Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan seluruh alam atas Rahmat dan hidayah-nya lah

kami akhirnya dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul HUBUNGAN GIZI DENGAN FERTILITAS DAN INFERTILITAS Makalah ini telah diselesaikan sesuai dengan pokok bahasan yang telah ditetapkan, khususnya mata kuliah Agama Islam yang terdiri dari poin atau pokok bahasan dalam satu judul. Setelah membaca makalah ini, kami selaku penulis menyadari ketidak sempurnaan makalah kami, untuk itu sangat saya harapkan adanya masukan ataupun kritik dari teman sekalian demi kesempurnaan makalah ini.

Makassar

2011

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................................... i Daftar Isi ........................................................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .................................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 1 C. Tujuan ............................................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN A. Gizi ..................................................................................................................... 3 B. Fertilisasi ............................................................................................................ 4 C. Hubungan Gizi Dengan Fertilisasi ..................................................................... 6 D. Infertilisasi.......................................................................................................... 8 E. Hungungan Gizi Dengan Infertilisasi................................................................. 15 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................................................ 17 B. Saran ................................................................................................................... 17 DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Gizi adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk pertumbuhan, mempertahankan dan memperbaiki jaringan tubuh,

mengatur proses dalam tubuh, dan menyediakan energi bagi fungsi tubuh, atau bisa juga diartikan sebagai komponen pembangun tubuh manusia. Suatu makanan tidak saja di perlukan bagi pertumbuhan, perkembangan fisik dan mental serta kesehatan, tetapi di perlukan juga kesehatan untuk fertilitas atau kesuburan seseorang agar mendapatkan keturunan yang selalu diidambakan dalam kehidupan berkeluarga. memutuskan untuk mempunyai anak, perlu segera mempersiapkan diri di antaranya mengatur asupan nutrisi yang adekuat untuk meningktkan fungsiireproduksi sehingga dapat menunjangrfertilitas atau kesuburan dengan cara: 1. Mennghindari diet 2. Memilih makanan sehat dan seimbang 3. Memilih makanan segar 4. Mengolaha makanan dengan baik 5. Makanan bervariasi 6. Menghindari makanan yang mengandung pengawet B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan gizi? 2. Apa yang dimaksud dengan fertilitas? 3. Bagaimana hubungan gizi dengan fertilitas? 4. Apa yang dimaksud dengan infertilitas? 5. Bagaimana hubungan gizi dengan infertilitas?

C. Tujuan 1. Mengetahui apa yang dimakssud dengan gizi 2. Mengetahui apa yang dimaksud dengan fertilitas 3. Mengetahui bagaimana hubungan gizi dengan fertilitas 4. Mengetahui apa yang dimaksud dengan infertilitas 5. Mengetahui bagaimana hubungan gizi dengan infertilitas

BAB II PEMBAHASAN
A. GIZI 1. Defenisi Gizi Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secar normal menggunakan proses pencernaan, absopsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk memperthankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Status gizi adalah keadaan yang diakibatkan oleh status

keseimbangan antara jumlah asupan (intake) zat gizi dan jumlah yang dibutuhkan (requirement) oleh tubuh untuk berbagai fungsi biologis: (pertumbuhan fisik, perkembangan, aktivitas, pemeliharaan kesehatan, dan lainnya). (Suyatno, 2009). Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutrisi dalam bentuk variabel tertentu. Makan makanan yang beraneka ragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantitasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan yaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. Pada umumnya zat gizi dibagi dalm lima kelompok utama, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Sedangkan sejumlah pakar juga Uhan kepada fungsi air dalam metabolism makanan yang cukup penting walaupun air dapat disediakan di luar bahan pangan.

