LAPORAN PRAKTIKUM JARKOM II

“Setting DNS”

Disusun Oleh : Ardi Kurniawan 3.34.10.0.06 IK-2A

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG TAHUN 2011

PERCOBAAN – IV SETTING DNS (Domain Name System)

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS: Setelah menyelesaikan praktek ini, mahasiswa dapat : a. menjelaskan Konsep DNS b. menyebutkan Paket DNS c. mengkonfigurasi Server DNS II. DASAR TEORI DNS merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan memetakan/mengkonversikan nama host/mesin/domain ke alamat IP (Internet Protocol) dan sebaliknya dari alamat IP ke nama host yang disebut dengan reverse-mapping. DNS sangat berguna sekali dalam jaringan terutama Internet. Sistem ini akan memetakan nama mesin, misalnya elektro.polines.com ke alamat IP, misalnya 192.168.45.16. Bila tidak ada DNS, kepala kita bisa pusing, jika harus mengingat ratusan, ribuan, bahkan jutaan alamat IP di Internet. Manusia lebih mudah untuk mengingat nama daripada alamat IP dengan panjang 32 bit itu. Komputer menggunakan alamat IP untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Disitulah gunanya DNS sebagai jembatan antara keduanya. Implementasi DNS pada sistem operasi Linux yang sering digunakan adalah BIND meskipun ada juga salah satu implementasi yang cukup baru dan juga banyak dipakai yaitu djbdns. 1. Struktur dan Cara Kerja DNS Struktur database DNS sangat mirip dengan sistem-berkas/filesystem UNIX yaitu berbentuk hierarki atau pohon. Tingkat teratas pada DNS adalah root yang disimbolkan dengan titik/dot (.) sedangkan pada sistem berkas UNIX, root disimbolkan dengan slash (/). Setiap titik cabang mempunyai label yang mengidentifikasikannya relatif terhadap root (.). Tiap titik cabang merupakan root bagi sub-tree/tingkat bawahnya. Tiap sub- tree merupakan domain dan dibawah domain terdapat sub-tree lagi bernama subdomain. Setiap domain mempunyai nama yang unik dan menunjukkan posisinya pada pohon DNS, pengurutan/penyebutan nama domain secara penuh dimulai dari domain paling bawah menuju ke root (.). Masing-masing nama yang membentuk suatu domain dipisahkan dengan titik/dot (.) dan diakhiri dengan titik yang merupakan nama absolut relatif terhadap
2

contoh: linux. nasa.).mil.int. Sistem penulisan nama secara absolut dan lengkap ini disebut FQDN (Fully Qualified Domain Name). 7) int Untuk organisasi Internasional. contoh: internic. contoh: mit. sun. 6)edu Untuk lembaga pendidikan. Contoh: raichu. contoh: ibm. nsf. Gambar berikut Gambar 1: Hierarki akar-pohon DNS dan sistem berkas UNIX 2. contoh: whitehouse.gov.com.). domain edu merupakan Top Level Domain. Ada tiga pengelompokan Top Level Domain: a. contoh: nato. 3) gov Untuk lembaga/organisasi pemerintahan.cs.net. ". Top Level Domain (TLD) Top Level Domain adalah domain pada level teratas di bawah root (. mit merupakan Second Level Domain.com. Domain Generik Terdiri atas 7 domain yaitu 1) com Untuk organisasi komersial." merupakan root. raichu merupakan nama komputer/mesin yang bersangkutan.root (.edu. 2) net Untuk organisasi/perusahaan penyedia layanan jaringan/Internet. contoh: army.net.gov.edu. cs merupakan Third Level Domain.edu. memperlihatkan hirarkhi akar pohon DNS dan berkas Unix. 5) org Untuk organisasi non-komersial. berkeley. 3 .mit.org. 4) mil Untuk badan/organisasi militer.

