Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PENYAKIT APENDIKSITIS KRONIK PENGKAJIAN 1. Pengumpulan data a. Identitas klien Nama : Tn.

Y, Jenis kalamin : laki-laki, pendidikan : SLTA, agama : Islam, pekerjaan : wiraswasta, alamat : Jl. Jeruk no. 123, diagnosa medis : appendiksitis kronik. b. Keluhan utama Pasien mengatakan nyeri di daerah umbilikus (nyeri pada perut kanan bawah). c. Riwayat penyakit sekarang Sebelum masuk Rumah Sakit klien mengatakan nyeri perut kanan bawah mulai 1 minggu dan pasien mengira hanya nyeri biasa, kemudian pergi ke dokter hilang sebulan kemudian penyakitnya kambuh lagi dan pergi ke Rumah Sakit, ternyata dia mengidap penyakit radang pada usus buntu dan klien dianjurkan untuk operasi. d. Riwayat penyakit dahulu Pasien mengatakan pernah sakit jantung dan menderita appendiksitis kronik sebelumnya. e. Riwayat penyakit keluarga Dalam keluarga pasien tidak ada yang mengalami penyakit appendiksitis kronik. f. Pola fungsi kesehatan 1) Pola persepsi dan tatalaksana hidup sehat Sebelum menderita penyakit appendiksitis kronik, apabila sakit pasien selalu memeriksakan dirinya ke dokter. 2) Pola nutrisi dan metabolik Tidak mengalami gangguan 3) Pola aktivitas Karena adanya nyeri pasien terganggu dalam melakukan aktivitas

4) Pola tidur dan istirahat Kebiasaan tidur berkurang diakibatkan adanya keadaan nyeri yang sering timbul. 5) Pola persepsi dan kognitif Pasien kurang mengetahui tentang penyakit yang dideritanya. 6) Pola persepsi diri Pasien takut dan khawatir dengan apa yang dijalankannya sebelum dilakukan operasi. 7) Pola penanggulangan stress Sebelum masuk Rumah Sakit pasien selalu memecahkan masalah dengan anggota keluarganya dan setelah masuk Rumah Sakit pasien memecahkan masalah dengan perawat. 8) Pola eleminasi Dalam hal BAK dan BAB tidak mengalami gangguan 9) Pola reproduksi dan seksual Pasien sudah menikah dan tidak mempunyai masalah dalam hubungan seksual. 10) Pola hubungan peran Sebelum masuk Rumah Sakit hubungan pasien dengan keluarga baik, begitu juga setelah masuk Rumah Sakit. 11) Pola keyakinan diri Pasien selalu menjalankan ibadahnya dengan baik walaupun dalam keadaan sakit. g. Pemeriksaan fisik 1) Keadaan umum Pasien mengeluh nyeri perut didaerah kanan bawah, pasien sering termenung. 2) Kulit, rambut, kuku Dalam hal ini tidak ada kelainan. 3) Kepala, leher Tidak ada kelainan

4) Mata Mata tampak cekung karena kurang tidur 5) Telinga, hidung, mulut, tenggorokan Tidak ada kelainan 6) Dada dan Abdomen Dada berbentuk barrel chest dan pada abdomen berbentuk nyeri. 7) Sistem respirasy RR : normal 8) Sistem kardiovaskuler Pada palpasi terdapat peningkatan nadi, jantung tidak mengalami pembesaran. 9) Sistem urinasia Tidak ada kelainan 10) Sistem gastrointestinal Adanya nyeri tekan, perut terasa mual 11) Sistem muskuloskeletal Adanya pembatasan gerakan diakibatkan adanya nyeri 12) Sistem endokrin Tidak ada masalah 2. Analisa data Ds : Do : Pasien mengatakan mengerti prosedur keperawatan Pasien mengatakan nyeri perut kanan bawah, dan nyeri hilang tembus ke punggung Pasien mengatakan kurang mengetahui tentang penyakitnya. Pasien mengatakan nyeri timbul tiap jam sekali Pasien mengatakan nyeri sangat menggangu dalam beraktivitas (skala nyeri 4). Pasien mengatakan nyeri tajam dan seperti disobek-sobek. Pasien kelihatan gelisah Pasien selalu termenung Pasien wajahnya pucat