2. Gizi Seimbang Gizi seimbang adalah memenuhi kebutuhan gizi perhari dengan asupan zat-zat gizi yang mengandung, karbohodrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi seimbang adalah keseimbangan antara zat-zat penting yang terkandung di dalam makanan maupun minuman yang dikonsumsi oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang harus makan makanan dan minum minuman yang mengandung tiga zat gizi utama yang cukup jumlahnya, baik zat tenaga, zat pembangun maupun zat pengatur. Tidak seimbang ataupun kurang asupan gizi akan dapat mempengaruhi tubuh seseorang. a. Sumber tenaga Zat sumber pembangkit tenaga dalam tubuh bisa kita dapatkan dari padi-padian, tepung-tepungan, umbi-umbian, dan lain sebagainya. Berfungsi sebagai pemberi energi / tenaga untuk kegiatan hidup manusia. b. Zat pengantur Zat pengatur dalam tubuh bisa kita dapatkan dari sayur-mayur dan buah-buahan. Fungsi utama dari zat pembangun adalah untuk memberi tubuh perlindungan maksimal terhadap serangan penyakit. c. Zat pembangun Zat pembangun di dalam tubuh bisa kita dapatkan dari protein hewani dan nabati seperti kacang-kacangan, susu, keyu, yoghurt, dan lain-lain. Zat pembangun sangat berguna untuk meregenerasi sel-sel yang mati agar bisa berganti dengan yang baru. B. FERTILITAS 1. Pengertian fertilitas Fertilitas (kesuburan) yaitu kemempuan seorang istri untuk menjadi hamil dan melahirkan bayi hidup dari suami yang mampu menghamilinya. Fertilitas adalah kemampuan alami untuk memberikan keturunan. Sebagai ukuran, tingkat fertilitas adalah jumlah anak lahir per pasangan,

orang, atau populasi. Fertilitas bersifat nyata, bukan potensi, sehingga berbeda dengan fekunditas, yang didefinisikan sebagai potensi untuk bereproduksi. Kurangnya fekunditas disebut sterilitas. Fertilitas tergantung pada faktor gizi, perilaku seksual, budaya, naluri, endokrinologi, waktu, ekonomi, cara hidup, dan emosi. 2. Zat gizi yang mempengaruhi fertilisasi a. Vitamin A, Cdan E Sebagian antioksidan yang berfungssi untuk menangkal serangan radikal bebas terhadap dinding sperma dan ovum. Contoh bahan makan: Seledri, wortel, jeruk, segala buah dan sayur. b. Vitamin B Bersama niasin, Vitamin E dan Zinc sebagai bahan dasar hormon reproduksi wanita. Contoh bahan makanan: Daging unggas, telur, ikan, kacang tanah, kedelai. c. Vitamin E Mencegah degenerasi sistem reproduksi (kemudahan organ reproduksi mendapat patokan oksigen segar) Contoh bahan makanan: Telur, daging, makanan laut, kacang-kacangan yang sudah berkecambah. d. Arginin Memperkuat daya tahan hidup sperma dan mencegah kemandulan. Contoh bahan makanan: Kemengi, daginga sapi, ikan, kacang-kacangan, ayam. e. Histamin Mempengaruhi sistem ejakulasi pada pria. Contoh bahan makanan: Daging, ayam dan tempe. f. Likogen

Meningkatkan jumlah, memperbaiki struktur dan kegesitan sperma. Contoh bahan makanan: Jambu biji merah dan semangka. g. Zink Melincahkan sperma. Contoh bahan makanan: Daging, hati, telur dan seafood. h. Kalium. Mempengaruhi pengeluaran hormone reproduksi. Contoh bahan makanan: Susu, mentega dan ikan teri. C. HUBUNGAN GIZI DENGAN FERTILITAS Kesuburan seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan dan faktor usia, juga dipengaruhi oleh gizi kedua pasangan, faktor gizi ini mempunyai peran sangat penting dalam mendukung kesuburan.