Domain Negara Merupakan standar pembagian geografis berdasarkan kode negara. Domain negara ini dapat dan umumnya diturunkan lagi ke level-level di bawahnya yang diatur oleh NIC dari masingmasing negara.arpa sesuai dengan alamat IP-nya. Sebagai contoh domain id bisa dibagi menjadi beberapa zone yaitu ac. 5) museum Untuk museum. Contoh: id untuk Indonesia. Domain Arpa Merupakan domain untuk jaringan ARPAnet. uk untuk Inggris.icann. net.zone yang lebih kecil misal undip.id dan dari zone tersebut bisa dibagi lagi menjadi zone. Name-server mempunyai bagian-bagian informasi mengenai domain name-space yang dikenal dengan zone.org) yaitu: 1) aero Untuk industri atau perusahaan udara. web. au untuk Australia. c. 7) pro Untuk para profesional seperti: akuntan.id.id. Tiap domain yang tergabung ke Internet berhak memiliki name-space . b. 6) name Untuk registrasi bagi penggunaan individual/personal. 4 .id. Name-Server dan Zone Name-server adalah program server yang memiliki informasi mengenai host di bawah domain tertentu. dst. 2) biz Untuk perusahaan atau lembaga bisnis. Zone ini akan dimuat dari berkas yang disimpannya atau dari server DNS lain. co. dan lain-lain.id. 3.Selain 7 domain di atas ada lagi 7 domain baru dari ICANN (www. dan lain-lain.in-addr. untuk Indonesia yaitu IDNIC.ac.id. 3) coop Untuk perusahaan atau lembaga kooperatif 4) info Untuk penggunaan umum. Disini yang bertanggung jawab ialah organisasi/lembaga yang memiliki domain tersebut. Contoh level bawah dari id yaitu net.

Resource-record adalah data yang mengacu/menunjukkan pada informasi mengenai host pada jaringan atau domain tertentu. Secondary Master akan melakukan zonetransfer dari Master Server untuk mendapatkan data/informasi pada suatu zone yang dikelolanya. Primary Master Primary Master name-server bertanggung jawab terhadap suatu zone dengan memuat informasi dari berkas database pada dirinya sendiri. b. Pada client sering disebut dengan resolver. 4. Gambar 3: Primary Master dan Secondary Master server DNS Untuk dapat bekerja name-server membutuhkan resource-record untuk domain yang dikelola.Gambar 2: Pembagian zone Ada dua tipe dari name-server yaitu: a. DNS mempunyai beberapa komponen yaitu: 5 . Seperti yang disebutkan di atas program pada server tersebut sering disebut dengan name-server. jadi ada suatu mekanisme dari client untuk meminta informasi dari server yang akan memberikan informasi yang diminta sang client. Komponen DNS DNS sebenarnya merupakan suatu sistem server-client. Secondary Master (Slave) Secondary Master name-server memuat informasi zone dari server lain yang otoritatif pada suatu zone yang disebut Master Server.

Setelah name-server yang dicari ditemukan maka server akan memberikan informasi name-server yang bersangkutan kepada pemintanya.3 oleh Kevin Dunlap. caching. Time To Live (TTL) merupakan batas waktu dimana server DNS dapat menyimpan/caching infomasi yang pernah dicari. Program utama dari BIND adalah bernama named yaitu sebuah daemon yang bila dijalankan akan menunggu koneksi pada port 53 (default). Caching Caching yaitu suatu rutin yang akan menyimpan hasil pencarian domain dalam database dari name-server yang pernah diminta. Koneksi pada port 53 ini adalah koneksi permintaan informasi pemetaan dari nama domain/mesin ke alamat IP dan sebaliknya. b. BIND dibuat untuk sistem operasi BSD UNIX 4.a. Program tersebut berjalan pada host yang menginginkan informasi mengenai suatu host di Internet. Implementasi DNS pertama adalah JEEVES buatan Paul Mockapetris. BIND sampai sekarang masih dikoordinasi oleh Internet Software Consortium. BIND (Berkeley Internet Name Domain) BIND merupakan salah satu implementasi dari DNS yang paling banyak digunakan pada server di Internet. Resolver Resolver yaitu suatu rutin pustaka yang akan membuat suatu permintaan/query dan mengirimkannya lewat jaringan ke sebuah name-server. dan resolution 5. Jika sebuah server DNS 6 . Resolver juga menginterpretasikan respon dari name-server apakah informasi yang diminta merupakan record ataupun kesalahan. Gambar 4: Resolver. c. tapi kemudian banyak di-porting ke banyak turunan UNIX termasuk Linux. Resolution Resolution yaitu proses pencarian name-server yang mempunyai tanggung jawab terhadap suatu domain yang akan diminta.

