INDEKS TENDENSI BISNIS (ITB) A.2. ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106. Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor. Perkiraan nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108. 1. 2. berarti kondisi bisnis diperkirakan akan Kondisi bisnis pada Triwulan I-2012 diprediksi membaik (ITB 108. A.92). kecuali Sektor Pertanian.51). Peningkatan tertinggi untuk pendapatan usaha terjadi pada Sektor Konstruksi. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107. dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106. Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108.37. Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Kehutanan.92.92) mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan berjalan. 3. Peternakan.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUM EN TRIWULAN IV-2011 77 XI. Kehutanan.27). penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105. berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Sektor Pertanian. juga diperkirakan indeks komposit persepsi pengusaha mengenai kondisi bisnis dan perekonomian secara umum pada triwulan mendatang. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111. dan terendah terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. dan Perikanan yang mengalami penurunan (nilai ITB sebesar 98. Peternakan. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi bisnis pada Triwulan pengusaha IV-2011 meningkat (ITB 106. ITB TRIWULAN IV-2011 1.86).

Peternakan.57 4.42 108.32 105.72 97.12 110. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.60 107.16 Grafik 11.22 104.80 7. dan Air Bersih 108.20 104.64 106.85 110.78 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11.09 109.83 3.33 98. dan Perikanan Pertambangan dan Penggalian 108.23 106.80 109. Industri Pengolahan 105.1 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2010–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Triwulan I-2012 Menurut Sektor ITB Triwulan IV-2010 Sektor (1) (3) ITB Triwulan II-2011 (4) ITB Triwulan III-2011 ITB Triwulan IV-2011 (6) (7) (5) Perkiraan ITB Triwulan I-2012 (8) 96.35 101. Nilai ITB = 100.75 107.25 112.45 107.19 107. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya.37 108.93 112. Listrik.58 104.92 105. dan Restoran 106.83 107.23 102.86 106.41 103.55 101. Hotel. IV-07 1. Konstruksi 108. Nilai ITB < 100.13 108.51 101.1 1) Indeks Tendensi Bisnis Triwulan IV-2007–Triwulan IV-2011 dan 2) Perkiraan Triwulan I-2012 120 115 112. dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa 110.85 106.36 110.27 2. Perdagangan.41 102.42 6. Perkiraan ITB triwulan I-2012.19 100 107.39 106.04 110.92 108.16 96.78 8. Kehutanan.58 106.43 110 108.00 111.31 106.70 105.75 104.57 103.08 106.55 Indeks Tendensi Bisnis 106.63 105.38 102. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 I-12 IV-11 III-11 II-11 I-11 IV-10 III-10 II-10 I-10 IV-09 III-09 II-09 I-09 IV-08 III-08 II-08 90 I-08 9.41 5. Pengangkutan dan Komunikasi 107.94 105. Nilai ITB > 100. Keuangan.72 111.32 106. ITB Triwulan I-2011 .29 104. Real Estat.05 110.94 105.63 105 106. c.37 102. dengan indikasi sebagai berikut: a.86 111.53 105.05 111.27 108. menunjukkan kondisi bisnis pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya. b.91 95 Triwulan Keterangan: 1) 2) ITB berkisar antara 0 sampai dengan 200.83 111.45 105.90 105.14 116. Gas. Pertanian.15 98.86 106.51 106.34 107.24 107.

Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga. ikan.44. artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya.82 Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (daging.50 108. INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) B.1. yaitu sebesar 105. ITK TRIWULAN IV-2011 1.44) dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian pada triwulan berjalan.67 110.71 103.39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. Indeks Tendensi Konsumen 79 (ITK) merupakan indeks komposit persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan IV-2011 meningkat konsumen (ITK 108. Tabel 11. dimana 13 provinsi diantaranya (39. dll.69 Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari 113. transportasi. pendidikan.48 111.34. kesehatan. perumahan. Nilai ITK nasional pada triwulan IV-2011 sebesar 108. Sebaliknya.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 B. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110.44 Indeks Tendensi Konsumen MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113.07). 2. Provinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah. buah-buahan.24). Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi). rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari. susu.24 108.2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2011 dan Triwulan IV-2011 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) ITK Trw III-2011 (2) ITK Trw IV-2011 (3) Pendapatan rumah tangga 110. rekreasi) 105. dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan.) dan bukan makanan (pakaian.

2.08.46).2 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2011 Tingkat Nasional dan Provinsi 105.44 115 113.07 120 105 100 90 B.00). 1. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Perkiraan nilai ITK nasional pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108.34 110 108. Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi) dan 16 provinsi diantaranya (48.08) situasi perekonomian pada triwulan mendatang.44). Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112. Aceh NTB Gorontalo Bengkulu Malut Jambi Kalsel Sultra Sumsel Sulteng Sulbar NTT Jateng Sumbar Lampung Sumut Jabar Babel Jatim Indonesia Riau Kaltim Banten Papua Kalteng Kepri Papua Barat Kalbar DI Yogyakarta Maluku Sulsel DKI Jakarta Bali Sulut 95 PERKIRAAN ITK TRIWULAN I-2012 Selain pada diperkirakan triwulan indeks berjalan. 1. artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104.48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional. komposit juga persepsi Kondisi ekonomi konsumen rumah tangga mengenai kondisi ekonomi Triwulan I-2012 diprediksi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap membaik (ITK 108.80 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Grafik 11.

46 115 100 90 Bengkulu NTT Jambi NTB Aceh Papua Barat Gorontalo Sultra Lampung Malut Banten Riau Sulbar Sumbar Kalsel Jatim Sumut Indonesia Kepri DI Yogyakarta Sumsel Maluku Jateng Kalteng Kalbar Papua Babel Bali Jabar Sulteng Sulut DKI Jakarta Kaltim Sulsel 95 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Menurut Variabel Pembentuknya Variabel Pembentuk (1) Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang ITK Trw I-2012 (2) 1) 109. radio. oven/microwave.00 120 105 108.50 Indeks Tendensi Konsumen 108. kompor/tabung gas. kulkas.3 Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi 112.INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 81 Tabel 11.34 Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV. HP. tape/compo.08 110 104. komputer. mebelair. AC. VCD/DVD player.08 Grafik 11. mesin cuci. kendaraan bermotor) 105. perhiasan berharga.

39 105. Provinsi (1) 1.33 107.22 107.22 100.64 107.24 108.26 105.07 107.78 107.57 108.39 111.46 109.24 107.96 108.61 108.15 108.02 105.24 103. 28.46 107.40 109.55 111. 3. Indonesia Keterangan: 1) 2) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200.37 110.05 107.00 105.89 109. 5.06 102.21 109. 8.46 106.78 112.44 108. Nilai ITK > 100.77 109.66 103.16 108. 17.69 104.15 108.40 110.79 102.33 107.92 107.11 105.09 108.56 107.10 105.12 100.47 114.15 103.48 107. 6.40 110.60 109.87 105. 24.17 100.53 107.22 102.48 104. 15.58 109.47 104. b.00 106.84 108.18 101.10 110.40 107.47 98.15 107.27 108. 22. c.24 106.96 107. Angka perkiraan ITK triwulan I-2012.44 110.90 106.75 111. 32.39 105.60 107.68 109.01 106.89 101. 10. 11. 20.72 106.46 100.69 100.57 107. 25.14 106.96 111. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .69 110.75 101.06 102.60 105.42 108.59 100.20 112.36 111.69 108.55 105.92 108. 29.04 106.96 107.44 107.75 107.31 105. 19.96 110.35 109.90 114.55 101.31 106. 23.48 104.21 99.40 106.42 106. 21.36 110.68 106. 4.23 110.12 110.32 109.02 108.70 112.63 109.35 104. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulan sebelumnya.07 107.66 108.58 107.62 110. 31.03 107.54 102. 13. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan) dibanding triwulan sebelumnya.72 108. menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya. 33.46 105.09 113.46 111.20 110.34 107.91 110. 27.30 106. Nilai ITK = 100.43 113. 2.07 106.17 106.77 97.70 101. 14.82 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN KONSUMEN TRIWULAN IV -2011 Tabel 11.58 101.36 109. 12. 18.42 106.07 104.31 106. 9.41 105.51 103.96 109.53 105.77 113. 7.10 102.60 109.01 111.86 111.58 107. 16.80 104.47 105.56 109.28 110.44 109.84 111.4 1) Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2011–Triwulan IV-2011 dan Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan I-2012 Tingkat Nasional dan Provinsi (2) Triwulan I-2011 (3) Triwulan II-2011 (4) Triwulan III-2011 (5) Triwulan IV-2011 (6) Triwulan I-2012 2) (7) Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta JawaTimur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua 101. 26. Nilai ITK < 100. 30.48 108.63 109.64 105.38 106. dengan indikasi sebagai berikut: a.12 108.08 No.26 105.26 104.98 109.33 110.23 112.95 109.06 108.89 99.44 106.70 100.