Kekurangan nutrisi pada seseorang akan berdampak pada penurunan fungsi reproduksi, hal ini dapat diketahui apabila seseorang dapat mengalami anoreksia nervosa, maka akan terlihat perubahan-perubahan hormonal tertentu, yang ditandai dengan penurunan berat badan yang mencolok. Hal ini terjadi karena gonadotropin dalam serum dan urin menurun, serta penurunan pola sekresinya. Kejadian tersebut berhubungan dengan gangguan fungsi hipotalamus. Pada wanita yang anoreksia kadar hormon steroid mengalami perubahan yaitu meningkatnya kadar tostesteron serum dan penuerunan ekskresi 17-keto-steroid dalam urin, diantaranya androsteron dan epiandrosteron. Dampakanya terjadi perubahan siklus ovulasi. Bila anoreksia tidak terlalu berat dapat diberikan hormon GRH (gonadothropin relating hormone), karenahormon tersebut dapat mengembalikan siklus haid ke arah normal.

Berhubungan dengan fungsi menstruasi, secara khusus jumlah wanita yang anovulasi akan meningkat bila berat badannya meningkat. Pada penelitian ternyata wanita gemuk memiliki risiko tinggi terhadap ovulasi inertil, dan fungsi ovulasi terganggu, sehingga menjaditidak subur. Keadaan ini terjadi apabila peningkatan berat badan disebabkan karena asupan gizi yang berlebihan. Bila siklus berlangsung tanpa ovulasi pada wanita gemuk, menuinjukkan adanya kelainan pada pengeluaran hormon. Bila kadar SHBG rendah, akan terjadi peningkatan produksi hormon endrogen baik di ovarium maupun dikelenjar adrenalin. Kondisi kegemukan berkaitan dengan proses perubahan androgen menjadi estrogen. Hipotalamus merangsang peningkatan sekresi hormon LH serta terjadi hiperandrogenisme. Mekanisme lain adalah gangguan pematangan folikel akibat peningkatan LH dan kadar testosteron yang rendah. Wanita kegemukan dengan siklus menstruasi normal kadar testosteronnya lebih rendah dari pada wanita gemuk yang mengalami amenore. Seberapa gemuk yang akan menyebabkan siklus anovulasi tidak diketahuui dengan pasti, yang jelas bahwa diet dan berat badan sangat memengaruhi fungsi menstruasi. Gizi diperlukan juga untuk fertilitas atau kesuburan. Fertilitas atau kesuburan seseorang selain dipengaruhi oleh genetik, keturunan, usia juga dipengaruhi oleh status gizi nya. Faktor gizi tersebut sangat penting dalam mendukung kesuburan tersebut 1. Kekurangan gizi/ nutrisi Hal ini akan mempengaruhi peryumbuhan, fungsi organ tubuh, dan gangguan reproduksi. Perubahan kadar hormon steroid

(peningkatan hormon testosteron) dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Asupan gizi yang kurang juga akan menyebabkan berbagai keluhan dan ketidak nyamanan pada saat menstruasi. 2. Diet rendah lemak

Dari hasil penelitian ternyata diet rendah lemak dan diet tinggi lemak tidak memperlihatkan perbedaan kadar hormon. Namun pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek utama yaitu : panjang siklus menstruasi memanjang yaitu menungkat rata-rat 1,3 hari, lamanya waktu menstruasi meningkat rata-rata 0,5 hari, dan fase folikuler meningkat rata-rata 0,9 hari. 3. Diet vegetarian Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon steroid (hormon seks) telah diteliti. Ternyata menyebabkan pemendeken fase folikuler (ada di artikel sebelumnya) dan peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi. Prevalensi ketidakteraturan menstruasi pada vegetarian 26,5% sedangkan pada non vegetarian 4,9% 4. Kegemukan/obesitas Berdasrkan penelitian, wanita gemuk memiliki resiko tinggi terhadap ovulasi infertil, dan fungsi ovulasi terganggu sehingga menjadi tidak subur.