name-server. dan reverse-mapping. Gambar 5: Pencarian host Sebagian besar distribusi Linux menyertakan paket BIND. berisi informasi mengenai bagaimana klien DNS mengakses port 53. Umumnya berisi letak file konfigurasi name-server root.indolinux. Jadi anda tinggal konfigurasi dan aktifkan saja jika sudah terinstal. localhost/loopback. /var/named/named. maka sang komputer itu akan menghubungi server DNS penulis untuk mengetahui informasi alamat IP dari pikachu.com.conf Yaitu file konfigurasi sistem untuk melakukan mekanisme switch sistem database dan nameservice. /etc/resolv.mempunyai otorisasi terhadap suatu domain maka si server DNS tersebut akan memberikan informasi mengenai nama-nama mesin/domain yang berada di bawah domain yang dipegangnya.com. BIND secara umum terdiri dari beberapa file yang d. mendukung yaitu: a.com.conf Yaitu file konfigurasi dari BIND yang utama. maka ketika ada sebuah komputer dari Internet ingin mengakses pikachu.ca 7 .indolinux. /etc/nsswitch. letak dan jenis file database yang diperlukan. b. Sang server DNS akan menjawab permintaan/query dari komputer peminta tersebut dengan alamat IP yang sesuai kemudian komputer tersebut dapat mengakses pikachu. atau NIS server. Switch dapat melalui file.conf Yaitu file konfigurasi berisi domain atau alamat IP name-server yang pertama dicari oleh resolver ketika sebuah domain/nama mesin diminta untuk dipetakan ke alamat IP. domain.indolinux. /etc/named. Misal: server DNS mempunyai otorisasi terhadap domain indolinux.com melalui alamat IP yang diberikan oleh name-server tersebut. c.

Ada tiga paket yang perlu diinstalasi. Pada RHEL4 ini.2.conf sebagai berkas konfigurasi utama dari BIND.com. • bind-utils-[versi].4-2. yaitu /usr/sbin/named yang bertanggung jawab dalam merespon pertanyaan klien DNS.i386.3-3. versi bind yang digunakan adalah 9. Nama file ini dapat didefinisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.conf Berkas konfigurasi program rndc yaitu suatu program untuk administrasi dan kontrol operasi name-server BIND.rpm berisi sekumpulan utlitas untuk proses query ke server DNS. dan paket bind-utils-9.kita.noarch. /var/named/db. g.3-3. Paket ini juga berisi utilitas untuk verifikasi server DNS.2. Paket yang diperlukan Sebelum membuat server DNS. informasi nama host dan alamat IP yang berada di bawah domain domain. /etc/rndc. Nama file ini dapat didefinisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named.Yaitu file database name-server root yang bertanggung jawab terhadap Top Level Domain di Internet. e. Paket bind-9. Setelah ketiga paket tersebut diinstalasi. dan • caching-nameserver-[versi]. terlebih dahulu perlu dilakukan instalasi aplikasi server DNS.conf sebagai berkas konfigurasi utama dari BIND.4-2.conf sebagai berkas konfigurasi utama dari BIND.local Yaitu file database name-server untuk alamat loopback/host lokal/alamat diri sendiri.i386. 6. Nama file ini dapat didefinisikan sendiri tetapi tetap harus mengacu ke named. File ini bisa lebih dari satu tergantung jumlah domain yang dikelola.42.rpm berisi file-file konfigurasi BIND yang akan membuat server DNS berlaku sebagai caching nameserver. sedangkan versi cachingnameserver yang digunakan adalah 7. kecuali bila saat melakukan instalasi Linux paket-paket untuk server DNS ini telah dipilih untuk diinstalasi.com Yaitu file database name-server untuk domain domain-kita.2.domain-kita. 8 adalah paket yang . yaitu BIND.rpm.rpm berisi program server DNS (daemon). /var/named/named. f. yaitu • bind-[versi]. Sedangkan paket caching-nameserver-7.rpm.com yang berisi resource record. Digunakan untuk mencari domain di luar domain lokal.rpm.