Nafsu makan berkurang Berat badannya menurun

3. Diagnosa keperawatan Gangguan nyeri berhubungan dengan adanya peradangan pada apendiks. Gangguan aktivitas berhubungan dengan adanya penyakit tersebut. Kecemasan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan pasien tentang penyakit yang diderita. Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri pada daerah perut kanan bawah. PERENCANAAN Diagnosa 1 : Gangguan nyeri berhubungan dengan adanya peradangan pada apendiks. Tujuan : Kriteria hasil : Pasien mengatakan nyeri berkurang TNS normal 1. 2. 3. 4. 5. Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga sehingga Kaji keluhan nyeri, lokasi penyebaran dan lamanya nyeri Anjurkan pasien untuk nafas panjang sehingga nyeri dapat Lakukan observasi tanda-tanda vital. Lakukan kolaborasi dengan tim dokter Nyeri berkurang dalam waktu 1 x 24 jam

Rencana tindakan mempermudah melakukan asuhan keperawatan. sehingga dapat diketahui seberapa besar nyeri yang dirasakan. berkurang.

Diagnosa 2 : Gangguan aktivitas berhubungan dengan adanya penyakit tersebut. Tujuan : Kriteria hasil : Aktivitas pasien dapat kembali seperti semula.

Pasien mengatakan aktivitasnya kembali baik. Tekanan darah, denyut nadi dan suhu normal.

Rencana tindakan 1. Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga. 2. Kaji tentang aktivitas pasien 3. Anjurkan pasien untuk berusaha melakukan aktivitasnya sehari-hari. 4. Lakukan observasi tanda-tanda vital. Diagnosa 3 : Kecemasan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan pasien tentang penyakit yang diderita. Tujuan : Kriteria hasil : Pasien mengatakan bahwa cemasnya berkurang Pasien tidak gelisah TNS normal Kecemasan pasien dapat berkurang.

Rencana tindakan 1. Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga. 2. Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang penyakitnya 3. Berikan pasien untuk dapat mengungkapkan perasaannya. 4. Alihkan perhatian pasien ke hal yang lain. Diagnosa 4 : Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri pada daerah perut kanan bawah. Tujuan : Kriteria hasil : Pasien mengatakan bahwa sekarang sudah agak baik. TNS normal Mobilitas pasien dapat kembali seperti semula.

Rencana tindakan 1. Anjurkan pasien untuk melakukan mobilitas secara rutin. PELAKSANAAN Berdasarkan dari diagnosa diatas :

1. Melakukan pendekatan kepada pasien. 2. Melakukan pengkajian pda daerah nyeri. 3. Melakukan observasi tanda-tanda vital. 4. Melakukan kolaborasi dengan tim medis. 5. Melakukan pengkajian tentang pengetahuan pasien terhadap penyakitnya. 6. Melakukan tindakan sehingga pasien bisa mengalihkan perhatiannya ke hal yang lain. 7. Pasien diberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya. 8. Memberitahukan pasien supaya dapat melakukan aktivitasnya. 9. Menganjurkan pasien untuk melakukan imobilitas secara rutin. II. EVALUASI Berdasarkan hasil dari perencanaan yaitu dapat dilaksanakan dan dapat terpenuhi sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