D. INFERTILITAS 1. Defenisi infertilitas Infertilitas (Infertilitas) adalah keadaan di mana seseorang tidak dapat hamil secara alami atau tidak dapat menjalani kehamilannya secara utuh. Definisi standar infertilitas adalah ketidakmampuan untuk menjadi hamil dalam satu tahun setelah secara teratur menjalani hubungan intim tanpa konsepsi. Kemandulan atau dalam bahasa kedokteran disebut infertilitas merupakan istilah yang dipakai untuk menyebut pasangan yang gagal untuk hamil dan mempunyai anak setelah berusaha selama setahun. Perempuan yang berhasil hamil namun selalu mengalami keguguran juga bisa disebut mandul.

2.

Penyebab Infertilitas a. Pada pria 1. Bentuk dan gerakan sperma yang tidak sempurna Sperma harus berbentuk sempurna serta dapat bergerak cepat dan akurat menuju ke telur agar dapat terjadi pembuahan. Bila bentuk dan struktur (morfologi) sperma tidak normal atau gerakannya (motilitas) tidak sempurna sperma tidak dapat mencapai atau menembus sel telur. 2. Konsentrasi sperma rendah Konsentrasi sperma yang normal adalah 20 juta sperma/ml semen atau lebih. Bila 10 juta/ml atau kurang maka menujukkan konsentrasi yang rendah (kurang subur). Hitungan 40 juta sperma/ml atau lebih berarti sangat subur. Jarang sekali ada pria yang sama sekali tidak memproduksi sperma. Kurangnya konsentrasi sperma ini dapat disebabkan oleh testis yang kepanasan (misalnya karena selalu memakai celana ketat), terlalu sering berejakulasi (hiperseks), merokok, alkohol dan kelelahan. 3. Tidak ada semen Semen adalah cairan yang mengantarkan sperma dari penis menuju vagina. Bila tidak ada semen maka sperma tidak terangkut (tidak ada ejakulasi). Kondisi ini biasanya disebabkan penyakit atau kecelakaan yang memengaruhi tulang belakang. 4. Vorikosel Varikosel adalah varises atau pelebaran pembuluh darah vena yang berhubungan dengan testis. Sebagaimana diketahui, testis adalah tempat produksi dan penyimpanan sperma. Varises yang disebabkan kerusakan pada sistem katup pembuluh darah tersebut membuat pembuluh darah melebar dan mengumpulkan darah. Akibatnya, fungsi testis memproduksi dan menyalurkan sperma terganggu.

5. Testis tidak turun Testis gagal turun adalah kelainan bawaan sejak lahir, terjadi saat salah satu atau kedua buah pelir tetap berada di perut dan tidak turun ke kantong skrotum. Karena suhu yang lebih tinggi dibandingkan suhu pada skrotum, produksi sperma mungkin terganggu. 6. Kekurangan hormon testosteron Kekurangan hormon ini dapat memengaruhi kemampuan testis dalam memproduksi sperma. 7. Kelainan genetik Dalam kelainan genetik yang disebut sindroma Klinefelter, seorang pria memiliki dua kromosom X dan satu kromosom Y, bukannya satu X dan satu Y. Hal ini menyebabkan pertumbuhan abnormal pada testis sehingga sedikit atau sama sekali tidak memproduksi sperma. Dalam penyakit Cystic fibrosis, beberapa pria penderitanya tidak dapat mengeluarkan sperma dari testis mereka, meskipun sperma tersedia dalam jumlah yang cukup. Hal ini karena mereka tidak memiliki vas deferens, saluran yang menghubungkan testis dengan saluran ejakulasi. 8. Infeksi Infeksi dapat memengaruhi motilitas sperma untuk sementara. Penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore sering menyebabkan infertilitas karena menyebabkan skar yang

memblokir jalannya sperma. 9. Masalah seksual Masalah seksual dapat menyebabkan infertilitas, misalnya disfungsi ereksi, ejakulasi prematur, sakit saat berhubungan (disparunia). Demikian juga dengan penggunaan minyak atau pelumas tertentu yang bersifat toksik terhadap sperma.