35 kuintal/hektar (0. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .70 persen).97 juta ton.34 30 20 10 0 Jawa Luar Jawa 2009 2010 Indonesia 2011 Keterangan: Produksi tahun 2011 adalah ASEM 2.24 juta ton. Penurunan produksi padi tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 1.40 29. Grafik 12. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 52.88 36.10 persen) turun 1.74 60 Juta Ton 50 40 34.09 31. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.47 65.37 34. 2009–2011 70 64.52 30. PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 A.74 juta ton Gabah Kering Produksi padi tahun 2011 Giling (GKG). Pada tahun 2011 puncak panen padi pertama terjadi pada bulan Maret dan kedua pada bulan Agustus.PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 83 XII.74 juta ton. Pola panen padi tahun 2011 relatif sama dengan pola panen tahun 2009 dan 2010 (Grafik 12.2). mengalami penurunan sebesar 65.13 ribu hektar (0.10 persen dibandingkan tahun 2010. PADI 1. Produksi padi tahun 2011 (ASEM) sebesar 65.73 juta ton (1. sebesar 0.1 Perkembangan Produksi Padi.40 66.39 persen) dan produktivitas sebesar 0.

50 2.Mei−Agustus 50.Januari−April 49.96 -0. 2009–2011 2 750 2 500 2 250 2 000 ribu ha 1 750 1 500 1 250 1 000 750 500 250 0 2009 (ha) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 513081 1534367 2409735 1509517 914689 1081301 1188294 1245348 918255 629610 470559 468820 2246741 955141 1239591 1238371 1039816 785400 569636 627198 1 124 917 1 046 819 1 168 474 939 364 731 575 497 396 552 635 2010 (ha) 509181 1252719 1830866 958790 2011 (ha) 941 549 1 806 009 1 983 709 1 435 541 973 328 Tabel 12.45 50.78 2 487 244 3 022 050 12 883 576 13 253 450 2 720 970 13 201 316 534 806 369 874 21.93 -0.44 48.80 -0.16 -0.83 -6. 2009−2011 Uraian 2009 2010 2011 (ASEM) (1) (2) (3) (4) Perkembangan 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (5) (6) (7) (8) 1.39 .55 -1.72 0.84 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Grafik 12.87 -301 080 -52 134 -9.61 50.45 22 463 966 22 152 985 12 429 363 14 992 617 21 083 726 14 028 406 -310 981 2 563 254 -1.56 49.53 -1.Januari−Desember Keterangan: kualitas produksi padi adalah gabah kering giling EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .62 -1 069 259 -964 211 -4.13 327 301 5.97 49.2 Pola Panen Padi.September−Desember .62 1 305 022 4.56 -0. dan Produksi Padi Menurut Subround.22 49.Januari−April 5 966 700 5 839 507 6 166 808 -127 193 -2.35 3. Produktivitas.09 .38 20.71 50.22 -728 448 -1.88 -0. Produktivitas (ku/ha) .1 Perkembangan Luas Panen.Mei−Agustus .15 51.56 -3.September−Desember . Produksi (ton) .Mei−Agustus 4 429 632 4 391 893 4 313 538 -37 739 -0.67 0.Januari−Desember 2.Januari−Desember 49.70 29 505 561 29 323 792 30 628 814 -181 769 -0.September−Desember .32 1.43 64 398 890 66 469 394 65 740 946 2 070 504 3.10 .77 1.36 0.99 49.85 -78 355 -1.95 -0.Januari−April .27 -0.60 .10 3. Luas Panen (ha) .

JAGUNG Produksi jagung tahun 2011 (ASEM) sebesar 17. menurun sebanyak 63.81 persen) dibandingkan tahun 2010. C.97 persen) dibandingkan tahun 2010.60 ribu ton (3.24 ribu hektar (6.29 kuintal/hektar (2.04 persen) dan sebesar 0.04 ribu ton dan di luar Jawa sebesar 220.35 ribu ton.56 ribu ton.63 juta ton. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . sedangkan produktivitas mengalami kenaikan sebesar 1.19 ribu ton (6. sedangkan di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 1.84 ribu ton biji kering. Penurunan produksi kedelai terjadi karena turunnya luas panen dan produktivitas masing-masing seluas 39.63 juta ton pipilan kering. Penurunan produksi kedelai Produksi kedelai tahun 2011 sebesar 843.84 ribu ton.14 kuintal/hektar (1.54 persen).90 ribu hektar (6. Penurunan produksi tersebut Produksi jagung tahun 2011 sebesar 17.PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 85 B.97 persen tahun 2011 tersebut terjadi di Jawa sebesar 64. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen seluas 270.91 persen).54 ribu ton. turun 6.81 persen terjadi di Jawa sebesar 478. KEDELAI Produksi kedelai tahun 2011 (ASEM) sebesar 843. menurun sebesar 698.02 persen). turun 3.

42 Ton 22 039 145 23 918 118 24 009 624 1 878 973 8.85 -0.86 PRODUKSI TANAMAN PANGAN ANGKA SEMENTARA (ASEM) 2011 Tabel 12.Produktivitas ku/ha .21 9.70 1. dan Produksi Palawija. Ubi Jalar .Luas Panen .10 4.70 -270 243 -6.81 0.85 0.92 -63 193 -6.Produksi (umbi basah) EDISI 22 Ton DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .56 12.49 12.63 -410 -0.29 2.17 -88 279 -11.93 Ha 1 175 666 1 183 047 1 182 637 7 381 0.59 0. Kacang Tanah .Luas Panen .33 141 196 6. Kacang Hijau .02 14.25 1.71 7.38 Ha 183 874 181 073 177 857 -2 801 -1.56 0.81 Ha 722 791 660 823 620 928 -61 968 -8.27 123.18 1.Produktivitas ku/ha . Jagung .11 2.Produksi (biji kering) 10.88 .99 8.Luas Panen .02 Ton 974 512 907 031 843 838 -67 481 -6.73 13.78 ku/ha 111.59 Ton 314 486 291 705 341 097 -22 781 -7.14 -1. 2009−2011 Uraian Satuan (1) (2) .97 Ha 622 616 620 563 539 230 -2 053 -0.43 38 969 15.33 Ha 288 206 258 157 297 126 -30 049 -10.53 91 506 0.36 45.25 1.48 13. Kedelai .82 2 057 913 2 051 046 2 192 242 -6 867 -0.Produksi (biji kering) 3.99 Ton 777 888 779 228 690 949 1 340 0.Produktivitas .33 -81 333 -13.54 42.Produktivitas ku/ha .91 11.96 -698 603 -3.17 203.57 -39 895 -6.03 5.85 0.Luas Panen .2 Perkembangan Luas Panen.57 0.Luas Panen .Produktivitas ku/ha .04 13.52 -3 216 -1.48 0.Luas Panen Ha 2009 (3) 2010 (4) Perkembangan 2011 (ASEM) 2009−2010 2010−2011 Absolut (%) Absolut (%) (6) (7) (8) (9) (5) 1.35 1.99 4.24 49 392 16.91 Ton 17 629 748 18 327 636 17 629 033 697 888 3. Ubi Kayu .46 202.07 0.65 1.Produksi (umbi basah) 6.30 11.26 1.Produktivitas ku/ha 187.92 113. Produktivitas.Produksi (biji kering) 12.Produksi (pipilan kering) 4 160 659 4 131 676 3 861 433 -28 983 -0.39 3.37 44.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