PENGKAJIAN 1. Pengumpulan data a. Identitas klien Nama : Ny. X, umur : 45 tahun, jenis kalamin : perempuan, pendidikan: SMU, pekerjaan : Ibu Rumah Tangga, alamat : Surabaya, diagnosa medis : kanker payudara kiri (sinistra). b. Keluhan utama Pasien mengatakan takut dan cemas karena benjolan pada payudara sebelah kiri atas semakin lama semakin besar. c. Riwayat penyakit sekarang Pasien satu bulan sebelum masuk Rumah Sakit, ketika mandi teraba ada benjolan pada payudaranya sebelah kiri atas sebesar kelereng, tapi tidak nyeri. d. Riwayat penyakit dahulu Kurang lebih setahun yang lalu pernah sakit typus dan sempat opname di Rumah Sakit. e. Riwayat penyakit keluarga Pada anggota keluarga pasien tidak ada yang mengalami penyakit kanker payudara dan tidak mempunyai turunan atau menular. f. Pola fungsi kesehatan 1) Pola persepsi dan tatalaksana hidup sehat Sebelum masuk Rumah Sakit pasien mengatakan sangat memperhatikan kesehatanya, bila pasien atau keluarganya sakit, segera pergi ke dokter, kadang-kadang pasien minum obat yang dijual di toko, pasien mandi dua kali sehari, menggosok gigi dan keramas dua kali seminggu, saat masuk Rumah Sakit kebutuhan kebersihan diri pasien tidak ada perubahan. 2) Pola nutrisi dan metabolisme Kebiasaan pasien dirumah teratur yaitu 3x sehari, walau dalam keadaan sakit pasien berselera makan karena tidak ada kelainan pada pencernaannya. Komposisi makanan yaitu nasi, sayur lauk-pauk.

Klien jarang menghabiskan makanan yang diberikan Rumah Sakit, minum 6-8 gelas sehari air putih. 3) Pola aktivitas Sebelum masuk Rumah Sakit pasien kegiatannya Ibu Rumah tangga, waktu masuk Rumah Sakit lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk tiduran sambil membaca koran atau majalah, pasien makan, minum, mandi, BAB, BAK tanpa bantuan. 4) Pola eleminasi Sebelum masuk Rumah Sakit pasien biasa BAB 1x sehari, BAK 45 x sehari, saat masuk Rumah Sakit selama 1 hari belum BAB dan BAK 4-5 x sehari. 5) Pola tidur dan istirahat Sebelum masuk Rumah Sakit pasien tidur 7-8 jam sehari, saat masuk Rumah Sakit dalam memenuhi kebutuhan istirahat pasien tidak mengalami gangguan waktu tidur, justru lebih banyak istirahat. 6) Pola persepsi dan kognitif Pasien mengatakan penyakit yang pernah dideritanya adalah typus dan pernah opname di Rumah Sakit dan saat ini pasien tidak mengerti tentang prosedur operasi yang akan dijalaninya sehingga menjadi takut dengan tindakan operasi, pendengaran, penciuman, penglihatan, perabaan, pengecapan tidak ada gangguan. Pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit pasien kurang informasi, terbukti pada pasien dalam perawatan payudara sampai terjadi benjolan dan adanya lesi. 7) Pola persepsi diri Pasien mengatakan bahwa sakitnya tidak parah dan berharap ingin cepat sembuh, pulang kerumah dan kembali bersama keluarganya. Pasien cemas dan takut serta khawatir dalam menghadapi operasi. 8) Pola hubungan peran Sebelum masuk Rumah Sakit hubungan pasien dengan tetangga dan teman baik. Peran dalam keluarga sebagai istri dan ibu saat masuk

Rumah Sakit hubungan pasien dengan keluarga baik, begitu juga dengan perawat. 9) Pola reproduksi dan seksual Pasien berjenis kelamin perempuan, sudah menikah dan memiliki dua orang anak. 10) Pola penanggulangan stress Sebelum masuk Rumah Sakit dalam menyelesaikan masalah pasien selalu mengatakan kepada suami dan anak-anaknya saat di Rumah Sakit pasien dalam memecahkan masalahnya diungkapkan kepada perawat dan dokter. 11) Pola tata nilai dan kepercayaan Pasien beragama Islam sebelum masuk Rumah Sakit pasien melakukan sholat lima waktu, taat beribadah, bahkan dalam keadaan sakitpun membuatnya semakin dekat kepada Allah. g. Pemeriksaan fisik 1) Keadaan umum Pasien baik, sadar sepenuhnya sering tampak termenung. 2) Kulit, rambut, kuku Kulitnya sawo matang, rambut ikal pendek, tidak ada kerontokan yang berlebihan warna hitam beruban, kuku pendek bersih dan tidak ada kelainan. 3) Kepala dan leher Kepala tidak ada benjolan, bentuk simetris, leher tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. 4) Mata Simetris konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterus, pasien menggunakan kacamata. 5) Telinga, hidung, mulut, tenggorokan Telinga tidak terdapat serumen, hidung tidak ada polip, mulut tidak sumbing mukosa kuning, tidak karies, tenggorokan tidak faringtis, tidak bengkak.