10. Ejekulasi balik Hal ini terjadi ketika semen yang dikeluarkan justru berbalik masuk ke kantung kemih, bukannya keluar melalui penis saat terjadi ejakulasi. Ada beberapa kondisi yang dapat

menyebabkannya, di antaranya adalah diabetes, pembedahan di kemih, prostat atau uretra, dan pengaruh obat-obatan tertentu. 11. Sumbatan epididimis/saluran ejakulasi Beberapa pria terlahir dengan sumbatan di daerah testis yang berisi sperma (epididimis) atau saluran ejakulasi. Beberapa pria tidak memiliki pembuluh yang membawa sperma dari testis ke lubang penis. 12. Lubang kencing yang salah tempat (hipoepispadia) Kelainan bawaan ini terjadi saat lubang kencing berada di bagian bawah penis. Bila tidak dioperasi maka sperma dapat kesulitan mencapai serviks. 13. Antibodi pembunuh sperma Antibodi yang membunuh atau melemahkan sperma biasanya terjadi setelah pria menjalani vasektomi. Keberadaan antibodi ini menyulitkannya mendapatkan anak kembali saat vasektomi dicabut. 14. Pencemaran lingkungan Paparan polusi lingkungan dapat mengurangi jumlah sperma dengan efek langsung pada fungsi testis dan sistem hormon. Beberapa bahan kimia yang mempengaruhi produksi sperma antara lain: radikal bebas, pestisida (DDT, aldrin, dieldrin, PCPs, dioxin, furan, dll), bahan kimia plastik, hidrokarbon (etilbenzena, benzena, toluena, dan xilena), dan logam berat seperti timbal, kadmium atau arsenik. 15. Kanker testis

Kanker testis berpengaruh langsung terhadap kemampuan testis memproduksi dan menyimpan sperma. Penyakit ini paling sering terjadi pada pria usia 18 32 tahun. b. Pada wanita 1. Tubafalopii tersumbat atau rusak Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh salpingitis

(peradangan tuba falopi). Selain membuat sulit hamil, salpingitis juga dapat menyebabkan kehamilan di luar kandungan (ektopik). Penyakit menular seksual (PMS) klamidia dapat menyumbat saluran tuba falopi yang menyulitkan keluarnya sel telur. Sekitar 70% sumbatan tuba falopi disebabkan oleh infeksi klamidia. 2. Endometriosis Endometriosis adalah pertumbuhan abnormal jaringan implan di luar uterus, yang normalnya hanya tumbuh di uterus. Endrometriosis dapat menghalangi proses konsepsi dan

perlekatan embrio di dinding uterus. 3. Kelainan hormone Kekurangan hormon lutein dan hormon perangsang folikel dapat menyebabkan sel telur tidak dapat dilepaskan (ovulasi). Kelainan kelenjar hipotalamus-pituitari juga dapat menyebabkan anomali hormonal yang menghalangi ovulasi. 4. Tumor pituitari Tumor yang biasanya jinak ini dapat merusak sel-sel pelepas hormon di kelenjar pituitari yang membuat siklus menstruasi terhenti pada wanita atau produksi sperma menurun pada pria. 5. Kelebihan prolaktin (hiperprolaktinemia) Prolaktin adalah hormon yang merangsang produksi ASI. Kelebihan hormon prolaktin dapat mengganggu ovulasi. Bila seorang wanita banyak mengeluarkan ASI meskipun tidak sedang menyusui, kemungkinan dia menderita hiperprolaktinemia.

