Anda di halaman 1dari 17

TUGAS KELOMPOK

Ukuran Frekuensi (Morbiditas)


Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-dasar Epidemiologi

Oleh: Efri Malysha Dwi Putri Muslim Bahori Niken Kusuma Wardhani Nurrizky Wisudawati Ryantio Priyono Kelas : C Dosen Pembimbing: Minsarnawati, SKM, M.KES dan Meilani M. Anwar, M.Epid

Semester II Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta 2011 M./1432 H.

Kata Pengantar
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Esa yang telah memberikan penulis kesehatan dan kemudahan dalam berfikir sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Epidemiologi dengan judul Ukuran Frekuensi (Morbiditas) ini tepat pada waktunya. Makalah ini penulis susun berdasarkan referensi yang ada. Makalah ini berisi tentang penjelasan mengenai definisi Ratio, Proporsi dan Rates; Pengertian insidens dan prevalens ; Perhitungan Insidens Proporsi (Risk dan kumulatif Insidens); Perhitungan prevalens ; Attack Rate dan secondary Attack rate. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengajar matakuliah Epidemiologi yaitu Ibu Minsarnawati, SKM, M.KES dan Meilani M. Anwar, M.Epid yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk membuat ini. Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, sehingga dapat diselesaikan dengan baik. Penulis berharap makalah ini dapat berguna terutama bagi penulis sendiri guna sebagai bahan pelajaran untuk kedepannya terkait masalah kesehatan . Kami juga mengharapkan kritik,saran dan bimbingannya dari berbagai pihak, terutama dari dosen pembimbing demi menghasilkan makalah yang lebih baik lagi.

Ciputat 17-04-2012

Penulis (kelompok 6)

Materi pokok (Materi Esensial):


Definisi Rates, Proporsi dan Ratio Pengertian Insidens dan Prevalens Perhitungan Insidens Proporsi (Risk dan Kumulatif Insidens) Perhitungan Prevalens Attack Rate dan Secondary Attack Rate

Tujuan (Indikator Kompentensi) :


Mampu menjelaskan perbedaan proporsi, ratio dan rate

Mampu menjelaskan perbedaan dan kegunaan insidens, prevalens, Attack rate dan secondary attack rate

BAB I Pendahuluan

Cara mengukur frekwensi masalah kesehatan yang dapat dipergunakan dalam Epidemiologi sangat beraneka ragam, karena tergantung dari macam masalah kesehatan yang ingin diukur atau diteliti. Kali ini penulis hanya membahas ukuran frekuensi masalah penyakit ( ANGKA KESAKITAN / MORBIDITAS ).

Setiap gangguan di dalam fungsi maupun struktur tubuh seseorang dianggap sebagai penyakit. Penyakit, sakit, cedera, gangguan dan sakit, semuanya dikategorikan di dalam istilah tunggal : MORBIDITAS.

o MORBIDITAS = Kesakitan : Merupakan derajat sakit, cedera atau gangguan pada suatu populasi. o MORBIDITAS : Juga merupakan suatu penyimpangan dari status sehat dan sejahtera atau keberadaan suatu kondisi sakit. o MORBIDITAS : Juga mengacu pada angka kesakitan yaitu ; jumlah orang yang sakit dibandingkan dengan populasi tertentu yang sering kali merupakan kelompok yang sehat atau kelompok yang beresiko.

Di dalam Epidemiologi, Ukuran Utama Morbiditas adalah : Angka Insidensi & Prevalensi dan berbagai Ukuran Turunan dari kedua indikator tersebut.Setiap kejadian penyakit, kondisi gangguan atau kesakitan dapat diukur dengan Angka Insidensi dan Angka Prevalensi.