87

XIII. PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR
TRIWULAN IV 2011
A. Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS)
1.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur
besar dan sedang (IBS) triwulan IV-2011
naik sebesar 6,02 persen (y-on-y) dari
triwulan IV-2010. Pertumbuhan triwulan IV2010 naik 5,53 persen dari triwulan IV2009, triwulan IV-2009 naik 4,46 persen
dari triwulan IV-2008, dan triwulan IV-2008

Pertumbuhan produksi
Industri manufaktur besar
dan sedang (IBS) triwulan

IV-2011 naik 6,02 persen
dari triwulan IV-2010

naik 1,51 persen dari triwulan IV-2007.
Grafik 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV (y-on-y) 2008−2011
(2000=100)
8,00
7,00
6,02
6,00

5,53

Persen

5,00

4,46

4,00
3,00
2,00

1,51

1,00
0,00
2008

2009

2010

2011

Tahun
2.

Pertumbuhan produksi IBS triwulan IV-2011 naik sebesar 3,09 persen (q-to-q) dari
triwulan III-2011.

3.

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 turun sebesar 0,43 persen (m-to-m)
dari Oktober 2011.

4.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 1,16 persen (m-to-m) dari
November 2011.

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

88

5.

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

Pertumbuhan produksi IBS November 2011 naik sebesar 6,23 persen (y-on-y) dari
November 2010.

6.

Pertumbuhan produksi IBS Desember 2011 naik sebesar 5,83 persen (y-on-y) dari
Desember 2010.

Tabel 13.1
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan 2008–2011 (persen)
2000=100
q-to-q

Tahun

y-on-y

Total

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

Triw I

Triw II

Triw III

Triw IV

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

2008

-0,34

1,92

3,31

-3,26

5,85

3,30

1,60

1,51

3,01

2009

-1,65

2,38

2,74

0,96

0,19

0,64

0,09

4,46

1,34

2010

-1,83

2,42

2,13

2,77

4,26

4,30

3,67

5,53

4,45

2011

-1,69

1,61

2,95

3,09

5,68

4,85

5,69

6,02

5,56

Tabel 13.2
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan 2010–2011 (persen)
2000=100
Bulan
(1)
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

y-on-y
2010

2011

2010

2011

(2)

(3)

(4)

(5)

7,44
2,06
7,53
4,17
5,34
5,03
5,50
1,73
10,10
5,98
6,23
5,83

-0,57
-1,00
0,10
1,27
1,10
2,02
2,20
0,48
-6,15
7,02
-0,66
1,53

-0,22
-5,96
5,46
-1,89
2,23
1,72
2,66
-3,11
1,57
3,01
-0,43
1,16

5,25
4,02
3,50
3,80
4,07
5,00
5,49
4,66
0,81
4,87
4,68
7,06

EDISI 22

m-to-m

DATA

SOSIAL

EKONOMI

MARET 2012

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011

89

Tabel 13.3
Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Besar dan Sedang
Menurut Jenis Industri Manufaktur 2010–2011 (persen)
2000=100
Triwulan/Tahun
KBLI

Jenis Industri Manufaktur

(1)

(2)

III/10

IV/10

I/11

II/11

III/11

IV/11

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

15

Makanan dan minuman

4,70

0,18

-3,87

7,92

3,99

3,34

16

Pengolahan tembakau

-2,51

2,03

2,82

8,57

-1,92

0,72

17

Tekstil

0,34

10,78

2,16

-4,81

1,39

1,54

18

Pakaian jadi

0,09

5,04

1,46

-1,44

0,37

0,14

19

Kulit dan barang dari kulit dan alas kaki

-1,09

8,25

7,22

-0.20

-3,95

-1,96

20

Kayu, barang-barang dari kayu (tidak
termasuk furnitur), dan barang-barang
anyaman
Kertas dan barang dari kertas

5,63

0,74

-3,24

-2,45

-0,07

-2,32

0,32

10,32

4,77

-3,90

-5,90

2,74

3,79

0,43

-9,18

7,20

0,78

2,17

-3,18

7,96

-1,04

11,20

0,80

-1,52

-0,51

-0,92

-3,69

-1,87

-6,04

-0,40

26

Penerbitan, Percetakan, dan Reproduksi
Media Rekaman
Kimia dan barang-barang dari bahan
kimia
Karet dan barang dari karet dan barang
dari plastik
Barang galian bukan logam

-0,62

1,50

2,64

1,67

4,45

3,50

27

Logam dasar

1,95

7,79

6,75

0,90

-1,32

4,85

28

Barang-barang dari logam, kecuali
mesin dan peralatannya
Mesin dan perlengkapannya

4,01

5,26

0,63

-1,73

-0,55

-6,92

1,58

0,80

0,68

-0,44

-11,70

2,24

Mesin listrik lainnya dan
perlengkapannya
Radio, televisi, dan peralatan
komunikasi, serta perlengkapannya
Kendaraan bermotor

-2,80

6,24

1,95

14,11

-11,89

5,00

6,60

0,36

0,48

-5,84

13,60

-11,47

-2,84

7,67

5,00

-8,12

25,11

-5,60

Alat angkutan, selain kendaraan
bermotor roda empat atau Lebih
Furnitur dan pengolahan lainnya

6,87

-4,71

0,33

0,34

5,72

-12,32

0,15

2,12

-3,93

6,93

0,41

-10,56

2,13

2,77

-1,69

1,61

2,95

3,09

21
22
24
25

29
31
32
34
35
36

Industri Manufaktur

MARET 2012

DATA SOSIAL EKONOMI

EDISI 22

54 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.04 persen dari triwulan III-2011. Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (IMK) 1.21 persen.2 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulanan (q-to-q) 2011 2010=100 8. Industri pakaian Jadi turun 4. Pertumbuhan produksi IMK Tahunan tahun 2011 naik sebesar 4. Industri logam Dasar naik 12.15 persen.00 Triw I Triw II Triw III Triw IV 2. Barang dari Karet dan Plastik naik 12.00 7. Industri Furnitur naik 9. Pertumbuhan produksi IMK terendah pada triwulan IV-2011 adalah Industri Pengolahan Tembakau turun 7.00 5.48 1. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .50 persen (q-to-q) dari triwulan III-2011.26 persen dari triwulan IV-2010. Barang dari Karet dan Plastik naik 8.26 1. dan triwulan III-2011 triwulan I-2011 naik 1. Grafik 13. 3. Pertumbuhan produksi Pertumbuhan triwulan III-2011 naik sebesar IMK triwulan IV-2011 2. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada tahun 2011 adalah industri Farmasi.31 persen.90 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 B. dan Obat Tradisional naik sebesar 10.00 0.21 persen dari triwulan II-2011.00 Persen 6.21 1. dan Industri tekstil turun 1. dan Industri Karet. dan Industri Karet.71 persen dari tahun 2010.00 2.54 persen dari 2011 naik 1.54 4. triwulan II- naik 4.22 persen. 4.48 persen dari triwulan I-2011.00 2.21 persen dari tahun 2010.00 3. Obat. Produksi IMK triwulan IV-2011 naik sebesar 4.22 persen.02 persen.00 4. Pertumbuhan produksi IMK tertinggi pada triwulan IV-2011 adalah industri Barang Logam Bukan Mesin dan Peralatannya naik sebesar 14.