6. Polycystic ovary sindrome (PCOS) Sindroma ini ditandai banyaknya kista ovarium dan produksi androgen (hormon laki-laki) berlebihan, terutama testosteron. Akibatnya, sel telur sulit matang dan terjebak di folikel (tidak ovulasi). 7. Menopause prematur Menopause prematur terjadi bila wanita berhenti menstruasi dan folikel ovariumnya menyusut sebelum usia 40 tahun. Kelainan imunitas, radioterapi, kemoterapi dan merokok dapat memicu kelainan ini. 8. Tumor rahim (uterine fibroids) Tumor jinak di dinding rahim ini sering dijumpai pada wanita usia 30-40 tahun. Tumor ini dapat menyebabkan infertilitas bila menghalangi tuba falopi dan perlekatan telur yang sudah dibuahi di dinding rahim. 9. Adesi Adesi (adhesion) adalah sekelompok jaringan skar yang saling berkait sehingga menyatukan dua permukaan organ yang normalnya saling terpisah. Adesi yang melibatkan tuba falopi karena infeksi atau pembedahan dapat menghalangi fungsi ovarium dan tuba falopi. 10. Kelaina kelenjat tyroid Kelainan ini menyebabkan kelebihan atau kekurangan hormon tiroid yang mengacaukan siklus menstruasi. 11. Kelainan anatomi bawaan Kelainan bawaan pada organ reproduksi dapat menyebabkan infertilitas. Kelainan yang disebut Mullerian agenesis ditandai dengan tidak berkembangnya vagina atau rahim. Wanita dengan kelainan ini masih dapat punya anak melalui bayi tabung dengan menyewa rahim wanita lain.

12. Merokok Merokok dapat membahayakan ovarium dan mengurangi jumlah/kualitas sel telur. Riset menunjukkan wanita perokok cenderung mengalami menopause lebih awal. 13. Stres Neurotransmiter (pengirim pesan kimiawi) bekerja di kelenjar hipotalamus untuk mengendalikan hormon-hormon reproduksi dan stres. Tingkat hormon stres yang tinggi dapat mengganggu sistem reproduksi. 14. Terlalu kurus atau terlalu gemuk Wanita yang terlalu kurus, misalnya para atlet maraton atau penderita anorexia, dapat kehilangan fungsi reproduksinya. Kegemukan dapat menyebabkan infertilitas dengan berbagai cara. Policystic ovarian sydrome (PCOS), misalnya, lebih sering terjadi pada wanita yang kegemukan. 15. Faktor lingkungan Herbisida, pestisida, limbah industri dan polusi lainnya dapat mempengaruhi fertilitas. Phtalate, zat kimia untuk melunakkan plastik, diduga dapat mengganggu fungsi hormon-hormon tubuh. 3. Mencegah fertilisasi Infertilitas adalah kemandulan/sulit hamil karena bermasalah dengan kesuburan. Banyak factor yang mempengaruhi terjadinya infertilitas, antara lain kebiasaan buruk semasa gadis. Berikut adalah cara untuk mencagah fertilitas 1. Hentikan kebiasaan merokok, mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan tidak meminum minuman keras. 2. Jaga keseimbangan berat badan, jika ada kelainan berat badan maka sebaiknya anda kurangi asupan makanan yang nerlemak. Usahakan berat badan ideal. 3. Jangan sampai mengalami stress berlebihan, Jika sulit untuk relaks lakukanlah seperti yoga atau meditasi atau juga mengisi waktu anda

dengan menonton, belanja, kesalon, dll untuk membuat hati anda senang. 4. Meminum secangkir kopi kopi terlalu sering bisa mengganggu kesuburan anda jadi sebelum sulit mempunyai keturunan maka mulailah dengan mengurangi minum kopi sedikit demi sedikit. 5. Jika datang bulan anda kurang teratur segeralah mengkonsultasikan kepada dokter ahli. Dengan memeriksakan dini, masalah-masalah yang di temukan bisa diobati sebelum anda berkeinginan untuk hamil. 4. Akibat infertilitas 1. Tidak dapat melakukan proses fertilisasi dengan baik. 2. Tidak bisa mendapatkan keturunan 3. Tidak dapat mengharmoniskan rumah tangga. 4. Tidak dapat menghasilkan tunas bangsa.