BAB II Pembahasan

Definisi Rates, Proporsi dan Ratio


Ratio, proposi, dan Rate adalah serangkaian bentuk dasar ukuran epidemiologi. Ketiga bentuk dasar ini yang paling sering dipakai untuk mengukur dan mejelaskan peristiwa kesakitan, kematian dan nilai statistik vital lainnya. Penggunaan perhitungan ini dimaksudkan untuk memberi ukuran yang lebih objektif terhadap peristiwa yang diukur. Rates yang dimaksudkan dalam ukuran epidemiologi adalah angka. Nilai rate mengukur kemungkinan kejadian dalam populasi terhadap beberapa peristiwa tertentu misalnya kasus atau mati karena penyakit infeksi. Sebagai contoh: jika sejumlah X kasus penyakit (kematian) terjadi dalam populasi yang besarnya Y, berapa banyak yang diharapkan terjadi dalam populasi yang besarnya K? Dapat dinyatakan : X/Y= Angka(atau yang diharapkan)/ K. Hitungan selanjutnya: memperoleh: Angka= X/Yx K.

Dengan mengetahui angka frekuensi kejadian dari peristiwa yang dinyatakan dengan X dalam suatu populasi yang berukuran baku, frekuensi nisbi (relative) yang terjadi terhadap peristiwa yang sedang diteliti dapat di bandingkan secara logis diantara berbagai populasi, dan faktor yang menunjang perbedaan pengamatan yang terjadi dapat dicari. Contoh dari rate diantaranya : Angka Insidensi (Incidence Rate), Angka Serangan (Attack Rate), Angka Kematian. Jenis Rate: Nilai crude rate : hasil perhitungan kasar yang pembagiaannya didasarkan pada jumlah penduduk secara keseluruhan. Misalnya: crude birth rate dan crude death rate Specific Rate : nilai rate yang didasarkan pembagiannya dengan suatu kelompok tertentu yang berisiko, misalnya terhadap suatu umur tertentu. Nilai adjusted rate : nialai yang perhitungannya disesuaikan dengan suatu kelompok pembanding tertentu yang bertujuan untuk menghilangkan pengaruh suatu variabel tertentu yang sedang dibandingkan. Dikenal 2 macam adjusted rate : direct and inderect adjusted rate.
Proposi Distribusi proposi adalah suatu persen (yakni, proposi dari

jumlah peristiwa-peristiwa dalam kelompok data yang mengenai masing-masing kategori (atau subkelompok) dari kelompok itu. Rumus: Persen = X/Y x K.( X: banyak peristiwa atau orang ,dll, yang terjadi dalam kategori tertentu subkelompok dari kelompok yang lebih besar; Y: jumlah peristiwa atau orang , dll, yang terjadi dalam semua kategori dari kelompok data tersebut; K: selalu sama dengan 100) Proposi umunya dipakai dalam keadaan dimana tidak mungkun menghitung, angka insidensi; bukan suatu rate; tidak dapat menunjukkan peluang keterpaparan atau infeksi, kecuali jika banyaknya orang dimana peristiwa dapat terjadi adalah sama pada setiap subkelompok. Karena X dan Y berada pada tempat yang sama, berbagai persen dalam kelompok data yang ada dapat dan seharusnya saling ditambahkan bersama semua kategori data, dan jumlahnya harus menjadi 100%. Sedanjgkan angka (rate) kalau dijumlahkan tidaklah demikian.

Interpretasi dari proposi : dari jumlah frekuensi dimana suatau jnis peristiwa utertentu terjadi, kejadiannya dinyatakan dalam persen dari berbagai subkelompok utama. Rasio : suatu pernyataan frekuensi nisbi kejadiaan suatu peristiwa terhadap peristiwa lainnya. Rumus Ratio adalah : Ratio = X/Y x K . ( X: banyak peristiwa atau orang ,yang mempunyai satu atu lebih atribut tertentu; Y: banyaknya peristiwa atau orang , dll, yang satu atu lebih atribut tertentu, tetapi dalam hal berbeda atributnya deanagn anggota X ; K: 1) Karena k=1, rumus dapat disederhanakan : Ratio = X/Y X:Y.Populasi dan masa jedah (titik waktu) dari data yang dipakai haruslah tertentu/ khusus, persis untuk rate. Ratio dapat dihitung untuk angka hanya sebagai banyaknya peristiwa. Umumnya nilai X dan Y dibagi oleh nilai X maupun nilai Y sehingga salah satu nomor dalama rasio sama dengan 1. Rumus untuk ketiga ukuran diatas sebenarnya memiliki bentuk dasar yang sama, yaitu : Rate (atau rasio atau proposi): (X/Y) x K; yang biasa di baca: X kali K di bagi Y; atau X bagi Y kali K. Perbedaan perhitungan antara ukuran ini terletak dalam penetapan X, Y, dan nilai yang diberikan pada K.