28 -2.99 5.88 0.13 3.00 -1. trailer.53 IMK 1.84 -2.74 -0.32 1.36 3.99 1. dan barang anyaman dari rotan.15 8.10 26 Komputer. barang dari karet dan plastik 5.82 4.27 0.24 1.22 23 Barang galian bukan logam 2.95 28 Mesin dan perlengkapan YTDL -1. barang dari kulit dan alas kaki 4.41 6.PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR TRIWULAN IV 2011 91 Tabel 13.50 -5.19 18 Percetakan dan reproduksi media rekaman -6.12 9.42 4.35 25 Barang logam bukan mesin dan peralatannya -0.58 0.86 24 Logam dasar 3.61 3.44 9.96 10.77 -0.10 3.14 4.39 -4.35 30 Alat angkut lainnya -0.72 29 Kendaraan bermotor.4 Pertumbuhan Produksi Triwulanan (q-to-q) Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Menurut Jenis Industri 2011 (persen) 2010=100 Pertumbuhan KBLI Jenis Industri (1) (2) Triw I Triw II Triw III Triw IV Tahunan (3) (4) (5) (6) (7) 2.31 3. bambu dan sejenisnya Kertas dan barang dari kertas -8.39 10 Makanan dan minuman 0.68 -4.99 1.82 4.55 12 Pengolahan tembakau -0.99 1.86 13 Tekstil -1.21 22 Karet. produk obat kimia.35 -1.83 -0. barang-barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur).01 9.36 0.31 8.06 5.48 2.08 2.05 9.60 6.82 -10.07 2.15 3.92 -1.74 -7. dan semi trailer -5.46 12.65 6.31 1.37 27 Peralatan listrik -12.22 5.24 -1.91 31 Furnitur 5. barang elektronik.19 3.53 -19.18 1.02 5.22 -2.62 11.50 16 3.04 -1.53 1.44 -4. dan obat tradisional 13.76 14.61 15 Kulit.27 2.69 1.22 8.12 -3.23 2.08 1. dan optik -0.88 0.70 36 Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan 1.19 5.26 1.94 14 Pakaian jadi 0.28 7.12 4.50 11 Minuman -5.96 0.53 -2.24 1.76 4.78 6.70 10.71 MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .67 12.18 -2.21 4.21 32 Pengolahan lainnya 2.78 5.88 17 Kayu.62 20 Bahan kimia dan barang dari bahan kimia -7.03 0.92 -0.15 -4.88 5.50 6.05 6.52 8.54 3.82 1.55 21 Farmasi.51 6.54 4.30 7.25 5.

000 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 - Bulan Soekarno-Hatta 2.000 250.56 persen yaitu dari 248.000 100. jika 18.000 50.7 ribu orang atau naik 19. Wisatawan Mancanegara (Wisman) 1. jumlah wisman Januari 2012 turun 9. yaitu dari 724.7 wisman pada bulan yang sama tahun 2011 ribu orang atau naik sebesar 548.7 ribu orang pada Januari 2012.1 Perkembangan Jumlah Wisman Menurut Pintu Masuk Januari 2011–Januari 2012 300. Ngurah Rai Batam Lainnya Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai. jika dibanding Desember 2011. Grafik 14.05 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011. jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 652.29 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011. Sementara itu. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . jumlah wisman ke Bali pada Januari 2012. Pada Januari 2012 jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama naik 20.7 ribu orang. PARIWISATA JANUARI 2012 A.000 150. dan turun sebesar 8.92 persen. Begitu pula.7 ribu Jumlah wisman Januari orang atau naik 18. selama Januari 2012 mencapai 249. selama Januari 2012.87 persen dibanding jumlah wisman pada bulan yang sama tahun 2011.92 PARIWISATA JANUARI 2012 XIV. naik 0.3 ribu orang pada Desember 2011 menjadi 249.93 persen dibanding jumlah 2012 mencapai 652.93 persen dibanding jumlah wisman Desember 2011.000 Orang 200.8 ribu orang.5 ribu orang menjadi 652. Secara kumulatif.

72 persen). Jepang (4.65 poin dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Malaysia (12. Sementara itu. Korea Selatan (4. TPK Januari 2012 di Bali mengalami kenaikan 0. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dan Lama Menginap Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 rata-rata mencapai 51.73 persen).7 ribu wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2012. 93 Dari 652. Cina (14. Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5 TPK Hotel Berbintang di Bali selama Januari 2012 rata-rata mencapai 62.80 poin 2012 turun sebesar 4.PARIWISATA JANUARI 2012 3.80 TPK Januari 2012 poin dibanding TPK hotel berbintang pada bulan mencapai 51.14 persen).27 persen atau naik 0.27 yang sama tahun 2011.01 persen. TPK Januari 0. Australia (11. Grafik 14. dan Taiwan (3.35 persen). Jika dibanding Desember 2011.2 Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di 20 Provinsi di Indonesia Januari 2011–Januari 2012 70 Persen 60 50 40 Jan'12 Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan'11 30 Bulan Bintang 1 2. B.46 persen). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . 1. jika persen atau naik dibanding dengan Desember 2011.06 persen).75 persen). diantaranya berkebangsaan Singapura (14.42 poin.30 poin. turun 2.

88 70.93 -0. Sementara itu.04 -0.94 3.85 58.44 1.32 2.01 3.10 0.91 244 421 -3.69 -9.01 -0.27 -4.02 Juli 745 451 10.15 Februari 568 057 3.15 -5.05 -12.37 2.11 Juni 674 402 12.95 0.90 46.96 -0.03 62.16 0.97 -1.87 62.95 52.50 201 457 -3.97 -0. PARIWISATA JANUARI 2012 Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2012 mencapai 2.07 April 608 093 1.54 51. (%) Wisman Bali Jumlah (4) Perubahan (%) (5) TPK Bali (%) Lama Menginap Tamu (Hari) Rate Perubahan Rate Perubahan Ratarata Perubahan (6) (7) (8) (9) (10) (11) - 2 788 706 - 52.07 Oktober 656 006 0.10 hari dibanding bulan yang sama tahun 2011.03 hari.42 2.62 - 2.56 SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .01 2.80 52. rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2012 mengalami kenaikan sebesar 0.1 Perkembangan Jumlah Wisman.98 0.92 249 728 51.13 1.30 208 832 -6.71 55.01 Agustus 621 084 -16.02 - Januari 548 821 -14.66 3.12 65.75 5.63 248 336 12.43 2.85 52.13 0.70 65.03 0. dibanding Desember 2011.93 2.82 - 64.28 202 539 0.30 51.15 64.44 56.87 2.03 0.47 7.63 0.57 1.60 61.61 63.74 1.59 1.36 71.10 hari.07 -0.13 0. yang berarti terjadi penurunan sebesar 0.85 2.27 1.00 Jan 2012 652 692 -9.04 Mei 600 191 -1. Tingkat Penghunian Kamar.81 208 337 -6.47 -3.54 279 219 13.48 1.34 54.05 2.32 62.10 EDISI 22 DATA 0.36 245 248 17.34 0.57 2.90 -1.87 3.67 252 855 0.68 252 698 3. dan Rata-rata Lama Menginap Tamu Januari–Desember 2011 dan Januari 2012 Wisman Nasional Bulan/ Tahun (1) Jan–Des 2011 Jumlah (2) 7 649 731 Perubahan (%) (3) TPK 20 Prov.36 50.68 224 423 10.18 64.62 2.06 September 650 071 4.09 Maret 598 068 5.09 November 654 948 -0.93 0.10 0. Tabel 14.90 60.03 0.23 -2.08 Desember 724 539 10.06 51.30 62.11 0.16 220 341 -9.01 0.