6) Dada / thorak dan abdomen Dada simetris, pada abdomen terdengar bising usus 7) Sistem respirasi Tidak ada suara napas tambahan, ronchi / wheezing, irama teratur tidak ada alat bantu pernafasan. 8) Sistem kardiovaskuler Normal. 9) Sistem geneto urinasia Tidak ada kelainan pada sistem perkemihan. 10) Sistem gastrointestinal Normal, tidak ada gangguan menelan 11) Sistem muskuloskeletal Pasien membatasi gerakannya karena rasa malu, secara umum pergerakan ikstremitas atas dan bawah tidak ada gangguan. 12) Sistem endokrin Tidak ada kelainan atau tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan tidak ada struma. 13) Sistem persyarafan a) Motorik Keadaan umum pasien baik, pasien terdapat benjolan pada payudara kiri atas sehingga membatasi gerakannya. b) Sensorik Pasien menggunakan kaca mata. 2. Analisa data a. Data subyektif Pasien mengatakan cemas gelisah dan khawatir karena benjolan pada payudaranya teraba sebesar kelenjar sebelah kiri atas makin lama makin besar tapi tidak terasa nyeri. Pasien mengatakan takut dengan tindakan operasi yang akan dijalaninya. Pasien mengatakan tidak mengerti tentang prosedur tindakan operasi. Pasien ikhlas dan pasrah walaupun harus dioperasi akan tetapi merasa malu atas perubahan dirinya, pasien mengatakan cemas mengenai biaya operasi.

b. Data obyektif Pada pemeriksaan terhadap payudara didapatkan benjolan sebesar kelereng, sebelah kiri atas padat dan keras melekat pada kulit tidak nyeri, sulit digerakkan diantara jaringan. Bentuk dan ukuran payudara tidak simetris, warna kemerahan pada kulit payudara lesi dan lekukan kulit. Ekspresi wajah pasien cemas dan sedih. Pasien sering menutupi payudara yang bertambah besar dengan tangan. Pasien cemas gelisah dan sering termenung sehubungan dengan penyakit dan biaya operasi. PERENCANAAN 1. Diagnosa Kecemasan yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan pasien tentang prosedur operasi. Kecemasan yang disebabkan oleh body image yang berhubungan dengan benjolan yang ada di payudaranya. Kecemasan yang berhubungan dengan biaya operasi. Kecemasan yang berhubungan dengan kegagalan operasi, sehingga suatu saat akan timbul benjolan lagi pada payudara. 2. Tujuan Lemas berkurang setelah diberikan penjelasan sampai rencana tindakan operasi. Pasien menerima perubahan tubuhnya sehingga mau berinteraksi dengan teman dan masyarakat. Gangguan integritas kulit payudara tidak meluas sebelum operasi. Pasien tidak lagi bertanya tentang penyakitnya. Ekspresi wajah tenang tidak cemas. Pasien tidak takut lagi dengan adanya bejolan dan dapat merawat kulit payudara selama terdapat benjolan dan lesi. Hubungan interaksi sosial pasien kembali normal seperti semula seperti waktu sehat sebelum menderita penyakit kanker payudara. 3. Kriteria hasil : -

PELAKSANAAN 1. Memberikan penjelasan pada pasien mengenai prosedur operasi 2. Mengalihkan perhatian pasien dengan kegiatan yang bisa melupadan kecemasannya. 3. Menerima hubungan baik dan saling percaya antara pasien, keluarga pasien, perawat. 4. Meningkatkan interaksi sosial pasien dengan pasien lain dengan perawat di ruang tersebut. 5. Memberikan kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan perasaannya. 6. Melakukan observasi tanda-tanda vital. EVALUASI Subyektif Pasien mengatakan tidak takut lagi dioperasi, tetapi tetap khawatir. Interaksi pasaien kembali normal. Pasien mengatakan melakukan perawatan terhadap payudara. Pasien tidak cemas, gelisah Wajah tampak tenang.

Obyektif -

Assesment : Msalah teratasi Planning : Rencana tindakan teratasi