yaitu nama direktori kerja daemon named yang akan menyimpan file. a. b. Setiap file zone berisi direktif-direktif dan resource records. Direktif-direktif menampilkan tugas-tugas atau menerapkan records ini bertujuan khusus pada agar zone.file zone.maka telah terinstal program dan file-file konfigurasi ke dalam server DNS. yaitu file konfigurasi untuk daemon named • /var/named. Perlu kehati-hatian dalam mengedit file ini untuk mencegah adanya syntax error yang menyebabkan gagalnya service named berjalan. nameserver Resource konfigurasi mendefinisikan parameter-parameter zone dan menentukan identitas masing-masing host (komputer).com.conf.zone. yaitu: • /etc/named. statistics dan cache. File /etc/named. tetapi resource records harus ada dalam menyediakan nameservice suatu zone.conf. 9 . Biasanya dalam penggunaannya berhubungan dengan nama domain atau zone yang ditanyakan dan mengidentifikasi file sebagaimana berisi data zone tersebut. misalnya linuxpolines. Direktif sifatnya optional.conf File ini berisi sekumpulan statemen yang menggunakan opsi-opsi yang bersarang dan diapit oleh tanda kurung pembuka dan penutup { }. BIND meletakkan file-file konfigurasi ke dalam dua lokasi berbeda. File-file zone File-file zone berisi informasi mengenai bagian tertentu dari namespace dan tersimpan di direktori kerja /var/named. Tiap file zone diberi nama sesuai dengan nilai dari option file yang ada dalam pernyataan zone di file /etc/named.

conf.options Menambah IP DNS ISP Anda 10 . masukkan perintah berikut untuk menginstal dns: $ apt-get install bind9 2.III.conf. PERALATAN YANG DIGUNAKAN 1 unit 8 unit atau 1 unit lebih 1) PC Komputer sebagai Server 2) PC Komputer sebagai 3) Alat penghubung Switch/hub Client/workstation IV.10 1. LANGKAH / LEMBAR KERJA Setting DNS Ubuntu 11. Untuk menginstal dnsutils masukkan berikut ini: $ apt-get install dnsutils 3.options : (tambahkan DNS IP ISP Anda) $ gedit /etc/bind/named. Untuk pengujian dan troubleshooting masalah DNS adalah paket dnsutils. Edit /etc/bind/ named. Pada terminal.

local: $ gedit /etc/bind/named. file “/etc/bind/db.forwarders { 202. zone “informatika. 202.134. Primary Master untuk domain informatika. if they are not used in your // organization //include “/etc/bind/zones. # conform to RFC1035 listen-on-v6 { any.rfc1918″. }.10.conf.elektro. Edit etc/bind/named.org”. }. 4. auth-nxdomain no.155.org” { type master. }.informatika.1.elektro.org. 11 .local // // Do any local configuration here // // Consider adding the 1918 zones here.134.conf. }.0.elektro.

org .org 6.: $ gedit /etc/bind/db.elektro.org.elektro. Refresh 86400 .informatika.informatika. Membuat file / etc / bind / db. @ IN NS @ IN A ns ns.elektro.100 12 @ IN AAAA ::1 . Edit file /etc/bind/ db. BIND data file for local loopback interface .elektro. .168.100 IN A 192. $TTL 604800 @ IN SOA ns.elektro.5. 192.1.1.org. Serial 604800 . Retry 2419200 .informatika.elektro. root. ( 2 . Negative Cache TTL .168.elektro.informatika.informatika.org # cp /etc/bind/db. Expire 604800 ) .informatika.org.informatika.local /etc/bind/db.

zone “informatika. file “/etc/bind/db. if they are not used in your // organization //include “/etc/bind/zones.elektro. zone “1.in-addr.local : $ gedit /etc/bind/named. }.conf. }.7. Reverse Zone File Edit /etc/bind/named.conf.informatika.168.org” { type master.org”.arpa” { type master.local // // Do any local configuration here // // Consider adding the 1918 zones here.192″.elektro. notify no. 13 .192.rfc1918″. file “/etc/bind/db.

