Anda di halaman 1dari 2

GAMBARAN USG GAGAL GINJAL KRONIK ABSTRAK Gagal ginjal kronik merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif

dan lambat, biasanya berlangsung beberapa tahun. Dalam hal ini ginjal kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan asupan diet normal. Gagal ginjal kronik terjadi setelah berbagai macam penyakit yang merusak nefron ginjal. Sebagian besar penyakit ini merupakan penyakit parenkim ginjal difus dan bilateral, meskipun lesi obstruktif pada saluran kemih juga dapat menyebabkan gagal ginjal kronik. Pada kasus ini gagal ginjal kronik terjadi pada wanita dengan keluhan demam, lemas dan perut terasa penuh. Kesan dari USG Abdomen pada ginjal kanan dan kiri didapatkan ukuran mengecil, struktur hiperechoic, kortek tak jelas, tak tampak batu dan Pielo Calix System tidak melebar serta curiga asites minimal. Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik, Gambaran USG Ginjal

ISI Seorang wanita usia 52 tahun datang dengan keluhan demam, lemas dan perut terasa penuh. Dilakukan pemeriksaan penunjang USG Abdomen dan hasilnya hepar tak membesar, echostruktur homogen normal, tak tampak nodul. Gambaran vena porta dan vv. hepatica normal. Vesica fellea dengan besar dan bentuk normal, tak tampak internal echo, dinding normal. Lien tak membesar, vena lienalis dalam batas normal. Pankreas dalam batas normal. Ginjal kanan dan kiri dengan ukuran mengecil, struktur hiperechoic, kortek tak jelas, tak tampak batu, Pielo Calix System tidak melebar. Vesica urunaria dalam batas normal. Uterus dalam batas normal. Antara Vesica Urinaria dengan uterus tampak sedikit lesi anechoic dengan kesan terjadi proses kronik pada kedua ginjal dan curiga asites minimal.

DISKUSI USG saat ini digunakan sebagai pemeriksaan pertama secara rutin pada keadaan gagal ginjal yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang parenkim, sistem collecting dan pembuluh darah ginjal1. USG abdomen pada pasien ini adalah gagal ginjal kronik ditandai dengan korteks yang lebih hiperechoic hingga hampir sama dengan sinus renalis. Dapat pula ditemukan ukuran ginjal yang mengecil dan batas korteks medula yang tidak jelas. Dari hasil pemeriksaan

menunjukkan abnormalitas berupa ginjal kanan dan kiri ukuran mengecil, struktur hiperechoic dengan kortek tak jelas. Dalam keadaan normal, parenkim ginjal pada bagian korteks memiliki sonodensitas yang lebih rendah dari pada hepar, limpa dan sinus renalis sehingga bersifat hipoechoic1. Sonodensitas yang lebih tinggi dapat ditemukan pada sinus renalis yang terletak di tengah ginjal karena komposisi lemak dan jaringan parenkim ginjal yang dimilikinya1. Besar kedua ginjal yang mengecil pada USG menunjukkan tanda proses penyakit ginjal kronik yang sudah lanjut. Gambaran Pielo Calix System yang tidak melebar dan tidak ditemukannya batu pada struktur ginjal kanan dan kiri menyingkirkan kemungkinan proses obstruktif sebagai etiologi pada kasus ini.

KESIMPULAN Pada kasus ini, gagal ginjal kronik terjadi seorang wanita dengan keluhan demam, lemas dan perut terasa penuh. Dengan kesan USG Abdomen terjadi proses kronik pada kedua ginjal dan curiga asites minimal.

DAFTAR PUSTAKA 1. Rasad, Sjahriar. (2005). Radiologi Diagnostik. Edisi Kedua. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. PENULIS Sari Dwi Astuti (20040310021). Program Profesi Pendidikan Dokter. Bagian Radiologi. RSUD Panembahan Senopati Bantul (2010).