Pengertian Insidens dan Prevalens


yang ditemukan pada suatu waktu tertentu di satu kelompok masyarakat.Insidensi diperoleh dari suatu penelitian kohor. Untuk dapat menghitung angka insidensi suatu penyakit, sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu tentang : Data tentang jumlah penderita baru. Jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit baru (Population at Risk). Insidensi dirumuskan sebagai banyaknya kasus baru yang ditemukan pada suatu periode waktu tertentu dibagi dengan populasi berisiko.Dikenal 2 jenis insidensi, yaitu: Incidence Rate (IR) Dihitung berdasarkan jumlah penderita yang jatuh sakit (kasus baru) pada suatu waktu tertentu dibagi dengan banyaknya populasi sehat

Insiden adalah gambaran tentang frekwensi penderita baru suatu penyakit

yang diamati dari awal penelitian. Waktu pengumpulan data atau penelitian biasanya setahun atu bisa bertahun-tahun kalau mengenai penyakit kronik, karena itu dalam menyatakan nilai IR perlu ditambahkan masa pengamatan.Dari sini bisa dilakukan ratarata IR yang disebut Cumulative Icidence.Misalnya: penelitian kohor mengenai CHD pada tahun 1985 dimulai dengan 1000 orang dewasa usia 40-60 tahun. Setelah 10 tahun kemudian, 1995 didapatkan 75 orang diantara mereka yaitu terserang CHD. Untuk itu IR adalah 75/1000 atau 75 per 1000 orang dalam 10 tahun atau rata-rata (CI) adalah 75/10 atau 7,5. Incidence Density (ID) Bedanya ID dan IR adalah penyebutnya. Pada ID penyebutnya adalah jumlah periode waktu dari tiap orang dalam penelitian. Tiap orang akan memberikan kontribusi bukan sebagai satu orang tetapi lamanya waktu yanjg diberikan, misalnya jika dihitung dalam tahun disebut person-years atau tahun orang, dll.
Prevalensi adalah ukuran tentang jumlah atau proporsi dari kasus atau

masalah kesehatan pada suatu populasi tertentu.Menggambarkan tentang frekuensi penderita lama dan baru yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu di sekelompok masyarakat tertentu. Pada perhitungan angka Prevalensi, digunakan jumlah seluruh penduduk tanpa memperhitungkan orang/penduduk yang Kebal atau Penduduk dengan Resiko (Population at Risk). Sehingga dapat dikatakan bahwa Angka Prevalensi sebenarnya BUKAN-lah suatu RATE yang murni, karena Penduduk yang tidak mungkin terkena penyakit juga dimasukkan dalam perhitungan. Pravelensi Rate menunjukkan proposi orang yang mempunyai penyakit tertentu pada suatu titik waktu tertentu atau suatu periode waktu tertentu pada populasi yang diamati. Dikenal 2 macam Prevalance Rate,yaitu : Point dan Periode Prevalance.