7 ribu orang atau turun 4. Grafik 15.57 dibandingkan dengan bulan yang sama persen tahun 2011.4 juta orang atau turun 2.TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 95 XV.4 juta orang.1 Perkembangan Jumlah Penumpang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 20 18 16 14 juta orang 12 10 8 6 4 2. Jan'12 Des Nov Okt Sep Agu Juli Juni Mei Apr Mar Feb 0 Jan'11 2 penumpang kereta api penumpang angkutan laut penumpang angkutan udara domestik penumpang angkutan udara internasional Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) selama Januari 2012 mencapai 930. naik 5.31 angkutan udara domestik persen Januari 2012 mencapai dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 5.46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya namun naik 15. Angkutan Udara Jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri (domestik) selama Januari 2012 Jumlah penumpang mencapai 4.57 persen 4. TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 A.34 persen dibandingkan dengan Januari 2011. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . 1.

2.76 persen jika Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri Januari 2012 sebesar 510.40 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 20.33 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun naik 18. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .9 juta ton atau turun 16.67 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.71 persen jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.96 TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 B.76 2.1 juta orang. turun 4. Angkutan Laut Dalam Negeri 1. Jumlah barang yang diangkut kereta api Jumlah penumpang kereta api Januari 2012 sebanyak 16. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri pada Januari 2012 mencapai 510. C.22 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 4.1 juta orang atau turun 4.67 persen selama Januari 2012 mencapai 1.84 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2011.18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 38. orang.9 juta ton atau turun 3. jumlah penumpang kereta api mencapai 16. Selama bulan Januari 2012.6 ribu dibandingkan bulan yang sama tahun 2011. Angkutan Kereta Api 1. turun 20. Jumlah barang yang diangkut pelayaran dalam persen negeri selama Januari 2012 mencapai 8.6 ribu orang atau turun 8.

1 Perkembangan Jumlah Penumpang dan Barang Menurut Moda Transportasi Januari 2011 Januari 2012 Angkutan Udara Domestik Bulan (1) 2011 Internasional Peru(000 org) bahan (%) (2) 51 517.71 April 4 098.87 854.4 18 132 5.68 17 265 -1.96 11 199.96 786.7 1.88 806.2 -11.80 -2.0 -9.25 598.0 23. dan data penumpang angkutan kereta api bulan Juli 2011 (kolom (10)) merupakan angka revisi.9 -1.6 - 8 881.5 -6.35 867.40 8 881.5 -8.47 1 620 -7.72 1 891 9.45 13 595.91 1 951 6.01 890.41 14 038.38 974.4 5.1 -23.7 9.16 1 648 -1.1 - 930.65 -4.33 Catatan: data barang angkutan kereta api bulan April 2011 (kolom (12)).6 10.12 16 441 -3.05 644.3 15.1 11.60 624.02 1 744 974.80 1 006.85 1 330 -16.0 -16.0 7.26 773.1 -2.9 -8.46 510.152 432.1 13.5 -2.6 10 442.9 15.6 -8.15 539.7 3.4 -13.25 16 461 -2.12 1 675 -3.8 1.61 656.20 439 - -4.5 -7.19 613.2 -8.3 Agustus 3 680.97 557.00 896.3 .6 -11.93 Januari 4 155.6 17.48 529.3 .96 887.4 10.3 Angkutan Laut (3) Penumpang Angkutan Kereta Api Barang Penumpang Barang (000 org) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (000 ton) Perubahan (%) (000 org) Perubahan (%) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) .5 -16.1 -0.0 - 7 554.28 9.10 828.88 16 811 3.38 16 921 13.1 886 - Januari 4 387.28 13 086.87 770. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 7.6 22.9 1.TRANSPORTASI NASIONAL JANUARI 2012 97 Tabel 15.75 1 587 3.43 4 429.22 1 886 -3.199 337 Peru(000 bahan ton) (%) (12) (13) .51 Oktober 4 348.7 -1.67 17 522 6.7 -11.6 16.71 1 836 -2.16 643.98 1 728 3.52 10 399.7 -4.18 16 102 4.8 -24.7 - 510.52 12 055.37 858.8 -3.31 930.39 590.5 1.14 16 179 -1.8 -0.02 1 672 25.65 .58 1 757 Juni 4 676.91 4 490.5 13.33 14 846 -18.97 14 489.19 Maret 4 155.59 Juli 4 901.78 1 036.83 15 205.26 2012 4 387.0 - 16 102 .3 November Desember 6.9 -5.8 -3.44 Mei 4 221.90 16 891 Februari 3 812.5 4.72 15 223.3 -16.16 -4.34 16 978 14.4 -4.8 -7.90 September 4 546.33 10 594.03 12 398.68 14 890 -11.

23 9.00 Persen 12. Grafik 16.20 persen penduduk miskin tinggal di daerah perdesaan.36 10.35 persen. KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 A.00 0. berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0.49 12. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0.09 5.89 juta orang (12.98 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 XVI.49 persen). 3.00 9. sementara di daerah pedesaan berkurang 0. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tidak banyak berubah.59 15. 1.36 Jumlah persen). 63. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .1 Persentase Penduduk Miskin 20. kota+desa September 2011 Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih banyak dibanding penurunan penduduk miskin di daerah perdesaan.36 persen) 30. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011–September 2011 Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2011 sebesar 29. Selama periode Maret 2011– September 2011.09 juta orang. sementara pada bulan September 2011 persentase penduduk miskin di daerah perdesaan 63.13 juta orang (Tabel 16. penduduk miskin pada bulan September 2011 Dibandingkan dengan penduduk miskin sebanyak 29.72 15. Pada bulan Maret 2011.02 juta orang (12.89 juta orang pada bulan Maret 2011 yang berjumlah (12.1).04 juta orang.00 kota desa Maret 2011 2.00 15.

24 persen dari Februari 2011 ke Agustus 2011. dan III tahun 2011 masing-masing adalah sebesar 1.6 persen pada periode yang sama. pekerja tidak penuh mengalami kenaikan dari 34.09 165 211 48184 213 395 18. gula pasir.32 pada Maret 2011 menjadi 105.72 persen.64 persen terhadap ITK Triwulan I.19 menjadi 34. Sementara itu.94 15.02 29.05 10.23 9.25 persen.79 persen dari 103. Maret 2011–September 2011 Daerah/Tahun (1) Perkotaan Maret 2011 September 2011 Perdesaan Maret 2011 September 2011 Kota+Desa Maret 2011 September 2011 Makanan (2) Bukan Makanan (3) Total (4) Jumlah penduduk miskin (juta) (5) 177 342 184 919 75 674 78 675 253 016 263 594 11.46 pada Februari 2011 menjadi 21.49 12.59 171 834 179 204 61 906 64 525 233 740 243 729 30. Selama periode Maret 2011–September 2011. 1. yaitu sebesar 2.35 persen. dimana kenaikan ini didominasi oleh pekerja paruh waktu yang naik dari 18. dan cabai merah mengalami penurunan harga ecerannya yaitu masing-masing turun sebesar 0. 2.Selain itu. pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada Triwulan I.KEMISKINAN SEPTE MBER 2011 99 Tabel 16.1 Garis Kemiskinan. Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0.36 Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Persentase penduduk miskin (6) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 Penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2011–September 2011 nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut: Selama periode Maret 2011–September 2011 inflasi umum relatif rendah.72 172 723 50 458 223 181 18.95 9.26 persen. 61. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .28 persen. Demikian pula dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan III naik sebesar 7. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah.51 persen.97 15. Perekonomian Indonesia Triwulan III 2011 tumbuh sebesar 6.21 persen. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3. beberapa komoditas bahan pokok seperti minyak goreng.59. II.4 persen terhadap Triwulan I 2011. Perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan oleh kenaikan NTP (Nilai Tukar Petani) sebesar 1.17 pada September 2011. dan 2. cabai rawit.89 12. dan 30.06 pada Agustus 2011.48 persen.

