Anda di halaman 1dari 3

ESTETIKA

Mata Kuliah MPKS Wayang 4

Oleh : Rihlah Romdoniah 1106013681

PROGRAM ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA 2012

Pengertian Estetika Estetika merupakan suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut keindahan. Estetika bersifat subyektif karena lebih menekankan pengalaman secara dengan menerawang sendiri enak atau tidaknya menurut penglihatannya sendiri. Contohnya, ketika Prof. Dr. Mudji Sutrisno memberikan satu gambar kepada mahasiswa, kedua mahasiswa tersebut memiliki pendapat berbeda terhadap gambar tersebut. Mahasiswa pertama berkata bahwa gambar tersebut luwes, berbeda dengan mahasiswa kedua. Mahasiswa kedua berkata bahwa gambar tersebut sunyi. Hal tersebut karena hukum nilai estetika bergantung pada kemampuan kita melakukan diskriminasi pada tingkat sensorik. Dimana cara merespon terhadap stimuli, terutama lewat persepsi indera, tetapi juga dikaitkan dengan proses kejiwaan, seperti asosiasi, pemahaman, imajinasi, dan emosi.

Sejarah Seni Menurut Plato seni adalah mimesis dari yang sejati, yaitu apa-apa yang berada di dunia idea yang jauh lebih unggul. Sedangkan menurut Aristoteles (384-322) keindahan atau estetika merupakan harmoni, keseimbangan, atau tata dalam ukuran material. Pandangan ini berlaku untuk benda seni dari alam maupun karya seni buatan manusia. Seni adalah simbol yang dikenali oleh penikmat. Adapun fungsi kesenian yaitu : 1. Membuat orang merasa bahagia, 2. Membuat orang merasa gembira, 3. Katharisis yaitu bersifat membersihkan, mencairkan seluruh kekecewaan. Etika pembangunan : 1. Epilogis pengetahuan, 2. Ranah apa yang benar, 3. Apa yang indah. Tiga pandangan pokok mengenai keindahan yaitu : 1. Keindahan adalah tata, harmoni dalam ukuran (Pytagoras, Plato, Thomas Aquinas). 2. Keindahan merupakan jalan kontemplasi (Plato, Plotinus, Agustinus) dan sang INDAH sendiri berada di seberang manusia. 3. Keindahan ditemukan dalam pengalaman manusia (Aristoteles dan Thomas Aquinas). Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa keindahan itu merupakan suatu konsep abstrak karena tidak jelas. Suatu keindahan baru jelas dan dapat dinikmati jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya, baik dalam suatu bentuk maupun pengalaman pribadi manusia. Dua pendekatan estetika : 1. Langsung meneliti keindahan dalam karya-karya sseni atau alam-alam indah. 2. Menyoroti pengalaman keindahan dalam diri orang yang mengalami (kontemplasi rasa indah). Dari dua pendekatan di atas, ruang lingkup estetika menyoroti 2 hal, yaitu : menyoroti pengalaman estetis dengan ciri berkait rasa dan berhubungan dengan indah, dan menyoroti

obyek seni yaitu karya seni dengan perkembangan pengukuran penilaian apa itu seni dan bukan seni. Perkembangan Estetika Masa modern sampai akhir abad ke-19 dikenal dengan sebutan Renaissance yaitu penciptaan kesenian mesti bertolak dari ilham (inspirasi) seniman dan pengertian mendalam terhadap tubuh manusia, alam, realitas yang bisa ditemukan dalam pengalaman manusia. Dari akhir abad 19 samapi 20 estetika muncul dalam impresionisme yaitu membahaskan tentang pengalaman, rasa indah dalam tampilan, kesan atau ekspresi saja mengenai jati diri seni, peran kesenian dalam masyarakat, dan tugas sang seniman. Pada abad ke 20 banyak aliran yang berkembang antara lain simbolisme, fauvisme, surealisme, kubisme, seni abstrak, aliran kritik masyarakat, aliran fenomenologi dan eksistensialisme, dan dufrenne. Simbolisme merupakan ekspresi dalam bentuk lambang atau simbol yang isinya mau melukiskan intisari ilham atau inspirasi seniman. Contohnya berjabat tangan. Fauvisme menegaskan simbol dan dekorasi dengan mempertajam penggunaan warna. Contohnya lukisan. Surealisme merupakan ekspresi dari dunia khayal, dunia mimpi, ataupun bayangan. Contohnya minyak wangi untuk ritual. Kubisme mengekspresikan pengamatan dan pengalaman manusia dengan suatu kontruksi bentuk-bentuk kubus. Kecuali itu juga dipakai sebagai alat ekspresi warna-warna sederhana, polos yang digoreskan saling bertepian dan berdampingan secara terang. Contonhya patung, keramik, dll. Seni abstrak menggambarkan apa yang tidak ada kaitan dengan obyek-obyek di luar, kenyataan di luar namun mau menekankan kebebasan ekspresi, kebebasan menggunakan bahan dan memberi arti dan tafsiran. Contohnya lukisan dengan bentuk abstrak. Aliran kritik masyarakat ditempatkan dalam fungsi kemampuannya untuk menjadi kritik masyarakat, alat kritis serta sumbangannya untuk kemanusiaan. Contohnya puisi, musik, dll. Aliran fenomenologi dan eksistensialisme menegaskan kedudukan istimewa manusia sebagai subyek yang eksis di dunia ini dan berhubungan timbal-balik dengan dunia ini dalam kesadaran dan keberadaannya. Contohnya sajak. Dufrenne merupakan perbuatan yang sama-sama dihayati baik oleh orang yang sedang merasai kesenian maupun oleh apa yang sedang disajikan oleh kesenian. Contohnya musik. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa estetika merupakan hasil dari suatu tindakan manusia dalam melakukan perbuatan dengan mempertimbangkan beberapa landasan, yaitu spiritual, sosial dan budaya serta landasan ilmu pengetahuan. Landasan-landasan tersebut akan memberikan pertimbangan keserasian dengan lingkungan, harmonis dengan kondisi alam serta pemanfaatan unsur alam.

Sumber : Lembaran KIT dalam kuliah umum, 16 Maret 2012. Depok : Balai Sidang