Perhitungan Insidens Proporsi (Risk dan Kumulatif Insidens)


Insiden merupakan nilai yang sangat berguna dalam epidimiologi deskriptif untuk menerangkan/menentukan mereka/kelompok penduduk yang menderita dan terancam ( beresiko ). Dengan demikian dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan program pencegahan dan penanggulangan serta untuk menentukan sasaran utama dalam program

tersebut. Disamping itu,nilai insiden ini digunakan juga untuk penelitian/penentuan kasus secara epidimiologis sehingga dapat menilai berbagai factor yang berpengaruh dalam terjadinya penyakit yang sedang diteliti serta untuk menilai hipotesis penelitian. Rate insiden merupakan dasar dalam penelitian epidimiologis tentang factor penyebab,baik pada penyakit infeksi/akut maupun pada penyakit menahun karena insiden merupakan indicator langsung tentang tingkat resiko terhadap suatu penyakit. Angka (rate) insiden adalah suatu ukuran frekuensi kejadian kasus baru suatu penyakit dalam suatu populasi tertentu selama suatu priode waktu tertentu. Rumus yang di pakai dalam menghitungan insiden adalah: Angka insiden = (k) Artinya : X : jumlah orang dalam suatu populasi yang ditetapkan (ditetapkan menurut waktu, tempat, dan orang) yang baru sakit karena sesuatu selama interval waktu tertentu. Y : jumlah orang dalam populasi tersebut yang terancam (mempunyai resiko : at risk) penyakit tersebut selama interval waktu tertentu (yang sama dengan waktubdi mana kasus terjadi). Biasanya, besarnya populasi pada pertahanan interval waktu diambil sebagai ukuran populasi yang di tetapkan. Nilai yang paling tepat adalah besarnya orang kali waktu keterpaparan. K : suatu nilai tetentu, biasanya 100.000. tetapi nilai 100, 1000, 100.000, bahkan 1.000.000 sering digunakan. Pemilihan nilai k ini biasanya di buat seehingga angka Terkecil di perolah dalam seri yang hanya mempunyai satu digit pada sebelah kiri Titik desimal (sehingga di hasilkan angka yang kecil; jadi 4,2/1.000, dan bukan 0,42/

100 atau 9,6/1..000.000, dan bukan 0,96/100.000) Contoh : Pada tahun 1977, sejumlah 412 kasus penyakit tertentu dilaporkan terjadi dalam satu kota berpenduduk 212.000. berapa angka insiden per 100.000 di kota itu selama tahun tersebut? Angka insiden = x 100.000 = 194,3/ 100.000

Insiden komulatif merupakan salah satu modifikasi dan nilai rate insiden komulatif dan disebut juga proporsi. Nilai ini merupakan nilai insiden dimana pembilang dan penyebut adalah individu-individu yang dalam permulaan priode bebas dari penyakit sehingga mereka mempunyai resiko untuk terkena penyakit pada akhir priode. Insiden komulatif :

Dengan demikian insiden komulatif merupakan proporsi individu dalam keadaan beban penyakit pada pada awal priode yangberalih menjadi sakit selama priode tersebut. Angka serangan (attack rate) yang mempunyai kemiripan dengan angka insiden. Angka serangan adalah anka insiden, biasanya dinyatakan dalam persen dan diterapkan terhadap populasi tertentu yang sempit dan terbatas pada suatu priode, misalnya dalam suatu peristiwa luar biasa atau wabah (epidemi). Angka serangan =

Artinya : X Y : sama dengan angka insiden. : sama dengan angka insiden.

K : hampir selalu = 100, meskipun mungkin 1.000. jika k sama dengan 100, angka Serangan dapat sebagai jumlah kasus per 100 penduduk maupun sebagai persen (%)

Contohnya : Dalam suatu letusan (outbreak) yang melibatkan 26 kasus penyakit X, 7 kasus wanita dan 19 laki-laki. Dalam kelompok dimana terjadi ada 9 orang wanita dan 87 laki-laki. Berapakah angka serangan di antara masing-masing jenis kelamin dan seluruh anggota kelompok? Tabel Jenis Kelamin Laki-laki Wanita Jumlah Penghitungan : Angka serangan Laki-laki Angka serangan Wanita Angka serangan Seluruhnya Jumlah Kasus 19 7 26 = = = Jumlah Orang 87 9 96

= 190 : 87 =21,8 = 700 : 9 = 77,8 = 27,1

Angka kematian penyakit tertentu (case fatality rate) merupakan ukuran beratnya suatu jenis penyakit dalam nimbulkan kematian. Case fatality rate = Angka ini biasanya di hitung dalam persen dan mengacu pada proporsi orang-orang dengan suatu penyakit tertentu yang meninggal karena penyakit tersebut.