Garis Kemiskinan (GK). tahu (1.50 persen di perdesaan).35 persen di perkotaan dan 2. C.72 persen di perdesaan).60 persen di daerah perkotaan dan 33.11 persen di perdesaan). biaya listrik (2.36 persen di perkotaan dan 5. Peranan GKM terhadap GK sangat dominan. 3. 2. listrik. biaya pendidikan (2. tempe (2. kontribusi pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan sebesar 26. Selama bulan Maret 2011–September 2011. Pada bulan September 2011.58 persen di perkotaan dan 2. Pada periode Maret 2011–September 2011. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua kepada Garis Kemiskinan (8. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Kontribusi biaya perumahan (7.78 persen di perkotaan dan 3. Komoditi bukan makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah biaya perumahan.74 persen di perdesaan). angkutan.84 persen di perdesaan). Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011–September 2011 1.75 persen di perkotaan dan 1.49 persen di perkotaan dan 1. yaitu mencapai 73.30 persen di perkotaan dan 1. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp243.97 persen di perkotaan dan 1.729 per kapita per bulan pada September 2011. Komoditi makanan yang sangat mempengaruhi GK adalah beras. Garis Kemiskinan naik sebesar 4. karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. 2.53 persen pada bulan September 2011.21 persen di perdesaan).89 persen di perdesaan).100 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 B. yaitu dari Rp233. Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3.27 persen.31 persen di perkotaan dan 7.28 persen di perdesaan).27 persen diperdesaan). gula pasir (2.25 persen di perkotaan dan 1. mie instan (2.08 pada bulan Maret 2011 menjadi EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 .66 di perdesaan). Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin.52 persen pada bulan Maret 2011 dan 73. daging ayam ras (2. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan 1. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2.58 persen di perdesaan).10 persen di perkotaan dan 0. dan biaya angkutan (2.71 persen di daerah perdesaan. Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan. dan biaya pendidikan. terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).

Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perkotaan hanya 0.53 Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Sumber: Diolah dari data Susenas Maret 2011 dan September 2011 3.61.53 pada periode yang sama (Tabel 16.55 menjadi 0. Pada bulan September 2011.39 0. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan relatif lebih tinggi dibandingkan nilai indeks di daerah perkotaan.48 2.52 2.KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 101 2. Selain itu ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga menjadi semakin kecil.68. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0. Maret 2011–September 2011 Tahun Kota Desa Kota+Desa (1) Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) (2) (3) (4) Maret 2011 1.61 2.39 0. Tabel 16.08 September 2011 1.70 0.39 sedangkan di daerah perdesaan mencapai 0. nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di daerah perkotaan hanya 1.63 2.68 0. Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ada peningkatan pengeluaran penduduk miskin yang semakin mendekati garis kemiskinan.48 sementara di daerah perdesaan mencapai 2.05 Maret 2011 0.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia Menurut Daerah. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .2).05 pada bulan September 2011.55 September 2011 0.

48 Kalimantan Tengah 259 917 28.24 INDONESIA 263 594 10 954.75 266 271 909.63 Sulawesi Utara 227 069 78.47 186 504 887. dan Persentase Penduduk Miskin September 2011 Perkotaan Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) (1) (2) Pedesaan Jumlah % Penduduk Penduduk Miskin (000) Miskin Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin (4) (5) 13.00 355.67 205 981 3 080.40 18.31 13.19 19.27 Sulawesi Tenggara 208 575 28.87 6.40 22.16 Kepulauan Riau 363 572 104.16 17.90 10.44 12.3 Garis Kemiskinan.55 2.92 12.99 16.14 7.80 8.90 3.20 217 205 82. Jumlah.20 3.83 303.46 122.64 Kalimantan selatan 268 791 59.27 22.10 239 208 769.96 3.13 6.99 251.66 214 166 3 493.23 11.01 900.90 Sumatera Selatan 288 432 407.80 297 986 159.99 Riau 321 390 136.31 9.53 946.24 9.70 18.01 280 271 336.49 38.31 22.00 Papua Barat 356 222 13.17 183.43 334.61 107.50 6.04 Sulawesi Selatan 206 620 133.64 Maluku 288 414 56.45 13.00 0.56 472.94 224 497 654.93 16.83 Sumatera Barat 308 068 145.33 4.48 173 649 701.59 29 890.39 1 061.14 12.35 11.32 232 723 1 053.58 9.27 5.102 KEMISKINAN SEPTEMBER 2011 Tabel 16.18 13.45 198.61 5.29 3.87 13.13 4.64 0 0.10 150.72 5.53 1 421.20 3.17 17.62 5.23 23.75 9.35 9.93 13.85 Banten 247 575 335.79 DKI Jakarta 368 415 355.07 16.95 18.12 8.09 209 777 2 022.09 223 181 18 935.93 986.45 13.96 16.53 Papua 320 321 37.59 6.39 4 650.35 4.05 239 973 366.06 163.96 432.78 7.53 6.81 10.19 19.61 Gorontalo 202 305 14.74 254 399 121.09 306 981 17.23 10.73 8.79 7.30 253 434 215.54 214 179 355.30 227.01 7.36 Lampung 282 456 224.64 Jawa Barat 234 622 2 628.28 14.57 Jawa Tengah 231 046 2 175.10 6.79 9.48 Sumatera Utara 288 023 652.36 EKONOMI (8) % Penduduk Miskin 169.67 Nusa Tenggara Timur 273 406 99.03 356.30 SOSIAL (7) Jumlah Penduduk Miskin (000) 346 385 DATA (6) Total Aceh EDISI 22 (3) Garis Kemiskinan (Rp/kapita/ bulan) MARET 2012 (9) .50 5 255.26 9.45 Maluku Utara 264 367 8.59 257 076 299.08 10.39 1 277.46 Sulawesi Tengah 271 260 65.96 3.85 441.59 Nusa Tenggara Barat 265 135 445.25 376.23 16.51 195 620 305.06 192 274 177.35 9.72 8.66 6.19 16.58 Bangka Belitung 351 414 20.57 564.02 Sulawesi Barat 203 048 33.74 690.21 192.83 235 442 138.21 DI Yogyakarta 273 678 298.14 Jawa Timur 242 403 1 734.56 15.39 31.03 308 265 730.50 20.35 348 736 44.95 226 299 98.05 40.95 233 566 154.42 210 046 450.48 Kalimantan Barat 239 411 89.35 17.26 247.61 255 719 296.17 17.02 6.74 14.09 10.95 Bengkulu 297 506 88.71 325 128 213.58 4.00 17.91 65.76 4.12 28.92 30.49 9.88 226 770 265.42 14.58 9.26 Bali 255 996 100.53 12.51 216 496 116.25 194.66 5 227.86 4.82 14.51 10.23 11.99 896.44 10.70 211 069 286.17 Jambi 316 123 97.89 6.64 25.21 189 980 129.89 22.45 8.55 5.35 Kalimantan Timur 359 290 87.63 835.12 4.

