Anda di halaman 1dari 10

Pengertian Game Komputer Game komputer merupakan permainan komputer yang dibuat dengan teknik, metode animasi dan

imajinasi dari pembuatnya . Game sangat asik dimainkan jika dalam susana jenuh atau bosan, tapi apakah anda tau bahwa game bukan hanya sekedar permainan yang asik dimainkan saja tetapi game bisa juga dikatakan sebuah media yang mengenalkan anak-anak pada komputer dan elektronik serta media yang dapat membantu kecerdasan anak.

Dalam hal ini game memiliki berbagai jenis yang biasa dimainkan anak sekarang, ada game jenis RTS (real time strategy) atau disebut game strategi, FPS (first person shooter) atau disebut game tembak menembak, game action, dan lain-lain sebagainya yang manfaatnya hanya untuk kesenangan semata. Tetapi apakah anda menyadari bahwa game bisa membuat anak-anak jadi malas belajar, oleh sebab itu sebagian orang tua biasanya memandang permainan game komputer merupakan hal yang negatif bagi anak. karena itu orang tua semestinya patut membina dan membimbing anak-anaknya dalam hal memilihkan permainan game misalnya saat ini sudah mulai banyak dibuat game yang bersifat education atau mendidik, seperti yang saya dapat dalam sebuah situs game indonesia dimana dalam situs tersebut bukan hanya menyediakan game untuk sebuah permainan hiburan tetapi juga menyediakan game yang bersifat education atau mendidik, yang dapat membantu kecerdasan anak serta membuatnya untuk tidak malas belajar. untuk melihat situs ada dapat mengunjunginya di alamatnya silahkan klik di sini, semoga bermanfaat bagi orang tua dan anak-anaknya....

Definisi Computer Game


March 12, 2008 prayudi

Mendefinisikan apakah yang dimaksud dengan game, tidak cukup dengan hanya melihat kamus bahasa. Terdapat banyak makna dalam kata game. Yang jelas game secara naluri adalah merupakan bagian dari kehidupan manusia. Makna sekilas dari game memberikan pengertian bahwa game merupakan suatu aktifitas yang tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh. Untuk mengetahui apa yang sesungguhnya disebut dengan game, maka paling tidak kita dapat memahaminya dari adanya sejumlah pengertian game yang biasa kita alami dalam kehidupan. Dalam hal paling tidak terdapat 5 katagori istilah game, yaitu :

Board Games (Permainan Papan) Game pada katagori ini membutuhkan suatu papan yang terbagi dalam sektor-sektor tertentu (dengan garis-garis) dan didalamnya terdapat sejumlah alat main yang dapat digerakkan. Termasuk dalam katagori ini adalah catur.Dua buah pemain akan berhadapan dan saling mengadu strategi sesuai dengan aturan untuk mencapai daerah lawan atau mempertahankan daerahnya sendiri, mengalahkan bidak musuh, mengumpulkan sesuatu. Pemain pada board games ini akan berusaha menganalisis hubungan-hubungan geometri yang ada pada papan dan bidak. Card Games (Permainan Kartu) Games ini akan memanfaatkan simbol dari 52 kartu yang terbagi dalam dua faktor : suit (4 nilai) dan rank (13 nilai). Permainan akan dilakukan sekitar bagaimana membuat kombinasi dari 52 kartu tersebut. Sejumlah ketentuan dibuat