Perhitungan Prevalens
Proporsi individu dalam populasi yang mengalami penyakit atau kondisi lainnya pada suatu periode waktu tertentu. Menggambarkan jumlah kasus yang ada pada satu saat tertentu. Rumus menghitung prevalens:

Ciri-ciri Prevalance : Berbentuk proporsi Tidak mempunyai satuan atau tanpa dimensi bisa dinyatakan dalam Jangan dianggap sebagai rate Tergantung insidensi dan durasi besarnya antara 0 dan 1

persen

Period dan Point Prevalens

a) Period Prevalen Rate Jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan jangka waktu yang bersangkutan Nilai Periode Prevalen Rate hanya digunakan untuk penyakit yang sulit diketahui saat munculnya, misalnya pada penyakit Kanker dan Kelainan Jiwa. Rumus yang digunakan : Jumlah penderita lama & baru Periode Prevalen Rate = x K Jumlah penduduk pertengahan Nilai PPR bisa naik dan turun. Faktor-faktor yang menyebabkan PPR meningkat: perlangsungan penyakit lebih lama, perpanjangan hidup pasien yang tidak sembuh, bertambahnya kasus baru, terdapat kasus imigrasi, migrasi keluar orang sehat, imigrasi orang yang susceptibl, peningkatan fasilitas diagnostik. Faktor-faktor yang menyebabkan PPR menurun: perlangsungan penyakit yang lebih singkat, tinggi angka fatilitas kasus, menurun insidensi, imigrasi penduduk sehat, migrasi keluar kasus, perbaikan dalam kesembuhan kasus. b) Point Prevalen Rate Jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit pada suatu saat dibagi dengan jumlah penduduk pada saat itu. Dapat dimanfaatkan untuk mengetahui Mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.

Rumus : Jumlah Penderita lama & baru Saat itu Point Prevalen Rate = x K Jumlah Penduduk Saat itu Kegunaannya: Untuk mengetahui beban atau besarnya masalah/penyakit dalam masyarakat. Sangat penting bagi pengambil keputusan untuk mengtambil kebijaksanaan mengenai masalah tertentu, contoh : untuk penyediaan fasilitas tempat tidur di rumah sakit. Untuk mengertahui besarnya sampel yang dibutuhkan untuk suatu penelitian epidemiologi lanjut. Misalnya: jika dibutuhkan 30 kasus maka dengan PPR 58.6/1000 dibutuhkan sekitar 500 sampel. Untuk evaluasi suatu program denagn mengukur PPR pada tahun atu waktuwaktu berikutnya.

Attack Rate dan Secondary Attack Rate


Attack Rate Attack rate adalah Jumlah penderita baru suatu penyakit suatu saat dibandingka dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit tersebut pada saat yang sama. Manfaat Attack Rate adalah : Memperkirakan derajat serangan atau penularan suatu penyakit. Makin tinggi nilai AR, maka makin tinggi pula kemampuan Penularan Penyakit tersebut.
Rumus perhitungan :

1.

2. Secondary Attack Rate Secondary Attack Rate adalah jumlah penderita baru suatu penyakit yang terjangkit pada serangan kedua dibandingkan dengan

jumlah penduduk dikurangi orang/penduduk yang pernah penyakit pada serangan pertama.

terkena

Digunakan menghitung suatu panyakit menular dan dalam suatu populasi yang kecil (misalnya dalam Satu Keluarga ).
Rumus perhitungan :

BAB III Kesimpulan

Perbedaan antara rate, proporsi , dan ratio bahwa rumus untuk ketiga ukuran diatas sebenarnya memiliki bentuk dasar yang sama, yaitu : Rate (atau rasio atau proposi): (X/Y) x K; yang biasa di baca: X kali K di bagi Y; atau X bagi Y kali K. Perbedaan perhitungan antara ukuran ini terletak dalam penetapan X, Y, dan nilai yang diberikan pada K.