E. HUBUNGAN GIZI DENGAN INFERTILISASI Kondisi dimana pria tidak mampu membuat hamil istrinya karena faktor-faktor mampuan yang ada pada dirinya. Misalnya, ketidak

melakukan hubungan seksual secara normal dan benar,

atau tidak mempunyai ejakulat (cairan mani) yang mampu secara kuantitas dan kualitas untuk membuahi sel telur istrinya.

Penyebabnya dibagi dua kelompok besar, yaitu masalah hubungan seksual dan masalah ejakulat. Untuk masalah ejakulat, cairan mani dinilai kuantitas dan kualitas spermatozoa-nya. Penurunan kuantitas spermatozoa berarti ada hambatan pada spermatogenesis atau proses pembuatan

spermatozoa yang dapat disebabkan banyak faktor. Penyebabnya yang terbanyak saat ini adalah pola hidup dan pola makan, infeksi organ reproduksi serta penyakit autoimun (kegagalan fungsi sistem kekebalan tubuh yang membuat badan menyerang jaringannya sendiri). GiziSuatu makanan tidak saja di perlukan bagi

pertumbuhan,perkembangan fisiki dan mental serta kesehatan,tetapi diperlukan juga kesehatan untuk fertilitas juga atau kesuburan seseorang

agar mendapatkan keturunan yang selalu dipatkan dambakan dalam kehidupan berkeluarga. Berdampak penurunan fungsi reproduksi hal ini dapat di ketahui apabila seseorang mengalami anoreksia nervosa,maka akan terlihat perubahanperubahan hormonal tertentu yang di tandai dengan penurunan berat badan yang mencolok hal ini terjadi karena kadar gonadrotopin dalam serum dan urine menurun,serta penurunan pola sekresinya,kejadian fungsi tersebut

berhubunganidengan

gangguan

hipotalamus.

BAB III PENUTUP


A. KESIMPULAN Suatu makanan tidak saja di perlukan bagi

pertumbuhan,perkembangan fisik dan mental serta kesehatan,tetapi diiperlukan juga kesehatan untuk fertilitassatau kesuburan seseorang agar mendapatkan keturunan yang selalu didambakan dalam kehidupan kerkeluarga. Gizi adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk pertumbuhan, mempertahankan dan memperbaiki jaringan tubuh, mengatur proses dalam tubuh, dan menyediakan energi bagi fungsi tubuh, atau bisa juga diartikan sebagai komponen pembangun tubuh manusia Fertilitas adalah kemampuan seorang istri menjadi hamil dan suami bisa menghamili. Infertilitas (pasangan mandul) adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi, tetapi belum memiliki anak. B. SARAN 1. Dengan membaca makalah ini diharapkan pembaca dapat mengambil intisari atau pelajaran dari makalah ini. 2. Diharapkan kepada penulis supaya lebih rajin lagi dalam membuat makalah. 3. Kepada dosen dan pembaca sekiranya dapat memberikan kritik dan saran terhadap makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-gizi-seimbang-pada-manusiazat-tenaga-pengatur-pembangun http://kesgasambas.wordpress.com/2010/09/27/fertilitas-dan-status-gizi/ http://blogs.unpad.ac.id/fundamentalofnursing2fafaferary/2010/12/21/penga ruh-zat-gizi-pada-fertilitas/ majalahkesehatan.com/15-penyebab-infertilitas-pria/ majalahkesehatan.com/15-penyebab-infertilitas-wanita/ http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05/5-langkah-mencegahinfertilitas/

Tugas Individu Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi

HUBUNGAN GIZI DENGAN FERTILITAS DAN INFERTILITAS

Oleh : YULIARTI AYU NIM : 11300 KELAS : 1G

AKADEMI KEBIDANAN MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2011 / 2012