Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Pada sebuah perusahaan yang mempunyai proses pembuatan produk yang

rumit, terkadang pimpinan perusahaan sulit mengetahui proses yang berlangsung pada perusahaan baik dalam skala kecil (setempat) maupun secara keseluruhan. Pada umumnya semua perbaikan yang dilakukan ditunjukkan untuk mengurangi biaya produksi secara keseluruhan. Dengan demikian peta kerja akan merupakan alat yang baik dipakai untuk menganalisa suatu operasi kerja dengan tujuan mempermudah atau menyederhanakan proses kerja yang ada. Dalam menganalisa suatu sistem kerja, terlebih dahulu menganalisa serta memperbaki kerja pada kegiatan kerja setempat. Peta kerja adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja yang sistematis dan jelas. Peta kerja juga merupakan alat komunikasi secara luas dan sekaligus melalui peta-peta kerja ini kita bisa mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan untuk memperbaki suatu metode kerja. Lewat peta-peta kerja ini kita dapat melihat semua langkah atau kegiatan yang dialami oleh suatu benda kerja mulai dari masuk pabrik sampai akhirnya menjadi produk jadi, baik produk lengkap ataupun bagian dari suatu produk lengkap. Pada praktikum modul II yang akan kami lakukan ini, kami mencoba menggunakan peta- peta kerja tersebut di dalam kehidupan sehari-hari, yaitu kami mencoba membuat satu unit pensil box. Karena kita mengetahui bahwa banyak manfaat yang bisa didapat dari pengguanan peta-peta kerja didalam membuat atau memproses suatu produk. Berdasarkan praktikum-praktikum yang telah dilakukan maka setiap proses-proses yang ada dalam pelaksanaan praktikum tersebut dapat diaplikasikan ke dalam sebuah peta. Hal ini nantinya akan memberikan perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan proses pembuatan ulang pensil box, dimana urutan-urutan dari setiap stasiun kerja dapat berjalan dengan lebih baik dan teratur. Adapun studi kasus yang di ambil kali ini yaitu Pelayanan (service) yang diberikan oleh Perusahaan Penerbangan (operator) terhadap pemilik barang

I-1

(users) dalam pengiriman barang melalui udara (air cargo), dengan penanganan yang cepat, lancar, tepat dan aman yang dapat mengimbangi kedisiplinan yang tinggi atas kecepatan, adalah suatu hal yang didambakan oleh semua pihak dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan citra penerbangan yang tercepat dari moda lainnya. Mengingat angkutan ini (air cargo) belum berkembang dan belun dikenal oleh masyarakat luas, sebagai pihak regulator yaitu petugas yang termasuk dalam lingkungan aparat Departemen Perhubungan, merasa berkewajiban turut menyumbangkan pemikiran untuk meningkatkan penanganan muatan barang dalam rangka peningkatan peran aktipnya untuk turut mendorong kemajuan perekonomian. Untuk mencapai peningkatan penanganan muatan barang (cargo handling) berangkat dari konsep motion and time study, yaitu melalui penelitian kerja dan penelitian waktu. Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan Garuda Indonesian Airways di Pelabuhan Udara Kemayoran sebagai studi kasus. Penelitian kerja ini dilakukan terhadap sistem kerja penanganan muatan barang untuk keberangkatan barang (outgoing cargo) dan untuk kedatangan barang (incoming cargo). Penelitian tersebut dilakukan dengan merangkum ketiga tehnik peta kerja, yang meliputi pada Peta Tangan kiri dan tangan kanan, Peta Tata ruang dan peta Aliran proses dengan masing masing menggunakan prinsipprinsip ekonomi gerakan, dan studi gerakan, pemanfaatan ruangan untuk meningkatkan koordinasi antara berbagai bagian yang ada di Cargo Handling dan menggunakan dot and check technique serta daftar pertanyaan lainnya. Dalam proses analisa dan evaluasi terhadap masing-masing peta kerja tersebut, menghasilkan usul perbaikan kerja yang merupakan perbaikan sistem kerja. Perbaikan sistem kerja tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan penanganan muatan barang sehingga lebih lancar, lebih cepat dan tepat yang nantinya akan dapat meningkatkan efisiensi perusahaan. Kemudian dilakukan penelitian waktu terhadap sistem kerja yang berlaku saat ini untuk menetapkan waktu baku. Akhirnya diajukan pula konsep metodologi untuk peningkatan penanganan muatan barang yang dapat diberlakukan secara umum pada Pelabuhan Udara lainnya dalam kaitan penelitian ini. Apabila kita melakukan studi yang seksama terhadap suatu peta kerja, maka pekerjaan kita dalam usaha memperbaiki metode kerja dari suatu proses