untuk mengatur bagaimana cara-cara untuk membuat kombinasi tersebut. Permainan kartu bridge/truf termasuk kelompok games ini. Athletic Games (Permainan Atletik) Permainan games jenis ini lebih cenderung pada penggunaan fisik daripada mental. Aturan game dibuat dengan keharusan pemain untuk melakukan sejumlah aksi tertentu. Hal yang terkait dengan kekuatan badan, kecepatan, ketepatan dan kerjasama menjadi bagian utama dari game atletik. Dalam hal ini harus dibedakan antara game dengan kompetisi. Kompetisi tidak mengharuskan adanya kerjasama dan pemain bekerja secara individu. Dua orang yang beradu lari bukanlah termasuk game tetapi kompetisi. Perbedaan utama antara game dan kompetisi adalah dalam hal interaksi diantara peserta. Pada kompetisi tidak terjadi interaksi diantara pemain, kompetisi yang membolehkan adanya interaksi diantara pemainnya termasuk game. Children Games (Permainan Anak) Aktifitas seperti berlari, sembunyi, melempar dan menangkap adalah menjadi ciri utama game anak-anak. Umumnya game ini menekankan pada aktifitas kelompok sebagai latihan untuk berkehidupan sosial. Walaupun dalam game ini terdapat juga upaya untuk saling mengalahkan secara mental atau fisik namun tujuan utamanya bukanlah untuk meraih kemenangan satu diatas yang lain tetapi sebagai ilustrasi kerjasama dalam kehidupan manusia. Penggunaan sejumlah alat untuk membantu ilustrasi dapat meningkatkan improvisasi game dan meningkatkan keterlibatan yang lebih baik dari pemain. Computer Games (Permainan Komputer) Game ini dimainkan lewat bantuan alat komputer. Terdapat 5 alat yang dapat dikategorikan sebagai komputer, yaitu : o Expensive dedicated machine, mesin yang dioperasikan dengan koin untuk memainkankannya. o Inexpensive dedicated machine, disebut juga dengan hand held machine. Alat game watch termasuk dalam katagori ini. o Multiprogram home, mesin seperti Atari,Nintendo termasuk dalam kelompok komputer ini. o Personal computer o Mainframe computer

Computer game berbeda dengan jenis game yang lain karena tidak ada pergerakan secara fisik atau interaksi langsung dengan object kecuali lewat perantaraan komputer. Software yang dibuat harus dapat menangkap reaksi yang cepat dari interaksi yang dihasilkan dengan pemain. Karena itu software untuk computer games harus bersifat real time. Kompleksitas game adalah bergantung dari kemampuan merepresentasikan aturan dan lingkungan game dalam program yang dibuat. Diantara sekian banyak definisi game, maka definisi yang umum untuk computer game adalah : A computer game is a software program in which one or more players make decisions through the control of game objects and resources, in pursuit of a goal. Gim Komputer adalah sebuah program software dimana satu atau lebih pemain berusaha untuk membuat keputusan lewat kontrol terhadap object dan resource guna memenuhi satu tujuan tertentu

Video Game Bisa Selamatkan Dunia?


20 Mar. 2010 Alwi 71 comments Bermain game sebenarnya bermanfaat atau tidak? Kita sering mendengar efek negatif dari bermain game, terutama pada anak-anak seperti sekolah atau pelajaran terganggu, kecanduan bermain game akan membuat pola makan anak tidak teratur sehingga mengakibatkan sakit, perilaku kekerasan di game tertentu kadang-kadang terbawa keluar dalam kehidupan sehari-hari, ingin membeli perangkat pendukung permainan game terbaru dan berusaha untuk mendapatkan uang tambahan dengan cara yang salah atau meminta kepada orang tua, susah membedakan mana kebutuhan dan keperluan dan sebagainya. Lalu pertanyaannya muncul, apakah ada manfaat dari bermain game itu?

Di tengah perdebatan pengaruh buruk yang ditimbulkan dari game, ada juga yang melakukan penelitian tentang manfaat yang didapat oleh gamer dari sebuah video game. Seorang perancang game mengemukakan teorinya tentang manfaat bermain game. Menurutnya, bermain video game dapat menyelamatkan dunia. Kok bisa? Teori ini dilontarkan oleh Jane McGonigal, seorang perancang sekaligus pengamat game. Dalam acara konferensi Technology Entertainment Design (TED) yang digelar di Amerika Serikat, wanita itu mengatakan bahwa game dapat menyelamatkan kehidupan di dunia. Hanya video game yang dapat menyelamatkan dunia, tetapi hanya bila kita meluangkan lebih banyak waktu untuk memainkannya, ujar McGonigal, Adapun yang dimaksud McGonigal game dapat menyelamatkan dunia adalah, memerangi kelaparan, kemiskinan maupun konflik global. Memang sebuah teori yang nyeleneh, namun McGonigal punya beberapa alasan sebagai dasar teorinya tersebut. Dalam dunia game, manusia dapat berlaku baik ketimbang di dunia nyata. Misalnya dalam game World of Warcraft, di mana para pemain saling membantu untuk menyelamatkan dunia mereka, Azeroth, tambah McGonigal. Bagi McGonigal, manusia manusia bakal memiliki hasrat lebih kuat untuk melakukan kebaikan. Lagi-lagi ia mengambil contoh dalam game online terbesar World of Warcraft. Penduduk dalam World of Warcraft semuanya aktif bekerjasama, tidak ada yang hanya duduk manis dan berpangku tangan, manusia juga diajarkan bagaimana untuk selalu berlaku baik dalam kehidupan nyata. tukas pembesut game Urgent Evoke itu. Beberapa peneliti lain dari University of Rochester di New York, Amerika juga melakukan riset mengenai pengaruh positif dari bermain game. Dalam riset tersebut, para gamers usia antara 18 hingga 23 tahun dibagi menjadi dua kelompok. Yang pertama, adalah gamer yang dilatih dengan game Medal of Honor (Sebuah game FPS yang cukup terkenal). Mereka main game ini satu jam tiap hari selama sepuluh hari berturut-turut. Hasil penelitian menyebutkan bahwa para pemain game ini memiliki fokus yang lebih terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya, jika dibandingkan dengan mereka-mereka yang jarang main

game, apalagi yang tidak main sama sekali. Gamer-gamer ini juga mampu menguasai beberapa hal dalam waktu yang sama atau multitasking bahasa kerennya. Video game bergenre action itu menguntungkan, dan ini adalah fakta kata Daphne Bavelier, ahli syaraf dari Rochester. Hasil penelitian kami ini juga sangat mengejutkan karena proses belajar lewat main game ternyata cepat diserap seseorang. Dengan kata lain, game dapat membantu melatih orang orang yang memiliki problem dalam berkonsentrasi tegas Bavelier. Sementara itu, penelitian untuk kelompok kedua adalah kelompok gamer yang dilatih dengan Tetris. Tak seperti gamer medal of honor, gamer Tetris hanya berfokus pada satu hal pada satu waktu. Menurut C. Shawn, rekan Bavelier, kesimpulan dari test ini adalah bahwa mereka yang main Medal of Honor mengalami peningkatan dalam visual skill (atau penglihatan). Bermacammacam tugas/quest yang terdapat dalam game action (misalnya mendeteksi musuh baru, melacak musuh, menghindari serangan, dll) dapat melatih berbagai aspek dari kemampuan visualisasi terhadap kurikulum Sekolah Menurut Professor Angela McFarlane, Direktur Teachers Evaluating Educational Multimedia, guru-guru mengalami kesulitan untuk memanfaatkan game pada saat jam pelajaran sekolah karena penggunaan video game tidak termasuk dalam kurikulum nasional McFarlane menambahkan bahwa, seandainya, game-game tertentu dapat dimainkan di dalam kelas secara legal dan merupakan bagian dari kurikulum, mungkin bukti dari penelitian para ahli tentang manfaat video game dapat dirasakan. Murid murid yang memainkan game Battle of Hasting (game perang antara Normandia dan Saxon di Hasting) , di mana mereka berperan sebagai prajurit ataupun jendral dalam game tersebut, juga memberikan manfaat bagi para pemainnya. Penelitian menunjukkan bahwa Game ini membantu meningkatkan skill dalam bernegosiasi, mengambil keputusan, ataupun melakukan perencanaan, dan berpikir strategis. James Paul Gee, penulis buku What Video Games Have to Teach Us About Learning and Literacy, berharap suatu saat nanti guru-guru dapat melibatkan game dalam tugas murudmuridnya. Kalau ilmuwan dan kalangan militer sudah memanfaatkan game sebagai simulasi dan pengajaran, kenapa sekolah tidak melakukan yang sama? Selain itu para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika , sudah memulai proyek yang mereka namakan Education Arcade. Proyek ini selain melibatkan peneliti, desainer game, pelajar dan mahasiswa, serta mereka yang tertarik dalam mengembangkan dan menggunakan game-game komputer dan video game di dalam kelas. Walaupun main game menjadi salah satu hiburan paling populer di dunia dan sudah dilakukan penelitian tentang dampak positif dan negatifnya terhadap gamer, masih saja game sering kali diremehkan. Itu pernyataan dari Mark Griffiths, profesor di Nottingham Trent University, Inggris. Untuk menyeimbangkan antara pro dan kontra terhadap game, selama lima belas tahun terakhir ini ia melakukan riset. Hasilnya? Video game aman untuk sebagian besar gamer dan bermanfaat bagi kesehatan, ujar Griffiths.

Menurut Griffiths, game dapat digunakan sebagai pengalih perhatian yang ampuh bagi yang sedang menjalani perawatan yang menimbulkan rasa sakit, misalnya chemotherapy. Dengan main game, rasa sakit dan pening mereka berkurang, tensi darahnya pun menurun, dibandingkan dengan mereka yang hanya istirahat setelah diterapi. Game juga baik untuk fisioterapi pada anakanak yang mengalami cedera tangan. Selain itu, bermain game ternyata bisa mengurangi kepikunan pada saat menjelang berumur. Bermain (videogame) bersama cucu sangat baik bagi para lansia. Sebab, kami tahu bahwa interaksi sosial mampu meningkatkan kemampuan daya pikir para manula, kata peneliti yang juga profesor psikologi dari University of Illinois, Amerika Serikat, Dr Arthur F. Kramer. Dalam penelitian yang dilansir jurnal Psychology and Aging edisi Desember disebutkan, studi itu melibatkan 40 lansia sehat dengan range usia antara 60-70 tahun. Awalnya, para partisipan mengikuti beberapa variasi tes mental. Riset tersebut menunjukkan manula yang bermain videogame dengan strategi berat bisa meningkatkan skor mereka berdasarkan jumlah ujicoba daya ingat. Riset mencakup 49 manula yang secara acak ditugasi untuk main videogame, dan kelompok yang tidak ditugasi main game selama lebih dari sebulan. Kelompok main game menghabiskan waktu 23 jam untuk terlibat dalam Rise of Nations, video game di mana para pemain berkeinginan mencapai dominasi dunia. Menguasai dunia membutuhkan setumpuk tugas berat termasuk strategi militer, membangun kota-kota, mengelola ekonomi dan memberi makan rakyat.game-ron-21 Ketika penelitian berakhir, kemampuan mental mereka kembali diuji. Jika dibandingkan dengan mereka yang tidak memainkan video game, pemain Rise of Nations menunjukkan peningkatan yang lebih besar soal cara kerja otak, ingatan jangka pendek, daya nalar, dan kemampuan berganti tugas. Manfaat dari bermain game di antaranya :

Bisa menjadi sarana hiburan yang menyediakan interaksi sosial. Membangun semangat kerja sama atau teamwork ketika dimainkan dengan gamers-gamers lainnya secara multiplayer. Bagi manula (lansia) , bisa mengurangi efek kepikunan. Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak saat mereka mampu menguasai permainan. Mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan memecahkan masalah atau tugas Membuat anak-anak merasa nyaman dan familiar dengan teknologi. Melatih koordinasi antara mata dan tangan, serta skill motorik. Mengakrabkan hubungan anak dan orangtua. Dengan main bersama, terjalin komunikasi satu sama lain. Bisa membantu memulihkan kesehatan untuk beberapa kasus penyembuhan. Melatih kepekaan, melatih problem solving, berpikir logis dan kreatif, dan yang paling berpengaruh adalah secara tidak langsung kita belajar bahasa Inggris. Bahkan kita bisa belajar tentang pelajaran Biologi pada Game Lifeboat to Mars.

Manfaat Terapi Permainan Bagi Anak


Posted by' Admin on October 6, 2010
7

Terapi permainan/game adalah suatu terapi interaksi sosial yang menyediakan kesempatan untuk belajar keterampilan sosial-emosional dan meningkatkan ketahanan emosional. Sementara kebanyakan anak belajar keterampilan sosial dari mengamati orang lain atau melalui instruksi yang eksplisit, yang lain belum belajar atau tidak menerapkan keterampilan sosial pro dan membutuhkan pengajaran tambahan, latihan dan pembinaan. Kecenderungan alami anak-anak untuk bermain menyediakan cara yang sangat memotivasi untuk melibatkan mereka dalam belajar keterampilan sosial pro. Anak-anak cenderung dengan pribadi yang menyelesaikan masalah dengan agresi, kurangnya persahabatan, manajemen kemarahan dan pembohong. Membangun hubungan baik bisa rumit, terutama jika seorang anak oposisi dan tidak menghargai perhatian ekstra yang disediakan. Permainan dapat memotivasi anak-anak dengan cepat, terutama jika anak tersebut berada pada sekelompok kecil dengan teman-teman. Beri mereka sebuah dadu dan beberapa kotak di papan tulis dan mereka akan bermain dengan Anda sebagai teman seusianya. Buang di beberapa insentif dan sebelum mereka tahu itu, mereka sedang bersenang-senang, berbicara tentang isu-isu yang diangkat dalam permainan dan mempraktekkan keterampilan baru. Sementara memainkan permainan, situasi konflik muncul secara alami, memberikan kesempatan kepada model dan mengajarkan keterampilan sosial pro. Dengan menggunakan metode Life Space Interview (LSI), terapis, guru, orang tua dan karir pelatih anak-anak dapat melalui krisis, membantu mereka memperoleh wawasan mereka sendiri dan perilaku orang lain sambil belajar bahasa resolusi konflik dan empati.

Read more: Manfaat Permainan Bagi Anak | belajarpsikologi.com

Manfaat Game dalam Kegiatan Belajar


Februari 23, 2010 5 Komentar Menurut Kemp dan Dayton (1985), mengidentifikasikan tidak dari delapan manfaat media dalam kegiatan pembelajaran. Bila media game dimasukkan ke dalam kedelapan manfaat media pembelajaran menurut Kemp dan Dayton, maka media game dapat dimasukkan ke dalam salah satu bentuk media pembelajaran. Kedelapan manfaat itu adalah :
1. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan

Dengan menggunakan media game dalam kegiatan belajar, maka akan ada penyeragaman penafsiran dari guru mata pelajaran terhadap mata pelajaran yang akan disampaikan kepada para siswa.
1. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik

Media game terdiri dari unsur visual (dapat dilihat), audio (dapat didengar) dan gerak (dapat berinteraksi). Jadi media game ini dapat membangkitkan keingintahuan siswa, merangsang reaksi mereka terhadap penjelasan guru, memungkinkan siswa menyentuh objek kajian pelajaran, membantu mereka mengkonkretkan sesuatu yang abstrak dan sebagainya.
1. Proses belajar siswa menjadi lebih interaktif

Adanya unsur AI (artificial Inteligence) atau kecerdasan buatan pada media game, maka akan terjadi komunikasi dua arah dimana pertanyaan muncul secara acak pada layar komputer dan siswa menjawab pertanyaan tersebut. Dengan semakin tingginya pemrograman komputer pada AI, maka game yang dibuat dapat semakin komplek disesuaikan dengan tingkat kemampuan dari siswa itu sendiri. Contohnya adalah game simulasi.
1. Jumlah waktu belajar mengajar dapat dikurangi

Dengan media game, maka guru tidak perlu menghabiskan waktu banyak untuk menjelaskan materi. Dengan media game, siswa dapat melatih dirinya dengan cara berinteraksi dengan media game mengenai suatu materi yang mereka ingin pelajari. Seperti yang terjadi pada beberapa sekolah sekolah setingkat kursus, dimana waktu yang diperlukan untuk belajar cukup sedikit tetapi dituntut untuk memahami materi dengan sesegera mungkin. Biasanya mereka menggunakan media game dalam bentuk simulasi ataupun quiz untuk memudahkan dan mempercepat penyerapan materi yang digunakan.
1. Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan

Selain lebih efisien dalam proses belajar-mengajar seperti diuraikan diatas, media game dapat membantu siswa menyerap materi pelajaran secara lebih mendalam dan utuh. Hal ini disebabkan media game lebih menarik karena ada unsur visual dan audio tetapi juga interaktif yang membuat

siswa bisa ber-interaksi dengan program game tentang suatu mata pelajaran. Contohnya adalah Quiz game.
1. Proses belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memungkinkan siswa saat ini dapat memiliki laptop dengan harga yang murah. Perangkat ini mempunyai kelebihan dapat dibawa kemana mana dan dapat digunakan kapan saja. Media game biasanya berbentuk CD interaktif yang dapat dipergunakan kapan saja. Sehingga media game sebagai media pembelajaran dapat dipergunakan kapan saja dan dimana saja.
1. Sikap positif siswa terhadap bahan pelajaran maupun terhadap proses belajar itu sendiri dapat ditingkatkan

Dengan media, proses belajar mengajar menjadi lebih menarik. Hal ini dapat meningkatkan kecintaan dan apresiasi siswa terhadap ilmu pengetahuan dan proses pencarian ilmu itu sendiri.
1. Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif dan produktif

Pertama, guru tidak perlu mengulang ulang penjelasan mereka bila media digunakan dalam pembelajaran. Kedua, dengan mengurangi uraian verbal (lisan), guru dapat memberi perhatian lebih banyak kepada aspek aspek lain dalam pembelajaran. Ketiga, peran guru tidak lagi sekedar pengajar, tetapi juga konsultan, penasihat, atau manajer pembelajaran.

Kedahsyatan Ular Tangga dalam Pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris


REP | 20 February 2012 | 10:46 Dibaca: 423 Komentar: 7 Nihil

Buku Sirkuit Pintar Ada sebuah perbandingan nyata antara suasana waktu belajar dan waktu bermain. Ketika bermain, setiap siswa bersemangat dan energik. Mereka akan asyik menikmati permainan sekalipun dibasahi keringat dan sengatan matahari, seolah tidak merasa lelah. Sedangkan ketika di kelas, semangatnya memudar dengan berbagai alasan. Fenomena ini tentu bisa ditarik sebuah hikmah untuk diterapkan dalam sistem pembelajaran. Metode belajar sambil bermain merupakan cara yang menyenangkan bagi siswa. Mereka akan mendapatkan rasa kebebasan tanpa ada tekanan. Ada beberapa manfaat belajar sambil bermain bagi siswa, di antaranya menghilangkan stres dalam lingkungan belajar sehingga siswa bisa lebih rileks, membangun kreativitas diri karena terlibat dalam mekanisme permainan, dan meraih makna belajar melalui pengalaman, yaitu dari sebuah kekalahan dan kesalahan dari permainanpermainan sebelumnya. Dalam kerangka itu, penulis menciptakan sebuah permainan edukatif untuk siswa dalam belajar matematika dan bahasa Inggris. Penemuannya ini diberi nama Sirkuit Pintar yang diikutsertakan pada Lomba Media Pembelajaran Tingkat Nasional tahun 2009. Media ini cukup menarik dibandingkan media-media lain yang ikut dilombakan, sehingga memperoleh juara pertama berdasarkan hasil penilaian dewan juri. Sirkuit Pintar adalah hasil pengembangan dari permainan ular tangga yang sudah familiar bagi siswa. Selain nilai edukasi, siswa juga bisa mendapatkan manfaat lainnya dari permainan Sirkuit Pintar ini. Medianya hampir sama dengan permainan ular tangga, yaitu berupa papan permainan dan dadu. Terdapat 100 kotak yang diisi gambar-gambar, rumus, atau kosakata pada setiap papan. Kemudian pada dadu, diberi rumus, gambar, atau kosakata tertentu sebagai pengganti angka dadu dalam sebuah permainan ular tangga.

Efektifitas penggunaan Sirkuit Pintar ini telah dibuktikan untuk siswa SD dan SMP. Di antaranya SDN 01 Genuksari Semarang, SDN 01 Sekaran, SDN 07 Petompon Semarang, dan SMP Daar El-Qolam Tangerang. Mereka merasa asyik dengan permainan Sirkuit Pintar hingga tidak terasa bunyi bel pergantian jam pelajaran. Mereka benar-benar telah terhanyut dengan metode belajar Sirkuit Pintar, karena merasa menyenangkan. Anda ingin tahu semua hal tentang Sirkuit Pintar ini? Penemu telah membagikan metode Sirkuit Pintar ini dengan menyusunnya menjadi sebuah buku dengan judul Sirkuit Pintar: Melejitkan Kemampuan Matematika & Bahasa Inggris dengan Metode Ular Tangga. Buku terbitan VisiMedia ini akan menjelaskan tentang cara membuat, menggunakan, dan mengembangkan Sirkuit Pintar sehingga dapat digunakan sebagai media yang luar bisa manfaatnya dalam melejitkan daya ingat siswa. Media Sirkuit Pintar ini tidak hanya dapat diaplikasikan dalam pelajaran matematika dan bahasa Inggris, tapi juga pada pelajaran lainnya. Anda bisa kreatif dengan membuat Sirkuit Pintar sendiri di kelas atau di rumah, kemudian dimainkan bersama teman-teman sekelas sebagai bagian dari pembelajaran yang menyenangkan, tapi dengan manfaat yang besar.