Insiden adalah gambaran tentang frekwensi penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu waktu tertentu di satu kelompok masyarakat.Insidensi diperoleh dari suatu penelitian kohor. Kegunaannya:
Digunakan dalam epidimiologi deskriptif untuk

menerangkan/menentukan mereka/kelompok penduduk yang menderita dan terancam ( beresiko )


sebagai dasar dalam menentukan program pencegahan dan

penanggulangan serta untuk menentukan sasaran utama dalam program tersebut.

digunakan juga untuk penelitian/penentuan kasus secara epidimiologis sehingga dapat menilai berbagai factor yang berpengaruh dalam terjadinya penyakit yang sedang diteliti serta untuk menilai hipotesis penelitian. Rate insiden merupakan dasar dalam penelitian epidimiologis tentang factor penyebab,baik pada penyakit infeksi/akut maupun pada penyakit menahun karena insiden merupakan indicator langsung tentang tingkat resiko terhadap suatu penyakit Prevalensi adalah ukuran tentang jumlah atau proporsi dari kasus atau masalah kesehatan pada suatu populasi tertentu.Menggambarkan tentang frekuensi penderita lama dan baru yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu di sekelompok masyarakat tertentu. Prevalensi diperoleh dari suatu penelitian cross-sectional. Kegunaannya (jika digunakan point prevalence rate) :
Untuk mengetahui beban atau besarnya masalah/penyakit dalam

masyarakat.

Sangat penting bagi pengambil keputusan mengenai masalah tertentu, rumah sakit.

untuk mengtambil kebijaksanaan

contoh : untuk penyediaan fasilitas tempat tidur di penelitian

Untuk mengertahui besarnya sampel yang dibutuhkan untuk suatu epidemiologi lanjut. Misalnya: jika dibutuhkan 30 kasus 58.6/1000 dibutuhkan sekitar 500 sampel. maka dengan PPR waktuwaktu

Untuk evaluasi suatu program denagn mengukur PPR pada tahun atu

berikutnya.
Attack rate adalah

Jumlah penderita baru suatu penyakit suatu saat dibandingkadengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit tersebut pada saat yang sama. Manfaat (kegunaan) Attack Rate adalah :

Memperkirakan derajat serangan atau penularan suatu penyakit. Makin tinggi nilai AR, maka makin tinggi pula kemampuan Penularan Penyakit tersebut. Secondary Attack Rate adalah jumlah penderita baru suatu penyakit yang terjangkit pada serangan kedua dibandingkan dengan jumlah penduduk dikurangi orang/penduduk yang pernah terkena penyakit pada serangan pertama. Manfaat (kegunaan) Secondary Rate adalah : menghitung suatu panyakit menular dan dalam suatu populasi yang kecil (misalnya dalam Satu Keluarga ).

DAFTAR PUSTAKA

C.Timrmeck, Thomas.2005.Epidemiologi Suatu Pengantar Edisi

2.Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta


morton, Richard, dkk.Epidemiologi dan biostatistik panduan edisi 5,

2003, buku penerbit kedokteran egc, Jakarta.


blog.tp.ac.id/wp-

content/.../85fb4bd97ff0503bd28e9cac1af3d205.pd...ukuran mordibitas dalam epidemiologi


Bustan MN (2002). Pengantar Epidemiologi, Jakarta, Rineka Cipta. Narsy Noor, Prof. DR. Nur. Epidemiologi, Jakarta, Rineka Cipta.

http://mhs.blog.ui.ac.id/putu01/2012/01/09/pengukuran-epidemiologi/

Diakses pada tanggal 17-04-2012.