I-2

produksi akan lebih mudah dilaksanakan. Pada dasarnya semua perbaikan tersebut di atas ditunjukkan untuk mengurangi biaya secara keseluruhan. Peta kerja juga merupakan alat yang baik untuk dipakai menganalisa suatu operasi kerja dengan tujuan mempermudah atau menyederhanakan proses kerja yang ada Dengan dilakukannya praktikum ini, mudah-mudahan kami bisa memahami dan menggunakan peta-peta kerja ini dengan sebaik-baiknya. 1.2 1. Rumusan Masalah Bagaimana cara membuat peta-peta kerja untuk dapat memperbaiki sistem kerja yang ada ke dalam peta-peta kerja. 2. Bagaiman cara menganalisa dan memahami penggunaan 7 tools dalam mengidentifikasi permasalahan yang ada mengenai kecacatan produk dan perbaikan sistem kerja yang ada. 1.3 1.3.1 Tujuan dan Manfaat Tujuan Adapun tujuan dari praktikum peta-peta kerja ini adalah sebagai berikut: 1. Membuat peta-peta kerja sehingga dapat memperbaiki sistem kerja yang ada dengan cara membuat peta-peta usulan. 2. Untuk mengetahui penyebab adanya kecacatan produk dengan

menggunakan 7 tools. 1.3.2 Manfaat Adapun manfaat yang didapat dalam praktikum pete-peta kerja adalah sebagai berikut: 1. Mampu membuat dan menganalisa peta-peta kerja dan memperbaiki dengan cara membuat peta-peta usulan 2. Dengan menggunakan 7 tools dapat mengetahui penyebab adanya kecacatan produk.

I-3

1.4

Batasan Masalah Agar permasalahan tidak terlalu luas ruang lingkupnya, maka penulis

membatasi masalah pada : 1. Peta-peta kerja keseluruhan yang dibuat adalah peta aliran proses, diagram aliran, peta proses operasi dan peta-peta kerja setempat yang dibuat yaitu peta tangan kiri tangan kanan. 2. 7 tools yang digunakan untuk analisa cacat produk adalah Flow Chart, Check Sheet, Histogram, Diagram Pareto, serta Diagram Sebab-Akibat. 3. Alat yang digunakan pada proses pembuatan yaitu cutter, penggaris, pensil, lem, amplas, stopwatch. 1.5 BAB I Sistematika Penulisan Laporan PENDAHULUAN Menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan praktikum, batasan masalah dan sistematika penulisan laporan. BAB II LANDASAN TEORI Menguraikan teori dasar serta prinsip dasar yang digunakan untuk membahas masalah ini yang berkaitan dengan kegiatan praktikum BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan pembahasan tentang peta-peta kerja BAB IV ANALISA Menganalisa semua yang telah diolah pada BAB III yaitu analisa tata letak kerja per stasiun kerja, analisa peta-peta kerja keseluruhan dan peta-peta kerja setempat kondisi sekarang untuk semua stasiun kerja, analisa peta-peta kerja setempat kondisi usulan untuk semua stasiun kerja, serta analisa 7 tools. BAB V PENUTUP Menguraikan secara singkat mengenai kesimpulan dan saran dari praktikum dan penulisan laporan.

I-4