Edit /etc/bind/db.192 : $ gedit /etc/bind/db.192 : $ cp /etc/bind/db. Expire 604800 ) .elektro.informatika.0.127 /etc/bind/db. 1.0 IN PTR ns. Retry 2419200 . $TTL 604800 @ IN SOA ns. Serial 604800 . @ IN NS ns.elektro. Negative Cache TTL . 14 . ( 1 .informatika. .informatika.elektro. Refresh 86400 . root. BIND reverse data file for local loopback interface .192 9.192 .8.org. Sekarang buat file /etc/bind/db.org.

1. }. allow-transfer { 192.200 12. }.conf.192″.168.100.local zone “informatika.168.168.1. restart BIND9: $ /etc/init. 15 .informatika.Secondary Master Untuk membuat DNS master dan Slave.in-addr.arpa” { type master. allow-transfer { 192. Pada MASTER: nano /etc/bind/named.d/bind9 restart 11. notify no. file “/etc/bind/db.org” { type master. }.1.100. zone “1.168.192. }.org”.168.elektro. file “/etc/bind/db.1.elektro.10. contoh : DNS Master IP Address 192.100 DNS Slave IP Address 192.

100 16 .10 nameserver 202.1.134.100 nameserver 202.1.168.conf nameserver 192.0. Restart BIND9 # /etc/init.168.13.conf edit /etc/resolv.1.134.155 15. Cek Konfigurasi dengan dig : # dig -x 192.d/bind9 restart 14. resolv.conf : $ gedit /etc/resolv.

16.org 17 .elektro.informatika. Mengecek koneksi # ping www.

org Uji koneksi dari localhost : 18 .iformatika. TUGAS 1.org.informatika. mail.org Kita tinggal menambahkan kode berikut ini kedalam file /etc/bind/db.elektro.informatika. . proxy.org.elektro.V. www.elektro. .org. Membuat domain. ftp.elektro.elektro.informatika.infor- matika.

org Ping ke proxy.org 19 .org Ping ke mail.informatika.informatika.elektro. Alamat IP Klien : Ping ke www.2.informatika. Lakukan uji koneksi antar PC dengan menggunakan seting DNS disamping nomor IP address.elektro.informatika.elektro.org Ping ke ftp.elektro.

Service DNS sebaiknya dijalankan bersama dengan service DHCP sehingga clientakan menjadi lebih mudah untuk melakukan koneksi dengan server. c. IP address bersifat static dan dapat dikenali secara langsung. Dengan begitu. Gateway digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. jelaskan alasannya? Jawab : Bisa. Nama DNS pada server akan diproses terlebih dahulu untuk diinterpretasikan sebagai IP address untuk dapat dikenali client. Karena terdapat fasilitas Gateway.VI. Bisa dilakaukan asal alamat gateway di klien dan di server sama. Jelaskan mengapa seting DNS. Dapatkah DNS dilakukan dengan menggunakan kelas jaringan yang berbeda. PERTANYAAN a.client tidak perlu menghafal IP address tiap server. b. lebih sulit dikenali dibandingkan dengan IP address? Jawab : Setting DNS lebih sulit dikenali dibanding IP address karena terdapat setting pada file-filetertentu yang cukup rumit untuk mengatur servis DNS. namun cukup mengerti DNS server dan saat client melakukan koneksi ke server akan mendapatkan IP address otomatisdari server dengan service DHCP 20 .

yaitu BIND yang berfungsi untuk menunggu koneksi pada port 53 (default).VII. Sedangkan fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan nama komputer menjadi IP address). karena tidak perlu mengingat IP address sebuah komputer. Dengan begitu. terdapat paket yang perlu disiapkan. Sebelum mengkonfigurasikan DNS. 2. namun cukup mengerti DNS server dan saat client melakukan koneksi ke server akan mendapatkan IP address otomatisdari server dengan service DHCP 21 . 3. DNS merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan memetakan/mengkonversikan nama host/mesin/domain ke alamat IP (Internet Protocol) dan sebaliknya dari alamat IP ke nama host yang disebut dengan reverse-mapping Kelebihan DNS adalah Mudah. cukup host name. Service DNS sebaiknya dijalankan bersama dengan Service DHCP sehingga clientakan menjadi lebih mudah untuk melakukan koneksi dengan server. Kesimpulan 1.client tidak perlu menghafal IP address tiap server. Koneksi pada port 53 ini adalah koneksi permintaan informasi pemetaan dari nama domain/mesin ke alamat IP dan sebaliknya.