Anda di halaman 1dari 4

SHOLAT TAHAJUD Niat Sholat Tahajud: Ushallii sunnatat-tahajjudi rakataini lillaahi taaalaa.

Artinya: Aku niat sholat sunat tahajud dua rakaat karena Allah Sholat Tahajud dilaksanakan dengan Munfarid ( tanpa berjamaah ), minimal dua rakaat dan maksimal tidak terhingga jumlah rakaatnya. Adapun Cara Sholat Tahajud: ~ Niat shalat Tahajjud didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram. ~ Membaca doa Iftitah ~Membaca surat al Fatihah ~ Membaca salah satu surat didalam al quran. yaitu surat al Kafirun di rakaat pertama dan rakaat ke dua membaca surat al Ikhlas ~ Ruku sambil membaca Tasbih tiga kali ~ Itidal sambil membaca bacaannya ~ Sujud pertama sambil membaca Tasbih tiga kali ~ Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya ~ Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali. ~ Setelah selesai rakaat pertama, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali dan rakaat-rakaat selanjutnya sama dilakukan seperti contoh diatas. Doa yang dibaca setelah sholat tahajud: Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar. Artinya: Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka. Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:

Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wadukal-haqqu wa liqaauka haqqun wa qauluka haqqun waljannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu alaihi wa sallama haqqun, waassatu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa alantu antal muqaddimu wa antal muakhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah. Artinya: Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah. Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut: Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih Artinya: Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya Tips kiat Mudah sholat Malam/Qiyamullail: ~ Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. ~ Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. ~ Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. ~ Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya. ~ Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. ~ Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone

~ Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. ~ Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.

1. Niat: pada saat memulai membasuh tubuh. Lafazh niat mandi wajib: "nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari janabati fardlal lillaahi ta'aalaa" (artinya: aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar dan najis fardlu karena Allah). 2. mencuci kemaluan dengan tangan kiri setelah di sabun 3. Membasuh seluruh badan dengan air, yakni meratakan air ke semua rambut dan kulit. 4. Keramas,lalu membasuhnya 5. Lalu berwudhu, namun membasuh semua setiap bagiannya dengan penuh.berbeda dengan berwudhu biasa. 6. Terakhir menyiram seluruh anggota tubuh sebanyak 3 kali,dimulai dari kanan lalu di lanjutkan yang kiri. 7. setelah selesai mengucapkan "Alhammdulillah".

Sunnah Mandi
1. 2. 3. 4. 5. 6. Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dari seluruh badan. Membaca "Bismillaahirrahmaanirrahiim" pada permulaan mandi. Menghadap kiblat sewaktu mandi dan mendahulukan yang kanan daripada yang kiri. Membasuh badan sampai tiga kali. Membaca doa sebagaimana membaca doa sesudah berwudlu. Mendahulukan mengambil air wudlu, yakni sebelum mandi disunnatkan berwudlu

Adapun tata caranya adalah berdasarkan hadits dari jalan Aisyah ra., ia berkata, Dahulu, jika Rasulullah SAW hendak mandi janabah (junub), beliau membasuh kedua tangannya. Kemudian menuangkan air dari tangan kanan ke tangan kirinya lalu membasuh kemaluannya. Lantas berwudhu sebagaimana berwudhu untuk salat. Lalu beliau mengambil air dan memasukan jari - jemarinya ke pangkal rambut. Hingga beliau menganggap telah cukup, beliau tuangkan ke atas kepalanya sebanyak 3 kali tuangan. Setelah itu beliau guyur seluruh badannya. Kemudian beliau basuh kedua kakinya (HR. Al Bukhari dan Muslim) Pada riwayat lain dikatakan, dan dimasukannya jari - jari ke dalam urat rambut hingga bila dirasanya air telah membasahi kulit [kepala], disauknya dua telapak tangan lagi dan disapukannya ke kepalanya sebanyak 3 kali, kemudian dituangkan ke seluruh tubuh (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dari hadits yang mulia di atas maka urutan tata cara mandi wajib adalah : 1. Membasuh kedua tangan

2. Membasuh kemaluan 3. Berwudhu sebagaimana berwudhu untuk salat [Boleh menangguhkan membasuh kedua kaki sampai selesai mandi (Fikih Sunnah hal. 154)] 4. Mencuci rambut dengan cara memasukan jari - jemari ke pangkal rambut 5. Menuangkan air ke atas kepala sebanyak 3x atau mengambil air dengan kedua tangan kemudian menyapukannya ke kepalanya. 6. Menguyur seluruh badan 7. Membasuh kaki