SBH diadakan antara 5-10 tahun sekali. Sejak Juni 2008. Jumlah komoditas yang dicakup bervariasi antarkota. dan selalu ada barang/jasanya. Inflasi Tingkat inflasi merupakan indikator yang menggambarkan perubahan positif Indeks Harga Konsumen (IHK). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . yaitu : k IHK n  Pni P i 1 P( n 1) i Qoi ( n 1) i k  PoiQoi 100 i 1 Inflasi dihitung dengan menggunakan formula : In  IHKn  IHK( n 1) IHK( n 1)  100 Bahan dasar penyusunan IHK adalah hasil Survei Biaya Hidup (SBH) atau Cost of Living Survey. bobot awal disesuaikan dengan formula Modified Laspeyres. SBH terakhir diadakan tahun 2007. Pengelompokan IHK didasarkan pada klasifikasi internasional baku yang tertuang dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) yang diadaptasi untuk kasus Indonesia menjadi Klasifikasi Baku Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga. SUPLEMEN: METODOLOGI 1. dapat dicari harganya.SUPLEMEN: METODOLOGI 103 XVII. Untuk mendekati pola pengeluaran bulan terkini. IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres. Cakupan kota bertambah dari 45 menjadi 66 kota. Berdasar hasil SBH diperoleh paket komoditas yang representatif. Sebaliknya. sedangkan yang terbanyak terdapat di Jakarta (441 komoditas). penghitungan inflasi mulai menggunakan tahun dasar 2007 (sebelumnya menggunakan tahun dasar 2002) berdasarkan hasil SBH 2007. yaitu secara nasional sebanyak 774 barang dan jasa sejalan dengan pola konsumsi masyarakat. perubahan negatif IHK disebut deflasi. yang terkecil terdapat di Kota Tarakan sebanyak 284 komoditas. mencakup sekitar 115 ribu rumahtangga di Indonesia ditanya dan diikuti tingkat pengeluarannya serta jenis dan nilai barang/jasa apa saja yang dikonsumsi selama setahun penuh. Bobot awal setiap komoditas merupakan nilai konsumsi setiap komoditas tersebut berdasarkan hasil SBH.

yang sifatnya cenderung permanen. nilai tukar. inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan. pasar modern. setiap minggu. dan outlet mandiri (seperti toko eceran. daging ayam ras. mobil. cabai. dan keseimbangan permintaan dan penawaran. persistent. seperti ekspektasi inflasi. restoran siap saji.104 SUPLEMEN: METODOLOGI Inflasi umum (headline inflation) Inflasi umum adalah komposit dari inflasi inti. rumah tangga yang mempunyai pembantu. dan sebagainya). upah buruh. dan sebagainya. Mereka termasuk yang berada di pasar tradisional. Berdasar SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 21 antara lain bensin. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . dan inflasi volatile goods. mie. setiap 2 minggu. praktek dokter. Berdasarkan SBH 2007 jumlah komoditasnya sebanyak 692 antara lain kontrak rumah. sepeda motor. dan sebagainya. b) Inflasi yang harganya diatur pemerintah (administered prices inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya secara umum dapat diatur pemerintah. inflasi administered prices. Jumlah komoditasnya sebanyak 61 antara lain beras. bengkel. minyak goreng. Berdasarkan tahun dasar 2007. Responden Harga dari paket komoditas dikumpulkan/dicatat setiap hari. rokok. sehingga sering disebut juga sebagai inflasi volatile foods. 2. Produk Domestik Bruto PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. atau setiap bulan dari pedagang atau pemberi jasa eceran. susu. dan sebagainya. dan bersifat umum. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. sedang PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai dasar. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (produk) akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. tarif listrik. c) Inflasi bergejolak (volatile goods) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. a) Inflasi inti (core inflation) Inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum.

baik yangs bertempat tinggal tetap maupun yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap (tuna wisma. Pertamina dan BP Migas. apabila terlambat dimasukkan pada pengolahan bulan berikutnya). penghuni perahu/rumah apung.SUPLEMEN: METODOLOGI 105 PDB atas dasar harga berlaku (nominal PDB) dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. Sistem pencatatan statistik ekspor menggunakan General Trade (semua barang yang keluar dari Daerah Pabean Indonesia tanpa kecuali dicatat). Data secara lengkap hasil SP2010 ini disajikan dalam web dengan alamat: http://sp2010. sedang PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. menghitung semua komponen nilai tambah. pengungsi dan masyarakat terpencil). Pada bulan Mei 2010 yang lalu dilaksanakan sensus penduduk keenam setelah Indonesia merdeka. dan (3) pendekatan pengeluaran. Data ekspor-impor yang disajikan pada bulan terakhir merupakan angka sementara 4.go. Sistem pengolahan data menggunakan sistem carry over (dokumen ditunggu selama satu bulan setelah transaksi. Ekspor-Impor Data Nonmigas diperoleh dari KPPBC (Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai). (2) pendekatan pendapatan.bps. Secara teoritis. data Migas dari KPPBC. Kependudukan Data kependudukan diperoleh dari berbagai sumber: Sensus Penduduk. awak kapal berbendera Indonesia. menghitung nilai tambah dari proses produksi setiap sektor/aktivitas ekonomi. menghitung semua komponen pengeluaran PDB.id. 3. Pendekatan yang digunakan untuk menghitung angka-angka PDB adalah (1) pendekatan produksi. namun sejak bulan Januari 2008 sistem pencatatan statistik impor juga menggunakan General Trade. ketiga pendekatan ini akan menghasilkan nilai PDB yang sama. sedangkan impor pada awalnya menggunakan Special Trade (dicatat dari Daerah Pabean Indonesia kecuali Kawasan Berikat yang dianggap sebagai “luar negeri”). Survei Penduduk Antar Sensus. Sensus Penduduk dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran dengan 0. Sensus Penduduk adalah pencacahan terhadap semua penduduk yang bertempat tinggal di wilayah teritorial Indonesia. Proyeksi Penduduk serta survei kependudukan lainnya. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 .

Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan. Pengumpulan data berbasis sampel. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang masih sekolah. atau punya pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja dan pengangguran. Kegiatan tersebut termasuk pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi. mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah rasio antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. dengan pendekatan rumah tangga. Pekerja Tidak Penuh terdiri dari: Setengah Penganggur (Underemployment) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Pekerja Paruh Waktu (Part time worker) adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Definisi yang digunakan antara lain: Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. yang terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan. mereka yang mempersiapkan usaha. Penduduk yang termasuk angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja. tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain (dahulu disebut setengah pengangguran sukarela).106 SUPLEMEN: METODOLOGI 5. Pekerja Tidak Penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Ketenagakerjaan Data diperoleh dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di seluruh provinsi Indonesia baik di daerah perdesaan maupun perkotaan. mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya. dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). adalah mereka yang tidak bekerja tetapi berharap mendapatkan pekerjaan. Pengangguran Terbuka (Unemployment).

Survei Harga Perdesaan dilaksanakan di 32 provinsi. 7. Pengumpulan data harga untuk penghitungan NTP dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dan Survei Konsumen Perdesaan. Nilai Tukar Petani (NTP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Hortikultura. Pengumpulan data upah buruh tani dilakukan melalui Survei Harga Perdesaan dengan responden petani. sedangkan upah nominal buruh bangunan menggunakan rata-rata hitung biasa. Upah Buruh Upah Nominal adalah upah yang diterima buruh sebagai balas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan. NTP merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani. Tanaman Perkebunan Rakyat. Penghitungan upah nominal buruh tani menggunakan rata-rata tertimbang. Upah riil dihitung dari besarnya upah nominal dibagi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). Indeks harga yang dibayar petani (Ib) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . Indeks harga yang diterima petani (It) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani. baik itu kebutuhan untuk konsumsi sehari-hari maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. Peternakan. dan Perikanan. sedangkan responden Survei Harga Konsumen Perdesaan adalah pedagang di pasar perdesaan. Responden Survei Harga Perdesaan adalah petani produsen. Formula atau rumus yang digunakan dalam penghitungan It dan Ib adalah formula Indeks Laspeyres yang dimodifikasi (Modified Laspeyres Indices). Semakin tinggi NTP. Data upah buruh bangunan diperoleh dari Survei Harga Konsumen Perkotaan dengan responden buruh bangunan.SUPLEMEN: METODOLOGI 107 6. Upah Riil menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh. dengan cakupan 32 provinsi di Indonesia yang meliputi lima sub sektor yaitu Sub Sektor Tanaman Pangan. sedangkan Survei Harga Konsumen Perkotaan dilaksanakan di 66 kota.

Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Indeks Tendensi Bisnis (ITB) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia. impor dan ekspor. yaitu: pertanian. Karena unit penggilingan bukan merupakan responden. 9. Dari masing-masing kabupaten terpilih diambil tiga kecamatan tetap dan satu kecamatan tidak tetap. pertambangan dan penggalian. Data harga yang digunakan dalam penghitungan IHPB dikumpulkan dari 188 kota di 33 provinsi di Indonesia setiap bulannya. IHPB Konstruksi dapat digunakan sebagai dasar untuk penghitungan eskalasi nilai kontrak sesuai dengan Keppres No.06/2005 tanggal 9 Nopember 2005. Penimbang (weight) yang digunakan dalam penghitungan IHPB adalah nilai barang yang dipasarkan untuk setiap komoditas terpilih yang diolah dari Tabel Input-Output 2005. Survei ini dilakukan setiap triwulan di EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . Formula yang digunakan untuk menghitung IHPB adalah formula Modified Laspeyres. tetapi saat panen raya (Maret s. Responden adalah petani produsen yang melakukan transaksi penjualan gabah. Harga Produsen Gabah Survei Monitoring Harga Gabah dilaksanakan di 25 propinsi di Indonesia yang meliputi 149 kabupaten terpilih (sampel).11/SE/M/2005 tanggal 16 Desember 2005.108 SUPLEMEN: METODOLOGI 8. Pencatatan harga dilaksanakan setiap bulan. IHPB Konstruksi adalah salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk keperluan perencanaan pembangunan yang dapat menggambarkan perkembangan statistik harga bahan bangunan/konstruksi nasional maupun regional. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) IHPB adalah angka indeks yang menggambarkan besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar/harga grosir dari komoditas-komoditas yang diperdagangkan di suatu negara/daerah.8 Tahun 2003. dan telah direkomendasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No.105/PMK. Penghitungan IHPB mencakup 314 jenis komoditas untuk tahun dasar 2005 dan dikelompokan menjadi 5 (lima) sektor/kelompok barang. industri. Panen dengan sistem tebasan tidak termasuk dalam pencatatan ini. Mei dan Agustus) pencatatan harga dilakukan setiap minggu. serta didukung oleh Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No.d. harga di penggilingan ditentukan dari hasil penjumlahan harga di petani dan besarnya biaya ke penggilingan terdekat. 10. Komoditas tersebut merupakan produksi dalam negeri yang dipasarkan di dalam negeri ataupun di ekspor dan komoditas yang berasal dari impor.

dan diprediksi menurut tingkatan waktunya. ITB dan ITK dihitung dengan menggunakan indeks komposit dari beberapa variabel. terdiri dari angka realisasi JanuariAgustus dan angka perkiraan/ramalan September-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan Agustus. Indeks produksi industri besar dan sedang merupakan hasil pengolahan data hasil MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . 12.400 perusahaan besar dan sedang. Tujuan penghitungan ITB dan ITK adalah memberikan informasi dini tentang perkembangan perekonomian baik dari sisi pengusaha maupun sisi konsumen serta perkiraan kondisi bisnis dan kondisi konsumen triwulan mendatang. Data realisasi produktivitas diperoleh dari hasil Survei Ubinan BPS yang dilakukan setiap subround (caturwulan/empat bulanan). sedangkan perusahaan industri berskala sedang adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 sampai dengan 99 orang. dengan responden pimpinan perusahaan. 11. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK).SUPLEMEN: METODOLOGI 109 beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Data realisasi luas panen diperoleh dari laporan bulanan Mantri Pertanian/Kepala Cabang Dinas Kecamatan (KCD) secara lengkap dari seluruh kecamatan di Indonesia. Produksi Tanaman Pangan Data produksi tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas (rata-rata hasil per hektar). Industri Industri yang dimaksudkan adalah industri manufaktur (manufacturing industry) dengan cakupan perusahaan industri berskala besar dan sedang. Perusahaan industri berskala besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih. Angka Ramalan I (ARAM I) tahun berjalan. merupakan angka realisasi.500 rumah tangga. Jumlah sampel STB sebanyak 2. Angka Ramalan II (ARAM II) tahun berjalan. Angka Sementara (ASEM) dan Angka Tetap (ATAP) tahun sebelumnya. Survei ini dilakukan setiap triwulan hanya di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1. terdiri dari angka realisasi Januari-April dan angka perkiraan/ramalan Mei-Desember berdasarkan realisasi luas tanaman akhir bulan April.

yang disajikan dalam BRS Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang Triwulanan. jumlah kamar terpakai. EDISI 22 DATA SOSIAL EKONOMI MARET 2012 . jumlah tamu yang datang (menginap) maupun jumlah tamu yang keluar dari hotel setiap harinya. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah kamar tersedia. Untuk data karakteristik wisman yang lebih detil diperoleh dari hasil pengolahan kartu kedatangan dan keberangkatan (arrival/departure card). termasuk di dalamnya Crew WNA. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah hasil bagi antara banyaknya malam tempat tidur yang terpakai dengan banyaknya tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya. yang meliputi seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia. 13. TPK Hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun.576 perusahaan. Data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel diperoleh dari hasil Survey Hotel yang dilakukan setiap bulan terhadap seluruh hotel bintang serta sebagian (sampel) hotel non bintang (hotel melati) di seluruh Indonesia. Wisman yang masuk dirinci menurut WNI (berdasarkan jenis paspor) dan WNA (berdasarkan jenis visa). baik laut maupun udara. dengan sampling unit perusahaan industri berskala besar dan sedang. Banyaknya perusahaan industri yang ditetapkan sebagai sampel adalah 1. Indeks produksi industri besar dan sedang digunakan sebagai dasar penghitungan tingkat pertumbuhan produksi industri besar dan sedang. Metode penghitungan indeks produksi bulanan menggunakan “Metode Divisia“. Pariwisata Data wisatawan mancanegara (wisman) diperoleh setiap bulan dari laporan Ditjen Imigrasi. Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya.110 SUPLEMEN: METODOLOGI dari Sampel Survei Industri Besar dan Sedang yang dilakukan secara bulanan. pada level 2 digit-level klasifikasi menurut KBLI 2005 (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2005) yang disadur dari ISIC Rev-3 (International Standard Industrial Classification Revision 3).

yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan (GKBM).SUPLEMEN: METODOLOGI 111 14. ii. Kantor Bandara yang dikelola Ditjen Perhubungan Udara. Untuk mengukur kemiskinan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. BPS menggunakan konsep kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach).d. Kemiskinan i. 15. Khusus untuk transportasi udara disajikan jumlah penumpang berangkat baik domestik maupun internasional. PT (Persero) KAI (Kantor Pusat dan Divisi Jabodetabek). juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar). MARET 2012 DATA SOSIAL EKONOMI EDISI 22 . yaitu persentase penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan. dapat dihitung Head Count Index (HCI). PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I s. Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk setiap provinsi dan dibedakan menurut daerah perkotaan dan perdesaan. dan Kantor Pelabuhan yang dikelola Ditjen Perhubungan Laut. IV. Transportasi Nasional Data transportasi diperoleh setiap bulan dari PT (Persero) Angkasa Pura I dan II. Dengan pendekatan ini. iii. Sebagai informasi tambahan. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional)Bulan September 2011. yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. Dengan pendekatan ini. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari garis kemiskinan. Data yang disajikan mencakup jumlah penumpang berangkat dan jumlah barang dimuat dalam negeri. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful