Anda di halaman 1dari 24

TUGAS ASKEB KEHAMILAN

[Type the document subtitle] Siti Aminah . J Kelas : 1 D Nim : 201103217

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan ridhaNya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Terimakasih tak lupa kami ucapkan pada semua pihak yang ikut serta mendukung atas pembuatan makalah ini sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan juga jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulin sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga dengan Terselesaikannya makalah ini dapat memberikan ilmu, informasi, pengetahuan, dan wawasan baru yang bermanfaat, guna untuk mengembangkan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.Amin.

Palu, 16 april 2012 Palu

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR: .............................................................................................. DAFTAR ISI BAB I : ................................................................................................. : PENDAHULUAN ................................................................. A. Latar Belakang ............................................................... B. Permasalahan ................................................................ C. Tujuan ............................................................................ BAB II : PEMBAHASAN .................................................................. 1. Siklus Menstruasi ........................................................... 2. Kosnsepsi ............................................................... 3. Ovum dan Sperma ......................................................... 4. Implantasi ....................... 5. Pertumbuhan dan Perkembangan embrio . 6. Struktur dan fungsi amnion, sirkulasi tali pusat, plasenta, fetus ............................................................................... 7. Menentukan usia kehamilan ..................................... 8. Menentukan tafsiran persalinan .................................. PENUTUP ........................................................................... A. Kesimpulan ................................................................... B. Saran ............................................................................. i ii 1 1 1 2 3 3 4 4 6 7 15 17 19 20 20 20 21

BAB III

DAFTAR PUSTAKA :

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pengetahuan kesehatan reproduksi bukan saja penting dimiliki oleh para bidan atau spesialais tetapi sangat begitu penting pula dimiliki khususnya oleh perempuan sebagai ibu atau bakal ibu dari anak-anaknya demi kesehatan, dan kesejahteraan meraka. Untuk terjadi kehamilan harus ada spermatozoa ovum kosepsi dan implantasi. Ovum yang di lepas oleh ovarium disapu oleh mikrovilamen-mikrovilamen vibria infundibulum,lalu di tuba falopii terjadi pembuahan. Hasil konsepsi.

B. Permasalahan 1. Bagaimanakah siklus menstruasi pada wanita? 2. Apakah pengertian konsepsi? 3. Jelaskan bagaimana ovum dan sperma pada pembuahan? 4. Jelaskan pengertian implantasi? 5. Jelaskan pertumbuhan dan perkembangan embrio? 6. Jelaskan struktur dan fungsi amnion,tali pusat,sirkulasi tali pusat,plasenta dan fetus? 7. Bagaimanakah menentukan usia kehamilan? 8. Bagaimanakah menentukan tafsiran persalinan?

C. Tujuan 1) Dapat menjelaskan siklus menstruasi pada wanita 2) Dapat menjelaskan pengertian konsepsi 3) Dapat menjelaskan bagaimana ovum dan sperma pada pembuahan 4) Dapat menjelaskan pengertian implantasi 5) Dapat menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan umbrio 6) Dapat menentukan usia kehamilan 7) Dapat menentukan tafsiran persalinan

BAB II PEMBAHASAN

1. Siklus Menstruasi Siklus menstruasi terjadi pada manusia dan primata. Sedang pada mamalia lain terjadi siklus estrus. Bedanya, pada siklus menstruasi, jika tidak terjadi pembuahan maka lapisan endometrium pada uterus akan luruh keluar tubuh, sedangkan pada siklus estrus, jika tidak terjadi pembuahan, endomentrium akan direabsorbsi oleh tubuh. Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut : Pada hari 1 sampai hari ke-14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH. Pada seat tersebut sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel berkembang menjadi folikel Graaf yang masak, folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi, selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari ke-14, waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase estrus. Selain itu, LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum). Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio. Periode ini disebut fase luteal, selain itu progesteron juga berfungsi menghambat pembentukan FSH dan LH, akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang, pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian nutrisi kepada endometriam terhenti, endometrium menjadi mengering dan selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28. Fase ini disebut fase perdarahan atau fase menstruasi. Oleh karena tidak ada progesteron, maka FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali.

2. Konsepsi Konsepsi adalah hasil proses pembuahan sel sperma pada telur yang kita kenal dengan istilah fertilisasi. Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot. Periode ini adalah awal terjadinya kehamilan pada seorang wanita. Proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut : a. Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi oleh korona radiata, yang mengandung persediaan nutrisi. b. Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metafase di tengah sitoplasma yang disebut vitellus. c. Dalam perjalanan korona radiata makin berkurang pada zona pelusida. Nutriisi dialirkan ke dalam vitellus, melalui saluran pada zona pelusida. d. Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba Tempat yang paling luas Dindingnya penuh jonjot, tertutup sel yang mempunyai silia Ovum mempunyai waktu terlama dalam ampula tuba e. Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam Spermatozoa ditumpahkan, masuk melalui kanalis servikalis dengan kekuatan sendiri Dalam kavum uteri terjadi proses kapasitasi, yaitu pelepasan sebagian dari liproteinnya sehingga mampu mengadakan fertilisasi Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba Spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genitalia interna Spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis korona radiata dan zona pelusida dengan proses enzimatik hialuronidase Melalui stomata spermatozoa memasuki ovum Setelah kepala spermatozoa masuk ke dalam ovum ekornya lepas dan tertinggal di luar Kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dan membentuk zigot Keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi. 3. Ovum (oogenesis) dan sperma (spermatogenesis) Ovum (oogenesis) Di dalam ovarium janin sudah terkandung sel pemula atau oogonium. Oogonium akan berkembang menjadi oosit primer. Saat bayi dilahirkan oosit primer dalam fase profase pada pembelahan meiosis. Oosit primer kemudian mengalami masa istirahat hingga masa pubertas.

Pada masa pubertas terjadilah oogenesis. Oosit primer membelah secara meiosis, menghasilkan 2 sel yang berbeda ukurannya. Sel yang lebih kecil, yaitu badan polar pertama membelah lebih lambat, membentuk 2 badan polar. Sel yang lebih besar yaitu oosit sekunder, melakukan pembelahan meiosis kedua yang menghasilkan ovum tunggal dan badan polar kedua. Ovum berukuran lebih besar dari badan polar kedua. Pengaruh Hormon dalam Oogenesis. Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH yang merangsang pertumbuhan sel-sel folikel di sekeliling ovum. Ovum yang matang diselubungi oleh sel-sel folikel yang disebut Folikel Graaf, Folikel Graaf menghasilkan hormon estrogen. Hormon estrogen merangsang kelenjar hipofisis untuk mensekresikan hormon LH, hormon LH merangsang terjadinya ovulasi. Selanjutnya folikel yang sudah kosong dirangsang oleh LH untuk menjadi badan kuning atau korpus luteum. Korpus luteum kemudian menghasilkan hormon progresteron yang berfungsi menghambat sekresi DSH dan LH. Kemudian korpus luteum mengecil dan hilang, sehingga aklurnya tidak membentuk progesteron lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk kembali, proses oogenesis mulai kembali. Catatan : Pada laki-laki spermatogenesis terjadi seumur hidup, dan pelepasan spermatozoa dapat terjadi setiap saat. Pada wanita, ovulasi hanya berlangsung sampai umur sekitar 45 5O tahun. Seorang wanita hanya mampu menghasilkan paling banyak 400 ovum selama hidupnya, meskipun ovarium seorang bayi perempuan sejak lahir sudah berisi 500 ribu sampai 1 juta oosit primer. Sperma (Spermatogenesis) Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis. Pada tubulus seminiferus testis terdapat sel-sel induk spermatozoa atau spermatogonium, sel Sertoli yang berfungsi memberi makan spermatozoa juga sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus yang berfungsi menghasilkan testosteron. Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon. Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon perangsang folikel (Folicle Stimulating Hormone/FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormone/LH). LH merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. FSH merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis. Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari.

Proses Spermatogenesis : Spermatogonium berkembang menjadi sel spermatosit primer. Sel spermatosit primer bermiosis menghasilkan spermatosit sekunder, spermatosit sekunder membelah lagi menghasilkan spermatid, spermatid berdiferensiasi menjadi spermatozoa masak. Bila spermatogenesis sudah selesai, maka ABP testosteron (Androgen Binding Protein Testosteron) tidak diperlukan lagi, sel sertoli akan menghasilkan hormon inhibin untuk memberi umpan balik kepada hipofisis agar menghentikan sekresi FSH dan LH. Spermatozoa akan keluar melalui uretra bersama-sama dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper. Spermatozoa bersama cairan dari kelenjar-kelenjar tersebut dikenal sebagai semen atau air mani. Pada waktu ejakulasi, seorang laki-laki dapat mengeluarkan 300 400 juta sel spermatozoa. 4. Implantasi (Nidasi) Implantasi endometrium. Blastula diselubungi oleh suatu simpai, disebut trofoblas, yang mampu adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi kedalam

menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim jaringan endometrium berada dalam masa sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua, yaitu sel-sel besar yang mengandung banyak glikogen serta mudah dihancurkan oleh trofoblas. Blastula dengan bagian yang berisi massa sel dalam (inner-cell mass) akan mudah masuk ke dalam desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi. Inilah sebabnya, kadang-kadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua (tanda Hartman). Umumnya nidasi terjadi pada dinding depan atau belakang rahim (korpus) dekat fundus uteri. Bila nidasi telah terjadi, dimulailah diferensiasi sel-sel blastula. Sel-sel lebih kecil yang terletak dekat ruang exocoeloma membentuk entoderm dan yolk sac, sedangkan sel-sel yang lebih besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion. Maka terbentuklah suatu lempeng embrional (embrional plate) di antara amnion dan yolk sac.

Sel-sel trofoblas mesodermal yang tumbuh di sekitar mudgah (embrio) akan melapisi bagian dalam trofoblas. Maka terbentuklah sekat korionik (corionic membrane) yang kelak menjadi korion. Sel-sel trofoblas tumbuh menjadi 2 lapisan : Sitrofoblas, di sebelah dalam. Sinsitiotrofoblas, di sebelah luar. Vili koriales yang berhubungan dengan desidua basalis tumbuh bercabang-cabang, dan di sebut corion frondosom. Sedangkan yang berhubungan dengan desidua kapsularis kurang mendapat makanan sehingga akhirnya menghilang, disebut chorion leave. Dalam peringkat nidasi trofoblas dihasilkan hormone human chorionic gonadotropin (HCG).

5. Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio Tahap pertumbuhan dan perkembangan embrio Minggu ke 1 : Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanyalah nutrisi (melalui ibu) dan oksigen. Sel-sel telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahari Sel ini akan bertemu dengan sel-sel sperma dan memulai proses pembuahan. 5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur. Pada saat ini kepala sel sperma telah hampir masuk. Kita dapat melihat bagian tengah dan belakang sel sperma yang tidak henti-hentinya berusaha secara tekun menerobos dinding indung telur. Minggu ke - 2 : Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula. Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira - kira dua kali sehari sehingga pada hari yang keduabelas jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium. 7

Minggu ke - 3 : Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1 mm (millimeter) sampai dengan 0,2 mm (millimeter). Minggu ke - 4 : Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif. Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung). Minggu ke - 5 : Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing. Minggu ke - 6 : Ukuran embrio rata-rata 2 - 4 mm (millimeter) yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak. Minggu ke - 7 : Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5 - 13 mm (millimeter) dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru. Minggu ke - 8 : Panjang kira-kira 14 - 20 mm (milimeter). Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan.

Bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna. Minggu ke - 9 : Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22 - 30 mm (milimeter) dan beratnya sekitar 4 gram. Minggu ke - 10 : Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32 - 43 mm (milimeter) dan berat 7 gram. Minggu ke - 11 : Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm (centi meter). Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap. Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri. Minggu ke - 12 : Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada di dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm (millimeter) dan beratnya 14 gram. Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata. Minggu ke - 13 : Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen, nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm (milimeter) dan beratnya 19 gram. Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.

Minggu ke - 14 : Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80 - 110 mm (milimeter) dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul. Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak. Minggu ke - 15 : Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mm (milimeter). Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup. Minggu ke - 16 : Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Janin mulai bergerak, tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116 mm (milimeter) dan beratnya 80 gram. Minggu ke - 17 : Dengan panjang 12 cm (centi meter) dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk Minggu ke - 18 : Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm (centi meter) dan beratnya 140 gram. Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat. Minggu ke - 19 : Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm (centi meter). 10

Minggu ke - 20 : Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm (centi meter). Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. kuku tumbuh pada minggu ini. Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat. Minggu ke - 21 : Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm. Minggu ke - 22 : Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional. Minggu ke - 23 : Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan "berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram.Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna. Minggu ke - 24 : Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang kulit bayi mulai menebal. Minggu ke - 25 : Bayi mulai cegukan, Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan. Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650 - 670 gram dengan tinggi badan 34 - 37 cm (centi meter).

11

Minggu ke - 26 : Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750 780 gram, sedangkan tingginya 35 - 38 cm (centi meter). Minggu ke - 27 : Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85 persen untuk bertahan. Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870 - 890 gram dengan tinggi badan 36 - 38 cm. Minggu ke - 28 : Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm (centi meter). Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. Minggu ke - 29 : Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui). Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100 - 1200 gram, dengan tinggi badan 37 - 39 cm (centi meter). Minggu ke - 30 : Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm (centi meter). Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa.

12

Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar. Cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan bayi 1510 - 1550 gram, dengan tinggi 39 - 40 cm (centi meter). Minggu ke - 31 : Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml (mili liter) sehari di dalam air ketuban. Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550 - 1560 gram dengan tinggi 41 - 43 cm (centi meter). Minggu ke - 32 : Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm (centi meter), kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini. Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi. Minggu ke - 33 : Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulangtulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800 - 1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43 - 45 cm (centi meter).

13

Minggu ke - 34 : Bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000 - 2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45 - 46 cm (centi meter). Minggu ke - 35 : Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300 2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45 - 47 cm (centi meter). Minggu ke - 36 : Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 2400 2450 gram, dengan tinggi badan 47 - 48 cm (centi meter). Minggu ke - 37 : Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5 cm (centi meter). Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700 - 2800 gram, dengan tinggi 48 - 49 cm (centi meter). Minggu ke - 38 hingga minggu ke - 40 : Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.

14

6. Struktur dan Fungsi amnion, sirkulasi tali pusat, plasenta dan fetus a. Struktur dan fungsi cairan amnion Rongga yang diliputi selaput janin disebut sebagai rongga amnion. Didalam ruangan ini terdapat cairan amnion (Likuor amnii). Asal cairan amnion : diperkirakan terutama disekresi oleh dinding selaput amnion / plasenta, kemudian setelah sistem urinarius janin terbentuk, urine janin yang diproduksi juga dikeluarkan ke dalam rongga amnion. Fungsi cairan amnion Proteksi : melindungi janin terhadap trauma dari luar Mobilisasi : memungkinkan ruang gerak terhadap bagi janin Homeostasis : menjaga keseimbangan suhu dan lingkungan asambasa (pH) dalam rongga amnion, untuk suasana lingkungan yang optimal bagi janin Mekanik : menjaga keseimbangan tekanan dalam seluruh ruangan intrauterine (terutama pada persalinan) Pada persalinan : membersihkan/ melicinkan jalan lahir, dengan cairan yang steril, sehingga melindungi bayi dari kemungkinan infeksi jalan lahir b. Sirkulasi tali pusat Fetus yang sedang membesar di dalam uterus ibu mempunyai dua keperluan yang sangat penting dan harus dipenuhi, yaitu bekalan oksigen dan nutrien serta penyingkiran bahan kumuh yang dihasilkan oleh sel-selnya. Jika keperluan ini tidak dapat dipenuhi, fetus akan menghadapi masalah dan mungkin maut. Struktur yang bertanggung jawab untuk memenuhi keperluan fetus ialah plasenta. Plasenta yang terdiri daripada tisu fetus dan tisu ibu terbentuk dengan lengkapnya pada ujung minggu yang ke-16 kehamilan. Letak janin dalam kandungan ibu Pada plasenta banyak terdapat unjuran seperti Jari atau vilus tumbuh dari membran yang menyelimuti fetus dan menembusi dinding uterus, yaitu endometrium. Endometrium pada uterus adalah kaya dengan aliran darah ibu. Di dalarn vilus terdapat jaringan kapilari darah fetus. Darah yang kaya dengan oksigen dan nutrien ini dibawa melalui vena umbilicalis yang terdapat di dalam tali pusat ke fetus. Sebaliknya, darah yang sampai ke vilus dari fetus melalui arteri umbilicalis dalam tali pusat mengandungi bahan kumuh seperti karbon dioksida dan urea. Bahan kumuh ini akan meresap merentas membran dan memasuki darah ibu yang terdapat di sekeliling vilus. Pertukaran oksigen, nutrien, dan bahan kumuh lazimnya berlaku melalui proses resapan. Dengan cara ini, keperluan bayi dapat dipenuhi. Walaupun darah ibu dan darah fetus dalam vilus adalah begitu rapat, tetapi kedua-dua darah tidak bercampur kerana dipisahkan oleh suatu membran.

15

Oksigen, air, glukosa, asid amino, lipid, garam mineral, vitamin, hormon, dan antibodi dari darah ibu perlu menembus membran ini dan memasuki kapilari darah fetus yang terdapat dalam vilus. Selain oksigen dan nutrien, antibodi dari darah ibu juga meresap ke dalarn darah fetus melalui plasenta. Antibodi ini melindungi fetus dan bayi yang dilahirkan daripada jangkitan penyakit. c. Plasenta dan fetus Plasenta merupakan organ yang luar biasa. Plasenta berasal dari lapisan trofoblas pada ovum yang dibuahi, lalu terhubung dengan sirkulasi ibu untuk melakukan fungsi-fungsi yang belum dapat dilakukan oleh janin itu sendiri selama kehidupan intrauterin. Keberhasilan janin untu hidup tergantung atas keutuhan dan efisiensi plasenta. Plasenta adalah alat yang sangat penting bagi janin karena merupakan alat pertukaran zat antara ibu dan anak atau sebaliknya. Fungsi plasenta yaitu : 1. Nutrisi: tempat pertukaran zat dan pengambilan bahan nutrisi untuk tumbuh kembang janin 2. Respirasi: memberikan O2 dan mengeluarkan CO2 janin 3. Ekskresi: mengeluarkan sisa metabolisme janin 4. Endokrin: sebagai penghasil hormon-hormon kehamilan seperti HCG, HPL, esterogen, progesteron 5. Imunologi: menyalurkan berbagai komponen antibodi ke janin 6. Farmakologi: menyalurkan obat-obatan yang diperlukan janin, diberikan melalui ibu 7. Proteksi: barier terhadap infeksi bakteri dan virus, zat toksik Sirkulasi plasenta Darah janin, mengandung sedikit oksigen. Dipompa oleh jantung janin menuju ke plasenta melalui arteri umbilikus dan diangkut sepanjang cabang ke pembuluh darah kapiler vili korionik. Setelah membuang karbondioksida dan menyerap oksigen, darah kembali ke janin melalui vena umbilikus. Darah maternal diangkut ke dasar plasenta dalam desidua oleh arteri spiralis dan mengalir ke dalam ruang darah di sekitar vili. Sirkulasi retroplasentaer terjadi karena aliran darah arteri spiralis dengan tekanan 70 mmHg sampai 80 mmHg sedangkan tekanan darah pada vena di dasar desidua basalis 20mmHg sampai 30mmHg. 16

Diyakini bahwa arah aliran mirip mata air ; darah mengalir ke atas dan membasahi vilus saat disirkulasikan di sekelilingnya dan mengalir kembali ke dalam cabang-cabang vena uterin. Darah arteri maternal kaya akan oksigen dan nutrien.

Darah janin dan maternal memiliki hubungan yang dekat, tetapi tidak memiliki hubungan langsung. Perpindahan zat antara darah janin dan maternal adalah melalui difusi, trasnpor aktif dan pinositosis. Menjelang akhir kehamilan, plasenta memungkinkan antibodi maternal

memasuki sirkulasi janin. Antibodi memberikan imunitas pasif sementara pada janin. Obat-obatan, alkohol, polutan lingkungan, virus dan agens penyebab penyakit lainnya masuk dengan bebas dari suirkulasi maternal ke sirkulasi janin.sebagian zat ini disebut teratogen atau agens yang dapat menyebabkan defek lahir.

7. Menentukan usia kehamilan Cara menentukan : a) Menggunakan rumus neagle Umur kehamilan berlangsung 288 hari Dasarnya HPHT (Hari Prtama Haid Terakhir) Rumus : hari + 7, bulan -3, tahun +1 Contoh : HPHT : 12 08 2007 +7 -3 19 05 2008 b) Gerakan pertama fetus. c) Perkiraan TFU (Tinggi Fundus Uteri). d) Penentuan uia hamil dengan USG. +1

17

Umur kehamilan berdasarkan TFU Tinggi Fundus Uteri


Umur Kehamilan

2-3 jari diatas simfisis

12 minggu

atau pertengahan simfisis- 16 minggu 20 minggu 2-3 jari di bawah pusat Setinggi pusat 3 jari di atas pusat Pertengahan 22 minggu 28 minggu 34 minggu

pusat

pusat-prosesus 36 minggu 40 minggu

xifoideus

Setinggi prosesus xifoideus 2 jari di bawah prosesus

xifoideus

Menentukan Periode Kehamilan Setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya 4 kali kunjungan selama periode antenatal: Satu kali kunjungan selama trimester I (sebelum 14 minggu). Satu kali kunjungan selama trimester II (antara 14-28 minggu). Dua kali kunjungan selama trimester III (antara 28-36 dan sesudah minggu ke 36). Kunjungan trimester I Bangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dengan ibu hamil. Deteksi masalah dan menanganinya. Lakukan tindakan pencegahan seperti : teyanus neonatorum, anemia

kekurangan Fe, penggunaan praktek tradisional yang merugikan. Mulai persiapan bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi.

18

Dorongan perilaku yang sehat (gizi, latihan, kebersihan, istirahat sebagainya). Kunjungan trimester II

dan

Sama seperti trimester I di tambah kewaspadaan khuusnya mengenai preeklamsi dengan gejala-gejala, pantau tensi, evaluasi edema, periksa proteinuria. Kunjungan trimester III (antara 28-36 minggu) Sama seperti trimester II di tambah palpasi abdominal untuk mengetahui ada tidaknya kehamilan kembar. Kunjungan trimester III (setelah 36 minggu) 8. Menentukan tafsiran persalinan Menentukan tafsiran persalinan dengan menggunakan rumus Neagele: HPHT : hari pertama haid terakhir TP : taksiran partus/lahir Untuk dapat menghitung usia kehamilan berdasar HPHT hanya dapat dilakukan oleh ibu hamil yang memiliki siklus menstruasi normal dan teratur (28 hari). Untuk taksiran usia kehamilan berdasar HPHT dapat menggunakan rumus Neagele, selain dapat menghitung usia kehamilan, rumus ini juga dapat digunakan untuk menghitung taksiran partus (TP). Untuk megetahui TP, rumusnya adalah tanggal ditambah 7, bulan dikurangi 3 dan tahun ditambah 1. Sedangkan untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap tidak ditambah atau dikurangi. Contoh: Misal HPHT tanggal 19 November 2009, maka kapankah taksiran partusnya? TP = tanggal (19 + 7), bulan (11-3), tahun (2009+1) = 26-8-2010 Jadi perkiraan melahirkan tanggal 26 Agustus 2010. Untuk TP ini sebaiknya ditambah tenggang waktu plus atau minus 7 hari. Perkiraan tanggal persalinan sering meleset antara 7 hari sebelum atau setelahnya. 19

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan Dari pembahasan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Menstruasi adalah pengeluaran secaraperiodik darah dan sel-sel darah tubuh yang keluar melalui vagina yang berasal dari dinding rahim (endometrium) secara berulang setiap bulan. 2. Konsepsi adalah hasil proses pembuahan sel sperma pada telur yang kita kenal dengan istilah fertilisasi. 3. Ovum (oogonium)adalah merupakan sel induk dari ovum yang terdapat dalam sel folikel yang berada di dalam ovarium. Sedangkan sperma Ketika seorang anak laki-laki mencapai pubertas pada usia 11 sampai 14 tahun, sel induk sperma (spermatogonium) menjadi diaktifkan oleh sekresi hormon testosteron. 4. Implantasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi kedalam endometrium.

B. Saran Demikianlah makalah ini saya buat, namun sebagai manusia penulis selalu tidak lepas dari kesalahan. Diharapkan pembaca dapat mengerti dan lebih memahami materi ini dan disarankan lebih banyak mencari referensi pelengkap sehingga menjadi lebih paham akan materi ini.

20

DAFTAR PUSTAKA
http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0106%20Bio%202-12g3.htm http://frakturhepar.blogspot.com/
http://deetha-nezz.blogspot.com/2011/06/pertumbuhan-dan-perkembangan-embrio.html http://mitanadeki.blogspot.com/2011/01/struktur-fungsi-dan-sirkulasi-plasenta.html http://sehat-aja-yuk.blogspot.com/2011/05/rumus-menghitung-perkiraan-persalinan.html

21